Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan selamat merupakan bunga rampai tulisan karangan KH Habib Utsman Al-Aydarus yang tertuang dalam buletin yang diterbitkannya bernama Panggilan Selamat. Ia menulis di buletin tersebut selama lebih dari satu dasawarsa (1974-1985).?

KH Habib Utsman merupakan tokoh NU Jawa Barat. Ia adalah Rais Syuriyah PWNU dari tahun 1960 hingga 1970. Jalur dakwahnya, selain melalui lisan, ia lakukan juga melalui lembaga pendidikan Assalaam. Sementara dakwah melalui tulisan ia sampaikan melalui Sumber Pemdaban,Al Muslih, Tutungkusan, dan Panggilan Selamat. (halaman 3).

Panggilan Selamat KH Habib Utsman  Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)
Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus (Sumber Gambar : Nu Online)

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Panggilan Selamat diterbitkan dua hingga empat kali sebulan. Edisi perdana dikeluarkan pada 21 Juli 1974 (l Jumadil Awwal 1384 H.) dengan pokok bahasan mengenai “Hidup” dan terakhir terbit dengan nomor 255 yang berisi uraian tentang Rabbana aatina fiddunyaa hasanah, wafil akhirati hasanah wa qinaa adzaban naar.?

Menurut putranya, KH Habib Syarif bin Utsman, judul tulisannya itu seolah-olah isyarat dia akan meninggal dunia pada1985 pada usia 75 tahun. Tulisan itu dipersiapkan seminggu sebelum wafatnya.?

Secara garis besar, khazanah pemikiran Habib Utsaman terbagi ke dalam beberapa topik, antara lain, Islam sebagai agama yang haq (benar), hakikat manusia, hakikat kehidupan, arkanul iman dan implikasinya dalam amal saleh, arkanul Islam berikut hikmah amaliahnya, akhlaq dan tasawuf, peristiwa-peristawa besar yang sarat makna, asmaul husna, dan kapita selekta tentang kehidupan sehari-hari.?

Panggilan Selamat yang ada di tangan penulis ini hanya memuat 135 tulisan yang dimulai dari tulisan kesatu Kemerdekaan dan yang terakhir Lebaran.?

Bupati Tegal

Pada tulisan Kemerdekaan, ia memulainya dengan ungkapan seperti berikut ini:?

Alhamdulillah! Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha AGung yang telah menjadikan kita jadi manusia, bukan dijadikannya kayu, batu, dan bainatang. Ditambah dengan diberi-Nya akal dan iman, diberi-Nya kemerdekaan, bahkan menjadi umat Nabi Muhammad. (halaman 12)

Ia menyebutkan bahwa kemerdekaan itu harus dijaga sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Allah. Ia mengimbau untuk waspada dari musuh luar dan dalam. Insyafkanlah kalau itu berada di dalam bangsa kita, usirlah kalau lain bangsa.?

Bupati Tegal

Tulisan itu ditutup amanat dia kepada angkatan muda sebangsa, senegara, dan seagama, terutama yang beragama Islam, wajib kiranya merenungkan 6 pasal ini:?

Benar dan kuat benteng iman

Teguh dan jaza, keyakinan dan pendirian

Lurus bersih beres barisan

Terus maju, tidak mundur setapak kaki pun hingga selesai jihad dan perjuangan?

Insyafilah kekurangan terutama kesalahan

Lekaslah dan banyak-banyak bertaubat kepada Allah? Kumpulan tulisan-tulisan Habib Utsman ini menambah khazanah keilmuan tokoh-tokoh NU yang kurang dikenal warganya ini. Padahal pada masanya Habib Utsman merupakan salah seorang tokoh yang turut membantu mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, anggota Dewan Kurator Universitas Islam Bandung (Unisba).





Info Buku

Judul ? ? ? ? ? ? : Panggilan Selamat?

Penulis ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : KH Habib Utsman Al-Aydarus

Penerbit ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : Yayasan Assalam Bandung

Jumlah halaman ? ? : 618 halaman?

Cetakan Pertama ? ? ? ? : tanpa tahun

Peresensi ? ? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Quote Bupati Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Survei IPNU Temukan, 50 Persen Pelajar Pakai Smartphone Sejak SD

Surabaya, Bupati Tegal



Lembaga Penelitian dan Survei Pelajar-Pemuda PW Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menyatakan 50 persen pelajar menggunakan "smartphone" sejak sekolah dasar (SD) dan 44 persen memakai sejak SMP serta 3 persen sejak SMA.

Survei IPNU Temukan, 50 Persen Pelajar Pakai Smartphone Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)
Survei IPNU Temukan, 50 Persen Pelajar Pakai Smartphone Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)

Survei IPNU Temukan, 50 Persen Pelajar Pakai Smartphone Sejak SD

"Itu hasil dari survei yang kami lakukan pada 113 siswa dari 400-an sekolah swasta Surabaya-Sidoarjo pada Februari 2016," kata Direktur Lembaga Penelitian dan Survei PW IPNU Jatim Abdullah Muhdi di sela peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-62 IPNU di Surabaya, Rabu.

Didampingi Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami, ia mengemukakan hal itu dalam peringatan Harlah ke-62 IPNU yang dihadiri Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Jatim H Supandi MPd, Guru Besar FISIP Unair Kacung Maridjan, dan Sekretaris PWNU Jatim Akhmad Muzakki.

Dalam acara yang dihadiri 60-an pengurus IPNU se-Jatim yang dimeriahkan dengan peluncuran lembaga penelitian/riset, lembaga penanggulangan NAPZA dan radikalisme, Majalah PASTI, laman IPNU Jatim, dan dialog pendidikan itu, ia menilai hasil itu cukup mengejutkan, karena 97 persen pelajar memanfaatkan alat komunikasi super canggih itu.

Bupati Tegal

"Itu mengejutkan karena mereka masih tergolong SD, meski kami menemukan 59 persen penggunaannya masih positif yakni untuk berkomunikasi dengan orang tua, namun anak SD itu sangat tidak mandiri, karena itu kontrol isi chat/obrolan dari orang tua itu perlu," katanya.

Apalagi, pihaknya menemukan ada prestasi pelajar yang merosot gara-gara smartphone, meski penggunaan smartphone terbagi dalam 59 persen untuk komunikasi, 11 persen musik, 8 persen browsing, 1 persen video, 3 persen abstain, dan 18 persen lainnya, termasuk untuk "game".

Terkait aplikasi yang digunakan pelajar, ia mengatakan 65 persen untuk Line, 2 persen FaceBook/Twitter, 17 persen Google, 7 persen Youtube, 6 persen BBM/WhatsApp, dan 3 persen abstain. "Jadi, FB, WA, dan twitter tak diminati pelajar," katanya.

Bupati Tegal

Menurut dia, IPNU berkepentingan dengan serangkaian survei pelajar/pemuda bukan sekadar untuk pendataan. "Dengan hasil survei itu, maka orang tua dan sekolah bisa bersikap solusi yang harus dilakukan, sedang bagi kami juga penting untuk merancang program," katanya.

Dalam kaitan solusi itu, Ketua IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan siap bekerja sama dengan pihak sekolah, dinas pendidikan, Kemenag, pesantren, perguruan tinggi, dan para orang tua untuk melakukan diskusi guna mencari solusi yang tepat, karena organisasi pelajar (IPNU) lebih pas berbicara dengan pelajar.

"Kami sendiri memiliki Majalah Pasti untuk pelajar dan santri berprestasi, laman khusus pelajar dan santri, dan lembaga penanggulangan radikalisme dan NAPZA. Jadi, kami melakukan gerakan yang sistematis dan serius untuk pelajar dan santri," katanya.

Dalam dialog pendidikan Harlah ke-62 IPNU itu, Sekretaris PW NU Jatim Prof Akhmad Muzakki menilai IPNU memang merupakan kader andalan NU untuk masa depan, karena generasi masa depan yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah generasi berkarakter dan organik (bukan karbitan).

"Kalau hanya pintar bisa kita lakukan dengan mesin pencari internet, tapi kalau karakter itu memerlukan proses. Saran saya, IPNU harus melakukan diversifikasi kader, agar jangan sampai kader IPNU ke dunia politik saja, seperti kader dokter anak di Sidoarjo atau kader jurnalis di Surabaya," katanya.

Senada dengan itu, Prof Kacung Maridjan menyatakan bonus demografi akan dinikmati bangsa Indonesia pada 2035 atau 2045 bila tercetak kader-kader yang terdidik dan kreatif. "Bangsa ini masih mayoritas SMP dan perlu generasi kreatif lebih banyak. Itu kuncinya," katanya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim H Supandi mengaku 95 persen dari 19.155 madrasah (MI/MTs/MA) dan 211.000-an guru serta 3 jutaan siswa adalah pelajar NU, namun umumnya belum mengetahui IPNU. "Itulah tantangan sekarang," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Teheran, Bupati Tegal. Pertemuan darurat tingkat menteri Gerakan Non-Blok (GNB) Senin menyerukan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk membawa para pejabat Israel ke pengadilan atas dakwaan kejahatan perang di Gaza.

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Dalam pernyataan akhir pertemuan Komite GNB mengenai Palestina, para Menlu mengungkapkan kemarahan pada pertumpahan darah di Gaza dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan.

Mereka meminta masyarakat internasional, PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya serta LSM, untuk membantu memberikan korban agresi Israel di Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan secara mendesak, menurut pernyataan yang disiarkan oleh media Iran. 

Bupati Tegal

Pernyataan itu mengakui peran penting Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di Gaza, termasuk dalam menangani kebutuhan darurat selama periode krisis.

Bupati Tegal

Para menteri mendesak masyarakat internasional untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada Badan itu serta badan-badan PBB lainnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina saat ini, termasuk lebih dari 180.000 pengungsi Palestina pada periode terakhir.

Selain itu, pertemuan menyerukan kepada DK PBB "untuk menegakkan tugas Piagam dan hidup sesuai dengan harapan masyarakat internasional untuk bertindak segera dalam mengatasi situasi krisis ini, dalam Pendudukan Palestina, yang jelas merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional. 

"DK PBB juga telah diimbau untuk mengadopsi langkah-langkah" untuk memaksa Israel, kekuatan pendudukan, untuk menghentikan agresi militernya terhadap rakyat Palestina dan untuk memenuhi segera dengan semua kewajibannya berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa ke-4 dan resolusi PBB yang relevan. 

"Pertemuan tingkat menteri sangat mengutuk "penggunaan mematikan, tidak pandang bulu, kekuatan yang berlebihan oleh Israel, dan kekuasaan yang mendukungnya, terhadap warga sipil Palestina dan infrastruktur sipil penting, termasuk air bersih dan sanitasi jaringan, pembangkit listrik dan berbagai rumah sakit serta pusat kesehatan, dan juga terhadap personil kemanusiaan, darurat dan wartawan. 

"Selain itu, para menteri luar negeri GNB mengutuk "kekerasan dan penganiayaan fisik dan psikologis, termasuk penyiksaan, para tahanan Palestina dan tahanan, termasuk anak-anak, perempuan dan pejabat terpilih, di antaranya anggota Dewan Legislatif Palestina, termasuk lebih dari 800 orang yang ditahan sejak 13 Juni 2014 diminta segera dibebaskan tanpa syarat."

Sementara itu, para Menlu menyambut baik keputusan Dewan Hak Asasi Manusia "untuk memulai penyelidikan internasional, independen, resmi ke dalam semua pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional yang dihasilkan dari agresi militer Israel baru-baru terhadap Jalur Gaza yang dikepung." 

Pernyataan itu "menekankan perlunya untuk terus memenuhi dan konsultasi di dalam Komite GNB Palestina, serta Koordinator Biro yang lebih besar dari Gerakan, dengan pandangan, antara lain, untuk menyusun rencana aksi bagi GNB dalam rangka menindaklanjuti semua isu-isu kritis di PBB dan di semua forum politik, hukum dan peradilan lain yang sesuai.

"Akhirnya, para menteri luar negeri GNB menegaskan kembali "dukungan tak tergoyahkan mereka terhadap Palestina dan solidaritas dengan rakyat Palestina."

Mereka juga menegaskan kembali "dukungan prinsip dan sejak lama terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pencapaian aspirasi nasional yang sah mereka, termasuk kebebasan, kemerdekaan, keadilan, perdamaian dan bermartabat di tanah air mereka sendiri," demikian OANA. (antara/mukafi niam)

Foto:ndtv

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Olahraga, Pesantren Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Medan, Bupati Tegal. Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Benny Rhamdani melakukan silaturahmi dengan pengurus Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Sumatera Utara, Jalan Sei Batanghari Medan, Kamis (9/3). ?

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Kunjungan Benny Rhamdani yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Utara (Sulut) itu diterima Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea, Wakil Ketua Jasrul Lubis, Kamil Lubis, Bendahara El-Suhaimi, mantan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Adrian Azhari Akbar Harahap.

Juga hadir mantan Ketua PW IPNU Sumut ? Gunawan Abdi Hasibuan, Sekretaris PW IPNU Sumut ? Aliaga Hasibuan, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Bobby Dalimunthe, dan jajaran pengurus Banom NU Sumut lainnya.

Dalam silaturahmi yang dirangkai dengan dialog kebangsaan itu, Benny Rhamdani mengatakan, situasi dan kondisi bangsa saat penuh tantangan terutama dalam menangkal radikalisme guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Tegal

"Menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab kita sebagai Badan Otonom NU. Karena sebagai ormas terbesar di Indonesia, NU harus berada di garda terdepan dalam mewujudkan bangsa ini menjadi negeri yang damai," kata Wakil Ketua Komite Etik DPD RI ini.

Ditegaskannya, sat ini merupakan momentum generasi muda terutama Banom NU dalam meraih kepemimpinan di negeri ini. "Namun semua itu dapat diperoleh bila saling bahu membahu untuk saling membesarkan dan memanfaatkan momentum yang ada," katanya.

Sementara itu, Mulia Banurea mengatakan, Banom NU di Sumut saat ini tengah gencar melakukan kaderisasi. Dengan banyaknya kader muda NU di Sumut, diharapkan sebagai tonggak pemersatu pemuda dan penentu bangsa ini.

Bupati Tegal

"Dengan jumlah yang banyak dalam satu bingkai yang sama, tentu dapat menangkal radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI," kata Mulia yang juga Ketua KPU Sumut.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Jasrul Lubis mengatakan, kebersamaan dan persatuan-kesatuan Banom NU di Sumut selalu terjalin dengan baik. Tugas berat sekarang tinggal merumuskan kebersamaan ini menjadi satu kekuatan besar dalam menjaga NKRI dan meraih kemenangan dalam setiap momentum yang ada.

"Kesempatan ini harus kita mulai dari diri kita dan menjalin kebersamaan antarsesama dan selalu mengikuti nasihat-nasihat Kiai NU. Dengan demikian cita-cita kita akan tercapai," kata Jasrul. (Hamdani Nasution/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Jakarta, Bupati Tegal

Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.

“Ternyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,” kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada Bupati Tegal di Jakarta, Jum’at (26/10).

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.

Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.

“Tanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,” katanya.

Bupati Tegal

Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.

“Mudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syi’ar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,” kata Hadrawi.(dam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Gus Dur Dikerjain Habib

Sejak berada di Mesir, Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas berteman baik dengan Gus Dur. Jarak dan rasa sungkan sudah lama putus di antara keduanya.

Suatu hari Gus Dur dan Habib menginap di sebuah hotel di Jawa Barat. Habib tahu, teman karibnya ini selalu minta dibayar tiap kali di hotel atau rumah makan. Kali ini, ia ingin menguji “kebakhilan” Gus Dur.

Gus Dur Dikerjain Habib (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Dikerjain Habib (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Dikerjain Habib

Saat tiba waktu check-out, Habib keluar kamar lebih dulu.

“Tolong nanti yang bayar penginap di kamar nomor ini. Namanya KH Abdurrahman Wahid,” ucap Habib kepada kasir hotel.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Dengan dituntun, Gus Dur ke arah pintu keluar sambil celingukan.

“Di mana habib itu?” sergahnya.

Sejenak kemudian, langkahnya tertahan.

“Maaf Pak Yai, urusan kamar Pak Yai sama Habib belum beres,” kata kasir hotel.

Cucu pendiri NU ini bingung, “Maksudnya?”

“Pembayarannya.”

“Waduh…” Gus Dur menepuk jidat. “Mana bawa uang aku. Ya udah utang dulu aja, ya,” tutur Gus Dur sembari menyodorkan KTP.

Di depan pintu hotel, Habib cekikikan dari dalam taxi yang sedang diam di pelataran. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Quote Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj beserta beserta beberapa pengurus lainn berkunjung ke Tiongkok mulai Senin (18/4). Rencananya, rombongan tersebut akan berada di negara tirai bambu selama satu minggu ke depan.

Pada hari pertama, rombongan tersebut tiba di Provinsi Beijing dan langsung disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok, Wung Zuoan. ?

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Sekretaris pribadi Kiai Said, Muhammad Sofwan menuturkan ihwal lawatan PBNU ke Tiongkok tersebut yaitu untuk memenuhi undangan dari komunitas muslim Tionghoa.

“Agenda ini (kunjungan ke Tiongkok) dalam rangka memenuhi undangan dari komunitas Muslim Tionghoa,” jelas Sofwan.

Bupati Tegal

Di dalam sambutannya, Kiai Said menjelaskan bahwa hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama. Baginya, Tiongkok merupakan salah satu negara yang berhasil mewarnai dunia Islam di Indonesia.

Kiai yang akrab disapa Kang Said mengatakan, kontak Islam Tiongkok dan Indonesia diawali saat panglima Cheng Ho datang ke Indonesia dan membawa pasukan muslim. “Kemudian Cheng Ho membangun kota Semarang (sebagai pusat peradaban Islam),” jelas Kang Said di hadapan komunitas Muslim Tiongkok Beijing.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah tersebut menilai bahwa Muslim Tiongkok memiliki peran yang sangat penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia. “(Muslim) China sangat penting perannya bagi Indonesia,” tegasnya.

Kang Said mengatakan bahwa antara Indonesia dan Tiongkok memiliki pandangan yang sama tentang Islam adalah agama yang damai dan ia mendorong agar Islam berkembang pesat di negara tersebut. “Model Islam seperti inilah yang harus kita jaga,” terangnya.

Munculnya ekstrimisme, imbuh Kang Said, harus terus diwaspadai meskipun jumlahnya kecil. Menurutnya, cara yang efektif untuk menghalang ideologi-ideologi radikal adalah dengan jalan pendidikan.? ?

Ia menyampaikan rasa duka cita terhadap konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang tidak kunjung selesai. Maka dari itu, ia menilai bahwa saling bertukar pandangan antarsesama muslim adalah sesuatu yang penting untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan Islam yang damai, moderat, dan toleran. ?

Turut serta dalam lawatan ke Tiongkok tersebut Nyai Hj. Nurhayati Said (istri Kang Said), H Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Eman Suryaman (Ketua PBNU), Muhammad Said Aqil (Wasekjen PBNU), dan Muhammad Sofwan (sekretaris pribadi Kang Said). (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Jadwal Kajian, Fragmen Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pemerintah Siapkan Keppres Pendirian Universitas Islam Internasional

Jakarta, Bupati Tegal

Pemerintah Indonesia sedang mempersiapkan draf Keputusan Presiden terkait pendirian Universitas Islam Internasional di Indonesia.

Pemerintah Siapkan Keppres Pendirian Universitas Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Siapkan Keppres Pendirian Universitas Islam Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Siapkan Keppres Pendirian Universitas Islam Internasional

"Kami baru saja melakukan rapat koordinasi dengan Wapres Jusuf Kalla, yang intinya kita ingin mempersiapkan adanya perguruan tinggi Islam bertaraf dunia di Indonesia," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Rabu.

Rapat koordinasi yang dipimpin Wapres tersebut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Komarudin Hidayat.

Bupati Tegal

Pendirian universitas Islam bertaraf internasional itu dimaksudkan untuk memperkenalkan peradaban Islam di Indonesia ke dunia internasional.

"Memang sudah sejak lama kita mempersiapkan ini, dan nantinya universitas itu tidak hanya mendalami studi keislaman tetapi sekaligus memberikan kontribusi positif dalam penataan peradaban dunia," jelas Lukman.

Bupati Tegal

Komarudin Hidayat menambahkan keberadaan universitas tersebut nantinya dapat menjadi pusat penelitian bagi ilmu keislaman dengan melibatkan akademisi dari Indonesia dan luar negeri.

"Selama ini kita membaca Indonesia lewat tulisan orang asing, padahal banyak doktor asing melakukan riset di Indonesia. Oleh karena itu, sekarang kita menjadikan Indonesia sebagai kiblat studi," jelas Komarudin.

Pemerintah menargetkan perguruan tinggi tersebut dapat mulai beroperasi paling cepat tiga tahun mendatang, dengan target awal mahasiswa sebanyak 2.000 orang.

Perguruan tinggi tersebut hanya untuk program pascasarjana dan pusat penelitian Islam, sekaligus terdapat apartemen untuk dosen serta asrama mahasiswa. Sementara lokasi kampus akan dibangun di kawasan pinggiran Jakarta. (Antara/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, AlaNu Bupati Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah

Probolinggo, Bupati Tegal. Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke- 66 di desa Randuputih kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo.

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah

Harlah ke-66 Muslimat NU ini mengambil tema ”Dengan Harlah Muslimat NU ke-66 Kita Tingkatkan Konsolidasi Organisasi Muslimat NU Menuju Revitalisasi Pelayanan Terhadap Masyarakat”.

Peringatan kali ini dihadiri oleh  Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo yang juga Ketua Dewan Penasehat PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan Aminuddin. 

Bupati Tegal

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Saiful Hadi, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Ny Arifah Hasan. Tampak pula Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Habibullah Maksum.

Bupati Tegal

Bupati Hasan pada sambutannya mengingatkan pentingnya mempererat ukhuwah nahdilyah antara sesama warga NU. ”Peringatan harlah ini mari kita jadikan momentum untuk makin mempererat ukhuwah antara sesama anggota Nahdhatul Ulama dalam rangka meningkatkan kapasitas anggota dan pengurus untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Bupati Hasan meminta agar pengurus dan anggota Muslimat NU tak hanya pandai berwacana dalam kehidupan bermasyarakat. “Saat ini rakyat tak butuh wacana tapi butuh pencerahan. Berikan uswah hasanah sebab rakyat butuh bukti dan contoh nyata,” tegas Bupati Hasan.

Ditambahkannya, pengurus Muslimat NU berkewajiban untuk selalu menjaga lingkungan masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang sehat dan mampu memberikan contoh yang baik bagi generasi muda. 

“Muslimat NU wajib hukumnya memberikan uswatun hasanah kepada seluruh masyarakat terutama generasi penerus bangsa yang akan mengambil alih posisi kita dimasa depan,” jelas Bupati Hasan.

Senada dengan Bupati Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Saiful Hadi dalam sambutannya mengatakan peringatan harlah Muslimat NU kali ini memiliki sebuah keistimewaan yang intinya selalu menciptakan ikatan silaturahim sehingga hubungan keharmonisan sesama warga nahdliyin Muslimat NU tetap berjalan.

“Tugas Muslimat NU bukan hanya berkumpul di kantor, tetapi bagaimana kaum hawa ini bisa meningkatkan kuantitas dan kualitasnya dalam menghadapi kemajuan zaman. Ingat, NU didirikan oleh para pengasuh-pengasuh pondok pesantren yang ada di Indonesia,” ujar KH Saiful Hadi.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Ny. Arifah Hasan dalam sambutannya mengatakan masyarakat sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berhasil.

“Oleh karena itu marilah bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang baik agar anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlakul karimah,” ujar Ny Arifah Hasan.

Kegiatan ini diakhiri dengan tausyiyah oleh Nyai Ucik Nurul Hidayati yang menyampaikan ceramah tentang peran Muslimat NU dalam memberikan contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Quote, Makam Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Tertib Jenjang Kaderisasi Penting untuk Wadahi Kader

Jombang, Bupati Tegal?

Meski terhitung masih lama, Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, tapi sejumlah isu strategis untuk terus memperkuat NU baik secara struktural ataupun kultural sudah mulai dihembuskan.?

Tertib Jenjang Kaderisasi Penting untuk Wadahi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Tertib Jenjang Kaderisasi Penting untuk Wadahi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Tertib Jenjang Kaderisasi Penting untuk Wadahi Kader

Salah satunya penguatan jenjang kaderisasi NU sebagai pengurus di level cabang NU harus diperhitungkan. "Ke depan, PCNU Harus diisi sebagaimana yang sudah dibikin para ulama terdahulu," kata H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor setempat, Selasa (15/11).?

Dijelaskan, jenjang kaderisasi NU merupakan media kekuatan dalam berorganisasi. Sejumlah kader NU dari masa ke masa juga dari semua level kepengurusannya akan terwadahi. "Kalau tidak demikian, input kader itu tidak akan kuat untuk ngopeni NU. Militansi pengurus kurang matang kalau tidak berdasar tahapan-tahapan kaderisasi itu," ujarnya.?

Jenjang kaderisasi di NU, lanjut pria yang kerap disapa Gus Antok itu, sudah sangat jelas mulai dari tingkat pelajar, pemuda dan kader NU yang sudah dianggap sepuh. "Kita ini gantian, di tingkat pelajar ada IPNU dan IPPNU, terus naik lagi ke level mahasiswa ada PMII juga PKPTNU, kemudian setelah itu naik lagi ke GP Ansor atau Fatayat NU, setelahnya PCNU dan Muslimat NU," tegas dia.

Selama ini ia memantau, jenjang kaderisasi itu masih belum diperhatikan dengan serius, sehingga kader yang benar-benar berproses di NU sekalipun terkadang tak ada wadah dan hengkang dengan sendirinya. "Saya ada banyak kader Ansor yang sudah pasca kepengurusan cabang, tapi mereka tidak masuk struktur PCNU, terus siapa yang akan mengisi PCNU kalau tidak Pengurus Ansor yang sudah selesai itu," singgung dia.

Bupati Tegal

PNS di lingkungan kota santri itu berharap PCNU sudah mulai memperhatikan ketertiban jenjang kaderisasi NU menjelang Konfercab ini. "Ya memang PCNU harus berani mengambil kebijakan seperti itu agar dicontoh oleh MWC-MWCnya, dan MWC juga ambil kader Ansor yang di kecamatan-kecamatan, begitu juga di ranting," ucapnya.

Untuk diketahui, Konfercab NU Jombang akan berlangsung pada bulan April 2017 mendatang. Hal ini sesuai koordinasi antar pengurus internal PCNU setempat. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Quote, Amalan, Santri Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kenapa Sebagian Umat Islam Terpikat Ideologi Ekstrem?

Jakarta, Bupati Tegal. Meski berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan memberantas ekstremisme, namun faktanya kelompok-kelompok Islam garis keras tetap ada, bahkan tumbuh, pada abad modern ini. Mengapa ini bisa terjadi?

Kenapa Sebagian Umat Islam Terpikat Ideologi Ekstrem? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Sebagian Umat Islam Terpikat Ideologi Ekstrem? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Sebagian Umat Islam Terpikat Ideologi Ekstrem?

Menurut Wakil Menteri Agama sekaligus Mustasyar PBNU, KH Nasaruddin Umar, hal itu lebih disebabkan oleh apa yang ia sebut sebagai “religious shock” ("kepanikan beragama") yang menjangkiti umat Islam hingga kini.

Ia mengatakan, masa depan telah datang lebih cepat dari kesiapan mental kaum muslim untuk menghadapinya. Rekam sejarah Islam yang pernah mengalami zaman keemasan sebagai penguasa dunia belum terhapus dari benak mereka, sementara realitas kondisi mereka sekarang justru menunjukkan sebaliknya.

Bupati Tegal

“Ini yang menyebabkan religious shock,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam dialog terbuka “Warning ISIS: Antara Gerakan Ideologi-Agama vs Gerakan Politik Global” di Aula Sasana Amal Bakti Kemenag RI, Jakarta, Kamis (14/8).

Nasaruddin juga menjelaskan tentang perkembangan pemikiran keislaman di Indonesia seiring merebaknya pendirian IAIN dan UIN. Perguruan tinggi-perguruan tinggi ini lalu menjadi tempat subur kajian pemikiran tokoh reformis Islam, Muhammad Abduh, yang di kemudian hari menciptakan revolusi pemikiran keislaman, termasuk dengan munculnya liberalisme.

Bupati Tegal

Religious shock pun kembali terjadi di sini. Secara reaksioner kelompok ekstrem lahir untuk melawan perkembangan baru ini. “Liberalisme adalah anak kandung globalisasi, sementara saudara kandungnya ya kelompok-kelompok garis keras itu,” tutur mantan Katib Aam PBNU ini.

Nasaruddin juga menilai, sekelompok orang yang tertarik bergabung dengan gerakan ekstrem Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) juga mengalami kasus yang sama. Langkah antisipasinya bisa dilakukan dengan memperluas kesadaran umat Islam dan melindungi tempat-tempat strategis, seperti masjid, dan penguasaan ISIS dan sejenisnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Wapres Ajak NU Atasi Ketertinggalan

Jakarta, Bupati Tegal. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan umat Islam di Indonesia beruntung karena dapat hidup dalam kondisi aman dan damai, namun demikian, tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketertinggalan dan disinilah energi harus difokuskan.?

“Inilah yang menjadi tantangan kita, dan tantangan NU. Kita tidak ada masalah politik yang besar, kita tidak ada masalah ideologi yang besar. Kita memiliki tantangan ketertinggalan ekonomi dan kemiskinan. Ini memberi efek pada umat. NU merupakan bagian terbesar dari umat tentu bagian terbesar dari tatangan ini,” katanya ektika memberikan sambutan dalam acara pengukuhan pengurus PBNU, Sabtu (5/9).

Wapres Ajak NU Atasi Ketertinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Ajak NU Atasi Ketertinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Ajak NU Atasi Ketertinggalan

Ia menegaskan, NU memiliki peran besar bukan hanya dalam bidang keagamaan seperti kegiatan shalawat dan istighotsah, tetapi NU harus turut serta membangun bidang pertanian, perdagangan dan lainnya. “Karena hanya dengan cara inilah kita menghadapi tantangan ketertinggalan,” tandasnya.

Bupati Tegal

Program pemerintah saat ini yang berusaha memajukan Indonesia dari desa akan memiliki dampak besar terhadap jamaah NU yang kebanyakan tinggal di desa. .

“NU sebagai bagian bangsa yang sangat besar akan merasakan kesulitan apabila ada masalah tetapi akan bergembira jika berhasil mengadapi tantangan tersebut.”

Jusuf Kalla yang juga salah satu mustasyar NU ini menegaskan sudah waktunya ketergantungan pada pihak lain diakhiri.

Bupati Tegal

“Masa dimana tangan di bawah harus diakhiri. Karena kita pada dasarnya tidak kekurangan. Karena itu apabila ada yang kekurangan seperti penduduk Rohingnya, kita membantu. Sekiranya Timur Tengah tidak jauh, kita akan membantu, tetapi kita jauh,” tandasnya.?

Umat Islam Indonesia, tidak hanya penting memelihara persaudaraan sesama Islam (ukhuwah islamiyah) tetapi juga penting menjaga pesaudaraan kebangsaan (ukhuwan wathaniah), dan juga ukhuwan basyariah atau komitmen atas persoalan-persoalan kemanusiaan.?

“Mudah-mudahan kita dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Terima kasih, selamat kepada pengurus NU, mudah-mudahan segala khidmatnya agar bermanfaat.” (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, Quote Bupati Tegal

Minggu, 26 November 2017

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Tangerang, Bupati Tegal

Gerakan Pemuda Ansor sebagai organisasi pemuda haruslah mampu menjadi instrumen pembangunan daerah dan mendorong perubahan.

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakercab Ansor Tangerang Fokuskan Pengkaderan dan Diaspora

Hal tersebut disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda pada acara pembukaan Rapat Kerja II yang digelar di Islamic Center Citra Raya Ahad (7/2).

Menurut Huda saat ini ruang partisipasi pemuda sangat dibutuhkan di setiap lini kehidupan masyarakat baik lini sosial, ekonomi, politik, budaya, dan agama.?

“Dengan sumber daya manusia yang melimpah, kader-kader GP Ansor tidak boleh abstain dalam setiap proses dan momentum pembangunan,” tuturnya.

Bupati Tegal

Lebih lanjut Huda menambahkan, bahwa pihaknya akan berupaya melakukan pengkaderan secara terpola dan sistematis serta mendorong kadernya untuk berdiaspora di mana saja guna memberikan pengabdianya.

”Saya dan pengurus cabang Ansor sedang melakukan pemetaan potensi kader, sehingga kontribusinya dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, sekretaris PCNU Kabupaten Tangerang Ust Agus Kuswanto Ma’arif menyampaikan bahwa Ansor harus menjadi bagian solusi terhadap berbagai problematika umat. Menurut Agus, salah satu persoalan yang berkembang di masyarakat ? adalah maraknya radikalisme yang terus berkembang.?

“Saya harap Ansor menjadi instrumen untuk melakukan deradikalisasi dengan cara membumikan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang dianut oleh NU yakni tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang), dan i’tidal (adil),” paparnya.

Rapat Kerja Cabang yang dihadiri seluruh pengurus Pimpinan Cabang (PC) dan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Tangerang tersebut membahas program-program strategis GP Ansor 2016-2017 dan juga membahas rekomendasi-rekomendasi organisasi.?

Bupati Tegal

Setidaknya ada 7 Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rapat Kerja tersebut. Diantaranya adalah optimalisasi anggaran untuk kepentingan rakyat miskin terutama dalam hal pemberian jaminan kesehatan dan pendidikan gratis, mendorong upaya ? DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Pondok Pesantren serta memberikan perhatian yang serius terhadap pondok pesantren dan mendorong adanya langkah-langkah konkret dari pemerintah daerah untuk penanganan radikalisme. Red:? Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Quote, Daerah Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam

Sleman, Bupati Tegal. Keberadaan pondok pesantren dalam rentang sejarahnya perlu selalu dibaca sebagai warisan dan juga kekayaan budaya-intelektual Nusantara. Oleh karena peran sejarah yang dimainkannya, dalam sejumlah aspek tertentu, pesantren perlu dipandang sebagai benteng pertahanan kebudayaan itu sendiri.

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasil Akulturasi, Kitab Kuning Cerminkan Kelembutan Islam

Demikian KH Jazilus Sakhok Ph.D yang akrab disapa Gus Sakhok membuka diskusi bersama tamu kunjungan dari APTEP (Asia Pasific Theologi Encounter  Programe) di STAI Sunan Pandanaran, Yogyakarta, Jumat (8/05), pagi.

"Pesantren merupakan institusi pendidikan tertua di Indonesia yang bertujuan untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moral dan nilai Islam sebagai pedoman hidup bermasyarakat sehari-hari" terang Gus Sakhok.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan, pesantren merupakan hasil pergulatan dan dialektika kebudayaan yang kreatif, antara tradisi, masyarakat, dan pola interaksi kiai-santri-kitab kuning. Karenanya keunikan pesantren juga terlihat pada sifat akulturatif yang menghargai kultur dan tradisi lokal secara halus dan kreatif, sehingga terhindar dari konflik.

"Salah satu unsur dari pesantren yang berperan penting dalam membentuk karakter Islam yang jauh dari karakteristik ekstrem dan radikal adalah kitab kuning. Kitab kuning adalah tradisi klasik warisan Wali Songo dan para ulama Nusantara. Kitab kuning itu mencermikan kelembutan Islam, sebab terdapat akulturasi budaya di dalamnya," imbuhnya.

Bupati Tegal

Gus Sakhok mengatakan, kitab kuning difungsikan oleh kalangan pesantren sebagai rujukan dan paduan nilai-nilai universal dalam menyikapi perubahan zaman. Aspek dinamis yang diperlihatkan kitab kuning adalah adanya transfer pembentukan tradisi keilmuan tauhid-fiqih-sufisme yang didukung penguasaan ilmu-ilmu instrumental, seperti nahwu dan sharaf (adab).

"Karenanya, tanpa kitab kuning dalam pengertian yang lebih luas, tradisi intelektual di Indonesia agaknya sulit untuk keluar dari kecenderungan ekstremitas pemahaman keagamaan," pungkasnya. (Anwar Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Quote Bupati Tegal

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan

Demak, Bupati Tegal. Setelah melakukan sosialisasi dan penjaringan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) beberapa pekan lalu, Tim Alumni BPUN Mata Air Foundation di Demak bersama Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Demak memulai pelaksanaan BPUN, Ahad (3/5).

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Mata Air, IPNU-IPPNU Demak Gelar BPUN Sebulan

BPUN Demak 2015 sebagai ajang persiapan masuk perguruan tinggi negeri ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Maruf Candisari, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. Sebanyak 60 pelajar SMA/MA/SMK se-Kabupaten Demak akan mengikuti bimbingan ini kurang lebih selama satu bulan, atau hingga 31 Mei mendatang. Ke-60 pelajar tersebut merupakan hasil seleksi oleh panitia pada 19 April 2015 di MAN Demak.

Mustajib selaku Panitia Pelaksana BPUN Mata Air Foundation Demak mengucapkan selamat dan berharap kepada peserta untuk tekun dan bekerja keras guna menyongsong SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) yang sebentar lagi dihadapi.

Bupati Tegal

Dalam acara pembukaan BPUN tersebut, hadir Bupati Demak H Moh Dachirin Said, Ketua Yayasan Al Maruf Candisari Mranggen yang juga Rais Syuriah Pengurus Ranting NU Candisari Mranggen K Masrum Kholil, dan Kepala MA Al Maruf Sarwadi.

Bupati Tegal

“Kami sangat mendukung program seperti ini, dan Pemda berkomitmen tinggi atas pengkatan mutu pendidikan di Kota Wali. Kami harapkan kepada peserta agar mengikuti agenda BPUN dengan maksimal dan semoga sukses, pasca sukses kami mohon partisipasinya membangun kota kebanggan kita bersama,” ujar Bupati.

Kepala Yayasan Al Maruf Candisari mengaku sangat bangga bisa terlibat dalam kegiatan ini. Melalui program ini, ia berdoa pelajar Nahdliyin yang tengah berjuang serius melanjutkan studi di PTN dapat memberikan kemanfaatn bagi perkembangan organisasi NU.

Ketua PC IPNU Demak Abdul Halim berharap agar peserta dapat mengikuti kegiatan dengan maksimal meskipun dengan segala kesederhanaan yang ada. “Ke depan semoga peserta BPUN dapat menjadi aset yang dibanggakan demi kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.? (Bahaudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Pertandingan Bupati Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine

Sidoarjo, Bupati Tegal

Upaya mengantisipasi agar peredaran narkoba tidak masuk ke pesantren, Ketua DPRD Jawa Timur H Abdul Halim Iskandar mengusulkan, di saat penerimaan santri baru atau peserta didik baru supaya dilakukan tes urine. Hal ini untuk mencegah peredaran narkoba sejak dini.

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Jatim Usul Calon Santri Harus Tes Urine

Tak hanya itu, pria yang pernah menjadi aktivis PMII ini juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk lebih tegas dan gigih lagi dalam memberantas peredaran narkoba. Pasalnya, narkoba saat ini menjadi momok di kalangan masyarakat.

"Bagi santri pindahan atau siswa baru tidak ada salahnya jika dilakukan tes urine. Karena, narkoba saat ini menjadi momok bagi kita semua dan harus diperangi bersama," kata Halim saat menghadiri acara halal bihalal bersama Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Maarif (IKAPPMAM) Denanyar, Jombang, di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (24/7).

Bupati Tegal

Halim mengaku, dirinya pernah menelusuri sebuah pesantren yang dikabarkan ada tersangka narkoba. Ia menyatakan, penelusurannya itu hanya ingin memastikan kebenarannya. Dan ternyata, santri yang terjerat kasus narkoba itu sebelum berada di pesantren.

"Jadi, sebelum berada di pesantren, santri itu sudah terlibat kasus narkoba. Bukan saat berada di pesantren. Setelah saya mengetahui hal itu, akhirnya saya merasa lega," jelasnya.

Bupati Tegal

Ia berharap, jangan sampai ada anak yang terlibat narkoba, kemudian mondok dan mempengaruhi santri yang lain. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk senantiasa memerangi peredaran barang haram tersebut.

"Mari, kita jaga keluarga kita dengan sebaik mungkin, serta kita jauhi narkoba sekarang juga," tegasnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote Bupati Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

Probolinggo, Bupati Tegal. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 dan antisipasi penyakit anthrax, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memperketat pengawasan lalu lintas ternak maupun hewan qurban. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Probolinggo merupakan jalur lalu-lintas ternak dan produk hewan dari arah timur ke barat maupun sebaliknya.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Hj Endang Sri Wahyuni mengungkapkan, populasi ternak sapi potong Kabupaten Probolinggo menempati urutan ke-3 tertinggi se-Jawa Timur. Sehingga Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tujuan pencarian ternak dari berbagai wilayah se-JawaTimur bahkan dari luar provinsi dan pulau.

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)
Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

“Dengan kondisi ini, tentunya akan membawa risiko masuknya penyakit hewan menular ke Kabupaten Probolinggo melalui lalu-lintas ternak dan produk hewan,” ungkapnya, Sabtu (19/9).

Bupati Tegal

Menurut Endang, pengawasan ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya penyakit hewan menular ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Terutama penyakit Zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular kemanusia) serta mengendalikan populasi ternak di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, mengantisipasi peredaran daging/jerohan impor di pasar tradisional Kabupaten Probolinggo dan mencegah peredaran daging yang tidak Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama daging yang berasal dari pemotongan hewan qurban,” jelasnya.

Bupati Tegal

Endang menjelaskan, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai anthrax yang disebabkan oleh bacteri Bacillus Anthracis. Di mana tanda-tandanya ternak mati mendadak dengan mengeluarkan darah hitam dari lubang alami (anus, alat kelamin, hidung, mulut, telinga), tetapi gejala klinis tidak terlihat.

“Penyakit ini dapat menular ke manusia jika kontak langsung dengan tanda-tanda, jika terkena kulit yang luka mengakibatkan borok. Jika masuk ke saluran napas menunjukkan gejala sesak nafas dan gagal napas selanjutnya mengakibatkan kematian. Dan jika masuk ke pencernaan mengakibatkan diare sampai kematian,” tegasnya.

Dalam rangka melakukan pengawasan ini, DPKH melaksanakan sosialisasi ke pengusaha peternakan, para pedagang, petugas pasar, kepala desa dan masyarakat luas dalam bentuk pertemuan, surat edaran, penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan poster.

“Di samping juga melaksanakan operasi lalu lintas bekerja sama dengan pihak Polres/Polresta, Dishub dan Satpol PP serta melaksanakan operasi di pasar hewan dan pasar tradisional serta pengawasan pelaksanaan kurban di tempat pemotongan hewan sementara,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Quote, Halaqoh Bupati Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Refleksi Harlah Ke-61: Idealisme IPNU Memudar?

Oleh Cakra Pramudhita

“Tjita2 daripada Ikatan Peladjar Nahdlatul ’Ulama’ jalah membentuk manusia jang berilmu, tetapi bukan manusia calon kasta elite di dalam masjarakat, Tidak. Kita menginginkan masjarakat jang berilmu. Tetapi jang dekat dengan masjarakat. Oknum jang berbuat karena ilmunya. Dan berilmu tetapi jang mau berbuat dan beramal. Sungguh akan merupakan malapetaka jang amat besar baik negara dipimpin oleh orang-orang jang tidak berilmu. Kita tidak menjandarkan semata-mata kepada kariere, lebih2 kariere dengan kekosongan ilmu dan bekal dalam kepala (Pidato resmi KH.Tholchah Mansoer.”

(Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU) pada Muktamar IV, 1961 di Yogyakarta)

Refleksi Harlah Ke-61: Idealisme IPNU Memudar? (Sumber Gambar : Nu Online)
Refleksi Harlah Ke-61: Idealisme IPNU Memudar? (Sumber Gambar : Nu Online)

Refleksi Harlah Ke-61: Idealisme IPNU Memudar?

 

Pada 24 Februari 2015, IPNU menapaki tahun ke-61. Para pendirinya, mungkin tidak pernah menyangka organisasi yang semula hanya dibawah naungan LP Ma’arif dan kemudian menjadi underbouw Nahdlatul Ulama (NU) dapat bertahan dan menggeliat melintasi kerasnya perubahan. Dipaksa oleh keadaan politik, banyak organisasi kepemudaan, pelajar, dan kemahasiswaan yang berdiri sebelum maupun pada masa Orde Lama (Orla) bertumbangan.

Deskripsi dan usulan perubahan dari penulis mudah-mudahan mampu memaksa kita untuk mere-institusionalisasi dirinya. Jika tidak, mudah-mudahan selalu muncul gagasan alternatif dari kader-kader lain yang bisa menjadi common platform bagi pengembangan institusi yang memiliki kemampuan adaptif terhadap tantangan terkini dengan diferensiasi karakteristik yang khas. Jika tidak ada sama sekali agenda berupa gagasan dan langkah konkret dalam mereorganisasi maka secara otomatis eksistensi dan peran IPNU akan terus memudar.

Membaca Masa Kini

Bupati Tegal

Adapun bagi IPNU yang telah menginjak usia 61 tahun, jika diumpamakan dengan usia manusia, IPNU sekarang adalah orang yang biasanya sedang berusaha meningkatkan ibadah formalnya agar terhindar dari siksa api neraka jelang tutup usia. Tentu saja, perumpamaan usia serta kecenderungan antara institusi dan orang memang kurang tepat. Tapi, sebagaimana halnya mahluk hidup, institusi juga bisa lahir dan mati. Dalam konteks itu, penulis ingin memberikan penekanan bahwa kondisi IPNU saat ini nyaris seperti orang tua sekarat yang sudah tidak lagi produktif meskipun masih dapat memberi manfaat bagi orang lain. Kalau mau jujur, kondisi seperti itu tercermin di pengurus tingkat nasional saat ini. Mereka memang tidak bisa disalahkan sepenuhnya mengingat mereka adalah produk dari sistem kaderisasi dan sistem institusi. Pun sebaliknya, mereka juga tidak bisa dibenarkan karena mereka adalah pemilik otoritas tertinggi dari hirarki IPNU yang mengabaikan mandat institusi.

Beruntung PP IPNU masih belum bisa menghadirkan dirinya sebagai organisasi kader, sehingga kondisi di tingkat nasional tidak terlalu berdampak signifikan pada cabang-cabang, anak cabang, dan ranting, karena sebagian kecil pengurus-pengurus IPNU di daerah masih sangat produktif dan bahkan berhasil melakukan terobosan-terobosan meskipun tidak ada lagi kepemimpinan di tingkat nasional. Sebagian yang lain masih berkutat dengan tindakan minimalis yakni hanya berusaha sebatas mempertahankan eksistensi IPNU di daerahnya tanpa rencana strategis yang jelas. Ada juga perekayasaan eksistensi hanya ketika perhelatan Konfercab, Konferwil, atau Kongres akan digelar. Dua yang terakhir adalah cara-cara survival ala IPNU yang masih terus mentradisi. Kondisi seperti itu tentu saja tidak berdiri sendiri, melainkan sebuah keberlanjutan atau akibat dari rentang proses periode sebelumnya.

Mengapa dampak dari apa yang terjadi di level nasional tidak terlalu signifikan pada daerah? Adanya sistem yang sudah lama corrupt (rusak) menyebabkan terjadinya patologi institusi, mulai dari atas hingga bawah. Sedikit sekali pengurus yang memiliki konsistensi terhadap tujuan, nilai, produk konstitusi, dan panduan kaderisasi IPNU Sebagian besar hanya menjadikan IPNU sebagai stepping stone atau eskalator dalam berkarir post - IPNU dan bahkan keberadaan sebagai pengurus dianggap sebagai profesi. Karena itulah, semuanya masih bisa berjalan secara otonom sesuai dengan mindset pengurusnya masing-masing. Relasi antar jenjang pengurus tidak lebih dari selembar SK pengurus.

Tantangan eksternal IPNU

Bupati Tegal

Pertama, setting situasi politik saat ini berbeda dengan masa lalu. Transisi demokrasi saat ini masih terjadi tetapi semakin mendekati ke arah konsolidasi demokrasi. Fenomena ini bisa dilihat dengan semakin adapatifnya elemen-elemen demokrasi dengan tata politik demokrasi. Meskipun kita masih meragukan, partai politik saat ini tengah dipaksa untuk berubah secara bertahap. Upaya pemberantasan korupsi, meskipun masih menyimpan banyak masalah, terus berjalan secara pasti dan membuat ilusi ketakutan di kalangan birokrasi dan jabatan politik non karir yang umumnya dihuni elite dari partai politik. Kecurigaan-kecurigaan publik yang distimulasi oleh transparansi mendesakkan berjalannya secara efektif dan efisien (mantra capitalism) institusi-institusi di bawah negara.

Kedua, setting gerakan sosial. Gerakan sosial ala pelajar - mahasiswa sudah digantikan oleh gerakan interest group dari organisasi berbasis profesi atau kepentingan. Berbicara isu perburuhan maka kelompok-kelompok berbasis buruhlah yang paling mengerti setiap isu yang terkait dengan dunia perburuhan. Pun demikian dengan isu-isu kepentingan lainnya, misalkan untuk berbicara isu korupsi maka ICW atau TII yang dianggap lebih memiliki kapasitas karena ditunjang oleh sumber daya yang andal dan infrastruktur yang cukup memadai untuk mengumpulkan dan mengolah data. Hal ini juga terjadi di isu lingkungan di mana Walhi, WWF, atau Green Peace dianggap lebih capable. Isu keagamaan juga lebih banyak didorong oleh kelompok sosial berbentuk LSM atau Ormas. Hal ini terjadi di hampir seluruh isu-isu yang terkait dengan dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya di mana selalu muncul kelompok yang memiliki fokus isu.

IPNU sebagai organisasi kader

Berulang kali disampaikan di berbagai ruang pengkaderan bahwa organisasi hampir selalu didikotomikan ke dalam organisasi massa atau kader, organisasi profesional atau voluntarian, dan organisasi tradisional atau modern. Prinsip-prinsip dasar antara bentuk, isi, dan sifat tersebut nyaris tidak bisa disatukan. Meskipun bisa, akan selalu memunculkan kontradiksi di dalamnya. IPNU harus berani memilih tipologi atau karakteristik yang jelas karena sesungguhnya berada di grayscale area seperti saat ini tidak selalu nyaman dan baik. Sepanjang pengetahuan penulis, terdapat dua ciri yang khas melekat di dalam organisasi kader: disiplin terhadap nilai dan disiplin terhadap institusi kepemimpinan (struktur). Dua bentuk kedisiplinan ini tidak bisa ditawar. Menegasikan salah satunya hanya akan membuat institusi menjadi pincang, menciptakan ketidakteraturan (disorder), dan menimbulkan kerapuhan. Di manapun ada institusi kader maka kedua kedisiplinan ini selalu melekat.

Jika kita ingin melongok sedikit ke dalam ritus, maka institusi kader yang efektif bisa terefleksi di dalam sholat berjama’ah. Di dalam sholat berjama’ah, seseorang bisa menjadi imam karena memiiliki syarat khusus (special conditions) yang berbeda dengan syarat yang juga dimiliki oleh bilal, muadzin, makmum, bahkan pemukul beduk. Oleh karena syarat ini terbatas dipenuhi dalam sebuah situasi yang demikian maka tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama memainkan peran yang dilakoni dalam sebuah momentum sholat berjama’ah.

Maksud dari analogi di atas adalah bahwa setiap anggota terdiferensiasi dalam kapasitas yang berbeda. Untuk mencapai kapasitas tertentu tiap anggota harus melakukan upgrading level. Dalam proses ini, institusi berkewajiban memberikan kesempatan dan tahapan proses yang sama bagi semua anggota untuk dapat melakukannya. Itulah yang dinamakan kaderisasi. Seorang imam akan terus dipatuhi perintahnya selama memiliki kesesuaian dengan tata cara dan aturan sholat. Bila melenceng dari tata cara dan aturan sholat maka barisan (makmum) dapat memberikan kritik secara terbatas dan teratur. Oleh karena imam seorang manusia, maka keimaman seseorang dapat batal dan digantikan oleh makmum yang memiliki kapasitas yang mendekati kapasitas imam.

Barisan yang berada tepat dibelakang imam, terutama yang berada persis di belakang imam, adalah juga orang yang telah siap menjadi seorang imam manakala kondisi yang tidak diharapkan mendera sang imam, termasuk intervensi secara kasar dari luar. Ada keberlanjutan untuk tetap mengokohkan dan mempertahankan kondisi tersebut untuk tetap berusaha sampai pada tujuan bersama.

Di dalam organisasi kader, kepentingan individu telah termanifestasi menjadi kepentingan institusi. Munculnya ruang konflik yang mengakibatkan disintegrasi institusi terjadi karena interpretasi atas nilai dan perilaku elite atau pengurus organisasi dalam hal ini tetap dimungkinkan. Namun, kemungkinan tadi menjadi sangat kecil jika saja kepemimpinan sebagai sebuah faktor krusial di dalam organisasi dapat berjalan secara baik. Pada dasarnya pemimpin memiliki otoritas untuk memilih berbagai opsi strategi. Strategi dan taktik yang digunakan dapat dinilai baik manakala output-nya sesuai dengan tujuan organisasi.

Sudahkan IPNU menjadi organisasi kader?

Sebelum sampai kepada pilihan tadi, mari kita mencoba menengok realitas yang ada di IPNU sehingga mudah-mudahan terdapat sedikit kesamaan persepsi atau bahkan konklusi. Meskipun, dari situ saja akan memunculkan kemungkinan opsi perubahan yang berbeda di benak kepala kader. Di berbagai kesempatan ketika berinteraksi dalam kegiatan kaderisasi formal maupun non formal di Surabaya maupun di daerah lain, kita akan dikejutkan dengan realitas yang cukup “membingungkan”. Kebingungan tersebut bermula dari lontaran sebuah pertanyaan bagi kita bersama: “ apakah tujuan IPNU berdasarkan dari apa yang tercantum di Anggaran Dasar?” Mayoritas dari mereka yang ditanya umumnya tidak mampu menyebutkan tujuan IPNU. Belum lagi kalau ditanyakan apakah ideology IPNU, mayoritas mengalami kebingungan apakah ideology IPNU adalah Pancasila atau Aswaja, kedua-duanya atau salah satunya. Atau bahkan, bukan keduanya.

Di lain kesempatan, kita yang ada dalam kepengurusan ini mungkin akan bertanya, “apakah kita sudah menjadi organisasi kader?”. Dipastikan seluruhnya menjawab bahwa IPNU merupakan organisasi kader. Mereka berargumentasi ada proses kaderisasi formal yang dilakukan oleh institusi. Hanya sebatas itu. Kalau mau jujur, berdasarkan pengamatan menghadiri banyak kegiatan kaderisasi formal, kegiatan kaderisasi formal benar-benar hanya merupakan formalitas. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pendapat tersebut.

Pertama, kegiatan kaderisasi formal masih baru dilihat sebagai prosedur teknis belaka yang ditujukan untuk memenuhi keabsahan pengurus di mata PD/PRT. Untuk hal ini, tidak aneh jika terjadi penyimpangan terhadap standar materi atau kurikulum maupun format kaderisasi yang seharusnya dijadikan acuan.

Kedua, kegiatan kaderisasi formal masih diproyeksikan untuk meningkatkan prestise pengurus semata dengan indikator jika secara kuantitas diikuti oleh banyak peserta tanpa mempetimbangkan kualitas pengetahuan dan proses yang sudah dilalui peserta sebelum kegiatan. Walhasil, ketika materi kaderisasi disampaikan, akibat disparitas pengetahuan dan proses, praktis hanya dalam persentase yang cukup kecil yang dapat mengikuti alur materi secara baik.

Ketiga, bagi peserta kegiatan kaderisasi formal, keikutsertaan dan sertifikat kelulusan menjadi prioritas agar dapat digunakan sebagai syarat untuk berkarir dalam jenjang berikutnya. Dari beberapa alasan tadi, maka sangat wajar kemudian banyak pengurus, untuk ini saya sangat yakin, tidak mengetahui tujuan IPNU, (mungkin juga termasuk saya), serta strategi untuk mencapainya. Hal ini juga masih ditambah pada minimnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar yang menjadi pilar untuk bergerak.    

Untuk menjadi institusi kader yang efektif maka perlu memiliki disiplin terhadap kepemimpinan. Aturan main yang sudah jelas harus dapat dipatuhi. Kepemimpinan bukan penghias hasil konferensi tetapi juga dilihat sebagai mandat organisasi. Sejauh sang pemimpin masih berjalan sesuai koridor dan menjalankan kebijakan untuk mencapai tujuan organisasi maka ia harus ditaati. Sanksi organisasi bukan hanya pelengkap peraturan organisasi. Sanksi diberlakukan bagi mereka yang mengabaikan kebijakan organisasi atau dalam hal ini direpresentasikan oleh pemimpin.

Dari pengamatan selama ini, selain kepemimpinan juga ada format struktur yang harus dibenahi. Format PP, PW, dan PC yang ada saat ini tidak memungkinkan organisasi kita menjadi organisasi kader. Untuk mencapainya, format yang memungkinkan harus ditunjang dengan kerangka operasional berupa tugas pokok dan fungsi yang sistematik dan jelas. PP masih menjadi organisasi yang terlalu besar (periode 2012 - 2015 terdiri dari 120-an personel) di mana kerangka strukturnya dibentuk dengan hanya melihat faktor pengakomodasian atau rekomendasi pesanan dan belum pada kapasitas personal serta kebutuhan institusi. Walhasil, terlalu banyak tumpang tindih fungsi sehingga malah kerap kali menyebabkan disfungsi. PC pun juga demikian, di mana kerangka strukturnya dibentuk dengan hanya melihat faktor pengakomodasian atau rekomendasi pesanan dan belum pada kapasitas personal serta kebutuhan institusi.

Jika kaderisasi telah berjalan secara baik di mana tujuan organisasi telah tercapai maka operasionalisasi konsepsi kader dapat di perluas. Rencana dan kebijakan strategis jangka panjang di dalam ruang yang lebih besar baik di masyarakat dan negara dapat dilakukan di level institusi alumni. Istilah kader pun kemudian dapat dimaknai sebagai seseorang yang menjadi pengabdi, pejuang, dan pelayan dalam spektrum apapun yang menjalani tindakannya sesuai dengan nilai-nilai yang ada di IPNU meskipun sudah tidak lagi mempunyai ikatan institusional dengan IPNU.

Almarhum KH.Tolchah Mansoer dan para founding fathers IPNU mendirikan IPNU bukan untuk bertengger di menara gading dan menjadikan para pengurus dan kadernya sebagai “manusia calon kasta elite”. IPNU dilahirkan untuk membumi dalam masyarakat, menjadi bagian dari dan mendampingi masyarakat bawah, serta terlibat dalam berbagai penyelesaian masalah untuk membangun kemasalahan publik.

Kini, IPNU sudah diambang pintu untuk tampil persis seperti yang dikhawatirkan oleh KH Tolchah Mansoer, yaitu menjadi ”kasta-kasta elite”, jauh dari masyarakat dan tidak terlibat dalam pergumulan sosial dan penyelesaian berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Bahkan perilaku para pengurusnya lebih suka tampil sebagai kelas-kelas elite yang jauh dari masyarakat alit, namun gila citra. Ketiadaan kerja advokasi dan pendampingan masyarakat, setidaknya masyarakat pelajar, oleh IPNU pada beberapa dekade terakhir menunjukkan realitas ini. 

Kini, 61 tahun sudah IPNU berkhidmah untuk Indonesia. Catatan di atas hanya merupakan upaya melakukan debunking (penelanjangan atau pembongkaran) agar ada upaya koreksi dan perbaikan bersama dari semua unsur di IPNU dalam momentum Hari Lahirnya yang ke 61 hari ini.

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thariq

 

Cakra Pramudhita, pengurus PC IPNU Kota Surabaya

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Pesantren, Quote Bupati Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Pengajian Konstitusi Berujung Dukungan untuk Mahfud MD

Indramayu, Bupati Tegal. Ratusan Kiai mengikuti Pengajian Konstitusi di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu Krangkeng Indramayu, Jum’at  (7/12) lalu. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Pengajian Konstitusi Berujung Dukungan untuk Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengajian Konstitusi Berujung Dukungan untuk Mahfud MD (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengajian Konstitusi Berujung Dukungan untuk Mahfud MD

Tidak hanya bicara konstitusi, para kiai yang berasal dari daerah Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Brebes, dan Tegal itu juga menyampaikan keinginan agar Mahfud maju sebagai calon presiden.

Mahfud MD dinilai sebagai figur tepat untuk memimpin Indonesia yang sedang dalam kondisi karut marut. Mahfud dinilai sebagai sosok yang bersih, santun pada para kiai, tegas, jujur dan sederhana.

Bupati Tegal

”Mahfud MD adalah tokoh terbaik bangsa Indonesia saat ini, dan sangat tepat bila beliau memimpin bangsa Indonesia ke depan,” kata KH Ahmad Najib Afandi, pengasuh Pesantren Al-Hikmah Dua Brebes Jawa Tengah.

Para kiai juga mengatakan, Mahfud juga telah digadang-gadang oleh beberapa partai politik untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden.

Namun Mahfud MD sendiri dalam kesempatan itu hanya tersenyum. ”Saya belum mengatakan ya pada lamaran parpol manapun.”katanya.

Bupati Tegal

Terkait dipilihnya Pesantren Asy-Syafi’iyyah sebagai tuan rumah, Mahfud MD mengatakan, sejak lama ia kenal baik dengan KH Afandi Abdul Muin Syafi’i, pengasuh pondok pesantren di Indramayu Timur tersebut, semenjak ia masih menjabat Menteri Pertahanan RI di era presiden Gus Dur. 

Di sisi lain, Abah Afandi juga sejak lama punya silaturrahim baik dengan para kiai pesantren di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Hal itu mendukung lancarnya acara ini. Bahkan banyak pula para tamu undangan yang datang terlambat setelah rombongan Mahkamah Konstitusi meninggalkan lokasi acara.

Pesantren Asy-syafi’iyyah pada 2004 lalu  juga dikunjungi oleh KH Salahuddin Wahid Sebagai Cawapres pada waktu itu saat berpasangan dengan Wiranto. Para tokoh Nasional lainnya seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) KH Said Aqil Sirod, dan Beberapa menteri RI era Gus Dur banyak yang sering bersilaturrahim di pesantren yang berdiri sejak 1960 M ini.

Menurut H Nasrulloh Afandi, ketua panitia Pengajian Konstitusi, peserta dari luar Indramayu yang hadir hanya sekitar 400 0rang, sedangkan undangan yang hadir dari wilayah Indramayu sendiri mencapai 300 orang .

“Semula direncanakan ada nama dua tamu kehormatan dalam undangan dari dalam dan luar negeri, namun keduanya ditunda kehadirannya pada acara lain waktu. Jadi acara kali ini murni menjadi acara Mahkamah Konstitusi RI,” tandas kandidat doktor Universitas Al-Qurawiyin Maroko itu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Quote Bupati Tegal

Rabu, 04 Oktober 2017

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII

Rembang, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lasem mengimbau agar Muktamar ke-33 NU di Jombang Jawa Timur menegaskan posisi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi mahasiswa ini seolah netral, namun kenyataannya merupakan bagian dari NU dan hampir selalu terlibat dalam kegiatan NU.

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Mengambil Sikap Terkait PMII

Ketua PCNU Lasem KH Shalahudin Fattawi (Gus Din) kepada Bupati Tegal di Rembang, Senin (27/7) mengatakan, jangan sampai kondisi ketidakjelasan ini dibiarkan berkepanjangan. Kasus PMII sudah harus dapat diputuskan oleh NU dalam muktamar mendatang.

Selama ini PMII berada di sekitar NU dan mengakses berbagai fasilitas NU, namun dengan menyatakan independen itu seakan PMII tidak mau diatur oleh NU.

Bupati Tegal

"Nahdlatul Ulama harus mengambil sikap pada muktamar yang akan datang, terkait dengan PMII yang memilih seolah independen tetapi masih menggunakan NU. Hal ini harus diakukan jika NU mau memperkuat keorganisasian,” katanya.

Shalahudin berpendapat, NU harus mempeketat sistem keadministrasian dan pola hubungan dengan badan otonom atau organisasi-organisasi yang bernaung di bawah NU.

Bupati Tegal

"NU harus mulai memperkuat halaqoh keadministrasian, untuk saling terjalinnya komunikasi antara badan otonom bersama dengan NU. Penekanan juga harus ditegaskan dalam AD ART,” katanya.

Pihaknya juga menghimbau kepada PMII agar menengok kembali apa dan bagaimana PMII itu dibentuk dan dirikan, serta menegaskan hubungan dengan NU. (Ahmad Asmui/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pesantren, Quote, Santri Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock