Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Temanggung, Bupati Tegal

Kabupaten Pacitan di Jawa Timur; Wonogiri Jawa Tengah; dan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah-daerah yang saat ini cukup mendapat sorotan akibat adanya bencana alam. Mengetahui kejadian alam ini, Nahdliyyin Temanggung tak sekadar menjadi penonton. 

Tiap MWCNU melakukan penggalangan bantuan, termasuk badan otonom NU cepat bertindak demi program kemanusiaan ini. Terlebih setelah PCNU mengeluarkan interuksi bahwa semua bantuan agar dikumpulkan dalam satu wadah program Donasi Tanggap Bencana NU Care-LAZSINU Temanggung.

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya LAZISNU Temanggung Bantu Korban Bencana di 3 Kabupaten

Selepas dilayangkannya interuksi tersebut, NU Care-LAZISNU Temanggung bertindak menjadi mediator. Dalam kurun waktu satu minggu terkumpul uang Rp16.570.000,- (Enam belas juta lima ratus tujuh puluh ribu rupiah); beras 34 karung; pakaian pantas pakai 43 dus; mie instan 54 dus, dan barang lain yang bermanfaat bagi korban bencana. 

“Dari 46 donatur (berupa uang) yang masuk ada yang menyetorkan langsung kepada petugas, ada pula yang transfer ke rekening LAZISNU Temanggung,” kata H Sujari, Ketua LAZISNU Temanggung, Rabu (13/12).

Keaktifan NU Care-LAZISNU sejak dua tahun ini mendapat tingkat kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Terhitung, para donatur NU Care-LAZISNU Temanggung terdiri dari Nahdliyin dan masyarakat umum.

Bupati Tegal

“Alhamdulillah lambat laun LAZISNU Temanggung semakin dipercaya oleh masyarakat, baik dari internal NU sendiri maupun luar NU, terbukti ada satu lembaga pendidikan bukan milik NU namun juga memberikan donasinya melalui LAZISNU,” tutur pria yang juga Kepala KUA Temanggung ini. 

Khusus untuk program Tanggap Bencana NU Care LASINU periode ini, seluruh donasi dan bantuan tersebut disalurkan kepada NU Care-LAZISNU Wonogiri, Selasa (12/12).

Bantuan tersebut secara simbolis diterima oleh jajaran PCNU Wonogiri. Tak cukup itu saja, Pak Jari, demikian sapaakn akrab H Sujari, dan tim NU Care-LAZISNU Temanggung bertekad untuk melanjutkan program Donasi Tanggap Bencana Tahap berikutnya. (Ja’far/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Halaqoh Bupati Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Yogyakarta, Bupati Tegal. Mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sebuah kesempatan ceramah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pernah menyatakan sungguh sayang jika kita hanya memiliki guru-guru yang masih hidup. Justru mereka, para kiai dan ulama yang telah lama wafat, adalah guru sejati kita. Sebab, menurut tokoh kelahiran Bone (Sulawesi Selatan) itu, mereka yang telah sumare kini tak memiliki kepentingan lagi. Dan baik buruknya seseorang hanya dapat diketahui saat ia telah tiada.

Pemikiran Nasaruddin di atas—juga banyak ulama yang mengatakan hal senada—membuat kami memutuskan untuk menziarahi para guru, ulama, dan kiai. Memanfaatkan hari libur beberapa waktu lalu, kami memulai ziarah tepat 8 pagi. Aroma basah jalanan sisa hujan semalam masih kuat terasa. Dari bilangan Krapyak, Bantul, kami berlima—rombongan Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) PWNU DIY—langsung menuju makam Dongkelan, makam dari KH Moenawwir, KH Ali Maksum, dan keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak, Bantul. Bacaan tahlil kami lakukan sekitar 20 menit dan perjalanan dimulai lagi. Tepat Pukul 09.15 kami sampai di makam KH Nur Iman atau sering disebut BPH Sandiyo. Makam ini terletak di Mlangi, sekitar 200 meter dari ring road barat. Kalau saat momentum Ramadhan, kampung ini dikenal sebagai sentra mercon kota Yogya.

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)
Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra (Sumber Gambar : Nu Online)

Menziarahi Mereka yang Telah “Sumare”, dari Dongkelan Hingga Jolosutra

Makam Mbah Kiai Nur Iman tepat berada di barat Masjid Pathok Negara Mlangi. Saat kami masuk, ada dua orang santri perempuan sedang khusyuk mengaji. Kedatangan kami tampaknya tak mengganggu mereka, terbukti bacaan Qur’an tetap nyaring, stabil dan terus mereka lantunkan.

Bupati Tegal

Sunan Pandanaran

Bupati Tegal

Pukul 10.00 kami meninggalkan Mlangi, kemudian bergegas menuju Bayat, Klaten. Maklum, momentum liburan dan kendaraan luar kota mulai padat memasuki Yogyakarta dari arah timur membuat kami mesti pintar-pintar estimasi waktu. Tujuan kami adalah Makam Sunan Pandanaran, atau Sunan Padang Aran, atau dikenal juga Sunan Bayat. Arah menuju makam cukup gampang. Anda tinggal menuju Klaten dan dari arah Yogya sudah ada papan plang penunjuk jalan menuju makam. Masuk sekitar 8 km dari jalan utama Yogya-Solo.

Makam Sunan Pandanaran terletak di Gunung Cokrokembang. Tak heran Anda mesti menaiki sekitar 250 anak tangga. Bagi yang jarang olahraga, pasti nafas akan cukup tersengal. Tapi Anda tak perlu khawatir, bagi yang tidak kuat, ojek motor siap mengantar Anda sampai atas dengan tarif Rp 7.000 sekali naik. Di samping kiri-kanan tangga terdapat para penjual cinderamata, pakaian, makanan khas, dan sarung termasuk aneka tasbih, cincin akik bahkan alat masak tradisional. Pokoknya komplit!

Semuanya laris dilihat dari banyaknya peziarah yang memborong. “Kiai besar itu sudah wafat saja masih menghidupi banyak orang, sedang kita yang masih hidup justru selalu mencelakakan orang,” tukas teman yang ikut ziarah. 

Sejak pintu kedatangan ada beberapa gapura yang langsung menyambut kedatangan kita. Dimulai dari Gapura Segara Muncar di depan parkiran, Gapura Dhuda yang menyapa di depan anak tangga pertama, Gapura Pangrantungan hingga Gapura Panemut, Pamuncar, Balekencur, Prabayeksa yang keempatnya berada di kompleks makam.

Di samping Gapura Dhuda Anda diwajibkan membayar retribusi masuk Rp 1.000/orang. Sedang di Gapura Pangrantungan Anda akan disambut abdi dalem diminta untuk mendaftarkan diri. Kata seorang abdi dalem yang berjaga, tiap hari ada 1.000 pengunjung yang datang ke sana. “Apalagi kalau bulan Ruwah dan Rejeb, bisa sampai 2.000 orang yang ziarah,” katanya lagi. Di gapura ini, terdapat masjid yang disediakan bagi peziarah sekadar melepas lelah dan untuk menegakkan sholat. Rasa lelah setelah naik tangga akan terbayar dengan pemandangan Kota Klaten dan Yogya dari atas yang sungguh elok rupa. Jajaran pegunungan seribu juga terlihat dan inilah yang disebut Jolosutra. Tempat di mana Sunan Kalijaga ‘menanam’ murid-muridnya untuk menyebarkan agama Islam, sekaligus membentengi masyarakat dari gangguan dari luar.

Kompleks Makam Sunan Bayat cukup eksotis. Bangunannya mirip pura atau Kerajaan Hindu. Didukung dengan masyarakat sekitar yang tampaknya sadar akan potensi ini, maka jadilah ziarah di Makam Sunan Bayat mampu menjadi magnet siapapun yang melakukan perjalanan wisata spiritual.

Saat kami tiba di makam, ternyata ratusan peziarah sedang melafalkan kalimat tahlil. Mereka datang dari Cilacap, Tuban dan Rembang. Pukul 13.30 kami akhiri dan bersegera menuntaskan ziarah hari itu. Keasyikan ziarah dan mengenang kembali jasa serta ajaran mereka yang telah sumare membuat kami lupa untuk santap siang. Kami memilih sebuah restoran di pinggir Jalan Raya Solo-Yogya. 

Tampaknya arus kendaraan yang berjejal ingin masuk ke Yogya sangat padat sekali. Rencana untuk ziarah ke makam KH Zainal Muttaqin, salah seorang putra Sunan Kalijaga yang berada di selatan Bong Supit Bogem terpaksa kami urungkan. Kami berbelok ke selatan menuju Dusun Jolosutro. Di sana terdapat makam Sunan Geseng, murid Sunan Kalijaga lainnya.

Sekitar Pukul 16.00 kami sampai di Dusun Jolosutro yang terelak 5 km di selatan Jalan Yogya-Wonosari km 14. Kami sholat ashar di Masjid Sunan Geseng dan naik menuju makam. Setelah memarkir kendaraan kami hendak jalan kaki menuju makam. Seorang penduduk mengingatkan kami, jalan kaki menuju makam menempuh jarak 1 km dan menghabiskan 30-40 menit. Terjal, naik dan siapapun yang tidak terbiasa akan kewalahan. Untungnya ada penduduk lainnya yang memberitahu, jalan menuju makam relatif mulus dan dapat dilalui kendaraan asal lewat jalur Patuk Gunungkidul. Kami menurut saja. Perkiraan waktu pulang dari makam selepas maghrib tentu tak nyaman jika harus menuruni bukit.

Putar haluan, kami menuju Patuk. Tepat di pos polisi Patuk kami ke selatan, ikuti jalan hingga ada bak air raksasa. Ambil kiri dan menapaki jalan hotmix yang berdasarkan papan keterangan dibangun oleh Pemkab Bantul, sampailah kami di makam Sunan Geseng. Benar saja, kendaraan dapat dibawa sampai kompleks makam. Di sana ada musholla kecil dan kamar mandi dengan air melimpah.

Sunan Geseng atau Pangeran Panggung adalah salah satu putra Brawijaya V yang menjadi murid Sunan Kalijaga. Konon ada 99 makam Sunan Geseng di seluruh nusantara, tapi yang diyakini benar sebagai makamnya ada di tiga tempat: Tuban, Grabag, dan Jolosutro Piyungan. Gus Dur sendiri pernah ziarah di sini dan mengatakan yang paling tepat dari kemungkinan yang ada hanyalah yang di Jolosutro Piyungan.

Tak terasa waktu menunjukkan Pukul 19.00 dan kami memutuskan untuk pulang. Seharian ziarah di kawasan DIY-Jateng tentu menguras tenaga. Namun, kami percaya bahwa mereka yang telah sumare itu memiliki kedekatan dengan Allah SWT. Dan sepantasnya bagi kita untuk mendoakan mereka, berharap ikatan batin itu selalu terjaga. (abu naja/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Halaqoh Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Pringsewu, Bupati Tegal - Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim (Mas Taufiq) berpesan kepada seluruh pengurus untuk senantiasa memperdalam keilmuan khususnya di bidang agama. Untuk itu para pengurus NU diharapkan untuk gemar menghadiri majelis taklim para kiai.

"Sebelum mengajak orang lain hendaknya kita harus memperdalam ilmu agama dan juga dapat menjadi suri teladan yang baik," kata Mas Taufiq saat melantik kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Selasa (20/12).

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Menurutnya, memperdalam ilmu agama di era sekarang ini sangat penting sebagai modal menghadapi era globalisasi dan semakin banyaknya aliran-aliran agama transnasional dengan ajaran yang aneh-aneh.

"Mari memperdalam ilmu keagamaan. Karena menuntut ilmu bukan hanya di sekolah dan pesantren. Bukan hanya waktu muda. Tapi setiap saat mari mengaji, mengaji, dan mengaji," kata Mas Taufiq pada pelantikan yang digelar di Masjid Nurul Iman Ganjaran.

Bupati Tegal

Salah satu majelis yang bisa meningkatkan kemampuan agama adalah Ngaji Ahad pagi atau Jihad pagi yang rutin dilaksanakan setiap pekan. "Mari bersama-sama hadir di Jihad pagi. Kita akan mendapat berbagai macam keilmuan agama pada majelis tersebut," ajaknya kepada warga dan pengurus NU Desa Ganjaran yang lokasinya sangat dekat dengan Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Di akhir pengarahannya, Mas Taufiq mengingatkan pesan Pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari yang sangat masyhur bahwa siapa saja mengurusi NU maka ia menjadi santri beliau. Siapa saja santrinya didoakan memiliki kehidupan yang berkah, keturunan saleh dan salehah serta dipanggil Allah dalam keadaan husnul khatimah.

Bupati Tegal

Kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran yang dilantik akan melaksanakan tugas jamiyyah selama 5 tahun 2016-2021. Kepengurusan yang disahkan berdasarkan SK PCNU Nomor 70/PC/A.II/013/IV/2016 tersebut dinakhodai oleh Rais Syuriyah Ustadz Nur Huda dan Ketua Pengurus Ranting NU Akhya Syaikhuddin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

IPNU Banyuwangi Ajak Pelajar Berinternet Cerdas

Banyuwangi, Bupati Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi melalui Badan Student Crisis Center (SCC) mengadakan diskusi perihal pelajar dan media sosial dengan tema Berselancar dengan Cerdas di aula Gedung PGRI Banyuwangi, Sabtu (13/2) pagi. Forum ini dihadiri oleh puluhan pelajar SMA di Banyuwangi dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Dinas Hubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Banyuwangi.

Hadir pula para penggiat literasi dan media sosial dari Rumah Literasi Banyuwangi.

IPNU Banyuwangi Ajak Pelajar Berinternet Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Banyuwangi Ajak Pelajar Berinternet Cerdas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Banyuwangi Ajak Pelajar Berinternet Cerdas

Acara yang dipandu oleh Iraa Rachmawati dari Kompas.com diawali dengan menggali informasi perilaku pelajar terhadap media sosial. Dari pemaparan para pelajar itu diketahui banyak perilaku menyimpang dalam menggunakan media sosial.

Bupati Tegal

“Banyak teman-teman yang pandangannya terbentuk oleh media sosial. Padahal tak semua yang tersebar di media sosial itu benar?” gugat Syukria Ulfa, siswi dari salah satu SMK swasta di Banyuwangi.

Bupati Tegal

Hal demikian senada dengan apa yang disampaikan oleh Direktur SCC IPNU Banyuwangi Ibnu Tsani Rosyada. Ibnu mengatakan, media sosial yang sejatinya hanya dunia maya telah mengalihkan dunia realitas yang lebih konkret.

“Misalnya, ada seseorang yang protes pada temannya karena tidak memberi komentar pada statusnya. Padahal kedua orang itu setiap harinya selalu bertemu,” ujar Ibnu memberi contoh.

Perilaku bermedia sosial yang begitu berpengaruh itu amat rentan terinfiltrasi oleh akun-akun negatif seperti pornografi dan radikalisme. Maraknya akun-akun radikalisme yang menyerukan permusuhan, ujaran kebencian, dan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan harus dihindari sebisa mungkin.

“Waspadai akun-akun yang mengajak untuk membenci atau melakukan tindak kriminal,” kata perwakilan Dinas Pendidikan Banyuwangi Sutikno.

Pegiat media sosial dari Rumah Literasi Banyuwangi (RLB) Nurul Hikmah mengajak para pelajar dan penggiat media sosial untuk menjadikan media sosial sebagai ajang kampanye hal-hal inspiratif. Ia mencontohkan gerakannya di RLB yang berbasis media sosial.

“Hanya dengan berkampanye lewat fesbuk, kami bisa menggerakkan dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap dunia literasi. Kepedulian itu di antaranya dengan membuka rumah baca,” ujarnya.

Ikhwan Arif, aktivis sosial dan pendiri Bangsring Underwater ini ikut mencontohkan bagaimana memperlakukan media sosial. Ia merintis wahana wisata yang berbasis pelestarian terumbu karang di pantai Bangsring, Banyuwangi, dan berhasil mempromosikan tempat wisatanya hingga menasional melalui media sosial.

“Sebenarnya media sosial bisa mempermudah beragam urusan, tinggal kita mau melakukannya untuk apa. Untuk hal positif ataukah negatif?” ia mengingatkan hadirin.

Arif dari Dishubkominfo memaparkan tentang Undang-Undang Internet dan Transaksi Elektronik (ITE). Ia menggarisbawahi bahwa aktivis media sosial tidak terlepas dari aturan perundanga-undangan yang memiliki konsekuensi hukum tersendiri.

“Di media sosial kita bebas memosting apa saja. Tetapi ingat, jika postingannya melukai perasaan orang lain, kita bisa dituntut sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ketua IPNU Banyuwangi Yahya Muzakki mengatakan, tujuan kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Lahir Ke-62 IPNU di bulan Pebruari ini. Forum ini juga bertujuan untuk mengedukasi pelajar agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif dari media sosial.

“Radikalisme yang marak di media sosial harus dicegah karena menjangkiti para pelajar. Karena itu, kita mengajak para pelajar untuk bisa berinternet dan menggunakan media sosial secara cerdas dan bermanfaat,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, Cerita, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

Jakarta, Bupati Tegal. Pendidikan di Indonesia dikelola oleh dua kementarian, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mengelola pendidikan umum dan Kementerian Agama yang mengelola madrasah. Berulangkali terdapat usulan penyatuan sistem pendidikan, tetapi Kementerian Agama berpendapat, pembagian dua wewenang ini merupakan kebijakan yang sudah baik.

Direktur Madrasah, Nur Kholis Setiawan berpendapat, jika madrasah digabung pengelolaanya di bawah Kemendikbud, konsekuensinya adalah madrasah harus ikut desentralisasi. Dan disinilah terdapat potensi masalah.

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kemenag Tentang Penyatuan Madrasah dan Sekolah? Ini Alasannya

“Ketika madrasah digabung pasti otonomi daerah. Iki arep dadi opo. Wong pendidikan agama yang dikelola pusat saja rongorongannya luar biasa banyaknya. Hingga sekarang, kita belum mampu mengatasi keragaman pendapatan dan friksi paham keagamaan, siapa yang akan mengawal itu,” katanya kepada Bupati Tegal baru-baru ini.

Bupati Tegal

Ia menambahkan, meskipun saat ini ada keterbatasan anggaran pendidikan di bawah Kemenag, yang alokasinya jauh dibawah Kemendikbud, tetapi mengelola pendidikan agama bukan sekedar soal uang.?

Bupati Tegal

“Justru, kita harus menghargai partisipasi masyarakat. Apalagi pesantren. Kebanyakan madrasah kan juga bernaung di bawah pesantren. Ini eksistensinya jauh lebih tua dari dari republik, sehingga negara hadirnya lebih banyak memberikan apresiasi bukan bantuan,” tuturnya.?

Yang diharapkannya adalah kehadiran negara yang lebih proporsional kepada madrasah. Memang ada sejumlah madrasah yang besar dan mandiri seperti di pesantren Tambak Beras Jombang atau di Darunnajah Jakarta. Bagi kedua madrasah tersebut ada atau tidak ada pemerintah, tetap jalan. Tetapi, banyak sekali madrasah-madrasah kecil yang tidak bernaung di bawah yayasan besar yang jumlahnya jauh lebih banyak.?

“Yang kaut-kuat ini kan tidak mencapai 15-20 persen. Apalagi madrasah-madrasah di daerah terpencil, di pedalaman, di daerah perbatasan, yang terluar segala macam. Negara perlu hadir agar madrasah bisa sustain, terutama di daerah pinggiran, pedalaman, dan terluar,” tandasnya.?

Beberapa daerah memiliki kepada daerah yang memberi perhatian terhadap pendidikan agama, tetapi persentasenya tidak banyak sehingga perlu adanya regulasi yang jelas bahwa pemerintah daerah juga mendukung pemberdayaan madrasah. Nur Kholis mencontohkan, beberapa pimpinan daerah yang memiliki perhatian baik kepada pendidikan agama diantaranya adalah Bupati Tangerang yang menyediakan dana BOS bagi madrasah dan dana operasional lainnya. Walikota Sabang juga salah satu yang memberi perhatian kepada madrasah dengan mengalokasikan bantuan untuk seluruh siswa, baik kaya maupun miskin.

Jalan tengah

Nur Kholis menjelaskan, madrasah tidak boleh terjebak dalam dua kutub yang ekstrem keagamaan, ada yang syiah atau wahabi. Upaya untuk menjaga agar madrasah tetap di garis tengah dilakukan dengan mengontrol buku-buku yang dipakai.?

Ia mencontohkan, dalam pembuatan buku untuk Kurikulum 2013 Direktorat Madrasah berkonsultasi dengan Ma’arif NU, Disdakmen Muhammadiyah, termasuk berdiskusi dengan Al Washliyah. “Ini merupakan bagian dari upaya untuk mencari jalan tengah dari keragaman pendapat,” paparnya.? (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Halaqoh Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Silaturrahim Tokoh Agama & Korban Tragedi Kemanusiaan 65 - 66

Jakarta, Bupati Tegal,
Put Muinah, mantan aktivis Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) Blitar, Jawa Timur berharap, seluruh luka sejarah bisa dikubur hingga para bekas aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI), termasuk sayap wanitanya, Gerwani, diterima masyarakat secara wajar. Nenek 14 cucu dan lima cicit ini tak ingin stempel buruk bekas simpatisan PKI itu dipikul turun-temurun oleh anak-cucu yang tak berdosa. Yang sudah, ya, sudah. Mari kita mulai jalan bareng, katanya.

Di Hotel Minak Jinggo, Glenmor, pada hari Jum’at 25 April 2003 digelar Workshop dan Stadium General Menguak Tragedi 1965-1966 dan Menggagas Rekonsiliasi di Akar Rumput. Tampak hadir beberapa tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan PKI setempat, dua organisasi yang pernah baku bunuh pada 1960-an. Acara itu dimaksudkan sebagai langkah awal rekonsiliasi di antara mereka.

Dari unsur NU, ada Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Banyuwangi, KH Masykur Ali, Rais Syuriyah KH Hisjam Sjafaat, dan Ketua Lajnah Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Banyuwangi, Mukhlisin. Dari kalangan PKI, selain Put Muinah, tampak bekas aktivis Barisan Tani Indonesia (BTI) Banyuwangi Mohammad Arief, 75 tahun, serta aktivis BTI Blitar, Sukiman, 65 tahun.

Acara dua hari itu difasilitasi Masyarakat Santri untuk Kajian dan Advokasi Rakyat (Syarikat) Indonesia, lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dikelola anak-anak muda NU, berkantor di Yogyakarta. Memasuki hari kedua, peserta workshop menghasilkan empat butir kesepahaman. Di antaranya mengajak semua elemen masyarakat mewujudkan rekonsiliasi.

Pada butir lain, mereka mendesak negara menghentikan politisasi tragedi 1965-1966 dengan membiarkan bergulirnya beragam versi atas peristiwa itu, dan merevisi kurikulum sekolah tentang tragedi ini.

Pelaksana Program Syarikat Indonesia, Saiful Huda Sodiq, berharap acara tersebut menjadi titik awal demokratisasi lewat rekonsiliasi masyarakat akar rumput. Saya melihat NU sangat representatif mewakili masyarakat luas, karena ormas ini paling banyak bersinggungan dengan PKI, katanya. Muinah mendukung. Orang PKI, katanya, cuma korban politisasi sejarah.

Pembantaian PKI adalah imbas rivalitas Amerika Serikat dan Uni Soviet saat itu, kata. Saiful Huda Sodiq. Akibatnya, anak-cucu bekas anggota PKI sulit bersosialisasi. Saya ingin rekonsiliasi di tingkat akar rumput ini bisa mengakhiri dendam, katanya.

Mantan anggota BTI Banyuwangi, Mohammad Arief, senang dengan rintisan ishlah ini. Saya berterima kasih kepada NU yang mau menjadi pionir, katanya. Meski NU tidak bisa dianggap bersalah begitu saja dalam tragedi 1965, Mukhlisin menilai upaya ini bisa menjadi titik awal yang baik.

Acara Yang Sama di Gelar di Kota Cirebon
Tak hanya di Banyuwangi, pada hari yang sama, Syarikat Indonesia, didukung The Asia Foundation, menggelar acara serupa di Cirebon, Jawa Barat. Mereka bekerja sama dengan Fahmina, LSM dari Cirebon. Kota ini dipilih karena ketegangan NU dan PKI yang skalanya paling besar se-Jawa Barat, ya, di sini, kata Marzuki Wahid, anggota Badan Pelaksana Syarikat Indonesia.

Acara Tasyakur dan Silaturahmi untuk Kebersamaan dan Persaudaraan itu berlangsung di Kantor Cabang NU Cirebon. Tampak hadir belasan mantan tahanan politik (tapol) peristiwa G-30-S. Mereka umumnya alumni Pulau Buru. Juga hadir tokoh nonmuslim Cirebon. Ada Pendeta Supriatno, Pendeta Yohanes Muryadi, dan Pendeta Sugeng Daryadi.

Awalnya pertemuan berjalan kaku. Para eks tapol lebih suka diam menyimak uraian Direktur Fahmina, KH Husein Muhammad, dan Marzuki Wahid. Maklum, mereka umumnya sudah sepuh. Setelah Marzuki menjelaskan bahwa forum itu bermaksud mencari kebenaran tragedi 1965, mereka baru bersemangat.

Dalam pengantarnya, Husein menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang para eks tragedi 1965 sebagai upaya silaturahmi antar-sesama manusia. Mudah-mudahan ada rekonsiliasi kultural di antara kita, katanya. Gagasan ini didasari harapan tragedi kemanusiaan itu tak terulang.

Bagi panitia, tak mudah mengumpulkan para bekas tapol itu. Dari puluhan yang diundang, bahkan didatangi, cuma belasan yang bersedia hadir. Meski ada yang antusias, banyak yang masih skeptis, kata Ipah Jahrotunasipah, aktivis Fahmina. Ini diakui Untung Raden, mantan tapol yang kini tinggal di Losari. Jangankan kepada orang baru, kepada sesama bekas tahanan pun masih banyak yang ragu, kata Untung.

Pertemuan itu pun berakhir tanpa kesimpulan. Juga tak ada sikap bersama seperti di Banyuwangi. Fahmina masih mencari formula lain untuk langkah berikutnya. Sebagai permulaan, kami anggap acara ini cukup berhasil, kata Husein. Paling tidak, para mantan tapol Cirebon sudah mau membuka diri.

Sebagian eks tapol yang hadir berharap, acara itu ditindaklanjuti dengan langkah kongkret. Pasalnya, ada yang merasa hanya korban dan sampai kini tak tahu kDari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, Doa, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Silaturrahim Tokoh Agama & Korban Tragedi Kemanusiaan 65 - 66 (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Tokoh Agama & Korban Tragedi Kemanusiaan 65 - 66 (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Tokoh Agama & Korban Tragedi Kemanusiaan 65 - 66

Selasa, 19 Desember 2017

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Makassar, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Jamiyatul Qurra wal Huffadz NU sejak Sabtu (20/12) mulai memanfaatkan kantor sekretariat baru. Di ruang yang sudah dipersiapkan oleh PWNU Sulawesi Selatan ini, mereka mengkhatamkan Al-Quran.

Rais Majelis Ilmi JQH NU Sulsel Masykur Yusuf menyatakan rasa syukurnya atas ruang kerja yang baru. Bersama puluhan penghafal Al-Quran, ia mengkhatamkan Al-Quran untuk keberkahan ruang baru itu.

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Masykur mengatakan, "Alhamdulillah saat memasuki sekretariat baru, JQH NU Sulsel mengawali dengan Khatam Quran oleh 40 orang penghafal Al-Quran yang merupakan santri dari JQH NU Sulsel."

Bupati Tegal

Selain khataman Quran, JQH juga mengadakan Tahsin Quran untuk semua Guru Mengaji, imam masjid seprovinsi Sulawesi Selatan serta para Dai, Civitas Akademika UIM dan Warga Nahdliyin lainnya. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Sholawat, Halaqoh Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda

Jakarta, Bupati Tegal. Wakil Presiden Boediono mengatakan, perjuangan KH Hasyim Asy’ari yang difilmkan dengan judul “Sang Kiai” harus menjadi contoh bagi generasi muda. Ia mengatakan hal itu kepada pers selepas menonton film itu di Djakarta Theatre, Jakarta, Kamis malam (23/5).

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan KH Hasyim Asy’ari Harus Jadi Contoh Generasi Muda

Boediono menambahkan, generasi muda harus bisa memahami betapa mahalnya memperoleh kemerdekaan, "Generasi muda harus menonton film “Sang Kiai” yang menceritakan perjuangan pahlawan KH Hasyim Asyari dalam melawan penjajahan, agar mengetahui betapa sulitnya merebut kemerdekaan,” katanya.

Boediono juga menilai film berdurasi sekitar 2 jam tersebut sangat apik menggambarkan kearifan pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Bupati Tegal

Turut menonton pada kesempatan itu Herawati Boediono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan cucu KH Hasyim Asy’ari KH Salahudin Wahid.

Bupati Tegal

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyaksikan film “Sang Kiai” pada Senin (20/5).

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, Budaya, Kajian Islam Bupati Tegal

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin

Jakarta, Bupati Tegal

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menggelar kegiatan Perkemahan Rohis (Rohani Islam) Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada 2-6 Mei 2016 mendatang. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 1.800 hingga 2000 siswa SMA dan SMK seluruh Indonesia.

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin

“Perkemahan Nasional Rohis ini kali merupakan gelaran yang kedua, setelah yang pertama diselenggarakan pada 11-15 November 2014 lalu di tempat yang sama. Berbeda dengan sebelumnya, jumah peserta yang terlibat tahun ini lebih banyak dan berasal dari 33 provinsi di Indonesia,” ujar Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari dalam Konferensi Pers, Kamis (28/4) di Gedung Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.

Perkemahan Rohis Nasional II mengambil tema Membangun Generasi Muda yang Ramah dan Bermartabat. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, Rohis memberikan warna yang berbeda di tengah belantika dunia remaja. Rohis merupakan salah satu penangkal terhadap berbagai peristiwa negatif yang menimpa remaja seperti pergaulan bebas dan pemakaian obat-obatan terlarang.

“Sebagai wadah organisasi keagamaan di sekolah, Rohis harus menebarkan paham dan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin sehingga generasi muda bisa terbentengi dari paham radikal dan perilaku amoral,” tegas Kamaruddin.

Bupati Tegal

Keberadaan Rohis di sekolah sebagai forum belajar nilai-niai agama harus terus mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak. Apalagi, anggota Rohis adalah generasi bangsa yang sedang menjalani usia emas pada tahapan kehidupan mereka. Peserta Rohis tahun ini adalah calon pemimpin bangsa pada Indonesia Emas 2045. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Halaqoh Bupati Tegal

Bupati Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

Maluku Tenggara, Bupati Tegal. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa-PDTT) akan menjadikan Desa Lermatang di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai model untuk pengembangan aquaculture estate di tujuh desa lainnya di pulau Sera dan pulau Yamdena dengan produk unggulan rumput laut.

Hal itu dikemukakan Dirjen Pengembangan Daerah ? Tertentu (PDTU) Suprayoga Hadi usai menghadiri Destructive Fishing Watch (DFW) panen perdana rumput laut di Desa Lermatang, yang merupakan social investment program dari INPEX Blok Masela yang menggandeng DFW sebagai mitra pelaksana, melalui fasilitasi Kemendesa PDTT dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta SKK Migas.

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan  di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendesa Kembangkan Produk Unggulan di Kawasan Blok Masela

"Lokasi social investment program di Desa Lermatang akan dijadikan pilot model pengembangan aquaculture estate ? dengan produk unggulan rumput laut yang difasilitasi Kemendesa PDTT di Tahun Anggaran 2017, sejalan dengan pelaksanaan program unggulan pengembangan produk unggulan desa (one village one product) di wilayah pulau kecil dan terluar (Prudes PKT) yang berbasis komoditas unggulan rumput laut," ujar Suprayoga Hadi, Ahad (12/3), melalui siaran pers.

Dikatakan Dirjan PDTU lagi, selain melalui pengembangan produk unggulan pada desa-desa lainnya di daerah pulau kecil terluar lainnya, juga di Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Kepulauan Aru, serta di Kabupaten Sabu Raijua. "Karena telah ditetapkan sebagai kabupaten prioritas penanganan terintegrasi dalam rangka percepatan pembangunan daerah tertinggal dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2017," ujarnya.

Untuk mengembangkan produk unggulan rumput laut, Dirjen Suprayoga Hadi mengatakan, selain pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa), juga akan dilakukan revitalisasi dari Pabrik Pengolahan Rumput laut di Desa Lermatang yang dibangun pemerintah tahun 2011.

Bupati Tegal

"Kemudian leh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) tahun 2014. Namun tidak dapat dimanfaatkan sama sekali karena tidak tersedianya sumber air bersih yang merupakan kebutuhan utama dalam pengolahan pasca panen rumput laut," ujar Dirjen PDTU.

Bupati Tegal

"Melalui pengembangan produk unggulan rumput laut, diharapkan dapat dikembangkan alternatif ekonomi desa dan kawasan perdesaan yang dapat lebih berdaya saing dan berbasis pada produk unggulan desa/kawasan perdesaan, sebagai komplemen dari rencana pengembangan sektor migas di Kabupaten MTB khususnya pada Blok Masela," ujar Suprayoga Hadi.

Untuk itu, Suprayoga Hadi meminta kepada INPEX yang menjadi mitra SKK Migas dalam melakukan eksplorasi di Blok Migas Masela agar memperhatikan pengembangan sumber daya manusia setempat. Terutama melalui inisiasi pendidikan ketrampilan dan kejuruan yang dibutuhkan oleh industri migas yang akan dikembangkan di Blok Masela.

"Selain juga tetap melanjutkan social investment program yang telah dimulai di Desa Lermatang dalam pengembangan produk unggulan rumput laut dan penguatan kelembagaan ekonomi desa melalui pembentukan BUMDesa," ujarnya.

Selanjutnya, Kemendesa PDTT mengawal proses pengembangan Program Unggulan Desa (Prudes) dan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang tidak hanya secara koordinatif dengan Pemda, juga dengan kementerian/lembaga terkait, terutama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian ESDM melalui SKK Migas.

"Serta akan dikerjasamakan melalui pola kemitraan dengan BUMN dan swasta yang akan dikembangkan di wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar," ujar Suprayoga Hadi. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Makam, Halaqoh Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat

Ada di antara umat Islam yang mengantuk ataupun bahkan tertidur tatkala melakukan ibadah shalat, terlepas apakah itu merupakan bagian dari tipu daya setan atau murni kondisi kesehatan seseorang.

Bisa jadi yang bersangkutan adalah imam yang diikuti oleh beberapa orang makmum di belakangnya. Bisa dibayangkan betapa riuhnya situasi ketika sang imam tertidur dalam shalatnya. Sedangkan para makmumnya tetap menunggu sekalipun dengan perasaan yang penuh kebimbangan antara meneruskan atau memutuskan jamaah atau shalatnya.

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat

Lalu pertanyaannya sekarang, seandainya hal tersebut terjadi, apakah shalat yang bersangkutan dianggap batal atau tidak? Tertidur dalam konsep fikih Mazhab Syafi’i dianggap sebagai salah satu di antara hal yang berpotensi membatalkan wudhu, dengan catatan jika orang yang tertidur tersebut berada dalam posisi berbaring, menelungkup, ataupun duduk sambil bersandar kepada sesuatu.

Bupati Tegal

Namun kalau yang bersangkutan tertidur dalam kondisi duduk yang tetap, maka hal tersebut tidak masalah. Ketentuan ini dijelaskan secara panjang lebar oleh Imam As-Syirazi dalam karyanya Al-Muhaddzab sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bupati Tegal

Artinya, “Adapun tidur (dalam kaitannya dengan wudhu), maka dirinci sebagai berikut. Jika seseorang tertidur dan dia berada dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar (kepada sesuatu), maka wudhunya batal. Namun jika orang tersebut tertidur dalam kondisi duduk dan pantatnya tetap (tidak berubah-ubah) di lantai, maka yang tertulis dalam beberapa kitab (fikih Syafi’i) bahwa wudunya tidak batal.”

Berdasarkan ketentuan di atas, maka tidak ada persoalan ketika seseorang tertidur sebelum melaksanakan shalat, karena hal tersebut tinggal disesuaikan apakah tidurnya dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar pada sesuatu atau duduk dalam kondisi yang tetap. Jika dalam kondisi yang pertama, maka wudhunya batal sehingga kalaupun dia melaksanakan shalat maka otomatis shalatnya pun juga batal karena wudu merupakan salah satu syarat sah shalat.

Tetapi kalau tidurnya dalam kondisi kedua, maka wudhunya tidak batal sehingga ia boleh saja melaksanakan shalat dengan wudhu’ yang dia lakukan sebelum tertidur.

Sementara tidur saat sedang shalat, menurut Imam Nawawi, terdapat perbedaan pendapat. Pendapat yang mendekati kebenaran dalam kasus ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa tidur dalam kondisi duduk yang tetap, tidak membatalkan wudhu, baik dalam shalat ataupun tidak, baik tidurnya lama ataupun sebentar. Sedangkan tertidur dalam kondisi selain itu seperti berbaring, menelungkup, bersandar pada sesuatu, ruku, sujud, ataupun berdiri, akan menyebabkan wudhu dan shalat seseorang menjadi batal. Wallahu a‘lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah, Halaqoh Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah

Malang, Bupati Tegal. Mahasiswab UIN Malang yang tergabung dalam IPNU-IPPNU membekali kader IPNU-IPPNU di tingkatan Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) dengan kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan di Aswaja Centre Batu, Malang, Jawa Timur, Jumat-Sabtu (04-05/10). 

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UIN Malang Kader Anggota di Bawah

Kegiatan yang bertajuk “Meningkatkan loyalitas kader Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan Trilogi IPNU-IPPNU” itu diikuti 130 peserta dari berbagai Jurusan. “Ini adalah peserta terbanyak sepanjang Lakmud yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU UIN Malang,” jelas Ketua IPNU Komisariat UIN Malang Sarohmat di sela-sela acara.

Selama kegiatan berlangsung, katanya, peserta diberikan sejumlah materi di antaranya ke-Aswaja-an, sejarah IPNU, ke-NU-an, manajemen dakwah, keorganisasian dan kepemimpinan.

Bupati Tegal

Menurut Sarohmat, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali kader IPNU-IPPNU agar dapat meneruskan kepengurusan yang sudah berjalan dengan baik ahir-ahir ini

“Selama kepengurusan yang saya pimpin, bukan hanya kegiatan yang bersifat spiritual yang kami rutinkan tiap minggunya, namun juga diskusi-diskusi, baik itu teoritis ataupun isu-isu nasional yang patut diperbincangkan,” papar Mahasiswa semester 5 itu.

Bupati Tegal

Sesuai dengan tema yang diangkat, menurutnya, Lakmud merupakan proses pengkaderan formal di IPNU-IPPNU yang harapannya menjadi kader berkualitas, mempunyai loyalitas dan militansi tinggi sesuai selogan “Aswaja Jiwaku, NU Ragaku”.

Agar tetap berkembang dan tidak statis, dia mengimbau agar pengurus tidak hanya menggodok kader dalam keilmuan kampus atau Jurusan, namun juga langsung ikut bersumbangsih pada masyarakat dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. 

Hadir juga dalam kesempatan itu, Dr KH Saiful Munir, KH. Oemar Faruq selaku pendiri IPNU di Kota Malang, dan KH. Zainal Arifn. “Sengaja para pediri kami hadirkan agar para kader tahu sejarah IPNU-IPPNU, tidak hanya taqlid pada pengurus” tegas Sarohmat. (Diana Manzila/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, RMI NU Bupati Tegal

Senin, 27 November 2017

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

Jakarta, Bupati Tegal. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi perdesaan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mengkapitalisasi sumber daya desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD), Ahmad Erani Yustika mengatakan, pendirian BUMDes memiliki alasan yuridis formal yang menjadi amanat dari Undang-Undang Desa.

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan BUMDes untuk Tumbuhkan Ekonomi Desa

"Di tengah situasi perekonomian di desa saat ini, ? yang kita lakukan adalah mendorong lahir dan berkembangnya BUMDes. Ini adalah upaya kita untuk mengkapitalisasi sumber daya desa," ujar Erani, Jumat (15/7).

Erani melanjutkan, alasan lain didirikannya BUMDes adalah upaya agar keluar dari situasi yang penuh masalah. Menurutnya, ? warga desa selama ini selalu berhadapan dengan kondisi yang penuh dramatis. Misalnya saat terjadinya gagal panen, terjadinya Pemutusan Hubungan Karyawan (PHK) dan sebagainya.

Bupati Tegal

"Ada beberapa hal yang harus kita kawal, salah satunya adalah bagaimana cara kita agar bisa menumbuhkan geliat ekonomi perdesaan. Kita mencoba keluar dari situasi yang penuh masalah, di mana BUMDes memiliki peluang untuk mengkapitalisasi sumber daya dan mengurangi dampaknya," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengatakan, menggeliatnya ekonomi di desa akan berdampak pada peningkatan kebutuhan lembaga keuangan. Untuk itu, BUMDes dan BUMADes (BUMDes antar Desa) di kawasan perdesaan dapat dimanfaatkan untuk menjadi salah satu unit usaha, yang memberikan permodalan kepada pelaku usaha di desa.

Menurutnya, hal tersebut tertuang dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa pasal 23, yakni salah satu jenis usaha BUMDes adalah Bisnis Keuangan (Financial Business) yang memenuhi kebutuhan usaha-usaha skala mikro yang dijalankan oleh pelaku usaha ekonomi Desa. Misalnya memberikan akses kredit dan peminjaman yang mudah diakses oleh masyarakat desa.

"Saat ekenomi di desa menggeliat, masyarakat mulai berpikir untuk menyimpan uangnya sebagai salah satu upaya investasi, serta mengajukan pinjaman sebagai modal usaha. Sehingga akan terjadi perputaran uang di daerah," ujarnya.

Selain itu lanjut Marwan, sarana dan pra sarana teknologi informasi dan komunikasi desa juga harus ditingkatkan, untuk memudahkan masyarakat dalam menjangkau fasilitas perbankan. Misalnya mobile banking, sms banking, dan internet banking.

Bupati Tegal

?"Kita juga mendorong ? perbankan untuk mendirikan cabang, minimal 1 kecamatan memiliki satu cabang bank," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh Bupati Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Amsterdam, Bupati Tegal - Kabar bahagia datang dari Amsterdam. Ketua PCINU Belanda Ibnu Fikri menuntun seorang warga Belanda bernama Jeetze Baay mengucapkan dua kalimat syahadat, di PPME Al-Ikhlash Amsterdam, Jumat (4/8) siang.

Pembacaan syahadat dilakukan setelah shalat Jumat yang disaksikan oleh pengurus harian bidang Dakwah PPME Al-Ikhlash, yaitu Ustadz Nur Fatah Taufq dan Ustadz H Maman Dani beserta jamaah Jumat lainya.

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Proses pembacaan dua kalimat syahadat berjalan cukup mengharukan. Beberapa jamaah khususnya ibu-ibu tampak meneteskan air mata. Apalagi saat Jeetze menyatakan kepada jamaah alasan mengapa dirinya masuk Islam.

“Saya masuk Islam, sungguh karena kemauan saya, bukan karena terpaksa atau dipaksa. Juga karena saya yakin, Islam adalah agama yang damai dan membawa kedamaian,” kata Jeetze.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ibnu Fikri, setelah selesai acara pengislaman, menyatakan inilah salah satu bentuk upaya konkret sekaligus tantangan dakwah Islam ramah khas Nusantara di Eropa.

“Yang kita inginkan adalah bagaimana masyarakat di sini (baca: Eropa) menyadari seutuhnya bahwa Islam Indonesia dengan Islam Nusantaranya adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin. Kami akan terus berdakwah dengan penuh damai dan cinta sampai pada akhirnya mereka satu per satu mau ucapkan dua kalimat syahadat tanpa harus dipaksa,” kata Ibnu Fikri.

Di akhir ini, Ketua PCINU Belanda dan pengurus PPME Al-Ikhlash Amsterdam sepakat memberikan nama baru bagi Jeetze Baay, yaitu Musa. Dengan harapan, yang bersangkutan akan bisa meneladani semangat bertauhidnya nabi Musa dalam menjaga iman dan ketaatan kepada Allah SWT walau harus menghadapi ujian dan rongrongan dari Fir‘aun dan bala tentaranya. (Dito Alif Pratama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ini Nasihat Alumni kepada IPNU-IPPNU

Kudus, Bupati Tegal. Usai perayaan Makesta di salah satu ranting, Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jateng, sibuk mengurus pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab). Konferancab XIII ini dilaksanakan di MA Qudsiyyah Kudus Kamis (26/6).

Ini Nasihat Alumni kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Nasihat Alumni kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Nasihat Alumni kepada IPNU-IPPNU

Bertema “Mewujudkan Amanah IPNU-IPPNU Masa Depan”, Konferancab diawali dengan bincangan bersama para alumni. Dalam diskusi itu, disampaikan bahwa di antara faktor melemahnya IPNU-IPPNU ialah terputusnya kader dari pesantren.

“Salah satu hal yang membuat kita tidak maju, adalah putusnya kader-kader pesantren. Embrio IPNU-IPPNU itu merupakan kegiatan dakwah, sementara malah banyak Pimpinan Komisariat di pesantren yang tidak hidup. Ke depan, pengkaderan di pesantren harus dihidupkan kembali,” ujar Wiyono, salah satu alumni yang sekaligus menjadi pembina PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kota Kudus dan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus.

Bupati Tegal

Selain itu, Wiyono juga mewanti-wanti agar selektif dalam mengkader, terutama saat memilih anggota untuk memimpin. “Faktor lain penyebab melemahnya organisasi kita yakni pimpinan yang tidak paham akan apa yang harus dibangun dan diprogramkan. Ini merupakan hasil dari ketidakselektifan saat memilih pemimpin. Selektif itu penting,” lanjutnya kemudian.

Bupati Tegal

Sementara itu, Noor Azizah alumni PAC IPPNU Kota, memberi komentar bahwa kelebihan NU ada pada daya juangnya dan kuantitas sumberdaya manusianya. Namun menurutnya, ini tak diimbangi dengan kualitas SDM yang mumpuni.

“Kelebihan NU terletak pada daya juang dan SDMnya yang banyak. Tapi sayang, tak semua SDM kuat ideologi Aswajanya, sehingga rentan dengan serangan ideologi dari luar,” paparnya yang akrab disapa Mbak Inung.

Pada kesempatan itu mereka juga mengusulkan penyamaan agenda kegiatan IPNU-IPPNU sekecamatan Kota. Dengan demikian diharapkan agar bisa lebih serasi dan kompak. Selain itu, terkait dengan anggota ranting yang telah aktif di PAC atau di atasnya, juga dihimbau agar tetap dapat berpartisipasi di ranitngnya.

Menghidupkan yang Mati

Mbak Inung juga memberikan arahan teknis kepada peserta Konferancab itu mengenai usaha menghidupkan ranting yang mati. Menurutnya, cukup mendekati dua pelajar NU putra dan putri untuk diajak rembugan bersama, berdiskusi ihwal pendirian IPNU-IPPNU di desanya.

Langkah berikutnya, mendatangi tokoh bapak NU setempat untuk mendampingi sekaligus mensosialisasikan pendirian atau penghidupan kembali ranting IPNU-IPPNU kepada warga NU yang lain, terutama sesama tokoh NU yang memiliki anak di bangku pendidikan.

Setelah antara pelajar dan bapak NU sudah memiliki tekad dan keinginan yang sama, maka tinggal mengadakan aktivitas organisasi secara sungguh-sungguh. “Namun setelah ranting berhasil berdiri, jangan sampai PAC melepaskan begitu saja. Jadi tetap harus ada pendampingan,” terang Mbak Inung. Menurutnya, pendampingan dari PAC dan banom lain yang lebih senior juga dibutuhkan, seperti NU dan Muslimat.

Agenda reorganisasi ini dipandu oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus yang juga baru terpilih Ketuanya pada Konferensi Cabang seminggu sebelumnya. Setelah melalui pemilihan, terpilih masing-masing Ketua IPNU dan IPPNU yakni Muhammad Tausiul Ilma (Ilma) dan Khodijatus Surur (Mbak Odi).

Ilma mengharapkan kerja sama dari para anggota untuk kepengurusan ke depan. “Karena teman-teman sendiri telah dengan sadar memilih siapa yang berhak menjadi Ketua, maka saya pun berpikir bahwa sudah selayaknya nanti teman-teman akan bersedia senang hati membantu menjalankan organisasi ke depan,” paparnya saat sambutan.

Ilma juga berharap PAC pimpinannya bisa menjadi barometer. “Saya ingin kepemimpinan periode ini merupakan yang terbaik dan dapat menjadi barometer PAC IPNU-IPPNU sekabupaten Kudus,” ujarnya. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh, Nusantara Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

Semarang, Bupati Tegal. Bekerja sama dengan LAZIS Nusantara, lembaga Sciena Madani menyalurkan santunan kepada anak yatim di aula masjid Itikaf Ar-Rasyid Banjardowo, Genuk, Semarang, Ahad (20/7) malam. Ustadz MH Humaidi memandu jalannya talk show dalam acara penyaluran santunan ini.

Menurut pengasuh Sciena Madani Lukni Maulana, penyerahan santunan ini merupakan upaya kecil pendidikan rohani di bulan Ramadhan. Karena, Ramadhan merupakan waktu belajar paling baik akan nilai-nilai pendidikan.

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

“Ramadhan merupakan bulan kasih dan sayangnya, bulan pendidikan. Salah satu bentuknya, kita dituntut untuk saling berbagi,” tutur Lukni yang juga ketua pengurus masjid Iktikaf Ar-Rasyid.

Bupati Tegal

Dalam talk show, MH Humaidi menegaskan pernyataan Lukni. Ramadhan menjelang akhir ini, Humaidi menekankan, waktunya untuk saling mengeluarkan dan memberi. Salah satunya mengeluarkan zakat mal, bukan mengeluarkan uang belanja ke mall.

Bupati Tegal

“Kita dituntut tidak hanya sekadar berbagi tapi mamahami makna yang terkandung dalam berbagi itu. Seperti berbagi kepada anak yatim saat ini. Rasulullah SAW terlahir dalam kondisi yatim, karenanya ia sangat mencintai anak-anak yatim. Di situlah tumbuh rasa cinta dan sayang dalam hal berbagi,” jelasnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Halaqoh Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember?

Jakarta, Bupati Tegal. Rencana demo 2 Desember bertajuk Bela Islam III yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dalam bentuk gelar sajadah dan shalat Jumat di sepanjang jalan MH Thamrin, Bunderan HI, dan Sudirman secara tegas dilarang oleh TNI dan Polri karena mengganggu ketertiban umum dan berdampak sosial sistemik.

Pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menggelar pertemuan dengan pejabat utama di Mabes Polri, sebagian juga pejabat utama dari Mabes TNI dan diikuti oleh para Kapolda, para Pangdam dan seluruh Pangkotama seluruh Indonesia, Senin (21/11) via video conference di Mabes Polri Jakarta.

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa TNI dan Polri Tegas Larang Demo 2 Desember?

Jenderal Tito menerangkan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak kontitusi dari warga memang diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998. Namun tidak bersifat absolut.

“Ada batasan-batasan dalam Undang-undang itu yang tidak boleh. Yang pertama, tidak boleh menggannggu hak asasi orang lain, termasuk memakai jalan. Kalau jalan protokol, itu tidak boleh dihalangi,” jelas Tito.

Yang kedua, lanjutnya, tidak menganggu ketertiban umum, sangat jelas bahwa itu jalan protokol. Kalau itu diblok, otomatis akan mengganggu warga yang melewati jalan itu. Ibu-ibu yang melahirkan, mau berangkat ke RSCM bisa terganggu. Yang sakit bisa terganggu, yang mau bekerja juga bisa terganggu.?

Bupati Tegal

“Sopir taksi, angkutan, dan lain-lain bisa terganggu. Disamping itu, juga bisa memacetkan Jakarta, karena di jalan protokol, hari Jumat lagi. Itu menganggu ketertiban publik dalam penilaian kami kepolisian. Oleh karena itu, maka kami akan melarang kegiatan tersebut (demo 2 Desember, red),” tegas Kapolri.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya ikut menjaga keamanan terkait aksi unjuk rasa yang mengarah ke upaya makar. Gatot memastikan kesiapan prajurit mengadapi kelompok yang berupaya menjatuhkan pemerintahan tersebut.

Bupati Tegal

"Bila ada tindakan makar, maka itu bukan tugas kepolisian saja. Itu urusan TNI juga. Saya juga sudah menyiapkan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) menyiapkan prajurit untuk dilatih, disiapkan yang sehat," terang Gatot.

Selain sarat kepentingan politik, demo 2 Desember disebut TNI dan Polri memang mempunyai agenda terselubung yaitu dalam rangka menjatuhkan pemerintah atau upaya makar. TNI dan Polri tidak akan menoleransi dan akan menindak tegas sesuai hukum kepada kelompok-kelompok yang melakukan upaya makar tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Halaqoh Bupati Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

Probolinggo, Bupati Tegal. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1436 dan antisipasi penyakit anthrax, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo memperketat pengawasan lalu lintas ternak maupun hewan qurban. Hal ini dikarenakan wilayah Kabupaten Probolinggo merupakan jalur lalu-lintas ternak dan produk hewan dari arah timur ke barat maupun sebaliknya.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Hj Endang Sri Wahyuni mengungkapkan, populasi ternak sapi potong Kabupaten Probolinggo menempati urutan ke-3 tertinggi se-Jawa Timur. Sehingga Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu tujuan pencarian ternak dari berbagai wilayah se-JawaTimur bahkan dari luar provinsi dan pulau.

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)
Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax (Sumber Gambar : Nu Online)

Perketat Pengawasan Hewan Qurban untuk Antisipasi Anthrax

“Dengan kondisi ini, tentunya akan membawa risiko masuknya penyakit hewan menular ke Kabupaten Probolinggo melalui lalu-lintas ternak dan produk hewan,” ungkapnya, Sabtu (19/9).

Bupati Tegal

Menurut Endang, pengawasan ini bertujuan untuk mengantisipasi masuknya penyakit hewan menular ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Terutama penyakit Zoonosis (penyakit hewan yang dapat menular kemanusia) serta mengendalikan populasi ternak di Kabupaten Probolinggo.

“Selain itu, mengantisipasi peredaran daging/jerohan impor di pasar tradisional Kabupaten Probolinggo dan mencegah peredaran daging yang tidak Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) di wilayah Kabupaten Probolinggo, terutama daging yang berasal dari pemotongan hewan qurban,” jelasnya.

Bupati Tegal

Endang menjelaskan, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai anthrax yang disebabkan oleh bacteri Bacillus Anthracis. Di mana tanda-tandanya ternak mati mendadak dengan mengeluarkan darah hitam dari lubang alami (anus, alat kelamin, hidung, mulut, telinga), tetapi gejala klinis tidak terlihat.

“Penyakit ini dapat menular ke manusia jika kontak langsung dengan tanda-tanda, jika terkena kulit yang luka mengakibatkan borok. Jika masuk ke saluran napas menunjukkan gejala sesak nafas dan gagal napas selanjutnya mengakibatkan kematian. Dan jika masuk ke pencernaan mengakibatkan diare sampai kematian,” tegasnya.

Dalam rangka melakukan pengawasan ini, DPKH melaksanakan sosialisasi ke pengusaha peternakan, para pedagang, petugas pasar, kepala desa dan masyarakat luas dalam bentuk pertemuan, surat edaran, penyebaran leaflet, pemasangan spanduk dan poster.

“Di samping juga melaksanakan operasi lalu lintas bekerja sama dengan pihak Polres/Polresta, Dishub dan Satpol PP serta melaksanakan operasi di pasar hewan dan pasar tradisional serta pengawasan pelaksanaan kurban di tempat pemotongan hewan sementara,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Quote, Halaqoh Bupati Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Dibarengi Tahlil, Fatayat NU Bantu Korban Longsor Banjarnegara

Banjarnegara, Bupati Tegal. Diiringi dengan kegiatan tahlil untuk mendoakan para korban tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Pengurus Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) memberikan bantuan dalam bentuk uang dan kebutuhan sehari-hari kepada para korban longsor.

“Bantuan berupa uang dan kebutuhan pokok ini adalah bentuk kasih sayang sosial sebagai saudara sebangsa,” ujar Ketua Umum PP Fatayat NU Hj. Ida Fauziyah, Kamis, (18/12) di musholla desa tak jauh dari Desa Jemblung, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, yang menjadi lokasi longsor.

Dibarengi Tahlil, Fatayat NU Bantu Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibarengi Tahlil, Fatayat NU Bantu Korban Longsor Banjarnegara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibarengi Tahlil, Fatayat NU Bantu Korban Longsor Banjarnegara

Dijelaskan Ida, tak ada yang istimewa dalam bantuan ini karena sudah menjadi kewajiban kita semua dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah.

Bupati Tegal

“Seperti yang sering kami lakukan ketika terjadi bencana dan musibah di daerah lain,” tambah Ida.

Ida menerangkan, selain bantuan berupa uang, peralatan kebutuhan perempuan dan anak-anak juga diberikan Fatayat NU.

Bupati Tegal

“Bantuan berupa uang tersebut juga kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar anak-anak,” lanjutnya.

Kegiatan pemberian bantuan disaksikan sendiri oleh Wakil Bupati Banjarnegara, H. Hadi Supeno yang dihadiri juga oleh jajaran PW Fatayat NU Jawa Tengah dan PC Fatayat NU Banjarnegara. (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Halaqoh Bupati Tegal

Selasa, 17 Oktober 2017

Netizen Kenang Gus Dur dengan #GituAjaKokRepot”

Jakarta, Bupati Tegal?

Tanggal 30 Desember 7 tahun lalu KH Abdurrahmaan Wahid (Gus Dur) wafat. Berhari-hari masyarakat, terutama Nahdliyin berkabung. Di tanggal sama, hari ini, Jumat (30/12) Desember, netizen mengenang Gus Dur dengan kalimatnya yang terkenal “Gitu aja kok repot.”?

Netizen Kenang Gus Dur dengan #GituAjaKokRepot” (Sumber Gambar : Nu Online)
Netizen Kenang Gus Dur dengan #GituAjaKokRepot” (Sumber Gambar : Nu Online)

Netizen Kenang Gus Dur dengan #GituAjaKokRepot”

Kalimat tersebut menjadi populer di media sosial Twitter dengan tagar #GituAjaKokRepot.” Para peselancar dunia maya berduyun-duyun membubuhkan tagar tersebut. Sehingga, ketika berita ditulis pada pukul 19.00 WIB, tagar tersebut memuncaki dengan trending topic teratas sekitar sejam.

Akun ANSOR Cyber Media ?@ansor_jatim, misalnya mengenang Gus Dur dengna Twitt: KH Abdurrahman Wahid (7 Sept 1940-30 Des 2009) 18.45 Wib, 7 thn yg lalu GusDur kita kembali ke pemilik keabadian #GituAjakokRepot. Al-Fatihah

Akun Shinta Ramadhani ?@Shinta_Ntaaaa menulis: Rindu dngan sosoknya, mmbela minoritas ketika mereka dikucilkan di tanah kelahiran. mmpersatukan bangsa, bkan mmecah belah #GituAjaKokRepot.

Sementara akun M. Adi ?@ady_aldyansyah ? IAA Jogja mengajak Meneladani Nabi dan Gusdur. Merangkul Ummat dg rahmat. #GituAjaKokRepot.

Bupati Tegal

Sebagian akun ada juga yang menyertakan dengan tagar #HaulGusDur. Serta ribuan twitt yang lain. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Halaqoh Bupati Tegal

Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock