Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa Cabang Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama berkumpul di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta pada Kamis-Jumat  (28-29/8). Mereka berbagai pengalaman rintisan usaha di daerah masing-masing serta menampilkan beberapa produknya.

Cabang-Cabang yang berkumpul diantaranya Lakpesdam Lombok, Bulukumba, Indramayu, Ambon, Jepara, Cilacap, Cimahi, Pandeglang.

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam H Yahya Ma’sum mengatakan, cabang-cabang itu merupakan para pelaksana dan penanggung jawab Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) Peduli sejak tahun 2011 yang sudah berakhir.

Bupati Tegal

Mereka, menurut Yahya, kemudian diundang ke Jakarta oleh Pengurus Pusat Lakpesdam sebagai penyalur dana hibah World Bank (bank dunia) melalui program tersebut. “Sharing pengalaman dan ekspos kegiatan dan hasil-hasilnya,” katanya di Hotel Milenium Kamis (28/8).

Menurut Yahya, secara proyek program tersebut sudah berakhir, tapi mereka tetap berkewajiban untk terus melanjutkannya secara mandiri.

Bupati Tegal

Ditanya apakah merasa bisa mandiri, Yahya menjawab optimis. Dengan dilepasnya dana ahibah yang dikucurkan melalui PP Lakpesdam, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk di daerah akan bisa mandiri. “Optimis bisa. Sebagian besar sudah bisa membangun jejaring dengan berbagai pihak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” terangnya.  

Yahya menjelaskan salah satu kelompok penerima manfaat (benefiserias) dari program ini di Lakpesdam Indramayu, yaitu ibu-ibu pembuat bakso ikan. Hasil produksinya sudah sampai bisa menjual ke daerah Bogor. Pada mulanya cuma 500 buah sekarang sudah 5000.

Ia juga bercerita ibu-ibu pembuat kain songket di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka kemudian bergerak sendiri, bisa mendapatkan bantuan sendiri, sekarang uang yang bergulir di antara mereka sekitar 80 juta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits Bupati Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, Bupati Tegal. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

Bupati Tegal

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

Bupati Tegal

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Hadits Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Bupati Tegal. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

Bupati Tegal

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

Bupati Tegal

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Sholawat, Hadits Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Pringsewu, Bupati Tegal - Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim (Mas Taufiq) berpesan kepada seluruh pengurus untuk senantiasa memperdalam keilmuan khususnya di bidang agama. Untuk itu para pengurus NU diharapkan untuk gemar menghadiri majelis taklim para kiai.

"Sebelum mengajak orang lain hendaknya kita harus memperdalam ilmu agama dan juga dapat menjadi suri teladan yang baik," kata Mas Taufiq saat melantik kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Selasa (20/12).

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Menurutnya, memperdalam ilmu agama di era sekarang ini sangat penting sebagai modal menghadapi era globalisasi dan semakin banyaknya aliran-aliran agama transnasional dengan ajaran yang aneh-aneh.

"Mari memperdalam ilmu keagamaan. Karena menuntut ilmu bukan hanya di sekolah dan pesantren. Bukan hanya waktu muda. Tapi setiap saat mari mengaji, mengaji, dan mengaji," kata Mas Taufiq pada pelantikan yang digelar di Masjid Nurul Iman Ganjaran.

Bupati Tegal

Salah satu majelis yang bisa meningkatkan kemampuan agama adalah Ngaji Ahad pagi atau Jihad pagi yang rutin dilaksanakan setiap pekan. "Mari bersama-sama hadir di Jihad pagi. Kita akan mendapat berbagai macam keilmuan agama pada majelis tersebut," ajaknya kepada warga dan pengurus NU Desa Ganjaran yang lokasinya sangat dekat dengan Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Di akhir pengarahannya, Mas Taufiq mengingatkan pesan Pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari yang sangat masyhur bahwa siapa saja mengurusi NU maka ia menjadi santri beliau. Siapa saja santrinya didoakan memiliki kehidupan yang berkah, keturunan saleh dan salehah serta dipanggil Allah dalam keadaan husnul khatimah.

Bupati Tegal

Kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran yang dilantik akan melaksanakan tugas jamiyyah selama 5 tahun 2016-2021. Kepengurusan yang disahkan berdasarkan SK PCNU Nomor 70/PC/A.II/013/IV/2016 tersebut dinakhodai oleh Rais Syuriyah Ustadz Nur Huda dan Ketua Pengurus Ranting NU Akhya Syaikhuddin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Swara Nahdlatoel Oelama

Majalah bulanan Swara Nahdlatoel Oelama diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Belum diketahui sejak kapan majalah ini terbit. Dokumentasi Perpustakaan PBNU dan Perpustakaan Nasional di Jakarta hanya menyimpan dari No. 6 Tahun ? ke-1, yang terbit pada bulan Jumadits Tsani 1346 H, hingga No. 12 Tahun ke-3, yang terbit bulan Dzul Hijjah 1348 H.?

Dengan data ini, berarti No. Tahun ke-1 terbit pada bulan Muharom 1346 atau Juni 1927. Alamat redaksi berpindah-pindah, nomor 6 tahun ke-1 di Jalan Kertopaten, Kebondalem No. 6, Surabaya. Terbitan nomor 12 tahun ke-1 di Jalan Bubutan Gang 1, Surabaya, dan lain-lain.

Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Swara Nahdlatoel Oelama

Tertera nama Hasan Gipo sebagai mudir atau direktur (foto samping kanan). Ahmad Dahlan bin Muhammad Ahid duduk sebagai sebagai anggota. Pada No. 12 Tahun ke-3, Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas sebagai redaktur dan administrasi tercantum nama Dahlan bin Abdul Qohhar Kertosono.?

Rubrikasi majalah ini tidak jelas. Antara satu tulisan dengan tulisan lain hanya dipisahkan dengan baris dan dengan dua huruf hijaiyah “alif” dan “ha”, singkatan dari kata intaha, artinya habis.

Bupati Tegal

Sebagian besar artikel tidak mencantumkan nama penulisnya. Di antara penulis yang memunculkan namanya adalah Mas Alwi bin Abdul Aziz, Abdul Wahab Hasbullah.

Bupati Tegal

Majalah ini menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pego atau pegon. Tapi, pada No. 11 Tahun je-3, ada satu tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan aksara latin, yakni keputusan kongres NU ke-10.

Dalam menampilkan iklan, majalah tersebut menggunakan huruf latin berbahasa Melayu atau Belanda. Di antara Iklan yang muncul adalah iklan bank, hotel, toko pakaian, toko kitab, biro perjalanan haji, hingga toko tempat tidur Hadji Sirat.?

Jumlah halaman tidak pasti, nomor enam tahun pertama terdiri dari delapan halaman, halaman iklan terpisah, tidak ada nomor halamannya. Belum diketahui secara jelas kapan majalah ini mengakhiri terbitannya. Koleksi paling akhir yang dimiliki perpustakaan PBNU No. 12 Tahun ke-3, terbit pada bulan Dzul Hijjah 1348 H. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

Madinah, Bupati Tegal. Sejumlah kejadian menimpa calon jamaah haji dari Indonesia. Seperti terpisah dari rombongan, hingga tersesat. Karenanya, menggunakan identitas haji sangatlah penting agar mudah tertolong dan bisa segera kembali ke penginapan.

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Agar Mudah Dikenali, Jamaah Diimbau Selalu Bawa Identitas Haji

"Kita berharap agar jamaah calon haji selalu memakai identitas haji," kata H Farmadi Hasyim kepada media, Jumat (4/9) pagi. Ia menceritakan ada salah seorang jamaah yang usianya sudah sepuh ternyata tersesat dan tidak bisa kembali ke asrama tempat menginap. Hal ini terjadi lantaran yang bersangkutan memang awam kondisi di Madinah, juga tidak mengenakan identitas seperti gelang maupun tas paspor.

"Ketika yang bersangkutan ditanya, malah menjawab gelang dan tas paspornya sengaja disimpan di kamar karena takut hilang," kata Ustadz Farmadi, sapaan akrabnya. Yang agak memprihatinkan, baik gelang dan tas paspor sengaja ia simpan lantaran akan diberikan kepada anaknya saat di tanah air. "Yang bersangkutan hanya membawa KTP, padahal itu bukan identitas yang bisa memudahkan bila terjadi hal yang tidak diinginkan selama proses haji," kata Kasi Haji Kementerian Agama Kota Surabaya ini.

Bupati Tegal

Di samping harus memakai identitas haji ke mana saja pergi, selama di Makkah dan Madinah calon jamaah juga harus memperbanyak minum dan mengonsumsi buah. "Cuaca di Madinah cukup panas berkisar 45 derajat selsius, karenanya banyak yang mimisan dan dehidrasi," ungkapnya.

Bupati Tegal

Menghadapi cuaca yang demikian ekstrim tersebut, para jamaah juga diimbau untuk memanfaatkan botol kecil yang telah diberikan gratis selama di asrama. "Botol itu nantinya harus diisi air dan disemprotkan ke wajah, agar terhindar dari cuaca yang sangat panas, masker juga harus dikenakan jamaah selama berada di luar ruangan,” lanjut Wakil Ketua PW Lembaga Dakwah NU Jawa Timur ini.

Menaati sejumlah anjuran dan aturan saat disampaikan ketika manasik dan membaca buku panduan adalah di antara hal yang harus dilakukan jamaah. "Dan yang tidak kalah penting adalah doa dari keluarga dan masyarakat di Tanah Air," kata kandidat doktor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Karena meskipun telah mengikuti panduan yang ada, bukan jaminan jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah haji dengan baik dan sempurna.

"Jangan capek mendoakan kami yang sedang menunaikan ibadah haji," harapnya. Di samping untuk menunaikan rukun Islam kelima, para jamaah juga diharapkan mampu merengkuh titel sebagai haji yang mabrur. "Ini penting demi kebaikan diri, keluarga, masyarakat bahkan bangsa Indonesia karena para penduduknya memiliki perilaku yang baik," pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Anti Hoax Bupati Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Jalin Kerja Sama, UNU Kalbar-PMII Pontianak Siap Bentuk Lembaga Pelatihan

Pontianak,Bupati Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat menjalin kerja sama dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pontianak. Bentuk jalinan mesra itu berupa penandatangan naskah kerja sama atau Memorandum of Undertanding (MoU) dilangsungkan di Kampus UNU Kalbar, 14 Maret 2016.

Jalin Kerja Sama, UNU Kalbar-PMII Pontianak Siap Bentuk Lembaga Pelatihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalin Kerja Sama, UNU Kalbar-PMII Pontianak Siap Bentuk Lembaga Pelatihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalin Kerja Sama, UNU Kalbar-PMII Pontianak Siap Bentuk Lembaga Pelatihan

“Alhamdulillah, hasrat UNU Kalbar untuk menjalin kerja sama mulai kita realisasikan. Sebagai langkah awal, kita menjalin kerja sama dengan PMII Kota Pontianak. Setelah ini, kita juga akan menjalin kerja sama dengan banom NU,” kata Rektor UNU Kalbar, Dr Rachmat Sahputra M Si usai penandatangan naskah.

Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjelaskan, UNU Kalbar sebagai lembaga pendidikan yang dilahirkan oleh NU merasa sangat perlu menjalin kerja sama dengan banom NU. Dengan adanya kerja sama ini, UNU merasa tidak sendirian.

Bupati Tegal

“UNU bukan hanya milik NU melainkan milik seluruh organ atau badan di bawah NU itu sendiri. Hal lebih penting lagi, NU adalah milik masyarakat Kalbar khususnya dan Indonesia umumnya. Sebab, UNU terlahir untuk mencerdaskan bangsa dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” papar Rachmat.

Bupati Tegal

Setelah MoU ditandatangani, Rachmat mengharapkan segera dilakukan program aksi nyata terutama dari mahasiswa UNU dan para anggota PMII itu sendiri. Semakin cepat mewujudkan kerja sama, itu artinya semakin cepat berbuat untuk masyarakat.

“Kegiatan itu bisa berupa bakti sosial, pelatihan, maupun seminar. Sebagai rektor, saya selalu mendukung setiap kegiatan yang memberikan manfaat untuk masyarakat. Kerja sama dengan semua pihak membuat kita kuat,” ujar alumnus Universitas Indonesia (UI) ini.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Kota Pontianak, Fathurrazi merasa senang dan bangga bisa menjalin kerja sama dengan UNU Kalbar. Bagaimanapun PMII itu tidak lepas dari dunia kampus. Kampus merupakan basis utama PMII.

“Apalagi ini adalah kampus yang didirikan oleh NU, tentu kita merasa bangga. Selama ini, PMII melakukan kaderisasi di kampus-kampus umum. Sekarang dengan adanya kampus milik NU, kita sebagai organ NU merasa miliki tanggung jawab besar untuk membesarkan PMII di sini,” kata Fathurrazi didampingi para pengurus PMII Kota Pontianak.

PMII tidak bisa dipisahkan dari NU. Kader PMII adalah kader NU juga. UNU Kalbar sebagai lembaga pendidikan secara otomatis akan mencetak kader-kader militan NU. Kehadiran PMII di kampus UNU seperti menemukan rumah baru yang selama ini diimpikan.

“Lahirnya UNU ibarat seperti rumah baru yang sudah lama PMII inginkan. Saya yakin, PMII akan besar dan kuat di UNU. Sebagai universitas, UNU pasti akan banyak melahirkan sarjana. Para sarjana itu jelas akan membawa misi besar NU untuk dakwah Islam dan tegaknya NKRI,” papar Ozi –sapaan akrabnya.

Setelah penandatangan naskah kerja sama, UNU dan PMII segera merancang beberapa kegiatan nyata dalam waktu dekat. “Kegiatan yang segera akan kita wujudkan dari kerja sama ini adalah membentuk semacam lembaga pelatihan penulisan. Kita belum memberikan nama lembaga itu. Intinya ingin mendirikan pusat pelatihan penulisan yang nantinya untuk mahasiswa UNU, PMII, dan masyarakat umum,” tambah Kepala Bidang Sarana Promosi dan Bisnis UNU Kalbar, Rosadi Jamani S Ag M Si.

“Selain itu, kita akan mewujudkan bentuk pengabdian masyarakat dengan melaksanakan Safari Ramadan. Pesertanya jelas dari mahasiswa UNU dan PMII. Soal tempat, tinggal direncanakan nanti. Dua kegiatan itu yang akan segera diwujudkan,” tambah mantan jurnalis ini.

Ditambahkannya, kerja sama ini bukan hanya dengan PMII, segera dilakukan kerja sama serupa dengan Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU, serta Banom yang lainnya. “Kita ingin semua Banom ikut membesarkan UNU,” harap Rosadi.

Dalam acara penandatangan itu, selain rektor hadir juga perwakilan dosen dan mahasiswan UNU. Dari pihak PMII, hadir para pengurus inti dan perwakilan komisariat PMII IAIN, Untan, dan IKIP STKIP. Acara berlangsung sederhana namun penuh arti. (ros/abdullah)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits Bupati Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

PBNU: Kalau Pengusaha NU Didukung, Mereka Langsung Tancap Gas

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan, Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) adalah usaha yang dilakukan PBNU untuk mengkonsolidasikan di antara warga NU yang menjadi pengusaha.?

Di dalam sejarahnya, cerita Kiai Said, sebelum para kiai pesantren mendirikan NU, mereka mendirikan organisasi pedagang. ?

PBNU: Kalau Pengusaha NU Didukung, Mereka Langsung Tancap Gas (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kalau Pengusaha NU Didukung, Mereka Langsung Tancap Gas (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kalau Pengusaha NU Didukung, Mereka Langsung Tancap Gas

“Tahun 1914 itu melihat sebelah sana sudah ada Syarikat Dagang Islam, maka Kiai Wahab membikin Nahdlatut Tujjar, kebangkitan para pedagang santri. Ketuanya Haji Hasan Gippo” urainya saat menyampaikan sambutan dalam acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia yang diselenggarakan HPN dan Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Jakarta, Kamis (6/4).?

Ia menilai, upaya yang dilakukan HPN ini sangat baik sekali. Ia berharap, acara ini bukan hanya sebatas pada wacana dan ide saja, tetapi bisa diterapkan dan dilakukan. “Mudah-mudahan upaya ini nyata. Bukan hanya seminar, tapi langsung action,” jelasnya.?

Bupati Tegal

Seandainya para pengusaha Nahdliyin itu didukung pemerintah, lanjutnya, maka mereka akan cepat berkembang. “Kalau didukung dan dipermudah (pemerintah), insyallah para pengusaha NU ini akan langsung tancap gas,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, NU tidak anti dengan para anti kongomerat. Justru ia mengajak untuk bersyukur jika Indonesia memiliki banyak konglomerat. “Tetapi konglomerat juga harus berupaya membesarkan kelas menengah. Yang kelas menengah mengangkat kelas yang kecil,” ucapnya.

Ia berharap, acara ini harus memiliki tindak lanjut, bukan hanya selesai di ruang diskusi saja. “Nanti harus ada upaya tindak lanjut,” tukasnya.?

Acara ini dihadiri dua ratus pengusaha Nahdlyin yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPI) yang datang dari sepuluh provinsi. Mereka adalah pengusaha dari berbagai macam sektor, mulai dari pengusaha properti, koperasi, pembangkit tenaga surya, dan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)?

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Hadits Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta H Saefullah melepas parade ribuan pesilat Betawi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (7/8) pagi. Dengan mengenakan pangsi, H Saefullah yang juga Sekda DKI Jakarta mendukung silaturahmi akbar bertema Lebaran Pendekar Betawi 2016 yang diselenggarakan Asosiasi Silat Tradisi Betawi (Astrabi), forum baru bagi komunitas pesilat Betawi.

“Ratusan aliran silat Betawi ini harus dilestarikan. Even ini diharapkan memotivasi perkembangan dunia persilatan di tanah Betawi,” kata H Saefullah yang didaulat sebagai Ketua Pembina Astrabi.

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU DKI Jakarta Buka Festival Lebaran Pendekar Betawi 2016

Silaturahmi akbar ini diikuti sedikitnya 5000 pesilat dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, bahkan Banten. Mereka berasal dari sedikitnya 250 perguruan silat yang mendaftarkan diri kepada pihak panitia.

Bupati Tegal

“Saya sendiri membawa sebelas anggota sanggar dari Pondok Pinang,” kata Abdul Khotib, asisten pelatih Perguruan Silat Putra Beksi Kebayoran Lama (PS Purbakala), Ahad (7/8) siang.

Sementara Jali, salah seorang pelatih PS Purbakala mengapresiasi even Lebaran Pendekar Betawi 2016. Ia melihat peningkatan jumlah perguruan aliran Beksi pada daftar hadir peserta di even ini.

Bupati Tegal

Alhamdulillah, aliran Beksi berkembang pesat. Meskipun Beksi banyak cabangnya, mereka semua berasal dari satu pohon,” kata Jali yang datang bersama lima anggotanya dari Kampung Duku Gandaria, Kebayoran Baru.

Lebaran Pendekar Betawi 2016 ini diisi dengan parade ribuan pesilat, demonstrasi jurus, main sambut, permainan golok, dan penyerahan apresiasi kepada para guru sepuh silat Betawi. Tampak hadir sesepuh Betawi H Eddie M Nalapraya dan H Tatang Hidayat. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Hadits, Anti Hoax Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

Bojonegoro, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegro meminta para pengurus baru Pimpinan Cabang Fatayat NU setempat mampu melakukan aksi nyata. Organisasi pemudi NU ini diharapkan terjun langsung ke masyarakat dan mendeteksi permasalahan yang ada.

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

"Berharap aksinya tidak hanya seminar saja. Serta mengawal pemerintahan, agar Fatayat menjadi inspirator," kata Ketua PCNU Bojonegoro dr Cholid Ubed usai pelatikan pengurus PC Fatayat NU periode 2014-2019 di hotel Aston Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (11/1/2015).

Dokter Ubed, sapaan akrabnya, menjelaskan, sesuai tema yang diangkat pada pelantikan, “Menjadi Wanita Hebat, Fatayat NU Berprestasi dan Menjadi Inspirasi”, Fatayat harus menjadi wanita hebat, contohnya dengan mengadakan survei tentang peta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Tegal

Kalau ada yang membutuhkan, diusulkan ke pemerintah untuk mendapatkan solusi. Langkah ini merupakan usaha untuk mengawal slogan “Bojonegoro Welas Asih”. Kalau masih ada masyarakat yang tidak sejahtera, kata Ubed, dan pemerintah diam saja, berarti solagan itu omong kosong belaka.

"Fatayat menjadi wanita hebat, mampu eksekusi yang dipikirkan, dan tidak hanya wacana saja," terangnya.

Bupati Tegal

Diketahui sebelumnya, prosesi pelantikan, dipimpin langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur Hikmah Bafaqih. Selain dihadiri pengurus Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Bojonegoro, juga dihadiri pengurus PCNU Bojonegoro beserta badan otonomnya. Perwakilan dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga tampak dalam pelantikan tersebut.

Setelah pelantikan, acara berlanjut dengan seminar “Islamic Parenting” yang disampaikan seorang psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM), Hartatik. Dalam kesempatan itu Hartatik mengulas tentang sejumlah permasalahan anak dan pola asuh orang tua. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Membaca Jejak Pembumian Wahyu oleh Wali Songo

Oleh Ubaidillah Achmad



Sehubungan dengan tema ini, karena terinspirasi pesan seorang guru yang berpesan kepada penulis. Dalam pesan ini berisi, agar menjaga pesan Nabi Muhammad, berisi: betapa banyak orang yang membaca Al Quran, sementara itu Al Quran telah melaknatnya. Bagi kebanyakan pembaca memahami teks hadis ini dikaitkan dengan tata cara membaca Al Quran, seperti bacaan tajwid dan makharijul huruf. Selama ini belum ada yang mengaitkan teks hadis ini dengan model menginternalisasikan nilai dan membentuk kesadaran teks kewahyuan pada sikap dan perilaku subjek yang hendak berupaya dekat dengan Allah.

Secara akademis, pembaca teks kewahyuan tidak mudah mengartikan teks Al Quran. Yang bisa secara langsung dan valid memahami maksud makna kewahyuan dari teks Al Quran, adalah Allah sendiri. Karenanya, banyak model penafsiran yang berbeda beda antara Ulama yang satu dengan Ulama yang lainnya. Perbedaan ini sering menjadi sumber diskursus di kalangan umat Islam. Dalam konteks mengukur kebenaran, telah menimbulkan dua sikap keberagamaan: pertama, sikap konfrontatif terhadap perbedaan penafsiran. Kedua, sikap merayakan perbedaan terhadap penafsiran teks kewahyuan.

Membaca Jejak Pembumian Wahyu oleh Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Membaca Jejak Pembumian Wahyu oleh Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Membaca Jejak Pembumian Wahyu oleh Wali Songo

Oleh karena itu, dalam upaya meminimalisir dua sikap ini, sebaiknya para pembaca tidak mengambil posisi di antara dua perbedaan. Selain itu, ada keputusan fundamental tentang teks kewahyuan, yaitu Allah sebagai sumber muthlak kebenaran. Dengan demikian, yang lainnya, adalah berupaya memperkirakan kebenaran teks kewahyuan. Model pembacaan yang paling dekat, adalah dengan memasuki kawasan teks kewahyuan dan merasakan kawasan yang ditunjuk teks relasinya dengan prinsip suci ketuhanan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Karena sumber mutlak kebenaran makna, adalah Allah, maka model pembacaan belum menjamin ketepatan interpretatif dari para pembaca teks kewahyuan Al Quran.

Dari sini model pembacaan ada dua: pembacaan melalui jalan yang lebih dekat dan melalui jalan yang jauh. Jalan yang dekat, dengan memasuki kawasan kewahyuan. Jalan yang jauh, dengan merujuk pada penerjemahan para penafsir atau mereka yang sudah pernah memasuki kawasan kewahyuan. Jalan yang jauh ini bisa dengan melalui jalan para Ulama dan pembaca yang lain. Sedangkan, jalan yang dekat bisa melalui dengan mengalami langsung berada di kawasan kewahyuan. Misalnya, dengan mengambil kawasan kewahyuan kata yang terdapat dalam Al Quran: wajaahidu biamwalikum wa amfusikum fisabilillah.

Bupati Tegal

Dalam konteks ayat yang masyhur di kalangan umat Islam tersebut, seseorang bisa memasuki kawasan teks kewahyuan dengan cara berikut: melakukan langsung berkorban dengan harta dan segenap jiwa dan raga untuk selalu berkomitmen berada di Jalan Allah. Dalam konteks ini, istilah harta dan segenap jiwa dan raga bisa berupa komitmen menapaki jejak kenabian tanpa cindera mata, tanpa penghargaan, pujian, dan hal hal yang terkait dengan materi atau kehendak kekuasaan. Jejak yang bukan jejak kenabian ini disebut dengan jejak yang digelayuti rasa cemburu yang melahirkan penyakit hati, iri, benci dan kekerasan personal dan komunal.

Sedangkan, jejak kenabian tanpa cindera mata, adalah totalitas pengabdian, pembebasan, dan pencerahan kepada umat manusia. Hal ini akan dirasakan apabila antara pengikut jejak jejak kenabian dan subjek dampingan jejak kenabian memasuki ruang kawasan kewahyuan, seperti prinsip menjaga: relasi suci kosmologis, kemanusiaan, keadilan dan persamaan antar umat manusia. Ruang kawasan kewahyuan ini yang disebutkan dalam teks Al Quran dengan Istilah kawasan jalan Allah (Sabilillah).

Bupati Tegal

Jika ada yang menolak kata sabilillah, adalah bentuk kawasan kewahyuan yang diantaranya meliputi prinsip tersebut, lalu persoalann yang dapat dijadikan pertanyaan, jalan Allah yang mana yang dapat dijadikan alat ukur atau instrumen para pengikut jejak kenabian. Karena ketidak jelasan menunjuk instrumen kawasan kewahyuan pada teks kewahyuan, maka para penafsir dan pembaca teks kewahyuan berebut penafsiran yang disematkan pada kepentingan kelompok sendiri.

Sehubungan dengan persoalan ini, para Walisongo mengambil bentuk kawasan kewahyuan, berupa prinsip prinsip keutamaan tersebut di atas (relasi kosmologi, kemanusiaan, keadilan, dan persamaan). Paradigma pengambilan bentuk kawasan kewahyuan perspektif Walisongo inilah yang menjadi fundasi pribumisasi Islam Walisongo. Karenanya, para pengikut Walisongo lebih elegan dan terbuka terhadap perbedaan dan selalu merayakan perbedaan di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat.

Dalam realitas keberagamaan dan studi teks kewahyuan, telah banyak ditemukan konflik agama dan kekerasan tersistem. Hal ini dikarenakan adanya pemahaman spekulatif yang berhenti pada teks kewahyuan, penafsiran teks kewahyuan dengan teks penafsiran yang tercerabut dari akar kawasan kewahyuan. Dengan demikian, teks kewahyuan justru menjadi penghalang prinsip nilai yang ditunjuk teks kewahyuan. Model penafsiran seperti ini, lebih mudah dijadikan sebagai sumber konflik dan ideologis. Model penafsiran yang seperti ini, juga akan mudah dibelokkan oleh para pembajak agama kenabian dan kewahyuan untuk kepentingan kekuasaan dan kapitalisme global.?

Jadi, teks sabilillah sebagaimana tersebut di atas memiliki kawasan teks, berupa komitmen sikap pada prinsip menjaga relasi suci kosmologis, menjaga kemanusiaan, persamaan, dan keadilan. Karenanya, jika sessorang tidak berada pada komitmen sikap pada prinsip tersebut, maka telah berada di luar kawasan jalan Allah. Jalan Allah tidak hanya Ibadah murni merasa dihadapan Allah (ihsan) yang terkait dengan rukun Islam dan keyakinan kepada Allah. Selain jalan Allah berupa kawasan ritual ini, juga bisa berbentuk sikap komitmen menjaga relasi kosmologis, kemanusiaan, keadilan, dan persamaan.

Sehubungan dengan dua pemaknaan kewahyuan sebagaimana yang diuraikan di atas, sama sama bermanfaat, namun yang bisa berlaku universal, adalah dengan segera berjalan pada jalan sebuah kawasan kewahyuan. Karena dengan lelaku atau segera mengalami berada dikawasan kewahyuan, maka seseorang akan merasakan nilai kenabian dan berada dalam kehendak Allah. Sebagai contoh, seseorang akan mengalami kesulitan merasakan arti kemanusiaan hanya dengan mendiskusikan pandangan tentang kemanusiaan, Namun seseorang akan merasakan berada dalam kepedulian dan merasakan nilai kemanusiaan, apabila sedang turut berinteraksi dengan gerakan dan pergolakan memperjuangkan nilai kemanusiaan.

Dalam konteks kawasan kewahyuan ini, kita dapat memahami, bahwa Al Quran berbeda dengan kitab kitab yang lain atau juga berbeda dengan arsip atau dokumentasi perkantoran atau pedoman kerja. Al Quran merupakan teks penjelas yang langaung melalui firman Allah, berisi prinsip nilai dan prinsip yang secara langsung melekat pada diri manusia. Artinya, sebelum ada prinsip yang ditunjuk wahyu, prinsip itu telah mengakar kuat dalam kepribadian manusia relasinya dengan Allah dan unsur kesemestaan.

Membumikan Kawasan Kewahyuan

Walisongo memiliki kekhasan yang berbeda dengan para Ulama tasawuf yang lain di Timur. Para Ulama tasawuf telah banyak menafsirkan kewalian dengan pengertian yang sangat spekulatif yang sulit dimaknai oleh masyarakat awam. Sedangkan, Walisongo mengaktualkan makna kewalian tanpa mendefinisikan arti kewalian, namun lebih menawarkan pada sikap melakukan pembebasan dan pencerahan kepada masyarakat. Peran ini, sama dengan yang dilakukan oleh para Nabi Pembebas dan pencerah.

Para Walisongo telah menjadikan keberadaannya sebagai mediator yang menghubungkan antara raja ke rakyat dan rakyat ke raja. Selain itu, Walisongo juga mampu menguatkan kedua relasi antara raja dan rakyat dengan Allah Jalla Jalaluhu. Implikasi adanya bangunan antara relasi raja-rakyat dengan Allah, adalah perlunya menerima prinsip kebenaran universal, karena setiap kebenaran universal bersumber dari Allah. Prinsip kebenaran universal ini, telah ditekankan dalam teks kewahyuan yang tidak akan berbeda dengan model kearifan lokal dan prinsip nilai kebenaran ideologi-ideologi besar dunia.

Meskipun demikian, Walisongo memahami prinsip ritual dan model peribadatan yang diajarkan Nabi Muhammad. Hal ini telah disampaikan kepada mereka yang secara khusus ingin mengikuti ritual keberagamaan Walisongo. Aktivitas ritualistik ini pun telah didesain oleh Walisongo, berupa ritual keagamaan agama Islam yang ramah terhadap kearifan lokal dan pandangan pandangan masyafakat jawa yang sentralistik terhadap ketokohan seseorang.

Di luar konteks ritualistik, Walisongo secara langsung mampu memadukan teks kewahyuan dengan prinsip kebenaran yang bersifat universal. misalnya, yang terkait dengan prinsip ? sistem kekuasaan mutlak Allah, kemanusiaan, keadilan, dan persamaan. Karenanya, untuk menyebut sistem kekuasaan mutlak ini, para Walisongo menyebutnya dengan istilah Gusti Ingkang Akarya Jagat, Gusti Ingkang Murbahing Dumadi. Banyak istilah untuk menyebut Asma Allah di beberapa suluk para Walisongo dengan menggunakan istilah masyarakat Jawa.

Jadi, pribumisasi Islam Walisongo bukan merupakan model pribumisasi yang liar dan tidak berdasarkan paradigma yang matang. Pribumisasi Islam Walisongo merupakan model pribumisasi yang memiliki akar sejarah kenabian dan kerasulan Muhammad. Selain itu, pribumisasi walisongo juga memiliki akar sejarah dari kultur masyarakat Jawa. Pribumiaasi walisongo ingin membentuk kesadaran manusia memilih jalan Allah, berupa jalan yang berada pada kawasan kewahyuan. Kawasan kewahyuan bukan yang berhenti pada penafsir dan kepentingan komunal atau kepentingan para penguasa pembajak makna suci pada kawasan suci kewahyuan.

Sama seperti para Nabi pembebas, bermula dari kawasan suci ini ingin mengajak siapa pun melakukan yang terbaik untuk kelangsungan relasi suci kosmologis, kemanusiaan, keadilan dan persamaan. Karenanya, model pribumisasi walisongo bersifat terbuka dan siap berdialog dengan model kearifan lokal dan ideologi ideologi besar dunia. Jika sesuai bisa berintegrasi, namun jika tidak sesuai, maka tetap bisa beradaptasi. Yang terpenting jangan ada kekerasan dan ancaman kemanusiaan di tengah kehidupan umat manusia. Model pribumisasi Islam ini yang sekarang menjadi sumber Islam Nusantara.

Penulis adalah Khadim Omah Kongkow As-Syiffah Pamotan Rembang, Dosen FITK UIN Walisongo Semarang, Penulis buku Suluk Kiai Cebolek dan Islam Geger Kendeng.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Hadits Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah

Bandung, Bupati Tegal. Sebelum Shalat Jum’at, warga kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Bandung sampai terbiasa menggelar Tahlilan dan membaca Shalawat Nariyyah. Seperti di masjid Al-Barokah Jumat (19/9) jamaah  membacakannya hingga sebelum dimulainya khotbah Jum’at.

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah

Ketua Pengurus Masjid Al-Barokah Doden Anwarudin mengatakan tradisi tersebut telah ada sejak berdirinya masjid. Tradisi itu mengundang jamaah untuk segera datang ke masjid disamping mengisi waktu menunggu waktu dhuhur tiba. “Meskipun tidak banyak yang bisa mengaji, kalau ada imamnya kan minimal semua jamaah bisa mengikuti,” ungkapnya Jumat (19/9).

Tahlilan, menurut pria berusia 58 tahun ini, merupakan salah satu cara untuk mendoakan kepada seluruh keluarga yang sudah meninggal, termasuk juga guru-guru, anak, cucu dan lain-lain. Selain itu, dapat sebagai doa untuk segala macam tujuan, baik itu yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

Bupati Tegal

“Mengingat hari Jum’at dari beberapa keterangan kan sebagai sayyidul ayyam yang diyakini hari yang dapat mengabulkan doa,” terang Doden ketua pengurus masjid yang beralamat di Kelurahan Pasirbiru Rw 2.

Ia berpendapat apa yang dilakukan warganya untuk meneruskan tradisi yang dahulu, mendoakan orang yang meninggal hukumnya mubah, “bagi kami mendoakan orang yang sudah meninggal itu lebih baik, walaupun ada orang yang mengatakan itu bid’ah, tapi disini tetap bertahan menjalankan tradisi tersebut,” tegasnya kepada Bupati Tegal yang ditemui seusai shalat Jum’at.

Bupati Tegal

Masih kata Doden, tradisi Tahlil dan Shalawat Nariyyah ini perlu dilanjutkan, apalagi banyak hikmahnya, lebih banyak manfaatnya daripada madharatnya.

“Biasanya sebelum Jum’atan kan ada kalanya orang banyak yang mengobrol membicarakan hal-hal duniawi, tapi kalau ada yang menuntun membaca doa-doa dan shalawat, minimal orang bisa mendengarkan walaupun tidak mengikuti,” imbuhnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Olahraga Bupati Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme

Lampung Tengah, Bupati Tegal - Seribu lebih kader GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Lampung mengadakan apel di halaman kompleks gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lampung Tengah Jalan Lintas Sumatera Proklamator Raya Nomor 134 Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (21/7). Mereka menyatakan penolakan terhadap kebijakan sekolah lima hari.

Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono mengatakan, pihaknya atas nama pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Lampung Tengah mohon doa restu dan arahan dari para kiai dan dewan penasihat dalam menjalankan roda organisasi ini selama empat tahun ke depan.

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Tolak Sekolah 5 Hari dan Radikalisme

“Semoga GP Ansor Lampung Tengah bisa memberi manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat Lampung Tengah, khususnya untuk segmen pemuda nahdliyyin. Melihat fenomena pendidikan yang berkembang saat ini, kami atas nama GP Ansor Lampung Tengah menolak keberadaan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang lima hari sekolah atau Full Day School (FDS),” imbuh mantan Ketua Panwaskab Kabupaten Lampung Tengah ini.

Bupati Tegal

Menurutnya, sekolah lima hari tidak berpihak kepada masyarakat. Kebijakan ini hanya melihat salah satu sisi saja. Madrasah diniyah dalam hal ini mempunyai peran sangat penting dalam membangun karakter bangsa. Membangun karakter siswa tidak harus didalam lingkungan sekolah, bisa juga di luar sekolah.

“Yang tak kalah penting lagi, GP Ansor Lampung Tengah dengan tegas menolak radikalisme agama. GP Ansor Lampung Tengah mendorong Pemkab Lampung Tengah untuk tegas dan menertibkan kepada ormas-ormas radikal dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas alumni STIE Widya Wiwaha Yogyakarta ini.

Bupati Tegal

Sementara ribuan Banser menyaksikan acara pelantikan pengurus baru GP Ansor Lampung Tengah masa khidmat 2016-2020.

Hadir dalam pelantikan ini Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Nur Daim, Katib Syuriyah PCNU Lampung Tengah Kiai Budi Sriono, Ketua PCNU Lampung Tengah KH Imam Suhadi, Sekretaris PCNU Lampung Tengah H Wagimin, Ketua GP Ansor Lampung Hidir Ibrahim, dan pengurus lembaga dan banom NU Lampung Tengah.

Tampak hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah H Adi Erlansyah, Asisten 1 Lampung Tengah. Ketua MUI Lampung Tengah H Mutawalli, Kabag Kesra Lampung Tengah Ahmad Jailani, unsur TNI dan Polri, Ketua KPUD Lampung Tengah Budi Hadi Yunanto, para utusan OKP, para utusan pengurus parpol, dan para tokoh masyarakat. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Habib, Hadits Bupati Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir

Tahun 630 masehi merupakan tahun mencekam bagi kaum musyrikin Quraisy di Makkah. Perjanjian Hudaibiyah yang mereka rusak dengan sendirinya mengakhiri kesepakatan genjatan senjata dengan kaum Muslimin di Madinah. Kini sepuluh ribu pasukan dari Madinah telah siap menyerbu Makkah.

Abu Sufyan, pemimpin tertinggi musyrikin Quraisy, adalah orang yang paling diresahkan dengan kondisi ini. Ia sadar kekuatan umat Islam berubah luar biasa dahsyat dibanding 10 tahun lalu. Rencana memperbaiki pelanggaran berat atas perjanjian itu pernah ia upayakan, tapi gagal.

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Rasulullah Hadapi Dedengkot Kafir

Benar bahwa semua orang kafir Quraisy dilanda ketakutan. Tapi Abu Sufyan pastilah orang yang paling terpukul. Di kalangan masyarakat kota suci, dia adalah bangsawan terhormat. Wibawanya menjulang tinggi. Sehari-hari ia dielu-elukan sebagai tokoh yang gagah berani. Nah, di depan kekalahan peristiwa fathul makkah (pembebasan Kota Makkah) serentetan nama besarnya musnah. Sekarang Abu Sufyan tak hanya takut melainkan wajah mulianya juga serasa diinjak-injak.

Bupati Tegal

Rupanya Rasulullah peka dengan suasana batin Abu Sufyan. Pidato Rasulullah di hadapan penduduk Makkah menyebut nama dedengkot pasukan musuh tersebut. “Barangsiapa masuk ke dalam Masjidil Haram, dia akan dilindungi. Barangsiapa masuk ke dalam rumah Abu Sufyan, dia akan dilindungi,” tegasnya.

Alangkah bahagianya Abu Sufyan mendengar pengumuman ini. Tak tanggung-tanggung, Rasulullah seolah menyejajarkan rumahnya dengan Masjidil Haram. Mungkin karena sebab inilah Abu Sufyan tak lagi canggung memeluk Islam.

Bupati Tegal

Sejak saat itu satu-persatu keluarga Abu Sufyan pun mengikuti jejaknya menjadi muallaf. Bahkan anaknya, Muawiyah bin Abu Sufyan, beberapa saat kemudian diangkat oleh Nabi sebagai salah seorang pencatat wahyu. Tak ketinggalan, masyarakat Quraisy yang dulu di bawah kekuasaan Abu Sufyan pun beramai-ramai menyatakan keislamannya.

Para sejarawan mencatat, fathul makkah merupakan peristiwa monumental yang muncul dalam sejarah umat Islam tentang etika peperangan. Kekuatan politik yang mapan sama sekali tak menggerakkan hati Nabi untuk menjadikannya sebagai momen pelampiasan dendam. Hasilnya, pertumpahan darah tak terjadi dan kejayaan umat Islam pun semakin gemilang. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Anti Hoax, Hadits Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

Kupang, Bupati Tegal. PC PMII Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta Ketua Umum PB PMII, Aminuddin Ma’aruf dan jajarannya hadir dalam pelantikan kepengurusan baru PMII Kupang yang akan berlangsung pada 25 Maret 2015 mendatang.  

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kupang Minta PB PMII Perhatikan Pengurus di Wilayah Timur

“Pasalnya, sejak PMII Cabang Kupang berdiri tahun 2007, belum ada pengurus BPH PB PMII datang melantik kepengurusan Cabang Kupang, hanya anggota biro,” ungkap Ketua Demisioner PMII Kupang Tajudin M. Nur kepada Bupati Tegal di Kupang, Rabu (18/3) di Kupang.

Pihaknya berharap PB PMII memberikan perhatian seperti cabang atau wilayah di pulau jawa, sumatera, sementara cabang yang berada di wilayah bagian timur tidak pernah disentuh.

Bupati Tegal

Ketua Panitia Pelantikan PMII Kupang, Syamsul A. Rahman, mengatakan, sesuai informasi kemungkinan besar dalam pelantikan pengurus cabang kali tidak dihadiri oleh Ketua PB PMII. "Belum ada kepastian Aminudin Ma’ruf datang ke Kupang," ungkapnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hadits, Tegal, Meme Islam Bupati Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Kudus, Bupati Tegal. Lembaga Ta’mir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) se-Kabupaten Kudus menyatakan siap mengembangkan fungsi masjid. Kemakmuran masjid diperjuangkan akan meluas kepada kemakmuran masyarakat di sekelilingnya.

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Komitmen ini muncul dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) LTMNU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU), Sabtu (9/3), di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah. Forum ini dikikuti sedikitnya 300 peserta dari unsur pengurus NU tingkat cabang, majelis wakil cabang, dan ranting.

Secara resmi acara bertema ”Wujudkan Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat ini dibuka Kepala kementerian Agama Kebupaten Kudus H Hambali. Hadir pula dalam kesempatan ini, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua Pengurus Pusat LTMNU H Abdul Manan A Ghani, dan Ketua PCNU Kabupaten Kudus H Chusnan.

Bupati Tegal

Kiai Masdar mengajak seluruh peserta untuk serius mengelola masjid. Menurut dia, gerakan melalui masjid termasuk langkah strategis tak hanya untuk menguatkan NU sebagai organisasi, tapi juga memberi manfaat bagi jamaahnya.

”Kami dari PBNU datang ke daerah-daerah, mengetuk kesadaran terdalam untuk mengingatkan aset Nahdlatul Ulama yang sangat mahal harganya namun kurang diperhatikan,” ujarnya.

Bupati Tegal

Kiai alumni Pesantren Krapyak ini juga menjelaskan, guna menyongsong peringatan satu abad mendatang, NU harus mulai bergerak dari sekarang. Dan salah satu sarana yang paling bisa diandalkan adalah melalui tempat ibadah, yakni masjid.

Kegiatan LTMNU kali ini bekerja sama dengan larutan penyegar cap Badak produksi PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Kajian Islam Bupati Tegal

Mahasiswa Asing Terkesan Keramahan Sahabat Indonesia di Kemah PTK

Kendari, Bupati Tegal. Perkemahan Wirakarya Perguruan Tinggi Keagamaan (PW PTK) memberi kesan tersendiri bagi mahasiswa asal Rusia. Namanya Ghadzi Omarah. berperawakan tinggi dengan mata biru dan mengenakan kaos Timnas Sepak Bola Rusia menjadi tanda kentara kalau dia berasal Rusia.

Seperti diberitakan laman kemenag.go.id, bersama tiga rekan kuliahnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ghadzi menjadi satu dari ribuan pramuka pandega yang ingin ikut memberi bakti bagi masyarakat Kendari. Ketiga temannya adalah Hazmini dari Thailand, Raisa dari Madagaskar Afrika Selatan, dan Musthofa dari Afganistan.

Mahasiswa Asing Terkesan Keramahan Sahabat Indonesia di Kemah PTK (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Asing Terkesan Keramahan Sahabat Indonesia di Kemah PTK (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Asing Terkesan Keramahan Sahabat Indonesia di Kemah PTK

“Ini menarik dan menantang,” katanya, Rabu (18/5) di Kendari saat ditanya kesan tiga hari hidup di tenda pramuka dengan Bahasa Indonesia yang cukup lancar meski agak terbata-bata.

Menurutnya, kesempatan berkemah di pulau Sulawesi Tenggara ini adalah pengalaman perkemahan pramuka yang kali pertama. Gadzi mengaku tidak pernah ikut pramuka di negaranya.

PW PTK menantang, kata Ghadzi, karena dia harus menempuh jalan yang cukup jauh untuk mengikuti berbagai kegiatan. Tidak jarang Ghadzi harus ikut antrian mengambil air untuk mandi dan keperluan lain. Namun demikian, pria yang sudah empat tahun di Kota Malang ini mengaku merasa asyik dengan pengalaman barunya.

Bupati Tegal

Ghadzi juga terkesan dengan kerahaman sahabat-sahabat barunya dari Sabang sampai Merauke. Menurutnya, mereka suka saling membantu dan mau bertukar pengetahuan.

Melewati tiga hari di Kendari, Ghadzi Omarah beserta mahasiswa asing lainnya memang membaur tinggal di tenda dan alam terbuka. Tidak jarang mereka mengambil air untuk masak dan menyiapkan makanan bagi kawan-kawannya yang satu sangga.

Hal sama dirasakan Raisa, mahasiswa jurusan Biologi di kampus Tahfidzul Quran UIN Malang. “Ini benar-benar melatih hidup mandiri, tahan banting, dan kerja keras,” kata Raisa merasai pengalaman perdananya mengikuti pramuka.

Bupati Tegal

Gadis yang gemar menyanyikan lagu berirama dangdut dan lagu-lagu Jawa ini tampak semangat mengikuti kegiatan perkemahan, meski diguyur hujan. Dia berharap mahasiwa asing yang bisa ikut pada PW PTK mendatang lebih banyak. “Mungkin akan tambah ramai kata raisa jika satu sangga berasal dari satu negara,” tuturnya.

Kementerian Agama RI melalui Ditjen Pendidikan Islam sengaja melibatkan peserta yang lebih luas pada PW PTK tahun ini. Tidak hanya mahasiswa UIN, IAIN, dan STAIN, peserta juga berasal dari PTK Non-Islam dan dari Mancanegara.

Pelibatan mahasiswa asing dalam perkemahan, menurut Kamaruddin Amin, saat menyerahkan peserta PW PTK ke warga masyarakat (induk semang), Selasa (17/5) agar mereka tidak canggung menghadapi pergaulan lintas negara, lintas agama, etnik, dan budaya.

Sementara itu Hazmini, mahasiswa Psikologi asal Thailand merasa perkemahan ini merupakan ujian mental hidup di alam terbuka. “Pramuka dilatih untuk tidak takut hujan, angin dan panas terik matahari, semuanya harus dihadapi dengan senang,” kata Hazmi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits Bupati Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk menggelar konferensi terakhir pada 30 April 2015. Wilayah dan cabang NU yang menggelar konferensi setelah 30 April, akan kehilangan haknya sebagai peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Mereka hanya memiliki hak sebagai peninjau pada forum tertinggi di NU pada Agustus mendatang.

Sanksi itu didasarkan pada keputusan yang disepakati oleh peserta rapat pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, pada Senin 9 Maret 2015. Hilangnya hak sebagai peserta, mereka otomatis kehilangan hak suara.

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

“Sampai sekarang belum ada perubahan terkait keputusan rapat itu,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz kepada Bupati Tegal di Jakarta, Rabu (20/5) malam.

Bupati Tegal

Setelah rapat pada 9 Maret waktu itu, kita mendata PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk mengadakan konferensi. Kita aktif menelpon para pengurus NU yang belum konferensi.

“Kita dorong mereka untuk segera menggelar konferensi. Setelah itu, banyak dari mereka mengadakan konferwil dan konfercab,” kata Ketua PBNU yang menerima anugerah perdamaian dari Yayasan Perdamaian Jeju, Korea pada akhir April lalu.

Bupati Tegal

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berdirinya cabang NU tanpa kehadiran MWCNU. “Ini memang harus dibenahi betul,” kata Imam Aziz.

Menurut Imam Aziz, setiap kabupaten tidak harus selalu ada PCNU kalau tidak ada warga dan pengurusnya di tingkat kecamatan dan ranting. Keputusan ini merupakan bagian dari pembenahan organisasi yang dilakukan PBNU.

“Tujuan pembatasan konferensi 30 April itu antara lain memberikan waktu bagi PBNU untuk mengurus SK mereka yang sudah melakukan konferwil dan konfercab,” Ketua Sekretariat Muktamar Ke-33 NU Sarmidi Husna. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Hadits, Sejarah Bupati Tegal

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama

Jombang, Bupati Tegal

Setelah resmi dilantik di aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum (BU) Tambakberas pada Ahad (14/2/2016) lalu, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur garap sejumlah program prioritas.

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama

Di antara beberapa program tersebut adalah menggalakkan pengaderan pelajar di semua kecamatan, desa hingga dusun di Jombang, khususnya beberapa wilayah yang masih belum menjadi target ? PC IPNU-IPPNU Jombang sebelumnya.?

Demikian disampaikan Ketua PC IPPNU Jombang, Qurrotul Aini. Ia memaparkan bahwa optimalisasi pengaderan pelajar di Jombang adalah salah satu visi misi utama PC IPNU-IPPNU Jombang di tampuk kepemimpinannya. Meskipun keberadaan IPNU-IPPNU mayoritas sebelumnya sudah masuk di tingkat kecamatan, namun ia mengaku masih sedikit pelajar IPNU-IPPNU di tingkat desa dan dusun (ranting dan anak ranting).

Aini, sapaan akrabnya menambahkan bahwa untuk menunjang keberlangsungan pengaderan yang baik, ia juga berupaya menumbuhkan keterampilan atau seni manajemen pengurus dalam melaksanakan program-programnya. “Yang jelas pembentukan, pematangan pelajar Jombang, serta memupuk kader yang berkualitas adalah salah salah satu tujuan kami, dann ini sangat memerlukan dorongan skill dari para pengurus,” katanya kepada Bupati Tegal saat dihubungi, Jumat (19/2).

Di samping itu pihaknya juga mendorong antar pengurus, baik ranting, Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga pengurus cabang untuk saling bersinergi menjalankan visi misi tersebut. Selain itu, mendirikan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU di semua kampus Jombang juga bagian program prioritas.

Bupati Tegal

“Selain visi misi utama kita di pengaderan pelajar ke desa-desa, kami juga akan mendirikan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPNU-IPPNU di semua kampus Jombang, selama ini sudah ada, tapi hanya beberapa saja. Dan kita memang sedang memikirkan cara yang tepat untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi dan pertemuan dengan para pengurus cabang, ia optimis akan merampungkan program-program tersebut dengan maksimal. Bahkan pihaknya juga sering mendiskusikan dengan para pembina dan kiai sesepuh setempat. “Insyaallah tugas-tugas itu rampung dengan maksimal, kita akan menyeriusi ini,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Habib, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat gelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII dengan tema Meneguhkan Prestasi Menuju Jawa Barat Bermanfaat, Jumat-Ahad (28-30/7), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa, Tasikmalaya, Jawa Barat.?

Kegiatan ini di buka dengan apel dan deklarasi pengukuhan Pancasila sebagai bentuk penanaman dan penguatan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Kiai Busyrol Kariem tegaskan bahwa kegiatan ini adalah catatan paling terbesar yang di selenggarakan disini.?

"Ini adalah catatan yang paling terbesar di Pondok Pesantren Haurkuning, ini adalah cita-cita orangtua saya, dengan menancapkan dan memancarkan NU disini," ujar Kiai Busyrol Kariem di awal sambutan.?

"Sebagaimana rahasia umum dari orang tua saya, bahwa warga pondok pesantren haurkuning harus menjadi NU," lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning.

Bupati Tegal

Masih dalam kegiatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning Kiai Busyrol Kariem yang meneruskan perjuangan ayahnya Kiai Saefudin Zuhri, menjelaskan mengenai keberadaan pesantren yang berpengaruh dalam perjuangan menegakkan aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah.?

Bupati Tegal

"Pelajar adalah pewaris para ulama, dan para ulama adalah penerus perjuangan para nabi. Ruhnya pesantren adalah perjuangan yang paling kokoh untuk menegakkan ahlusunnah wal jamaah," tegasnya memaparkan.?

"Perlu kita kaji bersama bahwa bangsa Indonesia, akan kurang ajar kalau menerima islam tanpa mengingat jasa ulama. Pondok pesantren adalah pengawal dari ilmu-ilmu para ulama," tandasnya diakhir sambutan.?

Senada yang di sampingan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning, Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Amin Fajri, mengatakan bahwa IPNU Jawa Barat akan berkomitmen mengawal nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jamaah. Dan juga menjadikan pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock