Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Jakarta, Bupati Tegal

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menyalurkan 37 hewan kurban pada peringatan hari raya Idul Adha 1437 H ini. Hewan kurban yang terdiri dari 21 sapi dan 17 kambing tersebut berasal dari sejumlah pejabat, perusahaan, partai politik, hingga pengurus dan warga NU.

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri dan Megawati Salurkan Kurban lewat NU Care-LAZISNU

Mereka yang menyumbangkan kurban masing-masing satu ekor sapi antara lain Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, Menristek Dikti H Muhammad Nasir, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Djan Farid, Bank Muamalah, Kemenaker, Kemendagri, H Fauzi Nur, H Toha, H Dippo Nusantara.

Ada pula dari MNC Grup (3 ekor sapi), DPP Partai Golkar (3 ekor sapi), Bintang Toejoe-OPT/Extra Joss (2 ekor sapi), dan Brigjen Fathurrahman (2 ekor sapi). Adapun kurban kambing berasal dari Syamsul Huda (5 ekor), H Abdullah Masud (2 ekor), serta Siti Ramdayani, Hj Ida Fauziyah, H Agus Sosiahusain, Djardinno, M Iqbal Rival, Anis Putri Kusuma, H Imam Mudzakir, Cahya Bagus M, Wim Ikbal Jepang, masing-masing 1 ekor sapi.

Bupati Tegal

Ke-37 hewan ternak itu didistribusikan kembali ke sejumlah lokasi di DKI Jakarta dan Banten, di antaranya Pondok Pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur, Masjid Al-Hijrah Marunda, Pondok Pesantren Tanara Serang, Masjid an-Nahdlah PBNU, dan Pondok Pesantren Ekonomi al-Ukhuwah Kedoya Jakarta Barat.

Daftar rincian kurban ini diumumkan pihak NU Care-LAZISNU dalam rangkaian shalat Idul Adha di Masjid an-Nahdlah, Lantai 1 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (12/9). Bertindak sebagai khatib dalam kesempatan kali ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh KH Muhaimin Zain.

Bupati Tegal

Di kompleks Masjid an-Nahdlah, prosesi pemotongan dihadiri langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Di lokasi ini, panitia menyembelih lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Khutbah, PonPes Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

Klaten, Bupati Tegal. Awal pekan lalu, Pesantren Popongan yang terletak di Tegalgondo Klaten, kedatangan tamu dari berbagai daerah. Usianya kebanyakan sudah uzur. Namun dari raut wajahnya tampak mereka bersemangat, seperti hendak menemukan sebuah hadiah.

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

“Tamu yang datang, Ada yang dari Ngawi, Purwodadi, Demak, dan Banten,” kata Darmaji, salah satu santri Popongan, Selasa? (6/5) lalu.

Mereka adalah para jamaah Thariqah Naqsabandi-Khalidiyah yang akan melakukan sulukan rutin di Pesantren Sepuh Pondok Popongan. Mulai hari itu, hingga tanggal 9 Rajab atau Ahad (19/5) mendatang, mereka akan melakukan berbagai aktivitas ibadah seperti puasa, dzikir, wirid dan sebagainya atau yang biasa disebut dengan suluk.

Bupati Tegal

Suluk ini termasuk amalan kaum thariqah. Salik (pelaku suluk) akan mengkhususkan waktu tertentu untuk kholwat (menyendiri) ibadah, biasanya sepuluh hari atau empat puluh hari. Suluk dilakukan murid yang sudah baiat (sumpah setia) pada mursyid (guru tarekat).

Di Pondok Al-Manshur Popongan yang mengajarkan Thoriqoh Naqsabandiyah (Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Kholidiyah) sering digelar kegiatan sulukan di bulan-bulan tertentu. Ada suluk selama sepuluh hari di bulan Muharram (Suro), Rajab, Ramadhan (Puasa), dan Mulud (Robiul Awal).

Bupati Tegal

Setelah sampai di pondok, para tamu terlebih dahulu sowan ke tempat Mbah Kiai Salman Dahlawi, pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan. Diantara kegiatan setelah sowan kiai untuk izin suluk, yaitu mandi taubat dan niat suluk sepuluh hari. Kemudian acara rutin adalah Tawajjuh-an, ini khusus murid yang sudah baiat, tertutup untuk umum.

Sebenarnya, tata cara kegiatan dzikir dan suluk itu banyak sudah banyak dibahas di pesantren, namun pelaksanaannya secara khusus-terformat-terencana dan tersambung sanadnya hingga Rosulullah Saw yakni dengan prosesi ijazahan/baiat hanya lewat tarekat. Masih banyak lagi tata cara suluk tarekat, misalnya cara hidup vegetarian (tidak makan makanan yang bernafas daging) selama suluk, dan kode etik lain yang tak boleh sembarangan dipublikasikan.

Tentang Pesantren Al-Manshur Popongan sendiri, saat ini terdiri tiga bagian, yaitu pesantren putra, pesantren putri dan pesantren sepuh yang diikuti oleh orang-orang tua yang menjalani suluk, lelaku tarekat. Berbagai bentuk kegiatan pesantren juga ditata ulang, sekaligus dengan penunjukkan penanggung jawabnya. Kiai Salman sendiri, selain sebagai sesepuh pesantren, juga mengasuh santri putra dan santri sepuh (santri thariqah) yang datang untuk suluk dan tawajuhhan pada bulan-bulan tertentu.

Belakangan, seiring dengan kian lanjutnya usianya, Kiai Salman tampaknya juga menyiapkan kader pribadinya, baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah, yaitu Gus Multazam. Kondisi fisik Kiai yang sangat tawadhu ini, belakangan, memang agak melemah dan intonasi suaranya tidak lagi sekeras dulu. Maka putra ketujuhnya yang lahir di Makkah inilah yang menjadi badalnya (pengganti) untuk memberikan pengajian-pengajian.

Figur yang amat bersahaja, ramah serta tawadlu’ adalah kesan yang akan didapati oleh siapapun yang bertamu ke rumah kiai, yang bulan Ramadlan 1433 H lalu genap berusia 78 tahun menurut perhitungan hijriyah ini. Ketika berbicara dengan para tamunya Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala sebagai wujud sikap rendah hatinya. Bahkan tidak jarang, ia sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumahnya untuk disuguhkan kepada para tamu.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama, PonPes Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Pati, Bupati Tegal. Rais Aam PBNUKH Sahal Mahfudh mengingatkan agar umat Islam Indonesia mewaspadai berbagai upaya dari pihak lain yang ingin memecahbelah sesama muslim. Sebab disinyalir munculnya paham-paham atau aliran baru belakangan ini yang tidak sejalan dengan syariat Islam sengaja diskenario untuk mengacak-acak kehidupan beragama Islam di Tanah Air.

"Kita harus waspada, karena ada skenario besar yang bermaksud untuk mengacak-acak kita," kata KH Sahal, ketika menerima silaturahmi pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang, di Ponpes Maslakul Huda, Pati, Sabtu (27/10).

KH Sahal mengatakan yang menjadi sasaran dari sebuah skenario besar untuk mengacak-acak kehidupan umat Islam itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi dilakukan secara global. "Namun nampaknya Indonesia menjadi sasaran utama."

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama Departemen Agama harus proaktif menangani masalah itu. "Tidak perlu takut. Yang punya pakemnya kan Depag. Maka departemen ini harus segera turun tangan, jangan diam saja. Yang tidak sesuai pakem ya ditertibkan, " katanya.

Kondisi umat Islam di Indonesia pada umumnya masih rentan terhadap upaya memecahbelah sesama muslim. Dia memuji ketahanan lembaga pondok pesantren yang tangguh dalam menghadapi provokasi itu.  Bahkan aliran-aliran atau paham yang tidak baik itu tidak batal mampu menembus pondok pesantren.

Bupati Tegal

Menyinggung tentang peran dari sekolah-sekolah yang berbasis Islam, menurut dia, dari segi kuantitas jumlahnya cukup banyak tapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Rendahnya kualitas sekolah itu dalam membentuk insan yang islami, karena agama masih sebatas digunakan sebagai pembelajaran, bukan sebagai pendidikan. (suaramerdeka)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tegal, Bahtsul Masail, PonPes Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Jember, Bupati Tegal. Dalam rangka penggodokan kader-kader NU, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Jember menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) “Pendidikan Aswaja” selama tiga hari di kompleks pesantren Nuris, Jl. Sarangan, Antirogo, Jember.?

Pembukaan Makesta yang diikuti 42 peserta tersebut dilakukan oleh Ketua Bagian Minat dan Bakat PW. IPNU Jawa Timur, Indra Subiyantoro, Jum’at sore (15/2).?

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Dalam sambutannya, Indra menegaskan pentingnya anggota IPNU-IPPNU mendalami dan memahami soal ke-NU-an. Sebagai generasi penerus NU, anggota IPNU-IPPNU dituntut untuk mensosialisasikan sekaligus membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.?

Bupati Tegal

“Karena itu, adik-adik sekalian harus paham dulu dan kuat dulu pondasinya,” tukas Indra.

Bupati Tegal

Indra mewanti-wanti anggota IPNU-IPPNU agar jeli dalam membaca perkembangan zaman, termasuk perkembangan ideologi. Saat ini, katanya, ideologi dan aliran baru tengah marak di kampus-kampus. Aliran-aliran tersebut bertentangan dengan ajaran Aswaja, sehingga perlu disikapi dengan hati-hati dan bijaksana.?

“Dan ini (Makesta) cukup bagus untuk pembekalan untuk menyikapi aliran-aliran yang menyimpang. Karena itu saya, mengapresiasi kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IPNU PKPT Universitas Jember, Ahmad Ainun Najib menyatakan bahwa kegiatan Makesta tak ubahnya bagai ajang penggemblengan para kader NU.?

“Mereka digembleng dan dibiasakan menjadi NU yang baik. Menjadi NU yang baik, pasti menjadi warga negara Indonesia yang baik pula,” tuturnya kepada Bupati Tegal.

Dalam jadwal yang dirilis panitia, ada sejumlah nara sumber yang dihadirkan, misalnya Prof Dr H Muhamamd Sholeh, SE (etos kerja), H Afton ILman Huda (keorganisasian), Idrus Ramli (gerakan islamisme di Indonesia) dan KH Muhyiddin Abdusshomad (pengajian kitab kuning).

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Habib, Berita Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketika mereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

Bupati Tegal

Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

Bupati Tegal

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.?

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, PonPes Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Gunungkidul, Bupati Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Semin menggelar konferensi di Komplek Pondok Pesantren Al-Jauhar Sunan Pandanaran Dusun Tlepok Desa Semin Kecamatan Semin Kabupaten Gunungkidul, Ahad (22/4).?

Konferensi kali ini bertemakan “Menjalin Persaudaraan Untuk Membangun Kesadaran Bermasyarakat Berbangsa Dan Bernegara Yang Rohmatan Lil ‘ Alaminn.” Acara ini dibuka langsung oleh Camat semin.?

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Semin Pilih Kepengurusan periode 2012-2017

Selain itu Pengurus Muhammadiyah serta berbagai kalangan pemerintahan Kecamatan Semin baik sipil maupun militer Juga ikut serta dalam acara pembukaan konferensi tersebut. Konferensi MWCNU Semin Ke 10 ini diikuti 150 peserta dari PRNU se-Kecamatan Semin, Pengurus MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2007-2012 dan dari PCNU Kabupaten Gunungkidul.

Bupati Tegal

“Rencananya acara pelantikan pengurus terpilih ? MWCNU Kecamatan Semin masa khidmat 2012-2017 akan dilaksanakan Pengajian Akbar yang Insyaallah akan dihadiri oleh Al-Habib Syeikh Bin Abdul Qodir Assegaf pada bulan Juni 2012,” tutur Mulyadi selaku Ketua panitia.

Dalam pemilihan Rais Syuriyah dilakukan dengan musyawarah yang memilih KH Mustajib Muhyi. Pemilihan Ketua Tanfidziyah juga dilakukan dengan musyawarah dan berhasil memilih Mulyadi ? sebagai Ketua Tanfidziyah MWCNU Semin Periode 2012 – 2017.

Bupati Tegal

Untuk penyempurnaan kepengurusan dibentuk Badan Formatur yang terdiri dari wakil Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ Kabupaten Gunungkidul, KH Mustajib Muhyi Sebagai Rois Syuriah terpilih, Mulyadi dan dibantu oleh 11 anggota yang terdiri dari wakilPengurus MWCNU demisioner dan ranting NU se-Kecamatan Semin.

Redaktur ? ? ? : Syaifullah Amin

Kontributor : ? Khairul Rasyid

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Kajian Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat

Sidoarjo Bupati Tegal. Sebagai proses pengkaderan sebelum terjun ke masyarakat, para santri di pesantren mengkaji referensi literatur kutubus salaf dalam forum Bahtsul Masail. Seperti halnya yang dilakukan oleh santri aliyah kompleks Dar Assaadah di Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masailkan Patung Manusia, Santri Al-Khoziny Berbeda Pendapat

Mereka membahas persoalan 9 patung manusia di sebelah Timur alun-alun Sidoarjo yang diturunkan beberapa pekan lalu karena karena dianggap berhala oleh sejumlah ormas. “Kami sengaja mengaji secara selektif tentang patung tersebut, karena beberapa waktu lalu masyarakat Sidoarjo diramaikan dengan pro dan kontra terhadap patung Jayandaru yang diletakkan di Alun-alun Sidoarjo itu," ucap ketua panitia Rahmat Hidayat, Kamis (11/3).

Ia menambahkan, dari hasil bahtsul masail ini, selanjutnya akan dikaji kembali secara objektif dan akan diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo dengan tujuan meminta agar MUI Sidoarjo mengeluarkan fatwa haram terhadap patung, khususnya yang berada di Sidoarjo.

Bupati Tegal

Forum itu semakin ramai dengan komentar para musyawirin yang pro dan kontra terhadap keputusan dewan Muharrir yang dalam hal ini dihadiri Ketua Islamadina Sidoarjo Agus Lukman Hakim, Ketua STIQ Al Khoziny Syu’aib Nur Ali, dan ustadz senior Ach Shodiq Firdaus, serta perwakilan dari ulama Sidoarjo yang menentang adanya patung itu, KH Moh Nurul Huda Nawawi.

Bupati Tegal

Sebagian santri berpendapat, ketika patung itu mengandung unsur pembelajaran, maka tidak apa-apa dibangun. Ada pula santri yang berpandangan tentang penghargaan yang menjadi ikon kota. Sebagian lain menawarkan jawaban, apabila patung tersebut tanpa kepala, maka tidak apa-apa dengan alasan patung yang diharamkan itu ketika ada kepalanya.

“Apabila patung ini diarahkan terhadap sebuah Ikon kota, mengapa tidak membuat sebuah Ikon yang melambangkan Sidoarjo sebagi kota santri, seperti membuat miniatur yang berkhazanah islami," kata Agus Lukman Hakim mengomentari pendapat dari para musyawirin yang kontra terhadap keputusan sementara yang diambil.

Ach Shodiq Firdaus pun menambahkan, dari beberapa jawaban yang ada, yang menarik adalah ketika dalam pembentukan patung mengandung unsur littarbiyah (pembelajaran). Namun itu juga harus ada kajian lanjutan, apakah setiap patung ada unsur pembelajarannya?

Akhirnya, dari beberapa jawaban yang ada dikembalikan kepada dewan mushohih yang dalam hal ini dihadiri oleh KH Moh Nurul Huda Nawawi. Ia menegaskan, apapun alasannya, patung yang berada harus dihancurkan. Terlebih yang berada di Sidoarjo.

"Dari semua pendapat kebanyakan ulama mengatakan, haram menggambar sesuatu yang mempunyai ruh, seperti hewan dan manusia. Kami juga sudah mengirimkan surat kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Sidoarjo, serta Bupati Sidoarjo untuk segera memberantas patung yang berada di Sidoarjo," tegasnya.

Terkait permintaaan MUI Sidoarjo yang diminta mengeluarkan fatwa haram, Kiai Huda mengatakan, pihaknya akan menunggu hasil dari keputusan musyawarah para ulama se-Sidoarjo. Dan tentunya akan segera mengeluarkan fatwa haram terhadap patung yang berada di Sidoarjo. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Amalan, Ubudiyah, PonPes Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie mengatakan perlunya penyelarasan antara keislaman dan keindonesiaan. “Kita harus memberi penyadaran kepada lingkungan ummat untuk menerima keindonesiaan apa adanya seperti menerima Islam apa adanya,” katanya dalam Temu Wicara dengan Muslimat NU, Kamis malam.

Diakuinya bahwa sebagian warga negara Indonesia memang belum bisa menerima konsep keislaman dan keindonesiaa sebagai satu kesatuan. “Banyak orang yang beranggapan menjadi Islam yang baik berbeda dengan menjadi warga negara yang baik,” tandasnya.

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua MK: Keislaman dan Keindonesiaan harus Selaras

Hal ini telah menimbulkan standard ganda dalam konsep berfikir masyarakat. Beberapa orang, katanya, sangat meninggikan hukum Islam tanpa mengindahkan hukum yang tertera dalam UUD 1945. Sedangkan sebagian yang lain bertindak sebaliknya.

Kondisi itu, menurut dia, dapat menimbulkan gesekan apabila masing-masing pihak saling memaksakan kehendak. "Jadi kuncinya bagaimana memahami dua konstitusi tersebut," katanya.

Pemahaman kedua konstitusi itu, menurut Jimly, harus dipahami sebagai proses yang tidak terpisahkan untuk menciptakan warga negara Indonesia yang beragama. "Ibaratnya hukum Islam di tangan kanan, konstitusi di tangan kiri," kata Jimly menambahkan.

Bupati Tegal

Sikap Nahdlatul Ulama yang telah menegaskan kesetiaannya kepada bentuk NKRI dan Pancasila patut menjadi contoh untuk kemajuan bersama. Menjadi umat Islam yang baik bisa juga berarti menjadi warga negara yang baik..

Ia sangat menyesalkan upaya dari sekelompok kecil orang yang berusaha memaksakan keyakinannya dan merasa benar sendiri meskipun hanya masuk “pesantren kilat”, mengutip apa yang dikatakan oleh KH Hasyim Muzadi dalam temu wicara dengan MK sebelumnya. “Habis energi kita untuk mengurusi yang begini-begini. Minimal citra kita keburu negative,” tuturnya.

Hubungan yang harmonis antara umat Islam dengan aturan perundang-undangan digambarkannya seperti masa kehidupan Rasulullah di Madinah yang menyepakati adanya piagam Madinah sebagai kontrak sosial antar umat beragama dan ketaatan menjalankan perintah Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul. (mkf)

Bupati Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, PonPes, Anti Hoax Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik

Jakarta, Bupati Tegal. Acara tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-84 Nahdlatoel Oelama (1428 H) dan ke-4 Bupati Tegal diadakan pada Selasa (28/8) nanti malam di Hotel Acacia Jakarta, Jl Kramat Raya 73 depan gedung PBNU.

Selain orasi kebangsaan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, tasyakuran Harlah akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada 3 tokoh NU yang telah berjasa dalam pengembangan teknologi informasi di lingkungan NU, juga penghargaan kepada 4 website NU dan pesantren terbaik.

Penghargaan kepada tokoh NU itu, menurut Ketua Panitia Harlah Suwadi D Pranoto, merupakan wujud ucapan terimakasih dari organisasi NU, dalam hal ini diwakili oleh Bupati Tegal atas kiprah 3 tokoh NU yang telah mendorong pengembangan teknologi informasi di kalangan organisasi NU dan pesantren. Namun dirinya belum bersedia menyebutkan nama tiga tokoh yang dimaksud. “Biar ada kejutan,” katanya singkat.

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik

Selain itu, penghargaan juga terkait upaya 3 tokoh NU itu yang telah melakukan terobosan-terobosan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan kajian-kajian falakiyah (astronomi) dan pengembangan kawasan pedesaan sebagai basis warga NU.

Sementara itu penghargaan kepada 4 website terbaik di lingkungan NU dan pesantren dipilih dari 21 website yang memenuhi kriteria penilaian. 21 website adalah meliputi website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri, juga website pesantren.

4 website terbaik itu dinilai berdasarkan kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data. Kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.

Bupati Tegal

Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi Bupati Tegal Abdul Mun’im DZ mengatakan, pemberian penghargaan itu adalah sebagai wujud perhatian dan apresiasi PBNU atas perkembangan teknologi informasi di lingkungan NU dan pesantren yang selama ini kurang mendapat perhatian. “Mereka patah tumbuh hilang berganti,” katanya.

Sebelumnya, dalam rangkaian acara Harlah ke-84 NU dan ke-4 Bupati Tegal pada 8-9 Agustus 2007 lalu diadakan lokakarya para pakar dan peminat teknologi informasi (TI) di lingkungan NU yang berasal dari beberapa perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri, juga warga Nahdliyyin yang bekerja di bidang TI. Sebuah forum yang diberi nama Jaringan Komunitas Information Technology NU (Jarkitnu) telah dibentuk dan bertekad mengembangkan dan memanfaatkan sebesar-besarnya teknologi informasi untuk menggiatkan dakwah bil hal Jami’yyah Nahdlatul Ulama.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Budaya, PonPes, Ulama Bupati Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

TV Anti Imperialisme Diluncurkan

Venezuela, Bupati Tegal
Presiden Venezuela Hugo Chavez meresmikan stasiun televisi baru Amerika Latin hari Minggu untuk memerangi apa yang disebut pemerintahnya sebagai "imperialisme kebudayaan" dari media AS dan Eropa.
   
Telesur (Telesouth), stasiun televisi berbahasa Spanyol yang  didirikan pemerintah Venezuela, Argentina, Kuba dan Uruguay, mulai menyiarkan komentar dari para pejabat stasiun televisi itu dan  badan penasehat yang terdiri atas para intelektual sayap kiri dan selebriti internasional.
   
"Kami meluncurkan Telesur untuk mematahkan rejim komunikasi ini dan menyampaikan satu visi, satu suara yang sampai kini masih diam. Telesur adalah satu prakarsa untuk menandingi imperialisme kebudayaan," kata Andres Izarra, Direktur utama Telesur dan menteri komunikasi Venezuela.
    
Tujuan usaha yang dibiayai Venezuela itu adalah untuk memberikan satu perspektif Amerika Latin, mempromosi kebudayaan yang beragam dan melawan apa yang disebut para penciptanya sebagai "hegomoni" jaringan internasional dan komersial lokal dalam liputan mereka tentang kawasan itu.
    
Chavez, pemimpin nasionalis berhaluan kiri yang sering menuduh Presiden AS George W. Bush melakukan persekongkolan untuk menggulingkannya, menyebut peluncuran itu sebagai "keberhasilan" dan mengatakan Telesur penting bagi visinya tentang integrasi Amerika Latin dan Karibia.
    
Ia mengatakan saluran itu dapat menarik para pamirsa dari seluruh kawasan dan bahkan Bush "terpaku menonton Telesur. Hubungan dengan AS, pembeli utama minyak Venezuela, memburuk sejak Chavez memerintah tahun 1998 dan memperkokoh hubungan dengan Kuba yang komunis. AS mengimpor 15 persen minyaknya dari Venezuela, pengekspor minyak mentah terbesar kelima di dunia.
    
Chavez mengatakan jaringan televisi itu merupakan pukulan terhadap usaha sejumlah anggota parlemen AS yang berusaha melakukan apa yang idisebut sebagai "perang elektronik."
    
Pekan lalu, DPR AS menyetujui rancangan undang-undang dengan satu amandemen yang memberikan wewenang penyiaran ke Venezuela untuk menghadapi apa yang disebut Washington sebagai retorika anti-Amerika dan anti-kebebasan" ujar Chavez.
   
"AS mengancam kami dengan siaran untuk menetralkan Telesur. Kami telah memperoleh tujuan pertama," kata Chavez dalam percakapan telepon dengan televisi itu sewaktu acara peresmiannya.
   
Chavez juga membela Telesur dalam menghadapi para pengamat yang mengatakan jaringan itu akan menjadi alat propaganda bagi pemerintah "revolusioner’nya  dan bagi sekutu Karibianya, Presiden Kuba Fidel Castro.
   
"Saya yakin Telesur akan mampu mempertahankan independensinya.Telesur tidak akan tergantung pada pemerintah manapun, ia bebas melayari perairan kebenaran dan membantu pembangunan sebuah dunia baru," kata Chavez.
   
Saluran yang berpusat di Caracas itu akan menyiarkan berita melalui satelit dari biro-biro di Buenos Aires (Argentina), Brasilia (Brazil), Montevideo (Uruguay), La Paz (Bolivia), Bogota (Colombia), Caracas (Venezuela), Havana (Kuba), Kota Meksiko (Meksiko) dan Washington.(reuters/atr/cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Kajian Islam, PonPes Bupati Tegal

TV Anti Imperialisme Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
TV Anti Imperialisme Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

TV Anti Imperialisme Diluncurkan

Sabtu, 09 Desember 2017

PCNU Tangsel dan PP Assa’adah Gelar Halaqah Kebangsaan

Tangerang Selatan, Bupati Tegal. Di tengah merosotnya nilai-nilai kebangsaan pada sebagian bangsa Indonesia, NU kembali menunjukkan dirinya sebagai bagian bangsa yang akan selalu setia dalam menjaga keutuhan NKRI. Hari Sabtu (17/06) PCNU Tangsel bersama PP Assa’adah mengadakan halaqah kebangsaan dengan tema Deradikalisasi dan Penguatan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut menjadi suatu bukti nyata bahwa NU dan NKRI adalah satu kesatuan.

Bertempat di PP. Assa’adah, Kec. Setu, Tangerang Selatan, kegiatan halaqah kebangsaan kali ini dihadiri langsung oleh pemateri nasional Wasekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz dan BNPT diwakili H Djoni. Turut hadir pula tokoh agama dan jajaran pemerintahan kota Tangerang Selatan. Dari PCNU Tangsel sendiri, Rais Syuriyah KH Munhadi Mushlih turut hadir bersama banom-banom NU di Tangsel, GP Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, dan lain-lain.

PCNU Tangsel dan PP Assa’adah Gelar Halaqah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Tangsel dan PP Assa’adah Gelar Halaqah Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Tangsel dan PP Assa’adah Gelar Halaqah Kebangsaan

Peserta kegiatan yang ada pun terlihat memenuhi ruangan materi. Isi materi yang disampaikan oleh Alek, panggilan akrab dari Isfah Abidal Aziz semakin mempertegas sikap kebangsaan NU. Tidak lupa sebelum materi ditutup, Alek kembali membakar semangat dan militansi para peserta dengan memberikan yel-yel, “Siapa kita?, NKRI!, Pancasila!” yang disambut para peserta dengan antusias “NU!, Harga Mati!, Jaya!”.?

Selepas materi kebangsaan dan shalat Ashar, acara kembali dilanjutkan di lapangan sekolah PP. Assa’adah. Para peserta kembali disuguhkan dengan mars khas NU Yaa Ahlal Wathan dan mars-mars banom NU lainnya. Semangat peserta pun berbanding lurus dengan jumlah peserta yang semakin bertambah. KH Akhmad Ghozali memberikan tausiyahnya. Ia menyinggung betapa banyak orang yang mengaku ulama di zaman sekarang kemudian menyatakan diri telah dikriminalisasi. Sejatinya mereka adalah orang-orang yang merusak sendi-sendi bangsa.

Pada puncak acara segenap tokoh agama, masyarakat, dan PCNU Tangsel beserta banom-banomnya mengeluarkan pernyataan sikap bersama terkait beragam isu yang sedang terjadi di Indonesia umumnya dan Tangsel khususnya. Secara tegas NU dan PP Assa’dah menolak segala bentuk tindakan terorisme, radikalisme, dan sikap anti Pancasila. Tidak lupa juga mempertegas pernyataan PBNU dan MUI bahwa warga Nahdliyin Tangsel siap memerangi hoaks dan segala ujaran kebencian, serta tetap mendukung pengembangan madrasah diniyah sebagai benteng moral anak bangsa dan menolak kegiatan full day school. (Mohamad Syafri/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes Bupati Tegal

Bupati Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang hidup dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?..? ?

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

?

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita. Sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menylematkan kita dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat nanti. Diatara jalan yang akan menuntun kita meraih ketaqwaan adalah jalan taubat. Barang siapa bertaubat dari segalam macam tindak keburukan pastilah dia akan meraih ketaqwaan. Karena ketaqwaan itu? menuntut diri menghindar dari kemaksiatan.

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang bergelimang dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

Bupati Tegal

Memang demikianlah makna taubat secara bahasa yaitu kembali. Artinya, kembali meinggalkan perkara yang tercela dalam pandangan agama. Perkara yang tercela sangat banyak ragam dan tingkatannya. Bagi mereka yang berkecimpung dalam kehidupan yang sarat akan kemaksiatan maka taubat itu harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan tersebut. Bagi mereka yang keseharainnya selalu mengerjakan dosa-dosa kecil, maka taubatnya adalah menghindar dari dosa-dosa kecil tersebut. Karena jika ditumpuk, maka yang kecil akan menjadi besar juga. Demikian juga bagi mereka yang hiruk-pikuknya dalam kubangan kemakruhan (perkara yang dibenci agama) maka pertaubatannya dengan menghindar dari kemakruhan. Setiap pribadi harus selalu bertaubat menurut kapasitas masing-masing.

Abdul Wahhab As-Sya’roni menjabarkan berbagai tingkatan taubat. Taubat paling dasar adalah taubat yang harus dilakukan untuk kembali dari dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan dan dari perkara yang tidak diutamakan.

Bupati Tegal

Tingkatan kedua adalah bertaubat dari merasa diri sebagai orang baik, merasa dirinya telah dikasihi Allah dan bertobat dari merasa dirinya telah mampu bertaubat kepada Allah swt. Sesungguhnya berbagai macam perasaan ini aalah sebuah kesalahan yang lahir dari penyakit hati manusia yang sangat halus.

Dan puncak taubat adalah kembali mengingat Allah swt dari kelalaian mengingatnya waluapun sekejap saja. Karena melupakan-Nya adalah sebuah dosa.

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

Demikianlah tiga tingkatan taubat yang dijabarkan oleh As-Sya’roni. Selanjutnya tinggal kita meraba diri masing-masing dimanakan posisi kita berada dalam tiga tingkatan taubat tersebut. Andaikata kita masih berada dalam tingkat dasar, hendaklah kita pertahankan taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkat kedua. Dan apabila kita telah berada di tingkat kedua, maka berhati-hatilah sesungguhnya syaitan selalu mengintai kelengahan agar kita kembali terjerembab dalam kubangan dosa.

Oleh karena itu, Allah swt berfirman dalam surat Hud ayat 112

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu perbuatan dosa terlebih dahulu, tetapi setiap dosa harus segera ditaubati. Karena pada dasarnya manusia yang hidup di dunia ini berada dalam kubangan kesalahan. Baik kesalahan dhahir yang kasat mata maupun kesalahan bathin yang dilakukan hati. Sebagaimana Rasulullah saw pernah menerangkan hal ini kepada Abdillah bin Mas’ud “Barang siapa bertaubat tetapi tidak meninggalkan kesombongan dan kecongkakannya, berarti dia belum bertaubat”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Taubat merupakan kesempatan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya yang telah melakukan kesalahan. Taubat adalah peluang emas bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah jika kita ingin disayang olehnya segeralah bertaubat.

? ? ? ? ? ?

Allah swt sungguh mengistimewakan para pertaubat, apalagi jika mereka adalah orang-orang muda. Sungguh Allah swt. akan mengganti segala keburukannya menjadi kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. ?

Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah

Demikianlah Allah swt benar-benar mengistimewakan mereka yang bertaubat sebagaimana kisah seorang pemabuk ketika berjumpa degan Umar bin Khattab, sedangkan dia sedang membawa botol berisi menuman keras. Diceritakan pada sebuah lorong kota Madinah, Umar bin Khattab tak sengaja berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang berjalan dengan menenteng minuman keras. Begitu pemuda itu sadar sosok yang berpapasan dengannya adalah Umar, seketika itu pula secara reflek ia sembunyikan minuman keras dibalik jubahnya.

Lalu Umar bertanya tentang botol apakah gerangan yang berada dibalik jubahnya tersebut. Begitu malunya pemuda itu akan tingkah lakunya sehingga ia berdo’a dalam hati “Ya Allah janganlah Engkau membuka rahasia –keburukan-ku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khattab, tutuplah semua itu dan aku berjanji tidak akan minum-minuman keras lagi selamanya”.

Kemudian pemuda itupun berbohong dan menjawab bahwa yang ada di balik jubahnya adalah cukak “Ya Amiral Mukminin yang aku bawa ini adalah cukak”. Umarpun menuntut lebih jauh “bukalah sehingga aku mengetahui apa yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik jubahmu itu”.

Maka pemuda itupun mengeluarkan botol yang berada di balik jubahnya dan masyaallah minuman keras itu telah berubah menjadi cukak yang nikmat dan segar.

Inilah bukti betapa Allah swt memang mengistimewakan para pertaubat. Mereka yang telah bertekad bulat meninggalkan keburukan pasti Allah swt ganti dengan kebaikan ‘yubaddilullahu sayyiatihim hasanatin’

Jama’ah Jumah yang Berbahagia

Kisah di atas menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa modal bertaubat bukanlah baju koko, peci ataupun sorban dan sajadah, tetapi dengan tekad bulat dan niat yang mantab dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memberi petunjuk sekaligus Sang Maha Penerima Taubat.

Bukankah pengakuan akan kesalahan dan kebulatan tekad dari Nabi Adam as. sehingga Allah swt menerima pertaubatannya setelah Nabi Adam as. terbujuk syaitan memakan buah khuldi di surga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jama’ah Jum’ah yang Mulia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga kita semua tergolong orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka yang bertaubat akan diselamatkan Allah swt dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Barang siapa memperkuat taubatnya, pasti dijaga Allah dari segala hal yang merusak keikhlasan dalam beramal.

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, PonPes, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

Pamekasan, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Pamekasan menggelar sunatan massal, Senin (30/1). Mereka bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Asyifa Husada.

Ketua Kopri Pamekasan Nidiyatus Solehah menegaskan, kegiatan ini dimaksudkan ingin berbagi pada kepentingan masyarakat khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan yang kurang mampu. Karenanya, aksi sunatan massal berlangsung gratis.

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

"Ini sebagai perwujudan dari komitmen kami untuk bertindak nyata melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Dea, panggilan akrab Nidiyatus Solehah.

Dokter yang dihadirkan dalam sunatan massal adalah mereka yang telah berpengalaman di bidangnya. Untuk teknologi sunat mereka menggunakan teknik terbaru.

Bupati Tegal

"Yakni, teknik yang dapat meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh peserta sunat. Bahkan mungkin peserta tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun. Teknik tersebut juga mempercepat tingkat kesembuhan luka bekas sunat," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, PonPes, Kajian Bupati Tegal

Jumat, 05 Mei 2017

Puasa Umat Terdahulu

Puasa telah dilakukan oleh umat-umat terdahulu. Hal ini seperti dinyatakan dalam Al-Qur’an,? kama kutiba alal ladzina min qablikum? (Sebagaimana diwajibkan atas (umat-umat) yang sebelum kamu). Dari segi ajaran agama, para ulama menyatakan bahwa semua ? agama ? samawi, sama dalam prinsip-prinsip pokok akidah, syariat, serta akhlaknya.?

Ini berarti bahwa semua agama samawi mengajarkan keesaan Allah, kenabian, dan keniscayaan hari kemudian. Shalat, puasa, zakat, dan berkunjung ke tempat tertentu sebagai pendekatan kepada Allah adalah prinsip-prinsip syariat yang dikenal dalam agama-agama samawi. Tentu saja cara dan kaifiatnya dapat berbeda, namun esensi dan tujuannya sama.

Kita dapat mempertanyakan mengapa puasa menjadi kewajiban bagi umat Islam dan umat-umat terdahulu?

Puasa Umat Terdahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa Umat Terdahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa Umat Terdahulu

Manusia memiliki kebebasan bertindak memilih dan memilah aktivitasnya, termasuk dalam hal ini, makan, minum, dan berhubungan seks.?

Binatang—khususnya binatang-binatang tertentu--tidak demikian. Nalurinya ? telah mengatur ketiga kebutuhan pokok itu, sehingga--misalnya--ada waktu atau musim berhubungan seks bagi mereka. Itulah hikmah Ilahi demi memelihara kelangsungan hidup binatang yang bersangkutan, dan atau menghindarkannya dari kebinasaan.

Manusia sekali lagi tidak demikian. Kebebasan yang dimilikinya bila tidak terkendalikan dapat menghambat pelaksanaan fungsi dan peranan yang harus diembannya. Kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang yang memenuhi syahwat perutnya melebihi kadar yang diperlukan, bukan saja menjadikannya tidak lagi menikmati makanan atau minuman itu, tetapi juga menyita aktivitas lainnya kalau enggan berkata menjadikannya lesu sepanjang hari.

Bupati Tegal

Syahwat seksual juga demikian. Semakin dipenuhi semakin haus bagaikan penyakit eksim ? semakin digaruk semakin nyaman dan menuntut, tetapi tanpa disadari menimbulkan borok.

Potensi dan daya manusia--betapa pun besarnya--memiliki keterbatasan, sehingga apabila ? aktivitasnya telah digunakan secara berlebihan ke arah tertentu --arah pemenuhan kebutuhan faali misalnya—maka arah yang lain, --mental spiritual--akan terabaikan. Nah, di sinilah diperlukannya pengendalian.

Sebagaimana disinggung di atas, esensi puasa adalah menahan atau mengendalikan diri. Pengendalian ini diperlukan oleh manusia, baik secara individu maupun kelompok. Latihan dan pengendalian diri itulah esensi puasa.

Puasa dengan demikian dibutuhkan oleh semua manusia, kaya atau miskin, pandai atau bodoh, untuk kepentingan pribadi atau masyarakat. Tidak heran jika puasa telah dikenal oleh umat-umat sebelum umat Islam, sebagaimana diinformasikan oleh Al-Qur’an di atas.

Bupati Tegal

Dari penjelasan ini, kita dapat melangkah untuk menemukan salah satu jawaban tentang rahasia pemilihan bentuk redaksi pasif dalam menetapkan kewajiban puasa.? Kutiba alaikumush shiyama? (diwajibkan atas kamu puasa), tidak menyebut siapa yang mewajibkannya?

Bisa saja dikatakan bahwa pemilihan bentuk redaksi tersebut disebabkan karena yang mewajibkannya sedemikian jelas dalam hal ini adalah Allah Swt. Tetapi boleh jadi juga untuk mengisyaratkan bahwa seandainya pun bukan Allah yang mewajibkan puasa, maka manusia yang menyadari manfaat puasa, dan akan mewajibkannya atas dirinya sendiri.

?

Terbukti motivasi berpuasa yang selama ini dilakukan manusia, bukan semata-mata atas dorongan ajaran agama. Misalnya demi kesehatan, atau kecantikan tubuh, dan bukankah pula kepentingan pengendalian diri disadari oleh setiap makhluk yang berakal?

Di sisi lain bukankah Nabi Saw bersabda,? "Seandainya umatku mengetahui (semua keistimewaan) yang dikandung oleh Ramadhan, niscaya mereka mengharap seluruh bulan menjadi Ramadhan."

(Fathoni Ahmad)

Disunting dari M. Quraish Shihab dalam buku karyanya “Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhui atas Pelbagai Persoalan Umat” (Mizan, 2000).

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes Bupati Tegal

Rabu, 03 Mei 2017

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor

Makassar, Bupati Tegal. Gerakan Pemuda Ansor hanya layak dipimpin oleh individu-individu yang memiliki jiwa kepemimpinan yang mau berbuat, memberi manfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa melalui badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor

Pernyataan itu disampaikan Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV Entjeng Shobirin Nadj, di Makassar, Ahad (26/3), di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) setempat.

Hal lain yang diperlukan Banser sebagai kader inti pemuda Ansor ialah profesionalisme. Untuk mencapainya, keahlian spesifik dan kompeten di bidangnya harus dimiliki. Masyarakat Tionghoa, misalnya, kompeten atau jago di bidang bisnis.

?

Bupati Tegal

Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 16 Juni 1957 itu juga menyatakan, Banser harus memiliki daya saing seiring perkembangan zaman. Selain itu harus berkomitmen terhadap Pancasila dan NKRI.

Kepedulian berikut rasa tanggung jawab juga harus dibangun. Termasuk siap diperintah untuk ambil bagian dalam menjaga ideologi Aswaja dan bangsa.? Berani menyediakan waktu, pikiran dan jiwa raga, serta sebagian hartanya bagi organisasi.

Bupati Tegal

Tanpa jiwa kepemimpinan, tidak akan ada gerakan untuk memenangkan organisasi dari perubahan jaman penuh tantangan.

Entjeng berharap, para peserta Susbanpim IV dari sejumlah provinsi seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan dan Papua memiliki jiwa kepemimpinan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Humor Islam, PonPes Bupati Tegal

Kamis, 20 April 2017

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King

Jombang, Bupati Tegal. Warga Amerika Serikat menempatkan posisi Gus Dur sekelas dengan pemimpin gerakan perubahan di AS Martin Luther King. Mereka mengapresiasi pemikiran dan gerakan Gus Dur dalam memperjuangkan nasib kelompok minoritas.

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur di AS Setara dengan Martin Luther King

Demikian disampaikan Dubes AS untuk Indonesia Robert O Blake dalam lawatan kerjanya di pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (11/12) pagi.

“Di Amerika Serikat, Sosok Gus Dur disamakan dengan Martin Luther King,” kata Blake.

Bupati Tegal

Sementara King sendiri, Blake menyatakan, aktivis HAM dan pemimpin gerakan hak sipil Afrika-Amerika. Sedangkan ajaran dan kepemimpinan Gus Dur memiliki peran penting dalam membentuk demokrasi yang beragam, toleran dan aktif seperti yang terlihat saat ini di Indonesia.

“Saya sangat senang dengan gagasan Gus Dur. Demokrasi, HAM, pluralisme dan anti-kekerasan tetap bertahan dan diaplikasikan oleh generasi muda Indonesia,” Blake menambahkan.

Bupati Tegal

Masyarakat AS sudah semakin memahami Islam sehingga tidak merasa takut berlebih dengan kehadiran Islam di Amerika. “Bahkan agama Islam sekarang di AS berkembang pesat. Di beberapa negara bagian, Islam merupakan agama kedua terbanyak yang dianut masyarakat,” kata Blake dalam bahasa Inggris.

Pengasuh pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid menyatakan dirinya akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Blake untuk memaparkan pemikirna Gus Dur secara detil. Ia juga sempat menawarkan pendidikan pemikiran Gus Dur bagi siswa dan mahasiswa AS untuk tinggal beberapa bulan di pesantren Tebuireng. (Abror/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian Islam, Nasional, PonPes Bupati Tegal

Senin, 20 Februari 2017

Buka Bersama, PMII Pacitan Diskusikan PMII Kembali ke NU

Pacitan, Bupati Tegal. Puluhan alumni dan kader Pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) Pacitan Jawa Timur menggelar buka bersama dan mendiskusikan tentang PMII kembali menjadi banom NU, Selasa (30/6) lalu. Kegiatan digelar dengan sederhana di Aula Gedung MUI Pacitan.

Buka Bersama, PMII Pacitan Diskusikan PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, PMII Pacitan Diskusikan PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, PMII Pacitan Diskusikan PMII Kembali ke NU

Para kader aktif ini mendiskusikan beberapa hal terkait upaya penarikan kembali posisi PMII menjadi salah satu banom Nahdlatul Ulama dalam agenda muktamar NU ke-33 di Jombang pada 1-5 Agustus mendatang.

Septian Dwi Cahyo, Ketum PMII Pacitan berharap, perlu adanya sebuah pemikiran dan masukan dari seluruh keluarga besar PMII Pacitan untuk turut menentukan sikap terkait wacana perubahan posisi PMII menjadi salah satu banom NU. 

Bupati Tegal

“Petunjuk dan arahan para alumni sangat kami butuhkan, karena kegiatan ini adalah awal bagi PMII Pacitan dalam mengupas beberapa isu lama yang selalu menjadi bola panas tiap menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama dalam beberapa periode terakhir ini,” ungkap Septian.

Bupati Tegal

Dengan adanya diskusi ini, diharapkan muncul sebuah rekomendasi dari PMII Pacitan berkaitan dengan wacana tersebut sehingga dapat ditindaklanjuti pada diskusi yang akan datang.

Sementara itu, Khabib Koordinator acara berharap diskusi dan buka bersama ini dapat memperkokoh jalinan ukwah Islamiyah dan membangun kebersamaan antara alumni dengan kader PMII. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes Bupati Tegal

Kamis, 06 Oktober 2016

NU dan Kebangkitan Pemuda

Oleh Imam Nahrawi

Nahdlatul Ulama telah memasuki umur ke-91 pada 31 Januari 2017. Sebuah usia yang cukup sepuh dan tentu menyimpan banyak pengalaman dalam bentang perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Sebagai ormas terbesar NU terbukti sudah memainkan peran-peran penting dalam usaha mewujudkan kedaulatan dan keutuhan negeri ini.

NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
NU dan Kebangkitan Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

NU dan Kebangkitan Pemuda

Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1916, KH Abdul Wahab Chasbullah bersama kiai-kiai lain mempelopori berdirinya Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air). Kala itu, salah satu pendiri NU yang dua tahun pulang dari Makkah ini tak tega menyaksikan bangsanya dijajah.

Bupati Tegal

Pergerakan tersebut lalu ia topang dengan hadirnya organisasi baru bernama Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para saudagar) pada tahun 1918, yang menjadi basis gerakan perekonomian rakyat. Kiai Wahab menjadi sekretaris sekaligus bendaharanya. KH Hasyim Asy’ari memimpin gerakan ini dengan salah satu anggotanya KH Bisri Syansuri. Menyusul kemudian terbentuk Taswirul Afkar (konseptualisasi pemikiran), sebuah forum kajian keagamaan dan kebangsaan yang menyoroti isu-isu krusial dalam konteks itu.

Bupati Tegal

Melalui organisasi-organisasi tersebut para ulama Nusantara mengupayakan berbagai pemecahan masalah bangsanya yang tengah dicengkeram kolonialisme. Dalam suasana penjajahan yang menyengsarakan, langkah-langkah ini tergolong berani dan visioner. Para kiai bergerak dengan risiko akan berhadapan dengan para penjajah.

Yang kerap terlupakan adalah para kiai itu berjuang dalam usia yang relatif sangat muda. Kiai Wahab yang lahir pada 31 Maret 1888 membentuk Nahdlatul Wathan saat masih berumur 26 tahun. Ketika itu Kiai Bisri menginjak usia 27 tahun, sedangkan Kiai Hasyim 41 tahun. Nahdlatul Wathan pun menjadi wahana penggembelengan kesadaraan cinta tanah air yang digerakkan para pemuda dan diperuntukkan bagi para pemuda pula.

Fakta tersebut sekadar contoh betapa atmosfir perjuangan bangsa Indonesia sangat diwarnai oleh jiwa-jiwa muda. Tampilnya para kiai muda pendiri Nahdlatul Ulama itu membantah bahwa NU selalu identik dengan kaum tua, sebagaimana persepsi masyarakat yang jamak kita temui. Kita mendapati mereka sebagai kiai sepuh yang mengendalikan NU ketika organisasi keagamaan terbesar ini sudah mapan belakangan.



Spirit Kaum Muda


Kaum muda sering dipandang spesial setidaknya karena dua hal. Pertama, kekuatan. Pemuda dinilai memiliki energi lebih dibanding kaum tua yang secara alami pasti mengalami penurunan kondisi fisik. Pemuda kerap diasosiasikan dengan kelincahan, kesegaran, dan semangat yang menyalah-nyala.

Kedua, progresivitas. Jiwa perubahan umumnya mengalir dalam darah muda. Karenanya tak heran jika mereka kerap diandaikan mampu menjadi agen sosial yang bisa diandalkan untuk melakukan transformasi ke arah yang lebih baik.

Keistimewaan para pendahulu kita adalah mampu mengaktualisasikan potensi kepemudaan mereka untuk kepentingan publik. Mereka bukan orang-orang picik. Kemampuan untuk membaca persoalan dan momobilisasi masa tidak mereka gunakan untuk kepentingan diri sendiri maupun golongan, melainkan bangsa dan negara secara umum.

Kiprah kiai muda Abdul Wahid Hasyim juga bisa menjadi contoh. Beliau tak hanya menyumbangkan pikiran-pikiran penting saat mewakili umat Islam pada sidang BPUPKI dan PPKI, tapi juga sanggup menahan egoismenya dalam forum perumusan dasar negara itu. Di tengah derasnya aspirasi untuk menegakkan negara teokrasi, Kiai Wahid secara ikhlas menerima Pancasila sebagai ideologi final Republik Indonesia.

Andai saja Kiai Wahid ketika itu ngotot menuruti kemauan mendirikan negara berideologi Islam, mungkin hingga kini bangsa kita yang bineka ini masih terpecah-pecah. Kiai Wahid adalah tokoh kharismatik dan sangat representatif bagi umat Islam. Sejak usia 24 tahun ia aktif di MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia), sebuah badan federasi partai dan ormas Islam pada zaman Belanda. Dan mengetuai organisasi ini ketika berubah nama menjadi Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) pada masa pendudukan Jepang.

Pada titik ini, terang sekali bahwa darah muda para kiai NU memberi kontribusi dominan bagi kelahiran dan pertumbuhan negara ini. Kita bisa menyebutnya semangat nahdlatus subban (kebangkitan kaum muda) selain juga nahdlatul ‘ulama (kebangkitan ulama). Teladan positif inilah yang seyogianya dihayati para generasi muda sekarang. Bentuk perjuangan era kini bisa sangat lain, tapi spiritnya tentu tetap sama: membangun kemaslahatan bersama.

Penulis adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Republik IndonesiaDari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Pesantren Bupati Tegal

Minggu, 24 Juli 2016

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Probolinggo, Bupati Tegal - Sedikitnya 25 orang kader Muslimat NU utusan dari masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan olahan makanan dari Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Selasa (7/2).

Pelatihan yang digelar di aula KPRI Prastiwi Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Nurayati, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Probolinggo Andjar Noermala serta narasumber Aris Purnama Seta.

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muslimat NU Probolinggo Dilatih Olahan Makanan

Selama pelatihan ini para pengurus dan anggota Muslimat NU ini dilatih proses pembuatan sempol daging ayam dan empek-empek dari ikan tongkol. Selain materi, mereka juga langsung melakukan praktik dengan beragam alat yang sudah disediakan.

Bupati Tegal

Hj Nurayati mengatakan, pelatihan olahan makanan ini bertujuan untuk melatih ekonomi kreatif serta menambah income keluarga.

Bupati Tegal

“Setidaknya dengan pelatihan ini para pengurus dan kader Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo bisa memiliki bekal ketrampilan memasak yang memadai, minimal untuk keperluan keluarganya,” katanya.

Melalui pelatihan ini Nurayati mengharapkan para kader Muslimat NU mampu memberdayakan diri agar mandiri dalam usaha ekonomi dan mengoptimalisasi kelompok-kelompok usaha di masing-masing PAC.

“Serta, bisa mengembangkan usaha-usaha ekonomi yang sesuai dengan potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Jika semua kader Muslimat NU memiliki keterampilan tentunya akan mampu mewujudkan kesejahteraan individu dan masyarakat,” harapnya.

Sementara Andjar Noermala mengatakan, pelatihan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausaha baru dari kalangan Muslimat NU.

“Dengan pelatihan ini saya mengharapkan nantinya mampu mengembangkan sendiri kemampuan yang dimilikinya serta bisa menularkan ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Sholawat, RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 15 Juli 2015

NU Jaga Silaturrahim dengan Ulama Syatariyah

Padangpariaman, Bupati Tegal. PCNU Padangpariaman bersilaturrahim dengan ulama Syathariyah, Kamis (7/2) di Pesantren Darul Ikhlas Lubuk Tajun Sarang Gagak, Nagari Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung, Kab. Padangpariaman.

Hadir sejumlah pimpinan pesantren, ulama dan sejumlah pengurus NU, di antaranya Pimpinan Darul Ikhlas H. Zubir Tuanku Kuning, Mustasyar PCNU Padangpariaman Azwar Tuanku Sidi, Rais Syuriyah Syahril Tk. Sutan Maetek, Katib Syafri Tk. Sutan Sari Alam, Ketua Abdul Hadi Tk. Rajo, Sekretaris ? Yul Rahmat, dan Anggota DPRD Padangpariaman Zulhelmi Tuanku Sidi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padangpariaman Masrican Tuanku Maharajo Basa dalam kesempatan itu meminta para ulama di Kabupaten Padangpariaman untuk bersatu dalam menyampaikan dakwah.? Jangan ada yang saling menjelekkan dan merendahkan satu sama lain. Apalagi menghadapi tantangan umat yang semakin komplek dan berat sangat dibutuhkan persatuan dan saling menghargai satu sama lain.

NU Jaga Silaturrahim dengan Ulama Syatariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jaga Silaturrahim dengan Ulama Syatariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jaga Silaturrahim dengan Ulama Syatariyah

Menurut Masrican, jika ada perbedaan pendapat, mari kita cari persamaannya sehingga umat tidak binggung. Kalau ulama satu dengan yang lain saling menjelekkan dalam menyampaikan dakwah, sudah pasti umat jadi binggung. Siapa yang akan diikutinya.

“Untuk itu, mari kita rapatkan barisan dan jalin silaturahim,” kata Masrican yang baru saja dilantik pertengahan Januari 2013 lalu.

“Forum silaturahim ini amat penting artinya dalam meningkatkan komunikasi dan saling menghormati seorang tuankuk dengan tuankuk lainnya. Silaturahim ulama ini diharapkan dapat memupuk tali persaudaraan sesama ulama. Mari kita sama-sama melangkah ke depan membangun umat,” kata Azwar Tuanku Sidi menambahkan.

Bupati Tegal

Sedangkan Pimpinan Pesantren Darul Ikhlas Zubir Tuanku Kuning panjang lebar menguraikan titik-titik penyebaran tarekat Syatariyah yang dibawa oleh Syekh Burhanuddin di Ulakan. Penyebaran murid-murid Syekh Burhanuddin di daerah ini jika dilihat dari silsilahnya mempunyai kaitan satu sama lain. Ada Syekh di Koto Tuo, Lubuk Pua, Kamumuan, Kiambang dan seterusnya yang memiliki keterkaitan.

“Untuk itu, tidak benar kalau ada para tuanku yang bermuara pada titik-titik penyebaran Syatariyah tersebut saling menjelekkan. Belajar dari para pendahulu, guru-guru tuanku masa silam, mereka saling menjaga kehormatan masing-masing. Tidak ada mereka saling menjelekkan. Kalau pun ada para muridnya saling merendahkan tuanku lain, mereka pasti meluruskan perbedaan. Jika ada pihak tertentu yang mengadu tuanku atau syekh satu dengan yang lain, maka dipastikan tidak mempan. Karena gurunya jika bertemu tetap akrab dan saling menghormati satu sama lain,” tutur Zubir Tuanku Kuning.

Ketua PCNU Padangpariaman Abdul Hadi menyebutkan, silaturahim ini merupakan program NU Padangpariaman dalam meningkatkan perannya membangun umat. Tuanku merupakan ulama Padangpariaman yang memiliki jamaah dan murid.

“NU yang didirikan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah jelas memiliki hubungan yang erat dengan tuanku. PCNU Padangpariaman sendiri mayoritas adalah tuanku,” kata Abdul Hadi menambahkan.

Bupati Tegal

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Bagindo Armaidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, PonPes, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock