Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat

Jakarta, Bupati Tegal. Radikalisme dan terorisme merupakan dua hal yang berbeda. Radikalisme adalah satu pemikiran yang radic, mendasar dan mengakar. Berbeda halnya dengan teror yang merupakan satu cara mencapai tujuan untuk menekan pemerintah terkait sejumlah agenda politik dengan cara kekerasan. Baik melalui bom maupun cara-cara lain yang mengandung unsur kekerasan.

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat

Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DKI Jakarta Agus Riyanto mengatakan hal tersebut kepada Bupati Tegal di sela-sela sosialisasi hasil penelitian “Radikal-Terorisme pada Tokoh Pemuda Islam dan Remaja Masjid”. Acara tersebut dihelat di gedung serbaguna Menza Jalan Salemba Raya (Komp SMA 68) No 18, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1).

“Nah, domain kami sebagai pengurus FKPT itu terkait terorisme, yakni pemikiran yang mengajak orang untuk melakukan teror. Dan itu menjadi konsen kami di organisasi ini,” tegasnya.

Bupati Tegal

Menurut Agus, sebelumnya FKPT melakukan penelitian terhadap lima domain, yakni remaja masjid, pemuda Islam, tokoh Islam, tokoh majlis agama, dan tokoh adat informal. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilakukan selama dua bulan, November-Desember 2014.

Bupati Tegal

“Kegiatan ini disampaikan kepada masyarakat agar mendapat feed back dari mereka, sehingga hasil penelitian ini lebih baik,” paparnya.

Selain itu, lanjut Agus, kegiatan tersebut sekaligus merupakan upaya menggalang dukungan masyarakat terkait pencegahan terorisme di wilayah Provinsi DKI Jakarta. “Penelitian ini sesungguhnya hendak mengetahui sejauhmana potensi di lingkungan yang diteliti,” ungkapnya.

Acara ini merupakan kerja sama dengan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta. Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPP SDM) BKPRMI Jakarta Hamry Gusman Zakaria mengajak para pemuda, khususnya Nahdliyin, untuk aktif di masjid dan majlis ta’lim.

“Kami mengajak genenasi muda Nahdliyin untuk ambil bagian dalam kampanye melawan terorisme. Hal ini kita lakukan untuk membendung radikalisme atas nama agama,” tegasnya.

Acara tersebut diikuti puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudlatul Athal (RA), dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dari lima wilayah kotamadya se-DKI Jakarta. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Fragmen, Makam Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Antrean Panjang Haji, Umrah Tetap bukan Alternatif

Probolinggo, Bupati Tegal - Haji dan umrah adalah undangan dari Allah SWT dan Rasulullah SAW. Siapapun bisa menunaikan ibadah haji dan umrah. Tidak ada bedanya. Semua mempunyai hak yang sama di hadapan Allah.

Hal ini disampaikan Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Ahad (4/9). “Tetapi terkadang lahir dan materi mampu, tetapi iman tidak mampu, maka akhirnya tidak akan jadi berangkat ke tanah suci,” katanya.

Antrean Panjang Haji, Umrah Tetap bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Antrean Panjang Haji, Umrah Tetap bukan Alternatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Antrean Panjang Haji, Umrah Tetap bukan Alternatif

Hasan meminta yang belum haji agar jangan menuruti aturan manusia. Pasalnya karena terlalu lama menunggu antrean, masyarakat akhirnya menutuskan untuk melaksanakan umrah. Padahal dengan umrah, kewajibannya untuk haji tidak gugur.

“Wajib tetap wajib, tidak bisa diganti dengan sunah. Ingat, haji itu wajib dan umrah sunah. Karena itu, kalau mempunyai kelebihan rezeki taruh dan tabung. Nantinya kalau sudah cukup segeralah mendaftar dan jangan hitung-hitungan dan terlalu lama menunggu,” jelasnya.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Menurutnya, kalkulasi masyarakat saat ini keluar dan masuknya harta dihitung. Padahal uang yang keluar di jalan Allah tidak akan hilang dan pasti akan kembali berlipat-lipat.

“Tetapi saya berpesan hati-hatilah dengan penipuan berkedok bisa memberangkatkan jamaah haji dengan cepat. Saat ini sudah tidak ada lagi percepatan pemberangkatan haji ke tanah suci,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Obat Korupsi adalah Istighafar

Tegal, Bupati Tegal. Pengasuh Pesantren Al Arifiyah Pekalongan KH Zaenal Arifin, mengatakan tak heran jika terjadi korupsi di kalangan eksekutif, legislatif dan judikatif. Untuk itu obat yang paling mujarab adalah dengan selalu beristigfar. 

“Jangan menganggap istighfar itu sepele, nash dalam Al -Qur’an menyebutkan bahwa Al-Qur’an adalah obat, Istighfar adalah salah satu nash dalam al Qur’an. Kalau kita beristighfar maka akan menjadi kuat iman kita,“ tuturnya saat didaulat menjadi pembicara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Tegal melalui bagian Kesra di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Tegal, Rabu (6/2) malam. 

Lebih lanjut kiai dengan suara merdunya itu, menghimbau agar senantiasa memperbaharui iman dengan cara beristighfar dan membaca sholawat. 

Obat Korupsi adalah Istighafar (Sumber Gambar : Nu Online)
Obat Korupsi adalah Istighafar (Sumber Gambar : Nu Online)

Obat Korupsi adalah Istighafar

“Sholawat itu ibdah yang boleh dipamerkan, dan ketika berdoa tidak membaca sholawat terlebih dahulu maka do’anya tidak akan didengar oleh Allah SWT. Segala keinginan kuncinya adalah dengan sholawat,“ sarannya.

Bupati Tegal

Mengawali prosesi acara dengan pembacaan Maulid Dibai yang dilantunkan oleh group hadrah dari Pagongan Kecamatan Dukuhturim jalan-jalan di depan rumah dinas wakil bupati pun dijaga ketat oleh pihak keamanan. 

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan santunan kepada 15 anak yatim piatu di lingkungan setempat yang diserahkan langsung oleh Bupati Tegal dan didampingi Istri Ny Hj Suspriyanti.

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hery Soelistiyawan mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang wajar dan bahkan wajib dilaksanakan sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dalam sambutanya itu Bupati juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Tegal untuk selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT sehingga Kabupaten Tegal akan jauh dari segala  musibah dan bencana.

"Kepada masyarakat Kabupaten Tegal, mari kita tingkatkan iman kita dan selalu berdoa agar Kabupaten Tegal jauh dari bencana," ungkapnya.

Secara khusus Bupati juga menekankan kepada kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal untuk mengembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada karyawan dan pegawai di unit kerjanya.

"Khusus kepada para Kepala SKPD dan camat saya himbau untuk mengadakan pengajian bagi karyawannya minimal 1 minggu sekali. Miniman dengan sering mendengar tausiyah para Kiai, nyambut gawe (bekerja) akan kepenak (nyaman)," tukas Bupati

Sedikitnya 1000 orang memadati pendopo dan pelataran Rumdin Wakil Bupati yang terdiri dari para Ulama, Habaib, Kiai, santri, TNI/Polri dan masyarakat umum. Turut hadir Forum Muspida, Para Kepala Dinas/Badan/Kantor di lingkungan Pemkab Tegal dan Camat se Kabupaten Tegal.

Pembicara lain dalam kesempatan itu adalah Habib Soleh Al Attos. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz T

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Jadwal Kajian, Santri Bupati Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Madiun, Bupati Tegal. Sering “terseretnya” organisasi masyarakat dalam berbagai kepentingan, seolah membuat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berkepentingan menekankan tugas yang sebenarnya. Dijelaskan, ormas seperti NU memiliki kewajiban membangun manusia.

“Kewajibannya adalah membangun manusia, masyarakat. Tidak lagi mempersoalkan agama. Agar lebih maju, bermanfaat, membangun kekuatan budaya moral agama akhlak ekonomi politik,” paparnya saat menjadi pembicara dalam Halal Bi Halal Pengurus Cabang PCNU Kota Madiun, Jawa Timur, di Wisma Haji Kota, Sabtu (18/11) lalu.

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tegaskan Perlunya NU Perkuat Spirit Agama

Menurut Kang Said--begitu panggilan akrabnya--ada beberapa hal yang harus diperkuat langkahnya oleh ormas, termasuk NU. Yakni, spirit agama. “Dengan selalu melakukan pendalaman, pemahaman ilmu agama. Saat ini, sudah banyak dilakukan NU. Pokoknya kalau ada masalah agama, nggak usah khawatir, tanya ke NU,” ujarnya.

Yang menarik, menurutnya, jika yang ditanyakan atau yang harus diperbuat, adalah hal lain seperti dunia politik. “Lha kalau masalah politik, sulit. Biasanya nggak sedep (tidak sedap), atau rasane (rasanya) hambar, sering kasinen (terlalu asin), kepedesen (terlalu pedas),” kelakarnya sambil tersenyum dan disambut ger-geran hadirin.

Kebesaran Islam, menurutnya, adalah karena akidah dan syariatnya, sejak 14 abad lalu tidak berubah alias original. “Ini tidak terjadi pada agama lain. Yang berubah, adalah manusianya. Yang harus diperbarui, ditingkatkan, dituntut perubahan, adalah cara bagaimana berakidah, bersyariat, bangun kebersamaan, saling melengkapi dan saling menghargai,” paparnya.

Bupati Tegal

Penguatan lain yang harus dilakukan, adalah ruhul wathaniyah atau spirit nasionalis. “NU harus memperkuat semangat nasional mempertahankan, mencintai, menjaga dan mengawal keutuhan ber-Indonesia,” tutur Kang Said. Menurut catatan sejarah, lanjutnya, spirit nasionalisme sudah bergelora sejak lama, bahkan sebelum sumpah pemuda. (gpa/sam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nahdlatul, Makam, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Blitar, Bupati Tegal

Program turun ke bawah (turba) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Ramadhan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya safari Ramadhan dilakukan di masjid-masjid, kali ini program rutin itu digelar di balai desa-balai desa.

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Tim MWCNU terdiri dari 10 orang dan dampingi tiga unsur Muspika, yaiut Camat, Kapolsek dan Danramil Udanawu. Bertindak sebagai ketua tim Rais Syuriyah MWCNU Udanawu KH Moh Muhid dan Ketua Tanfidhiyah MWCNU H Mohammad Mansyur.

Hingga pertengahan Ramadhan ini, sudah 4 desa atau Pengurus Ranting NU dari 12 desa yang telah dikunjungi tim safari MWCNU Udanawu. Yakni Pengurus Ranting NU Sumbersari, Pengurus Ranting Besuki, Pengurus Ranting NU Temenggungan, dan Pengurus Ranting NU Bakung.

Bupati Tegal

“Alhamdulillah selama tiga kali safari ke ranting-ranting ini, kita selalu didampingi Muspika. Pak Camat, Danramil dan Kapolsek. Sehingga semua persoalan keumatan bisa disampaikan,” ungkap H Mohammad Mansyur, Senin (20/6) malam.

Selain itu dalam safari juga diikuti KH Syaikuddin Rahman selaku Mustasyar MWCNU Udanawu. Pak Cikut, panggilan akrab Kiai Syaikuddin selalu berkesempatan memberikan taushiyah. Untuk program organisasi NU langsung disampaikan Rais Syuriyah MWCNU. Sementara untuk program dan kegiatan masyarakat langsung disampaikan Camat Udanawu Zainal Ma’arif atau sekretaris kecamatan setempat, Suyono.

Bupati Tegal

“Terkait dengan NU ditangani pengurus NU. Yang terkait dengan program pemerintah langsung disampaikan Pak Camat atau sekretarisnya. Ini artinya apa? Bahwa di Udanawu, ulama dan umara’ selalu seiring dan sejalan. Sehingga kalau ada persoalan keumatan langsung bisa di selesaikan bersama-sama,” kata Mansyur.

Dalam safari ini titik poin yang disampaikan ada dua hal. Pertama, masalah program kerja NU dan kebijakannya. Kedua, masalah stabilitas negara, yang dikaitkan dengan isu-isu terkini seperti radikalisme dan komunisme.

“Dua persoalan ini disampaikan secara gamblang oleh tim disertai dengan beberapa bukti. Sehingga hadirin langsung paham,” tambahnya.

Setiap lokasi tidak kurang dari 300 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari perangkat desa, pengurus NU dan badan otonomnya juga beberapa tokoh masyarakat dan anggota majelis ta’lim di ranting setempat. “Sehingga apa yang disampaikan tim ini sangat tepat ke sasaran,” tambahnya.

Sementara Kiai Syaikuddin pada kesempatan tersebut banyak mengupas masalah hikmah dan fadhilah puasa Ramadhan.? Setiap kesempatan ada sesi tanya jawab masalah fiqih. “Pak Kiai bagaimana hukumnya jual beli kotoran. Kan lingkungan kita ini banyak peternak. Sebagian ada yang menjual kotoran untuk pupuk,” ujar salah seorang peserta.

Menurut Kiai Cikut, jual kotoran itu hukumnya haram atau tidak boleh. “Kita kan pakai madzhab Syafii. Jual beli kotoran tidak boleh. Supaya boleh bagaimana? Akadnya harus dibetulkan. Tidak jual kotorannya. Namun hanya sebagai ongkos bersih-bersih atau lainnya,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Nahdlatul, Kyai Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said

Jakarta, Bupati Tegal?

Kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 bulan Rabiul Awwal diperingati umat Islam Indonesia dan di negara-negara lain. Istilah kegiatan tersebut, sebagian orang menyebutnya “maulid”. Sebagian lagi “maulud”. Maulid nabi atau maulud nabi? Mana yang benar?

“Dua-duanya benar,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di halaman gedung PBNU, Jakarta, Sabtu malam (3/12).?

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi atau Maulud Nabi? Ini Penjelasan Kiai Said

Menurut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut, ketika sebagian orang menyebut maulid nabi, berarti yang dihormati adalah hari kelahirannya. Sementara ketika menyebut maulud berarti isim maf’ul. Dengan demikian yang diperingati, dimuliakan adalah bayi yang dilahirkan, yaitu Nabi Muhammad SAW.?

“Dua-duanya boleh,” ungkapnya lagi.?

Sampai berita ini ditulis ceramah Kiai Said masih berlangsung di hadapan hadirin yang memenuhi halaman dan masjid An-Nahdlah. Hadir pada kesempatan tersebut Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra, Ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman, Katib Syuriyah KH Nurul Yaqin Ishaq danH Sa’dullah Affandy, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Imam Pituduh dan H Andi Najmi, Ketua LD PBNU KH Maman Imanul Haq Faqih, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Nahdlatul, Ubudiyah Bupati Tegal

Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja

Oleh: M. Imaduddin

Kelahiran Aswaja, atau lebih tepatnya terminologi Aswaja, merupakan respon atas munculnya kelompok-kelompok ekstrem dalam memahami dalil-dalil agama pada abad ketiga Hijriah. Pertikaian politik antara Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Gubernur Damaskus, Muawiyah bin Abi Sufyan, yang berakhir dengan tahkim (arbitrase), mengakibatkan pendukung Ali terpecah menjadi dua kubu.

Kubu pertama menolak tahkim dan menyatakan Ali, Muawiyah, Amr bin ‘Ash, dan semua yang terlibat dalam tahkim telah kafir karena telah meninggalkan hukum Allah. Mereka memahami secara sempit QS. Al-Maidah:44: “Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka mereka telah kafir”. Semboyan mereka adalah laa hukma illallah, tiada hukum selain hukum Allah. Kubu pertama ini kemudian menjadi Khawarij.

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah, Metode Berpikir, dan Gerakan Aswaja

Sedangkan kubu kedua mendukung penuh keputusan Ali, sebab Ali adalah representasi dari Rasulullah saw, Ali adalah sahabat terdekat sekaligus menantu Rasulullah saw. Keputusan Ali adalah keputusan Rasulullah saw. Kubu kedua ini kemudian menjadi Syiah. Belakangan, golongan ektstrem (rafidhah) dari kelompok ini menyatakan bahwa tiga khalifah sebelum Ali tidak sah. Bahkan golongan Syiah paling ekstrem yang disebut Ghulat mengkafirkan seluruh sahabat Nabi Saw kecuali beberapa orang saja yang mendukung Ali. Di sinilah awal mula pertikaian antara Syiah dengan Khawarij yang terus berlangsung hingga kini.

Bupati Tegal

Khalifah Ali kemudian dibunuh oleh Khawarij. Pembunuhnya adalah Abdurrahman bin Muljam, seorang penganut fanatik Khawarij. Menyedihkan, Ibnu Muljam ini sosok yang dikenal sebagai penghafal Al-Quran, sering berpuasa, suka bangun malam, dan ahli ibadah. Fanatisme dan minimnya ilmu telah menyeretnya menjadi manusia picik dan sadis.

Berdasarkan musyawarah ahlul halli wal áqdi yang beranggotakan sahabat-sahabat besar yang masih tersisa waktu itu, menyepakati kedudukan Ali sebagai khalifah digantikan oleh puteranya Al-Hasan. Namun Al-Hasan hanya dua tahun menjabat sebagai khalifah. Ia mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan khalifah kepada Muawiyah karena menurut ijtihadnya mengundurkan diri adalah pilihan terbaik untuk menyelesaikan perselisihan umat. Dalam sejarah, tahun pengunduran diri Al-Hasan dinamakan“am al-jamaáh” atau tahun persatuan.

Bupati Tegal

Naiknya Muawiyah menjadi khalifah menimbulkan reaksi keras dari kelompok Syiáh dan Khawarij. Mereka menolak kepemimpinan Muawiyah dan menyatakan perang terhadap Bani Umayah. Perselisihan makin memuncakmanakala Muáwiyah mengganti sistem khilafah menjadi monarki absolut, dengan menunjuk anaknya Yazid sebagai khalifah selanjutnya.

Di sisi lain, tragedi Karbala yang menyebabkan terbunuhnya cucu Rasulullah saw Al-Husein dan sebagian besar ahlul bait Rasulullah saw pada masa Khlalifah Yazid bin Muawiyah, telah mengobarkan semangat kaum Syiah untuk memberontak terhadap Bani Umayah. Pertikaian selanjutnya melebar jadi pertikaian segitiga antara Bani Umayah, Syiah, dan Khawarij. Pertikaian terus berlanjut hingga masa Bani Abbasiah. Dua kelompok ini senantiasa merongrong pemerintahan yang sah.

Chaos politik yang melanda umat Islam awal pada akhirnya juga melahirkan kelompok lain di luar Syiah dan Khawarij. Pada awal abad ketiga Hijriah muncul kelompok Murjiáh, yang berpendapat bahwa dalam persoalan tahkim tidak ada pihak yang berdosa. Dosa dan tidaknyaserta kafir dan tidaknya seseorang bukanlah diputuskan di dunia, melainkan di akhiratoleh Allah SWT.

Dari persoalan politik kemudian merembet menjadi persoalan akidah.Perdebatan siapa yang bersalah dalam konflik antara Ali dan Muawiyah melebar jadi perdebatan tentang perbuatan manusia. Setelah Murjiáh, muncullah aliran Jabbariah (fatalisme) dan Qodariah(fre act and fre will). Jabbariah berpendapat, perbuatan manusia diciptakan oleh Tuhan, artinya manusia tak lebih laksana wayang yang digerakkan oleh dalang. Qodariah berpendapat sebaliknya, bahwa manusia sendirilah yang menciptakan perbuatannya tanpa ada “campur tangan” Tuhan terhadapnya.

Setelah Qodariah dan Jabbariah, berikutnya muncul aliran Mu’tazilah yang berpendapat sama dengan Qodariah dalam hal perbuatan manusia, namun mereka menolak penetapan sifat (atribut) pada Allah. Menurut Mu’tazilah, bila Allah memiliki sifat berarti ada dua materi pada Allah, yakni Dzat dan Sifat, hal ini berarti telah syirik atau menduakan Allah.

Lahirnya aliran-aliran ekstrem setelah Syiah dan Khawarij bukan hanya disebabkanoleh persoalan politik yang melanda umat Islam awal, akan tetapi juga dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran dari luar Islam. Hal ini merupakan imbas dari semakin luasnya wilayah kekuasaan Islam yang meliputi wilayah-wilayah bekas kekaisaran Persia dan Romawi yang sudah lebih dahulu memiliki peradaban yang mapan dan telah bersentuhan dengan rasionalisme Yunani dan filsafat ketimuran.

Seperti yang saya kemukakan di awal tulisan ini, kemunculan istilah Aswaja merupakan respon atas kelompok-kelompok ekstrem pada waktu itu. Aswaja dipelopori oleh para tabiín (generasi setelah sahabat atau murid-murid sahabat) seperti Imam Hasan Al-Bashri, tabi’tabiín (generasi setelah tabiín atau murid-murid tabiín) seperti Imam-imam mazhab empat, Imam Sufyan Tsauri, Imam Sufyan bin Uyainah. Ditambah generasi sahabat, inilah yang disebut dengan periode salaf, sebagaimana disebut oleh Rasulullah saw sebagai tiga generasi terbaik agama ini.

Selepas tabi’ tabiínajaran Aswaja diteruskan dan dikembangkan oleh murid-murid mereka dan dilanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.Mulai dari Imam Abul Hasan Al-Asyári, Imam Abu Manshur Al-Maturidi, Imam Al-Haromain, Imam Al-Junaid Al-Baghdadi, Imam Al-Ghazali dan seterusnya sampai Hadratussyekh Hasyim Asyári.

Dalam memahami dalil Al-Qur’an dan Sunnah Aswaja mengikuti metodologi para sahabat, yakni metodologi jalan tengah (moderat), keseimbangan antara pengunaan teks suci dan akal. Menyikapi pendapataliran-aliran ekstrem tersebut Aswaja mengambil jalan tengah di antara pendapat-pendapat mereka. Beberapa ajaran pokok Aswaja, antara lain:

1. Pertikaian politik yang terjadi di antara para sahabat Nabi saw merupakan ijtihad para sahabat, bila benar mendapat dua pahala dan bila salah mendapat satu pahala. Aswaja mengambil sikap tawaquf (diam) atas perselisihan yang terjadi di antara para sahabat dan menyatakan keadilan para sahabat (hadisnya bisa diterima).

2. Dalam masalah takfir Aswaja amat berhati-hati, karena bila sembrono efeknya akan kembali kepada si penuduh. Aswaja tidak akan mudah mengkafirkan ahlul qiblah atau selama masih mengakui tidak ada ada Tuhan selain Allah dan Muhammad saw adalah utusan allah; mengakui hal-hal prinsip dan sudah pasti dalam agama(al-ma’lum mina diini biddhoruroh) seperti rukun Islam, rukun iman, dan perkara-perkara gaib seperti surga, neraka, hisab, shirath, malaikat, jin, peristiwa isra’ dan mi’raj dll. yang informasi mengenai hal-hal tersebut hanya diketahui dari Kitabullah dan Sunnah Nabi saw yang mutawatir.

3. Aswaja juga tidak mudah memvonis sesat sebuah pemikiran atau pendapat seseorang yang berangkat dari dalil yang tidak tegas (ijtihadi) atau masih terbuka ruang perbedaan pendapat di dalamnya. Aswaja amat menghargai perbedaan pendapat karena perbedaan pendapat di kalangan umat adalah rahmat.

4. Mengenai perbuatan manusia, Aswaja berpendapat bahwa perbuatan manusia pada dasarnya diciptakan oleh Tuhan, namun manusia memiliki kuasa (kasb) atas perbuatannya yang bersamaan dengan kehendak Tuhan.

5. Dalam memahami teks Al-Quran dan sunnah, Aswaja berpendapat bahwa ada ruang bagi akal untuk memahami teks. Artinya ada teks yang mengandung makna haqiqi dan ada teks yang mengandung makna majazi(metaforis) yang membuka ruang akal (tafsir) untuk memahaminya.

6. Mengenai perbuatan dosa atau masuk surga dan neraka manusia, Aswaja berpendapat manusia divonis telah berdosa di dunia apabila telah melanggar hukum-hukum syariat sedangkan di akhirat mutlak adalah keputusan Allah.

7. Mengenai sifat Allah, Aswaja berpendapat bahwa Allah memiliki sifat. Dzat (esensi) dan Sifat (atribut) adalah dua hal yang berbeda namun tak dapat dipisahkan, seperti halnya sifat manis yang melekat pada gula. Antara atribut manis dan esensi pada gula keduanya menyatu, namun tak bisa dilepaskan satu sama lain. Sifat senantiasa menyatu dengan Dzat (esensi).

8. Terkait dengan politik dan kekuasaan, Aswaja menyatakan haram hukumnya bughot (memberontak) meskipun pemerintahan itu zhalim,karena hanya akan menimbulkan pertikaian dan pertumpahan darah yang tak berkesudahan di kalangan umat. Namun pemerintahan hasil kudeta adalah pemerintahan yang sah karena terkait dengan kesejahteraan umat dan legalnya beberapa hukum syariat.

9. Aswaja tidak menolak tradisi dan kebudayaan yang sudah lama berkembang dan mendarah daging di tengah masyarakat, asal tidak bertentangan dengan syariat. Namun bila bertentangan dengan syariat, Aswaja menolak perubahan dilakuan secara radikal dan revolusioner. Perubahan harusdilakukan secara bertahap.Atau tidak harus merubahnya, tetapi mewarnai tradisi dan kebudayaan tersebut sehingga cocok dengan ajaran Islam.



Fleksibilitas Ajaran Aswaja

Sepanjang sejarah perjalanannya, prinsip jalan tengah yang ditempuh Aswaja, yang mewujud dalam karakter tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang) membuat Aswaja mampu hidup dan berkembang di wilayah mana saja dan mampu melebur dengan kebudayaan setempat, serta senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman (dinamis).

Dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara,dai-dai Aswaja awal di Nusantara seperti Walisongo tak mengalami benturan dengan kebudayaan masyarakat Nusantara. Pasalnya, kata Clifford Gertz, dalam menyebarkan agama Islam mereka tidak hanya berperan sebagai pendakwah yang menyiarkan agama Islam,akan tetapisebagai cultural broker, makelar budaya.

Oleh karena itu, saya berani katakan corak Islam di Nusantara 90 persen terbentuk dari budaya. Hal ini terlihat dari arsitektur rumah ibadah, istana kesultanan, tradisi dan ritual keagamaan, kuliner, fashion, hingga sistem pengajaran dan pendidikan.Islam di Nusantara itu unik dan berbeda dengan Islam di tanah asalnya, Arab.

Orientasi Aswaja Bukan Kekuasaan

Ajaran Aswaja yang dianut oleh mayoritas umat Islam di seluruh dunia orientasinya tidak lain adalah mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat baik bidang agama, sosial, politik, maupun ekonomi. Aswaja bukanlah golongan yang menjadikan kekuasaan politik sebagai tujuan. Artinya, bagi Aswaja kekuasaan bukanlah indikator keberhasilan dakwah islamiah, tetapi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini berbeda dengan kaum Syiah dan Khawarij yang orientasi utamanya adalah kekuasaan politik.

Dengan prinsip jalan tengahnya, dalam bidang politikAswaja menghendaki tatanan politik yang stabil. Aswaja mengharamkan pemberontakan terhadap pemerintah yang sah dan mengharamkan sebuah tindakan dan pernyataan yang dapat memicu huru-hara politik dan chaos. Mengapa? Karena instabilitas politik dapat memicu kekacauan sosial yang pada ujungnyahanya akan menyengsarakan rakyat.

Aswaja menyatakan bahwa Islam tidak meninggalkan sistem politik apapun. Mengenai pengaturan negara diserahkan kepada masyarakat yang membentuk negara itu. Islam tidak mempersoalkan sistem demokrasi atau monarki. Islam hanya memerintahkan seorang pemimpin harus adil dan berakhlakul karimah, senantiasa musyawarah, serta berkomitmen untuk menyejahterakan rakyatnya, sebagaimana kaidah fiqh “tashorruful imam ála roíyah manuthun bil mashlahah” kebijakan seorang pemimpin berdasarkan kesejahteraan rakyatnya.

Dalam bidang sosial, Aswaja menginginkan sebuah tatanan masyarakat yang beradab(tamaddun), dalam arti masyarakat yang membangun, saling menghormati, dan toleran, meski berbeda agama, suku bangsa, dan budaya. Inilah tatanan masyarakat ideal sebagaimana telah diwujudkan oleh Nabi Muhammad saw 14 abad yang lalu ketika membangun masyarakat madani (civil society) di Madinah.

Dalam bidang ekonomi, Aswaja menekankan pemerataan ekonomi. Aswaja mengambil jalan tengah antara kapitalisme-liberalisme dan sosialisme-komunisme. Aswaja mengharamkan monopoli atas kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat. Aswaja juga mengharamkan sumber daya alam dan mineral sebuah negara dikuasai oleh pribadi atau segelintir orang. Aswaja menekankan keseimbangan antara hak-hak individu dan hak-hak masyarakat sehingga tercipta keadilan sosial dan ekonomi.

Aswaja dan Nasionalisme

Bagi Aswaja, agama dan nasionalisme tak bisa dipisahkan, ibarat dua sisi mata uang. Agama dan nasionalisme saling mendukung. Nasionalisme tanpa agama akan kering nilai-nilai, sementara agama tanpa nasionalisme tak mampu menyatukan elemen-elemen bangsa. Hadratussyekh Hasyim Asyári jauh sebelum kemerdekaan Indonesia diproklamasikan menyatakan,cinta tanah air sebagian dari iman. Siapa yang tidak mencintai tanah airnya maka belum sempurna imannya. Inilah prinsip jalan tengah Aswaja dalam menyikapi persoalan kebangsaan. Al-Quran secara jelas mengatakan: “sesungguhnya Kami (Allah) menciptakan kamu dari jenis laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling mengenal (berinteraksi)”.

***

Alhasil, Aswaja bukan hanya sebuah pandangan keagamaan, akan tetapi lebih jauh merupakan pandangan hidup (way of life) seorang muslim dalam menyikapi lingkungannya yang majemuk dan dinamis. Aswaja adalah manhajul fikrah wal harakah (landasan pemikirandan gerakan) dalam menyikapi berbagai persoalan, baik berhubungan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, dan kebudayaan. Seorang muslim penganut Aswaja mampu hidup dan menyesuaikan diri serta dituntut untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan, dan ketentraman masyarakat di manapun mereka hidup. Wallahua’lam

Timur Jakarta, 882016





Penulis adalah Sekretaris PC GP Ansor Jakarta Timur dan Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Nahdlatul, Doa Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

Jakarta, Bupati Tegal

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Asmawi Syam menuturkan, ekonomi umat bisa berkembang dan kuat apabila mereka mau menggunakan dan mengonsumsi produk-produk yang dibuat oleh umat itu sendiri.

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Pesantren Gunakan Produk-produk Umat Sendiri?

“Apakah produk-produk yang digunakan pesantren itu adalah produk umat?” kata Asmawi.

Ia menyampaikan hal itu saat menjadi narasumber dalam acara Seminar dan Rapat Kerja bertemakan Peran Pesantren Untuk Penguatan Ekonomi Umat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pesantren Nahdlatul (RMI NU) di Lantai 8 Gedung PBNU Jakarta, Kamis (27/4).

Bupati Tegal

Menurut dia, pesantren adalah sebuah pasar besar. Ia mengaku khawatir apabila pesantren hanya dijadikan sebagai sentra komsumsi, bukan produksi. Ia menambahkan, kalau seandainya umat menggunakan produk buatan umat itu sendiri, maka proses ekonomi di umat akan berjalan.

Bupati Tegal

Bila masyarakat bangga menggunakan produk sendiri, maka kegiatan produksi akan berlangsung. Kegiatan produksi akan melahirkan lapangan kerja, dan lapangan kerja akan menghasilkan daya beli. Jika daya beli bertambah, produksi pun bertambah lagi. “Siklus tersebut akan berputar dan naik terus,” urainya.

Lebih lanjut, ia mencontohkan keberhasilan China dalam mengembangkan ekonominya. “Mereka menggunakan produk sendiri dan bangga. Dia memperkuat ekonomi sendiri sebelum ekspansi ke luar,” terang mantan Dirut Bank BRI itu.

Namun, imbuh Asmawi, apakah umat mau menggunakan produknya sendiri. “Pertanyaan yang paling mendasar adalah kita mau nggak menggunakan produk umat? Meski tidak sebagus produk impor,” katanya.

Bagaimana Umat Memproduksi?



Asmawi mengatakan, untuk memproduksi sebuah produk umat harus mengetahui potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Ia menjelaskan, ada tiga sumber pokok dalam memproduksi sebuah produk. Pertama, sumber daya alam (natural resources).

“Natural resources ini dimiliki pesantren. Mereka punya sawah, tanah. Tanah kita tanami cabai. Cabainya dibuat sambel dan dibotolin. Kita jual di dalam pesantren dan antarpesantren,” urainya.

Kedua, sumber daya manusia (human resources). Ia meyakini, orang-orang pesantren adalah orang pintar karena terus belajar. Baginya, lulusan pesantren memiliki kelebihan yang tidak dimiliki lulusan sekolah umum, yaitu penguasaan bahasa Arab dab Inggris.

“Mereka pasti pinter-pinter,” ucapnya.

Terakhir, sumber daya modal. Ia mengatakan, apabila pesnatren tidak memiliki modal, maka mereka bisa mendapkan dari sumber-sumber yang lain seperti pemerintah. “Kita (pesantren) tidak memiliki duit. Pemerintah memberikan perhatian yang besar kepada ekonomi kecil. Ada dana desa, KUR, dan yang lainnya,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Daerah, Nusantara Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

IPNU-IPPNU Welehan Bentuk Karakter Pelajar

Jepara, Bupati Tegal. Pesantren Ramadhan yang dilaksanakan di SMPN 1 Welahan bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Welahan, Jepara, Jawa Tengah pada Senin-Rabu (29-31/7) lalu merupakan wahana pembentukan karakter pelajar sekolah tersebut.

Hal itu dilontarkan Fawaid S.Ag selaku guru agama SMPN 1 Welahan Menurutnya, pembentukan karakter itu merupakan respon IPNU-IPPNU terhadap situasi dan kondisi pemuda saat ini sudah melenceng jauh dari kodrat kepemudaannya. Juga mudahnya terpengaruh dengan keadaan zaman yang penuh sensasional.

IPNU-IPPNU Welehan Bentuk Karakter Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Welehan Bentuk Karakter Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Welehan Bentuk Karakter Pelajar

“Kami selaku guru Agama mendukung kegiatan positif IPNU-IPPNU. Semoga tahun depan kegiatan akan lebih baik dan tentunya lebih meriah lagi,” harap Fawaid.

Bupati Tegal

Ketua PAC IPNU Welahan, M Anis Fahmi mengatakan kegiatan bertujuan untuk melatih kader IPNU-IPPNU mengajar. Sedangkan untuk siswa sebagai pendalaman materi keagamaan. Disamping itu, tujuan lain sebagai wahana sosialisasi IPNU-IPPNU kepada siswa.

“Kegiatan ini juga merupakan media sosialisasi IPNU-IPPNU kepada pelajar SMPN. Sehingga, kedepan mereka tertarik dan bergabung dengan IPNU-IPPNU,” cetusnya.

 

Bupati Tegal

Selama 3 hari peserta didik menerima materi Fiqhus Shiyam (fiqih puasa),Tajwid dan keorganisasian. “Materi disampaikan bergantian mengingat peserta yang begitu banyak. Kelas VII 200 anak lebih, kelas VIII 150 anak dan kelas IX 140 anak didik,” tambah Fahmi.

Ia menambahkan siswa dibagi 2 kelompok. Kelompok I dipegang Fahrudin dan kelompok II Zainal Muttaqin. Setiap kelompok didampingi 10 fasilitator yang telah ditentukan PAC IPNU-IPPNU Welahan.

Redaktur    : Abdullah alawi

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Nusantara Bupati Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan

Waykanan, Bupati Tegal?

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Lampung mengapresiasi kinerja Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Waykanan yang bergerak di area edukasi melalui Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) sebagai partisipasi memajukan generasi bangsa.

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Wilayah Apresiasi Program Edukasi Ansor Waykanan

"Itu sejarah, prestasi luar biasa. Saya katakan sejarah karena baru kali ini Ansor Waykanan ikut konsen memikirkan pendidikan dengan menggelar BPUN. Saya katakan prestasi karena mampu meloloskan lima pelajar memasuki PTN idaman mereka," ujar Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Tohir di Blambangan Umpu, Selasa (3/10).

BPUN Mata Air merupakan program utama Yayasan Mata Air yang dipersiapkan bagi pelajar SMA sederajat kelas 12 untuk menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Program tersebut memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui pendampingan di bidang akademik, penguatan keterampilan dan akses beasiswa studi di PTN.

Bupati Tegal

Lima dari 14 peserta Sanlat BPUN Waykanan 2015 atau terhitung 35 persen lulus SBMPTN. Mereka adalah, Dicky Afrizal, perwakilan SMAN2 Gunung Labuhan, terjaring di jurusan Biologi Murni, Universitas Lampung (Unila), lalu ? Iwan Supriadi, perwakilan SMAN1 Baradatu, diterima di jurusan Agro Teknologi Universitas Jambi, lantas Frastika Maulia, perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu, masuk di jurusan Sosiologi Universitas Sriwijaya. Ketiganya terdaftar sebagai peserta Bidik Misi.

Bupati Tegal

Selanjutnya ? perwakilan SMAN1 Baradatu lainnya, Lastri Dwi Saputri, diterima di jurusan Biologi Murni Universitas Bangka Belitung, lantas perwakilan SMAN1 Blambangan Umpu Suryaningsih, tersaring di jurusan Teknik Pertanian Unila. Keduanya tidak terdaftar sebagai penerima Bidik Misi.

"Itu sudah membuktikan keseriusan Ansor Waykanan," ujar Muhyidin menegaskan.

Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 Lastri Dwi Saputri menegaskan, Sanlat BPUN merupakan program sangat bermanfaat. "Untuk pribadi saya yang haus akan ilmu namun terbatasi oleh materi, program tersebut sangat luar biasa. Melalui Sanlat BPUN, akhirnya saya diterima di PTN idaman dan jurusan saya cita-citakan. Para pelajar di Indonesia pada umumnya dan di Waykanan pada khususnya, tidak patut jika meragukan program tersebut," kata Lastri. (Syuhud Tsaqafi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Nahdlatul, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara

Jakarta, Bupati Tegal. Menyambut kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Jerman, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman meminta Presiden untuk lebih memikirkan nasib seluruh rakyat, dibanding menenggelamkan diri dalam urusan partai politiknya sendiri.

“Seringkali presiden SBY memainkan peran yang tidak seimbang antara presiden sebagai Kepala Negara dan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Demokrat,” demikian dalam rilis pers yang diterima Bupati Tegal, Jum’at (1/3).

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara

Kunjungan SBY tersebut dalam rangka menghadiri Internationale Tourismus Borse (ITB) di Berlin pada 6-10 Maret 2013 mendatang.

Presiden juga diharapkan tidak memanfaatkan kekuasaan untuk menekan dan mengintervensi lembaga-lembaga hukum seperti Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) demi kepentingan-kepentingan politiknya.

Bupati Tegal

“Menjalang Pemilu 2014, tahun 2013 adalah tahun pencitraan demi meraih kekuasaan. Oleh karena itu pemerintah harus memberi tauladan bagaimana menjaga norma dan aturan main serta fatsun politik agar rakyat tetap rukun dan bangsa ini tidak tercerai-berai,” demikian PCINU Jerman.

Bupati Tegal

Terkait ITB Berlin 2013, NU Jerman memberikan apresiasi yang mendalam atas kesuksesan Indonesia menjadi negara partner bagi penyelenggaraan ITB 2013 di Berlin. Diharapkan, apa yang didapatkan dan disepakati selama ITB 2013 berlangsung bisa diwujudkan dalam bentuk nyata peningkatan kerjasama Jerman-Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Amalan, Nahdlatul Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

Semarang, Bupati Tegal. Warga masyarakat RW 6 kelurahan Banjardowo, Genuk, Semarang mengelar pengajian dan ritual Nyadran yang sudah menjadi tradisi warga setempat khusunya daerah Tanggulangin Banjardowo. Pengajian dan Nyadran ini berlangsung di area makam Ibrahim Fatah di Tanggulangin, Kamis (29/5) malam.

Menurut Ketua RW 6 Suparjo, kegiatan Nyadran dan pengajian di makam Wali Ibrahim Fatah merupakan progam yang diselenggaakan setiap tahunnya. Dalam setahun ada dua kegiatan besar, haul Ibrahim Fatah yang jatuh setiap bulan Syuro dan ritual Nyadran.

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

“Pada bulan Rajab ini, ritual itu dimaksudkan untuk mendoakan para arwah wali. Untuk paginya, ritual nyadran diperingati dengan pemotongan kambing dan makan bersama warga,” lanjutnya.

Bupati Tegal

Pengajian ini menghadirkan KH Abdullah Badada dari Semarang sebagai penyampai taushiyah. Kata Kiai Abdullah, “Ada empat bulan utama. Salah satunya bulan Rajab yang mesti dimuliakan dengan banyak belajar sebab sekarang ini banyak akidah tersasar.”

Bupati Tegal

Guru ngaji, sambung Kiai Abdullah, tidak bisa dilihat sekadar dari penampilan fisiknya seperti jenggot dan sorban. Tetapi lebih kepada keluasan ilmu. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Ahlussunnah, Nahdlatul Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Doa Pengantin di Malam Pertama

Sebelum melakukan hubungan badan di malam pertama, mempelai pria dianjurkan membaca bismillâh dan mengusap rambut bagian depan mempelai perempuan. Ketika berjumpa pertama kali di kamar pengantin, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengantin di Malam Pertama

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.

Bupati Tegal

Artinya, “Semoga Allah memberkahi setiap kita.”

Bupati Tegal

Setelah itu, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih.

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Suni, dan perawi lainnya dari Amr bin Syu‘aib dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW. Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nahdlatul, Aswaja Bupati Tegal

IPNU-IPPNU Sorong Rampungkan Konferensi

Sorong, Bupati Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU- IPPNU) Sorong, Papua Barat mengakhiri kepengurusan masa bakti 2012-2014 pada Konfercab III, Sabtu-Ahad (15-16/2). Kegiatan di gedung LPTQ kabupaten Sorong ini dibuka Ketua PCNU Sorong Nahrowiyanto.

Konfercab kali ini diikuti 5 anak cabang yaitu Distrik Aimas, Mariat, Mayamuk, Salawati, dan Klamono. Sedangkan komisariat yang hadir berasal dari PK MTs al-Maarif 1 Aimas, PK MTs al-Maarif 2 Mayamuk, PK MA al-Maarif 1 Makbalim, PK SMK Negeri 1 Aimas, PK SMA Negeri 1 Aimas, PK MTs Negeri Mariyai, dan PK MA Nurul Yaqin.

IPNU-IPPNU Sorong Rampungkan Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sorong Rampungkan Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sorong Rampungkan Konferensi

Konferensi yang digelar hingga akhir persidangan menetapkan Muhammad Yahya sebagai Ketua IPNU Sorong dan Fahmi Anggrahini sebagai Ketua IPPNU Sorong untuk masa khidmat 2014-2016.

Bupati Tegal

Nahrowiyanto dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk mendukung gerakan IPNU-IPPNU Sorong. Karena, “Pelajar NU ini yang melahirkan kader-kader berkualitas dan teguh memegang Ahlussunnah wal Jamaah serta keutuhan NKRI."

Kegiatan ini disaksikan dan didoakan oleh Rais Syuriyah PCNU Sorong H Ahmad Sutedjo.  (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Habib Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

Jakarta, Bupati Tegal?



Sebanyak 14 organisasi massa (ormas) Islam menolak kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekolah Lima Hari. Penolakan ormas-ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Islam (LPOI) tersebut disampaikan pada konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (7/7).?

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj mengatakan, ormas-ormas Islam mengapresiasi langkah pemerintah yang membatalkan Permendikbud yang akan menggantinya dengan Perpres.

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)
LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak (Sumber Gambar : Nu Online)

LPOI: Sampai Kapan Pun Sekolah Lima Hari Ditolak

“Namun kami menunggu bukti nya Permen itu telah dibatalkan karena nyatanya Mendikbud masih bersikeras menjalankan Permen yang dibatalkan itu,” katanya.?

Madrasah yang ada di desa-desa ada sekitar 76 ribu lebih telah menjadi bagian dari masyarakat Islam.?

Bupati Tegal

“Sampai kapan pun, tidak dialog, tidak diskusi, tidak ada tawar-menawar, kami, NU, LPOI juga meminta (kebijakan) itu dibatalkan.”

Sekjen LPOI H. Luthfi At-Tamimi mengatakan, kebijakan tersbut mengancam keberadaan pendidikan di madrasah dan pesantren.?

Bupati Tegal

“Mereka tidak membubarkan pesantren, tapi mereka membuat acara sampai jam lima supaya pesantren tidak laku,” katanya. (Abdullah Alawi) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Nahdlatul, Budaya Bupati Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II

Solo, Bupati Tegal



Predikat tim kuda hitam pantas disematkan kepada Darul Mubtadiien FC. Pasalnya dengan persiapan yang minim, tim asal Kaliwuluh Jomblang Kebakkramat, Karanganyar tersebut mampu melaju ke babak final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 sub-region jawa tengah II (Soloraya)

Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II (Sumber Gambar : Nu Online)
Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II (Sumber Gambar : Nu Online)

Darul Mubtadi’ien Tantang Walisongo di Final LSN Jateng II

Darul Mubtadiien berhasil melaju ke babak final setelah berhasil menundukkan tim asal Boyolali, Darul Fikr FC dalam laga yang berkesudahan 2-0 di lapangan Kota Barat Surakarta, Ahad (10/9) sore.

Pemain Darul Mubtadiien Anshar menjadi bintang dalam pertandingan tersebut, melalui gol yang dicetaknya di menit 47. Gol tersebut memantapkan keunggulan timnya menjadi 2-0. Sebelumnya mereka telah unggul melalui gol bunuh diri yang dibuat pemain lawan, Rama, di menit 30.

Di final mereka akan menghadapi runner-up LSN tahun lalu, Walisongo FC yang berhasil melumat tim asal Solo, Al-Muayyad FC dengan skor telak 5-0. Masing-masing gol dicetak

Bupati Tegal

Reno Aldy pada menit 16 dan 40. Kemudian Eko Tri Prakoso 20, Muarif Azis 23, dan Deogo Andrian 50.

Pelatih Darul Mubtadiien mengakui materi pemain dan kemampuan lawan di atas mereka. "Akan kita berikan perlawanan semaksimal mungkin, para pemain juga kita pompa rasa percaya diri mereka," terang Mustakim saat ditemui usai pertandingan.

Sementara itu, manajer Walisongo FC, Mustawa mengatakan untuk final nanti tim yang ia besut dalam keadaan fit. "Laga semifinal justru kita manfaatkan untuk rotasi pemain. Kita harapkan para pemain inti sudah lebih fit dalam pertandingan final," ungkap dia.

Bupati Tegal

Pertandingan final sendirin dihelat, Senin (11/9) pukul 15.00 WIB di Lapangan Kora Barat. Pemenang laga ini selanjutnya akan bertanding melawan juara sub-Regional Jawa Tengah II (Kedu). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Makam Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, Bupati Tegal. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Bupati Tegal

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

Bupati Tegal

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

“Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, “bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.”

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

“Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri,” ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. “Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.”

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Kajian, Nahdlatul Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami

Tangsel, Bupati Tegal. Menteri Agama RI Drs Lukman Hakim Saefuddin mengapresiasi keberadaan pesantren Darussunnah sebagai salah satu pesantren yang menjadikan Ilmu Hadis sebagai bahan kajian utama. Menurutnya, kajian hadits selama ini terbilang minim di lembaga pendidikan agama baik formal maupun informal. Dampaknya, banyak orang tidak begitu mengerti hadits.

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Orang Kurang Paham Hadits, Merasa Islami

“Kajian hadis di Indonesia, utamanya masih menjadikan hadis sebagai bahan bacaan saja, belum menjadikannya sebagai kajian ilmu yang mandiri,” kata Lukman pada Wisuda ke-13 Pesantren Ilmu Hadis Darussunnah di Ciputat, Sabtu (6/6).

Dalam pidato di wisuda pesantren asuhan KH ali Musthofa Ya’kub ini, Lukman menyatakan terima kasih atas kehadiran pesantren Darussunnah. Menurutnya, pesantren merupakan lembaga pendidikan asli Indonesia yang selalu dinamis, kreatif, dan inovatif dalam perkembangan zaman.

Bupati Tegal

Ia mengharapkan pesantren ini akan melakukan kajian terhadap hadits dan melakukan pengembangan terhadap kajian hadits. Ia mendorong terus aktivitas pesantren ini kendati minimnya kajian hadits di Indonesia.

Bupati Tegal

“Hal ini semoga dapat ditekankan, agar masyarakat mendapatkan pengetahuan yang baik mengenai ilmu agama, khususnya dalam bidang hadits dengan kontekstualisasi nilai-nilai Islam khas Indonesia," harap Lukman.

Tampak hadir pada wisuda pesantren yang meluluskan 47 santri ini Rektor UIN Syarif Hidayatullah Prof Dede Rosyada, Atase Keagamaan Kedutaan Malaysia, Mantan Duta Besar RI untuk Syria, serta perwakilan dari pesantren cabang Darussunnah di Malaysia. Selain itu, diundang pula masyarakat daerah kampung Pisangan Barat, kawasan Pesantren Darussunnah ini berdiri.

Direktur Pesantren Darussunnah Prof Dr KH Ali Mustafa Yaqub menyatakan bahwa wisuda bukanlah akhir dari belajar. “Setelah wisuda, kalian akan memasuki belajar yang lebih serius dan bertanggung jawab.”

“Para wisudawan diharapkan mampu menjadi alumni yang mampu menjadi pembantu mandat Nabi Muhammad untuk menyebarkan nilai Islam terutama dalam kajian ilmu hadits dengan konteks budaya Indonesia,” kata Kiai Ali. (M Iqbal Syauqi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember?

Jakarta, Bupati Tegal. Rencana demo 2 Desember bertajuk Bela Islam III yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dalam bentuk gelar sajadah dan shalat Jumat di sepanjang jalan MH Thamrin, Bunderan HI, dan Sudirman secara tegas dilarang oleh TNI dan Polri karena mengganggu ketertiban umum dan berdampak sosial sistemik.

Pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan pejabat utama di Mabes Polri, sebagian juga pejabat utama dari Mabes TNI dan diikuti oleh para Kapolda, para Pangdam dan seluruh Pangkotama seluruh Indonesia, Senin (21/11) via video conference di Mabes Polri Jakarta.

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember?

Jenderal Tito menerangkan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak kontitusi dari warga memang diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun tidak bersifat absolut.

“Ada batasan-batasan dalam Undang-undang itu yang tidak boleh. Yang pertama, tidak boleh menggannggu hak asasi orang lain, termasuk memakai jalan. Kalau jalan protokol, itu tidak boleh dihalangi,” jelas Tito.

Yang kedua, lanjutnya, tidak menganggu ketertiban umum, sangat jelas bahwa itu jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu. Ibu-ibu yang melahirkan, mau berangkat ke RSCM bisa terganggu. Yang sakit bisa terganggu, yang mau bekerja juga bisa terganggu.?

Bupati Tegal

“Sopir taksi, angkutan, dan lain-lain bisa terganggu. Disamping itu, juga bisa memacetkan Jakarta, karena di jalan protokol, hari Jumat lagi. Itu menganggu ketertiban publik dalam penilaian kami kepolisian. Oleh karena itu, maka kami akan melarang kegiatan tersebut (demo 2 Desember, red),” tegas Kapolri.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya ikut menjaga keamanan terkait aksi unjuk rasa yang mengarah ke upaya makar. Gatot memastikan kesiapan prajurit mengadapi kelompok yang berupaya menjatuhkan pemerintahan tersebut.

Bupati Tegal

"Bila ada tindakan makar, maka itu bukan tugas kepolisian saja. Itu urusan TNI juga. Saya juga sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih, disiapkan yang sehat," terang Gatot.

Selain sarat kepentingan politik, demo 2 Desember disebut TNI dan Polri memang mempunyai agenda terselubung yaitu dalam rangka menjatuhkan pemerintah atau upaya makar. TNI dan Polri tidak akan menoleransi dan akan menindak tegas sesuai hukum kepada kelompok-kelompok yang melakukan upaya makar tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Halaqoh Bupati Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

Blitar, Bupati Tegal

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar seluruh warga Muslimat ikut berpartisipasi aktif memberantas narkoba hingga di lini paling kecil, di keluarga.?

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Warga Muslimat Berantas Narkoba

"Muslimat punya tugas di masing-masing keluarga, pastikan bebas narkoba. Pastikan juga di masng-masing jamiyah ranting (desa), anak cabang (kecamatan). Ini PR (pekerjaan besar) bangsa kita," katanya saat menghadiri harlah ke-70 Muslimat NU di Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Ahad.

Ia juga menceritakan jika narkoba sudah masuk ke semua lini, termasuk ke pondok pesantren. Ia mengingatkan saat itu ada seorang yang memberikan obat dan dikatakan sebagai vitamin. Jika dikonsumsi, zikirnya bisa tambah panjang, tambah khusyuk. Bahkan, pengasuh pun juga mengetahui jika obat itu adalah vitamin, hingga belakangan dipastikan jika obat itu ternyata narkoba.?

"Hati-hati bila ada orang sepertinya baik hati memberikan vitamin, ini cuma pura-pura. Ini juga PR pesantren, kiai, bu nyai, supaya mengubah pikiran kita, yang semula pikiran lurus diubah menjadi melenceng, karena sudah terkena narkoba. Yang kena itu konstruksi otak," jelasnya di hadapan puluhan ribu warga Muslimat NU.

Bupati Tegal

Ia juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya di Indonesia narkoba sudah masuk ke segala lini. Bahkan, tingkat kematian akibat narkoba sangat besar, dimana sehari ada sekitar 40-50 orang meninggal dunia akibat narkoba.?

"Ini mengerikan dan bahaya luar biasa. Semoga kita semua dijaga, diselamatkan oleh Allah," katanya dengan langsung diamini para para hadirin.

Dalam acara itu, juga disertai dengan pembacaan ikrar laskar antinarkoba Muslimat NU. Ikrar itu sebelumnya juga pernah ditegaskan dalam puncak Harlah ke-70 Muslimat NU di Malang akhir Maret 2016.

Bupati Tegal

Isi dari ikrar itu antara lain bersatu melawan narkoba, mendorong semua ibu memastikan keluarganya bebas narkoba, memberantas penyalahgunaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, mendukung hukuman berat bagi pengedar narkoba, hingga merehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba.

Isi dari ikrar itu dibacakan di hadapan seluruh jamaah yang hadir. Setelahnya, diadakan tanda tangan sebagai bentuk komitmen Muslimat NU mendukung program pemerintah untuk pemberantasan narkoba.?

Kegiatan Harlah ke-70 Muslimat NU itu dihadiri sejumlah tokoh. Selain dari kalangan pengurus Muslimat baik tingkat pusat, wilayah hingga daerah, juga dihadiri rombongan dari BPJS Kesehatan baik tingkat pusat hingga daerah, muspida Kabupaten Blitar, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam acara itu, juga disertai adanya nota kesepahaman di antara PP Muslimat NU dengan BPJS Kesehatan yang mencakup perluasan kepesertaan program JKN-KIS serta sosialisasi program itu ke masyarakat. Nota kesepahaman itu juga ditandatangani kedua belah pihak, dengan disaksikan seluruh warga Muslimat NU yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang. Nota itu berlaku satu tahun, terhitung 10 April 2016 hingga 9 April 2017. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock