Sukoharjo, Bupati Tegal. Raudlotul Athfal Al-Hilal yang berlokasi di desa Pucangan kecamatan Kartasura kabupaten Sukoharjo secara rutin setiap Sabtu mengajari anak didiknya permainan tradisional. Sejumlah permainan tradisional itu dimasukkan sebagai mata pelajaran.
Tujuannya agar anak-anak mengenal kembali keragaman seni budaya lokal. “Permainan tradisional merupakan salah satu warisan kekayaan Indonesia yang perlu dilestarikan. Terlebih lagi aneka permainan tradisional itu mengandung nilai-nilai positif bagi kehidupan anak,” ujar Kepala RA Al-Hilal Ina Ismiyati kepada Bupati Tegal, Ahad (4/5).
| RA AL-Hilal Rutin Ajari Anak Permainan Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online) |
RA AL-Hilal Rutin Ajari Anak Permainan Tradisional
Bagi istri Ketua PAC Ansor Gatak ini, semangat dalam melestarikan permainan tradisional terinspirasi dari semboyan NU dalam menjaga kearifan lokal cita rasa khas Indonesia.Bupati Tegal
“Yayasan Al-Hilal sendiri membawa misi dakwah Aswaja ala Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kecil menjaga bangsa dengan menjaga budayanya,” tambahnya.Permainan tradisional yang diajarkan secara bertahap bagi anak untuk dapat bermain, belajar stategi, dan berlatih kemandirian. Nenek moyang Indonesia telah mendesain permainan tradisional agar anak-anak tumbuh bersama-sama dan dapat bersosial secara baik dengan lingkungannya.
Bupati Tegal
Adapun permainan tradisional yang diajarkan antara lain cublak-cublak suweng, ban bledos, ancak-ancak alis, luru-luru mundu, gobak sodor, dan sayung-sayungan.Ina berharap dengan permainan ini anak akan lebih bangga dengan budaya leluhurnya, bukan bangga terhadap permainan anak di zaman sekarang seperti PS-an dan game online. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal Hikmah Bupati Tegal
