Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Pontianak, Bupati Tegal. Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, disamping bidang mata pelajaran sains yang dilombakan pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak, melekat juga dalam masing-masing bidang tersebut adalah materi Agama Islam.

“Jadi pembeda KSM V 2016 ini adalah terletak pada Mapel Agama Islam yang dilombakan dan juga sekaligus bentuk kepedulian terhadap ciri khas madrasah sebagaimana diamanatkan dalam UU,” jelas Nur Kholis, Selasa (23/8).

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Maksud selanjutnya penambahan mapel agama Islam untuk dilombakan, kata Alumnus Fakultas Syariah IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga ini adalah dalam rangka mengukur kualitas murid madrasah, paling tidak pada dimensi kognitif terhadap pendidikan agama Islam yang meliputi Al Qur’an-Hadits, Aqidah-Akhlaq, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqih, dan Bahasa Arab.

“Harapannya, ketika PAI menjadi mapel yang dilombakan, ada keseimbangan pada tataran idealitas ketika mereka masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ? Di jenjang Perguruan Tinggi, paradigma Interkoneksi keilmuan keislaman dengan non keislaman yang sedang digarap Kemenag dimana basisnya adalah murid madrasah,” jelasnya.

Pertimbangan selanjutnya, tambah alumnus Pesantren Tebuireng Jombang, kombinasi sains dan Agama Islam pada KSM ini adalah memberikan added values (nilai tambah) dari mapel keislaman untuk menjadi salah satu bahan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas 5 mata pelajaran yang diajarkan di madrasah.?

Bupati Tegal

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam.

Semenatara itu, Direktur Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin mengatakan bahwa ajang Kompetisi Sains Madrasah merupakan even dan wadah strategis untuk meningkatkan motivasi dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Bupati Tegal

“KSM merupakan even yang strategis untuk memupuk motivasi siswa terus cinta ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui KSM diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji, dan memiliki kemampuan yang handal di bidangnya,” ujar Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.

Selain itu, tambahnya, KSM akan melatih siswa meningkatkan daya nalar, kreativitas dan berpikir kritis serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.?

“Secara kelembagaan KSM diharapkan meningkatkan mutu pendidikansains di madrasah secara komprehensif, yang ditandai dengan semakin kuatnya budaya belajar, penelitian (research) dan motivasi berkompetisi meraih prestasi, menumbuhkembangkan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dalam naungan ridho Allah SWT,” papar Doktor lulusan Universitas Bonn Jerman ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Olahraga, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Amsterdam, Bupati Tegal. Ahad 18 Januari 2015 lalu, disaksikan ratusan anggota Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa (PPME) Al-Ikhlas Amsterdam, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri.

Sebanyak 29 orang yang terdiri atas para mukimin Indonesia di Belanda maupun para mahasiswa Indonesia yang sedang studi S2 dan S3 di Belanda dilantik sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Belanda untuk masa khidmat 2014-2016.

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Diharap Promosikan “Islam Nusantara” ke Dunia

Pelantikan PCINU Belanda ini diselenggarakan bersamaan dengan acara tabligh akbar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara pengajian dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh siswa-siswi Madrasah Al-Ikhlas Amsterdam yang secara kompak dan merdu melantunkan Thola’al Badru, Alhamdulillah wa Syukrulillah, Sholatun Bisalamin Mubin, dan Sholatullah Salamullah.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan barzanji oleh para generasi muda PPME Al-Ikhlas yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Ahmad Mizar, Lc, MA. Sebagai penceramah tunggal dalam tabligh akbar ini adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus.

Turut hadir dalam acara Pelantikan PCINU Belanda dan pengajian maulid ini pejabat dan diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Pengurus PPME Wilayah Belanda, Pengurus PPME dari kota-kota lain di Belanda, tokoh diaspora Muslim asal Mesir dan staf pengajar di Fakultas Teologi Vrij Universiteit Dr. Yaser Ellethy, delegasi PCINU dari negara-negara di Eropa dan Mediterania (Jerman, Belgia, United Kingdom, dan Maroko), dan para undangan lainnya.

Danang Waskito, mewakili KBRI di Belanda menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas pelantikan PCI NU Belanda. “Di Belanda tantangannya sangat besar. Menjadi tugas PCINU Belanda untuk menunjukkan agar citra Islam dan citra bangsa Indonesia makin baik di sini.”

Bupati Tegal

Menurut Danang, diplomasi Indonesia tidak bisa dilakukan oleh KBRI semata. Diplomasi mengenal apa yang disebut multi-tracks diplomacy. Di sinilah peran PCINU sangat diharapkan. PCINU Belanda harus memperkuat diplomasi kita di negeri Belanda sehingga masyarakat Indonesia makin diterima di sini, citra Indonesia dan Islam juga makin baik di Eropa, dan khususnya di Belanda ini.”

Dalam kesempatan itu, Danang Waskito meneruskan kembali pesan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang sebelumnya menjabat Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, agar masyarakat Indonesia bangga menjadi bangsa Indonesia. Untuk itu, Danang Waskito mendukung visi PCINU Belanda yang ingin mempromosikan Islam Nusantara di Belanda khususnya, dan Eropa umumnya.

Menurut Danang, bangsa Indonesia yang multikultur, yang menghormati sesama, yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil-‘alamin merupakan ciri-ciri yang membentuk jati diri bangsa Indonesia yang harus dibanggakan. Dan hal ini sangat sejalan dengan paham keagamaan Nahdlatul Ulama. “Karena itu, KBRI sangat senang dengan kehadiran PCINU di Belanda.” (Muhamad Shohibuddin/Anam)

 

Bupati Tegal

*Foto Gus Mus bersama PCINU Belanda usai pelantikan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, AlaSantri Bupati Tegal

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, Bupati Tegal. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada Bupati Tegal saat dihubungi, Ahad (6/12).

Bupati Tegal

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Santri, AlaSantri Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PCINU Arab Saudi Puji Progresivitas MWCINU Riyadh

Jeddah, Bupati Tegal

Setelah melakukan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan meneken nota kerja sama, tak berselang lama kemudian Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) menggelar silaturahim Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi.

Rombongan dari MWCINU pergi ke kediaman Ketua PCINU Arab Saudi KH Fuad Abdul Wahab yang berada di Jeddah, Arab Saudi, Senin (14/3) waktu setempat. Ada beberapa agenda yang dibahas dalam kunjungan tersebut, di antaranya adalah saling tukar informasi dan pengalaman seputar perkembangan jamiyyah.

PCINU Arab Saudi Puji Progresivitas MWCINU Riyadh (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Arab Saudi Puji Progresivitas MWCINU Riyadh (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Arab Saudi Puji Progresivitas MWCINU Riyadh

"Meskipun terhitung masih baru, namun progresivitas MWCINU Riyadh patut diacungi jempol," kata Fuad.

Bupati Tegal

Hal ini dikarenakan pengurus NU Riyadh mampu mengorganisasi Nahdliyin bahkan sampai ke kota-kota sekitar Riyadh seperti al-Qassim dan Dammam. Selain itu, NU Riyadh juga didukung sumber daya manusia yang mumpuni dari kalangan mahasiswa di Jamiah al-Imam Muhammad ibn Saud.

Rombongan yang diketuai Ketua MWCINU Riyadh H Musolli Busadin dan didampingi Mustasyar MWCINU Riyadh Anas Dliyaul Muqsith, ini juga meminta restu kepada KH Fuad untuk berkenan melantik pengurus baru MWCINU Riyadh yang akan diadakan dalam waktu dekat ini. (Irza/Mahbib)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Jakarta, Bupati Tegal?

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan tentang peran penting teman dekat dalam mewarnai sukses tidaknya seseorang.?

"Kalian harus bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan," katanya pada acara Sarasehan Dakwah bil Sosmed bersama Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Ia mengatakan, bahwa sikap, mental dan kepribadian seseorang sangat diwarnai siapa yang menjadi teman dekatnya.?

Bahkan, katanya, para pakar pendidikan telah sepakat, bahwa pengaruh keturunan, pengaruh pendidikan masih kalah kuat dan dominan dengan pergaulan.?

"Jangan percaya orang sukses berangkat sendiri. Jangan percaya ada orang hebat berangkat sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Ali.

Bupati Tegal

Karena menurutnya, manusia itu selain sebagai makhluk individu, juga sebagai makhluk sosial.?

Ia mencontohkan, pendiri NU KH Hasyim Asyari yang tidak berangkat sendiri. Menurutnya, disekitarnya terdapat juga orang-orang hebat seperti KH Wahab Hasbullah, KH Romli Tamin, KH Siddiq Jember, KH Faqih Maskumambang, KH Abbas Buntet. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Warta Bupati Tegal

Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketika mereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

Bupati Tegal

Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

Bupati Tegal

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.?

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, PonPes Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Sidoarjo,? Bupati Tegal. Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di kabupaten Sidoarjo. Santunan ini diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di alun-alun Sidoarjo, Kamis (12/11).

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Untuk memacu pembangunan di bidang kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga menggelar berbagai macam lomba kesehatan. Sekitar 20 macam perlombaan disajikan di antaranya, lomba kader UKS tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, lomba tenaga kesehatan teladan hingga lomba pojok laktasi di Puskesmas maupun perusahaan.

Ada juga lomba desa upaya perbaikan gizi keluarga (upgk) berprestasi, lomba kantin sehat serta lomba pemilihan koordinator imunisasi berprestasi Sidoarjo dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa macam perlombaan itu, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun.

Bupati Tegal

"Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh mengakar menjadi budaya sehat di dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan HKN yang mengangkat tema ‘Indonesia cinta sehat’ ini, mari kita jaga kesehatan supaya keluarga dan lingkungan sekitar terhindar dari penyakit," kata H Jonathan.

Bupati Tegal

Jonathan menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota serta provinsi yang telah menyediakan 10 persen dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan.

Di samping itu, dukungan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan juga diperlihatkan oleh pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda). Seperti penerbitan perda kawasan tanpa asap rokok maupun membangun kota ramah lansia.

Pemerintah daerah juga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Hal itu untuk mendorong terwujudnya pembangunan kesehatan. Tidak hanya itu saja, fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas di beberapa daerah tertentu juga terus ditingkatkan kompetensi petugas kesehatannya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Melalui momen HKN ini mari kita jadikan sebagai sarana penyampaian kepada masyarakat agar bangkit dan mulai meninggalkan cara menjaga kesehatan yang bersifat kuratif menuju semangat preventif serta promotif. Mari kita tingkatkan tekat dan semangat bersama untuk menyadarkan betapa pentingnya menjaga kesehatan," pungkas Jonathan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Makassar, Bupati Tegal. Peringatan Tahun Baru Islam dengan Pawai Muharram yang dilakukan oleh Pesantren Se-Utara Makassar yang dimulai di pesantren MDIA Bontoala (Jl. Lamuru No. 65) mendapatkan pengawalan dari Banser Ansor Makassar, Rabu (14/10).

Kepala Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Makassar, Haryono memimpin langsung pengamanan pawai tersebut.

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Makassar Amankan Pawai Muharram Santri

Di depan puluhan pasukannya yang berpakaian lengkap, Ono sapaan akrab Haryono memberikan instruksi agar pasukannya betul-betul mengatur dan mengamankan kegiatan tersebut.

Bupati Tegal

"Kita harus menyukseskan kegiatan ini sebagai wujud kecintaan kita terhadap kiai dan pesantren, kita harus memastikan kegiatan ini berjalan aman dan lancar," tegas Mahasiswa Hukum Pascasarjana UMI ini.

Bupati Tegal

Sementara itu untuk memperingati pergantian tahun Hijriyah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Mataram berkumpul membaca doa akhir tahun menjelang Magrib kemudian dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa awal tahun. 

Setelah dilanjutkan dengan Yasinan bersama hingga diskusi. Keigiatan ini di berikan tema "Alhamdulillah... 1436 H dan Bismillah...1437 H". 

"Kegiatan ini sebagai wujud pelestarian budaya dan tradisi Islam Ahlussunah wal Jamaah," kata Hasan Basri Ketua Ansor Mataram di Aula Kantor PWNU NTB Jl Pendidikan No 6 Mataram (15/10).

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Ansor memiliki dua agenda besar dalam waktu dekat yaitu agenda internal dan eksternal. 

Agenda internal menurut Hasan akan dilaksanakannya Konferwil ke VII GP Ansor NTB, prakongres di Surabaya dan kongres di Yogyakarta pada bulan November mendatang. 

Sedangkan secara internal lanjutnya  mantan aktivis PP IPNU ini, Ansor Mataram akan menyambut hari Santri (22 Oktober) dan tanggal 28 Oktober akan menyambut hari Sumpah Pemuda dan gelar doa lintas agama.  

Sementara itu Suaeb Qury Ketua PW GP Ansor NTB berharap agar semua banom NU bersinergi dalam berkegiatan "Semua banom seperti IPNU-IPPNU Fatayat dan lainnya termasuk PMII juga harus senergi dengan Ansor," katanya.

Lebih lanjut Ketum PMII Mataram tahun 2000-2001 ini menyebutkan bahwa generasi Ansor ke depan adalah IPNU-IPPNU maupun PMII saat ini.   

Puluhan pimpinan Ansor dan banom lainnya tampak serius mengikuti agenda satu kali setahun ini. (Rahman Hasanuddin/Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Meme Islam, AlaSantri Bupati Tegal

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Jakarta, Bupati Tegal. Para kiai NU dari Sabang sampai Merauke akan mengkaji soal aborsi dari pelbagai sudut pada sidang bahtsul masa’il Munas-Konbes NU di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11). Mereka mencoba menanggapi soal legalisasi praktik aborsi dalam PP nomor 61 tahun 2014 yang menuai beragam tanggapan masyarakat.

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Sebelum mengambil langkah-langkah hukum, para kiai NU pertama kali menempatkan alasan legalisasi praktik aborsi bagi perempuan korban perkosaan atau perempuan dengan alasan medis yang disebut PP ini dalam konteks fiqih.

Pada sidang bahtsul masail kali ini, mereka mencermati bagaimana batasan, penentuan, dan pelaksanaan praktik aborsi berdasarkan indikasi darurat medis dan korban perkosaan.

Bupati Tegal

Selain masalah teknis medis, para kiai NU juga mempertanyakan cara eksekusi PP nomor 61 tahun 2014 ini yang berbenturan dengan UU nomor 23/2002 terkait Perlindungan Anak. Mereka ingin memastikan bagaimana PP ini tidak disalahgunakan oleh pihak manapun.

Bupati Tegal

Kalau memang diperlukan, mereka kemungkinan akan mengajukan uji materi PP ini ke MK bila mana forum besok menuntut demikian.

Di luar itu, para kiai NU mendorong pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan perkosaan, perzinaan dan pergaulan bebas, melindungi anak hasil perkosaan, serta melaksanakan fungsi sebagai wali bagi anak hasil perkosaan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Budaya, AlaSantri Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta”

Jepara, Bupati Tegal. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara mengakhiri kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” dengan berbagai pementasan di beranda Gedung NU, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Sabtu (3/8) malam.

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pementasan, Pungkasi Kegiatan “Ramadhan Bulan Bercinta”

Beberapa komunitas yang turut pentas diantaranya Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU desa Ngabul dan Asyari Muhammad featuring Tari Sufi Jepara mementaskan puisi musikal serta GDP komedi mementaskan lawakan juga pemutaran film 5 cm.

Kegiatan yang rampung larut malam cukup memberi antusias pengguna jalan. Semisal saat penampilan Tari Sufi Jepara dan Asyari Muhammad naik keatas pentas. Pentonton khidmat mendengarkan puisi, gesekan biola, petikan gitar  dan tarian sufi yang memukau. Begitu juga saat GDP komedi tampil. Guyonan-guyonan ala GDP membuat pengunjung tertawa terbahak-bahak.  

Bupati Tegal

 

Chusni Maulana, Ketua PC IPNU Jepara mengatakan kegiatan merupakan akhir rangkaian “Ramadhan Bulan Bercinta” yang meliputi kajian Fikih Remaja dan Ngaji Aswaja yang dilaksanakan di Gedung NU Jepara serta kajian Kitab Manbaus Saadah di Joglo Hasyim Asyari Bangsri (19 Juli-1 Agustus).

 

Melalui kegiatan itu pihaknya mengajak kader IPNU-IPPNU semakin paham fikih tentang diri masing-masing. Sedangkan Ngaji Aswaja lanjut Chusni harapannya dimana pun kelak mereka berada, ideologi Aswaja sambungnya harus tetap di dada.

Bupati Tegal

 “Ngaji Manbaus Saadah yang berbicara tentang gotong royong dalam kehidupan rumah tangga antara suami dan istri merupakan bekal IPNU-IPPNU yang hendak merajut mahligai keluarga. Semoga keluarga kader IPNU-IPPNU kelak sakinah, mawaddah warahmah,” harapnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Surabaya, Bupati Tegal



Hajatan permusyawaratan tertinggi di bawah Muktamar NU adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama. Bila tidak ada kendala, acara akan dilangsungkan di Nusa Tenggara Barat, November mendatang. PWNU Jatim telah menyiapkan tim khusus untuk membahas sajumlah persoalan yang akan disampaikan di forum tersebut.

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Munas dan Konbes di NTB, NU Jatim Matangkan Konsep

Dan untuk mematangkan materi menjelang keberangkatan kontingen tersebut, PWNU Jatim akan mengawali dengan mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil. ? "Untuk Munas dan Konbes, ketua timnya adalah KH Ali Maschan Moesa," kata KH Anwar Iskandar, Selasa (8/8). Sedangkan untuk materi Muskerwil akan dikawal oleh Akh Muzakki, lanjut Wakil Rais PWNU Jatim tersebut.

Dalam padangan Kiai Anwar Iskandar, sejumlah hal perlu dipersiapkan secara lebih saksama karena forum Munas dan Konbes NU akan membicarakan berbagai persoalan. Sejumlah masukan dan siapa saja yang akan menghadiri dua acara penting tersebut akan melalui seleksi yang cukup ketat.

"Baik yang masuk bidang organisasi, program, bahtsul masail serta rekomendasi," katanya kepada delegasi PCNU se-Jawa Timur yang hadir pada rapat koordinasi di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren al-Amin Ngasinan Kota Kediri tersebut, di antara yang akan disampaikan adalah konsep PWNU Jatim terkait model pemilihan yakni ahlul halli wal aqdi atau Ahwa. "Kita optimalisasikan agar pemilihan dengan model Ahwa tidak hanya untuk kepengurusan syuriah, tapi juga tanfidziyah," jelasnya. Hal tersebut sebagai implementasi amanat AD/ART NU yang menjelaskan bahwa pemegang otoritas tertinggi di jamiyah ini adalah ulama atau kiai, lanjutnya.

Bupati Tegal

Untuk pelaksanaan Muskerwil sendiri masih menunggu tim survey. "Tempatnya masih akan diputuskan apakah di Surabaya atau Tuban," ungkapnya.

Bupati Tegal

Agar lebih bisa mengoptimalkan kegiatan permusyawaratan ini, PWNU Jatim sangat berharap peran aktif PCNU se-Jatim untuk memberikan masukan, pikiran, pendapat dan aspirasi yang akan dibahas. "Usulan silakan disampaikan kepada Sekretaris PWNU Jatim, Prof Akh Muzakki selaku koordinator Muskerwil," tandasnya.

Rapat koordinasi ini menghadirkan utusan dari PCNU se-Jatim. Tampak hadir dari unsur syuriah PWNU Jatim yakni KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, Prof KH Ali Maschan Moesa, Prof KH Shonhaji Shaleh, juga KH Syafrudin Syarif selaku katib. Sedangkan dari tanfidziyah antara lain KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Sholeh Hayat, juga Prof Akh Muzakki. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong pengelolaan wakaf secara produktif sebagai  salah satu alternatif sumber pendanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, United Nations Development Programme (UNDP) mempunyai program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs adalah seruan universal yang antara lain bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di setiap negara anggota PBB.

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Kedua lembaga menyadari, pengentasan kemiskinan itu tidak dapat dicapai tanpa adanya sumber daya yang cukup. Pembiayaan yang berasal dari dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf menawarkan potensi yang sangat besar dalam mencapai TPB.

Kesamaan pandangan dan tujuan mendorong kedua lembaga melakukan sinergi melalui nota kesepahaman yang diteken pimpinan kedua lembaga hari ini, Kamis (25/1/2018), di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Mohammad Nuh selaku kKetua Badan Pelaksana BWI dan Francine Pickup selaku Deputy Country Director UNDP Indonesia meneken nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia Anita Nirody, para anggota BWI, perwakilan Bank Indonesia, dan beberapa nazhir besar.

Bupati Tegal

Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya wakaf untuk kesejahteraan--tanpa menafikan pentingnya wakaf sosial untuk peribadatan, kuburan, dan pendidikan.

Bupati Tegal

"Kalau wakaf untuk kesejahteraan, berarti mengentaskan kemiskinan," kata Nuh.

Nuh pun mengapresiasi UNDP Indonesia atas tercapainya kesepahaman ini. Ia berharap implementasinya bisa dimulai dengan memperkuat literasi wakaf masyarakat dan menjadikan wakaf sebagai gerakan.

Sementara itu, Francis Pickup menyatakan bahwa wakaf memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap TPB. "Dengan membangunan instrumen-instrumen seperti wadah untuk crowdfunding, impact investment, green sukuk atau wakaf untuk TPB dan beragam kerjasama lainnya, dapat membantu tergapainya potensi tersebut," kata Francis.

Seusai penandatanganan nota kesepahaman itu, Duta Besar PBB untuk Indonesia Anita Nirody menyematkan pin SDGs kepada Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Fragmen, News Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik

Jepara, Bupati Tegal. Ketua IPNU Cabang Jepara, Chusni Maulana dan ketua IPPNU Cabang Jepara, Hamidatur Rohmah secara bergantian melantik pengurus Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MA Walisongo Pecangaan masa khidmah 2012-2013, bertempat di Musholla MA Walisongo, Sabtu (17/11).

Kegiatan juga bersamaan dengan peringatan tahun baru 1434 Hijriyah, Up Grading dan Temu Alumni PK MA Walisongo dari masa ke masa. Sebagai ketua PK IPNU terpilih, Ahmad Aulia Asror, untuk ketua PK IPPNU, Dini Indrasari.

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus PK IPNU-IPPNU MA Walisongo Dilantik

Ahmad Aulia Asror atas nama prakata panitia sekaligus ketua PK IPNU mengatakan momentum tahun baru hijriyah sebagai peserta didik perlu untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Tahun baru hijriyah ini supaya lebih baik daripada tahun sebelumnya,” katanya.

Bupati Tegal

Asror mengajak kepada seluruh pengurus dan siswa untuk menyatukan visi-misi IPNU-IPPNU kedepan. Dengan menyatukan visi dan misi sambungnya tujuannya untuk meneruskan perjuangan IPNU-IPPNU yang telah lampau. 

Ia menyebut Mohammad Muftil Umam yang pernah menjadi ketua IPNU Cabang Jepara masa khidmah 2009-2011.

Bupati Tegal

“Hingga saat ini banyak alumni PK IPNU-IPPNU MA Walisongo yang telah mengukir prestasi dalam bidangnya masing-masing,” tambahnya.

Karenanya, ia meminta pengurus dan siswa menjadi kader IPNU-IPPNU militan. Keberhasilan-keberhasilan yang telah ditorehkan imbuhnya agar dijadikan motivasi dan jejak untuk melangkah kedepan.

Kepala madrasah, Drs Rohmadi dalam sambutannya mengungkapkan rasa gembiranya karena peserta didiknya bersedia menjalankan tugas yang diamanatkan oleh PC IPNU-IPPNU kabupaten Jepara. “Kami mengharapkan amanat yang akan dijalankan sesuai dengan tugas masing-masing,” imbaunya.

Dia berharap, kader IPNU-IPPNU menjadi pelopor, teladan dan mengajak yang lain menuju kebaikan. “Kami berharap peserta didik kami menjadi pelopor kebaikan di madrasah maupun di masyarakat,” ujarnya.

Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Syaiful Mustaqim    

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional Bupati Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Kiai Chusnun: Aktivis IPNU-IPPNU Harus Ikhlas

Kudus, Bupati Tegal. Ketua PCNU Kudus KH Chusnan Ms membuka secara resmi kegiatan Latihan Kader  utama  (Lakut) yang diadakan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU setempat di Taman Sardi Dawe, Jum’at (8/2) kemarin. 

Kiai Chusnun: Aktivis IPNU-IPPNU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Chusnun: Aktivis IPNU-IPPNU Harus Ikhlas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Chusnun: Aktivis IPNU-IPPNU Harus Ikhlas

Dalam sambutannya, Kiai Chusnan Ms mengatakan kader IPNU-IPPNU  harus memiliki  modal keikhlasan, kekuatan, Keyakinan dan komitmen. 

“Modal tersebut untuk menjaga jati diri kader yang istiqomah dalam wadah NU serta menopang keberlangsungan organisasi,” ujarnya di depan 40 peserta Lakut.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan seorang kader harus memiliki keikhlasan berbuat dan berjuang sehingga tindakan maupun perjuangan akan membawa keberkahan dan kemanfaatan.  

“Menjadi kader harus memiliki niat ikhlas. Tanpa adanya keikhlasan perjuangan  kita tidak akan memperoleh  hasil apa-apa,” tandasnya.

Bupati Tegal

Ia mengharapkan kader  NU  harus  mempunyai kekuatan keimanan, amaliah, aqidah dan moral serta  fisik yang kokoh.  Kebebasan yang  dimiliki, lanjut KH.Chusnan,  setiap kader harus terbingkai ala Aswaja sehingga kekuatan keimanan dan keubudiyahan  menyatu dengan kepribadian. 

“Tentunya iman di sini tidak sekedar dari hasil prestasi tapi dibuktikan pada sebuah prilaku," tegasnya.

Ditegaskan lagi, setiap kader harus memiliki keyakinan apa yang diperjuangkan itu benar. Sehingga  tidak tercipta keraguan dalam berjuang pada wadah organisasi di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

“Begitu juga ,kader harus komitmen sekali NU tetap NU. Jangan sampai kader NU tergoda masuk pada organisasi yang tidak sejalan dengan Aswaja dan NU,” pinta Kiai Chusnan.

Di akhir sambutan, ia mengapresiasi pelaksanaan Latihan kader Utama ini. Kiai Chusnan berharap ilmu yang didapat dari pengkaderan ini diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Sementara itu, ketua PC IPPNU Kudus Risda Utami mengatakan Lakut merupakan jenjang pengkaderan terakhir di IPNU-IPPNU dalam menyiapkan kader-kader untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

Lakut yang berlangsung hingga 11 Februari ini, disampaikan beberapa materi motivasi, ideologi  pengembangan skill organisasi, pengembangan wawasan dan pemikiran. Sejumlah pakar dan tokoh  NU menjadi nara sumber dalam acara yang diikuti 40 kader pilihan utusan dari sembilan PAC IPNU-IPPNU se Kudus.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Qomarul Adib
. Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, AlaSantri Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU

Surabaya, Bupati Tegal. Ada pengalaman khusus yang dialami aktris ternama Christine Hakim saat memerankan Nyai Kapu alias Nyai Masruroh (istri Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, Rais Akbar PBNU) dalam film "Sang Kiai" yang disutradarai Rako Prijanto.

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU

"Saya tidak hanya mengandalkan kemampuan akting, karena saya merasa berat dalam memainkan peran itu. Saya pun berkunjung ke Desa Kapurejo di Kediri yang merupakan daerah kelahiran istri Mbah Hasyim Asyari," ucap aktris kelahiran Jambi itu.

Ia menceritakan hal itu saat bedah film di hadapan ratusan pelajar SMP-SMA di Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) "Khadijah" Surabaya yang dipimpin Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, 18 Mei lalu.

Bupati Tegal

"Di Desa Kapurejo itu, saya sempat shalat malam agar diberi petunjuk dalam memerankan Nyai Kapu. Allah SWT menerima doa saya, sehingga saat pengambilan gambar seperti ada tangan Tuhan yang menuntun saya untuk berperan dan seolah-olah saya hidup di zaman itu," ujarnya.

Didampingi sutradara Rako Prijanto dan aktor Ikranegara (pemeran KH Hasyim Asyari) dan Agus Kuncoro (pemeran KH Wahid Hasyim), peraih enam Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik itu mengaku dirinya merasa malu setelah bermain dalam film yang dirancang selama tiga tahun dan akan diputar di bioskop pada 31 Mei 2013.

Bupati Tegal

"Kita harus malu dengan Mbah Hasyim, karena apa yang kita lakukan sekarang, ternyata tidak ada apa-apanya dengan apa yang beliau lakukan," tuturnya dengan tatapan menerawang.

Dia menganggap Mbah Hasyim tidak hanya menderita akibat penjajahan, melainkan juga menderita kelaparan akibat penjajah memblokade jalur distribusi makanan kepada pribumi.?

"Buktinya, Nyai Kapu pernah menjual kain batik untuk membeli beras," ujar aktris yang sudah membintangi 35 film sejak 1974 hingga 2013 itu.

Dengan suara bersemangat, aktris Indonesia pertama yang menjadi juri dalam Festival Film Cannes di Prancis itu menyatakan Mbah Hasyim bukan hanya milik warga NU, melainkan milik bangsa dan negara, bahkan dunia.

"Itu karena kekuatan angkatan perang penjajah yang bersenjata lengkap itu harus tunduk kepada para santri Mbah Hasyim yang bersenjata ala kadarnya, sehingga para penjajah pun memperhitungkan beliau," paparnya.

Film yang juga menampilkan nuansa romantis dan peran wanita dalam perjuangan melawan penjajah itu membuktikan bahwa spiritual dan agamis itu sangat berperan dalam perjuangan menegakkan NKRI. Film itu "meluruskan" sejarah yang menghilangkan peran kiai atau ulama.

"Mbah Hasyim mengajarkan jihad dalam arti yang benar dan utuh. Saat ditanya Bung Karno tentang hukum membela negara dari penjajah, Mbah Hasyim menyatakan fardlu ain (wajib bagi setiap pribadi)," kata aktris Indonesia pertama yang main film Hollywood berjudul Eat Pray Love bersama artis Julia Roberts di Bali itu.

Tidak hanya tegas dalam berbicara, Mbah Hasyim juga merupakan sosok yang berani dalam tindakan. Saat penjajah Jepang melarang untuk hormat kepada "Merah Putih", sang kiai itu menolak untuk "menyembah" matahari. "Kita bisa bangga jadi orang Indonesia," urainya.?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, AlaSantri Bupati Tegal

Jumat, 17 November 2017

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, Bupati Tegal. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

Bupati Tegal

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

Bupati Tegal

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Doa Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

Soal IT Registrasi, Ini Penjelasan Panitia Muktamar NU

Jombang, Bupati Tegal. Mengikuti perkembangan teknologi, pada Muktamar Ke-33 NU ini, Panitia menggunakan sistem IT/online untuk proses registrasi. Lewat web muktamar.nu.or.id, panitia menyediakan formulir online dimana calon peserta (PCNU/PWNU), media dan peninjau bisa melakukan pendaftaran online.

Soal IT Registrasi, Ini Penjelasan Panitia Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal IT Registrasi, Ini Penjelasan Panitia Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal IT Registrasi, Ini Penjelasan Panitia Muktamar NU

Media dan peninjau banyak yang mengajukan aplikasi secara online, tapi PC dan PW hanya sedikit yang mengajukan pendafataran secara online. Oleh karenanya, ID Card peserta yang bisa diproses sebelum muktamar jumlahnya tidak terlalu banyak.

“Hal itu berimbas pada riuhnya pendaftaran di ruang registrasi yang bertempat di GOR Jombang. Ribuan peserta antri penuh sesak untuk bisa mendaftarkan diri dan rombongannya,” jelas Ketua Panitia Nasional Muktamar Ke-33 NU, H Imam Aziz lewat rilis yang diterima Bupati Tegal, Ahad, (2/8) di Jombang.

Bupati Tegal

Namun karena sesuatu hal, lanjutnya, sistem IT registrasi sempat mengalami down sehingga mengganggu proses registrasi. Beberapa kali sistem mengalami gangguan yang berimbas pada lambatnya tim registrasi dalam memproses pengajuan calon peserta, yang membuat suasana sedikit tidak kondusif.

Bupati Tegal

Imam Aziz menerankan, Problem IT akhirnya bisa ditangani, namun persoalan tak lantas otomatis teratasi. Proses pendaftaran tetap relatif lambat, yang bersumber dari kurangnya jumlah peralatan, yaitu printer dan alat laminating ID Card.?

Pengajuan ID Card di luar peserta, yaitu media dan peninjau di luar dugaan kami. Maka dampaknya antrian sangat lama, berjejalan dan secara psikologis mengganggu muktamirin.

Oleh karenanya, imbuh Imam, mengingat kekurangsiapan yang dilakukan panitia, kami:

1. Meminta maaf atas ketidaknyamanan muktamirin dalam melakukan proses registrasi.

2. Akan tetap melayani pendaftaran hingga tuntas sehingga memastikan seluruh peserta teregistrasi dan mendapatkan ID card. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Makam Bupati Tegal

Selasa, 14 November 2017

Santri Bibit Unggul NU dan Bangsa

Demak, Bupati Tegal. Setelah melalui perjalanan panjang dari Surabaya rombongan Kirab Hari Santri akhirnya sampai juga di Kabupaten Demak pada Senin malam (19/10) dengan disambut ribuan santri, kiai, pengurus cabang, MWC, lembaga, lajnah dan banom NU kabupaten Demak.

Santri Bibit Unggul NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bibit Unggul NU dan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Bibit Unggul NU dan Bangsa

Rombongan diterima Ketua NU KH Musadad Syarif dengan didamping Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, Mutasyar KH Misbahul Munir, Bupati Demak KH M Dachirin Said, ketua umum MUI ? KH Moh Asyiq serta para kiai pesantren sekitar Demak.

Rombongan yang dipimpin ketua PBNU H Aizuddin Abdurrahman setibanya di Demak langsung menyerahkan pataka dan bendera merah putih kepada PCNU Demak dilanjutkan berziarah ke Raja Islam pertama Sultan Fattah yang berada di komplek Masjid Agung dilanjutkan dengan istighotsah bersama kiai dan santri di serambi Masjid Agung Demak.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya H Aizuddin Abdurrahman mengatakan sudah sewajarnya tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri yang bertepatan dengan hari Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ari dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia 70 trahun yang lalu karena memang ? santri sebagai pelopornya. Ia menegaskan, santri merupakan aset bangsa yang harus diperhatikan pemerintah.

Bupati Tegal

“Santri adalah bibit unggul Nahdlatul Ulama yang selalu memegang teguh pada tegaknya Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, makanya kita patut bersyukur karena momentum ini telah ditetapkan oleh presiden sebagai hari santri nasional,” tutur Gus Aiz.

Lebih lanjut Gus Aiz panggilan akrab H Aizuddin Abdurrahman mengatakan selama ini kiai dan santri selain tidak bisa melupakan jasa Rais Akbar dalam mempertahankan NKRI tidak hanya sebatas kata-kata namun lebih dari itu mereka mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk NU dan kepentingan bangsa Indonesia,

“Santri merelakan jiwa dan raganya dalam mempertahankan bangsa Indonesia, mereka berjuang tanpa pamrih bersama kiainya,” tambah Gus Aiz

Usai ziarah Sultan Fattah dan istighotsah rombongan kirab melanjutkan perjalanan ziarah ke Sunan Kalijaga Kadilangu dengan prosesi yang sama yakni baca Yasin dan Tahlil, usai ziarah rombongan diterima sesepuh Kadilangu H R Rahmad dan dilanjutkan dengan ramah tamah di pendopo kasepuhan. Dalam kesempatan itu sesepuh Kadilangu memberikan surban Kanjeng Sunan Kali Jaga yang dikalungkan langsung kepada Gus Aiz serta mengusapkan minyak jamas yang biasa di pakai dalam menjamas pusaka Kanjeng Sunan Kalijaga yaitu Kiai Crubuk dan kutang Onto kusumo. Usai acara di Kadilangu rombongan melanjutkan perjalanan dan menginap di Semarang (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah

Pringsewu, Bupati Tegal. Dalam rangka menyambut datangnya tahun baru hijriyah 1437, seluruh lembaga pendidikan yang ada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu mengadakan Karnaval Budaya Islami, Sabtu (10/10).

Karnaval yang mengambil start dan finish di Kompleks Gedung NU Kabupaten Pringsewu ini menyusuri jalan lintas barat Kabupaten Pringsewu dengan menempuh jarak lebih kurang 4 Kilometer.

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Karnaval Budaya Madrasah NU Songsong Tahun Baru Hijriah

Menurut Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pringsewu Ahmad Rifai, kegiatan karnaval ini sekaligus sebagai bentuk silaturahim sekolah dan madrasah Ma’arif kepada masyarakat di Kabupaten Pringsewu. “Dengan karnaval budaya ini diharapkan juga pelajar Ma’arif memiliki kreativitas positif dan dapat menjadi uswatun hasanah bagi masyarakat sekitar," terangnya.

Bupati Tegal

Para pelajar tampak mengenakan berbagai macam kostum hasil kreativitas mereka masing masing. Beberapa madrasah juga terlihat mengenakan pakaian adat khas Nusantara. Pawai karnaval ini dilepas dengan iringan penampilan Group Drumb Band MTs Ma’arif Fajaresuk.

Rifai menambahkan bahwa peserta terbaik dalam karnaval ini akan mendapatkan piala yang sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara. "Kami sudah menugaskan beberapa orang untuk menjadi juri penilai lomba dengan kriteria penilaian yang sudah ditentukan," katanya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Amalan, Khutbah Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Jakarta, Bupati Tegal - Sebelum memasuki rutinitas belajar, ratusan siswa dan siswi baru SMAN 8 angkatan 2017-2018 mendiskusikan masalah keindonesiaan di Jalan Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7) pagi. Mereka yang berasal dari berbagai jurusan menyampaikan imajinasi mereka terkait keindonesiaan dari pelbagai sudut pandang.

Sebagian siswa menyoroti masalah ujaran kebencian di media sosial. Ada juga pelajar yang mengamati perilaku para pemuka agama yang jauh dari semangat agama itu sendiri. Sementara sebagian lagi mempertanyakan perilaku orang-orang dewasa yang justru memberikan contoh buruk bagi kalangan remaja dan anak-anak.

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Diskusi ini fasilitasi oleh sejumlah narasumber dari Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) dan Angkatan 88.

“Kami dari LKSB mengajak kita semua untuk bersama-sama peduli terhadap kondisi lingkungan sosial kebangsaan kita. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan dialog kebangsaan bagi remaja dengan memberikan dan menanamkan wawasan kebangsaan dan kenusantaraan,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur.

Bupati Tegal

Menurut Ghopur yang kini Wakil Ketua Bidang Litbang Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU (LPBHNU), diskusi-diskusi keindonesiaan ini penting agar di masa mendatang bangsa ini masih memiliki harapan besar akan majunya peradaban bangsa Indonesia yang santun dan ramah.

Bupati Tegal

Diskusi keindonesiaan ini terselenggara atas inisiatif alumni SMA N 8 Angkatan 88. Alumni SMA N 8 Angkatan 88 mengamati terus gejala keindonesiaan belakangan ini. Mereka prihatin atas fenomena yang belakangan tercederai oleh sejumlah aksi intoleran, upaya-upaya melemahkan dasar-dasar negara, dan ancaman disintegrasi.

“Saya sebagai alumni SMA 8 Angkatan 88 merasa sangat concern dengan maraknya perilaku yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa sehingga saya merasa diperlukan usaha-usaha untuk merekatkan kembali integritas bangsa. Ini saya mulai dari siswa-siswi baru almamater kami, SMA 8,” kata Midi Haryani, dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin, yang mewakili alumni SMAN 8 Angkatan 88. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Santri Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock