Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Februari 2018

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Jakarta, Bupati Tegal. Selain sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tradisi dan budaya Indonesia menjadikan bangsa majemuk ini dipandang unik oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan tak sedikit keunikan bangsa Indonesia untuk dijadikan fokus studi dan penelitian oleh para peneliti mancanegara.

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Hal inilah yang dipandang oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) sebagai modal strategis membangun manusia Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka ketika LKSB menggelar diskusi refleksi 72 tahun Indonesia merdeka, Senin (28/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Mendatangkan sejumlah narasumber dan aktivis pergerakan, Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang tak kenal dengan identitas budayanya. Bahkan banyak yang terlena oleh perkembangan teknologi digital sehingga menggerus kearifan lokal.

“Ternyata sekarang sebagian masyarakat bangsa ini mulai lemah dan tercerabut dari akar kultur dan naturnya sebagai bangsa Indonesia (Nusantara). Mulai tak mengenali Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Ghopur yang dalam diskusi kali ini mengambil tema Membangun Manusia Indonesia yang Adil dan Beradab.

Bupati Tegal

Mengingat falsafah agung Pancasila, forum LKSB juga menyayangkan ketika ada sejumlah kelompok yang anti-Pancasila. Di sisi lain, perlakuan tidak adil juga kerap dialami oleh kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan tanah adat tempat tinggalnya salama bertahun-tahun, namun justru tergusur karena kepentingan korporasi dan politik.

“Di sinilah kita bersama mencoba menjawab secara komprehensif seluruh persoalan bangsa. Kita ingin menjelaskan betapa pentingnya Pancasila menjadi kompas dalam perjalanan berbangsa dan bernegara yang kian mengalami dekadensi moral dan distorsi bangsa,” jelas intelektual muda NU ini.

Ia menegaskan, begitu pentingnya Pancasila dihadirkan kembali dalam ruang publik yang belakangan sarat kontaminasi oleh kepentingan kelompok, nilai, maupun ideologi-ideologi privat.

Bupati Tegal

Hadir memberikan pengarahan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Di antara narasumber yang hadir ialah Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) Septi Rahmawati, Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik, Pengurus Pusat GMKI Korneles Galanjinjinay, Social Entrepreneur Moses Latuihamalo, dan Candra (GEMA Perhimpunan Indonesia-Tionghoa). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Tokoh Bupati Tegal

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Brebes, Bupati Tegal. Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan memandang shalawat bisa mendinginkan suhu politik Indonesia yang mulai memanas.

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Menurut Habib Luthfi, tetesan shalawat membuat bumi subur. Bumi yang subur dalam artian tidak ada gejolak apapun. “Daerah yang mudah tawuran, jadi kondusif. Gunung batuk-batuk tidak lagi meletus,” katanya saat ceramah pada Brebes Bersholawat di Kelurahan Pasarbatang Brebes, Kamis (24/4) malam.

Ibarat mobil, kata Habib Luthfi, harus ada pendingin yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi mesin. Maka dalam segala suasana dan acara apapun harus digalakan shalawatan. Di dalam jamaah shalawat ada tali silaturahmi.

Bupati Tegal

Ia mengimbau, jangan sampai, masyarakat mudah dipecah belah hanya gara-gara persoalan politik. Beda pandangan dalam dukung mendukung calon presiden, jangan sampai membikin runyam. “Kita harus bersatu dalam satu barisan jamaah shalat. shalat kita pasti diterima bila dikerjakan berjamaah. Begitupun dalam menegakan NKRI harus merekatkan persatuan dan kesatuan.”

Bupati Tegal

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang hadir pada kesempatan itu untuk menguatkan masyarakat dalam  satu nusa, satu bangsa, satu bahasa untuk Indonesia Pusaka, meskipun berbeda pandangan, kepentingan, dan latar belakang.

“Kesadaran dan tanggung jawab perlu diciptakan dengan komunikasi yang harmonis dalam suasana saling menghargai demi kemaslahatan umat. Upaya provokasi dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, harus kita waspadai,” tandasnya.

Ketua panitia Teguh Iman Santoso menjelaskan, kegiatan Brebes Bersholawat digelar setiap tahun dengan menghadirkan Habib Lutfi dan puluhan Habib Brebes, Tegal, dan Slawi.

Turut berceramah pada kesempatan itu pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subkhan Makmun dan Mubalig Kocak H Dirjo Abdul Hadi. Tampak hadir para Kepala SKPD, ulama, tokoh masyarakat Brebes serta ribuan pengunjung. (Wasdiun/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Berita Bupati Tegal

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

Bupati Tegal

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU tidak melupakan rakyat.

Hal ini disampaikan sebagai pesan menjelang pelaksanaan muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya, 30 Agustus – 1 September 2014.

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

“Jangan sampai melupakan amanat rakyat yang telah memberikan suara pada PKB,” katanya baru-baru ini di gedung PBNU.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan konstituen PKB sebagian besar adalah warga NU sehingga PKB harus memperhatikan aspirasi Nahdliyyin seperti pengembangan pesantren, perekonomian atau perundangan yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Ia juga menegaskan, meskipun pemilu 2014 kali ini terjadi peningkatan jumlah suara yang signifikan, PKB tidak boleh berpuas diri.

Bupati Tegal

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Kediri, Bupati Tegal - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung lolos ke babak perempat final dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur II di Kota Kediri. Tim sepakbola Pesantren Darut Taibin akan bertanding di babak perempat final di Stadion Brawijaya Kediri pada 27 Agustus 2016.

Tim Darut Taibin lolos setelah dalam pertandingan tadi sore, Kamis (25/8) di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Mereka berhasil melibas tuan rumah kesebelasan Pesantren Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri dengan skor telak 5-0.

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Sejak menit pertama wasit Awan Ramadhan membunyikan pluit, kesebelasan Darut Taibin langsung menyerang. Taktik tersebut sangat jitu.Terbukti pada menit ketujuh, Darut Taibin berhasil membobol gawang M Rizal Abdillah, penjaga gawang Mahrusiyah melalui tendangan M Alim.

Berhasil membobol gawang tuan rumah, Kapten Pesantren Darut Taibin Dwiki Fauzi Anjasmara bersama timnya semakin agresif menyerang. Sementara tuan rumah mengimbangi permainan agresif sehingga menjurus permainan keras. Di sini wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk? Dandi Andika dan Baktiyan Yoga dari tim Darut Taibin.

Bupati Tegal

Kejadian ini tidak menurunkan semangat para pemain Darut Taibin. Mereka hanya mengubah permainan. Kalau sebelumnya bermain umpan-umpan lambung, kini mereka menggunakan umpan pendek. Teknik ini manjur, terbukti menambah gol kedua pada menit ke-21 oleh Veri Tristanto disusul gol ketiga pada menit ke-24 oleh Baktiyan Yoga.

Bupati Tegal

Pada menit ke-31? Dwiki Fauzi menambah gol bagi timnya setelah mendapat hadiah penalti dari wasit. Penalty dijatuhkan karena salah satu pemain Mahrusiayah melakukan pelanggaran di depan gawangnya. Hingga turun minum posisi masih bertahan 4-0 untuk tim Darut Taibin.

Setelah turun minum, dan stamina sudah menurun tim Darut Taibin berhasil menambah satu gol pada menit ke-48. Hingga pluit panjang dibunyikan kedudukan tetap 5-0 untuk Kesebelasan Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Pada babak perempat final Darut Taibin akan bertemu dengan Kesebelasan Pesantren Pomosda Nganjuk. Pomosda juga lolos ke perempat final karena pada pertandingan sebelumnya mereka berhasil melibas kesebelasan Pesantren Al-Muhsin Tretek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Warta, Habib Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Magelang, Bupati Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi mengharapkan kehadiran parlemen Israel dalam suatu pertemuan parlemen berbagai negara di Pulau Bali jangan sampai memicu keributan di Indonesia.

"Sebenarnya Israel itu tidak tanggungan Indonesia karena yang mengundang itu perkumpulan parlemen internasional, mudah-mudahan tidak ada apa-apa, tidak ada keributan, itu sudah tidak tanggungjawab nya Indonesia," katanya di Magelang, Kamis.

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kehadiran Parlemen Israel Jangan Picu Keributan

Rencananya pertemuan Inter Parliamentary Union (IPU) ke-166 diikuti 148 negara termasuk parlemen Israel berlangsung di Bali, 29 April hingga 4 Mei 2007.

Ia menyatakan kawatir kehadiran parlemen Israel dalam pertemuan itu menimbulkan keributan, demo dan gangguan kamtibmas sehingga mengakibatkan citra Indonesia di mata internasional buruk.

Apalagi, katanya, kehadiran parlemen Israel dikawatirkan menimbulkan aksi terorisme yang memanfaatkan situasi yang ada. "Kalau sampai terjadi demo, gangguan, Indonesia sekalipun tidak ngundang juga kena, apalagi kalau ada teroris dan teroris biasanya sangat senang mengada-ada Israel," katanya.

Bupati Tegal

Ia mengharapkan, pertemuan IPU yang akan digelar di Indonesia itu bisa berlangsung lancar. "Kita cuma mengharapkan agar selamat," kata KH Hasyim Muzadi. (ant/kut)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal RMI NU Bupati Tegal

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah

Jakarta, Bupati Tegal. Melalui Multaqa Sufi atau Sufi Gathering di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/2), yang dihadiri Raja Abdullah II, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ingin menegaskan sikap bahwa konflik dan kekerasan di negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah harus dihentikan.

"Melalui ‘Nahdlatul Ulama Sufi Gathering’, PBNU menyerukan dihentikannya kekerasan di seluruh dunia. Aksi-aksi kekerasan hanya akan menghasilkan hancurnya peradaban manusia,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Hentikan Kekerasan di Timur Tengah

Secara khusus PBNU berharap Kerajaan Yordania dapat meningkatkan perannya sebagai pelopor perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Bupati Tegal

“Di Timur Tengah, Yordania menjadi negara yang sampai saat ini paling aman. Semoga Yordania bisa menjadi pelopor perdamaian dan menjadi contoh negara-negara di belahan dunia lainnya,” Kiai Said.

Bupati Tegal

Kepemimpinan Raja Abdullah II bin Hussein yang moderat ditambah corak keislaman Yordania yang moderat menjadi modal utama dalam mewujudkan kedamaian.

“Corak keislaman Yordani sangat moderat, toleran dan saling menghormati, sama seperti NU. Sikap moderat dalam beragama ini menjadi modal terwujudnya perdamaian," katanya

KH Said Aqil Siroj sendiri bersama Raja Abdullah II bin al-Hussein akan menyampaikan cemahnya di hadapan para tamu luar negeri dan para kiai perwakilan PWNU se-Indonesia. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Pahlawan Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Jakarta, Bupati Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda IV (Ke-4), Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur. Dengan jumlah total lulusan yang sudah mencapai 1033 orang, Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan PBNU ini akan terus berkomitmen menjaga tanggung jawab Nahdliyah.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana dan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU), Drs KH Mujib Qulyubi, MH saat menyampaikan sambutan di depan 386 wisudawan dan wisudawati, serta para tamu undangan yang memadati Gedung Sasono Langen Budoyo.

“Tanggung jawab Nahdliyah ini akan terus melekat kepada para lulusan STAINU Jakarta dengan selalu memegang teguh dan mengamalkan ajaran-ajaran Aswaja ala NU,” terang pria yang juga menjabat Katib Syuriyah PBNU itu sesaat setelah Ketua STAINU Jakarta, dr H Syahrizal Syarif, MPH, PhD menyampaikan sambutan.

Bupati Tegal

Kiai Mujib juga menegaskan, lulusan STAINU Jakarta jelas statusnya dan jelas sanad kelimuannya. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya beberapa pejabat tinggi di lingkungan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI serta Ketua Umum PBNU beserta jajaran ketua lainnya.

Bupati Tegal

“Hal ini saya sampaikan terkait informasi wisuda ilegal sebuah perguruan tinggi yang tersebar di media beberapa waktu lalu,” jelas mantan Ketua STAINU Jakarta ini.

Dia melanjutkan, sanad kelimuan yang terbangun secara akademik di STAINU Jakarta juga sangat jelas. Karena kelimuan yang berasal dari Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, tegas Kiai Mujib, dijamin menyambung hingga kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam kegiatan wisuda ini, hadir Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani dan Dr H Marsudi Syuhud, serta Wakil Ketua Kopertais I DKI Jakarta, Dr Abdul Wahid Hasyim. Hadir juga menyampaikan orasi ilmiah, Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, beserta jajaran pejabat Kemenag lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Meme Islam, RMI NU Bupati Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Jakarta, Bupati Tegal. Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara anggota G-20, Indonesia dipandang berpotensi sangat strategis dalam perekonomian global. Namun, di balik pertumbuhan makroekonomi yang membanggakan itu, Indonesia mengalami masalah fundamental, terutama berkaitan pemerataan ekonomi. Apalagi Indonesia menjadi importir pangan, terutama beras.

”Soal pangan ini ancaman besar. Harus segera dicarikan solusi. Sudah waktunya pemerintah harus merekonstruksi paradigma kebijakan pangan nasional. Dari paradigma ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan,” ujar Zaini Rahman, Ketua Panitia Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ke-5 di Sekretariat IKA PMII, Tebet, Jakarta (30/6).

Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Untuk itu, kata Zaini, penting bagi pemerintah dalam pembangunan ekonomi ini agar tidak hanya berorientasi mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth) semata, tapi juga memperhatikan strategi pembangunan ekonomi lainnya, yaitu, pro jobs, pro poor, dan pro environment.

Dikatakan, Indonesia adalah negara yang dikarunia sumber kekayaan alam melimpah, antara lain tanah subur. Sebagai negara agraris yang gemah ripah loh jinawi (batang dan biji jika ditanam akan tumbuh, Red.), berbagai tanaman pangan mudah dibudidayakan di Indonesia.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

”Juga sebagai Negara maritim Indonesia memiliki sumber pangan yang luar biasa potensial dari perikanan dan kelautan,” kata alumni PMII Cabang Yogyakarta ini.

Dengan memiliki luas lahan pertanian tidak kurang dari 7,75 juta hektar dan letaknya yang strategis di daerah tropis, lanjutnya, seharusnya Indonesia mampu memproduksi bahan pangan secara mandiri dan mengekspor.

”Namun realitanya bangsa ini justru terpuruk. Untuk memenuhi pangan rakyatnya kita bergantung pada impor. Ini ironis,” keluhnya.

Kata Zaini, dalam upaya mengatasi problem bangsa itu IKA PMII bermaksud merangkul kerjasama berbagai pihak pada sektor perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian dari penentu masa depan bangsa, IKA PMII merasa bertanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam pembangunan ekonomi di Indonesia agar sesuai amanat konstitusi dalam pasal 33 UUD 1945.

”IKA PMII menilai persoalan lemahnya ketahanan pangan hingga menjauhkan tujuan kedaulatan pangan di Indonesia ini harus segera diatasi. Soal pangan ini jadi salah satu topik yang akan dibahas di Munas,” ujar Zaini.

IKA PMII akan menggadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Bidakara Jln Gatot Subroto Jakarta(Senin, 01/07) pukul 13.00. musyawarah yang rencananya dibuka Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfud tersebut akan dihadiri pengurus IKA PMII 33 perwakilan tingkat provinsi dan 144 perwakilan tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Kholilul Rohman Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Sejarah Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Jakarta, Bupati Tegal - Komunitas Rumah Jamur bersama Tim Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sampang mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka pemulihan mental anak-anak korban konflik di Desa Bluran dan Desa Karang Gayam, Sampang. Mereka mengajak anak-anak di desa setempat menonton film motivasi, outbound, dan kegiatan psikososial lainnya.

Menurut Koordinator Tim Lakpesdam NU Sampang Mohammad Karim, semua anak-anak baik yang orang tuanya Sunni maupun Syiah merupakan korban dari konflik orang dewasa. Anak-anak semestinya tidak dilibatkan dalam konflik karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi.

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Anak-anak perlu dihibur untuk menghapus trauma dari kekerasan yang mereka saksikan saat kejadian.

"Anak-anak tidak boleh dilabeli Sunni atau Syiah. Mereka adalah anak-anak yang semestinya bisa tumbuh dalam suasana yang nyaman tanpa kekerasan," ujar Karim saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (23/1) pagi.

Bupati Tegal

Ketua Rumah Jamur Siti Fatimah menambahkan, metode pemulihan trauma dalam bentuk pemutaran film motivasi dikmaksudkan untuk membangkitkan semangat hidup mereka serta memberikan permainan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan? penguatan agar mereka tidak larut dalam kesedihan serta kebencian kepada sesama.

Bupati Tegal

"Kami ajak anak-anak bermain sambil belajar melalui pemutaran film motivasi untuk anak, permainan tradisional dan sharing bersama sehingga sedikit banyak bisa mengobati trauma yang mereka miliki akibat konflik yang pernah terjadi," ujar Peraih Medali Emas Olimpiade Astronomi Tingkat Internasional ini.

Rumah Jamur bersama Lakpesdam NU Sampang sengaja menurunkan tim di dusun eks lokasi konflik tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

"Apapun yang terjadi, kami ingin memastikan anak-anak korban konflik ini tetap terjaga kebahagiaannya sehingga bisa lebih terjamin masa depannya," imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 6 jam sejak pagi hingga siang ini diikuti kurang lebih sebanyak 110 anak. Di akhir sesi kegiatan, Tim Rumah Jamur juga menggelar diskusi dengan sejumlah tokoh, pemuda, dan guru untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, RMI NU, Kiai Bupati Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I)

Jakarta, Bupati Tegal. Tanggal 1 Mei, merupakah salah satu momen terpenting bagi kaum pekerja atau buruh. Berawal dari perjuangan kaum buruh untuk memperjuangkan hak-haknya, 1 Mei 1886 ditetapkan sebagai Hari Buruh se-Dunia.

Momentum tersebut kemudian dikenal sebagai May Day. Dari tahun ke tahun, tanggal 1 Mei selalu diperingati dengan pelbagai cara, mulai dari aksi turun jalan, rapat umum, mimbar bebas, tuntutan melalui media seni dan budaya, hingga ritual keagamaan.

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I)

Tuntutan yang digagas dari tahun ke tahun pun beragam, mulai dari masalah pengupahan, kebebasan berserikat, PHK, jaminan sosial, penolakan alih-daya (outsourcing) hingga tuntutan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Namun selalu ada satu benang merah dari bermacam tuntutan tersebut, yakni upaya perbaikan atas tata kelola ketenagakerjaan dan enforcement terhadap kebijakan perburuhan.

Bupati Tegal

Masalah-masalah di atas mendorong pekerja atau buruh untuk menyuarakan aspirasinya pada May Day. Kaum buruh tersebut tergabung dalam serikat buruh atau serikat pekerja yang jumlahnya sekitar 2.000 organisasi pekerja di tingkat perusahaan di seluruh Indonesia.

Lalu, apa hubungannya serikat buruh/pekerja dengan KH. A. Musthofa Bisri, kiai NU yang akrab dengan sapaan Gus Mus itu? Apakah ia tokoh atau petinggi serikat buruh? Tentu bukan. Tetapi ada sisi tersembunyi yang selama ini tidak banyak terungkap. Bahkan Gus Mus sendiri barangkali tidak menyadarinya.

Adalah Soeharjono, Workers Specialist pada International Labour Organization (ILO), yang mengungkapkan bahwa Gus Mus menjadi sumber inspirasi tersendiri bagi serikat buruh atau serikat pekerja untuk mereformulasikan gerakannya.

Bupati Tegal

“Banyak sekali puisi-puisi Gus Mus yang menjadi sumber inspirasi dan refleksi kawan-kawan serikat buruh,” Bung Yono mengawali kesaksiannya kepada Bupati Tegal, di Jakarta, Selasa, (30/4).

Orang yang bekerja di ILO sejak 25 tahun yang lalu ini menjelaskan, bahwa dalam pelatihan-pelatihan perburuhan yang difasilitasi ILO, dirinya kerap membaca atau sekadar memutar puisi-puisi kiai asal Rembang tersebut.

“Puisi yang berjudul Negeriku, misalnya, benar-benar terasa menyentuh kaum buruh. Bait majikan-majikan bangsaku // memiliki buruh-buruh mancanegara // brankas-brankas ternama di mana-mana // menyimpan harta-hartaku // negeriku menumbuhkan konglomerat //dan mengikis habis kaum melarat,” tandas Bung Yono yang seolah sangat akrab dengan puisi tersebut.

Masih menurut Soeharjono, puisi Wakil Rais Aam PBNU berikutnya yang sering dibacakan di pelatihan-pelatihan buruh, berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana. Bait Aku harus bagaimana // Aku kau suruh maju // aku mau maju kau selimpung kakiku // Kau suruh aku bekerja // aku bekerja kau ganggu aku.

Puisi-puisi tersebut benar-benar menggungah kesadaran aktivis perburuhan, terutama buruh yang baru awal-awal masuk di keanggotaan serikat buruh.

Masih menurut kesaksian Bung Yono, puisi-puisi Gus Mus tersebut selalu dibacakan di sesi akhir pelatihan atau kegiatan. Selalu saja disambut dengan tangisan, yang kemudian menumbuhkan militansi buruh untuk memperjuangkan nasib mereka sendiri.

Redaktur? ? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor ? ? ? : Irham Ali

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Bupati Tegal

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP

Rembang, Bupati Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Rembang untuk mengenalkan Corp Brigade Pembangunan (CBP) pada even lomba gerak jalan cepat 8 Km yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Ahad (28/8) pagi. Pihak IPNU Rembang menurunkan CBP sebagai peserta lomba gerak jalan sambil meneriakan yel-yel mereka.

Corps Brigade Pembangunan merupakan suatu lembaga yang dibentuk IPNU dalam satu komando untuk mengawal pembangunan.

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP

Ketua IPNU Rembang Ahmad Humam saat ditemui media seusai lomba sangat mengapresiasi grup CBP Rembang. Sebab, dengan beberapa yel-yel kelompok CBP IPNU Rembang tampak semangat menyusuri jalan.

Meskipun dalam kegiatan tersebut grup gerak jalan cepat CBP belum menorehkan prestasinya, "Yang terpenting bukan menang kalahnya, tetapi tujuan utamanya ikut lomba ini adalah bagaimana CBP bisa dikenal oleh masyarakat luas," jelasnya.

Bupati Tegal

Menurut Humam, agenda lomba ini sangat stragis untuk menjaring kader-kader CBP. Sebab, dalam waktu dekat ini IPNU Rembang juga akan mengadakan Diklatama CBP dan KPP. Acara ini bertujuan membentuk pasukan khusus CBP dan KPP di Rembang.

Bupati Tegal

Lomba ini diikuti semua jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan organisasi kepemudaan di Rembang. Rute gerak jalan cepat dimulai dari Jalan Dr Soetomo (Depan Rumah Dinas Wabup Rembang) menyusuri Jalan Wahidin-KS Tubun-Ketanggi-Jalan Pemuda dengan titik akhir di Jalan Dr Soetomo. Total jarak yang ditempuh sekitar delapan kilometer.

Sementara itu, pemenang lomba gerak jalan cepat masing-masing Juara I dari KONI Rembang, Juara II dari SMK Muhammadiyah Rembang dan juara III dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hadiah diberikan langsung oleh Bupati Rembang H Abdul Khafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto setelah acara digelar. (M Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Ulama, RMI NU Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa

Surabaya, Bupati Tegal. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Dr Ir Mohammad Nuh DEA siap memfasilitasi kaum muslimin di Indonesia dalam menentukan awal dan akhir puasa Ramadhan dengan menggunakan teknologi informasi (IT).

"Kami akan memanfaatkan teropong bintang di Boscha, Bandung untuk melihat hilal (bulan sabit), kemudian datanya dikirim ke kantor saya dan direlay televisi," katanya usai meresmikan perubahan laman/website Pemkab Probolinggo, Minggu malam, sebagaimana rilis dari staf khusus Menkominfo, Senin.

Dalam peresmian perubahan nama lama Pemkab Probolinggo dari www.kabprobolinggo.go.id menjadi www.probolinggokab.go.id sekaligus peringatan Isra’ Mi’raj itu, mantan Rektor ITS Surabaya mengatakan muncul-tenggelamnya rembulan merupakan gejala alam (sunatullah).

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkominfo Fasilitasi Penentuan Awal dan Akhir Puasa

"Itu sama dengan gejala air yang mendidih jika dipanasi dengan suhu 100 derajat Celcius. Ya kita pasang teropong, yang mana itu hilal. Kita dulu dibohongi terus karena tidak pernah tahu sendiri hilal itu seperti apa. Saya pikir boleh pakai teropong, seperti kalau kita pakai kacamata, hanya saja kacamata yang dipanjangkan," katanya.

Menkominfo mengaku prihatin menyaksikan kaum muslimin di Indonesia yang terpecah menjadi tiga kelompok saat menentukan awal-akhir Ramadhan, yakni NU dengan rukyatul hilalnya, Muhammadiyah dengan hisabnya, dan Hizbut Tahrir dengan rukyat internasionalnya.

Bupati Tegal

"Itu ’kan sebenarnya perkara teknis, tapi begitu ditarik ke masalah syar’i (hukum agama) ya tentu saja bisa berimplikasi syar’i. Kalau hari raya beda sehari kok masih mungkin, tapi kalau sampai dua hari ’kan aneh," katanya.

Namun, katanya, upaya kementerian yang dipimpinnya dalam penentuan awal-akhir Ramadhan hanya sebatas membantu Departemen Agama (Depag) RI. "Yang punya kewenangan penentuan awal-akhir Ramadhan, termasuk juga haji adalah Depag. Kami hanya membantu melalui TI," katanya.

Bupati Tegal

Ia menilai rasanya aneh kalau umat Islam yang jumlahnya sekitar 200 juta jiwa tidak bisa melihat bulan, apalagi di era TI seperti sekarang. "Kebetulan 27 Agustus mendatang ada gerhana bulan, nanti teropong di Boscha akan kita uji coba untuk mengamati bulan dari detik ke detik, kita tampilkan di televisi. Rukyat ’kan seperti itu juga," katanya.

Bila masyarakat menyaksikan muncul-tenggelamnya bulan secara TI, katanya, tidak perlu lagi "gontok-gontokan" (perbedaan secara tajam), karena tinggal melihat di televisi, maka akan dapat diketahui, apakah hilal sudah muncul atau belum. (ant/eko)

? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, RMI NU, Kajian Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif

Pringsewu, Bupati Tegal. Anggota pencak silat Pagar Nusa NU menunjukkan kebolehannya di hadapan peserta Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) Ke-1 yang digelar di kompleks Gedung NU Pringsewu, Ahad (11/10). Atraksi diawali dengan penampilan salah satu anggota Pagar Nusa dengan tangan kosong dan menggunakan alat bantu tongkat serta pedang.

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Penampilan Pagar Nusa NU Gadingrejo Pukau Peserta Perkemahaan Maarif

Sementara pada penampilan kedua, dua orang pendekar melakukan atraksi silat saling menyerang dan bertahan menggunakan pedang.

Penampilan terakhir, lima orang anggota melakukan atraksi yang cukup mendebarkan dengan memecahkan tumpukan genting menggunakan kekuatan tangan kosong dan tenaga dalam.

Bupati Tegal

Menurut pembina Pagar Nusa Rois, penampilan ini merupakan bentuk partisipasi Pagar Nusa dalam Permacab perdana ini. "Kami juga ingin lebih mengenalkan bela diri pencak silat Pagar Nusa di kabupaten Pringsewu khususnya kepada para generasi muda," ungkapnya.

Bupati Tegal

Rois menambahkan, pada Permacab ini anggota Pagar Nusa bimbingannya yang berpusat di Desa Parerejo kecamatan Gadingrejo mengirimkan dua regu yang berjumlah 24 orang putra dan putri. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Tangerang,Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Kota Tangerang, Banten bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Tangerang mengadakan seminar kebangsaan bertema "Penetapan Ideologi Pancasila" di aula gedung Windu Karya akhir pekan lalu.

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Kegiatan yang dihadiri unsur Pengurus PCNU, MWCNU, banom, lembaga, lajnah NU dan Nahdliyin Kota Tangerang tersebut membicarakan isu-isu kekinian tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ancaman-ancaman disintegrasi masayarakat.

Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin menyampaikan perlunya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah antara umat Islam.

Bupati Tegal

Umat Islam, kata dia,? jangan mudah menerima kemudian percaya segala informasi di media sosial yang terkadang berisi hasutan, dan provokasi. Warga NU harus mencari kebenaran dari informasi yang didapat.

Bupati Tegal

Seminar yang menghadirkan pembicara dari unsur TNI, Polri, dan MUI secara bergantian menyampaikan materinya.

Dari unsur TNI hadir sebagai pembicara mewakili Dandim 0506 Tangerang Danramil Batu Ceper yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara, jangan sampai masyarakat di adu domba dengan isu-isu agama, etnis, suku, dan budaya.

“Tentunya kebhinekaan yang sudah ada kita jaga dan rawat demi keutuhan NKRI,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (19/11)

Kemudian Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota dalam meterinya menyampaikan agar masyarakat lebih waspada menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan ditengah era globalisasi dimana tekhnologi bisa menjadi alat propaganda untuk merusak kemajemukan, dan kebhinekaan, oleh sebab itu hendaknya masyarakat dengan bijak menggunakan tekhnologi.

Sementara pembicara dari MUI KH Edi Junaidi dan KH Arief Hidayat membahas pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari sisi keagamaan.

NU, sebagai ormas Islam mempunyai peran penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sudah sepatutnya unsur-unsur NU menjaga, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Dengan menghormati keberagaman, perbedaan, tentunya akan muncul sikap saling menghormati, tidak saling menyalahkan antara sesama. Karena dalam agama Islampun lebih mengutamakan kedamaian dibandingkan dengan perpecahan yang akan merugikan semuanya,” ujarnya. (Atho Al-Farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar

Jombang, Bupati Tegal. NU memang memiliki magnet yang sangat kuat dan menarik untuk dijadikan bahan penelitian khususnya di bidang agama maupun sosial. Tidak terkecuali Christhoper seorang mahasiswa asal Jerman yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan pendidikannya. 

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar

Christhoper merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Belanda dan sedang menyelesaikan penelitian akhirnya mengenai kebebasan beragama.

Kehadirannya untuk melihat suasana Muktamar ke 33 NU yang di gelar di alun-alun dari 1-5 Agustus 2015 di Jombang dikarenakan ketertarikannya terhadap ormas NU dan tokoh tokohnya yang dikenal sangat toleran dan moderat.

Bupati Tegal

Christhoper sangat tertarik dengan salah satu tokoh NU yaitu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang terkenal dengan sebutan "Bapak Pluralisme Indonesia". Oleh karena itu ia bersama salah satu rekannya menyempatkan diri meneliti lebih dalam tentang Gus Dur dengan berkunjung ke stand Wahid Institute.

Bupati Tegal

"Saya sudah membaca banyak tentang biografi Gus Dur dari berbagai sumber yang ada. Dan saya berharap dapat memahami lebih dalam lagi tentang Gus Dur dan pola pikirnya," jelasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, RMI NU, Sunnah Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat

Pati, Bupati Tegal

Nahdlatul Ulama mendorong pentingnya gerakan penyadaran zakat kepada orang-orang yang wajib menunaikannya (muzakki). Dorongan ini muncul dari Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH M Aniq Muhammadun dan Ketua PCNU Pati H Ali Munfaat.

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat

Keduanya hadir dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (15/1) lalu.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Pati Sutaji. Menurutnya, potensi besar zakat di Pati mesti digerakkan oleh seluruh elemen masyarakat. “Potensi zakat di Pati ini secara individu adalah 20 miliar,” katanya.

Bupati Tegal

Sutaji juga berharap, Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa mampu melahirkan kader-kader amil (pengelola) zakat yang jujur, amanah, dan profesional. Kader-kader inilah yang nanti diharapkan mampu menggerakkan potensi zakat untuk program pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan umat.

“Program ‘Berhenti Miskin’ harus terus disosialisasikan supaya umat Islam lepas dari belenggu kemiskinan menuju kemandirian dan kesejahteraan,” ujarnya memberi semangat.

Bupati Tegal

Imam Zarkasih selaku Ketua Baznas Pati menyampaikan, Ipmafa harus melahirkan lulusan amil zakat yang memiliki kompetensi ilmu fiqih, hukum, dan regulasi; kompetensi di bidang manajemen; dan kompetensi di bidang komunikasi.

Hadir pula dalam kesempatan itu Muslihan dari Penyelenggara Syariah Kemenag Pati, Syafii dari Baitul Mal Fastabiq, Mumu Mubarak dari Arta Mas Syariah, Samidi dari BMT Al-Fath, beberapa perwakilan dari LAZISNU. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, RMI NU Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa waktu yang lalu tersiar berita mengenai pertanyaan KH Syukron Makmun tentang tanah wakaf yang dikenai pajak kepada Presiden. Dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017), ia menyatakan bahwa tanah wakaf yang dikelolanya dikenai pajak.

"Saya sendiri ditagih pajak, yang jumlahnya nanti istighfar mendengarnya," kata Syukron Makmun.

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 Pasal 3 Ayat 1, tanah yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia Soraya Devi, tanah wakaf yang dikenai pajak bisa jadi karena tanah itu belum memiliki sertifikat wakaf.

"Yang sekarang banyak terjadi adalah tagihan pajak timbul karena banyaknya tanah wakaf yang belum bersertipikat hak milik wakaf," jelas Devi, Selasa (5/4/2017) malam.

Bupati Tegal

Ia mencontohkan tanah wakaf yang masih bersertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usah (HGU), girik, dan verponding.

Bupati Tegal

Untuk bisa mendapatkan sertifikat wakaf, menurut Devi, persyaratan berupa warkat atau surat-surat tanah harus lengkap. Namun, "Kelengkapan warkat inilah kendala utama," ujar Devi.

Untuk itu, Devi berharap Badan Pertanahan Nasional bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih memudahkan nazhir untuk mendapatkan sertifikat wakaf.

"Terutama sertifikat wakaf untuk tanah yang di atasnya ada masjid," kata Devi.

Mengenai tanah wakaf yang digunakan untuk kegiatan usaha wakaf produktif, Devi menyatakan bahwa hanya kegiatan usahanya yang dikenai pajak. Adapun tanahnya tidak dikenai pajak jika sudah bersertifikat wakaf. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Humor Islam, RMI NU Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah

Malang, Bupati Tegal. Mahasiswab UIN Malang yang tergabung dalam IPNU-IPPNU membekali kader IPNU-IPPNU di tingkatan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) dengan kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan di Aswaja Centre Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat-Sabtu (04-05/10). 

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah

Kegiatan yang bertajuk “Meningkatkan loyalitas kader Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan Trilogi IPNU-IPPNU” itu diikuti 130 peserta dari berbagai Jurusan. “Ini adalah peserta terbanyak sepanjang Lakmud yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU UIN Malang,” jelas Ketua IPNU Komisariat UIN Malang Sarohmat di sela-sela acara.

Selama kegiatan berlangsung, katanya, peserta diberikan sejumlah materi di antaranya ke-Aswaja-an, sejarah IPNU, ke-NU-an, manajemen dakwah, keorganisasian dan kepemimpinan.

Bupati Tegal

Menurut Sarohmat, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali kader IPNU-IPPNU agar dapat meneruskan kepengurusan yang sudah berjalan dengan baik ahir-ahir ini

“Selama kepengurusan yang saya pimpin, bukan hanya kegiatan yang bersifat spiritual yang kami rutinkan tiap minggunya, namun juga diskusi-diskusi, baik itu teoritis ataupun isu-isu nasional yang patut diperbincangkan,” papar Mahasiswa semester 5 itu.

Bupati Tegal

Sesuai dengan tema yang diangkat, menurutnya, Lakmud merupakan proses pengkaderan formal di IPNU-IPPNU yang harapannya menjadi kader berkualitas, mempunyai loyalitas dan militansi tinggi sesuai selogan “Aswaja Jiwaku, NU Ragaku”.

Agar tetap berkembang dan tidak statis, dia mengimbau agar pengurus tidak hanya menggodok kader dalam keilmuan kampus atau Jurusan, namun juga langsung ikut bersumbangsih pada masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. 

Hadir juga dalam kesempatan itu, Dr KH Saiful Munir, KH. Oemar Faruq selaku pendiri IPNU di Kota Malang, dan KH. Zainal Arifn. “Sengaja para pediri kami hadirkan agar para kader tahu sejarah IPNU-IPPNU, tidak hanya taqlid pada pengurus” tegas Sarohmat. (Diana Manzila/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, RMI NU Bupati Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU

Pamekasan, Bupati Tegal. Kemajuan NU harus berkesinambungan. Tidak hanya berhenti saat ini saja, melainkan mesti kekal hingga hari akhir menyapa. Dan, pembinaan generasi NU secara serius menjadi kunci utama untuk mewujudkan hal itu.

“Para pelajar yang tergabung di IPNU maupun IPPNU lah yang bakal menjawab hal itu,” tegas ketua IPPNU Kadur Pamekasan Helliyatul Mukarramah saat memberikan pengarahan dalam pembentukan Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMA Al-Falah di Aula Lantai II SMA Al-Falah, Kamis (12/4). “Kami akan serius membina kalian. Dan keseriusan ini juga harus dilakukan oleh kalian.”

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyeriusi Pembinaan Generasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyeriusi Pembinaan Generasi NU

Dikatakan, sayap organisasi NU semacam IPNU dan IPPNU adalah gerbang awal untuk mencetak kader-kader NU yang militan, peduli terhadap kemajuan NU baik secara struktural maupun kultural. Secara kultural memang nilai-nilai ke-NU-an memang kuat, tetapi secara struktural masih perlu pemeliharaan secara baik.

Bupati Tegal

“Kita punya kesempatan atau peluang besar menjadi kader NU yang hebat. Sebab, kita punya waktu panjang untuk berproses di NU. Yang tahap awalnya ialah melalui organisasi pelajar, dalam hal ini IPNU maupun IPPNU,” beber Helen, panggilan akrab Helliyatul Mukarramah.

Untuk itu, Helen juga menegaskan agar para kader NU yang berproses di IPNU-IPPNU bisa melanjutkan cita-cita pendiri NU: tegaknya Islam yang rahmatal lil’âlamîn. Menjadi pencetus sekaligus penggerak lahirnya perdamaian.

Bupati Tegal

“Kita harus yakin mampu mewujudkan hal itu,” tandasnya. 

 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock