Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Pontianak, Bupati Tegal. Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, disamping bidang mata pelajaran sains yang dilombakan pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak, melekat juga dalam masing-masing bidang tersebut adalah materi Agama Islam.

“Jadi pembeda KSM V 2016 ini adalah terletak pada Mapel Agama Islam yang dilombakan dan juga sekaligus bentuk kepedulian terhadap ciri khas madrasah sebagaimana diamanatkan dalam UU,” jelas Nur Kholis, Selasa (23/8).

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Maksud selanjutnya penambahan mapel agama Islam untuk dilombakan, kata Alumnus Fakultas Syariah IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga ini adalah dalam rangka mengukur kualitas murid madrasah, paling tidak pada dimensi kognitif terhadap pendidikan agama Islam yang meliputi Al Qur’an-Hadits, Aqidah-Akhlaq, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqih, dan Bahasa Arab.

“Harapannya, ketika PAI menjadi mapel yang dilombakan, ada keseimbangan pada tataran idealitas ketika mereka masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ? Di jenjang Perguruan Tinggi, paradigma Interkoneksi keilmuan keislaman dengan non keislaman yang sedang digarap Kemenag dimana basisnya adalah murid madrasah,” jelasnya.

Pertimbangan selanjutnya, tambah alumnus Pesantren Tebuireng Jombang, kombinasi sains dan Agama Islam pada KSM ini adalah memberikan added values (nilai tambah) dari mapel keislaman untuk menjadi salah satu bahan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas 5 mata pelajaran yang diajarkan di madrasah.?

Bupati Tegal

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam.

Semenatara itu, Direktur Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin mengatakan bahwa ajang Kompetisi Sains Madrasah merupakan even dan wadah strategis untuk meningkatkan motivasi dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Bupati Tegal

“KSM merupakan even yang strategis untuk memupuk motivasi siswa terus cinta ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui KSM diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji, dan memiliki kemampuan yang handal di bidangnya,” ujar Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.

Selain itu, tambahnya, KSM akan melatih siswa meningkatkan daya nalar, kreativitas dan berpikir kritis serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.?

“Secara kelembagaan KSM diharapkan meningkatkan mutu pendidikansains di madrasah secara komprehensif, yang ditandai dengan semakin kuatnya budaya belajar, penelitian (research) dan motivasi berkompetisi meraih prestasi, menumbuhkembangkan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dalam naungan ridho Allah SWT,” papar Doktor lulusan Universitas Bonn Jerman ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Olahraga, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Pekalongan, Bupati Tegal - Bagi para pemudik Lebara yang melewati Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mungkin Anda sempat melihat bangunan masjid megah di sebelah utara Jl Dr Sutomo, tepatnya persis sebelum melewati terminal. Atau bahkan Anda justru sudah singgah di masjid tersebu, yakni Masjid Al-Fairus.

Masjid Al-Fairus menjadi salah satu tempat persinggahan favorit para pemudik. Selain menyediakan area istirahat yang luas dan nyaman, para pengunjung juga dapat melihat aneka koleksi Al-Quran dari berbagai negara, yang diletakkan di salah satu sudut bangunan.

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Bupati Tegal berkesempatan melihat berbagai koleksi tersebut saat kami menyambangi tempat ibadah yang diresmikan pada tahun 2005 itu, Senin (11/7) lalu. Koleksi Al-Quran dengan beragam ukuran tersebut, dipajang rapi di dalam sebuah almari kaca.

Letak almari yang ditempatkan di luar masjid sehingga para pengunjung dapat leluasa untuk melihatnya. Pada rak paling bawah, terdapat tulisan : “Kumpulan Al-Qur’an Cetakan dari Terbesar di dunia sampai Terkecil”.

Bupati Tegal

H Abdullah Machrus, Ketua Yayasan Al Fairus, menjelaskan aneka koleksi Al-Quran tersebut merupakan koleksi pribadi miliknya, yang kemudian dihibahkan kepada Yayasan Al-Fairus.

Dipaparkan dia, saat ini, koleksi Al Quran cetak di Masjid Al Fairus ada sekitar 45 buah. “Yang terbesar yang dari Indonesia, sedangkan Al-Quran cetak terkecil dapat dari negara Suriah. Setiap berpergian ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli Al Quran di negara tersebut,” ungkap dia.

Bupati Tegal

Selain melihat koleksi Al-Quran, para pengunjung di Masjid Al-Fairus juga dapat membeli oleh-oleh khas Pekalongan yang dijual di kios-kios yang terletak di sekitar kompleks masjid. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Internasional, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Tradisi Halal Bihalal

Di tanah kelahiran Islam, Arab Saudi, tradisi halal bihalal justru tak dikenal. Juga di sebagian besar negara-negara muslim di dunia. Dalam Al-Quran dan Hadis, istilah itu juga tak ditemukan. Tradisi ini hanya khas di Indonesia.

Di kampung-kampung, tradisi bermaaf-maafan biasanya dilakukan usai shalat Idul Fitri atau usai berziarah. Mereka mendatangi satu rumah ke rumah lainya, terutama pemilik rumah yang lebih tua atau dituakan seperti para kiai. Si pemilik rumah menyediakan rupa-rupa makanan, biasanya makanan khas, lokal sebagai penghormatan terhadap tamu dan kegembiraan di hari lebaran.

Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Halal Bihalal

Tak hanya di kampung-kampung, tradisi saling bermaaf-maafan ini juga menjadi tradisi rutin yang digelar instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan swasta. Para pemimpin instansi dan perusahaan menjadikan momen halal bihalal sebagai medium bermaaf-maafan kepada karyawan dan bawahannya. Begitu sebaliknya.

Tradisi ini juga dikembangkan dengan menggelar kegiatan khusus berupa pengajian dan mendatangkan penceramah untuk memberi tausiyah atau pesan-pesan agama.

Bupati Tegal

Makna halal bihalal lebih dekat dengan pengertian saling memaafkan atas segala salah dan khilaf agar bisa kembali menjadi manusia suci.?

Bupati Tegal

Karena itu, perkataan yang biasa dilontarkan, Minal Aidin wal Faizin, semoga termasuk orang-orang yang kembali dan beruntung. Padahal, kata “halal” biasanya terkait erat dengan konteks hukum berarti sesuatu yang diizinkan atau dibolehkan. Tapi untuk konteks halal bihalal, tidak dimaksudkan untuk itu. Tradisi ini salah satu model pribumisasi Islam. (Alamsyah M. Dja’far)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat

Bondowoso, Bupati Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat menggelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Mukhtar, Jalan Raya Situbondo Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (8/6).

Safari Ramadhan yang dimulai pada pukul empat sore ini dikemas dengan acara Khatmil Quran, dilanjutkan dengan buka puasa bersama, lalu sembahyang tarawih berjamaah dan shalawat.

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, Rijalul Ansor Bondowoso Ajak Pemuda Bershalawat

Ketua Rijalul Ansor Bondowoso Ahmad Junaidi mengatakan, Safari Ramadhan bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara pihaknya dan para pemuda sekitar. Rijalul Ansor Bondowoso, katanya, berusaha memeriahkan bulan suci kali ini dengan kegiatan-kegiatan positif.

Bupati Tegal

Pria yang akrab disapa Gus Jun itu mengatakan, Rijalul Ansor berharap kepada para pemuda untuk mempertahankan dan mengintensifkan kegiatan dzkir dan shalawat yang ada di tengah-tengah masyarakat, terutama di masjid-masjid.

Menurutnya, sekarang banyak masyarakat, terutama pemudanya, yang tidak gemar lagi bershalawat. Rijalul Ansor, imbuhnya, memiliki tanggung jawab untuk mensyiarkan amalan-amalan yang telah dipraktikkan para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Bupati Tegal

Sementara Ketua PC GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, kegiatan Safari Ramadhan adalah implementasi dari hasil Rapat Kerja II GP Ansor Bondowoso. Safari Ramadhan dapat menjadi sarana untuk memberikan pemahaman tentang hikmah bulan puasa. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Bagaimana Jika Anak SD Membaca Materi Kuliah?

Bandar Lampung, Bupati Tegal?

Menyusul maraknya hal tidak etis disampaikan di media sosial, Pimpinan Majelis An Nur Lampung, Al Habib Umar Bin Muhdor Al Haddad mengajak umat Islam berikut generasi mudanya untuk mengedepankan ahklak.?

Bagaimana Jika Anak SD Membaca Materi Kuliah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Jika Anak SD Membaca Materi Kuliah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Jika Anak SD Membaca Materi Kuliah?

"Saya marah ketika Kiai Siroj dicela di media sosial. Itulah yang terjadi jika anak SD membaca materi anak kuliah," ujarnya kepada kader Gerakan Pemuda Ansor Lampung, Ahad (5/2).?

Pernyataan tersebut merujuk celaan sejumlah pihak terkait pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengenai sejumlah ahli hadist, Bukhari, Muslim, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Dawud, Daruqutni, Daylimi berasal dari Persia.

"Kalau baca bukan untuk berkomentar di media sosial. Tapi untuk belajar. Kita tahu bagaimana jadinya jika puisi yang indah dibaca anak kelas satu sekolah dasar, ujar Habib Umar yang pada Kamis (2/2) malam lalu, memimpin Pembacaan Maulid Shimthud Duror, di PW GP Ansor Lampung.

Karena itu, Habib Umar mengimbau untuk tidak sekali-kali mencela habaib dan kiai. "Kalau mereka bertengkar dapat pahala, kalau kita, yang bodoh, kesasar jauh," kata dia.

Bupati Tegal

Untuk diketahui, Bukhara merupakan satu dari sekian kota penting ? dalam peradaban Islam. Penyair Jalaludin ar-Rumi dalam syairnya menyebut Bukhara sebagai gudang pengetahuan. Sejak 500 SM, wilayah Bukhara sudah menjadi wilayah kekuasaan Kekaisaran Persia. Seiring waktu, Bukhara berpindah tangan dari satu kekuasaan ke kekuasaan lainnya.? (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, Cerita, Budaya Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Malang, Bupati Tegal. Rumitnya penyelesaian semburan lumpur di Porong, terus mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Sebab, meski sudah berlangsung selama satu tahun, hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Sementara masyarakat yang menjadi korban semakin banyak jumlahnya. Bahkan dengan semakin seringnya Lapindo ingkar janji dan mempersulit persyaratan ganti rugi tanah, menjadikan warga semakin menderita.

“Sebenarnya, penyelesaian masalah itu tidak sesulit yang dibayangkan,” tutur budayawan Agus Sunyoto, saat ditemui di kediamannya, Sawojojar, Malang, Sabtu (16/6).

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Menurut Agus, pemerintah bisa mengacu pada peristiwa yang sama di Bhopal, India. Kala itu pemerintah India bisa bertindak efektif. Seluruh penduduk dievakuasi dan diberi ganti rugi dengan menggunakan dana pemerintah, setelah lumpur diselesaikan oleh pemerintah, lalu pemerintah minta ganti rugi pada perusahaan.

“Kalau you tidak mau bayar ganti rugi, silahkan, penjara sudah menanti,” kata Agus menirukan ancaman pemrintah India kala itu. Akhirnya perusahaan mau mengganti rugi, dan permasalahan cepat terselesaikan, tidak sampai berkepanjangan.

Bupati Tegal

Disinggung tentang penyebab semburan lumpur Lapindo yang belum jelas antara kecerobohan dan bencana alam, Agus bersikeras sudah jelas karena ulah Lapindo yang sembrono. “Sudah jelas kok, ngebor itu tidak boleh lebih dari 3000 kaki, Lapindo malah ngebor 9000 kaki. Kan sudah jelas itu,” sergahnya.

Dosen Sastra Inggris Unibraw Malang itu menegaskan, rumitnya penyelesaian masalah semburan Lumpur Lapindo saat ini, dikarenakan negara saat ini sudah dikuasai oleh kaum kapitalis. Karena mereka sudah berkuasa, tangan-tangan hukum menjadi lemah. Segala perangkat aturan menjadi tidak berdaya ketika harus berhadapan dengan pemilik modal. “Kalau kondisi seperti ini diterus-teruskan, akan bangkrut negara ini,” tandas penulis kenamaan itu.

Sebenarnya, menurut Agus, masyarakat Indonesia sudah banyak yang melek hukum. Mereka sebenarnya sudah tahu segala permainan penguasa yang suka mempermainkan aturan untuk mengalahkan masyarakat bawah dan memenangkan pemilik modal.

“Akhirnya kita ini pintar bukan karena rajin belajar, tapi terlalu sering diakali,” ujarnya sambil tertawa. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, News Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Doha, Bupati Tegal

Ulama ternama Qatar, Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengakui bahwa dirinya memiliki kesamaan pemikiran dan pandangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) tentang kehidupan umat beragama. Kesamaan itu, katanya, terdapat pada keharusan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan beragama.



Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Hal tersebut dikatakan Syeikh Qaradhawi seperti dikutip Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir, melalui surat elektronik yang diterima Bupati Tegal, di Jakarta, Selasa (26/2). Rozy menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Syeikh Qaradhawi di kediamannya, di Dafna, Qatar, beberapa waktu lalu.

Menurut Rozy, Syeikh Qaradhawi mengatakan bahwa keberagaman dalam agama merupakan kehendak Allah yang tak bisa diubah. Karena itu, setiap pemeluk agama harus saling menghargai, tidak boleh saling menghina dan melecehkan.

Bupati Tegal

“Allah manjadikan segala sesuatu dalam perbedaan. Smeua pasti ada hikmahnya. Kita tidak boleh mengkafirkan orang lain, karena mereka pun bisa mengkafirkan kita. Kita tidak boleh merasa paling benar. Dialog merupakan jalan yang terbaik untuk saling menghormati sesama mahluk Allah,” ujar Rozy mengutip Syeikh Qaradhawi.

Ulama kelahiran Mesir itu berpendapat, kemanusiaan merupakan nilai-nilai agama yang sesungguhnya seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Dikisahkan, Nabi pernah ditanya sahabatnya tentang peghormatan terhadap pemeluk agama selain Islam. “Wahai Nabi, mayit itu orang Yahudi, mengapa engkau menghormati? Nabi menjawab: ia pun (Yahudi) manusia.”

Bupati Tegal

Syeikh Qaradhawi berkeyakinan bahwa pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan kondisi zaman dan tempat. Doktrin agama yang kaku akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

?

“Demikian juga adanya perbedaan kajian fikih menunjukkan fleksibelitas (kelenturan) agama. Kebenaran dan segala nilai-nilai kehidupan, milik Allah,” paparnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Rozy juga mengundang Syeikh Qaradhawi untuk hadir pada International Conference of Islamic Scholars (Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim se-Dunia) di Jakarta, Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Sunnah, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

Jakarta, Bupati Tegal  . Kalung Permata Barzanji, naskah karya WS Rendra yang dibawakan sekitar 50 santri dari 9 pesantren daerah Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, masih akan dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (8/2) pukul 20.00.

Malam sebelumnya, Jumat (7/2) dipentaskan di tempat yang sama. Beberapa minggu sebelumnya, sudah dipentaskan pula di Cirebon, Brebes, dan Tegal dengan penonton ribuan.

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

“Keren banget, memukau, menggetarkan penonton sampai layar diturunkan,” komentar KH Husein Muhammad melalui akun pribadinya yang memang menonton tadi malam.

Bupati Tegal

Kiai asal Cirebon ini menilai, pementasan para santri dengan sangat fasih, mendendangkan madah-madah kenabian Muhammad, kritik-kritik sosial-politik yang menggugah.

Bupati Tegal

Seharusnya, dia menambahkan, karya kreatif seni budaya semacam ini, menjadi model dakwah ke depan, menggantikan dakwah orasi yang agitatif, kering makna dan provokatif. “Publik yang belum nonton, dianjurkan menontonnya nanti malam di tempat yang sama,” imbaunya.

Sementara sang sutradara, Ken Zuraida, mengemukakan kaget dengan capaian para santri yang tak biasa dengan pementasan seperti ini, “Bayangkan mereka hanya berlatih 10 jam dalam seminggu. Saya biasanya melatih untuk pementasan, 6 jam sehari,” ungkapanya, selepas pementasa, di TIM, Jakarta, Jumat (7/2).

HTM pementasan: Balkon 50rbu Kursi bawah 100 rbu, VIP 250rbu, CP: Alice 0852 2377 3456. Informasi pemesanan tiket juga bisa melalui: TIM (021) 3193 7325 / 3193 7357 Untung: 9735 9735, Hemma 0857 1935 1935. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Hikmah Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim

Jakarta, Bupati Tegal
Sejumlah kiai yang tergabung dalam Yayasan Islam Buntet, Cirebon menyatakan mendukung kepemimpinan Hasyim Muzadi sebagai Ketua Umum PBNU. Para kiai Buntet menemui Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (18/12/2004) sekitar pukul 16.00 WIB. Pertemuan mereka dengan Hasyim berlangsung tertutup.

Para kiai itu antara lain Ketua yayasan pendidikan Islam Buntet pesantren KH Adib Rofiuddin Ihza, Sekretaris bidang pendidikan Buntet Pesantren KH Aris Nimatullah, salah satu pendiri Buntet Pesantren Salim Effendi Anas. "Kami menerima, menghormati dan menghargai hasil muktamar. Secara kelembagaan kami mendukung KH Hasyim Muzadi," kata Adib Rofiuddin Ihza.

Ditanya pernyataan Gus Dur yang mengaku mendapat dukungan dari sesepuh dan pendiri Ponpes Buntet KH Abdullah Abbbas, Adib menyatakan hal itu terjadi dengan memanfaatkan keuzuran Abdullah Abbas. "KH Abbas sudah uzur dan sepuh. Dengan keuzuran beliau banyak yang memanfaatkan," kata Adib.

Menurut Adib, kedatangan mereka untuk menjelaskan kepada Hasyim pertemuan para kiai penolak Hasyim di pesantren itu yang tidak berarti menunjukkan sikap resmi pesantrennya. Selain itu, kata Adib, kedatangan mereka untuk mengundang Hasyim secara resmi atas nama yayasan pesantren hadir pada acara "haul" di Pesantren Buntet pada April tahun depan.

Sementara Hasyim Muzadi menyatakan, kedatangan para kiai dari Buntet itu untuk memberi tahu kepada dirinya tentang tidak dilibatkannya mereka dalam pertemuan Abdullah Abbas dengan Gus Dur yang menghasilkan mandat pembentukan NU tandingan. "Mereka tadi datang memberitahu saya kalau mereka tidak dilibatkan dalam pertemuan antara Gus Dur dengan KH Abdullah Abbas, 7 Desember 2004. Padahal untuk mengatasnamakan Buntet harus atas nama yayasan," kata Hasyim.

Hasyim juga menolak berkomentar tentang rencana Gus Dur menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk membentuk NU tandingan. "Saya tidak perlu menanggapinya (MLB). seseorang boleh-boleh saja berwacana. Tapi tak perlu menstrukturkan diri. Selama itu menjadi wacana saya tak perlu menanggapi," katanya.

Abaikan Langkah Gus Dur

Ditempat  yang sama Hasyim Muzadi tidak memperdulikan pendaftaran organisasi NU versi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke Departemen Dalam Negeri (Depdagri) beberapa waktu lalu. "Yang menjadi kewajiban saya adalah yang apa-apa yang diamanatkan muktamar, di luar itu tidak," kata Hasyim yang menyatakan belum memperoleh informasi mengenai pendaftaran itu kepada wartawan.

Hasyim yang kembali terpilih sebagai ketua umum dalam muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah awal Desember lalu juga tidak mau mengomentari rencana Gus Dur menggelar muktamar luar biasa (MLB) NU pada Juni tahun depan.  "MLB itu ada aturannya di AD/ART dan untuk menggelarnya ada beberapa tahap yang harus dilalui, tapi karena itu masih wacana saya tak mau menanggapi, kecuali kalau nanti benar-benar terjadi," katanya.

Sementara mengenai langkah mufaroqoh (pemisahan diri) terhadap PBNU oleh Gus Dur dan sejumlah pendukungnya karena tidak menyetujui hasil muktamar, Hasyim menyatakan, boleh-boleh saja tidak setuju hasil muktamar namun hal itu hendaknya tidak dilakukan dengan menstrukturkan diri. "Boleh saja tidak setuju hasil muktamar, tapi harus disadari muktamar merupakan forum tertinggi sehingga tidak ada perseorangan yang bisa membatalkan hasil muktamar," katanya. (cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kiai, Hikmah Bupati Tegal

Yayasan Islam  Buntet Temui Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Yayasan Islam Buntet Temui Hasyim

Selasa, 26 Desember 2017

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, Bupati Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

Bupati Tegal

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

Bupati Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Hikmah, Sunnah Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Farida Farichah akan Emban Amanat IPPNU

Palembang, Bupati Tegal. Farida Farichah, 26 tahun, terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Farida akan mengemban amanat peserta kongres untuk masa khidmat 2012-2015. 

Dari 269, seluruh jumlah suara, Farida Farichah yang juga Direktur Rumah Pelajar di Ciputat, Tangsel, mendapatkan 177 suara. Sementara suara sisanya, diberikan untuk rekanita Ni’matul Azizah calon yang berasal dari PW IPPNU Jawa Tengah.

Farida Farichah akan Emban Amanat IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Farida Farichah akan Emban Amanat IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Farida Farichah akan Emban Amanat IPPNU

Pemilihan dilakukan di ruang makan Gedung Mekah Asrama Haji Palembang, jalan Kolonel H. Barlian, Palembang, Selasa (4/12) pagi.

Bupati Tegal

“Mbak Farida dalam visinya hendak mengondisikan IPPNU sebagai rumah bagi para pelajar. IPPNU dalam gagasannya, harus menjadi tempat pelajar berkumpul dan mengembangkan sumber daya manusia,” kata Fina sambil menyuap makanannnya.

Bupati Tegal

Rangkaian acara beruntun sejak pukul setengah sebelas Senin (3/12) malam hingga 07.00 Selasa (4/12) pagi. Sidang pleno yang diselesaikan pada pukul 00.25, disusul dengan pendemisioneran jajaran pengurus pusat IPPNU 2009-2012.

Semua jajaran pengurus berdiri dipanggung untuk menyatakan demisioner kepengurusannya. “Kami mohon maaf atas kekurangan dalam kepemimpinan kami,” kata Margaret Aliyatul Maimunah di hadapan peserta kongres IPPNU XVI.

Kepengurusan PP IPPNU 2009-2012 dinyatakan demisioner tepat pukul 00.35 untuk kemudian dilanjutkan dengan penentuan bakal calon. Penentuan bakal calon memakan waktu hingga setengah empat dini hari.

Penentuan bakal calon menetapkan dua nama calon ketua umum IPPNU 2012-2015. Dua nama yang melebihi batas penetapan, menyampaikan visi dan misi. Usai penyampaian visi oleh dua calon, peserta langsung menuju bilik suara untuk menentukan pilihannya.

Penghitungan suara selesai pukul 07.00, Selasa (12/4) pagi. Peserta menerima hasil putusan pemilihan. “Sementara pelantikan nanti digelar saat penutupan kongres IPPNU XVI,” tutup Fina. 

 

Redaktur  : Hamzah Sahal

Penulis     : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah Bupati Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Syiar Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Tarhim ke 22 Masjid Desa

Tegal, Bupati Tegal?



Dalam rangka menyemarakan dan Syiar di bulan suci Ramadhan 1438 Hijriyah, Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal menggelar kegiatan tarawih silaturahim (Tarhim).

Syiar Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Tarhim ke 22 Masjid Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Tarhim ke 22 Masjid Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadhan, Pelajar NU Blubuk Tarhim ke 22 Masjid Desa

Ketua Pimpinan Ranting IPNU Blubuk, M Ali Muhidin menjelaskan, kegiatan Tarawih Silaturahim dimulai sejak malam ketiga Ramadhan Ahad malam (28/5) sampai dengan malam ke 24 Ramadhan atau Ahad malam (18/6) mendatang. Kegiatan itu dilukan bergilir di semua masjid dan mushala se-Desa Blubuk.?

"Jumlah masjid dan mushala yang didatangi sebanyak 22. Dalam Tarhim ini juga diisi dengan ceramah agama oleh Pembina IPNU – IPPNU secara bergantian," terangnya.?

Dia berharap pelaksanaan Tarhim akan menambah syiar Islam, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, juga memperkokoh jalinan silaturahim antara IPNU – IPPNU dengan Nahdliyin Blubuk.?

"Tarhim juga menjadi sarana silaturahim IPNU-IPPNU kepada masyarakat Desa Blubuk," paparnya.?

Bupati Tegal

Sementara Ketua IPPNU Desa Blubuk, Sukmawati menuturkan, kegiatan Tarhim merupakan rangkaian kegiatan IPNU-IPPNU Desa Blubuk yang dikemas dalam amaliyah Ramadhan 1438 Hijriah.?

Selain Tarhim, rangkaian kegiatan lainnya yakni buka puasa bersama, santunan anak yatim dan khotmil Quran. "Insyaallah, dalam melatih kepedulian dan kepekaan sosial. Kita juga akan berbagi dengan sekitar 100an lebih anak yatim piatu dalam buka bersama sekaligus pemberian santunan yang rencananya kita agendakan pada minggu akhir bulan Ramadhan," tuturnya

Menurut Sukma, IPNU IPPNU sebagai organisasi otonom NU memiliki tanggung jawab dalam pengembangan potensi pelajar, santri dan remaja khususnya di Desa Blubuk. Oleh karenanya, amaliyah Ramadhan menjadi sarana melatih kader dalam berkiprah dimasyarakat guna menggiatkan Syiar di Bulan Ramadhan yang penuh berkah.?

"Amaliyah ramadhan ini, juga menjadi sarana melatih potensi kader dalam penanaman nilai – nilai religi. Untuk itu, kami mohon dukungan semua pihak, untuk sukses dan lancarnya rangkaian kegiatan amaliyah Ramadhan ini," pungkasnya. (Hasan/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah, Pahlawan Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Lesbumi Kampanyekan Perdamaian lewat Musik

Jakarta, Bupati Tegal. Musik adalah perdamaian, inilah yang menginspirasi tiga lembaga yang berbeda, Lesbumi NU, Sokka Gakai Indonesia (SGI) dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) untuk menggelar pertunjukan musik yang diharapkan bisa menjadi spirit perdamaian sekaligus jembatan kebudayaan antara Indonesia dan Jepang.



Lesbumi Kampanyekan Perdamaian lewat Musik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Kampanyekan Perdamaian lewat Musik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Kampanyekan Perdamaian lewat Musik

Pertunjukan yang digelar dalam konsep Religious Art Festival for Peace ini dilaksanakan di Jitec Mangga Dua, Minggu (13/7) malam. Ruangan yang biasa untuk pertunjukan seni ini dipenuhi oleh para pengunjung, yang sebagian besar didominasi oleh etnis China dan Jepang.

Sejumlah pertunjukan silih berganti ditampilkan mulai pukul 19.00 WIB, yang menggambarkan keragaman budaya Indonesia dan pentingnya persatuan untuk mencapai tujuan. Tarian Mambri dari Papua dengan gerak yang dinamis melambangkan keperkasaan para prajurit di medan laga. Sebagai tanda perdamaian, mereka menyerahkan panah dan menobatkan kepala suku, serta menari  dan menyanyi bersama sebagai tanda kebersamaan.

Bupati Tegal

Anak-anak dari Sokka Gakai Indonesia tampil dalam drama musikal Annie yang bercerita tentang perjuangan anak-anak yatim piatu untuk meraih masa depan. Dipentaskan pertama kali tahun 1977,  drama musical ini telah mengklasik dan menyentuh hati banyak orang di dunia.

Bupati Tegal

Sementara itu, Jakarta Taiko Club menampilkan komposisi yang menjadi lambing Edo Sukeroku Daiko. Kekuatan fisik sangat diperlukan untuk menabuh alat musik sejenis gendang, tetapi kelembutan dan kehalusan tak boleh ditinggalkan.

Barisan ibu-ibu dari SGI tampil membawakan angkung, alat musik dari bambu, yang sempat diklaim sebagai seni negeri tetangga. Mereka dengan apik memainkan komposisi lagu Bengawan Solo yang sudah melegenda dan sangat disukai masyarakat Jepang.

Seni tradisional lain yang ditampilkan adalah tari Betawi yang melukiskan kebersamaan, keceriaan, serta kecantikan untuk menyambut tamu. Para wanita itu menarikan kolaborasi gitek balen dan nyai kembang.

Dari lereng Gunung Merbabu, kelompok tari soreng Wargo Satuju menggambarkan kepiawaian dan kekompakan pasukan Ario Penangsang yang dikenal berwatak keras, tetapi bertanggung jawab. Dalam tarian tersebut, tersirat solidaritas sesama pasukan untuk mewujudkan perdamaian dalam bentuk sebuah gerakan yang kompak. Pada akhir cerita, Aryo Penangsang memberi aba-aba agar prajuritnya bis meneruskan jejak sebagai orang yang berani membela negara.

Seni pertunjukan yang kolosal yang memadukan semangat, kekuatan dan persatuan hati disajikan dalam koreografi yang dinamis dan unik dengan latar musik yang menggugah dalam spirit of youth. Pertunjukan ini mendapat aplaus panjang dari para hadirin.

Jajaran penyanyi yang tampil pada malam itu adalah Iwal Fals, Cici Paramida Senno Haryo, Dharma Oratmangun serta para pemenang Indonesian Idol dengan iringan kelompok musik Ki Ageng Ganjur.

Sokka Gakai merupakan sebuah gerakan yang berakar dari filsafat Buddisme Nichiren Daishonin yang menekankan pada hubungan yang dalam antara kebahagiaan diri sendiri dan kebahagiaan orang lain. Saat ini Sokka Gakkai sudah berdiri di 190 negera. SGI aktif dalam mengupayakan perdamaian, kebudayaan, dan pendidikan di Indonesia berlandaskan semangat ‘revolusi manusia’, yaitu mengubah nasib lingkungan masyarakat, Negara, dan akhirnya dunia melalui perubahan akar kecenderungan negative dalam diri sendiri demi tercipta dunia yang damai.  (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah, Makam Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat

Ada di antara umat Islam yang mengantuk ataupun bahkan tertidur tatkala melakukan ibadah shalat, terlepas apakah itu merupakan bagian dari tipu daya setan atau murni kondisi kesehatan seseorang.

Bisa jadi yang bersangkutan adalah imam yang diikuti oleh beberapa orang makmum di belakangnya. Bisa dibayangkan betapa riuhnya situasi ketika sang imam tertidur dalam shalatnya. Sedangkan para makmumnya tetap menunggu sekalipun dengan perasaan yang penuh kebimbangan antara meneruskan atau memutuskan jamaah atau shalatnya.

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Tertidur Sekilas saat Sedang Shalat

Lalu pertanyaannya sekarang, seandainya hal tersebut terjadi, apakah shalat yang bersangkutan dianggap batal atau tidak? Tertidur dalam konsep fikih Mazhab Syafi’i dianggap sebagai salah satu di antara hal yang berpotensi membatalkan wudhu, dengan catatan jika orang yang tertidur tersebut berada dalam posisi berbaring, menelungkup, ataupun duduk sambil bersandar kepada sesuatu.

Bupati Tegal

Namun kalau yang bersangkutan tertidur dalam kondisi duduk yang tetap, maka hal tersebut tidak masalah. Ketentuan ini dijelaskan secara panjang lebar oleh Imam As-Syirazi dalam karyanya Al-Muhaddzab sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Bupati Tegal

Artinya, “Adapun tidur (dalam kaitannya dengan wudhu), maka dirinci sebagai berikut. Jika seseorang tertidur dan dia berada dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar (kepada sesuatu), maka wudhunya batal. Namun jika orang tersebut tertidur dalam kondisi duduk dan pantatnya tetap (tidak berubah-ubah) di lantai, maka yang tertulis dalam beberapa kitab (fikih Syafi’i) bahwa wudunya tidak batal.”

Berdasarkan ketentuan di atas, maka tidak ada persoalan ketika seseorang tertidur sebelum melaksanakan shalat, karena hal tersebut tinggal disesuaikan apakah tidurnya dalam kondisi berbaring, menelungkup, atau bersandar pada sesuatu atau duduk dalam kondisi yang tetap. Jika dalam kondisi yang pertama, maka wudhunya batal sehingga kalaupun dia melaksanakan shalat maka otomatis shalatnya pun juga batal karena wudu merupakan salah satu syarat sah shalat.

Tetapi kalau tidurnya dalam kondisi kedua, maka wudhunya tidak batal sehingga ia boleh saja melaksanakan shalat dengan wudhu’ yang dia lakukan sebelum tertidur.

Sementara tidur saat sedang shalat, menurut Imam Nawawi, terdapat perbedaan pendapat. Pendapat yang mendekati kebenaran dalam kasus ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa tidur dalam kondisi duduk yang tetap, tidak membatalkan wudhu, baik dalam shalat ataupun tidak, baik tidurnya lama ataupun sebentar. Sedangkan tertidur dalam kondisi selain itu seperti berbaring, menelungkup, bersandar pada sesuatu, ruku, sujud, ataupun berdiri, akan menyebabkan wudhu dan shalat seseorang menjadi batal. Wallahu a‘lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hikmah, Halaqoh Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan

Jakarta, Bupati Tegal

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia H Anwar Abbas mengatakan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi saat ini mampu memengaruhi pola pikir masyarakat. Walaupun suasana semangat keberislaman semakin marak diberbagai media, harus diwaspadai konten-konten negatif yang juga mengiringi fenomena ini.

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen MUI Ajak Masyarakat Kritisi Konten Pemberitaan dan Buku Bacaan

"Kalau tidak hati-hati, masyarakat bisa terpengaruh dari apa yang dibaca dan didengar dimedia," katanya saat memberikan sambutan pada Silaturahmi Nasional Stakeholders Konten Keislaman dengan Tema Peningkatan Produktivitas dan Kualitas Konten Keislaman untuk Penguatan Ukhuwah Islamiyah dan Persaudaraan Kebangsaan Ukhuwah Wathoniyah di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (7/12).

Ia menilai saat ini ada pihak tertentu yang memiliki niatan merusak Islam dengan menjauhkan agama dari sendi-sendi kehidupan umat Islam di Indonesia. Salah satunya, menurutnya, disebarkan melalui konten-konten pemberitaan dan buku-buku bacaan.

Kondisi ini menjadi salah satu tugas MUI melalui Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman Majelis Ulama Indonesia (LPBKI-MUI) untuk meneliti dan mengkritisi konten-konten buku dan media informasi lainnya yang akan merusak pola fikir masyarakat.

Bupati Tegal

"Dengan mengkritisi, diharapkan LPBKI-MUI mampu mengubah citra Islam yang saat ini ada sebagian kelompok mencoba merusaknya," ungkapnya.

Langkah-langkah ini merupakan usaha konkrit MUI dalam rangka menjaga dan berkhidmah kepada umat. Lebih lanjut ia menjabarkan tugas MUI diantaranya lihimayatiddin (menjaga agama), lihimayatil ummah (menjaga Ummat) dan lihimayatid daulah (menjaga negara).

Bupati Tegal

"Bangsa Indonesia sepakat bahwa Indonesia adalah Darul Ahdi was Syahadah. Negara yang dibangun dengan kesepakatan. Oleh karenanya kita wajib menjaga Negara Indonesia, ideologi Pancasila, dan UUD 1945," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Hikmah Bupati Tegal

Minggu, 12 November 2017

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Probolinggo, Bupati Tegal. Keluarga besar SMP Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, bahagia. Sebab, beberapa hari lalu, Fathurrosy, salah seorang siswanya yang mewakili Kabupaten Probolinggo dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Timur, berhasil menjadi juara I dari bidang seni lomba Cipta Puisi.

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP Nurul Jadid Juara I FLS2N Jatim 2013

Ajang prestisius yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, di Surabaya, pada (9-12/5) itu, siswa SMP Nurul Jadid kelas VIII A itu, berhasil menyisihkan para peserta lain dari SMP Negeri/Swasta se-Jawa Timur. Sebelumnya, di bulan yang sama, siswa asal Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo itu, jadi jawara dalam ajang serupa tingkat Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, Fathurrosy akan mewakili Provinsi Jatim dalam FLS2N di tingkat nasional. Ajang bergengsi nasional itu, akan digelar di Medan, pada Juni 2013, untuk bidang seni yang sama. 

Bupati Tegal

“Dalam lomba Cipta Puisi tingkat provinsi itu, saya mengambil tema tentang bunga siwalan yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. Sementara judulnya adalah Dzikir Siwalan,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi guru TIK itu kepada Bupati Tegal, Rabu (22/5).

Kepala SMP Nurul Jadid, Faizin Syamwil, M.Pd., mengatakan, keberhasilan yang diukir oleh Fathurrosy itu, merupakan salah satu bentuk kesuksesan pembinaan yang terus dilakukan oleh SMP Nurul Jadid. “Selain ada pembinaan di sekolah. Fathurrosy juga dilatih dan dibimbing oleh Imron, mahasiswa IAI Nurul Jadid. Tiap 2 hari sekali, Fathurrosy mengirimkan hasil karya puisinya kepada saudara Imron itu,” jelasnya.

Bupati Tegal

Menurut Faizin, di SMP Nurul Jadid, ada pembinaan ekstrakurikuler. Seperti seni islami yang meliputi, drama, teater, baca puisi, dan cipta puisi. Selain itu, ada juga kaligrafi, hadrah, pencak silat, pramuka, jurnalistik, dan khitobah.

“Dan setiap ada informasi perlombaan, kami selalu berpartisipasi. Tujuannya sebagai bahan evaluasi terhadap pembinaan yang sudah kami lakukan. Juga sebagai pembentukan mental dan sebagai daya saing siswa,” ungkapnya.

Dengan adanya siswanya yang berhasil mewakili Provinsi Jatim di tingkat nasional, Faizin berharap, prestasi itu bisa menjadi motivasi bagi siswanya yang lain. “Kami juga berharap ada pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sebagai persiapan ke tingkat nasional nanti,” harapnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Hikmah, Hadits Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Karanganyar, Bupati Tegal. Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Karanganyar siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila.?

"Kami menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI sampai darah penghabisan. Sikap ini, juga merupakan instruksi serempak di seluruh Indonesia dari Pimpinan Pusat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Karanganyar, Suwanto di sela-sela acara Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI, di Taman Pancasila, Karanganyar Jawa Tengah, Rabu (1/6).

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Selain itu, Iwan sapaan akrab Suwanto mengungkapkan beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang secara terang-terangan menentang Pancasila. Bahkan ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.

"Untuk menyikapi hal itu, kami pemuda NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Karanganyar, Indrayanto dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GP Ansor dan Banser Karanganyar. Kesadaran kolektif masyarakat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

Apel kesetiaan Pancasila dan NKRI tersebut diikuti lebih dari 200 anggota Ansor-Banser se-Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosidi/Zunus)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal IMNU, Ahlussunnah, Hikmah Bupati Tegal

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak Pimpinan Pusat IPNU melakukan pemberantasan peredaran narkoba di kalangan pelajar di Hotel Paragon, Menteng Jakarta Pusat. Pada saat ini Indonesia yang sudah masuk darurat narkoba, sehingga harus diputuskan mata rantai peredaran narkoba tersebut.?

"Pada tahun 2015, Presiden Jokowi sudah mengatakan Indonesia darurat narkoba," ujar Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami?.?

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Diah menuturkan, potret permasalahan narkoba di Indonesia, dengan bebas masuknya penyelundupan narkoba dan lapas menjadi kampung narkoba baru. Diperparah, banyaknya masyarakat Indonesia yang mudah dipengaruhi, dan masalah sosial yang mendorong penggunaan narkoba.?

"Sudah 122.044 orang meninggal dunia karena narkoba, sehingga harus dioptimalkan upaya pemberantasan narkoba," tuturnya.

Dia menambahkan, peredaran narkoba di Indonesia sudah melakukan segala cara, sehingga pelajar menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi narkoba. Bahaya narkoba bagi pengguna rusaknya otak, dan tidak akan kembali seperti semula dan masih banyak bahaya lainnya.?

Bupati Tegal

"Bahaya narkoba diantaranya menurunnya kualitas SDM, dan rendahnya daya saing bangsa di tengah era globalisasi," tambahnya.?

Dia mengimbau, seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi kepada pelajar untuk mencegah menurunnya ketahanan nasional. Narkoba juga menjadi ancaman bagi keutuhan kebhinekaan, sehingga seluruh elemen masyarakat harus melakukan upaya optimal pemberantasan narkoba.

"Seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Olahraga, Hikmah, Tokoh Bupati Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi

Jakarta, Bupati Tegal. Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Prof. Dr. Masykuri Abdillah berpendapat bahwa status Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sebaiknya dalam bentuk asosiasi guru dari pada sebagai badan otonom di bawah NU.

Dikatakannya, keberadaan asosiasi bagi para guru sekolah LP Maarif NU, saat ini sangat diperlukan karena tuntutan dari UU Guru dan Dosen. “UU Guru dan Dosen mengharuskan adanya sertifikasi oleh organisasi profesi. Di situ diharapkan kalau punya asosiasi sendiri lebih memudahkan,” tuturnya.

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lebih Baik Jadi Asosiasi

Masykuri yang juga merupakan salah satu ketua PBNU tersebut memberikan contoh keberadaan asosiasi advokat syariah. Keberadaan asosiasi ini telah banyak membantu para alumni dari fakultas syariah jika mereka ingin menjadi pengacara. Dijelaskannya, organisasi profesi yang menjadi badan otonom di bawah ormas juga tidak umum di luar negeri. “Kalau di luar negeri juga tidak lazim, mungkin yang beda adalah kepentingan ideologinya, bukan di bawah organisasi tertentu, jadi lebih independen,” tambahnya.

Namun demikian, meskipun bersifat independen, bukan berarti nantinya tidak memiliki hubungan sama sekali dengan NU. Hubungan tersebut sifatnya bisa bersifat kultural  “Mungkin hubungannya seperti PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-Red), bukan secara resmi menjadi underbow NU, tapi secara kultural terikat,” paparnya.

Kejelasan hubungan tersebut dinilainya sangat penting karena terkait posisi guru yang menjadi pekerja dan majikannya yang merupakan sekolah LP Maarif NU. “Kadang-kadang terdapat ketegangan antara organisasi profesi dan lembaganya berkaitan dengan kepentingan penggajian dan perburuhan,” katanya.

Namun, Masykuri mengatakan bahwa pendapatnya tersebut merupakan sebuah wacana yang masih harus dikembangkan dalam merumuskan status terbaik bagi Pergunu. “Usulan ini memang harus didiskusikan lebih lanjut,” tandasnya.

Bupati Tegal

Posisi Pergunu sebagai badan otonom NU akan mengkotak-kotakkan posisi guru. Namun di sisi lain, ini bisa menjadi kekuatan tersendiri yang menjadi bargaining politic.

Saat ini, LP Maarif NU ditugaskan untuk merumuskan bentuk organisasi dari Pergunu setelah sebelumnya gagal menjadi badan otonom dalam muktamar NU ke 31 di Solo akhir 2004 lalu. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, Tegal, Internasional Bupati Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Aliran Kufah

Syafiq Hasyim

Setelah kita sedikit menjelajah Aliran Basrah yang berakhir pada kodifikasi Imam Sibawayhi dengan Al-Kitabnya, maka saat saatnya sekarang beralih pada ulasan mengenai aliran Kufah. Tokoh dari aliran ini juga banyak, namun beberapa tokoh mainstream yang disebutkan di sini.

Aliran Kufah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Kufah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Kufah

Tokoh-tokoh itu adalah Abu Ja’far Ar-Rawa’isi, Abu Muslim Mu?ad Al-Harra’, keduanya adalah tonggak, sementara pengikutnya adalah ‘Ali b. Hamza al-Kisa’i dan berakhir kesempurnaan aliran ini di tangan Abu Zakariya Ya?ya b. Ziyad al-Farra’.Tokoh terakhir ini sebanding dengan Imam Sibawayhi pada aliran Basrah.

Mengapa kedua aliran ini sangat begitu penting di dalam perkembangan ilmu tata bahasa Arab, salah satu jawabnya adalah karena sejarah keseluruhan diskursus, perdebatan, dan teori-teori tentang Nahwu berikutnya berasal dari perbedaan yang terjadi pada kedua aliran tersebut (Abduh ar-Raji?i, Durus fil-Madhahib an-Na?wiyya, h. 109).

Bupati Tegal

Secara historis, aliran Kufah pada mulanya adalah mengamalkan teori-teori yang sudah dibangun oleh aliran Basrah karena kemunculannya yang datang kemudian setelah aliran Basrah. Namun lambat lain, aliran Kufah menemukan cara mereka sendiri –manhaj—yang berbeda dengan aliran Basrah.

Bupati Tegal

Dalam sejarah Islam, Kufah sendiri merupakan salah satu tempat imigrasi (hijrah) kalangan sahabat Rasulullah. Ilmu-ilmu keislaman muncul di sini, namun yang terbesar adalah ilmu qira’ah (bacaan). Ada tiga aliran qira’ah, dari tujuh aliran (qira’ah sab?ah) yang mainstream, muncul dari kawasan ini: bacaan Imam ?A?im, bacaan Imam ?amzah dan Al-Kisa’i.

Perlu diketahui di sini bahwa ilmu qira’ah adalah ilmu tentang membaca Al-Qur’an yang didasarkan pada riwayat –sejarah pembacaan yang diterima dari Nabi–, talaqqi (pertemuan langsung, dalam tradisi pesantren Jawa disebut sorogan) baik dengan Rasul, Sahabat maupun guru-guru. Karenanya dalam tradisi bacaan yang tujuh ini seseorang tidak bisa ditolerir jika melantunkan pembacaan menurut model salah satu bacaan yang tujuh jika tanpa disertai proses pertemuan langsung dengan guru tersebut dan mendapatkan ijazah (izin) untuk melantunkannya.

Pasti kita ingat qari’ terkenal kita, Haji Mu’ammar ZA dan Khumaidi yang melantunkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan contoh-contoh imalah yang indah. Kedua pembaca Al-Qur’an berani melantunkannya karena keduanya sudah mendapatkan ijazah. Konsep ini didasarkan pada argumen bahwa karena ilmu qira’ah ini adalah ilmu cara membaca Al-Qur’an yang didasarkan pada cara baca yang nyata (kongkrit), artinya bersumber pada Rasulullah.

Qira’ah bukan berdasar pada man?iq (logika), ijtihad (penggalian), dan ta’wil (penafsiran), namun berdasar pada riwayat dan talaqqi. Ini merupakan metode paling valid dalam proses transmisi tekstual (naqliyyah) kebahasaan.

Lalu dimana hubungannnya dengan aliran Kufah ini?

Ternyata, tradisi qira’ah Kufah lebih banyak terbentuk dari proses aqliyah kebahasaan yang banyak didasarkan pada pertimbangan argumen-argumen Nahwiyyah (Abduh Ar-Raajihi, Duruus, h. 90). Atas fenomena di atas, para peneliti dan sejarahwan ilmu Nahwu menyatakan bahwa aliran Kufah memperluas fungsi dan makna riwayat dalam tradisi ilmu Qira’ah dengan cara mengambil satu contoh sebuah bacaan tertentu untuk diteoretisasikan pada kasus-kasus yang lain atau menjadikannya kaidah umum.

Hal ini berbeda dengan karakter aliran Basrah yang justru banyak membangun contoh-contoh sementara kaidah yang dibangun hanya satu. Mungkin secara simplistik bisa saya katakan: aliran Kufah melahirkan banyak teori nahwu dari satu contoh saja –generalisasi–, sementra aliran Basrah membangun satu teori nahwu dari banyak contoh (ibid.).

Contoh perbedaan keduanya lagi misalnya, aliran Basrah dari sejarah kemunculan sampai perkembangannya pada masa kini, arenanya lebih banyak terfokus pada Nahw Al-?Arabi (kasus Arab), bahkan terlihat kecenderungan adanya ta’assub kearaban dari sebagian pengkaji Nahwu aliran Basrah.

Sementara apa yang dilakukan oleh aliran Kufah adalah realisme bahasa Arab (waq?i al-lugha) itu sendiri. Aliran Kufah mengkaji bahasa Arab dari materi-materi kebahasaan yang prinsip-prinsip empiris artinya melalui jalan pengamatan atas model yang berulang-ulang (taqririyyah). Hal ini berbeda dengan aliran Basrah yang cenderung lebih berdasar pada model filosofis.

Contoh dari hal ini misalnya adalah sebuah kejadian dimana suatu saat Al-Kisaa’i ditanya di forumnya Yunus –tokoh aliran Basrah mengapa aliran Kufah membaca “la a?ribanna ayyihim”, mengapa tidak “la a?ribanna ayyahim.” (lihat kalimat yang saya tebalkan). Al-Kisaa’i menjawab: “ayyun hakadha khuliqat” (demikianlah kata ayyun diciptakan). (Lihat kisah ini pada Jalaluddin Abdura?man As-Suyu?i dalam Al-Mazhar fi Ulum al-Lugha wa Anwa’iha, vol. 2, h. 373).

Menurut Abduh Ar-Raji?i, “hakadha khuliqat” merupakan contoh bagaimana inti dari pandangan empirisisme bahasa aliran Basrah. Artinya, Al-Kisaa’i di sini tidak menjelaskan alasan-alasan filosofis mengapa ayyihim tidak dibaca na?ab bi al-fat?, akan tetapi malah dibaca bi al-kasra (jer). Satu contoh perbedaan lagi adalah tentang kemungkinan adanya jumlah yang menjadi fa?iljumlah terdiri dari dua: fi?liyya artinya susunan kalimat yang terdiri dari fi?il dan fa?il dan ismiyyah susunan kalimat yang terdiri dari mubtada’ dan khabar—dimana aliran Basrah menolaknya dengan tegas dengan rasionalisasi filosofis kearaban mereka.

Sebagai contoh tentang kontoversi di sini adalah “tsumma bada lahum min ba’di ma ra’awul ayat layasjununnahu”, letak perbedaan kedua aliran ini adalah pada jawaban atas pertanyaan “dimana letak fa?il (pelaku) kata bada? Aliran Basrah menjawab bahwa fa?il kata kerja lampau ini adalah kata ganti tertutupi (mustatir) yang diperkirakan berupa (huwa: dia).

Pertanyaan berikutnya: kemana kata ganti mustatir ini kembali? Aliran Basrah menyatakan bahwa kata ganti mustatir ini kembali kepada masdar (kata dasar) yang disimpulkan dari kata kerja badaa’. Kira-kira rasionalisasi ketatabahasannya adalah “tsumma bada lahum bada’un huwa….” Lalu mereka mendudukan “layasjununnahu” sebagai jumlah tafsiriyya (penjelas) atas kata ganti mustatir yang kembali pada kata dasar al-bida’.

Dipandang dari perspektif aliran Kufah, cara pembacaan aliran Basrah lebih sebagai model imaginasi bahasa (khayyal) karena secara realitas al-bidal di sini adalah tidak nyata, sesuatu yang dibayangkan yang di dalam ilmu Nahwu sering diungkapkan dengan istilah taqddiruhu/ha. Di pesantren kita seringkali mendengar istilah ini, namun sayangnya para guru tidak pernah menjelaskan mengapa istilah ini seringkali muncul dan atas dasar apa. Semoga penjelasan kecil ini bermakna bagi saudara-saudara santri dan kiai-kiai di pondok.

Lalu bagaimana cara aliran Kufah mendudukan “tsumma bada lahum min ba’di ma ra’wu al-ayat layasjununnahu”?

Dengan sangat ringkas dan jelas aliran Kufah menyatakan bahwa “layasjununnahu” –ini jumlah fi?liyya–adalah fa?il dari kata bada. Pandangan aliran Kufah ini jelas bahwa bagi mereka pemberlakuan jumlah sebagai fa’il yang ditolak oleh madzhab Basrah adalah fenomena yang benar dan biasa dalam bahasa Arab.

Satu contoh lagi, Kalangan Kufah menyatakan bahwa maf?ul itu menjadi na?ab karena adanya fi?il dan fa?il sebelumnya, maka aliran Basrah cukup dengan fi?il, kedudukan nasab pada maf’ul bisa terjadi. Contohnya: zaydan akramtuhu. Nasab pada kata zaydan menurut aliran Basrah karena ada fi?il yang ditakdirkan sebelum zaydun, maka menurut kubu Kufah, nasab pada zaydun justru karena ada fi?il dan fa?il yang jelas meskipun jatuh setelah zaydan.

Meskipun perbedaan kedua madzhab ilmu Nahwu ini sering dicitrakan berbeda oleh kalangan peneliti ilmu ini, namun ternyata banyak juga kesamaan dari kedua kubu ini. Misalnya, pandangan bahwa ?arf (keterangan tempat atau waktu) dan jer majrur bisa merafa’kan isim di belakang keduanya ketika kedudukan kalimahny menjadi mubtada’, ternyata pandangan ini juga disepakati oleh Al-Mubarrad, tokoh aliran Kufah. Sudah barang tentu, titik temu mereka masih banyak lagi, namun saya tidak akan menjelaskan satu per satu mengingat diskusi ini memang sangat luas dan panjang sekali.

Bahasan serial ilmu nahwu ini merupakan bagian ketujuh. Silakan diikuti pembahasan selanjutnya yang dikupas Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, Syafiq Hasyim. Belum lama ini ia meraih gelar Dr. Phil dari BGSMCS, FU, Berlin, Jerman.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Doa, Hikmah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock