Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Bupati Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Bupati Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Hikayat Perang Sabil

Perang Sabil berasal dari kalimat jihad fi sabilillah adalah sebutan untuk peperangan melawan musuh yang dianggap memusuhi Islam. Seluruh perang melawan musuh Islam adalah perang sabil termasuk perang Diponegoro di Jawa dan perang Aceh.?

Kisah-kisah perang melawan Belanda di Aceh tertulis dalam hikayat yang dikenal dengan nama Hikayat Perang Sabil atau Hikayat Prang Sabi.?

Di Aceh Hikayat Prang Sabi adalah nama yang diberikan kepada sejumlah teks, baik yang diberi judul Hikayat Perang Sabil maupun tidak, yang isinya membicarakan tentang perang sabil. Hikayat Perang Sabil merupakan karya sastra perang karena memang diciptakan pada masa perang dan memberi semangat kepada para prajurit untuk bertahan melawan musuh.

Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Perang Sabil (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Perang Sabil

Hikayat dapat dikatakan sebagai sebuah kisah atau cerita naratif yang ditulis dalam bentuk berirama yang bertujuan untuk memberi nasihat dan semangat kepada orang-orang untuk terjun ke medan peperangan melawan orang-orang kafir. Isinya juga mengandung muatan ajaran dan petuah untuk bertakwa kepada Allah.

Berbeda dengan sastra Melayu yang mengenai hikayat sebagai prosa, dalam sastra Aceh hikayat adalah puisi di luar jenis pantun, nasihat, dan kisah. Hikayat ditulis dalam bentuk sajak. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang artinya cerita, namun ? bagi orang Aceh tidak hanya berisi cerita fiksi belaka, tetapi berisi pula butir-butir yang menyangkut pengajaran moral.

Bupati Tegal

Orang Aceh sangat senang mendengarkan pembacaan hikayat yang sampai pada awal abad 20 merupakan hiburan yang utama. Pembacaan hikayat perang sabil dilakukan sebelum orang maju ke medan pertempuran. Tradisi membaca hikayat sebelum orang terjun ke dalam peperangan adalah tradisi dalam kebudayaan Melayu. Ketika perang melawan Belanda, masyarakat Aceh membaca hikayat perang sabil di dayah-dayah atau pesantren, di meunasah, di rumah, maupun di tempat lain ? sebelum orang pergi berperang.

Bupati Tegal

Sejauh ini baru diketahui dua naskah yang menyebut sumber hikayat perang sabil. Pertama adalah ? naskah dalam Bahasa Aceh tertulis pada 11 Syaban 1122H ? (5 Oktober 1710) yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Negeri Leiden Belanda. Meskipun nama pengarangnya tidak tercantum di dalam naskah hikayat perang sabil yang tertua itu, penggubahnya menyebutkan karangan yang disusunnya itu bersumber pada sebuah kitab berjudul Mukhtasar MuthiriI-gharam. Pengarang juga menyebutkan bahwa ? sumber untuk menyusun kitab ini berasal dari Syaikh Ahmad Ibn Musa, yang mungkin sekali adalah penulis kitab Mukhtasar tersebut di atas.?

Sumber yang kedua adalah hikayat perang sabil yang juga tertulis dalam Bahasa Aceh pada tahun 1834, beberapa puluh tahun sebelum pecahnya perang melawan Belanda pada tahun 1873. Meskipun nama pengarang juga tidak tersebut dalam naskah, namun penggubah hikayat ini menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari kitab karangan ulama besar Syaikh Abdussamad al-Palimbani yang pada awal tahun 1760-an bertempat tinggal di Mekah. Syaikh Abdussamad al-Palimbani menulis berbagai kitab di Mekah. Salah satu di antaranya adalah Nasihat al-Muslimin atau lengkapnya Nasihat al-Muslimin wa Tadhkirat al-Muminin fi Fadhail al-Jihad fi Sabilillah wa-Karamat al-Mujahidin fi Sabilillah.

Dari segi genre atau jenis, Hikayat Perang Sabil mempunyai dua genre, yakni tambeh dan epos. Hikayat Prang Sabil bergenre tambeh kebanyakan ditulis oleh para ulama yang berisi nasihat, ajakan, dan seruan untuk terjun ke medan jihad fi sabilillah, menegakkan agama Allah dari rongrongan kafir demi mendapatkan imbalan pahala yang besar.

Hikayat Perang Sabil berjudul Hadzihi Qishshah Nafsiyyah yang merupakan saduran dari risalah ? Abdus Samad al-Palimbani ? berjudul Nashihatul Muslimin tersebut di atas adalah hikayat yang bergenre tambeh. Sedangkan hikayat berjudul Hikayat Prang Sabi adalah karya Teungku Chik Pante Kulu yang ditulis atas perintah kakaknya. Diduga yang dimaksud dengan kakaknya tersebut adalah Teungku Cik Ditiro karena pada tahun 1881 ia diangkat menjadi panglima perang sabilillah, sedangkan Teungku Chik Pante Kulu sendiri merupakan tangan kanannya.

Sedangkan yang bergenre epos adalah hikayat yang melukiskan peristiwa perang yang berlangsung di berbagai tempat di Aceh. Hikayat ini menggambarkan keberanian dan keperkasaan perlawanan para pejuang Aceh hingga tewas sebagai syuhada.?

Kisah-kisah kepahlawanan itu lalu dikisahkan dalam bentuk epos, seperti Hikayat Prang Sigli (1878), Hikayat Prang Geudong (1898), dan lain-lain. Dalam hikayat-hikayat perang yang terdapat di Aceh ini dikisahkan bahwa mati dalam berperang melawan Belanda yang dianggap kaphe (kafir) adalah mati syahid dan orang yang syahid akan diampuni segala dosanya serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga.

Dari segi isi, hikayat-hikayat perang sabil dapat dibagi dalam tiga kategori, yaitu: pertama, yang berisi anjuran untuk berperang sabil dengan menunjukkan pahala, keuntungan, dan kebahagiaan yang akan diraih. Kedua, yang berisi berita mengenai tokoh atau keadaan perang di suatu tempat yang patut disampaikan kepada masyarakat agar mendorong semangat orang-orang muslimin yang sedang berjihad. Ketiga, yang mencakup kedua kategori yang tersebut di atas. (Sumber: Ensiklopedi NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nusantara, Daerah Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Brebes, Bupati Tegal. Rais Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya Pekalongan memandang shalawat bisa mendinginkan suhu politik Indonesia yang mulai memanas.

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Shalawat Dapat Mendinginkan Suhu Politik

Menurut Habib Luthfi, tetesan shalawat membuat bumi subur. Bumi yang subur dalam artian tidak ada gejolak apapun. “Daerah yang mudah tawuran, jadi kondusif. Gunung batuk-batuk tidak lagi meletus,” katanya saat ceramah pada Brebes Bersholawat di Kelurahan Pasarbatang Brebes, Kamis (24/4) malam.

Ibarat mobil, kata Habib Luthfi, harus ada pendingin yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi mesin. Maka dalam segala suasana dan acara apapun harus digalakan shalawatan. Di dalam jamaah shalawat ada tali silaturahmi.

Bupati Tegal

Ia mengimbau, jangan sampai, masyarakat mudah dipecah belah hanya gara-gara persoalan politik. Beda pandangan dalam dukung mendukung calon presiden, jangan sampai membikin runyam. “Kita harus bersatu dalam satu barisan jamaah shalat. shalat kita pasti diterima bila dikerjakan berjamaah. Begitupun dalam menegakan NKRI harus merekatkan persatuan dan kesatuan.”

Bupati Tegal

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti yang hadir pada kesempatan itu untuk menguatkan masyarakat dalam  satu nusa, satu bangsa, satu bahasa untuk Indonesia Pusaka, meskipun berbeda pandangan, kepentingan, dan latar belakang.

“Kesadaran dan tanggung jawab perlu diciptakan dengan komunikasi yang harmonis dalam suasana saling menghargai demi kemaslahatan umat. Upaya provokasi dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab, harus kita waspadai,” tandasnya.

Ketua panitia Teguh Iman Santoso menjelaskan, kegiatan Brebes Bersholawat digelar setiap tahun dengan menghadirkan Habib Lutfi dan puluhan Habib Brebes, Tegal, dan Slawi.

Turut berceramah pada kesempatan itu pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Brebes KH Subkhan Makmun dan Mubalig Kocak H Dirjo Abdul Hadi. Tampak hadir para Kepala SKPD, ulama, tokoh masyarakat Brebes serta ribuan pengunjung. (Wasdiun/Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Berita Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Setelah Tentara Menempeleng Sufi

Sejarah ulama-ulama sufi ternama periode klasik menyimpan dengan baik nama Syekh Abu Ishaq Ibrahim bin Adham. Kepribadiannya dipuji banyak kalangan lantaran sikap zuhud dan tawaduknya.

Siapa tak takjub, ketika jabatan elit sebagai Raja Balkh (Iran) ia tinggalkan demi kehidupan serba sederhana di jalan tasawuf. Kisah Syekh Ibrahim bin Adham sering terekam dalam sumber-sumber Arab dan Persia, seperti Imam Bukhari dan lainnya., sebagai tokoh sufi yang pernah bertemu dengan Nabi Khidzir.

Salah satu inspirasi yang dapat ditimba dari Syekh Ibrahim bin Adham adalah peristiwa di gurun pasir yang lapang. Dalam sebuah perjalanan, Syekh Ibrahim mendadak dihampiri seorang tentara berwatak kasar.

Setelah Tentara Menempeleng Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Tentara Menempeleng Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Tentara Menempeleng Sufi

”Dimana kampung yang paling damai?” tanya tentara itu.

Syekh Ibrahim menjawab dengan isyarat telunjuk yang mengarah ke lokasi pemakaman. Tak puas dengan jawaban ini, si tentara pun menghantamkan kepalan tangannya tepat ke arah kepala Syekh Ibrahim. Aksi tentara itu berhenti setelah mengetahui bahwa yang ia pukul adalah Syekh Abu Ishaq Ibrahim bin Adham, tokoh sufi dari Khurasan.

”Maafkan kekhilafan saya, wahai Syekh.”

”Saat kamu memukulku, aku berdoa kepada Allah agar memasukanmu kedalam surga,”

Bupati Tegal

“Mengapa?”

”Aku tahu bahwa aku akan memperoleh pahala karena pukulanmu. Aku tidak ingin nasibku menjadi baik dengan kerugianmu, dan perhitungan amalmu menjadi buruk karena diriku.”

Akhlak Syekh Ibrahim bin Adham seketika melelehkan hati batu si tentara. Cara Syekh Ibrahim menasihati dan ketulusannya menerima risiko menyadarkannya untuk lebih serius dalam mencari kebenaran. (Mahbib Khoiron)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Jember, Bupati Tegal. Dalam rangka penggodokan kader-kader NU, Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU Universitas Jember menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) “Pendidikan Aswaja” selama tiga hari di kompleks pesantren Nuris, Jl. Sarangan, Antirogo, Jember.?

Pembukaan Makesta yang diikuti 42 peserta tersebut dilakukan oleh Ketua Bagian Minat dan Bakat PW. IPNU Jawa Timur, Indra Subiyantoro, Jum’at sore (15/2).?

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Universitas Jember Gelar Makesta

Dalam sambutannya, Indra menegaskan pentingnya anggota IPNU-IPPNU mendalami dan memahami soal ke-NU-an. Sebagai generasi penerus NU, anggota IPNU-IPPNU dituntut untuk mensosialisasikan sekaligus membentengi ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.?

Bupati Tegal

“Karena itu, adik-adik sekalian harus paham dulu dan kuat dulu pondasinya,” tukas Indra.

Bupati Tegal

Indra mewanti-wanti anggota IPNU-IPPNU agar jeli dalam membaca perkembangan zaman, termasuk perkembangan ideologi. Saat ini, katanya, ideologi dan aliran baru tengah marak di kampus-kampus. Aliran-aliran tersebut bertentangan dengan ajaran Aswaja, sehingga perlu disikapi dengan hati-hati dan bijaksana.?

“Dan ini (Makesta) cukup bagus untuk pembekalan untuk menyikapi aliran-aliran yang menyimpang. Karena itu saya, mengapresiasi kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua IPNU PKPT Universitas Jember, Ahmad Ainun Najib menyatakan bahwa kegiatan Makesta tak ubahnya bagai ajang penggemblengan para kader NU.?

“Mereka digembleng dan dibiasakan menjadi NU yang baik. Menjadi NU yang baik, pasti menjadi warga negara Indonesia yang baik pula,” tuturnya kepada Bupati Tegal.

Dalam jadwal yang dirilis panitia, ada sejumlah nara sumber yang dihadirkan, misalnya Prof Dr H Muhamamd Sholeh, SE (etos kerja), H Afton ILman Huda (keorganisasian), Idrus Ramli (gerakan islamisme di Indonesia) dan KH Muhyiddin Abdusshomad (pengajian kitab kuning).

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Aryudi A Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal PonPes, Habib, Berita Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli

Jombang, Bupati Tegal



NU Care Lazisnu Jombang melakukan konsolidasi organisasi untuk memenuhi target penyaluran ZIS selama Ramadhan sebesar 600 juta atau naik 300 persen dibanding tahun sebelumnya. Untuk tujuan itu, NU Care LAZISNU Jombang meluncurkan Gerakan Koin Peduli di TPQ Al Ishlah Desa Jombok, Kecamataan Kesamben, Sabtu ( 19/5).

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE LAZISNU Jombang Luncurkan Koin Peduli

Pengurus UPZIS PRNU Desa Jombok Nur Khojin mengatakan, peluncuran Koin Peduli merupakan bukti kesungguhan warga NU untuk menyalurkan Zakat Infaq Sedekah (ZIS) melalui lembaga NU.?

"Untuk tahap awal kami siapkan 100 kaleng koin, dan segera kita kabarkan keberadaan UPZIS PRNU Desa Jombok ke takmir mushala dan masjid. Dengan harapan mereka akan bersinergi dengan kami," tutur Khojin.

Ketua NU Care LAZISNU Jombang Didin A Sholahudin menambahkan, upaya pencatatan muzakki dan munfiq menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan di Ramadhan 1438 H ini.?

Ia juga meminta pengurus LAZISNU PCNU Jombang untuk terus menerus bisa bekerja secara profesional, akuntabel, dan dapat dipercaya. Dikarenakan kepercayaan merupakan hal penting dalam pengurusan zakat.

Bupati Tegal

"Alasan utama mengapa LAZISNU selalu kalah dalam nilai pentasaruffan dibanding Lembaga Amil Zakat lain, tiadanya pencatatan dan pelaporan dari mushala atau masjid NU yang selama ini menjadi panitia zakat," sesalnya.

Bupati Tegal

Kabid PAIS Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim H. Husnul Maram meminta NU Care LAZISNU Jombang untuk mengoptimalkan potensi zakat yang selama ini tak terhimpun.

? "Sesuai data BAZNAS potensi zakat nasional di tahun 2015 sebesar Rp 286 triliun. Untuk Jatim sekitar 25 trilliun. Tetapi untuk penyalurannya, LAZ dan BAZDA di Jawa Timur tidak sampai 20 Milyar," paparnya.

Turut hadir pula dalam acara tersebut, Kasie Kepenyuluhan Kanwil Kemenag Jatim Abdul Wahid Effendi, Kakankemenag Jombang Abdul Haris, dan sejumlah kader Nahdlatul Ulama. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Jombang, Bupati Tegal

Meskipun tidak lagi menjadi satu-satunya penentu kelulusan, keberadaan Ujian Nasional (UN) tetaplah menjadi pertimbangan sejumlah madrasah untuk  menerima siswa baru. Karenanya, Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur memberikan pelatihan kepada siswa agar mampu meraih sukses ketika menghadapi UN yang akan digelar dalam waktu dekat.

Kegiatan tersebut bernama Training Motovasi dan Tips Sukses UN 2016 Tingkat SLTP, dan dilaksanakan di aula madrasah. "Dengan kegiatan ini diharapkan para siswa dapat melewati UN dengan baik," kata Faizun Amir, kepala sekolah setempat, Selasa (1/3). Dan selanjutnya mereka yang hadir akan semakin tertarik melanjutkan studi di sekolah kami, lanjutnya.

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

MAU WH Jombang Berikan Kiat Sukses Jelang Ujian Nasional

Peserta dibekali masukan dalam menatap dan menata masa depan pada jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk memberikan motivasi dan kiat sukses UN. "Ini merupakan kali pertama kegiatan diadakan dan langsung mendapat sambutan luar biasa dari peserta," kata Bapak Faiz, sapaan akrabnya. Dan melihat antusias peserta, tidak menutup kemungkinan jika tahun depan kegiatan serupa akan diadakan lagi, lanjut alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang ini.

Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 150 murid dari MTS Plus Bahrul Ulum dan MTsN Tambakberas tersebut, peserta semakin bersemangat dengan paparan Bagus Sulaksono dari Lembaga Bimbingan Belajar Sony Sugema College.

Di kesempatan berbeda, Binti Muslikah yang juga panitia kegiatan mengemukakan bahwa sebenarnya banyak peserta yang berkeinginan mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini. "Tapi agar kegiatan berjalan kondusif, sehingga kami batasi kuota hanya 150 siswa baik dari MTs Negeri maupun MTs Plus Barul Ulum," katanya

Bupati Tegal

Training tersebut sebagai tindaklanjut dari program sosialisasi yang diadakan madrasah ini sebulan lalu. Dan acara juga diselingi sejumlah hiburan dari murid MAU WH sembari memberikan semangat bagi peserta yang hadir.

Anaziyatul Maghfiroh dan Nailvira Zahwa, sebagai pengendali suasana menandaskan bahwa para peserta adalah generasi penerus bangsa, yaitu generasi pintar, benar,dan profesional, sebagaimana motto MAU WH. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Berita Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

Jakarta, Bupati Tegal. Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Agustus 2015 mendatang, sejumlah kalangan berharap adanya peningkatan peran dan kapasitas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam membawa bangsa ini menghadapi perkembangan geopolitik global dan regional. Terlebih, saat ini Indonesia telah menandatangani kerja sama terbuka kawasan melalui Masyarakat Ekonomi Asean, maupun kerja sama multilateral dengan negara-negara besar seperti Amerika, China dan lain-lain.

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

“Pimpinan PBNU ke depan harus familiar dan mampu berkomunikasi dengan negara-negara yang bisa meng-upgrade kapasitas kader NU. NU harus banyak mengirim kadernya untuk belajar ke negara-negara besar, tidak hanya ke negara di timur-tengah saja,” ujar Pengamat Kajian Eropa Universitas Indonesia, Mahmud Syaltut, Jumat (8/5).

Dikatakan Syaltout, PBNU juga harus memperkuat peran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara yang dibentuk dan dikelola oleh kader-kader NU yang menjadi mahasiswa dan pekerja migran? di luar negeri.

Bupati Tegal

“Diaspora kader NU harus dimenej lebih matang. Banyak kader-kader NU yang bagus, perlu dirangkul dan diberdayakan. Identifikasi kader NU di Negara-negara yang menjadi pusat Iptek.? Jadi ke depan, NU tidak hanya berperan di wilayah agama, pendidikan dan budaya. Tapi juga harus bergerak di wilayah vital, seperti pertanian, energi, industri, ekonomi, wisata dan lainnya,” papar Syaltout.

Bupati Tegal

Lebih lanjut ia mengungkapkan sekarang era multitrack diplomacy dan kerja sama yang dilakukan antar negara saat ini tidak lagi berbentuk bilateral, tetapi sudah multilateral, yang mensyaratkan kesetaraan dan keseimbangan kapasitas maupun perolehan manfaat.

“NU juga harus mulai berinvestasi di wilayah ekonomi. Sekarang era inovatif advantage dan mulai masuk ke era prediktif advantage. Siapa yang mampu meriset melakukan prediksi atau ramalan masa depan yang bisa diuji secara empirik,dia yang menang, NU harus mengambil ruang itu,” paparnya.

Isi Sektor Strategis

Hal sama diharapkan Pakar Hubungan Internasional UI,? Edy Prasetyono.? Menurut Edy, PBNU harus serius menyiapkan kader-kader ideologis dengan kapasitas keilmuan dan keterampilan yang lebih beragam. “Harus mampu memanfaatkan dan mentransformasi sektor-sektor strategis di bidang maritim. Yakni bidang industri kreatif, teknologi pertanian dan pangan, teknologi transportasi khususnya perkapalan dan kader yang ahli di bidang energi dan teknologi informasi,” ujarnya.

Edy menyesalkan, sejumlah sektor tersebut justru banyak digarap secara serius oleh kelompok-kelompok muslim berpaham ekstrem. Padahal menurut Edy, jika sektor-sektor strategis itu dikuasai kelompok ekstrem, akan sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Karena, selain akan menghancurkan budaya toleransi, kebhinnekaan dan demokrasi yang sudah terbangun di Indonesia, mereka juga bisa memicu perang saudara di Indonesia, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Dan dengan posisi Indonesia yang dianggap vital oleh negara-negara besar, khususnya dengan jalur sutra? yang dimiliki Indonesia, konflik di Indonesia bisa meletupkan perang dunia.

“Ada kekhawatiran luar biasa atas kehadiran kelompok Islam agresif di Indonesia. Mereka tak hanya melakukan radikalisasi dan terorisme tetapi juga memicu perang di mana-mana. Mereka ini serius mengeskploitasi sumber dayanya. Mengirim kadernya untuk belajar teknologi, bisnis dan energi ke berbagai negara maju,” paparnya.

Karena itu, menurut Edy, PBNU harus menjalin kerja sama lintas sektor dengan negara, inetelektual dan para pengusaha untuk mengantisipasi ancaman ekstremisme tersebut. Sebab kehadiran mereka selain mampu menguasai sektor vital juga memengaruhi bahkan mencuci otak masyarakat dengan segala sumber daya yang dimiliki. Sehingga, masyarakat Indonesia menjadi rentan konflik, sulit bersatu dan kehilangan karakter saling menghargai, toleransi dan gotongroyongnya.

“Perlu ada kerja sama serius yang kuat antara Negara dengan ormas semacam NU ini, untuk menghadapi perang asimetris yang bakal makin marak terjadi. Perang asimetris itu berupa perang ide, kreatifitas, perang gagasan dan ideology yang berujung pada konflik fisik dan perang saudara,” tambahnya. (Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, News Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Petani Lawan Monsanto (2)

Jakarta, Bupati Tegal. Masalah hukum ini adalah seputar usaha agresif Monsanto untuk melindungi benih kedelainya yang dikenal dengan nama “Roundup Ready”. Benih ini sudah direkayasa secara genetik supaya tahan terhadap herbisida Roundup atau setara generiknya.

Ketika Pak Bowman dan ribuan petani lain membeli benih patenan Monsanto dan menanamnya di ladang mereka harus menandatangani perjanjian bahwa mereka tidak akan menyimpan benih untuk ditanam di tahun berikutnya. Jadi setiap musim, petani harus membeli bibit baru setiap tahun dari Monsanto. Mereka juga dilaporkan harus membayar “royalti” perhektar karena menggunakan benih perusahaan.

Petani Lawan Monsanto (2) (Sumber Gambar : Nu Online)
Petani Lawan Monsanto (2) (Sumber Gambar : Nu Online)

Petani Lawan Monsanto (2)

Pak Bowman, pria berusia 75 yang mengerjakan tanah orang tuanya itu membeli benih kedelai dari dealer lokal. Benih ini mengandung beberapa kedelai "Roundup Ready" yang tercampur dengan benih-benih lainnya. Maklum saja benih Monsanto di Indiana sangay dominan di pasaran, bahkan diyakini lebih dari 90% kedelai yang dijual sebagai "benih komoditas" bisa jadi berisi gen Monsanto yang sudah berkembang. 

Bupati Tegal

Pak Bowman yang sudah empat decade bertani dan dibesarkan di sebuah peternakan itu, masuk dalam radar pengawasan Monsanto. Ia menggunakan benih tersebut -yang dibeli dari gudang gandum lokal- tahun demi tahun dan menanamnya kembali sebagian di tahun berikutnya.

Bupati Tegal

Monsanto menggugat. Perusahaan menegaskan bahwa mereka mempertahankan hak paten biji rekayasa genetika miliknya, bahkan jika biji tersebut dijual oleh pihak ketiga tanpa pembatasan pemakaiannya, atau bila biji tersebut adalah turunan dari benih asli Monsanto. Gugatan akhirnya dimenangkan perusahaan dan Pak Bowman harus membayar $ 84.456 (£ 53,500) karena melanggar hak paten perusahaan. Monsanto mengatakan bahwa jika Bowman dibiarkan, maka ia akan merusak model bisnis, membahayakan penelitian mahal yang digunakan untuk menghasilkan produk pertanian yang maju, seperti yang dilaporkan The Guardian belum lama ini.

Rezim Korporasi Pangan

Seorang reporter surat kabar petani di New York John Funiciello mengatakan bahwa Monsanto telah mengontrol dan mengawasi secara ketat peredaran dan pemanfaatan benih miliknya. Biasanya Monsanto masuk ke ladang petani (beberapa pihak menyebutnya masuk tanpa izin) dan mengambil sampel (beberapa pihak menyebutnya mencuri) untuk diuji DNA-nya apakah mengandung gen-gen yang mereka patenkan. 

Jika ditemukan ada, mereka lalu menggugat petani dan, karena petani lebih kuat, secara hukum dan finansial, mereka mungkin akhirnya setuju untuk menerima sejumlah uang yang tidak diungkapkan. Jumlah tersebut tak diungkapkan karena, bersama dengan penyelesaian sengketa itu, ada permintaan untuk diam dan petani dipaksa setuju untuk tidak mendiskusikan kasus ini dengan siapa pun. Namun beberapa petani yang punya cukup uang melawan korporasi.

Masih menurut John Funiciello, di seluruh dunia inilah modus operandi Monsanto. Di beberapa negara, di mana sistem hukum tidak serumit seperti di AS, Monsanto bekerjasama dengan pemimpin politik dan pebisnis, lalu meyakinkan mereka bahwa benih mereka akan memberikan hasil panen yang lebih baik daripada benih tradisional. Akhirnya perusahaan itu bisa masuk ke pasar lokal perbenihan dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk tanaman, seperti: pupuk berbasis petroleum, pestisida, herbisida, dan dalam kasus kedelai mereka adalah merek glifosat, Round-up, yang diperlukan untuk kedelai "Roundup ready".

Monsanto telah melakukan rekayasa genetika (yang dikenal dengan genetically modified organisms atau GMOs) terhadap kedelai mereka sehingga tidak dapat dibunuh oleh herbisida (pestisida yang berfungsi membunuh tanaman yang tak diinginkan), sehingga ketika disemprotkan gulmanya terbunuh dan tanaman komersialnya akan tumbuh. 

Sekitar 85% jagung di AS, 91% kedelai, sekitar 95% tebu dan 88 persen kapas adalah hasil rekayasa genetika. Banyak dari tanaman rekayasa di mana tidak dilakukan kajian jangka panjang mengenai dampaknya bagi kesehatan manusia, telah memasok pasar makanan di AS. Diperkirakan lebih dari dua pertiga makanan olahan di AS mengandung komponen rekayasa genetika.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

Surabaya, Bupati Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pelaksanaan Full Day School. Keputusan resmi PWNU Jatim itu dibacakan langsung Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada acara buka bersama Gubenur dan PCNU Se Jatim (18/6) di Gudung PWNU Jatim.

KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim mengatakan bahwa PWNU Jatim setelah menyerap aspirasi dari berbagai pesantren dan madrasah diniyah maka PWNU secara tegas menolak kebijakan full day school.?

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

"Realitas keberadaan lembaga pendidikan swasta itu sangat membantu pemerintah agar anak-anak muda bisa mengenyam bangku sekolah. Mengingat lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah jumlahnya masih kurang memadai," tegas Kiai Mutawakkil

"Kami berharap pemerintah aspiratif. Langkah yang akan ditempuh PWNU Jatim membuat surat resmi kepada pemerintah pusat dan kami berharap Pemprov Jatim juga menolak keputusan Mendikbud sebagai aspirasi mayoritas rakyat Jatim terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Kebanyakan mereka (TPQ dan Madin) yang terdampak itu bukan orang lain. Apalagi selama ini penguatan pendidikan karakter sudah dilakukan penguatan dengan cukup baik. "Kebijakan Mendikbud itu, tidak pernah mengajak bicara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat apalagi NU," kata Kiai Mutawakkil disambut tepuk tangan para pengurus PCNU.

Bupati Tegal

H Soekarwo sebelum memberikan sambutannya langsung memberikan surat penolakan terhadap kebijakan full day school. "Sebelum PWNU Jatim menyatakan menolak, tanggal 16 Juni lalu, pemprov Jatim sudah menolak dan mengirim surat kepada Presiden," tegas Pakde Karwo?

Pakde Karwo mengaku sudah memanggil Kadiknas dan Kabiro Hukum Jatim untuk menunda dulu rencana Full Day School yang saat ini ramai dibicarakan (debatebel) di media sosial atau media-media yang lain. "Kami akan mencari rumusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Karena itu tunda dulu pelaksanaan Full Day School di Jatim," terang Gubenur dua periode itu.

"Jatim itu memiliki kearifan lokal berupa Madrasah Diniyah Salafiyah dan sejak 2006 menjadi program Pemprov Jatim melalui Bosda Madin hingga sekarang. Kalau tidak ada itu maka basis moral spiritual masyarakat Jatim yang kuat akan hilang. Ini khas Jatim yang harus dipertahankan karena bisa membuat Jatim tenang dan rahmatan lil alamain bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain," beber Pakde Karwo.

Bupati Tegal

Terkait adanya beberapa kepala daerah di Jatim yang mendukung program Full Day School, Gubernur Jatim dalam waktu dekat juga akan membuat Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk menunda dulu pelaksanaan Full Day School di daerahnya masing-masing sebelum ada rumusan terbaik dari pemerintah.

"Kita ini negara demokrasi sehingga pemerintah harus membuka ruang publik untuk dialog. Mereka yang mendukung Full Day School dan mereka yang khawatir Madrasah Diniyah Salafiyah mati karena pemberlakuan Full Day School harus diajak dialog untuk mencari rumusan yang terbaik," pungkas Pakde Karwo.( Rof Maulana/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Berita Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Mahasiswa Thariqah Gelar Serangkaian Kegiatan di Malang

Malang, Bupati Tegal. Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah atau MATAN Cabang Kota Malang menggelar serangkaian kegiatan dengan bertajuk “MATAN untuk bangsa”.

Kegiatan tersebut berisi rangkaian roadshow seminar, diskusi, dan sowan ke habaib dan masyayikh Kota Malang dengan bertujuan untuk memperkenalkan MATAN ke publik Kota Malang, terutama civitas akademika kampus dan para tokoh ulama di kota Malang.?

Kegiatan tersebut juga merupakan langkah awal organisasi mahasiswa di bawah naungan Jamiyyah? Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyahjamiyyah atau organisasi tarekat tarekat NU itu untuk mengubah pola pikir generasi muda khususnya yang kapitalistik, pragmatis, hedonis, dan transaksional yang berakibat, manusia tidak lagi berperan sebagai manusia (‘abdullah wa khalifatullah fil ardl). Dengan bertarekat diharapkan generasi muda lebih berperan bagai mesin dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, yang mana akibat selanjutnya adalah tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air dan lebih penting lagi, tidak adanya rasa cinta dan kebanggaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Mahasiswa Thariqah Gelar Serangkaian Kegiatan di Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Thariqah Gelar Serangkaian Kegiatan di Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Thariqah Gelar Serangkaian Kegiatan di Malang

Kegiatan MATAN Kota Malang yang dibuka pada 7 Desember 2012 ini diawali dengan seminar yang bertempat di aula Usman Mansur Universitas Islam Malang (UNISMA), dengan tema seminar, “Fitrah Nusantara Sebagai Isi Kandungan Bangsa”.?

Bupati Tegal

Seminar yang diisi oleh Habib Ismail Fajrie Alatas dan DR. Galih Wijil Pangarsa itu membahas mengenai potensi-potensi yang terkandung di bumi Nusantara ini baik itu potensi alamiah seperti laut, maupun potensi yang bersifat budaya, yang mana potensi-potensi itu bisa menjadi senjata untuk kebangkitan dan kemajuan Bangsa Indonesia.?

Tidak hanya potensi yang dibicarakan, namun juga hal-hal yang bisa melemahkan potensi-potensi itu, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar, sehingga peserta seminar diajak memetakan Indonesia.

Bupati Tegal

Setelah seminar itu, pengurus harian MATAN dan Habib Aji (panggilan akrab Habib Ismail Fajrie Alatas) langsung menuju ke kediaman Habib Abdul Qadir Mauladdawilah dan Habib Bagir Mauladdawilah di kelurahan Jagalan Kota Malang untuk bersilaturrahim dan memperkenalkan MATAN kepada beliau-beliau serta memohon doa, dukungan, dan bantuan dari beliau-beliau untuk MATAN Kota Malang. Dan beliau-beliau pun memberi respon yang positif atas kehadiran Habib Aji dan rombongan, termasuk dengan lahirnya MATAN dan gerakan-gerakan yang akan dilakukan oleh MATAN.?

Selanjutnya, Habib Aji dan seluruh PC. MATAN Kota Malang bergerak menuju maqam Al-Habib Abdul Qodir Bafaqih untuk berziarah dan “memperkenalkan” MATAN kepada beliau selaku salah satu wali agung yang ada di Kota Malang.

Ba’da shalat maghrib, rombongan langsung menuju ke Kota Batu untuk memenuhi undangan makan malam dari Habib Jamal Ba’agil. Dalam jamuan makan malam itu, tak lupa pula Habib Aji dan PC.MATAN Kota Malang memperkenalkan berdirinya MATAN Kota Malang dan mengharapkan kesediaan Habib Jamal untuk mendoakan MATAN dan membimbing MATAN Kota Malang, serta membantu MATAN Kota Malang, demi tersyiarnya Ahlussunnah wal jama’ah di dunia universitas yang sekarang ini mulai tersisih oleh paham-paham wahabi, liberalisme, dan hedonisme.

Keesokan harinya, acara dilanjutkan di kampus UIN Maliki Malang dan dimulai pukul 14.00 WIB dengan tema seminar “Mengambil Hikmah Pelajaran dari Sejarah dan Tradisi sebagai Pembentuk Identitas Lokal dan Universal Bangsa”. Sedangkan pemateri dalam seminar tersebut adalah DR. Agus Sunyoto, Prof. DR. Sutiman, dan Habib Ismail Fajrie Alatas.?

Dalam seminar itu, para pembicara menekankan pentingnya mengetahui dan mempelajari sejarah dan tradisi di era globalisasi ini. Sebab dua elemen itu merupakan pembentuk jati diri bangsa. Tanpa dua elemen itu, maka bangsa tidak memiliki jati diri sehingga mudah dipecah belah, dan tidak mempunyai karakter sebagai bangsa, serta tidak cinta terhadap bangsa sendiri. Sebagai dua elemen yang berbeda, tradisi dan sejarah merupakan rem bagi bangsa Indonesia agar tidak terseret dan tergilas oleh roda globalisasi, apalagi sekarang ini semakin marak gerakan purifikasi seperti wahabi yang berkoalisi dengan kaum kapitalis untuk menghapus sejarah dan tradisi dari Negeri ini, sehingga terbentuklah manusia satu dimensi.

Setelah acara di UIN Maliki Malang, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkan kegiatan hari itu dengan bersilaturrahim ke Habib Muhammad bin Idrus Al-Haddad di Sawahan Kota Malang. Dalam silaturrahim itu, Habib Aji memperkenalkan MATAN dan PC. MATAN Kota Malang kepada Habib Muhammad dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan dari Habib Muhammad untuk gerakan MATAN Kota Malang, sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

Agenda selanjutnya pada malam hari itu adalah menghadiri undangan makan malam dari Rais JATMAN Kota Malang, KH. Abdurrahman Yahya dan orasi ilmiah di hadapan santri beliau, santri PP. Miftahul Huda Gading Kota Malang. KH. Abdurrahman yang sejak awal digagasnya MATAN di Kota Malang ini sangat mendukung dan membantu gerakan MATAN, sangat gembira dengan kehadiran Habib Aji di Kota Malang dan di Gading Pesantren. KH. Baidlowi Mushlich dalam sambutannya menyatakan bahwa keberadaan MATAN, dan mahasiswa yang berthariqah di era sekarang ini sangat penting.

Adapun Habib Aji dalam orasinya menekankan agar para santri tidak hanya menjadi ahli ekonomi yang baik, dokter yang baik, guru yang baik, dan lain-lain (pekerja yang baik), namun, para santri yang sebagian besar mahasiswa ini, harus menjadi manusia yang baik, manusia yang benar-benar manusia. Hal itu bisa dicapai salah satunya dengan cara berthariqah, karena berthariqah itu untuk memunculkan kemanusiaan sehingga menjadi manusia yang manusia, yaitu manusia yang baik dan bermanfaat.

Itu pula salah satu motivasi mengapa Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggagas berdirinya MATAN di tengah organisasi-organisasi semacam HMI, PMII lebih sibuk berpolitik kampus dan demonstrasi sampai lupa mengembangkan intelektualitasnya, dan lupa meningkatkan spiritualitasnya, sehingga MATAN sangat terbuka, baik itu anggota HMI, PMII, atau lainnya dipersilahkan untuk ikut MATAN tanpa meninggalkan organisasi asalnya.

Di hari terakhir atau hari ketiga road show MATAN, acara selanjutnya adalah diskusi dengan tema,”Kritik Nalar Liberalisme Islam” yang bertempat di gedung PCNU Kota Malang, di mana dalam diskusi itu Habib Aji memaparkan secara detail bagaimana sebenarnya pemikiran kawan-kawan di Jaringan Islam Liberal. Yang mana mereka sibuk mengkritik islam tradisi khas pesantren, namun mereka lupa untuk mengkritisi liberalisme yang mereka gembor-gemborkan, dengan segala teori yang mereka paparkan, padahal banyak kritik (baca: kekurangan dan kelemahan) dalam teori-teori yang mereka jadikan rujukan ataupun hasil pemikiran-pemikiran mereka, sehingga nyatanya pemikiran mereka malah lebih banyak bersifat mendekonstruksi pemikiran yang sudah ada daripada merekonstruksinya.

Malam harinya, acara dilanjutkan dengan diskusi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Kota Malang, yang mana dalam kesempatan itu Habib Aji memaparkan secara singkat mengenai MATAN dan pentingnya berthariqah agar menjadi manusia yang benar-benar manusia, sehingga menjadi manusia yang berguna bagi Negara dan Agama.

Di hari terakhir itu pula, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang melanjutkannya dengan bersilaturrahim ke KH. Mashduqi Mahfudz di Mergosono, Habib Agil bin Agil di Jl. Ir. Rais Kota Malang, dan Gus Luqman di Merjosari Kota Malang. Dalam kesempatan tersebut, Habib Aji dan PC. MATAN Kota Malang memperkenalkan MATAN dan PC MATAN Kota Malang kepada beliau-beliau dengan harapan doa, restu, dukungan dan bantuan sehingga MATAN Kota Malang bisa mewujudkan visi organisasi.

? ?

Redaktur ? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor ? : Syukron Ma’mun

Keterangan foto: Pemateri di Universitas UIN Malik Maliki Malang Agus Sunyoto (Kanan), Habib Ismail Fajrie Alatas (Tengah) Dan Prof. Sutiman (Kiri). Tema seminar “Mengambil Hikmah Pelajaran Dari Sejarah dan Tradisi sebagai Pembentuk Identitas Lokal”

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Berita Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU

Surabaya, Bupati Tegal. Ada pengalaman khusus yang dialami aktris ternama Christine Hakim saat memerankan Nyai Kapu alias Nyai Masruroh (istri Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, Rais Akbar PBNU) dalam film "Sang Kiai" yang disutradarai Rako Prijanto.

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Christine Hakim: Mbah Hasyim Bukan Hanya Milik NU

"Saya tidak hanya mengandalkan kemampuan akting, karena saya merasa berat dalam memainkan peran itu. Saya pun berkunjung ke Desa Kapurejo di Kediri yang merupakan daerah kelahiran istri Mbah Hasyim Asyari," ucap aktris kelahiran Jambi itu.

Ia menceritakan hal itu saat bedah film di hadapan ratusan pelajar SMP-SMA di Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YTPSNU) "Khadijah" Surabaya yang dipimpin Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, 18 Mei lalu.

Bupati Tegal

"Di Desa Kapurejo itu, saya sempat shalat malam agar diberi petunjuk dalam memerankan Nyai Kapu. Allah SWT menerima doa saya, sehingga saat pengambilan gambar seperti ada tangan Tuhan yang menuntun saya untuk berperan dan seolah-olah saya hidup di zaman itu," ujarnya.

Didampingi sutradara Rako Prijanto dan aktor Ikranegara (pemeran KH Hasyim Asyari) dan Agus Kuncoro (pemeran KH Wahid Hasyim), peraih enam Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik itu mengaku dirinya merasa malu setelah bermain dalam film yang dirancang selama tiga tahun dan akan diputar di bioskop pada 31 Mei 2013.

Bupati Tegal

"Kita harus malu dengan Mbah Hasyim, karena apa yang kita lakukan sekarang, ternyata tidak ada apa-apanya dengan apa yang beliau lakukan," tuturnya dengan tatapan menerawang.

Dia menganggap Mbah Hasyim tidak hanya menderita akibat penjajahan, melainkan juga menderita kelaparan akibat penjajah memblokade jalur distribusi makanan kepada pribumi.?

"Buktinya, Nyai Kapu pernah menjual kain batik untuk membeli beras," ujar aktris yang sudah membintangi 35 film sejak 1974 hingga 2013 itu.

Dengan suara bersemangat, aktris Indonesia pertama yang menjadi juri dalam Festival Film Cannes di Prancis itu menyatakan Mbah Hasyim bukan hanya milik warga NU, melainkan milik bangsa dan negara, bahkan dunia.

"Itu karena kekuatan angkatan perang penjajah yang bersenjata lengkap itu harus tunduk kepada para santri Mbah Hasyim yang bersenjata ala kadarnya, sehingga para penjajah pun memperhitungkan beliau," paparnya.

Film yang juga menampilkan nuansa romantis dan peran wanita dalam perjuangan melawan penjajah itu membuktikan bahwa spiritual dan agamis itu sangat berperan dalam perjuangan menegakkan NKRI. Film itu "meluruskan" sejarah yang menghilangkan peran kiai atau ulama.

"Mbah Hasyim mengajarkan jihad dalam arti yang benar dan utuh. Saat ditanya Bung Karno tentang hukum membela negara dari penjajah, Mbah Hasyim menyatakan fardlu ain (wajib bagi setiap pribadi)," kata aktris Indonesia pertama yang main film Hollywood berjudul Eat Pray Love bersama artis Julia Roberts di Bali itu.

Tidak hanya tegas dalam berbicara, Mbah Hasyim juga merupakan sosok yang berani dalam tindakan. Saat penjajah Jepang melarang untuk hormat kepada "Merah Putih", sang kiai itu menolak untuk "menyembah" matahari. "Kita bisa bangga jadi orang Indonesia," urainya.?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, AlaSantri Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guerend mengagumi kerukunan umat beragama di Indonesia. Kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ditemuinya, Dubes yang resmi bertugas sejak September 2015 bertanya apa resep sehingga Indonesia dinilai mampu menjaga kerukunan umat beragamanya.

“Apa resepnya Pak Menag?” tanya Dubes Vincent Guerend ketika menemui Menag di kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Kamis (14/04) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id. Ikut mendampingi Menag, Kabiro Hukum dan KLN A Gunaryo dan Kapus KUB Feri Meldi.

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

Atas pertanyaan disampaikan Dubes, Menag menjawab, dua hal dilakukan oleh Pemerintah.

“Pertama, melalui regulasi. Kedua, Pemerintah. Kami melakukan upaya-upaya preventif, bekerja sama dengan ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya yang berfaham moderat,” terang Menag.

Ketika ditanya tentang Islam, Menag menjawab bahwa Islam itu satu.

Bupati Tegal

“Islam itu ajaran yang satu. Tetapi, ketika nilai-nilai Islam yang satu tersebut diimplementasikan dalam situasi, kondisi dan waktu yang berbeda, nilai Islam yang satu tersebut menjadi beragam,” imbuh Menag sembari menerangkan meski sama-sama memuliakan perempuan, tetapi cara di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi.

Bupati Tegal

“Di Saudi, untuk memuliakan perempuan, bahkan perempuan dilarang mengemudikan mobil. Hal tersebut berbeda dengan di Indonesia. Untuk memuliakan perempuan, di sini, bahkan perempuan bisa menjadi hakim di pengadilan agama,” tutur Menag panjang lebar.

Menag juga menceritakan ciri khas Indonesia yang bukan negara berdasar atas agama, namun juga bukan sekular. Menag juga berharap, Indonesia dan UE bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya

Menag mengusulkan, agar UE memperhatikan rekruitmen para imam di masjid-masjid Eropa yang biasanya berasal dari Pakistan dan Turki untuk bisa memahami situasi dan kondisi di Eropa.

Dikatakan Menag, meski Eropa mayoritas adalah negara sekuler, tetapi harus dipahami pula, bahwa paham keagamaan masyarakat berperan pula dalam hubungan sosial. Para Imam Masjid yang eksklusif ? tersebut didorong untuk bisa diajak dialog, meski ekslusivitas tersebut adalah sebuah keyakinan dan hak yang harus dipahami dan dihormati, namun (harus dipahami) kalau mereka (para Imam tersebut) tinggal di Eropa, bukan di negara asalnya.

“Karena jika para Imam masih memegang teguh adat daerah asal, dikhawatirkan sedikit banyak akan menimbulkan kesalahpahaman,” kata Menag.

Dalam kunjungannya tersebut, Dubes UE berharap ada kerja sama antara Indonesia dengan UE di bidang agama, khususnya agama Islam. Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat muslim di Eropa bisa berbaur dengan masyarakat Eropa lainnya dan tidak ekslusif.

Atas tawaran kerjasama UE tersebut, Menag menyambut baik tawaran tersebut.?

“Indonesia (Kemenag) siap bekerja sama dengan UE dalam mempersiapkan para Imam Masjid yang berfaham moderat, agar asumsi Masyarakat Eropa terhadap Islam tidak menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi tidak baik terhadap Islam,” ucap Menag. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

Jember, Bupati Tegal. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Prof. Muhammad Nasir menyatakan, saat ini semua perguruan tinggi memiliki kedudukan yang sama dalam hal membangun pendidikan tinggi. Tidak ada lagi dikotomi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Ini dimaksudkan agar semua perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama dan saling berlomba dalam hal perkembangan pendidikan tinggi,” tegasnya saat melakukan kunjungan kerja di Universitas Jember, Jawa Timur, Sabtu (17/1), sebagainama siaran pers yang diterima Bupati Tegal.

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Menristek-Dikti: PTN dan PTS Punya Kedudukan Sama

Tidak adanya dikotomi antara PTN dan PTS itu dibuktikan dengan pembubaran Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) yang selama ini mengelola PTS. Nanti semua perguruan tinggi akan diakomodasi dalam lembaga baru, yakni Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT).

Bupati Tegal

Meski demikian, M Nasir berharap agar perguruan tinggi yang sudah maju harus bisa menjadi daya ungkit untuk perguruan tinggi yang masih dalam proses berkembang.

Bupati Tegal

“Jangan sampai jarak antara perguruan tinggi yang sudah maju dengan yang masih berkembang terlampau jauh. Perguruan tinggi yang sudah maju harus membantu yang masih berkembang agar pendidikan tinggi kita merata,” tegasnya.

Lebih jauh M Nasir juga menegaskan, cita-cita besar yang hendak dibangun untuk pendidikan tinggi di Indonesia adalah, perguruan tinggi yang sudah maju harus mampu bersaing menjadi perguruan tinggi maju di dunia lainnya.

“Jadi perguruan tinggi yang sudah maju harus menjadi perguruan tinggi top world. Sementara perguruan tinggi yang masih berkembang akan menjadi perguruan tinggi yang maju di Indonesia,” harapnya.

Untuk itu, dirinya sangat berharap agar semua perguruan tinggi saling bersaing untuk menjadi perguruan tinggi unggulan yang mampu bersaing dengan perguruan tinggi dunia lainnya. ?

Sementara itu, terkait dengan penelitian, M Nasir berharap agar hasil penelitian yang dihasilkan oleh para peneliti di Indonesia ini hendaknya memiliki dampak yang mampu dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Para peneliti sebaiknya memahami apa kebutuhan masyarakat, sehingga hasil penelitiannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Berita Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Doa Pengantin di Malam Pertama

Sebelum melakukan hubungan badan di malam pertama, mempelai pria dianjurkan membaca bismillâh dan mengusap rambut bagian depan mempelai perempuan. Ketika berjumpa pertama kali di kamar pengantin, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa berikut ini.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pengantin di Malam Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pengantin di Malam Pertama

Bârakallâhu likulli wâhidin minnâ fî shâhibih.

Bupati Tegal

Artinya, “Semoga Allah memberkahi setiap kita.”

Bupati Tegal

Setelah itu, mempelai pria dianjurkan untuk membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih.

Artinya, “Tuhanku, kepada-Mu aku memohon kebaikan istriku dan kebaikan sifat yang Kau ciptakan untuknya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan istriku dan keburukan sifat yang Kau ciptakan untuknya.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Suni, dan perawi lainnya dari Amr bin Syu‘aib dari ayahnya, dari kakeknya, dari Rasulullah SAW. Doa ini dicantumkan oleh Imam An-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Nahdlatul, Aswaja Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Masuk Surga Bareng Wahabi

Suatu hari seorang santri bernama Kholid mendampingi Kiainya yang akan mengisi ceramah di daerah Sirampog Kabupaten Brebes. Saking seringnya Kholid mendampingi Sang Kiai, santri-santri lain menobatkannya sebagai ajudan Kiai.

Tapi cerita yang ini bukan soal itu. Nah Kholid merasa senang bisa diajak mendampingi Kiai setiap menjadi penceramah di luar kota.? ?

Seperti biasa, di tengah perjalanan Kholid memanfaatkan waktunya dengan berdiskusi bersama Kiainya. Kali ini Kholid ingin mencari tahu alasan kelompok-kelompok tertentu, sebut saja Wahabi, yang menuduh bid’ah, sesat, bahkan kafir terhadap amaliah-amaliah seperti diantaranya tahlil, istighotsah, ziarah kubur, dan maulid yang sering dia praktikan.

Masuk Surga Bareng Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masuk Surga Bareng Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masuk Surga Bareng Wahabi

“Mengapa mereka dengan tega menuduh seperti itu Pak Yai, padahal saya tidak merasa tersesat, kayaknya kok mereka merasa paling benar dan merasa berhak masuk surga sehingga menuduh kafir, sesat, dan lain-lain?” tanya Kholid dengan nerocos dan polosnya.

“Ya…mungkin seperti itu. Begini Lid, kalaupun saya dikehendaki oleh Allah masuk surga tapi ketika itu ada mereka (golongan yang suka mengkafirkan) di situ, saya lebih baik gak masuk surga,” jawab sang kiai setengah becanda kepada Kholid yang hanya bisa mengangguk.

“Oohh…ternyata Pak Kiai merasa gemes juga sama mereka toh,” ujar Kholid dalam hati sambil terkikik. (Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Berita, Khutbah Bupati Tegal

Kamis, 30 November 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Tasikmalaya, Bupati Tegal?



Ribuan Santri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut pada Jumat (9/6).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin menanggapi akan datangnya presiden yang akrab disapa Jokowi ke pesantren itu.

“Ya ribuan santri akan berbaris mulai gerbang Cipasung menyambut Pak Jokowi,” kata Kiai Abun, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke Cipasung merupakan kali kedua. Sebelumnya pernah datang menjelang pemilihan presiden pada 2014.

Kiai Abun mengaku senantiasa akan mendukung segala kebijakan Jokowi selama demi kemasalahatan masyarakat Indonesia.

Bupati Tegal

Jokowi direncanakan datang ke pesantren itu untuk mengikuti Shalat Tarawih berjamaah. Ia direncanakan di Tasikmalaya karena esok harinya masih ada agenda di daerah tersebut. (Jani/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, News Bupati Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Jakarta, Bupati Tegal - Presiden DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Saiful Bahri Anshori menyayangkan sikap sepihak PT Chevron Pasific Indonesia yang melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar tanpa mekanisme yang berlaku dalam perundang-undangan. Saiful melihat sikap sepihak ini sebagai sebuah sikap semena-mena terhadap hukum yang berlaku.

"PT Chevron Pasific Indonesia sebagai perusahaan multi nasional dalam eksplorasi Migas dan pertambangan di Indonesia seharusnya menaati dan mengetahui bagaimana proses dan mekanisme hukum di Indonesia," ujar Saiful didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko di Jakarta, Kamis (4/2).

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Menurut Saiful, PT Chevron Pasific Indonesia tanpa melakukan perundingan dengan melibatkan serikat buruh yang berada di perusahaan tersebut langsung melakukan sosialisasi kepada seluruh buruh dan karyawannya mengenai akan adanya pengurangan karyawan sebanyak 25 persen (sekitar 2.000 orang karyawan) dari jumlah seluruh karyawan yang ada sekitar 6.500 karyawan.

Bupati Tegal

Atas dasar pandangan itu, pihak Sarbumusi menuntut Presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi seluruh perusahaan asing dan investor asing yang selama ini ditengarai tidak tunduk dan mau mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku di Indonesia.

Bupati Tegal

Sarekat buruh NU ini juga mendesak Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk selalu melakukan pengawasan dan mengawal proses program reorganisasi di PT Chevron Pasific Indonesia agar sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Sarbumusi juga mengimbau pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia untuk tunduk dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan menyesuaikan seluruh kebijakan korporat dengan aturan di Indonesia.

Menurut Saiful, pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia sebaiknya mengedepankan komunikasi dan konsultasi yang baik dalam perundingan Bipartit agar dicapai solusi terbaik sehingga tidak diperlukan lagi pengunduran diri karyawan massal sebanyak 1.600 orang.

Sarbumusi meminta SKK Migas dan Kementerian ESDM RI memonitor dan melakukan evaluasi terhadap pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia agar tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Demikian pernyataan sikap DPP K Sarbumusi dalam rangka menegakkan peraturan dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sarbumusi menolak berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," pungkas Saiful. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua

Jombang, Bupati Tegal. Tempaan selama di pesantren akan semakin kuat kalau saat di rumah, para orang tua turut memberikan perhatian. Hal itu agar ada kesinambungan, sehingga pembinaan terus berlanjut.

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua

"Saat di pesantren dan madrasah, para santri maupun peserta didik ditempa dengan jadwal yang demikian padat. Akan sangat disayangkan bila kesempatan saat pulang di rumah ternyata orang tua tidak memberikan perhatian yang sepadan," kata Ustadz Faizun, Sabtu (15/7).

Hal tersebebut disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur ini pada Silaturahim dan Halal Bihalal Wali Peserta Didik di madrasah setempat.

?

Alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut menyampaikan bahwa saat di pesantren hingga di lembaga pendidikan formal, kegiatan harian para santri demikian padat. "Dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali, seluruhnya diisi dengan kegiatan yang demikian padat dan tentunya bermanfaat," kata Ustadz Faiz, sapaan akrabnya.

Bupati Tegal

?

Dalam pandangan Sekretaris PC Lembaga Takmir Masjid NU Jombang tersebut, nyaris tidak ada aktifitas harian yang luput dari perhatian pengurus dan pengelola lembaga pendidikan formal di pesantren. "Bahkan kalau mereka terlambat shalat jamaah saja, akan ada sanksi yang diberikan," ungkapnya.

?

Pembentukan karakter yang telah dilakukan sekian lama tersebut akan sia-sia kalau saat di rumah tidak juga diawasi oleh orang tua. "Jangan kemudian lantaran alasan liburan, para peserta didik dan santri dibiarkan tanpa pengawasan," harapnya. Justru di sinilah peran orang tua sangat diharapkan sehingga tempaan saat di madrasah dan pesantren dapat berkesinambungan, lanjutnya.

Bupati Tegal

?

Adanya sejumlah santri yang kemudian tidak betah di pesantren, antara lain karena orang tua tidak memberikan perhatian secara seksama. "Di rumah mereka merasa bebas lantaran para wali santri memberikan kebebasan yang sangat longgar," ulasnya.

?

Sejumlah fasilitas yang diberikan kepada anak kala di rumah, dari penggunaan smartphone, menikmati tayangan televisi dan sarana hiburan lainnya secara tanpa batas adalah tindakan tidak dibenarkan. "Itu terlalu memanjakan dan akan merusak bentukan karakter yang dibangun ketika di pesantren," terangnya.

?

Ustadz Faiz mengajak peran aktif orang tua untuk turut bersama-sama menjaga tempaan yang telah dilakukan saat di pesantren. Caranya dengan mengajak mereka tetap disiplin dan menjaga rutinitas yang telah dilakukan selama berada di pondok.

"Mengawasi dan mendidik para santri dan siswa saat di pesantren dan madrasah adalah tugas kami, sedangkan ketika di rumah adalah tugas orang tua," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Way Kanan, Bupati Tegal - Gusdurian Lampung? dan GP Ansor Pakuan Ratu serta Negara Batin Kabupaten Way Kanan menyelenggarakan bakti sosial pengobatan alternatif dan pengolahan sampah plastik? untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November 2016.

"Lingkungan hidup adalah masa depan bersama. Banyak yang masih tidak peduli dengan hal tersebut. Itu yang menjadi dasar kami memperingati Hari Pahlawan dengan harakah (gerakan) tersebut," ujar Ketua GP Ansor Pakuan Ratu Bakti Ghozali di Blambangan Umpu, Rabu (9/11).

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian dan GP Ansor Ajak Santri Way Kanan Jadi Pahlawan Lingkungan

Didampingi Ketua GP Ansor Negara Batin Hozin Munir, Bakti menjelaskan, pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di Pesantren Al-Falakhussdah asuhan Kiai Zainal Maarif di Kampung Tanjung Kecamatan Pakuan Ratu.

Bupati Tegal

Tema kegiatan ini ialah "Berdamai Dengan Lingkungan Hidup. Berdamai Dengan Masa Depan yang Hidup". Para santri akan diajak untuk mengolah sampah plastik menjadi bantal, boneka, dan ecobricks sebagai bentuk pengamalan Surah Ar-Rum [30]: 41.

Bupati Tegal

Mengurangi pencemaran tanah hingga polusi udara dihasilkan dari pembakaran plastik yang memacu timbulnya efek rumah kaca dan juga merusak lapisan bumi (ozon) serta dapat memicu sel kanker.

"Serta menuju masyarakat sehat tanpa polusi udara dari pembakaran sampah plastik yang dapat melepaskan zat berbahaya di udara seperti karbon monoksida, dioksin dan furan, volatil maupun partikel berbahaya lainnya yang berefek buruk bagi kesehatan," kata Bakti.

Adapun bakti sosial digelar ialah berupa penyembuhan alternatif nonmedis untuk lemah syahwat, migrain, darah tinggi, asma, jantung dan lain-lain.

"Medianya dengan tangan dan air. Masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut berinfaq sukarela. Hasilnya akan didonasikan untuk sedekah oksigen," kata dia lagi.

Selain itu, juga penyembuhan bekam untuk masyarakat setempat juga akan dilakukan sehubungan adanya program Halal atau Hijamah Sambil Beramal untuk kemandirian organisasi Ansor.

"Ansor dan Gusdurian berharap bisa terlibat aktif mengajak masyarakat mengurangi penistaan agama dan Al-Quran melalui perilaku yang selama ini acap luput, dibiarkan dari pengamatan, yakni membuang atau membakar sampah plastik sembarangan," kata Bakti lagi.

Selain itu, juga mengajak santri dan masyarakat menjadi pahlawan melalui bidang lingkungan hidup, salah satu mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam sedekah oksigen yang bertumbuh alias sedekah pohon. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Berita Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock