Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Jakarta, Bupati Tegal

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menyalurkan 37 hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha 1437 H ini. Hewan kurban yang terdiri dari 21 sapi dan 17 kambing tersebut berasal dari sejumlah pejabat, perusahaan, partai politik, hingga pengurus dan warga NU.

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Mereka yang menyumbangkan kurban masing-masing satu ekor sapi antara lain Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Djan Farid, Bank Muamalah, Kemenaker, Kemendagri, H Fauzi Nur, H Toha, H Dippo Nusantara.

Ada pula dari MNC Grup (3 ekor sapi), DPP Partai Golkar (3 ekor sapi), Bintang Toejoe-OPT/Extra Joss (2 ekor sapi), dan Brigjen Fathurrahman (2 ekor sapi). Adapun kurban kambing berasal dari Syamsul Huda (5 ekor), H Abdullah Masud (2 ekor), serta Siti Ramdayani, Hj Ida Fauziyah, H Agus Sosiahusain, Djardinno, M Iqbal Rival, Anis Putri Kusuma, H Imam Mudzakir, Cahya Bagus M, Wim Ikbal Jepang, masing-masing 1 ekor sapi.

Bupati Tegal

Ke-37 hewan ternak itu didistribusikan kembali ke sejumlah lokasi di DKI Jakarta dan Banten, di antaranya Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Masjid Al-Hijrah Marunda, Pondok Pesantren Tanara Serang, Masjid an-Nahdlah PBNU, dan Pondok Pesantren Ekonomi al-Ukhuwah Kedoya Jakarta Barat.

Daftar rincian kurban ini diumumkan pihak NU Care-LAZISNU dalam rangkaian shalat Idul Adha di Masjid an-Nahdlah, Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9). Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan kali ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh KH Muhaimin Zain.

Bupati Tegal

Di kompleks Masjid an-Nahdlah, prosesi pemotongan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Di lokasi ini, panitia menyembelih lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Khutbah, PonPes Bupati Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri

Di suatu malam yang ditumpahi cahaya bulan, seorang kiai sepuh dari Jawa Timur bertutur. Ratusan santrinya menyimak kalimat demi kalimat yang keluar laksana mutiara. Dengan nada pelan dan santai, sang kiai memberi nasehat yang kurang lebih demikian:

***

Saya ini dulu sudah mengaji lebih dari tiga puluh tahun, tapi perasaan saya tak dapat ilmu,  kecuali hanya sedikit saja. Namun, saya selalu setia dengan proses ini, proses belajar ala pesantren, taat pada metode pembelajaran para kiai dan ulama salaf.

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri

Pernah, ketika dulu mengaji Kitab Ihya Ulumuddin baru beberapa lembar saja, kiai saya sakit, sampai dua tahun, mendekati tiga tahun. Selama itu pula saya setia menunggu beliau. Setelah beliau sembuh, saya baru dapat melanjutkan mengaji Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Saya juga mengaji kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari.

Alhamdulillah, seletelah tiga puluh tahun lebih mengaji, saya dapat membaca kitab-kitab (kuning) apa saja yang telah diajarkan oleh kiai saya. Namun, seakan itu hanya di lidah saya saja, tak sampai tenggorokan. Belum menancap di hati saya. 

Kemudian, tanpa saya duga, kiai saya meminta saya untuk menikahi putri beliau. Saya kaget: kenapa mesti saya? Saya itu  kan tidtak punya apa-apa? Saya juga bukan kategori orang yang bisa bekerja. Usut punya usut, ternyata kiai saya menikahkan putrinya kepada saya justru karena ketidakpunyaan saya. Karena saya tidak punya harta benda. Ini, lho, berkah saya tidak punya apa-apa, saya malah menjadi menantu kiai saya.

Bupati Tegal

Saudara saya membanyol: kiai memilih kamu (yang tidak punya apa-apa) agar kamu tidak berani mempoligaminya! Haha, banyolan saudara saya ini ada-ada saja. Mana mungkin saya berani menduakan putri kiai saya sendiri.

Kemudian saya membantu mengajar di pesantren kiai saya, sampai kemudian ayah saya meninggal dunia. Karena dirumah ayah saya punya pesantren, saya mesti kembali. Saya pamit kepada kiai saya:

Bupati Tegal

Kiai, saya pamit, saya harus pulang, ayah saya meninggal dunia, kata saya. 

Kiai menjawab, oh iya betul, kamu harus pulang. Punya tinggalan pesantren harus terus dilestarikan.

Namun kiai, ada satu hal yang ingin saya minta: saya ini tidak punya apa-apa. Mohon minta doa amalan kepada kiai, agar saya mudah mendapat rejeki, pinta saya.

Bukannya diberi amalan doa, saya malah dimarahi: Huuussss!!! Kamu ini gimana, seperti tak percaya kepada Allah saja!!!

Sontak saya tercekat kaget, tak karu-karuan rasanya. Marah betul beliau.

Namun di situlah, di akhir-akhir dengan kiai saya itu, hanya pertemuan sekitar lima menit, ilmu kiai saya tertancap ke dalam hati. Karena marahnya kiai itu, saya jadi ingat semua apa-apa yang di dalam Al-Quran, Hadits dan kitab-kitab, termasuk yang ada di Ihya’ dan Hikam.

Saya jadi ingat ayat Al-Quran: Wa ma min dabbatin fil-ardhi illa ‘alallahi rizquha; dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya (QS. Hud [11]: 6). Saya jadi ingat: 

...Wamayyattaqillaaha yaj ‘allahu mahrajan. Wayarzuqhu minhaitsu laayahtasib, wamayya tawaqal ‘alallaahi fahuwa hasbuhu, inalallaha balighu amrihi  qad ja ‘alallaahu liqulli syai in qodron.”. ...Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 65, 2-3)

Lima menit itu benar-benar mengubah saya. Yang tadinya ilmu hanya di lidah, sepertinya masuk ke hati saya. Hati saya jadi tawakkal, pasrah kepada Allah. Apa yang selama ini saya kaji di kitab-kitab itu, baru saya rasakan setelah kiai memarahi dalam tempo lima menitan itu. Saya jadi mantap menjalani hidup.

Kemudian saya bertanya kepada istri saya: Dik, kita akan pindah. Namun rumah ayah saya kini diwarisi adik saya. Saya sudah tidak punya rumah. Apa jawaban istri saya? 

"Saya tidak menikah dengan rumahmu, Mas." Begitulah jawabannya. Saya jadi lega.

Memang benar Hadis Nabi: memilih istri itu yang terpenting adalah karena faktor agamanya... fadzfarbidzaatitdieni, taribatyadaka.

Nabi Muhammad juga demikian: menjodohkan putrinya dengan Sayyidina Ali kw, salah seorang yang miskin (secara duniawi, namun pandai ilmu agamanya). Padahal, banyak sahabat Nabi yang kaya raya.

Juga demikian salah satu sahabat beliau, Abu Hurairah. Ketika beliau mendapati putrinya yang sudah berumur untuk menikah, beliau bertanya: lelaki seperti apa yang engkau mau? Sang putri menjawab: dua syarat. Pertama pandai dalam ilmu, dan kedua miskin. Abu Hurairah membalas balik: syarat pertama bisa kumengerti. Tapi, untuk apa syarat yang kedua? Sang putri menjawab: agar dia tidak berani nikah lagi. 

Begitulah. Orang-orang dulu begitu hati-hati dalam urusan harta. Maka saya minta, jika anda sekalian menuntut ilmu, niatnya jangan karena ingin harta. Jangan karena ingin jabatan atau kedudukan. Jangan karena ingin dipuji orang lain. Jangan karena dunia. Tapi niatilah menuntut ilmu untuk mencari ridla Allah semata. Insya Allah nanti Allah yang menjamin.

Itulah salah satu kandungan yang ada dalam kitab Ihya dan Kitab Hikam. Ini kitab tasawuf, yang kadang agak bertentangan dengan (pendpat ulama) fiqih. Namun, kitab ini ampuh, sudah diakui keramatnya.

Dulu, setelah jadi, kitab Ihya ini akan dilarang oleh seseorang yang alim.  Orang itu menyuruh murid-muridnya agar kitab itu dimusnahkan, karena isinya dianggap bertentangan. Sebelum sempat memusnahkan, orang itu mimpi bertemu dengan Rasulullah,  Abu Bakar dan Umar bin Khattab ra. Ia melihat Imam Ghazali bersamanya dan mengadukan perihal kitab ini yang ingin dibakar. Ternyata rasulullah mengatakan kitab itu baik. Rasulullah kemudian mencambuk orang yang alim itu. Meski dalam mimpi, ketika bangun tidur, bekas pukulan membekas dalam tubuh, sampai waktu yang lama. Setelah itu orang alim itu bertaubat, mau mempelajari kitab Ihya’ dan bahkan ditemui Rasulullah dalam mimpi. (Kisah lengkapnya dalam Kitab Awariful Maarif karya Imam Syaikh Syahrowardi, ed.)

Imam Ghazali - sang Hujjatul Islam, pengarang kitab itu – ternyata tak sembarangan dalam menulis hadits. Tiap kali menulis hadis untuk dimasukkan ke kitab Ihya, beliau berwudlu, kemudian shalat sunnah, kemudian istikharah terlebih dahulu. Pasca itu, sepertinya beliau dibimbing Nabi dalam mimpi, ataupun melalui peristiwa lain. Misalnya, setelah itu, hadis yang ditulis itu dicium, apakah baunya wamgi atau tidak? Kalau baunya wangi, ini berarti benar-benar dari nabi. Kalau tidak wangi beliu tinggalkan hadits itu, tidak dimasukkan dalam kitabnya.

Inilah, kehebatan para ulama salaf. Mengapa di pesantren kitab-kitab para ulama salaf masih kita kaji. Apa maksud dari kitab ulama salaf itu? Yaitu kitab-kitab yang dibikin oleh para ulama yang tulus, bersih, jujur, wira’i, dan hanya berharap ridha dari Allah. Bukan untuk mendapat ganti cetak (royalti) yang melebihi harga cetaknya. Beliau-beliau menulis bukan karena uang, ketenaran, jabatan atau yang lainnya, tapi karena mengharap Ridla Allah semata.

Maka, anda yang belajar di pesantren dan membelajari kitab karya ulama-ulama terdahulu harus bersyukur. Dan banggalah, jangan minder. Dan jangan berhenti belajar. Usahakan apa yang anda pelajari menjadi laku dan menancap dalam hati. Karena soal hatilah yang paling sulit di dunia ini. Kalau soal ilmu dunia, skill, itu mudah. Tapi soal hati ini sulit.

Banggalah jadi santri. Kiai Mahrus Ali, guru saya, itu ya cuma mengaji di pesantren seperti ini, tapi beliau bisa mencari solusi problem-problem kebangsaan, dan sering dengan Bung Karno dan tokoh bangsa lainnya. Mbah Hasyim Asy’ari dulu juga begitu, dengan mempelajari kitab-kitab para ulama salaf. Toh beliau mampu berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Jangan minder jadi santri. Bila perlu, pakailah identitasnya, seperti sarung dan peci misalnya. Mbah Mahrus Ali dulu pakai sarung, tak pernah pakai celana. Toh beliau diterima oleh segenap tokoh bangsa. Pula Kiai Hasyim Asy’ari, yang oleh Jepang dianggap Bapak Umat Islam Indonesia, kemana-mana sering pakai sarung. Dan beliau-beliau mampu menjadi rujukan persolan agama, bangsa dan negara.

Dan para kiai hari ini juga sebenarnya bukan tidak mengerti persoalan bangsa. Hanya karena memang ada yang sementara diam. Karena memang, dari kitab ulama salaf yang diajarkan di pesantren itu, bisa untuk apa-apa. Maka, banggalah jadi santri. Jangan pernah merasa minder. Nanti bangsa dan negara ini akan butuh kalian. Butuh orang-orang yang jujur dan berakhlak.

Kita bisa lihat, bagaimana kondisi negara ini hancur ditangan orang terdidik. BLBI belum selesai, ada Century. Century belum selesai, ada lagi dan lagi. Terus begitu, saking ruwetnya. Mereka tak akan kuat terus menerus seperti itu. Masalah belum ketemu solusi, sudah masalah lagi. Ini persoalan utama ada pada manusianya.

Nah, dalam beberapa tahun kedepan, bangsa dan negara akan butuh kalian, butuh orang orang yang jujur, bisa dipercaya. Orang-orang akan datang ke kita, ketika ketidakjujuran dan saling-tipu sudah membabi buta dimana-mana.

Mantapkanlah ilmu sampai kedalam hati. Meski kelak kamu jadi apa saja, dan melanglangbuana ke Eropa misalnya, hati kalian masih berpijak pada pesantren ini, memegang apa yang diajarkan para kiai dan ulama salaf.

Dan jangan lupa, untuk senantiasa shalat di awal waktu, dan lebih-lebih dilakukan secara berjamaah. Jika sudah beristri kelak, jadilah imam istri kalian dalam shalat berjamaah. Jika anda sekalian memenuhi kewajiban kalian, Insya Allah nanti Allah sendiri yang menata kalian.

Kadang kita ini malu. Bahkan, Ibnu Athaillah sendiri heran: kenapa untuk disuruh masuk surga saja harus “dipaksakan”. Ini kan mengherankan. Coba saja: shalat subuh berjamaah, misalnya, itu jelas sangat utama, jalan menuju syurga, tapi sulit orang menjalankannya. Padahal itu jalan menuju kebahagiaan.  Hal-hal yang wajib, lebih-lebih yang sunnah, itu kan dari Allah agar kita menuju ke kebahagiaan, tapi seringkali sulit orang melaksanakan.

Demikian, mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kita semua. Amin Allahumma Amin.

***

Nasihat-nasihat itu, kurekam dalam kepala. Kuolah dengan penangkapanku, kemudian kusarikan dalam tulisan ini dengan caraku sendiri, yang jelas tak persis seluruhnya. Kuambil yang ingat-ingat saja, kutambahkan dan kurangi apa yang menurutku membantu pemahaman. Nasehati itu disampaikan oleh sang kiai sepuh ketika mengisi ceramah pada khataman Kitab Ihya dan Al-Hikam. Meski hanya sebentar, nasehat Kiai Sepuh itu begitu bermakna, dan mengingatkan kembali nilai-nilai islami dan kesantrian.

Kuketahui kemudian, kiai sepuh itu adalah almarhum KH. Abdul Aziz Mansyur, Pimpinan Pesantren Paculgowang. Mbah Aziz, begitu beliau bisa disapa, kemudian banyak menelurkan dan menyunting buku. Bahkan beliau menjadi pimpinan tertinggi (Ketua Dewan Syuro) PKB, dikenal kealimannya, serta menjadi tokoh nasional. Beliau bercerita semasa nyanti di Pesantren Lirboyo, Kediri. Dan ceramah itu, ditayangkan di TV9 malam jumat (28/12) lalu. Untuk beliau, al-Faatihah. (Ahmad Naufa)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Khutbah, Syariah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Jakarta, Bupati Tegal

Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Polri soal rencana pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai tidak Pancasilais.

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

"Kemendagri sudah rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan Polri. Ada Ormas dapat disebut melakukan makar dan akan dibubarkan. Kami merekomendasikan agar tindakan ormas diproses secara hukum," kata Tjahjo Kumolo pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy, yang meminta penjelasan soal pernyataan Menteri Dalam Negeri bahwa Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, pada Rembuk Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasai), di Purwakarta, Senin (9/5), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai menolak Pancasila.

Bupati Tegal

Menurut Tjahjo, Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, sudah bertemu dan membahas hal itu, yakni melarang ormas anti-Pancasila.

Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas tersebut, tapi ormas itu cukup besar.

"Ormasnya cukup besar dan terang-terangan anti-Pancasila," katanya.

Tjahjo menambahkan, hasil keputusan dari rapat koordinasi Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, dikirim ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar menjadi pegangan di tiap daerah.

Bupati Tegal

"Supaya pimpinan daerah tidak bingung menindaklanjutinya," katanya.

Dia menegaskan, Pancasila adalah konsensus nasional dan ideologi negara yang merekatkan bangsa Indonesia.

"Karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menghujat Pancasila," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Humor Islam Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Bupati Tegal - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Bupati Tegal

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Bupati Tegal

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Budaya, Tegal Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Pringsewu,Bupati Tegal

Ketua PCNU Pringsewu, Lampung H Taufiqurrohim mengingatkan warga NU untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, khususnya pendidikan Ahlussunnah wal-Jamaah An Nahdliyyah.

Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan dalam rangka penguatan organisas dan sosialisasi Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) di depan seluruh Pengurus Syuriyah MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Banyumas, Senin (27/6).

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Ia mengingatkan bahwa kiprah dan kepedulian pengurus NU di semua tingkatan terhadap hal ini akan berpengaruh kepada eksistensi NU di masa yang akan datang.

Bupati Tegal

"Jangan sampai besok terjadi anak pengurus NU melarang orang lain yang akan tahlilan, yasinan dalam rangka mendoakan orang tuanya sendiri. Bina anak kita, kalau tidak, akan dibina orang lain," ingatnya.

Bupati Tegal

Saat ini, menurutnya, paham-paham Islam baru bermunculan dan menyasar para generasi muda khususnya di wilayah perkotaan. Para pemuda yang masih mencari identitas diri dan cenderung labil ini sangat mudah terpengaruh pemikirannya.

"Jika tidak didasari dengan pemahaman Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah yang kuat dari keluarga, bukan tidak mungkin sekembalinya dari kota mereka akan menyalah-nyalahkan amalan orang tuanya," katanya.

Apalagi menurutnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi.

"Ada kecenderungan sekarang banyak orang, khususnya anak muda, tidak mau belajar agama lewat guru dan kiai. Mereka lebih percaya kepada mbah Google yang silsilah keilmuannya tidak jelas," tuturnya.

Sehingga hal ini patut menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU agar waspada dan mengarahkan para generasi muda untuk belajar ilmu agama kepada guru dan kiai secara mendalam dan sekaligus mengharap barakah keilmuannya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Khutbah Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting

Jakarta, Bupati Tegal. Rais Syuriah PBNU, KH Ahmad Ishomudin (Gus Ishom) mengungkapkapkan tidak ada hal dari agama dan kepercayaan lain yang bertentangan dengan ajaran Islam sepanjang dapat diterima akal sehat. 

“Nilai-nilai universal yang dikembangkan Islam adalah yang sesuai akal sehat, misalnya tentang pentingnya kasih sayang yang juga ada di setiap agama, termasuk persoalan kesehatan,” kata Gus Ishom, pada Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/11).

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Tokoh NU dan Muhammadiyah Bicara Stanting

(Baca juga: Tokoh Lintas Agama Bersatu Cegah Stanting)

Bupati Tegal

Disampaikan pula, dalam Islam ada hal-hal yang disebut kemaslahatan atau sesuatu yang bermanfaat yang berasal dari Tuhan bagi para hamba-Nya. Untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut ada lima hal yang harus dijaga. 

“Pertama adalah menjaga agama terlaksana dalam kehidupan sehari-hari untuk mengarahkan kebahagiaaan dan selamat dunia akhirat. Kedua adalah menjaga jiwa manusiawi. Ketiga adalah penjagaan akal, jangan sampai tidak cerdas. Keempat menjaga keturunannya.  Kelima penjagaan akan harta benda yang dimiliki,” papar Gus Ishom.

Bupati Tegal

Terkait dengan isu stanting, Gus Ishom menegaskan Islam sangat concern dalam upaya pencegahannya. Upaya tersebut bahkan dilakukan salah satunya sebelum pernikahan, sangat penting orang yang belum menikah untuk mencari (pasangan) yang terbaik. 

“Ketika sudah menikah saat melakukan hubungan suami istri didahului dengan doa agar dijauhkan dari setan. Setan adalah makhluk yang jauh dari kasih sayang Allah,” lanjut Gus Ishom.

Kemudian, saat istri mengalamai masa nyidam, seorang suami wajib memberi perhatian lebih.

“Kalau istri nyidam makanan tertentu dan suami tidak memenuhinya, bisa membayakan diri dan janin,” Gus Ishom menambahkan.

Senada, Wawan Gunawan Abdul Wahid dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menegaskan upaya mencegah stanting merupakan jihad bersama yang harus dilakukan semua agama.

“Mencegah stanting adalah kewajiban semua agama,” kata Gunawan.

Hal itu dibenarkan dalam Islam karena Islam berkewajiban memberi asih untuk semua manusia.

“Pembenar bahwa Islam memberi asih untuk semuanya. Bahasa asih tadi diwujudkan lewat berbagai bentuk pelayanan kepada semua umat manusia,” ungkapnya.

Ia menegaskan mukmin yang kuat lebih dicintai daripada mukmin yang lemah. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Pondok Pesantren, Sunnah Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Tasikmalaya, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar konferensi cabang NU di Cipasung, Kamis-Jumat (29-30/12). Setelah melalui beberapa rangkaian akhirnya Konfercab XVI mengamanahkan KH Atam Rustam sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Abun Bunyamin Ruhiyat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

KH Atam Rustam terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung di putaran kedua. Kiai asal Sukamanah ini terima amanah forum konferensi untuk memimpin PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Cucu pahlawan nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini bertekad melaksanakan aqidah, syariah, dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar.

Bupati Tegal

Insya Allah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana,” kata Pengasuh Pesantren Sukamanah Kiai Atam.

Sebelumnya tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas lima kiai yaitu H Abun Bunyamin Ruhiyat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Mu‘in Salopa, dan KH Acep Amin Bantarkalong menggelar musyawarah terbatas.

Tim ini selanjutnya memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiyat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Fragmen, Khutbah Bupati Tegal

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Surabaya, Bupati Tegal. Terus molornya penyelesaian kasus lumpur Lapindo Sidoarjo, sangat mengecewakan warga Kota Petis itu. Apalagi proses verifikasi tanah yang semakin rumit dan semakin banyak saja persyaratan yang diminta oleh pihak PT Minarak, perusahaan yang diminta Lapindo membayar ganti rugi. Warga semakin kecewa. “Penanganan lumpur selama ini sangat-sangat-sangat kurang maksimal,” kata Drs H Abdi Manaf, Ketua PCNU Sidoarjo di Surabaya, Sabtu.

Ia mencontohkan, kalau dulu, Lapindo belum mengakui tanah yang berstatus petok D dan letter C, lalu minta disetujui Bupati. Ketika Bupati dan pemerintah pusat sudah mengakui, bahkan bupati bersedia menjadi jaminan, ternyata Minarak menambah syarat lagi, yaitu riwayat tanah. “Ini jelas semakin mempersulit warga,” lanjut Gus Manaf. “Tampaknya memang ada kesan Lapindo sengaja mengulur-ulur waktu pembayaran ganti rugi pada warga,” lanjutnya.

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lumpur Lapindo Bagai Lingkaran Setan

Yang membuat hati alumnus Pesantren Tebuireng Jombang itu tidak enak, ternyata selama ini pihak Lapindo masih belum merasa bersalah atas musibah itu, sekalipun sudah ribuan orang hidup di pengungsian dan kehilangan harta benda. Kesimpulan itu diterima Gus Manaf ketika bertemu langsung dengan Andi Darussalam dari PT Minarak. Kalaupun Lapindo selama ini mau mengeluarkan uang, hal itu semata-mata hanya karena tanggung jawab sosial.

Penyelesaian lumpur Lapindo yang diinginkan warga, menurut Gus Manaf, sebenarnya tidak muluk-muluk. Pemerintah memberikan jaminan ganti rugi kepada warga, lalu seluruh aset Lapindo dijadikan jaminan kepada pemerintah. Selesai. “Kalau pemerintah bilang tidak punya uang, buyar saja negara ini, masak negara kok tidak punya uang untuk memberikan ganti rugi warganya,”? terang putra Bawean itu.

Tapi sayang, pemerintah tampaknya tidak punya keberanian untuk melangkah ke sana. Sedangkan pihak Lapindo hanya mengobral janji-janji terus, nyaris tak ada pembuktian. Pemerintah juga tidak berani mengambil langkah lebih tegas lagi pada perusahaan milik keluarga Bakrie itu.

Bupati Tegal

Gus Manaf tidak bisa membayangkan sampai kapan proses verifikasi tanah warga akan selesai. Sebab, dari 16 ribu warga yang akan diverifikasi, hanya terselesaikan 10 sampai 15 orang setiap harinya. Itupun belum termasuk yang harus dikembalikan berkasnya, karena dinilai belum lengkap. “Terus kapan selesainya?” tanyanya tak habis mengerti.

Di sisi lain, ia menilai peranan empat orang anggota DPD asal Jawa Timur dalam soal Lumpur Lapindo masih sangat kurang. Sebab mereka baru datang ke lokasi lumpur setelah musibah itu berlangsung lebih dari satu tahun. Tepatnya sekitar tiga hari lalu. “Katanya sih untuk menyerap aspirasi,” tutur Gus Manaf.

Bupati Tegal

Penanganan lumpur selama ini, kata Gus Manaf, ibarat lingkaran setan. Pemerintah tidak berani menjadi jaminan, sedangkan Lapindo yang menyatakan sanggup membayar ganti rugi, ternyata hanya mengobral janji. “Kalau begini terus, kan kasihan orang-orang itu,” tegasnya. (sbh)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Meme Islam, Pesantren, Khutbah Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Gorontalo, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo bersama Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Gorontalo dan Banser menyambangi korban banjir di Kabupaten Gorontalo, Senin (31/10). Aksi Sosial itu dipimpin Sekretaris Wilayah PWNU Gorontalo Arianto Mopangga.

Pada kesempatan itu keluarga besar NU Gorontalo menyerahakan beras sejumlah 2 ton, pakaian layak pakai, serta makanan cepat saji (mie instant). Sumbangan diterima beberapa Kepala Desa yaitu desa Motoduto, Boliyohuto, Totopo, Juria, dan Bilato di Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Banom Gorontalo Bantu Korban Banjir

Arianto mengatakan, banjir yang melanda Kabupaten Gorontalo menenggelamkan ratusan rumah dari ribuan warga mengungsi. Hal ini tentu menjadi perhatian semua elemen masyarakat, termasuk Nahdlatul Ulama Gorontalo.

Bupati Tegal

Selain ikut perihatin dengan musibah yang melanda, dan? memberikan bantuan NU dan Banom turut melihat langsung area terjadinya bencana tersebut dan berbincang dengan warga yang menjadi korban,

Bupati Tegal

“Kami turut merasakan dan memberikan semangat agar tetap tegar dalam menghadapi musibah. Serta terus sabar dan istiqomah menerima segala bentuk musibah yang terjadi,” ungkap Ariyanto kepada puluhan korban banjir.

Sementara itu para korban berterima kasih sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam memberikan bantuan baik moril maupun materil.

Hal senada juga diungkapkan Satkorwil Banser gorontalo Risan Pakaya. “Musibah ini tentu tidak diminta oleh kita manusia, namun apalah daya telah terjadi. Yang dapat kita lakukan adalah membantu sebisa mungkin kepada korban dan ikut terlibat dalam membenahi lokasi kediaman masyarakat,” pungkasnya. (Djemy Radji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Ubudiyah, Khutbah Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Banyuwangi, Bupati Tegal. Interaksi sosial semakin dipermudah dengan adanya media online, terutama media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan lain sebagainya.

Media sosial tersebut banyak digemari oleh masyarakat terutama golongan pemuda atau pelajar, untuk sekadar menyampaikan informasi berupa pesan singkat, tulisan, atau sekedar memposting foto maupun keluh kesah di media tersebut.

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Beranjak dari hal tersebut, IPNU-IPPNU Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi mengadakan Ngobrol Pintar Pelajar Keren dengan mengangkat tema "Cerdas dalam Bersosmed" akhir pekan lalu.

Diskusi diadakan di ruang perkuliahan yang diikuti oleh IPNU IPPNU Ibrahimy dan para mahasiswa. Hairul, Ketua IPNU Ibrahimy, mengatakan bahwa media sosial sekarang cukup masif di kalangan anak muda, khususnya pelajar. "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Hairul

Bupati Tegal

Turut hadir juga, Ahmad Sulhan Hadi, jurnalis Banyuwangi sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Kang Sulhan, nama sapaanya, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang belum mengerti cara menggunakan sosmed dengan baik, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

"Pemuda atau pelajar tidak jarang mengalami ketergantungan dalam menggunakan media sosial. Selain menyebabkan ketergantungan, twett atau pesan yang ditulis di media sosial tidak jarang dapat menyeret seseorang di ranah hukum, akibat kesalahan dalam memposting atau tulisan-tulisan yang ia posting mencemarkan atau mengganggu orang lain," tutur Kang Sulhan

Kang Sulhan menyarankan, kita perlu tahu hal-hal positif dan negatif akibat dari penggunaan sosmed. "Jangan sampai dengan adanya sosmed, kita malah menjadi korban dari kesalahan kita sendiri," tegas jurnalis yang juga alumnus IPNU Banyuwangi tersebut.

Ulva, mahasiswa IAI Ibrahimy, mengaku bahwa setelah ikut dalam diskusi tersebut, merasa tergugah untuk menggunakan media sosial lebih bijak lagi. "Saya rasa, sosmed itu bisa mendukung bakat yang kita lakukan, seperti penulisan cerpen, puisi, meme, kata bijak dan lain-lain," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Olahraga, Khutbah Bupati Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan

Waykanan, Bupati Tegal?

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung mengapresiasi kinerja Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan yang bergerak di area edukasi melalui Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) sebagai partisipasi memajukan generasi bangsa.

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan

"Itu sejarah, prestasi luar biasa. Saya katakan sejarah karena baru kali ini Ansor Waykanan ikut konsen memikirkan pendidikan dengan menggelar BPUN. Saya katakan prestasi karena mampu meloloskan lima pelajar memasuki PTN idaman mereka," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Tohir di Blambangan Umpu, Selasa (3/10).

BPUN Mata Air merupakan program utama Yayasan Mata Air yang dipersiapkan bagi pelajar SMA sederajat kelas 12 untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Program tersebut memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, penguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.

Bupati Tegal

Lima dari 14 peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 atau terhitung 35 persen lulus SBMPTN. Mereka adalah, Dicky Afrizal, perwakilan SMAN2 Gunung Labuhan, terjaring di jurusan Biologi Murni, Universitas Lampung (Unila), lalu ? Iwan Supriadi, perwakilan SMAN1 Baradatu, diterima di jurusan Agro Teknologi Universitas Jambi, lantas Frastika Maulia, perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu, masuk di jurusan Sosiologi Universitas Sriwijaya. Ketiganya terdaftar sebagai peserta Bidik Misi.

Bupati Tegal

Selanjutnya ? perwakilan SMAN1 Baradatu lainnya, Lastri Dwi Saputri, diterima di jurusan Biologi Murni Universitas Bangka Belitung, lantas perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu Suryaningsih, tersaring di jurusan Teknik Pertanian Unila. Keduanya tidak terdaftar sebagai penerima Bidik Misi.

"Itu sudah membuktikan keseriusan Ansor Waykanan," ujar Muhyidin menegaskan.

Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 Lastri Dwi Saputri menegaskan, Sanlat BPUN merupakan program sangat bermanfaat. "Untuk pribadi saya yang haus akan ilmu namun terbatasi oleh materi, program tersebut sangat luar biasa. Melalui Sanlat BPUN, akhirnya saya diterima di PTN idaman dan jurusan saya cita-citakan. Para pelajar di Indonesia pada umumnya dan di Waykanan pada khususnya, tidak patut jika meragukan program tersebut," kata Lastri. (Syuhud Tsaqafi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Nahdlatul, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Masuk Surga Bareng Wahabi

Suatu hari seorang santri bernama Kholid mendampingi Kiainya yang akan mengisi ceramah di daerah Sirampog Kabupaten Brebes. Saking seringnya Kholid mendampingi Sang Kiai, santri-santri lain menobatkannya sebagai ajudan Kiai.

Tapi cerita yang ini bukan soal itu. Nah Kholid merasa senang bisa diajak mendampingi Kiai setiap menjadi penceramah di luar kota.? ?

Seperti biasa, di tengah perjalanan Kholid memanfaatkan waktunya dengan berdiskusi bersama Kiainya. Kali ini Kholid ingin mencari tahu alasan kelompok-kelompok tertentu, sebut saja Wahabi, yang menuduh bid’ah, sesat, bahkan kafir terhadap amaliah-amaliah seperti diantaranya tahlil, istighotsah, ziarah kubur, dan maulid yang sering dia praktikan.

Masuk Surga Bareng Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuk Surga Bareng Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuk Surga Bareng Wahabi

“Mengapa mereka dengan tega menuduh seperti itu Pak Yai, padahal saya tidak merasa tersesat, kayaknya kok mereka merasa paling benar dan merasa berhak masuk surga sehingga menuduh kafir, sesat, dan lain-lain?” tanya Kholid dengan nerocos dan polosnya.

“Ya…mungkin seperti itu. Begini Lid, kalaupun saya dikehendaki oleh Allah masuk surga tapi ketika itu ada mereka (golongan yang suka mengkafirkan) di situ, saya lebih baik gak masuk surga,” jawab sang kiai setengah becanda kepada Kholid yang hanya bisa mengangguk.

“Oohh…ternyata Pak Kiai merasa gemes juga sama mereka toh,” ujar Kholid dalam hati sambil terkikik. (Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Berita, Khutbah Bupati Tegal

Rabu, 29 November 2017

Dosen STAINU Temanggung Dorong Akademisi Melek Literasi Media Siber

Semarang, Bupati Tegal. Hamidulloh Ibda, dosen Jurusan Tarbiyah STAINU Temanggung dilantik menjadi pengurus Bidang Literasi Media Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jateng periode 2017-2022, Sabtu (28/10). Ia mengatakan, akademisi baik itu kalangan mahasiswa maupun dosen, peneliti, haruslah melek media siber atau online. Pihaknya mendorong semua akademisi bisa memanfaatkan gawai untuk mengonsumsi berita sekaligus berdakwah.

Dosen STAINU Temanggung Dorong Akademisi Melek Literasi Media Siber (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosen STAINU Temanggung Dorong Akademisi Melek Literasi Media Siber (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosen STAINU Temanggung Dorong Akademisi Melek Literasi Media Siber

"Selama ini kalau sudah pegang gawai, tidak peduli mau dosen, guru, tukang batu, hampir semuanya hanya baca judulnya saja, lalu dikomen dan dibagikan tanpa proses tabayun, cek ricek. Padahal kalau ilmuwan atau di sini akademisi, metode mendapatkan kebenaran tidak bisa kalau hanya dari berita online," beber Ibda di sela-sela pelantikan di ruang Lokarida lantai 8 Gedung Moch. Ikhsan Balaikota Semarang.

Kalau wartawan, kata dia, boleh saja mendasarkan kebenaran pada wawancara dan klarifikasi, atau bahasa kita tabayun. 

"Itu bagi wartawan ya sah-sah saja. Tapi ilmuwan, tidak boleh dong mendasarkan kebenaran hanya dari informasi media siber. Karena kalau mau jadi ilmuwan sesungguhnya, metode mendapatkan beritanya ya minimal melalui kerja ilmiah, melalui tahap filsafat ilmu,” tambahnya.

Karena itu, semua informasi harus logis, sistematis, empiris dan tidak berdasarkan kabar burung. Metode yang digunakan pun tidak hanya sekadar wawancara dan tabayun saja, melainkan lengkap dan kafah.

Bupati Tegal

Ibda juga menyoroti psikologi pembaca media siber yang memang mudah gumunan (kagetan, Red) dan tidak bisa membedakan mana berita yang asli dan palsu. Hal itu karena mereka memang buta literasi media siber.

Menurut dia, literasi media siber sangat penting, karena hampir semua orang belum paham apa itu media siber dan media sosial. Semua sumber berita itu, kata dia, tidak dibedakan dan dipetakan. Maka dari itu, ini menjadi garapan SMSI Jateng yang akan dimasukkan dalam program kerja. 

Bupati Tegal

"Di sini tidak hanya kumpulan jurnalis. Namun di sini itu kumpulan media sibernya. Bisa pengelola dan juga jurnalisnya yang diberi kepercayaan untuk mewakili media itu bergabung di SMSI," papar pria yang pernah aktif sebagai Sekretaris IPNU tersebut.

Media yang bergabung di SMSI Jateng, kata Ibda, adalah kumpulan media yang sudah berbadan hukum dan resmi serta bukan blogger. 

Ia berharap masyarakat mampu membedakan antara media online atau siber dan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan path. 

Ibda dilantik Auri Jaya Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama SMSI Pusat bersama enam belas pengurus lainnya yang mewakili dari media siber di wilayah Jawa Tengah. (Heri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah Bupati Tegal

Senin, 27 November 2017

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

Ramallah, Bupati Tegal. Satu komite penyelidikan Palestina pada Jumat mengatakan kematian mantan presiden Palestina Yasser Arafat tidak alamiah, dan menuduh Israel berada di belakang pembunuhan itu.

"Kami katakan bahwa Israel adalah tersangka pertama, mendasar dan tunggal dalam pembunuhan Arafat," kata Tawfiq At-Tirawi, pemimpin komite tersebut, dalam satu taklimat di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

"Berdasarkan siapa yang menghasut pembunuhan Arafat dan siapa yang memiliki kemampuan teknis untuk melakukan itu, kami katakan Israel adalah tersangkanya," kata At-Tirawi. "Penyelidikan takkan berakhir sampai semua kondisi terungkap."

Bupati Tegal

Arafat meninggal karena sebab yang tidak diketahui saat menerima perawatan di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris pada 2004. Para pejabat Palestina mengisyaratkan Israel berada di belakang kematian tersebut.

Pada Kamis (7/11), beberapa ilmuwan Swiss yang memeriksa jenazah Arafat mengatakan kandungan tinggi bahan radioaktif polonium-210 ditemukan pada jenazah Arafat dan tanah kuburan, tapi keracunan tetap menjadi hipotesis, bukan kepastian.

Bupati Tegal

"Apa yang telah disimpulkan para ahli (Swiss dan Rusia) membawa kami makin dekat dengan kebenaran, tapi itu bukan akhir perjalanan," kata At-Tirawi, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Stasiun televisi pan-Arab yang berpusat di Qatar, Al-Jazeera, menayangkan satu dokumenter tahun lalu yang mengemukakan bahwa Arafat diracuni.

Laporan itu menghasilkan pembongkaran kuburan Arafat atas permintaan dari jandanya dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina. Beberapa ilmuwan Swiss, Rusia dan Prancis kemudian mengambil sampel dari jenazah Arafat untuk pemeriksaan lebih lanjut pada November 2012.

Komite Palestina tersebut, Jumat, menyatakan laporan ilmuwan Swiss dan Rusia sependapat bahwa kematian Arafat tidak alamiah. Ahli Prancis belum mengajukan temuan mereka.

Meskipun laporan para ahli tersebut tidak mengkonfirmasi penyebab akhir kematian Arafat, dokter pribadi mantan presiden Palestina tersebut dan seorang anggota Komite Palestina mengatakan kematian Arafat adalah akibat dari bahan beracun.

Namun, Israel selalu membantah terlibat dalam kematian Arafat, yang menjadi lambang perjuangan nasional Palestina, dan mengatakan mendiang presiden Palestina juga memiliki musuh dan lawan di Dunia Arab. (antara/mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Pahlawan, Fragmen Bupati Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak

Jombang, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jombang bersama Woman Crisic Center (WCC) setempat melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan perkosaan terhadap anak di aula kantor Fatayat, Jumat (30/9). Mereka prihatin atas persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang belakangan ini yang tak kunjung selesai.

Fatayat NU di kota santri ini memandang perlu adanya tindakan nyata untuk menekan percepatan lajunya persoalan kekerasan tersebut. Mayoritas korban kekerasan seksual pada anak berakibat fatal terhadap psikologi anak, juga mengganggu masa depan mereka.

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak

Pada kondisi demikian, terkadang justru sebagian pihak menyalahkan korban sebab kurang berhati-hati, kurang bermoral dan alasan-alasan lain yang akan semakin membuat kondisi anak terdiskriminasi.

"Kita tak boleh menyalahkan mereka. Sikap itu malah membuat korban justru terisolasi, dan didiskriminasi oleh lingkungan sekitarnya," kata Safrida, salah satu pengurus Fatayat NU.

Bupati Tegal

Sementara Ketua WCC Palupi Pusporini menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual juga perkosaan sering kali dilakukan oleh orang-orang terdekat. "Seperti keluarga, teman, tetangga, pacar, guru bahkan suami, dan mantan suami sekalipun," katanya di hadapan puluhan peserta sosialisasi.

Bupati Tegal

Karenanya, ia mengajak kepada sejumlah elemen masyarakat untuk bersama-sama lebih berperan aktif dalam mengatasi persoalan yang tak kunjung usai itu. Terutama organisasi Fatayat NU yang juga memiliki peran penting dalam menekan angka kekerasan seksual dan perkosaan pada anak yang hingga saat ini terus berkembang.

Menurutnya, segala macam upaya untuk memberantas persoalan kekerasan tersebut bukan tanpa payung hukum negara, melainkan memang terdapat mandat undang-undang yang jelas terkait perlindungan anak, mengingat anak sebagai aset bangsa yang harus terus memiliki masa depan cerah.

"Payung hukum perkosaan sebenarnya sudah ada seperti Pasal Perkosaan (285 dan 287, KUHP), Undang Undang Penghapusan KDRT Nomor 23 tahun 2004, Undang Undang Perlindungan? Nomor 23 tahun 2002 pasal 81 dan 82, itu sudah ada," jelasnya.

Sosialisasi yang berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh puluhan kader Fatayat NU se-Jombang. Dalam pantauan Bupati Tegal, terdapat beberapa tanggapan yang disahut oleh peserta mengenai paparan materi yang disampaikan Palupi.

Sebagian peserta, juga tampak membagi cerita kondisi yang memprihatinkan terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan di lingkungan sekitar mereka, guna mendapatkan penanganan yang pantas terkait korban kekerasan. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Tiga Ulama yang Memprediksi Kemerdekaan Indonesia

Ulama Indonesia, jauh sebelum 17 Agustus 1945 sudah memprediksikan negeri ini akan mengalami gangguan dan akhirnya mampu meraih kemerdekaan. Gangguan terhadap harkat dan martabat bangsa ini, tak lain untuk menguji semangat persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya lawan yang merampas marwah bangsa Indonesia, maka persatuan sangat sulit diciptakan.?

Namun dengan hadirnya penjajah, maka seluruh warga bangsa merasa memiliki dan meminta kembali hak pribumi. Oleh para ulama, masyarakat yang beragama Islam diajak melakukan serangkaian mujahadah, istighatsah, tirakat dan doa bersama agar Indonesia selamat dari penjajahan dan bisa merdeka.

Tiga Ulama yang Memprediksi Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Ulama yang Memprediksi Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Ulama yang Memprediksi Kemerdekaan Indonesia

Dari kisah para ulama terdahulu, ada banyak cerita menarik tentang penjajahan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Salah satunya adalah tiga orang ulama yang sudah memberikan isyarat tentang kondisi Indonesai jauh-jauh hari sebelum diserang Belanda, Jepang dan merdeka. Kisah ini dijelaskan oleh Zainul Milal Bizawie dalam bukunya “Masterpice Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama Santri 1830-1945”.

Pertama, KH Abdus Syakur Senori Tuban (wafat 1359 H/1940 M). Kyai Syakur dikenal sebagai teman akrab KH Hasyim Asy’ari yang memiliki ilmu kasyf. Dengan ilmu yang dimilikinya, Mbah Syakur membuat sya’ir tentang kedatangan tentara Jepang dan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 M/1365 H. Padahal lima tahun sebelum merdeka, Mbah Syakur sudah wafat. Syair karya Mbah Syakur adalah:

? ? ? ? * ? ? ?

Bupati Tegal

? ? * ? ?

? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? * ? ? ?

Bupati Tegal

? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? * ? ? ? ?

Tarikhkanlah bahwa Jepang akan menjinakkan Nusantara pada tahun ? ghisy-syisa





(Jika dihitung dengan hisabul jummmal adalah 1361 H/1942 M)





Ia sebagai kolonial yang menyengsarakan bangsa Indonesia





Silih berganti, peperangan, adu senjata dan perihnya mengarungi samudera.





Ketika bulan Rajab (1365 H/Juni 1945) telah terjadi keajaiban, kemudian semakin lumpuh pada bulan Sya’ban (Juli 1945).





Kemudian pada bulan Ramadan (17 Agustus 1945) datanglah masa gembira ria (proklamasi) bagi bangsa Indonesia.





Dan pada bulan Syawwal (September 1945), penderitaan Nusantara semakin membaik. ? Posisi Indonesia semakin tenang dengan kemerdekaannya pada bulan Dzul Qa’dah (Oktober 1945)





Di bulan inilah Allah menampilkan sosok pemimpin yang dapat mengayomi masyarakatnya (Soekarno), seorang pemimpin sejati yang tidak ada duanya.

Kedua, Syaikh Ibrahim bin Husain Buengcala Kuta Baro Aceh. Pada tahun 1288 H/1871 M, Syaikh Ibrahim menyatakan: “Negeri di bawah angi (Nusantara) istimewanya akan lepas daripada tangan Holanda (Belanda), sesudah China bangsa lukid (mata sipit, maksudnya bangsa Jepang). Maka Insya Allah ta’ala pada tahun 1365 H (1945 M) lahir satu keajaan yang adil dan bijaksana dinamakan al-Jumhuriyah al-Indunisiyah yang sah”. Kalimat ini dinyatakan 71 tahun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Tentunya Syaikh Ibrahim memberikan isyarat kepada masyarakat Aceh agar menghormati proses perjuangan bangsa hingga meraih kemerdekaan dengan sempurna.

Dan ketiga, KH Chasbullah Sa’id Jombang (ayahanda KH Abdul Wahab Chasbullah). Setelah melakukan tirakat dan riyadlah yang cukup panjang, Mbah Chasbullah meninggalkan tulisan pendek yang ditutupi dengan kain satir di menara Masjid Pondok Induk (Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang).?

Menjelang wafatnya, Mbah Chasbullan memberikan pesan pada salah seorang santrinya: “Lek misale aku mati, omongno nang Wahab kongkon buka tulisan nak menara tahun 1948; kalau misalnya aku sudah meninggal, katakan pada Wahab untuk membuka tulisan di menara tahun 1948”. Setelah menyampaikan pesan itu, beberapa bulan Mbah Chasbullah wafat.?

Maka sesuai dengan pesan Abahnya, KH Abdul Wahab Chasbullah membuka isi pesan itu pada 1948. Proses membuka isi pesan itu diiringi dengan pembacaan shalawat burdah yang diikuti juga oleh segenap santrinya. Ternyata isi pesan Mbah Chasbullah sangat singkat, yakni tulisan: ? ? ? (hurrun tammun, artinya kemerdekaan yang sempurna). Dan ternyata tahun 1948, kemerdekaan Indonesia sudah diakui oleh dunia dan agresi militer Belanda juga sudah sukses dipukul mundur.

Usaha riyadlah dan tirakat dalam mendukung kemerdekaan sejati itu selalu dilakukan oleh Mbah Chasbullah dengan menyuruh santrinya i’tikaf dan membaca amalan shalwat burdah selama sehari penuh. Sedangkan Mbah Chasbullah memilih berdoa dan riyadlah di rumahnya dengan khusyu’ penuh harapan.

Tiga sosok ulama yang memiliki ilmu kasyaf ini patut untuk dijadikan ‘ibrah bahwa para Kyai sangat peduli dalam proses perjuangan bangsa Indonesia. Karena ilmu yang dimiliki oleh Kyai lebih banyak agama, maka proses keagamaan itu yang menjadi dominan dilakukan. Semangat dalam membaca tanda alam dan isyarat dari Allah itulah yang selalu diasah. Sehingga wajar bila para Kyai sudah memberikan prediksi tentang kondisi bangsa ini jauh hari sebelum kemerdekaan.

Sebagai anak bangsa yang sudah menerima kemerdekaan, tentunya patut menghargai usaha para pendahulu yang telah berjuang untuk bangsa ini. Kemerdekaan dan kebahagiaan hidup dalam suasana Indonesia semacam ini membuat hidup tenang dan bebas beraktivitas apapun. Maka sudah sewajarnya kemerdekaan ini diisi dengan hal positif dari memperkuat persatuan bangsa, memperluas wawasan nusantara, menambah ilmu pengetahuan dan menjaga tumpah darah dengan segenap cinta bangsa.***

M. Rikza Chamami, Sekretaris Lakpesdam NU Kota Semarang & Dosen UIN Walisongo Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Makam Bupati Tegal

Jumat, 17 November 2017

Pasukan Jin dan Malaikat

Istilah tersebut yang sangat dikenal oleh kalangan pesantren dan NU. Pasukan yang siap didatangkan oleh beberapa paranormal yang berpromosi mampu mengamankan acara Rapat Akbar NU kepada Ketua Panitia almarhum Abu Hasan.

Tawaran dari paranormal itu mendorong Abu Hasan untuk menanyakan kepada Wakil Sekjen PBNU H. Ahmad Bagdja. Namun, Ahmad Bagdja tidak menolak ide tersebut, walaupun ia menyanggupi untuk mencari jalan yang lebih bagus.

Pasukan Jin dan Malaikat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan Jin dan Malaikat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan Jin dan Malaikat

Konon beberapa kiai memiliki santri yang terdiri dari para jin, bahkan di antaranya menjadi khadam (pelayan) kiai. Banyak kiai yang tidak mau berurusan dengan jin. Namun demikian, mereka mengenalnya dengan baik walau mereka belum pernah menyaksikannya.

Bupati Tegal

Urusan pasukan jin yang ditawarkan oleh paranormal kemudian diserahkan kepada Ahmad Bagdja. Isu itu juga ramai diberitakan media massa. Pemerintah dan masyarakat terkejut mendengarnya. Baru pada saat itulah wacana tentang jin muncul dalam perbincangan politik di tengah publik.

Rapat Akbar rencananya bakal menghadirkan satu juta warga NU. Masyarakat terkejut mendengar rencana ini. Begitu juga aparat keamanan dan Menteri Dalam Negeri.

Bupati Tegal

Polisi mengaku akan kesulitan mengamankan massa yang jumlahnya sangat besar. Sedangkan Menteri Dalam Negeri mengatakan bahwa secara teknis sulit mengatur, memberikan konsumsi, dan menyediakan toilet untuk peserta acara.

Pemerintah kemudian membujuk NU agar mengurungkan niatnya. Pemerintah tidak berani melarang secara tegas karena tujuan Rapat Akbar itu adalah doa bersama dan apel kesetiaan pada Pancasila. Dengan acara ini, NU sendiri tidak bisa lagi dituduh tidak setia atau anti-Pancasila .

Abu Hasan menyatakan bahwa Banser NU harus berkoordinasi dengan “pasukan besar” yang dipimpin Ahmad Bagdja. Di tengah rasa penasaran mengenai “pasukan besar” itu, Ahmad Bagdja hanya tersenyum. 

Namun, ia setidaknya mampu meyakinkan bahwa dengan adanya pasukan jin maka NU siap menghadapi tekanan pemerintah. Pasukan jin itu bisa menguatkan niat NU dan membuat grogi aparat yang akan mengganggu acara. Seperti halnya Ahmad Bagjda, KH Abdurrahman Wahid hanya tersenyum ketika ditanya mengenai adanya pasukan jin tersebut.

Turunnya dana pengamanan untuk pembiayaan pasukan jin justru membuat Ahmad Bagdja geli. Ia sama sekali tidak mengenal paranormal, apalagi jin.

Maka, setelah dibicarakan dengan beberapa tokoh NU, dana itu digunakan untuk melakukan doa di berbagai masjid dan surau di Jakarta. Tujuannya memohon keselamatan kepada Allah Swt. Dengan doa itu para pengurus NU yakin bahwa Allah akan menurunkan pasukan malaikat untuk melindungi mereka.

Panitia Rapat Akbar kemudian membeli ribuan tasbih dan mencetak ribuan eksemplar buku Surat Yasin dengan logo PBNU. Selama dua minggu, orang-orang di berbagai masjid dan surau melakukan doa bersama untuk kesuksesan dan keselamatan Rapat Akbar NU. 

Sejak Revolusi 1966, belum ada model mobilisasi massa yang berskala besar di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah dan aparat keamanan merasa kerepotan dengan pelaksanaan Rapat Akbar NU. 

Namun, doa bersama yang diinisiasi oleh panitia telah membuat NU semakin percaya diri. Gus Dur sendiri tidak mau mundur dari rencana tersebut. Padahal, pemerintah terus memberi tekanan untuk membatalkan acara. Para pengamat politik pun meremehkan acara tersebut dan menganggapnya sebagai show of force yang tak berarti.

Ketika Rapat Akbar NU akhirnya berlangsung di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, pada 1 Maret 1992, banyak orang mengira acara itu dijaga pasukan jin. Sedangkan kalangan NU merasa berada di bawah lindungan Allah karena mereka selalu memanjatkan doa di sepanjang acara berlangsung. Namun demikian, Gus Dur masih kurang puas karena merasa beberapa peserta dari luar kota dihadang oleh aparat keamanan sehingga mereka tidak bisa menghadiri acara besar tersebut. (Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Makam Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah

Pringsewu, Bupati Tegal. Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru hijriyah 1437, seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu mengadakan Karnaval Budaya Islami, Sabtu (10/10).

Karnaval yang mengambil start dan finish di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu ini menyusuri jalan lintas barat Kabupaten Pringsewu dengan menempuh jarak lebih kurang 4 Kilometer.

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah

Menurut Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu Ahmad Rifai, kegiatan karnaval ini sekaligus sebagai bentuk silaturahim sekolah dan madrasah Ma’arif kepada masyarakat di Kabupaten Pringsewu. “Dengan karnaval budaya ini diharapkan juga pelajar Ma’arif memiliki kreativitas positif dan dapat menjadi uswatun hasanah bagi masyarakat sekitar," terangnya.

Bupati Tegal

Para pelajar tampak mengenakan berbagai macam kostum hasil kreativitas mereka masing masing. Beberapa madrasah juga terlihat mengenakan pakaian adat khas Nusantara. Pawai karnaval ini dilepas dengan iringan penampilan Group Drumb Band MTs Ma’arif Fajaresuk.

Rifai menambahkan bahwa peserta terbaik dalam karnaval ini akan mendapatkan piala yang sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara. "Kami sudah menugaskan beberapa orang untuk menjadi juri penilai lomba dengan kriteria penilaian yang sudah ditentukan," katanya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Amalan, Khutbah Bupati Tegal

Rabu, 08 November 2017

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam

Balikpapan, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan menggelar pelatihan website dan blog di Pondok Pesantren Al-Izzah Jalan Sei Wain Km 15 Karang Joang Balikpapan Utara, Senin (4/2) kemarin.

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 10 pagi dan berakhir pada jam 2 siang tersebut dihadiri oleh perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Badan Otonom (Banom) NU Balikpapan.

Sebagai intruktur pada kegiatan pelatihan tersebut adalah Abdur Rohim, salah seorang pengajar dari SMK Maarif Nahdlatul Ulama Kota Balikpapan.

Bupati Tegal

Ust. Drs Imam Warosy, Sekretaris PCNU Kota Balikpapan mengatakan, pelatihan itu digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H dan Harlah ke-87 NU. 

Bupati Tegal

Peringatan Maulid Nabi akan dilaksanakan di Gedung Dakwah PCNU Balikpapan pada malam Rabu (5/2). Ia berharap seluruh elemen NU di Balikpapan dapat mengenal dan mengoperasikan website sehingga dapat mempublikasikan kegiatan mereka masing-masing di situs resmi PCNU Kota Balikpapan yang beralamat di www.pcnubalikpapan.or.id.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua NU Kota Balikpapan KH Mukhlasin. Dalam pengarahannya, KH Mukhlasin mengatakan, adanya website PCNU Kota Balikpapan diharapkan bisa menjadi media dakwah dan syiar ajaran Islam yang santun, toleran dan moderat.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah tersebut juga berpesan kepada seluruh pengurus MWC, Banom dan Lembaga agar bisa memanfaatkan website tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sesuai dengan kaidah Aswaja dan etika jurnalistik.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdur Rohim

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Khutbah Bupati Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, Bupati Tegal

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Bupati Tegal

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Bupati Tegal

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Khutbah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock