Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri

Di suatu malam yang ditumpahi cahaya bulan, seorang kiai sepuh dari Jawa Timur bertutur. Ratusan santrinya menyimak kalimat demi kalimat yang keluar laksana mutiara. Dengan nada pelan dan santai, sang kiai memberi nasehat yang kurang lebih demikian:

***

Saya ini dulu sudah mengaji lebih dari tiga puluh tahun, tapi perasaan saya tak dapat ilmu,  kecuali hanya sedikit saja. Namun, saya selalu setia dengan proses ini, proses belajar ala pesantren, taat pada metode pembelajaran para kiai dan ulama salaf.

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Seorang Kiai Sepuh kepada Para Santri

Pernah, ketika dulu mengaji Kitab Ihya Ulumuddin baru beberapa lembar saja, kiai saya sakit, sampai dua tahun, mendekati tiga tahun. Selama itu pula saya setia menunggu beliau. Setelah beliau sembuh, saya baru dapat melanjutkan mengaji Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Saya juga mengaji kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari.

Alhamdulillah, seletelah tiga puluh tahun lebih mengaji, saya dapat membaca kitab-kitab (kuning) apa saja yang telah diajarkan oleh kiai saya. Namun, seakan itu hanya di lidah saya saja, tak sampai tenggorokan. Belum menancap di hati saya. 

Kemudian, tanpa saya duga, kiai saya meminta saya untuk menikahi putri beliau. Saya kaget: kenapa mesti saya? Saya itu  kan tidtak punya apa-apa? Saya juga bukan kategori orang yang bisa bekerja. Usut punya usut, ternyata kiai saya menikahkan putrinya kepada saya justru karena ketidakpunyaan saya. Karena saya tidak punya harta benda. Ini, lho, berkah saya tidak punya apa-apa, saya malah menjadi menantu kiai saya.

Bupati Tegal

Saudara saya membanyol: kiai memilih kamu (yang tidak punya apa-apa) agar kamu tidak berani mempoligaminya! Haha, banyolan saudara saya ini ada-ada saja. Mana mungkin saya berani menduakan putri kiai saya sendiri.

Kemudian saya membantu mengajar di pesantren kiai saya, sampai kemudian ayah saya meninggal dunia. Karena dirumah ayah saya punya pesantren, saya mesti kembali. Saya pamit kepada kiai saya:

Bupati Tegal

Kiai, saya pamit, saya harus pulang, ayah saya meninggal dunia, kata saya. 

Kiai menjawab, oh iya betul, kamu harus pulang. Punya tinggalan pesantren harus terus dilestarikan.

Namun kiai, ada satu hal yang ingin saya minta: saya ini tidak punya apa-apa. Mohon minta doa amalan kepada kiai, agar saya mudah mendapat rejeki, pinta saya.

Bukannya diberi amalan doa, saya malah dimarahi: Huuussss!!! Kamu ini gimana, seperti tak percaya kepada Allah saja!!!

Sontak saya tercekat kaget, tak karu-karuan rasanya. Marah betul beliau.

Namun di situlah, di akhir-akhir dengan kiai saya itu, hanya pertemuan sekitar lima menit, ilmu kiai saya tertancap ke dalam hati. Karena marahnya kiai itu, saya jadi ingat semua apa-apa yang di dalam Al-Quran, Hadits dan kitab-kitab, termasuk yang ada di Ihya’ dan Hikam.

Saya jadi ingat ayat Al-Quran: Wa ma min dabbatin fil-ardhi illa ‘alallahi rizquha; dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya (QS. Hud [11]: 6). Saya jadi ingat: 

...Wamayyattaqillaaha yaj ‘allahu mahrajan. Wayarzuqhu minhaitsu laayahtasib, wamayya tawaqal ‘alallaahi fahuwa hasbuhu, inalallaha balighu amrihi  qad ja ‘alallaahu liqulli syai in qodron.”. ...Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS. At-Thalaq: 65, 2-3)

Lima menit itu benar-benar mengubah saya. Yang tadinya ilmu hanya di lidah, sepertinya masuk ke hati saya. Hati saya jadi tawakkal, pasrah kepada Allah. Apa yang selama ini saya kaji di kitab-kitab itu, baru saya rasakan setelah kiai memarahi dalam tempo lima menitan itu. Saya jadi mantap menjalani hidup.

Kemudian saya bertanya kepada istri saya: Dik, kita akan pindah. Namun rumah ayah saya kini diwarisi adik saya. Saya sudah tidak punya rumah. Apa jawaban istri saya? 

"Saya tidak menikah dengan rumahmu, Mas." Begitulah jawabannya. Saya jadi lega.

Memang benar Hadis Nabi: memilih istri itu yang terpenting adalah karena faktor agamanya... fadzfarbidzaatitdieni, taribatyadaka.

Nabi Muhammad juga demikian: menjodohkan putrinya dengan Sayyidina Ali kw, salah seorang yang miskin (secara duniawi, namun pandai ilmu agamanya). Padahal, banyak sahabat Nabi yang kaya raya.

Juga demikian salah satu sahabat beliau, Abu Hurairah. Ketika beliau mendapati putrinya yang sudah berumur untuk menikah, beliau bertanya: lelaki seperti apa yang engkau mau? Sang putri menjawab: dua syarat. Pertama pandai dalam ilmu, dan kedua miskin. Abu Hurairah membalas balik: syarat pertama bisa kumengerti. Tapi, untuk apa syarat yang kedua? Sang putri menjawab: agar dia tidak berani nikah lagi. 

Begitulah. Orang-orang dulu begitu hati-hati dalam urusan harta. Maka saya minta, jika anda sekalian menuntut ilmu, niatnya jangan karena ingin harta. Jangan karena ingin jabatan atau kedudukan. Jangan karena ingin dipuji orang lain. Jangan karena dunia. Tapi niatilah menuntut ilmu untuk mencari ridla Allah semata. Insya Allah nanti Allah yang menjamin.

Itulah salah satu kandungan yang ada dalam kitab Ihya dan Kitab Hikam. Ini kitab tasawuf, yang kadang agak bertentangan dengan (pendpat ulama) fiqih. Namun, kitab ini ampuh, sudah diakui keramatnya.

Dulu, setelah jadi, kitab Ihya ini akan dilarang oleh seseorang yang alim.  Orang itu menyuruh murid-muridnya agar kitab itu dimusnahkan, karena isinya dianggap bertentangan. Sebelum sempat memusnahkan, orang itu mimpi bertemu dengan Rasulullah,  Abu Bakar dan Umar bin Khattab ra. Ia melihat Imam Ghazali bersamanya dan mengadukan perihal kitab ini yang ingin dibakar. Ternyata rasulullah mengatakan kitab itu baik. Rasulullah kemudian mencambuk orang yang alim itu. Meski dalam mimpi, ketika bangun tidur, bekas pukulan membekas dalam tubuh, sampai waktu yang lama. Setelah itu orang alim itu bertaubat, mau mempelajari kitab Ihya’ dan bahkan ditemui Rasulullah dalam mimpi. (Kisah lengkapnya dalam Kitab Awariful Maarif karya Imam Syaikh Syahrowardi, ed.)

Imam Ghazali - sang Hujjatul Islam, pengarang kitab itu – ternyata tak sembarangan dalam menulis hadits. Tiap kali menulis hadis untuk dimasukkan ke kitab Ihya, beliau berwudlu, kemudian shalat sunnah, kemudian istikharah terlebih dahulu. Pasca itu, sepertinya beliau dibimbing Nabi dalam mimpi, ataupun melalui peristiwa lain. Misalnya, setelah itu, hadis yang ditulis itu dicium, apakah baunya wamgi atau tidak? Kalau baunya wangi, ini berarti benar-benar dari nabi. Kalau tidak wangi beliu tinggalkan hadits itu, tidak dimasukkan dalam kitabnya.

Inilah, kehebatan para ulama salaf. Mengapa di pesantren kitab-kitab para ulama salaf masih kita kaji. Apa maksud dari kitab ulama salaf itu? Yaitu kitab-kitab yang dibikin oleh para ulama yang tulus, bersih, jujur, wira’i, dan hanya berharap ridha dari Allah. Bukan untuk mendapat ganti cetak (royalti) yang melebihi harga cetaknya. Beliau-beliau menulis bukan karena uang, ketenaran, jabatan atau yang lainnya, tapi karena mengharap Ridla Allah semata.

Maka, anda yang belajar di pesantren dan membelajari kitab karya ulama-ulama terdahulu harus bersyukur. Dan banggalah, jangan minder. Dan jangan berhenti belajar. Usahakan apa yang anda pelajari menjadi laku dan menancap dalam hati. Karena soal hatilah yang paling sulit di dunia ini. Kalau soal ilmu dunia, skill, itu mudah. Tapi soal hati ini sulit.

Banggalah jadi santri. Kiai Mahrus Ali, guru saya, itu ya cuma mengaji di pesantren seperti ini, tapi beliau bisa mencari solusi problem-problem kebangsaan, dan sering dengan Bung Karno dan tokoh bangsa lainnya. Mbah Hasyim Asy’ari dulu juga begitu, dengan mempelajari kitab-kitab para ulama salaf. Toh beliau mampu berkontribusi banyak untuk bangsa dan negara.

Jangan minder jadi santri. Bila perlu, pakailah identitasnya, seperti sarung dan peci misalnya. Mbah Mahrus Ali dulu pakai sarung, tak pernah pakai celana. Toh beliau diterima oleh segenap tokoh bangsa. Pula Kiai Hasyim Asy’ari, yang oleh Jepang dianggap Bapak Umat Islam Indonesia, kemana-mana sering pakai sarung. Dan beliau-beliau mampu menjadi rujukan persolan agama, bangsa dan negara.

Dan para kiai hari ini juga sebenarnya bukan tidak mengerti persoalan bangsa. Hanya karena memang ada yang sementara diam. Karena memang, dari kitab ulama salaf yang diajarkan di pesantren itu, bisa untuk apa-apa. Maka, banggalah jadi santri. Jangan pernah merasa minder. Nanti bangsa dan negara ini akan butuh kalian. Butuh orang-orang yang jujur dan berakhlak.

Kita bisa lihat, bagaimana kondisi negara ini hancur ditangan orang terdidik. BLBI belum selesai, ada Century. Century belum selesai, ada lagi dan lagi. Terus begitu, saking ruwetnya. Mereka tak akan kuat terus menerus seperti itu. Masalah belum ketemu solusi, sudah masalah lagi. Ini persoalan utama ada pada manusianya.

Nah, dalam beberapa tahun kedepan, bangsa dan negara akan butuh kalian, butuh orang orang yang jujur, bisa dipercaya. Orang-orang akan datang ke kita, ketika ketidakjujuran dan saling-tipu sudah membabi buta dimana-mana.

Mantapkanlah ilmu sampai kedalam hati. Meski kelak kamu jadi apa saja, dan melanglangbuana ke Eropa misalnya, hati kalian masih berpijak pada pesantren ini, memegang apa yang diajarkan para kiai dan ulama salaf.

Dan jangan lupa, untuk senantiasa shalat di awal waktu, dan lebih-lebih dilakukan secara berjamaah. Jika sudah beristri kelak, jadilah imam istri kalian dalam shalat berjamaah. Jika anda sekalian memenuhi kewajiban kalian, Insya Allah nanti Allah sendiri yang menata kalian.

Kadang kita ini malu. Bahkan, Ibnu Athaillah sendiri heran: kenapa untuk disuruh masuk surga saja harus “dipaksakan”. Ini kan mengherankan. Coba saja: shalat subuh berjamaah, misalnya, itu jelas sangat utama, jalan menuju syurga, tapi sulit orang menjalankannya. Padahal itu jalan menuju kebahagiaan.  Hal-hal yang wajib, lebih-lebih yang sunnah, itu kan dari Allah agar kita menuju ke kebahagiaan, tapi seringkali sulit orang melaksanakan.

Demikian, mudah-mudahan ini semua bermanfaat untuk kita semua. Amin Allahumma Amin.

***

Nasihat-nasihat itu, kurekam dalam kepala. Kuolah dengan penangkapanku, kemudian kusarikan dalam tulisan ini dengan caraku sendiri, yang jelas tak persis seluruhnya. Kuambil yang ingat-ingat saja, kutambahkan dan kurangi apa yang menurutku membantu pemahaman. Nasehati itu disampaikan oleh sang kiai sepuh ketika mengisi ceramah pada khataman Kitab Ihya dan Al-Hikam. Meski hanya sebentar, nasehat Kiai Sepuh itu begitu bermakna, dan mengingatkan kembali nilai-nilai islami dan kesantrian.

Kuketahui kemudian, kiai sepuh itu adalah almarhum KH. Abdul Aziz Mansyur, Pimpinan Pesantren Paculgowang. Mbah Aziz, begitu beliau bisa disapa, kemudian banyak menelurkan dan menyunting buku. Bahkan beliau menjadi pimpinan tertinggi (Ketua Dewan Syuro) PKB, dikenal kealimannya, serta menjadi tokoh nasional. Beliau bercerita semasa nyanti di Pesantren Lirboyo, Kediri. Dan ceramah itu, ditayangkan di TV9 malam jumat (28/12) lalu. Untuk beliau, al-Faatihah. (Ahmad Naufa)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Khutbah, Syariah Bupati Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, Bupati Tegal 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

Bupati Tegal

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Lomba, IMNU Bupati Tegal

Ansor Rawat Kerukunan di Tolikara

Jakarta, Bupati Tegal. Momentum perayaan Idul Adha, Kamis (24/9) dimanfaatkan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) untuk merawat kerukunan beragama di Tolikara, Papua.?

Ansor Rawat Kerukunan di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Rawat Kerukunan di Tolikara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Rawat Kerukunan di Tolikara

"Kami telah mengirimkan 23 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ke Tolikara, Sejak Rabu (23/9) sore mereka tiba di ? Papua dan disambut Bupati serta para Pemuda Kristen setempat untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dalam perayaan Idul Adha," ujar Wakil Sekjen GP Ansor yang juga Korwil Banser untuk daerah Maluku dan Papua, Faisal Saimima.

Dikatakan Faisal, kehadiran Banser di Tolikara juga untuk memastikan terjaganya komitmen toleransi beribadah. "Mereka yang dikirim adalah yang selama ini sudah terjun langsung menjaga gereja-gereja di daerah minoritas Kristen. Jadi bukan untuk gagah-gagahan, melainkan untuk bersinergi dengan pemuda Kristiani dan pihak-pihak terkait demi menjaga ibadah umat Islam di Tolikara yang menjadi minoritas," tandasnya.?

Bupati Tegal

Faisal menjelaskan, menjaga ibadah dalam arti untuk memastikan kerukunan beribadah dan beragama merupakan program rutin GP Ansor. Tidak hanya saat Idul Adha maupun Idul Fitri di daerah yang umat muslimnya minoritas, tetapi juga di setiap hari keagamaan lain.?

Apa yang dilakukan GP Ansor ini, kata dia, sekaligus juga sebagai ajakan bagi pemuda-pemuda agama lain bahwa di negara ini tidak ada satu daerah pun yang boleh menerapkan tirani mayoritas.

Bupati Tegal

"Kita selama ini juga menjaga gereja di Jawa saat hari besar keagamaan umat kristiani maupun menjaga tempat ibadah ketika umat Hindu dan Buddha merayakan hari besarnya. Jadi, yang ingin kami pastikan dengan hadir di Tolikara juga sama, yaitu memastikan bahwa umat Muslim di sana yang minoritas bebas menjalankan ibadahnya," ungkap Faisal.

Oleh karena itu, lanjut Faisal, silaturahmi Banser mendapat sambutan yang positif dari bupati setempat. Pemuda Kristen di sana, kata dia, juga sudah berkomitmen agar bersama-sama dengan Banser menjaga umat muslim yang menjalankan ibadah Salat Idul Adha. (Malik/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah Bupati Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Semarak Maulid di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

Probolinggo, Bupati Tegal - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, haul KH Abdul Wahab atau Kiai Ronggo dan Hari Jadi ke-7 Kota Kraksaan sebagai ibu kota Kabupaten Probolinggo, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar beberapa kegiatan, Rabu hingga Sabtu (11-14/1) malam.

Kegiatan yang dilakukan meliputi bakti sosial berupa donor darah dan khitanan massal, lomba tartil Al-Qur’an, lomba pidato/khitobah, lomba kaligrafi serta pemberian santunan kepada anak yatim.

Semarak Maulid di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Maulid di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Maulid di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

Sekretaris Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah H. Moh. Nurul Yakin mengungkapkan semarak Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H dan Haul Kiai Ronggo serta HUT ke-7 Kota Kraksaan yang dilakukan di masjid di sebelah barat Alun-alun Kota Kraksaan ini melibatkan guru TK/RA, siswa SLTA, masyarakat, pengurus NU, santri pesantren, anak yatim piatu serta pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

“Kegiatan ini butuh keterlibatan dari segenap elemen lapisan masyarakat. Karena kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan kelahiran Baginda Rasulullah SAW, haul Kiai Ronggo serta HUT ke-7 Kota Kraksaan,” katanya.

Bupati Tegal

Puncaknya jelas Nurul Yakin akan diadakan pengajian umum dengan undangan segenap jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan. Kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum. “Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meningkatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah Bupati Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Oleh Fathoni Ahmad

Tidak ada yang mengetahui persis Presiden RI Joko Widodo akan hadir di tengah ratusan ribu massa aksi damai 2 Desember di Monas dan sekitarnya. Meskipun pada akhirnya, Jokowi sendiri yang memutuskan sangat perlu hadir dan shalat Jumat bersama mereka di detik-detik terkahir menjelang kumandang adzan.

Di antara alasan Jokowi yaitu akankah menembus hujan deras untuk bergabung dengan mereka. Meskipun pertanyaan ini begitu menggelitik bagi dirinya. Itulah Jokowi, sebuah gorong-gorong saja mampu ditembusnya apalagi sekadar hujan. Hal itu harus dilakukannya, sebab massa yang telah rapi dan tertib sudah tentu menunggu dirinya.

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Bagi Mantan Wali Kota Solo ini, tidak menemui pendemo dalam aksi Bela Islam II pada 4 November lalu, bukan berarti ia tidak mau berinteraksi dengan rakyatnya, tetapi tentu hal ini hanya persoalan waktu. Terbukti pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember, ia bersama para menteri dan Jenderal menembus kepungan hujan dan merangsek ke dalam ratusan ribu kermununan massa yang telah memadati Monas dan jalan-jalan di sekitarnya.

Data kepolisian menyebutkan, Aksi 212 ini mencapai 200.000 orang yang datang dari berbagai daerah. Meskipun menurut taksiran penulis, massa yang kompak berkumpul dengan mengenakan dress code putih-putih itu bisa mencapai 450.000 orang. Bahkan ada yang bilang jutaan. Kemungkinan data tersebut jika digabung dengan mereka yang juga mengadakan aksi serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Tegal

Namun demikian, penulis tidak ingin membahas data, melainkan sebuah hujan kerap yang menyapa massa aksi 212 di Monas. Ada yang menyebut bahwa hujan yang turun diawali awan gelap atau mendung pekat itu akan mengganggu massa yang dari awal khidmat mengikuti aksi.

Namun penulis melihat, justru dengan turunnya hujan akan memberikan nuansa lain. Apa itu? Mari sejenak mengingat materi pelajaran kimia di sekolah. Meskipun mengandung unsur asam, air hujan juga membawa partikel yang dapat memunculkan sensasi damai dan sejuk di tubuh manusia sehingga rasa senang dan gembira akan mucul. Tak heran jika anak-anak kecil serasa senang bermain di tengah guyuran hujan.

Sebagian orang juga memaknai turunnya hujan sebagai berkah dari Yang Maha Kuasa. Hal ini karena hujan mampu menyuburkan yang kering dan menumbuhkan yang sedang berkembang. Hujan juga bisa mendatangkan musibah jika intensitasnya berlebihan sehingga dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Lagi-lagi, hal ini juga bisa dilihat dari sudut pandang berkah karena manusia diajarkan untuk merawat alam.

Bupati Tegal

Bagaimana konteksnya dengan aksi 212? Mudah sekali membacanya. Jika manusia berkumpul di satu tempat apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, partikel yang ada di tengahnya hanyalah unsur panas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk berdarah panas. Hal itu ditambah dengan berbagai tuntutan aksi yang seketika dapat memunculkan suasana lebih panas lagi sehingga bisa meletupkan keributan.

Hujan kerap yang cukup deras mengguyur massa aksi 212 tak terpungkiri adalah berkah dari Allah SWT. Ia membuat ratusan ribu massa yang berkepala panas menjadi dingin, dada yang membara menjadi tenang, otot-otot yang kencang menjadi kendor, dan tulang-tulang kaku menjadi luwes kembali sehingga aksi yang tadinya damai menjadi super damai.

Petunjuk hujan inilah yang tadinya dinilai Jokowi sebagai rintangan untuk bergabung dengan massa, menjadi berkah yang harus ditembus sebagai energi positif untuk menjawab pandangan-pandangan nyinyir yang ditujukan kepadanya yang dinilai tidak berani mendatangi para pendemo ketika aksi 4 November lalu. Lebih dari itu, persatuan dan kesatuan dalam rajutan merah putih dan dekapan NKRI bisa tetap menjadi milik kita bersama selamanya.

Pesan hujan yang diturunkan oleh Allah dalam aksi 212 juga harus menjadi renungan bersama, betapa kepala dingin, kesabaran, dan sikap tidak memaksakan kehendak harus dikedepankan. Proses hukum tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang senantiasa menjadi tuntutan aksi harus dipercayakan penuh pada ranah hukum. Karena hal itulah yang menjadi kesepakatan bersama di negara hukum seperti Indonesia yang sama-sama kita cintai ini.

Jika hukum sudah berjalan, serahkanlah pada prosesnya, toh masyarakat yang menuntut bisa mengawalnya diberbagai tahapan serta mengawasinya sebagai bagian dari transparansi. Upaya ini juga bagian dari perwujudan supremasi hukum itu sendiri. Berbeda jika tuntutan tersebut disertai dengan pemaksaan kehendak, yang ada hanyalah kekacauan proses yang jelas tidak kita inginkan sebagai warga yang taat pada konstitusi.

Para pendiri? bangsa (founding fathers) ini telah bekerja keras merancang pondasi dan dasar negara sebagai konsensus atau kesepakatan bersama dalam membangun bangsa yang beradab. Mereka bukanlah para pemimpin amatir, tetapi mereka adalah pemikir dan pekerja keras yang secara ikhlas mengusir penjajah dan mendirikan negara ini demi kelanjutan generasi yang lebih baik.?

Kita sebagai pewaris para founding fathers harus memperkuat jiwa dan mental bahwa bangsa dan negara ini mesti dijaga kebersamaannya. Problem politik, agama, budaya, dan entitas-entitas lain jangan sampai membuat bangsa yang telah kuat karena kesepakatan bersama ini terpecah belah.?

Kerugian jiwa dan raga yang ditimbulkan oleh berbagai kepentingan sesaat, apalagi begitu gencar mengatasnamakan agama hanya akan membuat Indonesia seperti negara-negara gagal (failed states) di berbagai kawasan di Timur Tengah. Lagi-lagi, hujan yang turun tepat pada aksi 212 di Monas Jakarta cukup memberikan pelajaran bahwa bangsa ini harus terus dijaga kesejukannya. Semoga!

Penulis adalah Pengajar di STAINU Jakarta, Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Harian PBNU menyampaikan maklumat bagi PWNU dan PCNU se-Indonesia perihal ketentuan muktamar. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Senin (9/3) sore, memberikan kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk melakukan konferensi paling lambat 30 April 2015 mendatang.

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

PBNU menjatuhkan sanksi bagi mereka yang telat mengadakan konferensi. Selain harus melakukan segera konferensi, mereka juga tidak memiliki hak pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Sejumlah peserta Rapat Harian mengusulkan agar mereka yang melewati batas yang ditentukan PBNU ditolak pada forum muktamar NU mendatang. Tetapi Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ tidak sepakat.

Bupati Tegal

Mereka yang melewati batas akhir, perlu diakomodasi hanya sebagai peninjau, bukan sebagai peserta muktamar. Artinya, mereka tidak memiliki hak-hak sebagai peserta penuh, ujar Munim.

Bupati Tegal

“Kalau konferensi wilayah dan cabang tidak segera dilaksanakan, maka PWNU dan PCNU yang bersangkutan tidak memiliki hak penuh dalam muktamar termasuk salah satunya hak suara,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Ketentuan ini disepakati oleh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU beserta panitia Muktamar Ke-33 NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Kiai, Sejarah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

Lombok Tengah, Bupati Tegal. Babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning wilayah Nusa Tenggara Barat digelar di Ponpes Qamarul Huda Bagu, Pringgarata, Loteng.? Lomba yang diiniasiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dimaksudkan sebagai upaya melestarikan tradisi membaca Kitab Kuning."Musabaqoh Kitab Kuning ini merupakan bagian dari kita menjaga tradisi membaca Kitab Kuning untuk menatap masa depan yang lebih baik," kata Sekretaris DPW PKB NTB, Akhdiansyah saat pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning, Kamis (7/4/).

Kegiatan tersebut, lanjut Akhdiansyah, merupakan salah satu peran aktif PKB dalam upaya turut melestarikan tradisi-tradisi pendidikan di pondok pesantren, seperti tradisi membaca Kitab Kuning yang telah menjadi warisan para ulama.

Melalui program Musabaqoh ini, tradisi membaca Kitab Kuning akan terus tejaga dan terawat. Selain tradisi membaca Kitab Kuning, lanjut politisi muda ini, ? tradisi Nusantara Mengaji juga akan dilaksanakan DPP PKB, bahkan seluruh anggota Dewan dari PKB diperintahkan masing-masing membawa 200 orang dalam acara Nusantara Mengaji.

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Musabaqah Kitab Kuning di NTB Resmi Dimulai

"Ini dalam rangka merawat dan menjaga tradisi, untuk kemajuan bangsa", ujar Akhdiansyah?

Musabaqoh tersebut juga dijadikan ajang mencari peserta terbaik yang akan mewakili NTB di tingkat nasional. "Besar harapan kami, salah satu terbaik dari ratusan peserta perwakilan masing-masing ponpes yang mendaftar, nantinya mampu meraih juara di tingkat nasional," harapnya.

Bupati Tegal

Acara yang dibuka langsung oleh pembina dan pengasuh Ponpes Qamarul Huda, TGH LM Turmudzi Badarudin itu, dihadiri seluruh anggota DPRD Kabupaten Loteng dan Provinsi NTB dari PKB, ketua DPC PKB se-NTB, para ustadz dan santri, serta peserta Musabaqoh.

Dalam sambutannya, Tuan Guru Bagu sapaan TGH LM Turmudzi Badarudin, menyampaikan bahwa sangat mendukung Musabaqoh Kitab Kuning yang dilaksanakan PKB. "Musabaqoh yang dilaksanakan PKB hari ini bagus. Semoga semua yang mengaji akan mewarisi ilmu para ulama," kata musasyar PBNU ini

Hal itu dianggap sangat perlu untuk keberkahan suatu ilmu. Diungkapkan, yang dikerjakan para ulama terdahulu seperti mengaji, menghafal kitab dan selalu menghadiri majelis baik di Timur Tengah maupun dalam negeri, sehingga ilmu itu menjadi barokah.

Bupati Tegal

"Semoga kehadiran para anggota Dewan dan anggota Hakam serta seluruh peserta di acara ini mendapat barokah", katanya (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Amalan, Syariah Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Jombang, Bupati Tegal

Meskipun tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) tetaplah menjadi pertimbangan sejumlah madrasah untuk  menerima siswa baru. Karenanya, Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur memberikan pelatihan kepada siswa agar mampu meraih sukses ketika menghadapi UN yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut bernama Training Motovasi dan Tips Sukses UN 2016 Tingkat SLTP, dan dilaksanakan di aula madrasah. "Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat melewati UN dengan baik," kata Faizun Amir, kepala sekolah setempat, Selasa (1/3). Dan selanjutnya mereka yang hadir akan semakin tertarik melanjutkan studi di sekolah kami, lanjutnya.

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Peserta dibekali masukan dalam menatap dan menata masa depan pada jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk memberikan motivasi dan kiat sukses UN. "Ini merupakan kali pertama kegiatan diadakan dan langsung mendapat sambutan luar biasa dari peserta," kata Bapak Faiz, sapaan akrabnya. Dan melihat antusias peserta, tidak menutup kemungkinan jika tahun depan kegiatan serupa akan diadakan lagi, lanjut alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang ini.

Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 150 murid dari MTS Plus Bahrul Ulum dan MTsN Tambakberas tersebut, peserta semakin bersemangat dengan paparan Bagus Sulaksono dari Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College.

Di kesempatan berbeda, Binti Muslikah yang juga panitia kegiatan mengemukakan bahwa sebenarnya banyak peserta yang berkeinginan mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini. "Tapi agar kegiatan berjalan kondusif, sehingga kami batasi kuota hanya 150 siswa baik dari MTs Negeri maupun MTs Plus Barul Ulum," katanya

Bupati Tegal

Training tersebut sebagai tindaklanjut dari program sosialisasi yang diadakan madrasah ini sebulan lalu. Dan acara juga diselingi sejumlah hiburan dari murid MAU WH sembari memberikan semangat bagi peserta yang hadir.

Anaziyatul Maghfiroh dan Nailvira Zahwa, sebagai pengendali suasana menandaskan bahwa para peserta adalah generasi penerus bangsa, yaitu generasi pintar, benar,dan profesional, sebagaimana motto MAU WH. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Berita Bupati Tegal

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Sidoarjo,? Bupati Tegal. Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di kabupaten Sidoarjo. Santunan ini diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di alun-alun Sidoarjo, Kamis (12/11).

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Untuk memacu pembangunan di bidang kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga menggelar berbagai macam lomba kesehatan. Sekitar 20 macam perlombaan disajikan di antaranya, lomba kader UKS tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, lomba tenaga kesehatan teladan hingga lomba pojok laktasi di Puskesmas maupun perusahaan.

Ada juga lomba desa upaya perbaikan gizi keluarga (upgk) berprestasi, lomba kantin sehat serta lomba pemilihan koordinator imunisasi berprestasi Sidoarjo dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa macam perlombaan itu, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun.

Bupati Tegal

"Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh mengakar menjadi budaya sehat di dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan HKN yang mengangkat tema ‘Indonesia cinta sehat’ ini, mari kita jaga kesehatan supaya keluarga dan lingkungan sekitar terhindar dari penyakit," kata H Jonathan.

Bupati Tegal

Jonathan menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota serta provinsi yang telah menyediakan 10 persen dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan.

Di samping itu, dukungan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan juga diperlihatkan oleh pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda). Seperti penerbitan perda kawasan tanpa asap rokok maupun membangun kota ramah lansia.

Pemerintah daerah juga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Hal itu untuk mendorong terwujudnya pembangunan kesehatan. Tidak hanya itu saja, fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas di beberapa daerah tertentu juga terus ditingkatkan kompetensi petugas kesehatannya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Melalui momen HKN ini mari kita jadikan sebagai sarana penyampaian kepada masyarakat agar bangkit dan mulai meninggalkan cara menjaga kesehatan yang bersifat kuratif menuju semangat preventif serta promotif. Mari kita tingkatkan tekat dan semangat bersama untuk menyadarkan betapa pentingnya menjaga kesehatan," pungkas Jonathan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman

Purworejo, Bupati Tegal. Impian enam pondok pesantren Purworejo yang ikut dalam ajang Liga Santri Nusantara Region 2 Jawa Tengah kandas. Pasalnya juara pertama dan berhak maju ke babak berikutnya diraih oleh Pondok Pesantren Darul Muttaqien Temanggung yang dalam babak final mengalahkan skuad Pondok Pesantren Al Quddus. Sementara tim lain dari Purworejo, FC Sandola dari Pondok Pesantren Al-Iman dan FC Nurus Salaf masing-masing harus puas berbagi juara III.

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Santri Purworejo Kandas di GOR WR Soepratman

Ketua Panitia lokal, KH Muhammad Haekal mengungkapkan, LSN region 2 Jawa Tengah yang di pusatkan di GOR WR Soepratman Purworejo tersebut diikuti oleh 9 tim perwakilan pondok pesantren seeks Karesidenan Kedu. Tiga tim dari luar kota, enam tim sisanya berasal dari Purworejo.

"Meski dari Purworejo belum ada yang lolos ke babak selanjutnya, namun tentunya ini menjadi pelajaran agar kedepan dipersiapkan lebih matang lagi. Pasalnya, LSN yang diselenggarakan oleh Kemenpora bersama RMI NU ini adalah agenda rutin tahunan," kata Haekal ditemui usai penutupan, Jumat (22/9) petang.

Bupati Tegal

Penutupan LSN region 2 Jawa Tengah di GOR WR Soepratman Purworejo dihadiri oleh Bupati, Kapolres, Kepala Dindikpora, Kepala Kesbangpol, Ketua NU, Ketua RMI NU serta tim dari juara 1- 4 yang menerima tropi dan uang pembinaan.

Lebih lanjut dikatakannya, khusus untuk LSN Region 2 Jawa Tengah di Purworejo tersebut pihaknya bekerjasama denga Polres dengan memperebutkan hadiah berupa uang pembinaan dan tropi Kapolres Purworejo. ?

"Secara nasional LSN ini diikuti oleh 1.200 pondok pesantren se-Indonesia. Sedangkan untuk Jawa Tengah, diikuti oleh 130 pesantren yang terbagi dalam 3 region. Para juara dari masing-masing region ini bakal bertanding di babak berikutnya yang akan digelar di Solo bulan depan," imbuhnya.

Haekal berharap, ke depan agar ada perhatian dari pemerintah terhadap para santri khususnya dalam bidang olahraga berupa pembinaan, fasilitasi kegiatan dan lain sebagainya.?

"Santri memiliki potensi yang cukup besar dalam bidang olahraga. Tentunya ini juga harus menjadi perhatian serius dari pemerintah agar lebih berprestasi," tandasnya.

Bupati Tegal

Sementara itu, Kapolres Purworejo, AKBP Satriyo Wibowo mengungkapkan, LSN regional 2 Jawa Tengah tersebut merupakan sinergi antara jajaran kepolisian Polres Purworejo dengan dunia pesantren sebagai impementasi penjabaran program prioritas Polri guna menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Kegiatan ini juga bagian dari kepedulian Polri terhadap pesantren dan olahraga guna menjaring bibit-bibit atlet sepak bola dari para santri," katanya.

Selain itu, sambung Satriyo, pihaknya juga berkepentingan untuk membangun tali silaturahmi dengan dunia pesantren yang selama ini telah terjalin dengan baik di Kabupaten Purworejo.

"Saya tentu berharap Kapolres berikutnya dapat melanjutkan tradisi yang baik ini demi kebaikan bersama," kata Satriyo yang dalam waktu dekat ini akan pindah tugas. (Ahmad Naufa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

Bantul, Bupati Tegal. Di mata KH. A Mustofa Bisri, KH. Ali Maksum adalah seorang kiai yang tidak hanya memiliki keilmuan tinggi tetapi juga dermawan terhadap para santri.

Pejabat Rais Aam PBNU yang akrab disapa Gus Mus ini menyampaikan hal tersebut dalam acara Haul KH. Ali Maksum Ke-25 di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Senin (10/3).

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesaksian Gus Mus Tentang KH Ali Maksum

“Hanya di pesantren Krapyak sini, santri kehabisan uang malah pinjam kiainya. Dulu itu, di setiap sudut pesantren dipasangi speaker timbal balik. Ketika Pak Ali ngendikan (bicara), bisa didengar santri dan begitu pun sebaliknya. Jadi Pak Ali itu tahu semua tingkah polah santri-santri. Jika ada santri yang malu-malu pinjam sama Pak Ali, santri itu bicara ? di dekat speaker. Bilang kalau enggak punya uang. Masyaallah, Pak Ali yang mendengar keluhan santri tersebut langsung meminjaminya. Kalau tidak Pak Ali tidak mungkin ada,” kenang Gus Mus.?

Bupati Tegal

Tidak hanya itu saja, kedermawanan KH. Ali Maksum juga tampak ketika Rais Aam PBNU 1980-1984 ini mengikhlaskan semua barang-barangnya yang diambil oleh santri. “Semua barangku yang diambil oleh santri, saya halalkan. Asalkan tidak ketahuan,” tutur Gus Mus menirukan ucapan KH. Ali Maksum yang disambut gelak tawa para jamaah.

Selain dermawan, Gus Mus juga mengatakan bahwa KH. Ali Maksum merupakan seorang kiai yang hafal seluruh nama santri-santrinya.?

Bupati Tegal

“Kiai Ali itu hafal semua nama santri. Kalau ada haulnya Kiai Munawwir atau acara mantenan, semua santri itu dikasih undangan dan ditandatangani langsung oleh Kiai Ali. Jadinya nggak enak kalau tidak datang,” ujar Gus Mus.?

Tidak hanya itu saja, Gus Mus juga mengatakan bahwa Kiai Ali adalah satu-satunya kiai yang dipanggil bapak oleh semua santri. Saking sayangnya terhadap para santri-santrinya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, IMNU Bupati Tegal

Fenomena Jilboobs

Oleh Novi Arizatul Mufidoh

Banyak pernyataan yang menyebutkan bahwa wanita atau muslimah lebih mudah masuk surga. Islam telah mengajarkan berbagai aturan yang mengatur norma dan etika bagi para penganutnya, terutama untuk muslimah. Sedangkan, salah satu ciri wanita yang bisa dikatakan mampu menjadi penghuni surga ialah wanita yang pandai menjaga kehormatan dirinya.

Dari pernyataan tersebut, dapat dikatakan bahwa tolak ukur kemuliaan seorang wanita muslimah, dapat dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, bertutur kata, berjalan, dan sebagainya. Dalam hal ini, yang seringkali menjadi sebuah permasalahan dalam dunia kemasyarakatan yang mengutamakan norma-norma Islam adalah bagaimana cara seorang muslimah dalam berbusana sehari-harinya.

Fenomena Jilboobs (Sumber Gambar : Nu Online)
Fenomena Jilboobs (Sumber Gambar : Nu Online)

Fenomena Jilboobs

Allah SWT dan Rasul-Nya telah memberikan perintah khusus yang hanya dibebankan kepada kaum wanita, yaitu memakai jilbab, tidak keluar selain dengan mahramnya, tidak melembutkan ucapan di hadapan orang fasik, dan tidak berlebihan dalam menghias diri seperti kaum jahiliyah. Namun, sudah selayaknya sebagai seorang muslimah tidaklah menganggap hal itu menjadi sebuah beban, tetapi menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukannya.

Mengenai kewajiban berjilbab atau menutup aurat bagi wanita, Allah SWT telah berfirman, “Hai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Firman Allah di atas telah menerangkan secara tegas bahwa setiap wanita yang mengaku muslimah beriman haruslah mengenakan jilbab. Allah SWT juga memberikan jaminan bagi wanita mukminat yang berjilbab, bahwa mereka akan lebih aman dari gangguan pandangan orang-orang nakal, dibandingkan dengan mereka yang biasa memakai pakaian mini dan terbuka auratnya. Namun, apabila ada seorang wanita yang di masa lalu tidak berjilbab dan kini berjilbab, maka Allah SWT akan mengampuni dosa mereka karena tidak memakai jilbab pada masa lalunya, karena Allah SWT maha pengampun lagi maha penyayang, sesuai dengan pengertian? yang tertuang dalam ayat di atas.

Bupati Tegal

Jilbab dan Kontaminasi ‘Jilboobs’

Secara bahasa, jilbab berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata “jalbaba, yujalbibu, jilbaaban”, artinya, baju kurung yang panjang. Jadi, pengertian jilbab adalah pakaian yang luas atau lapang, yang berarti pakaian yang dapat menutupi anggota tubuh seorang wanita kecuali wajah dan telapak tangan. Karena, pada dasarnya seluruh anggota tubuh wanita adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan.

Meski demikian, tidaklah sedikit muslimah zaman sekarang yang telah menyimpang dari aturan memakai jilbab sesuai dengan arti jilbab itu, karena mereka telah terkontaminasi oleh budaya baru. Mereka lebih bangga mengikuti trend zaman dalam berbusana yang sebenarnya tidaklah sesuai dengan syariat Islam. Masalah berbu sana yang saat ini sedang marak terjadi diantara para muslimah Indonesia adalah gaya berbusana ala ‘Jilboobs’.

Bupati Tegal

‘Jilboobs’ diadopsi dari? gabungan kata jilbab (disini diartikan kerudung/penutup kepala) dan boobs (payudara). Maksudnya, jilbab yang mereka pakai tidak difungsikan sebagai penutup aurat, melainkan hanya sebagai pembungkus sebagian tubuhnya saja. Gaya busana ini memang tidaklah sesuai dengan ajaran Islam, dan seharusnya tidak perlu ditiru oleh para muslimah. Karena, meski mereka memakai jilbab, namun mereka membiarkan bagian lekak-lekuk dadanya itu tetap terlihat dengan jelas, apalagi bagi mereka yang memakai pakaian ketat. Padahal, sejatinya seorang muslimah yang memakai jilbab, hendaknya mereka juga berbusana dengan pakaian yang dapat menutupi aurat, yang sekiranya tidak menebar syahwat bagi siapa saja yang melihatnya.

Bagi orang awam yang tidak mengerti hukum Islam sebenarnya, mereka masih bisa dimaklumi jika mengikuti trend seperti itu. Karena, mungkin dengan mengikuti gaya ‘Jilboobs’, lambat laun mereka akan terbiasa mengenakan jilbab, dan setelah mereka mengetahui aturan berbusana muslimah, mereka dapat menutupi auratnya dengan smpurna.

Nilai Ibadah dibalik Jilbab

Perlu diketahui dan disadari oleh kaum wanita, bahwa ketika dirinya memakai jilbab itu mengandung nilai ibadah tersendiri. Di samping sebagai ketaatannya kepada hukum Allah, memakai jilbab dan berbusana yang menutup aurat merupakan tindakan preventif atau pencegahan dari pandangan mata lelaki yang dapat menimbulkan berbagai keinginan yang barangkali bertentangan dengan ajaran agama. Jadi, tak perlu lagi bagi seorang muslimah untuk mengenakan busana ala ‘Jilboobs’ karena hal itu dapat menjadi gerbang terjadinya perzinahan.

Sekarang, perlu diingat bahwa kewajiban mengenakan jilbab tanpa kontaminasi dari ‘Jilboobs’ merupakan ajaran Islam yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh wanita manapun. Selain berjilbab, wanita muslimah juga harus mengenakan busana yang setidaknya memenuhi kriteria busana tidak transparan, longgar, dan dapat menutupi aurat, tidak hanya sekedar membungkusnya saja. Wanita muslimah juga dilarang untuk menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali memang yang biasa nampak. Namun, boleh saja seorang wanita menampaakannya kepada segolongan mahramnya dan suaminya. Wallahu A’lam bi al-shawab.

?

Novi Arizatul Mufidoh, pengajar Paud Islam Mellatena-Semarang

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Internasional, Syariah Bupati Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Subang, Bupati Tegal. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang membuka posko mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Subang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, satuan khusus di bawah Gerakan Pemuda Ansor itu membuka posko mudik untuk melayani para pemudik yang pulang kampung ke halamannya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk beristirahat di posko yang kami buat ini," ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata, Ahad (12/7).

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Menurut Asep, jalur Pantura Subang merupakan kawasan yang tepat untuk dijadikan tempat peristirahatan bagi para pemudik yang memakan waktu kurang lebih dua jam dari Jakarta menuju Subang.

Bupati Tegal

"Menurut para ahli kesehatan, pengendara yang sudah memakan waktu dua jam perjalanan, maka harus beristirahat dulu untuk memulihkan kembali otot-otot tubuhnya agar segar bugar lagi saat melanjutkan perjalanannya sehingga selamat sampai tujuan," katanya.

Asep mengatakan, posko mudik yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Furqon, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya itu akan dibuka semenjak H-8 lebaran hingga H+2 lebaran. "Untuk posko arus mudiknya nanti kita akan pusatkan di halaman Masjid Al-Mukhlisin, Pamanukan," jelasnya.

Bupati Tegal

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Subang, Nashihul Umam mengatakan, pihaknya akan mengerahkan puluhan banser yang sudah dibina untuk melayani para pemudik tersebut.

"Anggota Banser nanti akan disiapkan untuk melayani para pemudik dengan diberikan pijat gratis, obat-obatan, serta mengatur ketertiban lalu lintas di jalan raya. Mereka sudah dipersiapkan dengan pelatihan-pelatihan khusus yang rutin kita laksanakan setiap tahunnya," kata Umam. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Sholawat, Pahlawan Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Mesir, Bupati Tegal. Sebuah pengadilan di Mesir memerintahkan Ikhwanul Muslimin dibubarkan atau dilarang keberadaannya dan seluruh asetnya disita, sebagai kelanjutan dari tindakan keras oleh pemerintah yang didukung oleh militer pada pendukung presiden terguling Mohammad Morsi.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin, 23 September oleh Pengadilan Kairo melarang Ikhwanul Muslimin, dan institusi lain yang memiliki keterkaitan atau menerima dukungan finansial.

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Tidak ada kejelasan, apakah hal ini juga diaplikasikan untuk layanan amal dan sosial yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Bupati Tegal

Pengadilan tidak mengungkapkan alasan keputusan tersebut, tapi dipicu oleh gugatan yang diajukan oleh sayap kiri Partai Progresif Persatuan Nasional, yang dikenal sebagai Tagammu, yang menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris” dan mengeksploitasi agama sebagai slogan politik.

Penyitaan aset dan pelarangan organisasi terkait, akan melemahkan jaringan Ikhwanul Muslimin di akar rumput. Keputusan pengadilan tersebut masih bisa diajukan banding.

Bupati Tegal

Ikhwanul Muslimin dilarang dalam sebagian besar eksistensinya selama 85 tahun sebelum dilegalkan pada 2011 dan kemudian pada Maret 2013, didaftarkan sebagai non-governmental organization (NGO).

Organisasi ini didirikan oleh Hasan Al Banna pada 1925, pertama kali dilarang pada 1948 setelah kembali dari Palestina selama masa pemerintahan Raja Faruk.

Waktu itu, Ikhwanul Muslimin diperkirakan memiliki 2000 cabang dan 500 ribu anggota atau simpatisan.

Setelah menjalin kerjasama dengan kelompok penjabatan militer nasionalis pada 1952 untuk meruntuhkan monarki, bulan madu singkat berakhir pada 1954 ketika Ikhwanul Muslimin menentang konstitusi sekuler dari pemimpin kudeta.

Ikhwanul Muslimin, kembali dilarang dan waktu itu, ribuan anggotanya dipenjarakan, banyak diantaranya disiksa di penjara dan di kamp-kamp konsentrasi.

?

Penerus Nasser, Anwar Sadar, menjadi presiden Mesir pada 1970 dan secara bertahap membebaskan para anggota Ikhwanul Muslimin.

Organisasi ini ditoleransi sampai pada batas tertentu, tetapi secara teknis, tetapi illegal dan menjadi subyek penumpasan periodik, khususnya setelah penandatanganan, perjanjian perdamaian Mesir dengan Israel pada 1979.

Pada 1980-an, selama pemerintahan Husni Mubarak, banyak aktifis mahasiswa Islam bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, yang membuat Ikhwanul Muslimin mendominasi asosiasi profesional dan mahasiswa di Mesir.

Selama sepuluh tahun selanjutnya, Ikhwanul Muslimin meminta diberlakukannya sistem politik yang lebih demokratis, meskipun menghadapi tindakan keras aparat keamanan sebagai kelompok dilarang selama era Mubarak.

Disamping larangannya pada 2013, Ikhwanul Muslimin mungkin memiliki anggota antara 300.000-1 juta, tetap sangat tidak populer diantara populasi Mesir lainnya yang berjumlah 85 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Businessinsider.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Syariah Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar

Jombang, Bupati Tegal. NU memang memiliki magnet yang sangat kuat dan menarik untuk dijadikan bahan penelitian khususnya di bidang agama maupun sosial. Tidak terkecuali Christhoper seorang mahasiswa asal Jerman yang sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan pendidikannya. 

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajari NU, Bule Kunjungi Muktamar

Christhoper merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Belanda dan sedang menyelesaikan penelitian akhirnya mengenai kebebasan beragama.

Kehadirannya untuk melihat suasana Muktamar ke 33 NU yang di gelar di alun-alun dari 1-5 Agustus 2015 di Jombang dikarenakan ketertarikannya terhadap ormas NU dan tokoh tokohnya yang dikenal sangat toleran dan moderat.

Bupati Tegal

Christhoper sangat tertarik dengan salah satu tokoh NU yaitu KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang terkenal dengan sebutan "Bapak Pluralisme Indonesia". Oleh karena itu ia bersama salah satu rekannya menyempatkan diri meneliti lebih dalam tentang Gus Dur dengan berkunjung ke stand Wahid Institute.

Bupati Tegal

"Saya sudah membaca banyak tentang biografi Gus Dur dari berbagai sumber yang ada. Dan saya berharap dapat memahami lebih dalam lagi tentang Gus Dur dan pola pikirnya," jelasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, RMI NU, Sunnah Bupati Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Jakarta, Bupati Tegal - Presiden DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Saiful Bahri Anshori menyayangkan sikap sepihak PT Chevron Pasific Indonesia yang melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar tanpa mekanisme yang berlaku dalam perundang-undangan. Saiful melihat sikap sepihak ini sebagai sebuah sikap semena-mena terhadap hukum yang berlaku.

"PT Chevron Pasific Indonesia sebagai perusahaan multi nasional dalam eksplorasi Migas dan pertambangan di Indonesia seharusnya menaati dan mengetahui bagaimana proses dan mekanisme hukum di Indonesia," ujar Saiful didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko di Jakarta, Kamis (4/2).

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Menurut Saiful, PT Chevron Pasific Indonesia tanpa melakukan perundingan dengan melibatkan serikat buruh yang berada di perusahaan tersebut langsung melakukan sosialisasi kepada seluruh buruh dan karyawannya mengenai akan adanya pengurangan karyawan sebanyak 25 persen (sekitar 2.000 orang karyawan) dari jumlah seluruh karyawan yang ada sekitar 6.500 karyawan.

Bupati Tegal

Atas dasar pandangan itu, pihak Sarbumusi menuntut Presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi seluruh perusahaan asing dan investor asing yang selama ini ditengarai tidak tunduk dan mau mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku di Indonesia.

Bupati Tegal

Sarekat buruh NU ini juga mendesak Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk selalu melakukan pengawasan dan mengawal proses program reorganisasi di PT Chevron Pasific Indonesia agar sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Sarbumusi juga mengimbau pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia untuk tunduk dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan menyesuaikan seluruh kebijakan korporat dengan aturan di Indonesia.

Menurut Saiful, pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia sebaiknya mengedepankan komunikasi dan konsultasi yang baik dalam perundingan Bipartit agar dicapai solusi terbaik sehingga tidak diperlukan lagi pengunduran diri karyawan massal sebanyak 1.600 orang.

Sarbumusi meminta SKK Migas dan Kementerian ESDM RI memonitor dan melakukan evaluasi terhadap pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia agar tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Demikian pernyataan sikap DPP K Sarbumusi dalam rangka menegakkan peraturan dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sarbumusi menolak berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," pungkas Saiful. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Bupati Tegal

Senin, 20 November 2017

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo H. Muhajirin Yanis mengatakan, cara beragama masayarakat Islam di Gorontalo secara umum adalah Ahlussunah wal Jama’ah. Mereka melakukan tahlilan, ziarah kubur, tarawih 20 rakaat, sebagaimana dilakukan umat Islam di Nusantara.

Sehingga, kata dia, NU punya peluang besar utuk dikembangkan di daerah tersebut. “Pengembangan NU akan berjalan lancar karena kulturnya sama dengan apa yang menjadi kultur NU,” jelasnya di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis siang (26/5).

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Namun, lanjut dia, dari aspek kelembagaan masih lemah karena sedikit orang yang terlibat dalam struktur itu sendiri. “Kita harapkan dari anak-anak muda yang kemudian akan dewasa untuk ikut membantu,” tambahnya.

Bupati Tegal

Untuk menjembatani masalah itu, PWNU terus membangun komunikasi seperti menggunakan medias sosial. “Kita tentu tidak berharap kumpul semua jika ada acara.”

Bupati Tegal

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tahun 90-an ini menilai, Konsolidasi sudah jalan. Alhamdulillah badan otonom berjalan, terbangun komunikasi cukup bagus, dia ntaranua kegiatan seperti ini adalah komunikasi yang baik. ?

Meski di ujung kepengurusan periode pertama, ia masih memiliki cita-cita unggulan yaitu ingin memiliki kantor PWNU sebagai pusat kegiatan. “Supaya tugas-tugas organisasi berjalan dengan baik, juga sebagai simbol organisasi yang eksis, perlu ada gedung sekretariat, baik wilayah maupun cabang,” jelasnya. ?

Gorontalo sebagai PWNU terbilang baru karena provinsi tersebut dibentuk 15 tahun lalu. Setelah resmi menjadi provinsi, 2 tahun kemudian dibentuk pengurus wilaya dengan ketua Ismet Mileh, periode selanjutnya Karim Pateda. Ketika masih berstatus kabupaten, NU sudah masuk ke Gorontalo sejak tahun 50-an, ketika menjelang Pemilu pertama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Lomba, Anti Hoax Bupati Tegal

Rabu, 06 September 2017

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah

Medan, Bupati Tegal. Plt Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho menyatakan bersyukur dan bangga, bahwa Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memiliki alumni terbesar di seluruh pelosok Tanah Air. Banyak alumni Musthafawiyah yang melanjutkan kuliah ke berbagai perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri dan telah berhasil di berbagai bidang.

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Sumut Banggakan Pesantren Musthafawiyah

“Alumni merupakan aset yang sangat penting tidak hanya bagi Pesantren Musthafawiyah, tapi juga bagi bangsa dan negara, khususnya Provinsi Sumut,” kata Plt Gubsu diwakili Asisten III Kesejahteraan Sosial H Asrin Naim pada Halalbihalal Alumni Pesantren Musthafawiyah Purba Baru, di Aula Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), Jalan Sei Batanghari Medan, Sabtu (22/9). Halalbihalal dirangkai dengan konsolidasi Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah dengan tema “Sukseskan Peringatan Satu Abad Pesantren Musthafawiyah Purbabaru Tanggal 12 Desember 2012”.

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah, Dr H Maratua Simanjuntak, Ketua Pengarah Panitia Prof Dr HM Yasyir Nasution, Bendahara Panitia H Harun Nasution, Ketua Panitia Halalbihalal Drs HM Adlin Damanik, MAP, Humas Panitia Letkol Caj HM Irwan Nuh Batubara MSi, sejumlah alumni di antaranya HM Imron Hasibuan, Drs H Abdul Hamid Ritonga, H Marahalim Harahap, MHum, Drs H Lukmanul Hakim Siregar, Drs H Abdul Rasyid Nasution, Dra Hj Lathifah Batubara, Dra Hj Khairani Lubis dan lainnya. 

Bupati Tegal

Juga hadir sejumlah pengurus PWNU Sumut, di antaranya Mustasyar KH Asnan Ritonga, dan Wakil Sekretaris Drs H Khairuddin Hutasuhut, Emir El-Zuhdi Batubara SH, dan Ketua Lembaga Dakwan (LD) PWNU H Sori Monang Rangkuti MTh.  Halalbihalal diisi tausiyah Ustadz Drs H Abu Samah Pulungan. 

Plt Gubsu menegaskan, aset alumni ini akan menjadi semakin penting jika mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat, tidak hanya terbatas pada bidang keagamaan saja, tapi juga di bidang-bidang lainnya terutama pada bidang ekonomi sehingga ikut mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.

Bupati Tegal

“Kita semua tidak menginginkan alumni Pesantren Musthafawiyah menjadi pengangguran yang justru menjadi beban baik bagi orangtua, pesntren maupun bagi masyarakat,” tutur Plt Gubsu.

Ketua Panitia Peringatan Satu Abad Musthafawiyah, Dr H Maratua Simanjuntak dalam kesempatan itu mengatakan, seyogianya peringatan Satu Abad Mustafawiyah jatuh pada 12 Nopember 2012, karena pesantren ini didirikan oleh Syekh Musthafa Husein Nasution pada 12 Nopember 1912. Namun karena pada Nopember 2012 bertepatan musim haji, maka puncak peringatan diundur menjadi 12 Desember 2012.

Dia menyatakan, peringatan satu abad pesantren tertua dan terbesar di Pulau Sumatera ini bukan seremonial, melainkan untuk meningkatkan mutu secara menyeluruh serta memperkuat perannya secara efektif sebagai lembaga pendidikan agama dan pembangunan karakter bangsa (akhlaqul karimah).

Karena itu, katanya, sebelum acara puncak, panitia akan menggelar sejumlah kegiatan, di antaranya seminar “Peluang dan Tantangan Pesantren Salafiah di Era Modern”, pengusulan mu’adalah (penyetaraan) Pesantren Musthafawiyah ke Mendikbud. Kemudian alumni ghathering membangun networking. Juga ada perlombaan antarpesantren, bakti sosial alumni, zikir akbar, haflah, istighastah dan tausiyah. Selanjutnya, peluncuran buku “Bunga Rampai Mustfahawiyah”.  

Ketua Panitia Halalbihalal HM Adlin Damanik menambahkan, puncak  Peringatan Satu Abad Musthafawiyah akan dihadiri ulama terkemuka Timur Tengah (Timteng), Menko Kesra, Mendikbud dan Menag. 

Teks Foto:Plt Gubsu diwakili Asisten III H Asrin Naim (ketiga dari kanan) berfoto bersama dengan Ketua Umum Panitia Peringatan Satu Abad Pesantren Musthafawiyah Dr H Maratua Simanjuntak, Ketua Pengarah Prof HM Yasyir Nasution, Ketua Panitia Halalbihalal HM Adlin Damanik, mantan Ketua KAMUS H Imron Hasibuan, dan Mustasyar PWNU Sumut KH Asnan Ritonga, pada halalbihal alumni Pesantren Musthafawiyah, di Aula PWNU, Sabtu (22/9).  

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hamdani Nasution

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Makam, Jadwal Kajian, Syariah Bupati Tegal

Sabtu, 02 September 2017

Harlah Ke-46 MTs Maarif NU 08 Panican, 5000 Warga Ramaikan Jalan Sehat

Jakarta, Bupati Tegal. Sedikitnya 5000 warga dari pelbagai lapisan menempuh kurang lebih 2 Km jalan sehat yang dilepas oleh Bupati Purbalingga. Mereka mengikuti gerak jalan berhadiah yang diadakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-46 MTs Ma’arif NU 08 Panican, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Ahad (10/1) pagi.

Harlah Ke-46 MTs Maarif NU 08 Panican, 5000 Warga Ramaikan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-46 MTs Maarif NU 08 Panican, 5000 Warga Ramaikan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-46 MTs Maarif NU 08 Panican, 5000 Warga Ramaikan Jalan Sehat

Jalan sehat ini dilepas oleh Bupati Purbalingga yang diwakili oleh Kabag Kesra H Muh Nurhadi. Tampak hadir pengurus LP Ma’arif NU Purbalingga H Muhdir dan Wakapolsek Kemangkon Riyanto.

Nurhadi menyampaikan ucapan selamat kepada MTs Ma’arif NU 08 Panican. “Saya berharap MTs Maarif NU ini ke depan semakin maju dan dipercaya oleh masyarakat,” kata Nurhadi.

Bupati Tegal

Jalan sehat ini dimeriahkan oleh atraksi Sulap Master Tarno dari Brebes. Dalam rangka harlah ini diselenggarakan beberapa even di antaranya adalah pengajian, lomba hadrah, tahfidz, pertandingan futsal antarpelajar SD/MI se-Kecamatan Kemangkon.

Bupati Tegal

Even ini juga dimaksudkan memperkenalkan MTs kepada masyarakat baik dari segi prestasi maupun kegiatan ekstrakurikuler. Tema harlah kali ini berbunyi “46 Tahun Mengabdi untuk Bangsa”.

“Tema ini diambil sebagai motivasi bagi madrasah untuk selalu menciptakan generasi cerdas dan berkualitas melalui pendidikan berbasis keagamaan sebagai penerus bangsa dan tetap mengawal NKRI,” kata Kepala MTs Maarif NU 08 Panican Torik Jahidin. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Syariah Bupati Tegal

Senin, 17 Juli 2017

GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi

Pemalang, Bupati Tegal 

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pemalang sangat terbilang masif melakukan kaderisasi. Sejak kepengurusan sekarang, tercatat sembilan kali melakukan kegiatan kaderisasi, mulai Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan Pelatihan Dasar (Diklatsar) di masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) sebagai penyelenggaranya. 

Sebagai kegiatan penutup akhir tahun 2017 Pimpinan Anak Cabang Randudongkal menggelar kegiatan PKD sekaligus dilanjutkan dengan Konferensi Anak Cabang tepat di tanggal 1 Januari 2018.

GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pemalang Masif Lakukan Kaderisasi

Seminggu setelah Randudongkal, tepatnya tanggal 6-7 Januari 2018, Pimpinan Anak Cabang Petarukan juga menyelenggarakan kegiatan yang sama yakni PKD dengan tema “Mencetak Kader Militan menuju kemandirian Organisasi.” 

Ketua Pimpinan Cabang Ansor Pemalang Mahfudin, dalam setiap sambutannya mengemukakan bahwa “tantangan NU ke depan sangatlah berat dan kompleks.

Bupati Tegal

"Karena itu, selaku generasi muda NU, GP Ansor harus selalu siap mengahadapinya. Salah satunya dengan cara mengikuti kegiatan kadersisasi sehingga akan tumbuh kader-kader militan, profesional dan kompeten," tegasnya.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi Fuad Zaenudin menyatakan, kaderisasi masif kita lakukan sebagai upaya membendung paham-paham radikal yang sewaktu-waktu bisa mengoyak toleransi dan kebinekaan kita.

Fuad menambahkan kegiatan awal tahun ini ada tiga Anak Cabang yang melakukan kegiatan kaderisasi, yakni Randudongkal dan Petarukan yang sudah terlaksana. 

“Dan hari ini merupakan hari terakhir Pimpinan Anak Cabang kecamatan Taman menyelenggarakannya,” katanya, Senin (15/1). 

Bupati Tegal

Setelah Taman ini selesai, awal februari besok Pimpinan Anak Cabang Bodeh segera menyusul kegiatan PKD dengan dilanjutkan Anak Cabang Belik dan Pulosari, imbuhnya.

Di lokasi Diklatsar PAC Taman, Komandan Cabang Banser Kabupaten Pemalang Asy’ari, memimpin seluruh kegiatan pelatihan dari awal hingga proses pembaiatan. 

“Untuk menjadi seorang Banser harus melewati proses ini karena nantinya Banserlah yang akan menjadi garda terdepan dalam pergerakan organisasi. Semoga segala proses yang telah dilewati seluruh peserta bisa menjadikan bekal langkah dalam menjalankan tugas mengawal ajaran aswaja annahdliyyah,” tutup Asy’ari. (Amir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Ahlussunnah, Syariah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock