Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Kudus, Bupati Tegal - Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama mengikuti tes penyaringan untuk menjadi peserta Latihan Kader Utama (Lakut) Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU). Tes berlangsung di aula gedung NU Kudus, Jawa Tengah, 16-17 Januari 2015, untuk masing-masing pimpinan anak cabang.

Tes tersebut terdiri dari beberapa tahap, yakni kelengkapan administrasi oleh panitia, tes tertulis tentang ke-NU-an dan ke-IPNU-IPPNU-an, tes makalah tentang gerakan kaum muda NU ke depan yang berhadapan dengan para pengurus harian PC IPNU dan IPPNU Kudus, serta wawancara ihwal organisasi dan paham Ahlussunnah wal Jamaah oleh para dewan alumni pengurus cabang.

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kudus Siapkan Seleksi Panjang Jelang Lakut

Sebelumnya, Pimpinan Cabang telah menggelar pertemuan bersama para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari sembilan kecamatan di Kudus. Pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa sore (13/1) di aula gedung NU itu merupakan sosialisasi sekaligus penyamaan persepsi ihwal Lakut.

Bupati Tegal

"Kami harapkan nanti peserta yang didelegasikan memang benar-benar kader yang diseleksi bahkan sejak dari PAC. Dan setelah sampai sini peserta akan diuji dengan tes tertulis, presentasi makalah dan intervew oleh alumni," kata Wakil Ketua bidang Pengkaderan IPNU Kudus, Muhammad Syaroni.

?

"Lakut merupakan tingkat pengkaderan tertinggi. Semua kader dari semua PAC berpeluang bisa ikut. Namun tidak menutup kemungkinan Ketua PAC pun gagal ikut jika ia tidak lulus seleksi sesuai prosedur rekrutmen yang ditentukan oleh cabang," imbuh Muhammad Said, pengurus harian yang lain.

?

Namun tes seleksi ini beda dengan Lakut pada periode sebelumnya. Jika biasanya tes di atas sudah cukup untuk menentukan kader yang berhak menjadi peserta Lakut, kali ini tidak semudah itu. Calon peserta masih harus mengikuti Sekolah Kader Utama (SKU). SKU sendiri terdiri dari dua tahap, yakni tanggal 23 dan 30 bulan ini. Dalam pertemuan dua hari itu akan dipaparkan materi pendahuluan Lakut.

Bupati Tegal

?

Hidayah juga berterima kasih kepada para alumni. "Dukungan dari majelis alumni sebagai tim screening yang senantiasa mendampingi pelaksanaan dari awal hingga nantinya, menjadi semangat bagi SC dan OC. Ini juga yang kami harapkan, agar peserta termotivasi mereka yang telah berpengalaman. Dari screening ini nantinya akan terlihat nilai-nilai hasil tes untuk menjadi calon peserta Lakut," papar Ketua IPPNU Kudus, Futuhal Hidayah.

?

"Babak selanjutnya yakni SKU yang dilaksanakan dua Kali, sehingga nantinya didapatkan data final peserta yang akan mengikuti Lakut ini. Besar harapan kami, kader yang didelegasikan memang punya komitmen menjadi kader utama untuk Kudus. Komitmen yang berasal dari kemauan kuat dari diri sendiri dan bukan formalitas mewakili PAC-nya. InsyaAllah Lakut akan dilaksanakan 4-8 Februari mendatang di desa wisata wonosoco," ungkapnya.(Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Nasional Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Jakbar, Bupati Tegal - Tingkat kerawanan sosial di Jakarta Barat cukup tinggi terutama yang terkait dengan generasi muda. Banser Jakarta Barat siap bersinergi dengan aparat kepolisian untuk mengatasi masalah tersebut.

Demikian pernyataan Kepala Satuan Koordinasi cabang (Satkorcab) Banser Jakarta Barat Nurhamim pada acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser Jakarta Barat di SMK Pariwisata Kembangan Jakarta Barat (8-10/9).

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Kerawanan Sosial, Banser Jakbar dan Polri Siap Sinergi

Pada kesempatan DTD ini hadir Kasat Intel Polres Jakarta Barat Museni yang mempresentasikan titik kerwanan sosial di Jakarta khususnya Jakarta Barat yang melibatkan generasi muda.

Bupati Tegal

“Banyak anak muda nongkrong tidak jelas tujuannya terlibat tawuran, balapan liar, narkoba dan lain-lain di beberapa titik di Jakbar, terutama malam Ahad. Ini menjadi keprihatinan kita serta membutuhkan partisipasi dan dukungan dari masyarakat untuk mengatasinya termasuk Ansor dan Banser,” kata Museni.

Merespon Kasat Intel Polres Jakbar ini, Ketua GP Ansor Jakbar Al-Fany menyatakan Ansor Jakbar siap bersinergi dengan Polres Jakbar untuk mengatasi masalah-masalah sosial di generasi muda.

Bupati Tegal

“Fokus gerakan Ansor memang pada generasi muda usia 20-40 tahun, karena saat ini Indonesia alami bonus demografi yaitu banyaknya jumlah usia 20-40 tahun yang sesungguhnya merupakan usia produktif. Oleh karena itu, Ansor Jakbar benyak melakukan aktivitas yang melibatkan generasi muda seperti pelatihan kewirausahaan, ziarah ke makam ulama, pengajian Rijalul Ansor, dan lain sebagainya,” kata Alfanny.

DTD Banser Jakbar yang diikuti 60-an peserta juga diikuti belasan satpam dan mahasiswa yang diutus Universitas Indonesia (UI) sebagai bagian dari upaya UI memberikan pengetahuan deteksi dini radikalisme kepada para satpam dan mahasiswa UI.

Ketua Panitia DTD Suheri mengucapkan terima kasih kepada pihak Pembinaan Lingkungan Kampus (UPT PLK) UI yang telah mempercayakan anggotanya untuk dilatih di DTD Banser Jakbar.

DTD Banser Jakbar di SMK Primawisata Kembangan kali ini dihadiri sejumlah instruktur dan narasumber antara lain Ketua PCNU Jakbar KH Fahrurozi, mantan Satkorwil  Banser DKI Jakarta Avianto Muhtadi, mantan Wakil  Ketua GP Ansor DKI Yusuf Kosim, Indra, dan Ibu Vera yang memberikan motivasi kewirausahaan, serta sejumlah pengurus GP Ansor DKI yang ditutup oleh Kapolsek Kembangan Kompol Supriadi yang menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakbar. (Nahraji Zen/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Pertandingan Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Solo, Bupati Tegal

Ratusan siswa SD, MI dan SMP Ta’mirul Islam Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ziarah ke beberapa makam para ulama setempat, akhir pekan kemarin (13/3). Rombongan dengan berjalan kaki berangkat dari kompleks Masjid Tegal Sari Laweyan dengan membawa spanduk bertuliskan “Ziarah Kyai”.

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengenalkan siswa kepada para pendiri sekolah. “Kita ingin mengenalkan kepada para siswa, para pendiri dan tokoh ulama terkemuka yang ada di Kota Solo, seperti KH Ahmad Shofawi, Prof. KH Adnan, Simbah Kiai Umar dan lainnya. Agar mereka dapat mengambil teladan dari para ulama tersebut,” terang koordinator tim Al-Qur’an SD Ta’mirul Islam, Mukhlisin, di sela acara ziarah.

Ditambahkan Mukhlisin, ziarah ini juga sebagai bagian dari tradisi pesantren, di mana sebelum mengikuti prosesi ujian dan khataman, para santri berziarah untuk berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran dan keberkahan.

Bupati Tegal

Rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Naharussurur di Kompleks Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Tegalsari, setelah itu dilanjutkan ke makam KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan.

Lebih lanjut, dikatakan Mukhlisin, kegiatan ziarah sebagai salah satu rangkaian acara khataman Alquran yang akan dilaksanakan, Sabtu (19/3) mendatang.

Bupati Tegal

“Insyallah ada 200 lebih siswa yang akan diwisuda, yakni mereka yang sudah menyelesaikan hafalan bil ghaib juz 1, 27, 28, 29, dan 30,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Ahlussunnah Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan dalam penyelenggaraan Hari Lahir (Harlah) Ke-57 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan peresmian Graha Mahbub Djunaidi, Senin (17/4) di Kantor PB PMII Jalan Salemba Tengah Paseban Jakarta Pusat.

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Paparkan Tantangan Indonesia kepada Kader PMII

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini menerangkan, di setiap zaman tidak akan terlepas oleh adanya tantangan dan hambatan. Memasuki era yang sangat menantang ini, merupakan agenda sebagai warga NU untuk menangkal radikalisme dan paham-paham yang berusaha merongrong Pancasila dan NKRI.

Kiai Said memaparkan, bangsa Indonesia saat ini berada di era yang sangat menantang dan liar, seperti gerakan radikal. Menurutnya, ini tidak kebetulan. ISIS punya agenda global dan ingin masuk ke berbagai belahan dunia.

"Menurut survei yang dirilis Kompas, simpatisan ISIS jumlahnya 4 persen, yang berarti kurang lebih 8 sampai 10 juta," paparnya di hadapan para kader PMII yang memadati Graha Mahbub Djunaidi.

Guru Besar Ilmu Tasawuf ini berharap, dengan adanya tantangan yang dapat memecah belah NKRI, perlu ada penyatuan prinsip. Karena Indonesia salah satu tempat yang aman dan nyaman, serta mudah dimasuki paham-paham transnasional.

Bupati Tegal

"Saya kurang yakin kalau bukan kiai-kiai pesantren yang membentengi negeri ini,” tegas Kiai Said.

Terdapat sisi positif dari para kiai-kiai pesantren yang dapat masyarakat ambil. Kiai mempunyai karakter yang kokoh prinsip dan sikap yang tegas, teguh berpendirian, dan berakhlakul karimah.

Di akhir pidatonya, Kiai Said menyampaikan nilai-nilai yang terkandung dalam Ahlussunnah Wal Jamaah.

"Saya tidak pernah bergeser dari tawasuth (moderat) dan tasamuh (toleran)," paparnya menegaskan.

Bupati Tegal

Selain itu, warga pergerakan harus mampu mengimbangi nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah dengan terwujudnya intelektual yang berkualitas.

"Prinsip tawasuth, tidak akan terwujud bila tidak dibarengi dengan intelektual. Tanpa kecerdasan tidak mungkin tawasuth. Warga NU harus berilmu dan cerdas," tegas diakhir pidatonya.

Sedangkan prinsip tasamuh, tandasnya, warga NU harus toleran dibarengi dengan akhlakul karimah. “Saya yakin bila ber-NU akan bermanfaat," tutupnya. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Doa Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Surabaya, Bupati Tegal - Gubernur Jawa Timur Sukarwo mengatakan, ekspedisi Islam Nusantara sangat penting dilakukan untuk mempelajari proses transformasi Islam dan akulturasi budaya yang dilakukan para wali yang membuahkan kebudayan yang luar biasa.

Ia menyampaikan hal itu di gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo No 7, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (14/4) ketika menyambut tim Ekspedisi Islam Nusantara dipimpin Wasekjen PBNU H Imam Pituduh yang baru tiba di kota pahlawan tersebut.

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim: Ekspedisi Islam Nusantara, Pekerjaan Raksasa

Menurut dia, ekspedisi tersebut merupakan pekerjaan raksasa yang seharusnya bisa menghasilkan bagaimana model lama yang bagus ini menjadi model baru yang lebih bagus. Isinya tidak berubah, tapi kemasannya menjadi menarik terutama untuk anak muda yang telah terjangkit sikap pragmatis dan liberalis.

"Saya sangat memberikan apresiasi, dukungan, agar anak muda ini tidak jenuh dengan pekerjaan ini karena ini membangun tata nilai. Tidak bisa dirasakan sekarang manfaatnya," ungkapnya yang didampingi Wakil Gubernur Jatim H. Safullah Yusuf.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ia menambahkan pekerjaan raksasa ini bisa jadi dicemooh orang-orang yang pragmatis. "Mengapa harus payah-payah muter kayak gini, tapi orang yang punya pikiran mendalam, ideologis, keagamaan yang kuat, pasti tidak lelah. Ini tidak boleh lelah," tegasnya.

Kepada tim Ekspedisi Islam Nusantara ia meminta setelah berkeliling Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua harus bertemu lagi di ruang-ruang diskusi, bagaimana memperkuat Islam Nusantara dalam keseharian.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengaku mengamati keputusan muktamar di Jombang. Salah satu keputusan penting meletakkan NU sebagai pemegang panji-panji Islam Nusantara.

Subtansi paling mendasar dari muktamar tersebut adalah bagaimana Islam rahmatan lil-alamin yang dijabarkan dengan pengertian Islam Nusantara, Islam sangat akrab, sangat khas yang menyatukan kultur yang tidak merusak agama. Tetapi justru yang membikin kultur menjadi kebersamaan dengan agama Islam.

"Saya kira ini tagline besar," katanya. Ia berharap? Islam model seperti itu menjadi contoh Islam di belahan dunia yang lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Pertandingan Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Yogyakarta, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang IPNU dan IPNU Kota Yogyakarta melangsungkan konferensi cabang di kompleks Pesantren Al-Munawir Krapyak pada Sabtu-Ahad (26-27/3). Pengurus baru organisasi pelajar NU ini bertekad untuk menghidupkan anak cabang di kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Kasi Pembinaan Kepemudaan Kesbang Kota Yogyakarta Husni Eko Prabowo yang turut hadir menyampaikan bahwa IPNU dan IPPNU adalah mitra bagi Pemkot Yogyakarta terutama dalam merespon permasalahan di tingkatan pemuda seperti narkoba dan ancaman ideologi yang mengarah kepada terorisme.

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Konferensi, Pelajar NU Kota Yogyakarta Siap Bentuk Anak Cabang

Konfercab kali ini mengusung tema Hompimpa Alaium Gambreng yang merujuk pada jargon permainan tradisional anak-anak yang kini mulai terlupakan. “Ada filosofi dari permainan ini bahwa pasti ada yang kalah dan menang dalam persaingan, tetapi yang penting adalah bagaimana semua bisa rela legowo dan menerima keputusan bersama siapa yang nantinya memimpin organisasi,” kata Ketua panitia konferensi Saiful Al-Ayyubi.

Tema ini juga megingatkan para kandidat ketua pimpinan cabang untuk senantiasa bersikap adil dan legowo dalam menyikapi suksesi kepemimpinan organisasi. Forum ini memilih Shofwan Hadi sebagai Ketua IPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Sidang pemilihan dipimpin oleh Ketua IPNU DI Yogyakarta Nova Andriyanto.

Bupati Tegal

Shofwan berencana untuk fokus pada pembenahan kaderisasi dan struktur. Ia menekankan rencananya pada pembentukan struktur Pimpinan Anak Cabang IPNU di tingkat kecamatan di Kotamadya Yogyakarta dan memperluas jejaring kepada pelajar-pelajar di sekolah umum.

Bupati Tegal

“Ukuran keberhasilan organisasi adalah bagaimana struktur bekerja, maka pembentukan PAC harus jadi target utama IPNU-IPPNU ke depan,” ujar Shofwan.

Sementara Konferensi IPPNU mengamanahkan Wardatul Miskiyah sebagai Ketua IPPNU Kota Yogyakarta periode 2016-2018. Wardatul ditunjuk dalam musayawarah oleh peserta konferensi.

“Konfercab ini adalah momentum mengisi ulang energi bagi semua kader IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta untuk melanjutkan perjuangan dan pencapaian yang belum tercapai. Semoga Ketua terpilih IPNU-IPPNU bisa mengemban amanah sebaik-baiknya,” kata Lutfi Ainun Najib, Ketua demisioner IPNU Kota Yogyakarta. (Rifki Fairuz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pertandingan Bupati Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan

Assalamu’alaikum wr. wb. Bagaimana hukum upacara kematian (7 harian kematian) yang penyuguhannya atau upacara sangat istimewa sehingga menghabiskan dana yang tidak wajar, sehingga dengan upacara tersebut menyisihkan hutang yang bayarnya memakai harta warisan yang semestinya milik ahli waris. Bisa juga sampai ahli waris tidak dapat warisan karena tersebut. mohon penjabarannya ustad/Kyai. Wassalamualaikum wr. wb. (Syaiful Amri)

Wa’alaikum salam wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah kami mencermati pertanyaan Anda maka sebenarnya ada dua hal yang berbeda. Pertama soal tahlilan itu sendiri, kedua soal berlebih-lebihan dalam memberikan penyuguhan kepada orang-orang yang mengikuti tahlilan.

Dua hal ini harus diletakkan pada porsinya masing-masing karena memang keduanya berbeda. Yang pertama, soal status hukum tahlilan jelas sangat dianjurkan. Bahkan Ibnu Taimiyyah sendri yang sering dipersepsikan menolak tahlilan berpendapat bahwa berkumpul bersama-sama untuk berdzikir kepada Allah, mendengarkan Al-Qur`an dan berdoa adalah termasuk amal saleh.

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hidangan yang Berlebihan untuk Acara Tahlilan

Jawaban Ibnu Taimiyah ini merupakan respon tindakan seseorang mengingkari ahl adz-dzikr (orang-orang yang rajin dan tekun berdzikir). Menurut seseorang tadi, model dzikir mereka adalah bid`ah karena mereka memulai dan mengakhiri dzikirnya denga Al-Qur`an, kemudian mendoakan orang-orang muslim baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (la hawla wa la quwwata illa billah), dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Bagaimana tanggapan Ibnu Taimiyah?

 ?: ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?...... ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

“Ibn Taimiyah ditanya tentang seseorang laki-laki yang mengikari ahli dzikir (berjamaah), ia berkata berkata kepada mereka, “Dzikir kalian ini adalah bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah”. Mereka memulai dan mengakhri dzikirnya dengan al-Qur’an. Kemudian mendoakan orang-orang muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billaah) dan bershalawat kepada Nabi SAW.?”…… Lalu Ibn Taimiyah pun menjawab: “Berkumpul bersama-sama untuk berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan memanjatkan doa adalah amal saleh, termasuk bagian dari mendekatkan diri kepada Allah swt (qurbah) dan ibadah yang paling afdal pada setiap waktu. Dalam hadits shahih Nabi SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah swt memiliki malaikat-malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka menjumpai sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah swt, maka mereka pun memanggil, “Silahkan utarakan hajat kalian”. Imam al-Bukhari menyebutkan dalam hadist ini dan didalamnya terdapat redaksi redaksi, “Kami menemukan mereka mengumandangkan tasbih dan tahmid untuk-Mu” (Ibn Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, Mesir-Dar al-Wafa`, cet ke-3, 1426 H/2005, juz 22, hal. 520).”

Selanjutnya soal status hukum yang kedua, yaitu berlebih-lebihan dalam memberikan jamuan kepada orang yang mengikuti tahlilan. Dalam hal ini jelas tidak diperbolehkan. Kita makan saja kalau berlebih-lebihan tidak diperbolehkan.

Namun sepanjang yang kami ketahui terutama di kalangan warga NU baik di desa maupun di kota, jika ada warga yang meninggal dunia para tetangga dengan suka rela memberikan bantuan kepada keluarga yang ditinggal. Ada yang memberikan beras, uang, makanan, maupun dana.

Bupati Tegal

Bahkan bantuan itu bukan hanya datang pada hari pertama, tetapi bahkan ada yang sampai hari ketujuh. Begitu juga pada saat empat puluh hari, seratus hari, dan seribu hari. Bantuan tersebut mereka berikan secara sukarela sebagai ungkapan bela sungkawa, dan digunakan oleh pihak keluarga yang ditinggal untuk menjamu orang-orang yasinan dan tahlilan dalam rangka mendo`akan orang yang meninggal dunia. Bahkan sering kali, bantuan itu berlebih, dan diberikan kepada fakir miskin di lingkungan sekitar.

Berangkat dari penjelasan di atas maka pada dasarnya persoalan tahlilan dan pemberian jamuan kepada orang yang turut serta dalam tahlilan harus dilihat sebagi dua hal yang berbeda. Tahlilalnya diperbolehkan, namum menjamu orang yang turut serta tahlilan secara berlebihan sehingga memberatkan diri sendiri itu harus dihindari.  Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga kita bukan termasuk orang berlebih-lebihan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum wr. wb. (Mahbub Ma’afi Ramdlan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Pertandingan Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Dorong Jaminan Sosial Minoritas, Lakpesdam NU Indramayu Sosialisasi JKN

Indramayu, Bupati Tegal - Program Peduli Lakpesdam PCNU Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menggelar Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Senin (28/03). Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni dari Dinas Kesehatan Indramayu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Indramayu dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Indramayu.

Sosialiasi diikuti berbagai komponen perwakilan warga Desa Krimun Kecamatan Losarang yang merupakan lokasi dijalankannnya Program Peduli untuk mewujudkan inklusi bagi kelompok minoritas berbasis agama dan kepercayaan lokal.

Dorong Jaminan Sosial Minoritas, Lakpesdam NU Indramayu Sosialisasi JKN (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Jaminan Sosial Minoritas, Lakpesdam NU Indramayu Sosialisasi JKN (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Jaminan Sosial Minoritas, Lakpesdam NU Indramayu Sosialisasi JKN

Ketua Lakpesdam NU Indramayu yang juga Program Officer (PO) Program Peduli, Iing Rohimin dalam kata sambutannya menjelaskan, upaya mewujudkan inklusi bagi kelompok minoritas terus dibangun dengan berbagai strategi, diantaranya adalah dengan pemenuhan jaminan sosial agar kelompok minoritas dan seluruh warga negara mendapatkan haknya.

“Ketika seluruh warga masyarakat telah mendapatkan layanan sosial dari negara maka, tidak akan ada lagi kelompok yang merasa dimarginalkan dan pada akhirnya akan muncul yang namanya kesetaraan serta puncaknya adalah akan terwujud inklusi sosial sebagaiman yang ditargetkan oleh Program Peduli Lakpesdam NU Indramayu,” ungkap Iing.

Bupati Tegal

Kegiatan Sosialisasi JKN, menurut Iing sengaja menghadirkan tiga orang narasumber dari tiga institusi yang selama ini menjalankan program jaminan sosial bagi masyarakat. “Sengaja kami hadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan, karena kita ingin mengetahui tentang program jaminan kesehatan nasional yang dijalankan oleh Dinkes Indramayu agar seluruh warga dapat mengakses program tersebut, selain itu dari Dinsosnakertrans juga selama ini telah menjalankan berbagai program jaminan sosial seperti PKH, BLT dan lain sebagainya dan dari BPJS Ketenagakerjaan agar warga masyarakat yang non penerima upah juga bisa diikut sertakan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,” tambahnya.

Bupati Tegal

Narasumber dari Dinkes Indramayu, Yadi Hidayat dalam pemaparannya menjelaskan tentang? SJSN atau Sistem Jaminan Sosial Nasional. “Setiap orang berhak atas jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak, nah ini berdasarkan Pasal 34 UU 1945, dan jaminan sosial ini terdiri dari jaminan kesehatan nasional, jaminan ketenagakaerjaan, jaminan hari tua, kematian dan lain-lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, SJSN itu awalnya tahun 2004 melalui UU no 40 Tahun 2004, baru 204 dapat diterapkan karena katanya untuk mewujudkan SJSN harus ada 300 Triiliyun. Karena dasar itu akhirnya penerapan SJSN belum dappat terlaksana, padahal kita sudah punya asset dari Jamsotesk, Askes, ASABRI, Taspen, dan Jamkesmas, ada juga yang menakuti kalo SJSN ditetapkan investor akan kabur.

“Dulu itu Jamsostek asuransi untuk pegawai kesehatan ASABRI untuk anggota TNI/Polri, jamkesmas mengcover sekitar 76,4 juta warga negara miskin. Jaminan kesehatan (JKN) oleh BPJS, dan nanti jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, jamnan kematian oleh BPJS Ketenagakerjaan,” lanjutnya.

Sementara narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu, Ade Suherman menjelaskan tentang mekanisme dan tata cara kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan non-penerima upah, serta manfaat yang akan diterima oleh peserta saat mengalami risiko, baik risiko kecelakaan kerja maupun jaminan hari tua.

Program yang ada di BPJS Ketenagakerjaan, menurut Ade, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, jaminan pensiun, untuk sosialisasi ini yang pekerja bukan penerima upah sehingga yang akan dibahas hanya JKK, HJT, dan JK. JKK yaitu perlindungan dasar yang diberikan kepada peserta ketika megalami kecelakaan kerja pada saat tenaga kerja berangkat dari ruah menuju tempat kerja, di tempat kerja, dan pulang ke rumah, melalu jalan yang biasa ditempuh, atau tugas dari pekerjaan diuar jadwal rutin.

“Jaminan untuk kecelakaan dari Jasa Raharja biasanya 10 juta rupiah, dan kalau lebih atau tidak ditanggung oleh Jasa Raharja. Itu akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan selama orang tersebut merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan dengan rinci, penggantian biaya JKK, biaya transpotasi darat : 1juta, laut 1,5jt, udara: 2,5 juta. Biaya pengobatan/perawata: pelayanan keehatan yang diberikan sesuai keutuhan pengobatan dan perawatan, santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) 100% untuk 6 bulan pertama, 75% untuk 6 bulan kedua, 50% untuk bulan-bulan berikutnya sampai bisa bekerja. Apabila cacat: biaya penggantian pembelian alat bantu standar harga pusat rehabilitasi RSU Pemerintah + 40%. Biaya rehabilitasi medic max 2 juta, cacat fungsi %funsix%tabelx80 bulan upahh, cacat tetap sebbagian %tabel x 80 bulan upah, cacat tetap total 70% x 80 bulan bulan upah. Tunjangan berjkala 24 bulan 200.000/bulan atau dibayar sekaligus 4,8juta. Kalau meninggal nanti 60%x80 bulan upah, atau dibayarkan sekaligus 8,4juta.

Apabila ada yang meninggal dunia, lanjut dia, bisa diberikan beasiswa pendidikan kepada 1 orang anaknya 12 juta. Jaminan kematian yang bukan karena kecelakaan kerja yaitu jaminan yang diberikan kepada ahli wariis peerta yang meninggal bukan akibat kesecalakaan kerja. Jaminan ematian 16, 2juta, biaya pemakaman 3 juta, santunan berkala 200.000/bulan, atau biayar sekaligus 4,8jt, kalo sudah 5 tahun bisa dapat santuann beasiswa untuk 1 orang anak. Jaminan hari tua adalah jaminan yang dibayarkan atau dikembalikan kepada peserta sebesar iuran yang terkumpul beserta hasil pengembangannya. Iurannya JKK 1% jaminan kematian 6.800, dan jaminan hari tua itu 2%,” jelas Ade panjang lebar.

Sedangkan narasumber dari Dinsosnakertrans Indramayu, Fatimah menyatkan bahwa UU No 13 Tahun 2011, di undang-undang itu sangat memeperhatikan keluarga miskin, diantaranya adalah PKH (program keluarga harapan) yaitu program unuk pendidikan dan kesehatan, untuk pendidikan membantu anak sekolah SD, SMP, dan SMA, untuk bayi dan ibu nifass. Yag kedua Raskin (Beras Miskin) yang sekarang itu Rastra (Beras Sejahtera), Asistensi ODKB (Orang dengan kecacatan berat) di Indramayu 225 orang, bantuan perorang 300.000, dengan bantuan ini semoga dapat membantu.

“Selanjutnya ada juga program BALSM dan saat ini PSKS (program simpanan keluarga sejahtera) sifatnya hanya sewaktu-waktu dan rutin, selama ini yang turun 300.000. Asistensi bagi lanjut usia, ASKESOS (asuransi keluarga sejahtera) keluarga dengan penyandang keejahteraan sosial, namun ini hanya membayarkan premi asuransi awalnya saja untuk ke BPJS Ketenagakerjaan melalui pendamping PKH, TKSK. Selanjutnya program JKN yang dijelaskan oleh Bapak Yadi untuk menjamin fakir miskin, KIS yag merupakan dari Jamkesmas, Program perlindungan sosial jaminan sosial KTKTN Korban Tindak Kekerasan Tenaga Kerja, dibantu 3.000.000 perorang untuk usaha, apabila mendapat perlakuan tidak baik oleh majikan diluar negeri,” pungkas Fatimah. (Red:Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Kajian Bupati Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Lomba Aneh Agustusan

Haji Mukidin yang terkenal kaya raya di kelurahannya suatu kali didatangi Makaryo, pemuda karang taruna desa setempat, dalam rangka meminta sumbangan. “Untuk lomba Agustusan, Pak Haji,” katanya.

Pak Haji segera mengeluarkan uang 500 ribu.

Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Aneh Agustusan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Aneh Agustusan

Tak berselang lama, rekan Makaryo bernama Jo Kribo juga pergi ke rumah Haji Mukidin dengan agenda yang sama. “Lomba Agustusan sangat unik, Pak Haji. Yang terlibat nggak cuma orang kampung kita tapi juga kecamatan sebelah,” katanya berusaha meyakinkan.

Bupati Tegal

Pak Haji pun memberinya sumbangan.

Esok harinya, Makaryo datang lagi minta sumbangan. Disusul kemudian Jo Kribo. Untuk kedua kalinya Pak Haji memberikan masing-masing sejumlah uang. Memasuki hari ketiga, peristiwa minta sumbangan itu terjadi lagi.

Haji Mukidin pun heran campur kesal.

Bupati Tegal

“Bentar… Bentar!” Kata Pak Haji. “Kalian ini sebenarnya mengadakan lomba apa? Dari kemarin kok nggak beres-beres?”

“Lomba minta sumbangan, Pak Haji,” sahut keduanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Pertandingan Bupati Tegal

Kamis, 30 November 2017

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif

Yogyakarta, Bupati Tegal. Demontrasi, dalam iklim demokrasi merupakan satu keabsahan sebagai sarana menyampaikan aspirasi. Namun, keabsahan itu hanya akan maklum sepanjang tidak dilakukan dengan kekerasan atau melanggar hukum dan hak-hak asasi pihak lain.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia (FKMTHI) Enok Ghosiyah saat dihubungi melalui surel, menyoroti unjuk rasa 4 november mendatang.

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda Harus Sikapi Perbedaan secara Kreatif

"Kita sebagai kader muda bangsa Indonesia, jangan sampai terprovokasi atas isu yang kini berkembang liar. Sebagai akademisi yang concern pada wacana keIslaman, seyogyanya kita meneladani para ulama dan intelektual muslim masa lalu, yang mengedepankan kedewasaan berpikir dalam menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin," kata Enok.

Menurutnya, perdebatan soal keyakinan bukanlah hal baru. Hal ini pernah, misalnya, pada masa Dinasti Abbasiyah yang menyediakan semacam, "majlis" khusus bagi perdebatan teologis, terutama antara intelektual Muslim dan pemikir Kristen.

"Namun, yang menarik adalah dalam forum itu, mereka tidak hanya rileks dalam bertukar pikiran, bahkan memprakarsai forum untuk beradu argumen secara sehat dan bersahabat. Hal ini dapat terwujud, sebab yang dikedepankan adalah kedewasaan berpikir dalam menyikapi perbedaan secara konstruktif dan kreatif," tegas perempuan asal Banten ini.

Bupati Tegal

Terakhir, Sekjen FKMTHI menghimbau kepada para kader muda Tafsir Hadis Indonesia, untuk tetap tenang, serta tidak mudah termakan isu atau terprovokasi. Sebab, turun ke jalan bukanlah penyelesaian. Karena yang musti senantiasa dikedepankan oleh generasi muda adalah menjaga keutuhan bangsa dengan menyikapi keragaman secara kreatif dan sehat. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal IMNU, Bahtsul Masail, Pertandingan Bupati Tegal

Selasa, 28 November 2017

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren

Tegal, Bupati Tegal

MTs Negri Slawi kini membuka kelas pesantren untuk meningkatkan ahlakul karimah peserta didik. Disamping itu, sebagai upaya menyiapkan generasi emas menghadapi bonus demografi. Sehingga diharapkan terbentuknya generasi muda Islam yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia.?

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren

Demikian disampaikan Kepala MTs Negeri Slawi Moh Suaedi MPd saat dihubungi Bupati Tegal, di ruang kerjanya, Selasa (20/12).

Suaedi menjelaskan, kelas pesantren atau boarding school baru dibuka pada 30 Oktober 2016. Dari jumlah siswa keseluruhan 1.336 orang, baru ada 28 siswa yang menjadi santri boarding school. “Kami menggandeng pesantren Al Fajar Babakan Lebaksiu, sebagai Pembina utamanya,” terang Suaedi.

Madrasah yang terletak di Jalan Prof Moh Yamin Slawi Kabupaten Tegal ini berdiri sejak 1965 dan mengalami perubahan 1978. Awalnya sekolah berbasis agama kurang mendapatkan minat dari masyarakat namun sekarang telah memiliki ribuan siswa dengan 37 rombongan belajar.?

Bupati Tegal

Menurut Suaedi, madrasah ini bisa berkembang lagi sesuai dengan makin tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak anaknya ke madrasah. Madrasah memiliki luas tanah 11.535 m persegi, sedangkan luas bangunan 5.219 meter persegi. “Dengan masih banyaknya sisa tanah, kemungkinan pengembangan masih sangat memungkinkan,” pungkasnya. ? (wasdiun/abdullah alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Pertandingan Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan

Demak, Bupati Tegal. Setelah melakukan sosialisasi dan penjaringan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) beberapa pekan lalu, Tim Alumni BPUN Mata Air Foundation di Demak bersama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Demak memulai pelaksanaan BPUN, Ahad (3/5).

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan

BPUN Demak 2015 sebagai ajang persiapan masuk perguruan tinggi negeri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Maruf Candisari, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Sebanyak 60 pelajar SMA/MA/SMK se-Kabupaten Demak akan mengikuti bimbingan ini kurang lebih selama satu bulan, atau hingga 31 Mei mendatang. Ke-60 pelajar tersebut merupakan hasil seleksi oleh panitia pada 19 April 2015 di MAN Demak.

Mustajib selaku Panitia Pelaksana BPUN Mata Air Foundation Demak mengucapkan selamat dan berharap kepada peserta untuk tekun dan bekerja keras guna menyongsong SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang sebentar lagi dihadapi.

Bupati Tegal

Dalam acara pembukaan BPUN tersebut, hadir Bupati Demak H Moh Dachirin Said, Ketua Yayasan Al Maruf Candisari Mranggen yang juga Rais Syuriah Pengurus Ranting NU Candisari Mranggen K Masrum Kholil, dan Kepala MA Al Maruf Sarwadi.

Bupati Tegal

“Kami sangat mendukung program seperti ini, dan Pemda berkomitmen tinggi atas pengkatan mutu pendidikan di Kota Wali. Kami harapkan kepada peserta agar mengikuti agenda BPUN dengan maksimal dan semoga sukses, pasca sukses kami mohon partisipasinya membangun kota kebanggan kita bersama,” ujar Bupati.

Kepala Yayasan Al Maruf Candisari mengaku sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Melalui program ini, ia berdoa pelajar Nahdliyin yang tengah berjuang serius melanjutkan studi di PTN dapat memberikan kemanfaatn bagi perkembangan organisasi NU.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim berharap agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal meskipun dengan segala kesederhanaan yang ada. “Ke depan semoga peserta BPUN dapat menjadi aset yang dibanggakan demi kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.? (Bahaudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Pertandingan Bupati Tegal

Minggu, 12 November 2017

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Probolinggo, Bupati Tegal. Keluarga besar SMP Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, bahagia. Sebab, beberapa hari lalu, Fathurrosy, salah seorang siswanya yang mewakili Kabupaten Probolinggo dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Timur, berhasil menjadi juara I dari bidang seni lomba Cipta Puisi.

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Ajang prestisius yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, pada (9-12/5) itu, siswa SMP Nurul Jadid kelas VIII A itu, berhasil menyisihkan para peserta lain dari SMP Negeri/Swasta se-Jawa Timur. Sebelumnya, di bulan yang sama, siswa asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, jadi jawara dalam ajang serupa tingkat Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, Fathurrosy akan mewakili Provinsi Jatim dalam FLS2N di tingkat nasional. Ajang bergengsi nasional itu, akan digelar di Medan, pada Juni 2013, untuk bidang seni yang sama. 

Bupati Tegal

“Dalam lomba Cipta Puisi tingkat provinsi itu, saya mengambil tema tentang bunga siwalan yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. Sementara judulnya adalah Dzikir Siwalan,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi guru TIK itu kepada Bupati Tegal, Rabu (22/5).

Kepala SMP Nurul Jadid, Faizin Syamwil, M.Pd., mengatakan, keberhasilan yang diukir oleh Fathurrosy itu, merupakan salah satu bentuk kesuksesan pembinaan yang terus dilakukan oleh SMP Nurul Jadid. “Selain ada pembinaan di sekolah. Fathurrosy juga dilatih dan dibimbing oleh Imron, mahasiswa IAI Nurul Jadid. Tiap 2 hari sekali, Fathurrosy mengirimkan hasil karya puisinya kepada saudara Imron itu,” jelasnya.

Bupati Tegal

Menurut Faizin, di SMP Nurul Jadid, ada pembinaan ekstrakurikuler. Seperti seni islami yang meliputi, drama, teater, baca puisi, dan cipta puisi. Selain itu, ada juga kaligrafi, hadrah, pencak silat, pramuka, jurnalistik, dan khitobah.

“Dan setiap ada informasi perlombaan, kami selalu berpartisipasi. Tujuannya sebagai bahan evaluasi terhadap pembinaan yang sudah kami lakukan. Juga sebagai pembentukan mental dan sebagai daya saing siswa,” ungkapnya.

Dengan adanya siswanya yang berhasil mewakili Provinsi Jatim di tingkat nasional, Faizin berharap, prestasi itu bisa menjadi motivasi bagi siswanya yang lain. “Kami juga berharap ada pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sebagai persiapan ke tingkat nasional nanti,” harapnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Hikmah, Hadits Bupati Tegal

Rabu, 08 November 2017

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam

Balikpapan, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Balikpapan menggelar pelatihan website dan blog di Pondok Pesantren Al-Izzah Jalan Sei Wain Km 15 Karang Joang Balikpapan Utara, Senin (4/2) kemarin.

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Balikpapan: Manfaatkan Website untuk Syiar Islam

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 10 pagi dan berakhir pada jam 2 siang tersebut dihadiri oleh perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Badan Otonom (Banom) NU Balikpapan.

Sebagai intruktur pada kegiatan pelatihan tersebut adalah Abdur Rohim, salah seorang pengajar dari SMK Maarif Nahdlatul Ulama Kota Balikpapan.

Bupati Tegal

Ust. Drs Imam Warosy, Sekretaris PCNU Kota Balikpapan mengatakan, pelatihan itu digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H dan Harlah ke-87 NU. 

Bupati Tegal

Peringatan Maulid Nabi akan dilaksanakan di Gedung Dakwah PCNU Balikpapan pada malam Rabu (5/2). Ia berharap seluruh elemen NU di Balikpapan dapat mengenal dan mengoperasikan website sehingga dapat mempublikasikan kegiatan mereka masing-masing di situs resmi PCNU Kota Balikpapan yang beralamat di www.pcnubalikpapan.or.id.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua NU Kota Balikpapan KH Mukhlasin. Dalam pengarahannya, KH Mukhlasin mengatakan, adanya website PCNU Kota Balikpapan diharapkan bisa menjadi media dakwah dan syiar ajaran Islam yang santun, toleran dan moderat.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Izzah tersebut juga berpesan kepada seluruh pengurus MWC, Banom dan Lembaga agar bisa memanfaatkan website tersebut dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab sesuai dengan kaidah Aswaja dan etika jurnalistik.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdur Rohim

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Khutbah Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Kudus, Bupati Tegal - Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kudus mengharapkan Kota Kudus bebas dari peredaran minuman keras (miras). Mereka meminta aparat keamanan melakukan razia terhadap peredaran minuman haram secara berkelanjutan.

Komandan Satkorcab Banser Kudus Wawan Awaludin menyampaikan harapan itu kepada Bupati Tegal usai menghadiri acara pemusnahan barang bukti Miras Tahun 2016 yang diselenggarakan Polres Kudus di alun-alun setempat, Jumat (3/6).

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Dorong Aparat Bersihkan Miras di Kudus

Wawan memandang pemusnahan barang bukti ini menunjukkan masih adanya peredaran miras di wilayah kota ini. Ia merasa prihatin, Kudus yang dikenal sebagai kota religius belum sepenuhnya bebas dari benda haram tersebut.

"Kita semua tahu, miras sering kali menjadi sumber kejahatan sehingga perlu upaya pemberantasan secara terus-menerus. Kalau bisa tahun 2017 nanti, Kudus sudah bersih dari miras," harapnya.

Bupati Tegal

Pemberantasan miras, menurutnya, merupakan tanggung jawab dan wewenang aparat penegak hukum yakni kepolisian dan Satpol PP. "Apabila kami diajak, Banser siap bergabung menjalankan tugas," kata Wawan.

Bupati Tegal

Terkait bulan suci Ramadhan, Wawan mengimbau para pengusaha atau pemilik tempat hiburan maupun kafe untuk tutup selama satu bulan. Hal ini guna menghormati kekhusukan umat Islam menjalankan ibadah puasa.

"Kalau masih ada yang beroperasi, kami Banser akan meminta kepada aparat yang berwenang untuk menutupnya. Mengingat, sekali lagi Kudus kota religius," tegas Wawan.

Pemusnahan barang bukti miras dipimpin langsung oleh Bupati Kudus H Musthofa didampingi Kapolres Kudus, dan pejabat lainnya. Ribuan minuman keras dimusnahkan dengan kendaraan berat Silender di alun-alun Simpang Tujuh Kudus. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Kajian Bupati Tegal

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur

Oleh A Muchlishon Rochmat



Tidak sedikit orang yang nyinyir terhadap kegiatan istighotsah yang digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU). NU bisanya hanya istighotsah saja, istighotsah tidak ada manfaatnya, buat apa sih istighotsah, kenapa berdzikir aja harus beramai-ramai seperti itu, berdoa kok dipamerin seperti itu, buang-buang waktu, dan nyinyiran lainnya. Begitulah kira-kira beberapa penilaian terhadapa istighotsah. ?

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah dan NU yang Tak Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah dan NU yang Tak Tidur

Istighotsah memiliki makna meminta pertolongan kepada Allah SWT. Biasanya, istighotsah diselenggarakan dengan tunjuan untuk meminta pertolongan kepada dzat yang Maha Kuasa ketika terjadi keadaan yang sulit dan sukar. Praktik istighotsah adalah orang-orang berkumpul di dalam satu tempat dengan menggunakan busana putih-putih. Para tokoh agama dan masyarakat duduk di panggung yang sudah disediakan, sementara pesertanya duduk lesehan menghadap ke arah panggung. Lalu kemudian mereka melantunkan bacaan-bacaan wirid dan dzikir, diselingi dengan sambutan-sambutan dan mauidloh hasanah, dan diakhiri dengan doa bersama. Inti dari acara istighotsah adalah doa bersama.?

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia -bahkan dunia- menjadikan istighotsah sebagai perantara untuk menyelesaikan persoalan sosial-politik- kemasyarakatan –baik tingkat regional maupun nasional- yang dianggap sudah pada tahap berbahaya (dangerous) dan mengancam keutuhan serta persatuan bangsa Indonesia. Tentu, itu ditempuh setelah melakukan berbagai usaha. Warga NU percaya bahwa berdoa adalah penyempurna dari usaha seorang hamba agar apa yang mereka harapkan dikabulkan oleh Yang Maha Mendengar. Doa adalah senjatanya orang yang beriman. Bukankah Tuhan akan lebih mendengar dan mengabulkan doa yang dilantunkan secara bersama-sama.

Pada 9 April 2017, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menggelar Istighotsah Kubro di Gelora Delta Sidoarjo. Ada ratusan ribu yang hadir dari berbagai kabupaten di Jawa Timur. Sebagaimana yang diuatarakan oleh Rais ‘Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, istighotsah kubro tersebut bertujuan untuk mendoakan umat, bangsa, dan negara Indonesia agar aman, sejahtera, damai, dan terhindar dari segala macam malapetaka.?

Menurut hemat saya, acara Istighotsah Kubro tersebut digelar karena NU melihat kondisi bangsa Indonesia yang memprihatinkan. Mulai dari korupsi yang merajalela, wakil rakyat yang tidak mewakili aspirasi rakyat, hingga semakin maraknya gerakan yang ingin merongrong pondasi dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila.?

Bupati Tegal

Mereka semakin berani menampakkan diri dan menentang pemerintahan yang sah. Bahkan, mereka dengan terang-terangan ingin ‘merobohkan’ Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menggantinya dengan negara khilafah . Ironisnya, mereka diberi izin dan ‘dibiarkan’ begitu saja oleh aparat negara untuk melakukan berbagai aktivitas dan pawai-pawai di ruang publik.?

Sebagai organisasi yang memiliki amanat untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa Indonesia, maka NU ‘turun tangan’. Dilakukanlah berbagai macam cara untuk meng-counter kelompok-kelompok yang ingin mengganti Pancasila. Mulai dari diskusi di forum-forum kajian keislaman, menerbitkan buku-buku, berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membatalkan acara mereka, hingga menyelenggarakan istighotsah besar-besaran untuk ‘unjuk gigi’ dan menegaskan bahwa NU tidak tidur dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa ini.?

Sisi Lain Istighotsah



Bupati Tegal



Selain untuk berdoa bersama, saya rasa istighotsah juga bisa dijadikan alat perantara untuk menyatukan bangsa Indonesia yang terbelah karena berbeda dalam memilih kepala daerah. Sejak pemilihan presiden tahun 2014, seolah-olah masyarakat kita terbelah menjadi dua kelompok; barisan yang mendukung si A, barisan yang mendukung si B. Polarisasi tersebut masih berlanjut sampai sekarang meski pilpres sudah usai tiga tahun yang lalu. Dan itu merembet kemana-mana, termasuk ke tingkat pemilihan kepala daerah. ?

Bukan hanya itu, asosiasi partai politik yang berbeda juga kadang menjadikan hubungan antar anak bangsa menjadi renggang. Kadang mereka tidak sungkan sikut sana-sikut sini untuk memenangkan partainya. Yang menjadi penyakit adalah mereka melupakan dan ‘menggadaikan’ persatuan anak bangsa ini demi kelompoknya sendiri. Menurut saya, itu harus dicarikan mediumnya agar polarisasi anak bangsa bisa terjembatani.

Kita akan merasa adem dan tenang ketika melihat istighotsah. Bagaimana tidak, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat, beda partai, beda memilih presiden dan gubernur, tetapi mereka bisa kumpul dan akur di dalam satu tempat. Mereka duduk dalam satu majelis dzikir dan larut di dalamnya hingga mereka lupa akan perbedaan-perbedaan yang menganga di antara mereka. Bukankah itu hal yang indah. ?

Istighotsah bisa menjadi medium untuk menyadarkan anak bangsa ini bahwa kepentingan Bangsa dan Negara Indonesia adalah di atas segala-galanya. Buktinya, mereka bisa ‘duduk akur’ dalam satu wadah –yang namanya istighotsah- demi mendoakan Indonesia yang lebih baik dan menjaga keutuhannya.

Singkatnya, istighotsah bukan hanya sekadar berdoa bersama, tetapi ada nilai persatuan di dalamnya.?





Penulis adalah alumnus Perguruan Islam Mathali’ul Falah

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Santri, Pertandingan Bupati Tegal

Minggu, 05 November 2017

Sejarawan UNS: Pemikiran Gus Dur Selalu Dibutuhkan

Solo, Bupati Tegal -

Sejarawan dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Hermanu Joebagio mengatakan, sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah pembela minoritas, meskipun berada di bawah represi penguasa.

“Gus Dur ini orang yang sangat plural dan membela minoritas," katanya pada diskusi dalam Peringatan Haul Gus Dur ke-7 di Solo, Jumat (30/12) malam.

Ditambahkan dia, meski sudah wafat, pemikiran Gus Dur masih sangat relevan di zaman sekarang. “Gus Dur merupakan sosok yang dibutuhkan kapan pun pemikirannya,” ujar dia.

Sejarawan UNS: Pemikiran Gus Dur Selalu Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan UNS: Pemikiran Gus Dur Selalu Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan UNS: Pemikiran Gus Dur Selalu Dibutuhkan

Dalam kesempatan tersebut, Hermanu juga menjelaskan dua macam intelektualitas. Keduanya yaitu Intelektualitas kkslusif dan inklusif. Menurutnya, intelektual mesti dibarengi dengan sikap inklusif.

Bupati Tegal

“Intelektualitas harus ditumpangi dengan sikap inklusif. Karena tanpa itu, intelektualitas tidak ada apa-apanya, kenapa? Karena kita membangun visi masa depan keindonesiaan kita dengan apa sih? Ya, dengan kedamaian, keindahan dalam perbedaan,” kata dia.

Sebaliknya, intelektualitas yang eksklusif akan menghasilkan manusia yang memiliki sifat merasa paling benar. “Di dalam negara yang seperti ini, paling berbahaya orang yang tidak mau menerima orang lain. Dalam konteks psikologi, pribadi ini hanya menerima kelompoknya sendiri,” ungkap dia.?

Bupati Tegal

Selain Hermanu, turut hadir sejumlah narasumber antara lain Solahudin Aly (Sekjen PW GP Ansor Jateng), Husein Syifa dan beberapa tokoh lainnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, AlaNu Bupati Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya

Brebes, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes bersama pemerintah kabupaten, Kodim 0713, Polres, dan para ulama serta tokoh masyarakat setempat mendeklarasikan penolakan terhadap masuknya gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Kabupaten Brebes.

Pembacaan Deklarasi dilakukan oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU KH Khusnan Zain di Pendapa Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penolakan ISIS ditandai dengan pendatanganan dan pembacaan pernyataan sikap penolakan ISIS, Sabtu malam (16/8) lalu.

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya

Aksi penolakan dari berbagai unsur elemen masyarakat di Kota Bawang itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berkembangnya gerakan ISIS, yang dinilai bertentangan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta bertolak belakang dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Bupati Tegal

Ketua PCNU Brebes KH Athoillah menjelaskan, sedikitnya ada empat poin peryantaan sikap dalam deklarasi penolakan gerakan ISIS tersebut. Di antaranya, menolak masuknya kelompok gerakan ISIS dan gerakan-gerakan lainnya yang sejenis di Kabupaten Brebes; merajut kebersamaan atas dasar ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insyaniyah dalam ikhtiar menjaga keutuhan NKRI.

Bupati Tegal

Kemudian, bersama-sama memberikan pencerahan kepada umat dan komunitas masih-masing agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk kegiatan atau gerakan yang berpotensi membahayakan keutuhan NKRI. Serta, mendorong aparat keamanan dan lembaga peradilan untuk melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengatakan, deklarasi penolakan gerakan ISIS dilakukan sebagai upaya mengantisipasi agar tidak berkembang di Kabupaten Brebes. Selain itu merupakan bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat mulai dari TNI, Polri, Ulama hingga masyarakat agar Brebes aman dari pengaruh ISIS. "Dari laporan yang saya terima, hingga saat ini tidak ada gerakan ISIS di Brebes," tandasnya.

Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada menegaskan, hingga saat ini gerakan ISIS tidak ada di Brebes. Kendati demikian, pihaknya bersama Polri tetap harus mewaspadai masuknya gerakan tersebut. Khususnya, kewaspadaan di beberapa daerah yang dinilai rawan bisa dimasuki gerakan ISIS tersebut.

"Sejauh ini memang di Brebes tidak ada, tetapi waspada tetap kami lakukan. Sebab, kami menilai ada beberapa daerah yang rawan dimasuki," katanya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Brebes KH Subkhan Makmum menyakini,? kalangan pondok pesantren di Brebes tidak akan terpancing dengan ajakan paham ISIS. Sebab, pesantren akan selalu mengedepankan ajaran yang sesuai dengan Ahlussunah Wal Jamaah. Pesantren juga akan selalu sigap? membantu mencegah masuknya ISIS ke Brebes.

"Paham seperti ini biasanya menarik pengikut dengan selalu menjanjikan surga, padahal surga itu jelas milik orang yang beriman dan bertaqwa. Pesantren akan terus memberi pemahaman konfrehensif kepada seluruh masyarakat tentang Islam yang Kaffah," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Pendidikan Bupati Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

Jakarta, Bupati Tegal

Guru Besar Sosiologi Agama UIN Syarif Hidayatullah Profesor Bambang Pranowo mengatakan polemik terkait pesantren radikal seharusnya tidak terjadi.

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosiolog: Polemik Pesantren Radikal Seharusnya Tak Terjadi

"Pondok pesantren di Indonesia hampir 50 ribu, sedangkan yang terlibat terorisme mungkin belasan. Itu sangat kecil. Apa yang terjadi kemarin itu sebenarnya soal bahasa dan pengemasan saja," kata dia di Jakarta, Selasa.

Bambang mengemukakan itu menanggapi polemik yang dipicu pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution pada tanggal 2 Februari lalu soal 19 pesantren terindikasi paham radikal.

"Sebenarnya ini psikologis saja. Kalau pernyataan terkait radikalisme ini keluar dari Kementerian Agama, reaksinya biasa saja. Beda kalau lembaga lain seperti BNPT," katanya.

Bupati Tegal

Menurut Bambang, pernyataan Kepala BNPT itu seharusnya dipahami sebagai bagian dari pencegahan terorisme. Sebagai lembaga negara yang bertugas melakukan pencegahan terorisme, BNPT memang harus melakukan program pencegahan di segala lini masyarakat.

Apalagi, lanjut Bambang, Kepala BNPT hanya menyebut segelintir orang santri dan guru yang terindikasi radikalisme itu.?

"Ini tidak usah dimasalahkan lagi karena tugas pencegahan terorisme kedepan sangat berat," kata dia.

Ke depan, kata Bambang, soft approach di dalam pencegahan terorisme harus lebih ditingkatkan.?

Bupati Tegal

Untuk itu, BNPT harus lebih erat bergandengan tangan dengan NU dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia, selain ormas lokal yang bertebaran di seluruh Indonesia.

Ketua Rabithah Mahad Islamiyah atau Asosiasi Pesantren NU Abdul Ghofarrozin Sahal Mahfud mengatakan dari puluhan ribu pesantren di Indonesia hampir semuanya berbasis kultural dan kedaerahan, hanya 19 pesantren yang terindikasi radikalisme.

"Pesantren selalu berhasil untuk berdampingan dengan budaya dan masyarakat setempat. Jadi, kalau ada pesantren terindikasi radikalisme, itu jelas telah menyalahi tujuan dan hakikat keberadaan pesantren," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Khutbah Bupati Tegal

Sabtu, 30 September 2017

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Saya masih ingat dulu pada dekade 70-80-an, saya memiliki seorang teman yang menyebut dirinya “Mbak Sri”. Jangan dibayangkan dia seorang cewek karena dia sesungguhnya seorang cowok sebagaimana saya. Nama lengkapnya sebut saja Sri Wardono. Ketika Mbak Sri masih dalam kandungan, ibunya sangat berharap ia akan lahir sebagai anak perempuan. Maklum di keluarganya, belum ada seorang pun anak perempuan. Semua anak adalah laki-laki yang jumlahnya sudah 4 orang. Ibunya sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan agar ia tak sendiri sebagai perempuan dalam keluarga itu. Di sinilah awal mula permasalahan.

Ibunda Mbak Sri, sebut saja Bu Basuki, memang sangat mengidamkan memiliki seorang anak berjenis kelamin perempuan sebagaimana dirinya. Dalam setiap doanya kepada Tuhan ia selalu menyatakan hal itu. Mbak Sri belum lahir saja, ibunya sudah menyiapkan nama anak perempuan “Sri Lestari” sekaligus pakaian anak perempuan yang bagus-bagus. Singkat cerita Bu Basuki berdoa keras agar Tuhan memberinya anak perempuan yang akan menjadi anak kelima dalam keluarganya.

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Ibu dan Kisah Anak Menjadi Gay

Mbak Sri akhirnya benar-benar lahir ke dunia bukan sebagai anak perempuan, tetapi sebagai anak laki-laki. Bu Basuki kecewa dengan kanyataan yang ada. Tetapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia masih memiliki kesempatan untuk tetap memberikan nama depan “Sri” yang sudah ia siapakan sebelum kelahirannya. Nama belakang Mbak Sri bukan “Lestari” sebagaimana rencana awal, tetapi sudah disesuaikan dengan jenis kelamin yang sebenarnya, “Wardono”. Jadi nama lengkap Mbak Sri menjadi “Sri Wardono”.

Dengan nama depan “Sri”, ibunya masih bisa berimajinasi bahwa anak kelimanya adalah perempuan karena nama “Sri” lebih umum dipakai untuk anak perempuan. Setiap hari Bu Basuki memperlakukannya sebagai anak perempuan. Baju-baju anak perempuan yang sudah disiapkan sebelum kelahirannya, tetap dipakaiankan pada anak itu. Ketika baju-baju itu sudah tak cukup untuk badannya yang sudah semakin besar, Bu Basuki tetap membuatkan baju-baju baru dengan model baju perempuan.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Penampilan Mbak Sri yang dipaksakan feminin oleh ibunya ini, sedikit demi sedikit mempengaruhi kejiwaannya. Hal itu tampak pada perilakunya. Misalnya, ia lebih suka bergaul dengan anak-anak perempuan dan mulai tertarik dengan sesama laki-laki. Dia belajar berjalan dengan langkah gemulai meski suaranya tetap seperti kodratnya sebagai laki-laki. Ketika dewasa jakun di lehernya tak bisa disembunyikan.

Hari demi hari terus berjalan. Tahun demi tahun terus berlalu. Mbak Sri telah tumbuh dan berkembang cukup besar. Ia harus sekolah sebagaimana anak-anak sebaya. Oleh orang tuanya, Mbak Sri didaftarkan sebagai anak laki-laki. Di sekolah ia memakai celana dan kemeja. Di rumah ia memakai rok. Hal ini berlangsung hingga ia duduk di kelas 4 SD. Saat itu umurnya telah mencapai 10 tahun.

Di usia kesepuluh itulah, ia dikhitankan oleh orang tuanya. Namun, ketika lukanya telah mengering dan sembuh, ia memutuskan memilih menjadi anak perempuan dan tidak lagi mau sekolah. Ia tinggalkan bangku sekolah dan tanggalkan seluruh pakaian laki-lakinya. Selanjutnya ia hanya mau memakai pakaian perempuan, terutama rok. Termasuk dalam hal ini ia tanggalkan sarung yang selama ini ia kenakan untuk shalat di masjid. Kemudian ia mengganti sarung dengan mukena sebagaimana perempuan.

Jika sebelumnya ia selalu shalat berjamaah di ruang laki-laki, sejak itu ia pindah ke ruang perempuan. Di ruang perempuan ini, ia memilih bersendirian di baris paling belakang. Atau kalau memang di sebelah kiri atau kanannya ada perempuan, ia bersikap hati-hati dengan mengambil jarak agar tidak bersentuhan kulit. Ia menyadari kelaki-lakiannya dan cukup tahu hal-hal yang bisa membatalkan wudhu. Ia tak ingin membatali wudhu teman-teman perempuannya.

Ketika usia Mbak Sri telah mencapai 25 tahun, ia mengadakan pesta ulang tahun di rumah sendiri dengan mengundang banyak tamu terutama kerabat dekat, teman-teman sesama waria dan tetangga sendiri. Saya juga termasuk yang diundang dan hadir dalam acara itu. Saat itu saya sudah kuliah, entah di semester berapa saya lupa.

Perayaan ultahnya yang ke 25 itu ternyata ia manfaatkan untuk mengumumkan perkawinannya dengan seorang gay yang selama beberapa tahun memang dikenal sebagai pacarnya. Tentu saja tidak ada ritual khusus seperti ijab qabul dan sebagainya dalam acara itu. Mbak Sri dan “suaminya” duduk berdua di kursi “pelaminan” layaknya perkawinan yang sebenarnya. Mereka juga melakukan adegan saling menyuapi makanan di depan para tamu.

Usia Mbak Sri kini sekitar 58 tahun. Sedang usia saya memasuki 53, atau? lima tahun lebih muda dari pada Mbak Sri. Saya tak tahu kabar Mbak Sri sekarang. Di mana kebaradaannya saya juga tidak tahu. Sejak puluhan tahun ia telah pindah ke kampung lain yang tidak saya ketahui. Saya berharap ia masih ada dan sehat-sehat saja. Saya ingin bertemu. Jika perlu, saya ingin menasihatinya sebagai seorang kawan di saat usia kami sama-sama sudah lebih dari setengah abad.

Fenomena Mbak Sri hendaknya membuka kesadaran masyarakat bahwa seorang LGBT belum tentu bersalah 100 persen, jika memang mereka harus dipersalahkan. Bisa jadi awal mula kesalahan perilaku seksualnya bermula dari orang tuanya. Hal lain yang perlu menjadi pelajaran berharga adalah para orang tua tentu boleh mendambakan seorang anak dengan jenis kelamin tertentu sesuai harapannya. Namun doa yang tidak pernah dipasrahkan kepada Tuhan akan berpotensi memaksakan kehendak.

Jika ternyata Tuhan menghendaki lain, orang tua bisa sangat frustrasi atas kenyataan yang ada karena kurangnya tawakal. Yang saya maksud dengan tawakal dalam hal ini adalah sikap menyerahkan kepada Allah SWT semata apa pun hasil dari apa yang diperjuangkan baik melalui usaha maupun doa-doa. Mbak Sri adalah contoh dari sikap orang tua yang tidak bisa menerima kehendak-Nya. Mbak Sri adalah korban. Padahal Allah SWT telah mengingatkan di dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, ayat 159:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya:“Ketika engkau telah membulatkan tekad (memiliki keinginan tertentu), maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal (kepada-Nya).”

Ayat di atas menegaskan bahwa Allah SWT tidak melarang seorang hamba memiliki keinginan tertentu. Tetapi Allah SWT mengingatkan apa pun tekad seseorang untuk mencapai keinginan tertentu itu, dari yang sepele hingga yang muluk-muluk, pada akhirnya tekad tersebut harus dipasrahkan kepada-Nya karena Dia-lah Yang Mengatur Hidup ini.



Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Amalan Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock