Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa Cabang Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama berkumpul di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta pada Kamis-Jumat  (28-29/8). Mereka berbagai pengalaman rintisan usaha di daerah masing-masing serta menampilkan beberapa produknya.

Cabang-Cabang yang berkumpul diantaranya Lakpesdam Lombok, Bulukumba, Indramayu, Ambon, Jepara, Cilacap, Cimahi, Pandeglang.

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam H Yahya Ma’sum mengatakan, cabang-cabang itu merupakan para pelaksana dan penanggung jawab Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) Peduli sejak tahun 2011 yang sudah berakhir.

Bupati Tegal

Mereka, menurut Yahya, kemudian diundang ke Jakarta oleh Pengurus Pusat Lakpesdam sebagai penyalur dana hibah World Bank (bank dunia) melalui program tersebut. “Sharing pengalaman dan ekspos kegiatan dan hasil-hasilnya,” katanya di Hotel Milenium Kamis (28/8).

Menurut Yahya, secara proyek program tersebut sudah berakhir, tapi mereka tetap berkewajiban untk terus melanjutkannya secara mandiri.

Bupati Tegal

Ditanya apakah merasa bisa mandiri, Yahya menjawab optimis. Dengan dilepasnya dana ahibah yang dikucurkan melalui PP Lakpesdam, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk di daerah akan bisa mandiri. “Optimis bisa. Sebagian besar sudah bisa membangun jejaring dengan berbagai pihak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” terangnya.  

Yahya menjelaskan salah satu kelompok penerima manfaat (benefiserias) dari program ini di Lakpesdam Indramayu, yaitu ibu-ibu pembuat bakso ikan. Hasil produksinya sudah sampai bisa menjual ke daerah Bogor. Pada mulanya cuma 500 buah sekarang sudah 5000.

Ia juga bercerita ibu-ibu pembuat kain songket di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka kemudian bergerak sendiri, bisa mendapatkan bantuan sendiri, sekarang uang yang bergulir di antara mereka sekitar 80 juta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits Bupati Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, Bupati Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

Bupati Tegal

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

Bupati Tegal

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada Bupati Tegal. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Kudus, Bupati Tegal - Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama mengikuti tes penyaringan untuk menjadi peserta Latihan Kader Utama (Lakut) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Tes berlangsung di aula gedung NU Kudus, Jawa Tengah, 16-17 Januari 2015, untuk masing-masing pimpinan anak cabang.

Tes tersebut terdiri dari beberapa tahap, yakni kelengkapan administrasi oleh panitia, tes tertulis tentang ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an, tes makalah tentang gerakan kaum muda NU ke depan yang berhadapan dengan para pengurus harian PC IPNU dan IPPNU Kudus, serta wawancara ihwal organisasi dan paham Ahlussunnah wal Jamaah oleh para dewan alumni pengurus cabang.

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Sebelumnya, Pimpinan Cabang telah menggelar pertemuan bersama para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sembilan kecamatan di Kudus. Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa sore (13/1) di aula gedung NU itu merupakan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi ihwal Lakut.

Bupati Tegal

"Kami harapkan nanti peserta yang didelegasikan memang benar-benar kader yang diseleksi bahkan sejak dari PAC. Dan setelah sampai sini peserta akan diuji dengan tes tertulis, presentasi makalah dan intervew oleh alumni," kata Wakil Ketua bidang Pengkaderan IPNU Kudus, Muhammad Syaroni.

?

"Lakut merupakan tingkat pengkaderan tertinggi. Semua kader dari semua PAC berpeluang bisa ikut. Namun tidak menutup kemungkinan Ketua PAC pun gagal ikut jika ia tidak lulus seleksi sesuai prosedur rekrutmen yang ditentukan oleh cabang," imbuh Muhammad Said, pengurus harian yang lain.

?

Namun tes seleksi ini beda dengan Lakut pada periode sebelumnya. Jika biasanya tes di atas sudah cukup untuk menentukan kader yang berhak menjadi peserta Lakut, kali ini tidak semudah itu. Calon peserta masih harus mengikuti Sekolah Kader Utama (SKU). SKU sendiri terdiri dari dua tahap, yakni tanggal 23 dan 30 bulan ini. Dalam pertemuan dua hari itu akan dipaparkan materi pendahuluan Lakut.

Bupati Tegal

?

Hidayah juga berterima kasih kepada para alumni. "Dukungan dari majelis alumni sebagai tim screening yang senantiasa mendampingi pelaksanaan dari awal hingga nantinya, menjadi semangat bagi SC dan OC. Ini juga yang kami harapkan, agar peserta termotivasi mereka yang telah berpengalaman. Dari screening ini nantinya akan terlihat nilai-nilai hasil tes untuk menjadi calon peserta Lakut," papar Ketua IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah.

?

"Babak selanjutnya yakni SKU yang dilaksanakan dua Kali, sehingga nantinya didapatkan data final peserta yang akan mengikuti Lakut ini. Besar harapan kami, kader yang didelegasikan memang punya komitmen menjadi kader utama untuk Kudus. Komitmen yang berasal dari kemauan kuat dari diri sendiri dan bukan formalitas mewakili PAC-nya. InsyaAllah Lakut akan dilaksanakan 4-8 Februari mendatang di desa wisata wonosoco," ungkapnya.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Nasional Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Amsterdam, Bupati Tegal. Ahad 18 Januari 2015 lalu, disaksikan ratusan anggota Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri.

Sebanyak 29 orang yang terdiri atas para mukimin Indonesia di Belanda maupun para mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 dan S3 di Belanda dilantik sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda untuk masa khidmat 2014-2016.

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Pelantikan PCINU Belanda ini diselenggarakan bersamaan dengan acara tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara pengajian dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh siswa-siswi Madrasah Al-Ikhlas Amsterdam yang secara kompak dan merdu melantunkan Thola’al Badru, Alhamdulillah wa Syukrulillah, Sholatun Bisalamin Mubin, dan Sholatullah Salamullah.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan barzanji oleh para generasi muda PPME Al-Ikhlas yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Mizar, Lc, MA. Sebagai penceramah tunggal dalam tabligh akbar ini adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus.

Turut hadir dalam acara Pelantikan PCINU Belanda dan pengajian maulid ini pejabat dan diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Pengurus PPME Wilayah Belanda, Pengurus PPME dari kota-kota lain di Belanda, tokoh diaspora Muslim asal Mesir dan staf pengajar di Fakultas Teologi Vrij Universiteit Dr. Yaser Ellethy, delegasi PCINU dari negara-negara di Eropa dan Mediterania (Jerman, Belgia, United Kingdom, dan Maroko), dan para undangan lainnya.

Danang Waskito, mewakili KBRI di Belanda menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas pelantikan PCI NU Belanda. “Di Belanda tantangannya sangat besar. Menjadi tugas PCINU Belanda untuk menunjukkan agar citra Islam dan citra bangsa Indonesia makin baik di sini.”

Bupati Tegal

Menurut Danang, diplomasi Indonesia tidak bisa dilakukan oleh KBRI semata. Diplomasi mengenal apa yang disebut multi-tracks diplomacy. Di sinilah peran PCINU sangat diharapkan. PCINU Belanda harus memperkuat diplomasi kita di negeri Belanda sehingga masyarakat Indonesia makin diterima di sini, citra Indonesia dan Islam juga makin baik di Eropa, dan khususnya di Belanda ini.”

Dalam kesempatan itu, Danang Waskito meneruskan kembali pesan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, agar masyarakat Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu, Danang Waskito mendukung visi PCINU Belanda yang ingin mempromosikan Islam Nusantara di Belanda khususnya, dan Eropa umumnya.

Menurut Danang, bangsa Indonesia yang multikultur, yang menghormati sesama, yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin merupakan ciri-ciri yang membentuk jati diri bangsa Indonesia yang harus dibanggakan. Dan hal ini sangat sejalan dengan paham keagamaan Nahdlatul Ulama. “Karena itu, KBRI sangat senang dengan kehadiran PCINU di Belanda.” (Muhamad Shohibuddin/Anam)

 

Bupati Tegal

*Foto Gus Mus bersama PCINU Belanda usai pelantikan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, AlaSantri Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Bupati Tegal. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Bupati Tegal

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

Bupati Tegal

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Amalan, Syariah Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Jakarta, Bupati Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional ke-3 di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI Jalan MH Thamrin Jakarta, Selasa (1/9). Kegiatan akan berlangsung sampai 5 September mendatang.

Pembukaan dihadiri beberapa duta besar negara sahabat, diantaranya Maroko, Mesir, Brunei Darussalam, Bosnia dan Thailand. Pada kesempatan yang sama, duet qori Internasional Indonesia, H Mukmin Aenul Mubarok dan H Fadhlan Zainuddin, melantunkan ayat suci al-Quran yang menandai dimulainya acara.

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Menteri Agama menyambut baik terselenggaranya event MTQ Internasional ini. Menurutnya, pelaksanaan MTQ membawa misi mendekatkan umat dengan Al Quran. MTQ diharapkan menjadi stimulan untuk melahirkan generasi qari dan hafizh terbaik yang mengharumkan nama bangsa dan memotivasi segenap Muslim lainnya untuk senantiasa meningkatkan kemampuan seni baca al-Quran. Indonesia, lanjutnya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia harus menjadi lokomotif pembangunan peradaban dan harmoni melalui MTQ.

Bupati Tegal

"Saya mengajak kita semua mari terus menjalin persahabatan dan kerjasama antar-bangsa di dalam ikatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah. Populasi umat Islam yang kini mencapai seperempat dari jumlah penduduk dunia diharapkan memberi peran dan kontribusi yang lebih signifikan dalam mewarnai peradaban dunia masa depan," ungkapnya.

Menag menambahkan, pelaksanaan MTQ di tingkat nasional dan internasional merupakan satu bukti bahwa Musabaqah Tilawatil Quran telah menjadi milik masyarakat Muslim antar-bangsa. Karena itulah, Indonesia berada di garis depan pada berbagai event MTQ Internasional dan agenda internasional lainnya, memberi andil sebagai negara peserta MTQ maupun tuan rumah penyelenggara MTQ Internasional.

Bupati Tegal

"Dalam momentum MTQ Internasional ini, saya menghimbau kepada para ulama dan pemimpin umat di tanah air serta para pengelola lembaga pendidikan Islam, mari bahu- membahu untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan Al Quran di tengah masyarakat. Selanjutnya mari meningkatkan dan memperluas peran umat Islam Indonesia dalam forum-forum kerjasama antar-bangsa di berbagai bidang dalam upaya memperjuangkan kemajuan dan kesejahteraan umat manusia," pungkasnya.? ?

Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Machasin, MA memaparkan bahwa melalui event MTQ Internasional yang melibatkan negara-negara sahabat, Indonesia mendorong upaya mewujudkan iklim regional dan internasional yang kondusif untuk kesejahteraan umat manusia serta sekaligus memperkokoh hubungan bilateral dan multilateral di antara negara-negara sahabat. MTQ Internasional diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi bangsa Indonesia dalam syiar agama untuk menjalain persahabatan antarbangsa dalam upaya memelihara perdamaian di tingkat regional dan internasional.

Machasin menambahkan, penyelenggaraan MTQ Internasional ini sekaligus bertujuan untuk memberikan motivasi dan stimulan bagi generasi muda Islam, agar lebih meningkatkan lagi kegemaran muntuk belajar, memahami, menghayati dan mengamalkan kandungan nilai-nilai luhur Al-Quran.

"Partisipasi dan prestasi Indonesia di sejumlah event MTQ Internasional secara tidak langsung mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia, khususnya dunia Islam.? Prestasi tersebut perlu terus dipertahankan di masa-masa mendatang," tuturnya.

MTQ Internasional III tahun 2015 diikuti 21 negara peserta, yaitu: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Philippina, Timor Leste, Maroko, Iran, Belgia, Canada, Yordania, Saudi Arabia, Dubai, Uni Emirat Arab, Aljazair, Tunisia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Norwegia, dan Mesir. Cabang yang diperlombakan terdiri dari 2 (dua) cabang, yaitu Cabang Tilawah Dewasa Putera (bacaan Al Quran sesuai tajwid), dan Cabang Tahfiz (menghafal)? 30 Juz Al Quran Dewasa Putera.

Adapun dewan hakim MTQ Internasional III ini berasal dari beberapa negara, diantaranya Indonesia, Yordania, Kerajaan Saudi Arabia, Uni Emirat, Iran dan Perancis. Seluruh agenda kegiatan MTQ Internasional III Tahun 2015 terkonsentrasi di Masjid Istiqlal Jakarta, masjid negara yang menjadi citra kebanggaan umat Islam dan bangsa Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Surabaya, Bupati Tegal - Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara sangat penting dilakukan untuk mempelajari proses transformasi Islam dan akulturasi budaya yang dilakukan para wali yang membuahkan kebudayan yang luar biasa.

Ia menyampaikan hal itu di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No 7, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/4) ketika menyambut tim Ekspedisi Islam Nusantara dipimpin Wasekjen PBNU H Imam Pituduh yang baru tiba di kota pahlawan tersebut.

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Menurut dia, ekspedisi tersebut merupakan pekerjaan raksasa yang seharusnya bisa menghasilkan bagaimana model lama yang bagus ini menjadi model baru yang lebih bagus. Isinya tidak berubah, tapi kemasannya menjadi menarik terutama untuk anak muda yang telah terjangkit sikap pragmatis dan liberalis.

"Saya sangat memberikan apresiasi, dukungan, agar anak muda ini tidak jenuh dengan pekerjaan ini karena ini membangun tata nilai. Tidak bisa dirasakan sekarang manfaatnya," ungkapnya yang didampingi Wakil Gubernur Jatim H. Safullah Yusuf.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ia menambahkan pekerjaan raksasa ini bisa jadi dicemooh orang-orang yang pragmatis. "Mengapa harus payah-payah muter kayak gini, tapi orang yang punya pikiran mendalam, ideologis, keagamaan yang kuat, pasti tidak lelah. Ini tidak boleh lelah," tegasnya.

Kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara ia meminta setelah berkeliling Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua harus bertemu lagi di ruang-ruang diskusi, bagaimana memperkuat Islam Nusantara dalam keseharian.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku mengamati keputusan muktamar di Jombang. Salah satu keputusan penting meletakkan NU sebagai pemegang panji-panji Islam Nusantara.

Subtansi paling mendasar dari muktamar tersebut adalah bagaimana Islam rahmatan lil-alamin yang dijabarkan dengan pengertian Islam Nusantara, Islam sangat akrab, sangat khas yang menyatukan kultur yang tidak merusak agama. Tetapi justru yang membikin kultur menjadi kebersamaan dengan agama Islam.

"Saya kira ini tagline besar," katanya. Ia berharap? Islam model seperti itu menjadi contoh Islam di belahan dunia yang lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Pertandingan Bupati Tegal

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

Garut, Bupati Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri menegaskan NU adalah pemimpin umat, bukan pemimpin sebagian umat saja. Pemimpin yang hanya mengayomi sebagian golongan saja tidak layak disebut sebagai pemimpin. NU didirikan untuk mengayomi semua umat.

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini kemudian merujuk pada masa pra-lahirnya jam’iyyah? Nahdlatul Ulama. Saat itu para santri muda yang kemudian menjadi pendiri NU menjalin komunikasi dan memikirkan strategi perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia di tengah-tengah masa studi mereka di Arab Saudi.

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: NU Mengayomi Semua Umat

"Para santri muda tersebut diantaranya adalah KH Hasyim Asy’ari (Jombang), KH Bisri Sansuri (Denanyar), KH Wahab Hasbullah (Tambakberas), dan KH Anwar Musyaddad (Garut)," katanya pada pidato majma buhuts an-nahdliyah di pesantren Al-Musaddadiyah, Garut, Jawa Barat, Sabtu (31/5).

Bupati Tegal

Dalam kapasitasnya sebagai santri, mereka tidak saja mendoakan komunitas pesantren di tanah air, melainkan juga mendoakan seluruh rakyat Nusantarayang sedang dijajah. Bahkan, kemudian kecintaan para santri muda di tanah Arab itu terejawantahkan ketika mereka mulai mendiskusikan perlunya organisasi yang akan mewadahi kaum santri dan pesantren untuk merebut kedaulatan Nusantara dari tangan penjajah.

Bupati Tegal

Dimensi jam’iyyah dan sekaligus jama’ah

Masih menurut KH A. Mustofa Bisri, para pendiri NU sadar betul dawuh Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah bahwa kebathilan yang terorganisir saja akan mengalahkan kebaikan, apalagi bila kebaikan diorganisir maka niscaya problematika umat dan bangsa akan dengan mudah diselesaikan.

Namun sayangnya, kritik Gus Mus, NU hingga kini belum juga bertransformasi menjadi jam’iyyah atau organisasi yang sesungguhnya. NU hanya kuat pada tingkat jama’ah saja. Padahal yang menjadi garis pembeda antara NU dengan organisasi-organisasi lainnya adalah NU memiliki dimensi jam’iyyah dan sekaligus jama’ah.

“Ini yang otentik dari NU dan tidak ada di organisasi lainnya. Kalau pun ada itu hanya meniru-niru NU,” tegas Kiai yang produktif menulis karya sastra ini.“Bila banyak pengamat NU seperti Mitsuo Nakamura, Andree Feillard, atau Martin van Bruinessen heran kenapa organisasi seperti NU ini tidak mati-mati, justru saya heran kenapa organisasi sebesar ini tidak hidup-hidup juga,” kritik Gus Mus yang disahut dengan tepukan riuh peserta yang hadir.

Pejabat Rais Aam yang menggantikan tongkat kepemimpinan KH Sahal Mahfudh ini menyebutkan,? yang membedakan antara NU dengan organisasi lainnya adalah karena NU bermula dari adanya komunitas-komunitas di berbagai penjuru Nusantara. Komunitas-komunitas tersebut memiliki karakteristik yang sama, yakni ada kiai, santri dan masyarakat pesantren. Dengan kata lain, NU sudah terlebih dahulu lahir sebagai jama’ah yang kemudian melatar-belakangi kelahirannya sebagai jam’iyyah (organsiasi).

Hal lain yang membuat NU otentik dibandingkan dengan organisasi lainnya adalah keberadaan orang-orang yang seolah-oleh mewakafkan dirinya untuk masyarakat. Mereka adalah para kiai yang jadi sumber rujukan masyarakat.

Gus Mus memberikan contoh, misalnya orang sakit datang ke kiai untuk diberi minum air yang sudah didoakan, orang tua menitipkan anaknya di pesantren untuk diberi pengetahuan, ingin berdagang minta didoakan agar dagangannya laris, akan bercocok tanam sowan ke kiai untuk didoakan agar tidak diserang hama, dan seterusnya. Semuanya dipenuhi para kiai tanpa dibayar. Para kiai tersebut hanya ingin meniru Nabi Muhammad SAW yang memperkenalkan konsep pemimpin sebagai khadimul ummah, bukan pemimpin yang justru merepotkan umatnya.

‘Alaikum bil NU’

Namun sayangnya, kiai yang penyair tersebut mengajukan kritik, sebagai organisasi besar NU seringkali diperalat oleh orang-orang luar. Padahal Gus Mus berkeyakinan bahwa apa yang disebut ‘alaikum bis sawadil a’dhom adalah sama dengan ‘alaikum bil NU’.

Anggota NU saat ini lebih dari 70 juta pengikut. Pengikut NU saja sudah tiga kali lipat lebih dibandingkan dengan jumlah total penduduk Arab Saudi. “Namun sebagai organisasi, NU hingga kini belum sepenuhnya organisatoris, kata Gus Mus.”

Bila NU bisa lebih terstruktur, niscaya akan menjadi kekuatan yang dahsyat bagi perubahan di negeri ini. Hal ini bisa terjadi bila, salah satunya, NU menjalankan tertib organisasi secara benar seperti semua elemen di tubuh NU berada satu garis komando dari Rais Aam. (Saifuddin Ihsan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Bandar Lampung, Bupati Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 ? Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) resmi dibuka pada Jumat malam (1/4), di Pondok Pesantren Marfaatuddiniyyah Al-Islamiyah Kaliawi Bandar Lampung. ? Meskipun hujan mengguyur sepanjang malam, acara yang secara resmi dibuka Rais Syuriyah PBNU,? ? KH. Ishomuddin ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Syubbanul Wathan dan Mars KMNU oleh para peserta.

Agenda Rakernas yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Mahasiswa NU dalam Dakwah di Era Teknologi Guna Memperkuat Pilar-pilar Bangsa" ini dihadiri 58 peserta perwakilan KMNU dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Rencananya, ? acara ini akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, (1-3/4).

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Dalam sambutannya, KH Ahmad Ishomuddin kembali mengingatkan tugas mahasiswa NU untuk menjaga perjuangan nilai-nilai Aswaja, terutama di kampus-kampus yang mulai didominasi oleh aliran-aliran Wahabi dan Salafi. Beliau menjelaskan pilar- pilar yang harus dimiliki seluruh mahasiswa NU untuk merebut kembali dominasi tersebut. ? Pilar- pilar yang dimaksud di antaranya, At-taaruf bi nahdlatil ulama (Mengenal seluk-beluk Nahdlatul Ulama), Al-mujahadah bi Nahdlatil Ulama (Bersungguh-sungguh), As-sobru bi Nahdlatil Ulama ? (sabar dalam berjuang) dan terakhir At-tsiqotu bi nahdlatil ulama (teguh berkeyakinan).

Bupati Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Ishom ini mengukapkan keyakinannya yang tinggi bahwa nantinya akan lahir dari kader-kader KMNU ini yang berjuang meneruskan estafet kepemimpinan dan kepengurusan di tubuh NU ke depan.? (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nasional, Kajian Islam, Internasional Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Siroj) mengimbau warga DKI Jakarta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani.

“Yang senang A silakan pilih. Yang senang B, silakan pilih,” kata Kang Said seusai menyampaikan seruan moral bersama sejumlah ormas keagamaan di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Menjelang Pilkada, dikabarkan bahwa akan adanya pengerahan massa dari luar Jakarta dengan motif yang beragam. Kang Said menyatakan ketidaksetujuannya tentang rencana aksi tersebut. “Dari dulu saya tidak senang pengerahan massa, demonstrasi,” katanya.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan ini mengimbau warga agar memercayakan proses pemilihan kepada petugas TPS dan pihak-pihak yang berwenang.

“Mari kita percayakan, di TPS juga ada dari Bawaslu, ada dari pihak Ahok, ada pihak Anis. Kalau saya percaya, saya percaya pada Bawaslu, saya percaya pada KPU, saya percaya kepada saksi-saksi,” ujarnya.

Bupati Tegal

Sementara terkait dengan merebaknya? ceramah yang berbau SARA, Kang Said meminta semua pihak menjaga persatuan serta lebih mendahulukan keselamatan bangsa.

“Mari kita dulukan, kita pentingkan keutuhan keselamatan bangsa ini. Jangan sampai seperti Suriah, Irak, Somali, Yaman.? Apa mau begitu Indonesia?” tegasnya.

“Saya pun beragama sejak kecil, shalat, haji, umrah, tapi tidak pernah mempolitisasi agama. Saya tidak pernah. Agama kita jalankan, kita amalkan dengan sebaik-baiknya,” kata kiai asal Kempek, Kabupaten Cirebon ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Tegal, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Harlah NU, PCNU Kabupaten Majalengka Resmikan Gedung Baru

Majalengka, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Majalengka menyelenggarakan kirab merah putih, napak tilas kebangsaan, parade hadrah dan marawis, pagelaran budaya, bazar buku, donor darah, lomba tumpeng, door prize, Senin (22/02). Rangkaian peringatan Harlah Ke-90 NU ini diakhiri dengan peresmian gedung baru PCNU Majalengka yang bertempat di Kecamatan Sukahaji.

Pengurus NU Majalengka menghadirkan Habib Luthfi bin Yahya sebagai penyampai taushiyah. Meski cuaca begitu panas dan gerah, hadirin mengikutinya dengan begitu antusias dan khidmah.

Harlah NU, PCNU Kabupaten Majalengka Resmikan Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU, PCNU Kabupaten Majalengka Resmikan Gedung Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU, PCNU Kabupaten Majalengka Resmikan Gedung Baru

Ketua PCNU Majalengka KH Harun Bajuri mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk lebih menghidupkan kembali roh NU di Majalengka, sekaligus sebagai sarana silaturrahmi seluruh warga NU.

Bupati Tegal

“Saya merasa sangat senang dengan adanya acara ini. Karena dengan ini saya bisa mengundang dan bertemu dengan seluruh warga NU Majalengka. Namun juga saya merasa sedih karena dengan keadaan gedung yang tidak begitu luas membuat para tamu khususnya para kiai tidak semua bisa masuk ke dalam gedung,” ujarnya.

Bupati Tegal

Ketua PBNU H Eman Suryaman menyampaikan tiga poin penting hasil Muktamar Ke-33 NU. Menurutnya, NU ke depan diharapkan menggerakkan sektor pendidikan ala Ahlussunnah wal Jama’ah, kesehatan, dan perekonomian.

“Setiap PCNU harus memunyai pendidikan ala NU, mulai dari tingkat SMA, SMP, SD, dan minimal TK,” ujarnya.

Setiap pendidikan formal yang berada di bawah naungan NU harus berbasis pesantren. “Setiap sekolah yang ada di bawah naungan NU, harus berbasis pesantren. Dengan berbasis pesantren kita akan mencetak siswa-siswi yang berakhlak baik. Kita tidak akan menjumpai mereka tawuran,” ucapnya menambahkan. (Andri Ansor/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

Jakarta, Bupati Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, Senin (10/8) dalam jumpa pers di kantornya menuturkan, bahwa pendidikan agama Islam di madrasah dan sekolah mempunyai peran yang sangat signifikan. Karena pengajaran agama tersebut turut menanamkan karakter kepada diri siswa.

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

“Bayangkan jika sekitar 50 juta siswa yang sedang belajar di madrasah dan sekolah ini pendidikan agamanya bersifat radikal, tentu negara ini akan mengalami kekacauan,” ujarnya di ruang jumpa pers, Kantor Kemenag lantai 7 Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Oleh sebab itu, menurutnya, pengajaran dan pendidikan Islam di sekolah harus dikemas semenarik mungkin agar peserta didik termotivasi untuk mendalami agama Islam yang baik dan benar.

Bupati Tegal

Kamaruddin menambahkan, bahwa salah satu instrumen untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik terhadap agama Islam, yaitu dengan menyelenggarakan Pentas PAI. Pentas ini tidak hanya mengakomodasi keterampilan seni siswa, tetapi juga mengolah pemahaman mereka selama di sekolah dengan lomba seperti cerdas cermat, pidato, debat, dan lain-lain.

Bupati Tegal

“Dari kegiatan tersebut , nanti akan terlihat seperti apa pemahaman agama yang dimiliki oleh peserta didik. Media ini juga sebagai sarana peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya dari sisi seni pendidikan Islam, seperti lomba kaligrafi, nasyid, tahfidz Qur’an, lomba kreasi busana, dan lain-lain,” paparnya.

Lebih jauh, Kamaruddin menjelaskan, potensi radikalisme di setiap sekolah pasti ada. Sebab itu, pendidikan dan pengajaran agama Islam yang menarik menjadi upaya yang penting untuk menanamkan pemahaman Islam yang damai.?

“Pendidikan Islam damai harus terus menerus kita ajarkan dan tanamkan kepada peserta didik, yaitu Islam yang berusaha menghargai dan menyadarkan kita sebagai warga negara,” terangnya.

Lomba Pentas PAI Nasional VII yang akan berlangsung 10-14 Agustus 2015 di Asrama Haji Embarkasi Bekasi ini akan diikuti oleh 1000 peserta hasil seleksi tingkat nasional yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dari 33 Provinsi.

Adapun jenis mata lomba yang dikompetisikan adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Dr Amin Haedari menyatakan, bahwa kepada para siswa yang juara pada kompetisi ini akan diganjar dengan hadiah yang sangat menarik. “Kepada para juara I, II, dan III, serta juara harapan I, II, dan III, Kemenag telah menyiapkan hadiah dan pengahargaan yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan minat, bakat, dan keterampilan mereka di bidang agama Islam,” ucap Amin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Fragmen, Nasional Bupati Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Rais Thariqah Syadziliyah UEA Beri Kuliah di STAINU Jakarta

Jakarta, Bupati Tegal

Dalam rangka kunjungannya ke Indonesia , tepatnya di kampus STAINU/UNU Jakarta. Syekh Muhammad An-Nadzoriyah Al- Hasany, Rais Thariqah Syadziliyah di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) memberikan taushiyah singkatnya, Selasa (15/3) kepada para mahasiswa tentang hakikat kedekatan Allah SWT dengan makhluknya.

Syekh Muhammad mengatakan, Allah SWT ibarat kekasih jika berkaitan dengan kedekatan hubungan. Maka Ahlul Ma’rifat membagi waliyyun (kekasih) menjadi tiga. Dua halnya terlarang yaitu waliyyun ghoirullah maka disebut kafir dan waliyyun ma’allah maka disebut musyrik.?

Rais Thariqah Syadziliyah UEA Beri Kuliah di STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Thariqah Syadziliyah UEA Beri Kuliah di STAINU Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Thariqah Syadziliyah UEA Beri Kuliah di STAINU Jakarta

“Maka Allah SWT tidak menerima kekasih selainnya (waliyyun ghoirollah) atau pun pihak ketiga yang menjadi kekasih selainnya (waliyyun ma’allah). Dia hanya ridho jika diriNya-lah satu-satunya yang dijadikan kekasih oleh kita yaitu hambanya,” jelasnya.

Dia juga menuturkan bahwa orang sekarang lebih menilai rezeki dari segi material (keliahatan) dan kuantitasnya ketimbang rohaniyah dan kualitas rezeki tersebut.?

Dia menuturkan, banyak faktor yang mendorong rezeki itu datang, diantaranya ada 6 faktor seperti: istighfar, attuqoh (ketaqwaan), thoqoh (kekuatan), assholah, assodaqoh, wal harokah.?

Bupati Tegal

“Dan dari faktor-faktor tersebut yang sangat berperan dari kita manusia adalah panca indera, akal, dan mata hati. Kita harus berusaha keras bagaimana mengaplikasikan 3 hal yang kita punya dengan 6 faktor yang ada,” terangnya.

Bupati Tegal

Dalam kunjungannya ini, Syekh Muhammad juga memberikan ijazah ‘Aam kepada semua mahasiswa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia yang hadir di sana.?

Syekh Muhammad diterima langsung oleh pimpinan STAINU Jakarta dan UNU Indonesia diantaranya KH Mujib Qulyubi, Imam Bukhori, Amsar Dulmanan, Arif Rahman, Dede Setiawan, Aris Adi Leksono, Fatkhu Yasik, Siti Rozinah, dan Khairunnisa. (M Aqil/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Nasional Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa

Surabaya, Bupati Tegal. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA siap memfasilitasi kaum muslimin di Indonesia dalam menentukan awal dan akhir puasa Ramadhan dengan menggunakan teknologi informasi (IT).

"Kami akan memanfaatkan teropong bintang di Boscha, Bandung untuk melihat hilal (bulan sabit), kemudian datanya dikirim ke kantor saya dan direlay televisi," katanya usai meresmikan perubahan laman/website Pemkab Probolinggo, Minggu malam, sebagaimana rilis dari staf khusus Menkominfo, Senin.

Dalam peresmian perubahan nama lama Pemkab Probolinggo dari www.kabprobolinggo.go.id menjadi www.probolinggokab.go.id sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj itu, mantan Rektor ITS Surabaya mengatakan muncul-tenggelamnya rembulan merupakan gejala alam (sunatullah).

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa

"Itu sama dengan gejala air yang mendidih jika dipanasi dengan suhu 100 derajat Celcius. Ya kita pasang teropong, yang mana itu hilal. Kita dulu dibohongi terus karena tidak pernah tahu sendiri hilal itu seperti apa. Saya pikir boleh pakai teropong, seperti kalau kita pakai kacamata, hanya saja kacamata yang dipanjangkan," katanya.

Menkominfo mengaku prihatin menyaksikan kaum muslimin di Indonesia yang terpecah menjadi tiga kelompok saat menentukan awal-akhir Ramadhan, yakni NU dengan rukyatul hilalnya, Muhammadiyah dengan hisabnya, dan Hizbut Tahrir dengan rukyat internasionalnya.

Bupati Tegal

"Itu ’kan sebenarnya perkara teknis, tapi begitu ditarik ke masalah syar’i (hukum agama) ya tentu saja bisa berimplikasi syar’i. Kalau hari raya beda sehari kok masih mungkin, tapi kalau sampai dua hari ’kan aneh," katanya.

Namun, katanya, upaya kementerian yang dipimpinnya dalam penentuan awal-akhir Ramadhan hanya sebatas membantu Departemen Agama (Depag) RI. "Yang punya kewenangan penentuan awal-akhir Ramadhan, termasuk juga haji adalah Depag. Kami hanya membantu melalui TI," katanya.

Bupati Tegal

Ia menilai rasanya aneh kalau umat Islam yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa tidak bisa melihat bulan, apalagi di era TI seperti sekarang. "Kebetulan 27 Agustus mendatang ada gerhana bulan, nanti teropong di Boscha akan kita uji coba untuk mengamati bulan dari detik ke detik, kita tampilkan di televisi. Rukyat ’kan seperti itu juga," katanya.

Bila masyarakat menyaksikan muncul-tenggelamnya bulan secara TI, katanya, tidak perlu lagi "gontok-gontokan" (perbedaan secara tajam), karena tinggal melihat di televisi, maka akan dapat diketahui, apakah hilal sudah muncul atau belum. (ant/eko)

? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, RMI NU, Kajian Bupati Tegal

Ramalan-Ramalan Gus Dur yang Menunggu Masa

Jakarta, Bupati Tegal. Banyak orang percaya, apa yang diramalkan oleh Gus Dur akan terjadi. Tak semuanya benar memang, tetapi sejumlah kejadian besar yang diramalkan oleh Gus Dur membuatnya ditasbihkan oleh banyak orang sebagai seorang kekasih Allah, yang diberi ilmu linuwih.

Ramalan-Ramalan Gus Dur yang Menunggu Masa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramalan-Ramalan Gus Dur yang Menunggu Masa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramalan-Ramalan Gus Dur yang Menunggu Masa

Salah satu pengikut dan sahabat Gus Dur, KH Nuril Arifin, yang biasa dipanggil Gus Nuril sangat percaya akan kapabilitas Cucu KH Hasyim Asy’ari ini. Bukan hanya katanya-katanya orang, ia menyaksikan sendiri ramalan Gus Dur yang terbukti.

Peristiwa pengeboman gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 2000 menjadi saksi pribadinya dengan Gus Dur. Kala itu, ia sedang mengobrol bersama, ditemani Gus Im (Hasyim Wahid, adik Gus Dur) dan Yenny Wahid. Lalu, Gus Dur berujar, akan ada sebuah kejadian yang mengguncang Indonesia. Tak berselang lama kemudian, terjadi bom di pusat keuangan Indonesia ini pada 14 September 2000.

Bupati Tegal

Lalu, tahun 2006, Gus Dur kepada dirinya menyampaikan isyarat, Pulau Jawa akan terbelah. Dalam waktu tak terlalu lama, muncul kejadian semburan lumpur Lapindo, yang menimbulkan penderitaan bagi ribuan masyarakat di Sidoarjo. Sampai sekarang pun, persoalan ini belum selesai.

Bupati Tegal

Ada sebuah perkataan Gus Dur yang sampai sekarang masih diingat-ingatnya, yaitu akan munculnya seorang presiden Indonesia dari kalangan agama. 

"Dan menurut Gus Dur, kalau dari kalangan agama, pasti dari lingkungan NU,” ujarnya.

Entah kapan lagi, ada kader NU yang menjabat sebagai presiden dan mampu menjaga amanahnya untuk mensejahterakan rakyat.  

Menurut Gus Nuril, Gus Dur juga percaya, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang memimpin dunia. Tentu semuanya tak sekedar menunggu, perlu kerja keras untuk mencapai semua itu.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Cover Tanpa Buku

Oleh Aswab Mahasin

Masyhurnya, judul di atas dirangkai dengan kata-kata, “Jangan melihat buku dari cover-nya, lihatlah dari isinya.”. Lahirnya kata-kata tersebut disebabkan banyak orang terjebak oleh bentuk luar/tampilan luar—padahal secara ‘isi’ belum tentu kosong atau bisa juga benar-benar kosong. Fenomena itu menyeruak di masyarakat kita, dari mulai dulu hingga sekarang. Ada orang pakai jas, sepatu mengkilap, dandanan necis, akan dianggap sebagai bos. Lain lagi, ada orang memakai gamis, peci putih, ditutup dengan sorban, dianggap sebagai syekh, kiai, dan ustadz. Namun sebaliknya, pakaian biasa, sarung lecek, songkok kemerah-merahan karena terkena air, seringkali dianggap sebagai orang awam yang tak berilmu. 

Kita ukur lagi lebih dalam, embel-embel/simbol-simbol/cover (bungkus) yang dikenakan belum tentu menandakan bahwa ia sesuai dengan apa yang ia pakai. Anda bisa lihat di pusat perbelanjaan (mall-mall) banyak pengunjung dan karyawan yang memakai rok mini (sering diidentikan tidak taat dalam beribadah) tapi praktiknya rajin dan tepat waktu shalatnya. Tentu, tidak sedikit juga orang yang memakai jilbab, ia tidak rajin shalat.

Cover Tanpa Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Cover Tanpa Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Cover Tanpa Buku

Tidak bisa juga disebut, orang yang memakai celana pendek dan kaos murahan lantas ia dituding sebagai orang miskin, dan orang yang memakai pakainnecis disebut kaya. Tidak selalu begitu. Namun, persepsi kita dalam hal ini harus objektif. Bukan berarti setiap orang yang pakai rok mini rajin shalatnya, dan orang yang pakai jilbab tidak rajin shalatnya (jangan sekali-kali berpikir begitu). Lalu, bukan berarti orang yang necis—kemudian dianggap miskin, karena persepsi—tidak melulu orang necis itu kaya. 

Lebih jelasnya begini, kita tidak bisa memukul rata, gara-gara penculik setiap aksi culiknya selalu menggunakan mobil pintu dorong ke belakang, lantas semua yang memakai mobil itu adalah penculik, tidak. Atau gara-gara penipu dalam aksi tipunya seringkali berpenampilan memakai sepatu mengkilap dan baju dimasukan, lantas semua orang yang berpakain seperti itu dianggap sebagai penipu, tidak.

Pertanyaannya, relevankah mengukur tingkat kesalehan dan kehormatan seseorang diukur dari apa yang ia pakai? Saya tidak akan menjawabnya, silakan Anda jawab sendiri. Pastinya, pakaian atau cover tidak bisa dijadikan standar baik dan buruk. Namun, bukan berarti saya menganjurkan Anda untuk berpakain compang-camping atau seenaknya sendiri, dan berprilaku semaunya sendiri, tanpa memperdulikan sekitar.Berpakain pantas itu harus, karena ada keterkaitan antara pakaian dan budaya, keterkaitan antara pakaian dan agama—budaya dan agama mengatur cara kita berpakain sebagai standar etika dan ibadah.

Bupati Tegal

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekusaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-‘Araf: 26)

Tulisan ini sekedar ingin memunculkan, ada kepantasan lain dari sekedar cover, yaitu pikiran hati, perilaku, ucapan, dan tindakan. Kenapa? harus ada kesesuaian antara apa yang dipakai dan sikap kita sebagai makhluk sosial dan spiritual. Cover pada pengertian ini tidak hanya sebatas pakaian, tapi profesi, jabatan, dan identitas-identitas lainnya juga.

Bukan maksud menuduh dan mudah-mudahan saya keliru. Fenomena masyarakat yang semakin agamis secara cover, tidak bisa dijadikan standar kalau kita semua sudah termasuk orang-orang yang bertakwa. Dan masyarakat banyak yang terjebak dengan cover, dianggapnya dengan memakai serba pakaian seperti ‘syekh, kiai, ustadz’ maka ia dianggap sebagai ahli agama, dan mempunyai hak untuk berfatwa. Dari sinilah muncul, banyak “cover tapi tanpa buku (tanpa isi)”. Karena itu, judul dalam tulisan ini “cover tanpa buku”. Maksudnya, yang diumbar hanya ujaran-ujaran kebencian, menjatuhkan orang lain, memfitnah, dan sebagainya—kita masih ingat betul, bagaimana seorang yang mengatasnamakan diri sebagai ustadz, mengatakan, “Pemerintah, monyet-monyet berseragam coklat, dan negara Indonesia, thagut.” Dan masih banyak lainnya, kalau kita curahkan semua.

Secara etika kepantasan, pakaian yang dipakai tokoh agama, entah itu secara dhahiriyah dan bathiniyah—seharusnya menyejukkan dan menentramkan, bukan memprovokasi apalagi menjatuhkan satu sama lain. Allah SWT memerintahkan harus dengan bijaksana. 

Bupati Tegal

Allah SWT berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

Cover tanpa buku (tanpa isi) terjadi tidak hanya dalam fenomena di atas. Ada juga dalam ranah hukum, kita semua masih ingat Akil Mochtar, secara cover ia adalah seorang Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Yang Mulia. Namun, kasusnya memalukan, yaitu korupsi. Jelas bertentangan antara cover dengan isinya. Tindakan yang tidak pantas itu menjadikan ia masuk dalam predikat ‘cover tanpa buku’.

Lain lagi dengan para politisi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebut-sebut sebagai Yang Terhormat, status cover luar biasa, begitupun cover luarnya. Dalam setiap kampanye, ia selalu membanggakan diri sebagai sosok yang mampu menyelesaikan dan mengentaskan nasib rakyat dari belenggu kemiskinan, janji-janji kampanyenya begitu menggoda. Namun, tidak sedikit oknum DPR yang menghianati cover-nya sebagai dewan yang terhormat, ia malah terjerumus dalam kasus korupsi, main perempuan, dan deal-deal politik yang memalukan.

Yang lagi rame sekarang, beberapa Bupati terciduk KPK karena kasus korupsi. Lagi-lagi mereka menghianati cover-nya. Padahal dalam ayat di atas Tuhan menyerukan, yang paling baik itu “cover sekaligus buku (isi) ketakwaanmu”.

Selain itu, kejadian di Mesir, seorang ulama Al-Azhar Syekh Ihab Al-Yunis ditangkap oleh pemerintah Mesir gara-gara menyanyikan lagu di salah satu stasiun televisi. Dianggapnya, seorang ulama, imam dan penceramah di Masjid Ali Bin Abi Thalib itu telah mempermalukan institusi kenamaan tersebut. Yang menjadi sorotan utama adalah pada saat bernyanyi ia memakai pakaian resmi Al-Azhar—kadung identik dengan simbol keilmuan dan fatwa, tak semestinya digunakan untuk menyanyi meski tujuannya baik. Syekh Ihab Al-Yunis dianggap telah mendistorsi kebanggan terhadap seragam itu sendiri. 

(Baca juga: Pemerintah Mesir Tangkap Ulama al-Azhar karena Nyanyi di Televisi)

Walaupun kasus di Mesir berbeda dengan yang dimaksud dalam tulisan ini, namun setidaknya bisa menjadi permisalan lain, benar-benar ada keterikatan sosial dan kultural kuat sekali antara pakaian dan isinya. Ukurannya begini, seorang ulama yang dianggap telah mendistorsi cover ia dihadapkan pada kasus hukum—dianggap memalukan ‘isi’. Dan sangat harus sekali di Indonesia, kasus-kasus yang memalukan, seperti; korupsi, suap, pencucian uang, dan sejenisnya—dibrangus habis sampai akar-akarnya. Sudah bukan lagi memalukan ‘buku/isi’, melainkan telah menghianati ‘isi’, sekaligus tak punya tanggung jawab baik terhadap ‘buku/isi’. 

Dengan demikian, menghadapi fenomena tersebut (semua keterangan di atas) kita harus tetap berpikir objektif,tidak dianjurkan melihat semuanya hanya dari satu sisi, melainkan dari kedua sisi atau berbagai sisi. Tidak semua hakim seperti Akil Mochtar, tidak semua DPR itu praktisi korupsi, dan tidak semua pendakwah mengumbar kebencian. Cover-cover mereka sebenarnya hanya segelintir saja, tidak dominan tapi nampak. Tetap waspada. 

Menurut Gus Dur kita beragama, bergaul, dan berinteraksijangan hanya pakai “hidung”, karena tidak semua yang ‘berbau’ komunis itu PKI, tidak semua yang ‘berbau’ kritis itu liberal, tidak semua yang ‘berbau’ Iran itu Syiah, tidak semua yang ‘berbau’ Arab itu Wahabi, tidak semua yang ‘berbau’ penolakan terhadap Perppu Ormas itu HTI, tidak semua yang ‘berbau’pejabat itu korupsi, dan tidak semua yang ‘berbau’ politik itu tidak manusiawi.

Oleh sebab itu, kita dituntut untuk mampu berpikir jernih, mempunyai kelapangan jiwa luar biasa, dan mau menerima perbedaan tanpa gesekan. Itu semua diperlukan untuk merefleksikan apa yang kita lihat, apa yang kita baca, dan apa yang kita pikirkan setiap hari, khususnya informasi yang kita dapat dari media, koran, televisi, internet, berita-berita, dan sebagainya—tidak begitu saja kita masukkan sebagai sumber kebenaran, kita harus membiasakan mengecek ulang informasi yang kita dapat, khususnya cover-cover yang meragukan, apalagi sekarang di medsos banyak sekali bertebaran “cover tanpa buku (isi)”.Semoga kebaikan selalu menyertai kita. Amin

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Penulis adalah Pembaca Setia Bupati Tegal. Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Kyai, Nasional Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik

Jepara, Bupati Tegal. Ketua IPNU Cabang Jepara, Chusni Maulana dan ketua IPPNU Cabang Jepara, Hamidatur Rohmah secara bergantian melantik pengurus Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA Walisongo Pecangaan masa khidmah 2012-2013, bertempat di Musholla MA Walisongo, Sabtu (17/11).

Kegiatan juga bersamaan dengan peringatan tahun baru 1434 Hijriyah, Up Grading dan Temu Alumni PK MA Walisongo dari masa ke masa. Sebagai ketua PK IPNU terpilih, Ahmad Aulia Asror, untuk ketua PK IPPNU, Dini Indrasari.

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik

Ahmad Aulia Asror atas nama prakata panitia sekaligus ketua PK IPNU mengatakan momentum tahun baru hijriyah sebagai peserta didik perlu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Tahun baru hijriyah ini supaya lebih baik daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Bupati Tegal

Asror mengajak kepada seluruh pengurus dan siswa untuk menyatukan visi-misi IPNU-IPPNU kedepan. Dengan menyatukan visi dan misi sambungnya tujuannya untuk meneruskan perjuangan IPNU-IPPNU yang telah lampau. 

Ia menyebut Mohammad Muftil Umam yang pernah menjadi ketua IPNU Cabang Jepara masa khidmah 2009-2011.

Bupati Tegal

“Hingga saat ini banyak alumni PK IPNU-IPPNU MA Walisongo yang telah mengukir prestasi dalam bidangnya masing-masing,” tambahnya.

Karenanya, ia meminta pengurus dan siswa menjadi kader IPNU-IPPNU militan. Keberhasilan-keberhasilan yang telah ditorehkan imbuhnya agar dijadikan motivasi dan jejak untuk melangkah kedepan.

Kepala madrasah, Drs Rohmadi dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembiranya karena peserta didiknya bersedia menjalankan tugas yang diamanatkan oleh PC IPNU-IPPNU kabupaten Jepara. “Kami mengharapkan amanat yang akan dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing,” imbaunya.

Dia berharap, kader IPNU-IPPNU menjadi pelopor, teladan dan mengajak yang lain menuju kebaikan. “Kami berharap peserta didik kami menjadi pelopor kebaikan di madrasah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Syaiful Mustaqim    

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional Bupati Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

MUI Dorong Peningkatan Kualitas Konten Keislaman

Jakarta, Bupati Tegal

Ketua Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) H Endang Soetari menyampaikan, secara kuantitas di era milenial ini, perkembangan media penerbitan dan penyiaran bermuatan konten keislaman mencapai grafik menggembirakan, bahkan dapat dikatakan uar biasa. 

MUI Dorong Peningkatan Kualitas Konten Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Dorong Peningkatan Kualitas Konten Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Dorong Peningkatan Kualitas Konten Keislaman

Ia mencontohkan dengan semakin banyak hadirnya penerbitan Mushaf Al-Quran oleh penerbit-penerbit baru yang memiliki perhatian besar di bidang ini. Bahkan, secara massif pula, mushaf-mushaf tersebut semakin lengkap dan kreatif dengan menambahkan konten tafsir, fiqih, sejarah, dan hikmah kehidupan islami di dalamnya.

Hal tersebut dia ungkapkan pada Silaturahmi Nasional Stakeholders Konten Keislaman, di Hotel Santika TMII Jakarta, Kamis (7/12).

Bupati Tegal

Perkembangan produksi dan penyebaran konten keislaman berbasis cetak dan digital seperti buku-buku keislaman, film, sinetron religi, training spiritualitas, website, dan gadget serta smart phone begitu gencar.

"Ini adalah tanda bahwa media penyiaran publik yang bermuatan konten keislaman dalam produknya semakin diterima oleh publik yang mayoritas adalah umat Islam," lanjutnya.

Sementara di bidang digital lanjutnya, bisa dilihat dari semakin lengkapnya fitur smart phone yang menambahkan konten tafsir, hadis, dan hikmah islami, dan massifnya media sosial dengan jutaan follower .

Semua itu di satu sisi menunjukkan pesatnya kebutuhan umat Islam dan bangsa Indonesia akan spiritualitas keislaman. Di sisi yang lain menunjukkan semakin tak terbendungnya arus deras informasi publik yang diterima oleh publik maupun umat Islam.

Bupati Tegal

"Perkembangan pesat produksi konten keislaman  harus disikapi dan dibarengi dengan regulasi dan edukasi yang progresif, akomodatif, dan solutif," harapnya.. 

Sementara di bidang perbukuan, negara sudah merespon dengan UU No 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Di bidang teknologi informasi sudah ada UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Artinya, dalam ranah regulasi dan hukum sudah ada pedoman yang menyertai progresivitas perkembanga konten," jelasnya.

Namun demikian, menurutnya belum terlihat adanya langkah nyata edukasi, advokasi, dan maturasi di sektor penghujung, yaitu para pengguna dan penikmat konten keislaman.

"Masih terlihat seolah publik tidak memiliki kode etik dalam arus bebas persebaran konten keislaman," sesal Endang.

Lebih jauh lagi, kata dia,  termasuk belum konkritnya upaya bersama multi-stakeholders konten tersebut untuk menjadikan publik sebagai subyek konten, bukan sekadar obyek atau konsumen konten semata.

Oleh karenanya Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) berupaya mengisi ruang tersebut dengan mempertemukan multi-stakeholders konten keislaman dan publik yang direpresentasikan oleh ormas Islam, perguruan tinggi Islam, pimpinan Pondok Pesantren, dan OKP berbasis Islam di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia. 

Hal tersebut bertujuan mempertemukan kebijakan, perspektif, dan partisipasi pro aktif multi-stakeholders tersebut bersama umat untuk satu kepentingan bersama.

"Memastikan bahwa konten keislaman yang dinikmati publik selain produktif untuk memajukan produsen konten keislaman baik cetak maupun digital, juga betul-betul meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan ber-Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak

Jakarta, Bupati Tegal

Keluarga besar almaghfurlah KH Ali Mustafa Ya’qub menyampaikan terima kasih dan aprsesiasi setinggi-tingginya untuk semua pihak yang telah bertakziyah dan mendoakan almarhum. Hal ini tidak lepas dari doa yang mengalir deras dari berbagai pihak, baik di dunia nyata maupun obrolan di media dan media sosial.

“Keluarga Besar Alm Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub, MA menghaturkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang mendoakaan, bersimpati, dan terlibat proses pemakaman beliau. Semoga kebaikan kita semua dibalas oleh Allah SWT,” pesan keluarga yang dikirimkan ke Bupati Tegal, Sabtu (30/4).

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga KH Ali Mustafa Ya’qub Sampaikan Terima Kasih atas Doa Semua Pihak

Pesan ini mengatasnamakan segenap keluarga almarhum yang terdiri dari isteri dan putera, kakak, adik-adik, keponakan-keponakan, keluarga besar Pondok Pesantren Darus-Sunnah Ciputat, dan keluarga besar Pondok Pesantren Darus-Salam, Batang, Jawa Tengah.

Wafatnya Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 dan mantan Imam Besar Masjid Istiqlal ini juga sempat menempati obrolan teratas (trending topic) di media sosial Twitter beberapa yang lalu. Ribuan pentakziyah dari level pejabat tinggi negara hingga masyarakat umum pun ikut mengantarkan jenazah ulama ahli hadits ini ke tempat peristirahatan terkahirnya di lingkungan Pesantren Darus Sunnah, Ciputat.

Bupati Tegal

KH Ali Mustafa Ya’qub wafat pada Kamis (28/4) pukul 06.00 WIB di Rumah Sakit Hermina Jakarta. Semasa hidupnya, Kiai kelahiran Batang, Jawa Tengah 64 tahun lalu ini telah banyak menelurkan karya monumental, baik dalam bahasa Arab, Inggris maupun Indonesia. Keahliannya dalam bidang ilmu hadits ini ia wujudkan dengan mendirikan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadits Darussunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang Selatan.?

Hingga sekarang, pesantren tersebut telah banyak mencetak para ilmuwan di bidang Ilmu Hadits maupun Tafsir. Bahkan perjuangan KH Ali Mustafa Yaqub untuk mengembangkan ilmu Hadits tidak berhenti hanya di Indonesia, tetapi juga berbagai negara seperti Malaysia dengan mendirikan pondok pesantren serupa di sana. Kini, pengelolaan pesantren diserahkan kepada istrinya, Hj Ulfah Uswatun Chasanah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional Bupati Tegal

Bupati Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang hidup dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?..? ?

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita. Sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menylematkan kita dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat nanti. Diatara jalan yang akan menuntun kita meraih ketaqwaan adalah jalan taubat. Barang siapa bertaubat dari segalam macam tindak keburukan pastilah dia akan meraih ketaqwaan. Karena ketaqwaan itu? menuntut diri menghindar dari kemaksiatan.

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang bergelimang dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

Bupati Tegal

Memang demikianlah makna taubat secara bahasa yaitu kembali. Artinya, kembali meinggalkan perkara yang tercela dalam pandangan agama. Perkara yang tercela sangat banyak ragam dan tingkatannya. Bagi mereka yang berkecimpung dalam kehidupan yang sarat akan kemaksiatan maka taubat itu harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan tersebut. Bagi mereka yang keseharainnya selalu mengerjakan dosa-dosa kecil, maka taubatnya adalah menghindar dari dosa-dosa kecil tersebut. Karena jika ditumpuk, maka yang kecil akan menjadi besar juga. Demikian juga bagi mereka yang hiruk-pikuknya dalam kubangan kemakruhan (perkara yang dibenci agama) maka pertaubatannya dengan menghindar dari kemakruhan. Setiap pribadi harus selalu bertaubat menurut kapasitas masing-masing.

Abdul Wahhab As-Sya’roni menjabarkan berbagai tingkatan taubat. Taubat paling dasar adalah taubat yang harus dilakukan untuk kembali dari dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan dan dari perkara yang tidak diutamakan.

Bupati Tegal

Tingkatan kedua adalah bertaubat dari merasa diri sebagai orang baik, merasa dirinya telah dikasihi Allah dan bertobat dari merasa dirinya telah mampu bertaubat kepada Allah swt. Sesungguhnya berbagai macam perasaan ini aalah sebuah kesalahan yang lahir dari penyakit hati manusia yang sangat halus.

Dan puncak taubat adalah kembali mengingat Allah swt dari kelalaian mengingatnya waluapun sekejap saja. Karena melupakan-Nya adalah sebuah dosa.

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

Demikianlah tiga tingkatan taubat yang dijabarkan oleh As-Sya’roni. Selanjutnya tinggal kita meraba diri masing-masing dimanakan posisi kita berada dalam tiga tingkatan taubat tersebut. Andaikata kita masih berada dalam tingkat dasar, hendaklah kita pertahankan taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkat kedua. Dan apabila kita telah berada di tingkat kedua, maka berhati-hatilah sesungguhnya syaitan selalu mengintai kelengahan agar kita kembali terjerembab dalam kubangan dosa.

Oleh karena itu, Allah swt berfirman dalam surat Hud ayat 112

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu perbuatan dosa terlebih dahulu, tetapi setiap dosa harus segera ditaubati. Karena pada dasarnya manusia yang hidup di dunia ini berada dalam kubangan kesalahan. Baik kesalahan dhahir yang kasat mata maupun kesalahan bathin yang dilakukan hati. Sebagaimana Rasulullah saw pernah menerangkan hal ini kepada Abdillah bin Mas’ud “Barang siapa bertaubat tetapi tidak meninggalkan kesombongan dan kecongkakannya, berarti dia belum bertaubat”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Taubat merupakan kesempatan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya yang telah melakukan kesalahan. Taubat adalah peluang emas bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah jika kita ingin disayang olehnya segeralah bertaubat.

? ? ? ? ? ?

Allah swt sungguh mengistimewakan para pertaubat, apalagi jika mereka adalah orang-orang muda. Sungguh Allah swt. akan mengganti segala keburukannya menjadi kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. ?

Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah

Demikianlah Allah swt benar-benar mengistimewakan mereka yang bertaubat sebagaimana kisah seorang pemabuk ketika berjumpa degan Umar bin Khattab, sedangkan dia sedang membawa botol berisi menuman keras. Diceritakan pada sebuah lorong kota Madinah, Umar bin Khattab tak sengaja berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang berjalan dengan menenteng minuman keras. Begitu pemuda itu sadar sosok yang berpapasan dengannya adalah Umar, seketika itu pula secara reflek ia sembunyikan minuman keras dibalik jubahnya.

Lalu Umar bertanya tentang botol apakah gerangan yang berada dibalik jubahnya tersebut. Begitu malunya pemuda itu akan tingkah lakunya sehingga ia berdo’a dalam hati “Ya Allah janganlah Engkau membuka rahasia –keburukan-ku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khattab, tutuplah semua itu dan aku berjanji tidak akan minum-minuman keras lagi selamanya”.

Kemudian pemuda itupun berbohong dan menjawab bahwa yang ada di balik jubahnya adalah cukak “Ya Amiral Mukminin yang aku bawa ini adalah cukak”. Umarpun menuntut lebih jauh “bukalah sehingga aku mengetahui apa yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik jubahmu itu”.

Maka pemuda itupun mengeluarkan botol yang berada di balik jubahnya dan masyaallah minuman keras itu telah berubah menjadi cukak yang nikmat dan segar.

Inilah bukti betapa Allah swt memang mengistimewakan para pertaubat. Mereka yang telah bertekad bulat meninggalkan keburukan pasti Allah swt ganti dengan kebaikan ‘yubaddilullahu sayyiatihim hasanatin’

Jama’ah Jumah yang Berbahagia

Kisah di atas menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa modal bertaubat bukanlah baju koko, peci ataupun sorban dan sajadah, tetapi dengan tekad bulat dan niat yang mantab dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memberi petunjuk sekaligus Sang Maha Penerima Taubat.

Bukankah pengakuan akan kesalahan dan kebulatan tekad dari Nabi Adam as. sehingga Allah swt menerima pertaubatannya setelah Nabi Adam as. terbujuk syaitan memakan buah khuldi di surga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jama’ah Jum’ah yang Mulia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga kita semua tergolong orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka yang bertaubat akan diselamatkan Allah swt dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Barang siapa memperkuat taubatnya, pasti dijaga Allah dari segala hal yang merusak keikhlasan dalam beramal.

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, PonPes, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock