Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Kudus, Bupati Tegal. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan silaturahim lebaran kepada pembina dan tokoh NU wilayah setempat, Ahad malam (3/8). Saat di kediaman pembina Ansor KH. Hamdan Suyuti Desa Loram, mereka diimbau turut serta menjaga aset-aset NU.

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Dalam pesannya KH Hamdan mengatakan, Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan memiliki banyak aset yang harus diselamatkan, seperti masjid, mushala dan beberapa tanah yang diwakafkan untuk kemaslahatan.

“Aset tersebut harus dijaga, jangan sampai hilang. Jika bisa dibuatkan sertifikat NU,” ujarnya.

Bupati Tegal

KH Hamdan mengakui kelemahan NU dan badan otonom terlihat pada pengarsipan dokumentasi maupun administrasi. Oleh karena itu harus segera dilakukan pembenahan sehingga aset NU bisa aman dan terdata dengan baik.

“Termasuk makam-makam harus segera dibuatkan sertifikat dan diberi nama makam Islam,” harap mantan Ketua PC GP Ansor Kudus era tahun 90-an ini.

Bupati Tegal

Sementara menurut penuturan Sekretaris PAC GP Ansor Jati Eko Budi Setiawan, kunjungan ke sejumlah tokoh NU ini banyak memperoleh manfaat berupa masukan saran, dan informasi untuk kemajuan organisasi.

Dikatakan, ragam persoalan yang terjadi di masyarakat seperti ISIS maupun prilaku umat menjadi topik perbincangan yang hangat. “Yang jelas? silaturahim ini penuh makna demi kemajuan organisasi NU maupun Ansor sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan, momentum idul fitri ini mampu mempererat silaturahim dan memperkuat? komponen organisasi untuk selalu berperan aktif di masyarakat. “Dalam berorganisasi sering kali ada perbedaan, tetapi kita harus tetap jaga komitmen demi keutuhan generasi muda NU,” tutur Eko. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Jepara, Bupati Tegal. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, H Anis Malik Thoha berkesempatan hadir dalam Halal Bihalal yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, awal pekan kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Anis menjelaskan mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia, lantaran ada sebagian pihak yang mengkritisi tradisi yang telah mengakar tersebut sebagai bid’ah.

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Menurutnya tidak semua hal dihukumi sesat. Demikian halnya tradisi halal bihalal atau saling maaf-memaafkan. Tradisi tersebut memang hanya ditemukan di Indonesia.

Bupati Tegal

Tradisi halal bihalal menurut Katib Syuriyah NU Cabang Istimewa Malaysia sudah ada sejak zaman pangeran Mangku Negara I sekitar abad ke-18. Pangeran Samber Nyowo memperkenalkan tradisi baru tersebut dengan bersalam-salaman setelah shalat Id yang dilaksanakan di Keraton bersama seluruh abdi dalem.

Oleh ulama tradisi tersebut kemudian dihidupkan sebagai halal bihalal. Sebagai momentum saling memaafkan. Halal bihalal sebagai tradisi nasional masih dilestarikan hingga sekarang. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

Klaten, Bupati Tegal. Awal pekan lalu, Pesantren Popongan yang terletak di Tegalgondo Klaten, kedatangan tamu dari berbagai daerah. Usianya kebanyakan sudah uzur. Namun dari raut wajahnya tampak mereka bersemangat, seperti hendak menemukan sebuah hadiah.

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

“Tamu yang datang, Ada yang dari Ngawi, Purwodadi, Demak, dan Banten,” kata Darmaji, salah satu santri Popongan, Selasa? (6/5) lalu.

Mereka adalah para jamaah Thariqah Naqsabandi-Khalidiyah yang akan melakukan sulukan rutin di Pesantren Sepuh Pondok Popongan. Mulai hari itu, hingga tanggal 9 Rajab atau Ahad (19/5) mendatang, mereka akan melakukan berbagai aktivitas ibadah seperti puasa, dzikir, wirid dan sebagainya atau yang biasa disebut dengan suluk.

Bupati Tegal

Suluk ini termasuk amalan kaum thariqah. Salik (pelaku suluk) akan mengkhususkan waktu tertentu untuk kholwat (menyendiri) ibadah, biasanya sepuluh hari atau empat puluh hari. Suluk dilakukan murid yang sudah baiat (sumpah setia) pada mursyid (guru tarekat).

Di Pondok Al-Manshur Popongan yang mengajarkan Thoriqoh Naqsabandiyah (Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Kholidiyah) sering digelar kegiatan sulukan di bulan-bulan tertentu. Ada suluk selama sepuluh hari di bulan Muharram (Suro), Rajab, Ramadhan (Puasa), dan Mulud (Robiul Awal).

Bupati Tegal

Setelah sampai di pondok, para tamu terlebih dahulu sowan ke tempat Mbah Kiai Salman Dahlawi, pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan. Diantara kegiatan setelah sowan kiai untuk izin suluk, yaitu mandi taubat dan niat suluk sepuluh hari. Kemudian acara rutin adalah Tawajjuh-an, ini khusus murid yang sudah baiat, tertutup untuk umum.

Sebenarnya, tata cara kegiatan dzikir dan suluk itu banyak sudah banyak dibahas di pesantren, namun pelaksanaannya secara khusus-terformat-terencana dan tersambung sanadnya hingga Rosulullah Saw yakni dengan prosesi ijazahan/baiat hanya lewat tarekat. Masih banyak lagi tata cara suluk tarekat, misalnya cara hidup vegetarian (tidak makan makanan yang bernafas daging) selama suluk, dan kode etik lain yang tak boleh sembarangan dipublikasikan.

Tentang Pesantren Al-Manshur Popongan sendiri, saat ini terdiri tiga bagian, yaitu pesantren putra, pesantren putri dan pesantren sepuh yang diikuti oleh orang-orang tua yang menjalani suluk, lelaku tarekat. Berbagai bentuk kegiatan pesantren juga ditata ulang, sekaligus dengan penunjukkan penanggung jawabnya. Kiai Salman sendiri, selain sebagai sesepuh pesantren, juga mengasuh santri putra dan santri sepuh (santri thariqah) yang datang untuk suluk dan tawajuhhan pada bulan-bulan tertentu.

Belakangan, seiring dengan kian lanjutnya usianya, Kiai Salman tampaknya juga menyiapkan kader pribadinya, baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah, yaitu Gus Multazam. Kondisi fisik Kiai yang sangat tawadhu ini, belakangan, memang agak melemah dan intonasi suaranya tidak lagi sekeras dulu. Maka putra ketujuhnya yang lahir di Makkah inilah yang menjadi badalnya (pengganti) untuk memberikan pengajian-pengajian.

Figur yang amat bersahaja, ramah serta tawadlu’ adalah kesan yang akan didapati oleh siapapun yang bertamu ke rumah kiai, yang bulan Ramadlan 1433 H lalu genap berusia 78 tahun menurut perhitungan hijriyah ini. Ketika berbicara dengan para tamunya Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala sebagai wujud sikap rendah hatinya. Bahkan tidak jarang, ia sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumahnya untuk disuguhkan kepada para tamu.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama, PonPes Bupati Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Oleh Fathoni Ahmad

Tidak ada yang mengetahui persis Presiden RI Joko Widodo akan hadir di tengah ratusan ribu massa aksi damai 2 Desember di Monas dan sekitarnya. Meskipun pada akhirnya, Jokowi sendiri yang memutuskan sangat perlu hadir dan shalat Jumat bersama mereka di detik-detik terkahir menjelang kumandang adzan.

Di antara alasan Jokowi yaitu akankah menembus hujan deras untuk bergabung dengan mereka. Meskipun pertanyaan ini begitu menggelitik bagi dirinya. Itulah Jokowi, sebuah gorong-gorong saja mampu ditembusnya apalagi sekadar hujan. Hal itu harus dilakukannya, sebab massa yang telah rapi dan tertib sudah tentu menunggu dirinya.

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Bagi Mantan Wali Kota Solo ini, tidak menemui pendemo dalam aksi Bela Islam II pada 4 November lalu, bukan berarti ia tidak mau berinteraksi dengan rakyatnya, tetapi tentu hal ini hanya persoalan waktu. Terbukti pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember, ia bersama para menteri dan Jenderal menembus kepungan hujan dan merangsek ke dalam ratusan ribu kermununan massa yang telah memadati Monas dan jalan-jalan di sekitarnya.

Data kepolisian menyebutkan, Aksi 212 ini mencapai 200.000 orang yang datang dari berbagai daerah. Meskipun menurut taksiran penulis, massa yang kompak berkumpul dengan mengenakan dress code putih-putih itu bisa mencapai 450.000 orang. Bahkan ada yang bilang jutaan. Kemungkinan data tersebut jika digabung dengan mereka yang juga mengadakan aksi serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Tegal

Namun demikian, penulis tidak ingin membahas data, melainkan sebuah hujan kerap yang menyapa massa aksi 212 di Monas. Ada yang menyebut bahwa hujan yang turun diawali awan gelap atau mendung pekat itu akan mengganggu massa yang dari awal khidmat mengikuti aksi.

Namun penulis melihat, justru dengan turunnya hujan akan memberikan nuansa lain. Apa itu? Mari sejenak mengingat materi pelajaran kimia di sekolah. Meskipun mengandung unsur asam, air hujan juga membawa partikel yang dapat memunculkan sensasi damai dan sejuk di tubuh manusia sehingga rasa senang dan gembira akan mucul. Tak heran jika anak-anak kecil serasa senang bermain di tengah guyuran hujan.

Sebagian orang juga memaknai turunnya hujan sebagai berkah dari Yang Maha Kuasa. Hal ini karena hujan mampu menyuburkan yang kering dan menumbuhkan yang sedang berkembang. Hujan juga bisa mendatangkan musibah jika intensitasnya berlebihan sehingga dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Lagi-lagi, hal ini juga bisa dilihat dari sudut pandang berkah karena manusia diajarkan untuk merawat alam.

Bupati Tegal

Bagaimana konteksnya dengan aksi 212? Mudah sekali membacanya. Jika manusia berkumpul di satu tempat apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, partikel yang ada di tengahnya hanyalah unsur panas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk berdarah panas. Hal itu ditambah dengan berbagai tuntutan aksi yang seketika dapat memunculkan suasana lebih panas lagi sehingga bisa meletupkan keributan.

Hujan kerap yang cukup deras mengguyur massa aksi 212 tak terpungkiri adalah berkah dari Allah SWT. Ia membuat ratusan ribu massa yang berkepala panas menjadi dingin, dada yang membara menjadi tenang, otot-otot yang kencang menjadi kendor, dan tulang-tulang kaku menjadi luwes kembali sehingga aksi yang tadinya damai menjadi super damai.

Petunjuk hujan inilah yang tadinya dinilai Jokowi sebagai rintangan untuk bergabung dengan massa, menjadi berkah yang harus ditembus sebagai energi positif untuk menjawab pandangan-pandangan nyinyir yang ditujukan kepadanya yang dinilai tidak berani mendatangi para pendemo ketika aksi 4 November lalu. Lebih dari itu, persatuan dan kesatuan dalam rajutan merah putih dan dekapan NKRI bisa tetap menjadi milik kita bersama selamanya.

Pesan hujan yang diturunkan oleh Allah dalam aksi 212 juga harus menjadi renungan bersama, betapa kepala dingin, kesabaran, dan sikap tidak memaksakan kehendak harus dikedepankan. Proses hukum tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang senantiasa menjadi tuntutan aksi harus dipercayakan penuh pada ranah hukum. Karena hal itulah yang menjadi kesepakatan bersama di negara hukum seperti Indonesia yang sama-sama kita cintai ini.

Jika hukum sudah berjalan, serahkanlah pada prosesnya, toh masyarakat yang menuntut bisa mengawalnya diberbagai tahapan serta mengawasinya sebagai bagian dari transparansi. Upaya ini juga bagian dari perwujudan supremasi hukum itu sendiri. Berbeda jika tuntutan tersebut disertai dengan pemaksaan kehendak, yang ada hanyalah kekacauan proses yang jelas tidak kita inginkan sebagai warga yang taat pada konstitusi.

Para pendiri? bangsa (founding fathers) ini telah bekerja keras merancang pondasi dan dasar negara sebagai konsensus atau kesepakatan bersama dalam membangun bangsa yang beradab. Mereka bukanlah para pemimpin amatir, tetapi mereka adalah pemikir dan pekerja keras yang secara ikhlas mengusir penjajah dan mendirikan negara ini demi kelanjutan generasi yang lebih baik.?

Kita sebagai pewaris para founding fathers harus memperkuat jiwa dan mental bahwa bangsa dan negara ini mesti dijaga kebersamaannya. Problem politik, agama, budaya, dan entitas-entitas lain jangan sampai membuat bangsa yang telah kuat karena kesepakatan bersama ini terpecah belah.?

Kerugian jiwa dan raga yang ditimbulkan oleh berbagai kepentingan sesaat, apalagi begitu gencar mengatasnamakan agama hanya akan membuat Indonesia seperti negara-negara gagal (failed states) di berbagai kawasan di Timur Tengah. Lagi-lagi, hujan yang turun tepat pada aksi 212 di Monas Jakarta cukup memberikan pelajaran bahwa bangsa ini harus terus dijaga kesejukannya. Semoga!

Penulis adalah Pengajar di STAINU Jakarta, Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Jepara, Bupati Tegal. Ratusan pelajar santri MTs, MA NU dan Pesantren Kelautan Safinatul Huda di Pulau Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara merayakan Hari Pramuka ke-53.

Selama tiga hari Selasa-Kamis (12-14/8) pelajar santri yang tergolong anak nelayan miskin Karimunjawa tetap semangat mengikuti kegiatan diantaranya Lomba Balap Karung, Lomba Kelereng, Lomba Teknik Pramuka, Renungan Malam, Doa Bersama dan Upacara Hari Pramuka.

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Kepala MA NU sekaligus pengasuh pesantren kelautan Safinatul Huda, H Hisyam Zamroni menyatakan kegiatan dilaksanakan dalam memperingati Hari Pramuka ke-53.

Bupati Tegal

“Kegiatan ini kami laksanakan agar semakin mendekatkan pelajar santri lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Hisyam saat berkomunikasi via seluler dengan Bupati Tegal, Sabtu (16/8) siang, kemarin.

Bupati Tegal

 

Kegiatan pramuka, sambungnya merupakan wahana character building—pembentukan karakter yang berwawasan kebangsaan. Selain bernafas kebangsaan, pelajar santri juga perlu di topang wawasan ke-aswaja-annya.

“Wawasan Aswaja ini sejalan dengan napas madrasah dan pesantren kami sebagai satunya-satunya madrasah di Karimunjawa yang ada sejak 2001 dan berlabel NU,” tegasnya.

Lembaganya, lanjut Hisyam berada di pusaran destinasi kepulauan Karimunjawa. Lewat momen tersebut pihaknya juga menyiapkan generasi muda NU yang siap menghadapi laju pariwisata baik lokal, nasional maupun internasional.

Hadir dalam kesempatan kegiatan guru, alim ulama dan tokoh masyarakat di Pulau Kemujan. Hadir pula Ahmad Kholikin ketua MWCNU Karimunjawa, Muchlisin dan Nur Rohimah ketua IPNU-IPPNU kecamatan Karimunjawa. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Doa, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Pringsewu, Bupati Tegal - Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim (Mas Taufiq) berpesan kepada seluruh pengurus untuk senantiasa memperdalam keilmuan khususnya di bidang agama. Untuk itu para pengurus NU diharapkan untuk gemar menghadiri majelis taklim para kiai.

"Sebelum mengajak orang lain hendaknya kita harus memperdalam ilmu agama dan juga dapat menjadi suri teladan yang baik," kata Mas Taufiq saat melantik kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Selasa (20/12).

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Menurutnya, memperdalam ilmu agama di era sekarang ini sangat penting sebagai modal menghadapi era globalisasi dan semakin banyaknya aliran-aliran agama transnasional dengan ajaran yang aneh-aneh.

"Mari memperdalam ilmu keagamaan. Karena menuntut ilmu bukan hanya di sekolah dan pesantren. Bukan hanya waktu muda. Tapi setiap saat mari mengaji, mengaji, dan mengaji," kata Mas Taufiq pada pelantikan yang digelar di Masjid Nurul Iman Ganjaran.

Bupati Tegal

Salah satu majelis yang bisa meningkatkan kemampuan agama adalah Ngaji Ahad pagi atau Jihad pagi yang rutin dilaksanakan setiap pekan. "Mari bersama-sama hadir di Jihad pagi. Kita akan mendapat berbagai macam keilmuan agama pada majelis tersebut," ajaknya kepada warga dan pengurus NU Desa Ganjaran yang lokasinya sangat dekat dengan Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Di akhir pengarahannya, Mas Taufiq mengingatkan pesan Pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari yang sangat masyhur bahwa siapa saja mengurusi NU maka ia menjadi santri beliau. Siapa saja santrinya didoakan memiliki kehidupan yang berkah, keturunan saleh dan salehah serta dipanggil Allah dalam keadaan husnul khatimah.

Bupati Tegal

Kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran yang dilantik akan melaksanakan tugas jamiyyah selama 5 tahun 2016-2021. Kepengurusan yang disahkan berdasarkan SK PCNU Nomor 70/PC/A.II/013/IV/2016 tersebut dinakhodai oleh Rais Syuriyah Ustadz Nur Huda dan Ketua Pengurus Ranting NU Akhya Syaikhuddin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Padang, Bupati Tegal - Umat Islam yang terkena musibah banjir diharapkan tetap menjaga kebersamaan. Jangan sampai merusak rasa persatuan dan ukhuwah yang sudah terbina sebelumnya. Bencana yang menimpa hendaknya dapat dijadikan evaluasi diri sehingga mampu meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang Yulter Ardi mengatakan hal itu ketika menyerahkan 70 paket bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Mato Aia Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (25/6) di halaman musalla Hasanah.

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Menurut Yulter, bencana banjir yang terjadi pada Senin (22/6/2016) lalu hendaknya dapat lebih meningkatkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

"Bencana tidak selalu harus kita ratapi. Tapi bagaimana kita mengambil hikmah. Kita jadikan momen mengevaluasi diri. Mungkin selama ini banyak kemungkaran yang sudah dilakukan dan lalai dari perintah Allah Swt," kata Yulter Ardi, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Menurut Yulter, paket yang diserahkan kepada 70 kepala keluarga, berisikan gula, minyak goreng, beras, selimut, mie? dan sirup. "Walaupun tidak banyak, kita berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terkena banjir.? Karena keterbatasan, memang tidak semua warga yang terkena banjir yang dapat diberikan paket bantuan. Untuk itu, kepada warga yang tidak mendapatkan, kita harapkan bersabar. Mudah-mudahan ada rezeki dari yang lain," harap Yulter. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Doa saat Terjerat Utang

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW terkait utang yang dideritanya. “Kenapa tidak amalkan Sayyidul Istighfar?” kata Rasulullah. Rasulullah menganjurkan sahabatnya untuk membaca tasbih berikut antara terbit fajar dan shalat Shubuh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Terjerat Utang

Subhânallâhi wa bi hamdih, subhânallâhil ‘azhîm, astaghfirullâh 100 kali.

Bupati Tegal

Artinya, “’Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah,’ 100 kali,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, 1424 H, halaman 63). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Bupati Tegal

Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman

Purworejo, Bupati Tegal. Impian enam pondok pesantren Purworejo yang ikut dalam ajang Liga Santri Nusantara Region 2 Jawa Tengah kandas. Pasalnya juara pertama dan berhak maju ke babak berikutnya diraih oleh Pondok Pesantren Darul Muttaqien Temanggung yang dalam babak final mengalahkan skuad Pondok Pesantren Al Quddus. Sementara tim lain dari Purworejo, FC Sandola dari Pondok Pesantren Al-Iman dan FC Nurus Salaf masing-masing harus puas berbagi juara III.

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman

Ketua Panitia lokal, KH Muhammad Haekal mengungkapkan, LSN region 2 Jawa Tengah yang di pusatkan di GOR WR Soepratman Purworejo tersebut diikuti oleh 9 tim perwakilan pondok pesantren seeks Karesidenan Kedu. Tiga tim dari luar kota, enam tim sisanya berasal dari Purworejo.

"Meski dari Purworejo belum ada yang lolos ke babak selanjutnya, namun tentunya ini menjadi pelajaran agar kedepan dipersiapkan lebih matang lagi. Pasalnya, LSN yang diselenggarakan oleh Kemenpora bersama RMI NU ini adalah agenda rutin tahunan," kata Haekal ditemui usai penutupan, Jumat (22/9) petang.

Bupati Tegal

Penutupan LSN region 2 Jawa Tengah di GOR WR Soepratman Purworejo dihadiri oleh Bupati, Kapolres, Kepala Dindikpora, Kepala Kesbangpol, Ketua NU, Ketua RMI NU serta tim dari juara 1- 4 yang menerima tropi dan uang pembinaan.

Lebih lanjut dikatakannya, khusus untuk LSN Region 2 Jawa Tengah di Purworejo tersebut pihaknya bekerjasama denga Polres dengan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dan tropi Kapolres Purworejo. ?

"Secara nasional LSN ini diikuti oleh 1.200 pondok pesantren se-Indonesia. Sedangkan untuk Jawa Tengah, diikuti oleh 130 pesantren yang terbagi dalam 3 region. Para juara dari masing-masing region ini bakal bertanding di babak berikutnya yang akan digelar di Solo bulan depan," imbuhnya.

Haekal berharap, ke depan agar ada perhatian dari pemerintah terhadap para santri khususnya dalam bidang olahraga berupa pembinaan, fasilitasi kegiatan dan lain sebagainya.?

"Santri memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang olahraga. Tentunya ini juga harus menjadi perhatian serius dari pemerintah agar lebih berprestasi," tandasnya.

Bupati Tegal

Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Satriyo Wibowo mengungkapkan, LSN regional 2 Jawa Tengah tersebut merupakan sinergi antara jajaran kepolisian Polres Purworejo dengan dunia pesantren sebagai impementasi penjabaran program prioritas Polri guna menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Kegiatan ini juga bagian dari kepedulian Polri terhadap pesantren dan olahraga guna menjaring bibit-bibit atlet sepak bola dari para santri," katanya.

Selain itu, sambung Satriyo, pihaknya juga berkepentingan untuk membangun tali silaturahmi dengan dunia pesantren yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Purworejo.

"Saya tentu berharap Kapolres berikutnya dapat melanjutkan tradisi yang baik ini demi kebaikan bersama," kata Satriyo yang dalam waktu dekat ini akan pindah tugas. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Makassar, Bupati Tegal. Peringatan Tahun Baru Islam dengan Pawai Muharram yang dilakukan oleh Pesantren Se-Utara Makassar yang dimulai di pesantren MDIA Bontoala (Jl. Lamuru No. 65) mendapatkan pengawalan dari Banser Ansor Makassar, Rabu (14/10).

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Makassar, Haryono memimpin langsung pengamanan pawai tersebut.

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Di depan puluhan pasukannya yang berpakaian lengkap, Ono sapaan akrab Haryono memberikan instruksi agar pasukannya betul-betul mengatur dan mengamankan kegiatan tersebut.

Bupati Tegal

"Kita harus menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap kiai dan pesantren, kita harus memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar," tegas Mahasiswa Hukum Pascasarjana UMI ini.

Bupati Tegal

Sementara itu untuk memperingati pergantian tahun Hijriyah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram berkumpul membaca doa akhir tahun menjelang Magrib kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun. 

Setelah dilanjutkan dengan Yasinan bersama hingga diskusi. Keigiatan ini di berikan tema "Alhamdulillah... 1436 H dan Bismillah...1437 H". 

"Kegiatan ini sebagai wujud pelestarian budaya dan tradisi Islam Ahlussunah wal Jamaah," kata Hasan Basri Ketua Ansor Mataram di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Mataram (15/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Ansor memiliki dua agenda besar dalam waktu dekat yaitu agenda internal dan eksternal. 

Agenda internal menurut Hasan akan dilaksanakannya Konferwil ke VII GP Ansor NTB, prakongres di Surabaya dan kongres di Yogyakarta pada bulan November mendatang. 

Sedangkan secara internal lanjutnya  mantan aktivis PP IPNU ini, Ansor Mataram akan menyambut hari Santri (22 Oktober) dan tanggal 28 Oktober akan menyambut hari Sumpah Pemuda dan gelar doa lintas agama.  

Sementara itu Suaeb Qury Ketua PW GP Ansor NTB berharap agar semua banom NU bersinergi dalam berkegiatan "Semua banom seperti IPNU-IPPNU Fatayat dan lainnya termasuk PMII juga harus senergi dengan Ansor," katanya.

Lebih lanjut Ketum PMII Mataram tahun 2000-2001 ini menyebutkan bahwa generasi Ansor ke depan adalah IPNU-IPPNU maupun PMII saat ini.   

Puluhan pimpinan Ansor dan banom lainnya tampak serius mengikuti agenda satu kali setahun ini. (Rahman Hasanuddin/Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Meme Islam, AlaSantri Bupati Tegal

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam

Jakarta, Bupati Tegal - Meski tak sepenuhnya benar, aksi teror di berbagai belahan dunia mayoritas dikaitkan dengan Islam. Dari sini kaum Muslimin perlu introspeksi dalam rangka memperbaiki kekurangan yang menyebabkan stigma itu muncul.

Menurut Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, orang boleh saja menganggap bahwa terorisme merupakan ciptaan dunia Barat untuk mendeskriditkan Islam, kendati pandangan demikian bisa benar bisa salah.

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Terorisme, Ada Masalah di Internal Umat Islam

“Namun harus diakui di internal Islam sendiri sebenarnya ada masalah. Mereka (para teroris) adalah orang-orang Islam dan terang-terangan mengatasnamakan, menggunakan dalih Islam untuk melancarkan aksinya,” tuturnya di Jakarta, Jumat kemarin.

Bupati Tegal

Ia mencontohkan, saat umat Islam di berbagai penjuru dunia berusaha meyakinkan kekeliruan stigma bahwa Islam mengajarkan terorisme, Al Qaida justru secara tegas mengklaim bahwa berbagai tindakan teror yang memakan korban jiwa itu adalah bagian dari aksinya. Hal ini menunjukkan bahwa di tubuh umat Islam sendiri bersarang masalah yang harus diatasi.

Ia juga menyinggung soal Donald Trump yang terpilih sebagai presiden baru Amerika Serikat. Menurutnya, tokoh yang dikenal memiliki sinisme kuat terhadap Islam ini berpotensi memperburuk posisi umat Islam dalam pergaulan politik internasional bila Trump gagal menciptakan platform yang menjamin perdamaian.

Bupati Tegal

Dalam hal ini, PBNU mengharapkan pemerintah Indonesia melakukan diplomasi aktif dalam turut mewarnai wajah Islam di dunia. Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia memiliki daya tawar tinggi untuk memerankan posisi tersebut.

“Indonesia harus tampil dengan penuh percaya diri melalui legitimasi sebagai pemerintahan dengan bangsa Muslim terbesar di dunia,” kata mantan juru bicara kepresidenan pada era pemerintahan Gus Dur ini. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Pahlawan Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Tokoh Agama Ajak Sukseskan Pergantian Kekuasaan

Jakarta, Bupati Tegal. Para tokoh agama mengajak seluruh bangsa, terutama para penyelenggara negara, utamanya lagi penanggung jawab penyelenggaraan negara untuk menjaga suksesnya pergantian kekuasaan karena keselamatan suksesi ini bukan hanya menyangkut mereka yang bersaing dalam pilpres, tetapi juga keselamatan harga diri bangsa secara nasional.

Tokoh Agama Ajak Sukseskan Pergantian Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tokoh Agama Ajak Sukseskan Pergantian Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tokoh Agama Ajak Sukseskan Pergantian Kekuasaan

Demikian dikatakan oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi usai silaturrahim tokoh nasional lintas agama di Jakarta, Selasa (13/10). Hadir pada acara tersebut mantan ketua MK Jimly Assiddiqie, mantan wapres Try Sutrisno, mantan ketua MPR Sidarto Danusubroto tokoh agama Hindu Pedande Made Gunung, Romo Martinus D Situmorang, Pdt Andreas Y Wangoe, Sri Edi Swasono, dan lainnya.

Hasyim juga menghimbau kepada masyarakat, supaya polarisasi dihilangkan dari pendukung salah satu dari kedua kompetitor yang bertarung dalam pilpres. 

Bupati Tegal

“Pilpres selesai, maka masyarakat harus disatukan kembali, dan kita harapkan agar elit politik tidak mendorong terjadinya polarisasi dalam masyarakat itu, karena biasanya, sumber polarisasi tidak dari bawah, tetapi dari atas,” tandasnya.

Ia berharap pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat diberi kesempatan untuk menata keahliannya mewujudkan program-program yang telah dijanjikan. 

Bupati Tegal

Check and balance merupakan bagian dari demokrasi, janganlah demokrasi digunakan untuk perpecahan,” tandasnya.

Mantan wapres Try Sutrisno mengajak bangsa Indonesia untuk tetap komit dengan Pancasila yang merupakan dasar negara sekaligus jadi filosofi bangsa. “Insyaallah kalau kita pegang teguh kelima sila Pancasila ini, kita akan mampu menghadapi berbagai godaan dan tarikan gaya yang sentripetal, kita menginginkan gaya yang sentrigufal, gaya yang mempersatukan,” paparnya. 

Pedande Made Gunung, mengajak masyarakat mengajak semua masyarakat untuk tetap tenang dan tentram sehingga dapat bekerja sesuai dengan perannya masing-masing.

Romo Martinus D Situmorang mengharapkan para elit, para anggota di DPR atau di eksekutif, diilhami oleh tuhan sendiri sehingga selalu yakin bahwa harga diri dan makna, jatidiri sebagai pejabat, hanyalah sejauh mereka mengutamakan dan terus menerus mencari keuntungan dan kebaikan seluruh bangsa ini.

“Kepentingan kita bersama jauh lebih penting daripada kepentingan kelompok,” katanya.

Sementara itu Pdt Andreas Y Wangoe menegaskan bahwa presiden terpilih adalah presiden bersama, bukan presiden golongan A atau B.

“Kita menghimbau masyarakat kita dari rasa balas dendam.”

“Kepada anggota DPR kita, mereka mewakili rakyat, bukan mewakili diri sendiri, ini harus dicamkan, sehingga selama lima tahun di Senayan, mereka sungguh-sungguh mewakili rakyat Indonesia.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli

Jakarta, Bupati Tegal. Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang terkena terjangan banjir tahun ini. Puluhan desa di sejumlah kecamatan menderita genangan air hingga 2 meter.?

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli

Rumah penduduk, sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya tergenang, bahkan deras menerjang karena disebabkan beberapa tanggul kali jebol tidak kuat menahan debit air mengingat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Terkait musibah ini, PC GP Ansor Kabupaten Brebes bergerak cepat dengan membuka rekening bantuan untuk korban banjir selain sibuk melakukan beberapa langkah evakuasi.

“Banjir menggenangi puluhan desa di beberapa kecamatan. Melumpuhkan aktivitas ekonomi, mengganggu kesehatan, dan merusak bangunan warga,” ujar Ketua PC GP Ansor Brebes, Ahmad Munsip Maksudi kepada Bupati Tegal, Kamis (16/2).

Untuk penyaluran donasi bantuan, Munsip menerangkan bahwa Ansor Brebes telah membuka rekening untuk menampung bantuan dari para donatur untuk disalurkan secara amanah dan tepat sasaran kepada para korban banjir.

Bupati Tegal

Bantuan bisa disalurkan melalui Nomor Rekening BRI: 001401015195536 atas nama Ansor Peduli Brebes. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudara Edy Tristyanto di nomor 087730168022.

“Bantuan saudara sangat berarti dan akan kami laporkan penyalurannya secara transparan,” terang Munsip.?





Bupati Tegal

Banjir menerjang puluhan desa di sejumlah kecamatan di antaranya, Brebes, Wanasari, Jatibarang, Songgom, Tanjung, dan beberapa kecamatan lainnya.? (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Kyai, Pahlawan Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Jombang, Bupati Tegal



Pada April kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Eko Baskoro Harlis mengunjungi rumah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang, Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto dengan maksud silaturahim.?

Dalam kesempatan itu Eko menyodorkan buku, VCD, tabloid tentang Khilafah Islamiyah. Di dalamnya terdapat penjelasan soal sistem khilafah atau konsep negara di bawah bendera Islam yang diusung oleh HTI.

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Eko mulai menjelaskan isi dari tiga barang yang dibawanya itu. Sementara Zulfikar menyimaknya dengan seksama. Setelah selesai memaparkan, Zulfikar langsung menimpali, "Mas, kita ini sama-sama Islam, sampean (anda) syahadat dan shalat, sama. Tapi yang membedakan adalah komitmen kebangsaaan kita," katanya di Jombang, Kamis (5/5/2016).

?

Zulfikar yang dilahirkan di keluarga Nahdlatul Ulama itu menambahkan bahwa sejak lahir ia telah dibekali orang tuanya tentang keberagaman. Indonesia bukan hanya milik Islam, tapi juga warga lain yang berbeda keyakinan.

Bupati Tegal

Keluarga Nahdlatul ulama memang mendapat pendidikan cinta tanah air dari ulama-ulama besar mereka. Istilahnya dalam bahasa Arab adalah hubbul wathan minal iman artinya mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

?

Bupati Tegal

"Nah, yang membedakan itu, sampean ini mengikuti ajaran yang mohon maaf yang tidak memberikan pendidikan yang cukup baik terkait dengan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air," katanya lagi.

?

Kebhinekaan di NU semakin dipertajam dengan pernyataan ulamanya, kata Zulfikar, yang mengajarkan bahwa negara ini bukan negara agama, tapi juga bukan negara tanpa agama.

?

Eko terdiam sejenak dan kemudian menjawab, "Itulah Gus (panggilan khas untuk orang yang dihormati), ini khilafah rahmatan lil alamin (merahmati semua alam), insyaallah kalau khilafah berdiri yang kafir juga dilindungi dan diayomi," ujarnya. Keterangan Eko soal mimpi tersebut tak mampu meyakinkan Ketua PC GP Ansor Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Rabu, 22 November 2017

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa dari berbagai daerah mengusulkan supaya kejuaraan nasional (kejurnas) pencak silat jadi kegiatan rutin. Hal itu mengemuka ketika Bupati Tegal menjaring aspirasi mereka pada kejurnas silat Pagar Nusa 2012, di OSO Sport Center, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/4).

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin

“Kejurnas semacam ini sebaiknya rutin. Kalau bisa, diadakan setahun sekali atau maksimal dua tahun sekali,” ujar pelatih kontingen Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto,” Dengan adanya kejurnas, atlet-atlet Pagar Nusa bisa tampil di ajang-ajang nasional dan internasional,” tambah Harun.

Hal senada juga disampaikan pengurus Pagar Nusa Jawa Timur, ”Berharap setahun sekali diadakan kejurnas sebagai sarana silaturahmi Pagar Nusa seluruh Indonesia. Kalau daerah-daerah lain mengadakan kejurda (kejuaraan daerah, red) Jatim siap mengirimkan tim tamu,” ujar Solahuddin Fathurohman yang membawa kontingennya juara terbaik I.?

Bupati Tegal

Pengurus Pagar Nusa Jawa Barat, Sumatera Barat, Banten juga demikian. Ki Aula Rohman Gozali, pengurus PW Pagar Nusa Jawa Barat terharu dengan kejurnas yang pertama kali diadakan ini.?

Bupati Tegal

“Dengan adanya kejurnas ini, silat-silat yang ada di akar rumput akan terangkum. Juga bisa menggairahkan kembali perguruan-perguruan silat,” tambah ketua perguruan silat Pagar Kencana Jabupaten Garut Jawa Barat.?

Ketua Umum PP IPS Pagar Nusa Fuad Anwar dalam sambutan penutupan festeval Pagar Nusa 2012 menegaskan, akan merekomendasikan kepada kepengurusan yang akan datang supaya kejurnas jadi agenda rutin, lima tahun sekali, atau tiga tahun sekali di tingkat nasional, dua tahun di tingkat daerah, seetahun di tingkat cabang,” tegasnya. ?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Bupati Tegal

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Amsterdam, Bupati Tegal - Kabar bahagia datang dari Amsterdam. Ketua PCINU Belanda Ibnu Fikri menuntun seorang warga Belanda bernama Jeetze Baay mengucapkan dua kalimat syahadat, di PPME Al-Ikhlash Amsterdam, Jumat (4/8) siang.

Pembacaan syahadat dilakukan setelah shalat Jumat yang disaksikan oleh pengurus harian bidang Dakwah PPME Al-Ikhlash, yaitu Ustadz Nur Fatah Taufq dan Ustadz H Maman Dani beserta jamaah Jumat lainya.

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Proses pembacaan dua kalimat syahadat berjalan cukup mengharukan. Beberapa jamaah khususnya ibu-ibu tampak meneteskan air mata. Apalagi saat Jeetze menyatakan kepada jamaah alasan mengapa dirinya masuk Islam.

“Saya masuk Islam, sungguh karena kemauan saya, bukan karena terpaksa atau dipaksa. Juga karena saya yakin, Islam adalah agama yang damai dan membawa kedamaian,” kata Jeetze.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ibnu Fikri, setelah selesai acara pengislaman, menyatakan inilah salah satu bentuk upaya konkret sekaligus tantangan dakwah Islam ramah khas Nusantara di Eropa.

“Yang kita inginkan adalah bagaimana masyarakat di sini (baca: Eropa) menyadari seutuhnya bahwa Islam Indonesia dengan Islam Nusantaranya adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin. Kami akan terus berdakwah dengan penuh damai dan cinta sampai pada akhirnya mereka satu per satu mau ucapkan dua kalimat syahadat tanpa harus dipaksa,” kata Ibnu Fikri.

Di akhir ini, Ketua PCINU Belanda dan pengurus PPME Al-Ikhlash Amsterdam sepakat memberikan nama baru bagi Jeetze Baay, yaitu Musa. Dengan harapan, yang bersangkutan akan bisa meneladani semangat bertauhidnya nabi Musa dalam menjaga iman dan ketaatan kepada Allah SWT walau harus menghadapi ujian dan rongrongan dari Fir‘aun dan bala tentaranya. (Dito Alif Pratama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Senin, 20 November 2017

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Way Kanan,? Bupati Tegal

Himpunan pengasuh pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tergabung dalam Lembaga Persatuan Tokoh Islam (LPTI) Wali Songo diketuai KH Rofiul Bashori Annashih menggelar pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah Kiai Angling Darma (Gus Hafidz), di lapangan Kampung Way Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Ahad (21/8).

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

"Yang suka mabuk, suka judi silakan, tapi setelah itu ngaji, setelah ngaji ya tobat. Jangan mengulangi perbuatan yang dilarang Allah. Kalau setelah ngaji mabuk lagi, judi lagi, dapat diibaratkan berjalan menuju masjid sambil melempar pecahan kaca di depan langkah, tidak akan sampai-sampai amal ibadah kita, tidak ada gunanya," kata kiai dari Semarang, Jawa Tengah itu.

Bupati Tegal

Tampil di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi sekitar 60 tenda, Gus Hafidz mengajak kaum muslim untuk intropeksi diri. Jika shalat sudah, tapi masih diuji dengan utang yang masih banyak misalnya, koreksi shalat dilakukan tepat atau belum, gerakannya sungguh-sungguh atau asal-asalan.

Bupati Tegal

"Shalat lima waktu sudah lengkap atau belum? Kalau mendengar adzan subuh kakinya melangkah menuju masjid apa malah ditutup selimut? Sudahkan mata kita digunakan membaca Al-Quran tiga lembar saja dalam sehari?" tanya Gus Hafidz.

Jika demikian yang masih terjadi, kata dia lagi, tidak usah protes dengan ujian yang diberikan oleh Allah. "Maka dari itu ibadah harus serius, harus ikhlas, harus sungguh-sungguh. Setelah mabuk, yang ngaji, tobat, jangan mabuk lagi," ujar dia lalu melantunkan tembang Haram karya Rhoma Irama diiringi orkes melayu Patria Nada.

Ia menegaskan, mabuk sebagaimana disampaikan Rhoma merusak pikiran, karena itu harus dihindari. "Dan jika generasi kita demikian adanya, wajar saja jika Allah murka, dan kita terus diuji dan diuji. Menjadi tugas kita bersama dan para ulama untuk menyelematkan generasi muda dan umat dari hal-hal yang merusak masa depan dan iman," pungkasnya.

Hadir pada pengajian diamankan puluhan anggota Banser dari Way Tuba, Buay? Bahuga, Bumi Agung dan Bahuga tersebut antara lain, Bupati Raden Adipati Surya, Ketua DPRD Nikman Karim, Camat Buay Bahuga Tupoyo, Kapolsek Buay Bahuga AKP Maryadi dan sejumlah pengasuh pesantren setempat. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

32 Tim Ponpes Mendaftar LSN Region Sumatera III

Medan, Bupati Tegal. Pertandingan sepakbola Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Sumatera III (Provinsi Sumatera Utara) segera bergulir. LSN Region Sumatera III dijadwalkan dibuka secara resmi 26 Agustus di Sub Region IV, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dan Padang Lawas (Palas).

"Sejak dibuka pendaftaran peserta 10 Juli lalu, sudah 32 klub pondok pesantren di Sumut yang menyatakan ikut LSN 2017," ujar Penanggung Jawab LSN Region III Sumatera, Ance Selian, seusai menggelar rapat panitia di sekretariat panitia, Jalan Medan Tenggara (Menteng) VII 142 Medan, Kamis (19/7).

32 Tim Ponpes Mendaftar LSN Region Sumatera III (Sumber Gambar : Nu Online)
32 Tim Ponpes Mendaftar LSN Region Sumatera III (Sumber Gambar : Nu Online)

32 Tim Ponpes Mendaftar LSN Region Sumatera III

Dijelaskannya, LSN Region III Sumatera (Sumut) dibagi dalam delapan sub region, yakni Sub Region I Kota Medan - Deli Serdang, Sub Rgion II Mandailing Natal (Madina), ? Sub Region III Padang Sidimpuan –Tapanuli Selatan (Tapsel), Sub Region IV Paluta-Palas, Sub Region V Labuhan Batu Selatan (Labusel)- Labuhan Batu dan Labuhan Batu Utara (Labura), Sub Region VI Ashan-Batu Bara dan Tanjung Balai, Sub Region VII Simalungun-Siantar- Tebing Tinggi dan Serdang Bedagai (Sergai), dan Sub Region VIII Langkat- Binjai.

"Juara Sub Region akan melaju ke delapan besar yang akan digelar di Kota Medan. Mereka akan memperebutkan tiket ke semifinal dan final pada 3 - 5 September 2017. Sedangkan juaranya akan mewakili Sumut ke LSN tingkat Nasional," tutur Ance.

Menurut Ance, ? LSN yang merupakan program Kementerian Pemuda dan Olahara (Kemenpora) ? dimaksudkan agar dunia pesantren mampu menciptakan bibit baru bahkan mencetak pemain ? profesional di dunia persepakbolaan nasional.

"LSN merupakan salah satu cara pemerintah untuk memastikan bahwa segenap komponen anak bangsa melihat dan menjadikan olahraga sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari proses pembentukan karakter. Dalam bahasa pesantren adalah membentuk generasi berakhlaqul karimah, kuat secara spiritual, hebat dari sisi intelektual, kreatif dari sisi keterampilan," terang pria kelahiran Paluta ini.

Bupati Tegal

Dia meminta kepada panitia, agar LSN 2017 lebih barik dari LSN tahun lalu. "Saya minta kepada Koordinator Region dan Panpel maupun Sub Region di kabupaten/kota untuk menjadikan pelaksanaan even ini sebagai amanah untuk kita pegang," tuturnya.

Bupati Tegal

Koordinator LSN Region III Sumatera Kali Ahmad Harahap menambahkan, LSN merupakan wadah untuk pengembangan potensi santri di bidang sepakbola. "LSN 2017 bertujuan mencari bibit sepakbola usia muda di kalangan pondok pesantren," katanya.

LSN, tambahnya, menjadi instrumen efektif dalam menggelorakan dan pemasaran olahraga di pondok pesantren melalui "Ayo Olahraga" serta menjadi media konsolidasi pondok pesantren melalui gerakan "Ayo Mondok".

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Alihot Sinaga mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke berbagai Ponpes agar mengirimkan timnya ke LSN 2017.

"Hingga kemarin sudah 32 tim ponpes di Sumut yang sudah mendaftar. Jumlah itu bisa bertambah, karena pendaftaran masih dibuka hingga 15 Agustus 2017. Sedangkan verifikasi data tim dan pemain, technical meeting digelar 17 Agustus 2017," tuturnya. (Hamdani Nasution/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Magelang, Bupati Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial santunan ahli waris, luka berat, dan logistik korban banjir bandang Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Bantuan secara simbolis diberikan di Aula Kecamatan Grabag, Magelang, Jawa Tengah.

Total bantuan yang diberikan sejumlah Rp321 juta terdiri dari santunan kematian bagi 13 ahli waris korban meninggal sebanyak Rp195 juta, korban luka sejumlah Rp15 juta kepada tiga orang, dan bantuan logistik sejumlah Rp116,5 juta.?

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Naik Motor Trail ke Lokasi Banjir Bandang Grabag

Selepas penyerahan bantuan, Khofifah dan rombongan langsung menuju titik lokasi bencana menggunakan motor trail sejauh kurang lebih 3 kilometer. Khofifah dibonceng salah seorang personel wanita Taruna Siaga Bencana (Tagana). Kondisi jalan yang terjal, sempit, dan licin cukup membuat Mensos dan rombongan kerepotan.?

Khofifah menyempatkan menyambangi dapur umum lapangan (Dumlap) yang menyediakan makanan bagi para pengungsi. Setelah itu, Ia mengunjungi Pondok Anak Ceria (PAC) yang didirikan Kementerian Sosial.?

Di tempat tersebut Khofifah mengajak anak-anak korban banjir bandang bermain dan bersholawat. Khofifah juga membagikan mainan dan makanan ringan untuk menghibur anak-anak tersebut.?

"Apa yang bapak ibu rasakan, saya juga turut merasakan. Semoga kejadian seperti ini (banjir bandang-red) tidak berulang kembali. Bagi keluarga korban meninggal semoga diberi ketabahan, kekuatan, dan kesabaran. Semoga khusnul khatimah," tuturnya.

Bupati Tegal

Lebih lanjut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Dusun Deles, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, untuk segera bangkit dari kejadian duka banjir bandang ini.?

“Banjir bandang adalah salah satu ujian dari Tuhan. Jika kita bisa melewati ujian dengan lapang dada, Insyaallah kita akan semakin ditinggikan derajatnya dihadapan Allah," imbuhnya. (Red: Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Senin, 06 November 2017

Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017

Lamongan, Bupati Tegal. Mantan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Ngawi, Rudi Tri Wahid, memimpin Ansor periode 2013-2017 setelah unggul dalam pemilihan suara terbanyak pada Konferensi Wilayah yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Ahad dini hari.

"Calonnya ada dua, yakni Rudi Tri Wahid yang memperolah 348 suara dan calon lainnya, Sholahul am Notobuwono hanya meraup 225 suara," ujar Ketua Panitia Konferwil, Abdussalam, kepada wartawan.

Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Rudi Tri Wahid Pimpin Ansor Jatim 2013-2017

Dalam pemungutan suara yang diikuti 573 pemilih tersebut terdapat tiga suara yang tidak sah. Sedangkan, selisih keduanya terpaut 123 suara. Dengan demikian, periode empat tahun mendatang dipercayakan kepada Rudi Tri Wahid sebagai pengganti Alfa Isnaeni.

Bupati Tegal

Sebelum dilakukan pemungutan suara, sempat terjadi perdebatan sengit saat membahas peraturan tata tertib pemilihan serta verifikasi calon ketua. Tim dari kedua calon silih berganti beradu argumen demi memuluskan calonnya melenggang.

Bupati Tegal

Hanya saja, sidang yang dipimpin langsung oleh Pengurus Pusat GP Ansor dan mendapat pantauan langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid tersebut bisa dikendalikan dan peserta konferwil menerima keputusan pemilihan diikuti oleh dua calon.

Keikutsertaan Rudi Tri Wahid menjadi calon ketua sempat diprotes karena yang bersangkutan belum memiliki sertifikat Pelatihan Kadet Nasional (PKN). Namun, karena testimoni PP GP Ansor periode sebelumnya yang dikuatkan dengan surat pernyataan Rudi untuk mengikuti PKN setelah terpilih membuat namanya berhak menjadi salah satu calon.

"Kalau Rudi tidak mengikuti PKN paling lama sebulan setelah terpilih maka akan dilepas mandatnya sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim. Bahkan, jika dia mengikuti dan dinyatakan tidak lulus maka Ansor Pusat tetap mencabut mandatnya," kata Nusron Wahid.

Sebenarnya, jumlah suara yang mengikuti pemilihan sebanyak 666 suara dari PC maupun PAC se-Jatim. Hanya saja, setelah dilakukan verifikasi maka yang berhak memilih hanya 573 suara.

Sementara itu, sebelum konferwil digelar sudah muncul dugaan kemenangan Rudi Tri Wahid. Tokoh muda yang digadang-gadang jago Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, itu diperkirakan unggul telak karena telah mengantongi banyak rekomendasi dari PC maupun PAC.

Bahkan, Rudi mengaku sudah berusaha keras menggalang dukungan dari PC-PC dan PAC-PAC. Hal itu bisa dibuktikan saat memenuhi persyaratan pendaftaran calon dengan modal dukungan 30 PC dan ratusan PAC.

"Saya sudah berusaha yang terbaik sehingga tinggal pasrah kepada takdir," kata alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Di lain pihak, Sholihul Amanullah Notobuwono atau akrab disapa Gus Aam mengaku juga optimistis bakal menang. Kendati demikian, cucu pendiri GP Ansor, KH Wahab Chasbullah tersebut tetap memberikan selamat kepada kompetitornya dalam konferwil. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock