Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Aceh Besar, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Aceh Besar, Aceh masa khidmah 2014-2019 resmi dilantik di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 23 Agustus 2016. Pelantikan dan naskah baiat dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh.

PCNU Kabupaten Aceh Besar dipimpin duet Syuriah Tgk. Saifullah dan Ketua Tanfidziyah Tgk. Dhiauddin Idris.

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Pelantikan dihadiri ratusan warga mulai dari pelajar, santri, para pengurus, beserta banom-banom NU mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU. Dari jajaran pejabat hadir Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kapolres, Dandim, Para SKPD, Muspika, dan lainnya.

Bupati Tegal

Tgk. Dhiauddin Idris dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah Ahlussunnah wal-Jamaah sehingga NU Aceh Besar ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Aceh Besar mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinnginya kepada pengurus PCNU Aceh Besar atas kerja sama dalam pembinaan generasi baik budaya, dan pendidikan agama sehingga terciptanya masyarakat yang penuh iman, taqwa dan berakhlak mulia.

Sambutan dari PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan PBNU Imam Pituduh menyampaikan sama-sama mengajak nahdliyin untuk selalu memperjuangkan Ahlussunnah wal-Jamaah dalam konsep dan kerja nyata. Dalam sambutannya, Imam Pituduh, meminta untuk berkomitmen mendirikan Universiatas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aceh Besar.

Bupati Tegal

"Dengan kerja sama yang baik, kita berinisiatif untuk mendirikan UNU di Aceh Besar, dan sudi kiranya Pemerintah Daerah Aceh Besar untuk mempercepat proses legalitas hibah tanah tempat pendirian UNU," ujar Imam. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Tegal Bupati Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU

Jombang, Bupati Tegal. Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) yang digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang selamat tiga hari, 13-15 April 2012, juga diramaikan dengan pameran UKM dan produk kesehatan serta pelayanan Rumah Sakit milik NU.

Salah satu RS milik NU yang ikut meramaikan adalah RSI Siti Hajar Sidorjo. RS milik NU dan Muslimat Sidoarjo ini berdiri sejak 1963. Awalnya RSI ini berawal dari Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang dikelola oleh Muslimat NU. Namun tekat pengurus NU kuat, kemudian Balai Kesehatan ini akhirnya dikembangkan menjadi RS.

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

RSI Siti Hajar Ramaikan Pameran Produk Kesehatan NU

Kini RS dengan tipe C Plus ini telah memiliki dokter sebanyak 47 dengan dokter spesialis 19 orang dan jumlah tenaga medis sebanyak 140 perawat.

Bupati Tegal

“RS ini telah terakreditasi penuh 12 pelayan ini  memiliki jumlah ruang 156 tempat tidur , terdiri dari kamar  VIP 12, kelas 1, 12, kelas II anak 12 dan II 12, kelas III, 36 ruangan dengan ruang isolasi 2,” ujar Imron salah satu pengurus.

Disamping RSI Siti Hajar Sidoarjo Rakornas juga diramaikan beberapa produk UKM dan lembaga pendidikan kesehatan milik NU dan warga NU. 

Bupati Tegal

“Panitia memang menyediakan lokasi untuk pameran UKM dan lembaga pendidikan kesehatan bagi warga NU, Karena yang mengikuti Rakornas tidak hanya dari Jawa Timur tetapi berasal dari beberapa  provinsi lain,” ujar Zulfikar As’ad ketua panitia mengatakan.

Gus Upiq biasa dipanggil mengatakan, peserta dari pengurus wilayah yang telah hadir sebanyak 24 Pengurus PW LKNU se Indonesia. Dan beberapa lembaga kesehatan serta pengelola RS milik NU.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Cerita Bupati Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Jepara, Bupati Tegal. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, H Anis Malik Thoha berkesempatan hadir dalam Halal Bihalal yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, awal pekan kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Anis menjelaskan mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia, lantaran ada sebagian pihak yang mengkritisi tradisi yang telah mengakar tersebut sebagai bid’ah.

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Menurutnya tidak semua hal dihukumi sesat. Demikian halnya tradisi halal bihalal atau saling maaf-memaafkan. Tradisi tersebut memang hanya ditemukan di Indonesia.

Bupati Tegal

Tradisi halal bihalal menurut Katib Syuriyah NU Cabang Istimewa Malaysia sudah ada sejak zaman pangeran Mangku Negara I sekitar abad ke-18. Pangeran Samber Nyowo memperkenalkan tradisi baru tersebut dengan bersalam-salaman setelah shalat Id yang dilaksanakan di Keraton bersama seluruh abdi dalem.

Oleh ulama tradisi tersebut kemudian dihidupkan sebagai halal bihalal. Sebagai momentum saling memaafkan. Halal bihalal sebagai tradisi nasional masih dilestarikan hingga sekarang. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Jepara, Bupati Tegal. Ratusan pelajar santri MTs, MA NU dan Pesantren Kelautan Safinatul Huda di Pulau Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara merayakan Hari Pramuka ke-53.

Selama tiga hari Selasa-Kamis (12-14/8) pelajar santri yang tergolong anak nelayan miskin Karimunjawa tetap semangat mengikuti kegiatan diantaranya Lomba Balap Karung, Lomba Kelereng, Lomba Teknik Pramuka, Renungan Malam, Doa Bersama dan Upacara Hari Pramuka.

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Kepala MA NU sekaligus pengasuh pesantren kelautan Safinatul Huda, H Hisyam Zamroni menyatakan kegiatan dilaksanakan dalam memperingati Hari Pramuka ke-53.

Bupati Tegal

“Kegiatan ini kami laksanakan agar semakin mendekatkan pelajar santri lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Hisyam saat berkomunikasi via seluler dengan Bupati Tegal, Sabtu (16/8) siang, kemarin.

Bupati Tegal

 

Kegiatan pramuka, sambungnya merupakan wahana character building—pembentukan karakter yang berwawasan kebangsaan. Selain bernafas kebangsaan, pelajar santri juga perlu di topang wawasan ke-aswaja-annya.

“Wawasan Aswaja ini sejalan dengan napas madrasah dan pesantren kami sebagai satunya-satunya madrasah di Karimunjawa yang ada sejak 2001 dan berlabel NU,” tegasnya.

Lembaganya, lanjut Hisyam berada di pusaran destinasi kepulauan Karimunjawa. Lewat momen tersebut pihaknya juga menyiapkan generasi muda NU yang siap menghadapi laju pariwisata baik lokal, nasional maupun internasional.

Hadir dalam kesempatan kegiatan guru, alim ulama dan tokoh masyarakat di Pulau Kemujan. Hadir pula Ahmad Kholikin ketua MWCNU Karimunjawa, Muchlisin dan Nur Rohimah ketua IPNU-IPPNU kecamatan Karimunjawa. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Doa, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Blitar, Bupati Tegal

Program turun ke bawah (turba) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Ramadhan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya safari Ramadhan dilakukan di masjid-masjid, kali ini program rutin itu digelar di balai desa-balai desa.

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Tim MWCNU terdiri dari 10 orang dan dampingi tiga unsur Muspika, yaiut Camat, Kapolsek dan Danramil Udanawu. Bertindak sebagai ketua tim Rais Syuriyah MWCNU Udanawu KH Moh Muhid dan Ketua Tanfidhiyah MWCNU H Mohammad Mansyur.

Hingga pertengahan Ramadhan ini, sudah 4 desa atau Pengurus Ranting NU dari 12 desa yang telah dikunjungi tim safari MWCNU Udanawu. Yakni Pengurus Ranting NU Sumbersari, Pengurus Ranting Besuki, Pengurus Ranting NU Temenggungan, dan Pengurus Ranting NU Bakung.

Bupati Tegal

“Alhamdulillah selama tiga kali safari ke ranting-ranting ini, kita selalu didampingi Muspika. Pak Camat, Danramil dan Kapolsek. Sehingga semua persoalan keumatan bisa disampaikan,” ungkap H Mohammad Mansyur, Senin (20/6) malam.

Selain itu dalam safari juga diikuti KH Syaikuddin Rahman selaku Mustasyar MWCNU Udanawu. Pak Cikut, panggilan akrab Kiai Syaikuddin selalu berkesempatan memberikan taushiyah. Untuk program organisasi NU langsung disampaikan Rais Syuriyah MWCNU. Sementara untuk program dan kegiatan masyarakat langsung disampaikan Camat Udanawu Zainal Ma’arif atau sekretaris kecamatan setempat, Suyono.

Bupati Tegal

“Terkait dengan NU ditangani pengurus NU. Yang terkait dengan program pemerintah langsung disampaikan Pak Camat atau sekretarisnya. Ini artinya apa? Bahwa di Udanawu, ulama dan umara’ selalu seiring dan sejalan. Sehingga kalau ada persoalan keumatan langsung bisa di selesaikan bersama-sama,” kata Mansyur.

Dalam safari ini titik poin yang disampaikan ada dua hal. Pertama, masalah program kerja NU dan kebijakannya. Kedua, masalah stabilitas negara, yang dikaitkan dengan isu-isu terkini seperti radikalisme dan komunisme.

“Dua persoalan ini disampaikan secara gamblang oleh tim disertai dengan beberapa bukti. Sehingga hadirin langsung paham,” tambahnya.

Setiap lokasi tidak kurang dari 300 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari perangkat desa, pengurus NU dan badan otonomnya juga beberapa tokoh masyarakat dan anggota majelis ta’lim di ranting setempat. “Sehingga apa yang disampaikan tim ini sangat tepat ke sasaran,” tambahnya.

Sementara Kiai Syaikuddin pada kesempatan tersebut banyak mengupas masalah hikmah dan fadhilah puasa Ramadhan.? Setiap kesempatan ada sesi tanya jawab masalah fiqih. “Pak Kiai bagaimana hukumnya jual beli kotoran. Kan lingkungan kita ini banyak peternak. Sebagian ada yang menjual kotoran untuk pupuk,” ujar salah seorang peserta.

Menurut Kiai Cikut, jual kotoran itu hukumnya haram atau tidak boleh. “Kita kan pakai madzhab Syafii. Jual beli kotoran tidak boleh. Supaya boleh bagaimana? Akadnya harus dibetulkan. Tidak jual kotorannya. Namun hanya sebagai ongkos bersih-bersih atau lainnya,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Nahdlatul, Kyai Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut

New York, Bupati Tegal

Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Childrens Fund/UNICEF) pada Rabu (17/2) memperingatkan bahwa hampir satu juta anak memerlukan perawatan karena kekurangan gizi akut di Afrika Selatan dan Timur.

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut (Sumber Gambar : Nu Online)
Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut (Sumber Gambar : Nu Online)

Hampir Sejuta Anak di Afrika Kekurangan Gizi Akut

Dua tahun hujan tak menentu dan kekeringan bersama dengan salah satu peristiwa El Nino paling kuat dalam 50 tahun menjadi malapetaka bagi kehidupan anak-anak paling rentan, kata UNICEF.

Di Malawi, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) juga telah memperingatkan bahwa lembaga dihadapkan dengan peningkatan kebutuhan dan sangat memerlukan 38 juta dolar AS untuk membantu mereka yang paling rentan selama musim berkepanjangan ini.

Tanpa sumbangan tambahan, pembagian uang kontan harus ditangguhkan pada Maret, sementara pembagian makanan akan dikurangi secara drastis atau bahkan diputus pertengahan April.

Bupati Tegal

Situasi bertambah parah dengan naiknya harga pangan, yang memaksa banyak keluarga menjalankan mekanisme penghematan drastis seperti melewatkan makan dan menjual aset, mengakibatkan hampir satu juta anak membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut parah di wilayah tersebut, kata Leila Gharagozloo-Pakkala, Direktur Regional UNICEF untuk Afrika Selatan dan Timur, dalam siaran pers Rabu (17/2).

"Fenomena cuaca El Nino akan berkurang, tapi dampaknya pada anak-anak --banyak di antara mereka sudah hidup pas-pasan-- akan terasa sampai bertahun-tahun ke depan," katanya.

"Pemerintah meresponsnya dengan sumber daya yang ada, tapi ini situasi yang tak pernah terjadi sebelumnya. Kelangsungan hidup anak-anak tergantung pada tindakan yang dilakukan hari ini."

Menurut UNICEF, Lesotho, Zimbabwe dan sebagian besar provinsi di Afrika Selatan telah mengumumkan kondisi bencana dalam menghadapi peningkatan kekurangan sumber daya.?

Bupati Tegal

Di Ethiopia, jumlah orang yang memerlukan bantuan makanan diperkirakan naik dari 10 juta lebih jadi 18 juta sampai akhir tahun ini.

UNICEF, yang mengeluarkan informasi terkininya mengenai dampak El Nino pada anak-anak di wilayah tersebut, menyatakan bahwa di Ethiopia, dua musim hujan yang gagal berarti hampir enam juta anak memerlukan bantuan pangan, dengan makin banyak anak tak bisa bersekolah karena dipaksa berjalan lebih jauh untuk mencari air.

Di Somalia, lebih dari dua-pertiga mereka yang memerlukan bantuan segera adalah warga yang kehilangan tempat tinggal, sedangkan di Kenya, hujan lebat terkait El Nino dan banjir menambah parah penyebaran wabah kolera.

Sementara itu di Lesotho, seperempat warga terpengaruh. Kondisi tersebut menambah parah kondisi negara tempat 34 persen anak adalah yatim-piatu, 57 persen orang hidup di bawah garis kemiskinan, dan hampir satu dari empat orang dewasa hidup dengan HIV/AIDS tersebut.

Di Zimbabwe 2,8 juta orang diperkirakan menghadapi kondisi rawan pangan dan gizi. Kemarau telah mengurangi air dari sedikit sumur bor yang masih berfungsi sehingga menambah parah risiko penyebaran penyakit yang menular lewat air, terutama diare dan kolera.

Badan PBB itu menyatakan Malawi menghadapi krisis pangan terburuk dalam sembilan tahun dengan 2,8 juta orang, lebih dari 15 persen penduduk negeri tersebut, terancam kelaparan. Kasus kekuragan gizi akut telah melonjak sampai 100 persen dari Desember 2015 hingga Januari 2016.

Di Angola, sebanyak 1,4 juta orang diperkirakan terdampak kondisi cuaca ekstrem dan 800.000 orang menghadapi kondisi rawan pangan, terutama di provinsi Angola Selatan yang setengah tandus.

Kantor PBB Urusan Kemanusiaan (UN Office for Humanitarian Affairs/OCHA) telah memperkirakan masyarakat yang terpengaruh diperkirakan memerlukan sekitar dua tahun untuk pulih dari kemarau yang diperparah oleh El Nino jika kondisi pertanian membaik dalam semester kedua tahun ini.

UNICEF juga mengatakan permohonan bantuan kemanusiaannya hanya kurang dari 15 persen yang didanai di seluruh negara yang terpengaruh El Nino di Afrika Selatan, demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Pesantren, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU menyelenggarakan halaqah pengasuh di Pondok Pesantren al-Hamid (Putra) Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, 29-30 Desember 2012.

Demikian dalam undangan yang diterima Bupati Tegal, Jumat (28/12). Selain diikuti para pengasuh dan perwakilan dari 40 pesantren di wilayah Jawa, agenda ini juga akan dihadiri Ketua Pengurus Pusat RMINU KH Amin Haidari, Ketua PBNU Imam Azis, Wakil Sekretaris Jendral PBNU Imdadur Rahmat, dan sejumlah pejabat Kementerian Agama.

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren

Acara halaqah ini mengambil tema “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban”. Dalam forum ini, para pengasuh pesantren akan memetakan potensi pesantren, terutama dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya; merumuskan strategi penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor; serta merumuskan aksi bagi upaya penguatan pesantren sebagai pusat peradaban.

Bupati Tegal

Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, RMI bertekad akan mengembalikan fungsi pesantren sebagai agen perubahan sebagaimana yang dilakukan generasi pendahulu.

“Pesantren tidak hanya ? menjadi lembaga agama, tetapi juga menjadi lembaga sosial yang mengemban fungsi-fungsi kemasyarakatan bagi komunitas di sekitarnya,” demikian dalam ToR acara halaqah pengasuh pesantren ini.

Bupati Tegal

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

GP Ansor Probolinggo Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Probolinggo, Bupati Tegal - Dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Pemkab Probolinggo menggelar Lomba Baca Kitab Kuning, Ahad (2/10).

Lomba yang dipusatkan di Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu ini diikuti oleh 100 orang santri pesantren dari Kabupaten dan Kota Probolinggo. Kegiatan ini mengambil tema “Dari Santri, Satu Hati Untuk Negeri”.

GP Ansor Probolinggo Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Probolinggo Gelar Lomba Baca Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Probolinggo Gelar Lomba Baca Kitab Kuning

Ketua panitia Mehdinsareza Wiriarsa mengatakan, lomba baca kitab kuning ini bertujuan untuk memperkuat pondasi pemikiran para santri sebagai tradisi NU? dalam mengambil keputusan persoalan agama setelah Al-Qur’an dan hadits.

“Di samping juga untuk mempererat tali persaudaraan antarsantri dari berbagai pesantren yang ada di Kabupaten dan Kota Probolinggo. Sebab lewat lomba ini pula mereka bisa saling sharing dan tukar informasi terkait penguasaannya dalam memahami kitab kuning,” katanya.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Sementara Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan selain untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun 2016, lomba baca kitab kuning ini merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kembali semangat santri pesantren dalam mempelajari kitab-kitab klasik atau salaf karya para ulama NU.

“Kitab kuning adalah kitab berbahasa Arab karya ulama terdahulu yang biasa dikaji oleh para santri di lingkungan pesantren Nadhaltul Ulama. Mudah-mudahan lomba ini bisa memotivasi para generasi muda untuk lebih semangat lagi dalam mempelajari kitab kuning,” harapnya.

Dalam lomba ini, satu per satu santri perwakilan dari pesantren di lingkungan Kabupaten dan Kota Probolinggo menampilkan keahliannya dalam hal membaca dan mengkaji kitab kuning. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai Bupati Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme

Lampung Tengah, Bupati Tegal - Seribu lebih kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Lampung mengadakan apel di halaman kompleks gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Tengah Jalan Lintas Sumatera Proklamator Raya Nomor 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (21/7). Mereka menyatakan penolakan terhadap kebijakan sekolah lima hari.

Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono mengatakan, pihaknya atas nama pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Lampung Tengah mohon doa restu dan arahan dari para kiai dan dewan penasihat dalam menjalankan roda organisasi ini selama empat tahun ke depan.

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme

“Semoga GP Ansor Lampung Tengah bisa memberi manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat Lampung Tengah, khususnya untuk segmen pemuda nahdliyyin. Melihat fenomena pendidikan yang berkembang saat ini, kami atas nama GP Ansor Lampung Tengah menolak keberadaan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah atau Full Day School (FDS),” imbuh mantan Ketua Panwaskab Kabupaten Lampung Tengah ini.

Bupati Tegal

Menurutnya, sekolah lima hari tidak berpihak kepada masyarakat. Kebijakan ini hanya melihat salah satu sisi saja. Madrasah diniyah dalam hal ini mempunyai peran sangat penting dalam membangun karakter bangsa. Membangun karakter siswa tidak harus didalam lingkungan sekolah, bisa juga di luar sekolah.

“Yang tak kalah penting lagi, GP Ansor Lampung Tengah dengan tegas menolak radikalisme agama. GP Ansor Lampung Tengah mendorong Pemkab Lampung Tengah untuk tegas dan menertibkan kepada ormas-ormas radikal dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas alumni STIE Widya Wiwaha Yogyakarta ini.

Bupati Tegal

Sementara ribuan Banser menyaksikan acara pelantikan pengurus baru GP Ansor Lampung Tengah masa khidmat 2016-2020.

Hadir dalam pelantikan ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Katib Syuriyah PCNU Lampung Tengah Kiai Budi Sriono, Ketua PCNU Lampung Tengah KH Imam Suhadi, Sekretaris PCNU Lampung Tengah H Wagimin, Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, dan pengurus lembaga dan banom NU Lampung Tengah.

Tampak hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah H Adi Erlansyah, Asisten 1 Lampung Tengah. Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Kabag Kesra Lampung Tengah Ahmad Jailani, unsur TNI dan Polri, Ketua KPUD Lampung Tengah Budi Hadi Yunanto, para utusan OKP, para utusan pengurus parpol, dan para tokoh masyarakat. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Habib, Hadits Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Kudus, Bupati Tegal. KH Abdul Qodir mengingatkan kepada umat Islam untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Juga jangan terlalu menitikberatkan pada harta benda dan kemegahan duniawi karena akibatnya tidak akan begitu mengurusi agama.

"Maka, di Ramadhan ini kita ketuk pintu hati ini untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Sebab, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang mengimbangkan kepentingan dunia dan kepentingan agama," tuturnya saat mengisi tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran yang diadakan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Kudus, di Alun-Alun Simpang Tujuh, Rabu (1/07) sore.

Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Penceramah yang dikenal dengan sebutan kiai Gali itu menjelaskan untuk mengetuk hati, dapat dengan mengingat ayat-ayat Allah, baik yang tersirat maupun tersurat. Setiap malam Ramadhan misalnya, dikumandangkan ayat-ayat Allah di setiap masjid, musholla.

Bupati Tegal

"Saat ini di tengah Alun-Alun Simpang Tujuh, kita mulai membaca ayat Allah yang tersirat. Siapa? Anak-anak yatim dan fakir miskin. Allah mengetuk kita; araital ladzi yukadzdzibu bid din. Siapakah pendusta Agama itu?" terangnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kudus itu.

Kiai Gali memaparkan, yang dimaksud pendusta agama bukanlah orang nonmuslim, bukan orang kafir, bukan ateis, tetapi yang dituding pendusta agama adalah orang yang sekarang mengaku iman, mengaku Islam, namun tidak peduli terhadap anak-anak yatim.

Bupati Tegal

"Jangan mengaku Islam kalau kita tidak peduli terhadap anak yatim," tegas dia mengingatkan pentingnya umat Islam menyantuni anak yatim.

Lalu yang kedua, lanjut KH Abdul Qodir, orang yang tidak menafkahkan hartanya kepada orang miskin. Sekarang sebaliknya, banyak di antara masyarakat makan harta yang seharusnya untuk orang miskin.

"Sehingga Allah telah mengingatkan bahwa jangan ribut masalah dunia. Harta benda yang kita kumpulkan itu tipuan belaka.

Dalam acara tersebut Pemda kabupaten Kudus memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Sebelumnya, acara yang bekerjasama dengan Baznas kabupaten Kudus dan PT Wingsfood itu juga digelar lomba Rebana Al-Banjari, musik tongtek dan Hijab (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Tokoh Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Cover Tanpa Buku

Oleh Aswab Mahasin

Masyhurnya, judul di atas dirangkai dengan kata-kata, “Jangan melihat buku dari cover-nya, lihatlah dari isinya.”. Lahirnya kata-kata tersebut disebabkan banyak orang terjebak oleh bentuk luar/tampilan luar—padahal secara ‘isi’ belum tentu kosong atau bisa juga benar-benar kosong. Fenomena itu menyeruak di masyarakat kita, dari mulai dulu hingga sekarang. Ada orang pakai jas, sepatu mengkilap, dandanan necis, akan dianggap sebagai bos. Lain lagi, ada orang memakai gamis, peci putih, ditutup dengan sorban, dianggap sebagai syekh, kiai, dan ustadz. Namun sebaliknya, pakaian biasa, sarung lecek, songkok kemerah-merahan karena terkena air, seringkali dianggap sebagai orang awam yang tak berilmu. 

Kita ukur lagi lebih dalam, embel-embel/simbol-simbol/cover (bungkus) yang dikenakan belum tentu menandakan bahwa ia sesuai dengan apa yang ia pakai. Anda bisa lihat di pusat perbelanjaan (mall-mall) banyak pengunjung dan karyawan yang memakai rok mini (sering diidentikan tidak taat dalam beribadah) tapi praktiknya rajin dan tepat waktu shalatnya. Tentu, tidak sedikit juga orang yang memakai jilbab, ia tidak rajin shalat.

Cover Tanpa Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Cover Tanpa Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Cover Tanpa Buku

Tidak bisa juga disebut, orang yang memakai celana pendek dan kaos murahan lantas ia dituding sebagai orang miskin, dan orang yang memakai pakainnecis disebut kaya. Tidak selalu begitu. Namun, persepsi kita dalam hal ini harus objektif. Bukan berarti setiap orang yang pakai rok mini rajin shalatnya, dan orang yang pakai jilbab tidak rajin shalatnya (jangan sekali-kali berpikir begitu). Lalu, bukan berarti orang yang necis—kemudian dianggap miskin, karena persepsi—tidak melulu orang necis itu kaya. 

Lebih jelasnya begini, kita tidak bisa memukul rata, gara-gara penculik setiap aksi culiknya selalu menggunakan mobil pintu dorong ke belakang, lantas semua yang memakai mobil itu adalah penculik, tidak. Atau gara-gara penipu dalam aksi tipunya seringkali berpenampilan memakai sepatu mengkilap dan baju dimasukan, lantas semua orang yang berpakain seperti itu dianggap sebagai penipu, tidak.

Pertanyaannya, relevankah mengukur tingkat kesalehan dan kehormatan seseorang diukur dari apa yang ia pakai? Saya tidak akan menjawabnya, silakan Anda jawab sendiri. Pastinya, pakaian atau cover tidak bisa dijadikan standar baik dan buruk. Namun, bukan berarti saya menganjurkan Anda untuk berpakain compang-camping atau seenaknya sendiri, dan berprilaku semaunya sendiri, tanpa memperdulikan sekitar.Berpakain pantas itu harus, karena ada keterkaitan antara pakaian dan budaya, keterkaitan antara pakaian dan agama—budaya dan agama mengatur cara kita berpakain sebagai standar etika dan ibadah.

Bupati Tegal

Allah SWT berfirman, “Hai anak Adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekusaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (QS. Al-‘Araf: 26)

Tulisan ini sekedar ingin memunculkan, ada kepantasan lain dari sekedar cover, yaitu pikiran hati, perilaku, ucapan, dan tindakan. Kenapa? harus ada kesesuaian antara apa yang dipakai dan sikap kita sebagai makhluk sosial dan spiritual. Cover pada pengertian ini tidak hanya sebatas pakaian, tapi profesi, jabatan, dan identitas-identitas lainnya juga.

Bukan maksud menuduh dan mudah-mudahan saya keliru. Fenomena masyarakat yang semakin agamis secara cover, tidak bisa dijadikan standar kalau kita semua sudah termasuk orang-orang yang bertakwa. Dan masyarakat banyak yang terjebak dengan cover, dianggapnya dengan memakai serba pakaian seperti ‘syekh, kiai, ustadz’ maka ia dianggap sebagai ahli agama, dan mempunyai hak untuk berfatwa. Dari sinilah muncul, banyak “cover tapi tanpa buku (tanpa isi)”. Karena itu, judul dalam tulisan ini “cover tanpa buku”. Maksudnya, yang diumbar hanya ujaran-ujaran kebencian, menjatuhkan orang lain, memfitnah, dan sebagainya—kita masih ingat betul, bagaimana seorang yang mengatasnamakan diri sebagai ustadz, mengatakan, “Pemerintah, monyet-monyet berseragam coklat, dan negara Indonesia, thagut.” Dan masih banyak lainnya, kalau kita curahkan semua.

Secara etika kepantasan, pakaian yang dipakai tokoh agama, entah itu secara dhahiriyah dan bathiniyah—seharusnya menyejukkan dan menentramkan, bukan memprovokasi apalagi menjatuhkan satu sama lain. Allah SWT memerintahkan harus dengan bijaksana. 

Bupati Tegal

Allah SWT berfirman, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125)

Cover tanpa buku (tanpa isi) terjadi tidak hanya dalam fenomena di atas. Ada juga dalam ranah hukum, kita semua masih ingat Akil Mochtar, secara cover ia adalah seorang Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Yang Mulia. Namun, kasusnya memalukan, yaitu korupsi. Jelas bertentangan antara cover dengan isinya. Tindakan yang tidak pantas itu menjadikan ia masuk dalam predikat ‘cover tanpa buku’.

Lain lagi dengan para politisi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebut-sebut sebagai Yang Terhormat, status cover luar biasa, begitupun cover luarnya. Dalam setiap kampanye, ia selalu membanggakan diri sebagai sosok yang mampu menyelesaikan dan mengentaskan nasib rakyat dari belenggu kemiskinan, janji-janji kampanyenya begitu menggoda. Namun, tidak sedikit oknum DPR yang menghianati cover-nya sebagai dewan yang terhormat, ia malah terjerumus dalam kasus korupsi, main perempuan, dan deal-deal politik yang memalukan.

Yang lagi rame sekarang, beberapa Bupati terciduk KPK karena kasus korupsi. Lagi-lagi mereka menghianati cover-nya. Padahal dalam ayat di atas Tuhan menyerukan, yang paling baik itu “cover sekaligus buku (isi) ketakwaanmu”.

Selain itu, kejadian di Mesir, seorang ulama Al-Azhar Syekh Ihab Al-Yunis ditangkap oleh pemerintah Mesir gara-gara menyanyikan lagu di salah satu stasiun televisi. Dianggapnya, seorang ulama, imam dan penceramah di Masjid Ali Bin Abi Thalib itu telah mempermalukan institusi kenamaan tersebut. Yang menjadi sorotan utama adalah pada saat bernyanyi ia memakai pakaian resmi Al-Azhar—kadung identik dengan simbol keilmuan dan fatwa, tak semestinya digunakan untuk menyanyi meski tujuannya baik. Syekh Ihab Al-Yunis dianggap telah mendistorsi kebanggan terhadap seragam itu sendiri. 

(Baca juga: Pemerintah Mesir Tangkap Ulama al-Azhar karena Nyanyi di Televisi)

Walaupun kasus di Mesir berbeda dengan yang dimaksud dalam tulisan ini, namun setidaknya bisa menjadi permisalan lain, benar-benar ada keterikatan sosial dan kultural kuat sekali antara pakaian dan isinya. Ukurannya begini, seorang ulama yang dianggap telah mendistorsi cover ia dihadapkan pada kasus hukum—dianggap memalukan ‘isi’. Dan sangat harus sekali di Indonesia, kasus-kasus yang memalukan, seperti; korupsi, suap, pencucian uang, dan sejenisnya—dibrangus habis sampai akar-akarnya. Sudah bukan lagi memalukan ‘buku/isi’, melainkan telah menghianati ‘isi’, sekaligus tak punya tanggung jawab baik terhadap ‘buku/isi’. 

Dengan demikian, menghadapi fenomena tersebut (semua keterangan di atas) kita harus tetap berpikir objektif,tidak dianjurkan melihat semuanya hanya dari satu sisi, melainkan dari kedua sisi atau berbagai sisi. Tidak semua hakim seperti Akil Mochtar, tidak semua DPR itu praktisi korupsi, dan tidak semua pendakwah mengumbar kebencian. Cover-cover mereka sebenarnya hanya segelintir saja, tidak dominan tapi nampak. Tetap waspada. 

Menurut Gus Dur kita beragama, bergaul, dan berinteraksijangan hanya pakai “hidung”, karena tidak semua yang ‘berbau’ komunis itu PKI, tidak semua yang ‘berbau’ kritis itu liberal, tidak semua yang ‘berbau’ Iran itu Syiah, tidak semua yang ‘berbau’ Arab itu Wahabi, tidak semua yang ‘berbau’ penolakan terhadap Perppu Ormas itu HTI, tidak semua yang ‘berbau’pejabat itu korupsi, dan tidak semua yang ‘berbau’ politik itu tidak manusiawi.

Oleh sebab itu, kita dituntut untuk mampu berpikir jernih, mempunyai kelapangan jiwa luar biasa, dan mau menerima perbedaan tanpa gesekan. Itu semua diperlukan untuk merefleksikan apa yang kita lihat, apa yang kita baca, dan apa yang kita pikirkan setiap hari, khususnya informasi yang kita dapat dari media, koran, televisi, internet, berita-berita, dan sebagainya—tidak begitu saja kita masukkan sebagai sumber kebenaran, kita harus membiasakan mengecek ulang informasi yang kita dapat, khususnya cover-cover yang meragukan, apalagi sekarang di medsos banyak sekali bertebaran “cover tanpa buku (isi)”.Semoga kebaikan selalu menyertai kita. Amin

Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Penulis adalah Pembaca Setia Bupati Tegal. Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Kyai, Nasional Bupati Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

PBNU: Ada Serangan Berencana untuk Menodai Islam

Malang, Bupati Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mensinyalir, saat ini ada serangan berencana yang sistemik untuk menodai agama Islam. Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions and Peace (WCRP) mengatakan hal itu menyusul tindakan sejumlah oknum di Denmark yang menggelar lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW.

“Fonemana ini menunjukan bahwa saat ini ada serangan berencana yang dilakukan secara sitematik untuk menodai kesucian agama Islam,” kata Hasyim kepada Bupati Tegaldi kediamannya di Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, Ahad (8/10). Ditegaskannya, ada serangan yang berencana, karena belakangan berulang kali terjadi tindakan yang menyinggung perasaan umat Islam.

PBNU: Ada Serangan Berencana untuk Menodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Ada Serangan Berencana untuk Menodai Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Ada Serangan Berencana untuk Menodai Islam

Hasyim menambahkan, kejadian itu telah membantah anggapan masyarakat, bahwa umat Islam adalah sumber ektrimisme, karena yang dilakukan umat Islam selama ini hanya sebatas reaksi dari kekecewaan terhadap kejadian yang telah terjadi berulang-ulang.

“Sehingga tidak bisa disalahkan, bahwa serangan terhadap Islam terasa sebuah konspirasi. Pembangunan opini dunia, yang mengesankan Islam sebagai potensi konflik ternyata tidak secara faktual. Reaksi-reaksi umat Islam lebih banyak bersifat reaktif dari pada ofensif,” ungkap Hasyim yang juga mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur ini.

Lebih lanjut, Hasyim meminta kepada umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk meningkatkan ikatan persaudaraan, agar tidak mudah dipecah oleh pihak-pihak yang ingin merusak Islam. ”Dengan demikian, maka Umat Islam seharusnya meningkatkan ukhuwah Islamiyah agar tidak tercabik-cabik oleh kekuatan Islamophobia (ketakutan terhadap Islam),” tuturnya.

Sebagai Presiden WCRP, Hasyim merasa berkewajiban menegur pihak-pihak yang menjadi sumber konflik agama tersebut. Sebab, jika hal itu dibiarkan akan semakin meningkatkan konflik agama yang sulit dibendung. ”WCRP berhak dan berkewajiban menegur gerakan-gerakan yang menjadi sumber konflik itu, dari agama apapun,” katanya.

Bupati Tegal

Sebagaimana diketahui, stasiun televisi negara Denmark menyiarkan rekaman video amatir yang memperlihatkan beberapa anggota muda Partai Anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad.

Dalam rekaman itu terlihat beberapa anggota muda yang berusia 20-an dan 30-an tahun sedang minum-minum, bernyanyi dan menggambar kartun Nabi Muhammad.

Wajah-wajah anggota partai itu sengaja dikaburkan. Namun gambar yang mereka buat terlihat jelas. Salah satu kartun menggambarkan Muhammad seperti unta yang sedang buang air kecil dan minum bir. Kartun lainnya memperlihatkan Nabi Muhammad dikelilingi oleh botol-botol bir. (amh/rif)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai Bupati Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok

Jakarta, Bupati Tegal

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan bahwa RMI akan menyelenggarakan Silaturrahmi Nasional (Silatnas) Gerakan Ayo Mondok pada 13-15 Mei di Gedung Candra Wilwatikta, Pasuruan.

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Membangun Strategi Gerakan Ayo Mondok

“Silatnas akan mulai diselenggarakan mulai hari Jum’at tanggal 13 Mei sampai tanggal 15 (Mei) hari Ahad,” jelas Gus Rozin kepada Bupati Tegal di Jakarta, Selasa, (10/5).

Gus Rozin menerangkan bahwa pada silatnas kali ini bukan hanya ajang untuk mempromosikan gerakan Ayo Mondok saja, tapi juga akan membahas strategi-strategi gerakan Ayo Mondok.

“Bagaimana kemudian gerakan Ayo Mondok selama sepuluh tahun ke depan, itu didisain sedemikian rupa sehingga kemudian menjadi sebuah gerakan yang taktis dan sistematis,” jelas pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen Pati tersebut.

Bupati Tegal

Acara ini, lanjut Guz Rozin, akan dihadiri oleh empat ratus peserta yang terdiri dari para pengasuh pesantren, anak-anak Kiai, dan Lurah-lurah pondok.

“Dan (yang menjadi peserta) juga pihak lain yang berkaitan dengan pesantren seperti PBNU dan lembaga-lembaga lain yang memiliki kaitan erat dengan pesantren,” ungkapnya.

Untuk konsep acara, ia menjelaskan bahwa para peserta silatnas nanti akan dibagi ke dalam enam kelompok grup diskusi.

“Ini tidak ada parade seminar, mungkin ada semacam keynote speaker yang tugasnya membuat insight pesantren,” jelas laki-laki yang juga Direktur Institut Pesantren Mathali’ul Falah tersebut.

Bupati Tegal

“Ada enam focus group discussion yang temanya spesifik mengenai pengembangan pesantren. Dari enam itu, lima khusus untuk penguatan internal pesantren dan satu untuk eksternalnya,” lanjutnya.

Rencananya, silatnas ini akan dihadiri oleh Rais ‘Aam Nahdlatul Ulama KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)?

? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Doa, Kyai Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli

Jakarta, Bupati Tegal. Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah yang terkena terjangan banjir tahun ini. Puluhan desa di sejumlah kecamatan menderita genangan air hingga 2 meter.?

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

Banjir Terjang Brebes, GP Ansor Buka Dompet Peduli

Rumah penduduk, sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya tergenang, bahkan deras menerjang karena disebabkan beberapa tanggul kali jebol tidak kuat menahan debit air mengingat curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir.

Terkait musibah ini, PC GP Ansor Kabupaten Brebes bergerak cepat dengan membuka rekening bantuan untuk korban banjir selain sibuk melakukan beberapa langkah evakuasi.

“Banjir menggenangi puluhan desa di beberapa kecamatan. Melumpuhkan aktivitas ekonomi, mengganggu kesehatan, dan merusak bangunan warga,” ujar Ketua PC GP Ansor Brebes, Ahmad Munsip Maksudi kepada Bupati Tegal, Kamis (16/2).

Untuk penyaluran donasi bantuan, Munsip menerangkan bahwa Ansor Brebes telah membuka rekening untuk menampung bantuan dari para donatur untuk disalurkan secara amanah dan tepat sasaran kepada para korban banjir.

Bupati Tegal

Bantuan bisa disalurkan melalui Nomor Rekening BRI: 001401015195536 atas nama Ansor Peduli Brebes. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi saudara Edy Tristyanto di nomor 087730168022.

“Bantuan saudara sangat berarti dan akan kami laporkan penyalurannya secara transparan,” terang Munsip.?





Bupati Tegal

Banjir menerjang puluhan desa di sejumlah kecamatan di antaranya, Brebes, Wanasari, Jatibarang, Songgom, Tanjung, dan beberapa kecamatan lainnya.? (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Kyai, Pahlawan Bupati Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut

Majalengka, Bupati Tegal - Yayasan Al-Mizan Jatiwangi Kabupaten Majalengka mengadakan istighotsah untuk keselamatan warga Garut, Sumedang, dan daerah terdampak banjir bandang. Sementara para pelajar dan santri Al-Mizan memberikan sumbangan baik berupa uang jajan maupun pakaian layak.

Menurut Ketua Yayasan Al-Mizan Asep Zaenal Aripin, mereka memberikan dukungan moril agar warga yang kena bencana merasa tidak sendirian akan tetapi banyak saudara yang membantu dengan doa. Ini merupakan ungkapan rasa persaudaraan dan dorongan moral kepada korban bencana alam yang terjadi di Garut dan Sumedang.

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Istighotsah, Santri Al-Mizan Galang Bantuan untuk Bencana Sumedang dan Garut

“Untuk memberikan dorongan kepada yang kena bencana agar diberikan ketabahan dan serta kesabaran dalam menghadapi cobaan. Kita mesti berevaluasi diri jangan sampai menyalahkan alam atau perbuatan manusia,” kata Asep Zaenal pada acara istighotsah di aula yayasan setempat, Sabtu (25/9).

Bupati Tegal

Lia Sonia, salah seorang siswi SMA Al-Mizan, mengatakan, kegiatan ini memberikan arti sebuah persaudaraan dan rasa persaudaran juga memberikan kesempatan bagi kami untuk berbagi sedikit yang kami miliki.

Bupati Tegal

“Kami merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang-orang yang kita cintai dan bagimana rasanya kehilangan rumah yang memiliki kenangan. Tetapi kita hanya bisa berbagi apa yang kita miliki dan itu untuk membantu teman yang membutuhkan. Walaupun tidak seberapa, kami tulus,” kata Lia yang kini diamanahi sebagai Ketua OSIS SMA Al-Mizan. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Daerah Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Surabaya, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur melangsungkan sarasehan sastra dan budaya bertema "Fikih, Seni dan Sastra" di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/9), dengan menghadirkan KH Abdurrahman Nafis dan Muhammad Al-Fayyadl sebagai narasumber dan Riadi Ngasiran sebagai moderator.

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

KH Abdurrahman Nafis, mengemukakan bahwa dalam sejarahnya, sastra sering menjadi bagian tidak terpisahkan bagi awal dikenalkannya Islam. "Dan Nabi Muhammad dengan mukjizat yang diterimanya berupa al-Quran, telah mampu mengalahkan karya sastra masyarakat Arab saat itu," katanya.

Para pemimpin Quraisy saat itu, yakni Umar bin Khattab serta Amr bin Hisyam dibuat tidak berdaya dengan kandungan ayat Al-Quran. "Bahkan, Umar bin Khattab bisa terenyuh saat putrinya, Siti Hafshah membaca ayat al-Quran, sehinggga berkenan menjadi muslim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Bupati Tegal

Kiai Nafis, sapaan akrabnya, kemudian menggambarkan bagaimana awal mula islamisasi di Indonesia yang lebih menggunakan cara damai, termasuk dengan menggunakan seni sebagai media dakwahnya.

"Para Wali Songo telah berhasil mengislamkan khususnya masyarakat Jawa lewat pendekatan seni," terangnya. Lahirnya seni wayang, tembang dan syair dengan tema agama sebagai bukti bahwa seni demikian menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat, lanjutnya.

Bupati Tegal

Sebelumnya, masih menurut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini, para ulama pengarang kitab telah menemukan disiplin ilmu yang membahas tentang kaidah sastra lewat ilmu balaghah, arudh, dengan berbagai varian yang dimiliki.

Pertemuan antara fikih dan sastra akhirnya melahirkan definisi dan batasan yang menjelaskan tentang seni islami. "Ada 4 batasan yang telah digariskan para fuqaha terhadap seni," kata Kiai Nafis yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pertama adalah, seni yang dilahirkan tidak memgandung kemusyrikan. "Yang kedua, seni islami adalah yang tidak mengandung maksiat," katanya. Sedangkan ketiga adalah jangan sampai menimbulkan fitnah, dan terakhir yakni seni harus mengandung amar makruf nahi munkar, imbuhnya.

Sering Terjadi Ketegangan

Muhammad Al-Fayyadl justru mencatat akhir-akhir ini sering terjadi ketegangan di akar rumput antara santrawan dan para fuqaha. "Bahkan pernah saya saksikan, pagelaran seni di salah satu kampung justru dihentikan lantaran dianggap tidak islami," kata alumnus Master "Philosophie et Critiques Contemporaines de la culture" Université Paris VIII, Prancis tersebut.

Padahal di awal Muktamar NU, para kiai sangat terbuka dengan masalah kesenian. "Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara kesenian dan agama menduduki porsi terpenting dalam perhatian ulama," kata Gus Fayyadl, sapaan akrabnya.

Dalam perjalanannya, kendati persoalan kesenian kontemporer kemudian kerap menjadi bahasan dalam forum bahtsul masail NU, tapi dalam pandangan dosen UGM ini, rumusannya secara konseptual masih jauh dari komprehensif dan meyakinkan.

Kedua narasumber sepakat bahwa harus selalu dilakukan dialog terbuka antara para pegiat seni dengan aktifis bahtsul masail agar ditemukan titik temu bagi sejumlah permasalahan seni mutaakhir yang tentunya sarat dengan dinamika dan inovasi. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Kyai Bupati Tegal

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Rembang, Bupati Tegal - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan keprihatinannya kepada perkembangan dunia Islam saat ini. Menurutnya, peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam.

"Dunia Islam saat ini sedang bergolak luar biasa. Peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam. Di Timur Tengah, Afrika, dan anak benua Asia yaitu Pakistan dan Banglades," kata Gus Yahya di depan 217 mahasiswa baru STAI Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang pada kuliah umum di kampus setempat, Jumat (2/9).

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Di Timur Tengah saja saat ini perang sudah berlangsung paling tidak sejak tahun 80-an. Mulai dari perang Iran-Irak, perang teluk pertama, disusul perang Afganistan dan seterusnya sampai sekarang. Yang terakhir ini saja perang Syiria. Ini baru berlangsung lima sampai enam tahun. Korbannya sudah kurang lebih 300 ribu jiwa.

Bupati Tegal

Gus Yahya ini menambahkan, dari sekian banyak yang menjadi korban itu, 80 persen adalah sipil yang tidak ikut berperang. Mereka adalah korban peluru tersasar, korban letusan bom dan sebagainya. Dari 80 persen itu dua per tiganya adalah perempuan dan anak-anak. Sementara 12 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Tegal

"Dari 12 juta itu mereka ingin lari karena mereka merasa tidak ikut perang. Tapi hanya lima juta saja yang berhasil lari dari medan pertempuran. Yang tujuh juta tidak bisa pergi dari Syiria. Mereka hidup kacau balau mengindari bom dan peluru untuk menyelamatkan diri. Padahal di antara mereka ada anak-anak, ibu-ibu, jompo dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ini baru perang Syiria, lanjut Gus Yahya, dengan beberapa macamnya dengan adanya ISIS dan lain sebagainya. Sementara di Afrika, Tunisia, Libia sejak revolusi kemarin sampai hari ini belum selesai. Masih kacau mereka belum menemukan penyelesaiannya. Mesir masih tanda Tanya. Mesir sampai hari ini hidupnya hanya dari nafaqah Saudi.

Ia menganggap bahwa munculnya terorisme belakangan ini sebetulnya merupakan puncak gunung es yang terjadi karena kegelisahan dalam dunia Islam itu sendiri dengan kenyataan-kenyataan baru saat ini.

"Dari situ orang Islam berpikir bagaimana mengatasi hal ini. Pilihannya banyak, di antaranya yang dilakukan oleh para ekstremis, teroris, ISIS dan lain sebagainya. Melalui jalan perang. Tetapi hal itu kurang tepat dalam penyelesaian masalah," terangnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Sholawat Bupati Tegal

Selasa, 28 November 2017

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri

Serang, Bupati Tegal

Ratusan kader PMII mengikuti Kampus Bershalawat dengan Tema Meneguhkan Eksistensi Santri dalam Merawat Tradisi, di Masjid Syekh Nawawi Al-Bantani Kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kota Serang, Banten, Senin (23/10).

Acara yang dimulai bakda isya hingga dini hari ini diisi dengan kegiatan shalawat bersama, pelantunan ayat Suci Al-Quran, tausiyah, dan doa bersama.

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kampus Bershawalat, Persembahan PMII Untirta Peringati Hari Santri

Ketua PCNU Kota Serang KH Matin Syarkowi menyampaikan, kader PMII harus tuntas dalam karakter dan identitas ahlusunnah wal jamaah. Jangan sampai karena adanya gesekan kepentingan, kader PMII dan kader banom-banom NU lainnya terpengaruh Wahabi, apalagi HTI.

“Kader PMII melalui Hari Santri ini harus meneguhkan posisinya dalam perkembangan zaman dan mampu menjawab tantangan itu. Jangan sampai bajunya NU, tapi isinya Wahabi apalagi HTI. Ini harus tegas,” kata KH Matin Syarkowi yang juga Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PB PMII.

Ia menyatakan, banyak peristiwa krusial sejarah pendirian bangsa ini yang terjadi di Banten.

Bupati Tegal

“Para pendiri bangsa (founding fathers) kita tidak lepas dari ulama dan santri Banten dalam perjuangan kemerdekaan bangsa. Perjuangan Presiden Soekarno dan Jendral Soedirman tidak lepas dari peran para ulama dan santri Banten terdahulu,” urainya.

Kiai Matin berharap bukti peran krusial perjuangan para ulama dan santri harus menjadi inspirasi dan semangat pergerakan para kader PMII Banten.

Agus Pramono dari PCINU Federasi Rusia menyampaikan, perkembangan peradaban pendidikan di Rusia hari ini merupakan manifestasi dari model pendidikan Jabal Ibn Hayan. 

“Model pendidikan ini mampu dicapai Rusia karena peristiwa sejarah ketika Kekaisaran Mongol menginvasi kekhalifahan Abbasiyah dan memindahkan pusat peradaban pendidikan dunia saat itu ke pusat Kekaisaran Mongol yaitu Rusia,” kata pria yang akrab disapa Gus Pram. 

Bupati Tegal

Ketua PCNU Kediri 2001-2005 itu menyampaikan bahwa semangat intelektualitas kader PMII telah didukung H Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang juga merupakan ketua Umum PB PMII 1994-1997.

“Kader PMII yang memiliki kapasitas akan didukung penuh untuk melanjutkan studinya ke Rusia,” ujar Gus Pram. (Andra Imam Putra/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai Bupati Tegal

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

Pontianak, Bupati Tegal. Para aktivis yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam indonesia (PMII) Kota Pontianak dan Kubu Raya Kalimantan menyampaikan aksi protes terhadap agresi militer Israel terhadap rakyat Palestina.

Aksi mahasiswa berjas biru tersebut dengan cara menggelar shalat ghaib untuk warga Palestina yang menjadi korban kebiadaban negara Zionis itu. Aksi dilakukan pada Kamis (22/11) sore di bundaran digulis Universitas Negeri Tanjung Pura Pontianak itu berjalan kondusif.

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis PMII di Kalimantan Shalat Ghaib untuk Palestina

“Shalat ghaib ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap rakyat Palestina. Kami juga berharap arwah mereka yang menjadi korban bisa tenang dan keluarga yang ditinggalkan dapat bersabar,”  kata Samsul Hadi Wijaya, koordinator aksi.

Aksi dimulai dari pukul 14.15-15.45 WIB. Mahasiswa dalam orasinya mengecam agresi militer Israel terhadap rakyat palestina. Mereka juga menuntut pemerintah RI dalam hal ini presiden dapat mengambil langkah strategis untuk menghentikan agresi tersebut, karena pasca kesepakatan gencatan senjata serangan tetap diluncurkan oleh pihak Israel.

Bupati Tegal

Aksi juga diwarnai dengan aksi pembakaran keranda yang bergambar bendera israel. “Aksi mahasiswa ini menunjukan bahwa Israel untuk dihancurkan karena sudah melanggar HAM dan tidak berprikemanusiaan,” kata seorang mahasiswa.

Bupati Tegal

Menurut Samsul Hadi, agresi militer Israel terhadap palestina yang sudah banyak menelan jiwa warga yang tak berdosa. “Bilamana dicermati, agresi Israel tidak terlepas dari campur tangan AS,” tambahnya.

Abdul Ghani Elmabhuts, ketua PMII Kota Pontianak berharap semua elemen masyarakat turut serta dalam mendukung kemerdekaan bangsa Palestina. “Israel tak ubahnya penjahat perang dunia,” katanya.

Pihaknya masyarakat untuk sama-sama memboikot produk-produk Israel dan negara-negara sekutunya termasuk AS.

Aksi ini ditutup dengan penggalangan dana untuk korban Palestina. Menurut Samsul Hadi, aksi akan dilangsungkan selama tiga hari, yang akan difokuskan di ruas-ruas jalan protokol perempatan lampu merah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Firman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, AlaNu Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur

Malang, Bupati Tegal. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang, Pujiono menyatakan bahwa KH Masjkur, tokoh nasional asal malang layak menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, kelayakan itu ditinjau dari segi peran kesejarahannya yang sangat besar, baik saat perjuangan fisik melawan Belanda maupun perjuangan pergerakan nasional di era revolusi.

Lebih jauh ia menyatakan, pentingnya penggalian kembali sejarah Indonesia di awal revolusi. Karena ia menyayangkan kenyataan sejarah saat ini, bahwa masih banyak tokoh-tokoh yang memegang peranan penting tetapi belum tercatat dalam sejarah.

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur (Sumber Gambar : Nu Online)
Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur (Sumber Gambar : Nu Online)

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur

“Kita tahu, sejarah tidak mencatat dengan baik peranan para ulama dalam perjuangan Indonesia. Sehingga mereka menjadi para pejuang yang besar jasanya tapi mastur (tersembunyi). KH Masjkur adalah salah satu contohnya,” kata Pujiono kepada Bupati Tegal, Senin (18/5).

Bupati Tegal

Pujiono mengatakan, dirinya menilai KH Masjkur memiliki jasa besar setidaknya dalam hal jihad membela tanah air dari tangan penjajah. Inilah jihad dalam makna sesungguhnya.

Bupati Tegal

“Resolusi Jihad itu siapa yang menyangkal itu bukan jihad? Itulah Jihad dalam arti yang sebenarnya, yakni jihad dalam arti melepaskan tanah airnya dan umat Islam dari tangan penjajah. Kiai Masjkur berperan di dalamnya dengan memimpin laskar Sabilillah,” katanya.

Dia menjelaskan, perlu dicatat disini bahwa Kiai Masjkur menjadikan desanya sebagai salah satu pusat pertahanan pasukan Hizbullah dan Sabilillah, baik dalam melawan agresi militer Belanda I dan II. Malang adalah benteng pertahanan terakhir saat terjadi agresi militer Belanda I dan II. “Jika menyebut malang sebagai benteng pertahanan, maka maksudnya adalah Singosari, di mana di sana ada KH Masjkur,” tambahnya.

Namun demikian, Pujiono juga menghendaki kajian sejarah yang lebih mendalam tentang peran perjuangan KH Masjkur ini.

“Kami setuju bahwa Kiai Masjkur layak jadi pahlawan. Tapi ini tidak bisa serta-merta demikian, melainkan membutuhkan kajian ulang yang lebih mendalam,” pungkasnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Kyai, Anti Hoax Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock