Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Nuris Jember Terima Penghargaan pada Puncak Perayaan Haornas 2016

Sidoarjo, Bupati Tegal - Beberapa insan olahraga dan pihak yang dianggap peduli dalam dunia olahraga diberi penghargaan dalam acara puncak perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tahun 2016 di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, (9/9). Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menjadi tamu kehormatan dalam acara ini menyerahkan penghargaan kepada perwakilan Pesantren Nuris Jember.

"Saya sangat bangga dan berterima kasih pada semua pihak yang menerima penghargaan ini, karena mereka telah membuat bangga Indonesia," kata Wapres Jusuf Kalla selepas memberikan penghargaan.

Nuris Jember Terima Penghargaan pada Puncak Perayaan Haornas 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuris Jember Terima Penghargaan pada Puncak Perayaan Haornas 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuris Jember Terima Penghargaan pada Puncak Perayaan Haornas 2016

Sebagaimana dimaklum, kesebelasan Nuris United FC Jember merupakan juara Liga Santri Nusantara 2015 dan juara U18 Malindo Cup 2016 di Malaysia.

Selain Nuris, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada 600 insan olahraga berprestasi atau pihak yang dianggap berjasa pada olahraga. Namun secara simbolik mereka diwakili beberapa pihak saja.

Bupati Tegal

Pemerintah memberikan penghargaan kepada Eman Sulaiman, penjaga gawang tim Rumah Cemara Bandung. Eman berprestasi menjadi kiper terbaik di Homeless Worldcup 2016 yang digelar di Glasgow Skotlandia.

Bupati Tegal

Penerima penghargaan pada acara ini adalah SSB Asiop Apacinti Usia 15 tahun, juara dunia Gothia Cup 2016 yang dilangsungkan di Swedia. Berikutnya adalah Citra adisti, pemain terbaik Women Pro Futsal League 2016 dari klub Jaya Kencana Angels yang juga merupakan juara turnamen tersebut.

Pemerintah juga memberikan penghargaan untuk Januar Susanto, juara nomor BMX Flatland kelas master di ajang Festival International des Sports Extremes (FISE) World Series Montpellier, Prancis 2016.

Berikutnya adalah media siaran TVRI yang dianggap berkontribusi menyiarkan gelaran olahraga tingkat daerah, nasional dan internasional baik jenis olahraga pendidikan, rekreasi maupun prestasi.

Semua yang menerima penghargaan dari pihak atlet dan pelatih berprestasi diberikan juga hadiah uang yang disesuaikan dengan jenjang usia dan tingkatan kejuaraan dengan nilai mulai dari Rp.7 juta hingga Rp.35 juta. Nuris singkatan dari pesantren Nurul Islam yang berlokasi di Jember mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp.30 Juta.

Sekretaris Liga Santri Nusantara Koiruddin Abbas (Cak Din) mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk motivasi untuk para santri. "Hadiah uang pembinaan ini sebagai bentuk motivasi agar para santri yang tergabung dalam Liga Santri lebih semangat dan semangat lagi dalam memacu kerja keras dengan wujud prestasi."

Cak Din juga berharap kepedulian ini datang tidak hanya dari pemerintah tetapi juga masyarakat luas. "Khususnya pihak swasta bisa ambil ikut berpartisipasi." (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

Madinah, Bupati Tegal. Sejumlah kejadian menimpa calon jamaah haji dari Indonesia. Seperti terpisah dari rombongan, hingga tersesat. Karenanya, menggunakan identitas haji sangatlah penting agar mudah tertolong dan bisa segera kembali ke penginapan.

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

"Kita berharap agar jamaah calon haji selalu memakai identitas haji," kata H Farmadi Hasyim kepada media, Jumat (4/9) pagi. Ia menceritakan ada salah seorang jamaah yang usianya sudah sepuh ternyata tersesat dan tidak bisa kembali ke asrama tempat menginap. Hal ini terjadi lantaran yang bersangkutan memang awam kondisi di Madinah, juga tidak mengenakan identitas seperti gelang maupun tas paspor.

"Ketika yang bersangkutan ditanya, malah menjawab gelang dan tas paspornya sengaja disimpan di kamar karena takut hilang," kata Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya. Yang agak memprihatinkan, baik gelang dan tas paspor sengaja ia simpan lantaran akan diberikan kepada anaknya saat di tanah air. "Yang bersangkutan hanya membawa KTP, padahal itu bukan identitas yang bisa memudahkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan selama proses haji," kata Kasi Haji Kementerian Agama Kota Surabaya ini.

Bupati Tegal

Di samping harus memakai identitas haji ke mana saja pergi, selama di Makkah dan Madinah calon jamaah juga harus memperbanyak minum dan mengonsumsi buah. "Cuaca di Madinah cukup panas berkisar 45 derajat selsius, karenanya banyak yang mimisan dan dehidrasi," ungkapnya.

Bupati Tegal

Menghadapi cuaca yang demikian ekstrim tersebut, para jamaah juga diimbau untuk memanfaatkan botol kecil yang telah diberikan gratis selama di asrama. "Botol itu nantinya harus diisi air dan disemprotkan ke wajah, agar terhindar dari cuaca yang sangat panas, masker juga harus dikenakan jamaah selama berada di luar ruangan,” lanjut Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur ini.

Menaati sejumlah anjuran dan aturan saat disampaikan ketika manasik dan membaca buku panduan adalah di antara hal yang harus dilakukan jamaah. "Dan yang tidak kalah penting adalah doa dari keluarga dan masyarakat di Tanah Air," kata kandidat doktor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Karena meskipun telah mengikuti panduan yang ada, bukan jaminan jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna.

"Jangan capek mendoakan kami yang sedang menunaikan ibadah haji," harapnya. Di samping untuk menunaikan rukun Islam kelima, para jamaah juga diharapkan mampu merengkuh titel sebagai haji yang mabrur. "Ini penting demi kebaikan diri, keluarga, masyarakat bahkan bangsa Indonesia karena para penduduknya memiliki perilaku yang baik," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Anti Hoax Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta H Saefullah melepas parade ribuan pesilat Betawi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (7/8) pagi. Dengan mengenakan pangsi, H Saefullah yang juga Sekda DKI Jakarta mendukung silaturahmi akbar bertema Lebaran Pendekar Betawi 2016 yang diselenggarakan Asosiasi Silat Tradisi Betawi (Astrabi), forum baru bagi komunitas pesilat Betawi.

“Ratusan aliran silat Betawi ini harus dilestarikan. Even ini diharapkan memotivasi perkembangan dunia persilatan di tanah Betawi,” kata H Saefullah yang didaulat sebagai Ketua Pembina Astrabi.

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016

Silaturahmi akbar ini diikuti sedikitnya 5000 pesilat dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, bahkan Banten. Mereka berasal dari sedikitnya 250 perguruan silat yang mendaftarkan diri kepada pihak panitia.

Bupati Tegal

“Saya sendiri membawa sebelas anggota sanggar dari Pondok Pinang,” kata Abdul Khotib, asisten pelatih Perguruan Silat Putra Beksi Kebayoran Lama (PS Purbakala), Ahad (7/8) siang.

Sementara Jali, salah seorang pelatih PS Purbakala mengapresiasi even Lebaran Pendekar Betawi 2016. Ia melihat peningkatan jumlah perguruan aliran Beksi pada daftar hadir peserta di even ini.

Bupati Tegal

Alhamdulillah, aliran Beksi berkembang pesat. Meskipun Beksi banyak cabangnya, mereka semua berasal dari satu pohon,” kata Jali yang datang bersama lima anggotanya dari Kampung Duku Gandaria, Kebayoran Baru.

Lebaran Pendekar Betawi 2016 ini diisi dengan parade ribuan pesilat, demonstrasi jurus, main sambut, permainan golok, dan penyerahan apresiasi kepada para guru sepuh silat Betawi. Tampak hadir sesepuh Betawi H Eddie M Nalapraya dan H Tatang Hidayat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Hadits, Anti Hoax Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta

Jakarta, Bupati Tegal. Dalam menyongsong puncak haul (6-7/4) mendatang, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Cirebon (BPC) menggelar masa kesetiaan anggota (Makesta) bersama di Jalan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis-Jumat (28-29/3).



Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta

Sedikitnya 150 pelajar mengikuti makesta bersama. Mereka terdiri dari pelajar MANU Putri BPC, MANU Putra BPC, MTsNU Putra 1 BPC, MTsNU Putra 2 BPC, MTsNU Putri 3 BPC, dan SMK NU Mekanika BPC.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Putri Hidayani kepada Bupati Tegal per telepon, Kamis (28/3). Makesta bersama berlangsung selama dua hari yang diakhiri dengan pembaiatan. 

“Peserta akan membahas sejumlah materi, antara lain manajemen kepemimpinan, manajemen keorganisasian, ke-NUan, ke-IPPNUan, ke-IPNUan, dan materi Ahlussunah Waljamaah,” ungkap Putri Hidayani.

Dalam membahas sejumlah materi itu, para pelajar Buntet Pesantren dipandu oleh KH Wawan Arwani, Ahmad Ropahan, KH Tubagus Rifqy Chowas, Salman Alfarisi, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon Putri Hidayani, dan Ketua PC IPNU Kab Cirebon, tambah Putri.

Bupati Tegal

Setelah pelantikan dan rakercab pengurus PC IPPNU-IPNU Kabupaten Cirebon Sabtu-Ahad lalu (23-24/3), “Kami tidak mau menunggu lama untuk segera bergerak terutama dalam tugas utama, kaderisasi selain program lainnya,” kata Putri.

Usai makesta di Buntet Pesantren, kami masih harus merambah ratusan sekolah lain di Kabupaten Cirebon, pungkas Putri.

Bupati Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Lebaran dan Ketupat

Ada beberapa tradisi penting yang tidak tampak dalam kebudayaan masyarakat Arab, seperti tradisi lebaran dan ketupat. Jika ada yang mengatakan ini bid’ah atau hal baru, memang benar namun bid’ah hasanah, hal baru yang baik dan merupakan manifestasi dari nilai-nilai Islam.

Pertama, istilah lebaran berasal dari bahasa Jawa "lebar" yang artinya bebas, selesai, atau rampung. Istilah ini merupakan pengalihbahasaan yang baik dan substansial dari istilah bahasa arab "idul fitri". Para ulama terdahulu sangat jitu dalam mengajarkan ajaran-ajaran inti Islam. Lebih dari sekedar alih bahasa, bahkan para ulama penyebar Islam memakai istilah lebaran untuk menerjemahkan "idul fitri" ke dalam tradisi setempat yang baik bahkan sesuai dengan ajaran inti Islam.

Setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh lalu ditambah zakat fitrah maka akan mendapatkan "idul fitri" atau biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih umum "kembali kepada kesucian".

Lebaran dan Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebaran dan Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebaran dan Ketupat

Dijelaskan, bagi umat Islam yang telah menjalankan puasa dengan baik dan benar akan diampuni dosanya yang telah lalu bahkan dosa yang akan datang jika ia konsisten memelihara ibadah yang telah dijalaninya di bulan Ramadhan. Lalu zakat fitrah berupa 3,5 liter atau 2,5 kg beras atau berupa uang yang diperuntukkan bagi mereka yang mendapati malam lebaran dan mempunyai bersediaan makanan untuk esok hari adalah prasyarat agar umat Islam yang telah lebur dosanya itu agar kembali kepada kesucian, fitrah atai fitri, sebagaimana bayi yang baru lahir.

Nah, dosa-dosa yang diampuni barusan hanyalah dosa hamba dengan Tuhannya, tidak dengan sesama manusia. Dalam Islam, jika dosa yang telah dilakukan oleh manusia itu berkaitan dengan manusia lain, ada kewajiban untuk meminta maaf dan ampunan kepada sesama manusia dan merampungan persoalan keperdataan jika ada.

Di sinilah posisi lebaran. Para ulama penyebar Islam menambahkan, agar benar-benar idul fitri, lebaran, terbebas dari dosa-dosa, umat Islam harus mengujungi saudaranya untuk saling bermaaf-maafan dan menyelesaikan semua sengketa. Inilah yang menyebabkan tradisi lebaran begitu hidupnya di Indonesia. Selain memang, tradisi saling kunjung, saling merasa bersalah, basa basi, tukar menukar makanan, dan seterusnya telah akrab dijalani oleh bangsa Indonesia. Di Timur Tengah dan di beberapa negara yang dihuni umat Islam hari raya Idul Fitri tidak dipertingati dengan hal serupa, dengan kata lain tidak ada tradisi lebaran di sana.

Bupati Tegal

Kedua, tradisi ketupat. Ketupat adalah sejenis lontong, yakni beras dalam balutan anyaman daun kelapa, lontar atau blarak yang direbus menjadi nasi liwet yang kempal. Orang Jawa dulu biasa membuat ketupat untuk keperluan mapag sri atau pesta panen padi. Ketupat sebagai bagian dari persembahan untuk dewi Sri yang empunya padi. Di beberapa tempat di dataran tinggi Jawa, ketupat ada dalam upacara kematian anak tersayang. Ketupat diberi bumbu secukupnya dan dibagikan kepada tetangga terdekat. Nah, para ulama pendahulu melestarikan tradisi ketupat ini dengan memasukkan ajaran inti Islam.

Pesta ketupat diadakan seminggu setelah lebaran. Dijelaskan, umat Islam yang menjalankan puasa sunat selama enam hari terhitung satu hari setelah lebaran maka ia akan mendapatkan pahala puasa selama satu tahun lamanya. Orang yang melaksanakan puasa enam hari ini tergolong mulia dan istimewa. Di saat umat Islam yang lain bersenang-senang dan melampiaskan dendamnya dengan memakan apa saja karena di siang hari bulan Ramadhan semua makanan dilarang, ia malah berpuasa. Nah sebagai penghargaan terhadap hamba mulia ini, pada hari kedelapan lebaran para ulama pendahulu menganjurkan umat Islam yang lain membuat ketupat dan membagi-bagikannya kepada tetangga terdekat dan menjadilah ketupat sebagai bagian dari tradisi lebaran.

Kenapa ketupat dan bukan lontong yang nikmatnya tidak jauh berbeda? Ketupat mempunyai keistimewaan yakni lebih tahan lama sehingga bisa dibagi-bagikan kepada tetangga dan sanak kerabat jauh sekalipun. Ketupat biasa mempunyai pasangan bernama lepet, yakni makanan dari ketan yang dibumbuhi kemudian dibalut dengan lontar dalam bentuk prisma segi tiga lonjong. Lepet berasal dari bahasa Jawa "lepat" yang artinya kesalahan. Membagi ketupat dan lepet adalah simbul salaing memaafkan segala kesalahan.

Demikianlah. Ada banyak usaha yang ditempuh oleh para ulama terdahulu untuk memasukkan ajaran-ajaran inti Islam -yang sesungguhnya tidak banyak berbeda dengan agama-agama lain- ke dalam tradisi yang telah berlaku, sembari secara perlahan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalamnya. Bisa dilihat dalam tradisi selamatan, tingkeban, babaran, pasaran, pitonan, dan seterusnya.

Bupati Tegal

Kita bersyukur, berbagai tradisi itu masih lestari dan menjadi bagian dari masyarakat sampai sekarang. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Anti Hoax, Olahraga Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan perlunya penyelarasan antara keislaman dan keindonesiaan. “Kita harus memberi penyadaran kepada lingkungan ummat untuk menerima keindonesiaan apa adanya seperti menerima Islam apa adanya,” katanya dalam Temu Wicara dengan Muslimat NU, Kamis malam.

Diakuinya bahwa sebagian warga negara Indonesia memang belum bisa menerima konsep keislaman dan keindonesiaa sebagai satu kesatuan. “Banyak orang yang beranggapan menjadi Islam yang baik berbeda dengan menjadi warga negara yang baik,” tandasnya.

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras

Hal ini telah menimbulkan standard ganda dalam konsep berfikir masyarakat. Beberapa orang, katanya, sangat meninggikan hukum Islam tanpa mengindahkan hukum yang tertera dalam UUD 1945. Sedangkan sebagian yang lain bertindak sebaliknya.

Kondisi itu, menurut dia, dapat menimbulkan gesekan apabila masing-masing pihak saling memaksakan kehendak. "Jadi kuncinya bagaimana memahami dua konstitusi tersebut," katanya.

Pemahaman kedua konstitusi itu, menurut Jimly, harus dipahami sebagai proses yang tidak terpisahkan untuk menciptakan warga negara Indonesia yang beragama. "Ibaratnya hukum Islam di tangan kanan, konstitusi di tangan kiri," kata Jimly menambahkan.

Bupati Tegal

Sikap Nahdlatul Ulama yang telah menegaskan kesetiaannya kepada bentuk NKRI dan Pancasila patut menjadi contoh untuk kemajuan bersama. Menjadi umat Islam yang baik bisa juga berarti menjadi warga negara yang baik..

Ia sangat menyesalkan upaya dari sekelompok kecil orang yang berusaha memaksakan keyakinannya dan merasa benar sendiri meskipun hanya masuk “pesantren kilat”, mengutip apa yang dikatakan oleh KH Hasyim Muzadi dalam temu wicara dengan MK sebelumnya. “Habis energi kita untuk mengurusi yang begini-begini. Minimal citra kita keburu negative,” tuturnya.

Hubungan yang harmonis antara umat Islam dengan aturan perundang-undangan digambarkannya seperti masa kehidupan Rasulullah di Madinah yang menyepakati adanya piagam Madinah sebagai kontrak sosial antar umat beragama dan ketaatan menjalankan perintah Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul. (mkf)

Bupati Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, PonPes, Anti Hoax Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, Bupati Tegal
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Anti Hoax Bupati Tegal

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Minggu, 31 Desember 2017

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir

Tahun 630 masehi merupakan tahun mencekam bagi kaum musyrikin Quraisy di Makkah. Perjanjian Hudaibiyah yang mereka rusak dengan sendirinya mengakhiri kesepakatan genjatan senjata dengan kaum Muslimin di Madinah. Kini sepuluh ribu pasukan dari Madinah telah siap menyerbu Makkah.

Abu Sufyan, pemimpin tertinggi musyrikin Quraisy, adalah orang yang paling diresahkan dengan kondisi ini. Ia sadar kekuatan umat Islam berubah luar biasa dahsyat dibanding 10 tahun lalu. Rencana memperbaiki pelanggaran berat atas perjanjian itu pernah ia upayakan, tapi gagal.

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir

Benar bahwa semua orang kafir Quraisy dilanda ketakutan. Tapi Abu Sufyan pastilah orang yang paling terpukul. Di kalangan masyarakat kota suci, dia adalah bangsawan terhormat. Wibawanya menjulang tinggi. Sehari-hari ia dielu-elukan sebagai tokoh yang gagah berani. Nah, di depan kekalahan peristiwa fathul makkah (pembebasan Kota Makkah) serentetan nama besarnya musnah. Sekarang Abu Sufyan tak hanya takut melainkan wajah mulianya juga serasa diinjak-injak.

Bupati Tegal

Rupanya Rasulullah peka dengan suasana batin Abu Sufyan. Pidato Rasulullah di hadapan penduduk Makkah menyebut nama dedengkot pasukan musuh tersebut. “Barangsiapa masuk ke dalam Masjidil Haram, dia akan dilindungi. Barangsiapa masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, dia akan dilindungi,” tegasnya.

Alangkah bahagianya Abu Sufyan mendengar pengumuman ini. Tak tanggung-tanggung, Rasulullah seolah menyejajarkan rumahnya dengan Masjidil Haram. Mungkin karena sebab inilah Abu Sufyan tak lagi canggung memeluk Islam.

Bupati Tegal

Sejak saat itu satu-persatu keluarga Abu Sufyan pun mengikuti jejaknya menjadi muallaf. Bahkan anaknya, Muawiyah bin Abu Sufyan, beberapa saat kemudian diangkat oleh Nabi sebagai salah seorang pencatat wahyu. Tak ketinggalan, masyarakat Quraisy yang dulu di bawah kekuasaan Abu Sufyan pun beramai-ramai menyatakan keislamannya.

Para sejarawan mencatat, fathul makkah merupakan peristiwa monumental yang muncul dalam sejarah umat Islam tentang etika peperangan. Kekuatan politik yang mapan sama sekali tak menggerakkan hati Nabi untuk menjadikannya sebagai momen pelampiasan dendam. Hasilnya, pertumpahan darah tak terjadi dan kejayaan umat Islam pun semakin gemilang. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Anti Hoax, Hadits Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat gelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII dengan tema Meneguhkan Prestasi Menuju Jawa Barat Bermanfaat, Jumat-Ahad (28-30/7), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa, Tasikmalaya, Jawa Barat.?

Kegiatan ini di buka dengan apel dan deklarasi pengukuhan Pancasila sebagai bentuk penanaman dan penguatan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Kiai Busyrol Kariem tegaskan bahwa kegiatan ini adalah catatan paling terbesar yang di selenggarakan disini.?

"Ini adalah catatan yang paling terbesar di Pondok Pesantren Haurkuning, ini adalah cita-cita orangtua saya, dengan menancapkan dan memancarkan NU disini," ujar Kiai Busyrol Kariem di awal sambutan.?

"Sebagaimana rahasia umum dari orang tua saya, bahwa warga pondok pesantren haurkuning harus menjadi NU," lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning.

Bupati Tegal

Masih dalam kegiatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning Kiai Busyrol Kariem yang meneruskan perjuangan ayahnya Kiai Saefudin Zuhri, menjelaskan mengenai keberadaan pesantren yang berpengaruh dalam perjuangan menegakkan aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah.?

Bupati Tegal

"Pelajar adalah pewaris para ulama, dan para ulama adalah penerus perjuangan para nabi. Ruhnya pesantren adalah perjuangan yang paling kokoh untuk menegakkan ahlusunnah wal jamaah," tegasnya memaparkan.?

"Perlu kita kaji bersama bahwa bangsa Indonesia, akan kurang ajar kalau menerima islam tanpa mengingat jasa ulama. Pondok pesantren adalah pengawal dari ilmu-ilmu para ulama," tandasnya diakhir sambutan.?

Senada yang di sampingan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning, Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Amin Fajri, mengatakan bahwa IPNU Jawa Barat akan berkomitmen mengawal nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jamaah. Dan juga menjadikan pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

CBP-KPP IPNU-IPPNU Al-Abror Gelar Diklatama

Pamekasan, Bupati Tegal - Dewan Koordinasi Pondok Pesantren Corp Brigade Pembangunan dan Korp Pelajar Putri (DKPP CBP-KPP) Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Al-Abror Desa Blumbungan, Larangan, Pamekasan sukses mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Kader Pertama (Diklatama) CBP-KPP.

Acara yang dilaksanakan terpisah guna menghormati budaya pesantren itu digelar selama tiga hari mulai tanggal 25 hingga 27 November 2016.

CBP-KPP IPNU-IPPNU Al-Abror Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)
CBP-KPP IPNU-IPPNU Al-Abror Gelar Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)

CBP-KPP IPNU-IPPNU Al-Abror Gelar Diklatama

Hadir memberikan pelatihan dalam acara yang dipusatkan di lapangan Pesantren Al-Abror tersebut DKW CBP dan KPP PW IPNU-IPPNU Jawa timur, Ketua PC GP Ansor Pamekasan Fathurrahman, Kapolsek dan Danramil Larangan, Ketua Majlis Alumni IPNU Pamekasan Salman Al-farisi, Ketua PC Rijalul Anshor Pamekasan Mahrus Miyanto, Ketua PC IPNU-IPPNU Pamekasan Kadarisman, DKC CBP-KPP Pamekasan dan sejumlah tokoh dan senior IPNU-IPPNU lainnya.

Bupati Tegal

Wakil Komandan DKW CBP PW IPNU Jawa Timur Amru Khairussoni saat ditemui di lapangan, mengatakan sangat bangga atas semangat dan antusiasme para santri Al-Abror dalam mengikuti acara Diklatama CBP-KPP.

"Saya sangat bangga pada para santri di sini atas semangatnya dalam berjuang melalui organisasi pelajar NU, hingga mampu menggelar Diklatama sendiri. Diklatama di Pondok Pesantren Al-Abror ini insya Allah merupakan Diklatama CBP-KPP untuk tingkat DKPP (Dewan Koordinasi Pondok Pesantren) pertama di Indonesia", tegas Soni, sapaan akrab Wakil Komandan DKW CBP Jawa Timur itu didampingi Komandan DKC CBP Pamekasan Imam Masduqi dan Komandan DKAC CBP Larangan Suherman.

Bupati Tegal

Diterangkan, tujuan Diklatama CBP-KPP ialah dalam rangka membentuk watak pengabdian terhadap lingkungan dan masyarakat, membangun watak dengan mengembangkan nilai-nilai pengabdian pada kegiatan kemanusiaan, menambah wacana tentang wawasan kebangsaan.

"Selain itu, memahami ajaran Ahlussunnah wal-Jamaah, memahami eksisitensi IPNU, memahami CBP, dan memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi," papar Toni.

Untuk mewujudkan hal itu, materi Diklatama terdiri dari Aswaja, ke-IPNU-an, ke-CBP-an, PBB, Orientasi alam bebas, dan Wawasan Wiyata Mandala.

Ditemui terpisah di kediamannya, Pengasuh Pondok apesantren Al-Abror K Syatibi Sayuthi mengaku sangat bersyukur atas semangat anak didiknya dalam mengembangkan segala potensi yang ada di pesantrennya.

"Alhamdulillah saya bersyukur anak-anak antusias dalam mengikuti berbagai kegiatan yang ada di pesantren baik intra maupun ekstra. Semoga Al-Abror ini ke depan akan terus mampu mencetak kader-kader potensial yang Aswajais dan Pancasilais", pungkas kiai muda yang masih lajang tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Hadits, Anti Hoax Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU

Jakarta, Bupati Tegal. Selain menetapkan ketua umum yang baru, Rapat Pleno Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (18/3) kemarin juga membahas rencana kembalinya PMII menjadi salah satu badan otonom NU. Para alumni telah sepakat PMII kembali ke NU.

“Prinsipnya kita sepakat kalau PMII kembali menjadi bagian dari NU, karena PMII adalah kader ideologis NU,” kata Wakil Sekjen IKA-PMII Adnan Anwar dihubungi Bupati Tegal, Kamis (19/3).

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU

Ditegaskan, bahwa PMII akan kembali menjadi badan otonom, bukan lembaga atau lajnah NU. “Statusnya nanti PMII tetap otonom. Beberapa ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan sendiri oleh PMII dalam Kongres. Yang penting masuk dulu (kembali menjadi bagian resmi NU: Red),” kata Adnan.

Bupati Tegal

Ditambahkan, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan tiga pihak, yakni IKA-PMII, PB PMII danTim Kaderisasi PBNU untuk membahas persiapan lebih lanjut.

Bupati Tegal

Dihubungi terpisah Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pertemuan dengan IKA-PMII dan PB PMII untuk membahas secara teknis masuknya kembali PMII ke dalam NU, terutama berkaitan dengan AD/ART NU yang akan dibahas dalam Muktamar NU di Jombang, awal Agustus 2015 nanti.

Menurutnya, pasal kembalinya PMII menjadi badan otonom NU dalam Muktamar nanti akan dibahas oleh komisi organisasi dan ditetapkan dalam Sidang Pleno. “Dalam draft sudah kita masukkan, tinggal disepakati di Muktamar,” kata KH Masyhuri yang juga anggota tim perumus materi komisi organisasi Muktamar NU.

PMII didirikan pada 1960 sebagai badan otonom NU yang beranggotakan para mahasiswa NU di berbagai perguruan tinggi. PMII didirikan oleh para tokoh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai kelanjutan jenjang kaderisasi NU. Pada 1972 dalam suasana tekanan politik Orde Baru PMII menyatakan independen dari NU.

Lalu pada 1991, beberapa tahun setelah NU lepas dari politik praktis, PMII mengumumkan ‘interdependensi’ yang berarti “mempunyai persamaan-persamaan dalam persepsi keagamaan dan perjuangannya, visi sosial dan kemasyarakatan,dan mempunyai ikatan historis dengan NU”, namun belum menjadi badan otonom NU. Jika ditetapkan kembali sebagai badan otonom NU pada Muktamar ke-33 di ‘Ibukota NU’ Jombang, maka PMII akan mencatatkan sejarahnya yang baru. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

Surabaya, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) Jawa Timur melangsungkan sarasehan sastra dan budaya bertema "Fikih, Seni dan Sastra" di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/9), dengan menghadirkan KH Abdurrahman Nafis dan Muhammad Al-Fayyadl sebagai narasumber dan Riadi Ngasiran sebagai moderator.

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Sejarah, Fiqih dan Seni Tidak Terpisahkan

KH Abdurrahman Nafis, mengemukakan bahwa dalam sejarahnya, sastra sering menjadi bagian tidak terpisahkan bagi awal dikenalkannya Islam. "Dan Nabi Muhammad dengan mukjizat yang diterimanya berupa al-Quran, telah mampu mengalahkan karya sastra masyarakat Arab saat itu," katanya.

Para pemimpin Quraisy saat itu, yakni Umar bin Khattab serta Amr bin Hisyam dibuat tidak berdaya dengan kandungan ayat Al-Quran. "Bahkan, Umar bin Khattab bisa terenyuh saat putrinya, Siti Hafshah membaca ayat al-Quran, sehinggga berkenan menjadi muslim," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Bupati Tegal

Kiai Nafis, sapaan akrabnya, kemudian menggambarkan bagaimana awal mula islamisasi di Indonesia yang lebih menggunakan cara damai, termasuk dengan menggunakan seni sebagai media dakwahnya.

"Para Wali Songo telah berhasil mengislamkan khususnya masyarakat Jawa lewat pendekatan seni," terangnya. Lahirnya seni wayang, tembang dan syair dengan tema agama sebagai bukti bahwa seni demikian menjadi media yang sangat efektif untuk mengenalkan Islam kepada masyarakat, lanjutnya.

Bupati Tegal

Sebelumnya, masih menurut Direktur PW Aswaja NU Center Jatim ini, para ulama pengarang kitab telah menemukan disiplin ilmu yang membahas tentang kaidah sastra lewat ilmu balaghah, arudh, dengan berbagai varian yang dimiliki.

Pertemuan antara fikih dan sastra akhirnya melahirkan definisi dan batasan yang menjelaskan tentang seni islami. "Ada 4 batasan yang telah digariskan para fuqaha terhadap seni," kata Kiai Nafis yang juga dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pertama adalah, seni yang dilahirkan tidak memgandung kemusyrikan. "Yang kedua, seni islami adalah yang tidak mengandung maksiat," katanya. Sedangkan ketiga adalah jangan sampai menimbulkan fitnah, dan terakhir yakni seni harus mengandung amar makruf nahi munkar, imbuhnya.

Sering Terjadi Ketegangan

Muhammad Al-Fayyadl justru mencatat akhir-akhir ini sering terjadi ketegangan di akar rumput antara santrawan dan para fuqaha. "Bahkan pernah saya saksikan, pagelaran seni di salah satu kampung justru dihentikan lantaran dianggap tidak islami," kata alumnus Master "Philosophie et Critiques Contemporaines de la culture" Université Paris VIII, Prancis tersebut.

Padahal di awal Muktamar NU, para kiai sangat terbuka dengan masalah kesenian. "Ini mengisyaratkan bahwa hubungan antara kesenian dan agama menduduki porsi terpenting dalam perhatian ulama," kata Gus Fayyadl, sapaan akrabnya.

Dalam perjalanannya, kendati persoalan kesenian kontemporer kemudian kerap menjadi bahasan dalam forum bahtsul masail NU, tapi dalam pandangan dosen UGM ini, rumusannya secara konseptual masih jauh dari komprehensif dan meyakinkan.

Kedua narasumber sepakat bahwa harus selalu dilakukan dialog terbuka antara para pegiat seni dengan aktifis bahtsul masail agar ditemukan titik temu bagi sejumlah permasalahan seni mutaakhir yang tentunya sarat dengan dinamika dan inovasi. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Kyai Bupati Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

GP Ansor Pringsewu Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi Organisasi

Pringsewu, Bupati Tegal

Dalam rangka memaksimalkan roda organisasi, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu hal yang paling krusial untuk ditata ulang. Sebab suksesnya perekonomian suatu organisasi maka akan menjadi pemicu suksesnya program-program yang akan dikerjakan. Bahkan dalam lingkup negara, roda pemerintahan akan dikatakan berjalan dengan baik jika perekonomiannya berjalan dengan baik juga.

Memandang hal itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu mulai memfokuskan diri menata ulang program pemberdayaan ekonomi organisasi.

GP Ansor Pringsewu Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Fokuskan Pemberdayaan Ekonomi Organisasi

Ditemui di kediamannya, Selasa sore (2/1/2016), Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pringsewu, M Sofyan mengatakan bahwa salah satu pekerjaan rumah (PR) yang sampai dengan saat ini belum ada solusi yang tepat terkait masalah pemberdayaan ekonomi organisasi.

Ia menambahkan bahwa organisasi di bawah kepemimpinannya ini telah berupaya keras untuk mencari, menggali, dan menindaklanjuti segala kemungkinan yang bisa dijadikan solusi untuk mengatasi problematika perekonomian anggotanya, namun hasilnya belum maksimal.

"Kami sudah berupaya keras mencari solusi agar bagaimana pemberdayaan ekonomi di Ansor Kabupaten Pringsewu ini bisa optimal. Oleh karena itulah, saya beserta sahabat-sahabat yang lain mencoba untuk melakukan pendataan kualifikasi anggota sehingga nantinya dapat kami carikan solusinya terkait tingkat kualifikasi yang mereka miliki," ujar Sofyan.

Bupati Tegal

Beberapa bentuk nyata yang sudah dilakukan GP Ansor Pringsewu dalam rangka mengoptimalkan pemberdayaan anggotanya adalah melalui bidang pendidikan, yaitu dengan cara membuka Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bela Bangsa. Para anggota yang mempunyai kualitas dan kapasitas di bidang pendidikan, dapat dioptimalkan untuk mengelola LKP tersebut.

Selanjutnya di Bidang Keagamaan, Seni dan Budaya, mereka yang mempunyai kemampuan dalam berdakwah, bersyiar dan suka dengan musik hadroh, dioptimalkan melalui Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor.

Bupati Tegal

Dibidang kaderisasi, para anggota juga dioptimalkan melalui pelatihan-pelatihan baik yang bersifat keorganisasian maupun kewirausahaan sebagai modal ilmu untuk mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi organisasi.

Yang paling terbaru adalah rencana pembukaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Mini bernama PERTAMINU. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, M Sofyan membenarkan perihal pembukaan SPBU Mini dan sudah membahasnya dengan beberapa pengurus yang lain terkait hal tersebut.

"Dibidang Ekonomi, saat ini kami sedang mengkaji rencana pembukaan SPBU Mini yang akan kami buka di Kecamatan Ambarawa sebagai percontohan. Percontohan di sini maksudnya adalah kami akan menjadi Kecamatan Ambarawa sebagai barometer layak dan tidaknya untuk membuka SPBU Mini ini," tuturnya.

Kebetulan disana (Kecamatan Ambarawa), imbuhnya, sudah ada lokasi dan petugas yang nanti kami siapkan untuk mengelolanya. Sekarang tinggal mengkaji besaran pengadaan alat, sistem pengelolaan dan lain-lain. Jika prospeknya bagus, maka tidak menutup kemungkinan akan kami upayakan untuk dibuka di Kecamatan-Kecamatan yang lain sehingga setiap PAC nantinya akan mengelola satu SPBU Mini.

M Sofyan berharap dengan adanya SPBU Mini tersebut, program pemberdayaan ekonomi anggota dapat teratasi sehingga mereka dapat bersemangat dalam berjuang dan berkhidmat di Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Nasional Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur

Malang, Bupati Tegal. Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang, Pujiono menyatakan bahwa KH Masjkur, tokoh nasional asal malang layak menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, kelayakan itu ditinjau dari segi peran kesejarahannya yang sangat besar, baik saat perjuangan fisik melawan Belanda maupun perjuangan pergerakan nasional di era revolusi.

Lebih jauh ia menyatakan, pentingnya penggalian kembali sejarah Indonesia di awal revolusi. Karena ia menyayangkan kenyataan sejarah saat ini, bahwa masih banyak tokoh-tokoh yang memegang peranan penting tetapi belum tercatat dalam sejarah.

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur (Sumber Gambar : Nu Online)
Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur (Sumber Gambar : Nu Online)

Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur

“Kita tahu, sejarah tidak mencatat dengan baik peranan para ulama dalam perjuangan Indonesia. Sehingga mereka menjadi para pejuang yang besar jasanya tapi mastur (tersembunyi). KH Masjkur adalah salah satu contohnya,” kata Pujiono kepada Bupati Tegal, Senin (18/5).

Bupati Tegal

Pujiono mengatakan, dirinya menilai KH Masjkur memiliki jasa besar setidaknya dalam hal jihad membela tanah air dari tangan penjajah. Inilah jihad dalam makna sesungguhnya.

Bupati Tegal

“Resolusi Jihad itu siapa yang menyangkal itu bukan jihad? Itulah Jihad dalam arti yang sebenarnya, yakni jihad dalam arti melepaskan tanah airnya dan umat Islam dari tangan penjajah. Kiai Masjkur berperan di dalamnya dengan memimpin laskar Sabilillah,” katanya.

Dia menjelaskan, perlu dicatat disini bahwa Kiai Masjkur menjadikan desanya sebagai salah satu pusat pertahanan pasukan Hizbullah dan Sabilillah, baik dalam melawan agresi militer Belanda I dan II. Malang adalah benteng pertahanan terakhir saat terjadi agresi militer Belanda I dan II. “Jika menyebut malang sebagai benteng pertahanan, maka maksudnya adalah Singosari, di mana di sana ada KH Masjkur,” tambahnya.

Namun demikian, Pujiono juga menghendaki kajian sejarah yang lebih mendalam tentang peran perjuangan KH Masjkur ini.

“Kami setuju bahwa Kiai Masjkur layak jadi pahlawan. Tapi ini tidak bisa serta-merta demikian, melainkan membutuhkan kajian ulang yang lebih mendalam,” pungkasnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Kyai, Anti Hoax Bupati Tegal

Sejarah Tercetusnya Fatwa Ciremai

Tradisi bahstul masail di kalangan ulama dan kiai Nusantara ternyata sudah berjalan jauh sebelum Jamiyyah NU ini berdiri (1926). Meski dalam skala yang lebih kecil dan sederhana, forum semacam musyawarah di antara para kiai untuk memutuskan status hukum suatu masalah yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat muslim Nusantara sudah sekian lama ditempuh para kiai kendati tidak membawa nama institusi tertentu.

Salah satu fatwa yang sudah lahir jauh sebelum NU terbentuk, tepatnya ketika warga pribumi Nusantara sedang gencar-gencarnya mengalami tekanan dan eksploitasi dari penjajah Belanda tahun 1880-an ialah “Fatwa Ciremai”. Dinamai fatwa Ciremai karena lokasi musyawarah yang melibatkan beberapa kiai Jawa Barat dan Jawa Tengah wilayah pesisir utara tersebut dilaksanakan di puncak Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat. Mereka yang terlibat mencetuskan fatwa Ciremai ini adalah KH Abdul Jamil (Ayahanda Kiai Abbas Buntet Pesantren, wafat 1919 M), Kiai Shaleh Banda, Kiai Said Gedongan (Cirebon) dan Kiai Sholeh Darat Semarang.

Fatwa Ciremai yang diinisiasi oleh KH Abdul Jamil dari Buntet pesantren, ini dimaksudkan terutama untuk mengantisipasi Dutch Islamic Policy atau kebijakan Belanda mengenai Islam. Pemerintahan kolonial Belanda melalui kebijakan tersebut memiliki tujuan hendak melumpuhkan gerakan perjuangan yang dikobarkan kalangan pesantren, setelah sebelumnya strategi Belanda dalam menghadapi berbagai perlawanan kaum santri di beberapa daerah cukup menguras anggaran dana.

Sejarah Tercetusnya Fatwa Ciremai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tercetusnya Fatwa Ciremai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tercetusnya Fatwa Ciremai

Melalui siasat Dutch Islamic Policy, Belanda berupaya memecahkan persatuan di kalangan ulama, haji, santri, pedagang dan masyarakat umum dengan menumbuhkan perbedaan-perbedaan berlatar belakang sentimen keagamaan, kedaerahan, suku dan adat secara tajam. ? Taknik ini mulai dilaksanakan tahun 1889, di mana selaku policy maker-nya adalah Snouck Hurgronje.?

Menghadapi penjajah Belanda dengan segala bentuk rekayasanya, khususnya Dutch Islamic Policy, para kiai tetap konsisten dan konsekuen tak mau bergeser sedikit pun dari sikap final non-cooperative. Tidak mau bekerja sama adalah bentuk sikap final para kiai terhadap setiap penjajah.?

Di antara hasil keputusan musyawarah Ciremai adalah:

Menggalangkan umat Islam untuk tidak menjadi pegawai kolonial Belanda. Hukumnya haram menjadi pegawai Belanda.Menolak budaya Belanda/Barat dalam mengganjal timbulnya golongan priyayi yang dididik kehidupan Barat. (hukumnya haram meniru busana Barat).Untuk mengganjal terbentuknya sekte adat, pengenbangan tarekat digalakkan.Setelah pemerintah kolonial Belanda mengetahui isi fatma Ciremai dan bahaya-bahaya yang akan timbul akibat fatwa tersebut terhadap kewibawaan dan kemapanan pemerintahannya, buru-buru mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang hadir bermusyawarah di gunung Ciremai. KH Abdul Jamil, Kiai Sholeh Banda, Kiai Manshur, Kiai Said Gedongan dan Kiai Sholeh Darat Semarang ditangkap Belanda dan dijatuhi hukuman kerja paksa membetulkan jalan disaksikan masyarakat. (M Haromain).

Bupati Tegal



. Disarikan dari: ? Ahmad Zaini Hasan, Perlawanan dari Tanah Pengasingan: Kiai Abbas, Pesantren Buntet dan Bela Negara, LKiS: 2014

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Pacitan, Bupati Tegal - Puluhan pelajar di Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan mengikuti kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)? Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di SMK Hasyim Asyari Tegalombo, Senin (26/12). Mereka mengikuti rekrutmen pelajar NU di sela liburan panjang sekolah.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sahir membuka makesta kali ini.

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Pelajar Tegalombo Ikuti Rekrutmen Keanggotaan IPNU-IPPNU di Tengah Liburan

Sahir yang juga Kepala SMK Hasyim Asyari menyampaikan bahwa sekolah yang berada di bawah naungan LP Maarif NU berkomitmen menjadikan IPNU-IPPNU sebagai organisasi unggulan dan terdepan dalam menaungi para pelajar.

Menurutnya, IPNU-IPPNU merupakan organisasi basis intelektual dan organisasi kader yang ada di sekolah sehingga keberadaanya perlu disambut dengan baik.

Bupati Tegal

Ketua IPPNU Pacitan Dian Wahyu Putri mengatakan, dua poin penting dalam mengemban amanah sebagai pelajar NU adalah basis pengkaderan dan kualitas kader.

Bupati Tegal

"Yang menjadi catatan penting bagi peserta dan seluruh kader IPNU-IPPNU Pacitan yang hadir ini agar bagaimana mengubah pola pikir dan tindakan sebagai pelajar NU yang bukan hanya mengikuti tren masa kini. Namun mereka harus mampu berpikir dan bertindak dengan segala dasar intelektual dan pengetahuan yang luas dan tetap berpedoman pada akidah Ahlussunnah wal Jamaah dalam berakidah," katanya.

Ia berharap para peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti proses kaderisasi yang akan berlangsung hingga Rabu (28/12). "Pesan kami jangan pernah melewatkan seluruh materi. Patuhilah seluruh aturan yang telah ditentukan panitia. Selamat berproses, belajar, berjuang, dan bertaqwa," kata Dian. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Makam, Anti Hoax Bupati Tegal

Rabu, 22 November 2017

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (IPS-NU) Pagar Nusa dari berbagai daerah mengusulkan supaya kejuaraan nasional (kejurnas) pencak silat jadi kegiatan rutin. Hal itu mengemuka ketika Bupati Tegal menjaring aspirasi mereka pada kejurnas silat Pagar Nusa 2012, di OSO Sport Center, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/4).

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

Daerah Inginkan Kejurnas Jadi Agenda Rutin

“Kejurnas semacam ini sebaiknya rutin. Kalau bisa, diadakan setahun sekali atau maksimal dua tahun sekali,” ujar pelatih kontingen Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto,” Dengan adanya kejurnas, atlet-atlet Pagar Nusa bisa tampil di ajang-ajang nasional dan internasional,” tambah Harun.

Hal senada juga disampaikan pengurus Pagar Nusa Jawa Timur, ”Berharap setahun sekali diadakan kejurnas sebagai sarana silaturahmi Pagar Nusa seluruh Indonesia. Kalau daerah-daerah lain mengadakan kejurda (kejuaraan daerah, red) Jatim siap mengirimkan tim tamu,” ujar Solahuddin Fathurohman yang membawa kontingennya juara terbaik I.?

Bupati Tegal

Pengurus Pagar Nusa Jawa Barat, Sumatera Barat, Banten juga demikian. Ki Aula Rohman Gozali, pengurus PW Pagar Nusa Jawa Barat terharu dengan kejurnas yang pertama kali diadakan ini.?

Bupati Tegal

“Dengan adanya kejurnas ini, silat-silat yang ada di akar rumput akan terangkum. Juga bisa menggairahkan kembali perguruan-perguruan silat,” tambah ketua perguruan silat Pagar Kencana Jabupaten Garut Jawa Barat.?

Ketua Umum PP IPS Pagar Nusa Fuad Anwar dalam sambutan penutupan festeval Pagar Nusa 2012 menegaskan, akan merekomendasikan kepada kepengurusan yang akan datang supaya kejurnas jadi agenda rutin, lima tahun sekali, atau tiga tahun sekali di tingkat nasional, dua tahun di tingkat daerah, seetahun di tingkat cabang,” tegasnya. ?

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Anti Hoax Bupati Tegal

Senin, 20 November 2017

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo H. Muhajirin Yanis mengatakan, cara beragama masayarakat Islam di Gorontalo secara umum adalah Ahlussunah wal Jama’ah. Mereka melakukan tahlilan, ziarah kubur, tarawih 20 rakaat, sebagaimana dilakukan umat Islam di Nusantara.

Sehingga, kata dia, NU punya peluang besar utuk dikembangkan di daerah tersebut. “Pengembangan NU akan berjalan lancar karena kulturnya sama dengan apa yang menjadi kultur NU,” jelasnya di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis siang (26/5).

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Namun, lanjut dia, dari aspek kelembagaan masih lemah karena sedikit orang yang terlibat dalam struktur itu sendiri. “Kita harapkan dari anak-anak muda yang kemudian akan dewasa untuk ikut membantu,” tambahnya.

Bupati Tegal

Untuk menjembatani masalah itu, PWNU terus membangun komunikasi seperti menggunakan medias sosial. “Kita tentu tidak berharap kumpul semua jika ada acara.”

Bupati Tegal

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tahun 90-an ini menilai, Konsolidasi sudah jalan. Alhamdulillah badan otonom berjalan, terbangun komunikasi cukup bagus, dia ntaranua kegiatan seperti ini adalah komunikasi yang baik. ?

Meski di ujung kepengurusan periode pertama, ia masih memiliki cita-cita unggulan yaitu ingin memiliki kantor PWNU sebagai pusat kegiatan. “Supaya tugas-tugas organisasi berjalan dengan baik, juga sebagai simbol organisasi yang eksis, perlu ada gedung sekretariat, baik wilayah maupun cabang,” jelasnya. ?

Gorontalo sebagai PWNU terbilang baru karena provinsi tersebut dibentuk 15 tahun lalu. Setelah resmi menjadi provinsi, 2 tahun kemudian dibentuk pengurus wilaya dengan ketua Ismet Mileh, periode selanjutnya Karim Pateda. Ketika masih berstatus kabupaten, NU sudah masuk ke Gorontalo sejak tahun 50-an, ketika menjelang Pemilu pertama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Lomba, Anti Hoax Bupati Tegal

Jumat, 17 November 2017

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren

Oleh Erzal Syahreza Aswir

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah ada dari sebelum zaman kemerdekaan. Kehadirannya di bumi Nusantara sebagai wadah mencerdaskan masyarakat Indonesia dalam perspektif agama dan juga nasionalisme. Semangat institusi pendidikan pondok pesantren ini sampai saat ini masih terasa meskipun pendidikan formal sudah banyak didirikan. Pada awal berdirinya, kegiatan pondok pesantren masih sangat sederhana. Berawal dari kegiatan-kegiatan di masjid yang kemudian santri-santrinya didirikan sebuah pondok untuk tempat tinggal.

Dasar konstitusional pendidikan pesantren adalah pasal 26 ayat 1 bab 4 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 1 disebutkan bahwa “Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penanambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat”. (Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Kaledra, Jakarta: 2003, hlm. 19)

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Khazanah dan Beberapa Keunikan Pondok Pesantren

Lembaga pendidikan yang sangat indigenous Nusantara ini memiliki banyak peranan dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Setidaknya ada tiga peran pondok pesantren, yaitu sebagai lembaga dakwah, lembaga pendidikan Islam, dan lembaga pengembangan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, pondok pesantren bermetamorfosis menjadi agen perubahan (agent of change) dan juga agen pengembangan masyarakat. Namun meskipun dengan perubahan yang sedemikian itu, institusi ini tidak meninggalkan tujuan utamanya, yaitu sebagai tafaqquh fid-din atau tempat mempelajari ilmu agama.

Pesantren sudah banyak memberikan bukti nyata terhadap perkembangan zaman, bahkan terhadap kemerdekaan Indonesia. Seperti kita ketahui dalam sejarah bangsa ini bahwa Laskar Hisbullah merupakan kaum santri yang rela mengorbankan nyawanya untuk melawan penjajahan dari bangsa asing. Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari sebagai kiai dalam salah satu pondok pesantren di Jawa Timur pun pernah berfatwa bahwa membela tanah air itu hukumnya wajib bagi setiap warga negaranya. Hubbul wathan minal iman, artinya cinta tanah air merupakan sebagian dari iman.

Bupati Tegal

Belum diketahui jelas pada tahun berapa pondok pesantren menjadi pusat belajar agama di Indonesia. Alwi Shihab menegaskan bahwa Syaikh Maulana Malik Ibrahim adalah orang yang pertama kali mendirikan pesantren sebagai tempat mendidik dan menggembleng para santri dalam memahami agama. Agama Islam diperkirakan menyebar ke seluruh Indonesia pada abad ke-15, tetapi diperkirakan sudah ada di Indonesia sejak abad ke-8 melalui pedagang Arab. Sampai pada abad ke-16, agama Islam sudah menyebar ke seluruh Indonesia dan menjadi agama terbesar di Republik ini. Persebaran Agama Islam di Indonesia salah satunya melalui dakwah-dakwah yang dilakukan kiai di Pondok Pesantren.

Saat ini, tak dapat dipungkiri bahwa ada dua kubu lembaga pendidikan dengan corak dan ciri khasnya tersendiri, yaitu pendidikan umum dan pendidikan pondok pesantren. Secara eksistensi, pendidikan umum lebih unggul dari pondok pesantren lantaran pendidikan umum mendapat legalitas yang jelas dari pemerintah, sedangkan pondok pesantren terkadang hanya mendapat legalitas dari institusi keagamaan saja.

Jika dibandingkan tentu secara usia pondok pesantren lebih tua daripada pendidikan umum. Pondok pesantren lahir jauh sebelum kemerdekaan, bahkan sebelum penjajahan. Sedangkan pendidikan umum mulai lahir pada zaman penjajahan Belanda. Produk pendidikan yang sengaja dibuat oleh Belanda sebagai politik balas budi dari Van De venter atas jerih payah Bangsa Indonesia melayani Bangsa Belanda. Bukan tanpa sebab Belanda melakukan politik balas budi ini, ada maksud terselubung yaitu agar sumber daya manusia di Indonesia memadahi untuk dipekerjakan oleh Belanda. Ini berarti bahwa pendidikan ciptaan kolonial Belanda ini untuk menghasilkan para pekerja saja, bukan untuk menghasilkan pemimpin yang visioner.?

Output institusi pendidikan ini sampai sekarang masih terasa ketika banyak lulusan SMA atau perguruan tinggi yang orientasinya hanya menjadi pegawai perusahaan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meskipun tidak semuanya beranggapan seperti itu, tetapi kebanyakan realita mengatakan bahwa lulusan pendidikan formal hanya menginginkan menjadi pegawai, tidak lebih. Hal ini terbukti dari banyaknya pendaftar ketika dibuka lowongan menjadi PNS, pegawai BUMN, atau pegawai swasta. Pada tahun 2014, dari data KemenPAN-RB diketahui bahwa jumlah pendaftar CPNS tahun itu berjumlah 2.603.780 pendaftar.

Berbeda ketika lulusan sebuah pondok pesantren, meskipun berlabel agama tetapi pondok pesantren tidak hanya melahirkan ustadz, tetapi juga banyak melahirkan pemimpin-pemimpin masyarakat. Seperti contoh adalah KH Abdul Rahman Wahid atau Gus Dur, lalu ada Lukman Hakim Saifuddin yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama. Selain itu juga ada Emha Ainun Nadjib yang dikenal sebagai tokoh intelektual, seniman, sastrawan, dan budayawan.

Bupati Tegal

Pondok pesantren sebagai institusi pendidikan yang indigenous dari Indonesia ini memiliki banyak keuniakan. Keunikan-keuinikan tersebut merupakan sebuah nilai positif yang dapat ditiru oleh pendidikan formal. Sehingga nantinya pondok pesantren bisa menjadi kancah pengembangan di pendidikan umum.

Mengutamakan Kecerdasan SQ (Spiritual Quotient)

Sistem pendidikan pondok pesantren lebih mengutamakan kemampuan spiritual (SQ) di samping kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ), sedangkan sistem pendidikan yang ada di pendidikan formal saat ini lebih mengutamakan kecerdasan intelektual (IQ). SQ sendiri dapat diperoleh dengan belajar dari guru spiritual masing-masing di pondok pesantren atau mempelajari kitab-kitab sehingga santri-santri tersebut mendapat ketenangan dalam hal mencari ilmu atau yang lain. SQ dalam pendidikan dapat mendorong lebih giatnya untuk belajar, karena dengan adanya kecerdasan SQ yang tinggi akan menambah semangat belajar dan mempunyai tujuan hidup. Pondok pesantren dengan sistem pendidikan yang lebih menekankan pada SQ membuat para santri dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat, dan tentunya dapat berguna ditengah-tengah masyarakat.

Roberts A. Emmons, Ph.D seorang pakar psikologi dari California mengungkapkan bahwa Spiritual Quotient (SQ) merupakan kecerdasan yang berdasar pada pemaknaan sebuah kehidupan, ketika SQ sudah berjalan dengan baik, maka dengan sendirinya jalan bagi IQ dan EQ akan terbuka. Oleh karenanya orang yang memiliki SQ akan mudah diterima oleh masyarakat umum dan akan selalu dilibatkan dalam setiap agenda. (Your Perfect Right, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002, hal. 213).

Lembaga Pendidikan Tertua di Indonesia

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, kehadirannya jauh sebelum adanya penjajahan di bumi Nusantara. Di dalam segi pengalaman, tentunya pondok pesantren lebih banyak merasakan pahit manisnya kehidupan dunia pendidikan daripada lembaga pendidikan umum

Menanamkan Keikhlasan

Sebagai lembaga pendidikan, pondok pesantren tentunya memiliki pengajar dan juga para staff. Pengajar dan para staff ini melakukan pekerjaanya tidak dengan berdasar pada besarnya gaji, namun melakukan semua itu dengan berdasarkan keikhlasan untuk memajukan anak bangsa. Prinsip keikhlasan inilah yang dapat menjadi tolak ukur bagaimana proses belajar-mengajarnya berjalan dengan baik dan efisien.

Full Control

Tidak terbatas dengan waktu. Itulah ungkapan yang dapat diberikan kepada pondok pesantren. Kiai sebagai pimpinan tertinggi akan selalu mengawasi santri-santrinya dalam segi apapun, kapanpun, dan dimanapun. Bukan berarti ini adalah bentuk pengekangan, tetapi pengawasan disini diartikan sebagai pengawasan dari bahaya budaya luar yang merusak. Seperti minuman keras, seks bebas, narkoba, dan budaya luar yang berbahaya lainnya. Lembaga pendidikan pondok pesantren selalu melakukan pengawasan terhadap semua itu.

Solidaritas Alumni yang Kuat

Kehidupan pondok pesantren dengan kebiasaan serba bersama seperti masak bersama, makan bersama, tinggal dalam satu asrama membuat ikatan emosional antar santri terjalin kuat. Ikatan emosional yang kuat tersebut akan menumbuhkan solidaritas yang kuat, hingga sampai menjadi alumni tetap akan terjaga solidaritasnya.





Ilmu yang Terintegrasi

Pola pembelajaran di pondok pesantren yang dilakukan sampai saat ini yaitu dengan mengintegrasikan antara ilmu umum yang didapat dari proses pembelajaran di madrasah dan ilmu dari belajar kitab-kitab kuning ilmu agama. Sehingga dalam bidang ilmu satu dengan ilmu lain tidak akan bertentangan dan memiliki keterkaitan antara satu sama lain, sehingga dalam memahami ilmu yang didapat dari proses belajar akan mudah diterima dan mudah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-sehari.





Garda Terdepan Pembela Tanah Air

Hubbul wathan minal iman. Cinta tanah air adalah sebagian dari iman, begitulah penanaman nilai-nilai nasionalisme dalam pondok pesantren. Sebagai lembaga pendidikan yang turut serta dalam perjalanan memajukan tanah air, sejak sebelum adanya penjajahan sampai berakhirnya penjajahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, tentunya pondok pesantran selalu melakukan pengawalan terhadap bangsa dan negara ini.

Sejarah sudah mengatakan bahwa pendidikan memiliki andil besar dalam membela tanah air. Laskar hisbullah merupakan salah satu contoh dari pembelaan kaum santri terhadap tanah air. Bagaimana kaum santri ketika itu hanya menggunakan bambo runcing dalam peperangan melawan penjajah. Selain itu juga tokoh-tokoh jebolan pondok pesantren banyak yang menjadi pahlawan nasional, seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Ahmad Dahlan, Bung Tomo, KH. Wahid Hasyim, KH. Wahab Hasbulloh, KH. Abdurrahman Wahid, dan masih banyak pahlawan nasional yang lahir dari pendidikan pondok pesantren.





Adanya Prinsip Keberkahan

Moralitas saat ini merupakan masalah yang ada di dunia pendidikan. Tak henti-hentinya berbagai kasus mengenai kenakalan siswa terhadap gurunya, belum lagi ketika guru memberikan sanksi berupa tindakan fisik maka akan dikenai pidana berupa pelanggaran terhadap anak dibawah umur. Padahal hal tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan guru ketika muridnya dirasa sudah melebihi batas – batas normal kenakalan anak dibawah umur.

Hal tersebut merupakan permasalahan yang sangat akut dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Permasalahan – permasalahan di dunia pendidikan saat ini sudah tidak wajar, terutama pada pendidikan di lembaga formal milik pemerintah. Namun berbeda ketika kita berada pada lembaga pendidikan pondok pesantren. Kehidupan asri dan sederhana di pondok pesantren ini tentunya tidak semerta - merta ada, tetapi dihidupkan dengan adanya prinsip yang ditanamkan dalam pondok pesantren. Salah satu yang ditanamkan yaitu dengan menanamkan prinsip keberkahan. Dimana para pendidik atau biasa yang disebut ustad dan kiai akan selalu dihormati dengan adanya prinsip ini.?

Prinsip keberkahan adalah prinsip yang diajarkan dengan menekankan pada menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang diajarkan dari pondok pesantren tidak hanya melalui buku dan kitab, tetapi juga dari ustad dan kiai. Para santri ketika membawa buku atau kitab akan selalu ditempatkan pada tempat – tempat yang bersih dan suci. Hal ini menunjukkan bahwa para santri telah diajarkan untuk selalu menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.?

Selain itu hal ini juga diterapkan kepada ustad dan kiai sebagai para pendidik di pondok pesantren. Para santri akan berjalan menunduk ketika bertemu berpapasan dengan ustad atau kiai. Berjalan menunduk dalam pondok pesantren ini merupakan sebuah bentuk dari suatu hormat terhadap pendidik di pondok pesantren. Penghormatan yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan ini merupakan bentuk cara untuk mendapatkan keberkahan dari menuntut ilmu. Seperti dalam Islam dikatakan bahwa menuntut ilmu akan memnghilangkan kebodohan dalam diri manusia. “Katakan: “Apakah sama orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui?” (Az Zumar : 9)”. Artinya bahwa ilmu akan membedakan antara orang yang mempelajari dan tidak mempelajarinya.

Penulis adalah kader PMII Komisariat Universitas Lampung

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, AlaNu, Nasional Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

Surabaya, Bupati Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menilai, pemerintah bersikap plin-plan atau inkonsistensi dalam masalah dukungan atas resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1747 terhadap Iran.

"Kami prihatin, karena pemerintah plin-plan dengan memberikan dukungan kepada PBB untuk memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dianggap mengembangkan uranium," ujarnya saat berbicara pada pembukaan Hari Lahir (Harlah) ke-61 Muslimat NU di Surabaya, Jumat (6/4).

Ia menjelaskan, sikap plin-plan Indonesia itu sangat berbahaya, karena akan menurunkan kepercayaan negara lain terhadap Indonesia.

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Anggap Pemerintah Plin-plan Terhadap Iran

"Pemerintah dapat dikatakan plin-plan atau inkonsistensi, karena saat Presiden Iran dan Ketua MA Iran datang ke Indonesia dengan menemui presiden dan sejumlah pemimpin informal untuk menjelaskan program nuklir di Iran guna tujuan damai justru mendapatkan dukungan dari pemerintah," ujarnya menegaskan.

Namun, anggota Fraksi Kebangsaan Bangsa (FKB) DPR RI itu, hanya dalam kurun satu hungga dua bulan justru muncul dukungan Indonesia terhadap Resolusi 1747 dari DK-PBB untuk memberikan sanksi kepada Iran atas pengembangan nuklirnya.

Bupati Tegal

Khofifah mengatakan, pandangan Muslimat NU terhadap Iran itu sudah menjadi kesepakatan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU se-Indonesia pada Maret 2007.

"Dalam Rapimnas Muslimat NU se-Indonesia itu, kami menyikapi masalah nuklir Iran dan resolusi DK-PBB, desakan pengesahan RUU APP, dan desakan perlunya badan khusus dalam menangani luapan lumpur di kawasan eksplorasi Lapindo," katanya menambahkan. (ant/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Internasional, Sunnah Bupati Tegal

Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock