Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Pontianak, Bupati Tegal. Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag RI M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, disamping bidang mata pelajaran sains yang dilombakan pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak, melekat juga dalam masing-masing bidang tersebut adalah materi Agama Islam.

“Jadi pembeda KSM V 2016 ini adalah terletak pada Mapel Agama Islam yang dilombakan dan juga sekaligus bentuk kepedulian terhadap ciri khas madrasah sebagaimana diamanatkan dalam UU,” jelas Nur Kholis, Selasa (23/8).

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana, KSM 2016 Lekatkan Materi Agama Islam di Tiap Mapel Sains

Maksud selanjutnya penambahan mapel agama Islam untuk dilombakan, kata Alumnus Fakultas Syariah IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga ini adalah dalam rangka mengukur kualitas murid madrasah, paling tidak pada dimensi kognitif terhadap pendidikan agama Islam yang meliputi Al Qur’an-Hadits, Aqidah-Akhlaq, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Fiqih, dan Bahasa Arab.

“Harapannya, ketika PAI menjadi mapel yang dilombakan, ada keseimbangan pada tataran idealitas ketika mereka masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ? Di jenjang Perguruan Tinggi, paradigma Interkoneksi keilmuan keislaman dengan non keislaman yang sedang digarap Kemenag dimana basisnya adalah murid madrasah,” jelasnya.

Pertimbangan selanjutnya, tambah alumnus Pesantren Tebuireng Jombang, kombinasi sains dan Agama Islam pada KSM ini adalah memberikan added values (nilai tambah) dari mapel keislaman untuk menjadi salah satu bahan sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas 5 mata pelajaran yang diajarkan di madrasah.?

Bupati Tegal

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam.

Semenatara itu, Direktur Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin mengatakan bahwa ajang Kompetisi Sains Madrasah merupakan even dan wadah strategis untuk meningkatkan motivasi dan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Bupati Tegal

“KSM merupakan even yang strategis untuk memupuk motivasi siswa terus cinta ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui KSM diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji, dan memiliki kemampuan yang handal di bidangnya,” ujar Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.

Selain itu, tambahnya, KSM akan melatih siswa meningkatkan daya nalar, kreativitas dan berpikir kritis serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan.?

“Secara kelembagaan KSM diharapkan meningkatkan mutu pendidikansains di madrasah secara komprehensif, yang ditandai dengan semakin kuatnya budaya belajar, penelitian (research) dan motivasi berkompetisi meraih prestasi, menumbuhkembangkan budaya belajar, kreativitas, dan motivasi meraih prestasi terbaik dalam naungan ridho Allah SWT,” papar Doktor lulusan Universitas Bonn Jerman ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Olahraga, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 03 Maret 2018

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Brebes, Bupati Tegal. Guna memberikan pelayanan di bidang pendidikan, Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Bulakamba Kabupaten Brebes membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK berlabel SMK Maarif NU Bulakamba tersebut dimulai pembangunannya setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE, Ahad Sore (9/8).

“Selaku pemerintah daerah, kami merasa bangga dengan pendirian SMK Maarif NU di Bulakamba, karena bisa membantu mengentaskan kebodohan dan meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Brebes,” ucap Bupati dalam sambutan peletakan batu pertama dilokasi pembangunan Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. 

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan SMK Ma’arif NU Bulakamba

Bupati berharap keberadaan SMK Maarif di Bulakamba itu nantinya akan dapat berkiprah membantu Pemkab di bidang pelayanan pendidikan. Apalagi, dengan modal dasar pendidikan agama yang kuat akan menjadi pondasi akhlakul karimah generasi muda penerus bangsa. 

Bupati Tegal

"Saya sangat mengapresiasi peran serta masyarakat swasta di bidang pendidikan. Keberadaan SMK ini bisa mencetak generasi bangsa berakhlak mulia, cerdas dan berkeahlian," katanya.

Bupati Tegal

Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. Termasuk dengan bantuan anggaran melalui APBD. "Saya sudah bilang sama kepada Dinas Pendidikan, dan bisa tinggal teknis dan berapa nilainya akan disesuaikan lagi," jelas Bupati.

Selain pembangunan sekolah, di lokasi tersebut juga akan digunakan untuk membangun kantor MWCNU Kecamatan Bulakamba, masjid dan pondok pesantren. Selain Bupati, ikut meletakan peletakan batu pertama berturut-turut Ketua PCNU Brebes Athoilah Syatori, pengurus MWCNU Bulakamba, KH Subhan Makmun serta tokoh lainnya.

Halalbihalal dan Pelantikan Muslimat NU

Dalam kesempatan tersebut juga digelar halal bihalal warga NU dan pelantikan pengurus ranting Muslimat NU se-kecamatan Bulakamba. Ketua PCNU Brebes, Athoilah Satori saat memberikan sambutan berharap agar warga NU tidak terpecah akibat pemberitaan muktamar NU seperti muncul di berbagai media. Karena di internal struktural sendiri masih bersatu dan soliid. 

Sementara sbagai penceramah, pengasuh Ponpes Assalafiyah Luwungragi, KH Subkhan Makmun yang mangajak jamaah untuk tetap berpegang teguh pada persatuan dan kesatuan. Warga NU, hendaknya juga paham dengan dinamika yang berkembang agar tidak salah paham, termasuk dengan wacana Islam Nusantara yang banyak disalahartikan sejumlah pihak.  

Pengurus Yayasan Al-Ihsan, Ghofar Mughni mengatakan lokasi pembangunan komplek pendidikan dan sekretariat MWCNU itu adalah hasil wakaf dari keluarga besar H Johari seluas 750 m2 lebih. Setelah SMK NU dan MWC berdiri direncanakan pula akan dibangun ponpes dan sarana dakwah lainnya. 

Ketua MWCNU Bulakamba, Moh Robikhun MAg menjelaskan, SMK Maarif tahun ini sudah mendapat 86 siswa jurusan teknik sepeda motor dan multimedia. Untuk sementara belajar di MTs Maarif Bulakamba sampai selesainya pembangunan gedung. “Insya Allah pembangunan akan cepat selesai karena telah ditanggung sepenuhnya pihak pemberi wakaf,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Hadits Bupati Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Tarim merupakan nama suatu daerah terpencil di Hadhramaut, Yaman. Di sini aktivitas keilmuan dan kerohaniannya lebih terasa dibanding kota lainnya di Yaman. Tarim juga memiliki nuansa Ramadhan yang khas yang diwariskan secara turun-menurun. Suasana semacam inilah yang tidak ditemukan di daerah Yaman lainnya.

Antusiasme masyarakat Tarim dalam menyambut bulan Ramadhan sangat tinggi. Hal itu terlihat dari ramainya masjid-masjid pada siang hingga malam hari. Mereka menghidupkan bulan Ramadhan dengan Al-Qur’an, dzikir, shalawat, dan ziarah.

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Syahdu dan Unik-unik dari Ramadhan di Tarim Yaman

Pelaksaan shalat tarawih di Tarim tidak hanya dilaksanakan dalam satu waktu serentak, namun bergantian secara estafet sejak pukul 19.30 hingga pukul 03.00 di beberapa masjid yang berbeda.

Bupati Tegal

Yang unik dari suasana Ramadhan di Tarim, setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir para jamaah tidak langsung pulang, tetapi mereka tetap duduk untuk bersama-sama melantunkan pujian kepada Rasulullah secara bersahutan dengan nada khas Tarim. Pujian ini disebut "Qashidah Fazzaziyah dan Witriyah". Vokalis pemilik suara merdu menambah rasa syahdu malam itu.

Selama pembacaan qasidah terlihat beberapa orang tua yang mengabdikan diri kepada masjid berkeliling membawa bukhur (sejenis kemenyan), dan juga tampak orang orang berbaris memberikan minuman air dingin dan kopi khas Yaman. Sesekali di hari-hari tertentu juga diberikan air mawar asli untuk pewangi badan juga halawah (manisan) dan kaak (kue khas Tarim).

Kemudian dilanjutkan pembacaan "Qawafi", yaitu lantunan syair yang berisi nasihat dan pengingat yang dibaca sesuai abjad huruf hijaiyah setiap harinya satu judul huruf hingga akhir bulan Ramadhan. Lalu diakhiri doa khusus di bulan Ramadhan yang ditulis Al Habib Umar bin Saqqof Asshofi. Biasanya ritual ini berlangsung selama 40 menitan.

Bupati Tegal

Setelah usai orang-orang pun bersegera keluar dari masjid untuk pindah ke masjid lainnya mengerjakan shalat tarawih berikutnya dengan tata cara yang sama hingga akhir Ramadhan. Maka tidak diherankan jika di sini setiap orang dalam semalam bisa sampai melaksanakan tarawih hingga 100 rakaat. Ini bagi memiliki semangat yang tinggi. Habib Umar bin Hafidz dan Habib Salim Assyatiri, misalnya, meskipun keduanya berusia senja sanggup menunaikan shalat 60 rakaat dalam semalamnya.

Menjelang sahur, biasanya ada dua anak muda yang satu orang menabuh "thosah" (sejenis gendang) yang satunya lagi melantunkan dzikir dengan lantang berjalan di jalanan dan gang-gang membangunkan ibu-ibu untuk menyiapkan santap sahur.

Khatmul Quran Ramadhan di Tarim disebut Khatmu Rubu sebab khataman ini dilaksanakan setiap 4 empat hari sekali. Di antara masjid yang melaksanakan Khatmur Rubu adalah Masjid Al Muhdlar, Masjid Baalawi, Masjid Saqqaf, Masjid Wael. selain itu, banyak juga masjid yang melakasnakan "Khotmu Sitt" yaitu khataman setiap 6 hari sekali.

Panasnya cuaca Ramadhan membuat masjid-masjid memasang puluhan AC khusus daerah padang pasir dan puluhan kipas angin. Infrastruktur penunjang disediakan untuk member kenyamanan para jamaah yang sedang sibuk beribadah. Kamar mandi pun disiapkan bagi yang ingin berendam mendinginkan badan di kolam mandi yang disebut "Jabiyah".

Antusiasme ini tidak hanya di malam hari bahkan saat Shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar juga ramai dengan aktivitas membaca Al-Qur’an, dzikir, dan pengajian- pengajian majelis taklim yang membacakan kitab-kitab Salafus Shalih. Biasanya setiap selesai majelis taklim para hadirin membaca surat Yasin bersama. Dan di akhiri dengan "Qashidah Fardiyah", kaisdah nasihat yang dibaca oleh satu orang.

Biasanya setelah Ashar pada Jumat pertama bulan Ramadhan seluruh masyarakat dan santri mancanegara yang berada di Tarim melaksanakan ziarah ke makam para sahabat dan waliyullah di makam "Zambal" dipimpin oleh mufti Tarim dan para ulama Tarim, hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kemudian peziarah bergegas ke masjid untuk berbuka dengan takjil yang telah disediakan dan dilanjutkan Shalat Tasbih dan Shalat Awwabin, barulah setelah itu mereka kembali ke rumah masing masing.

Pada hari ke-9 diadakan majelis di kediaman Al Imam Haddad dan kediaman keluarga Al Hamid. Perkumpulan ini lazim disebut "Tsamratu Tasi." Acara itu diisi dengan bermacam-macam kasidah nasihat.

Pada hari ke-19 diadakan majelis di kediaman Khalifatussalaf Al-Habib Alwi bin Abdullah bin Syihabuddin. Acara ini berisi ceramah agama dan nasihat lalu kasidah pujian tentang bulan Ramadhan sambil menikmati secangkir kopi khas Tarim.

Ada hal menarik juga di kalangan masyarak desa Tarim. Nuansa Islami di sini sangat terasa bahkan tidak hanya di dalam masjid melainkan di luar juga. Biasanya sejak tanggal 11 sebelas Ramadhan hingga 29 Ramadhan sambil berharap datangnya lailatul qadar masyarakat Tarim saling bertukar undangan dengan tetangga dan kerabat untuk bersantap hidangan buka puasa dalam rangka khataman masjid yang ada di sekitar rumahnya.

Sementara anak-anak kecil laki laki maupun perempuan saling berkunjung ke rumah teman bermain mereka saling bergantian menyanyikan lagu-lagu anak yang diwariskan para ulama pendahulunya dan lagu-lagu tersebut disebut dengan "Khotamy". Kegembiraan anak-anak itu kemudian bertambah dengan banyaknya hadiah yang diberikan pada mereka oleh tuan rumah, tentunya setelah lagu itu usai dilantunkan.

Sementara khataman akbar Al-Qur’an di masjid dipimpin oleh para ulama. Doa yang dibaca adalah doa khatmul qur’an susunan Imam Ali Zainal Abidin. Saat doa dirapalkan, air dan kopi dibagikan. Setelah selesai, dilanjutkan doa susunan Imam Abil Hirbah. Selanjutnya anak-anak kecil yang turut hadir diberikan kesempatan membaca doa "Birrul Walidain" untuk orang tua mereka secara bergantian. Dilanjutkan pembacaan khutbah "Qoff" dan khutbah milik salah satu dari Habib Idrus bin Umar Al Habsyi, Al Habib Hasan bin Sholih Al Bahr, Habib Abu Bakr bin Abdurrohman bin Syihab.

Ketika Ramadhan memasuki hari ke-21 maka masyarakat, santri, dan mahasiswa berduyun-duyun hadir ke masjid-masjid yang diistimewakan di Tarim. Keistimewaan masjid tidak ditinjau dari kemegahan bangunannya, tetapi dari kealiman dan kewalian yang membangun masjidnya meskipun hampir semua masjid di sini terbuat dari tanah liat. Berikut di antara masjid-masjid istimewa tersebut.

Tanggal 21 Ramadhan di Masjid Syeh Abdurrohman Assaqqof dan Masjid Abi Bakr Assakron. Tanggal 23 Ramadhan di Masjid Al Awwabin milik Imam Haddad. Tanggal 25 Ramadhan Syeh Ali bin Abi Bakr Assakron. Tanggal 27 Ramadhan di Masjid Baalawi yang dibangun oleh Syeh Kholi Qosam abad ke-5. Tanggal 29 Ramadhan di masjid fenomenal dengan menara tertinggi yang terbuat dari tanah liat milik Syeikh Umar Muhdlor dan Masjid Al-Fath milik Imam Abdulloh bin Alwi al-Haddad.

Menurut pengamatan saya, suasana religius Ramadhan di Tarim yang diwariskan turun-menurun menggabungkan beberapa konsep mahabbah (cinta), yaitu cinta kepada Allah dengan amalan shalat dan puasa, cinta kepada kitab Allah dengan memperbanyak tadarus dan khataman, cinta kepada Rasulullah dengan memperbanyak shalawat, cinta kepada syiar Allah dengan memperbanyak majelis taklim dan daurah (pesantren Ramadhan) bahkan peserta daurah ada yang datang dari Amerika, Australia, Inggris, Malaysia, China, dan lain-lain.

Ini merupakan Ramadhan kedua yang saya alami di Tarim, sementara Ramadhan pertama saya di kota Mukalla Yaman. Meskipun di Mukalla juga banyak syiar-syiar Ramadhan namun religiusme Tarim tidak ada tandingannya. Mungkin salah satu faktornya adalah banyaknya wali-wali Allah dan para ulama sufi yang dijumpai di Tarim. Sebuah nuansa kerohaniahan yang murni mendekatkan diri kepada Allah.

Moh Nasirul Haq, Mahasiswa Universitas Imam Syafii Yaman. Ditulis di Tarim, 7 Ramadhan 1437 H.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional

Rabat, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Istimewa NU Maroko mengagendakan seminar internasional perihal tasawuf pada 20 Januari 2015. Sejumlah ulama dari pelbagai negara akan hadir dalam seminar internasional yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, ibu kota Maroko.

Rencana ini disepakati dalam kunjungan PCINU Maroko kepada Syeikh Dr Radhi Gennune, seorang dewan pakar tasawuf pengikut Tarekat Tijaniyah di kediamannya di Rabat, Senin (1/12). Hadir dalam pertemuan ini Ketua PCINU Maroko Kusnadi, Wakil Ketua PCINU Maroko Fakih Abdul Aziz, dan Nasrullah Afandi.

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional

Dalam kesempatan itu turut hadir Kiai NU asal Banjarmasin yang sedang berkunjung ke Maroko, KH Ahmad Anshori pengikut tarekat Tijaniyah. Ia sejak 1999 hingga sekarang sudah 34 kali berziarah ke zahwiyah atau maqbaroh Syeikh Tijani di kota Fes, Maroko.

Bupati Tegal

Buya Anshori mendukung langkah PCINU Maroko itu. "Hal ini penting untuk menanamkam nilai-nilai tasawuf yang merupakan salah satu ajaran NU, juga sekaligus menambah wawasan tasawuf para putra-putri NU yang sedang menempuh pendidikan di negeri para wali Maroko ini.”

Bupati Tegal

Dari Indonesia juga dijadwalkan akan ada beberapa ulama lain yang menjadi pembicara. Sedangkan dari kalangan ulama Maroko, akan diundang sejumlah pemuka tarekat Tijaniyah termasuk Syeikh Zuber, cucu tertua Syekh Ahmad Tijani (pendiri tarekat Tijaniyah).

Syeikh Dr Radhi Gennun sendiri dijadwalkan kembali berangkat ke Indonesia pada 5 Desember 2014. Ia akan menemui jamaah tarekat Tijaniyah di beberapa daerah Indonesia di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan

Judul: Wali Songo, Rekonstruksi Sejarah yang Disingkirkan

Penulis : Agus Sunyoto

Tebal Halaman: 282

Penerbit : TRANSPUSTAKA, 2011

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Wali Songo Disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan

ISBN : 978-979-3907-11-6

Peresensi: Dinno Munfaidzin Imamah *

Bupati Tegal

Abad 7 hingga ke-13, peradaban Islam menguasai dunia dengan ilmu dan teknologinya yang lebih unggul dari Barat. Kemudian dihantam dan diratakan dengan tanah oleh Hulagu Khan (Mongol). Peradaban Aztec dan Inca dihancurkan pada masa awal penjelajahan Eropa dengan teknologi perang yang lebih canggih. Bangsa-bangsa Afrika menderita selama ribuan tahun akibat perbudakan. Nusantara Kita dikangkangi Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang lebih dari 350 tahun lamanya. Inggris menguasai dunia dengan kemajuan teknologi perkapalan dan revolusi industri. Inggris menjajah India sejak abad ke-18. Cina di jajah negara-negara Barat dan Jepang pada abad ke-19. Pada Perang Dunia II, giliran Eropa dilindas Nazi Jerman. Jepang menjajah negara-negara Asia di Perang Dunia II. Amerika membom atom Jepang pada 1945. Bangsa yang unggul (superior) akan mudah mengalahkan bangsa yang lemah (inferior).Bangsa yang lemah, lembek akan dijadikan mangsa dan budak-budak serta kuli.

Bupati Tegal

Setiap gerak sejarah Nusantara takkan pernah lepas dari tali temali gejolak dunia. Konstelasi internasional merupakan satu-satunya faktor penentu peristiwa di Bumi Nusantara Kita. Berdirinya kerajaan Majapahit, dilatar belakangi saat Singosari bertabrakan dengan Khubilai Khan. Perjuangan konsolidasi Majelis Wali Songo yang dipelopori Sang Pembaharu, Syaikh Siti Jenar dan Sunan Ampel merupakan refleksi dan aksi geo-religius dan geo-politik dari radikalisme agama di Tanah Persia yakni lahirnya ‘Sang Tuhan’ Dinasti Safawiyyah di bawah komando maharaja absolut perwujudan Tuhan, yang membabat habis Wali-Wali Tuhan tanpa sisa. Serta akan datangnya ‘pasukan Ya’juj Ma’juj Dajjal’ di bawah bendera Vasco Da Gama (Portugis). Kerajaan Mataram bisa berdiri karena Demak mengalami pelemahan setelah kalah bentrok dengan Portugis. Kemudian, Jepang masuk ke Indonesia saat Belanda lemah dikampung halamannya, dihantam badai swastika Nazi Hitler. Bumi Jepang luluh-lantak dan diratakan dengan tanah oleh kekuatan bom atom Amerika. Akhirnya, meledak dan lahirlah Kemerdekaan Nusantara yang saat ini kita nikmati bernama Bumi Indonesia.

Perjuangan Wali Songo

Ada adagium yang mengatakan bahwa sejarah adalah hasil kontruksi elit, di mana sejarah adalah cerita kemenangan yang umumnya ditulis oleh para pemenang dan penguasa. Artinya siapa yang mampu merekonstruksi sejarah, pastilah akan menjadi pemenang dan digdaya dalam menapaki rentang waktu yang penuh pergulatan dan pertempuran untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Bertumpu dari adagium ini, perjuangan tokoh-tokoh besar sejarah Nusantara anggota Wali Songo dihapus dari Ensiklopedia Islam Indonesia (Terbitan Van Hoeve). Tidak bisa ditafsirkan lain kecuali adanya anasir-anasir sistematis dari keislaman mainstream Nusantara, faham Ahlusunnah Wal Jama’ah yang dikenal oleh kelompok Nahdhiyin (NU); untuk menghapuskan keberadaan perjuangan Wali Songo dari sejarah dakwah Islam di Nusantara. Di masa depan, secara akademis-intelektual keberadaan perjuangan Wali Songo akan terpinggirkan, dan disingkirkan dan hanya menjadi dongeng legendaris belaka. Wali Songo dan Islam Nusantara bagi kaum positivistik adalah sinkretis, asimilatif, semi-animis, mistis (irrasional), dan tradisionalis anti-gerak kemajuan dunia. Fenomena ini tidak hanya lepas dari tilikan para sejarawan, para intelektual yang mengaku-aku kaum pembaruan Islam, ilmuwan sosial yang pada umumnya juga masih gelap-gulita melihat kenyataan itu. Hanya karena keangkuhan akademik-intelektualisme, mereka tak mu menerobos kabut mitologi (legenda) yang menyelebungi realitas sejarah Nusantara yang sejati. Tidak mempunyai kesabaran dan kepekaan lebih untuk membaca babat, prasasti, menyisir sejarah adi-luhung, menyusuri jejak-jejak spiritualisme,dan doktrin ilmiah versi Nusantara. 

Di tengah arus kemelut, dan kerancuan, bahkan kegelapan sejarah itulah Agus Sunyoto, sejarawan Nusantara berikhtiar mementaskan perjuangan Wali Songo dalam panggung sejarah Nusantara. Misi yang sungguh berat, di tengah gempuran aliran positivistik, penulis memilah antara sejarah dengan mitos. Dibutuhkan data sejarah yang kuat untuk mendukung argumen dan pandangannya. Untuk itu diperlukan kemampuan khusus dalam membaca prasasti, naskah berbahasa Kawi dan Jawa Kuno, termasuk bahasa Sansekerta dan Arab. Kesadaran akan makna pentingnya perjuangan Wali Songo dalam sejarah Islam di Bumi Nusantara yang sisa-sisa jejaknya masih sangat jelas terlihat sampai saat ini. Dengan semangat rawe-rawe rantas malang malana putung dan vivere vericoloco, sejarawan Nusantara ini meneliti dengan serius sejarah perjuangan Wali Songo untuk “melengkapi” Ensiklopedia Islam Indonesia yang tampaknya dengan sengaja akan menyingkirkan tokoh-tokoh penyebar Islam abad ke-15 dan ke-16 yang berjasa dalam mengislamkan Nusantara tersebut.

Dalam buku Wali Songo; Rekonstruksi Sejarah yang Disingkirkan, komandan NU saat ini KH. Said Aqil Siroj dalam kata pengantarnya mengatakan perjuangan Wali Songo dalam menggalang kepercayaan umat melalu perjalanan dakwah yang yak kenal lelah, menancapkan Tauhid dalam pikiran dan hati di Bumi Nusantara, dibarengi apresiasi yang sangat tinggi pada agama Hindu, Budha, Tantrayana, Kapitayan dan lainnya. Wali Songo mampu mengelola budaya, sehingga diterima oleh hampir masyarakat Nusantara. Wali Songo mampu menjalankan misi dari bidang-bidang strategis dari bidang keagamaan, tata kemasyarakatan, strategi kebudayaan, geo-politik saat itu, ekonomi, pengembangan kesenian dan sebagainya. Strategi jitu para Wali Songo dalam mengembangkan ajaran Islam di Bumi Nusantara dimulai dengan beberapa langkah strategis. Pertama, tadrij (bertahap). Tak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, semua melalui proses penyesuaian. Bahan, tak jarang secara lahir bertentangan dengan Islam, tapi ini hanya strategi. Misalnya, mereka dibiarkan minum tuak, makan babi, atau mempercayai para Danyang dan Sang Hyang. Secara bertahap, perilaku mereka itu diluruskan. Kedua, ‘adamul haraj (tidak menyakiti). Perjuangan Wali Songo menyebarkan Islam tidak dengan mengusik tradisi yang ada, tidak menggangu agama, sistem nilai dan kepercayaan, tapi memperkuatnya dengan cara yang Islami.

Buku ini menjelaskan dengan detail bahwa Wali Songo menyadari sungguh-sungguh, bahwa Nusantara yang multietnis, multibudaya, dan multibahasa, ini adalah anugerah Tuhan yang tiada tara. Belum lagi kondisi alam yang ramah, iklimnya yang tropis, tidak ekstrim. Ditambah dengan keanekaragaman hayati, hingga Wali Songo mensyukurinya dengan tidak merusak budaya yang ada atas nama Islam dan sebagainya. Anugerah yang mesti dilestarikan dan dikembangkan, bukan diingkari dengan dibabat dan dihancurkan atas nama kemurnian agama (purifikasi), terorisme, atau atas nama kemodernan. Islam hadir di paras Bumi Nusantara ini justru merawat, memperkaya, dan memperkuat multikulturalisme Nusantara sehingga bisa berdiri sejajar dengan peradaban dunia yang unggul lainnya.

Karya sejarawan Nusantara yang juga penulis Novel berjilid-jilid berjudul Perjuangan Syaikh Siti Jenar dan Novel Rahuvanna Tatwa, terdiri dari 6 Bab yaitu bab 1: Data tentang bangsa Nusantara, Bab 2: Para Wali dan Dakwah Islam, Bab 3: Kemunduran Majapahit dan Perkembangan dakwah Islam, Bab 4: Dakwah Islam masa Wali Songo, Bab 5: Tokoh-tokoh Wali Songo, serta Bab 6: Wali Songo dan pembentukan masyarakat Islam Nusantara. Buku ini juga sebagai sebuah undangan terbuka untuk masyarakat Islam Indonesia untuk mengetahui tentang negara-bangsanya di masa depan, dengan memahami masa lalu dan melihat masa kini. Pembaca bisa memperoleh pijakan historis yang kuat. Kita akan lebih yakin untuk meneladani, menyebarkan serta mempelajari strategi perjuangan mereka. Sangat penting bagi kaum muda dan masyarakat bangsa yang sudah sangat kritis di era kapitalisme sekarang ini. Sebab, dengan bukti historis yang ada, kaum muda punya kecerdasan dan akumulasi pengetahuan lebih yang dulu di miliki Wali Songo. Akan mudah dan mau menebar perjuangan Wali Songo, sebagai perintis, pelopor dan provokator kesadaran melawan tatanan-Anti Tuhan saat ini (baca:kelezatan kekayaan duniawi). Sebuah struktur dan gerak dunia, keadaan zaman Indonesia yang dulu pernah dialami Wali Songo. Merubah tatanan Nusantara yang dulu berkiblat poros cinta-dunia.

Belajar dari keberhasilan dalam pembentukan masyarakat Islam Nusantara yang dahulu dilakukan oleh Wali Songo, mampu kita teladani di tengah arus banjir bandang globalisasi yang dahsyat saat ini. Seperti juga yang pernah diteladani oleh Guru Bangsa, KH Abdurrahman Wahid yakni gerakan ‘pribumisasi Islam. Berdzikir, berpikir dan menggerakkan kembali nation-state of Indonesia untuk menggapai matahari kemajuan Republik, pluralisme sejati, ke-Bhineka-an, kesejahteraan dan mencinta nilai-nilai utama kemanusiaan. Serta jadi Bangsa Indonesia yang unggul, mandiri, tidak lembek yang akan kelak dijadikan mangsa, budak-budak dan kuli oleh para pemuja dan pecinta kelezatan duniawi; laskar Ya’juj Ma’juj Dajjal.

* Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, aktifis di PB PMII

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Budaya, Santri Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Teheran, Bupati Tegal. Pertemuan darurat tingkat menteri Gerakan Non-Blok (GNB) Senin menyerukan kepada Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk membawa para pejabat Israel ke pengadilan atas dakwaan kejahatan perang di Gaza.

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

GNB Serukan Mahkamah Pidana Internasional Adili Israel

Dalam pernyataan akhir pertemuan Komite GNB mengenai Palestina, para Menlu mengungkapkan kemarahan pada pertumpahan darah di Gaza dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan kejahatan Israel terhadap kemanusiaan.

Mereka meminta masyarakat internasional, PBB dan organisasi-organisasi internasional lainnya serta LSM, untuk membantu memberikan korban agresi Israel di Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan secara mendesak, menurut pernyataan yang disiarkan oleh media Iran. 

Bupati Tegal

Pernyataan itu mengakui peran penting Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di Gaza, termasuk dalam menangani kebutuhan darurat selama periode krisis.

Bupati Tegal

Para menteri mendesak masyarakat internasional untuk memberikan dukungan yang diperlukan kepada Badan itu serta badan-badan PBB lainnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina saat ini, termasuk lebih dari 180.000 pengungsi Palestina pada periode terakhir.

Selain itu, pertemuan menyerukan kepada DK PBB "untuk menegakkan tugas Piagam dan hidup sesuai dengan harapan masyarakat internasional untuk bertindak segera dalam mengatasi situasi krisis ini, dalam Pendudukan Palestina, yang jelas merupakan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional. 

"DK PBB juga telah diimbau untuk mengadopsi langkah-langkah" untuk memaksa Israel, kekuatan pendudukan, untuk menghentikan agresi militernya terhadap rakyat Palestina dan untuk memenuhi segera dengan semua kewajibannya berdasarkan hukum internasional, khususnya Konvensi Jenewa ke-4 dan resolusi PBB yang relevan. 

"Pertemuan tingkat menteri sangat mengutuk "penggunaan mematikan, tidak pandang bulu, kekuatan yang berlebihan oleh Israel, dan kekuasaan yang mendukungnya, terhadap warga sipil Palestina dan infrastruktur sipil penting, termasuk air bersih dan sanitasi jaringan, pembangkit listrik dan berbagai rumah sakit serta pusat kesehatan, dan juga terhadap personil kemanusiaan, darurat dan wartawan. 

"Selain itu, para menteri luar negeri GNB mengutuk "kekerasan dan penganiayaan fisik dan psikologis, termasuk penyiksaan, para tahanan Palestina dan tahanan, termasuk anak-anak, perempuan dan pejabat terpilih, di antaranya anggota Dewan Legislatif Palestina, termasuk lebih dari 800 orang yang ditahan sejak 13 Juni 2014 diminta segera dibebaskan tanpa syarat."

Sementara itu, para Menlu menyambut baik keputusan Dewan Hak Asasi Manusia "untuk memulai penyelidikan internasional, independen, resmi ke dalam semua pelanggaran hukum kemanusiaan internasional dan hukum hak asasi manusia internasional yang dihasilkan dari agresi militer Israel baru-baru terhadap Jalur Gaza yang dikepung." 

Pernyataan itu "menekankan perlunya untuk terus memenuhi dan konsultasi di dalam Komite GNB Palestina, serta Koordinator Biro yang lebih besar dari Gerakan, dengan pandangan, antara lain, untuk menyusun rencana aksi bagi GNB dalam rangka menindaklanjuti semua isu-isu kritis di PBB dan di semua forum politik, hukum dan peradilan lain yang sesuai.

"Akhirnya, para menteri luar negeri GNB menegaskan kembali "dukungan tak tergoyahkan mereka terhadap Palestina dan solidaritas dengan rakyat Palestina."

Mereka juga menegaskan kembali "dukungan prinsip dan sejak lama terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan pencapaian aspirasi nasional yang sah mereka, termasuk kebebasan, kemerdekaan, keadilan, perdamaian dan bermartabat di tanah air mereka sendiri," demikian OANA. (antara/mukafi niam)

Foto:ndtv

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Olahraga, Pesantren Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri

Tangerang, Bupati Tegal. Tidak akan ada hari pahlawan tanpa adanya resolusi jihad. Tidak ada resolusi jihad tanpa adanya santri. kemerdekaan bangsa Indonesia dan santri adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Demikian di sampaikan ketua Pengurus Pusat GP Ansor Abdul Haris Ma’mun dalam Majelis Kebangsaan Santri bertema Mewujudkan Santri Sebagai Pemuda Unggulan di Pondok Pesantren Miftahul Huda Annidzam Pinang Kota Tangerang, Kamis (19/10) siang.

Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemerdekaan Bangsa Indonesia Tak Lepas dari Peran Santri

“Kemerdekaan harus diisi santri dengan meningkatkan kualitas. Untuk menciptakan santri unggulan perlu keseimbangan dalam pendidikan santri,” tuturnya. 

Menurutnya, santri harus menempati jabatan-jabatan publik, pemerintah dan strategis. Untuk itu, santri tidak boleh malu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 

“Sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang menerima paket C. Jadi santri salaf juga bisa mengenyam sarjana. Santri jangan apatis terhadap wacana kontemporer. Tapi harus berani meresponnya dengan memberikan alternative wacana ala santri yang khas” tegasnya.

Bupati Tegal

Ia mengajak agar para orang tua jangan ragu untuk memasukkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Di sela-sela materinya ia juga mengenalkan banom-banom NU kepada para hadirin yang mayoritas santri.

Bupati Tegal

Sedangkan menurut Dosen STISNU Nusantara Mahfudz Fauzi, santri unggulan adalah santri yang berfikir global. Mereka tidak terjebak pada hal-hal formal dan pragmatis.

“Santri yang ikut memikirkan permasalahan bangsa. Santri Karena dia tidak terjebak pada pendidikan formal. Maka yang dilakukan adalah peduli terhadap pada permasalahan umat dan bangsa,” tegas Mahfudz yang sedang menempuh Doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menambahkan, santri unggulan itu mampu menjadi agen of change. Ia tidak hanya memikirkan personal tapi juga ikut terlibat dalam perubahan sosial. Kiai-kiai dulu selain mengajar ngaji dan ibadah juga ikut memikirkan permasalaham bangsa. Jadi, santri itu harus menjadi inspirasi masyarakat.

Acara dihadiri para santri se-kota tangerang, seperti Pondok Pesantren (PP) Darul Amanah, PP Ummul Falah, Miftahul Huda Annidzam, PP Nurul Huda Yadin, PP Jabal Nur dan sebagainya. Turut hadir juga GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU dan IPPNU Kota Tangerang dan masyarakat Sekitar Pesantren. (Suhendra/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Lebaran dan Ketupat

Ada beberapa tradisi penting yang tidak tampak dalam kebudayaan masyarakat Arab, seperti tradisi lebaran dan ketupat. Jika ada yang mengatakan ini bid’ah atau hal baru, memang benar namun bid’ah hasanah, hal baru yang baik dan merupakan manifestasi dari nilai-nilai Islam.

Pertama, istilah lebaran berasal dari bahasa Jawa "lebar" yang artinya bebas, selesai, atau rampung. Istilah ini merupakan pengalihbahasaan yang baik dan substansial dari istilah bahasa arab "idul fitri". Para ulama terdahulu sangat jitu dalam mengajarkan ajaran-ajaran inti Islam. Lebih dari sekedar alih bahasa, bahkan para ulama penyebar Islam memakai istilah lebaran untuk menerjemahkan "idul fitri" ke dalam tradisi setempat yang baik bahkan sesuai dengan ajaran inti Islam.

Setelah umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh lalu ditambah zakat fitrah maka akan mendapatkan "idul fitri" atau biasa diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang lebih umum "kembali kepada kesucian".

Lebaran dan Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebaran dan Ketupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebaran dan Ketupat

Dijelaskan, bagi umat Islam yang telah menjalankan puasa dengan baik dan benar akan diampuni dosanya yang telah lalu bahkan dosa yang akan datang jika ia konsisten memelihara ibadah yang telah dijalaninya di bulan Ramadhan. Lalu zakat fitrah berupa 3,5 liter atau 2,5 kg beras atau berupa uang yang diperuntukkan bagi mereka yang mendapati malam lebaran dan mempunyai bersediaan makanan untuk esok hari adalah prasyarat agar umat Islam yang telah lebur dosanya itu agar kembali kepada kesucian, fitrah atai fitri, sebagaimana bayi yang baru lahir.

Nah, dosa-dosa yang diampuni barusan hanyalah dosa hamba dengan Tuhannya, tidak dengan sesama manusia. Dalam Islam, jika dosa yang telah dilakukan oleh manusia itu berkaitan dengan manusia lain, ada kewajiban untuk meminta maaf dan ampunan kepada sesama manusia dan merampungan persoalan keperdataan jika ada.

Di sinilah posisi lebaran. Para ulama penyebar Islam menambahkan, agar benar-benar idul fitri, lebaran, terbebas dari dosa-dosa, umat Islam harus mengujungi saudaranya untuk saling bermaaf-maafan dan menyelesaikan semua sengketa. Inilah yang menyebabkan tradisi lebaran begitu hidupnya di Indonesia. Selain memang, tradisi saling kunjung, saling merasa bersalah, basa basi, tukar menukar makanan, dan seterusnya telah akrab dijalani oleh bangsa Indonesia. Di Timur Tengah dan di beberapa negara yang dihuni umat Islam hari raya Idul Fitri tidak dipertingati dengan hal serupa, dengan kata lain tidak ada tradisi lebaran di sana.

Bupati Tegal

Kedua, tradisi ketupat. Ketupat adalah sejenis lontong, yakni beras dalam balutan anyaman daun kelapa, lontar atau blarak yang direbus menjadi nasi liwet yang kempal. Orang Jawa dulu biasa membuat ketupat untuk keperluan mapag sri atau pesta panen padi. Ketupat sebagai bagian dari persembahan untuk dewi Sri yang empunya padi. Di beberapa tempat di dataran tinggi Jawa, ketupat ada dalam upacara kematian anak tersayang. Ketupat diberi bumbu secukupnya dan dibagikan kepada tetangga terdekat. Nah, para ulama pendahulu melestarikan tradisi ketupat ini dengan memasukkan ajaran inti Islam.

Pesta ketupat diadakan seminggu setelah lebaran. Dijelaskan, umat Islam yang menjalankan puasa sunat selama enam hari terhitung satu hari setelah lebaran maka ia akan mendapatkan pahala puasa selama satu tahun lamanya. Orang yang melaksanakan puasa enam hari ini tergolong mulia dan istimewa. Di saat umat Islam yang lain bersenang-senang dan melampiaskan dendamnya dengan memakan apa saja karena di siang hari bulan Ramadhan semua makanan dilarang, ia malah berpuasa. Nah sebagai penghargaan terhadap hamba mulia ini, pada hari kedelapan lebaran para ulama pendahulu menganjurkan umat Islam yang lain membuat ketupat dan membagi-bagikannya kepada tetangga terdekat dan menjadilah ketupat sebagai bagian dari tradisi lebaran.

Kenapa ketupat dan bukan lontong yang nikmatnya tidak jauh berbeda? Ketupat mempunyai keistimewaan yakni lebih tahan lama sehingga bisa dibagi-bagikan kepada tetangga dan sanak kerabat jauh sekalipun. Ketupat biasa mempunyai pasangan bernama lepet, yakni makanan dari ketan yang dibumbuhi kemudian dibalut dengan lontar dalam bentuk prisma segi tiga lonjong. Lepet berasal dari bahasa Jawa "lepat" yang artinya kesalahan. Membagi ketupat dan lepet adalah simbul salaing memaafkan segala kesalahan.

Demikianlah. Ada banyak usaha yang ditempuh oleh para ulama terdahulu untuk memasukkan ajaran-ajaran inti Islam -yang sesungguhnya tidak banyak berbeda dengan agama-agama lain- ke dalam tradisi yang telah berlaku, sembari secara perlahan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalamnya. Bisa dilihat dalam tradisi selamatan, tingkeban, babaran, pasaran, pitonan, dan seterusnya.

Bupati Tegal

Kita bersyukur, berbagai tradisi itu masih lestari dan menjadi bagian dari masyarakat sampai sekarang. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Anti Hoax, Olahraga Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Lamongan, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Festival Hadrah Nusantara sebagai rangkaian kegiatan Pra Muktamar ke-32 NU, di Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran Lamongan, Sabtu (20/2). Kegiatan ini diresmikan oleh Ketua PBNU Ahmad Bagdja.



PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Lestarikan Kesenian Islami (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Lestarikan Kesenian Islami

Dalam sambutannya, Bagdja mengatakan, PBNU berkepentingan melestarikan seni hadrah sebagai bagian penting dari sejarah dan perkembangan NU dan pondok pesantren. “Hadrah adalah media dakwah yang kini telah berkembang pesat, tak hanya di pesantren tapi telah masuk juga perkotaan,” katanya.

Karena itu, mantan Ketua Umum PB PMII ini berharap, seni hadrah akan terus mengalami perkembangan pesat sebagai media dakwah NU. “Seni hadrah ini sangat bermakna bagi NU. Tentu, PBNU berharap, seni islami akan akan terus berkembang,” paparnya.

Bupati Tegal

Pada kesempatan tersebut, Bagdja juga mengatakan, bahwa dalam seni hadrah, selain bisa menjadi media dakwah Islam, juga bisa membawa dampak positif, yaitu kesehatan bagi para pemainnya.

“Untuk memainkan hadrah, tak perlu pakai alat. Hadrah ini dimainkan pakai tangan telanjang. Bermain musik seperti hadrah ini juga bisa membawa ketenangan hati. Jadi bisa bikin badan sehat,” katanya salah satu kandidat Ketua Umum PBNU ini.

Bupati Tegal

Festival Hadrah yang memperebutkan piala bergilir Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi ini tersebut diikuti 39 peserta terbaik dari berbagai daerah. Dari ferstival ini akan diambil 3 juara terbaik dan 2 juara harapan. Juara 1 berhak menggondol piala bergilir Ketua Umum PBNU, serta uang pembinaan.

Selain dalam rangka kegiatan pra Muktamar, festival ini juga digelar dalam rangka? memperingati Haul KH Musthofa, pendidiri pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah dan maulid nabi Muhammad SAW. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Tegal Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah

Bandung, Bupati Tegal. Sebelum Shalat Jum’at, warga kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Bandung sampai terbiasa menggelar Tahlilan dan membaca Shalawat Nariyyah. Seperti di masjid Al-Barokah Jumat (19/9) jamaah  membacakannya hingga sebelum dimulainya khotbah Jum’at.

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Jum’atan, Warga Cibiru Tradisikan Tahlil dan Shalawat Nariyyah

Ketua Pengurus Masjid Al-Barokah Doden Anwarudin mengatakan tradisi tersebut telah ada sejak berdirinya masjid. Tradisi itu mengundang jamaah untuk segera datang ke masjid disamping mengisi waktu menunggu waktu dhuhur tiba. “Meskipun tidak banyak yang bisa mengaji, kalau ada imamnya kan minimal semua jamaah bisa mengikuti,” ungkapnya Jumat (19/9).

Tahlilan, menurut pria berusia 58 tahun ini, merupakan salah satu cara untuk mendoakan kepada seluruh keluarga yang sudah meninggal, termasuk juga guru-guru, anak, cucu dan lain-lain. Selain itu, dapat sebagai doa untuk segala macam tujuan, baik itu yang bersifat duniawi maupun ukhrawi.

Bupati Tegal

“Mengingat hari Jum’at dari beberapa keterangan kan sebagai sayyidul ayyam yang diyakini hari yang dapat mengabulkan doa,” terang Doden ketua pengurus masjid yang beralamat di Kelurahan Pasirbiru Rw 2.

Ia berpendapat apa yang dilakukan warganya untuk meneruskan tradisi yang dahulu, mendoakan orang yang meninggal hukumnya mubah, “bagi kami mendoakan orang yang sudah meninggal itu lebih baik, walaupun ada orang yang mengatakan itu bid’ah, tapi disini tetap bertahan menjalankan tradisi tersebut,” tegasnya kepada Bupati Tegal yang ditemui seusai shalat Jum’at.

Bupati Tegal

Masih kata Doden, tradisi Tahlil dan Shalawat Nariyyah ini perlu dilanjutkan, apalagi banyak hikmahnya, lebih banyak manfaatnya daripada madharatnya.

“Biasanya sebelum Jum’atan kan ada kalanya orang banyak yang mengobrol membicarakan hal-hal duniawi, tapi kalau ada yang menuntun membaca doa-doa dan shalawat, minimal orang bisa mendengarkan walaupun tidak mengikuti,” imbuhnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Olahraga Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Kudus, Bupati Tegal. KH Abdul Qodir mengingatkan kepada umat Islam untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Juga jangan terlalu menitikberatkan pada harta benda dan kemegahan duniawi karena akibatnya tidak akan begitu mengurusi agama.

"Maka, di Ramadhan ini kita ketuk pintu hati ini untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Sebab, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang mengimbangkan kepentingan dunia dan kepentingan agama," tuturnya saat mengisi tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran yang diadakan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Kudus, di Alun-Alun Simpang Tujuh, Rabu (1/07) sore.

Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Penceramah yang dikenal dengan sebutan kiai Gali itu menjelaskan untuk mengetuk hati, dapat dengan mengingat ayat-ayat Allah, baik yang tersirat maupun tersurat. Setiap malam Ramadhan misalnya, dikumandangkan ayat-ayat Allah di setiap masjid, musholla.

Bupati Tegal

"Saat ini di tengah Alun-Alun Simpang Tujuh, kita mulai membaca ayat Allah yang tersirat. Siapa? Anak-anak yatim dan fakir miskin. Allah mengetuk kita; araital ladzi yukadzdzibu bid din. Siapakah pendusta Agama itu?" terangnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kudus itu.

Kiai Gali memaparkan, yang dimaksud pendusta agama bukanlah orang nonmuslim, bukan orang kafir, bukan ateis, tetapi yang dituding pendusta agama adalah orang yang sekarang mengaku iman, mengaku Islam, namun tidak peduli terhadap anak-anak yatim.

Bupati Tegal

"Jangan mengaku Islam kalau kita tidak peduli terhadap anak yatim," tegas dia mengingatkan pentingnya umat Islam menyantuni anak yatim.

Lalu yang kedua, lanjut KH Abdul Qodir, orang yang tidak menafkahkan hartanya kepada orang miskin. Sekarang sebaliknya, banyak di antara masyarakat makan harta yang seharusnya untuk orang miskin.

"Sehingga Allah telah mengingatkan bahwa jangan ribut masalah dunia. Harta benda yang kita kumpulkan itu tipuan belaka.

Dalam acara tersebut Pemda kabupaten Kudus memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Sebelumnya, acara yang bekerjasama dengan Baznas kabupaten Kudus dan PT Wingsfood itu juga digelar lomba Rebana Al-Banjari, musik tongtek dan Hijab (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Tokoh Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

Pamekasan, Bupati Tegal. Pengurus GP Ansor dan Banser Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur resmi dilantik, Kamis (6/4). Pelantikan yang ditempatkan di Pendopo Larangan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU KH Sohebuddin, Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh agam, dan tokoh masyarakat serta para pemuda.

Usai dilantik, Ketua GP Ansor Baiquni akan langsung mencanangkan program kerja dua tahun ke depan. Salah satu sasarannya ialah dengan menggenjot semangat pemuda untuk berkarya.?

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

"Menumbuhkan semangat dan gairah pemuda untuk berAnsor, ini misi utama kami," tegas Baiquni.

Pendidik di Pesantren Al-Abror Blumbungan tersebut menambahkan, pemuda harus berkarya dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiayan sosial, serta bisa melakukan komunikasi positif dengan pihak terkait.

"Sehingga, GP Ansor Larangan menggema melalui berbagai macam kegiatan yang positif dan efektif. Dari sinilah bisa muncul ketertarikan para pemuda untuk gabung GP Ansor," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Banyuwangi, Bupati Tegal. Interaksi sosial semakin dipermudah dengan adanya media online, terutama media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan lain sebagainya.

Media sosial tersebut banyak digemari oleh masyarakat terutama golongan pemuda atau pelajar, untuk sekadar menyampaikan informasi berupa pesan singkat, tulisan, atau sekedar memposting foto maupun keluh kesah di media tersebut.

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Beranjak dari hal tersebut, IPNU-IPPNU Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi mengadakan Ngobrol Pintar Pelajar Keren dengan mengangkat tema "Cerdas dalam Bersosmed" akhir pekan lalu.

Diskusi diadakan di ruang perkuliahan yang diikuti oleh IPNU IPPNU Ibrahimy dan para mahasiswa. Hairul, Ketua IPNU Ibrahimy, mengatakan bahwa media sosial sekarang cukup masif di kalangan anak muda, khususnya pelajar. "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Hairul

Bupati Tegal

Turut hadir juga, Ahmad Sulhan Hadi, jurnalis Banyuwangi sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Kang Sulhan, nama sapaanya, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang belum mengerti cara menggunakan sosmed dengan baik, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

"Pemuda atau pelajar tidak jarang mengalami ketergantungan dalam menggunakan media sosial. Selain menyebabkan ketergantungan, twett atau pesan yang ditulis di media sosial tidak jarang dapat menyeret seseorang di ranah hukum, akibat kesalahan dalam memposting atau tulisan-tulisan yang ia posting mencemarkan atau mengganggu orang lain," tutur Kang Sulhan

Kang Sulhan menyarankan, kita perlu tahu hal-hal positif dan negatif akibat dari penggunaan sosmed. "Jangan sampai dengan adanya sosmed, kita malah menjadi korban dari kesalahan kita sendiri," tegas jurnalis yang juga alumnus IPNU Banyuwangi tersebut.

Ulva, mahasiswa IAI Ibrahimy, mengaku bahwa setelah ikut dalam diskusi tersebut, merasa tergugah untuk menggunakan media sosial lebih bijak lagi. "Saya rasa, sosmed itu bisa mendukung bakat yang kita lakukan, seperti penulisan cerpen, puisi, meme, kata bijak dan lain-lain," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Olahraga, Khutbah Bupati Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah

Wukuf Arafah termasuk rukun paling utama dalam ibadah haji. Inilah yang menjadi pembeda antara haji dan umrah. Kalau dalam ibadah umrah tidak ada kewajiban wukuf di Arafah, sementara dalam ibadah haji wajib wukuf di Arafah. Bahkan dalam hadis ditegaskan, haji adalah Arafah.

Ketika wukuf di Arafah disunahkan memperbanyak doa dan zikir. Rasulullah SAW mengatakan, “Doa paling utama ialah doa hari Arafah,” (HR Malik). Al-Mawardi dalam Al-Hawil Kabir menjelaskan, di antara doa yang sering dibaca Rasul saat wukuf di Arafah ialah.

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Paling Disunahkan saat Wukuf di Arafah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîkalah. Lahul mulku walahul hamdu wa hua alâ kulli syai’in qadîr. Allâhummaj‘al fî sam‘î nûrâ, wa fî basharî nûrâ, wa fî qalbî nûrâ. Allâhummasyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min wasâwisis shadri, wa min saayi’âtil umûr, wa min adzâbil qabri. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min syarri mâ yaliju fil lail, wa syarri mâ yaliju fin nahâr, wa syarri mâ tahubbu bihir rîhu, wa syarri bawâ’iqid dahri.

Artinya, “Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur. Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman”

Bupati Tegal

Selain memperbanyak doa dan zikir, jamaah dianjurkan pula membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya. Al-Mawardi dalam Al-Hawi mengatakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Disunahkan membaca Surat Al-Hasyr sebanyak-banyaknya karena ada riwayat dari Ali bin Abu Thalib tentang hal itu.”

Al-Mawardi menambahkan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? ? - ?: " ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Hendaklah bersungguh-sungguh dalam doa, sebab hari itu termasuk hari paling utama yang diharapkan terkabulnya doa. Ibnu Musayyab meriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulullah SAW berkata, ‘Tidak ada hari di mana Allah SWT membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah.”

Berdasarkan penjelasan Al-Mawardi di atas, setidaknya ada tiga hal yang dianjurkan memperbanyaknya ketika wukuf di Arafah: pertama, memperbanyak doa, khususnya doa yang telah dikutip di atas; kedua, memperbanyak membaca Surat Al-Hasyr merujuk pada riwayat Ali bin Abu Thalib; ketiga, bersungguh-sungguh dalam berdoa sebab Allah SWT mengabulkan doa hamba-Nya di hari Arafah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Meme Islam, Olahraga Bupati Tegal

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Jombang, Bupati Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar pendidikan dan pelatihan Jurnalistik Televisi di Gedung Yusuf Hasyim Lantai III Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Kegiatan bekerja sama antara IPNU Jatim dengan BBS TV pada Rabu (24/12) tersebut mengangkat tema “Mencetak Jurnalis Handal dan Profesional”.

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Era Digital, 200 IPNU Jatim Dibekali Jurnalistik Televisi

Menurut Ketua IPNU Jatim Imam Fadli, kegiatan ini untuk menyiapkan anak-anak muda NU menghadapi tantangan dunia digital. “Indonesia ke depan mau tidak mau akan memasuki era digital, maka dari itu IPNU-IPPNU harus menyiapkan diri menghadapi? era tersebut,” kata Imam saat memberikan sambutan.

Bupati Tegal

Masih menurut orang nomor satu di IPNU Jatim itu, pertemuan kader IPNU se Jawa Timur itu juga dalam rangka penganugerahan IPNU Award 2014. “Selain itu, terakhir nanti kami juga akan mensosialisasikan peraturan organisasi administrasi kepada seluruh perwakilan pimpinan cabang se-Jatim,” pungkasnya.

Sebelum acara dibuka Wakil Bupati Jombang Nyai Munjidah Wahab, KH Salahuddin Wahid juga berharap kader IPNU-IPPNU bisa mengaktualisasikan diri di bidang jurnalistik. “Kita harus mempunyai TV yang baik, yang mendidik, yang menghibur, dan yang informatif,” ungkapnya.

Bupati Tegal

Saat ini, menurut kiai yang akrab disapa Gus Sholah, masih sangat jarang TV yang mengedepankan pendidikan nilai islam. “Inilah peluang yang harus dimaksimalkan oleh IPNU-IPPNU,” ungkap adik kandung Gus Dur yang juga pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng itu.

Sementara Wabup Jombang Nyai Munjidah Wahab menyambut positif pelaksanaan kegiatan IPNU-IPPNU Jatim diadakan di Jombang supaya bisa lebih mengenal pesantren, karena kota kelahiran Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari itu dikenal dengan kota santri yang mempunyai ratusan pesantren.

“Paling tidak anak-anak IPNU-IPPNU se Jawa Timur ini bisa mengenal dunia pesantren dengan baik. Karena tidak semua anak IPNU-IPPNU paham tentang pesantren. Selain itu nanti mereka juga bisa berziarah ke makam tiga pendiri NU yang ada di Jombang ini,” jelas putri KH Wahab Chasbullah itu kepada Bupati Tegal selesai membuka acara tersebut.

Senada dengan Wabup Jombang, Nur Hidayat Sekretaris PWNU Jatim juga menginginkan anak-anak NU menjaga nilai-nilai pesantren. “Ini bisa menjadi titik awal keyakinan rekan-rekan, bahwa banyak jalan menuju kesuksesan. Belajarlah menjaga nilai pesantren untuk di elaborasi dengan dunia jurnalistik,” ujar Hidayat.

Agenda yang dijadwalkan selama dua hari ini (Rabu-Kamis/24-25/12) dihadiri lebih 200 peserta delegasi pimpinan cabang IPNU-IPPNU se Jatim. “Setiap cabang mendelegasikan minimal dua orang, tapi banyak juga yang mengutus sampai empat orang,” tutur Ahmad Rosyid, Ketua PC IPNU Jombang.

Hadir pada kesempatan itu KH Taufiq Jalil, pembina IPNU-IPPNU Jombang, serta Idi Muzayyad dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang menjadi pembicara dalam stadium general sebelum diklat jurnalistik TV. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Hadits Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Rembang, Bupati Tegal - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan keprihatinannya kepada perkembangan dunia Islam saat ini. Menurutnya, peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam.

"Dunia Islam saat ini sedang bergolak luar biasa. Peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam. Di Timur Tengah, Afrika, dan anak benua Asia yaitu Pakistan dan Banglades," kata Gus Yahya di depan 217 mahasiswa baru STAI Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang pada kuliah umum di kampus setempat, Jumat (2/9).

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Di Timur Tengah saja saat ini perang sudah berlangsung paling tidak sejak tahun 80-an. Mulai dari perang Iran-Irak, perang teluk pertama, disusul perang Afganistan dan seterusnya sampai sekarang. Yang terakhir ini saja perang Syiria. Ini baru berlangsung lima sampai enam tahun. Korbannya sudah kurang lebih 300 ribu jiwa.

Bupati Tegal

Gus Yahya ini menambahkan, dari sekian banyak yang menjadi korban itu, 80 persen adalah sipil yang tidak ikut berperang. Mereka adalah korban peluru tersasar, korban letusan bom dan sebagainya. Dari 80 persen itu dua per tiganya adalah perempuan dan anak-anak. Sementara 12 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Tegal

"Dari 12 juta itu mereka ingin lari karena mereka merasa tidak ikut perang. Tapi hanya lima juta saja yang berhasil lari dari medan pertempuran. Yang tujuh juta tidak bisa pergi dari Syiria. Mereka hidup kacau balau mengindari bom dan peluru untuk menyelamatkan diri. Padahal di antara mereka ada anak-anak, ibu-ibu, jompo dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ini baru perang Syiria, lanjut Gus Yahya, dengan beberapa macamnya dengan adanya ISIS dan lain sebagainya. Sementara di Afrika, Tunisia, Libia sejak revolusi kemarin sampai hari ini belum selesai. Masih kacau mereka belum menemukan penyelesaiannya. Mesir masih tanda Tanya. Mesir sampai hari ini hidupnya hanya dari nafaqah Saudi.

Ia menganggap bahwa munculnya terorisme belakangan ini sebetulnya merupakan puncak gunung es yang terjadi karena kegelisahan dalam dunia Islam itu sendiri dengan kenyataan-kenyataan baru saat ini.

"Dari situ orang Islam berpikir bagaimana mengatasi hal ini. Pilihannya banyak, di antaranya yang dilakukan oleh para ekstremis, teroris, ISIS dan lain sebagainya. Melalui jalan perang. Tetapi hal itu kurang tepat dalam penyelesaian masalah," terangnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Sholawat Bupati Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Sirajut Thalibin, Syarah Kiai Ihsan Jampes atas Kitab Tasawuf Imam al-Ghazali

Ini adalah kitab “Sirâjut Thâlibîn” karangan seorang ulama besar Nusantara asal Jampes, Kediri (Jawa Timur), Syekh Ihsân ibn Dahlân al-Jamfasî al-Kadîrî al-Jâwî (dikenal dengan nama Syekh Ihsan Jampes, w. 1952 M), yang merupakan komentar dan penjelasan (syarh) atas kitab tasawuf “Minhâjul ‘Âbidîn” karangan Hujjah al-Islâm al-Imâm al-Ghazzâlî (w. 1111 M).

Kitab “Sirâjut Thâlibîn” ditulis dalam bahasa Arab. Hingga saat sekarang, kitab ini adalah satu-satunya kitab syarh atas teks “Minhâjul ‘Âbidîn” yang paling populer dan berdar luas di seluruh penujuru dunia Islam. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kitab karangan Kiai Jampes ini dicetak oleh banyak penerbit di Timur Tengah, sekaligus dipelajari dan dijadikan rujukan otoritatif dalam kajian bidang tasawuf di banyak institusi pendidikan dunia Islam.

Sirajut Thalibin, Syarah Kiai Ihsan Jampes atas Kitab Tasawuf Imam al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)
Sirajut Thalibin, Syarah Kiai Ihsan Jampes atas Kitab Tasawuf Imam al-Ghazali (Sumber Gambar : Nu Online)

Sirajut Thalibin, Syarah Kiai Ihsan Jampes atas Kitab Tasawuf Imam al-Ghazali

Al-Imâm al-Ghazzâlî sendiri memiliki tiga buah karya utama dalam bidang tasawuf, yaitu “Minhâjul ‘Âbidîn” yang kemudian di-syarh oleh Kiai Jampes (Sirâjut Thâlibîn), lalu “Bidâyah al-Hidâyah” yang kemudian di-syarh oleh Syekh Nawawi al-Bantanî al-Jâwî, w. 1897 M (Murâqî al-‘Ubûdiyyah), dan “Ihyâ ‘Ulûm al-Dîn” yang kemudian di-syarh oleh Syekh Muhammad Murthadhâ al-Zabîdî, w. 1790 (Ithâf al-Sâdah al-Muttaqîn).

Kitab “Bidâyah al-Hidâyah” dan “Ihyâ ‘Ulûmal-Dîn” diterjemahkan dan disyarah ke dalam bahasa Melayu untuk pertamakalinya oleh Syekh Abdul Shamad Palembang (w. 1832 M). Versi Melayu “Bidâyah” adalah “Hidâyah al-Sâlikîn”, sementara versi Melayu “Ihyâ” adalah “Sair al-Sâlikîn”.

Bupati Tegal

Kembali ke kitab "Siraj al-Thalibin". Dalam kolofon, didapati keterangan jika karya agung ini diselesaikan di Kampung Jampes, Kediri, pada siang hari Selasa, 29 Sya’ban tahun 1351 Hijri. Data ini bertepatan dengan 28 Desember 1932 Masehi. Tertulis dalam kolofon;

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Adapun masa penulisan kitab ini adalah delapan bulan kurang beberapa hari lamanya, akhir kali diselesaikannya pada siang hari Selasa, tanggal 29 bulan Sya’ban tahun 1351 Hijri. Selesai di rumahku di desa Jampes, negeri Kediri, salah satu dari negeri-negeri Jawi [Nusantara]).

Keterangan dalam kolofon di atas sekaligus memberikan informasi lain yang sangat mencengangkan, yaitu kitab syarh setebal lebih 1000 halaman ini diselesaikan oleh Syekh Ihsan Jampes hanya kurang dalam jangka masa delapan bulan lamanya.

Dalam pengantarnya, Syekh Ihsan Jampes menulis;

? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?. ? "? ? ? ? ?

(Maka berkatalah hamba yang mengarap dari Tuhannya akan pengampunan. Seorang yang fakir kepada rahmatNya: Ihsan anak Muhammad Dahlan dari Jampes Kediri … Ini adalah sebuah syarh [penjelasan] yang ringkas dan ulasan yang halus atas kitab “Minhâjul ‘Âbidîn ilâ Jannah Rabbil ‘Âlamîn” karangan …… al-Imâm al-Ghazzâlî. Aku menuliskan syarh ini sebagai pengingat untuk diriku, dan bagi orang-orang yang kurang pandai sepertiku. Aku namakan syarh ini dengan “Sirâjut Thâlibîn”).

Kitab ini mendapatkan endorsement (taqrîzh) dari Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari yang merupakan sahabat dekat Syekh Ihsan Jampes dan beberapa ulama besar Jawa lainnya. Endorsement ini termuat dalam versi cetakan Dâr al-Fikr Lebanon (tanpa tahun) atas kitab ini. KH Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa kitab “Sirâjut Thâlibîn” adalah salah satu kitab tasawuf terbaik yang ditulis pada zamannya. KH Hasyim Asy’ari juga mengisyaratkan Syekh Ihsan Jampes sebagai sosok “maestro keilmuan Islam dari Nusantara yang keilmuannya ibarat samudera tiada tepian”.

Syekh Ihsan Jampes dilahirkan di Jampes, Kediri, pada tahun 1901 M. ayahnya adalah KH Dahlan bin KH Soleh, pengasuh pesantren di Jampes. Kakek beliau, KH Soleh, berasal dari Bogor, Jawa Barat, yang kemudian hijrah ke Kediri di Jawa Timur. Syekh Ihsan memiliki adik kandung yang juga terkenal alim, yaitu KH Marzuqi Dahlan, kelak menjadi pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri setelah dinikahkan dengan putri KH Abdul Karim Manaf Lirboyo.

Di antara guru utama Syekh Ihsan Jampes adalah para ulama besar tanah Jawa pada zaman itu, yaitu KH Kholil Bangkalan (Madura), KH Khozin Bendo (Pare), KH Idris Jamsaren (Solo), dan KH Soleh Darat (Semarang).

Hal yang menarik dari sosok Syekh Ihsan Jampes adalah penguasaannya akan bahasa Arab yang matang, meski tidak pernah belajar dan bermujawarah di Makkah atau negeri Arab lainnya. Tingginya citarasa bahasa Arab beliau dapat tercermin dari karya-karya beliau yang ditulis dalam bahasa Arab dan diterbitkan di Timur Tengah.

Di antara karya-karya beliau adalah; (1) Sirâjut Thâlibîn syarah atas Minhâjul ‘Âbidîn karangan al-Imâm al-Ghazzâlî, (2) Manâhijul-Imdâd syarah atas kitab Irsyâdul-‘Ibâd karangan Syekh Zainuddîn al-Malîbârî, (3) Tashrîhul-‘Ibârât syarah atas kitab falak Natîjah al-Mîqât karangan guru beliau, yaitu Syekh Muhammad Shâlih ibn ‘Umar al-Jâwî (Kiai Soleh Darat Semarang), dan (4) Irsyâdul Ikhwân fî Hukm Syarbil Qahwah wad Dukhân yang mengkaji tentang hukum meminum kopi dan menghisap asap (rokok).

Syekh Ihsan Jampes wafat pada 25 Dzulhijjah tahun 1371 Hijri (September 1952 M) dan dikebumikan di Jampes, Kediri. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga Bupati Tegal

Selasa, 14 November 2017

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

Solo, Bupati Tegal. Sembilan tim siap ikut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II Zona Kedu. Mereka akan memperebutkan satu tiket ke babak final Region Jateng II, di mana satu tiket sudah digenggam oleh pemenang dari Zona Soloraya, Walisongo FC.

Penanggung jawab LSN Jateng II Zona Kedu Sholahuddin Al-Ahmadi menerangkan sembilan tim tersebut akan berkompetisi dalam sistem babak gugur.

“Dua tim akan menjalani pertandingan play-off terlebih dahulu, sehingga nanti hanya ada delapan tim yang langsung bertanding di babak perempat final,” terang Sholahuddin saat dihubungi Bupati Tegal, Kamis (16/9).

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

Ditambahkan Sholahuddin, Sembilan tim pesantren tersebut yakni Sandola FC Pesantren Al-Iman Purworejo, An-Nawawi Purworejo, PPTQ Sabilillah Wonosobo, API Al-Huda Magelang, Darul Mutaqin Temangung, Roudhotul Asna, Daruttauhid Purworejo, Nurussalaf Purworejo, dan Al-Quddus Purworejo.

“Kick-off perdana insyaallah tanggal 21 September 2017, mempertandingkan antara Pesantren Nurussalaf yang akan menghadapi API Al-Huda dari Magelang. Kemudian hari berikutnya langsung kita gelar babak semifinal dan final,” kata dia.

Bupati Tegal

Juara di Zona Kedu ini, nantinya akan memperebutkan satu tiket ke babak nasional. Babak final Region Jateng II sendiri, sedianya akan digelar pada 30 September 2017 mendatang di Kota Solo.(Ajie Najmuddin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Cerita, Amalan Bupati Tegal

Bupati Tegal

Mintalah Doa Orang yang Sakit

Sebagai agama yang sangat menghargai kebersamaan, Islam menganjurkan umatnya untuk saling menengok sesamanya ketika dalam keadaan sakit. Begitu anjuran Rasulullah saw dalam haidtsnya:

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada enam: Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila ia mengundangmu penuhilah undangan itu, apabila ia minta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, dan apabila di bersin dan mengucapkan "Al Hamdu lillah", maka ucapkanlah "Yarhamukallah", apabila ia sakit maka jenguklah dan apabila ia mati maka ikutilah (antarkanlah jenazahnya sampai ke kuburnya)". (HR. Muslim).

Kewajiban menjenguk orang sakit tidak hanya sebatas pada sesama yang memiliki hubungan persaudaraan tetapi juga tetangga walaupun dia tidak hubungan persaudaraan sama sekali.

Mintalah Doa Orang yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mintalah Doa Orang yang Sakit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mintalah Doa Orang yang Sakit

? ? ? ? ? ? ? ?

Hak tetangga jika dia sakit, engkau menjenguknya, dan jika dia mati engkau urusi jenazahnya..dst.

Bupati Tegal

Demikianlah anjuran Rasulullah saw sehubungan dengan orang sakit. Meski demikian ada satu hal yang jarang dimengerti oleh masyarakat umum akan satu rahasia penting dibalik dianjurkannya menjenguk orang sakit. Harus dimengerti bahwasannya do’a orang yang sedang menderita adalah maqbul. Tidak ada penghalang antara dia dan Allah. Bahkan Rasulullah menyamakan do’a orang yang saki, seperti do’a malaikat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Apabila engkau datang mengunjungi orang sakit, maka mintalah agar dia beroa untukmu, karena do’anya maqbul seperti doa malaikat (Riwayat Ibnu Majah)

Bupati Tegal

Demikianlah salah satu hal yang sering dilewatkan oleh para penjenguk orang sakit. Mereka sebagai orang sehat merasa berkecukupan dengan mendo’akan kesembuhan si sakit, padahal sebaliknya. Karena  do’a orang yang sakit adalah makbul (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Tegal, Olahraga Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak Pimpinan Pusat IPNU melakukan pemberantasan peredaran narkoba di kalangan pelajar di Hotel Paragon, Menteng Jakarta Pusat. Pada saat ini Indonesia yang sudah masuk darurat narkoba, sehingga harus diputuskan mata rantai peredaran narkoba tersebut.?

"Pada tahun 2015, Presiden Jokowi sudah mengatakan Indonesia darurat narkoba," ujar Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami?.?

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Diah menuturkan, potret permasalahan narkoba di Indonesia, dengan bebas masuknya penyelundupan narkoba dan lapas menjadi kampung narkoba baru. Diperparah, banyaknya masyarakat Indonesia yang mudah dipengaruhi, dan masalah sosial yang mendorong penggunaan narkoba.?

"Sudah 122.044 orang meninggal dunia karena narkoba, sehingga harus dioptimalkan upaya pemberantasan narkoba," tuturnya.

Dia menambahkan, peredaran narkoba di Indonesia sudah melakukan segala cara, sehingga pelajar menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi narkoba. Bahaya narkoba bagi pengguna rusaknya otak, dan tidak akan kembali seperti semula dan masih banyak bahaya lainnya.?

Bupati Tegal

"Bahaya narkoba diantaranya menurunnya kualitas SDM, dan rendahnya daya saing bangsa di tengah era globalisasi," tambahnya.?

Dia mengimbau, seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi kepada pelajar untuk mencegah menurunnya ketahanan nasional. Narkoba juga menjadi ancaman bagi keutuhan kebhinekaan, sehingga seluruh elemen masyarakat harus melakukan upaya optimal pemberantasan narkoba.

"Seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Olahraga, Hikmah, Tokoh Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock