Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Jakarta, Bupati Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, PW IPNU Jawa Timur mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap pergaulan anak remaja mereka di tanggal 14 Februari yang dikenal sebagai hari Valentine.



Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Imbauan demikian disampaikan oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur Imam Fadlli dalam surat resmi PW IPNU Jatim, Rabu (13/2).

Dalam surat resmi, ia menyampaikan bahwa peningkatan pantauan didasarkan pada kelaziman Valentin yang kerap dirayakan oleh remaja di Indonesia. Valentine secara tidak tertulis disepakati sebagai hari kasih sayang.

Hari kasih sayang itu tertanam di kebanyakan remaja sebagai momentum untuk mengungkapkan perasaan atau kasih sayang mereka. “Berbagai perilaku dilakukan dalam rangka memperingati hari itu mulai memberi hadiah sampai pada yang menjurus kepada kemaksiatan,” tulisnya.

Bupati Tegal

Menurut Imam Fadlli, untuk menghindari kejadian yang tidak patut, orang tua perlu melakukan pemantauan ekstra serta pengawasan terhadap remajanya. Ini merupakan upaya jangka pendek yang dapat dilakukan kalangan orang tua.

Sedangkan upaya jangka panjang ke depan, orang tua perlu membuka diri terhadap anak mereka dengan pendekatan-pendekatan komunikatif. Pendekatan itu diharapkan dapat memosisikan mereka sebagai partner nyaman di mata remaja mereka, kata Imam Fadlli.

Pendekatan komunikatif seperti itu secara perlahan menciptakan keterbukaan kedua pihak. Dari situ, persoalan-persoalan pribadi remaja menemukan jawaban pada kedekatan dengan orang tua, tandas Imam Fadlli.

Bupati Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Warta Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Pekalongan, Bupati Tegal



Hampir dipastikan setiap tanggal 10 November, di Noyontaan Gang 7, Pekalongan, tepatnya di kediaman Habib Luthfi bin Yahya, selalu ramai dengan kegiatan peringatan Hari Pahlawan. Secara kebetulan, di tanggal tersebut merupakan hari lahir Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) itu. 

Tahun ini merupakan hari lahirnya yang ke-70, Habib Luthfi mengadakan tasyakuran kelahirannya sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Tamu-tamu yang hadir antara lain Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf. Suhardi mewakili Pangdam IV/Diponegoro yang berhalangan hadir.

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Tampak juga hadir Kepala Biro Kesra Propinsi Jawa Tengah Drs Supriyono, MM. mewakili Gubernur, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Dandim dan Kapolres se eks Karesidenan Pekalongan, Bupati dan Walikota Pekalongan serta ratusan undangan khusus lainnya.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Padamu Negeri dan Syukur oleh paduan suara IAIN Pekalongan membuat suasana yang cukup tenang dan khidmat didukung cuaca yang sangat bersahabat. Puluhan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun ke 70 berjajar rapi di sepanjang Gang 7 dari berbagai kalangan menghiasi acara malam tasyakuran. 

Kapolda Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, Habib Luthfi adalah sosok yang langka di Indonesia dan beliau adalah tokoh yang selalu membuat dingin dan adem di Jawa Tengah khususnya, makanya kita harus selalu menjaga agar Habib Luthfi dikaruniai umur yang panjang serta sehat walafiat.

Bupati Tegal

Habib Luthfi yang didaulat untuk memberikan tausiyah berpesan bahwa kita sesungguhnya satu, makanya yang hadir kali ini sangat komplit mewakili berbagai golongan, etnis dan kelompok agama untuk sama sama mensyukuri atas nikmatnya peringatan hari pahlawan semata mata agar kita tidak melupakan sejarah.

"Kegiatan dan tasyakuran malam ini sesungguhnya bukan untuk ulang tahun saya yang kebetulan jatuh pada tanggal 10 November, akan tetapi semata mata mengingatkan kepada kita tentang Hari Pahlawan agar kita sebagai bangsa yang tidak melupakan sejarah," tuturnya. 

Habib Luthfi sangat prihatin terhadap kondisi bangsa mengapa mulai lunturnya kepercayaan dan kecintaan kita kepada republik Indonesia, tidak lain karena diakibatnya memudarnya beberapa sejarah yang sebenarnya menjadi tulang punggung dan cerminan setiap bangsa.

Dikatakan, apa yang pernah dilakukan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari tentang Resolusi Jihad, sesungguhnya juga dilakukan oleh negara lain cuma dengan cara yang berbeda.

Bupati Tegal

Habib Luthfi berpesan agar makna "li taarafu" tidak dipahami secara tektual semata, akan tetapi lebih dari itu untuk saling mengenal dalam perdamaian. Jika hal ini bisa dilakukan, ia yakin tidak ada yang namanya peperangan di muka bumi ini. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Sholawat Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU tidak melupakan rakyat.

Hal ini disampaikan sebagai pesan menjelang pelaksanaan muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya, 30 Agustus – 1 September 2014.

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

“Jangan sampai melupakan amanat rakyat yang telah memberikan suara pada PKB,” katanya baru-baru ini di gedung PBNU.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan konstituen PKB sebagian besar adalah warga NU sehingga PKB harus memperhatikan aspirasi Nahdliyyin seperti pengembangan pesantren, perekonomian atau perundangan yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Ia juga menegaskan, meskipun pemilu 2014 kali ini terjadi peningkatan jumlah suara yang signifikan, PKB tidak boleh berpuas diri.

Bupati Tegal

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Kediri, Bupati Tegal - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung lolos ke babak perempat final dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur II di Kota Kediri. Tim sepakbola Pesantren Darut Taibin akan bertanding di babak perempat final di Stadion Brawijaya Kediri pada 27 Agustus 2016.

Tim Darut Taibin lolos setelah dalam pertandingan tadi sore, Kamis (25/8) di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Mereka berhasil melibas tuan rumah kesebelasan Pesantren Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri dengan skor telak 5-0.

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Sejak menit pertama wasit Awan Ramadhan membunyikan pluit, kesebelasan Darut Taibin langsung menyerang. Taktik tersebut sangat jitu.Terbukti pada menit ketujuh, Darut Taibin berhasil membobol gawang M Rizal Abdillah, penjaga gawang Mahrusiyah melalui tendangan M Alim.

Berhasil membobol gawang tuan rumah, Kapten Pesantren Darut Taibin Dwiki Fauzi Anjasmara bersama timnya semakin agresif menyerang. Sementara tuan rumah mengimbangi permainan agresif sehingga menjurus permainan keras. Di sini wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk? Dandi Andika dan Baktiyan Yoga dari tim Darut Taibin.

Bupati Tegal

Kejadian ini tidak menurunkan semangat para pemain Darut Taibin. Mereka hanya mengubah permainan. Kalau sebelumnya bermain umpan-umpan lambung, kini mereka menggunakan umpan pendek. Teknik ini manjur, terbukti menambah gol kedua pada menit ke-21 oleh Veri Tristanto disusul gol ketiga pada menit ke-24 oleh Baktiyan Yoga.

Bupati Tegal

Pada menit ke-31? Dwiki Fauzi menambah gol bagi timnya setelah mendapat hadiah penalti dari wasit. Penalty dijatuhkan karena salah satu pemain Mahrusiayah melakukan pelanggaran di depan gawangnya. Hingga turun minum posisi masih bertahan 4-0 untuk tim Darut Taibin.

Setelah turun minum, dan stamina sudah menurun tim Darut Taibin berhasil menambah satu gol pada menit ke-48. Hingga pluit panjang dibunyikan kedudukan tetap 5-0 untuk Kesebelasan Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Pada babak perempat final Darut Taibin akan bertemu dengan Kesebelasan Pesantren Pomosda Nganjuk. Pomosda juga lolos ke perempat final karena pada pertandingan sebelumnya mereka berhasil melibas kesebelasan Pesantren Al-Muhsin Tretek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Warta, Habib Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta

Tegal, Bupati Tegal. Sebanyak 375 warga kurang mampu yang berada di Desa Slaranglor bisa tersenyum bahagia. Pasalnya pada musim panen kali ini warga yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi itu mendapat perhatian dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Slaranglor melalui pemanfaatan zakat mal.

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta

Jum’at (20/4) malam kemarin, di Musholla Baitus Salam, disaksikan Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (LAZIS) NU Kabupaten Tegal, NU Slaranglor menyalurkan zakat mal bagi warga Desa Slaraglor Kecamatan Dukuhwar, Kabupaten Tegal, sebesar Rp. 37.524.300.

Sekretaris PC LAZIS NU Kabupaten Tegal, Abdul Fatah, pada kesempatan tersebut menjelaskan, sebenarnya potensi warga NU untuk mengembangkan zakat mal sangat luar biasa karena merupakan warga terbesar di Indonesia dan di Kabupaten Tegal khususnya.

Bupati Tegal

“Hasil tutup buku tahun 2011 kemarin ? LAZIS NU hanya berhasil menghimpun Rp. 1 Milyar Lebih,” katanya sembari mengatakan bahwa mestinya capaian itu bisa lebih besar lagi mengingat warga NU sangat banyak.

Bupati Tegal

“Saya harap Slaranglor bisa menjadi contoh bagi rantingranting yang laian yang mampu membuat terobosan-terobosan yang sangat baik,” harapnya.

Ketua panitia zakat mal PRNU Slaranglor H Syamsudin saat dimintai keterangan mengungkapkan, pengumpulan zakat mal ini baru pertama kali dilakukan oleh pengurus NU Slaranglor dan mudah-mudahan menjadi awal yang baik .?

“Kami sementara baru menggali zakat mal ini di kalangan petani, karena mayoritas warga Slaanglor itu petani dan sebagian besar atau 99 persen warga NU. Karena targetnya petani ? kami menggumpulkan zakat ini juga setelah musim panen selesai, tidak kami wajibkan apalagi dipaksa, kami berupanya menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat,” jelasnya.

H. Syamsudin juga menyebutkan antusias warga NU cukup baik, sebagai bukti dari hasil satu kali panen saja, sudah berhasil dikumpulkan oleh panitia Rp. 37 juta lebih. Walaupun kalau dihitung dari jumlah warga yang sudah sampai nisab harusnya lebih dari itu, tetapi sekali lagi sebagai awal yang baik .?

“Mudah-mudahan bisa berjalan terus, tanpa adanya halangan dan masyarakat semakin sadar,” harapnya.

Senada dengan H. Syamsudin Rais Syuriah PRNU Desa Slaranglor Solihudin mengharap agar masyarakat semakin sadar akan zakat. Karena harta ? hanya titipan bukan milik manusia secara individu. Ada yang memiliki hak harta dari yang kita gunakan, berarti setelah sampai nisab zakat yang sudah ditentukan maka ada hak orang lain yang harus kita berikan .?

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pengurus LAZIS NU Kabupaten Tegal, anggota DPRD Kabupaten Tegal Sahyudin, dan tokoh masyarakat desa setempat.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta Bupati Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Jakarta, Bupati Tegal?

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan tentang peran penting teman dekat dalam mewarnai sukses tidaknya seseorang.?

"Kalian harus bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan," katanya pada acara Sarasehan Dakwah bil Sosmed bersama Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Ia mengatakan, bahwa sikap, mental dan kepribadian seseorang sangat diwarnai siapa yang menjadi teman dekatnya.?

Bahkan, katanya, para pakar pendidikan telah sepakat, bahwa pengaruh keturunan, pengaruh pendidikan masih kalah kuat dan dominan dengan pergaulan.?

"Jangan percaya orang sukses berangkat sendiri. Jangan percaya ada orang hebat berangkat sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Ali.

Bupati Tegal

Karena menurutnya, manusia itu selain sebagai makhluk individu, juga sebagai makhluk sosial.?

Ia mencontohkan, pendiri NU KH Hasyim Asyari yang tidak berangkat sendiri. Menurutnya, disekitarnya terdapat juga orang-orang hebat seperti KH Wahab Hasbullah, KH Romli Tamin, KH Siddiq Jember, KH Faqih Maskumambang, KH Abbas Buntet. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Warta Bupati Tegal

Bupati Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan

Situs Resmi NU atau Bupati Tegal akan menggelar pidato Kebudayaan untuk tahun ketiga di gedung PBNU, Jumat 28 Maret, pukul 19.00. Tahun ini akan mendaulat sastrawan asal Banyumas, Jawa tengah, Ahmad Tohari untuk berpidato. Penulisa novel Ronggeng Duku Paruk akan menyampaik pikirannya dengan tema “Membela dengan Sastra.”

Sebelumnya, pada tahun pertama 2012, Bupati Tegal mendaulat penyair asal Madura D. Zawawi Imron untuk menyampaikan pidato kebudayaan. Ia menyampaikan pikiran dengan judul Menimba Ilham Vitalitas dari Nilai Pesantren.  

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan

Menurut penyair berjulu Clurit Rmas tersebut, budayawan sekelas WS Rendra, menggambarkan bahwa para ulama pesantren disebut “Empu yang bermukim di atas angin”, yaitu yang mengutamakan budaya akal sehat, dan sanggup memberi inspirasi bagi rakyat jelata untuk tahu akan hak-haknya dan selalu siap membela kebenaran secara kesatria.

Tradisi dan nilai-nilai pesantren yang masih relevan dengan zaman harus tetap dirawat dan dilaksanakan, sedangkan yang tidak sesuai dengan dinamika kehidupan sekarang perlu ditinggalkan. Di samping itu perlu dengan selektif menerima dan mengadopsi niali-nilai baru yang bisa memperkuat dan memperkaya cakrawala kehidupan pesantren masa kini.

Bupati Tegal

Sebagaimana menjadi orang pesantren, Zawawi mengaku bangga menjadi seorang seniman karena mendapat pendidikan rohani yang menyehatkan. ”Menjadi seniman kami sangat senang sekali. Karena menjadi seniman, kami merasa tersesat meskipun berada di jalan yang benar,” katanya disambut tawa hadirin pada waktu itu.

Pada tahun kedua, 2013, Bupati Tegal mendaulat pengasuh pesantren Kaliopak Yogyakarta Muhammad Jadul Maula untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Ia menyampaikan gagasan dengan judul Inikah Akhir Zaman Budaya Kita?

Bupati Tegal

Menurut Jadul Maula, budaya sekularitas yang menggejala di masyarakat Indonesia selama satu dasawarsa terakhir, menempatkan masyarakat dalam keadaan rentan. Mereka mudah terserang aneka bentuk penyakit sosial. “Gejala-gejala penyakit sosial yang mewakili cara berpikir, tumbuh dengan subur karena rapuhnya ikatan masyarakat belakangan dengan nilai-nilai keindonesiaan,” ungkapnya.

M Jadul Maula menunjuk contoh patologi sosial pada kecenderungan orang di Indonesia dalam menghadapi persoalan dengan kekerasan, pembunuhan, dan kecenderungan destruktif lainnya. Suami dapat membunuh istri karena persoalan sepele. Anak membunuh orang tuanya hanya karena permasalahan yang tidak masuk di akal.

Kecenderungan nalar destruktif, lanjut Jadul Maula, tidak hanya menjadi fenomena di kalangan masyarakat bawah. Cara berpikir seperti itu juga mewarnai pemikiran masyarakat kelas menengah dan atas. Dalam kondisi keterbatasan berkontestasi, mereka tanpa segan menyingkirkan posisi dan membunuh karakter pribadi atau kelompok lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara

Banda Aceh, Bupati Tegal. Pengerus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Banda Aceh mengadakan kopdar Nusantara di Mizan Kupi, Lampineung Sabtu, 29 April 2017.

Ketua Umum PMII Akmal mengatakan, dalam kopdar Nusantara ini adalah sebuah anugerah terbesar bisa berkumpul di tanah rencong dengan sahabat-sahabati PMII se-Nusantara walaupun tidak semuanya dikarenakan mempunyai kewajiban dalam tugas mewakili kampus.

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Gelar Kopdar Nusantara

Akmal juga berpesan silaturrahim ini harus tetap sampa bertemu dalam acara kongres yang sebentar lagi akan diselenggarakan.

"Kongres ini adalah kongres dengan seduhan aswaja dalam jiwa kita tanpa ada hal yang tidak kita inginkan," jelasnya?

Salah satu mewakili dari Kota Salatiga, Wasi menambahkan walaupun kita di Aceh tujuan awalnya adalah berkompetisi dalam Pionir ke VIII.

Bupati Tegal

"Karena sahabat/i terikat dalam suatu ikatan yang sangat luar biasa yaitu PMII kita semua awalnya saling bersaing tapi malam ini kita bisa duduk bersama, ngopi bersama," ujarnya

Arif juga mengatakan suatu kebanggaan selaku kader PMII Cabang Kota Palopo Karena telah berkesempatan untuk duduk bareng dengan sahabat(i) se-Nusantara di Kota Banda Aceh.

"Sekali lagi terima kasih kepada PC. PMII Kota Banda Aceh yang telah memberikan wadah bagi kami untuk kumpul bareng sahabat(i) se-Nusantara di Banda Aceh. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Santri, Warta Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, Bupati Tegal
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Anti Hoax Bupati Tegal

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Rabu, 03 Januari 2018

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar kuliah umum, Kamis (7/9) di Gedung Serba Guna Pegadaian Pusat Jakarta bertajuk Mendialogkan dan Meneguhkan Relasi Agama dan Budaya di Nusantara. Tahun 2017 ini, Bupati Kabupaten Purwakarta H Dedi Mulyadi didaulat sebagai pengisi kuliah umum.

Berpakaian serba putih dibalut peci hitam, Dedi Mulyadi memberikan salam dengan menyatukan kedua tangnnya kepada 500 mahasiswa UNU Indonesia beserta civitas akademika yang hadir memadati ruang acara.

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dedi Mulyadi Sampaikan Kuliah Umum di UNU Indonesia

Kang Dedi, sapaanya langsung menuju panggung utama didampingi Rektor UNU Indonesia (Unusia) Prof HM. Maksum Machfoedz dan Wakil Rektor III UNU Indonesia KH Mujib Qulyubi.

Sebelum orasi Dedi, Rektor Maksum memberikan sambutannya kepada para mahasiswa. Ia menjelaskan, kehadiran UNU Indonesia makin memperkuat eksistensi keindonesiaan karena di Unusia tidak hanya memperkuat keilmuan akademik tetapi juga kebangsaan, kebudayaan, dan cinta tanah air.

Pria yang juga Wakil Ketua Umum PBNU ini juga memotivasi para mahasiswa dengan meneriakkan slogan-slogan cinta tanah air di antaranya NU, NKRI harga mati, dan Pancasila jaya.

Bupati Tegal

Ruh kebangsaan ini, menurut Maksum, yang nantinya makin memberikan karakter kuat bagi para mahasiswa untuk mengisi setiap dispilin ilmu yang menjadi bidangnya masing-masing.

Sementara itu, Dedi Mulyadi menyoroti kuatnya tradisi dan budaya bangsa Indonesia yang menurutnya harus dikenali dan dipahami sebagai penguat peradaban Indonesia.

Bupati Tegal

Dedi yang juga menggelontorkan beasiswa kepada 20 orang pemuda di Purwarkarta untuk kuliah dan belajar Kebudayaan Islam Nusantara di Pascasarjana UNU Indonesia ini menerangkan pentingnya kajian akademik peradaban Nusantara agar bangsa Indonesia maju dengan tetap pada identitas kebangsaannya.

“Ilmu dan peradaban Nusantara itu luas dan kaya, jangan sampai kita terus-terusan bergantung pada produk bangsa luar. Menurut saya inilah pentingnya keberadaan UNU Indonesia,” ucap Dedi.

Pria yang menjadikan seni, tradisi, dan budaya lokal sebagai pondasi tata kelola pemerintahannya di Purwakarta ini mengungkapkan, bangsa Indonesia wajib belajar berbagai kekayaan tradisi dan budaya Nusantara agar bangsa dan negara ini maju dengan tidak meninggalkan ruh kebangsaannya.

“Belajarlah seni Nusantara, tradisi pengobatan orang-orang Nusantara, arsitektur Nusantara, dan berbagai keilmuan ulama-ulama Nusantara. Jika tak dipelajari, tidak akan ada yang namanya kejayaan Indonesia,” tegas Kang Dedi.

Dedi juga membawakan orasinya dengan diselingi sejumlah humor sehingga ratusan mahasiswa terlihat santai tetapi tetap fokus menyimak pemaparan dirinya. 

Usai memaparkan orasinya, Dedi Mulyadi mendapat cinderamata dari UNU Indonesia berupa lukisan dirinya. Lukisan berasal dari goresan pensil yang terlihat indah dan rapi tersebut merupakan karya dari salah seorang alumnus kampus yang dahulu bernama STAINU Jakarta ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Daerah Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara

Jombang, Bupati Tegal. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, yang dihelat di Jombang, Jawa Timur, mengusung tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Tema Islam Nusantara, menjadi sangat populer sejak Presiden Joko Widodo berpidato tentang tema ini, dalam Munas Alim Ulama di Jakarta, Juli lalu.

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara

Sejak itu, Islam Nusantara menjadi populer sekaligus menjadi polemik di antara mereka yang mendukung dan kelompok yang menolak. Diskusi tentang Islam Nusantara, ramai diperbincangkan di panggung-panggung seminar dan media sosial.

Putri Gus Dur, Yenny Wahid—panggilan akrab Zannuba Arifah Chafsoh—mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan Islam Nusantara dan bersyukur dilahirkan di tanah air Indonesia.

Bupati Tegal

“Saya sangat bersyukur lahir di Indonesia, di kawasan Nusantara. Sebab, di Indonesia ini saya merasa sangat nikmat dalam berislam. Kalau saya lahir di Timur Tengah, di Arab Saudi, saya tidak bisa nyetir mobil, saya tidak bisa naik motor sendirian. Kalau saya lahir di Inggris, saya tidak akan bisa masuk ke komunitas-komunitas muslim secara longgar,” ungkap Yenny, dalam diskusi buku Islam Nusantara, terbitan Teraju-Mizan, pada Selasa (5/8) kemarin, di Kampus Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Tebu Ireng, Jombang.

Bupati Tegal

Yenny mengatakan, Islam Nusantara mengajarkan tentang perdamaian dan moderatisme.

Buku “Islam Nusantara, Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan” ini diedit oleh Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat) dan Munawir Aziz (Peneliti Muda). Dalam buku ini, memuat beberapa tulisan para tokoh lintas organisasi, terutama NU dan Muhammadiyah: KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Musthofa Bisri, KH. Said Aqil Siroj, serta Prof. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Din Syamsuddin. Selain beberapa nama itu, ada beberapa peneliti muda yang mengusung tema Islam Nusantara dalam riset-riset mutakhirnya.

Yenny Wahid melanjutkan, bahwa ayahnya Gus Dur merupakan salah satu model ulama dan cendekiawan yang memahami betul konsep Islam Nusantara.

“Gus Dur itu, cara berpikir, sikap dan dan tindakannya memiliki rujukan kaidah fiqh. Misalnya, guyonan gitu aja kok repot, itu disarikan dari konsep yassiru walaa tu’assiru (permudahlah, jangan persulit sesuatu),” terangnya.

Dalam ungkapan Yenny, Islam Nusantara itu berlandaskan konsep fiqh dan ushul fiqh, yang kemudian mempengaruhi sebagian besar dimensi keagamaan umat muslim di negeri ini. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Warta Bupati Tegal

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Jakarta,Bupati Tegal. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia  Prof. Dr. Nasarudin Umar, MA menekankan supaya metode yang digunakan mahasiswa NU dalam melakukan penelitian menggunakan metode  Hushuli dan Hudhuri.

Salah seorang Mustasyar PBNU ini mengatakan hal itu pada peluncuran Program Pascasarjana Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Konsentrasi Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (3/7).

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Metode husuli, kata dia, adalah yang memisahkan subjek ilmu pengetahuan (alim) dan objek ilmu pengetahuan (malum, “Metode Hushuli adalah metode yang mengandalkan logika,” katanya.

Bupati Tegal

Sedangkan metode hudhuri adalah metode yang tidak memisahkan antara objek dan subjek. Manusia sebagai subyek sudah dilengkapi dengan alat-alat kecerdasan internal yang memungkinkan dirinya untuk mengakses sesuatu yang amat dalam di dalam dirinya sendiri.

Bupati Tegal

Aliran ini, kata dia, berkeyakinan segala sesuatu dapat diketahui melalui kemampuan pendalaman batin. “Semoga metode husuli dan huduri terkombinasi dan terpatri di dalam mahasiswa kita ini,” ujarnya.

Selain itu, Wamenaga juga menjelaskan bahwa pesantren adalah lembaga paling canggih dan banyak ditiru di luar negeri. Sistem pesantren menjadi sekolah unggulan di Inggris dan Australia.

Peluncuran tersebut diisi dengan orasi ilmiah KH Said Aqil Siroj dengan judul, “Urgensi Kajian Islam Nusantara”. Hadir pada kesempatan itu sejumlah menteri, diantaranya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faisal Zaini, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid, Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi, serta pengurus PBNU, pengurus lembaga, lajnah, dan banom.

Penulis: Abdullah Alawi     

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Warta Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin

Jakarta, Bupati Tegal

Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali menggelar kegiatan Perkemahan Rohis (Rohani Islam) Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur pada 2-6 Mei 2016 mendatang. Kegiatan ini akan diikuti sekitar 1.800 hingga 2000 siswa SMA dan SMK seluruh Indonesia.

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Rohis Didorong Jadi Wadah Penanaman Islam Rahmatan Lil Alamin

“Perkemahan Nasional Rohis ini kali merupakan gelaran yang kedua, setelah yang pertama diselenggarakan pada 11-15 November 2014 lalu di tempat yang sama. Berbeda dengan sebelumnya, jumah peserta yang terlibat tahun ini lebih banyak dan berasal dari 33 provinsi di Indonesia,” ujar Direktur PAI Kemenag RI H Amin Haedari dalam Konferensi Pers, Kamis (28/4) di Gedung Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat.

Perkemahan Rohis Nasional II mengambil tema Membangun Generasi Muda yang Ramah dan Bermartabat. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin mengatakan, Rohis memberikan warna yang berbeda di tengah belantika dunia remaja. Rohis merupakan salah satu penangkal terhadap berbagai peristiwa negatif yang menimpa remaja seperti pergaulan bebas dan pemakaian obat-obatan terlarang.

“Sebagai wadah organisasi keagamaan di sekolah, Rohis harus menebarkan paham dan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin sehingga generasi muda bisa terbentengi dari paham radikal dan perilaku amoral,” tegas Kamaruddin.

Bupati Tegal

Keberadaan Rohis di sekolah sebagai forum belajar nilai-niai agama harus terus mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak. Apalagi, anggota Rohis adalah generasi bangsa yang sedang menjalani usia emas pada tahapan kehidupan mereka. Peserta Rohis tahun ini adalah calon pemimpin bangsa pada Indonesia Emas 2045. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Halaqoh Bupati Tegal

Bupati Tegal

Senin, 27 November 2017

Gus Mus: Tidak Ada Lelaki Hebat Tanpa Peran Perempuan

Yogyakarta, Bupati Tegal. KH A Mustofa Bisri atau Gus Mus menegaskan bahwa di balik laki-laki yang hebat selalu ada perempuan yang hebat. Karena itu, sudah sepantasnya perempuan mendapat penghormatan yang layak atas peranannya tersebut.

Pejabat Rais Aam PBNU ini menyampaikan hal itu saat memberikan taushiyah pada peringatan haul Hj. Hasyimah Munawwir (istri KH. Ali Maksum) yang digelar Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta di lapangan umum Al-Munawwir, Yogyakarta, Jumat (29/8).

Gus Mus: Tidak Ada Lelaki Hebat Tanpa Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tidak Ada Lelaki Hebat Tanpa Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tidak Ada Lelaki Hebat Tanpa Peran Perempuan

"Hanya orang yang memuliakan perempuanlah orang yang terhormat itu, hanya orang kurang ajarlah yang menghina perempuan itu. Tidak ada laki-laki hebat tanpa peranan perempuan," ucap Gus Mus.

Bupati Tegal

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang, Jawa Tengah, ini mengatakan, ketika mendapatkan mandat sebagai rasul, Nabi Muhammad meminta diselimuti oleh sang istri, Khadijah. Sebab, saat itu Nabi baru saja berjumpa sosok yang luar biasa (malaikat Jibril) dan terkejut dengan situasi yang dialaminya. Dalam kondisi ini, lanjut Gus Mus, Siti Khodijah lah yang menghibur dan membesarkan hati Nabi.

Hadir pula dalam peringatan haul tersebut Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, KH Habibullah, KH Haidar Idris, pengurus PWNU setempat, dan para kiai dan pengurus Pondok Pesantren Al-Munawwir.

Bupati Tegal

Tak ketinggalan, ribuan jamaah shalawat dari berbagai penjuru Yogyakarta juga turut meramaikan acara ini, termasuk ibu-ibu jamaah Ahbabul Mustofa jamaah yang di kelola KH. Rifqi Ali (putra Hj Hasyimah) yang kerap disapa Gus Kelik.

Acara tersebut berlangsung dengan lancar, shalawatan bergema ke seluruh pelosok lorong-lorong pondok dengan diikuti para jamaah yang hadir. (Ahmad Syaefudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Doa Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Jember, Bupati Tegal - Muslimat NU Jember akan melebarkan kontribusinya di bidang layanan kesehatan menyusul diserahkannya pengelolaan rumah sakit (RS) Munaparahita kepada organisasi yang dipimpin Nyai Emi Kusminarni itu. Secara simbolis, penyerahan ini dilakukan oleh Gus Firjoun Barlaman, berupa sertifikat gedung kepada Muslimat NU yang diwakili Emi Kusminarni di kompleks Pesantren Ash-shiddiqi Putra, Talangsari, Kabupaten Jember, Jumat (17/6).

Menurut Emi, hal tersebut merupakan sejarah baru bagi Muslimat NU Jember. "Ini amanah, semoga bermanfaat untuk umat dan kita semua," ujar Emi kepada Bupati Tegal.

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Resmi Kelola RS Munaparahita

Sebelumnya, RS Munaparahita dikelola oleh kelompok Talangsari. Dengan segala keterbatasan dana dan daya, pengelolaan Munaparahita berjalan lamban dan tertatih-tatih. Muslimat NU di bawah kepemimpinan Emi Kusminarni mendapat amanah untuk mengelola rumah sakit milik Muslimat NU Jember itu. Dengan demikian, ke depan RS. Munaparahtia secara otonom akan dikelola oleh Muslimat NU.

"Bagi saya, ini Munaparahita era baru. Kami minta dukungan semua pihak agar Munaparahita bisa melayani umat sesuai harapan," ujarnya.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Emi menambahkan, secara administrasi RS Muanaparahita berada di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Jember. Saat ini pihaknya menjalin kerja sama dengan Stikes dr. Soebandi Jember untuk mensuplay sekaligus meningkatkan pelayanan kepada umat. "Semua kita perbarui, termasuk izin operasional karena ini lama tidak jalan, sehingga mati izinnya," terangnya.

Saat ini RS Munaparahita memiliki 4 perawat dan 1 dokter. Lokasinya cukup stategis, hanya 250 meter ke arah selatan jalan protokol Jember. Tepatnya di jl. Imam Bonjol, Kelurahan Kaliwates. Luas tanahnya mencapai sekitar 4.700 M2. Dengan luas yang demikian, memungkinkan adanya pengembangan sarana? penunjang lainnya. (Aryudi AR/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Ubudiyah Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Bupati Tegal. Bulan Ramadhan tahun ini, Bupati Tegal/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Bupati Tegal dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Bupati Tegal, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Bupati Tegal

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Bupati Tegal

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Bupati Tegal juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Bupati Tegal.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Warta, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ditempati MTQ Jabar, Kota Tasikmalaya Jadi Lautan Al-Quran

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Mengawali dibukanya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 tingkat Provinsi Jawa Barat, Kota Tasikmalaya sebagai tuan rumah mendadak jadi lautan Al-Quran.

Ditempati MTQ Jabar, Kota Tasikmalaya Jadi Lautan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ditempati MTQ Jabar, Kota Tasikmalaya Jadi Lautan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ditempati MTQ Jabar, Kota Tasikmalaya Jadi Lautan Al-Quran

Kafilah dari 26 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat, tumpah ruah memenuhi seluruh ruas jalan pusat Kota Tasikmalaya mengikuti karnaval yang dihadiri langsung Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Aneka hiasan termasuk replika Al-Quran menjadi ikon tersendiri pada karnaval yang dimulai pukul 08.00, Ahad (17/4/2016) ini. Setiap Kota/Kabupaten membawa replika sebagai pertanda bahwa MTQ tingkat Jabar dimulai.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Tasikmalaya yang juga Ketua Tanfidiziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya mengatakan, MTQ adalah syiar. Target juara bukan utama tetapi bagaimana membumikan "Kalam-Kalam Ilahi" di Kota Tasikmalaya.

MTQ sendiri akan dimulai MukAhad malam dan akan berakhir pada Ahad, 23 April 2016. (Nurjani/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Kajian, Warta, Budaya Bupati Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri

Malang, Bupati Tegal 

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen mengapresiasi dan takdzim atas pencapaian keilmuan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr (HC) KH Maruf Amin. 

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri

Kiai Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Penganugerahan gelar profesor ini, berlangsung di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/5). 

Hadir pada forum ini, Prof Dr KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Nabil Haroen (Ketua Umum Pagar Nusa), Prof Dr Imam Suprayoga (Ketua Senat UIN Malang), Prof Dr Mudjia Rahardja (Rektor UIN Malang), Prof Dr Phil Kamaruddin Amin (Dirjen Pendis), Prof Dr Moh. Nuh, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah. 

Nabil mengungkapkan, betapa Kiai Maruf Amin layak menjadi referensi keilmuan santri. "Kiai Maruf Amin memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa. Beliau alim, faqih, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang hebat," ungkap Nabil. 

Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan bahwa Kiai Maruf dapat menjadi contoh pemimpin muslim yang moderat dan mengayomi.

Bupati Tegal

"Kiai Maruf Amin, dengan segenap kelebihan dan kedalaman ilmunya, mampu menjadi rujukan dari berbagai golongan Islam. Kiprahnya dalam pengembangan ekonomi umat dan pengembangan keilmuan ekonomi mualamat syariah, juga terbukti," tegas Nabil.

Kiai Maruf Amin selama ini konsentrasi dalam aktualisasi nilai-nilai Islam moderat, serta pengembangan ekonomi umat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah, Warta Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Incheon,Bupati Tegal

Sebanyak 300 anggota Nahdatul Ulama (NU) hadir pada Konferensi ke-3 Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Korea Selatan di Incheon, Ahad (8/10). 

Konferensi berhasil memilih Mahdi Ar-rasyid, buruh migran Indonesia asal Indramayu sebagai Ketua PCINU Korea Selatan periode 2017-2019 yang dipilih lewat pemungutan suara dari muktamirin yang hadir. 

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Selain itu terpilih Gus H Ulin Huda dan Ustad Burhanudin sebagai Rais Syuriah PCINU Korsel masa bakti 2017-2019 yang dipilih lewat musyawarah AHWA yg terdiri dari 9 Orang.

Duta Besar RI, Umar Hadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama WNI di Korea. 

“Tanpa silaturahmi, maka masa depan bangsa tidak akan cerah,” ungkap Hadi.

Bupati Tegal

Semangat menjaga tali silaturahmi dan sukarela kumpul dalam wadah NU begitu tinggi. 

Bupati Tegal

“Saya sangat terharu sekaligus senang. Masa depan Indonesia akan lebih baik jika melihat wajah anak-anak yang ada disini,” tambahnya.

Umar Hadi berharap PCINU berfungsi sebagai kendaraan dan pendorong untuk menjadikan semua anggota dan seluruh WNI di Korea berhasil, baik di dunia maupun akhirat. PCINU juga didorong sebagai pemersatu dan pemecah masalah dengan cara merangkul semua orang.

Sebagaimana di berbagai acara yang melibatkan WNI, Umar Hadi menekankan pentingnya setiap buruh migran Indonesia untuk memperhatikan keselamatan kerja. 

"Tolong fokus, jaga kesehatan, makan yang benar dan saling mengingatkan agar kita terhindar dari kecelakaan kerja. Apabila terdapat hal-hal yang tidak memenuhi kriteria keselamatan kerja silahkan dilaporkan ke KBRI," harapnya.

Ketua PCINU terpilih, Mahdi Ar-rasyid menyatakan siap melaksanakan pesan Dubes Umar Hadi tersebut. Mahdi juga menyerukan agar semua anggota menjaga akidah agar terhindar dari paham-paham radikal.

Ia memaparkan program PCINU Korea ke depan antara lain menjaga akidah teman-teman NU agar tetap mengedepankan Islam rahmatan lil alamin dan menjauhi paham radikal.

"Selain itu, kami akan terus mendorong agar fokus kerja dan mempersiapkan calon purna TKI agar siap membuka usaha sendiri saat kembali ke Indonesia,” kata Mahdi.

Konfercab ke-3 PCINU Korsel juga menghasilkan poin-poin strategis diantaranya rencana pengelolaan aset Nahdliyin di korea, pengiriman dai dari LDNU secara berkesinambungan, kaderisasi Nahdliyin ditiap-tiap mushala dan masjid di Kosel, serta silaturrahmi tahunan Nahdliyin di Korea Selatan. (Imam Sibaweh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, IMNU, Warta Bupati Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

Pamekasan, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Kabupaten Pamekasan menggelar sunatan massal, Senin (30/1). Mereka bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit Asyifa Husada.

Ketua Kopri Pamekasan Nidiyatus Solehah menegaskan, kegiatan ini dimaksudkan ingin berbagi pada kepentingan masyarakat khususnya bagi anak-anak yatim piatu dan yang kurang mampu. Karenanya, aksi sunatan massal berlangsung gratis.

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Asyifa Husada, Kopri Pamekasan Gelar Sunatan Massal

"Ini sebagai perwujudan dari komitmen kami untuk bertindak nyata melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujar Dea, panggilan akrab Nidiyatus Solehah.

Dokter yang dihadirkan dalam sunatan massal adalah mereka yang telah berpengalaman di bidangnya. Untuk teknologi sunat mereka menggunakan teknik terbaru.

Bupati Tegal

"Yakni, teknik yang dapat meminimalisasi rasa sakit yang dirasakan oleh peserta sunat. Bahkan mungkin peserta tidak akan merasakan rasa sakit sedikitpun. Teknik tersebut juga mempercepat tingkat kesembuhan luka bekas sunat," tukasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, PonPes, Kajian Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock