Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Bupati Tegal. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Bupati Tegal

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Bupati Tegal

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Daerah Bupati Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah

Jombang, Bupati Tegal - Sebelumnya Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jombang memprotes keberadaan soal ujian yang menyinggung khilafah. Hari ini, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang turut memberikan sorotan terkait soal yang sedang menjadi perbincangan hangat khalayak tersebut.

"Perlu diketahui bahwa dalam mata pelajaran tersebut memang tercantum standar kompetensi tentang khilafah," kata Ahmad Faqih, Kamis (7/12).

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah

Ketua Pergunu Jombang tersebut mengatakan, bila ditelisik lebih jauh, rumusan yang ada tidak dibatasi pada sekedar aspek kesejarahan. "Maka kami simpulkan akar masalahnya ada di kurikulum," kata Faqih.

Bupati Tegal

Bagi Pergunu, solusi bijaknya adalah merevisi kurikulum. "Dan kami akan berkerja sama dengan Lembaga Pendidikan Maarif  NU Jombang untuk memperjuangkan terwujudnya revisi kurikulum tersebut," terangnya.

Selanjutnya tim pengembang kurikulum di Kementerian Agama harus bertanggung jawab atas hal ini.

Bupati Tegal

"Mereka paling tidak harus memberikan klarifikasi. Bilamana ditemukan kecerobohan, maka sudah semestinya Menteri Agama RI memberikan sanksi kepada mereka sesuai aturan yang berlaku," pungkas Faqih. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Kajian Islam, Habib Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

Bupati Tegal

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Bupati Tegal

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nusantara, Daerah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Solo, Bupati Tegal. Pada bulan Ramadhan, semua ibadah akan dilipat gandakan. Nah belasan tukang becak di Solo ini tidak mau kerlena dengan profesi mereka.

Mereka yang tergabung dalam paguyuban dalam Paguyuban Tukang Becak Solo Grand Mall itu berkumpul sambil menunggu penumpang terlihat antusias menyimak penjelasan dari sesama kawannya.

Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Momentum Ramadan tahun ini dimanfaatkan para tukang becak ini untuk belajar bersama membaca Al-Qur’an. Kegiatan itu digelar untuk mengisi waktu senggang saat menjalani puasa di bulan Ramadan.

Bupati Tegal

Ukur Sukar (71) salah seorang tukang becak mengaku jika dirinya memang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Namun, ia sering mendengarkan bacaan Al-Qur’an melalui pengajian di masjid.

“Saya tidak bisa membaca Al-Qur’an sejak dulu, ya dengan adanya kegiatan ngaji bersama ini saya menjadi sedikit mengerti cara membacanya dan memahami arti dari Al-Qur’an tersebut,” ujarnya kepada wartawan seusai membaca Al-Qur’an.

Bupati Tegal

Menurut Ukur, kegiatan ini sangat berarti daripada ia bersama teman-temannya jenuh menunggu penumpang dan hanya dihabiskan waktu dengan tidur saja. Saling belajar membaca Al-Qur’an menurutnya lebih positif dan mendatangkan pahala.

Sementara itu, tukang becak lain yang bertindak sebagai guru pengajar Al-Qur’an, Imam Suyatno (49) mengatakan senang bisa mengajari teman-temannya agar bisa menjalankan syariat Islam dengan baik. Karena selain ibadah salat membaca Al-Qur’an saat bulan Ramadan pahalanya besar sekali.

Ia berharap kegiatan mengaji ini tidak hanya dilakukan saat bulan puasa saja, tapi di bulan-bulan selanjutnya bisa terus berjalan.

"Saya juga ingin mengajarkan salat pada teman-teman yang lain, saya liat mereka salatnya masih banyak yang bolong-bolong bahkan ada yang tidak bisa doanya,” jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pemurnian Aqidah, Kiai Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Waykanan, Bupati Tegal. Pada diklatsar dan PKD di Blambangan Umpu, Selasa (25/4), Gerakan Pemuda Ansor Waykanan menandatangani sembilan sikapnya menghadapi pemilu April mendatang. Sembilan poin ini menjadi pedoman politik kader GP Ansor dan Banser Waykanan.

Dalam Sembilan poin itu, GP Ansor Waykanan menyatakan, memegang teguh Khittah NU 1926, mengajak warga menciptakan perdamaian, mengawal dan mewujudkan Pemilu damai 2014, ? menjamin kebebasan hak asasi setiap anggota untuk menggunakan hak pilih sesuai kehendak hati, tidak memihak calon atau partai peserta Pemilu 2014.

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Keluarkan 9 Sikap Politik

Kecuali itu, GP Ansor Waykanan mengimbau kader dan warga menggunakan hak suaranya pada Pemilu 2014, mengharapkan kadernya untuk menjadi pemilih cerdas, memilih caleg berdasarkan rekam jejak dan kapasitasnya, mengimbau warga menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan NKRI, dan mengimbau kader dan warga menolak politik uang demi menciptakan Pemilu 2014 yang bersih.

Bupati Tegal

Ketua PC GP Ansor Waykanan mengatakan, “GP Ansor sebagai elemen kepemudaan perlu terlibat konkret dalam Pemilu ini, sebagai bagian pengawalan jalannya demokrasi di NKRI.”

Bupati Tegal

Sembilan sikap ini merupakan nota kesepahaman antara GP Ansor dan KPU Waykanan di pesantren Roudhotul Mutaqin. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

Surabaya, Bupati Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pelaksanaan Full Day School. Keputusan resmi PWNU Jatim itu dibacakan langsung Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada acara buka bersama Gubenur dan PCNU Se Jatim (18/6) di Gudung PWNU Jatim.

KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim mengatakan bahwa PWNU Jatim setelah menyerap aspirasi dari berbagai pesantren dan madrasah diniyah maka PWNU secara tegas menolak kebijakan full day school.?

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

"Realitas keberadaan lembaga pendidikan swasta itu sangat membantu pemerintah agar anak-anak muda bisa mengenyam bangku sekolah. Mengingat lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah jumlahnya masih kurang memadai," tegas Kiai Mutawakkil

"Kami berharap pemerintah aspiratif. Langkah yang akan ditempuh PWNU Jatim membuat surat resmi kepada pemerintah pusat dan kami berharap Pemprov Jatim juga menolak keputusan Mendikbud sebagai aspirasi mayoritas rakyat Jatim terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Kebanyakan mereka (TPQ dan Madin) yang terdampak itu bukan orang lain. Apalagi selama ini penguatan pendidikan karakter sudah dilakukan penguatan dengan cukup baik. "Kebijakan Mendikbud itu, tidak pernah mengajak bicara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat apalagi NU," kata Kiai Mutawakkil disambut tepuk tangan para pengurus PCNU.

Bupati Tegal

H Soekarwo sebelum memberikan sambutannya langsung memberikan surat penolakan terhadap kebijakan full day school. "Sebelum PWNU Jatim menyatakan menolak, tanggal 16 Juni lalu, pemprov Jatim sudah menolak dan mengirim surat kepada Presiden," tegas Pakde Karwo?

Pakde Karwo mengaku sudah memanggil Kadiknas dan Kabiro Hukum Jatim untuk menunda dulu rencana Full Day School yang saat ini ramai dibicarakan (debatebel) di media sosial atau media-media yang lain. "Kami akan mencari rumusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Karena itu tunda dulu pelaksanaan Full Day School di Jatim," terang Gubenur dua periode itu.

"Jatim itu memiliki kearifan lokal berupa Madrasah Diniyah Salafiyah dan sejak 2006 menjadi program Pemprov Jatim melalui Bosda Madin hingga sekarang. Kalau tidak ada itu maka basis moral spiritual masyarakat Jatim yang kuat akan hilang. Ini khas Jatim yang harus dipertahankan karena bisa membuat Jatim tenang dan rahmatan lil alamain bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain," beber Pakde Karwo.

Bupati Tegal

Terkait adanya beberapa kepala daerah di Jatim yang mendukung program Full Day School, Gubernur Jatim dalam waktu dekat juga akan membuat Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk menunda dulu pelaksanaan Full Day School di daerahnya masing-masing sebelum ada rumusan terbaik dari pemerintah.

"Kita ini negara demokrasi sehingga pemerintah harus membuka ruang publik untuk dialog. Mereka yang mendukung Full Day School dan mereka yang khawatir Madrasah Diniyah Salafiyah mati karena pemberlakuan Full Day School harus diajak dialog untuk mencari rumusan yang terbaik," pungkas Pakde Karwo.( Rof Maulana/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Berita Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Jakarta, Bupati Tegal

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asmawi Syam menuturkan, ekonomi umat bisa berkembang dan kuat apabila mereka mau menggunakan dan mengonsumsi produk-produk yang dibuat oleh umat itu sendiri.

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

“Apakah produk-produk yang digunakan pesantren itu adalah produk umat?” kata Asmawi.

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).

Bupati Tegal

Menurut dia, pesantren adalah sebuah pasar besar. Ia mengaku khawatir apabila pesantren hanya dijadikan sebagai sentra komsumsi, bukan produksi. Ia menambahkan, kalau seandainya umat menggunakan produk buatan umat itu sendiri, maka proses ekonomi di umat akan berjalan.

Bupati Tegal

Bila masyarakat bangga menggunakan produk sendiri, maka kegiatan produksi akan berlangsung. Kegiatan produksi akan melahirkan lapangan kerja, dan lapangan kerja akan menghasilkan daya beli. Jika daya beli bertambah, produksi pun bertambah lagi. “Siklus tersebut akan berputar dan naik terus,” urainya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan keberhasilan China dalam mengembangkan ekonominya. “Mereka menggunakan produk sendiri dan bangga. Dia memperkuat ekonomi sendiri sebelum ekspansi ke luar,” terang mantan Dirut Bank BRI itu.

Namun, imbuh Asmawi, apakah umat mau menggunakan produknya sendiri. “Pertanyaan yang paling mendasar adalah kita mau nggak menggunakan produk umat? Meski tidak sebagus produk impor,” katanya.

Bagaimana Umat Memproduksi?



Asmawi mengatakan, untuk memproduksi sebuah produk umat harus mengetahui potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Ia menjelaskan, ada tiga sumber pokok dalam memproduksi sebuah produk. Pertama, sumber daya alam (natural resources).

“Natural resources ini dimiliki pesantren. Mereka punya sawah, tanah. Tanah kita tanami cabai. Cabainya dibuat sambel dan dibotolin. Kita jual di dalam pesantren dan antarpesantren,” urainya.

Kedua, sumber daya manusia (human resources). Ia meyakini, orang-orang pesantren adalah orang pintar karena terus belajar. Baginya, lulusan pesantren memiliki kelebihan yang tidak dimiliki lulusan sekolah umum, yaitu penguasaan bahasa Arab dab Inggris.

“Mereka pasti pinter-pinter,” ucapnya.

Terakhir, sumber daya modal. Ia mengatakan, apabila pesnatren tidak memiliki modal, maka mereka bisa mendapkan dari sumber-sumber yang lain seperti pemerintah. “Kita (pesantren) tidak memiliki duit. Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada ekonomi kecil. Ada dana desa, KUR, dan yang lainnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Daerah, Nusantara Bupati Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar kuliah umum, Kamis (7/9) di Gedung Serba Guna Pegadaian Pusat Jakarta bertajuk Mendialogkan dan Meneguhkan Relasi Agama dan Budaya di Nusantara. Tahun 2017 ini, Bupati Kabupaten Purwakarta H Dedi Mulyadi didaulat sebagai pengisi kuliah umum.

Berpakaian serba putih dibalut peci hitam, Dedi Mulyadi memberikan salam dengan menyatukan kedua tangnnya kepada 500 mahasiswa UNU Indonesia beserta civitas akademika yang hadir memadati ruang acara.

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Kang Dedi, sapaanya langsung menuju panggung utama didampingi Rektor UNU Indonesia (Unusia) Prof HM. Maksum Machfoedz dan Wakil Rektor III UNU Indonesia KH Mujib Qulyubi.

Sebelum orasi Dedi, Rektor Maksum memberikan sambutannya kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan, kehadiran UNU Indonesia makin memperkuat eksistensi keindonesiaan karena di Unusia tidak hanya memperkuat keilmuan akademik tetapi juga kebangsaan, kebudayaan, dan cinta tanah air.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum PBNU ini juga memotivasi para mahasiswa dengan meneriakkan slogan-slogan cinta tanah air di antaranya NU, NKRI harga mati, dan Pancasila jaya.

Bupati Tegal

Ruh kebangsaan ini, menurut Maksum, yang nantinya makin memberikan karakter kuat bagi para mahasiswa untuk mengisi setiap dispilin ilmu yang menjadi bidangnya masing-masing.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyoroti kuatnya tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang menurutnya harus dikenali dan dipahami sebagai penguat peradaban Indonesia.

Bupati Tegal

Dedi yang juga menggelontorkan beasiswa kepada 20 orang pemuda di Purwarkarta untuk kuliah dan belajar Kebudayaan Islam Nusantara di Pascasarjana UNU Indonesia ini menerangkan pentingnya kajian akademik peradaban Nusantara agar bangsa Indonesia maju dengan tetap pada identitas kebangsaannya.

“Ilmu dan peradaban Nusantara itu luas dan kaya, jangan sampai kita terus-terusan bergantung pada produk bangsa luar. Menurut saya inilah pentingnya keberadaan UNU Indonesia,” ucap Dedi.

Pria yang menjadikan seni, tradisi, dan budaya lokal sebagai pondasi tata kelola pemerintahannya di Purwakarta ini mengungkapkan, bangsa Indonesia wajib belajar berbagai kekayaan tradisi dan budaya Nusantara agar bangsa dan negara ini maju dengan tidak meninggalkan ruh kebangsaannya.

“Belajarlah seni Nusantara, tradisi pengobatan orang-orang Nusantara, arsitektur Nusantara, dan berbagai keilmuan ulama-ulama Nusantara. Jika tak dipelajari, tidak akan ada yang namanya kejayaan Indonesia,” tegas Kang Dedi.

Dedi juga membawakan orasinya dengan diselingi sejumlah humor sehingga ratusan mahasiswa terlihat santai tetapi tetap fokus menyimak pemaparan dirinya. 

Usai memaparkan orasinya, Dedi Mulyadi mendapat cinderamata dari UNU Indonesia berupa lukisan dirinya. Lukisan berasal dari goresan pensil yang terlihat indah dan rapi tersebut merupakan karya dari salah seorang alumnus kampus yang dahulu bernama STAINU Jakarta ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Daerah Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Bupati Tegal

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

Bupati Tegal

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pertandingan Bupati Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Medan, Bupati Tegal

Pembangunan Kantor baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera utara yang beralamat di Jalan Sei Batang Hari No 52 Medan sudah mencapai 80 persen.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris PWNU Sumut Drs Misran Sihaloho MSi kepada sejumlah wartawan, Sabtu (6/6) di lokasi pembangunan Kantor baru PWNU Sumut, seperti dilaporkan kontributor Bupati Tegal Muhammad Safii Sitorus.

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Kantor PWNU Sumut Sudah 80 Persen

Misran menjelaskan pembangunan Kantor PWNU Sumut diawali dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum PBNU DR KH Hasyim Muzadi pada Juli 2007 lalu usai melantik PWNU Sumut di bawah kepemimpinan H Ashari Tambunan masa bhakti 2007-2012.

Bupati Tegal

Dijelaskan Misran pembangunan Kantor PWNU tersebut berdiri diatas tanah 10X37 M2 atas sumbangan keluarga besar Alm H Djamaluddin Tambunan dan Keluarga Alm H Usman Siregar.

Bupati Tegal

”Kantor PWNU Sumut ini berjumlah 3 lantai, yang peruntukannya adalah lantai I untuk administrasi, ruangan Mustasyar dan Musholla.Lantai II ruang Tanfidziyah, Syuriyah, lembaga dan badan otonom PWNU Sumut. Sedangkan lantai III merupakan Aula pertemuan yang bisa menampung 300 warga Nahdiyin,” ujar Misran.

Dana yang digunakan untuk pembangunan Kantor PWNU Sumut iniberjumlah Rp1,5 Milyar yang berasal dari sumbangunan dari warga Nahdlyin dan Pemerintah Propinsi Sumatera utara (Pemrovsu).

”Insya Allah pembangunan kantor ini selesai pada akhir Agustus 2009 ini. Diharapkan dengan beroperasinya Kantor PWNU Sumut ini seluruh aktivitas organisasi dapat dijalankan dengan baik sehingga program-program bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan cita-cita kepengurusan yang dilantik pada Juli 2007 lalu,” ujar Misran.

Misran mengungkapkan keberadaan Kantor baru PWNU Sumut ini akan menjadi ruh baru dan semangat baru bagi warga Nahdliyin di Sumut serta menunjukkan bahwa  sesungguhnya NU di Provinsi memiliki pengaruh yang cukup besar bagi kemajuan dan pembangunan di Sumut.

”Terlaksananya pembangunan Kantor baru PWNU Sumut ini tidak lepas dari doa dan dukungan dari warga Nahdliyin Sumut. Oleh karenanya PWNU Sumut mengharapkan doanya juga agar proses pembangunan selesai sesuai dengan waktu yang telah direncakan,” demikian Misran. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Daerah Bupati Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut

Majalengka, Bupati Tegal - Yayasan Al-Mizan Jatiwangi Kabupaten Majalengka mengadakan istighotsah untuk keselamatan warga Garut, Sumedang, dan daerah terdampak banjir bandang. Sementara para pelajar dan santri Al-Mizan memberikan sumbangan baik berupa uang jajan maupun pakaian layak.

Menurut Ketua Yayasan Al-Mizan Asep Zaenal Aripin, mereka memberikan dukungan moril agar warga yang kena bencana merasa tidak sendirian akan tetapi banyak saudara yang membantu dengan doa. Ini merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan dorongan moral kepada korban bencana alam yang terjadi di Garut dan Sumedang.

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut

“Untuk memberikan dorongan kepada yang kena bencana agar diberikan ketabahan dan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan. Kita mesti berevaluasi diri jangan sampai menyalahkan alam atau perbuatan manusia,” kata Asep Zaenal pada acara istighotsah di aula yayasan setempat, Sabtu (25/9).

Bupati Tegal

Lia Sonia, salah seorang siswi SMA Al-Mizan, mengatakan, kegiatan ini memberikan arti sebuah persaudaraan dan rasa persaudaran juga memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi sedikit yang kami miliki.

Bupati Tegal

“Kami merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kita cintai dan bagimana rasanya kehilangan rumah yang memiliki kenangan. Tetapi kita hanya bisa berbagi apa yang kita miliki dan itu untuk membantu teman yang membutuhkan. Walaupun tidak seberapa, kami tulus,” kata Lia yang kini diamanahi sebagai Ketua OSIS SMA Al-Mizan. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Daerah Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

Jakarta, Bupati Tegal?

Pimpinan Pusat GP Ansor meminta kepada semua pihak, termasuk mantan pengurus, untuk tidak melibatkan dan atau mengatasnamakan institusi dan personil GP Ansor dan Banser dalam kampanye dan kontestasi politik Pemilukada.

Penegasan itu disampaikan melalui Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Selasa (7/2).

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaitkan Ansor dan Banser dalam Kontestasi Politik

PP GP Ansor perlu mengklarifikasi sejumlah kesimpangsiuran informasi. Misalnya pemberitaan adanya rencana aksi protes Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan atas perkataan tidak patut saudara Ahok kepada KH Maruf Amin pada Sidang Pengadilan ke-8 kasusnya serta pemberitaan media massa mutakhir.

"Berkaitan dengan itu, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor perlu menyatakan beberapa hal, pertama, sikap GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah sebagaimana sikap yang telah diambil Kiai kami, Rois Aam Syuriah PBNU, KH Maruf Amin telah memaafkan yang bersangkutan," ujar dia lagi.?

Bupati Tegal

Meskipun demikian, GP Ansor mencermati bahwa kasus saudara Ahok yang menjadi terdakwa maupun pengacaranya dengan KH Ma’ruf Amin tidak akan selesai dengan baik, jika permintaan maaf tersebut masih bersifat politis dan masih adanya provokasi-provokasi dari pendukung saudara Ahok.?

Bupati Tegal

"Hal tersebut tergambar dari masih banyaknya protes atas perkataan tidak patut saudara Ahok dari pengurus GP Ansor dan NU di berbagai daerah, termasuk Pimpinan Cabang GP Ansor Jakarta Selatan, ujar dia.?

Kasatkornas melanjutkan, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu menegaskan bahwa protes GP Ansor atas perkataan tidak patut saudara Ahok adalah murni reaksi atas perlakuan tidak hormatnya kepada kiai dan pimpinan kami, dan bukan terkait politik Pemilukada.

"Oleh karenanya, Pimpinan Pusat GP Ansor tidak membenarkan aksi protes anggota dan kader GP Ansor ditujukan pada simbol-simbol politik tertentu. Secara organisatoris, GP Ansor tetap tegas tidak berpolitik praktis sebagaimana keputusan Khittah NU 1926," kata Alfa lagi.

Untuk diketahui, bahwa otoritas kewenangan maupun instruksional di GP Ansor maupun Banser saat ini ada pada Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas.?

"Dalam kesempatan ini, Pimpinan Pusat GP Ansor perlu mengklarifikasi bahwa KH. Nuril Huda bukanlah pendiri Banser sebagaimana ditulis Kompas 6 Februari 2017 (Gus Nuril: Sekarang Banyak yang Mendadak NU), dan yang bersangkutan tidak memiliki otoritas apapun atas institusi dan personil Banser," demikian H Alfa Isnaeni (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah Bupati Tegal

Minggu, 26 November 2017

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Tangerang, Bupati Tegal

Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi pemuda haruslah mampu menjadi instrumen pembangunan daerah dan mendorong perubahan.

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Hal tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda pada acara pembukaan Rapat Kerja II yang digelar di Islamic Center Citra Raya Ahad (7/2).

Menurut Huda saat ini ruang partisipasi pemuda sangat dibutuhkan di setiap lini kehidupan masyarakat baik lini sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama.?

“Dengan sumber daya manusia yang melimpah, kader-kader GP Ansor tidak boleh abstain dalam setiap proses dan momentum pembangunan,” tuturnya.

Bupati Tegal

Lebih lanjut Huda menambahkan, bahwa pihaknya akan berupaya melakukan pengkaderan secara terpola dan sistematis serta mendorong kadernya untuk berdiaspora di mana saja guna memberikan pengabdianya.

”Saya dan pengurus cabang Ansor sedang melakukan pemetaan potensi kader, sehingga kontribusinya dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, sekretaris PCNU Kabupaten Tangerang Ust Agus Kuswanto Ma’arif menyampaikan bahwa Ansor harus menjadi bagian solusi terhadap berbagai problematika umat. Menurut Agus, salah satu persoalan yang berkembang di masyarakat ? adalah maraknya radikalisme yang terus berkembang.?

“Saya harap Ansor menjadi instrumen untuk melakukan deradikalisasi dengan cara membumikan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang dianut oleh NU yakni tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang), dan i’tidal (adil),” paparnya.

Rapat Kerja Cabang yang dihadiri seluruh pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Tangerang tersebut membahas program-program strategis GP Ansor 2016-2017 dan juga membahas rekomendasi-rekomendasi organisasi.?

Bupati Tegal

Setidaknya ada 7 Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Kerja tersebut. Diantaranya adalah optimalisasi anggaran untuk kepentingan rakyat miskin terutama dalam hal pemberian jaminan kesehatan dan pendidikan gratis, mendorong upaya ? DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Pondok Pesantren serta memberikan perhatian yang serius terhadap pondok pesantren dan mendorong adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah untuk penanganan radikalisme. Red:? Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Quote, Daerah Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam

Sleman, Bupati Tegal. Keberadaan pondok pesantren dalam rentang sejarahnya perlu selalu dibaca sebagai warisan dan juga kekayaan budaya-intelektual Nusantara. Oleh karena peran sejarah yang dimainkannya, dalam sejumlah aspek tertentu, pesantren perlu dipandang sebagai benteng pertahanan kebudayaan itu sendiri.

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam

Demikian KH Jazilus Sakhok Ph.D yang akrab disapa Gus Sakhok membuka diskusi bersama tamu kunjungan dari APTEP (Asia Pasific Theologi Encounter  Programe) di STAI Sunan Pandanaran, Yogyakarta, Jumat (8/05), pagi.

"Pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia yang bertujuan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral dan nilai Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari" terang Gus Sakhok.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan, pesantren merupakan hasil pergulatan dan dialektika kebudayaan yang kreatif, antara tradisi, masyarakat, dan pola interaksi kiai-santri-kitab kuning. Karenanya keunikan pesantren juga terlihat pada sifat akulturatif yang menghargai kultur dan tradisi lokal secara halus dan kreatif, sehingga terhindar dari konflik.

"Salah satu unsur dari pesantren yang berperan penting dalam membentuk karakter Islam yang jauh dari karakteristik ekstrem dan radikal adalah kitab kuning. Kitab kuning adalah tradisi klasik warisan Wali Songo dan para ulama Nusantara. Kitab kuning itu mencermikan kelembutan Islam, sebab terdapat akulturasi budaya di dalamnya," imbuhnya.

Bupati Tegal

Gus Sakhok mengatakan, kitab kuning difungsikan oleh kalangan pesantren sebagai rujukan dan paduan nilai-nilai universal dalam menyikapi perubahan zaman. Aspek dinamis yang diperlihatkan kitab kuning adalah adanya transfer pembentukan tradisi keilmuan tauhid-fiqih-sufisme yang didukung penguasaan ilmu-ilmu instrumental, seperti nahwu dan sharaf (adab).

"Karenanya, tanpa kitab kuning dalam pengertian yang lebih luas, tradisi intelektual di Indonesia agaknya sulit untuk keluar dari kecenderungan ekstremitas pemahaman keagamaan," pungkasnya. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Quote Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Pringsewu, Bupati Tegal - Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Pringsewu mendirikan Posko Mudik Lebaran 1437 H di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu. Posko? yang terletak di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Kecamatan Pagelaran ini mulai dibuka pada H-5 lebaran 2016.

Menurut salah satu Anggota Banser yang mendapat tugas piket Ahad (3/6), Lasino, arus mudik pada hari tersebut sudah mengalami kenaikan yang cukup pesat. "Pengendara baik roda dua maupun roda empat yang melintas menuju arah barat Sumatera sudah padat," terangnya.

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung NU Pringsewu Jadi Posko Mudik Lintas Barat Sumatera

Beberapa pemudik sudah ada yang singgah di posko mudik NU yang tepat berada di lintas menuju Provinsi Bengkulu melalui Lampung Barat. "Para pemudik dipersilakan mampir beristirahat di Gedung NU. Kami siapkan fasilitas lengkap mulai dari parkir luas, kamar mandi, WC, mushalla dan lain-lain," katanya.

Bupati Tegal

Lasino yang ditemani beberapa anggota Banser yang stand by pada hari itu mengingatkan para pemudik untuk berhati-hati saat mengendarai kendaraan khususnya di jalur lintas barat. "Di daerah sebelah barat Pringsewu tepatnya di Kabupaten Tanggamus banyak tikungan-tikungan tajam sehingga kehati-hatian dan stamina yang fit harus dimiliki," katanya.

Menurut Lasino, posisi posko mudik di Gedung NU sangat strategis untuk beristirahat memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan masuk ke daerah Kabupaten Tanggamus. "Mudah-mudahan ikhtiar kami membangun posko ini dapat membantu para pemudik. Kami ucapkan selamat sampai tujuan merayakan lebaran bersama keluarga," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Tangier, Bupati Tegal. Menjadi sebuah kehormatan khusus bagi PCINU Maroko. Kali ini diundang oleh Jamíyyah Sidi Thalhah, Lembaga Pemerhati Lingkungan dan Karya Klasik yang bekerjasama dengan ASMIB (Assosiation Morocco Indonesia Brotherhood) untuk menghadiri acara Pekan Budaya.

Acara ini untuk dalam memperingati Sidi Thalhah dengan tema: “Perjuangan Al-Wali Sidi Thalhah Al-Darij dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Maroko dan Pribadi Keagamaanya” yang berlangsung di dua kota, Tetouan dan Tangier 15-16 September 2012.

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Delegasi PCINU Hadiri Pekan Budaya di Maroko

Acara ini dihadiri oleh Dubes RI untuk Kerajaan Maroko, KH Tosari Wijaya yang diundang untuk menyampaikan pidatonya dalam pembukaan seminar Pekan Budaya ini. Turut hadir juga penasehat Hukum Menteri Luar Negeri Maroko, Dr Ibrahim Amusi, Ketua Majlis Ilmi Tetouan,  Dr Abdlu Ghofour An-Nasir, Sejarawan Maroko, Mohamed Ben Azuz Hakiem, Ketua Organisasi Dakwah Islam Chefchaouen, Maroko, Ali Raisuni, Perwakilan Dubes Malaysia, Delegasi Pelajar Turki di Maroko, pejabat KBRI Rabat, para Tokoh dan Ulama Maroko serta tamu undangan. Sedangkan dari Delegasi PCINU sendiri diwakili oleh Dewan Mustasyar (H Husnul Amal Masúd), Sekretaris (Rifqi Maula) dan Koordonator LPNU (Sri Hidayanti) serta beberapa anggota NU Maroko.

Dalam acara ini, selain bertujuan memperingati sosok Sidi Thalhah sebagai Pejuang Kemerdekaan Maroko. Juga diperingati sosok Almarhumah Mahsushoh Ujiati, Istri KH Tosari Wijaya yang mendapatkan anugerah penghargaan sebagai pejuang muslimah hubungan Indonesia-Maroko yang wafat di Maroko pada tahun 2011 yang lalu.

Bupati Tegal

Rangkaian acara ini diawali dengan pembukaan seminar yang diisi oleh sambutan-sambutan dari beberapa Tokoh dan Pakar sejarah Maroko. Tidak ketinggalan pula tim Rebana PPI Maroko yang tergabung dalam anggota luar biasa (STAINU), ikut memeriahkan pembukaan Pekan Budaya ini. Acara ini masih berlangsung dengan berbagai agenda seperti festival musik khas Maroko dan sholawatan yang akan diselenggarakan di Malosa-Tangier.

Dubes RI untuk Kerajaan Maroko dalam pidatonya mengatakan, “Ketika kita membicarakan hubungan Indonesia-Maroko, maka tidak pernah terpisahkan dari peran ulama Maroko dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti Ibnu Bathutoh dan Maulana Malik Ibrahim serta Pejuang Imama Bonjol yang ibunya berasal dari Maroko. Maka tidak heran jika Islam moderat di Indonesia sama dengan Islam moderat di Maroko.”

Bupati Tegal

Prof Dr Mariam Ait Ahmed dalam sambutannya mengatakan,”Saya sangat salut dengan warga Indonesia yang sangat menghormati ulama Maroko dan karya-karyanya, seperti melanggengkan Dalailul Khoirat dalam setiap wiridnya…”

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Senin, 13 November 2017

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Semarang, Bupati Tegal. Jaringan Gusdurian Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Kedai Kopi ABG menggelar diskusi di warung kopi yang tak jauh dari kampus Unnes pada Senin, 19 Oktober 2015. Hadir sebagai pemantik diskusi Mukhamad Zulfa (kontributor Bupati Tegal Semarang) dan Akhmad Luthfi (mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, PW IPNU Jawa Tengah).?

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Diskusi bertema "Kalau Sudah (Jadi) Santri, Njur Ngapa?" diawali dengan pembacaan shalawat diiringi grup rebana Jamiyyah Mauliddurrasul Arrohman.

Luthfi menjelaskan latar belakang kenapa lahir peringatan hari santri. Bercerita bagaimana Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 memberikan makna yang tegas bahwa santri mempertahankan Indonesia seutuhnya. Di sisi lain Zulfa memahami bagaiamana seharusnya santri bahwa sekarang santri harus menjadi santri yang sejati. Seutuhnya memegang teguh akhlak al-karimah dan tradisi yang dimilikinya. Selain itu, ke depan santri harus mampu bersaing dengan berbagai macam elemen bangsa dengan meningkatkan kapasitas keilmuaannya.

Bupati Tegal

Diskusi tambah menarik ketika materi ini diperkaya peserta diskusi dengan pemaparan bahwa kiai-ulama kita dahulu dihormati oleh orang-orang Arab. Sebut Syekh Annawawi al-Bantani (1813-1897) menjadi ulama di tanah haram pada waktu itu.?

Bupati Tegal

"Harusnya kita bisa mengaji khazanah pemikiran tokoh-tokoh lokal yang kita miliki dibandingkan dengan tokoh luar Nusantara," ungkap Gigih Firmansyah santri Al-Fadhlu Kaliwungu yang masuk juga kuliah di UIN Walisongo. Banyak karya-karya kiai-ulama Nusantara yang layak untuk diteliti.

Tema pertanyaan ini menarik menjadi perbincangan malam itu. Berbagai nilai-nilai luhur bisa didapatkan dari pesantren mulai kedisiplinan, kebersamaan, kekeluargaan, keikhlashan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, toleransi, sopan-santun dan lain sebagainya.?

"Menjadi manusia dengan mengamalkan ilmu yang telah dapat di pesantren," ungkap Lutfi. Itulah jawaban yang menjadi tema diskusi kali ini.

Tentu dengan disahkan hari santri ke depan santri tidak lagi dipermasalahkan tentang ijazah pesantren yang mereka miliki. Di perguruan tinggi misalnya beberapa perguruan tinggi masih menolak ijazah muadalah yang dikeluarkan pesantren. Dan perlu diakui bersama bahwa alumni pesantren yang masuk dunia perkuliahan lebih mudah beradaptasi dengan proses kampus dengan keunggulan karakter spiritual quotient dan emotional quotient. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Daerah, Nasional Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Kupang, Bupati Tegal. Hari Raya Idul Adha 1436 H merupakan bagian dari perhatian bagi orang mampu kepada orang yang benar-benar tidak melalui penyerahan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memberi makna perjalanan Nabi Ibrahim ketika menuai cobaan, kata Walikota Kupang, Jonas Salean, dalam sambutan penyerahan hewan kurban di Masjid Baburahman Kompleks Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9).?

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di masjid sekitar 20 meter dari rumah pribadinya. Ia mengatakan sebagai putra dari kompleks wajib memberi apa adanya bantuan pemerintah melalui hewan kurban. Walaupun pada tahun sebelum dirinya belum pernah memberikan hewan kurban kepada masjid Baburahman tetapi hari ini ? setelah dalam perjalan tiga tahun lalu sebagai pemerintah patut memberikan bantuan kepada masyarakat, katanya.?

"Kepada warga Nusa Bunga, Jonas mengatakan, sesuai adat Timor, terlebih dahulu kita berikan kepada tamu dahulu. Sebagai tuan rumah biasa berada di belakang."

Bupati Tegal

Beginilah budaya kita sebagai tuan rumah dan mengelilingi semua dulu baru saya kembali ke komplek saya, kata Jonas.?

Bupati Tegal

Imam Masjid Baburahman Abas Kasim menjelaskan sebagai anak kompleks patut menghargai walaupun sekian lama baru datang kembali rumah dan mampu melihat rumah ibadah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Muslim Nusa Bunga. Sesuai sejarah warga Nusa Bunga sejak tahun 2000 jumlah kepala keluarga hanya 20 KK sedangkan hari ini sudah mencapai 200 KK.?

Dengan adanya bantuan satu ekor sapi dari pemerintah cukup berterima kasih atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momen Idul Adha, katanya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Humor Islam, Daerah Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Bogor, Bupati Tegal. Arus informasi saat ini lebih banyak diakses masyarakat melalui media sosial (medsos). Konten dalam bentuk apapun dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat dunia maya (netizen). Bahkan pemanfaatan medsos kerap jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Hal itu diperhatikan betul oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan arahan pada malam ta’aruf, Jumat (24/3) di Hotel Lorin Sentul, Bogor sebelum pembukaan kegiatan Rapimnas Muslimat NU dimulai.

“Kita harus sadar media sosial. Publikasi positif diperlukan agar dakwah kebaikan Muslimat bisa menyeluruh,” ujar Khofifah di hadapan para pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU.

Ia mengemukakan kasus-kasus kejahatan sosial yang selama ini memanfaatkan media sosial seperti kejahatan seksual anak, kekerasan terhadap perempuan, dan problem-problem sosial lainnya.

Bupati Tegal

Menurutnya, program nyata Muslimat NU yang selama ini terus berupaya mengadvokasi masyarakat ? untuk mengatasi problem-problem tersebut jangan berhenti di dunia nyata, melainkan juga harus dilakukan di dunia maya dan media sosial.

Menteri Sosial RI ini juga menyampaikan agenda besar kader Muslimat NU untuk terus memperkuat pemahaman Pancasila, Agama, dan Negara. Ketiga elemen tersebut penting disorot dalam perspektif Muslimat NU.

Bupati Tegal

“Diskusi rutin bulanan agar dilakukan para kader Muslimat di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema-tema tersebut. Narasumber lokal bisa dihadirkan. Hasil dari diskusi dicatat betul sebagai perspektif konkret Muslimat,” urai Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pendidikan, Sholawat Bupati Tegal

Inilah Tim yang Lolos Semifinal Liga Santri Nusantara

Bandung,Bupati Tegal. Babak delapan besar Liga Santri Nusantara Sepak Bola U 17 Piala Menpora RI sudah selesai. Pertandingan yang digelar selama dua hari Sabtu dan Ahad Pada 14-15 November 2015 dilangsungkan di Lapangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Jawa Barat.

Keempat tim yang lolos ke babak semifinal adalah Pondok Pesantren Nurul Islam Jember, Pondok Pesantren Nur Iman Sleman, Pondok Pesantren Darunnajah Garut, Pondok Pesantren Al Asariyah Tangerang.

Inilah Tim yang Lolos Semifinal Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Tim yang Lolos Semifinal Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Tim yang Lolos Semifinal Liga Santri Nusantara

Nurul Islam Jember mengantongi tiket ke semifinal setelah mengalahkan Pondok Pesantren Alfiah Purwakarta dengan skor 4-1 pada hari Sabtu, (14/11/2015). Sedangkan, pada pertandingan kedua di hari yang sama, Pondok Pesantren Nur Iman Sleman berhasil menang atas Pondok Pesantren Darul Maarif Indramayu dengan skor 3-0.

Bupati Tegal

Pada hari Ahad (15/11/2015) digelar dua pertandingan. Pertandingan ketiga Pondok Pesantren Darunnajah Garut menang atas Pondok Pesantren Walisongo Sragen dengan skor 2-1. Sedangkan pertandingan keempat, mempertemukan antara Pondok Pesantren Al Asyariah Tangerang melawan Pondok Pesantren Al Ikhlas DKI Jakarta. Al Asyariah menang atas Al Ikhlas dengan skor 3-0.

Bupati Tegal

Semifinal dan Final LSN Digelar Di Sidoarjo

Pengurus Pusat LSN Mukaffi Makki mengatakan, semifinal dan final LSN akan digelar di GOR Delta, stadion kebanggaan masyarakat Sidoarjo Jawa Timur.

"Semifinal digelar pada tanggal 3 Desember 2015. Untuk finalnya dilangsungkan pada 6 Desember 2015. Sedangkan pada 4-5 Desember akan didakaan pameran foto LSN selama 2 hari di Royal Plaza Surabaya," tambahnya.

Sedangkan menurut Wakil Ketua Liga Santri Nusantara Romi Basarah mengatakan untuk hadiah para juara mendapatkan uang pembinaan Rp100 juta untuk juara pertama, juara dua 75 juta, dan juara ketiga 50 juta. Sedangkan untuk tim juara harapan, pemain terbaik, pelatih terbaik, dan top score masing-masing mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 10 Juta.

Selain itu, lanjut Romi, untuk Juara Liga Santri Nusantara 2015 ini akan dikirim pada ajang kompetisi sepak bola U-17 Se Asia. “Lebih lanjut pembinaannya juga dalam bentuk mengirimkan pemenang Liga Santri dalam Ajang kompetisi sepakbola U-17 se-Asia yang akan digelar di Singapura pada bulan Maret 2016,” katanya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Bahtsul Masail, RMI NU Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock