Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PMII Perkuat Kaderisasi

Pontianak, Bupati Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dikenal sebagai organisasi pencetak pemimpin hebat di negeri ini.?

Salah satu kadernya adalah, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar. PMII terus mencetak pemimpin baru dengan cara memperkuat kaderisasi.

PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Perkuat Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Perkuat Kaderisasi

“Kita memperkuat doktrin kaderisasi. Mahasiswa yang telah melewati kaderisasi PMII, dia harus lebih peka terhadap masyarakat dan negeri ini. Kepekaan sosial inilah yang terus kita tanamkan agar kader PMII memberikan manfaat bagi negara dan bangsa,” kata Ketua Umum PB PMII, Addin Jauharuddin saat temu kader di Pondok Nelayan Pontianak, Jumat (10/5) lalu.

Bupati Tegal

Dijelaskan pria kelahiran Cirebon ini, PMII memiliki basis di kampus-kampus. Untuk itu, ada tiga hal yang saat ini diperkuat, yakni taat organisasi, kaderisasi, dan memperkuat basis di kampus. Masuk PMII itu berarti masuk dunia organisasi. Seorang kader PMII harus memahami seluk beluk berorganisasi.

“Kalau sudah memahami tata cara berorganisasi, di masyarakat akan mudah bergaul dan masuk ke dunia apa saja. Bukan tidak mungkin, kader PMII akan menjadi pemimpin di masyarakatnya,” ujar Addin.

Bupati Tegal

Salah satu kekuatan organisasi adalah militansi. Saat melakukan sebuah pergerakan untuk mencapai tujuan, diperlukan militansi dan kekompakan. Untuk mendapatkan militansi, diperlukan kaderisasi yang mantap.?

“Kemudian, kita memperkuat basis di kampus terutama yang umum. Maksudnya, PMII tidak lagi memiliki basis di kampus Islam, melainkan juga di perguruan tinggi umum. Tujuannya, PMII tak lagi membicarakan masalah agama an sich, melainkan persoalan apa saja yang dihadapi masyarakat,” beber pria yang sedang kuliah S2 di Universitas Nasional Jakarta.

Sosok kader PMII nantinya tidak hanya hebat dalam berbicara agama, melainkan juga politik, ekonomi makro, ekonomi mikro, kedokteran, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Dengan keragaman kader seperti itu akan membuat PMII semakin kuat di masyarakat.?

“Selain itu, kita juga meminta seluruh kader dalam melaksanakan agenda formal harus di kampus. Sebab, PMII basis utamanya di kampus. Jangan lari dari kampus,” instruksi Addin.?

PMII bisa dikatakan sebagai organisasi kemahasiswaan yang sangat besar di Indonesia. Hampir seluruh kampus di Indonesia ada PMII-nya. Wajar apabila pemerintah banyak menaruh harapan pada PMII untuk bisa mengkader mahasiswa jadi pemimpin hebat.

“Pemerintah telah mempercayai kita untuk menyelenggarakan ASEAN Youth Assembly. Kepercayaan tersebut sebagai wujud nyata PMII untuk pemuda dan Indonesia. Kita terus berkiprah agar bisa melahirkan pemimpin masa depan Indonesia,” tekad Addin.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Rosadi Jamani?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Boyolali, Bupati Tegal. Presiden Soekarno pernah mengatakan pada hakikatnya setiap bangsa memiliki karakternya masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia memiliki sebuah karakter yang terwujud dalam pelbagai hal. Dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mesti jaga betul karakter yang dimiliki bangsa ini. “Bangsa kita punya karakter sendiri, Jangan hanya terus menjadi bebek yang mudah terpengaruh hal yang datang dari luar,” tegas Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di depan jamaah Pengajian Akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah di Masjid Kabupaten, Senin (16/3) malam lalu.

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Gus Mus menilai, beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini, seperti halnya beberapa WNI yang hendak bergabung dengan ISIS dan lain sebagainya, merupakan sebuah pertanda akan kurangnya pemahaman karakter yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

“Tidak semua yang datang dari luar itu baik. Jangan dikira mereka yang mengibarkan bendera ‘La ilaha illallah’ pasti bagus. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak berbuat kekerasan,” kata kiai yang juga budayawan ini.

Bupati Tegal

Sikap yang mesti dipegang oleh bangsa ini, lanjut Gus Mus, yakni sikap sak madyo (Jawa: sedang) atau tawasuth. “Itulah akhlak yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw,” tutur Pengasuh Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Hal lain yang disampaikan Gus Mus kepada para jamaah, yakni untuk senantiasa bersyukur kepada nikmat hidayah yang diberikan Allah kepada kita.?

“Bayangkan seorang paman Nabi yang tidak diberikan hidayah dan tetangga Nabi yang justru membenci Nabi. Tapi kita yang jauh di Boyolali ini, alhamdulillah dapat diberikan rasa cinta kepada Nabi. Maka wajib bagi kita untuk bersyukur atas nikmat tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Boyolali dan beberapa jajaran PCNU Kabupaten Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sholawat, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Batang, Bupati Tegal. Menyambut Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-81 Tahun 2015, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Batang menyelenggarakan kegiatan Apel Banser. Kegiatan yang dilaksanakan di Tanah Wakaf Warga NU Batang di Desa Clapar Kecamatan Subah tersebut diikuti oleh jajaran pengurus Ansor dan ribuan anggota banser serta 200 anggota Fatayat Serbaguna (Fatser).

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Apel Ribuan Anggota Banser Batang Diwarnai Sejumlah Atraksi

Hadir dalam acara yang digelar akhir pekan (9/5) tersebut Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Kholil, Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni, PW GP Ansor Jateng beserta Kasatkorwil, Jajaran Muspida dan Muspika se-Kabupaten Batang, anggota DPRD, pengurus PCNU Batang, perwakilan Badan Otonom dan Lembaga NU, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta berbagai tamu undangan lainnya. Bertugas sebagai pimpinan apel, sahabat Casmito dari Satkoryon Banser Gringsing.

Menurut penuturan ketua panitia penyelenggara, Mahfud Syaefudin, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan harlah yang keempat. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya kepada ribuan anggota Banser yang nampak begitu kompak.

Bupati Tegal

Ketua GP. Ansor Kabupaten Batang, Umar Abdul Jabar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banser merupakan garda depan sekaligus benteng ulama dan umaro. Maka menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI adalah harga mati. Karena itulah mental dan fisik harus disiapkan, terlebih dengan maraknya gerakan ISIS saat ini.

Bupati Tegal

Berbagai atraksi juga disuguhkan dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah unjuk kekebalan tubuh, seni beladiri, berkendara dengan tutup kepala, Parkour dan Capuera yang merupakan olahraga tren budaya Brasil juga tampak apik ditampilkan oleh sahabat-sahabat Banser.

“Dalam acara ini sekaligus pemberian hadiah pada lomba voli, Simtuddurar dan akreditasi antar PAC,” imbuhnya.

Kasatkornas Banser, Sahabat Alfa Isnaeni dalam paparannya menyampaikan bahwa sahabat-sahabat Banser tidak perlu minder karena kesan kampungan dan lain sebagainya yang menyudutkan. Perlu diketahui bersama bahwa saat ini banyak dari kalangan Pejabat, Pengusaha, Anggota legislatif, Anggota TNI/Polri ikut menjadi Anggota Ansor dan Banser.

Rais Syuriah PCNU Batang, KH Abdul Manap juga mengimbau bahwa Banser harus menggandeng TNI dan Polri untuk bersama-sama menjaga keutuhan NKRI. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Nusantara, Ubudiyah Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Surakarta, Bupati Tegal

Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMI-NU) Jawa Tengah menggelar Silaturahim Daerah (Silatda) “Gerakan Ayo Mondok” di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, 17-19 Oktober 2017. Dalam rangkaian Silatda turut dihelat Seminar Pasar Modal Syariah dengan tema Santri Sadar Investasi, Rabu (18/10).



Seminar tersebut diikuti sekitar 200 santri, dengan menghadirkan pembicara Supervisor Sharia Capital Market Development Indonesia Stock Exchange, 
Derry Yustria; dan perwakilan Panin Sekuritas Solo H Subiyanto. 

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Ajak Santri Sadar Investasi

Pada sesi pertama, para santri diajak untuk mengenal pasar modal syariah, khususnya ajakan untuk berinvestasi di saham syariah. Derry menjelaskan bahwa saham adalah tanda bukti kepemilikan terhadap suatu perusahaan.

"Dengan berinvestasi di saham syariah, seorang investor akan mendapatkan capital gain dan deviden," kata Derry.

Perusahaan yang menawarkan saham di Bursa Efek Indonesia dan sahamnya termasuk sebagai saham syariah sebenarnya ada di sekitar kita.

Bupati Tegal

"Selama ini kita hanya bertindak sebagai konsumen, tetapi belum banyak menyadari bahwa keuntungan dari hasil penjualan produk-produk perusahaan yang sahamnya ditawarkan di Bursa Efek Indonesia juga akan dinikmati oleh investor dalam bentuk deviden dan kenaikan harga saham perusahaan tersebut," lanjutnya.

Selain itu, para santri dikenalkan dengan istilah IHSG yaitu Indeks Harga Saham Gabungan serta makna dari naik turunnya nilai IHSG yang selama ini sering kita ketahui melalui media-media nasional baik cetak maupun eletronik. 

Para santri juga diajak untuk mengenal istilah inflasi. Pentingnya kesadaran untuk berinvestasi di pasar modal syariah bagi para santri adalah bahwa dengan berinvestasi nilai uang pada saat ini lama-lama akan tergerus oleh waktu akibat inflasi. Oleh sebab itu penting bagi para santri untuk melindungi nilai uang saat ini dengan berinvestasi agar nilai uang pada saat ini tidak tergerus oleh inflasi di masa depan dengan ikut mensukseskan Gerakan Yuk Nabung Saham Syariah.

Bupati Tegal

Pada akhir tahun 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatatkan kinerja yang lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara Year to Date dimana ISSI mencatatkan kenaikan 18,6% sementara IHSG mencatatkan kenaikan sebesar 15,3%.

Hal tersebut menandakan, kinerja saham-saham syariah lebih tinggi dibanding keseluruhan kinerja saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Oleh sebab itu, partisipasi santri dalam mengembangkan pasar modal syariah menjadi elemen yang penting dalam upaya memajukan keuangan syariah di Indonesia. Per Okober 2017 menurut materi presentasi yang disampaikan, tercatat sudah ada 345 saham syariah yang ditawarkan oleh Bursa Efek Indonesia sebagai pilihan instrumen investasi.

Sementara itu, H Subiyanto memaparkan bertransaksi di pasar modal melalui aplikasi POST Syariah (PaninSekuritas Online Stock Trading Syariah). Panin Sekuritas Online Stock Trading Syariah atau POST Syariah adalah sistem perdagangan saham melalui internet (online stock trading), saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana yang diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan peraturan OJK mengenai pasar modal syariah.





POST Syariah telah memperoleh Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No. 007.18.02/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang Kesesuaian Syariah atas Sistem POST Syariah untuk PT Panin Sekuritas Tbk. Dengan demikian POST Syariah dapat digunakan untuk melakukan transaksi saham secara syariah. Saham-saham yang tidak termasuk dalam saham syariah tidak dapat ditransaksikan. Di akhir sesi, lima peserta seminar mendapatkan hadiah berupa pembukaan akun dari Panin Sekuritas.  (Muhammad Alan Nur/Kendi Setiawan). Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional, Kiai Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

Jakarta, Bupati Tegal



Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menangis saat menjelaskan hubungan dekatnya dengan keluarga angkatnya yang beragama Islam di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam sidang perdana perkara penistaan agama.

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)
Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim (Sumber Gambar : Nu Online)

Sidang Pertama, Ahok Menangis di Hadapan Majelis Hakim

"Saya lahir dari pasangan non-Muslim, tapi saya juga diangkat oleh keluarga Muslim," ujar Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa.

"Ayah saya dengan ayah angkat saya bersumpah untuk menjadi saudara sampai akhir hayatnya. Kecintaan ayah angkat saya terhadap saya sangat berbekas terhadap diri saya sampai dengan hari ini," kata Ahok seraya terisak.

Kemudian, Ahok yang mengenakan batik panjang bernuansa cokelat itu terlihat diberikan sehelai tisu oleh panitia sidang.

Bupati Tegal

"Bahkan uang pertama S2 saya dibayar oleh kakak angkat saya," lanjut Ahok.

"Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya Islam yang sangat taat," kata Ahok.

"Saya sangat sedih saya dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja dengan saya mengatakan saya menista orang tua angkat dan saudara-saudara angkat saya sendiri yang sangat saya sayangi dan juga sangat sayang kepada saya," tambah dia.

Dalam kehidupan pribadinya, Ahok mengatakan banyak berinteraksi dengan teman-teman yang beragama Islam, termasuk dengan keluarga angkatnya almarhum H. Andi Baso Amir yang dia sebut merupakan keluarga Muslim yang taat.

Selain belajar dari keluarga angkat, Ahok mengatakan juga belajar dari guru-guru yang taat beragama Islam dari kelas 1 SD Negeri sampai dengan kelas 3 SMP Negeri.

Bupati Tegal

Calon Gubernur Jakarta bernomor urut dua tersebut menjelaskan dia tidak berniat menista agama Islam dan menghina para ulama dalam pidato yang ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Pulau Seribu, tepatnya 27 September 2016.

Dalam tanggapannya, ia membacakan salah satu subjudul dari buku yang ia tulis tentang penyalahgunaan surat Al Maidah ayat 51 oleh para politisi.

"Bisa jadi tutur bahasa saya yang memberikan persepsi atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya lihat dan yang saya maksud. Ada oknum atau elite yang berlindung di balik ayat suci. Mereka menggunakan surat Al Maidah ayat 51 yang isinya melarang kaum nasrani dan yahudi menjadi pemimpin mereka," kata Ahok. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Internasional Bupati Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok

Garut,Bupati Tegal. Menyambut bulan suci Ramdhan, Pesantren Nurul Musthofa Hegarmanah menggelar kegiatan “Sambut Ramdhan dengan Berbagi”. Acara tahunan tersebut diisi dengan santunan yatim dhuafa, gema sholawat oleh Ikatan Hadroh Marawis Garut (IHMAGA), ceramah Da’i Jinak (ngaji bersama anak).

Tak hanya itu, pesantren tersebut menyosialisasikan gerakan Ayo Mondok yang dipimpin pengasuh pesantren tersebut Uststadz Nuroni Yusron Fauzi.

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Musthofa Hegarmanah Sosialisasikan Ayo Mondok

“Telah kita mafhumi bahwa pesantren mencetak generasi berakhlak. Ketika sekolah mencetak manusia pintar, pesantren tampil sebagai basis pendidikan pencetak orang-orang benar,” ujar Nuroni dalam sambutannya, Ahad (14/6/15).

Bupati Tegal

Sosialisasi gerakan nasional Ayo Mondok yang diprakarsai Rabithah Ma’ahid Nahdlatul Ulama (RMI-NU) di Pesantren Nurul Musthofa ini sebagai langkah membuka paradigma kepada masyarakat untuk segera kembali ke pondok. Pesantren sudah menjawab tantangan zaman dengan pola pendidikan yang menekankan kepada ilmu dan akhlaq.

Bupati Tegal

Hadir pada kesempatan itu Kepala Desa Talagasari terpilih Riki Ismail Barokah yang juga membuka program Peduli Guru Ngaji yang diinisiasi pesantren tersebut. Ia sangat mendukung acara yang diselenggarakan Pesantren Nurul Musthofa ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pesantren Nurul Musthofa. Saya akan  ikut terjun langsung dengan program pesantren yang sejalan dengan pemerintah,”ujar Kades Termuda Jawa Barat ini. (Roy Fauzi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Pendidikan, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks

Jakarta, Bupati Tegal. Kritik pedas untuk televisi di Indonesia. Tayangan televisi di negeri ini belakangan boleh dikelompokkan tidak lebih sebatas pada tiga hal, yakni tayangan yang mempertontonkan adegan kekerasan, tayangan menyeramkan atau horor dan tontonan tentang hubungan seksual lawan jenis.

Demikian disampaikan Ketua Komunitas Melek Media Televisi Teguh Imawan saat berbicara pada sarasehan bertajuk “Remaja dalam Bingkai Sinetron dan Film Indonesia” yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (22/11).

Selain, Teguh Imawan, hadir pula sebagai narasumber pada acara rangkaian dari peluncuran website IPBupati Tegal dan majalah LENSA Remaja itu, artis Ray Sahetapy yang juga Ketua Kajian Pendidikan Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Encip.

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks (Sumber Gambar : Nu Online)
Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks (Sumber Gambar : Nu Online)

Televisi Indonesia: Kekerasan, Horor dan Seks

Menurut Teguh, panggilan akrab Teguh Imawan, tiga jenis tayangan televisi itu merupakan cerminan dari mayoritas konsumen televisi di tanah air. “Penonton mayoritas televisi, terutama tayangan jenis VHS (violence [kekerasan], horror and sex) itu adalah masyarakat yang berpendidikan rendah. Pendidikan rendah ini melahirkan selera tontonan yang rendah pula,” terangnya.

Hal itu, katanya, terjadi karena stasiun televisi memiliki dua misi utama, yakni mencari sensasi dan mengejar rating tinggi yang pada dasarnya demi keuntungan ekonomis sebesar-sebesarnya. “Saya dulu pernah bekerja di sebuah production house (rumah produksi-Red). Tiap detik yang kami pikirkan adalah bagaimana membuat tontonan yang rating-nya tinggi,” tandasnya.

Bupati Tegal

Selain itu, lanjutnya, tayangan televisi, terutama sinetron, lebih banyak menampilkan khayalan-khayalan. Yang terjadi kemudian, katanya, masyarakat sebagai konsumen tidak lagi bisa membedakan antara tayangan yang bersifat fakta dengan tayangan hasil rekaan.

“Misalkan tayangan tentang alam kubur. Si sutradara seolah-olah sangat tahu apa yang terjadi pada kehidupan setelah mati. Dibumbui ayat-ayat suci Alquran, jadilah si penonton percaya bahwa itu sebuah kebenaran,” jelas Teguh.

“Misalkan lagi, sinetron yang menceritakan seorang perempuan yang hamil di luar nikah. Kalau tayangan seperti terus ada, masyarakat nantinya akan menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar, dan akhirnya akan dianggap sebagai kebenaran juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ray Sahetapy mengungkapkan fakta di balik sukses sebuah tayangan televisi. Menurutnya, dalam pembuatan sebuah sinetron, yang paling berpengaruh adalah sang produser, bukan sutradaranya. Sebaliknya, pada film yang yang memiliki peran utama adalah sang sutradara.

Bupati Tegal

“Kalau film, Ooo… itu karya Garin Nugroho (sutradara film kenamaan), misal. Jadi yang disebut sutradaranya. Tapi kalau sinetron, sebut saja Ram Punjabi (pemilik production house Multivision Plus). Beda dengan teater. Yang lebih dikenal adalah aktornya,” jelas Ray, begitu panggilan akrab mantan suami artis Dewi Yull itu.

Sedikit berbeda dengan keduanya, Sinansari Encip mengungkapkan betapa saat ini Lembaga Sensor Film Indonesia (LSFI) tidak banyak memiliki peran dalam menyeleksi mana film dan sinetron yang layak tayang atau tidak. “Salah satu tugas LSFI adalah menyensor tayangan yang, misalkan, ada unsur kekerasan, cabul atau merendahkan nilai-nilai agama. Tapi sampai hari ini masih banyak tayangan yang seperti itu,” tuturnya.

Hal itu juga, lanjut Encip, tak bisa dilepaskan dari tuntutan kejar tayang dari pada stasiun televisi yang bersangkutan. “Jadi, misalkan sebuah sinetron, tayangnya malam hari, bikinnya pagi atau siangnya. Baru sorenya diserahkan kepada LSFI. Kalau begitu, gimana LSFI bisa menyensornya kalau tidak ada waktu yang cukup,” terangnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Amalan Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dan Pengurus Daerah Muhammadiyah Jepara menggelar rapat koordinasi di ruang Mapolres Jepara, Jawa Tengah, Ahad (10/9) malam. Rapat membahas soal rumor yang beredar di media sosial terkait kasus pesantren di Karimunjawa, Jepara.

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-Muhammadiyah Klarifikasi Isu Pengusiran Santri di Karimunjawa Jepara

Rapat koordinasi yang dihadiri sejumah tokoh dan jajaran kepolisian ini membantah berita terjadinya pengusiran santri di sebuah pesantren di sana. Keduanya mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan menjunjung tinggi persaudaraan.

Berikut bunyi surat klarifikasi secara lengkap yang ditandatangani Ketua Pimpnan Daerah Muhammadiyah (PDM) KH Sadali dan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) KH Ubaidillah Noor.

Menyikapi perkembangan pemberitaan (issue) di media sosial terkait dauroh tahfidh al-Qur’an di Dukuh Alang-alang RT 02 RW 04, Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, sehubungan dengan isu penolakan dan pengusiran santri Ittihadul Ma’had Muhammadiyah (ITMAM) yang hendak melakukan dauroh tahfidh al-Qur’an Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, maka dengan ini Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jepara menyatakan klarifikasi sebagai berikut:

Bupati Tegal

1. Pemberitaan bahwa telah terjadi penolakan dan pengusiran santri adalah tidak benar.

2. PCNU Jepara dan PDM Jepara sepakat menyikapi masalah tersebut dengan mengedepankan ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, ukhuwwah basyariyah serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati Tegal

3. Menyekapakati agar gedung yang diwakafkan kepada PP Muhammadiyah tersebut dihentikan (dimauqufkan) penggunaannya untuk beberapa waktu sampai segala sesuatunya terpenuhi.

4. Mengintensifkan komunikasi semua pihak dan mewaspadai paham radikalisme serta pihak lain yang hendak memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.





Surat klarifikasi tersebut ditandatangani pula oleh sejumlah saksi, antara lain AKBP Yudianto Adhi Nugroho (Kapolres Jepara), H Mashudi (Ketua MUI Kabupaten Jepara), Rustamaji (atas nama Kepala Bakesbangpol), H Badrudin (PKUB Jateng untuk Jepara), Arif Darmawan (atan nama Kepala Dinas Kominfo). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, Santri, Pendidikan Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Jombang, Bupati Tegal



Pada April kemarin, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Eko Baskoro Harlis mengunjungi rumah Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang, Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto dengan maksud silaturahim.?

Dalam kesempatan itu Eko menyodorkan buku, VCD, tabloid tentang Khilafah Islamiyah. Di dalamnya terdapat penjelasan soal sistem khilafah atau konsep negara di bawah bendera Islam yang diusung oleh HTI.

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Kunjungan Pentolan HTI ke Rumah Ketua Ansor Jombang

Eko mulai menjelaskan isi dari tiga barang yang dibawanya itu. Sementara Zulfikar menyimaknya dengan seksama. Setelah selesai memaparkan, Zulfikar langsung menimpali, "Mas, kita ini sama-sama Islam, sampean (anda) syahadat dan shalat, sama. Tapi yang membedakan adalah komitmen kebangsaaan kita," katanya di Jombang, Kamis (5/5/2016).

?

Zulfikar yang dilahirkan di keluarga Nahdlatul Ulama itu menambahkan bahwa sejak lahir ia telah dibekali orang tuanya tentang keberagaman. Indonesia bukan hanya milik Islam, tapi juga warga lain yang berbeda keyakinan.

Bupati Tegal

Keluarga Nahdlatul ulama memang mendapat pendidikan cinta tanah air dari ulama-ulama besar mereka. Istilahnya dalam bahasa Arab adalah hubbul wathan minal iman artinya mencintai tanah air adalah bagian dari iman.

?

Bupati Tegal

"Nah, yang membedakan itu, sampean ini mengikuti ajaran yang mohon maaf yang tidak memberikan pendidikan yang cukup baik terkait dengan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air," katanya lagi.

?

Kebhinekaan di NU semakin dipertajam dengan pernyataan ulamanya, kata Zulfikar, yang mengajarkan bahwa negara ini bukan negara agama, tapi juga bukan negara tanpa agama.

?

Eko terdiam sejenak dan kemudian menjawab, "Itulah Gus (panggilan khas untuk orang yang dihormati), ini khilafah rahmatan lil alamin (merahmati semua alam), insyaallah kalau khilafah berdiri yang kafir juga dilindungi dan diayomi," ujarnya. Keterangan Eko soal mimpi tersebut tak mampu meyakinkan Ketua PC GP Ansor Jombang. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Di Balik Makna Insyaallah yang Sering Disalahpahami

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ?. ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Di Balik Makna Insyaallah yang Sering Disalahpahami (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Makna Insyaallah yang Sering Disalahpahami (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Makna Insyaallah yang Sering Disalahpahami

Bupati Tegal

Jamaah Jum’ah yang semoga dimuliakan Allah,

Kata “insyaallah” begitu populer bagi masyarakat Muslim di Tanah Air. Tak hanya dalam percakapan sehari-hari, salah satu kalimat thayyibah ini juga sangat sering kita dengar di media massa terutama tayangan televisi. Meski begitu, seperti biasa, kata ini sering diterima dan dipakai begitu saja tanpa menyesuaikan makna dan penggunaan yang seharusnya.

Kata “insyallah” kerap diucapkan untuk janji yang potensial dilanggar, komitmen yang tidak teguh, atau harapan yang tidak pasti. Meski lebih sering kita jumpai, bukan berarti semua itu tepat. Orang menyebutnya salah kaprah alias kekeliruan yang sudah menjadi kebiasaan.

Bupati Tegal

Al-Qur’an Surat al-Kahfi ayat 23-24 mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ?

“Dan janganlah engkau mengatakan tentang sesuatu, ‘Aku akan melakukannya besok.’ Kecuali jika Allah menghendaki atau mengucapkan insyaallah.”

Dengan demikian, mengucapkan kata insyaallah sesungguhnya bersumber dari perintah Al-Qur’an. Secara literal ia berarti “jika Allah menghendaki”. Ayat ini mengandung pendidikan bagi pengucapnya tentang pentingnya rendah hati. Tidak terlalu mengandalkan kemampuan pribadi karena ada kekuatan yang lebih besar dibanding dirinya.

Mengucapkan insyaallah juga bentuk keinsafan bahwa di balik segala perinstiwa ada Sang Penentu. Tak selalu apa yang kita inginkan terwujud. Seluruhnya bersifat tidak pasti, dan justru karena itulah manusia dituntut berikhtiar. Kata “insyallah” merupakan wujud pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah sembari bekerja keras karena proses yang ditempuhnya belum menemukan kepastian hasil.

Manusia memang dilarang memastikan perbuatan yang masih dalam rencana, karena yang demikian termasuk cermin keangkuhan. Manusia tidak mungkin mengandalkan secara mutlak dirinya sendiri. Sebagai makhluk, ia membutuhkan Sang Khaliq. Seberapapun besar jerih payah seseorang, tetaplah ia sebatas pada level ikhtiar.

Allah telah menganugerahi manusia nurani, akal, tenaga, dan segenap kemampuan lainnya. Semua itu merupakan modal sekaligus tanggung jawab untuk dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Islam mengajarkan umatnya untuk berusaha, menyusun rencana, dan mempersiapkan diri. Selebihnya adalah tawakal atau kepasrahan total atas kehendak Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri (QS. Ar-Ra’du: 11)

Ayat lain menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaknya setiap pribadi memerhatikan apa yang dia persiapkan untuk hari esok, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Hasyr: 18)

Tawakal adalah sikap yang muncul dari kesadaran manusia atas dirinya yang dla‘îf di hadapan Rabb. Menggantungkan keputusan final kepada Sang Pencipta selepas daya upaya dikerahkan secara maksimal. Sikap inilah yang membuatnya selalu merasa penting untuk berdoa, memohon pertolongan dan petunjuk sehingga kehendak yang dirumuskannya diridlai dan dikabulkan Allah subhânahu wata‘âla. Dan bilapun tak terkabul, juga tak lantas menyesali diri sendiri karena sejak awal memang sudah memasrahkan hasil bukan kepada diri sendiri.

Jamaah Jum’ah yang semoga dimuliakan Allah,

Dengan demikian, kita bias menarik sebuah kesimpulan ringkas, bahwa insyaallah bukan ucapan basa-basi atau tempat berlindung dari ketidakteguhan janji. Insyaallah mengandung pendidikan tentang sikap tawaduk. Penghayatan kepada makna hakiki insyaallah juga membawa manusia pada puncak kesadaran tauhid: hanya Allah tempat bergantung segala sesuatu. Insyaallah juga mengandaikan seseorang untuk mempercayai adanya takdir dan irâdah Allah. Semoga kita senantiasa diberi petunjuk pada setiap ucapan dan tingkah, agar istiqamah di jalan yang benar, yang diridlai Allah.

Khotbah II



? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Alif Budi Luhur

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Meme Islam, Pendidikan, Budaya Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

Kota Tegal, Bupati Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, Dr H Moh. Adnan MA meminta kepada warga NU tidak perlu gelisah dengan kepergian KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pasalnya akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lain yang tetap konsisten memperjuangkan Pluralisme.

“NU memiliki stok yang kelak mempejuangkan pluralisme selain Gus Dur. Insya Allah akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lainnya,” ungkap Moh. Adnan saat melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal masa bakti 2008-2013, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Jawa Tengah Ahad (3/1.)

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

Menurutnya, selama ini banyak orang menilai Gus Dur sinis, karena statemennya yang seringkali menimbulkan kontroversi. Namun itulah kehebatan Gus Dur, seorang tokoh NU dan bapak pluralisme. “Kalau statemennya tidak ada menimbulkan kontroversi, tentunya orang tersebut bukan tokoh, di situlah hebatnya Gus Dur,” ungkap Adnan.

Bupati Tegal

Ditambahkan, Gus Dur adalah pembela semua umat, ia tidak memandang agama maupun golongan. Dengan Islam ahli sunnah waljamaah, Gus Dur disebutkan sebagai ‘Bapak Pluralisme’. Bahkan DPR telah mengusulkan agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional. “Sebagai warga NU tentunya kita bangga, mempunyai bapak seperti beliau,” ujarnya.

Bupati Tegal

Adnan menegaskan, apa yang telah dirintis oleh Gus Dur, warga NU harus bisa menarik garis, bahwa yang benar harus ditegakan.

Adnan juga berharap kepada Pengurus NU yang baru dilantik jangan seperti bulan purnama. Artinya, memberi penerangan hanya dalam satu bulan sekali. “Itupun kalau kebetulah suasananya kondusif. Tapi kalau lagi musim hujan, tentu tak kelihatan,” ujarnya berfilosofi yang disambut ger.

Pengasuh Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU KH Mustofa Aqil Siradj menyampaikan tausiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Majelis Tarbiyatul Mubtadi’in, Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu memberikan gambaran tentang pentingnya pengabdian tidak setengah-setengah.

Sebagaimana dicontohkan para sahabat Nabi yang dengan ketabahan dan perjuangannya sepenuh hati menjaga Nabi SAW. “Kita pun perlu menjaga ulama dengan selalu dekat dan menjaganya dengan sepenuh hati,” ajaknya.

Ketua panitia, Drs Purwahyo ketika dikonfirmasi terkait keterlambatan pelantikan PCNU Kota Tegal yang sempat molor hingga dua tahun mengatakan, pihaknya tidak tahu karena itu wewenang PBNU yang menandatangani SK. “SK baru turun pada bulan Agustus 2009, Meski sekarang baru dilantik namun pengurus telah bekerja sesuai program-programnya,” terang Purwahyo.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tegal, Dr H Basukiyatno keterlambatan pelantikan justru membuat matang para pengurus. “Ibarat buah yang masih ranum, agar matang maka disimpan dulu,” ujarnya.

Meski tahapan pemilihan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tegal sudah tersusun lebih kurang dua tahun lalu, tapi kepengurusannya baru dilantik. Barangkali, inilah salah satu keunikan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bernama NU. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Ubudiyah Bupati Tegal

Jumat, 17 November 2017

Orasi Kepesantrenan Isi Momen Hardiknas di Kebumen

Kebumen, Bupati Tegal. Pondok Pesantren An-Nahdlah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kembumen bersama majalah Nahnuniyah, Lakpesdam NU Kebumen, dan komunitas Pena Pesantren, mengisi peringatan hari pendidikan nasional yang jatuh pada 2 Mei dengan orasi kepesantrenan. Mereka menyebut acara itu “hari pesantren nasional”.

Orasi Kepesantrenan Isi Momen Hardiknas di Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Orasi Kepesantrenan Isi Momen Hardiknas di Kebumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Orasi Kepesantrenan Isi Momen Hardiknas di Kebumen

Kegiatan yang digelar Jumat (2/5) malam di kompleks Pesantren An-Nahdlah IAINU Kebumen, Jawa Tengah, ini dihadiri jajaran Pengurus Cabang NU Kebumen, IAINU Kebumen, dan perwakilan pesantren-pesantren di Kebumen. Sekitar 150 peserta duduk lesehan di depan halaman Pesantren An-Nahdlah.

Orasi Budaya Pesantren secara berturut-turut disampaikan oleh Ahmad Baso (Penulis Buku Pesantren Studies), Makruf Widodo (Sekretaris IAINU Kebumen), Fikria Najitama (Dekan Tarbiyah IAINU Kebumen), dan Muhdir (Sekretaris PCNU Kebumen).

Bupati Tegal

Ahmad Baso dalam orasinya via online menyatakan bahwa pendidikan Indonesia harus dikaji dan ditata ulang dengan mengembalikan ruh pendidikan ala pesantren yang khas Indonesia, tidak mesti berkiblat keluar. Pendidikan ala pesantren sudah diakui oleh pendiri bangsa ini, termasuk Ki Hajar Dewantara.

Bupati Tegal

Menurutnya, nilai-nilai pesantren harus menjadi jiwa sistem pendidikan nasional (Sisdiknas) di Indonesia. Negara melalui pemerintah harus berani melakukan perubahan mendasar atas pendidikan di negeri ini untuk tujuan pembangunan karakter Indonesia.

Fikria Najitama sebagai penggagas kegiatan mengatakan bahwa kegiatan peringatan Hari Pesantren Nasional ini sengaja diselaraskan dengan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei untuk mempermudah peringatannya. Hal ini, katanya, juga menjadi semacam penyempurna terhadap penyelenggaraan peringatan pendidikan di Indonesia. Masyarakat dan bangsa kita harus dikuatkan kesadarannya akan kekayaan khazanah dan kemampuannya sendiri. (Bahrun, HAS Chamidy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Amalan, Pendidikan Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Sumenep, Bupati Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto yang diwakili Ketua MWCNU Bluto Ahmad Wari, Rabu (9/1), menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama Pembukaan BMT NU Cabang Bluto dengan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT NU Pusat Gapura di Bluto.

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Pembuat kometmen yang juga melakukan tanda tangan di atas meterai 6000 adalah Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Pusat Gapura Masyudi dan Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi sebagai pihak yang menyetujui.

Surat perjanjian yang ditandatangi berisi 11 pasal. Pasal-pasal tersebut mengatur kewajiban pihak yang membuat kometmen (Pasal 1), hak para pihak (Pasal 2), prngambil alihan tanggung jawab (Pasal 4), batas perjanjian (Pasal 5), evaluasi kerjasa (Pasal 6), pengahiran kerjasama (Pasal 7), force majeure (Pasal 8), penyelesaikan permasalahan (Pasal 9), penyerahan pada pihak ketiga (Pasal 10), dan lain-lain (Pasal 11) yang berisi empat poin.

Bupati Tegal

Usai melakukan tanda tangan, Manager BMT NU Pusat Gapura meyerahkan surat perjanjian kersama kepada Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi.

Bupati Tegal

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Ulama, Lomba Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Bogor, Bupati Tegal. Arus informasi saat ini lebih banyak diakses masyarakat melalui media sosial (medsos). Konten dalam bentuk apapun dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat dunia maya (netizen). Bahkan pemanfaatan medsos kerap jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Kader Muslimat NU Melek Media Sosial

Hal itu diperhatikan betul oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa ketika memberikan arahan pada malam ta’aruf, Jumat (24/3) di Hotel Lorin Sentul, Bogor sebelum pembukaan kegiatan Rapimnas Muslimat NU dimulai.

“Kita harus sadar media sosial. Publikasi positif diperlukan agar dakwah kebaikan Muslimat bisa menyeluruh,” ujar Khofifah di hadapan para pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU.

Ia mengemukakan kasus-kasus kejahatan sosial yang selama ini memanfaatkan media sosial seperti kejahatan seksual anak, kekerasan terhadap perempuan, dan problem-problem sosial lainnya.

Bupati Tegal

Menurutnya, program nyata Muslimat NU yang selama ini terus berupaya mengadvokasi masyarakat ? untuk mengatasi problem-problem tersebut jangan berhenti di dunia nyata, melainkan juga harus dilakukan di dunia maya dan media sosial.

Menteri Sosial RI ini juga menyampaikan agenda besar kader Muslimat NU untuk terus memperkuat pemahaman Pancasila, Agama, dan Negara. Ketiga elemen tersebut penting disorot dalam perspektif Muslimat NU.

Bupati Tegal

“Diskusi rutin bulanan agar dilakukan para kader Muslimat di seluruh Indonesia dengan mengangkat tema-tema tersebut. Narasumber lokal bisa dihadirkan. Hasil dari diskusi dicatat betul sebagai perspektif konkret Muslimat,” urai Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pendidikan, Sholawat Bupati Tegal

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Kemajuan zaman dan globalisasi semakin tidak karuan. Tidak hanya menembus ruang dan waktu, tetapi juga mengaburkan batas kelamin laki-laki dan perempuan. Anehnya pengkaburan itu dianggap hal biasa saja, bahkan sering mendapat pembelaan dari sebagain orang. Padahal yang demikian itu jelas menyalahi qadrat dan dilaknat Rasulullah saw. Na’udzubillah min dzalik.

Sebuah hadits menerangkan dengan jelas mengenai empat hal yang dibenci dan dilaknat Rasulullah saw yaitu:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ? ? ?

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Rasulullah saw melaknat (mengutuk) banci-banci lelaki. Yaitu lelaki yang menyerupai perempuan, dan banci perempuan yaitu perempuan yang suka menyerupai lelaki, dan bujangan-bujangan yang berkata “kami tidak mau kawin” serta perawan yang berkata juga demikian.

Yang dimaksud dengan banci dalam hadits di atas adalah jelas. Yaitu lelaki (seseorang dengan kelamin lelaki) yang menyerupai perempuan. Baik dalam gaya berpakaian maupun dalam segala hal penampilannya. Begitu juga yang dimaksud dengan perempuan yang menyerupai lelaki. Kegemaran menggunakan ornamen kelelakian bagi seorang yang berkelamin perempuan sudah cukup menunjukkan kategori banci perempuan. Adapun dua kelompok terakhir pada dasarnya dialamatkan kepada mereka yang berniat membujang selamanya. Tidak ada niat hendak menikah dalam hidupnya. Padahal menikah adalah sunnah Rasulullah saw. Inilah empat golongan yang sangat dibenci Rasulullah saw bahkan dilaknat olehnya.

Pada hakikatnya, sebagai saudara sesama muslim tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan bahwa merebaknya budaya populer di sekitar kita seringkali menyilaukan akidah dan syariah Islam. Derasnya tehnologi media dan informatika yang menyuguhkan berbagai tontonan adalah kekuatan kapital yang sungguh dahsyatnya. Mereka menggiring norma-norma islam demi keuntungan semata. Sesuatu yang jelas tergambar sebagai sebuah penyimpangan tiba-tiba mengandung nilai kebenaran. Sehingga membuat kita ragu akan kesalahannya yang hakiki. (ulil)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Pendidikan, Kiai, Cerita Bupati Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Yogyakarta, Bupati Tegal. Selain bergelut dengan kitab kuning, santri Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta juga terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, termasuk terkait akses teks-teks tersebut dalam format digital.

Hal itu yang terlihat dari antusiasme santri dalam mengikuti Pelatihan Maktabah Syamilah yang diadakan Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ), Ahad (15/2), di Aula PPLQ. Pelatihan yang diikuti santri kelas Alfiyyah ini dipanndu oleh Ustadz Burhanuddin, salah satu ustadz PPLQ.

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Ahmad Khafid, ketua LBM AL Luqmaniyyah menjelaskan bahwa tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar para santri lebih mengenal Maktabah Syamilah dan dapat mengoperasikan kumpulan kitab digital tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini diharakan seluruh santri dapat menggunakan Maktabah Syamilah sehingga dapat membantu dalam pembelajaran,” terang Ahmad Khafid.

Bupati Tegal

Menurutnya, penggunaan Maktabah Syamilah sangat membantu santri dalam mencari ibarah (kutipan rekdaksi kitab) untuk menentukan suatu hukum maupun menguji kesahihan (takhrij) hadits. “Pencarian ibarah itu sendiri sangat dibutuhkan dalam aktivitas Bahtsul Masail. Sehingga harapannya para santri dapat lebih aktif dalam Bahtsul Masail maupun dalam diskusi kelas yang rutin dilaksanakan setiap Ahad sore,” pungkas Khafid.

Pelatihan Maktabah Syamilah merupakan salah satu agenda Bulan Ekspresi Ekstra (BEE) yang dilaksanakan selama bulan Februari. Pelatihan untuk seluruh santri dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada 1 Februari 2015 oleh Ustadz Abdul Aziz dengan peserta santri kelas I’dady. Sesi kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Jurumiyyah dan oleh Ustadz Irfan Antono dengan peserta kelas Imrithy. Sedangkan pelatihan terakhir dilaksanakan pada 15 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Alfiyyah. (Nur Romdlon/Mahbib)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya

Brebes, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes bersama pemerintah kabupaten, Kodim 0713, Polres, dan para ulama serta tokoh masyarakat setempat mendeklarasikan penolakan terhadap masuknya gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Kabupaten Brebes.

Pembacaan Deklarasi dilakukan oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU KH Khusnan Zain di Pendapa Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Penolakan ISIS ditandai dengan pendatanganan dan pembacaan pernyataan sikap penolakan ISIS, Sabtu malam (16/8) lalu.

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Deklarasi Tolak ISIS dan Gerakan Anti-Pancasila Lainnya

Aksi penolakan dari berbagai unsur elemen masyarakat di Kota Bawang itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi berkembangnya gerakan ISIS, yang dinilai bertentangan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta bertolak belakang dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

Bupati Tegal

Ketua PCNU Brebes KH Athoillah menjelaskan, sedikitnya ada empat poin peryantaan sikap dalam deklarasi penolakan gerakan ISIS tersebut. Di antaranya, menolak masuknya kelompok gerakan ISIS dan gerakan-gerakan lainnya yang sejenis di Kabupaten Brebes; merajut kebersamaan atas dasar ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insyaniyah dalam ikhtiar menjaga keutuhan NKRI.

Bupati Tegal

Kemudian, bersama-sama memberikan pencerahan kepada umat dan komunitas masih-masing agar meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk kegiatan atau gerakan yang berpotensi membahayakan keutuhan NKRI. Serta, mendorong aparat keamanan dan lembaga peradilan untuk melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengatakan, deklarasi penolakan gerakan ISIS dilakukan sebagai upaya mengantisipasi agar tidak berkembang di Kabupaten Brebes. Selain itu merupakan bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat mulai dari TNI, Polri, Ulama hingga masyarakat agar Brebes aman dari pengaruh ISIS. "Dari laporan yang saya terima, hingga saat ini tidak ada gerakan ISIS di Brebes," tandasnya.

Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Cahyadi Imam Suhada menegaskan, hingga saat ini gerakan ISIS tidak ada di Brebes. Kendati demikian, pihaknya bersama Polri tetap harus mewaspadai masuknya gerakan tersebut. Khususnya, kewaspadaan di beberapa daerah yang dinilai rawan bisa dimasuki gerakan ISIS tersebut.

"Sejauh ini memang di Brebes tidak ada, tetapi waspada tetap kami lakukan. Sebab, kami menilai ada beberapa daerah yang rawan dimasuki," katanya.

Sementara Pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Brebes KH Subkhan Makmum menyakini,? kalangan pondok pesantren di Brebes tidak akan terpancing dengan ajakan paham ISIS. Sebab, pesantren akan selalu mengedepankan ajaran yang sesuai dengan Ahlussunah Wal Jamaah. Pesantren juga akan selalu sigap? membantu mencegah masuknya ISIS ke Brebes.

"Paham seperti ini biasanya menarik pengikut dengan selalu menjanjikan surga, padahal surga itu jelas milik orang yang beriman dan bertaqwa. Pesantren akan terus memberi pemahaman konfrehensif kepada seluruh masyarakat tentang Islam yang Kaffah," tandasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Pendidikan Bupati Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Jombang, Bupati Tegal. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau kepada jajaran Pengurus Ansor se-Jombang bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat untuk mendirikan Posko Pengamanan Ramadhan.?

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta memberikan kenyamanan kepada warga di masing-masing wilayah se-Jombang pada Bulan Ramadhan ini.

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Pendirian Posko Ramadhan ini menurutnya, bisa didirikan di tingkat kecamatan yang bekerjasama dengan Camat, Polsek serta Koramil melalui koordinasi yang baik. Begitu juga di tingkat desa atau ranting, Pengurus Ansor dan Banser berkoordinasi dengan setiap perangkat desa.

"Bagi Kader Ansor dan Banser di setiap Kecamatan (PAC) diimbau membuat Posko Pam Ramadhan, berkoordinasi dengan Camat, Polsek dan Koramil. Demikian di tingkat desa, bisa berkoordinasi dengan Kades, Babinkamtibmas dan Babinsa," ujarnya, Rabu (31/5).

Bupati Tegal

Lebih detail, pria yang kerab disapa Gus Antok ini kemudian menjelaskan terkait tugas dan tanggung jawa Ansor serta Banser. Menurutnya tugas utama Kader Ansor dan Banser meliputi peningkatan kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan juga optimalisasi pengamanan di lingkungannya masing-masing serta mempertahankan keutuhan NKRI. Terlebih pada setiap Bulan Ramadhan angka kejahatan semakin meningkat.

"Tugas dan kegiatan utama Kader Ansor atau Banser diantaranya merealisasikan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk pembangunan, selanjutnya, meningkatkan pengamanan lingkungan termasuk kegiatan bela Negara," jelasnya.

Sementara tanggung jawab Ansor dan Banser, tambah Gus Antok, meliputi berupaya menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan organisasi, terutama bagi keluarga Nahdlatul Ulama (NU), selain itu Ansor dan Banser bersama dengan kekuatan bangsa lain untuk menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan.

Salah satu Posko Pam Ramadhan yang sudah dibentuk jajaran PAC Ansor dan ban Banser adalah di wilayah Mojoagung. Saat ini sejumlah Kader Ansor dan Banser secara rutin siaga di pos tersebut.

Bupati Tegal

Dipilihnya Mojoagung sebagai awal didirikannya posko, sebab beberapa desa di Mojoagung selama ini terkenal rawan kejahatan, misalnya penjambretan atau perampasan barang-barang berharga milik warga. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan Bupati Tegal

Minggu, 24 September 2017

Penerimaan Karya Kompetisi Film Hari Santri Diperpanjang

Jakarta, Bupati Tegal. Kompetisi film yang diadakan oleh Panitia Hari Nasional Santri 2016 dan Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesi (Lesbumi) menyediakan waktu yang lebih luas untuk sineas indonesia. Rencana semua kompetisi akan ditutup tanggal 5 Nopember kemarin, diperpanjang menjadi, paling lambat diterima panitia tanggal 10 Januari 2017.

Demikian disampaikan Masduki Baidlowi selaku penanggung jawab kompetisi melalui rilis yang kami terima Kamis (10/11) siang, pukul 11.30. Dalam rilisnya Masduki menjelaskan tiga sebab perpanjangan waktu penerimaan karya.?

Penerimaan Karya Kompetisi Film Hari Santri Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Penerimaan Karya Kompetisi Film Hari Santri Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Penerimaan Karya Kompetisi Film Hari Santri Diperpanjang

Pertama, panitia ingin mendapatkan karya karya para sineas secara optimal. “Dari sisi ide penting dan sesuai dengan tema yang ditentukan panitia. Dari sisi teknis juga tidak digarap dengan buru-buru.”

Kedua, panitia ingin memberi kesempatan pada para sineas untuk membuat film yang khusus dibuat atau dilahirkan untuk kompetisi ini. Dengan kata lain, panitia berharap film-film yang mereka diterima adalah film baru. Meskipun demikian kami tidak mengubah syarat tahun produksi. Tahun produksi tetap seperti yang tertera di informasi sebelumnya.

Ketiga, panitia ingin peserta kompetisi lebih beragam dan lebih banyak lagi. “Dengan diperpanjangnya penerimaan karya dalam dua bulan ke depan, panitia dapat menerima lebih banyak lagi karya yang masuk. Harapannya kami lebih leluasa memilih karya terbaik.

Bupati Tegal

Sementara itu, koordinator kompetisi film Hamzah Sahal menyampaikan keterangan melalui whatsapp bahwa perpanjangan waktu tidak mengubah tema yang diajukan, syarat dan ketentuan mengikuti kompetisi film ini, hadiah total juga tetap 50 juta, anggota juri juga tidak berubah.?

“Kompetisi film tidak ada yang berubah, kecuali soal waktu, yaitu paling lambat karya diterima tanggal 10 januari 21017. Tema, syarat, ketentuan, juri dan hadiah, semuanya tetap. Dengan perubahan ini, panitia juga sedang mengiktiarkan pemutaran untuk film yang masuk nominasi sepuluh besar, juga ada workshop bagi peserta yang masuk lima besar,” jelas Hamzah Sahal.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Bupati Tegal, gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Sementara penerimaan karya dimulai dari 25 September hingga 10 Januari 2017. Adapun konfirmasi penerimaan karya bisa menghubungi nomor kontak 085813969216.

Penjurian kompetisi ini akan dilakukan di Jakarta oleh lima anggota juri, yaitu Masduki Baidlowi (PBNU), Bowo Leksono (pegiat Film Purbalingga), Susi Ivvaty (wartwan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Bupati Tegal). Sementara pengumuman pemenang akan disampaikan melalui NU tanggal 25 Januari 2016.

Bupati Tegal

Panitia Hari Santri Nasional 2016 dan Lesbumi sebagai penyelenggara didukung oleh PP RMI NU, PP LTNU, Bupati Tegal, Radio NU, NUTIZEN, TV9, Aswaja TV, 1926, 164 Channel, dan Omah Aksoro. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Pendidikan, Tokoh Bupati Tegal

Kamis, 07 September 2017

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pamekasan, Bupati Tegal. Sebanyak 500 warga menyaksikan pelantikan pengurus baru ranting NU Larangan Tokol di pesantren Az-Zubair, Langgar Rajeh, Sumberanyar, Pamekasan. Pelantikan yang bersamaan dengan peringatan maulid ini juga dihadiri anggota badan otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pengurus baru ini dilantik oleh Wakil Ketua PCNU Pamekasan KH Moh Ramli pada Rabu, (28/1). Kiai Ramli dalam sambutannya mengimbau pengurus baru NU untuk bersinergi dengan banom, lembaga, dan lajnah NU.

“Dengan demikian pelantikan tidak hanya seremonial, tetapi sebagai awal untuk lebih menyejahterakan masyarakat utamanya Nahdliyin dan tetap dalam koordinasi para Ulama NU,” tegas Kiai Ramli.

Bupati Tegal

Penyampai taushiyah maulid ialah pengasuh pesantren As-Salafiyah As-Safi’iyah As-Suja’iyah Pati Jember KH Misbach Kholili. Pengurus PCNU Jember ini mengingatkan bahwa tantangan NU ke depan semakin kompleks dari segala sisi lebih-lebih gempuran kaum Wahabi yang selalu menganggap salah segala amaliah warga NU.

Bupati Tegal

“Untuk itu warga NU harus membentengi diri dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh para ulama NU,” kata Kiai Misbach.

Hadir pula pengurus PCNU Pamekasan beserta Banom, Pengurus MWCNU Tlanakan, aparat kecamatan Tlanakan, Kapolsek, dan Danramil Tlanakan. (Moh Wahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Pendidikan Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock