Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih

Kudus, Bupati Tegal. Ribuan masyarakat Kecamatan Undaan mengiringi kirab merah putih yang diadakan Kanzus Sholawat Angudi Barokahe Gusti (ABG) cabang Kudus Ahad (24/2) sore.

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Iringi Kirab Merah Putih

Mereka yang terdiri dari siswa berbagai sekolah, organisasi masyarakat, dan komunitas lintas agama itu mengiringi kirab dengan menempuh perjalanan 2,5 kilometer mulai dari Balai Desa Undaan Tengah.

Kirab kebangsaan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung meriah. Ragam kebudayaan ditampilkan seperti pakaian adat nusantara, seni terbang papat, Barongan, reog ponorogo, barongsai dan marching band ? dari Madrasah Aliyah (MA) NU Nahdlatul Muslimin Undaan dan ? Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Bupati Tegal

Ketua Panitia Ali Makhrus mengatakan nilai kebangsaan dan nasionalisme menjadi tema utama pelaksanaan peringatan maulid Nabi Muhammad oleh kanzus Sholawat. Tujuannya untuk menanamkan kembali nilai-nilai nasionalisme di kalangan anak bangsa yang akhir-akhir ini semakin luntur.?

Bupati Tegal

"Melalui kirab kebangsaan ini dimaksudkan nilai-nilai dan semangat nasionalisme anak bangsa bisa tertanam kembali," ujarnya..

Ia mengatakan, Nabi ? Muhammad SAW ? diturunkan sebagai rahmatal lil alamin (rahmat bagi semesta alam). Makanya dalam kirab kita menampilkan ragam budaya dari berbagai agama, suku dan etnis.

"Dari agama,suku maupun etnis apapun kita libatkan selama masih dalam bingkai NKRI. Makanya semboyan kegiatan ini adalah NKRI harga mati, bukan basa-basi, tegas Machrus..

Kirab kebangsaan ini, tambahnya, merupakan salah satu rangkaian ? peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan Kanzus sholawat Cabang Kudus ini ? sejak 20 - 27 Februari. Kegiatan lainnya, ? Bazar maulid (20-27/2), Pentas seni Budaya (20-25/2),dan pentas malam pasihan bersama musik gambus Macica Solo (26/2).

"Puncak acaranya malam Kamis (27/2) berupa pengajian umum yang akan dihadiri Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dari Pekalongan,"terangnya.

Kegiatan Maulid Nabi ? Kanzus Sholawat Kudus di Desa Undaan Lor ini selalu menjadi perhatian dan hiburan ? warga masyarakat kudus dan daerah lainnya. Salah seorang warga Undaan Lor Farhan mengaku terhibur dengan adanya rangkaian kegiatan maulid di kanzuz Sholawat ini.

"Setiap tahun acara semacam ini sudah rutin dan selalu dinanti masyarakat. Selain menghibur masyarakat terhibur juga ada tuntunannya terutama saat pengajian bersama ulama, kiai dan habaib," ujarnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot

Sidoarjo, Bupati Tegal 

Dewasa ini, banyak sekali kelompok tertentu yang berpakaian dan berpenampilan sangat islami. Padahal mereka gemar menampakkan permusuhan dengan kelompok yang lain. Mereka gemar memicu keresahan.

“Karena itu, jangan mudah terkecoh dengan penampilan fisik,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika menyampaikan pengarahan dalam acara pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur di Pesantren Bumi Shalawat Kompleks SMP Progresif, Lebo Sudoarjo, Jumat (31/5) malam lalu. 

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Perilaku Islami Tak Ditentukan Gamis dan Jenggot

Kang Said menambahkan, salah satu dari perilaku dan penampilan yang kelihatannya islami tersebut adalah tampilnya kelompok yang selalu menggunakan gamis dengan jenggot lebat. Padahal prilakunya belum tentu sesuai dengan Islam yang rahmatal lil ’alamin.

Bupati Tegal

Dikatakannya, dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ibadah, perbedaan antara yang benar dan yang salah sangat tipis, sehingga perlu hati-hati dalam  menyikapinya. 

Bupati Tegal

Dalam kesempatan itu Kang Said kembali menyerukan untuk kembali ke pesantren, yakni kembali kepada nilai-nilai yang diajarkan oleh para aulia.

Menurutnya, kembali ke pesantren sebagai rujukan dari nilai-nilai justru sangat penting di tengah globalisasi yang tidak menentu. Kembali ke pesantren, katanya, berarti kembali kepada kebudayaan nusantara.

“Pesantren adalah merupakan budaya asli nusantara yang mengembangkan nilai kenusantaraan dengan bimbingan nilai-nilai keislaman,” ujarnya di acara yang dihadiri Mahfudz MD, Ali Masykur Musa, Soekarwo, Saifullah Yusuf serta sejumlah pimpinan dan daerah dan partai politik Jawa Timur.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Harian PBNU menyampaikan maklumat bagi PWNU dan PCNU se-Indonesia perihal ketentuan muktamar. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Senin (9/3) sore, memberikan kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk melakukan konferensi paling lambat 30 April 2015 mendatang.

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

PBNU menjatuhkan sanksi bagi mereka yang telat mengadakan konferensi. Selain harus melakukan segera konferensi, mereka juga tidak memiliki hak pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Sejumlah peserta Rapat Harian mengusulkan agar mereka yang melewati batas yang ditentukan PBNU ditolak pada forum muktamar NU mendatang. Tetapi Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ tidak sepakat.

Bupati Tegal

Mereka yang melewati batas akhir, perlu diakomodasi hanya sebagai peninjau, bukan sebagai peserta muktamar. Artinya, mereka tidak memiliki hak-hak sebagai peserta penuh, ujar Munim.

Bupati Tegal

“Kalau konferensi wilayah dan cabang tidak segera dilaksanakan, maka PWNU dan PCNU yang bersangkutan tidak memiliki hak penuh dalam muktamar termasuk salah satunya hak suara,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Ketentuan ini disepakati oleh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU beserta panitia Muktamar Ke-33 NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Kiai, Sejarah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Solo, Bupati Tegal. Pada bulan Ramadhan, semua ibadah akan dilipat gandakan. Nah belasan tukang becak di Solo ini tidak mau kerlena dengan profesi mereka.

Mereka yang tergabung dalam paguyuban dalam Paguyuban Tukang Becak Solo Grand Mall itu berkumpul sambil menunggu penumpang terlihat antusias menyimak penjelasan dari sesama kawannya.

Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Momentum Ramadan tahun ini dimanfaatkan para tukang becak ini untuk belajar bersama membaca Al-Qur’an. Kegiatan itu digelar untuk mengisi waktu senggang saat menjalani puasa di bulan Ramadan.

Bupati Tegal

Ukur Sukar (71) salah seorang tukang becak mengaku jika dirinya memang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Namun, ia sering mendengarkan bacaan Al-Qur’an melalui pengajian di masjid.

“Saya tidak bisa membaca Al-Qur’an sejak dulu, ya dengan adanya kegiatan ngaji bersama ini saya menjadi sedikit mengerti cara membacanya dan memahami arti dari Al-Qur’an tersebut,” ujarnya kepada wartawan seusai membaca Al-Qur’an.

Bupati Tegal

Menurut Ukur, kegiatan ini sangat berarti daripada ia bersama teman-temannya jenuh menunggu penumpang dan hanya dihabiskan waktu dengan tidur saja. Saling belajar membaca Al-Qur’an menurutnya lebih positif dan mendatangkan pahala.

Sementara itu, tukang becak lain yang bertindak sebagai guru pengajar Al-Qur’an, Imam Suyatno (49) mengatakan senang bisa mengajari teman-temannya agar bisa menjalankan syariat Islam dengan baik. Karena selain ibadah salat membaca Al-Qur’an saat bulan Ramadan pahalanya besar sekali.

Ia berharap kegiatan mengaji ini tidak hanya dilakukan saat bulan puasa saja, tapi di bulan-bulan selanjutnya bisa terus berjalan.

"Saya juga ingin mengajarkan salat pada teman-teman yang lain, saya liat mereka salatnya masih banyak yang bolong-bolong bahkan ada yang tidak bisa doanya,” jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pemurnian Aqidah, Kiai Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Surakarta, Bupati Tegal

Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI-NU) Jawa Tengah menggelar Silaturahim Daerah (Silatda) “Gerakan Ayo Mondok” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, 17-19 Oktober 2017. Dalam rangkaian Silatda turut dihelat Seminar Pasar Modal Syariah dengan tema Santri Sadar Investasi, Rabu (18/10).



Seminar tersebut diikuti sekitar 200 santri, dengan menghadirkan pembicara Supervisor Sharia Capital Market Development Indonesia Stock Exchange, 
Derry Yustria; dan perwakilan Panin Sekuritas Solo H Subiyanto. 

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Pada sesi pertama, para santri diajak untuk mengenal pasar modal syariah, khususnya ajakan untuk berinvestasi di saham syariah. Derry menjelaskan bahwa saham adalah tanda bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan.

"Dengan berinvestasi di saham syariah, seorang investor akan mendapatkan capital gain dan deviden," kata Derry.

Perusahaan yang menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya termasuk sebagai saham syariah sebenarnya ada di sekitar kita.

Bupati Tegal

"Selama ini kita hanya bertindak sebagai konsumen, tetapi belum banyak menyadari bahwa keuntungan dari hasil penjualan produk-produk perusahaan yang sahamnya ditawarkan di Bursa Efek Indonesia juga akan dinikmati oleh investor dalam bentuk deviden dan kenaikan harga saham perusahaan tersebut," lanjutnya.

Selain itu, para santri dikenalkan dengan istilah IHSG yaitu Indeks Harga Saham Gabungan serta makna dari naik turunnya nilai IHSG yang selama ini sering kita ketahui melalui media-media nasional baik cetak maupun eletronik. 

Para santri juga diajak untuk mengenal istilah inflasi. Pentingnya kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal syariah bagi para santri adalah bahwa dengan berinvestasi nilai uang pada saat ini lama-lama akan tergerus oleh waktu akibat inflasi. Oleh sebab itu penting bagi para santri untuk melindungi nilai uang saat ini dengan berinvestasi agar nilai uang pada saat ini tidak tergerus oleh inflasi di masa depan dengan ikut mensukseskan Gerakan Yuk Nabung Saham Syariah.

Bupati Tegal

Pada akhir tahun 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara Year to Date dimana ISSI mencatatkan kenaikan 18,6% sementara IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 15,3%.

Hal tersebut menandakan, kinerja saham-saham syariah lebih tinggi dibanding keseluruhan kinerja saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu, partisipasi santri dalam mengembangkan pasar modal syariah menjadi elemen yang penting dalam upaya memajukan keuangan syariah di Indonesia. Per Okober 2017 menurut materi presentasi yang disampaikan, tercatat sudah ada 345 saham syariah yang ditawarkan oleh Bursa Efek Indonesia sebagai pilihan instrumen investasi.

Sementara itu, H Subiyanto memaparkan bertransaksi di pasar modal melalui aplikasi POST Syariah (PaninSekuritas Online Stock Trading Syariah). Panin Sekuritas Online Stock Trading Syariah atau POST Syariah adalah sistem perdagangan saham melalui internet (online stock trading), saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana yang diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan peraturan OJK mengenai pasar modal syariah.





POST Syariah telah memperoleh Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No. 007.18.02/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang Kesesuaian Syariah atas Sistem POST Syariah untuk PT Panin Sekuritas Tbk. Dengan demikian POST Syariah dapat digunakan untuk melakukan transaksi saham secara syariah. Saham-saham yang tidak termasuk dalam saham syariah tidak dapat ditransaksikan. Di akhir sesi, lima peserta seminar mendapatkan hadiah berupa pembukaan akun dari Panin Sekuritas.  (Muhammad Alan Nur/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional, Kiai Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Bojonegoro, Bupati Tegal. Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/9) siang, tampak riuh oleh suara anak-anak usia 8-9 tahun. Pasalnya, rombongan murid Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Sumberejo, Bojonegoro, sedang berkunjung ke markas para relawan yang berada di jalan Trunojoyo no 5 Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Kunjungan dimaksudkan sebagai pengenalan sejak dini para siswa tentang pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan didampingi dewan guru, mereka mengelilingi kompleks PMI Bojonegoro, mulai dari ruang resepsionis, ruang donor darah, mushola, sampai aula markas.

Di aula markas, rombongan pelajar yang berjumlah tak kurang dari 30 anak tersebut menonton pemutaran film tentang relawan. Salah satu staf PMI, Muhani, mengatakan, pengenalan makna relawan kepada anak usia dini sangat diperlukan. Menurut dia, merekalah cikal bakal relawan-relawan masa depan Bojonegoro.�

Bupati Tegal

“Siapapun yang tergerak hatinya untuk membantu kesulitan yang dialami oleh orang lain sebenarnya dia sudah menjadi relawan,” ujar Kak Hani, pangilan populer Staf PMI yang sudah puluhan tahun menjadi Relawan di PMI.

Murid-murid yang siang itu mengenakan seragam batik LP Ma’arif tampak antusias mengikuti pembelajaran luar kelas yang diadakan pihak sekolah. “Ternyata kakak-kakak yang ada di PMI bisa disebut sebagai pejuang kemanusiaan ya!” tutur Faricha, siswa paling bersemangat, ketika mengunjungi ruang donor darah.

Bupati Tegal

Di sela-sela kunjungan, sebuah cendera mata diberikan pihak MINU kepada para staf PMI yang dinilai sudah mengabdikan sebagian hidupnya untuk orang lain. ”Ini merupakan pengikat dari kami bahwa kami juga bangga memiliki para relawan dan anak-anak calon relawan masa depan bangsa yang mendapatkan info langsung dari sumbernya,” pungkas guru pendamping, Ahsanul Amilin.

Rangkaian kunjungan studi karya MINU Sumberrejo ini diawali dari kantor Pos Indonesia, PMI, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan diakhri di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro (DPRD). (Uzlifatul Jannah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Ulama, Kiai Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Gelar Aksi, PMII Dukung Pembongkaran Kasus Korupsi

Blitar, Bupati Tegal. Sejumlah kader muda NU yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Blitar, Jum’at (1/3) menggelar aksi di jantung kota Blitar. Mereka menyatakan mendukung upaya pengungkapan berbagai kasus korupsi besar di Indonesia. 

Gelar Aksi, PMII Dukung Pembongkaran Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, PMII Dukung Pembongkaran Kasus Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, PMII Dukung Pembongkaran Kasus Korupsi

Salah satu dukungan disampaikan untuk Anas Urbaningrum, mantan ketua umum Partai Demokrat yang telah ditetapkan sebagai tersangka, untuk membongkar sejumlah skandal korupsi besar seperti kasus Hambalang, kriminalisasi Antasari Azhar dan bailout Century yang merugikan negara 6,7 T.

“Niat Anas untuk  membongkar kasus yang merugikan bangsa dan negara patut mendapat dukungan dari semua pihak,” kata Mahathir Muhammad, salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Bupati Tegal

Mahathir juga menyatakan PC PMII Blitar akan mengajak elemen lain dan masyarakat untuk mendukung Anas dalam konteks membongkar kasus korupsi dan terus memantaunya.

Aksi ini sempat panas ketika polisi melarang mahasiswa membakar ban sebagai simbol kekecewaan terhadap rezimSBY. Perdebatan antara Mahathir dan polisi pun terjadi. Mahasiswa berhasil membakar ban, namun saling dorong antara mahasiswa dan polisi tidak dapat dihindari. Aksi PC PMII Blitar ini ditutup dengan doa dan mahasiswa kembali dengan tertib.

Bupati Tegal

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim

Jakarta, Bupati Tegal
Sejumlah kiai yang tergabung dalam Yayasan Islam Buntet, Cirebon menyatakan mendukung kepemimpinan Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PBNU. Para kiai Buntet menemui Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (18/12/2004) sekitar pukul 16.00 WIB. Pertemuan mereka dengan Hasyim berlangsung tertutup.

Para kiai itu antara lain Ketua yayasan pendidikan Islam Buntet pesantren KH Adib Rofiuddin Ihza, Sekretaris bidang pendidikan Buntet Pesantren KH Aris Nimatullah, salah satu pendiri Buntet Pesantren Salim Effendi Anas. "Kami menerima, menghormati dan menghargai hasil muktamar. Secara kelembagaan kami mendukung KH Hasyim Muzadi," kata Adib Rofiuddin Ihza.

Ditanya pernyataan Gus Dur yang mengaku mendapat dukungan dari sesepuh dan pendiri Ponpes Buntet KH Abdullah Abbbas, Adib menyatakan hal itu terjadi dengan memanfaatkan keuzuran Abdullah Abbas. "KH Abbas sudah uzur dan sepuh. Dengan keuzuran beliau banyak yang memanfaatkan," kata Adib.

Menurut Adib, kedatangan mereka untuk menjelaskan kepada Hasyim pertemuan para kiai penolak Hasyim di pesantren itu yang tidak berarti menunjukkan sikap resmi pesantrennya. Selain itu, kata Adib, kedatangan mereka untuk mengundang Hasyim secara resmi atas nama yayasan pesantren hadir pada acara "haul" di Pesantren Buntet pada April tahun depan.

Sementara Hasyim Muzadi menyatakan, kedatangan para kiai dari Buntet itu untuk memberi tahu kepada dirinya tentang tidak dilibatkannya mereka dalam pertemuan Abdullah Abbas dengan Gus Dur yang menghasilkan mandat pembentukan NU tandingan. "Mereka tadi datang memberitahu saya kalau mereka tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Gus Dur dengan KH Abdullah Abbas, 7 Desember 2004. Padahal untuk mengatasnamakan Buntet harus atas nama yayasan," kata Hasyim.

Hasyim juga menolak berkomentar tentang rencana Gus Dur menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk membentuk NU tandingan. "Saya tidak perlu menanggapinya (MLB). seseorang boleh-boleh saja berwacana. Tapi tak perlu menstrukturkan diri. Selama itu menjadi wacana saya tak perlu menanggapi," katanya.

Abaikan Langkah Gus Dur

Ditempat  yang sama Hasyim Muzadi tidak memperdulikan pendaftaran organisasi NU versi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) beberapa waktu lalu. "Yang menjadi kewajiban saya adalah yang apa-apa yang diamanatkan muktamar, di luar itu tidak," kata Hasyim yang menyatakan belum memperoleh informasi mengenai pendaftaran itu kepada wartawan.

Hasyim yang kembali terpilih sebagai ketua umum dalam muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah awal Desember lalu juga tidak mau mengomentari rencana Gus Dur menggelar muktamar luar biasa (MLB) NU pada Juni tahun depan.  "MLB itu ada aturannya di AD/ART dan untuk menggelarnya ada beberapa tahap yang harus dilalui, tapi karena itu masih wacana saya tak mau menanggapi, kecuali kalau nanti benar-benar terjadi," katanya.

Sementara mengenai langkah mufaroqoh (pemisahan diri) terhadap PBNU oleh Gus Dur dan sejumlah pendukungnya karena tidak menyetujui hasil muktamar, Hasyim menyatakan, boleh-boleh saja tidak setuju hasil muktamar namun hal itu hendaknya tidak dilakukan dengan menstrukturkan diri. "Boleh saja tidak setuju hasil muktamar, tapi harus disadari muktamar merupakan forum tertinggi sehingga tidak ada perseorangan yang bisa membatalkan hasil muktamar," katanya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, Hikmah Bupati Tegal

Yayasan Islam  Buntet Temui Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim

Kamis, 04 Januari 2018

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Jakarta, Bupati Tegal - Komunitas Rumah Jamur bersama Tim Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sampang mengadakan sejumlah kegiatan dalam rangka pemulihan mental anak-anak korban konflik di Desa Bluran dan Desa Karang Gayam, Sampang. Mereka mengajak anak-anak di desa setempat menonton film motivasi, outbound, dan kegiatan psikososial lainnya.

Menurut Koordinator Tim Lakpesdam NU Sampang Mohammad Karim, semua anak-anak baik yang orang tuanya Sunni maupun Syiah merupakan korban dari konflik orang dewasa. Anak-anak semestinya tidak dilibatkan dalam konflik karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi.

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Sampang Adakan Pemulihan Trauma Anak Korban Konflik Sosial

Anak-anak perlu dihibur untuk menghapus trauma dari kekerasan yang mereka saksikan saat kejadian.

"Anak-anak tidak boleh dilabeli Sunni atau Syiah. Mereka adalah anak-anak yang semestinya bisa tumbuh dalam suasana yang nyaman tanpa kekerasan," ujar Karim saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (23/1) pagi.

Bupati Tegal

Ketua Rumah Jamur Siti Fatimah menambahkan, metode pemulihan trauma dalam bentuk pemutaran film motivasi dikmaksudkan untuk membangkitkan semangat hidup mereka serta memberikan permainan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme, toleransi, dan? penguatan agar mereka tidak larut dalam kesedihan serta kebencian kepada sesama.

Bupati Tegal

"Kami ajak anak-anak bermain sambil belajar melalui pemutaran film motivasi untuk anak, permainan tradisional dan sharing bersama sehingga sedikit banyak bisa mengobati trauma yang mereka miliki akibat konflik yang pernah terjadi," ujar Peraih Medali Emas Olimpiade Astronomi Tingkat Internasional ini.

Rumah Jamur bersama Lakpesdam NU Sampang sengaja menurunkan tim di dusun eks lokasi konflik tersebut sebagai bentuk kepedulian untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

"Apapun yang terjadi, kami ingin memastikan anak-anak korban konflik ini tetap terjaga kebahagiaannya sehingga bisa lebih terjamin masa depannya," imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 6 jam sejak pagi hingga siang ini diikuti kurang lebih sebanyak 110 anak. Di akhir sesi kegiatan, Tim Rumah Jamur juga menggelar diskusi dengan sejumlah tokoh, pemuda, dan guru untuk merumuskan tindak lanjut kegiatan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, RMI NU, Kiai Bupati Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nadhdlatul Ulama (NU) berencana mengerahkan 1.000 warga NU untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW atau Maudu Lompoa yang digelar Pemerintah Kota Makassar di Anjungan Pantai Losari, Kamis (24/12) mendatang. Dalam Maudu Lompoa warga akan membaca riwayat hidup nabi dengan bahasa Makassar dan Bugis.

"Kami dari NU Makassar siap ambil bagian guna menyukseskan Maudu Lompoa yang digagas Pemkot Makassar dengan mengerahkan warga NU," ujar Wakil Ketua PCNU Makassar M Nur Khalik, Senin (21/12).

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sulawesi Baca Barzanji dengan Bahasa Bugis dan Makassar

Nur Khalik menambahkan, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di setiap kecamatan di Makassar diminta mengirimkan perwakilan untuk ambil bagian dalam zikir dan pembacaan Barzanji.

Bupati Tegal

"Nanti kegiatan Al-Barzanjinya dilantunkan dalam dua bahasa, Makassar dan Bugis," bebernya didampingi pengurus NU Makassar.

Menurut H Hasnawi, warga yang datang bisa berjumlah di atas 20 ribu sebagai bukti cinta mereka terhadap Rasulullah SAW. Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan maulid tahun ini kembali digelar tabligh akbar dan lomba bakul maulid antarinstansi sekota Makassar.

Bupati Tegal

Peringatan Maudu Lompoa kali ini mengambil tema "Dengan Maudu Lampoa Nabi Besar Muhammad SAW 1437H, Mari Kita Teladani Akhlak Rasulullah dalam Mewujudkan Kota Makassar 2 Kali Lebih Baik".

Sekretaris kota Makassar Ibrahim Saleh menyampaikan pesan dan imbauan agar selurub lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Rencana taushiyah akan disampaikan oleh DR H Othman Shihab. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat

Pati, Bupati Tegal

Nahdlatul Ulama mendorong pentingnya gerakan penyadaran zakat kepada orang-orang yang wajib menunaikannya (muzakki). Dorongan ini muncul dari Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH M Aniq Muhammadun dan Ketua PCNU Pati H Ali Munfaat.

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Pati Dorong Kesadaran Berzakat

Keduanya hadir dalam Focus Group Discussion yang diselenggarakan Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Jumat (15/1) lalu.

Hal senada juga disampaikan Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Pati Sutaji. Menurutnya, potensi besar zakat di Pati mesti digerakkan oleh seluruh elemen masyarakat. “Potensi zakat di Pati ini secara individu adalah 20 miliar,” katanya.

Bupati Tegal

Sutaji juga berharap, Prodi Manajemen Zakat Wakaf Ipmafa mampu melahirkan kader-kader amil (pengelola) zakat yang jujur, amanah, dan profesional. Kader-kader inilah yang nanti diharapkan mampu menggerakkan potensi zakat untuk program pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan umat.

“Program ‘Berhenti Miskin’ harus terus disosialisasikan supaya umat Islam lepas dari belenggu kemiskinan menuju kemandirian dan kesejahteraan,” ujarnya memberi semangat.

Bupati Tegal

Imam Zarkasih selaku Ketua Baznas Pati menyampaikan, Ipmafa harus melahirkan lulusan amil zakat yang memiliki kompetensi ilmu fiqih, hukum, dan regulasi; kompetensi di bidang manajemen; dan kompetensi di bidang komunikasi.

Hadir pula dalam kesempatan itu Muslihan dari Penyelenggara Syariah Kemenag Pati, Syafii dari Baitul Mal Fastabiq, Mumu Mubarak dari Arta Mas Syariah, Samidi dari BMT Al-Fath, beberapa perwakilan dari LAZISNU. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 29 November 2017

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Jakarta, Bupati Tegal. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) memberikan apresiasi atas ketegasan sikap Pemerintah dalam membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menurut Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, semua bentuk dan upaya-upaya merongrong dan mengganti Pancasila dan NKRI harus dilawan, baik secara hukum oleh negara maupun secara sosial oleh masyarakat.

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Apresiasi Ketegasan Pemerintah Bubarkan HTI

Kata Gus Yaqut, perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, termasuk di dalamnya melahirkan konsepsi Pancasila sebagai ideologi bangsa bukanlah upaya coba-coba, tetapi kristalisasi dari cita-cita, semangat dan kondisi kebangsaan Indonesia yang membentang dalam ribuan pulau, ratusan suku bangsa dan bahasa, hingga puluhan agama dan aliran kepercayaan.

“Pada pondasi keberagaman inilah cita-cita hidup berbangsa dan bernegara dibangun dan mewujud sebagai NKRI yang berdasarkan Pancasila,” jelas Gus Yaqut melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/5) di Jakarta.

Bupati Tegal

Atas penghayatan terhadap perjalanan sejarah, lanjutnya, pemahaman atas cita-cita para pendiri bangsa dan keprihatinan atas situasi hari inilah yang mendorong GP Ansor mengambil segala upaya untuk membangunkan kesadaran kita sebagai bangsa atas pentingnya ideologi Pancasila dan kesetiaan pada NKRI.

“Apa yang telah dilakukan oleh GP Ansor bukanlah semata-mata tentang pembubaran Ormas, tetapi sebagai bentuk konsistensi tekad pengabdian kami kepada ulama, bangsa dan negara,” tegas salah seorang keponakan Gus Mus ini.

Dia berharap, semoga langkah nyata Pemerintah menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila ini bersambut dengan kesadaran dari masyarakat bahwa---kita semua bertanggung jawab atas kelangsungan NKRI dan Pancasila demi terjaganya keberagaman dan penghormatan atas semua anak bangsa yang telah bahu membahu merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan hingga hari ini.

Bupati Tegal

“Bagi GP Ansor dari dulu, sekarang hingga waktu yang tak terbilang tetap akan selalu sama, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya,” tandas Putra KH Cholil Bisri ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Surabaya, Bupati Tegal

Ribuan umat Islam di Jawa Timur mengikuti acara “Jawa Timur Bershalawat” yang diselenggarakan oleh Majlis Maulid Wattalim Riyadlul Jannah, Jawa Timur. Acara berlangsung di Lapangan Makodam V Brawijaya, Sabtu (17/7) tadi malam di Surabaya.

Ketua PBNU KH Said Aqil, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Pangdam Brawijaya Mayjen (TNI) I Made Sukadana dan Pangarmatim Kawasan Intim Laksamana Muda (TNI) Darwanto, juga hadir pada kesempatan tersebut.

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Gus Rofiqul Hamid sebegai ketua pelaksana acara mengatakan, tujuan dari acara ini salah satunya adalah silaturahim dan halal bihalal dengan para kiai sepuh dan ulama se-Indonesia, termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Bupati Tegal

Acara shalawat bersama ini sepenuhnya inisiatif jamaah sendiri. Mereka yang semua berbakaian warna putih berduyun-duyun datang dari seluruh wilayah Jatim dengan swadaya.

Bupati Tegal

Mereka sudah berdatangan sejak siang,? langsung ke lapangan untuk duduk dengan tertib. Ada yang datang perorangan, bersama keluarga, ada pula yang datang berombongan menggunakan 40 unit bus dari luar kota.

Meskipun shalawat sudah dimulai sejak Maghrib, tapi acara puncak dimulai pukul 21.00 setelah Gubernur dan pejabat teras yang lain naik ke panggung. Rombongan disambut dengan Shalawat

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengucap syukur karena Provinsi Jatim menjadi aman dan nyaman, ekonomi bagus, tidak ada bencana. "Hal ini bisa terjadi karena semua jamaah majelis shalawat selalu berdoa untuk aman dan suksesnya wilayah ini, " kata pria yang akrab disapa Pak De Karwo ini.

Sementara Pangdam Brawijaya Mayjen I Made Sukadana percaya bahwa pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945 yang berhasil mengusir tentara Inggris bisa berhasil selain karena rakyat melawan dengan senjata juga karena para kiai dan ulama mengiringi perlawanan rakyat dengan doa.

"Karena itu sebagai Pangdam saya berharap agar umat Islam di Jawa Timur akan tetap bersama-sama dengan pemerintah daerah dan aparat untuk menjaga keamanan," kata I Made Sukadana yang baru tanggal 12 Juli lalu dilantik jadi Pangdam Brawijaya

KH Said Aqil Siroj yang terakhir menyampailan sambutan mengatakan, umat Islam baru saja menyelesaikan Ramadan disusul merayakan Idul Fitri dan sekarang berkumpul untuk bershalawat dengan aman.

"Keamanan dan kenyamanan ini wajib kita syukuri. Lihat saja di Arab Saudi, di Irak tempat lahirnya para ulama besar, di Afgjanistan dan Yaman. Di negara-negara Islam itu tidak ada keamanan karena bom bisa meledak sewaktu-waktu. Karena itu kita wajib bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pemerintah dan aparat keamanan," kata Said Aqil Siroj.

Sebelumnya, Saifullah Yusuf selaku penanggung jawab Jawa Timur Bershalawat menyampaikan terima kasih kepada para kordinator Majelis Shalawat yang datang dari seluruh wilayah Jawa Timur. Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih kepada Pangdam Brawijaya dan staf yang mendukung penuh kegiatan ini, termasuk meminjamkan Lapangan Makodam sekaligus juga keamannya.

"Saya tahu para jamaah ini datang dengan ongkos sendiri dan bawa makanan sendiri. Mengapa? Karena kita semua cinta kepada Rasulullah dan cinta NKRI. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi dan cinta kita pada negara akan terus kita pelihara," kata Gus Ipul.

Gerimis sempat turun sejak pukul 22.00 saat Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan. Tetapi gerimis yang turun dalam waktu sekitar 15 menit itu tidak membuat jamaah meninggalkan tempatnya. Mereka tetap duduk lesehan di lapangan, hingga acara berakhir pukul 22.30. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Kemajuan zaman dan globalisasi semakin tidak karuan. Tidak hanya menembus ruang dan waktu, tetapi juga mengaburkan batas kelamin laki-laki dan perempuan. Anehnya pengkaburan itu dianggap hal biasa saja, bahkan sering mendapat pembelaan dari sebagain orang. Padahal yang demikian itu jelas menyalahi qadrat dan dilaknat Rasulullah saw. Na’udzubillah min dzalik.

Sebuah hadits menerangkan dengan jelas mengenai empat hal yang dibenci dan dilaknat Rasulullah saw yaitu:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ? ? ?

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Rasulullah saw melaknat (mengutuk) banci-banci lelaki. Yaitu lelaki yang menyerupai perempuan, dan banci perempuan yaitu perempuan yang suka menyerupai lelaki, dan bujangan-bujangan yang berkata “kami tidak mau kawin” serta perawan yang berkata juga demikian.

Yang dimaksud dengan banci dalam hadits di atas adalah jelas. Yaitu lelaki (seseorang dengan kelamin lelaki) yang menyerupai perempuan. Baik dalam gaya berpakaian maupun dalam segala hal penampilannya. Begitu juga yang dimaksud dengan perempuan yang menyerupai lelaki. Kegemaran menggunakan ornamen kelelakian bagi seorang yang berkelamin perempuan sudah cukup menunjukkan kategori banci perempuan. Adapun dua kelompok terakhir pada dasarnya dialamatkan kepada mereka yang berniat membujang selamanya. Tidak ada niat hendak menikah dalam hidupnya. Padahal menikah adalah sunnah Rasulullah saw. Inilah empat golongan yang sangat dibenci Rasulullah saw bahkan dilaknat olehnya.

Pada hakikatnya, sebagai saudara sesama muslim tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan bahwa merebaknya budaya populer di sekitar kita seringkali menyilaukan akidah dan syariah Islam. Derasnya tehnologi media dan informatika yang menyuguhkan berbagai tontonan adalah kekuatan kapital yang sungguh dahsyatnya. Mereka menggiring norma-norma islam demi keuntungan semata. Sesuatu yang jelas tergambar sebagai sebuah penyimpangan tiba-tiba mengandung nilai kebenaran. Sehingga membuat kita ragu akan kesalahannya yang hakiki. (ulil)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Pendidikan, Kiai, Cerita Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Jakarta, Bupati Tegal

Sekretaris Umum PP IPPNU Eva Rosdiana Dewi mengatakan pentingnya penggunaan media sosial untuk memperluas sarana pengenalan serta bagian dari eksistensi organisasi. 

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan silaturahim Ranting Pagedangan, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Jawa Tengah bertempat di Masjid An-Nahdlah tanggal, Kamis 5 Mei 2016. 

Dalam kesempatan tersebut Eva memberikan motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas pribadi baik secara intelektual maupun penguatan kader secara kuantitas. 

Eva juga menegaskan, PP IPPNU siap mengawal pengkaderan dari tingkat ranting sampai tingkat wilayah/provinsi, terutama tentang peremajaan usia di IPPNU maksimal usia 30 tahun. Eva juga menegaskan bahwa IPPNU dari tingkat ranting harus tertib secara administrasi, baik secara surat-menyurat atau pendataan anggota (database) secara riil. (Afifah Marwa/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah, Aswaja, Kiai Bupati Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Grup Hadrah Pandanaran Luncurkan Album Shalawat

Sleman, Bupati Tegal. Sebuah grup shalawat di Sleman, Yogyakarta, yang menamakan diri “Hadrah Pandanaran” meluncurkan album baru shalawat. Selain sebagai wujud kecintaannya kepada Nabi Muhammad, langkah ini juga ditujukan sebagai bagian dari syiar agama.

Grup Hadrah Pandanaran Luncurkan Album Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Grup Hadrah Pandanaran Luncurkan Album Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Grup Hadrah Pandanaran Luncurkan Album Shalawat

Acara peluncuran album baru itu digelar di Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Ahad (31/05) pagi. "Tujuan launching kita ini adalah dalam rangka syiar Islam Ahlussunah wal Jamaah? ala NU. Yang dengan ini harapannya adalah, semoga akan menjadikan kita semakin cinta kepada Nabi Muhammad dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin," tutur Muhammad Nahdhy mewakili pihak Pesantren.

Menurut Sekjen Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar NU (IPNU) ini, memberi pujian kepada Rasulullah merupakan hal penting yang mesti dilestarikan dengan harapan meraih syafaat dari beliau. Meskipun, sebagian orang menuduh praktik ibadah semacam ini sebagai bid’ah.

Bupati Tegal

Sementara, Azka Syabana selaku pimpinan "Hadrah Pandanaran" mengatakan,? album shalawat yang terbit resmi tersebut adalah kali kedua setelah album shalawat "Hadrah Pandanaran" untuk pertama kalinya.

Bupati Tegal

"Dalam merilis album kedua ini, kami murni tanpa menggunakan sponsor. Tujuannya adalah semata-mata untuk syiar melalui shalawat dan tentunya untuk bangsa Indonesia. Selain itu, launching album shalawat ini juga kebetulan pas momentumnya dengan akan diadakannya acara Haul dan Khotmil Quran ke-41 di Pesantren Pandanaran," katanya.

Acara yang berlangsung di kompleks pusat pesantren Sunan Pandanaran ini juga menceritakan perkembangan "Hadrah Pandanaran" dari awal hingga hari ini. Acara peluncuran ini ditutup dengan doa oleh KH Muhammad Rifat. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, Humor Islam Bupati Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah

Oleh: Syaikhul Islam Ali

Apa yang dimaksud dengan khilafah menjadi soal penting yang harus dijelaskan, karena propaganda massif untuk menyalahgunakan istilah tersebut kelihatannya semakin hari semakin membabi buta.

Kita akan mulai dengan segi bahasa. Secara bahasa khilafah adalah kata infinitif atau dalam tata bahasa Arab masdar dari kata khalafa-yahlifu artinya adalah mengganti. Abu Bakar as-Shiddiq adalah orang pertama yang diberi gelar Kholifatu Rosulillah artinya pengganti Rasulullah. Kemudian Umar bin Khattab bergelar Kholifatu Kholifati Rosulillah artinya pengganti dari pengganti Rasulullah.

Penggunaan gelar khalifah ini kemudian tidak berhenti pada Khulafaur Rasyidin saja tapi berlanjut pada pemerintahan yang dipimpin muslim pada masa-masa berikut: Umayyah, Abbasiyah, Fathimiyyah, Ayyubiyyah, Buwaihiyyah, Muwahhidin hingga Utsmaniyah. Jadi semua pemimpin muslim lintas prmerintahan dan generasi menggunakan gelar khalifah untuk memperkuat legitimasinya. 

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah

Pemahaman kita tentang khilafah ini akan semakin baik kalau kita kembali membuka sejarah. Pasca wafatnya Rasulullah, ada satu peristiwa sejarah penting namanya Saqifah Bani Saidah. Sebuah pertemuan tokoh-tokoh elit, para pemimpin kabilah membicarakan siapa pemimpin yang menggantikan Rasulullah. Tokoh-tokoh Qurays, Aus, Khazraj berdebat panjang, masing-masing kabilah merasa memiliki peran berjuang bersama Rasulullah dan berhak memimpin.

Abu Bakar menawarkan Umar bin Khattab atau Zubair sebagai representasi Qurays tapi kemudian banyak yang tidak setuju dan gaduh. Pemimpin Kabilah Khazraj Saad bin Ubadah adalah orang yang paling kukuh menolak dominasi Qurays, ia menganggap Khazraj atau Aus juga berhak memimpin. Tapi sikap Saad tidak banyak pendukung, bahkan tawarannya agar Khazraj atau Aus menjadi perdana menteri (wazir) bagi Qurays pun ditolak. Akhirnya terpilihlah Abu Bakar as-Shiddiq dan mayoritas hadirin menerima dan berbaiat kecuali Saad.

Sebelum Abu Bakar wafat, ia melihat potensi kegaduhan Saqifah terulang, sehingga ia ber-ijtihad menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifahnya. Berbeda dengan Abu Bakar, sebelum wafat Umar memilih enam orang menjadi nominasi khalifah yang bisa memilih dan dipilih (ahlul halli wal aqdi) hingga terpilihlah Utsman bin Affan. Dan yang terakhir Ali bin Abi Thalib dipilih oleh khalayak ramai saat kondisi politik tidak stabil pasca Utsman wafat dibunuh.

Bupati Tegal

Sejarah tersebut adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Bahwa kepemimpinan bagi umat Islam menjadi hal yang sangat penting tidak dapat dibantah. Hanya saja sebagai umat berakal kita tetap layak bertanya.

Bupati Tegal

Pertanyaannya adalah kenapa di dalam al-Quran tidak dijelaskan soal khilafah ini?

Al-Quran memang universal, tapi kenapa pula Rasulullah tidak menjelaskan dalam hadistnya? Padahal biasanya hadist berbicara detail bahkan untuk hal-hal yang privat sekalipun. Kenapa hal yang sangat penting bisa terlewat? Kenapa para Sahabat Rasulullah yang paling tahu seluk beluk al-Quran dan hadist harus berdebat berhari-hari untuk memilih pengganti Rasulullah dan kejadian yang sama selalu berulang setiap pergantian khalifah, sehingga masing-masing terpilih dengan cara yang berbeda?

Jawabnya adalah karena al-Quran dan hadist memang tidak mengatur soal khilafah ini. 

Seandainya Islam adalah sistem pemerintahan atau sebut saja negara, tentu proses pemilihan pemimpinnya tidak serumit khulafaur rasyidin. Karena galibnya pemerintahan adalah sistem yang punya aturan main yang jelas. Misalnya kerajaan monarki absolut yang tidak punya konstitusi tapi suksesi kekuasaannya adalah turun-temurun. Misal yang lain monarki konstitusional atau republik yang sistemnya diatur oleh konstitusi.

Dalam Islam yang demikian itu tidak ada. Al-Quran adalah kitab suci yang sudah pasti lebih mulia dari sekedar konstitusi sebuah negara. Hadis adalah kumpulan perkataan, tidak-tanduk dan ketetapan Rasulullah yang bisa saja menjadi sumber inspirasi norma, tapi tidak bisa dianggap sebagai konstitusi sebuah pemerintahan.

Ahlussunnah sebagai kelompok Islam terbesar memandang persoalan khilafah ini masalah dalam lingkup pemikiran (ijtihadiyah) bukan syariat. Karenanya mereka menolak klaim kelompok Syiah yang menggunakan Hadits Ghadir Khum sebagai dalil bahwa khalifah yang sah sesudah Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib berdasarkan teks (nash) hadist.

Ahlussunnah beranggapan ijtihad para Sahabat, baik dalam peristiwa Saqifah atau peristiwa dalam suksesi khalifah selanjutnya adalah yang absah dan tidak perlu dalil karena khilafah adalah masalah ijtihadiyah. Karenanya jika ada yang menganggap khilafah bagian dari syariat tentunya berada diluar kerangka Ahlussunnah.

Pemahaman keliru menganggap khilafah adalah syariat salah satunya diilhami dengan fakta sejarah bahwa para Sahabat memilih mendahulukan suksesi kepemimpinan di Saqifah Bani Saidah daripada merawat jenazah Rasulullah. Yang jarang disadari peristiwa Saqifah itu tidak lebih dari proses mencari atau mengangkat pemimpin. Seorang pemimpin untuk memimpin kaum muslimin mengantikan Rasulullah. Sebab apabila waktu itu tidak segera diangkat pengganti Rasulullah maka jazirah Arab akan kembali pada kesukuan sebagaimana masa sebelum Islam.

Persoalan mengangkat pemimpin agar tidak ada kekosongan pemerintahan (nashbul imam) ini adalah wajib hukumnya, karena tanpa pemerintahan masyarakat akan kacau. Saking pentingnya soal mengangkat pemimpin dalam banyak riwayat, Rasulullah memerintahkan untuk memilih pemimpin untuk sebuah rombongan perjalanan. Dalam riwayat lain yang tak kalah banyaknya, Rasulullah juga mewajibkan ketaatan pada pemimpin, walau ia seorang budak. Termasuk dalam hal ini adalah larangan memberontak pemerintahan yang sah (bughot).

Khazanah pengetahuan Islam kemudian mencatat bahwa  politik yang sesuai dengan syariat (siyasah syariyah) isinya dipenuhi dengan tetek-bengek terkait mengangkat pemimpin (nashbul imam) tersebut. Banyak karya ditulis baik yang dikarang secara khusus seperti as-Siyasah Syariyah karya Ibnu Taimiyah, Nasihatul Umam wal Muluk karya al-Ghazali dan Ahkamus Sulthoniyah karya al-Mawardi; maupun diselipkan dalam kitab-kitab fikih dari berbagai mazhab. Inti bahasannya adalah mengangkat pemimpin hukumnya wajib, karena tidak ada kemaslahatan tanpa adanya pemimpin.

Dalam perjalanan lintas generasi selama berabad-abad, praktik umat Islam tentang nashbul imam ini linear tidak ada kontroversi sama sekali. Setelah khulafaur rasyidin datang, beraneka ragam dinasti, daulah, kerajaan, kesultanan berdiri dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara teoritik segudang literatur siyasah syariyah juga selalu menitikberatkan pada sosok sang pemimpin: kualifikasinya, syarat-syaratnya, nasehat untuk para pemimpin dan lain-lain. Tidak ada yang mengupas tuntas  sistem pemerintahan atau bentuk negara.

Era khulafaur rasyidin yang diidealkan dalam siyasah syariyah juga menekankan pada empat sosok khalifahnya sebagai pemimpin terbaik sesudah Rasulullah dan bukan pada bentuk atau pengelolaan pemerintahannya. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam Islam memang tidak ada sistem pemerintahan tertentu yang dianggap ideal.

Sebagai kesimpulan, kepemimpinan adalah hal yang sangat penting menurut agama Islam. Pemerintahan yang membawa umat pada kemaslahatan bersama adalah salah satu tujuan yang didambakan oleh agama. Tidak ada kewajiban mendirikan negara Islam, karena dalam Islam tidak ada bentuk pemerintahan yang ideal, yang wajib adalah mengangkat pemimpin atau tergabung dalam sebuah pemerintahan. Dalil-dalil  yang selama ini disalahpahami sebagai dalil yang mewajibkan pendirian negara Islam sebenarnya adalah dalil untuk mengangkat pemimpin (nashbul imam) tersebut.

Sejarah membuktikan bahwa khilafah awalnya hanyalah istilah yang digunakan untuk pemerintahan khulafaur rasyidin sebagai pemimpin-pemimpin terbaik pengganti Rasulullah, yang kemudian diadopsi oleh penguasa-penguasa Muslim dari berbagai generasi semata-mata untuk memperkuat legitimasi kekuasaannya.

Wallahualam





Penulis adalah Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo





Baca Opini lainnya DI SINI



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Kiai Bupati Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman

“Kami adalah jam’iyyah para pembaca dan penghafal Al-Quran, jam’iyyah para pendidik anak-anak zaman dari kegelapan dan kebodohan manusia.”

Itulah bait pertama terjemahan mars Jam’iyyatul Qurrra wal-Huffazh (JQH), sebuah organisasi para pembaca dan penghafal Al-Quran di bawah naungan Nahdlatul Ulama, yang dinyanyikan ibu-ibu berseragam biru, berkerudung merah, di gedung PBNU, Jakarta, Senin (13/8) lalu.

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman

Mendidik anak-anak zaman dengan Al-Quran, lanjutan mars tersebut, bertujuan untuk mencari keridoan Allah Subhanahu Wata’ala. Kemudian mars tersebut mengajak kepada para ahli Al-Quran untuk terus mempelajari Al-Quran, dan segera memperbagus bacaan Al-Quran. 

Bupati Tegal

Isi mars tersebut tercermin dalam bidang-bidang yang digarap JQH NU. Di antaranya adalah pembinaan tahfih, pembinaan qira’at syab’ah dan rasm Utsmani, pembinaan tafsir, pembinaan tilawah, pembinaan tilawah. 

Selain itu, pembinaan kaligrafi, pembinaan pondok pesantren tahfizh Al-Quran dan TPQ, serta penelitian dan pengembangan Al-Quran, juga ta’lif wan nasr. 

Bupati Tegal

Mars berbahasa Arab itu diciptakan H Asrori Ibrohim dan dipopulerkan Ibu Tajwid. Keduanya ahli Al-Quran dari Tulungagung, Jawa Timur.

Menurut qoriah dan juga pengurus JQH NU Dra Hj Khadijatus Solihah MA, mars ini sudah ia dengar ketika ia masih remaja di tahun 1974. Ia merasakan aura semangat memperdalam ilmu  Al-Quran melalui mars ini. 

“Mars ini telah saya dengar dan hafal lagu sejak saya remaja. Enak dan semangat. Mars ini telah membangkitkan semangat anggota JQH di Palu. Asalnya mereka melempem, tapi ketika mendengar mars ini, jadi semangat,” tambahnya.  

Menurut Khadijah, mars ini populer ke seluruh ahli Al-Quran ketika MTQ JQH NU tahun 2007 di Palembang. Dan kini sudah bisa dinikmati dalam bentuk kaset dan bisa diunduh di internet.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal

Rabu, 04 Oktober 2017

Nishab Zakat Padi

Assalamu’alaikum. Kami ingin menanyakan berapakah nishab zakat padi? Selama ini masyarakat di sekitar kami tahunya padi 1 ton zakatnya 1 kwintal, sehingga orang orang beranggapan bahwa nishabnya zakat padi itu 1 ton. Mohon dijelaskan, terimakasih.

Satu pertanyaan lagi, bagaimana hukumnya mengeluarkan zakat yang tidak/belum mencapai satu nishab?

---

Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nishab Zakat Padi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nishab Zakat Padi

Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barakatuh.

Saudara penanya yang kami hormati. Memberikan zakat bagi seorang muslim yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab merupakan kewajiban yang harus dijalankan, karena selain merupakan salah satu rukun Islam, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh si pelakasana melainkan juga akan berdampak secara luas dalam kehidupan masyarakat.

Dapat dibayangkan seandainya kesadaran mengeluarkan zakat ini telah tumbuh di negeri kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sudah barang tentu taraf kehidupan warga negara juga akan mengalami perbaikan.

Bupati Tegal

Diantara Harta/aset yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah bahan makanan pokok seperti padi, jagung, dan gandum. Nishab (batas minimal ukuran harta yang dizakati) dari jenis ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari adalah 5 wasaq. Zakat yang dikeluarkan adalah sepersepuluh (10%) apabila menggunakan air hujan, sedangkan apabila tidak menggunakan air hujan maka zakatnya adalah seperduapuluh (5 %) dari hasil tanaman yang didapatkan.

Rasulullah saw bersabda:

Bupati Tegal

 ? ? ? ? ? ? ?. Artinya: “Tidak ada zakat pada hasil tanaman yang kurang dari 5 wasaq.”

Dalam sebuah hadis yang lain, Nabi juga bersabda:

 ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dari nabi saw bersabda: “Pada tanaman yang diairi dengan air hujan, mata air atau air tanah maka zakatnya sepersepuluh, sedangkan yang diairi dengan tenaga zakatnya seperduapuluh.

Dalam menjelaskan 5 wasaq inilah para ulama memberikan keterangan yang mungkin tidak sama antara satu dengan yang lain.

Dalam kitab Fath al-Mu’in, Syaikh Zainuddin al-Malibari dari madzhab Syafi’i memberikan keterangan sebagai berikut;

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ...? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan wajib zakat bagi orang yang telah lewat pembahasannya (muslim dan merdeka) dalam makanan pokok mereka (dalam kondisi normal) dari biji-bijian seperti gandum dan padi…. yang telah mencapai 5 wasaq, yakni 300 sha’ (dalam timbangan), sedangkan 1 sha’ adalah 4 mud.”

Saudara penanya yang selalu di sayangi Allah. Untuk mempermudah pemahaman mengenai ukuran nishab padi ini, dalam kitab Fath Al-Qadir, al-Maghfuri lah K.H. Ma’shum Ali Jombang memberikan penjelasan bahwa nishab padi adalah 1631,516 kg (1 ton 6 kwintal 31,5 kg), sementara apabila telah merupa menjadi beras nishabnya adalah 815,758 kg (8 kwintal, 15,7 kg).

Adapun menegenai pemahaman masyarakat disekitar anda tentang zakatnya padi 1 ton dan mengeluarkan zakatnya 1 kwintal adalah pemahaman yang tidak dapat disalahkan karena mereka mendapat pemahaman seperti itu dari para ulama setempat yang menjelaskan demikian sebagai bentuk kehati-hatian.

 Selanjutnya tanggapan kami atas pertanyaan berikutnya adalah harta mapun infaq yang telah diberikan atas nama zakat yang belum mencapai satu nishab tersebut tidak dapat dikategorikan zakat. Dengan demikian harta yang dikeluarkan dianggap sebagai infaq/ sedekah biasa.

Oleh karena itu, bagi orang yang diberi amanah oleh Allah mempunyai harta lebih hendaknya mereka lebih teliti dan memperhatikan masalah ini, terlebih lagi orang yang memiliki harta dan telah mencapai satu nishab agar dalam menginfakkan hartanya tidak salah niat.

Wallahu a’lam bi as-shawab.

Maftukhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kyai, Kiai Bupati Tegal

Rabu, 27 September 2017

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Kediri, Bupati Tegal. Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur menggelar apel akbar di Pondok Pesantren Lirboyo Jawa Timur, Senin (19/8) hari ini. Pesantren Lirboyo merupakan tempat tinggal almarhum Gus Maksum, pendiri dan pemimpin pertama organisasi pencak silat NU ini.

Ketua PW Pagar Nusa Jatim Faidhol Mannan mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan 38 pimpinan cabang Pagar Nusa se-Jatim untuk menghadiri apel akbar yang dipusatkan di Aula Al-Muktamar Lirboyo. Apel akbar kali ini dihadiri sekitar 2000 pendekar.

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Apel Akbar di Lirboyo

Apel akbar yang dirangkai dengan halal bi halal ini diisi dengan istigotsah yang dipimpin oleh KH Hamim Al Zaini. Sebelum acara dimulai juga digelar peragaan kembangan pencak silat oleh pendekar cilik dan senior Pagar Nusa.?

Bupati Tegal

Para pendekar Pagar Nusa yang hadir mengenakan pakaian seragam pencak silat hitam-hitam.

Mendekati pelaksanaan Pilgub Jatim 29 Agustus, tak pelak kegiatan apel akbar ini diwarnai dengan aksi dukungan untuk salah satu calon, yakni Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Bupati Tegal

Gus Ipul menghadiri acara halal bi halal dan apel akbar Pagar Nusa yang disambut pimpinan Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuqi. Sejumlah kiai yang selama ini mendukung pasangan Karsa juga hadir seperti KH Anwar Iskandar.

Gus Ipul sempat melakukan dialog dengan beberapa pendekar Pagar Nusa dan meminta doa agar dirinya yang maju mendampingi Soekarwomenang Pilgub Jatim, 29 Agustus mendatang.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Kiai Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock