Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Jepara, Bupati Tegal. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, H Anis Malik Thoha berkesempatan hadir dalam Halal Bihalal yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, awal pekan kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Anis menjelaskan mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia, lantaran ada sebagian pihak yang mengkritisi tradisi yang telah mengakar tersebut sebagai bid’ah.

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Menurutnya tidak semua hal dihukumi sesat. Demikian halnya tradisi halal bihalal atau saling maaf-memaafkan. Tradisi tersebut memang hanya ditemukan di Indonesia.

Bupati Tegal

Tradisi halal bihalal menurut Katib Syuriyah NU Cabang Istimewa Malaysia sudah ada sejak zaman pangeran Mangku Negara I sekitar abad ke-18. Pangeran Samber Nyowo memperkenalkan tradisi baru tersebut dengan bersalam-salaman setelah shalat Id yang dilaksanakan di Keraton bersama seluruh abdi dalem.

Oleh ulama tradisi tersebut kemudian dihidupkan sebagai halal bihalal. Sebagai momentum saling memaafkan. Halal bihalal sebagai tradisi nasional masih dilestarikan hingga sekarang. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Rabat,Bupati Tegal. Program Mahasiswa Kelas Internasional mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAINU) Jakarta di Universitas Ibnu Tufail Kenitra berakhir. Setelah 11 bulan menimba ilmu di kampus itu, mereka harus kembali ke tanah air.  

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Perpisahan program tersebut digelar di Griya Mahasiswa Kenitra pada Kamis malam 11 Desember 2014. Pada kesempatan itu, hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyub, H. Husnul Amal Mas’ud dan Prabowo Wiratmoko Jati mewakili Dewan Mustasyar PCINU. Hadir pula perwakilan KBRI, anggota PPI Maroko serta beberapa warga Maroko.

Kia Mujib yang juga Ketua Badan Pengawas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Maroko merupakan salah satu pusat keilmuan Islam. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya literatur- keislaman.

Bupati Tegal

Di negara Maroko pula, tambah dia, tempat lahirnya para cendekiawan islam yang menyebarkan Islam hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Di Indonesia ada beberapa kuburan yang tidak diketahui identitas jelasnya. Tetapi di nama-nama, di batu nisannya bertuliskan maghribi yang berarti berasal dari Maroko”.

Bupati Tegal

Ia berpandangan, tidak menutup kemungkinan, corak keislaman Indonesia memang sebagian dibawa oleh ulama Maroko.

Ketua rombongan mahasiswa STAINU Ooz Fauzi menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan melancarkan kegiatan tersebut.

Ia mengutip adagium yang sudah masyhur di Maroko “idza kunta fil maghrib fala tastaghrib”. Apabila kamu berada di maghrib (Maroko) maka janganlah kamu terheran-heran (dengan apa yang terjadi di sini). “Seyogyanya kita (kawan-kawan STAINU) agar mengambil segala hal yang baik dari Maroko dan membuang hal-hal yang tidak baik dari sini,” ujarnya.

Sementara Abdul Karim Jariri, ustadz di Maroko, menutup doa perpishan itu. Ia mengaku senang berinteraksi dengan para mahasiswa yang belajar di Maroko. (Fairuz Ainun Naim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam

Sumenep, Bupati Tegal. Petani garam yang menjadi kuli sejumlah perusahaan garam di kampung halamannya menjadi perhatian Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sumenep. Melepas ketergantungan mereka terhadap investor, Lakpesdam NU mengadakan pengorganisasian petani garam di Aula Pusdiklat PCNU Sumenep lantai II, Gedungan Sumenep, Sabtu-Senin (4-6/2).

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Fasilitasi Petani Garam

Pelatihan tersebut diikuti 25 petani garam asal desa Gersik Putih, Gapura, Sumenep. Bertindak sebagai fasilitator Mantan Direktur Lakpesdam NU Sumenep, A. Dardiri Zubairi.

Pelatihan tersebut sebagai pintu awal untuk membuka wawasan mereka pentingnya berorganisasi. Sehingga nanti mereka mampu mengorganisir dan melepas diri dari belenggu kemiskinan yang mereka hadapi.

Bupati Tegal

"Membuka kesadaran pentingnya berorganisasi," kata Direktur Lakpesdam NU Sumenep kepada Bupati Tegal. "Selain itu saya berhadap (mereka) mampu mengorganisasi diri sendiri," lanjut A. Warits.

Bupati Tegal

Dardiri, panggilan akrab A. Dardiri Zubairi, kepada petani garam banyak memaparkan cara menguatkan kapasitas kelompok dengan belajar pengorganisasian dan manajemen.

Dari belajar organisasi dan manajemen, nantinya mereka diharapkan mampu mengepak dan mendistribusikan sendiri home industry garam yudium yang sedang mereka gagas. Semoga berhasil!

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Pati, Bupati Tegal. Rais Aam PBNUKH Sahal Mahfudh mengingatkan agar umat Islam Indonesia mewaspadai berbagai upaya dari pihak lain yang ingin memecahbelah sesama muslim. Sebab disinyalir munculnya paham-paham atau aliran baru belakangan ini yang tidak sejalan dengan syariat Islam sengaja diskenario untuk mengacak-acak kehidupan beragama Islam di Tanah Air.

"Kita harus waspada, karena ada skenario besar yang bermaksud untuk mengacak-acak kita," kata KH Sahal, ketika menerima silaturahmi pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang, di Ponpes Maslakul Huda, Pati, Sabtu (27/10).

KH Sahal mengatakan yang menjadi sasaran dari sebuah skenario besar untuk mengacak-acak kehidupan umat Islam itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi dilakukan secara global. "Namun nampaknya Indonesia menjadi sasaran utama."

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama Departemen Agama harus proaktif menangani masalah itu. "Tidak perlu takut. Yang punya pakemnya kan Depag. Maka departemen ini harus segera turun tangan, jangan diam saja. Yang tidak sesuai pakem ya ditertibkan, " katanya.

Kondisi umat Islam di Indonesia pada umumnya masih rentan terhadap upaya memecahbelah sesama muslim. Dia memuji ketahanan lembaga pondok pesantren yang tangguh dalam menghadapi provokasi itu.  Bahkan aliran-aliran atau paham yang tidak baik itu tidak batal mampu menembus pondok pesantren.

Bupati Tegal

Menyinggung tentang peran dari sekolah-sekolah yang berbasis Islam, menurut dia, dari segi kuantitas jumlahnya cukup banyak tapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Rendahnya kualitas sekolah itu dalam membentuk insan yang islami, karena agama masih sebatas digunakan sebagai pembelajaran, bukan sebagai pendidikan. (suaramerdeka)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tegal, Bahtsul Masail, PonPes Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Jakarta, Bupati Tegal. Menyambut Hari Lingkungan Hidup, Ahad (10/5), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melakukan kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan.

“Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup tahun ini, kami menjalankan komitmen lembaga kami dalam pelestarian lingkungan hidup melalui program kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi demi kelestarian lingkungan,” kata Ketua Pengurus Pusat LPBINU Avianto Muhtadi.

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Avianto juga mengatakan bahwa ini merupakan program tahunan dari LPBINU sebagai wujud keikutsertaan untuk menjaga kelestarian lingkungan. LPBINU sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk kantor yang hijau dan bersahabat dengan lingkungan.

Bupati Tegal

Pengurus Pusat LPBINU menyerukan kepada seluruh LPBINU di daerah untuk melakukan kampanye ke pesantren dan masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan berbagai cara sesuai kearifan lokal masing-masing.

Bupati Tegal

“Di setiap daerah binaan, kami melakukan pelatihan dan penguatan kelembagaan, sehingga masyarakat dan pesantren di daerah siap siaga dalam menghadapi segala bencana dampak dari kerusakan lingkungan,” kata Avianto.

Sebagai lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU), LPBINU memberikan perhatian khusus pada kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tertuang melalui program-program jangka pendek dan jangka panjang sebagai wujud tata kelola berkelanjutan pada aspek lingkungan.

“Kelestarian lingkungan merupakan kepentingan bersama yang juga berdampak luas pada kehidupan masyarakat, sehingga LPBINU merasa perlu untuk ikut ambil bagian dalam pemeliharaannya,” tutup Avianto. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil

Depok, Bupati Tegal. Peringatan haul pendiri Pesantren Ar-Rahmaniyah, Pondok Terong, Cipayung, Almaghfurlah KH Abdussomad Rahman Fadil bin KH Abdur Rahman dan almarhumah Ny Hj Aminah Binti H.Mohammad Sholeh berlangsung cukup khidmat. Selama sepekan, para santri mengikuti acara Khotmil Quran sebanyak 100 kali.

Menurut salah satu Pengasuh Pesantren Ar-Rahmaniyah KH Mohammad Abduh, rangkaian khotmil Quran tersebut bagian dari acara haul.?

"Puncaknya adalah dengan semaan Al-Quran oleh Jamiyyatul Qurro Wal Huffadz (JQH) NU kota Depok. Selepas sholat Isya dilanjutkan dengan dzikir, pembacaan maulid dilanjutkan dengan Tabligh Akbar oleh KH Manarul Hidayat dan Habib Abu Bakar. Acara Minggu malam untuk Bapak-bapak dan hari Senin pagi untuk Ibu-ibu," kata Abduh di Pesantren Ar-Rahmaniyah, Pondok Terong, Cipayung, Ahad, (14/5).

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil (Sumber Gambar : Nu Online)

Khatamkan Al-Qur’an 100 Kali untuk KH Abdussomad Rahman Fadil

Abduh mengungkapkan, peringatan haul juga bersamaan dengan tasyakuran Pesantren Ar-Rahmaniyah yang ke-69. Menurutnya, kiprah pesantren yang sudah lama berdiri di Kota Depok ini tetap konsisten dalam melestarikan tradisi ke-NU-an dan Aswaja NU. Ia mengungkapkan, dengan peringatan haul dan acara khotmil quran tersebut pihaknya mengingikan berdirinya pesantren tahfidz di Gadog, Bogor.?

"Kita berharap dengan acara haul tersebut bagian dari mengirim doa untuk almaghfurlah dan keberkahan bagi yang membacanya. Tentunya, bagi Pesantren Ar-Rahmaniyah sendiri bisa terus berkiprah di tengah masyarakat," harapnya.

Bupati Tegal

Ia mengungkapkan, di usia yang ke-69 Pesantren Ar-Rahmaniyah tetap konsisten di dunia pendidikan agama dan umum secara formal maupun non formal. Sampai saat ini, lanjutnya, ? telah berkembang dan memiliki 11 unit pendidikan mulai dari RA atau TK sampai dengan Program Pascasarjana.

"Kita terus berupaya dalam mengembangkan pendidikan perguruan tinggi berbasis agama Islam. Dalam ? Pendidikan, ? kita tetap dalam rangka mewujudkan warga negara yang baik keindonesiaan mapun keislaman berpegang pada ajaran Aswaja NU," terangnya.

Bupati Tegal

Dalam acara tersebut, juga dihadiri jajaran Pengurus PC NU Kota Depok dan para tokoh masyarakat. (Aan Humaidi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Habib, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Pariaman, Bupati Tegal. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Sumbar Masrizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC ? PMII Kota Pariaman periode 2016-2017 pada Konferensi Cabang PMII Ke-VI, Ahad (17/4) dini hari. Masrizal maju sebagai kandidat ketua umum bersama enam kader PMII lainnya.

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum  PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Sumbar ? Defi Mulyadi, dihadiri oleh Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Idris dan kader PMII yang tergabung pada komisariat STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar.

Masrizal putra Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur ini termasuk kader yang aktif dalam berbagai kegiatan. Masrizal dinilai berhasil membesarkan PMII di kampus STIE. Selain itu, sudah mengikuti pelatihan Bela Negara selama satu bulan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI di Lantamal II, Padang.

Usai terpilih, Masrizal menyebutkan akan fokus terhadap peningkatan kualitas dan penguatan organisasi PMII di Kota Pariaman.?

Bupati Tegal

"PMII harus lebih baik hari ini daripada hari kemarin," katanya optimis.

"PMII Kota Pariaman harus melakukan revolusi mental agar mampu memposisikan diri sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control di tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki intelektual tentu harus bisa tampil di tengah kehidupan masyarakat," tutur Masrizal menambahkan.

Masrizal juga menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman terus bergerak melawan penghancuran masa depan generasi muda Kota Pariaman melalui penyalahgunaan narkoba yang terus merusak anak bangsa. Korban narkoba terus berjatuhan. Ini terbukti semakin banyak warga binaan di LP Pariaman yang tersangkut masalah narkoba.

Selain itu, kata Masrizal, mahasiswa juga sasaran empuk gerakan radikalisme. Anak-anak muda yang tingkat pemahaman keagamaannya minim, dengan mudah dirayu untuk bertindak radikal. PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak setuju dengan gerakan radikal tersebut.

Sedangkan untuk penyusunan kepengurusan lengkap PMII Kota Pariaman, ditetapkan tim formatur sebanyak lima orang. Masing-masing Masrizal ketua terpilih, Jupmaidi Ilham (ketua demisioner), Sovia (Sekretaris PK STIE Sumbar), Faisal Amri Tanjung (Ketua PK STIT SB) dan Rahim Saputra (Ketua I PMII sebelumnya). Tim Formatur diberi tugas paling lambat 5 kali 24 jam menyusun pengurus lengkap PC PMII Kota Pariaman satu tahun mendatang. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Sejarah, Internasional Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo

Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) merupakan organisasi ekstra kampus. PMII di antara tugasnya adalah menjadi tangan panjang ulama dalam mnyebarluaskan Ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

Misi itu diejawantahkan dalam tindakan kader PMII? yang toleran, moderat, tasamuh dan taadul dalam berislam, dan mampu benar-benar menebarkan Islam yang penuh cinta kasih, Islam rahmatan lil ‘alamin.

Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkaian Haul Ke-6 Gus Dur PMII Komisariat Walisongo

Akan tetapi, dengan melihat fenomena kemanusiaan yang dewasa ini terjadi, seakan agama menjadi sekat diantara manusia satu dan manusia lain yang tak seAgama dengannya. Untuk berebut cinta Tuhan, bahkan ada yang sampai saling serang, saling bakar tempat ibadah, saling tuding, dan lain sebagainya.

Bupati Tegal

Untuk itu, dalam rangkaian acara haul Gus Dur ini, PMII Rayon Abdurrahman Wahid ingin merefleksikan pemikiran-pemikiran Gus Dur mengenai pluralisme, tentang bagaimana kita sebagai manusia seharusnya bersikap, karena apapun agama kita, kita tetap bangsa Indonesia. Maka “Merindu Gus Dur; Mengamalkan Agama demi Kemanusiaan” menjadi grand tema pada serangkaian agenda haul Gus Dur ke-6. Adapun rangkaian acaranya adalah sebagai berikut:

Bupati Tegal

Pertama, Bedah Buku “The Wisdom of Gus Dur” oleh Sulton Fathoni dan M. Rikza Chamami, MSI. Buku ini merupakan buku yang berisikan kumpulan kata-kata bijak dari Gus Dur. Tujuan dari diadakannya bedah buku ini adalah agar kita semua mampu menegenal dan memahami pemikiran Gus Dur lewat quot (kata-kata mutiara)nya. Acara ini digelar di Aula Gedung Q kampus II UIN Walisongo Semarang pada hari Selasa 29/12/15 pukul 09.00 sampai selesai.

Kedua, Doa Kebangsaan dan Sarasehan Keluarga Besar PMII Rayon Abdurrahman Wahid. Acara ini akan dimulai dengan Pembacaan Maulid Diba’ serta Tahlil, dilanjutkan dengan sarasehan dengan alumni dan senior PMII menghadirkan Abdurrahman Wahid. Diantaranya yaitu Dr.Raharjo,Mt.Ed sebagai Dekan FITK, Dr. Ruswan sebagai Dekan Fakultas Saintek, dan Dr. Darmuin sebagai Dekan FISIP, ketua-ketua lembaga intra terpilih dalam Pemilwa 2015 dan Senior PMII Abrurrahman Wahid lintas generasi yang tergabung dalam Jaringan Alumni Muda (JAM) PMII Rayon Abdurrahman Wahid. acara ini akan berlangsung di Aula Q kampus II UIN Walisongo pada hari Selasa (29/12/15) pukul 18.30 WIB.

Ketiga, lomba penulisan artikel dengan tema “Negara Pancasila dan Bangkitnya Gerakan Keagamaan”. Lomba ini untuk mahasiswa se-Indonesia yang berlangung sejal ahir Oktober hingga 18 Desember 2015. Adapun juri dari lomba ini adalah Dr. Teddi Kholiludin, M.Si alumni UIN Walisongo dan UKSW Salatiga? yang sekarang juga menjabat sebagai direktur eLSA Semarang, Amin Suroso, M.Pd.I selaku Dewan Pembina PMII Rayon Abdurrahman Wahid, dan Teguh Wibowo, M.Si sebagai Dewan pembina LkaP. Dari 20 karya terbaik yang terseleksi, nanti akan dibukukan menjadi sebuah antologi/bunga rampai. (Riadhotul Liana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut

New York, Bupati Tegal

Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Childrens Fund/UNICEF) pada Rabu (17/2) memperingatkan bahwa hampir satu juta anak memerlukan perawatan karena kekurangan gizi akut di Afrika Selatan dan Timur.

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut (Sumber Gambar : Nu Online)
Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut (Sumber Gambar : Nu Online)

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut

Dua tahun hujan tak menentu dan kekeringan bersama dengan salah satu peristiwa El Nino paling kuat dalam 50 tahun menjadi malapetaka bagi kehidupan anak-anak paling rentan, kata UNICEF.

Di Malawi, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) juga telah memperingatkan bahwa lembaga dihadapkan dengan peningkatan kebutuhan dan sangat memerlukan 38 juta dolar AS untuk membantu mereka yang paling rentan selama musim berkepanjangan ini.

Tanpa sumbangan tambahan, pembagian uang kontan harus ditangguhkan pada Maret, sementara pembagian makanan akan dikurangi secara drastis atau bahkan diputus pertengahan April.

Bupati Tegal

Situasi bertambah parah dengan naiknya harga pangan, yang memaksa banyak keluarga menjalankan mekanisme penghematan drastis seperti melewatkan makan dan menjual aset, mengakibatkan hampir satu juta anak membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut parah di wilayah tersebut, kata Leila Gharagozloo-Pakkala, Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Selatan dan Timur, dalam siaran pers Rabu (17/2).

"Fenomena cuaca El Nino akan berkurang, tapi dampaknya pada anak-anak --banyak di antara mereka sudah hidup pas-pasan-- akan terasa sampai bertahun-tahun ke depan," katanya.

"Pemerintah meresponsnya dengan sumber daya yang ada, tapi ini situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya. Kelangsungan hidup anak-anak tergantung pada tindakan yang dilakukan hari ini."

Menurut UNICEF, Lesotho, Zimbabwe dan sebagian besar provinsi di Afrika Selatan telah mengumumkan kondisi bencana dalam menghadapi peningkatan kekurangan sumber daya.?

Bupati Tegal

Di Ethiopia, jumlah orang yang memerlukan bantuan makanan diperkirakan naik dari 10 juta lebih jadi 18 juta sampai akhir tahun ini.

UNICEF, yang mengeluarkan informasi terkininya mengenai dampak El Nino pada anak-anak di wilayah tersebut, menyatakan bahwa di Ethiopia, dua musim hujan yang gagal berarti hampir enam juta anak memerlukan bantuan pangan, dengan makin banyak anak tak bisa bersekolah karena dipaksa berjalan lebih jauh untuk mencari air.

Di Somalia, lebih dari dua-pertiga mereka yang memerlukan bantuan segera adalah warga yang kehilangan tempat tinggal, sedangkan di Kenya, hujan lebat terkait El Nino dan banjir menambah parah penyebaran wabah kolera.

Sementara itu di Lesotho, seperempat warga terpengaruh. Kondisi tersebut menambah parah kondisi negara tempat 34 persen anak adalah yatim-piatu, 57 persen orang hidup di bawah garis kemiskinan, dan hampir satu dari empat orang dewasa hidup dengan HIV/AIDS tersebut.

Di Zimbabwe 2,8 juta orang diperkirakan menghadapi kondisi rawan pangan dan gizi. Kemarau telah mengurangi air dari sedikit sumur bor yang masih berfungsi sehingga menambah parah risiko penyebaran penyakit yang menular lewat air, terutama diare dan kolera.

Badan PBB itu menyatakan Malawi menghadapi krisis pangan terburuk dalam sembilan tahun dengan 2,8 juta orang, lebih dari 15 persen penduduk negeri tersebut, terancam kelaparan. Kasus kekuragan gizi akut telah melonjak sampai 100 persen dari Desember 2015 hingga Januari 2016.

Di Angola, sebanyak 1,4 juta orang diperkirakan terdampak kondisi cuaca ekstrem dan 800.000 orang menghadapi kondisi rawan pangan, terutama di provinsi Angola Selatan yang setengah tandus.

Kantor PBB Urusan Kemanusiaan (UN Office for Humanitarian Affairs/OCHA) telah memperkirakan masyarakat yang terpengaruh diperkirakan memerlukan sekitar dua tahun untuk pulih dari kemarau yang diperparah oleh El Nino jika kondisi pertanian membaik dalam semester kedua tahun ini.

UNICEF juga mengatakan permohonan bantuan kemanusiaannya hanya kurang dari 15 persen yang didanai di seluruh negara yang terpengaruh El Nino di Afrika Selatan, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Pesantren, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Jakarta, Bupati Tegal

Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.

“Ternyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,” kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada Bupati Tegal di Jakarta, Jum’at (26/10).

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.

Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.

“Tanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,” katanya.

Bupati Tegal

Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.

“Mudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syi’ar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,” kata Hadrawi.(dam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

Semarang, Bupati Tegal. Sebanyak 1.500 tenaga kerja wanita di pabrik garmen PT Bina Busana Internusa Semarang mengikuti tes IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) berupa pemeriksaan leher rahim (serviks) yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya kanker serviks. 

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

 

"Melalui deteksi dini maka bisa dilakukan pencegahan untuk meminimalisir terjangkitnya kanker serviks pada seseorang sehingga dapat menekan penderita kanker serviks di Indonesia yang jumlahnya tercatat sebagai yang terbanyak kedua setelah kanker payudara," kata perwakilan OASE Kabinet Kerja, Marifah Hanif Dhakiri, saat memberikan sambutan di hadapan pekerja PT Bina Busana Internusa, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/8).

Acara ini diselenggarakan Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. 

Marifah Hanif Dhakiri menjelaskan Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi jenis kanker kedua setelah payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2015 menunjukkan rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. 

Bupati Tegal

Program yang dimulai pada 2015 ini telah diikuti oleh 8.753 pekerja wanita (belum termasuk di PT Bina Busana Internusa). Jumlah tersebut terdiri dari pemeriksaan di PT Sritex Sukoharjo sebanyak 4000 orang, PT Primayuda Boyolali sebanyak 1000 orang, PT SAMA Semarang sebanyak 2.503 orang dan PT ECCO Indonesia sebanyak 1.250 orang. 

"Dari jumlah tersebut yang dinyatakan positif hanya 36 orang (0,48%). Terakhir di PT ECCO Indonesia telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.250 pekerja dan alhamdulilah semuanya negatif," ujar Marifah Hanif. 

Bupati Tegal

Program yang rencananya akan terus berlangsung hingga 2019 ini diharapkan dapat membantu para pekerja wanita untuk meningkatkan status kesehatannya serta mencegah secara dini terjadinya kanker mulut leher rahim pada diri mereka. 

"Saya menghimbau agar kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif," tutur Marifah Hanif. 

Marifah Hanif menambahkan, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Pasalnya produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ungkap Marifah Hanif. 

Kemnaker dan OASE Kabinet Kerja menyelenggarakan pemeriksaan tes IVA di PT Bina Busana Internusa sejak 14 Agustus hingga 21 Agustus 2017.

Turut hadir pada acara ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta isteri Siti Atiqoh Supriyanti.

Sedangkan dari OASE, selain Marifah Hanif, hadir juga Suryan Widati Muhadjir (Isteri Mendikbud), Erni Guntarti Tjahjo (Istri Mendagri), Sri Mega Darmi Sandjojo (Istri Mendes dan PDT) serta Siti Faridah Pratikno (Istri Mensesneg).

Sebagai informasi, OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Iriana Joko Widodo (Isteri Jokowi). Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, Fragmen, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Surabaya, Bupati Tegal



Hajatan permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar NU adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. Bila tidak ada kendala, acara akan dilangsungkan di Nusa Tenggara Barat, November mendatang. PWNU Jatim telah menyiapkan tim khusus untuk membahas sajumlah persoalan yang akan disampaikan di forum tersebut.

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Dan untuk mematangkan materi menjelang keberangkatan kontingen tersebut, PWNU Jatim akan mengawali dengan mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil. ? "Untuk Munas dan Konbes, ketua timnya adalah KH Ali Maschan Moesa," kata KH Anwar Iskandar, Selasa (8/8). Sedangkan untuk materi Muskerwil akan dikawal oleh Akh Muzakki, lanjut Wakil Rais PWNU Jatim tersebut.

Dalam padangan Kiai Anwar Iskandar, sejumlah hal perlu dipersiapkan secara lebih saksama karena forum Munas dan Konbes NU akan membicarakan berbagai persoalan. Sejumlah masukan dan siapa saja yang akan menghadiri dua acara penting tersebut akan melalui seleksi yang cukup ketat.

"Baik yang masuk bidang organisasi, program, bahtsul masail serta rekomendasi," katanya kepada delegasi PCNU se-Jawa Timur yang hadir pada rapat koordinasi di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin Ngasinan Kota Kediri tersebut, di antara yang akan disampaikan adalah konsep PWNU Jatim terkait model pemilihan yakni ahlul halli wal aqdi atau Ahwa. "Kita optimalisasikan agar pemilihan dengan model Ahwa tidak hanya untuk kepengurusan syuriah, tapi juga tanfidziyah," jelasnya. Hal tersebut sebagai implementasi amanat AD/ART NU yang menjelaskan bahwa pemegang otoritas tertinggi di jamiyah ini adalah ulama atau kiai, lanjutnya.

Bupati Tegal

Untuk pelaksanaan Muskerwil sendiri masih menunggu tim survey. "Tempatnya masih akan diputuskan apakah di Surabaya atau Tuban," ungkapnya.

Bupati Tegal

Agar lebih bisa mengoptimalkan kegiatan permusyawaratan ini, PWNU Jatim sangat berharap peran aktif PCNU se-Jatim untuk memberikan masukan, pikiran, pendapat dan aspirasi yang akan dibahas. "Usulan silakan disampaikan kepada Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh Muzakki selaku koordinator Muskerwil," tandasnya.

Rapat koordinasi ini menghadirkan utusan dari PCNU se-Jatim. Tampak hadir dari unsur syuriah PWNU Jatim yakni KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Shonhaji Shaleh, juga KH Syafrudin Syarif selaku katib. Sedangkan dari tanfidziyah antara lain KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Sholeh Hayat, juga Prof Akh Muzakki. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Yogyakarta, Bupati Tegal. Aksi terorisme yang terjadi di negeri ini lebih sering melibatkan anak-anak muda. Maka persoalan terorisme sebenarnya bisa ditangkal oleh kaum muda sendiri.

“Kita membutuhkan pemuda yang peka terhadap segala persoalan bangsa, serta pemuda yang mampu mewujudkan cita-cita perdamaian di republik ini,” ungkap Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam S Arizal, pada Seminar Nasional “Siasat Kaum Muda dalam Membendung Terorisme dan Radikalisme Agama”, Sabtu (17/11) lalu di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.?

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Menurut Imam, maraknya aksi terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan agama akhir-akhir ini perlu disikapi serius oleh pemuda Indonesia. Jika pemuda membiarkan dan bersikap acuh tak acuh, bukan tidak mungkin bahwa kelompok-kelompok ekslusif-radikal akan menggurita di negeri ini.

Bupati Tegal

“Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya terorisme, salah satunya adalah pemahaman yang keliru atas nilai-nilai agama,” paparnya di hadapan sekitar 500-an mahasiswa dan pemuda dari berbagai perwakilan OKP dan lintas kampus se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ditambahkan, hingga kini kelompok keagamaan ekslusif terus membangun gerakan di berbagai daerah di Indonesia. Pola perekrutan anggota baru juga mulai masuk ke perguruan tinggi di berbagai daerah. Maka tak heran jika setiap kali ada kasus terorisme dan radikalisme agama, selalu tidak sepi dari keterlibatan kaum muda.

Bupati Tegal

“Kaum muda yang sejatinya menjadi tonggak peradaban masyarakat justru mudah terkontaminasi dan terjerumus pada tindakan-tindakan radikalisme dan terorisme. Kaum muda malah rela menjadi pengantin dan mengorbankan jiwa dan raganya demi keyakinan yang menurut mereka benar,” katanya.

Lebih tegas Imam mengungkapkan, kelompok-kelompok keagamaan garis keras yang setiap saat merekrut para pemuda akan menjadi bom waktu yang bisa mengancam sendi-sendi NKRI. “Maka tugas pemuda, selaku penerus generasi bangsa untuk membendung dan memotong mata rantai kelompok-kelompok garis keras di negeri ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, mantan ketua umum Pengurus Besar PMII H. Abdul Malik Haramain mengungkapkan, pemahaman keagamaan yang dangkal akan semakin mudah melakukan tindak teror dan radikal. Oleh karena itu pemuda harus mampu menjadi agent of change dan memiliki pemahaman keagamaan yang benar agar mampu menjadi pelopor perdamaian.?

Dalam makalahnya, Anggota Komisi III DPR RI itu mengungkapkan, pendidikan memiliki peranan strategis dalam memangkas terorisme di negeri ini. Setidaknya ada empat cara yang perlu ditempuh untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme agama perspektif pendidikan.

“Pertama, bekerjasama dengan Pengajar (guru/dosen) dalam membangun “textbook” tentang Pendidikan Islam yang di dalamnya memuat pelajaran toleransi dan isu-isu kemajemukan. Kedua, perlunya mendorong pertukaran pelajar dengan background yang “berbeda”. Ketiga, mendorong pendidikan toleransi dengan menggunakan komunitas ekstra kampus yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga mampu menumbuhkan pemahaman akan sebuah perbedaan. Keempat, monitoring dan counter propaganda website-website radikal,” tegas Ketua Pansus RUU Ormas tersebut.?

Eman Hermawan, dalam makalahnya juga menyebut bahwa teror merupakan ancaman serius di negeri ini. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kembali nilai-nilai 4 Pilar Negara. Menurut mantan Ketua Umum DKN Garda Bangsa ini, tugas pemuda hari ini adalah bagaimana kita membangun bangsa dan ideologi bersama.?

“Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberi pemahaman bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi universal yang tidak bertentangan dengan agama apapun,” jelasnya.?

Ditanya soal peran mahasiswa dalam upaya memerangi terorisme, Eman Hermawan menegaskan bahwa hmhasiswa yang mempunyai potensi besar untuk menanggulangi terorisme dan redikalisme agama.

Pertanyaannya , pemuda atau mahasiswa yang seperti apa yang bisa menanggulangi terorisme? Menurutnya, pemuda harus pinter, kaya, dan tidak lapar. “Orang bodoh mudah di hasut, orang miskin mudah direkrut, orang yang lapar mudah dihasut,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Junaidi Ibnurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Ulama, Santri Bupati Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, Bupati Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

Bupati Tegal

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

Bupati Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Hikmah, Sunnah Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

Pamekasan, Bupati Tegal. Pengurus GP Ansor dan Banser Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur resmi dilantik, Kamis (6/4). Pelantikan yang ditempatkan di Pendopo Larangan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU KH Sohebuddin, Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh agam, dan tokoh masyarakat serta para pemuda.

Usai dilantik, Ketua GP Ansor Baiquni akan langsung mencanangkan program kerja dua tahun ke depan. Salah satu sasarannya ialah dengan menggenjot semangat pemuda untuk berkarya.?

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

"Menumbuhkan semangat dan gairah pemuda untuk berAnsor, ini misi utama kami," tegas Baiquni.

Pendidik di Pesantren Al-Abror Blumbungan tersebut menambahkan, pemuda harus berkarya dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiayan sosial, serta bisa melakukan komunikasi positif dengan pihak terkait.

"Sehingga, GP Ansor Larangan menggema melalui berbagai macam kegiatan yang positif dan efektif. Dari sinilah bisa muncul ketertarikan para pemuda untuk gabung GP Ansor," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Bupati Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Lomba Aneh Agustusan

Haji Mukidin yang terkenal kaya raya di kelurahannya suatu kali didatangi Makaryo, pemuda karang taruna desa setempat, dalam rangka meminta sumbangan. “Untuk lomba Agustusan, Pak Haji,” katanya.

Pak Haji segera mengeluarkan uang 500 ribu.

Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Aneh Agustusan

Tak berselang lama, rekan Makaryo bernama Jo Kribo juga pergi ke rumah Haji Mukidin dengan agenda yang sama. “Lomba Agustusan sangat unik, Pak Haji. Yang terlibat nggak cuma orang kampung kita tapi juga kecamatan sebelah,” katanya berusaha meyakinkan.

Bupati Tegal

Pak Haji pun memberinya sumbangan.

Esok harinya, Makaryo datang lagi minta sumbangan. Disusul kemudian Jo Kribo. Untuk kedua kalinya Pak Haji memberikan masing-masing sejumlah uang. Memasuki hari ketiga, peristiwa minta sumbangan itu terjadi lagi.

Haji Mukidin pun heran campur kesal.

Bupati Tegal

“Bentar… Bentar!” Kata Pak Haji. “Kalian ini sebenarnya mengadakan lomba apa? Dari kemarin kok nggak beres-beres?”

“Lomba minta sumbangan, Pak Haji,” sahut keduanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Pertandingan Bupati Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

Jakarta, Bupati Tegal. Bencana yang datang bertubi-tubi di Indonesia telah menimbulkan korban yang jumlahnya sangat besar. Sampai saat ini belum terdapat upaya penanganan yang komprehensif yang melibatkan masyarakat dalam mengatasi dan menangani bencana.

NU sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan merasa berkewajiban untuk turut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tersebut.

“Dari keprihatinan itu, PBNU berusaha melibatkan pesantren dalam membantu upaya pencegahan dan penanggulangan bencana,” tandas Program Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM) Avianto Muhtadi di Jakarta, Selasa.

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

Karena sebelumnya belum ada lembaga di bawah NU yang menangani bencana secara komprehensif, maka langkah pertama yang akan dilakukan adalah memberikan kesadaran akan bencana dan keberadaan CBDRM secara komprehensif ke lingkungan NU dan pesantren. Upaya ini akan dilakukan dengan menggelar workshop yang melibatkan pesantren, PBNU, PWNU, PCNU, badan otonom dan para ahli yang akan merumuskan strategi penanganan bencana.

“Sampai saat ini, potensi kerjasama swasta dan partisipasi masyarakat dengan pemerintah masih kurang. Penanganan bencana tak hanya bisa dibebankan pada pemerintah, dibutuhkan sinergi dan kerjasama yang intens antar kedua belah fihak,” tambahnya.

Bupati Tegal

Workshop yang akan diselenggarakan pada 13-14 September di Bandung  ini akan membahas seluruh aspek penanganan bencana mulai dari konsep manajemen bencana, masalah kesehatan, kerentanan sosial dan partisipasi masyarakat, perpektif NU dalam penanganan bencana sampai dengan konsep fikih bencana.

Program ini terselenggara atas kerjasama antara PBNU, Ausaid dan para tenaga ahli dari pust mitigasi bencana ITB yang nantinya akan berperan sebagai technical assistant. (mkf)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

PW GP Ansor Aceh Desak Media Tayangkan Berita Mendidik

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Aceh Samsul B Ibrahim mendesak stasiun televisi berita untuk menayangkan berita yang mendidik. Ia menunjuk stasiun  TV One dalam kerja pemberitaannya telah menyudutkan sumber berita.

“Dalam kasus kecelakaan putra Ahmad Dhani (AD) misalnya, TV One terlalu tendensius dalam mengangkat isu itu. Dalam pemberitaannya, TV One tampak memojokkan AD yang sudah jelas menyatakan pertanggungan jawab dan permohonan maaf kepada keluarga korban,” kata Samsul B Ibrahim dalam pers rilis yang dikirimnya, Kamis (12/9).

PW GP Ansor Aceh Desak Media Tayangkan Berita Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Aceh Desak Media Tayangkan Berita Mendidik (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Aceh Desak Media Tayangkan Berita Mendidik

Ia menyadari tugas media untuk mengadvokasi masyarakat. Tetapi ia menyayangkan kerja media seperti itu. Teknik dan intensitas penayangan seperti itu lebih berdampak pembunuhan karakter seseorang.

Bupati Tegal

Samsul menilai TV One tidak sekali mengekploitasi narasumber dan korban yang berakibat merugikan daerah setempat. Ia menunjuk pemberitaan kasus penangkapan teroris di Lokhnga Aceh Besar medio 2010.

Kami di Aceh, lanjut Samsul, menjadi korban. Akibatnya orang-orang merasa takut ke Aceh karena pemberitaan yang berlebihan.

Bupati Tegal

Belum lagi pemberitaan TV One yang hampir memihak kuat pada kepentingan modal dan pemodal. Netralitas media sebagai corong kepentingan masyarakat tergadaikan oleh para pebisnis media, pungkas Samsul B Ibrahim.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Nasional Bupati Tegal

Kamis, 30 November 2017

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif

Yogyakarta, Bupati Tegal. Demontrasi, dalam iklim demokrasi merupakan satu keabsahan sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Namun, keabsahan itu hanya akan maklum sepanjang tidak dilakukan dengan kekerasan atau melanggar hukum dan hak-hak asasi pihak lain.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Enok Ghosiyah saat dihubungi melalui surel, menyoroti unjuk rasa 4 november mendatang.

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif

"Kita sebagai kader muda bangsa Indonesia, jangan sampai terprovokasi atas isu yang kini berkembang liar. Sebagai akademisi yang concern pada wacana keIslaman, seyogyanya kita meneladani para ulama dan intelektual muslim masa lalu, yang mengedepankan kedewasaan berpikir dalam menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin," kata Enok.

Menurutnya, perdebatan soal keyakinan bukanlah hal baru. Hal ini pernah, misalnya, pada masa Dinasti Abbasiyah yang menyediakan semacam, "majlis" khusus bagi perdebatan teologis, terutama antara intelektual Muslim dan pemikir Kristen.

"Namun, yang menarik adalah dalam forum itu, mereka tidak hanya rileks dalam bertukar pikiran, bahkan memprakarsai forum untuk beradu argumen secara sehat dan bersahabat. Hal ini dapat terwujud, sebab yang dikedepankan adalah kedewasaan berpikir dalam menyikapi perbedaan secara konstruktif dan kreatif," tegas perempuan asal Banten ini.

Bupati Tegal

Terakhir, Sekjen FKMTHI menghimbau kepada para kader muda Tafsir Hadis Indonesia, untuk tetap tenang, serta tidak mudah termakan isu atau terprovokasi. Sebab, turun ke jalan bukanlah penyelesaian. Karena yang musti senantiasa dikedepankan oleh generasi muda adalah menjaga keutuhan bangsa dengan menyikapi keragaman secara kreatif dan sehat. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal IMNU, Bahtsul Masail, Pertandingan Bupati Tegal

Minggu, 26 November 2017

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Tangerang, Bupati Tegal

Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi pemuda haruslah mampu menjadi instrumen pembangunan daerah dan mendorong perubahan.

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Hal tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda pada acara pembukaan Rapat Kerja II yang digelar di Islamic Center Citra Raya Ahad (7/2).

Menurut Huda saat ini ruang partisipasi pemuda sangat dibutuhkan di setiap lini kehidupan masyarakat baik lini sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama.?

“Dengan sumber daya manusia yang melimpah, kader-kader GP Ansor tidak boleh abstain dalam setiap proses dan momentum pembangunan,” tuturnya.

Bupati Tegal

Lebih lanjut Huda menambahkan, bahwa pihaknya akan berupaya melakukan pengkaderan secara terpola dan sistematis serta mendorong kadernya untuk berdiaspora di mana saja guna memberikan pengabdianya.

”Saya dan pengurus cabang Ansor sedang melakukan pemetaan potensi kader, sehingga kontribusinya dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, sekretaris PCNU Kabupaten Tangerang Ust Agus Kuswanto Ma’arif menyampaikan bahwa Ansor harus menjadi bagian solusi terhadap berbagai problematika umat. Menurut Agus, salah satu persoalan yang berkembang di masyarakat ? adalah maraknya radikalisme yang terus berkembang.?

“Saya harap Ansor menjadi instrumen untuk melakukan deradikalisasi dengan cara membumikan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang dianut oleh NU yakni tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang), dan i’tidal (adil),” paparnya.

Rapat Kerja Cabang yang dihadiri seluruh pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Tangerang tersebut membahas program-program strategis GP Ansor 2016-2017 dan juga membahas rekomendasi-rekomendasi organisasi.?

Bupati Tegal

Setidaknya ada 7 Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Kerja tersebut. Diantaranya adalah optimalisasi anggaran untuk kepentingan rakyat miskin terutama dalam hal pemberian jaminan kesehatan dan pendidikan gratis, mendorong upaya ? DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Pondok Pesantren serta memberikan perhatian yang serius terhadap pondok pesantren dan mendorong adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah untuk penanganan radikalisme. Red:? Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Quote, Daerah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock