Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Buat Yang Belum Aqiqah

Lain aqiqah, lain aqiqahan. Aqiqahan ialah mengundang tetangga untuk membacakan ayat Al-Quran, zikir, atau maulid Barzanji yang kemudian memotong sedikit rambut bayi oleh sejumlah undangan secara bergantian saat mahallul qiyam. Yang punya hajat lalu meminta kiai setempat mendoakan si anak kelak menjadi orang punya manfaat dan kegunaan bagi masyarakat.

Sedangkan aqiqah secara harfiah sebutan bagi rambut di kepala bayi. Bayi orang atau binatang, sama saja. Kata ahli fiqih, aqiqah ialah hewan sembelihan yang dimasak gulai kemudian disedekahkan kepada orang fakir dan miskin. Dimasak gulai dengan harapan akhlak si orok kelak manis dan enak dipandang mata seperti masakan gulai.

Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buat Yang Belum Aqiqah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buat Yang Belum Aqiqah

Hukum aqiqah sunah muakkad. Tetapi menjadi wajib kalau dinazarkan sebelumnya. Untuk bayi laki-laki, sempurna minimal dua ekor kambing. Sedangkan bayi perempuan, dipotongkan seekor kambing. Tetapi pada prinsipnya, seekor kambing cukup untuk mengaqiqahkan bayi laki-laki maupun perempuan. Sementara sempurnanya, seorang wali tidak dibatasi menyembelih berapa ekor kambing, unta, sapi atau kerbau. Artinya, silakan menyembelih berapa pun. Demikian kata Syekh Syarqowi dalam kitab Hasyiyatus Syarqowi ala Tuhfatit Thullab bi Syarhit Tahrir.

Sejumlah ulama mengatakan, aqiqah berfaedah memberikan mandat kepada si anak untuk memberikan syafa’at kelak kepada orang tuanya. Di lain pendapat, aqiqah bertujuan agar fisik dan akhlak si tumbuh dengan baik. Yang pasti, sedekah aqiqahan terlaksana.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Masa penyembelihan itu disunahkan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Hari pertama keluarnya si bayi masuk dalam hitungan. Kalau belum sempat di hari ketujuh karena beberapa uzur, boleh dilakukan pada hari keempat belas, dua puluh satu, dan kelipatan tujuh berikutnya.

Saat menyembelih yang disunahkan saat fajar menyingsing, dianjurkan membaca doa berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dana pembelian hewan aqiqah ditanggung oleh si wali dalam hal ini bapaknya. Yang jelas, pembelian hewan itu tidak menggunakan harta orang lain termasuk istrinya atau anaknya. Karena, aqiqah ini merupakan sedekah. Sedekah harus pakai uang sendiri, bukan orang lain. Juga jangan memaksakan diri hingga menghutang ke sana-ke sini.

Adapun aqiqah anak zina ditanggung oleh ibu dengan cara sembunyi agar tidak membuka aibnya. Ketentuan aqiqah bagi anak-anak yang sudah balig atau bahkan dewasa, diterangkan Syekh Nawawi Banten dalam kitab Tausyih ala Fathil Qaribil Mujib berikut,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Andai si bayi wafat sebelum hari ketujuh, maka kesunahan aqiqah tidak gugur. Kesunahan aqiqah juga tidak luput karena tertunda hingga hari ketujuh berlalu. Kalau penyembelihan aqiqah ditunda hingga si anak balig, maka hukum kesunahannya gugur bagi si orang tua. Artinya mereka tidak lagi disunahkan mengaqiqahkan anaknya yang sudah balig karena tanggung jawab aqiqah orang tua sudah terputus karena kemandirian si anak. Sementara agama memberikan pilihan kepada seseorang yang sudah balig untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri atau tidak. Tetapi baiknya, ia mengaqiqahkan dirinya sendiri untuk menyusul sunah aqiqah yang luput di waktu kecilnya.”

Anak yang sudah balig dihukumkan mandiri. Singkat kata, mereka menanggung sendiri kebutuhan hidupnya, dosa dan pahala yang dilakukan, termasuk untung maupun rugi kalau berusaha. Wallahu A’lam. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Cerita Bupati Tegal

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Rabat,Bupati Tegal. Program Mahasiswa Kelas Internasional mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAINU) Jakarta di Universitas Ibnu Tufail Kenitra berakhir. Setelah 11 bulan menimba ilmu di kampus itu, mereka harus kembali ke tanah air.  

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah PBNU Hadiri Perpisahan Kelas Internasional STAINU di Rabat

Perpisahan program tersebut digelar di Griya Mahasiswa Kenitra pada Kamis malam 11 Desember 2014. Pada kesempatan itu, hadir Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyub, H. Husnul Amal Mas’ud dan Prabowo Wiratmoko Jati mewakili Dewan Mustasyar PCINU. Hadir pula perwakilan KBRI, anggota PPI Maroko serta beberapa warga Maroko.

Kia Mujib yang juga Ketua Badan Pengawas Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama mengatakan bahwa Maroko merupakan salah satu pusat keilmuan Islam. Hal itu ditunjukkan dengan banyaknya literatur- keislaman.

Bupati Tegal

Di negara Maroko pula, tambah dia, tempat lahirnya para cendekiawan islam yang menyebarkan Islam hingga ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. “Di Indonesia ada beberapa kuburan yang tidak diketahui identitas jelasnya. Tetapi di nama-nama, di batu nisannya bertuliskan maghribi yang berarti berasal dari Maroko”.

Bupati Tegal

Ia berpandangan, tidak menutup kemungkinan, corak keislaman Indonesia memang sebagian dibawa oleh ulama Maroko.

Ketua rombongan mahasiswa STAINU Ooz Fauzi menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah turut membantu dan melancarkan kegiatan tersebut.

Ia mengutip adagium yang sudah masyhur di Maroko “idza kunta fil maghrib fala tastaghrib”. Apabila kamu berada di maghrib (Maroko) maka janganlah kamu terheran-heran (dengan apa yang terjadi di sini). “Seyogyanya kita (kawan-kawan STAINU) agar mengambil segala hal yang baik dari Maroko dan membuang hal-hal yang tidak baik dari sini,” ujarnya.

Sementara Abdul Karim Jariri, ustadz di Maroko, menutup doa perpishan itu. Ia mengaku senang berinteraksi dengan para mahasiswa yang belajar di Maroko. (Fairuz Ainun Naim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Pekalongan, Bupati Tegal - Bagi para pemudik Lebara yang melewati Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mungkin Anda sempat melihat bangunan masjid megah di sebelah utara Jl Dr Sutomo, tepatnya persis sebelum melewati terminal. Atau bahkan Anda justru sudah singgah di masjid tersebu, yakni Masjid Al-Fairus.

Masjid Al-Fairus menjadi salah satu tempat persinggahan favorit para pemudik. Selain menyediakan area istirahat yang luas dan nyaman, para pengunjung juga dapat melihat aneka koleksi Al-Quran dari berbagai negara, yang diletakkan di salah satu sudut bangunan.

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Koleksi Al-Quran di Masjid Al-Fairus Pekalongan

Bupati Tegal berkesempatan melihat berbagai koleksi tersebut saat kami menyambangi tempat ibadah yang diresmikan pada tahun 2005 itu, Senin (11/7) lalu. Koleksi Al-Quran dengan beragam ukuran tersebut, dipajang rapi di dalam sebuah almari kaca.

Letak almari yang ditempatkan di luar masjid sehingga para pengunjung dapat leluasa untuk melihatnya. Pada rak paling bawah, terdapat tulisan : “Kumpulan Al-Qur’an Cetakan dari Terbesar di dunia sampai Terkecil”.

Bupati Tegal

H Abdullah Machrus, Ketua Yayasan Al Fairus, menjelaskan aneka koleksi Al-Quran tersebut merupakan koleksi pribadi miliknya, yang kemudian dihibahkan kepada Yayasan Al-Fairus.

Dipaparkan dia, saat ini, koleksi Al Quran cetak di Masjid Al Fairus ada sekitar 45 buah. “Yang terbesar yang dari Indonesia, sedangkan Al-Quran cetak terkecil dapat dari negara Suriah. Setiap berpergian ke luar negeri, saya selalu menyempatkan diri ke toko buku untuk membeli Al Quran di negara tersebut,” ungkap dia.

Bupati Tegal

Selain melihat koleksi Al-Quran, para pengunjung di Masjid Al-Fairus juga dapat membeli oleh-oleh khas Pekalongan yang dijual di kios-kios yang terletak di sekitar kompleks masjid. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Internasional, Hikmah Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Kemajuan zaman dan globalisasi semakin tidak karuan. Tidak hanya menembus ruang dan waktu, tetapi juga mengaburkan batas kelamin laki-laki dan perempuan. Anehnya pengkaburan itu dianggap hal biasa saja, bahkan sering mendapat pembelaan dari sebagain orang. Padahal yang demikian itu jelas menyalahi qadrat dan dilaknat Rasulullah saw. Na’udzubillah min dzalik.

Sebuah hadits menerangkan dengan jelas mengenai empat hal yang dibenci dan dilaknat Rasulullah saw yaitu:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw melaknat (mengutuk) banci-banci lelaki. Yaitu lelaki yang menyerupai perempuan, dan banci perempuan yaitu perempuan yang suka menyerupai lelaki, dan bujangan-bujangan yang berkata “kami tidak mau kawin” serta perawan yang berkata juga demikian.

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Yang dimaksud dengan banci dalam hadits di atas adalah jelas. Yaitu lelaki (seseorang dengan kelamin lelaki) yang menyerupai perempuan. Baik dalam gaya berpakaian maupun dalam segala hal penampilannya. Begitu juga yang dimaksud dengan perempuan yang menyerupai lelaki. Kegemaran menggunakan ornamen kelelakian bagi seorang yang berkelamin perempuan sudah cukup menunjukkan kategori banci perempuan. Adapun dua kelompok terakhir pada dasarnya dialamatkan kepada mereka yang berniat membujang selamanya. Tidak ada niat hendak menikah dalam hidupnya. Padahal menikah adalah sunnah Rasulullah saw. Inilah empat golongan yang sangat dibenci Rasulullah saw bahkan dilaknat olehnya.

Pada hakikatnya, sebagai saudara sesama muslim tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan bahwa merebaknya budaya populer di sekitar kita seringkali menyilaukan akidah dan syariah Islam. Derasnya tehnologi media dan informatika yang menyuguhkan berbagai tontonan adalah kekuatan kapital yang sungguh dahsyatnya. Mereka menggiring norma-norma islam demi keuntungan semata. Sesuatu yang jelas tergambar sebagai sebuah penyimpangan tiba-tiba mengandung nilai kebenaran. Sehingga membuat kita ragu akan kesalahannya yang hakiki. (ulil)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Nusantara, Aswaja Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Jakarta, Bupati Tegal. Para kiai NU dari Sabang sampai Merauke akan mengkaji soal aborsi dari pelbagai sudut pada sidang bahtsul masa’il Munas-Konbes NU di gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (1/11). Mereka mencoba menanggapi soal legalisasi praktik aborsi dalam PP nomor 61 tahun 2014 yang menuai beragam tanggapan masyarakat.

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai NU Siapkan Langkah Konkret Soal Legalisasi Aborsi

Sebelum mengambil langkah-langkah hukum, para kiai NU pertama kali menempatkan alasan legalisasi praktik aborsi bagi perempuan korban perkosaan atau perempuan dengan alasan medis yang disebut PP ini dalam konteks fiqih.

Pada sidang bahtsul masail kali ini, mereka mencermati bagaimana batasan, penentuan, dan pelaksanaan praktik aborsi berdasarkan indikasi darurat medis dan korban perkosaan.

Bupati Tegal

Selain masalah teknis medis, para kiai NU juga mempertanyakan cara eksekusi PP nomor 61 tahun 2014 ini yang berbenturan dengan UU nomor 23/2002 terkait Perlindungan Anak. Mereka ingin memastikan bagaimana PP ini tidak disalahgunakan oleh pihak manapun.

Bupati Tegal

Kalau memang diperlukan, mereka kemungkinan akan mengajukan uji materi PP ini ke MK bila mana forum besok menuntut demikian.

Di luar itu, para kiai NU mendorong pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan perkosaan, perzinaan dan pergaulan bebas, melindungi anak hasil perkosaan, serta melaksanakan fungsi sebagai wali bagi anak hasil perkosaan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Budaya, AlaSantri Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali

Magetan, Bupati Tegal. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Bupati Magetan, Drs H Sumantri, MM di alun alun, Sabtu (2/3) yang ditandai dengan pemukulan Lesung sebanyak 9 kali yang merupakan cirikhas kebudayaan Indonesia digabung dengan kesenian Gembrung ciri kebudayaan Nahdlatul Ulama peninggalan Wali Songo. 

Pembukaan Pasar Rakyat ini juga dihadiri Wakil Bendahara PBNU yang juga penanggungjawab pasar rakyat NU H Nashirul Falah, jajaran Muspida Kab. Magetan, Kepala Dinas dilingkup Pemda Magetan, tokoh Masyarakat, Kiai Pondok Pesantren, para Pengurus Cabang NU Magetan beserta Lembaga/Lajnah dan Banomnya.

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Pasar Rakyat Magetan Ditandai Pemukulan Lesung 9 Kali

Sebelum Pembukaan Pasar Rakyat Indonesia ini diselenggarakan Work Shop Kewirausahaan kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Magetan dan broad casting dengan narasumber Harry Pantja dari Jakarta. 

Bupati Tegal

Kegiatan Workshop dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Maret 2013 di Gedung PPI Magetan yang diikuti 100 orang perwakilan dari PCNU beserta Lembaga/Lajnah dan Banom, MWCNU se-Kab. Magetan juga perwakilan Guru dari sekolah dibawah naungan Ma’arif.

Bupati Tegal

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Bupati Tegal

Dengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

Bupati Tegal

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia? (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Bupati Tegal

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses? adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot.? (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Aswaja, Sejarah Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2015-2020 yang belum lama diumumkan, Rabu (26/8/2015), akan menggelar Halaqah (Pertemuan) Kebangsaan dengan mengandeng sejumlah pihak dari lintas agama. Acara ini mengambil tema "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat".

?

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

"Insya Allah besok acara dilaksanakan di Gedung PBNU Lantai 8 jam satu siang," kata Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Selasa (25/8).

?

Helmy menjelaskan, Halaqoh Kebangsaan tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen Nahdlatul Ulama dalam mengawal keragaman di Indonesia untuk tujuan terjaganya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Tegal

?

"Indonesia adalah Negara yang memiliki keragaman yang sangat majemuk, dan keragaman itu pula yang merupakan berkah bagi Indonesia. Sudah menjadi komitmen NU untuk terus menjadi yang terdepan dalam menjaga keragaman itu, karena NU sebagai entitas dari Islam yang mayoritas sudah seharusnya mengayomi kelompok minoritas," jelas Helmy.

?

Bupati Tegal

Lebih jauh Helmy mengungkapkan, Halaqah Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari upaya menyebarluaskan Islam Nusantara ke dunia internasional. "Kita lanjutkan apa yang menjadi amanah Muktamar. Kita tunjukkan ke dunia bahwa Islam ala Indonesia ini mampu menjadi pembeda yang bisa menjadi pemersatu atas keragaman di Indonesia itu sendiri," tegasnya.

?

Akan hadir sebagai pembicara dalam Halaqoh Kebangsaan "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat" adalah Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt. Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Bhiksu YM. Dutavira Mahastavira. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Doa Pengantin di Malam Pertama

Sebelum melakukan hubungan badan di malam pertama, mempelai pria dianjurkan membaca bismillâh dan mengusap rambut bagian depan mempelai perempuan. Ketika berjumpa pertama kali di kamar pengantin, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengantin di Malam Pertama

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.

Bupati Tegal

Artinya, “Semoga Allah memberkahi setiap kita.”

Bupati Tegal

Setelah itu, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih.

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Suni, dan perawi lainnya dari Amr bin Syu‘aib dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW. Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nahdlatul, Aswaja Bupati Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Amsterdam, Bupati Tegal - Kabar bahagia datang dari Amsterdam. Ketua PCINU Belanda Ibnu Fikri menuntun seorang warga Belanda bernama Jeetze Baay mengucapkan dua kalimat syahadat, di PPME Al-Ikhlash Amsterdam, Jumat (4/8) siang.

Pembacaan syahadat dilakukan setelah shalat Jumat yang disaksikan oleh pengurus harian bidang Dakwah PPME Al-Ikhlash, yaitu Ustadz Nur Fatah Taufq dan Ustadz H Maman Dani beserta jamaah Jumat lainya.

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCINU Belanda Tuntun Bule Belanda Masuk Islam

Proses pembacaan dua kalimat syahadat berjalan cukup mengharukan. Beberapa jamaah khususnya ibu-ibu tampak meneteskan air mata. Apalagi saat Jeetze menyatakan kepada jamaah alasan mengapa dirinya masuk Islam.

“Saya masuk Islam, sungguh karena kemauan saya, bukan karena terpaksa atau dipaksa. Juga karena saya yakin, Islam adalah agama yang damai dan membawa kedamaian,” kata Jeetze.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Ibnu Fikri, setelah selesai acara pengislaman, menyatakan inilah salah satu bentuk upaya konkret sekaligus tantangan dakwah Islam ramah khas Nusantara di Eropa.

“Yang kita inginkan adalah bagaimana masyarakat di sini (baca: Eropa) menyadari seutuhnya bahwa Islam Indonesia dengan Islam Nusantaranya adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin. Kami akan terus berdakwah dengan penuh damai dan cinta sampai pada akhirnya mereka satu per satu mau ucapkan dua kalimat syahadat tanpa harus dipaksa,” kata Ibnu Fikri.

Di akhir ini, Ketua PCINU Belanda dan pengurus PPME Al-Ikhlash Amsterdam sepakat memberikan nama baru bagi Jeetze Baay, yaitu Musa. Dengan harapan, yang bersangkutan akan bisa meneladani semangat bertauhidnya nabi Musa dalam menjaga iman dan ketaatan kepada Allah SWT walau harus menghadapi ujian dan rongrongan dari Fir‘aun dan bala tentaranya. (Dito Alif Pratama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Senin, 13 November 2017

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Semarang, Bupati Tegal. Jaringan Gusdurian Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Kedai Kopi ABG menggelar diskusi di warung kopi yang tak jauh dari kampus Unnes pada Senin, 19 Oktober 2015. Hadir sebagai pemantik diskusi Mukhamad Zulfa (kontributor Bupati Tegal Semarang) dan Akhmad Luthfi (mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, PW IPNU Jawa Tengah).?

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri ke Depan Harus Siap Bersaing di Berbagai Bidang

Diskusi bertema "Kalau Sudah (Jadi) Santri, Njur Ngapa?" diawali dengan pembacaan shalawat diiringi grup rebana Jamiyyah Mauliddurrasul Arrohman.

Luthfi menjelaskan latar belakang kenapa lahir peringatan hari santri. Bercerita bagaimana Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 memberikan makna yang tegas bahwa santri mempertahankan Indonesia seutuhnya. Di sisi lain Zulfa memahami bagaiamana seharusnya santri bahwa sekarang santri harus menjadi santri yang sejati. Seutuhnya memegang teguh akhlak al-karimah dan tradisi yang dimilikinya. Selain itu, ke depan santri harus mampu bersaing dengan berbagai macam elemen bangsa dengan meningkatkan kapasitas keilmuaannya.

Bupati Tegal

Diskusi tambah menarik ketika materi ini diperkaya peserta diskusi dengan pemaparan bahwa kiai-ulama kita dahulu dihormati oleh orang-orang Arab. Sebut Syekh Annawawi al-Bantani (1813-1897) menjadi ulama di tanah haram pada waktu itu.?

Bupati Tegal

"Harusnya kita bisa mengaji khazanah pemikiran tokoh-tokoh lokal yang kita miliki dibandingkan dengan tokoh luar Nusantara," ungkap Gigih Firmansyah santri Al-Fadhlu Kaliwungu yang masuk juga kuliah di UIN Walisongo. Banyak karya-karya kiai-ulama Nusantara yang layak untuk diteliti.

Tema pertanyaan ini menarik menjadi perbincangan malam itu. Berbagai nilai-nilai luhur bisa didapatkan dari pesantren mulai kedisiplinan, kebersamaan, kekeluargaan, keikhlashan, menghormati yang lebih tua, menyayangi yang muda, toleransi, sopan-santun dan lain sebagainya.?

"Menjadi manusia dengan mengamalkan ilmu yang telah dapat di pesantren," ungkap Lutfi. Itulah jawaban yang menjadi tema diskusi kali ini.

Tentu dengan disahkan hari santri ke depan santri tidak lagi dipermasalahkan tentang ijazah pesantren yang mereka miliki. Di perguruan tinggi misalnya beberapa perguruan tinggi masih menolak ijazah muadalah yang dikeluarkan pesantren. Dan perlu diakui bersama bahwa alumni pesantren yang masuk dunia perkuliahan lebih mudah beradaptasi dengan proses kampus dengan keunggulan karakter spiritual quotient dan emotional quotient. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Daerah, Nasional Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Jakarta, Bupati Tegal

Sekretaris Umum PP IPPNU Eva Rosdiana Dewi mengatakan pentingnya penggunaan media sosial untuk memperluas sarana pengenalan serta bagian dari eksistensi organisasi. 

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan silaturahim Ranting Pagedangan, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Jawa Tengah bertempat di Masjid An-Nahdlah tanggal, Kamis 5 Mei 2016. 

Dalam kesempatan tersebut Eva memberikan motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas pribadi baik secara intelektual maupun penguatan kader secara kuantitas. 

Eva juga menegaskan, PP IPPNU siap mengawal pengkaderan dari tingkat ranting sampai tingkat wilayah/provinsi, terutama tentang peremajaan usia di IPPNU maksimal usia 30 tahun. Eva juga menegaskan bahwa IPPNU dari tingkat ranting harus tertib secara administrasi, baik secara surat-menyurat atau pendataan anggota (database) secara riil. (Afifah Marwa/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah, Aswaja, Kiai Bupati Tegal

Rabu, 11 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Jepara, Bupati Tegal . Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU kabupaten Jepara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda dan Pahlawan menggelar Lomba Cipta Puisi. Perlombaan ini mengangkat tema “Sumpah Pemuda Bangkitkan Semangat Jiwa Kepahlawan Kader Bangsa”.

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jepara Gelar Lomba Cipta Puisi

Puisi mesti dikirim peserta selambat-lambatnya Rabu (5/11) mendatang. Persyaratan lomba, di antaranya, peserta merupakan pelajar MTs atau sederajat, MA atau sederajat, serta Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jepara dengan usia 12-23 tahun; peserta juga mesti mendapat rekomendasi dari instansi terkait; serta menyertakan fotokopi kartu pelajar/ KTP.

Persyaratan lain peserta adalah individu, setiap instansi diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 peserta dan setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu puisi.

Bupati Tegal

 

Ketua IPNU Jepara, Muhammad Khoironi menyatakan kegiatan bertujuan untuk membangkitkan semangat menulis pelajar NU. Disamping itu, untuk mendorong kepedulian terhadap sejarah dan kemajuan bangsa.

Bagi pemenang lanjut Khoironi 3 juara akan memperoleh tropi, sertifikat dan buku. “InsyaAllah karya terbaik akan kami bukukan dan publikasikan di web IPNU-IPPNU Jepara, tambahnya.

Bupati Tegal

Info lanjut mengenai lomba silakan menghubungi 085 290 462 092 / 085 641 158 922/ 085 225 192 933. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Budaya, AlaNu Bupati Tegal

Minggu, 01 Oktober 2017

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, ilmu kesehatan pertama kali turun di muka bumi dibawa malaikat Jibril. Ilmu tersebut terletak pada sayap malaikat penyampai wahyu tersebut. Orang yang pertama mampu membaca dan memahaminya adalah Nabi Idris.?

“Jadi orang yang pertama kali mengerti kesehatan adalah Nabi Idris,” katanya saat pidato sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) periode 2016-2021 di lantai 8 gedung PBNU, Jakarta Selasa (6/12).

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sayap Jibril, Nabi Idris Paham Ilmu Kesehatan

Pada kesempatan tersebut, kiai asal Kempek, Cirebon ini juga menyebutkan nama-nama dokter muslim pada masa awal. Pertama Abu Bakar Ar-Razi. Kemudian Hassan ibnul Haitham yang menemukan optik, kesehatan mata.?

Lalu, tambahnya, Ibnu Nafis tentang peredaran darah dalam tubuh manusia, dan keempat yang merupakan puncaknya kedokteran yaitu Al-Husain Ibnu Sina.?

Bupati Tegal

Lebih lanjut, kang Said mengapresiasi atas terbentuknya ARSINU, dan berharap mendatangkan manfaat.

“Saya bangga telah berdiri Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama. Saya yakin insyaallah pasti maju,” tegasnya. “Mudah-mudahan generasi mendatang bisa menikmati keberadaan ARSINU,” pungkasnya?

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU dr. H. Syahrizal Syarif, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) H. Hisyam Said Budairi. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Ulama, Humor Islam, Aswaja Bupati Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Jakarta, Bupati Tegal

Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama bekerja sama dengan Taipei Economic and Trade Office menyelenggarakan pertunjukan bertajuk "Dinamic Youth, Friendly Taiwan".

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Jalan Gedung Kesenian Nomor 1, Senin (5/9) itu menyuguhkan pertunjukan budaya dari Taiwan dan Indonesia. Tampak hadir pada acara yang banyak diisi pengenalan kebudayaan Taiwan itu, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini dan Representative Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Liang-Jen Chang.

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Taiwan-Fatayat NU Gelar Pertujukan Budaya

Anggia Ermarini dalam sambutannya berterima kasih kepada pihak Taipei Economic and Trade Office yang berkenan bekerja sama dalam kegiatan kali ini. "Dari acara ini kita bisa saling belajar tentang budaya masing-masing negara," ujarnya.

Bupati Tegal

Pada ajang kali ini PP Fatayat NU menampilkan para santri pesantren yang unjuk gigi menari tarian khas Aceh, Tari Saman. Selain itu, datang pula perwakilan dari santri Pesantrean An-Nahdhoh, dan mahasiswa UNU Indonesia.

Bupati Tegal

"Dari kegiatan ini pula kita bisa mempromosikan skill para pemuda pesantren, apalagi Indonesia merupakan pemeluk Islam tertinggi di Dunia," ucapnya.

Diakui Anggi, kerja sama dengan kedutaan besar memang baru perdana dilaksanakan. Meski demikian, selama ini Fatayat NU sudah banyak mengikuti forum-forum internasional.

"Selama ini, kami sudah pernah mengikuti kegiatan diskusi salah satunya di Amerika, tepatnya April lalu," imbuhnya.

Harapannya, kerja sama antara PP Fatayat NU dan Kedutaan Besar Taiwan berlanjut dengan agenda-agenda lain. "Intinya kegiatan ini acara awal yang targetnya ke mana-mana," tandasnya.

Acara yang usai tepat pukul 21.00 itu lebih banyak menyajikan tampilan-tampilan khas Taiwan. Di antaranya budaya petik teh tradisional ala Kampung Hakka, budaya nikah tradisional, serta kebudayaan tari Chen Tiao. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, Hikmah, Aswaja Bupati Tegal

Rabu, 20 September 2017

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Jakarta, Bupati Tegal. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini mengalami penderitaan akibat kekejaman militer Israel mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta sehingga menghilangkan nyawa ratusan rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’Ari (Unhasy) Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/7). Mereka menggelar doa bersama dengan memanfaatkan momen buka puasa. Acara juga dirangkai dengan khotmil qur’an dan pembacaan puisi untuk Palestina.

Di waktu yang bersamaan, kumandang doa juga datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gedung Maarif Centre. Sementara di belahan Pulau Madura, shalat ghaib dan aksi bakar bendera Israel mewarnai protes para kader PC IPNU Sumenep. Para pelajar NU ini mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berharap Palestina segera mendapat kedamaian.

Bupati Tegal

Novi Muklisoh, Ketua IPPNU Unhasy mengatakan, apa yang terjadi terhadap masyarakat di Gaza, Palestina sudah tak bisa ditoleransi. "Bayangkan, anak kecil yang berumur 5 tahun pun mereka (militer Israel) sayat-sayat dagingnya, mereka potong tangannya, dan itu mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Kemudian anak kecil yang berumur 3 tahun, dengan beramai-ramai mereka berondong dengan senjata," ungkap santriwati Pesantren Darul Falah 5 ini.

Bupati Tegal

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam se-solo Raya menjalankan aksi dengan berjalan jauh (long march), Ahad (14/7). Aksi yang dimulai pukul 09.00 wib ini berjalan melalui Jl. Slamet Riyadi dengan tertib.

Gema Takbir dan Sholawat yang dikumandangkan peserta aksi membuat aksi solidaritas ini tetap damai dan simpatik. Masing-masing perwakilan secara bergantian melakukan orasi terkait tindakan biadab tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Koordinator Aksi dari Pagar Nusa Kartasura, Ulil Albab menuturkan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekedar bentuk rasa kasihan. Tapi wujud nasionalisme sebagai warga negara Indonesia. "Setiap warga negara Indonesia tentunya mengetahui bahwa pembukaan UUD 45 kita menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan itu adalah jiwa kita sebagai bangsa Indonesia," lanjutnya.

Di beberapa tempat dan kesempatan yang berbeda, keprihatinan terhadap krisis yang terjadi di Palestina juga diungkapkan sejumlah pesantren, badan otonom dan berbagai komunitas NU, seperti PMII, GP Ansor, Jaringan Gusdurian, dan lainnya. (Idris/Kamil/Rosyidi/Anwar/Mahbib)

Foto: Shalat ghaib pelajar NU Sumenep untuk para korban kekejaman Israel

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal IMNU, AlaSantri, Aswaja Bupati Tegal

Kamis, 07 September 2017

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pamekasan, Bupati Tegal. Sebanyak 500 warga menyaksikan pelantikan pengurus baru ranting NU Larangan Tokol di pesantren Az-Zubair, Langgar Rajeh, Sumberanyar, Pamekasan. Pelantikan yang bersamaan dengan peringatan maulid ini juga dihadiri anggota badan otonom NU seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU.

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Larangan Tokol Dilantik di Pesantren Az-Zubair

Pengurus baru ini dilantik oleh Wakil Ketua PCNU Pamekasan KH Moh Ramli pada Rabu, (28/1). Kiai Ramli dalam sambutannya mengimbau pengurus baru NU untuk bersinergi dengan banom, lembaga, dan lajnah NU.

“Dengan demikian pelantikan tidak hanya seremonial, tetapi sebagai awal untuk lebih menyejahterakan masyarakat utamanya Nahdliyin dan tetap dalam koordinasi para Ulama NU,” tegas Kiai Ramli.

Bupati Tegal

Penyampai taushiyah maulid ialah pengasuh pesantren As-Salafiyah As-Safi’iyah As-Suja’iyah Pati Jember KH Misbach Kholili. Pengurus PCNU Jember ini mengingatkan bahwa tantangan NU ke depan semakin kompleks dari segala sisi lebih-lebih gempuran kaum Wahabi yang selalu menganggap salah segala amaliah warga NU.

Bupati Tegal

“Untuk itu warga NU harus membentengi diri dengan ilmu-ilmu yang diajarkan oleh para ulama NU,” kata Kiai Misbach.

Hadir pula pengurus PCNU Pamekasan beserta Banom, Pengurus MWCNU Tlanakan, aparat kecamatan Tlanakan, Kapolsek, dan Danramil Tlanakan. (Moh Wahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 26 Agustus 2017

Tanggapan Menag Soal Reuni Aksi Bela Islam 212

Bogor, Bupati Tegal. Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin menuturkan, masyarakat harus mendapatkan apa tujuan daripada dilaksanakannya reuni tersebut. Menurutnya, jika tidak dijelaskan dengan jelas maka itu akan menimbulkan prasangka yang tidak-tidak mengingat tahun depan adalah tahun pemilihan kepada daerah. 

“Tahun depan kita menghadapi tahun politik yang luar biasa dan tahun berikutnya juga seperti itu (pemilihan presiden),” kata Lukman usai menghadiri acara Pembukaan Rakernas Majelis Ulama Indonesia di Hotel The Sahira Bogor, Selasa (28) malam. 

Tanggapan Menag Soal Reuni Aksi Bela Islam 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggapan Menag Soal Reuni Aksi Bela Islam 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggapan Menag Soal Reuni Aksi Bela Islam 212

Lukman mengakui, setiap orang memiliki hak untuk berserikat dan berkumpul di era demokrasi seperti saat ini selama itu tidak melanggar norma hukum yang ada. Ia meminta masyarakat untuk melihat acara reuni tersebut dari berbagai aspek.

Ia meminta kepada mereka yang menggerakkan acara reuni ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan maksud dan tujuan diadakannya acara tersebut. Sehingga acara tersebut tidak menimbulkan kecurigaan dan kesalahpahaman.

“Supaya tidak menimbulkan kesalahpahaman, supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak perlu,” tegasnya.

Bupati Tegal

Presidium Alumni 212 berencana menggelar acara Reuni 212 pada (2/12), tepat di hari Aksi Bela Islam 212 satu tahun lalu, di lapangan Monumen Nasional. Aksi 212 merupakan aksi demonstrasi yang digelar pada 2 Desember 2016 lalu dengan mengusung tuntutan proses hukum terhadap Basuki Tjahaja Purnama. (Muchlishon Rochmat) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Kiai, Doa Bupati Tegal

Bupati Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Masyarakat Diminta Awasi Pelaksanaan Nikah Gratis

Kudus, Bupati Tegal. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah memberlakukan kebijakan nikah gratis sejak bulan Juli 2014 lalu. Karenanya, Kemenag meminta masyarakat untuk turut serta mengawasi sehingga pelaksanaannya tidak terjadi penyimpangan.

Masyarakat Diminta Awasi Pelaksanaan Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Diminta Awasi Pelaksanaan Nikah Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Diminta Awasi Pelaksanaan Nikah Gratis

"Bila ada pegawai KUA menarik biaya nikah yang tidak sesuai aturan, laporkan ke kantor Kemenag terdekat. Pasti akan kami datangi kantornya dan kami tindak tegas," ujar Kepala Bidang urusan Agama dan Pembinaan Masyarakat Kemenag Provinsi Jawa Tengah H. Saefullah kepada Bupati Tegal usai mengisi acara Bahtsul Masail NU Jateng bekerja sama dengan Kemenag provinsi setempat, di Hotel Gryptha Kudus, Senin (24/11).

 

Saefullah menjelaskan, pernikahan tanpa biaya hanya berlaku bagi pasangan pengantin yang melaksanakan nikah di Kantor Urusan Agama  (KUA). Apabila melangsungkan pernikahan di rumah akan dipungut biaya Rp 600 ribu. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) no 48/2014 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) No.  46/ 2014.

 

Bupati Tegal

"Nikah di KAU nol rupiah mulai pengurusan kelengkapan administrasi sampai proses aqdun nikahnya. Kecuali mengundang naib nikah di rumah dikenai biaya 600 ribu itu," tandasnya.

Bupati Tegal

 

Mengenai teknis pembayaran nikah di rumah, ia menjelaskan pada waktu pendaftaran di KUA, calon pengantin akan diberi nomer rekening kemudian membayarkan melalui bank yang telah ditunjukkan. Setelah terbayarkan, calon pengantin memberikan tanda bukti penyetorannya (slip bank) kepada KUA.

 

"Masyarakat harus tahu, pegawai KUA tidak diperkenankan menerima uang pendaftaran secara tunai. Ini untuk menghindari adanya penyimpangan,"tegas Saefullah.

Oleh karenanya, pihaknya meminta masyarakat supaya mengurus sendiri proses pendaftaran pernikahaan mulai administrasi sampai pembayaran biaya nikah di rumah tanpa harus menggunakan jasa pihak ketiga. Dengan demikian, tidak terjadi praktik pembayaran biaya nikah secara ilegal.

 

"Misalnya masyarakat menggunakan jasa modin dengan memberi imbalan biaya,  itu di luar kewenangan Kemenag (KUA). Lebih baik urus sendiri berkas-berkas pendaftaran nikahnya," harap Saefullah. (Qomarul Adib/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Aswaja Bupati Tegal

Senin, 17 Juli 2017

Ada Lagu Hubul Wathan di Pawai Hari Pandu Sedunia

Lebak, Bupati Tegal



Suasana Jasan Sampay, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten malam itu Selasa (21/2) terasa berbeda. Ratusan remaja berbaju coklat muda, berjalan dalam barisan rapi dan panjang ke arah Pasar Sampany.?

Ada Lagu Hubul Wathan di Pawai Hari Pandu Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Lagu Hubul Wathan di Pawai Hari Pandu Sedunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Lagu Hubul Wathan di Pawai Hari Pandu Sedunia

Tangan mereka memegang obor, sementara mulut mereka mendendangkan lagu-lagu dan yel-yel. Sangat terasa semangat yang ditebarkan oleh mereka.

Di antara kemeriahan itu, sayup-sayup terdengar suara sebuah lagu yang rasanya sudah sangat akrab di telinga. Saya pun meningkatkan perhatian kepada kata-kata syair lagu itu.



Bupati Tegal



Ya Lal Wathan Ya Lal Wathan Ya Lal Wathan

Hubbul Wathan minal Iman

Wala Takun minal Hirman

Inhadlu Alal Wathan

Bupati Tegal

Rupanya saya tak keliru. Lagu “Hubul Wathan” menjadi salah satu lagu yang dibawakan oleh peserta pawai, selain lagu kepramukaan dan lagu nasional lainnya.?

Yolanda Meidastari, siswa SMA Negeri 1 Warunggunung yang juga Pradana Puteri (Ketua Pramuka) di sekolah tersebut, mengatakan pawai tersebut diadakan dalam peringatan Hari Pandu Sedunia.

“Semangat yang ingin digerakkan melalui kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap Pramuka dan memeriahkan kelahiran Bapak Pandu Sedunia,” kata Yolanda.

Tidak kurang dari 560 anggota Pramuka sekolah-sekolah setingkat SMP dan SMA di Kecamatan Warunggunung dan Cikulur mengikuti pawai. Pawai dimulai dari Kecamatan Warunggunung ke Pasar Sampay dan kembali ke Kecamatan Warunggunung.

Selain melakukan pawai, malam itu mereka juga mengikuti pemaparan materi mengenai kepanduan dunia dan Indonesia, serta renungan kebangsaan.

Hari Pandu Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Februari, mengacu kepada hari kelahiran Bapak Pandu Sedunia, Lord Baden Powell. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Aswaja, Meme Islam, Lomba Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock