Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Aceh Besar, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Aceh Besar, Aceh masa khidmah 2014-2019 resmi dilantik di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 23 Agustus 2016. Pelantikan dan naskah baiat dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh.

PCNU Kabupaten Aceh Besar dipimpin duet Syuriah Tgk. Saifullah dan Ketua Tanfidziyah Tgk. Dhiauddin Idris.

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Pelantikan dihadiri ratusan warga mulai dari pelajar, santri, para pengurus, beserta banom-banom NU mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU. Dari jajaran pejabat hadir Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kapolres, Dandim, Para SKPD, Muspika, dan lainnya.

Bupati Tegal

Tgk. Dhiauddin Idris dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah Ahlussunnah wal-Jamaah sehingga NU Aceh Besar ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Aceh Besar mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinnginya kepada pengurus PCNU Aceh Besar atas kerja sama dalam pembinaan generasi baik budaya, dan pendidikan agama sehingga terciptanya masyarakat yang penuh iman, taqwa dan berakhlak mulia.

Sambutan dari PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan PBNU Imam Pituduh menyampaikan sama-sama mengajak nahdliyin untuk selalu memperjuangkan Ahlussunnah wal-Jamaah dalam konsep dan kerja nyata. Dalam sambutannya, Imam Pituduh, meminta untuk berkomitmen mendirikan Universiatas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aceh Besar.

Bupati Tegal

"Dengan kerja sama yang baik, kita berinisiatif untuk mendirikan UNU di Aceh Besar, dan sudi kiranya Pemerintah Daerah Aceh Besar untuk mempercepat proses legalitas hibah tanah tempat pendirian UNU," ujar Imam. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Tegal Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi

Metro, Bupati Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kota Metro, Lampung KH Zainal Abidin mengatakan bahwa salah satu hal penting dalam membangun sebuah organisasi khususnya di jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) adalah kebersamaan.

Hal ini menurutnya sudah ditegaskan dalam Qanun Asasi NU melalui salah satu ayat Al-Quran Surat Al-Imran ayat 103 yang memerintahkan kepada Ummat Islam untuk bersatu dalam Islam dan tidak bercerai berai.

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi

"Jamaah membawa rahmat. Perbedaan tidak apa apa namun yang berbahaya adalah perpecahan," tegasnya didepan peserta Silaturahmi Daerah (SILATDA) Kader Penggerak NU di Kampus Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIM NU) Metro, Selasa (28/3).

Kiai Zainal, begitu Ia biasa disapa, menjelaskan juga bahwa dalam mewujudkan kebersamaan, seluruh elemen juga perlu berjuang agar organisasi yang dijalankan bersama meraih tujuan bersamanya.

"Dengan bersama, rahmat akan diturunkan Allah. Ini yang biasanya sulit diwujudkan dalam sebuah organisasi," ingatnya.

Bupati Tegal

Disamping itu menurutnya seluruh elemen jamiyyah harus berkiprah, berkhidmah dan bergerak menurut fungsi masing masing.?

"Yang bukan kiai jangan bergerak seperti kiai yang dosen bergerak sesuai tugas dosen," tegasnya sembari mencontohkan kekompakan yang dicontohkan anggota tubuh yang mampu bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Dalam menjaga kebersamaan diera saat ini, Kiai Zainal mengingatkan juga untuk secara teliti menyaring informasi khususnya didunia maya agar tidak muncul bibit perpecahan.

"Pintar-pintarlah menyaring berita yang tidak jelas didunia maya khususnya media sosial. Jika belum paham betul, tanyakan kepada yang lebih ngerti," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Pati, Bupati Tegal. Rais Aam PBNUKH Sahal Mahfudh mengingatkan agar umat Islam Indonesia mewaspadai berbagai upaya dari pihak lain yang ingin memecahbelah sesama muslim. Sebab disinyalir munculnya paham-paham atau aliran baru belakangan ini yang tidak sejalan dengan syariat Islam sengaja diskenario untuk mengacak-acak kehidupan beragama Islam di Tanah Air.

"Kita harus waspada, karena ada skenario besar yang bermaksud untuk mengacak-acak kita," kata KH Sahal, ketika menerima silaturahmi pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang, di Ponpes Maslakul Huda, Pati, Sabtu (27/10).

KH Sahal mengatakan yang menjadi sasaran dari sebuah skenario besar untuk mengacak-acak kehidupan umat Islam itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi dilakukan secara global. "Namun nampaknya Indonesia menjadi sasaran utama."

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama Departemen Agama harus proaktif menangani masalah itu. "Tidak perlu takut. Yang punya pakemnya kan Depag. Maka departemen ini harus segera turun tangan, jangan diam saja. Yang tidak sesuai pakem ya ditertibkan, " katanya.

Kondisi umat Islam di Indonesia pada umumnya masih rentan terhadap upaya memecahbelah sesama muslim. Dia memuji ketahanan lembaga pondok pesantren yang tangguh dalam menghadapi provokasi itu.  Bahkan aliran-aliran atau paham yang tidak baik itu tidak batal mampu menembus pondok pesantren.

Bupati Tegal

Menyinggung tentang peran dari sekolah-sekolah yang berbasis Islam, menurut dia, dari segi kuantitas jumlahnya cukup banyak tapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Rendahnya kualitas sekolah itu dalam membentuk insan yang islami, karena agama masih sebatas digunakan sebagai pembelajaran, bukan sebagai pendidikan. (suaramerdeka)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tegal, Bahtsul Masail, PonPes Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Qartoum, Bupati Tegal
Bukan hanya di Indonesia, acara Mauludan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal juga diperingati dengan meriah di Sudan. PCI NU Sudan turut memeriahkan acara ini, walaupun kali ini cukup sederhana karena musim ujian bagi para mahasiswa.

Acara Mauludan dipusatkan di alun-alun ibukota Sudan lama, Omdarman dengan perayaan semacam bazaar. Tariqat sufi dari berbagai daerah mendirikan stand bazaar mulai tanggal 1 dan sampai puncaknya tgl 12 Raibul Awal.

Grup nasyid Sifaul Qulub An Nahdliyah milik PCI NU pimpinan H. Moh. Shohib Rifai turut menghadiri undangan Mauludan yang diadakan khusus oleh Toriqat Tijaniyah pada tgl 12 Maulud berserta sebagian besar jajaran syuriyah PCI seperti Rois Syuriyah Badrus Shof, Wakil Rois Afifullah, Katib Hilmi Assidiqi.

Dua hari sebelumnya jajaran syuriyah dan sekteraris Lajnah Talif Wan Nasr Cep Iqi juga menghadiri mauludan di Omdarman Ibukota lama Sudan.

Seperti di Indonesia, tradisi Mauludan diperingati dengan pembacaan Barzanji, Diba dan semacamnya dengan diiringi musik yang bermacam macam. Ini membuat alun-alun seolah-olah menjadi lautan sholawat selama awal bulan Maulud sampai tgl 12.

Kontributor : Silabes
? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Tegal Bupati Tegal

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Jumat, 02 Februari 2018

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan, pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, pemimpin saat itu, Saiko Shikikan? (panglima tertinggi), menetapkan Undang-Undang No. 27 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang Aturan Pemerintahan? Syu? dan? Tokubetsu Syi.

Pemerintahan? Syu? (setingkat Karesidenan pada zaman Pemerintah Hindia Belanda) dan Jawa dibagi menjadi 17 Syu terdiri Banten, Bogor, Priangan, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Banyumas, Pati, Kedu, Surabaya, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Malang, Besuki dan Madura. Kemudian, Solo dan Yogyakarta menjadi Kochi (Daerah Istimewa). Sedangkan Batavia? yang diubah namanya menjadi? Jakarta? menjadi? Tokobetu Syi? (Kota Praja Istimewa).

Pergantian tata pemerintahan ini, membuat struktur jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama (baca: Nahdlatul Ulama) atau NU juga mesti menyesuaikan diri, untuk mempermudah jalinan komunikasi dan koordinasi antara Pengurus Besar (PB) dengan “Tjabang-tjabang” di bawahnya.

PBNU kemudian mengubah struktur Majelis Konsul, dari semula membawahi di atas tingkat karesidenan, menjadi setingkat karesidenan (Syu). Terkait hal tersebut, maka ditunjuklah beberapa orang untuk menduduki posisi konsul (pemimpin Majelis Konsul).

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Berikut nama konsul NU di daerah Tokubetu Syi, Kochi, dan Syu seluruh Jawa-Madura (sebagian digabung), beserta alamatnya:

1. Daerah Surabaya Syu: KH Ghoefron (beralamat di Jl. Kampemen Soerabaja)

2. Daerah Bojonegoro Syu: KH Abdoelkarim (Kaoeman Bodjonegoro/sementara)

Bupati Tegal

3. Daerah Besuki Syu: KH Abdoelchalim Shiddiq (Jl. Telangsari No. 23 Djember)

Bupati Tegal

4. Daerah Malang Syu: KH M. Masjkoer (Kaoeman Singosari)

5. Daerah Madiun Syu: H. Moehammad Asj’ari (Jl. Billiton 36 Madioen)

6. Daerah Kediri Syu: K Moeksin (Ona bara doori Blitar)

7. Daerah Madura Syu: KH Ach. Moenif (Boernih Bangkalan)

8. Daerah Solo dan Jogja Kochi: K Djauhar (Laweyan Solo)

9. Daerah Semarang Syu: KH Chambali (Kaoeman 28 Semarang)

10. Daerah Pati Syu: KH Abdoeldjalil (Kadjeksan 21 Koedoes)

11. Daerah Pekalongan Syu: KH M. Iljas (Banjoe-Oerip Pekalongan/sementara)

12. Daerah Kedu Syu: M Saifoeddin Zoehri (Jl. Pemotongan 15 Poerworedjo)

13. Daerah Banyumas Syu: KHR M. Moechtar (Kebondalem II/10 Poerwokerto)

14. Daerah Cirebon Syu: M. Masna (Pamitran Kadjeksan Tjirebon)

15. Daerah Priangan Syu: Soetisna Sendjaja (Tasikmalaja)

16. Daerah Jakarta Tokubetu Syi, Banten dan Bogor Syu: Zainal Arifin (Boekit Doeri Tandjakan VII Djatinegara)

Setelah Jepang pergi dan Indonesia telah merdeka, struktur Majelis Konsul Syu ini kemudian berganti kembali seperti pada model sebelumnya, yakni membawahi beberapa cabang atau karesidenan.

Pada perkembangan selanjutnya, hingga sekarang, Majelis Konsul ini kemudian diubah namanya menjadi Pengurus Wilayah (PW), yang didirikan di tiap propinsi untuk membawahi tiap cabang.

(Ajie Najmuddin)

Sumber:?

- Surat Kabar Soeara Asia 24 Mei 1944

- Surwarno, P.J. 2003.? Tatanegara? Indonesia: dari Sriwijaya sampai? Indonesia? Modern.Yogyakarta: Unversitas Sanata Dharma.

?

Foto: (dari kiri) KH Abdoelchalim Shiddiq, KH M. Masjkoer, M Saifoeddin Zoehri

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Semarang, Bupati Tegal

Sekelompok orang yang mencintai dan berusaha mendalami keilmuan KH Sholeh bin Umar as-Samarani alias Mbah Sholeh Darat membentuk sebuah komunitas bernama “Kopisoda” (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat). Mereka menggelar pengajian rutin, mempelajari sejarah, serta menelursuri karya-karya salah satu mahaguru ulama Nusantara itu.

Ahad (20/3) kemarin, Kopisoda menggelar pengajian perdana kitab Hidayatur Rahman. Kitab yang berisi tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah ini merupakan ringkasan dari salah satu karya Mbah Sholeh Darat, kitab Faidurrahhman, yang konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Pembacaan kitab yang dipandu H. Inamuz Zahidin tersebut diselenggarakan di Masjid Kyai Sholeh Darat Jalan Kakap Darat Tirto Nomor 212 Semarang Utara. Kegiatan maulid Nabi dan peringatan haul Mbah Sholeh Darat juga telah digelar empat kali di masjid ini.

Bupati Tegal

Agus Taufik, keluarga KH Sholeh Darat, mengapresiasi pembentukan Kopisoda sebagai sarana melestarikan dan mengaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan guru pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan tersebut yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan.

Bupati Tegal

"Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat," tutur Agus Taufiq. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan secara istiqamah.

Acara pengajian dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. Hadir dalam kesempatan ini H Ashom (ketua PCNU Kota Semarang), H. Inamuzzahidin (koordinator Kopisoda), Hj Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah), H Imam Taufiq dari MUI Jateng, M. Rikza Chamami (dosen UIN Walisongo), dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat lainnya. Rencananya, kegiatan serupa diadakan rutin tiap Ahad minggu ketiga saban bulan.

Menurut Sri Suhanjati Sukri yang menggeluti penelitian mengenai Mbah Sholeh Darat berharap ke depan ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat.

Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Dan pada pertemuan kali ini Agus Taufiq memperlihatkan temuan kitab tambahan, yakni Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarramah al-Musyarrafah.

Para anggota Kopisoda yang aktif berkominikasi melalui media sosial ini akan berkunjung ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengenalkan lebih dalam sosok Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang 17 April bertempat di masjid Kauman Agung Semarang.

"Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua," kata Agus Taufiq. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Kajian Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Bupati Tegal - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Bupati Tegal

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Bupati Tegal

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Budaya, Tegal Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Jakarta, Bupati Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar Wisuda IV (Ke-4), Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur. Dengan jumlah total lulusan yang sudah mencapai 1033 orang, Perguruan Tinggi yang berada di bawah naungan PBNU ini akan terus berkomitmen menjaga tanggung jawab Nahdliyah.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Komit Jaga Tanggung Jawab Nahdliyah

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana dan Penyelenggara Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU), Drs KH Mujib Qulyubi, MH saat menyampaikan sambutan di depan 386 wisudawan dan wisudawati, serta para tamu undangan yang memadati Gedung Sasono Langen Budoyo.

“Tanggung jawab Nahdliyah ini akan terus melekat kepada para lulusan STAINU Jakarta dengan selalu memegang teguh dan mengamalkan ajaran-ajaran Aswaja ala NU,” terang pria yang juga menjabat Katib Syuriyah PBNU itu sesaat setelah Ketua STAINU Jakarta, dr H Syahrizal Syarif, MPH, PhD menyampaikan sambutan.

Bupati Tegal

Kiai Mujib juga menegaskan, lulusan STAINU Jakarta jelas statusnya dan jelas sanad kelimuannya. Hal ini ditegaskan dengan hadirnya beberapa pejabat tinggi di lingkungan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI serta Ketua Umum PBNU beserta jajaran ketua lainnya.

Bupati Tegal

“Hal ini saya sampaikan terkait informasi wisuda ilegal sebuah perguruan tinggi yang tersebar di media beberapa waktu lalu,” jelas mantan Ketua STAINU Jakarta ini.

Dia melanjutkan, sanad kelimuan yang terbangun secara akademik di STAINU Jakarta juga sangat jelas. Karena kelimuan yang berasal dari Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU, tegas Kiai Mujib, dijamin menyambung hingga kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam kegiatan wisuda ini, hadir Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani dan Dr H Marsudi Syuhud, serta Wakil Ketua Kopertais I DKI Jakarta, Dr Abdul Wahid Hasyim. Hadir juga menyampaikan orasi ilmiah, Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, beserta jajaran pejabat Kemenag lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Meme Islam, RMI NU Bupati Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dirinya malu memiliki pemimpin parlemen yang terindikasi melakukan pelanggaran etika sebagaimana diperdengarkan dalam rekaman pada sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Kita Malu Memiliki Pemimpin Parlemen Langgar Etika

“Kita semua malu, memiliki pemimpin parlemen seperti itu. Memalukan. Kita tersinggung,” tandasnya kepada Bupati Tegal.?

Ia menegaskan, dalam rekaman tersebut, sudah cetho welo-welo (terang benderang) bahwa pertemuan antara Setya Novanto, Riza Chalid, dan Dirut Freeport Maroef Sjamsoeddin tersebut mempunyai maksud untuk melakukan permufakatan jahat.

“Soal belum terlaksana, ya memang belum. Masak masih menunggu action dulu,” imbuhnya.?

Bupati Tegal

Sebagai pengadilan etika, Kiai Said berharap agar para anggota mahkamah tersebut mengambil keputusan berdasarkan hati nurani dan aspirasi publik, tidak didasarkan atas kepentingan politik kelompok tertentu.?

Bupati Tegal

Hari ini, Rabu, 16 Desember 2015 17 anggota MKD akan mengambil keputusan apakah Setya Novanto terbukti melanggar etika atau tidak. Selasa kemarin, sejumlah anggota DPR lintas fraksi menuntut agar Setyo Novanto turun dari jabatannya sebagai pimpinan DPR. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Tegal Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Siroj) mengimbau warga DKI Jakarta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani.

“Yang senang A silakan pilih. Yang senang B, silakan pilih,” kata Kang Said seusai menyampaikan seruan moral bersama sejumlah ormas keagamaan di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Menjelang Pilkada, dikabarkan bahwa akan adanya pengerahan massa dari luar Jakarta dengan motif yang beragam. Kang Said menyatakan ketidaksetujuannya tentang rencana aksi tersebut. “Dari dulu saya tidak senang pengerahan massa, demonstrasi,” katanya.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan ini mengimbau warga agar memercayakan proses pemilihan kepada petugas TPS dan pihak-pihak yang berwenang.

“Mari kita percayakan, di TPS juga ada dari Bawaslu, ada dari pihak Ahok, ada pihak Anis. Kalau saya percaya, saya percaya pada Bawaslu, saya percaya pada KPU, saya percaya kepada saksi-saksi,” ujarnya.

Bupati Tegal

Sementara terkait dengan merebaknya? ceramah yang berbau SARA, Kang Said meminta semua pihak menjaga persatuan serta lebih mendahulukan keselamatan bangsa.

“Mari kita dulukan, kita pentingkan keutuhan keselamatan bangsa ini. Jangan sampai seperti Suriah, Irak, Somali, Yaman.? Apa mau begitu Indonesia?” tegasnya.

“Saya pun beragama sejak kecil, shalat, haji, umrah, tapi tidak pernah mempolitisasi agama. Saya tidak pernah. Agama kita jalankan, kita amalkan dengan sebaik-baiknya,” kata kiai asal Kempek, Kabupaten Cirebon ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Tegal, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Lamongan, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Hadrah Nusantara sebagai rangkaian kegiatan Pra Muktamar ke-32 NU, di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran Lamongan, Sabtu (20/2). Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua PBNU Ahmad Bagdja.



PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, PBNU berkepentingan melestarikan seni hadrah sebagai bagian penting dari sejarah dan perkembangan NU dan pondok pesantren. “Hadrah adalah media dakwah yang kini telah berkembang pesat, tak hanya di pesantren tapi telah masuk juga perkotaan,” katanya.

Karena itu, mantan Ketua Umum PB PMII ini berharap, seni hadrah akan terus mengalami perkembangan pesat sebagai media dakwah NU. “Seni hadrah ini sangat bermakna bagi NU. Tentu, PBNU berharap, seni islami akan akan terus berkembang,” paparnya.

Bupati Tegal

Pada kesempatan tersebut, Bagdja juga mengatakan, bahwa dalam seni hadrah, selain bisa menjadi media dakwah Islam, juga bisa membawa dampak positif, yaitu kesehatan bagi para pemainnya.

“Untuk memainkan hadrah, tak perlu pakai alat. Hadrah ini dimainkan pakai tangan telanjang. Bermain musik seperti hadrah ini juga bisa membawa ketenangan hati. Jadi bisa bikin badan sehat,” katanya salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini.

Bupati Tegal

Festival Hadrah yang memperebutkan piala bergilir Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini tersebut diikuti 39 peserta terbaik dari berbagai daerah. Dari ferstival ini akan diambil 3 juara terbaik dan 2 juara harapan. Juara 1 berhak menggondol piala bergilir Ketua Umum PBNU, serta uang pembinaan.

Selain dalam rangka kegiatan pra Muktamar, festival ini juga digelar dalam rangka? memperingati Haul KH Musthofa, pendidiri pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah dan maulid nabi Muhammad SAW. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Tegal Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

Kupang, Bupati Tegal. PC PMII Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’aruf dan jajarannya hadir dalam pelantikan kepengurusan baru PMII Kupang yang akan berlangsung pada 25 Maret 2015 mendatang.  

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

“Pasalnya, sejak PMII Cabang Kupang berdiri tahun 2007, belum ada pengurus BPH PB PMII datang melantik kepengurusan Cabang Kupang, hanya anggota biro,” ungkap Ketua Demisioner PMII Kupang Tajudin M. Nur kepada Bupati Tegal di Kupang, Rabu (18/3) di Kupang.

Pihaknya berharap PB PMII memberikan perhatian seperti cabang atau wilayah di pulau jawa, sumatera, sementara cabang yang berada di wilayah bagian timur tidak pernah disentuh.

Bupati Tegal

Ketua Panitia Pelantikan PMII Kupang, Syamsul A. Rahman, mengatakan, sesuai informasi kemungkinan besar dalam pelantikan pengurus cabang kali tidak dihadiri oleh Ketua PB PMII. "Belum ada kepastian Aminudin Ma’ruf datang ke Kupang," ungkapnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hadits, Tegal, Meme Islam Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam

Ketua MUI Boyolali : Islam Tak Ajarkan Kekerasan

Boyolali, Bupati Tegal

Sekitar 200 Penyuluh Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Boyolali mengikuti kegiatan pembinaan dan pengarahan dari Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Rabu (24/9).

MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam

Dalam kesempatan tersebut dibicarakan masalah bahaya gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI.

Bupati Tegal

Menurut salah satu narasumber, Ketua MUI Boyolali KH. Habib Ihsanudin, gerakan radikalisme bukan ajaran dari agama Islam. Pasalnya, di dalam Islam tidak diajarkan kekerasan.

"Islam ini bagaikan jangkrik yang mana jangkrik tidak akan bertarung jika tidak ada yang mengileni (memicu keributan),” ujar Pengasuh Pesantren Al-Huda Cepogo itu.

Bupati Tegal

Kiai yang juga pernah mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Boyolali itu menambahkan begitu pula dalam Islam, para pemeluknya tidak akan bertengkar satu sama lain jika tidak ada pihak lain yang mengadu domba.

“Maka perlu berhati hati bisa saja ISIS ini adalah alat untuk mengadu domba umat islam,” imbuhnya.

Senada dengan Kiai Habib, Ketua GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad mengatakan agar senantiasa waspada dengan gerakan radikalisme berkedok agama ini. “Kita mesti cerdas dan selalu waspada dengan gerakan radikalisme seperti ISIS,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Banda Aceh, Bupati Tegal. Perhelatan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (9/10) malam di Taman Sulthanah Shafiatuddin, Banda Aceh.

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Pembukaan Pentas PAI VIII tahun 2017 ini ditandai dengan penabuhan Rapai Pasai Aceh oleh Menag Lukman didampingi Gubernur Provinsi Irwandi Yusuf, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur PAI Imam Safei, dan pihak Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh.

Dalam sambutannya, Menag Lukman menjelaskan bahwa Pentas PAI merupakan instrumen strategis dalam penguatan karakter keagamaan anak didik di sekolah. 

Menurutnya, Pentas PAI yang mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia dengan membawa identitas kebangsaan masing-masing akan semakin meneguhkan keindonesiaan.

“Pentas menjadi instrumen semangat nasionalisme di antara anak bangsa, semangat membangun NKRI. Hal ini tidak lepas dari bangsa Indonesia sebagai masyarakat beragama,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di hadapan sekitar 1.500 hadirin dan peserta yang memadati tempat pembukaan.

Bupati Tegal

Menurut salah seorang putra KH Saifuddin Zuhri ini, Pentas PAI yang mengusung tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan ini penting untuk digelorakan karena karakteristik orang-orang beragama tidak lepas dari keberagaman yang sudah menjadi fitrah bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

Kepada peserta didik yang berkompetisi di ajang Pentas PAI tingkat nasional ini, Menag secara khusus mendorong para siswa agar terus semangat belajar, sportif dalam berkompetisi, dan menjadi manusia pemenang.

“Jadilah manusia pemenang, bukan hanya berambisi untuk menang dalam lomba, tetapi juga menang dalam menahan diri dari hal-hal yang tidak baik,” jelas Menag.

Pembukaan Pentas PAI 2017 di Aceh dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya dari para 500 siswa Aceh dengan membawakan Tari Rapai yang dipadu dengan Tari Saman. Suasana semakin meriah ketika tarian tradisional khas Aceh tersebut dibalut dengan musik modern. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Sholawat, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Selasa, 14 November 2017

Mintalah Doa Orang yang Sakit

Sebagai agama yang sangat menghargai kebersamaan, Islam menganjurkan umatnya untuk saling menengok sesamanya ketika dalam keadaan sakit. Begitu anjuran Rasulullah saw dalam haidtsnya:

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila ia mengundangmu penuhilah undangan itu, apabila ia minta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, dan apabila di bersin dan mengucapkan "Al Hamdu lillah", maka ucapkanlah "Yarhamukallah", apabila ia sakit maka jenguklah dan apabila ia mati maka ikutilah (antarkanlah jenazahnya sampai ke kuburnya)". (HR. Muslim).

Kewajiban menjenguk orang sakit tidak hanya sebatas pada sesama yang memiliki hubungan persaudaraan tetapi juga tetangga walaupun dia tidak hubungan persaudaraan sama sekali.

Mintalah Doa Orang yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mintalah Doa Orang yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mintalah Doa Orang yang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?

Hak tetangga jika dia sakit, engkau menjenguknya, dan jika dia mati engkau urusi jenazahnya..dst.

Bupati Tegal

Demikianlah anjuran Rasulullah saw sehubungan dengan orang sakit. Meski demikian ada satu hal yang jarang dimengerti oleh masyarakat umum akan satu rahasia penting dibalik dianjurkannya menjenguk orang sakit. Harus dimengerti bahwasannya do’a orang yang sedang menderita adalah maqbul. Tidak ada penghalang antara dia dan Allah. Bahkan Rasulullah menyamakan do’a orang yang saki, seperti do’a malaikat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila engkau datang mengunjungi orang sakit, maka mintalah agar dia beroa untukmu, karena do’anya maqbul seperti doa malaikat (Riwayat Ibnu Majah)

Bupati Tegal

Demikianlah salah satu hal yang sering dilewatkan oleh para penjenguk orang sakit. Mereka sebagai orang sehat merasa berkecukupan dengan mendo’akan kesembuhan si sakit, padahal sebaliknya. Karena  do’a orang yang sakit adalah makbul (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Tegal, Olahraga Bupati Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh

Surabaya, Bupati Tegal. Sejumlah narasumber akan dihadirkan pada seminar nasional dengan tema metode dan strategi dakwah Sunan Ampel sebagai pondasi Islam Indonesia. Mereka adalah KH Ghofur Maimoen dari Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, KH Agus Sunyoto yang juga Ketua PP Lesbumi, serta Zainul Milal Bizawie selaku penulis buku Masterpiece Islam Nusantara.

Seminar ini diselenggarakan oleh PW Mahasiswa Thoriqoh al-Mutabaroh an-Nahdliyah atau Matan Jawa Timur yang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Sunan Ampel atau Staibada Masa Surabaya.

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Strategi Dakwah Sunan Ampel Dibahas Mahasiswa Thoriqoh

Menurut Ahmad Farih Sulaiman, seminar bertujuan mendalami sekaligus belajar dari dakwah para pendahulu khususnya Sunan Ampel ketika menyebarkan Islam di Indonesia. "Bagaimana metode serta strategi dakwah yang dilakukan mereka sehingga islamisasi di negeri ini tanpa pertumpahan darah," kata Ketua PW Matan Jatim tersebut, Jumat (28/4).

Demikian pula, apa saja strategi yang dapat dilakukan oleh para dai dan penceramah saat ini agar materi kegamaan bisa diterima masyarakat secara baik. "Yang pasti, tidak menimbulkan pertentangan di akar rumput dan menimbulkan simpatik dari berbagai pihak," terangnya.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung Ahad (30/4) pagi di Hotel Pesonna, Jalan Benteng kawasan Nyamplungan Surabaya. Calon peserta dapat konfirmasi ke saudara Miftah di 081330221999 atau Fuad (08563138986) untuk mendapatkan seminar kit, snack dan sertifikat. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Tegal Bupati Tegal

Bupati Tegal

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi

Jakarta, Bupati Tegal. Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah berpendapat bahwa status Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sebaiknya dalam bentuk asosiasi guru dari pada sebagai badan otonom di bawah NU.

Dikatakannya, keberadaan asosiasi bagi para guru sekolah LP Maarif NU, saat ini sangat diperlukan karena tuntutan dari UU Guru dan Dosen. “UU Guru dan Dosen mengharuskan adanya sertifikasi oleh organisasi profesi. Di situ diharapkan kalau punya asosiasi sendiri lebih memudahkan,” tuturnya.

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi

Masykuri yang juga merupakan salah satu ketua PBNU tersebut memberikan contoh keberadaan asosiasi advokat syariah. Keberadaan asosiasi ini telah banyak membantu para alumni dari fakultas syariah jika mereka ingin menjadi pengacara. Dijelaskannya, organisasi profesi yang menjadi badan otonom di bawah ormas juga tidak umum di luar negeri. “Kalau di luar negeri juga tidak lazim, mungkin yang beda adalah kepentingan ideologinya, bukan di bawah organisasi tertentu, jadi lebih independen,” tambahnya.

Namun demikian, meskipun bersifat independen, bukan berarti nantinya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan NU. Hubungan tersebut sifatnya bisa bersifat kultural  “Mungkin hubungannya seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-Red), bukan secara resmi menjadi underbow NU, tapi secara kultural terikat,” paparnya.

Kejelasan hubungan tersebut dinilainya sangat penting karena terkait posisi guru yang menjadi pekerja dan majikannya yang merupakan sekolah LP Maarif NU. “Kadang-kadang terdapat ketegangan antara organisasi profesi dan lembaganya berkaitan dengan kepentingan penggajian dan perburuhan,” katanya.

Namun, Masykuri mengatakan bahwa pendapatnya tersebut merupakan sebuah wacana yang masih harus dikembangkan dalam merumuskan status terbaik bagi Pergunu. “Usulan ini memang harus didiskusikan lebih lanjut,” tandasnya.

Bupati Tegal

Posisi Pergunu sebagai badan otonom NU akan mengkotak-kotakkan posisi guru. Namun di sisi lain, ini bisa menjadi kekuatan tersendiri yang menjadi bargaining politic.

Saat ini, LP Maarif NU ditugaskan untuk merumuskan bentuk organisasi dari Pergunu setelah sebelumnya gagal menjadi badan otonom dalam muktamar NU ke 31 di Solo akhir 2004 lalu. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, Tegal, Internasional Bupati Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Hukum Memakai Batu Akik

Assalamu’alaikum wr. wb. Akhir-akhir ini di kota-kota besar batu akik semakin banyak diminati. Demam batu akik melanda sampai ke kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Saat ini juga bermunculan tempat-tempat baru yang menjual akik. Yang ingin kami tanyakan, apakah Rasulullah saw memakai cincin yang ada batu akik, dan apa jenisnya? bagaimana hukumnya? Atas penjelasan Pak Ustad kami sampaikan banyak terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Ahmad/Semarang)

Jawaban

Hukum Memakai Batu Akik (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Memakai Batu Akik (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Memakai Batu Akik

Waalaikum salam wr. wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Memang sepanjang pengamatan kami, akhir-akhir ini demam cincin berbatu akik atau batu mulia lainnya meningkat dengan tajam. Buktinya adalah menjamurnya para padagang batu akik di mana-mana. Mulai harga yang puluhan ribu sampai jutaan. Bahkan kadang harganya lebih tinggi dari emas.

Bupati Tegal

Untuk menanggapi pertanyaan pertama, kami akan mengemukakan sebuah riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa cincin Rasulullah saw itu terbuat dari perak dan batu mata cincinya berasal dari negeri Habasyi.

?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -? ?

“Dari Anas bin Malik ra ia berkata, bahwa cincin Rasulullah saw itu terbaut dari perak dan mata cincinya itu mata cincin Habasyi”. (H.R. Muslim)

Bupati Tegal

Menurut Imam Nawawi para ulama menyatakan bahwa yang dimaksud dengan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah batu yang berasal dari Habasyi. Artinya batu mata cincinya itu dari jenis batu merjan atau akik karena dihasilkan dari pertambangan batu di Habsyi dan Yaman. Pendapat lain mengatakan bahwa batu mata cincinya berwarna seperti warna kulit orang Habasyi, yaitu hitam.

Sedangkan dalam Shahih al-Bukhari terdapat riwayat dari Hamin dari Anas bin Malik yang menyatakan mata cincinya itu terbuat dari perak. Dalam pandangan Ibnu ‘Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih.

Dari sinilah kemudian lahir pendapat lain yang mencoba untuk mempertemukan riwayat Imam Muslim dan Imam Bukhari. Menurut pendapat ini, baik riwayat yang terdapat dalam Shahih Muslim maupun Shahih al-Bukhari adalah sama-sama sahihnya. Maka menurut pendapat ini Rasulullah saw pada suatu waktu memakai cincin yang matanya terbuat dari perak, dan pada waktu lain memakai cincin yang matanya dari batu yang berasal dari Habsyi. Bahkan dalam riwayat lain menyatakan bahwa batu mata cincin beliau itu dari batu akik.

? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“(Dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi). Para ulama berkata maksudnya adalah batu Habasyi yaitu batu mata cincin dari jenis batu merjan atau akik. Karena keduanya dihasilkan dari penambangan batu yang ada Habsyi dan Yaman. Dan dikatakan (dalam pendapat lain) warnanya itu seperti kulit orang Habasyi yaitu hitam. Begitu juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari riwayat dari Hamid dan Anas bin Malik yang menyatakan bahwa mata cincinya itu dari perak. Menurut Ibnu Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih. Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa keduanya adalah sahih, dan Rasulullah saw pada suatu kesempatan memakai cincin yang matanya dari perak dan pada waktu lain memakain cincin yang matanya dari batu Habasyi. Sedang dalam riwayat lain dari akik.” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Bairut-Dar Ihya` at-Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 14, h. 71)

Namun terdapat keterangan lain yang menyatakan bahwa apa yang dimaksudkan, “mata cincinya itu mata cincin Habasyi” adalah salah satu jenis batu zamrud yang terdapat di Habasyi yang berwarna hijau, dan berkhasiat menjernihakan mata dan menjelaskan pandangan”

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Dan di dalam kitab al-Mufradat, (batu cincin yang berasal dari Habasyi) adalah salah satu jenis zamrud yang terdapat di Habasyi, warnanya hijau, bisa menjernihkan mata dan menerangkan pandangan” (Lihat Abdurrauf al-Munawi, Faidlul-Qadir, Bairut-Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet ke-1, 1451 H/1994 M, juz, 5, h. 216)

Lantas bagaimana hukum memakainya? Menurut Imam Syafi’i hukum memakai batu mulia atau batu akik seperti batu yaqut, zamrud dan lainnya adalah mubah sepanjang tidak untuk berlebih-lebihan dan menyombongkan diri.

? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Imam Syafii berkata dalam kitab al-Umm, saya tidak memakruhan laki-laki memakai mutiara kecuali karena terkait dengan etika dan mutiara itu termasuk dari aksesoris perempuan, bukan karena haram. Dan saya tidak memakrukan (laki-laki, pent) memakai yaqut atau zamrud kecuali jika berlebihan dan untuk menyombongkan (diri)”. (Muhammad Idris asy-Syafi’i, al-Umm, Bairut-Dar al-Ma’rifah, 1393 H, juz, 1, h. 221)

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. Dan saran kami jangan pernah memakai batu cincin karena berniat menyombongkan diri dan takabbur. Bahkan bukan hanya batu cincin, tetapi semua yang kita kenakan juga. (Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Tegal, Hadits Bupati Tegal

Rabu, 27 September 2017

Kongres IPNU di Boyolali Harus Berlangsung Secara Etis

Jakarta, Bupati Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tidak lama lagi akan menyelenggarakan Kongres XVIII di Asrama Haji Donohudan kabupaten Boyolali, tepatnya pada 4-8 Desember 2015 mendatang. Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU berharap peserta kongres mematuhi etika, tata tertib, dan tata krama sebagai pelajar NU.

Di hadapan Ketua Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU (MA IPNU) DR Hilmi Muhammadiyah, para kandidat Ketum IPNU telah berkomitmen untuk menjamin kongres ini bersih dari segala bentuk transaksi kepentingan termasuk money politic.

Kongres IPNU di Boyolali Harus Berlangsung Secara Etis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU di Boyolali Harus Berlangsung Secara Etis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU di Boyolali Harus Berlangsung Secara Etis

Hadir pada saat pertemuan tersebut, Ketum IPNU Khairul Anam dan para calon di antaranya Muhammad Nahdy, Asep Irfan Mujahid, Muhammad Said, dan Imam Fadli. 

Bupati Tegal

"Saya berharap kongres ini bisa bersih dari segala kepentingan luar dan penggunaan cara-cara yang tidak etis, yang tidak sesuai dengan akhlaqun nahdliyah. Silakan bertarung dalam perebutan pucuk pimpinan organisasi dengan cara-cara yang berbudaya," tegas Hilmi dalam pertemuan tersebut.

Sementara Anam menjelaskan bahwa IPNU akan menggelar kongres yang agendanya, Laporan pertanggungjawaban pengurus pusat, merumuskan program kerja tiga tahun ke depan, dan pemilihan ketua umum baru PP IPNU.

Bupati Tegal

“Ayo mari kita jaga kongres ini bisa berjalan lancar," kata Khairul Anam Haritsah.

Anam juga menjelaskan, tema yang diambil dalam forum tiga tahunan ini adalah Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa. Melalui kongres ini, lanjutnya IPNU ingin menegaskan penolakan paham intoleransi dan radikalisme yang merusak sendi-sendi persatuan bangsa.

"Kongres sengaja mengangkat tema tersebut sebagai pesan, IPNU berada di garis terdepan dan benteng persatuan bangsa di kalangan pelajar dan anak muda dari rongrongan radikalisme, dan Kongres IPNU ini akan menjadi titik awal konsolidasinya," imbuh Anam.

Sekitar 4000 anggota IPNU dari 33 pengurus wilayah, dan 400an cabang dari seluruh Nusantara konfirmasi akan datang ke Asrama Haji Donohudan mengikuti kongres IPNU. Kongres IPNU merupakan permusyawaran tertinggi di organisasi badan otonom (banom) NU ini yang diadakan tiga tahun sekali dan akan dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo. Kongres kali ini juga akan dihadiri 2 menteri kordinator, Kapolri, 7 menteri, beberapa kepala daerah kader IPNU serta tokoh nasional lainnya sebagai narasumber. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Kyai, Sejarah Bupati Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo

Banyak orang menjadi hebat karena di belakangnya ada orang hebat. Pernyataan ini dibenarkan oleh khalayak. Hal ini mirip dengan pepatah Arab:

Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Keberkahan Sedekah Ibunda KH Abdul Karim Lirboyo

? ? ? ? ?

Bupati Tegal

“Banyak orang yang tenar karena di belakangnya ada orang tersembunyi di belakangnya.”?

KH Aziz Mansur, Paculgowang, Jombang pernah bercerita, Pesantren Lirboyo Kediri yang hebat seperti sekarang ini—dengan ribuan santri dan alumni serta ilmu yang tersebar di berbagai pelosok negeri ini—tak terlepas dari jasa dan peran seorang ibu.

Alkisah, pendiri Pesantren Lirboyo, KH Abdul Karim yang mempunyai nama kecil Manab ditinggal wafat ayahnya dalam usia 6 tahun. Lalu ibunya dinikahi orang lain yang mempunyai latar belakang keluarga biasa (bukan dari kalangan kiai) dan hidup dalam balutan kekurangan dalam sisi ekonomi.

Bupati Tegal

Ibunda Manab yang bernama Salamah ini setiap hari membantu sang suami berdagang di pasar. Namun sayang, setiap kali ke pasar, acap kali ia melihat jarik bermotif batik tulis dengan harga selangit yang otomatis tidak terjangkau dalam kantong Ibu Salamah.

"Kapan ya aku bisa membeli jarik yang sedemikian bagusnya," kata Salamah dalam hati sembari mengelus-elus batik yang ia maksud.?

Tiga tahun kemudian, dagangan yang ia jajakan laris sehingga Salamah mampu membeli batik yang sudah mengendap dalam angan-angannya selama ini.?

Baru dipakai sekitar satu hingga dua bulan, saat berjalan menuju pasar, Salamah melewati satu rumah di mana terdengar suara tangisan dari dalam sana.?

"Ada apa, Yu?" Tanyanya yang kemudian disahut sang pemilik rumah.

"Aku ini habis melahirkan, namun aku hanya memiliki satu helai pakaian saja. Andai pakaianku ini kupakaikan untuk anakku, aku pasti akan menjadi telanjang, namun jika tetap aku gunakan sendiri, anakku pasti akan kedinginan."?

Mendengar aduan yang sedemikian menyayat hati, Salamah kemudian segera pulang. Jarik yang ia impikan tiga tahun silam dan baru dipakai sekitar satu bulan diambil, diberikan kepada wanita itu.?

"Sudah, Yu, jarik yang masih bagus ini engkau gunakan, yang sudah lama punya kamu ini kau gunakan untuk popok anak kamu."

Sontak, wanita yang baru saja melahirkan menangis haru. Ia kemudian berdoa, "Semoga Allah memberikan kegembiraan kepadamu melalui perantara anak sebagaimana sekarang ini engkau membahagiakanku sebab aku bersedih karena urusan anak."?

Akhirnya, karena hal-hal yang demikian itulah, di kemudian hari, muncul Pesantren Lirboyo atas segala nama kebesarannya.?

Artinya, dalam kisah tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa:

1. Bersedekah yang bernilai sangat tinggi adalah menyedekahkan sesuatu yang menjadi kesayangan kita. Dalam kalam hikmah disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Bukan dinamakan orang yang pemurah kalau ia memberikan sesuatu yang tidak ia butuhkan, kecuali kalau kamu memberikan apa yang kamu sukai dan tinggal sedikit saja yang ada di tanganmu.”?

Dalam Al-Quran juga disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS Ali Imran: 92)

2. Sayangilah anak kecil, tolonglah orang yang lemah, dan sedekahlah pada ahli ilmu. Pada pribadi mereka terdapat doa yang tulus yang tembus kepada Allah Taala sehingga kita mendapatkan berkah manfaatnya. (Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Tegal Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock