Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Jakarta, Bupati Tegal - Bertempat di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad NU Menuju Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, Selasa (14/6) sore.

Hadir dalam diskusi antara lain Ketua Umum PBNU, Prof. Maksoem Mahfoedz; Rais Syuriah PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua PBNU H Eman Suryaman, serta pengurus Lembaga-lembaga NU lainnya. ?

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Ketua PBNU H Erman Suryaman mengatakan, seminar ini merupakan lanjutan dari Rapat Kerja Nasioanl LPNU yang diadakan di Medan awal April lalu, dan sekaligus sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU akhir bulan ini.

Bupati Tegal

Eman menambahkan ada tiga persoalan pokok yang akan dibahas dan dicarikan soluasinya dalam Rapat Pleno PBNU yaitu pendidikan, kesejahteran (ekonomi), dan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan ekonomi merupakan hal penting untu dikaji dan dipikirkan bersama.

Hadir sebagai pembicara adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong Dr. Rokmin Dahuri, dan Pengamat Perekonomian dan Pertanian yang juga Guru Besar Universitas Lampung, Prof Bustanul Arifin.

Bupati Tegal

Rokmin Dahuri antara lain memaparkan pentingnya bangsa Indonesia untuk kembali kepada sistem ekonomi Pancasila. “Kita sudah masuk terlalu dalam pada sistem ekonomi kapitalis. Sudah saatnya paradigma kita mengarah kembali kepada Pancasila,” kata Rokmin seraya meneruskan, sistem ekonomi Islam (syariah) sangat baik dan besar manfaatnya.

“Hanya Islam yang mengatakan riba itu merugikan manusia,” tambah Rokmin kemudian mengutip bahwa hal tesebut telah disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 279.

Menurut Rokmin ekonomi yang harusnya dikembangkan Indonesia adalah ekonomi yang tidak hanya diserahkan ke mekanismenya ke pasar. Rokhmin mengusulkan barangkali perlu fatwa dari PBNU untuk pengembangan ekonomi syariah yang diberlakukan di Indonesia. Pengembangan ekonomi salah satuya merujuk? bahwa air, tanah, dan api tidak boleh dikelola oleh pribadi, tetapi oleh negara. Hal ini sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Rokhmin mengatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur karena dikarunia banyak potensi sumber daya alam. Menurut Rokmin, satu-satunya negara yang lengkap sumber daya alamnya adalah Indonesia.

Salah satu sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, dan sangat mungkin dikembangkan untuk membangun perekonomian Indonesia ke depan adalah bidang kelautan dan perikanan. Rokhmin menyebutkan ada sebelas sektor ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan, yaitu perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut, industri dan jasa maritim, sumber daya wilayah pulau kecil, hutan mangrove, dan sumber-sumber non konvensional. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Internasional Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Pekalongan, Bupati Tegal - Bagi para pemudik Lebara yang melewati Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mungkin Anda sempat melihat bangunan masjid megah di sebelah utara Jl Dr Sutomo, tepatnya persis sebelum melewati terminal. Atau bahkan Anda justru sudah singgah di masjid tersebu, yakni Masjid Al-Fairus.

Masjid Al-Fairus menjadi salah satu tempat persinggahan favorit para pemudik. Selain menyediakan area istirahat yang luas dan nyaman, para pengunjung juga dapat melihat aneka koleksi Al-Quran dari berbagai negara, yang diletakkan di salah satu sudut bangunan.

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Bupati Tegal berkesempatan melihat berbagai koleksi tersebut saat kami menyambangi tempat ibadah yang diresmikan pada tahun 2005 itu, Senin (11/7) lalu. Koleksi Al-Quran dengan beragam ukuran tersebut, dipajang rapi di dalam sebuah almari kaca.

Letak almari yang ditempatkan di luar masjid sehingga para pengunjung dapat leluasa untuk melihatnya. Pada rak paling bawah, terdapat tulisan : “Kumpulan Al-Qur’an Cetakan dari Terbesar di dunia sampai Terkecil”.

Bupati Tegal

H Abdullah Machrus, Ketua Yayasan Al Fairus, menjelaskan aneka koleksi Al-Quran tersebut merupakan koleksi pribadi miliknya, yang kemudian dihibahkan kepada Yayasan Al-Fairus.

Dipaparkan dia, saat ini, koleksi Al Quran cetak di Masjid Al Fairus ada sekitar 45 buah. “Yang terbesar yang dari Indonesia, sedangkan Al-Quran cetak terkecil dapat dari negara Suriah. Setiap berpergian ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli Al Quran di negara tersebut,” ungkap dia.

Bupati Tegal

Selain melihat koleksi Al-Quran, para pengunjung di Masjid Al-Fairus juga dapat membeli oleh-oleh khas Pekalongan yang dijual di kios-kios yang terletak di sekitar kompleks masjid. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Internasional, Hikmah Bupati Tegal

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

Klaten, Bupati Tegal. Awal pekan lalu, Pesantren Popongan yang terletak di Tegalgondo Klaten, kedatangan tamu dari berbagai daerah. Usianya kebanyakan sudah uzur. Namun dari raut wajahnya tampak mereka bersemangat, seperti hendak menemukan sebuah hadiah.

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

“Tamu yang datang, Ada yang dari Ngawi, Purwodadi, Demak, dan Banten,” kata Darmaji, salah satu santri Popongan, Selasa? (6/5) lalu.

Mereka adalah para jamaah Thariqah Naqsabandi-Khalidiyah yang akan melakukan sulukan rutin di Pesantren Sepuh Pondok Popongan. Mulai hari itu, hingga tanggal 9 Rajab atau Ahad (19/5) mendatang, mereka akan melakukan berbagai aktivitas ibadah seperti puasa, dzikir, wirid dan sebagainya atau yang biasa disebut dengan suluk.

Bupati Tegal

Suluk ini termasuk amalan kaum thariqah. Salik (pelaku suluk) akan mengkhususkan waktu tertentu untuk kholwat (menyendiri) ibadah, biasanya sepuluh hari atau empat puluh hari. Suluk dilakukan murid yang sudah baiat (sumpah setia) pada mursyid (guru tarekat).

Di Pondok Al-Manshur Popongan yang mengajarkan Thoriqoh Naqsabandiyah (Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Kholidiyah) sering digelar kegiatan sulukan di bulan-bulan tertentu. Ada suluk selama sepuluh hari di bulan Muharram (Suro), Rajab, Ramadhan (Puasa), dan Mulud (Robiul Awal).

Bupati Tegal

Setelah sampai di pondok, para tamu terlebih dahulu sowan ke tempat Mbah Kiai Salman Dahlawi, pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan. Diantara kegiatan setelah sowan kiai untuk izin suluk, yaitu mandi taubat dan niat suluk sepuluh hari. Kemudian acara rutin adalah Tawajjuh-an, ini khusus murid yang sudah baiat, tertutup untuk umum.

Sebenarnya, tata cara kegiatan dzikir dan suluk itu banyak sudah banyak dibahas di pesantren, namun pelaksanaannya secara khusus-terformat-terencana dan tersambung sanadnya hingga Rosulullah Saw yakni dengan prosesi ijazahan/baiat hanya lewat tarekat. Masih banyak lagi tata cara suluk tarekat, misalnya cara hidup vegetarian (tidak makan makanan yang bernafas daging) selama suluk, dan kode etik lain yang tak boleh sembarangan dipublikasikan.

Tentang Pesantren Al-Manshur Popongan sendiri, saat ini terdiri tiga bagian, yaitu pesantren putra, pesantren putri dan pesantren sepuh yang diikuti oleh orang-orang tua yang menjalani suluk, lelaku tarekat. Berbagai bentuk kegiatan pesantren juga ditata ulang, sekaligus dengan penunjukkan penanggung jawabnya. Kiai Salman sendiri, selain sebagai sesepuh pesantren, juga mengasuh santri putra dan santri sepuh (santri thariqah) yang datang untuk suluk dan tawajuhhan pada bulan-bulan tertentu.

Belakangan, seiring dengan kian lanjutnya usianya, Kiai Salman tampaknya juga menyiapkan kader pribadinya, baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah, yaitu Gus Multazam. Kondisi fisik Kiai yang sangat tawadhu ini, belakangan, memang agak melemah dan intonasi suaranya tidak lagi sekeras dulu. Maka putra ketujuhnya yang lahir di Makkah inilah yang menjadi badalnya (pengganti) untuk memberikan pengajian-pengajian.

Figur yang amat bersahaja, ramah serta tawadlu’ adalah kesan yang akan didapati oleh siapapun yang bertamu ke rumah kiai, yang bulan Ramadlan 1433 H lalu genap berusia 78 tahun menurut perhitungan hijriyah ini. Ketika berbicara dengan para tamunya Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala sebagai wujud sikap rendah hatinya. Bahkan tidak jarang, ia sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumahnya untuk disuguhkan kepada para tamu.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama, PonPes Bupati Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Madrasah Ini Didik Siswanya Terjun Langsung ke Masyarakat

Subang, Bupati Tegal. Disadari atau tidak selama ini pendidikan di sekolah seakan mengasingkan siswa dari kehidupan bemasyarakat. Karena, sepanjang proses belajar siswa dituntut berada di dalam kelas. Dampaknya adalah ketika sudah lulus seolah-olah siswa teralienasi dari lingkungannya sendiri.

Madrasah Ini Didik Siswanya Terjun Langsung ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Didik Siswanya Terjun Langsung ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Didik Siswanya Terjun Langsung ke Masyarakat

Setidaknya hal itulah yang menjadi salah satu landasan dibuatnya program Belajar Bersama Masyarakat (BBM) di MA Daarul Ikhlash, Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

“Kurtilas (kurikulum 2013) itu kan belajarnya bukan hanya di kelas, diharapkan anak-anak bisa menimba ilmu dari masyarakat dan ketika sudah lulus nanti tidak canggung lagi dalam bermasyarakat," ungkap Pembina BBM, Tito Taqiyudin kepada Bupati Tegal saat tiba bersama rombongan siswa di kompleks sekolah, Ahad (12/9).

Bupati Tegal

Tito yang juga Pengurus Ranting NU Caracas ini menambahkan, berdasarkan berbagai pertimbangan, BBM ini dilaksanakan di Kp. Jaringao, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Subang, Kamis-Sabtu (9-11).

"Istilah BBM ini mirip dengan istilah KKN (Kulaih Kerja Nyata) di Perguruan Tinggi," tuturnya.

Bupati Tegal

Di Jaringao, lanjut Tito, para siswa berkunjung dan berdiskusi dengan para tokoh masyarakat dari unsur pemerintah desa, pelaku ekonomi, tokoh agama, dan tokoh kesenian.

"Mereka (para siswa) juga ikut terlibat dalam mengajar Iqro, jarimatika kepada anak-anak, ikut membuat batako, bakso, pengrajin batu akik,warung, ke sawah, belajar agama kepada H. Endang Mutolib dan Ustad Umin, wawancara kepada Kades dan ketua BPD. Banyaklah. Jadi mereka dilatih supaya berkarakter dan nantinya punya frame untuk bekal hidup di masa yang akan datang," beber guru prakarya itu.

"Hari terakhir bakti sosial, pas bakti sosial anak-anak menggali sumber mata air yang kering sejak lima tahun yang lalu. Ternyata mereka berhasil dan masyarakat memberikan apresiasi yang luar biasa karena sumber mata air itu untuk mengairi ratusan hektar sawah masyarakat," ujarnya

Di tempat yang sama, Aep Robayat, Kepala MA Daarul Ikhlas mengungkapkan bahwa program BBM ini dperuntukkan bagi kelas XII dan rencananya akan rutin dilaksanakan setiap tahun.

"Kegiatan BBM ini terhitung sukses, hal ini terlihat dari apresiasi masyarakat di sana yang cukup tinggi, Insya Allah tahun depan akan dilaksanakan kembali, namun waktu dan lokasinya kondisional," pungkas Pengurus LPP PCNU Subang itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

?

Foto: Para peserta Belajar Bersama Masyarakat (BBM) berpose bersama

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Jember, Bupati Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai M.N. Harisudin mengaku bersyukur atas tertangkapnya Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo oleh Polda Jawa Timur. Menurutnya, sudah sepantasnya Taat Pribadi ini ditangkap karena sudah banyak melakukan penipuan pada ribuan orang.

“Ini aneh, ada seorang dukun dianggap bisa menggandakan uang banyak, tapi ternyata tidak ada hasil penggandaannya. Saya herannya, kok masih banyak pengikutnya. Ini pakai ilmu apa?” Ujar Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut ditemui di kantor NU Jember, Jalan Imam Bonjol 41 A, Jember, Sabtu lalu.

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Tentu, menurut pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini, ada sesuatu yang janggal. Dan, sesuatu yang janggal ini baru ditemukan sekarang. “Jadi, kalau sekarang ini baru ditemukan kasusnya, ya memang ada yang salah di Kanjeng Taat ini. Jadi, saya sangat mendukung apa yang dilakukan Polda tersebut, terutama setelah dua orang anggota mereka dibunuh karena dianggap akan membongkar kebobrokan Taat Pribadi.”? ?

Bupati Tegal

Selain itu, Kiai M.N. Harisudin juga menyorot pandangan sebagian orang kalau Kanjeng Taat seorang kiai. “Tidak benar, kalau Taat Pribadi itu seorang kiai. Seorang kiai itu mengajarkan agama Islam. Tidak ada seorang kiai yang gandakan uang. Makanya, kediaman Taat Pribadi bukan pesantren, melainkan padepokan. Sekali lagi, Taat Pribadi bukan seorang kiai,” tutur Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo tersebut.

Ke depan, Kiai MN Harisudin berharap umat semakin dewasa sehingga tidak mudah dibohongi oleh siapa pun dengan modus apa pun juga. “Ini juga pelajaran bagi kita semua agar semakin ‘cerdas’ dalam menghadapi godaan materialisme dalam hidup. Kalau mau kaya, ya dengan kerja, tidak uang diberikan untuk digandakan seperti Kanjeng Taat Pribadi. Tapi, setelah kaya, juga ditasharufkan untuk kemanfaatan banyak orang. Ini yang ajaran Islam,” katanya. (Anwari/Mahbib)

Bupati Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, News Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

Jakarta, Bupati Tegal. Pendidikan di Indonesia dikelola oleh dua kementarian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola pendidikan umum dan Kementerian Agama yang mengelola madrasah. Berulangkali terdapat usulan penyatuan sistem pendidikan, tetapi Kementerian Agama berpendapat, pembagian dua wewenang ini merupakan kebijakan yang sudah baik.

Direktur Madrasah, Nur Kholis Setiawan berpendapat, jika madrasah digabung pengelolaanya di bawah Kemendikbud, konsekuensinya adalah madrasah harus ikut desentralisasi. Dan disinilah terdapat potensi masalah.

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

“Ketika madrasah digabung pasti otonomi daerah. Iki arep dadi opo. Wong pendidikan agama yang dikelola pusat saja rongorongannya luar biasa banyaknya. Hingga sekarang, kita belum mampu mengatasi keragaman pendapatan dan friksi paham keagamaan, siapa yang akan mengawal itu,” katanya kepada Bupati Tegal baru-baru ini.

Bupati Tegal

Ia menambahkan, meskipun saat ini ada keterbatasan anggaran pendidikan di bawah Kemenag, yang alokasinya jauh dibawah Kemendikbud, tetapi mengelola pendidikan agama bukan sekedar soal uang.?

Bupati Tegal

“Justru, kita harus menghargai partisipasi masyarakat. Apalagi pesantren. Kebanyakan madrasah kan juga bernaung di bawah pesantren. Ini eksistensinya jauh lebih tua dari dari republik, sehingga negara hadirnya lebih banyak memberikan apresiasi bukan bantuan,” tuturnya.?

Yang diharapkannya adalah kehadiran negara yang lebih proporsional kepada madrasah. Memang ada sejumlah madrasah yang besar dan mandiri seperti di pesantren Tambak Beras Jombang atau di Darunnajah Jakarta. Bagi kedua madrasah tersebut ada atau tidak ada pemerintah, tetap jalan. Tetapi, banyak sekali madrasah-madrasah kecil yang tidak bernaung di bawah yayasan besar yang jumlahnya jauh lebih banyak.?

“Yang kaut-kuat ini kan tidak mencapai 15-20 persen. Apalagi madrasah-madrasah di daerah terpencil, di pedalaman, di daerah perbatasan, yang terluar segala macam. Negara perlu hadir agar madrasah bisa sustain, terutama di daerah pinggiran, pedalaman, dan terluar,” tandasnya.?

Beberapa daerah memiliki kepada daerah yang memberi perhatian terhadap pendidikan agama, tetapi persentasenya tidak banyak sehingga perlu adanya regulasi yang jelas bahwa pemerintah daerah juga mendukung pemberdayaan madrasah. Nur Kholis mencontohkan, beberapa pimpinan daerah yang memiliki perhatian baik kepada pendidikan agama diantaranya adalah Bupati Tangerang yang menyediakan dana BOS bagi madrasah dan dana operasional lainnya. Walikota Sabang juga salah satu yang memberi perhatian kepada madrasah dengan mengalokasikan bantuan untuk seluruh siswa, baik kaya maupun miskin.

Jalan tengah

Nur Kholis menjelaskan, madrasah tidak boleh terjebak dalam dua kutub yang ekstrem keagamaan, ada yang syiah atau wahabi. Upaya untuk menjaga agar madrasah tetap di garis tengah dilakukan dengan mengontrol buku-buku yang dipakai.?

Ia mencontohkan, dalam pembuatan buku untuk Kurikulum 2013 Direktorat Madrasah berkonsultasi dengan Ma’arif NU, Disdakmen Muhammadiyah, termasuk berdiskusi dengan Al Washliyah. “Ini merupakan bagian dari upaya untuk mencari jalan tengah dari keragaman pendapat,” paparnya.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Halaqoh Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Surakarta, Bupati Tegal

Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI-NU) Jawa Tengah menggelar Silaturahim Daerah (Silatda) “Gerakan Ayo Mondok” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, 17-19 Oktober 2017. Dalam rangkaian Silatda turut dihelat Seminar Pasar Modal Syariah dengan tema Santri Sadar Investasi, Rabu (18/10).



Seminar tersebut diikuti sekitar 200 santri, dengan menghadirkan pembicara Supervisor Sharia Capital Market Development Indonesia Stock Exchange, 
Derry Yustria; dan perwakilan Panin Sekuritas Solo H Subiyanto. 

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Pada sesi pertama, para santri diajak untuk mengenal pasar modal syariah, khususnya ajakan untuk berinvestasi di saham syariah. Derry menjelaskan bahwa saham adalah tanda bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan.

"Dengan berinvestasi di saham syariah, seorang investor akan mendapatkan capital gain dan deviden," kata Derry.

Perusahaan yang menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya termasuk sebagai saham syariah sebenarnya ada di sekitar kita.

Bupati Tegal

"Selama ini kita hanya bertindak sebagai konsumen, tetapi belum banyak menyadari bahwa keuntungan dari hasil penjualan produk-produk perusahaan yang sahamnya ditawarkan di Bursa Efek Indonesia juga akan dinikmati oleh investor dalam bentuk deviden dan kenaikan harga saham perusahaan tersebut," lanjutnya.

Selain itu, para santri dikenalkan dengan istilah IHSG yaitu Indeks Harga Saham Gabungan serta makna dari naik turunnya nilai IHSG yang selama ini sering kita ketahui melalui media-media nasional baik cetak maupun eletronik. 

Para santri juga diajak untuk mengenal istilah inflasi. Pentingnya kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal syariah bagi para santri adalah bahwa dengan berinvestasi nilai uang pada saat ini lama-lama akan tergerus oleh waktu akibat inflasi. Oleh sebab itu penting bagi para santri untuk melindungi nilai uang saat ini dengan berinvestasi agar nilai uang pada saat ini tidak tergerus oleh inflasi di masa depan dengan ikut mensukseskan Gerakan Yuk Nabung Saham Syariah.

Bupati Tegal

Pada akhir tahun 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara Year to Date dimana ISSI mencatatkan kenaikan 18,6% sementara IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 15,3%.

Hal tersebut menandakan, kinerja saham-saham syariah lebih tinggi dibanding keseluruhan kinerja saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu, partisipasi santri dalam mengembangkan pasar modal syariah menjadi elemen yang penting dalam upaya memajukan keuangan syariah di Indonesia. Per Okober 2017 menurut materi presentasi yang disampaikan, tercatat sudah ada 345 saham syariah yang ditawarkan oleh Bursa Efek Indonesia sebagai pilihan instrumen investasi.

Sementara itu, H Subiyanto memaparkan bertransaksi di pasar modal melalui aplikasi POST Syariah (PaninSekuritas Online Stock Trading Syariah). Panin Sekuritas Online Stock Trading Syariah atau POST Syariah adalah sistem perdagangan saham melalui internet (online stock trading), saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana yang diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan peraturan OJK mengenai pasar modal syariah.





POST Syariah telah memperoleh Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No. 007.18.02/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang Kesesuaian Syariah atas Sistem POST Syariah untuk PT Panin Sekuritas Tbk. Dengan demikian POST Syariah dapat digunakan untuk melakukan transaksi saham secara syariah. Saham-saham yang tidak termasuk dalam saham syariah tidak dapat ditransaksikan. Di akhir sesi, lima peserta seminar mendapatkan hadiah berupa pembukaan akun dari Panin Sekuritas.  (Muhammad Alan Nur/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional, Kiai Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Pariaman, Bupati Tegal. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Sumbar Masrizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC ? PMII Kota Pariaman periode 2016-2017 pada Konferensi Cabang PMII Ke-VI, Ahad (17/4) dini hari. Masrizal maju sebagai kandidat ketua umum bersama enam kader PMII lainnya.

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum  PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Sumbar ? Defi Mulyadi, dihadiri oleh Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Idris dan kader PMII yang tergabung pada komisariat STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar.

Masrizal putra Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur ini termasuk kader yang aktif dalam berbagai kegiatan. Masrizal dinilai berhasil membesarkan PMII di kampus STIE. Selain itu, sudah mengikuti pelatihan Bela Negara selama satu bulan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI di Lantamal II, Padang.

Usai terpilih, Masrizal menyebutkan akan fokus terhadap peningkatan kualitas dan penguatan organisasi PMII di Kota Pariaman.?

Bupati Tegal

"PMII harus lebih baik hari ini daripada hari kemarin," katanya optimis.

"PMII Kota Pariaman harus melakukan revolusi mental agar mampu memposisikan diri sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control di tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki intelektual tentu harus bisa tampil di tengah kehidupan masyarakat," tutur Masrizal menambahkan.

Masrizal juga menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman terus bergerak melawan penghancuran masa depan generasi muda Kota Pariaman melalui penyalahgunaan narkoba yang terus merusak anak bangsa. Korban narkoba terus berjatuhan. Ini terbukti semakin banyak warga binaan di LP Pariaman yang tersangkut masalah narkoba.

Selain itu, kata Masrizal, mahasiswa juga sasaran empuk gerakan radikalisme. Anak-anak muda yang tingkat pemahaman keagamaannya minim, dengan mudah dirayu untuk bertindak radikal. PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak setuju dengan gerakan radikal tersebut.

Sedangkan untuk penyusunan kepengurusan lengkap PMII Kota Pariaman, ditetapkan tim formatur sebanyak lima orang. Masing-masing Masrizal ketua terpilih, Jupmaidi Ilham (ketua demisioner), Sovia (Sekretaris PK STIE Sumbar), Faisal Amri Tanjung (Ketua PK STIT SB) dan Rahim Saputra (Ketua I PMII sebelumnya). Tim Formatur diberi tugas paling lambat 5 kali 24 jam menyusun pengurus lengkap PC PMII Kota Pariaman satu tahun mendatang. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Sejarah, Internasional Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Jepara, Bupati Tegal . Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan menggelar Lomba Cipta Puisi. Perlombaan ini mengangkat tema “Sumpah Pemuda Bangkitkan Semangat Jiwa Kepahlawan Kader Bangsa”.

Puisi mesti dikirim peserta selambat-lambatnya Rabu (5/11) mendatang. Persyaratan lomba, di antaranya, peserta merupakan pelajar MTs atau sederajat, MA atau sederajat, serta Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jepara dengan usia 12-23 tahun; peserta juga mesti mendapat rekomendasi dari instansi terkait; serta menyertakan fotokopi kartu pelajar/ KTP.

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Persyaratan lain peserta adalah individu, setiap instansi diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 peserta dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu puisi.

Bupati Tegal

 

Ketua IPNU Jepara, Muhammad Khoironi menyatakan kegiatan bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis pelajar NU. Disamping itu, untuk mendorong kepedulian terhadap sejarah dan kemajuan bangsa.

Bupati Tegal

Bagi pemenang lanjut Khoironi 3 juara akan memperoleh tropi, sertifikat dan buku. “InsyaAllah karya terbaik akan kami bukukan dan publikasikan di web IPNU-IPPNU Jepara, tambahnya.

Info lanjut mengenai lomba silakan menghubungi 085 290 462 092 / 085 641 158 922/ 085 225 192 933. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Internasional Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

Jakarta, Bupati Tegal



Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis saat menjelaskan hubungan dekatnya dengan keluarga angkatnya yang beragama Islam di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang perdana perkara penistaan agama.

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

"Saya lahir dari pasangan non-Muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga Muslim," ujar Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa.

"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok seraya terisak.

Kemudian, Ahok yang mengenakan batik panjang bernuansa cokelat itu terlihat diberikan sehelai tisu oleh panitia sidang.

Bupati Tegal

"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya," lanjut Ahok.

"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat," kata Ahok.

"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," tambah dia.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga Muslim yang taat.

Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.

Bupati Tegal

Calon Gubernur Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan dia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu, tepatnya 27 September 2016.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.

"Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum nasrani dan yahudi menjadi pemimpin mereka," kata Ahok. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Bandar Lampung, Bupati Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 ? Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) resmi dibuka pada Jumat malam (1/4), di Pondok Pesantren Marfaatuddiniyyah Al-Islamiyah Kaliawi Bandar Lampung. ? Meskipun hujan mengguyur sepanjang malam, acara yang secara resmi dibuka Rais Syuriyah PBNU,? ? KH. Ishomuddin ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Syubbanul Wathan dan Mars KMNU oleh para peserta.

Agenda Rakernas yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Mahasiswa NU dalam Dakwah di Era Teknologi Guna Memperkuat Pilar-pilar Bangsa" ini dihadiri 58 peserta perwakilan KMNU dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Rencananya, ? acara ini akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, (1-3/4).

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Dalam sambutannya, KH Ahmad Ishomuddin kembali mengingatkan tugas mahasiswa NU untuk menjaga perjuangan nilai-nilai Aswaja, terutama di kampus-kampus yang mulai didominasi oleh aliran-aliran Wahabi dan Salafi. Beliau menjelaskan pilar- pilar yang harus dimiliki seluruh mahasiswa NU untuk merebut kembali dominasi tersebut. ? Pilar- pilar yang dimaksud di antaranya, At-taaruf bi nahdlatil ulama (Mengenal seluk-beluk Nahdlatul Ulama), Al-mujahadah bi Nahdlatil Ulama (Bersungguh-sungguh), As-sobru bi Nahdlatil Ulama ? (sabar dalam berjuang) dan terakhir At-tsiqotu bi nahdlatil ulama (teguh berkeyakinan).

Bupati Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Ishom ini mengukapkan keyakinannya yang tinggi bahwa nantinya akan lahir dari kader-kader KMNU ini yang berjuang meneruskan estafet kepemimpinan dan kepengurusan di tubuh NU ke depan.? (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nasional, Kajian Islam, Internasional Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Hadiri Santri of The Year 2017, Gubernur DKI: Kita Teruskan Perjuangan Para Kiai

Jakarta, Bupati Tegal. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai perjuangan para kiai dan santri yang rela menghibahkan semua yang ada pada dirinya untuk melawan penjajah.

Hadiri Santri of The Year 2017, Gubernur DKI: Kita Teruskan Perjuangan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Santri of The Year 2017, Gubernur DKI: Kita Teruskan Perjuangan Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Santri of The Year 2017, Gubernur DKI: Kita Teruskan Perjuangan Para Kiai

“Perjuangan mereka waktu itu menghibahkan semuanya, menghibahkan tenaga, darah, air mata, bahkan nyawa dihibahkan untuk republik ini,” kata Anies Baswedan pada acara Santri of The Year 2017 di gedung Galeri Nasional Indonesia, Ahad (22/10).

Ia menjelaskan tentang betapa hebatnya perjuangan para pendiri bangsa, seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang mencetuskan fatwa Resolusi Jihad untuk berperang menghadapi kekuatan kolonial yang akan kembali menjajah Indonesia. 

Menurut pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini, zaman di mana belum sms atau grup whatsapp, tapi informasi tentang Resolusi Jihad itu langsung menyebar dan puluhan ribu orang turun tangan terlibat menghalau asing.

Peristiwa ini, menurutnya, jangan sekadar dijadikan sejarah, lebih dari itu menjadi kacang benggala terkait tantangan Indonesia hari ini.

Bupati Tegal

Ia pun meminta agar perjuangan para pendahulu diteruskan oleh generasi sekarang. “Saya rasa kini saatnya kita membuktikan kepada orang tua kita. Kita teruskan perjuangan mereka,” tegasnya.

Hadir pada acara penghargaan ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faisal Zaini, Wakil Ketua Umum PBNU periode 2010-2015, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia Muhammad Nasir dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, Internasional Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Fenomena Jilboobs

Oleh Novi Arizatul Mufidoh

Banyak pernyataan yang menyebutkan bahwa wanita atau muslimah lebih mudah masuk surga. Islam telah mengajarkan berbagai aturan yang mengatur norma dan etika bagi para penganutnya, terutama untuk muslimah. Sedangkan, salah satu ciri wanita yang bisa dikatakan mampu menjadi penghuni surga ialah wanita yang pandai menjaga kehormatan dirinya.

Dari pernyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa tolak ukur kemuliaan seorang wanita muslimah, dapat dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, bertutur kata, berjalan, dan sebagainya. Dalam hal ini, yang seringkali menjadi sebuah permasalahan dalam dunia kemasyarakatan yang mengutamakan norma-norma Islam adalah bagaimana cara seorang muslimah dalam berbusana sehari-harinya.

Fenomena Jilboobs (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Jilboobs (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Jilboobs

Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan perintah khusus yang hanya dibebankan kepada kaum wanita, yaitu memakai jilbab, tidak keluar selain dengan mahramnya, tidak melembutkan ucapan di hadapan orang fasik, dan tidak berlebihan dalam menghias diri seperti kaum jahiliyah. Namun, sudah selayaknya sebagai seorang muslimah tidaklah menganggap hal itu menjadi sebuah beban, tetapi menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukannya.

Mengenai kewajiban berjilbab atau menutup aurat bagi wanita, Allah SWT telah berfirman, “Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Firman Allah di atas telah menerangkan secara tegas bahwa setiap wanita yang mengaku muslimah beriman haruslah mengenakan jilbab. Allah SWT juga memberikan jaminan bagi wanita mukminat yang berjilbab, bahwa mereka akan lebih aman dari gangguan pandangan orang-orang nakal, dibandingkan dengan mereka yang biasa memakai pakaian mini dan terbuka auratnya. Namun, apabila ada seorang wanita yang di masa lalu tidak berjilbab dan kini berjilbab, maka Allah SWT akan mengampuni dosa mereka karena tidak memakai jilbab pada masa lalunya, karena Allah SWT maha pengampun lagi maha penyayang, sesuai dengan pengertian? yang tertuang dalam ayat di atas.

Bupati Tegal

Jilbab dan Kontaminasi ‘Jilboobs’

Secara bahasa, jilbab berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata “jalbaba, yujalbibu, jilbaaban”, artinya, baju kurung yang panjang. Jadi, pengertian jilbab adalah pakaian yang luas atau lapang, yang berarti pakaian yang dapat menutupi anggota tubuh seorang wanita kecuali wajah dan telapak tangan. Karena, pada dasarnya seluruh anggota tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.

Meski demikian, tidaklah sedikit muslimah zaman sekarang yang telah menyimpang dari aturan memakai jilbab sesuai dengan arti jilbab itu, karena mereka telah terkontaminasi oleh budaya baru. Mereka lebih bangga mengikuti trend zaman dalam berbusana yang sebenarnya tidaklah sesuai dengan syariat Islam. Masalah berbu sana yang saat ini sedang marak terjadi diantara para muslimah Indonesia adalah gaya berbusana ala ‘Jilboobs’.

Bupati Tegal

‘Jilboobs’ diadopsi dari? gabungan kata jilbab (disini diartikan kerudung/penutup kepala) dan boobs (payudara). Maksudnya, jilbab yang mereka pakai tidak difungsikan sebagai penutup aurat, melainkan hanya sebagai pembungkus sebagian tubuhnya saja. Gaya busana ini memang tidaklah sesuai dengan ajaran Islam, dan seharusnya tidak perlu ditiru oleh para muslimah. Karena, meski mereka memakai jilbab, namun mereka membiarkan bagian lekak-lekuk dadanya itu tetap terlihat dengan jelas, apalagi bagi mereka yang memakai pakaian ketat. Padahal, sejatinya seorang muslimah yang memakai jilbab, hendaknya mereka juga berbusana dengan pakaian yang dapat menutupi aurat, yang sekiranya tidak menebar syahwat bagi siapa saja yang melihatnya.

Bagi orang awam yang tidak mengerti hukum Islam sebenarnya, mereka masih bisa dimaklumi jika mengikuti trend seperti itu. Karena, mungkin dengan mengikuti gaya ‘Jilboobs’, lambat laun mereka akan terbiasa mengenakan jilbab, dan setelah mereka mengetahui aturan berbusana muslimah, mereka dapat menutupi auratnya dengan smpurna.

Nilai Ibadah dibalik Jilbab

Perlu diketahui dan disadari oleh kaum wanita, bahwa ketika dirinya memakai jilbab itu mengandung nilai ibadah tersendiri. Di samping sebagai ketaatannya kepada hukum Allah, memakai jilbab dan berbusana yang menutup aurat merupakan tindakan preventif atau pencegahan dari pandangan mata lelaki yang dapat menimbulkan berbagai keinginan yang barangkali bertentangan dengan ajaran agama. Jadi, tak perlu lagi bagi seorang muslimah untuk mengenakan busana ala ‘Jilboobs’ karena hal itu dapat menjadi gerbang terjadinya perzinahan.

Sekarang, perlu diingat bahwa kewajiban mengenakan jilbab tanpa kontaminasi dari ‘Jilboobs’ merupakan ajaran Islam yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh wanita manapun. Selain berjilbab, wanita muslimah juga harus mengenakan busana yang setidaknya memenuhi kriteria busana tidak transparan, longgar, dan dapat menutupi aurat, tidak hanya sekedar membungkusnya saja. Wanita muslimah juga dilarang untuk menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali memang yang biasa nampak. Namun, boleh saja seorang wanita menampaakannya kepada segolongan mahramnya dan suaminya. Wallahu A’lam bi al-shawab.

?

Novi Arizatul Mufidoh, pengajar Paud Islam Mellatena-Semarang

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Internasional, Syariah Bupati Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Tarian Lengser Awali Pelantikan GP Ansor Cihideung

Tasikmalaya, Bupati Tegal - Malam Agustusan, Selasa (16/8), diisi dengan Marawis Rijalul Ansor Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. Malam yang memuat acara pelantikan kepangurusan GP Ansor Cihideung ini dibuka dengan "Lengser", tarian lokal, lengkap dengan atraksi silat di hadapan para hadirin.

Para pengurus yang akan dikukuhkan berbaris di tengah jalan menunggu penyambutan dari Ketua MWCNU Cihideung KH Tatang dan Rais Syuriyah MWCNU KH Misbahudin.

Tarian Lengser Awali Pelantikan GP Ansor Cihideung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarian Lengser Awali Pelantikan GP Ansor Cihideung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarian Lengser Awali Pelantikan GP Ansor Cihideung

Tradisi Lengser dengan tarian khasnya mengantarkan Ketua MWC dan Rais Syuriyah MWCNU setempat di hadapan pengurus. Dua kain serban pun dikalungkan pada Ketua GP Ansor Cihideung dan sekretarisnya.

Lengser mempersilakan seluruh pengurus yang akan dilantik naik panggung. Selanjutnya pembacaan ikrar pengukuhan oleh Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya Ricky Assegaf.

Bupati Tegal

Ketua GP Ansor Cihideung Erus Rustandi dengan penuh semangat mengikuti setiap perkataan Ricky. Diikuti seluruh pengurus yang dilantik, pelantikan berjalan lancar.

Bupati Tegal

Sekretaris GP Ansor Jawa Barat Johan Jauhari Anwar mengapresiasi prosesi pelantikan ini. Pasalnya selain di momen Malam Hari Kemerdekaan RI, pelantikan ini juga memadukan unsur agama dan budaya.

"Pelantikan PAC Ansor ini satu-satunya yang digelar di malam kemerdekaan. Satu-satunya juga pelantikan yang memakai Lengser. Hebat," kata Johan. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib

Banyumas, Bupati Tegal. “Aduh Mas, jangan tanya deh, sejarah bangsa ini belang-belang, blepotan, banyak aibnya. Untuk memperbaikinya, kita harus mengakui itu semua. Jadi pernyataan bangsa ini ramah, adiluhung harus dipelajari dulu. Baru kita bisa memperbaiki.”

Demikian dikatakan Ahmad Tohari pada Bupati Tegal tadi pagi (16/2). Ahmad Tohari mengatakan, kekerasan kita ada sumbernya, tapi bukan agama, melainkan watak kekuasaan dan keserakahan manusia.

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib

“Bagi yang meresapi agama dengan sesungguhnya, agama mampu mengeliminir watak kekerasan pada penganutnya,” jelas Tohari yang lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948.

Bupati Tegal

Tohari memberi contoh, dalam cerita pewayangan, ketika Kumbakarna dimutilasi, para penonton menikmatinya, bersorak-sorai, bertepuk tangan. Begitu juga ketika Abimayu yang juga mati dimutilasi.

“Penonton mendukung pembunuhan keji itu. Pulang ke rumah, kita biasa saja, sembayang subuh, berbuat baik. Tanpa beban, tanpa penyesalan,” ujar Tohari, penulis novel terkenal, Ronggeng Dukuh Paruk.

Bupati Tegal

“Ada contoh keji lagi. Amangkurat I membunuh 5000 santri dari Pantura di alun-alun Kartasura, dengan cara dipanahi satu-satu. Setengah bulan baru selesai. Ini datanya ada di Belanda. Pembantaian di Madiun 1948. Pembantaian tahun 1965 di mana-mana, yang tidak selesai-selesai efeknya sampai sekarang, dan lain-lain. Sejarah pembantaian ini mau dibaca bagaimana? Balas dendamkah? Diratapikah? Disembunyikankah?”

Tradisi kekerasan kita, kata Tohari, ada bersamaan dengan tradisi perilaku welas asih. “Seyognyanya dipelajari dengan baik, untuk modal hidup damai,” ujarnya.

“Kekerasan dalam agama adalah anomali. Mari kita pelajari lagi dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh. Insya allah kesimpulannya akan benar untuk perkembangan peradaban ke depan,” kata Tohari yang ahli kebudayaan Jawa. (nn)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Amalan, Sholawat, Internasional Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah

Wukuf Arafah termasuk rukun paling utama dalam ibadah haji. Inilah yang menjadi pembeda antara haji dan umrah. Kalau dalam ibadah umrah tidak ada kewajiban wukuf di Arafah, sementara dalam ibadah haji wajib wukuf di Arafah. Bahkan dalam hadis ditegaskan, haji adalah Arafah.

Ketika wukuf di Arafah disunahkan memperbanyak doa dan zikir. Rasulullah SAW mengatakan, “Doa paling utama ialah doa hari Arafah,” (HR Malik). Al-Mawardi dalam Al-Hawil Kabir menjelaskan, di antara doa yang sering dibaca Rasul saat wukuf di Arafah ialah.

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai’in qadîr. Allâhummaj‘al fî sam‘î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi’âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ’iqid dahri.

Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur. Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman”

Bupati Tegal

Selain memperbanyak doa dan zikir, jamaah dianjurkan pula membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya. Al-Mawardi dalam Al-Hawi mengatakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Disunahkan membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya karena ada riwayat dari Ali bin Abu Thalib tentang hal itu.”

Al-Mawardi menambahkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? - ?: " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Hendaklah bersungguh-sungguh dalam doa, sebab hari itu termasuk hari paling utama yang diharapkan terkabulnya doa. Ibnu Musayyab meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW berkata, ‘Tidak ada hari di mana Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah.”

Berdasarkan penjelasan Al-Mawardi di atas, setidaknya ada tiga hal yang dianjurkan memperbanyaknya ketika wukuf di Arafah: pertama, memperbanyak doa, khususnya doa yang telah dikutip di atas; kedua, memperbanyak membaca Surat Al-Hasyr merujuk pada riwayat Ali bin Abu Thalib; ketiga, bersungguh-sungguh dalam berdoa sebab Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya di hari Arafah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Meme Islam, Olahraga Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

MA AN-Nawawi Istiqomahkan Pramuka

Purworejo, Bupati Tegal. Gerakan Pramuka Madrasah Aliyah An-Nawawi Purworejo-Jawa Tengah menggelar Pelantikan Dewan Ambalan Saefudin Zuhri dan Kartini MA An-Nawi masa bakti 2012/ 2013. 

MA AN-Nawawi Istiqomahkan Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
MA AN-Nawawi Istiqomahkan Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

MA AN-Nawawi Istiqomahkan Pramuka

Kegiatan yang diikuti oleh 39 calon dewan ambalan, dilaksanakan dua hari  bertempat di halaman Madrasah mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 20.00, tanggal 17-18 Januari. kemudian dilanjutkan dengan pembai’atan di area makan desa Bulus Gebang pada pukul 00.00 WIB.

Kegiatan ini diadakan rutin setiap tahun diikuti oleh sebagian kelas XI yang telah di seleksi oleh panitia bersama Pembina pramuka. Pembina pramuka MA An-Nawawi Muhammad Huda Mabrur  menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai bekal calon dewan ambalan untuk menjalankan tugasnya. 

Bupati Tegal

“Pelantikan ini diadakan untuk meningkatkan mutu, kualitas dan keberanian individu calon dewan ambalan, karena nantinya mereka akan mendidik adik-adik kelasnya agar kegiatan pramuka ini istiqomah, karena sangar berguna," jelas Huda Mabrur.

Bupati Tegal

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Hadits Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Bupati Tegal. Bulan Ramadhan tahun ini, Bupati Tegal/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Bupati Tegal dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Bupati Tegal, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Bupati Tegal

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Bupati Tegal

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Bupati Tegal juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Bupati Tegal.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Warta, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

Surabaya, Bupati Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menilai, pemerintah bersikap plin-plan atau inkonsistensi dalam masalah dukungan atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1747 terhadap Iran.

"Kami prihatin, karena pemerintah plin-plan dengan memberikan dukungan kepada PBB untuk memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dianggap mengembangkan uranium," ujarnya saat berbicara pada pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-61 Muslimat NU di Surabaya, Jumat (6/4).

Ia menjelaskan, sikap plin-plan Indonesia itu sangat berbahaya, karena akan menurunkan kepercayaan negara lain terhadap Indonesia.

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

"Pemerintah dapat dikatakan plin-plan atau inkonsistensi, karena saat Presiden Iran dan Ketua MA Iran datang ke Indonesia dengan menemui presiden dan sejumlah pemimpin informal untuk menjelaskan program nuklir di Iran guna tujuan damai justru mendapatkan dukungan dari pemerintah," ujarnya menegaskan.

Namun, anggota Fraksi Kebangsaan Bangsa (FKB) DPR RI itu, hanya dalam kurun satu hungga dua bulan justru muncul dukungan Indonesia terhadap Resolusi 1747 dari DK-PBB untuk memberikan sanksi kepada Iran atas pengembangan nuklirnya.

Bupati Tegal

Khofifah mengatakan, pandangan Muslimat NU terhadap Iran itu sudah menjadi kesepakatan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU se-Indonesia pada Maret 2007.

"Dalam Rapimnas Muslimat NU se-Indonesia itu, kami menyikapi masalah nuklir Iran dan resolusi DK-PBB, desakan pengesahan RUU APP, dan desakan perlunya badan khusus dalam menangani luapan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo," katanya menambahkan. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Internasional, Sunnah Bupati Tegal

Bupati Tegal

Senin, 13 November 2017

Ansor Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Padang, Bupati Tegal



Kapolda ? Sumatera Barat Brigjend Fakhrizal meminta Gerakan Pemuda Ansor untuk tetap pada jalur pergerakan perjuangan bangsa. Ansor yang turut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan keutuhan ? NKRI merupakan fakta sejarah yang dimiliki Ansor.

Ansor Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Garda Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Hal itu diungkapkan Kapolda Sumbar Brigjend Fakhrizal ketika menerima rombongan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat di ruang kerjanya, Mapolda Sumbar, jalan Sudirman, Padang, Rabu (18/1).

Menurut Fakhrizal, kondisi bangsa Indonesia yang mengalami pasang surutnya terhadap peristiwa yang akan mengoyahkan NKRI bahkan akan meruntuhkan NKRI. Ansor terus menjadi garda terdepan untuk bersinergi dalam perjuangan menjaga keutuhan NKRI. “Saya juga melihat dan mencermati bahwa ? Ansor merupakan ? organisasi kepemudaan yang terus menjaga komitmennya untuk NKRI. Pihak kepolisian siap bergandengan tangan dengan ? Ansor untuk mempertahan NKRI dari ? pihak yang ? mengusik NKRI,” kata Fakhrizal.?

Dikatakan Fakhrizal, terkait masalah narkoba, sangat penting peran Pemuda Ansor. Karena narkoba juga ancaman terbesar yang akan merusak bangsa ini. Karena melalui narkoba mampu merusak generasi muda secara perlahan-lahan. Ini ? sangat berbahaya karena narkoba ? melumpuhkan generasi ? penerus bangsa Indonesia. Generasi muda kita sudah dirusak dan dihancur oleh narkoba. “Karena itu, melalui Ansor supaya narkoba mampu ? dilumpuhkan dan ? menjadi tugas ? Ansor pula ? memerangi narkoba,” tambah Fakhrizal.?

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman menyebutkan, Ansor Sumatera Barat ? memberikan apresiasi ? kepada Kapolda Sumbar yang berkenan menerimanya. Kedatangan Ansor ke Mapolda merupakan kegiatan safari ? untuk menyikapi kondisi bangsa, khususnya Sumatera Barat. Ansor prihatin dengan ? kondisi bangsa yang tengah maraknya beredar ? informasi ? mengindikasikan ? mengganggu stabilitas keamanan dan ketentraman ? bangsa. ?

Bupati Tegal

“Ansor ingin menjalin silaturahmi dengan ? Kapolda untuk meyikapi kondisi bangsa terkini. Bagaimana ? Ansor sebagai pemuda mampu menyikapi dengan penuh kehati-hatian untuk tidak terpanjing dan terbawa ? kondisi yang ? merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai kebhinekaan ? sekarang ini tengah bergejolak di media dan media sosial,” kata Rahmat, alumni Ponpes Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Padangpariaman ini.

Bupati Tegal

Turut mendampingi Rahmat, Sekretaris Arianto, pengurus lainnya, ? Almudasir, ? Yuni Chandra, ? Aldi Putra, Muhammad Fauzi, Irfan Aulia, Ketua PC Ansor Padang Tan Gusli, Ketua PC Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana, Sekretaris PC Padangpariaman Alva Anwar dan Banser Hardi Chandra.

Sekretaris ? Ansor Sumbar Arianto ? menambakan, kondisi sekarang yang rentan akan pertikaian dan ucar kebencian dari kelompok kepada kelompok lain dengan ? berbagai dalih. Termasuk ? dengan dalih agama, sehingga menimbulkan berbagai kecaman pada suatu kelompok. Hal ini ? mengakibatkan rusaknya nilai-nilai kultur yang sudah tertanam di negeri ini seperti saling mencintai, penuh kedamaian dan ketentraman.?

“Sebagai gerakan pemuda, maka ? Ansor harus melakukan ? langkah konkrit untuk dapat meredam ? kondisi ini. Jangan sampai ? terjadi disintegrasi bangsa. ? Ansor berharap ? pihak kepolisian ? menjadikan ? Ansor sebagai mitra dalam melihat kondisi di tanah air ? akhir-akhir ini,” katanya. (armaidi tanjung/ ? ? ? )

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock