Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah

Jombang, Bupati Tegal - Sebelumnya Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jombang memprotes keberadaan soal ujian yang menyinggung khilafah. Hari ini, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang turut memberikan sorotan terkait soal yang sedang menjadi perbincangan hangat khalayak tersebut.

"Perlu diketahui bahwa dalam mata pelajaran tersebut memang tercantum standar kompetensi tentang khilafah," kata Ahmad Faqih, Kamis (7/12).

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran Pergunu Jombang Soroti Soal Ujian Bernuansa Khilafah

Ketua Pergunu Jombang tersebut mengatakan, bila ditelisik lebih jauh, rumusan yang ada tidak dibatasi pada sekedar aspek kesejarahan. "Maka kami simpulkan akar masalahnya ada di kurikulum," kata Faqih.

Bupati Tegal

Bagi Pergunu, solusi bijaknya adalah merevisi kurikulum. "Dan kami akan berkerja sama dengan Lembaga Pendidikan Maarif  NU Jombang untuk memperjuangkan terwujudnya revisi kurikulum tersebut," terangnya.

Selanjutnya tim pengembang kurikulum di Kementerian Agama harus bertanggung jawab atas hal ini.

Bupati Tegal

"Mereka paling tidak harus memberikan klarifikasi. Bilamana ditemukan kecerobohan, maka sudah semestinya Menteri Agama RI memberikan sanksi kepada mereka sesuai aturan yang berlaku," pungkas Faqih. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Kajian Islam, Habib Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan

Di depan telah dijelaskan dasar-dasar kewajiban zakat. Di dalam fiqih, zakat wajib dibagi menjadi dua macam. Pertama, zakat nafs (badan) atau yang lebih dikenal dengan zakat fitrah. Dalam suatu hadits disebutkan:

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

“Baginda Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum muslimin.” (HR. Bukhari Muslim)

Dengan demikian, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok di daerah setempat.  Dalam konteks Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar dua setengah kilo gram beras perorang (ada yang berpendapat 2,7 kilogram).

(Baca juga: Hukum Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang)Kedua, zakal mal. Secara umum aset zakat mal meliputi hewan ternak, emas dan perak, bahan makanan pokok, buah-buahan, dan mal tijarah (aset perdagangan). Syekh an-Nawawi Banten berkata:

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -- ? ? ?-- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Zakat mal wajib di dalam delapan jenis harta. Yaitu, emas, perak, hasil pertanian (bahan makanan pokok), kurma, anggur, unta, sapi, kambing ... Sedangkan aset perdagangan dikembalikan pada golongan emas dan perak karena zakatnya terkait dengan kalkulasinya dan kalkulasinya tidak lain dengan menggunakan emas dan perak.”(Syekh an-Nawawi Banten, Nihayatz Zain, Surabaya, al-Haramain, cetakan pertama, halaman: 168)

Namun kemudian menurut beberapa ulama kotemporer, aset zakat juga memasukkan uang (bank note/al-auraq al-maliyah), hasil profesi, atau hadiah yang diterima oleh seseorang sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Wahbah az-Zuhaili di dalam al-Fiqh al-Islami, Syekh Yusuf al-Qardawi di dalam Fiqhuz Zakah, Syekh Abdurrahman al-Juzairi di dalam al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, dan yang lainnya. Pendapat ini berpedoman pada beberapa riwayat ulama, di antaranya:

1. Riwayat dari Ibn Abbas

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas tentang seseorang yang memperoleh harta, (lalu) Ibn ‘Abbas berkata: ‘(Hendaknya) ia menzakatinya pada saat memperolehnya.’.” (HR. Ahmad ibn Hanbal)

2. Riwayat dari Ibn Mas’ud

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Diriwayatkan dari Habirah ibn Yarim, ia berkata: ‘Abdullah ibn Mas’ud memberi kami suatu pemberian di dalam keranjang kecil, kemudian beliau mengambil zakat dari pemberian-pemberian tersebut.” (HR. Abu Ishaq dan Sufyan ats-Tsauri)

3. Riwayat dari Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Abu ‘Ubaid menyebutkan bahwa sesungguhnya Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz memberi upah seorang pekerja, maka beliau mengambil zakat darinya, ketika mengembalikan madhalim (harta yang diambil secara zalim), maka beliau mengambil zakat darinya, dan beliau mengambil zakat dari ‘athiyah (pemberian-pemberian) saat dibagikan pada pemiliknya.” (Yusuf al-Qardawi, Fiqhuz Zakah, Beirut, Dar al-Fikr, jilid I, halaman: 431)

Begitulah sekilas penjelasan global tentang pembagian zakat yang wajib dibayarkan. Insyaallah, selanjutnya akan dijelaskan lebih detail dan terperinci terkait satu persatu harta yang wajib dizakati.

Wallahu a’lam.

(Moh. Sibromulisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Kajian Islam Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Bandar Lampung, Bupati Tegal. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 ? Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) resmi dibuka pada Jumat malam (1/4), di Pondok Pesantren Marfaatuddiniyyah Al-Islamiyah Kaliawi Bandar Lampung. ? Meskipun hujan mengguyur sepanjang malam, acara yang secara resmi dibuka Rais Syuriyah PBNU,? ? KH. Ishomuddin ini berlangsung khidmat dengan diawali lantunan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan Syubbanul Wathan dan Mars KMNU oleh para peserta.

Agenda Rakernas yang mengusung tema "Revitalisasi Peran Mahasiswa NU dalam Dakwah di Era Teknologi Guna Memperkuat Pilar-pilar Bangsa" ini dihadiri 58 peserta perwakilan KMNU dari 12 Perguruan Tinggi di Indonesia. Rencananya, ? acara ini akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, (1-3/4).

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas Ke-2 KMNU Fokuskan Pembahasan Dakwah di Era Teknologi

Dalam sambutannya, KH Ahmad Ishomuddin kembali mengingatkan tugas mahasiswa NU untuk menjaga perjuangan nilai-nilai Aswaja, terutama di kampus-kampus yang mulai didominasi oleh aliran-aliran Wahabi dan Salafi. Beliau menjelaskan pilar- pilar yang harus dimiliki seluruh mahasiswa NU untuk merebut kembali dominasi tersebut. ? Pilar- pilar yang dimaksud di antaranya, At-taaruf bi nahdlatil ulama (Mengenal seluk-beluk Nahdlatul Ulama), Al-mujahadah bi Nahdlatil Ulama (Bersungguh-sungguh), As-sobru bi Nahdlatil Ulama ? (sabar dalam berjuang) dan terakhir At-tsiqotu bi nahdlatil ulama (teguh berkeyakinan).

Bupati Tegal

Kiai yang akrab dipanggil Gus Ishom ini mengukapkan keyakinannya yang tinggi bahwa nantinya akan lahir dari kader-kader KMNU ini yang berjuang meneruskan estafet kepemimpinan dan kepengurusan di tubuh NU ke depan.? (Red)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nasional, Kajian Islam, Internasional Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

SMK Pesantren se-Jateng DIY Lakukan Koordinasi

Jepara, Bupati Tegal. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berada di pesantren se-provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan Koordinasi dan Sarasehan bertempat di pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad (7/4). 

Prakata panitia, Miftahudin mengatakan kegiatan merupakan bentuk penguatan budaya pesantren. Menurutnya, budaya pesantren harus mewarnai SMK yang berbasis pesantren. 

SMK Pesantren se-Jateng DIY Lakukan Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK Pesantren se-Jateng DIY Lakukan Koordinasi (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK Pesantren se-Jateng DIY Lakukan Koordinasi

“Kegiatan juga untuk mengembangkan ekonomi pesantren yang bekerjasama dengan IKIP Veteran Semarang. Hal itu sejalan dengan maksud IKIP untuk sedekah ilmu di SMK Pesantren yang ada di Jateng dan DIY,” katanya. 

Bupati Tegal

Lewat pertemuan itu, sambung Miftah pihaknya juga menjalin kerjasama dengan 3 Perguruan Tinggi (PT) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) dan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Veteran Semarang. 

Bupati Tegal

“Tujuannya untuk pengembangan SMK Pesantren. Harapannya SMK Pesantren maju dan berkembang bersama-sama,” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan. 

Ia menambahkan pertemuan yang dilakukan pihaknya bersama 15 SMK Pesantren bulan kemarin harapannya menjembatani kebutuhan lembaga terkait. Ke depan SMK Pesantren semakin terlihat kontribusinya kepada bangsa. Sehingga siapa pun yang menjadi pemimpin tidak lupa dengan eksistensi SMK Pesantren. 

H Ahmad Marzuqi, Bupati Jepara sekaligus mewakili pengasuh pondok dalam sambutannya mengungkapkan melalui koordinasi tersebut ia meminta semua elemen dari tingkat daerah, provinsi hingga pusat memperhatikan keberadaan SMK Pesantren agar ke depan semakin maju dan berkembang. 

Rektor IKIP Veteran Semarang, H Bambang Triono yang berkesempatan hadir memaparkan pendidikan ke depan harus berbasis produksi. Hal itu seuai yang dilaksanakan di kampusnya mahasiswa dan alumni harus menjadi pengusaha. SMK sebagai lembaga pendidikan kejuruan terangnya juga bisa melakukan hal tersebut. 

Sementara itu, Rektor Unwahas yang diwakili H Mahmutarom mengemukakan SMK Pesantren mempunyai visi membangun insan berkarakter akhlakul karimah. Hal itu menurutnya sejalan dengan konsep pendidikan manusia seutuhnya. Rektor Unnes, Sudijono Sastroatmodjo menyatakan pesantren merupakan gudangnya pendidikan. Menurutnya, budaya pesantren lanjutnya merupakan identitas pondok. 

Hadir dalam kesempatan itu, Anang Tjahjono, direktur pembinaan Sekolah Menengah Keujuruan (SMK) dan M Mustaghfirin Amin, sekretaris direktorat Jenderal pendidikan menengah Kemendikbud. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam Bupati Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

TV Anti Imperialisme Diluncurkan

Venezuela, Bupati Tegal
Presiden Venezuela Hugo Chavez meresmikan stasiun televisi baru Amerika Latin hari Minggu untuk memerangi apa yang disebut pemerintahnya sebagai "imperialisme kebudayaan" dari media AS dan Eropa.
   
Telesur (Telesouth), stasiun televisi berbahasa Spanyol yang  didirikan pemerintah Venezuela, Argentina, Kuba dan Uruguay, mulai menyiarkan komentar dari para pejabat stasiun televisi itu dan  badan penasehat yang terdiri atas para intelektual sayap kiri dan selebriti internasional.
   
"Kami meluncurkan Telesur untuk mematahkan rejim komunikasi ini dan menyampaikan satu visi, satu suara yang sampai kini masih diam. Telesur adalah satu prakarsa untuk menandingi imperialisme kebudayaan," kata Andres Izarra, Direktur utama Telesur dan menteri komunikasi Venezuela.
    
Tujuan usaha yang dibiayai Venezuela itu adalah untuk memberikan satu perspektif Amerika Latin, mempromosi kebudayaan yang beragam dan melawan apa yang disebut para penciptanya sebagai "hegomoni" jaringan internasional dan komersial lokal dalam liputan mereka tentang kawasan itu.
    
Chavez, pemimpin nasionalis berhaluan kiri yang sering menuduh Presiden AS George W. Bush melakukan persekongkolan untuk menggulingkannya, menyebut peluncuran itu sebagai "keberhasilan" dan mengatakan Telesur penting bagi visinya tentang integrasi Amerika Latin dan Karibia.
    
Ia mengatakan saluran itu dapat menarik para pamirsa dari seluruh kawasan dan bahkan Bush "terpaku menonton Telesur. Hubungan dengan AS, pembeli utama minyak Venezuela, memburuk sejak Chavez memerintah tahun 1998 dan memperkokoh hubungan dengan Kuba yang komunis. AS mengimpor 15 persen minyaknya dari Venezuela, pengekspor minyak mentah terbesar kelima di dunia.
    
Chavez mengatakan jaringan televisi itu merupakan pukulan terhadap usaha sejumlah anggota parlemen AS yang berusaha melakukan apa yang idisebut sebagai "perang elektronik."
    
Pekan lalu, DPR AS menyetujui rancangan undang-undang dengan satu amandemen yang memberikan wewenang penyiaran ke Venezuela untuk menghadapi apa yang disebut Washington sebagai retorika anti-Amerika dan anti-kebebasan" ujar Chavez.
   
"AS mengancam kami dengan siaran untuk menetralkan Telesur. Kami telah memperoleh tujuan pertama," kata Chavez dalam percakapan telepon dengan televisi itu sewaktu acara peresmiannya.
   
Chavez juga membela Telesur dalam menghadapi para pengamat yang mengatakan jaringan itu akan menjadi alat propaganda bagi pemerintah "revolusioner’nya  dan bagi sekutu Karibianya, Presiden Kuba Fidel Castro.
   
"Saya yakin Telesur akan mampu mempertahankan independensinya.Telesur tidak akan tergantung pada pemerintah manapun, ia bebas melayari perairan kebenaran dan membantu pembangunan sebuah dunia baru," kata Chavez.
   
Saluran yang berpusat di Caracas itu akan menyiarkan berita melalui satelit dari biro-biro di Buenos Aires (Argentina), Brasilia (Brazil), Montevideo (Uruguay), La Paz (Bolivia), Bogota (Colombia), Caracas (Venezuela), Havana (Kuba), Kota Meksiko (Meksiko) dan Washington.(reuters/atr/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Kajian Islam, PonPes Bupati Tegal

TV Anti Imperialisme Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
TV Anti Imperialisme Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

TV Anti Imperialisme Diluncurkan

Selasa, 26 Desember 2017

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Kudus, Bupati Tegal. Lembaga Ta’mir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) se-Kabupaten Kudus menyatakan siap mengembangkan fungsi masjid. Kemakmuran masjid diperjuangkan akan meluas kepada kemakmuran masyarakat di sekelilingnya.

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Komitmen ini muncul dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) LTMNU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU), Sabtu (9/3), di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah. Forum ini dikikuti sedikitnya 300 peserta dari unsur pengurus NU tingkat cabang, majelis wakil cabang, dan ranting.

Secara resmi acara bertema ”Wujudkan Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat ini dibuka Kepala kementerian Agama Kebupaten Kudus H Hambali. Hadir pula dalam kesempatan ini, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua Pengurus Pusat LTMNU H Abdul Manan A Ghani, dan Ketua PCNU Kabupaten Kudus H Chusnan.

Bupati Tegal

Kiai Masdar mengajak seluruh peserta untuk serius mengelola masjid. Menurut dia, gerakan melalui masjid termasuk langkah strategis tak hanya untuk menguatkan NU sebagai organisasi, tapi juga memberi manfaat bagi jamaahnya.

”Kami dari PBNU datang ke daerah-daerah, mengetuk kesadaran terdalam untuk mengingatkan aset Nahdlatul Ulama yang sangat mahal harganya namun kurang diperhatikan,” ujarnya.

Bupati Tegal

Kiai alumni Pesantren Krapyak ini juga menjelaskan, guna menyongsong peringatan satu abad mendatang, NU harus mulai bergerak dari sekarang. Dan salah satu sarana yang paling bisa diandalkan adalah melalui tempat ibadah, yakni masjid.

Kegiatan LTMNU kali ini bekerja sama dengan larutan penyegar cap Badak produksi PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Kajian Islam Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Jangan Lupakan Palestina

Berbagai isu besar menyangkut dunia muslim seperti manuver kelompok radikal ISIS, gesekan Sunni-Syiah dan belakangan propaganda LGBT jangan sampai melupakan persoalan besar yang sampai saat ini belum terselesaikan, yakni Palestina dan Al Quds. Kekerasan terhadap warga Palestina dan pembatasan akses beribadah yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Al-Quds Al-Syarif nyaris luput dari perhatian dunia.

Karena itu pelaksanaan KTT Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) 7 Maret 2016 di Jakarta mendatang diharapkan akan memperkuat dukungan OKI terhadap penyelesaian Palestina dan Al Quds Al Syarif sebagai isu prioritas dunia Islam. Atas permintaan Palestina, Pemerintah RI telah menyampaikan kesiapan untuk menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa OKI tentang Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

?

Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Lupakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Lupakan Palestina

Persoalan Al-Quds Al-Syarif merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian khusus OKI. Komite Al-Quds OKI yang didirikan pada tahun 1975 diberikan mandat untuk mengimplementasikan seluruh resolusi berkenaan dengan konflik Arab-Israel, khususnya terkait dengan Al-Quds. Komite ini diketuai oleh Raja Maroko dan terdiri dari 16 negara anggota, termasuk Indonesia.

Bupati Tegal

KTT Luar Biasa OKI ke-5 ini merupakan KTT pertama yang mengangkat secara khusus isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. KTT akan dihadiri oleh 55 negara anggota OKI dan 4 negara pengamat (observer) OKI. ?

Selain akan menghasilkan sebuah resolusi yang memuat pernyataan politik negara anggota OKI, KTT juga akan mencanangkan Jakarta Declaration yang memuat sejumlah rencana aksi penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Kedua dokumen penting tersebut disiapkan oleh Indonesia selaku negara tuan rumah dan Palestina.

Bupati Tegal

Pemerintah RI telah secara konsisten berada pada garda terdepan dalam mendukung perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.? Selain merupakan elemen penting dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian yang tak terpisahkan dari amanat UUD 1945 yang menempatkan kemerdekaan sebagai hak segala bangsa dan agar Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI tahun ini merupakan bukti komitmen Pemerintah RI untuk mewujudkan perdamaian dunia. Pelaksanaan KTT juga merupakan tindak lanjut dari momentum yang diciptakan oleh Pemerintah RI sepanjang tahun 2015 dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, yaitu Deklarasi Palestina yang dihasilkan pada Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika, April 2015, dan penyelenggaraan Konferensi Internasional tentang Jerusalem Timur, Desember 2015.

Indonesia telah memberikan dukungan bagi berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Realisasi dari dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan diplomatik, yaitu pengakuan terhadap keputusan Dewan Nasional Palestina (Palestinian National Council) untuk memproklamasikan Negara Palestina pada tanggal 15 November 1988.

Dukungan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan hubungan diplomatik antara Pemerintah RI dan Palestina pada tanggal 19 Oktober 1989. Di samping itu, Indonesia adalah anggota Committee on Al-Quds (Yerusalem) yang dibentuk pada tahun 1975. Indonesia juga mendorong OKI untuk tetap mendukung penyelesaian politik konflik Palestina secara adil.

Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia harus memainkan peranan yang aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi? dan keadilan sosial sesuai dengan amanat Konstitusi. Melalui KTT itu diharapkan menghasilkan dukungan OKI dan dunia internasional terhadap penyelesaian masalah Palestina. ?

Pada 9 Februari 2016 lalu, pertemuan segitiga Indonesia, Palestina dan Setjen OKI telah dilakukan. Pada 6 Maret 2016 akan diselenggarakan pertemuan tingkat pejabat tinggi (SOM) yang dilanjutkan dengan pertemuan tingkat tinggi menteri luar negeri. Sedangkan konferensi dilaksanakan 7 Maret 2016.? Upaya itu merupakan bagian upaya mengingatkan kembali negoisasi mengenai Al Quds yang sudah terhenti sejak Mei 2015.

Pada mulanya KTT itu diselenggarakan di Maroko, namun Maroko menyatakan ketidaksiapan. Kemudian Indonesia diminta menjadi tuan rumah mengganti Maroko.? Kesiapan Indonesia menyelenggarakan KTT Luar Biasa OKI di satu sisi juga? menunjukkan Indonesia konsisten mendukung Palestina.

Indonesia telah sukses menyelenggarakan KTT Asia Afrika pada tahun 2015 lalu. Tentu penyelenggaraan KTT Luar Biasa OKI ini akan menjadi peluang untuk membuktikan peran Indonesia. Semua elemen pemerintah daerah terutama DKI Jakarta, jajaran pemerintah pusat, serta masyarakat dapat mendukung KTT OKI.

Sebagai tuan rumah yang baik, Indonesia harus memberikan pelayanan yang baik. Salah satu kontribusi yang dapat diberikan adalah ikut serta menjadi bagian dari upaya menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman, warganya ramah sehingga menarik untuk dikunjungi. Selamat sukses KTT Luar Biasa OKI 2016. (*)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda

Jakarta, Bupati Tegal. Wakil Presiden Boediono mengatakan, perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang difilmkan dengan judul “Sang Kiai” harus menjadi contoh bagi generasi muda. Ia mengatakan hal itu kepada pers selepas menonton film itu di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis malam (23/5).

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda

Boediono menambahkan, generasi muda harus bisa memahami betapa mahalnya memperoleh kemerdekaan, "Generasi muda harus menonton film “Sang Kiai” yang menceritakan perjuangan pahlawan KH Hasyim Asyari dalam melawan penjajahan, agar mengetahui betapa sulitnya merebut kemerdekaan,” katanya.

Boediono juga menilai film berdurasi sekitar 2 jam tersebut sangat apik menggambarkan kearifan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Bupati Tegal

Turut menonton pada kesempatan itu Herawati Boediono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan cucu KH Hasyim Asy’ari KH Salahudin Wahid.

Bupati Tegal

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyaksikan film “Sang Kiai” pada Senin (20/5).

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, Budaya, Kajian Islam Bupati Tegal

Senin, 11 Desember 2017

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan

Brebes, Bupati Tegal. Pembina PMII Brebes M Riza Pahlevi mengharapkan kader PMII memperkuat basis keilmuan agar bisa membawa diri dan menjaga garis perjuangan ideologis dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. ?

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Diminta Perkuat Basis Keilmuan

"Hal terbesar yang dilakukan PMII selama ini adalah belajar merawat terus-menerus pergerakan dengan berbagai dinamikannya yang berasaskan Pancasila dan berhaluan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Dan ini harus dijaga meski digempur dari berbagai arah," papar Reza ketika memberi sambutan pada Harlah ke-57 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Pusponegoro Brebes mengadakan Harlah PMII ke 57 di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Saditan Brebes, Senin malam (17/4).

Riza yang juga Ketua KPUD Brebes itu mewanti-wanti kepada seluruh anggota agar memperkuat keilmuannya sekaligus mengamalkannya di kancah pergulatan yang makin seru. PMII harus memegang peran, jangan hanya cuma mengekor saja. Tetapi langkah-alngkah kongkrit harus diambil demi mempertahankan NKRI dan memperkuat Ahlussunah wal Jamaah dalam wadah Nadhlatul Ulama.?

Dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Komisariat Sunan Panggung Tegal, PC PMII, dan para Alumni PMII Kabupaten Brebes ini diisi dengan Simaan Qur’an, pembacaan Maulid Diba hingga doa bersama.

Ketua PMII Komisariat Pusponegoro Muamar Anis mengatakan, di usianya ke 57 tahun PMII lahir, tumbuh, dan berkembang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia yang tidak bisa dipisahkan. PMII juga berkontribusi dalam merawat dan menjaga tradisi ke NU an dan kebangsaan.

Bupati Tegal

"Semoga warga pergerakan, khususnya di Brebes ini juga selalu menjaga keutuhan NKRI, menjaga dan mengembangkan dakwah islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang diwariskan para ulama dengan islam yang rahmatan lil alamin," katanya.? (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam Bupati Tegal

Kamis, 31 Agustus 2017

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang

Padang, Bupati Tegal. Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Padang harus selalu berpegang teguh pada nilai-nilai bundo kanduang, sebagai gambaran ideal perempuan di Sumatera Barat.

Demikian disampaikan Ketua PMII Padang Yosep Firman Susilo pada peresmian Sekretariat Kopri PMII Padang, Sabtu (14/9) kemarin di Jalan M. Yunus No. 50 RT 2 RW 3 Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Padang.

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang

”Dengan swadaya anggota Kopri, ternyata mampu memiliki sekretariat sendiri. Mudah-mudahan Kopri PMII bisa lebih fokus terhadap nilai-nilai bundo kanduang, sebagai lambang perempuan di Sumatera Barat,” tutur Yosef.

Bupati Tegal

Kopri PMII Padang diharapkan lebih fokus melakukan penguatan kadernya. “Dengan memiliki sekretariat sendiri, Kopri bisa lebih leluasa mengembangkan kegiatan yang khusus di bidang keputrian. Sebagai seorang calon ibu, Kopri diharapkan bisa mempersiapkan diri, baik sebagai kader bangsa, kader pemimpin masa depan, maupun sebagai seorang ibu kelak di kemudian hari,” kata Yosep.

Bupati Tegal

Dikatakan Yosep, tantangan Kopri PMII ke depan semakin komplek seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi. Untuk itu, setiap kader Kopri PMII harus meningkatkan kualitas diri dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Selain sekretariat baru, pada saat yang sama juga diresmikan Sanggar Tari Perisai Biru yang dikembangkan oleh Kopri PMII Padang. Hadir Mabincab PMII Padang Armaidi Tanjung dan kader PMII Kota Padang dari IAIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Yosep Firman Susilo juga memberikan apresiasi luar biasa terhadap Kopri PMII yang memiliki sekretariat sendiri dan memiliki sanggar tari. Ini momen Kopri lebih eksis bergerak.

Menurut Yosep, Kopri PMII harus lebih intensif melakukan kajian-kajian keputrian. Sehingga setiap kader Kopri PMII memiliki kemampuan analisis yang lebih baik dari tahun ke tahun. ”Terbatasnya pendanaan yang dimiliki Kopri PMII, sangat dibutuhkan kreatifitas-kreatifitas yang dapat merangsang tumbuh-berkembangnya Kopri PMII,” tambah Yosep Firman.

Ketua Kopri PMII Padang Hariyus Sofiani yang didampingi sekretarisnya Siti Rodiah menambahkan, keinginan Kopri PMII Padang memiliki sekretariat sendiri memang sudah cukup lama. Namun berbagai keterbatasan, baru sekarang dapat terwujud.

“Kopri PMII Padang bertekad untuk dapat lebih eksis di kalangan mahasiswa Kota Padang. Semakin banyak agenda-agenda organisasi yang dapat diselesaikan dengan adanya sekretariat ini,” kata Hariyus menambahkan. (Armaidi Tanjung/Anam)

Foto: Ketua PMII Kota Pariaman Yosep Firman Susilo memotong tumpeng sebagai tanda diresmikannya Sekretariat Kopri PMII Padang. Tampak Ketua Kopri PMII Hariyus Sofiani didampingi sekretarisnya Siti Rodiah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam, Nasional Bupati Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata

Jember, Bupati Tegal. NU beserta lembaga dan badan otonomnya diharapkan untuk berdakwah tidak hanya melulu melalui pendekatan lisan (mauidzah hasanah), tapi juga menggunakan pendekatan sosial. Direktur Aswaja Center PCNU Jember Ustadz Abdul Haris mengatakan, pendekatan kerja nyata saat ini harus lebih dikedepankan, misalnya peduli kepada warga yang kurang beruntung, membantu anak yatim, advokasi terhadap warga yang bermasalah dan lain sebagainya.?

Sebab, kata dia pada saat menjadi pemateri pada pertemuan Forum Komunikasi Pengurus Muslimat NU di Pondok Pesantren Raudlatul Jannah, Mayang, Jember, Jumat (12/5), pendekatan sosial cukup mujarab untuk menyampaikan pesan dakwah.?

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Dakwah NU Mesti dengan Kerja Nyata

Menurutnya, pendekatan sosial menjadi penting mengingat kebutuhan masyarakat cenderung mengarah pada "kerja nyata" tersebut. "Mauidzah hasanah juga penting, tapi kerja nyata untuk umat, sungguh sangat diharapkan," ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini masyarakat masih pragmatis dalam menyikapi sesuatu. Sehingga siapa pun yang memberi manfaat paling besar, terutama dari sisi materi, itulah yang diikuti.?

Buktinya, tidak jarang anggota masyarakat yang asalnya berafiliasi dengan NU, tapi akhirnya pindah haluan. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka tergiur oleh kerja nyata tersebut.?

Bupati Tegal

"Ini harus jadi perhatian kita semua. Sudah banyak warga kita ikut kelompok lain karena sering diberi sembako, pengobatan gratis dan sebagainya," lanjut Ustad Abdul Haris.

Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj. Emi Kusminarni menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi hingga ? tingkat ranting.?

Masing-masing ketua ranting, katanya, minimal bisa mendampingi 5 majelis taklim, agar kegiatan-kegiatannya tetap sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah (Aswaja) ala NU.?

Bupati Tegal

"Kami juga berpesan agar pengurus Muslimat NU di semua tingkatan bisa mengumpulkan zakat untuk dibagikan kepada mereka yang berhak," urainya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Kajian Islam, IMNU Bupati Tegal

Kamis, 20 April 2017

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King

Jombang, Bupati Tegal. Warga Amerika Serikat menempatkan posisi Gus Dur sekelas dengan pemimpin gerakan perubahan di AS Martin Luther King. Mereka mengapresiasi pemikiran dan gerakan Gus Dur dalam memperjuangkan nasib kelompok minoritas.

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King

Demikian disampaikan Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake dalam lawatan kerjanya di pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (11/12) pagi.

“Di Amerika Serikat, Sosok Gus Dur disamakan dengan Martin Luther King,” kata Blake.

Bupati Tegal

Sementara King sendiri, Blake menyatakan, aktivis HAM dan pemimpin gerakan hak sipil Afrika-Amerika. Sedangkan ajaran dan kepemimpinan Gus Dur memiliki peran penting dalam membentuk demokrasi yang beragam, toleran dan aktif seperti yang terlihat saat ini di Indonesia.

“Saya sangat senang dengan gagasan Gus Dur. Demokrasi, HAM, pluralisme dan anti-kekerasan tetap bertahan dan diaplikasikan oleh generasi muda Indonesia,” Blake menambahkan.

Bupati Tegal

Masyarakat AS sudah semakin memahami Islam sehingga tidak merasa takut berlebih dengan kehadiran Islam di Amerika. “Bahkan agama Islam sekarang di AS berkembang pesat. Di beberapa negara bagian, Islam merupakan agama kedua terbanyak yang dianut masyarakat,” kata Blake dalam bahasa Inggris.

Pengasuh pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid menyatakan dirinya akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Blake untuk memaparkan pemikirna Gus Dur secara detil. Ia juga sempat menawarkan pendidikan pemikiran Gus Dur bagi siswa dan mahasiswa AS untuk tinggal beberapa bulan di pesantren Tebuireng. (Abror/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam, Nasional, PonPes Bupati Tegal

Minggu, 09 April 2017

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Milan merupakan kota yang ramai penduduknya. Kota itu terlihat rapi. Banyak pelajar Indonesia yang mengambil S2 dan S3 di sini. Dibandingkan dengan Roma, jumlah pelajar Indonesia di Milan lebih banyak, hampir 10 kali lipatnya. Menurut Ketua Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Anas, di Roma jumlah pelajar Indonesia ada dua puluh orang.

Sekilas tentang diaspora di Milan keadaannya kurang lebih sama seperti di Roma. Banyak yang pekerja informal; beberapa karena pernikahan campur dengan penduduk asli Italia. Rata-rata mereka tinggal di Milan sudah terhitung belasan sampai dengan 25 tahunan. Anak-anak mereka lahir dan besar di Milan, karenanya ada beberapa yang tidak lancar berbahasa Indonesia.

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Milan Tiap Minggu Rutin Ngaji Diniyah

Beberapa di antara diaspora ada yang sempat jauh dari menjalankan Islam. Sebagian sudah mendapat hidayah dan sering datang ke pengajian.

“Di Milan setiap minggu rutin pengajian keagamaan (diniyah). Dan pada jeda setiap 2 atau 3 bulan sekali ada kajian dengan mendatangkan ustadz, yang biasanya berdomisili di Belanda,” jelas Agie Priakbar, Ketua PPI untuk Italia.

Mahasiswa Indonesia di Milan rata-rata menyewa kos dengan harga 375 Euro per bulan. Itu sudah yang paling murah, karena untung-untungan juga mendapatkan kosan untuk mahasiswa. Jika mencari pakai website biasanya mahal. Tetapi kalau mencari langsung dapat murah, meskipun agak jauh. Masyarakat Indonesia di Milan juga berasal dari banyak suku, dengan suku Sunda menjadi jumlah terbanyak.

Hari Sabtu (17/6), saya beserta rombongan KBRI Roma dan Ibu Esti Andayani, Duta Besar Republik Indonesia—menuju Milan untuk mengikuti acara berbuka puasa bersama diaspora Indonesia. Perjalanan dari Roma ke Milan ditempuh sekitar tujuh jam. Diaspora Indonesia cukup banyak di sini, sekitar 300 orang. Mahasiswa yang tergabung dalam PPI sekitar 150 orang. Dari jumlah itu mahasiswa muslim sekitar 100 orang.

Bupati Tegal

“Sebagian besar masyarakat Indonesia yang bekerja di Milan bekerja di bidang manufaktur. Ada juga yang usaha restoran pizza ala Italia,” kata Ahmad Basshofi, mahasiswa asal Bojonegoro ? yang sedang menempuh S3. Basshofi mengambil Jurusan Teknik Sipil di Politekniko Milano, Milan. Ia peraih beasiswa LPDP. Sebelum di Milan, Ahmad Basshofi sudah menyelesaikan S2 di Ecol Perancis. Sementara ijazah S1 ia raih di ITS Surabaya.

Bupati Tegal

Buka puasa bersama diaspora dihadiri oleh seluruh diaspora dan mahasiswa. Komunitas Muslim Indonesia Milano (KMIM), sebagai penyelenggara mengundang seluruh diaspora yang ada di Milan beserta para tokoh agama dari gereja Mauseron dan organisasi Islam Eropa di Milan. Dubes Esti Andayani memberikan sambutan dan sangat mendukung acara tersebut.?

“Karena ini dapat memupuk persaudaraan dan keharmonisan, hablun minallah wa hablun minannas,” katanya.

Acara berbuka puasa diaspora di Milan dihadiri lebih dari 200 orang. Hadirin tampak khidmat saat menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’.

Acara lalu diisi dengan pembacaan Al-Quran oleh Bu Mulyana dan saritilawah oleh Al-Khansah. Ia mebawakan Surat Al-Qadr dan Al-Baqarah ayat 185, sesuai dengan tema ‘Lailatul Qadar menjadikan pribadi terlahir kembali’.?

Pak Agung Pramudya sebagai pembina KMIM menyebutkan, Italia merupakan urutan ketujuh dengan penduduk Islam terbanyak di Eropa. Diaspora Indonesia di Milan multi etnis, ada yang melakukan perkawinan campur, bercampur dengan agama dan tetap menjalankan keyakinan masing-masing. Di sekolah kurang sekali pelajaran agama.

?

“Oleh karena itu, diaspora membentuk organisasi KMIM Al-Ikhlas. Dengan harapan ikhlas lillahi taala. Melakukan kebaikan tanpa pamrih. KMIM juga dijadikan sebagai sarana silaturrahmi, digiatkan TPQ pada minggu pertama dan minggu ketiga,” terang Pak Agung.

Termasuk dalam program KMIM adalah melakukan bimbingan dan pendampingan haji dan umroh. Tercatat sudah 15 diaspora Indonesia jamaah umroh berangkat bekerjasama dengan travel Magazi Tour.

?

Teguh Imam Burhanuddin menjelaskan cikal bakal terbentuknya KMIM yang baru diresmikan oleh August Parengkuan di Milan 17 Juli 2016. Acara ini juga dihadiri oleh Organisasi Koordinasi Muslim Eropa. Anggotanya berasal dari berbagai macam negara, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 100 ribu orang.

Kedatangan KBRI ke Milan menambah ramainya acara dengan warung konsuler. Biasanya dilakukan dua kali dalam setahun untuk mempermudah urusan diaspora Indonesia tentang perpanjang pasport dan lain-lain.

?

Sosialisasi kekonsuleran dilakukan pada tanggal 18 Juni 2017, mengupas tidak hanya masalah lapor diri dan pergantian pasport, tetapi juga legalisir dokumen, urusan SIM, perkawinan WNI dan WNA, tempat pembuatan affidavit bagi anak dari perkawinan campur WNI dan WNA, pembuatan surat bukti nikah kelahiran, rekomendasi nikah di Italia, WNI overstay atau documented, kehilangan status kewarganegaraan.

Acara yang digelar di Milan ini, disamping menambah akrab persatuan dan persaudaraan, jug mudah-mudahan dapat menjadi wahana menjaring lailatul qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena acara ini pun juga termasuk dari bagian ibadah, ini juga kebaikan. Amin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017, anggota anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Kajian Islam Bupati Tegal

Senin, 06 Maret 2017

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014

Khartoum, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Khartoum Sudan hasil Konfercab XII PCINU Sudan yang lalu telah resmi dilantik oleh salah satu Mustasyar PCINU Sudan Dr Syekh Muhammad Al Fatih Ali Hasanain di Wisma NU Sudan.

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Al Fatih Lantik PCINU Sudan 2013-2014

Para pengurus PCINU Sudan masa kidmat 2013-2014 yang dilantik Jum’at (3/5) kemarin merupakan hasil keputusan rapat tim formatur sebanyak tiga kali pertemuan. Dalam kepengurusan periode ini lebih didominasi oleh “generasi baru” yang dinilai mempunyai komitmen dan loyalitas terhadap PCINU Sudan.

Hadir dalam pelantikan tersebut beberapa tokoh dari organisasi masyarakat dan mahasiswa dari berbagai negara, serta perwakilan dari KBRI Sudan. Diantaranya, Ketua dan Sekretaris PPMI Sudan, Ketua dan Sekretaris Ikatan Keluarga Aceh (KMA), Ketua dan Sekretaris Persatuan Mahasiswa Malaysia dan Thailand.

Bupati Tegal

Ketua panitia, Budi Sutardi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas terlaksananya pelantikan. Sedangkan Rais Syuriah terpilih Auza’i Mahfudz Asirun dalam sambutannya menginstruksikan kepada para pengurus yang terpilih agar menjalankan tugas kepengurusan  dengan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam berkhidmah.

Bupati Tegal

Selain itu, Syekh Fatih selaku mustasyar menyampaikan dalam tausiahnya: “Aksi secara berjama’ah itu lebih utama dari pada aksi secara individual sebagaimana sholat berjama’ah lebih utama 27 derajat dari pada sholat sendirian”. 

Ia mendorong kepada generasi muda NU untuk meneruskan risalah yang telah dikembangkan oleh organisasi para ulama nusantara ini sebagai warisatul anbiya’, pewaris para nabi. Beliau mengutip hadist Nabi Muhammad SAW: Sampaikanlah (ajaran) dariku walau satu ayat.

Acara ini disampaikan dalam tiga bahasa, bahasa Indonesia, Inggris dan Arab dengan tujuan agar para audien bisa mengikuti seluruh rangkaian acara.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Kajian Islam, Meme Islam Bupati Tegal

Minggu, 19 Februari 2017

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

Subang, Bupati Tegal - Sekitar pukul 23.00 WIB musibah kebakaran menimpa rumah salah seorang warga Gang Palabuan, Kelurahan Cigadung, Subang. Diduga kuat api yang menghabiskan rumah beserta isinya tersebut berasal dari hubungan arus pendek di salah satu ruangan. Kejadian ini tidak memakan korban jiwa. Jumat (18/11) malam.

Setelah beberapa jam pasukan pemadam kebakaran berhasil menjinakkan si jago merah. Salah seorang penghuni rumah mencoba memasuki ruangan dengan harapan bisa menemukan beberapa barang berharga yang masih dapat diselamatkan. Sayangnya ia tidak berhasil, namun anehnya ada beberapa yang tidak ikut terbakar, yaitu Kitab Suci Al-Quran, kitab hadits, dan sehelai kain sarung.

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Al-Quran, Hadits dan Kain Sarung Selamat dari Kebakaran

"Tadi ada keajaiban, Al-Quran, kitab hadits, dan sarung bisa selamat. Padahal yang lainnya habis terbakar. Saya juga tidak mengerti bisa seperti itu," ucap Rendy, salah seorang anggota keluarga korban.

Bupati Tegal

Rendy menambahkan, yang lebih kaget lagi adalah saat Kitab Suci Al-Quran dan hadits tersebut dibuka. Karena entah kebetulan atau tidak ketika Al-Quran dibuka di sana ditemukan ayat yang menceritakan tentang kiamat. Ketika membuka kitab hadits ditemukan hadits yang membahas tentang akhir zaman.

"Wallahualam, yang jelas saya langsung merinding mendengarnya. Mohon doanya saja dari semuanya, semoga musibah ini ada hikmahnya dan semoga Allah segera menggantinya dengan yang lebih baik, lebih bermanfaat dan tentunya berkah," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal IMNU, Kajian Islam, Kiai Bupati Tegal

Senin, 25 Agustus 2014

Tradisi Sekaten Jadi Simbol Kedatangan Bulan Maulid

Surakarta, Bupati Tegal - Bunyi gamelan yang ditabuh mengalun merdu di sekitar kompleks Masjid Agung Surakarta mengiringi proses pembukaan gelaran Grebeg Mulud atau lebih dikenal dengan Sekaten, Jumat (24/11) siang.

Dua gamelan yang ditabuh, yakni Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari, sebelumnya dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju ke Masjid Agung Surakarta yang memiliki jarak lebih kurang 500 meter.

Tradisi Sekaten Jadi Simbol Kedatangan Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Sekaten Jadi Simbol Kedatangan Bulan Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Sekaten Jadi Simbol Kedatangan Bulan Maulid

Sampai di area Masjid, dua gamelan itu ditempatkan di dua tempat yang berbeda. Gamelan Kiai Guntur Madu ditempatkan di sisi selatan masjid atau di Bangsal Pradangga. Sedangkan gamelan Kiai Guntur Sari ditempatkan di utara masjid atau di bangsal Prangangga.

Bupati Tegal

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta GPH Dipokusumo menerangkan, perayaan Sekaten merupakan sebuah tradisi untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. “Sekaten ini untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad,” terang Gusti Dipo.

Dijelaskan Gusti Dipo, kedua gamelan ini akan dimainkan secara bergantian, dan saat salah Zuhur dan Ashar penabuhan gamelan berhenti.

Bupati Tegal

Ditambahkan dia, pada perayaan Sekaten yang bertepatan dengan tahun kali ini akan ada tradisi Adang, yaitu sebuah tradisi memasak nasi yang dilakukan oleh PB XIII Hangabehi bertempat di Pawon Gondorasan.

Perayaan Sekaten di Surakarta dieglar selama sepekan, dengan puncaknya ditutup dengan acara Grebeg Mulud Gunungan Sekaten. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam Bupati Tegal

Selasa, 19 Februari 2013

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Semarang, Bupati Tegal. Ketua baru Ansor Banjardowo Muhammad Achmadi menitikberatkan program kepemimpinannya ke depan pada kerja sosial. Dalam waktu dekat, GP Ansor Banjardowo kecamatan Genuk, Semarang mengagendakan santunan yatim dan amalan Ramadhan.

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Ansor Banjardowo Arahkan Program Kerja ke Luar

Achmadi menginginkan GP Ansor Banjardowo memiliki ciri dan program khusus yang lebih mengutamakan kegiatan berbasis masyarakat. Dengan itu, kegiatan Ansor di desanya tidak terjebak pada kegiatan rutin bulanan.

“Kerja kita harus memiliki efek yang baik terhadap kondisi sosial. Jika kegiatan Ansor Banjardowo secara internal tampak baik dan lancar, namun akan menjadi percuma kalau tidak bisa bermanfaat bagi masyarakat,” terang Achmadi, Selasa (17/6) malam.

Bupati Tegal

Achmadi diamanahkan memimpin GP Ansor Banjardowo setelah Ketua sebelumnya Muslimin terpilih   menjadi Ketua PAC GP Ansor Genuk.

Ia juga mengajak kadernya menjaga soliditas di tengah kampanye pilpres saat ini. “Segala puji bagi Allah, cukuplah Dia sebagai penolong,” ucap Achmadi pada pertemuan rutin Ansor Banjardowo. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Santri, Kajian Islam Bupati Tegal

Jumat, 23 September 2011

Saran NU Terkait Skandal "Panama Papers"

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa waktu ini publik dikejutkan dengan pemberitaan tentang adanya sejumlah tokoh nasional dan ratusan perusahaan yang masuk dalam daftar Panama Papers. Panama Papers yang berisi kumpulan 11, 5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh Mossack Fonseca,? perusahaan? penyedia jasa asal Panama. Dokumen tersebut berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan para direkturnya.?

Mossack Fonseca sebagai penyedia jasa pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri, dan manajemen aset. Perusahaan ini juga ? membantu klien membentuk perusahaan dalam yurisdikasi bebas pajak (offershore). Dengan demikian perusahaan yang menjadi klien Mossack Fonseca berupaya menghindari pembayaran pajak.?

Di Indonesia, pajak adalah hal penting sebagai wujud keadilan sosial. Selain itu pajak juga berfungsi sebagai anggaran atau penerimaan (budgetair). Pajak merupakan salah satu sumber dana yang digunakan pemerintah dan bermanfaat untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran. Penerimaan negara dari sektor perpajakan dimasukkan ke dalam komponen penerimaan dalam negeri pada APBN.

Saran NU Terkait Skandal Panama Papers (Sumber Gambar : Nu Online)
Saran NU Terkait Skandal Panama Papers (Sumber Gambar : Nu Online)

Saran NU Terkait Skandal "Panama Papers"

Lantas bagaimana bila ada atau bahkan banyak perusahaan besar yang tidak membayar pajak? Tentu akan sangat merugikan negara.

Dihubungi Bupati Tegal pada Rabu (6/4), pengamat ekonomi yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Berly? Martawardaya, mengatakan, rekening offshore (perusahaan bebas pajak) dan shell company (perusahaan cangkang) belum tentu ilegal dan melanggar hukum. "Jadi untuk memastikan apakah sebuah perusahaan atau seseorang terlibat atau masuk dalam Panama Papers atau tidak, harus dimulai dengan asas praduga tak bersalah," ujarnya. Pemerintah hendaknya meminta perusahaan atau nama yang terkait, untuk melaporkan transaksi yang dilakukan.

Bupati Tegal





Selain itu juga membuat surat ke pemerintah Panama, meminta detail transaksi dan data keuangan. Apabila ada pajak terutang yang belum dibayar harus dibayarkan, termasuk dendanya bila ada. "Kalau ada yang illegal, dalam hal ini pencucian uang, misalnya, sudah tentu perlu diajukan ke pengadilan,"? lanjut Berly.

Bupati Tegal

Dia menambahkan untuk mengetahui sebuah perusahaan atau nama seseorang termasuk dalam Panama Papers atau tidak, ? ada tiga kemungkinan. Pertama, ? legal dan beres pajak, ini tidak masalah. Kedua, legal dan belum beres pajaknya, harus diminta agar melunasi dan sanksi jika ada. Ketiga, perusahaan ilegal, harus dikenai sanksi dan tuntutan ke pengadilan.

Ditanya bagaimana kaitannya dengan gini ratio, Berly mengatakan bila perusahaan melakukan pengecilan kekayaan pada saat survei atau pelaporan pajak, maka gini ratio yang sebenarnya mustinya sedikit akan naik.?

Panama Papers barangkali hanyalah salah satu cara penghindaran masyarakat atau perusahaan dari kewajiban membayar pajak. Upaya-upaya penghindaran dari kewajiban membayar pajak sangat mungkin dilakukan dengan jalan lain. Oleh karena itu, pria kelahiran Jakarta, 6 Juli 1976 yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) ini menyarankan, apa yang bisa dilakukan Pemerintah Indonesia adalah mewajibkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bagi lulusan Diploma atau Sarjana, dan sanksi yang tegas bagi mereka yang tidak membayar pajak. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam, News Bupati Tegal

Senin, 05 September 2011

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Oleh Muhammah Jauhari Sofi

Perkembangan dunia pesantren dalam merespon tantangan multi-dimensional di era globalisasi berlangsung begitu cepat dan mudah diamati, terutama setelah era reformasi. Beberapa pesantren masih mempertahankan tradisi salafi dan di saat yang sama membentuk unit-unit pendidikan formal baru, seperti Madrasah Ibtidaiyyah (SD), Madrasah Tsanawiyyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA).

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Unit-unit pendidikan baru tersebut menyajikan perpaduan antara pengkajian kitab-kitab salaf dan materi pelajaran umum (modern). Pengembangan ini dimaksudkan agar para lulusan pesantren salaf dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan berkualitas serta mampu bersaing secara kompetitif dalam intelektualisme pada bidang-bidang studi umum.

Meski demikian, sekolah formal di lingkungan pesantren ini tetap dilaksanakan tanpa meninggalkan aspek-aspek positif sistem pendidikan Islam salafi sebagai ciri khas pesantren (Dhofier: 1982). Pendidikan formal di sekolah dan nilai-nilai kepesantrenan berfungsi saling melapisi dalam membentuk kepribadian para siswa.

Bupati Tegal

Tuntutan untuk memadukan antara yang salafi (tradisional) dan yang khalafi (modern) secara otomatis akan membawa tantangan tersendiri bagi dunia pesantren. Beberapa faktor seperti perkembangan sains-teknologi, penyebaran arus informasi serta perjumpaan budaya baru dapat menggiring kecenderungan masyarakat akademik di sekolah, termasuk para santri di dalamnya, untuk berfikir rasional dan inklusif.

Bupati Tegal

Civitas akademika di sekolah formal akan dihadapkan pada pilihan-pilihan baru yang menarik dan cukup menggoda untuk diikuti. Terlebih lagi, pilihan-pilihan baru tersebut seringkali dikemas dengan istilah yang mengandung nuansa propaganda yang meskipun dalam taraf tertentu masih bisa dibenarkan, seperti efisiensi, kemajuan, pencerahan, pembaharuan, dan sebagainya.

Pelan tapi pasti, hal ini bisa berdampak pada perubahan-perubahan yang menyangkut pola pikir dan pola hidup para santri yang mengikuti pendidikan di sekolah formal. Para santri ini secara perlahan akan bersikap progresif dan pragmatis sebagai respons atas tuntutan zaman. Gejala ini mesti direspon dengan baik oleh pihak sekolah.



Pendampingan di Sekolah


Perjumpaan aspek salafi dengan khalafi sebagaimana dijelaskan di atas perlu mendapatkan pendampingan yang baik dari pihak sekolah. Kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman melalui ilmu-ilmu umum dan di saat yang sama menjaga identitas kepesantrenan juga perlu mendapatkan perhatian yang proporsional.

Bagi sekolah formal, keberadaan pesantren dapat menjadi nilai lebih dalam rangka menawarkan alternatif model pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman. Hal ini karena ukuran yang digunakan masyarakat dalam menilai lembaga pendidikan saat ini tidak lagi terpaku hanya pada keberhasilan dalam ilmu-ilmu umum atau modern, tetapi juga pada aspek moral dan spiritual.

Komitmen untuk menyertakan ciri khas pesantren dalam proses pembelajaran di sekolah akan turut menambah harga tawar sekolah di tengah masyarakat. Dalam hal ini, sekolah membekali para siswa agar lebih siap menghadapi dan mengantisipasi tantangan global yang beragam. Oleh karenanya, sekolah perlu merawat identitas kepesantrenan di lingkungannya.

Identitas ini dapat ditunjukkan dengan cara, misalnya, memasukkan kajian kitab kuning ke dalam mata pelajaran di sekolah. Tentu materi kitab yang dipilih harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Kitab kuning seperti Ta’lim Muta’allim (akhlak) dan Fathul Qarib (fiqih) dapat digunakan sebagai preferensi, disamping kitab lain sesuai kesepakatan pengelola sekolah.

Selanjutnya, nilai-nilai kepesantrenan seperti sopan santun, kebersahajaan, kemandirian, kedisiplinan, dan istiqomah juga perlu ditonjolkan dalam keseharian di lingkungan sekolah. Sebagaimana maklum, nilai-nilai luhur tersebut terlihat jelas dalam denyut nadi aktivitas sehari-hari para santri.

Kehadiran nuansa pesantren di lingkungan sekolah ini dapat ditemukan, misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) Fathul Huda yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak. Tidak hanya kajian kitab kuning, sekolah ini juga menyelenggarakan kegiatan lain berciri pesantren, seperti tadarrus harian, khataman al-Quran dan istighotsah secara berkala oleh semua warga sekolah.

Keberhasilan sekolah formal dalam memadukan modernitas pendidikan dengan tradisi pesantren akan dapat memperkuat pembangunan peradaban Indonesia modern yang berakhlakul karimah. Melalui sekolah formal, tradisi pesantren yang pernah menjadi ujung tombak pembangunan peradaban Melayu Nusantara kini perlu tampil lagi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa sekarang dan mendatang.

Akhirnya, sekolah formal berbasis pesantren harus juga berani meneguhkan kembali maqolah khas dunia pesantren dengan format baru: al-akhdzu bil Jadidil ashlah wal muhafadhah ‘ala al-qadim ash-shalih, yaitu mengadopsi budaya baru yang terbaik atau memberi kemaslahatan dengan tetap menjaga tradisi lama yang luhur.

* Penulis adalah alumnus Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Budaya, Kajian Islam Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock