Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Jakarta, Bupati Tegal - Bertempat di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad NU Menuju Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, Selasa (14/6) sore.

Hadir dalam diskusi antara lain Ketua Umum PBNU, Prof. Maksoem Mahfoedz; Rais Syuriah PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua PBNU H Eman Suryaman, serta pengurus Lembaga-lembaga NU lainnya. ?

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Ketua PBNU H Erman Suryaman mengatakan, seminar ini merupakan lanjutan dari Rapat Kerja Nasioanl LPNU yang diadakan di Medan awal April lalu, dan sekaligus sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU akhir bulan ini.

Bupati Tegal

Eman menambahkan ada tiga persoalan pokok yang akan dibahas dan dicarikan soluasinya dalam Rapat Pleno PBNU yaitu pendidikan, kesejahteran (ekonomi), dan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan ekonomi merupakan hal penting untu dikaji dan dipikirkan bersama.

Hadir sebagai pembicara adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong Dr. Rokmin Dahuri, dan Pengamat Perekonomian dan Pertanian yang juga Guru Besar Universitas Lampung, Prof Bustanul Arifin.

Bupati Tegal

Rokmin Dahuri antara lain memaparkan pentingnya bangsa Indonesia untuk kembali kepada sistem ekonomi Pancasila. “Kita sudah masuk terlalu dalam pada sistem ekonomi kapitalis. Sudah saatnya paradigma kita mengarah kembali kepada Pancasila,” kata Rokmin seraya meneruskan, sistem ekonomi Islam (syariah) sangat baik dan besar manfaatnya.

“Hanya Islam yang mengatakan riba itu merugikan manusia,” tambah Rokmin kemudian mengutip bahwa hal tesebut telah disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 279.

Menurut Rokmin ekonomi yang harusnya dikembangkan Indonesia adalah ekonomi yang tidak hanya diserahkan ke mekanismenya ke pasar. Rokhmin mengusulkan barangkali perlu fatwa dari PBNU untuk pengembangan ekonomi syariah yang diberlakukan di Indonesia. Pengembangan ekonomi salah satuya merujuk? bahwa air, tanah, dan api tidak boleh dikelola oleh pribadi, tetapi oleh negara. Hal ini sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Rokhmin mengatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur karena dikarunia banyak potensi sumber daya alam. Menurut Rokmin, satu-satunya negara yang lengkap sumber daya alamnya adalah Indonesia.

Salah satu sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, dan sangat mungkin dikembangkan untuk membangun perekonomian Indonesia ke depan adalah bidang kelautan dan perikanan. Rokhmin menyebutkan ada sebelas sektor ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan, yaitu perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut, industri dan jasa maritim, sumber daya wilayah pulau kecil, hutan mangrove, dan sumber-sumber non konvensional. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Internasional Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Boyolali, Bupati Tegal. Presiden Soekarno pernah mengatakan pada hakikatnya setiap bangsa memiliki karakternya masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia memiliki sebuah karakter yang terwujud dalam pelbagai hal. Dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mesti jaga betul karakter yang dimiliki bangsa ini. “Bangsa kita punya karakter sendiri, Jangan hanya terus menjadi bebek yang mudah terpengaruh hal yang datang dari luar,” tegas Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di depan jamaah Pengajian Akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah di Masjid Kabupaten, Senin (16/3) malam lalu.

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Gus Mus menilai, beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini, seperti halnya beberapa WNI yang hendak bergabung dengan ISIS dan lain sebagainya, merupakan sebuah pertanda akan kurangnya pemahaman karakter yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

“Tidak semua yang datang dari luar itu baik. Jangan dikira mereka yang mengibarkan bendera ‘La ilaha illallah’ pasti bagus. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak berbuat kekerasan,” kata kiai yang juga budayawan ini.

Bupati Tegal

Sikap yang mesti dipegang oleh bangsa ini, lanjut Gus Mus, yakni sikap sak madyo (Jawa: sedang) atau tawasuth. “Itulah akhlak yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw,” tutur Pengasuh Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Hal lain yang disampaikan Gus Mus kepada para jamaah, yakni untuk senantiasa bersyukur kepada nikmat hidayah yang diberikan Allah kepada kita.?

“Bayangkan seorang paman Nabi yang tidak diberikan hidayah dan tetangga Nabi yang justru membenci Nabi. Tapi kita yang jauh di Boyolali ini, alhamdulillah dapat diberikan rasa cinta kepada Nabi. Maka wajib bagi kita untuk bersyukur atas nikmat tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Boyolali dan beberapa jajaran PCNU Kabupaten Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sholawat, Pendidikan Bupati Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Probolinggo, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/7) sore membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis kepada pengendara sekaligus pemudik yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan. Kegiatan yang melibatkan segenap elemen masyarakat ini dipusatkan di sisi selatan alun-alun Kota Kraksaan.

Pembagian sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00.

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik mengatakan, pembagian takjil gratis ini merupakan salah satu visi dari GP Ansor Kota Kraksaan sendiri untuk menegakkan ajaran agama Islam yaitu berbagi kepada sesama.

Bupati Tegal

“Bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor kepada sesama umat Islam sehingga kalau adzan Maghrib dalam perjalanan, takjil ini bisa untuk membatalkan puasanya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Bupati Tegal

Dari pantauan Bupati Tegal di lokasi, sebanyak 500 paket takjil gratis tersebut ludes dibagikan kepada pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu 20 menit.

“Semoga pembagian takjil gratis ini bisa memberikan manfaat kepada sesama yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk sekedar membatalkan puasa tatkala adzan Maghrib dalam perjalanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, News, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Banyuwangi,Bupati Tegal

Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi M. Sholeh Kurniawan dan ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulam (IPPNU) Kecamatan Banyuwangi Fitriyah mengunjungi Masjid Nur Yasin Fatimah di Jalan Nuri, Pakis, Rabu, (7/12). Kedatangan mereka ini dalam rangka silaturahim dan mensosialisasikan organisasi pelajar NU.

Sebelum sosialisasi, mereka mengawali dengan shalat maghrib berjamaah di masjid. Usai shalat, Sholeh dan Fitri langsung mengajak pemuda pemudi untuk memasuki ruangan yang disediakan tamir.

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Kedatangan mereka disambut antusias pemuda pemudi Pakis hingga puluhan mata terfokus dengan kehadiran pengurus PAC IPNU dan IPPNU Banyuwangi. Diawali dengan Sholeh mengenalkan diri di hadapan puluhan kader-kadernya.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya, Sholeh mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pembina PAC IPNU Banyuwangi periode 2011-2013 Imron Rosyadi.

"Pentingnya terus sambung komunikasi, keterlibatan, bimbingan, dan kepedulian antara senior dengan juniornya sangat dibutuhkan. Hal ini saya merasa bangga karena dengan keterlibatan senior mempermudahkan gerak kelanjutan roda kaderisasi setiap periode di Ranting Pakis khususnya," ungkap Sholeh, pelajar asal Karangrejo melalui siaran pers Kamis (8/12).

Bupati Tegal

Ia menegaskan penyebab utama terjadi kemandegan roda kaderisasi salah satunya adalah putusnya silaturahim dan terhentinya bimbingan antara senior dan juniornya.

"Hal ini banyak terjadi di setiap ranah organisasi. Merasa senior memiliki kedudukan dan penghasilan yang mapan, mereka lupa dengan gerakan kaderisasinya. Tak pelak, kaderisasi di setiap elemen terhenti," pungkas pemuda berkacamata.

Di lain itu, ketua PAC IPPNU Fitriyah menegaskan, kami sebagai pengurus inti pimpinan anak cabang akan bertekad fokus untuk perawatan kader.

"Selama ini seringkali setelah kita mengadakan beberapa sosialisasi, kader langsung ditinggal. Pengurus di atasnya malas mengadakan turun ke bawah untuk memantau dan merawat dengan kader-kader barunya. Akhirnya putaran jalannya roda kaderisasi terseok-seok," papar Fitriyah di hadapan puluhan kader-kader barunya.

Ia bertekad untuk terus mengawal dan mengembangkan potensi minat bakat yang dimiliki kader-kadernya. Tak ketinggalan usai pelaksanaan Makesta nanti, dia bertekad mengawal administrasi Surat Keputusan (SK) sebagai legalitas perjuangan mereka di IPNU dan IPPNU.

Sebelum acara berakhir, atas nama pembina Imron Rosyadi, memberikan motivasi dengan beberapa contoh figur publik yang telah sukses karir dan bisnisnya berawal mereka menjalani proses di IPNU dan IPPNU ketika masih muda.

"Jangan ragu! ketika kalian berproses di IPNU dan IPPNU semua pasti memberikan keberkahan. Pasti!" tegas pemuda yang saat ini bertugas di salah satu bank ternama. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, News Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Jember, Bupati Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai M.N. Harisudin mengaku bersyukur atas tertangkapnya Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo oleh Polda Jawa Timur. Menurutnya, sudah sepantasnya Taat Pribadi ini ditangkap karena sudah banyak melakukan penipuan pada ribuan orang.

“Ini aneh, ada seorang dukun dianggap bisa menggandakan uang banyak, tapi ternyata tidak ada hasil penggandaannya. Saya herannya, kok masih banyak pengikutnya. Ini pakai ilmu apa?” Ujar Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut ditemui di kantor NU Jember, Jalan Imam Bonjol 41 A, Jember, Sabtu lalu.

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Tentu, menurut pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini, ada sesuatu yang janggal. Dan, sesuatu yang janggal ini baru ditemukan sekarang. “Jadi, kalau sekarang ini baru ditemukan kasusnya, ya memang ada yang salah di Kanjeng Taat ini. Jadi, saya sangat mendukung apa yang dilakukan Polda tersebut, terutama setelah dua orang anggota mereka dibunuh karena dianggap akan membongkar kebobrokan Taat Pribadi.”? ?

Bupati Tegal

Selain itu, Kiai M.N. Harisudin juga menyorot pandangan sebagian orang kalau Kanjeng Taat seorang kiai. “Tidak benar, kalau Taat Pribadi itu seorang kiai. Seorang kiai itu mengajarkan agama Islam. Tidak ada seorang kiai yang gandakan uang. Makanya, kediaman Taat Pribadi bukan pesantren, melainkan padepokan. Sekali lagi, Taat Pribadi bukan seorang kiai,” tutur Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo tersebut.

Ke depan, Kiai MN Harisudin berharap umat semakin dewasa sehingga tidak mudah dibohongi oleh siapa pun dengan modus apa pun juga. “Ini juga pelajaran bagi kita semua agar semakin ‘cerdas’ dalam menghadapi godaan materialisme dalam hidup. Kalau mau kaya, ya dengan kerja, tidak uang diberikan untuk digandakan seperti Kanjeng Taat Pribadi. Tapi, setelah kaya, juga ditasharufkan untuk kemanfaatan banyak orang. Ini yang ajaran Islam,” katanya. (Anwari/Mahbib)

Bupati Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, News Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Malang, Bupati Tegal. Rumitnya penyelesaian semburan lumpur di Porong, terus mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Sebab, meski sudah berlangsung selama satu tahun, hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Sementara masyarakat yang menjadi korban semakin banyak jumlahnya. Bahkan dengan semakin seringnya Lapindo ingkar janji dan mempersulit persyaratan ganti rugi tanah, menjadikan warga semakin menderita.

“Sebenarnya, penyelesaian masalah itu tidak sesulit yang dibayangkan,” tutur budayawan Agus Sunyoto, saat ditemui di kediamannya, Sawojojar, Malang, Sabtu (16/6).

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Menurut Agus, pemerintah bisa mengacu pada peristiwa yang sama di Bhopal, India. Kala itu pemerintah India bisa bertindak efektif. Seluruh penduduk dievakuasi dan diberi ganti rugi dengan menggunakan dana pemerintah, setelah lumpur diselesaikan oleh pemerintah, lalu pemerintah minta ganti rugi pada perusahaan.

“Kalau you tidak mau bayar ganti rugi, silahkan, penjara sudah menanti,” kata Agus menirukan ancaman pemrintah India kala itu. Akhirnya perusahaan mau mengganti rugi, dan permasalahan cepat terselesaikan, tidak sampai berkepanjangan.

Bupati Tegal

Disinggung tentang penyebab semburan lumpur Lapindo yang belum jelas antara kecerobohan dan bencana alam, Agus bersikeras sudah jelas karena ulah Lapindo yang sembrono. “Sudah jelas kok, ngebor itu tidak boleh lebih dari 3000 kaki, Lapindo malah ngebor 9000 kaki. Kan sudah jelas itu,” sergahnya.

Dosen Sastra Inggris Unibraw Malang itu menegaskan, rumitnya penyelesaian masalah semburan Lumpur Lapindo saat ini, dikarenakan negara saat ini sudah dikuasai oleh kaum kapitalis. Karena mereka sudah berkuasa, tangan-tangan hukum menjadi lemah. Segala perangkat aturan menjadi tidak berdaya ketika harus berhadapan dengan pemilik modal. “Kalau kondisi seperti ini diterus-teruskan, akan bangkrut negara ini,” tandas penulis kenamaan itu.

Sebenarnya, menurut Agus, masyarakat Indonesia sudah banyak yang melek hukum. Mereka sebenarnya sudah tahu segala permainan penguasa yang suka mempermainkan aturan untuk mengalahkan masyarakat bawah dan memenangkan pemilik modal.

“Akhirnya kita ini pintar bukan karena rajin belajar, tapi terlalu sering diakali,” ujarnya sambil tertawa. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, News Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

Jakarta, Bupati Tegal. Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Agustus 2015 mendatang, sejumlah kalangan berharap adanya peningkatan peran dan kapasitas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam membawa bangsa ini menghadapi perkembangan geopolitik global dan regional. Terlebih, saat ini Indonesia telah menandatangani kerja sama terbuka kawasan melalui Masyarakat Ekonomi Asean, maupun kerja sama multilateral dengan negara-negara besar seperti Amerika, China dan lain-lain.

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

“Pimpinan PBNU ke depan harus familiar dan mampu berkomunikasi dengan negara-negara yang bisa meng-upgrade kapasitas kader NU. NU harus banyak mengirim kadernya untuk belajar ke negara-negara besar, tidak hanya ke negara di timur-tengah saja,” ujar Pengamat Kajian Eropa Universitas Indonesia, Mahmud Syaltut, Jumat (8/5).

Dikatakan Syaltout, PBNU juga harus memperkuat peran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara yang dibentuk dan dikelola oleh kader-kader NU yang menjadi mahasiswa dan pekerja migran? di luar negeri.

Bupati Tegal

“Diaspora kader NU harus dimenej lebih matang. Banyak kader-kader NU yang bagus, perlu dirangkul dan diberdayakan. Identifikasi kader NU di Negara-negara yang menjadi pusat Iptek.? Jadi ke depan, NU tidak hanya berperan di wilayah agama, pendidikan dan budaya. Tapi juga harus bergerak di wilayah vital, seperti pertanian, energi, industri, ekonomi, wisata dan lainnya,” papar Syaltout.

Bupati Tegal

Lebih lanjut ia mengungkapkan sekarang era multitrack diplomacy dan kerja sama yang dilakukan antar negara saat ini tidak lagi berbentuk bilateral, tetapi sudah multilateral, yang mensyaratkan kesetaraan dan keseimbangan kapasitas maupun perolehan manfaat.

“NU juga harus mulai berinvestasi di wilayah ekonomi. Sekarang era inovatif advantage dan mulai masuk ke era prediktif advantage. Siapa yang mampu meriset melakukan prediksi atau ramalan masa depan yang bisa diuji secara empirik,dia yang menang, NU harus mengambil ruang itu,” paparnya.

Isi Sektor Strategis

Hal sama diharapkan Pakar Hubungan Internasional UI,? Edy Prasetyono.? Menurut Edy, PBNU harus serius menyiapkan kader-kader ideologis dengan kapasitas keilmuan dan keterampilan yang lebih beragam. “Harus mampu memanfaatkan dan mentransformasi sektor-sektor strategis di bidang maritim. Yakni bidang industri kreatif, teknologi pertanian dan pangan, teknologi transportasi khususnya perkapalan dan kader yang ahli di bidang energi dan teknologi informasi,” ujarnya.

Edy menyesalkan, sejumlah sektor tersebut justru banyak digarap secara serius oleh kelompok-kelompok muslim berpaham ekstrem. Padahal menurut Edy, jika sektor-sektor strategis itu dikuasai kelompok ekstrem, akan sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Karena, selain akan menghancurkan budaya toleransi, kebhinnekaan dan demokrasi yang sudah terbangun di Indonesia, mereka juga bisa memicu perang saudara di Indonesia, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Dan dengan posisi Indonesia yang dianggap vital oleh negara-negara besar, khususnya dengan jalur sutra? yang dimiliki Indonesia, konflik di Indonesia bisa meletupkan perang dunia.

“Ada kekhawatiran luar biasa atas kehadiran kelompok Islam agresif di Indonesia. Mereka tak hanya melakukan radikalisasi dan terorisme tetapi juga memicu perang di mana-mana. Mereka ini serius mengeskploitasi sumber dayanya. Mengirim kadernya untuk belajar teknologi, bisnis dan energi ke berbagai negara maju,” paparnya.

Karena itu, menurut Edy, PBNU harus menjalin kerja sama lintas sektor dengan negara, inetelektual dan para pengusaha untuk mengantisipasi ancaman ekstremisme tersebut. Sebab kehadiran mereka selain mampu menguasai sektor vital juga memengaruhi bahkan mencuci otak masyarakat dengan segala sumber daya yang dimiliki. Sehingga, masyarakat Indonesia menjadi rentan konflik, sulit bersatu dan kehilangan karakter saling menghargai, toleransi dan gotongroyongnya.

“Perlu ada kerja sama serius yang kuat antara Negara dengan ormas semacam NU ini, untuk menghadapi perang asimetris yang bakal makin marak terjadi. Perang asimetris itu berupa perang ide, kreatifitas, perang gagasan dan ideology yang berujung pada konflik fisik dan perang saudara,” tambahnya. (Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, News Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan

Jakarta, Bupati Tegal. Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur, HM Syafiq Syauqi menegaskan, Banser sama sekali tidak canggung menjaga gereja, karena pihaknya mengklaim umat Kristiani adalah saudara. 

Menantu Bupati Tuban itu menegaskan, turunnya Banser pada perayaan Natal tahun ini atas permintaan aparat hukum untuk membantu pengamanan. Pihaknya berharap, Natal tahun ini membawa kedamaian dan kebahagiaan untuk semua umat.

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pastikan Menjaga Gereja Tidak Mengurangi Sedikit pun Kadar Keimanan

"Menjaga dan mengamankan gereja tidak mengurangi sedikit pun kadar keimanan kita, bahkan memupuk persaudaraan dengan umat Nasrani sebagai sesama anak bangsa," Gus Syafiq dengan tegas.

Di Kabupaten Tuban misalnya, Gerakan Pemuda Ansor mengerahkan ratusan Banser untuk mengamankan perayaan Natal 2017. Mereka ditugaskan di beberapa gereja di dalam kota dan di kecamatan-kecamatan di kabupaten yang sohor dengan sebutan Bumi Wali

Data yang berhasil diterima Bupati Tegal dari Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Tuban, Ahmad Syafii, menyebutkan pasukan Banser yang tersebar di gereja-gereja wilayah kota sebanyak dua pleton. Mereka terdiri dafi 70 orang dan ditambah 10 tim intel dari Banser.

Bupati Tegal

"Khusus di kota ada dua pleton Banser. Kalau ditotal yang ikut mengamankan di seluruh kecamatan kurang lebih bih 300 personil," terang Komandan Syafii, Senin (25/12) pagi.

Pengamanan saat Natal, kata Syafii rutin dilakukan setiap tahun. Pimpinan GP Ansor telah menginstruksikan seluruh Banser terjun ke lapangan membantu mengamankan hari raya umat Nasrani ini.

Pihkanya mengklaim, turunnya Banser di kegiatan ini karena mereka dari institusi keamanan di tubuh Nahdlatul Ulama. Untuk itulah pihaknya ikut mengamankan dalam mewujudkan perdamaian dan ketenteraman di bumi pertiwi.

Syafii mengajak msyarakat agar tetap bersatu saling menjaga keutuhan NKRI. Sesama anak bangsa diharapkan bisa menjaga persatuan antar ummat beragama, saling membantu dan tolong menolong demi tercapainya perdamaian dunia.

Bupati Tegal

"Sudah tidak zamannya kita egois ingin menang sendiri," Syafii menandaskan.

Banser Subang Terjunkan 50 Anggota Amankan Natal

Dari Subang, Jawa Barat dilaporkan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang siap mengerahkan pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam pengamanan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

"Sebanyak 50 anggota Banser di Kabupaten Subang kami siapkan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru," ujar Ketua PC GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata usai mengikuti Rakor Lintas Sektoral Operasi Lilin Lodaya Tahun 2017 bersama Polres Subang di Aula Pemda Subang, Kamis (21/12).

Dikatakan, keterlibatan anggota Banser akan ditempatkan di berbagai titik rawan keramaian. 

"Dalam hal ini kami juga koordinasi dengan aparat Kepolisian Resort Subang dalam penempatan anggota Banser tersebut," katanya.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni mengapresiasi atas keterlibatan elemen masyarakat dalam pengamanan hari besar.

"Melalui Rakor Linsek Operasi Lilin Lodaya 2017 ini kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018," kata Kapolres.

Hadir dalam Rakor tersebut, Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono dan jajaran Muspida Subang serta beberapa instansi terkait. (Mochamad Nur Rofiq/Ade Mahmudin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Meme Islam Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong pengelolaan wakaf secara produktif sebagai  salah satu alternatif sumber pendanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, United Nations Development Programme (UNDP) mempunyai program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs adalah seruan universal yang antara lain bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di setiap negara anggota PBB.

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Kedua lembaga menyadari, pengentasan kemiskinan itu tidak dapat dicapai tanpa adanya sumber daya yang cukup. Pembiayaan yang berasal dari dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf menawarkan potensi yang sangat besar dalam mencapai TPB.

Kesamaan pandangan dan tujuan mendorong kedua lembaga melakukan sinergi melalui nota kesepahaman yang diteken pimpinan kedua lembaga hari ini, Kamis (25/1/2018), di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Mohammad Nuh selaku kKetua Badan Pelaksana BWI dan Francine Pickup selaku Deputy Country Director UNDP Indonesia meneken nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia Anita Nirody, para anggota BWI, perwakilan Bank Indonesia, dan beberapa nazhir besar.

Bupati Tegal

Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya wakaf untuk kesejahteraan--tanpa menafikan pentingnya wakaf sosial untuk peribadatan, kuburan, dan pendidikan.

Bupati Tegal

"Kalau wakaf untuk kesejahteraan, berarti mengentaskan kemiskinan," kata Nuh.

Nuh pun mengapresiasi UNDP Indonesia atas tercapainya kesepahaman ini. Ia berharap implementasinya bisa dimulai dengan memperkuat literasi wakaf masyarakat dan menjadikan wakaf sebagai gerakan.

Sementara itu, Francis Pickup menyatakan bahwa wakaf memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap TPB. "Dengan membangunan instrumen-instrumen seperti wadah untuk crowdfunding, impact investment, green sukuk atau wakaf untuk TPB dan beragam kerjasama lainnya, dapat membantu tergapainya potensi tersebut," kata Francis.

Seusai penandatanganan nota kesepahaman itu, Duta Besar PBB untuk Indonesia Anita Nirody menyematkan pin SDGs kepada Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Fragmen, News Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota

Brebes, Bupati Tegal. Sebanyak 1015 Anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.29 Brebes yang tergabung dalam Saka Bhayangkara membantu arus mudik dan balik lebaran 1436 H. Penerjunan anggota pramuka diharapkan dapat membantu kelancaran dan meminimalisir angka kecelakaan. Mereka ditempatkan di titik-titik rawan kecelakaan.

“Kami menerjunkan 1015 anggota pramuka dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran,” ujar Ketua Kwarcab Brebes H Emastoni Ezam SH MH di Sanggar Kwarcab setempat, Rabu (1/7).

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota

Menurutnya, sumbangsih Pramuka ini sebagai perwujudan pengamalan  Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Utamanya pada darma keempat yakni rela menolong dan tabah. Mereka yang diterjunkan adalah anggota Saka Bhayangkara dan Saka Pandu Wisata.

Bupati Tegal

Pramuka Penegak dan Pandega yang usianya sekitar 16 sampai 24 tahun, sudah melakukan pelatihan pengamanan yang dibina oleh Kepolisian Resort dan Sektor di 17 Polsek se-Kabupaten Brebes. “Anggota pramuka itu sudah mendapatkan bekal keahlian untuk mengatur lalu lintas dan pertolongan lainnya,” kata Kak Toni, demikian panggilan akrabnya.

Bupati Tegal

Penerjunan anggota Pramuka sejak H-3 hingga H+2. Dalam tugasnya mereka berdampingan dengan pihak kepolisian, di pos-pos milik Polri. Mereka akan ditempatkan di wilayah Pantura dan jalur tengah serta jalur selatan.

Di wilayah Pantura, mereka ditempatkan dari ujung kulon Losari hingga perbatasan Tegal-Brebes. Terutama di exit tol Pejagan dan exit tol Banjaranyar dan pasar Induk Brebes. Wilayah Tengah, meliputi daerah Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Songgom dan Jatibarang. Di wilayah tengah, bakal terjadi kepadatan juga karena ada limpahan dari exit tol pejagan. 

Sedang Wilayah selatan meliputi Bumiayu, Tonjong dan Paguyangan. “Tanjakan Ciregol menjadi titik pantau yang tidak kalah pentingnya untuk ditempatkan para personil pramuka,” kata Kak Toni lagi. 

Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Brebes Budi Rohmawan menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun yang lalu, dari 800 anggota yang dibutuhkan saat itu, ternyata pada laporan akhir mencapai 980 anggota yang terlibat. “Kemungkinan tahun ini juga anggota yang bergabung akan bertambah pada saat pelaksanaan,” ungkapnya.

Selain di jalan raya, lanjut Budi, anggota pramuka juga akan ditempatkan di tempat-tempat wisata. Seperti di obyek wisata Pantai Randusanga Indah (Par In) sebanyak 40 personil dan waduk Penjalin Paguyangan 25 orang.

Sebagai ucapan terima kasih, para peserta Karya Bakti Pramuka (Kartika) Lebaran 1436 H akan mendapatkan Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor). Mereka bertugas secara sukarela, hanya mendapatkan kolak dan makanan saat berbuka puasa. “Alhamdulillah, mereka senang melakukan kegiatan Kartika Lebaran,” tandas Budi. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, News Bupati Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

Probolinggo, Bupati Tegal - Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo KH Moh Zuhri Zaini menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan yang baik memerlukan kebersamaan. Tanpa kebersamaan, akan sulit mencapai kesuksesan pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantran.

Hal itu disampaikan KH Moh Zuhri Zaini saat memberikan tausiyah di acara silaturahim dan rapat wali Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (2/9).

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebersamaan Jadi Kunci Sukses Pendidikan

“Tanpa adanya dukungan dari wali santri, kami yang di dalam lingkungan pesantren akan berat. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan adanya cara pandang yang sama dalam pendidikan pesantren,” katanya.

Menurut Kiai Zuhri Zaini, banyak perubahan yang akan dilakukan di pesantren. Mulai dari tata kelola dan semacamnya yang dimaksudkan supaya para santri bisa menjalani pembinan dengan kondusif dan efektif.

Bupati Tegal

“Perubahan-perubahan itu tentunya penuh dengan kejutan-kejutan. Mudah-mudahan kejutan ini tidak menyedihkan, namun menggembirakan,” tegasnya.

Bupati Tegal

Kiai Zuhri menambahkan bahwa setiap perubahan butuh pengorbanan. Selain menyamakan visi dan misi dalam mewujudkan pendidikan yang baik bagi santri, penciptaan iklim yang kondusif juga perlu masuk-masukan. Sebab masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki.

“Dukungan doa dari wali santri sangat mujarab. Sebab doa orang tua itu sama dengan doa nabi pada umatnya. Dukungan moral dan doa serta pemahamn yang sama,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, News, Pesantren Bupati Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan

Bintan, Bupati Tegal. Dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bintan, Kepulauan Riau, mengajak seluruh kader dan rakyat Indonesia untuk senantiasa mengapresiasi dan mengingat jerih payah para pejuang yang telah berkorban bagi bangsa ini.

Ketua GP Ansor Bintan Zaenal Arifin mengatakan, kita telah merasakan kemerdekaan yang tidak dirasakan para pahlawan maka menjadi kewajiban kita untuk selalu mengenang dan mendoakan.

Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan

“Kita hidup di atas mayat-mayat para pahlawan, jangan sampai kita melupakan sejarah perjuangan mereka, sehingga enggan untuk mengenang,” katanya sembari menyayangkan ada sebagian kelompok yang tidak mau hormat pada bendera merah putih.

Bupati Tegal

GP Ansor Bintan memperingati hari kemerdekaan ke-70, Senin (17/8), dengan menggelar upacara bersama santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Bintan, di Bintan.

Bupati Tegal

Pimpinan Pesantren Mambaus Sholihin Bintan Ahmad Nukhan saat menjadi pembina upacara mengatakan, kemerdekaan merupakan nikmat yang harus disyukuri. Berkat rahmat Allah, bangsa Indonesia bisa menaikkan bendera sebagai tanda kemerdekaan.

“Sebagai generasi marilah kita isi kemerdekaan dengan semangat belajar, kebodohan harus di hilangkan,” tuturnya. Upacara bendera diakhiri dengan pembacaan fatihah dan doa. (Abdul Majid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Amalan Bupati Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk menggelar konferensi terakhir pada 30 April 2015. Wilayah dan cabang NU yang menggelar konferensi setelah 30 April, akan kehilangan haknya sebagai peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Mereka hanya memiliki hak sebagai peninjau pada forum tertinggi di NU pada Agustus mendatang.

Sanksi itu didasarkan pada keputusan yang disepakati oleh peserta rapat pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, pada Senin 9 Maret 2015. Hilangnya hak sebagai peserta, mereka otomatis kehilangan hak suara.

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

“Sampai sekarang belum ada perubahan terkait keputusan rapat itu,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz kepada Bupati Tegal di Jakarta, Rabu (20/5) malam.

Bupati Tegal

Setelah rapat pada 9 Maret waktu itu, kita mendata PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk mengadakan konferensi. Kita aktif menelpon para pengurus NU yang belum konferensi.

“Kita dorong mereka untuk segera menggelar konferensi. Setelah itu, banyak dari mereka mengadakan konferwil dan konfercab,” kata Ketua PBNU yang menerima anugerah perdamaian dari Yayasan Perdamaian Jeju, Korea pada akhir April lalu.

Bupati Tegal

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berdirinya cabang NU tanpa kehadiran MWCNU. “Ini memang harus dibenahi betul,” kata Imam Aziz.

Menurut Imam Aziz, setiap kabupaten tidak harus selalu ada PCNU kalau tidak ada warga dan pengurusnya di tingkat kecamatan dan ranting. Keputusan ini merupakan bagian dari pembenahan organisasi yang dilakukan PBNU.

“Tujuan pembatasan konferensi 30 April itu antara lain memberikan waktu bagi PBNU untuk mengurus SK mereka yang sudah melakukan konferwil dan konfercab,” Ketua Sekretariat Muktamar Ke-33 NU Sarmidi Husna. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Hadits, Sejarah Bupati Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Wujudkan Pilkada Damai dan Barokah, Pemkab Pringsewu Gelar Istighotsah

Pringsewu, Bupati Tegal. Mengambil tempat di Pendopo Pringsewu, Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Lampung menggelar Istighotsah dan Doa bersama sebagai salah satu ikhtiar demi terwujudnya Pemilukada yang damai, Senin (13/2). Plt Bupati Pringsewu Yuda Setiawan yang hadir pada acara tersebut mengatakan Acara Istighotsah tersebut bukanlah sekedar formalitas.

Wujudkan Pilkada Damai dan Barokah, Pemkab Pringsewu Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Pilkada Damai dan Barokah, Pemkab Pringsewu Gelar Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Pilkada Damai dan Barokah, Pemkab Pringsewu Gelar Istighotsah

"Istightsah ini merupakan  penegasan sikap seluruh elemen yang ada dalam pilkada untuk berusaha turut menciptakan iklim kondusif pesta demokrasi ini," katanya didepan para tamu undangan yang terdiri dari Tokoh Agama dan Masyarakat serta Pegawai Pemda setempat.

Kegiatan ini juga diisi dengan komitmen bersama para Calon Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan Pilkada yang damai baik selama pelaksanaan dan pasca pilkada yang akan digelar pada Rabu 15 Februari 2017 tersebut.

Sementara Habib Yahya Assegaf yang bertindak selaku Imam Istighotsah menegaskan bahwa seluruh calon diharapkan untuk bersiap menerima apapun hasil yang nantinya diputuskan. "Yang menang bersyukur, yang kalah legowo," tegas Mudir Idaroh Wustho JATMAN Provinsi Lampung ini.

Bupati Tegal

Siapapun yang terpilih nanti merupakan kehendak Allah yang Maha Mengetahui akan Pringsewu dimasa yang akan datang. "Pada saat ini Ulama dan Umaro berkumpul dan merupakan saat yang tepat untuk bermunajat kepada Allah agar Pringsewu Bersenyum Manis," katanya.

Para Pejabat dan Tokoh yang Hadir pada Acara Istighotsah tersebut diantaranya Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali, Ketua FKUB Pringsewu KH Mahfudz Ali, Kapolres dan Dandim Tanggamus dan Pringsewu dan Ketua MUI Kecamatan se-Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal News, Habib Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba

Surabaya, Bupati Tegal

Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Surabaya menyatakan perang terhadap maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pemuda Surabaya.?

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba

Bersama dengan beberapa elemen masyarakat, LSM, pelajar, pondok pesantren, dan komunitas remaja masjid, PC IPNU Surabaya mengadakan acara Deklarasi Pemuda Surabaya Antinarkoba. Acara ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi terhadap maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang belakangan ini penyebarannya mulai menyasar kalangan pelajar baik di sekolah, komunitas remaja, maupun pondok pesantren.

Deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu 27 Februari 2016 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya ini selain dihadiri oleh pengurus PC IPNU Surabaya, juga turut mendapat dukungan dari berbagai komunitas anak muda di Surabaya, antara lain Yayasan Cinta Anak Bangsa, santri-santriwati Pesantren Ammanatul Ummah Surabaya, Pesantren Nurul Huda Surabaya, Pesantren Nyai Hj Ashfiyah Surabaya, siswa-siswi dari berbagai SMA-MA-SMK se-Surabaya, Gerakan Anak Muda Antinarkoba (Gaman) Surabaya, Forum Komunikasi Remaja Masjid Surabaya, Karang Taruna, dan komunitas anak muda lain. Hadir juga mewakili PCNU Surabaya, HM Musyafa’ Rouf.

Ketua IPNU Surabaya Agus Setiawan mengatakan deklarasi pemuda Surabaya Antinarkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak siswa-siswi, pemuda di Surabaya yang menggunakan narkoba. Situasi penyebaran narkoba dan minuman keras saat ini rentan menyasar generasi muda seperti siswa, mahasiswa, bahkan santri. Tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Bupati Tegal

“Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. baik SMA maupun perguruan tinggi,” katanya usai kegiatan deklarasi.

?

Dalam waktu dekat, tutur Harun Rosyid, Sekretaris IPNU Surabaya, pihaknya akan menggalang dukungan dari seluruh sekolah, LSM, komunitas muda yang ada di Surabaya dan perguruan tinggi di Surabaya untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Masalah ini perlu mendapatkan perhatian serius menurut Harun, Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam.?

“Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba,” ungkapnya.

Tidak hanya sekedar deklarasi, aksi-aksi nyata pencegahan peredaran narkoba di Surabaya sudah dilaksanakan oleh PC IPNU Surabaya yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa setahun terakhir sebelum pelaksanaan deklarasi ini, Adapun bentuk kegiatan pencegahan yang sudah dilakukan antara lain dengan melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah maupun pondok pesantren yang ada di Surabaya.

Bupati Tegal

Kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba tidak hanya berhenti sekedar sosialisasi, tapi juga membentuk kader-kader penyuluh dari siswa-siswi di internal sekolah yang bersangkutan agar bisa mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada rekan-rekan sebayanya. Serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kampanye terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, seperti pembuatan film pendek tentang bahaya narkoba dan juga turnamen futsal antar sekolah. Harapannya dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bersifat positif bisa meminimalisir anak-anak muda, para pelajar untuk tidak mencoba narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Sholawat, News Bupati Tegal

Kamis, 30 November 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Tasikmalaya, Bupati Tegal?



Ribuan Santri Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya siap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan datang ke pesantren yang didirikan KH Ruhiat tersebut pada Jumat (9/6).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Tarawih di Pesantren Cipasung

Hal itu disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin menanggapi akan datangnya presiden yang akrab disapa Jokowi ke pesantren itu.

“Ya ribuan santri akan berbaris mulai gerbang Cipasung menyambut Pak Jokowi,” kata Kiai Abun, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke Cipasung merupakan kali kedua. Sebelumnya pernah datang menjelang pemilihan presiden pada 2014.

Kiai Abun mengaku senantiasa akan mendukung segala kebijakan Jokowi selama demi kemasalahatan masyarakat Indonesia.

Bupati Tegal

Jokowi direncanakan datang ke pesantren itu untuk mengikuti Shalat Tarawih berjamaah. Ia direncanakan di Tasikmalaya karena esok harinya masih ada agenda di daerah tersebut. (Jani/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, News Bupati Tegal

Selasa, 28 November 2017

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren

Tegal, Bupati Tegal

MTs Negri Slawi kini membuka kelas pesantren untuk meningkatkan ahlakul karimah peserta didik. Disamping itu, sebagai upaya menyiapkan generasi emas menghadapi bonus demografi. Sehingga diharapkan terbentuknya generasi muda Islam yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia.?

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Generasi emas, MTs N Slawi Buka Pesantren

Demikian disampaikan Kepala MTs Negeri Slawi Moh Suaedi MPd saat dihubungi Bupati Tegal, di ruang kerjanya, Selasa (20/12).

Suaedi menjelaskan, kelas pesantren atau boarding school baru dibuka pada 30 Oktober 2016. Dari jumlah siswa keseluruhan 1.336 orang, baru ada 28 siswa yang menjadi santri boarding school. “Kami menggandeng pesantren Al Fajar Babakan Lebaksiu, sebagai Pembina utamanya,” terang Suaedi.

Madrasah yang terletak di Jalan Prof Moh Yamin Slawi Kabupaten Tegal ini berdiri sejak 1965 dan mengalami perubahan 1978. Awalnya sekolah berbasis agama kurang mendapatkan minat dari masyarakat namun sekarang telah memiliki ribuan siswa dengan 37 rombongan belajar.?

Bupati Tegal

Menurut Suaedi, madrasah ini bisa berkembang lagi sesuai dengan makin tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak anaknya ke madrasah. Madrasah memiliki luas tanah 11.535 m persegi, sedangkan luas bangunan 5.219 meter persegi. “Dengan masih banyaknya sisa tanah, kemungkinan pengembangan masih sangat memungkinkan,” pungkasnya. ? (wasdiun/abdullah alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Pertandingan Bupati Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama?

Indragiri Hulu, Bupati Tegal?



Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H. Yopi Arianto mengatakan organisasi Nahdlatul Ulama dan para ulama sangat berjasa pada negeri ini. Ia melontarkan hal itu pada pada pembukaan Liga Santri Nusantara Region V Riau-Kepri di Indragiri Hulu. ?

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Inhu: Adakah yang Lebih Berjasa Selain NU dan Ulama?

“Kalau kita ngaku sebagai orang Indonesia dan cinta NKRI, saya ingin tanya kepada hadirin sekalian, apakah ada yang lebih berjasa dibandingkan dengan Nahdlatul Ulama dan ulama?" tanyanya di tengah 10 ribuan massa yang memadati Stadion Nara Singa Rengat 27 Agustus lalu.

Labih laniut Yopi menandaskan "Dari sejarah, kita belajar bahwa negeri ini merdeka dari darah dan airmata ulama, bukan pemberian gratis dari penjajah seperti negara sebelah," selorohnya yang disambut gelak tawa hadirin.?

Yopi melanjutkan, tidak akan ada peristiwa 10 November 1945 yang kemudian kita kenal sebagai Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun bila KH Hasyim Asyari tidak pernah mengeluarkan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. "Catat itu!" tegasnya.

Yopi selanjutnya mengungkapkan keprihatinannya terhadap prestasi olahraga Indonesia di kancah regional dan internasional. "Kalau dahulu para ulama berjuang merebut kemerdekaan, tugas kita hari ini sebagai kaum santri adalah mengisinya. Salah satunya melalui prestasi olahraga. Bahwa olahraga adalah bagian dari marwah Bangsa yang harus diperjuangkan. Termasuk didalamnya sepakbola. LSN adalah jawaban dari pesantren untuk prestasi sepakbola di masa mendatang."

Bupati Tegal

Seperti diketahui, perhelatan Liga Santri Nusantara Region V Provinsi Riau dipusatkan di Kabupaten Indragiri Hulu mengingat beberapa faktor, diantaranya adalah dukungan stakeholder daerah dan kesiapan infrastruktur olahraga dan fasilitas pendukung lainnya. Di Riau, LSN diikuti oleh 16 pesantren/kesebelasan dan di Kepulauan Riau juga diikuti oleh 16 kesebelasan. Riau dan Kepri tergabung dalam region yang sama, yakni Region Sumatra V.? (Ali/Abdullah Alawi)



Bupati Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Ulama Bupati Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Jihad Santri Masa Kini

Oleh Muhammad Afiq Zahara

Di masa lalu banyak sekali perjuangan melawan penjajah yang dilakukan para kiai dan santri-santrinya. Jauh sebelum tanggal 10 November 1945. Di Cirebon, terjadi Perang Kedondong (1802-1818 M) yang dimpimpin Ki Bagus Rangin dan Kiai Jatira (Pesantren Babakan, Ciwaringin). Di Banten, terjadi Geger Cilegon 1888 (perang melawan Belanda) yang dikomandoi oleh Kiai Wasyid dan Tubagus Ismail, keduanya murid Syeikh Abdul Karim Banten.

 

Jihad Santri Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Santri Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Santri Masa Kini

Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, terjadi Perang Diponegoro (Perang Jawa) yang dilakukan para ulama di bawah kepemimpinan Pangeran Diponegoro dari Kesultanan Ngayogyakarto. Belum perang-perang kecil yang dilakukan para kiai melawan penjajah di berbagai daerah.

Di bumi Sumatera, Aceh menjadi wilayahyang paling sukar ditaklukkan Belanda. Mereka tertarikdengan kekayaan alam Aceh, khususnya lada dan minyak, sehingga Belanda melakukan invasi besar-besaran pada tahun 1873 M. Tidak ada yang memprediksi bahwa proses pengambil-alihan Aceh membutuhkan waktu 30 tahun lamanya (1873-1904 M), hingga para jenderal yang memimpin perang penaklukkan dikritik keras oleh publik Belanda karena perang berjalan terlalu lama, memakan banyak biaya dan taktik brutal yang diterapkan militer Belanda. (Adrian Vickers, A History of Modern Indonesia, Cambridge: Cambridge University Press, 2005, hlm 10-11).

Keberhasilan Aceh dalam menjaga wilayahnya bertahun-tahun tidak lepas dari peran para ulama dan murid-muridnya. Hal ini dibuktikan oleh saran Snouck Hurgronje (1857-1936 M) kepada Joannes Benedictus Van Heutz (1851-1924 M), Gubernur Jenderal Belanda, untuk mengesampingkan dulu serangan terhadap golongan bangsawan dan pengikutnya.

Bupati Tegal

Hurgronje menyarankan agar militer Belanda memfokuskan targetnya kepada para ulama dan para pengikutnya. Strategi yang ditawarkan bersifat anti kompromi (perundingan) tapi juga berusaha menarik hati rakyat Aceh dengan mendirikan masjid, musholla, memperbaiki saluran irigasi dan lain sebagainya. (Adrian Vickers, 2005, hlm 13).

Setelah dua tahun berhubungan langsung dengan masyarakat Aceh, Hurgronje melakukan pemetaan metodelogis yang menyimpulkan bahwa pondasi utama rakyat Aceh adalah para ulama, seperti yang ditulis dalam bukunya, De Acehers (Rakyat Aceh). Buku ini kemudian menjadi acuan Van Heutz untuk melanjutkan kampanye militernya di wilayah Aceh dan akhirnya berhasil setelah menggunakan saran yang diberikan Snouck Hurgronje.

Bupati Tegal

Semua itu adalah sedikit gambaran perjuangan ulama dan santri di masa lalu. Bagaimana dengan santri di era sekarang ini, meminjam bahasa populer ‘bagaimana santri di jaman now?’.

Dalam bahasa agama ‘berjuang’ disebut jihad. Di masa perang, jihad berarti mempertahankan diri dengan mengangkat senjata ketika ditindas dan dijajah. Jihad bukan berarti perang, tapi mempertahankan haknya menggunakan senjata merupakan bagian dari jihad. Sekarang telah terjadi reduksi makna jihad menjadi sekedar perang. Tidak hanya itu, bahkan aksi teror telah dianggap sebagai salah satu bentuk jihad.Ini salah. Karena di al-Qur’ân sendiri dikatakan (Q.S. al-Furqan [25]: 52):

? ? ? ? ? ? ?

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka menggunakan Al Quran dengan jihad yang besar.”

Sayyidina Abdullah bin Abbas ra menafsirkan “bihi” dalam kalimat “wa jâhidhum bihi” sebagai al-Qur’ân (Ibnu Katsir, Tafsîr al-Qur’ân al-‘Adhîm, juz 3, hlm 337). Artinya, berjihad dengan al-Qur’ân merupakan jihad yang besar atau al-jihâd al-akbar, bukan jihad dengan peperangan (jihad kecil). Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kota Madinah ditaklukkan menggunakan al-Qur’ân, melalui perantara Sayidina Mus’ab bin Umari ra, bukan dengan pedang seperti kota-kota lainnya.

Itulah yang membuat Madinah berbeda—futihat bi al-qur’ân (ditaklukkan menggunakan al-Qur’an), yaitu dengan dakwah dan menjelaskan isi yang terkandung di dalam al-Qur’an sehingga menarik hati penduduknya untuk menerima agama Islam dengan tulus, tanpa paksaan.

Dengan dasar itu, perjuangan santri di masa sekarang adalah dakwah, bukan dakwah yang sekedar menyeru, melainkan dakwah dalam ruang lingkup yang lebih luas, karena itu dalam al-Qur’an disebut dengan jihad. Jika diuraikan dapat dibagi dalam beberapa kategori, meski tidak mewakili secara keseluruhannya:

Pertama, jihad sosial, yaitu jihad yang garapannya pokoknya adalah perbaikan sosial, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Orang-orang dari agama lain telah menggarap bagian ini dengan sangat baik, salah satu contoh yang mereka lakukan adalah pembangunan irigasi dan mengalirkan air dari bawah ke atas di beberapa desa yang kekurangan air. Tidak sedikit dari penduduk desa itu yang kemudian tertarik terhadap agama yang dibawa orang-orang tersebut.

Dulu, para wali menggunakan pendekatan ini. Mereka adalah ahli agama yang juga ahli irigasi, pertanian, perikanan dan lain sebagainya. Dengan kemampuannya itu, mereka berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat yang hendak mereka bujuk untuk memeluk agama Islam.

Kedua, jihad kultural, yaitu jihad melestarikan budaya keagamaan yang telah ada dan mendekatkan beragam dimensinya sehingga lebih mudah diterima dan diamalkan oleh masyarakat, tanpa mengurangi esensi inti ajaran Islam, khususnya untuk orang-orang yang baru bertaubat atau mengenal Islam.

Ketiga, jihad spiritual, yaitu jihad yang mendorong para pengamal agama untuk memperbaiki kualitas ibadah mereka dengan permenungan, tadabbur dan tafakkur. Mempertanyakan kembali seluruh amal ibadahnya untuk menghasilkan kualitas ibadah yang lebih baik. Tujuannya agar tidak ada kesombongan dalam beragama.

Keempat, jihad pengetahuan, yaitu jihadmembangun dasar argumentasi yang kuat, untuk melindungi karakter beragama kita yang menghargai keragaman, agar tidak mudah dikebiri oleh pandangan baru yang memecah. Untuk itu dibutuhkan bangunan argumentatif (hujjah) yang kuat, khususnya dalam menghadapi penyebaran berita bohong di media sosial.

Kelima, jihad peradaban, yaitu jihad yang arahnya menciptakan masyarakat yang beradab atau harmonis, saling menghormati dan menghargai meski berbeda-beda. Masyarakat yang memadang diversitas atau kebhinekaan sebagai kekuatan, bukan kelemahan. Masyarakat yang mampu menjadi pelengkap bagi lainnya, sehingga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dapat berjalan berdampingan dengan serasi, tanpa mencuri pandang curiga satu sama lainnya.

Dengan kata lain, jihad santri masa kini memiliki ranah garapan yang luas. Lima kategori jihad di atas sama sekali belum mewakili semuanya. Masih banyak pendekatan jihad yang harus diterapkan. Pada hakikatnya, segala sesuatu yang berkaitan dengan inner struggle (perjuangan batin) ke arah yang lebih baik adalah jihad. Hijrah dari keburukan menuju kebaikan adalah jihad. Berbakti kepada orangtua adalah jihad. Mengasihi sesama adalah jihad. 

Kenapa disebut jihad? Karena semua manusia memiliki celah di hatinya, entah itu rasa malas, masa bodoh ataupun acuh tak acuh. Dengan demikian, perjuangan melawan sifat-sifat negatif dalam diri manusia adalah jihad, yang di fase berikutnya melahirkan internal conflict (konflik internal) antara sisi baik manusia dan sisi buruknya.

Siapakah yang akan menang? Itu tergantung seberapa kuat pertahanan dan kemampuannya dalam terus berjihad.

Sebagai akhir kalam, rasanya sukar untuk tidak terperdaya oleh perkataanpemikir bebas asal Mesir, Jamal al-Banna tentang jihad. Katanya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya jihad di masa kini bukanlah mati di jalan Allah, melainkan hidup di jalanNya.” (Jamal al-Banna, Jihâd, hlm 212). Wallahu a’lam bi al-shawab.

Penulis adalah Alumnus Pesantren Al-Islah, Kaliketing, Doro, Pekalongan dan PP. Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Internasional Bupati Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Jombang, Bupati Tegal



Kondisi radikalisme yang kian deras di Indonesia, menjadi ancaman serius bagi bangsa ini. Keberadaan mereka dinilai akan mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu lah yang menjadi latar belakang Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ullama (LDNU) Jombang menggelar Pelatihan Kader Dai, Ahad (12/11) di uala kantor PCNU.

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, LDNU Jombang Siapkan Kader Dai Kompeten

Ketua PC LDNU Jombang, Aang Fatihul Islam menjelaskan, pelatihan tersebut menekankan pada upaya pewarisan paham dan ajaran Aswaja, NU, dan Kebangsaan melalui jalur dan strategi dakwah. 

Upaya ini  kata dia, diharapkan dapat menekan ancaman radikalisme terhadap bangsa dan negara ke depan.

"Dan sekaligus menjadi rintisan dan konsolidasi jaringan dai untuk menanamkan substansi ber-Islam dalam kesadaran umat serta membangun kecintaan hidup dan menghidupi lingkungan  di hati mereka," ujarnya. 

Bupati Tegal

Untuk mewujudkan upaya-upaya di atas, pada pelatihan ini, para peserta dibekali setidaknya dengan tiga materi, yakni materi pertama Gambaran Umum Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ketua PC LDNU Jombang sendiri. 

"Pada materi ini peserta dibekali konsepsi secara umum yang meliputi dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah kemudian dibawa pada situasi yang ada di Jombang," jelasnya.

Setelah materi pertama usai, segenap peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil, kemudian diminta menuliskan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing. Permasalahan tersebut meliputi empat sasaran dakwah, yaitu pedesaan, perkotaan, instansi, dan komunitas. Setelah itu dipresentasikan tiap kelompok dan ditanggapi oleh kelompok lain. 

Bupati Tegal

 

Materi kedua adalah Peta dan Strategi Dakwah NU Jombang. Materi ini disampaikan Ahmad Samsul Rijal, Katib Suryah PCNU Jombang. Pada materi ini peserta diajak untuk memetakan bagaimana maping wilayah dakwah di Jombang, baik yang berada di pedesaan, perkotaan, instansi, komunitas, maupun geliat persoalan yang merebak di media sosial.

"Tentunya dengan mendesain strategi dakwah yang efektif dan efisien yang mengcover keempat jenis dakwah (dakwah bil lisan, dakwah bil hal, dakwah bil qolam/bil kitabah/bit tadwin, dan dakwah bil qudwah)," tuturnya.

Disamping itu, lanjut Aang, peserta juga dikenalkan bagaimana strategi dakwah yang mampu menjawab maraknya radikalisme di dunia maya yang kian deras tak terbendung. 

Selanjutnya, untuk materi katiga adalah  Strategi Dakwah Aswaja An-Nahdliyah, disampaikan H Abdul Latif Malik, Ketua Rijalul Ansor Jombang. Pada materi ini para peserta diajak untuk menjelajahi cakrawala khazanah Aswaja An-Nahdliyah.

Untuk diketahui, pelatihan ini diikuti 46 peserta yang berasal dari delegasi MWCNU se-Jombang, Lembaga dan Banom NU yang dipilih khusus untuk menjawab tantangan dakwah NU di Jombang. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, News Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock