Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

Sidoarjo, Bupati Tegal - Untuk memaksimalkan program pengabdian masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menyediakan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan. Pihak kampus membuka pendaftaran beasiswa pada 25 Agustus lalu hingga 16 September 2016.

Kabag Humas Universitas NU Sidoarjo Achmad Wahyudi menjelaskan, pelaksanaan salah satu item Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat di Universitas NU Sidoarjo dilakukan dengan cara memberikan beasiswa bagi tahfidz, santri pesantren, dan santri panti asuhan.

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Sediakan Beasiswa Tahfidz dan Santri dengan Pelbagai Jurusan

"Universitas NU Sidoarjo menjalankan program pengabdian masyarakat dengan cara memberikan beasiswa untuk tahfidz Al-Quran, santri pondok, dan santri panti asuhan," kata Achmad Wahyudi saat ditemui di Universitas NU Sidoarjo, Selasa (6/9).

Publik bisa mendapatkan informasi lebih lanjut pada laman? www.unusida.ac.id atau menghubungi nomor 085102633369. Mereka yang sudah mendaftarkan diri akan menjalani beberapa tes yang dilaksanakan pada 19 September 2016.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Calon mahasiswa yang mendaftarkan diri melalui jalur tahfidz dapat memilih semua jurusan di Universitas NU Sidoarjo. Sedangkan pada jalur santri, mereka hanya disediakan Program Studi Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, dan Teknik Kimia. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Bupati Tegal ?

Para redaktur Bupati Tegal melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Bupati Tegal lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Menurut salah seorang redaktur Bupati Tegal Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

Bupati Tegal

“Teman-teman di sini (redaktur Bupati Tegal) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Bupati Tegal

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Bupati Tegal. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, AlaNu, Tokoh Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Jakarta, Bupati Tegal. Selain sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tradisi dan budaya Indonesia menjadikan bangsa majemuk ini dipandang unik oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan tak sedikit keunikan bangsa Indonesia untuk dijadikan fokus studi dan penelitian oleh para peneliti mancanegara.

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Hal inilah yang dipandang oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) sebagai modal strategis membangun manusia Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka ketika LKSB menggelar diskusi refleksi 72 tahun Indonesia merdeka, Senin (28/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Mendatangkan sejumlah narasumber dan aktivis pergerakan, Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang tak kenal dengan identitas budayanya. Bahkan banyak yang terlena oleh perkembangan teknologi digital sehingga menggerus kearifan lokal.

“Ternyata sekarang sebagian masyarakat bangsa ini mulai lemah dan tercerabut dari akar kultur dan naturnya sebagai bangsa Indonesia (Nusantara). Mulai tak mengenali Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Ghopur yang dalam diskusi kali ini mengambil tema Membangun Manusia Indonesia yang Adil dan Beradab.

Bupati Tegal

Mengingat falsafah agung Pancasila, forum LKSB juga menyayangkan ketika ada sejumlah kelompok yang anti-Pancasila. Di sisi lain, perlakuan tidak adil juga kerap dialami oleh kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan tanah adat tempat tinggalnya salama bertahun-tahun, namun justru tergusur karena kepentingan korporasi dan politik.

“Di sinilah kita bersama mencoba menjawab secara komprehensif seluruh persoalan bangsa. Kita ingin menjelaskan betapa pentingnya Pancasila menjadi kompas dalam perjalanan berbangsa dan bernegara yang kian mengalami dekadensi moral dan distorsi bangsa,” jelas intelektual muda NU ini.

Ia menegaskan, begitu pentingnya Pancasila dihadirkan kembali dalam ruang publik yang belakangan sarat kontaminasi oleh kepentingan kelompok, nilai, maupun ideologi-ideologi privat.

Bupati Tegal

Hadir memberikan pengarahan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Di antara narasumber yang hadir ialah Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) Septi Rahmawati, Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik, Pengurus Pusat GMKI Korneles Galanjinjinay, Social Entrepreneur Moses Latuihamalo, dan Candra (GEMA Perhimpunan Indonesia-Tionghoa). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Tokoh Bupati Tegal

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Boyolali, Bupati Tegal



Kabar duka kembali datang dari NU Soloraya. Beberapa hari lalu, Mustasyar PCNU Sukoharjo KH Agung Syuhada wafat. Kini, Senin (28/8), Rais Syuriah MWCNU Cepogo Boyolali KH Muhammad Suparno berpulang ke Rahmatullah.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum meninggal pada pukul 00.30 WIB di kediamannya Sambungrejo Mliwis Cepogo Boyolali, karena sakit.

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad mengungkapkan, semasa hidupnya Kiai Suparno dikenal sebagai sosok yang teguh dalam memperjuangkan dakwah Islam, khususnya di Cepogo.

“Selain di menjadi Rais Syuriah NU di Cepogo selama dua periode, beliau juga mengasuh beberapa majelis ta’lim mujahadah Asmaul Husna dan Jamuna,” terang Khoirudin.

Saat berita ini ditulis, diperoleh keterangan jenazah Kiai Suparno yang juga pengasuh Pesantren Bani Syansuri akan dimakamkan pada Senin Pukul 13.00 WIB di Pemakaman Kampung Sambungrejo.

Bupati Tegal

Lahu alfatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Tokoh Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Swara Nahdlatoel Oelama

Majalah bulanan Swara Nahdlatoel Oelama diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Belum diketahui sejak kapan majalah ini terbit. Dokumentasi Perpustakaan PBNU dan Perpustakaan Nasional di Jakarta hanya menyimpan dari No. 6 Tahun ? ke-1, yang terbit pada bulan Jumadits Tsani 1346 H, hingga No. 12 Tahun ke-3, yang terbit bulan Dzul Hijjah 1348 H.?

Dengan data ini, berarti No. Tahun ke-1 terbit pada bulan Muharom 1346 atau Juni 1927. Alamat redaksi berpindah-pindah, nomor 6 tahun ke-1 di Jalan Kertopaten, Kebondalem No. 6, Surabaya. Terbitan nomor 12 tahun ke-1 di Jalan Bubutan Gang 1, Surabaya, dan lain-lain.

Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)
Swara Nahdlatoel Oelama (Sumber Gambar : Nu Online)

Swara Nahdlatoel Oelama

Tertera nama Hasan Gipo sebagai mudir atau direktur (foto samping kanan). Ahmad Dahlan bin Muhammad Ahid duduk sebagai sebagai anggota. Pada No. 12 Tahun ke-3, Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas sebagai redaktur dan administrasi tercantum nama Dahlan bin Abdul Qohhar Kertosono.?

Rubrikasi majalah ini tidak jelas. Antara satu tulisan dengan tulisan lain hanya dipisahkan dengan baris dan dengan dua huruf hijaiyah “alif” dan “ha”, singkatan dari kata intaha, artinya habis.

Bupati Tegal

Sebagian besar artikel tidak mencantumkan nama penulisnya. Di antara penulis yang memunculkan namanya adalah Mas Alwi bin Abdul Aziz, Abdul Wahab Hasbullah.

Bupati Tegal

Majalah ini menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pego atau pegon. Tapi, pada No. 11 Tahun je-3, ada satu tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan aksara latin, yakni keputusan kongres NU ke-10.

Dalam menampilkan iklan, majalah tersebut menggunakan huruf latin berbahasa Melayu atau Belanda. Di antara Iklan yang muncul adalah iklan bank, hotel, toko pakaian, toko kitab, biro perjalanan haji, hingga toko tempat tidur Hadji Sirat.?

Jumlah halaman tidak pasti, nomor enam tahun pertama terdiri dari delapan halaman, halaman iklan terpisah, tidak ada nomor halamannya. Belum diketahui secara jelas kapan majalah ini mengakhiri terbitannya. Koleksi paling akhir yang dimiliki perpustakaan PBNU No. 12 Tahun ke-3, terbit pada bulan Dzul Hijjah 1348 H. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Doa saat Terjerat Utang

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW terkait utang yang dideritanya. “Kenapa tidak amalkan Sayyidul Istighfar?” kata Rasulullah. Rasulullah menganjurkan sahabatnya untuk membaca tasbih berikut antara terbit fajar dan shalat Shubuh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Terjerat Utang

Subhânallâhi wa bi hamdih, subhânallâhil ‘azhîm, astaghfirullâh 100 kali.

Bupati Tegal

Artinya, “’Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah,’ 100 kali,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, 1424 H, halaman 63). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Bupati Tegal

Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Sukabumi, Bupati Tegal. Klinik warga NU Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar ditandai dengan potong tumpeng, penandatanganan plakat di halaman klinik tersebut pada Sabtu (30/5).

Klinik tersebut dibangun dari iuran warga Rp 500,- setiap hari selama dua tahun. Lembaga kesehatan ini dinamai Klinik Lazisnu, dari nama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Klinik LAZISNU ini Dibangun dari Iuran Warga Rp 500 Setiap Hari

Dalam kesempatan itu Wagub mengapresiasi sekali upaya warga yang luar biasa. Karena manfaat dan dampak sosialnya akan besar bagi warga sendiri.

Bupati Tegal

Di desa Nanggerang, yang tak jauh dari pasar Kecamatan Cicurug, warga kebanyakan bermata pencaharian buruh tani. Dengan iuran Rp 500,- per hari tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang 24 juta per bulan dan 300 juta per tahun.

Bupati Tegal

Sementara, menurut Dedy Mizwar, untuk desa, pemerintah mampu menganggarkan 100 juta per tahun. “Jangan-jangan desa Naggerang tidak perlu ada pemerintah,” kelakarnya. ?

Program tersebut diinisiasi oleh Ketua PCNU Kabupeten Sukabumi KH R Abdul Basith yang tinggal di desa itu dan Kepala Desa Nanggerang.

Kesamaan visi pembangnan desa ini, antara ulama dan pemerintah desa, menurut Dedy Mizwar akan seperti pemerintahan Umar Abdul Aziz. Pada masa itu hampir tidak ditemukan orang yang berhak menerima zakat.

Tapi jika semua desa seperti itu, apakah kewajiban Allah mengenai zakat terhapus? Dedy Mizwar menjawab sendiri, pasti ada yang kekurangan desa lain, kabupaten lain, provinsi lain, atau negara lain.

“Nah, sekarang ada poliklinik, ibu-ibu PKK harus bersinergi dengg ZIS ini untuk memberdayakan lebih jauh lagi,” pintanya di hadapan ratusan warga.

Sambil berseloroh, ia mengatakan, dengan adanya klinik tersebut, warga Desa Naggerang jangan sampai ada yang bercita-cita ingin sakit. Supaya tidak gampang sakit, harus dijaga lingkungannya. Sampah harus dikelola dan diambil manfaatnya. Misalnya untuk pupuk organik.

Ia juga mengimbau untuk melakukan pemberdayaan ekonomi di masyarakat, meningkatkan penghasilannya. Salah satu caranya dengan menggerakkan koperasi.

Setelah peresmian klinik, Dedy Mizwar juga meresmikan pembangunan pesantren lansia Husnul Khotimah yang dikelola Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi KHR Abdul Basith.

Hadir pada dua peresmian tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi KH Mahmud Mudrikah Hanafi beserta beberapa pengurus NU lain, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Rem Kaki

Salah satu kegemaran Gus Dur adalah berkunjung dan berbincang dengan para kiai di berbagai pelosok, bahkan yang terpencil sekalipun. Suatu kali, Gus Dur berkunjung ke salah seorang kiai di Rembang, yakni Kiai Sulang Wahab.

Kiai yang namanya nyetrik ini cukup populer di kalangan pengikutnya. Istrinya adalah seorang anggota DPRD.

Saat itu istri Kiai Wahab mendapat jatah sepeda motor dinas yang kemudian langsung saja dijajal oleh kiai itu. Dan ternyata akibatnya lumayan, dia menabrak sebuah rumah. Sepeda motornya rusak sana-sini dan dia sendiri luka-luka.

“Kenapa Kiai bisa nabrak begitu?” tanya Gus Dur.

Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)
Rem Kaki (Sumber Gambar : Nu Online)

Rem Kaki

“Habis saya ngeremnya pakai rem kaki,”? jawabnya.

“Loh, bukannya memang musti pake rem kaki?” tanya Gus Dur heran.

Bupati Tegal

“Maksudnya, remnya pakai kaki saya, karena saya nggak tahu itu cara ngeremnya bagaimana,”

“Besok lagi jangan diulang, kiai! Rumah yang ditabrak bisa roboh,” kata Gus Dur. (Moh. Lilik Wijanarko Nawawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Kajian Bupati Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Jakarta, Bupati Tegal. Pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2016, rata-rata sebesar Rp34.641.304 atau 2.585USD dengan kurs per Dollar Rp13.400. Jumlah ini turun 132USD dibandingkan dengan BPIH 2015.

Lantas untuk apa sajakah uang yang dibayarkan oleh jamaah haji itu? Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman menjelaskan bahwa dana yang dibayar oleh jamaah hanya untuk membiayai dua komponen, yaitu: biaya tiket pesawat dan sebagian biaya pemondokan di Makkah.?

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

“Sisanya dibayar dari hasil optimalisasi dana setoran awal,” terang Ramadan saat memberikan materi terkait Kebijakan Pengelolaan Dana Haji pada Pembekalan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/6) malam seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut Ramamdan, komposisi BPIH mencakup empat komponen, yaitu: pertama, tiket pesawat, airport tax, serta biaya angkut bagasi dari Jeddah ke pemondokan dan sebaliknya. Rata-rata besaran biaya komponen iniadalah 25.434.354. “Yang dibayar jamaah Rp25.234.354. adapun yang Rp200.000 diambilkan dari dana optimalisasi,” terangnya.

Komponen kedua adalah pemondokan di Makkah dengan pagu rata-rata SAR4366. Adapun yang dibayar jamaah hanya SAR 1.135 atau sebesar Rp4.051.950. Sisanya yang sebesar SAR 3.231 dialokasikan dari dana optimalisasi.

Bupati Tegal

Komponen ketiga, pemondokan di Madinah dengan pagu rata-rata SAR 850 dan seluruhnya dibayar dari dana optimalisasi. Sedangkan komponen keempat adalah living cost sebesar SAR 1.500 atau sebesar Rp5.355.000, yang nantinya akan dikembalikan kepada jamaah menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Lantas bagaimana dengan ? biaya konsumsi jamaah selama di Arab Saudi? Juga biaya transportasi jamaah di Arab Saudi? Termasuk biaya manasik dan akomodasi di dalam negeri, serta embarkasi? Ramadan memastikan bahwa semua biaya itu diambilkan dari hasil pengembangan setoran BPIH atau yang disebut sebagai dana optimalisasi.

Ramadan menambahkan bahwa total dana haji yang terkumpul sampai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun ? 2015 sebesar Rp81,59 triliun. Menurutnya, setiap tahun ada penambahan sekitar Rp8 – 9 triliun sehingga akumulasi dana haji sampai 2020 diperkirakan bisa mencapai Rp120 triliun.

Bupati Tegal

“Kalau tidak dioptimalkan sayang karena dari optimalisasi itulah bisa ditekan biaya haji. Untuk itu, dana haji harus dikelola dengan baik agar nilai manfaatnya bisa dikembalikan ke jamaah,” tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Kudus, Bupati Tegal. KH Abdul Qodir mengingatkan kepada umat Islam untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Juga jangan terlalu menitikberatkan pada harta benda dan kemegahan duniawi karena akibatnya tidak akan begitu mengurusi agama.

"Maka, di Ramadhan ini kita ketuk pintu hati ini untuk kembali menanamkan akhlak mulia. Sebab, orang yang berakhlak mulia adalah orang yang mengimbangkan kepentingan dunia dan kepentingan agama," tuturnya saat mengisi tausiyah dalam peringatan Nuzulul Quran yang diadakan oleh Pemerintah Daerah kabupaten Kudus, di Alun-Alun Simpang Tujuh, Rabu (1/07) sore.

Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Dua Golongan Pendusta Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Dua Golongan Pendusta Agama

Penceramah yang dikenal dengan sebutan kiai Gali itu menjelaskan untuk mengetuk hati, dapat dengan mengingat ayat-ayat Allah, baik yang tersirat maupun tersurat. Setiap malam Ramadhan misalnya, dikumandangkan ayat-ayat Allah di setiap masjid, musholla.

Bupati Tegal

"Saat ini di tengah Alun-Alun Simpang Tujuh, kita mulai membaca ayat Allah yang tersirat. Siapa? Anak-anak yatim dan fakir miskin. Allah mengetuk kita; araital ladzi yukadzdzibu bid din. Siapakah pendusta Agama itu?" terangnya dalam kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Kudus itu.

Kiai Gali memaparkan, yang dimaksud pendusta agama bukanlah orang nonmuslim, bukan orang kafir, bukan ateis, tetapi yang dituding pendusta agama adalah orang yang sekarang mengaku iman, mengaku Islam, namun tidak peduli terhadap anak-anak yatim.

Bupati Tegal

"Jangan mengaku Islam kalau kita tidak peduli terhadap anak yatim," tegas dia mengingatkan pentingnya umat Islam menyantuni anak yatim.

Lalu yang kedua, lanjut KH Abdul Qodir, orang yang tidak menafkahkan hartanya kepada orang miskin. Sekarang sebaliknya, banyak di antara masyarakat makan harta yang seharusnya untuk orang miskin.

"Sehingga Allah telah mengingatkan bahwa jangan ribut masalah dunia. Harta benda yang kita kumpulkan itu tipuan belaka.

Dalam acara tersebut Pemda kabupaten Kudus memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Sebelumnya, acara yang bekerjasama dengan Baznas kabupaten Kudus dan PT Wingsfood itu juga digelar lomba Rebana Al-Banjari, musik tongtek dan Hijab (M. Zidni Nafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Tokoh Bupati Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

Jakarta, Bupati Tegal. Peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta diikuti antusias oleh 23.000 kader Muslimat dari sejumlah daerah. Istiqlal dipenuhi oleh ibu-ibu yang kompak mengenakan batik hijau, seragam khas Muslimat NU.

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Keprihatinan Ibu Pertiwi Jadi Dasar Realisasi Program Muslimat NU

Dalam pidatonya sesaat setelah dilantik Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa banyak realisasi dari program-program Muslimat berangkat dari kerpihatinan yang dialami ibu pertiwi.

“Saat ibu pertiwi bersedih banyak anak-anak yang perlu asuhan, Muslimat hadir mendirikan panti asuh yang di dalamnya ada sekolah untuk mereka antara lain TQP, TK RA, dan PAUD,” kata Khofifah.

Dia menambahkan, saat ini Muslimat NU telah memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).?

Ketika ibu pertiwi bersedih karena maraknya penyalahgunaan Narkoba, kata dia, Muslimat hadir untuk menanggulangi penyebaran Narkoba di kalangan anak dengan gerakan aktif Laskar Antinarkoba.

Bupati Tegal

“Laskar Antinarkoba telah dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang dan telah meraih penghargaan MURI. Saat ini Laskar tersebut dikomandani oleh setiap Ketua Pimpinan Wilayah di daerahnya masing-masing. Mari kita jaga NKRI dengan merawat anak-anak dari ancaman Narkoba,” urai Menteri Sosial RI ini.

Kepriahtinan ibu pertiwi juga diraskan betul oleh Muslimat NU ketika banyak anak-anak terlantar. Pihak telah melakukan langkah nyata dengan mendirikan sejumlah panti asuhan.

“Saat ini ada 144 panti asuhan di lingkungan Muslimat NU. Bukan hanya itu, Muslimat NU juga memiliki 134 panti yang diperuntukan bagi orang lanjut usia (Lansia) ,” terang perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini.

Bupati Tegal

Hingga sekarang ini, Muslimat NU juga terus melakukan pemberdayaan ekonomi melalui maksimalisasi pusat-pusat koperasi (Puskop) yang dikelola oleh pengurus dan kader Muslimat NU di setiap tingkatan. Muslimat juga memiliki induk koperasi yaitu Inkopan (Induk Koperasi Annisa).

Begitu juga di bidang kesehatan dengan mendirikan sejumlah rumah sakit dan klinik. “Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jombang yang dikelola oleh Muslimat NU bahkan mendapatkan penghargaan nasional. Lalu kami juga medirikan Klinik Haemodialisis yang saat telah berjalan dengan baik,” jelas Khofifah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Pesantren Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

Pringsewu, Bupati Tegal. Musholla Toriqoh Hasanah Ambarawa Barat Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung mengadakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan KH Muhlasin dari Purwosari, Lampung Tengah sebagai pengisi taushiyah, Sabtu (22/4) malam.

Kiai yang selalu menggunakan logat bahasa Cilacap sebagai ciri khasnya dalam menyampaikan taushiyah ini menjelaskan tentang keutamaan mencari ilmu (ngaji). Dia menerangkan, keutamaan mencari ilmu pahalanya lebih baik dari pada pahala sholat 1.000 rakaat, lebih baik dari menjenguk 1.000 orang sakit, dan menggiring 1.000 jenazah bahkan lebih baik dari 1.000 kali berangkat haji.

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muhlasin Purwosari Jelaskan Keutamaan Ngaji

"Kenapa? Karena tanpa ilmu dan pengetahuan, kita tidak dapat mengenal Sang Khaliq dengan baik sehingga shalat kita, silaturahmi kita, dan haji kita tidak akan diterima oleh Allah SWT. karena kita tidak tahu ilmunya. Maka, ngaji itu sangat penting dan ngaji adalah sumbernya ilmu,” jelas Kiai Muhlasin.

Tidak hanya itu, melihat fenomena mulai hilangnya kegiatan mengaji di masjid-masjid atau mushola-mushola, dirinya menghimbau agar masjid-masjid dan mushola-mushola dihidupkan dan di ramaikan kembali dengan cara untuk sholat berjamaah dan membudayakan kembali kegiatan mengaji sehingga masjid atau mushola menjadi lebih hidup suasananya.

Bupati Tegal

Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada gurunya, kata dia, maka carikan guru-guru ngaji dari pesantren. Jika tidak ada kegiatan mengaji karena tidak ada anak yang mau mengaji, maka ini tanggung jawab bapak ibu untuk mendidik anak-anaknya agar mau mengaji.

"Jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang bodoh yang tidak tahu ilmu agama. Silakan sekolahkan anak-anak kita setinggi langit, tetapi ingat ngaji harus tetap nomor satu,” tutupnya.

Bupati Tegal

Acara peringatan Isra Miraj tersebut kemudian ditutup dengan doa yang diimami oleh Ustadz Jumangin, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Ambarawa. (Henudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat gelar Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII dengan tema Meneguhkan Prestasi Menuju Jawa Barat Bermanfaat, Jumat-Ahad (28-30/7), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa, Tasikmalaya, Jawa Barat.?

Kegiatan ini di buka dengan apel dan deklarasi pengukuhan Pancasila sebagai bentuk penanaman dan penguatan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jawa Barat Berkomitmen Mengawal Pancasila

Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Hikmah Kiai Busyrol Kariem tegaskan bahwa kegiatan ini adalah catatan paling terbesar yang di selenggarakan disini.?

"Ini adalah catatan yang paling terbesar di Pondok Pesantren Haurkuning, ini adalah cita-cita orangtua saya, dengan menancapkan dan memancarkan NU disini," ujar Kiai Busyrol Kariem di awal sambutan.?

"Sebagaimana rahasia umum dari orang tua saya, bahwa warga pondok pesantren haurkuning harus menjadi NU," lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning.

Bupati Tegal

Masih dalam kegiatan yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning Kiai Busyrol Kariem yang meneruskan perjuangan ayahnya Kiai Saefudin Zuhri, menjelaskan mengenai keberadaan pesantren yang berpengaruh dalam perjuangan menegakkan aqidah Ahlusunnah Wal Jamaah.?

Bupati Tegal

"Pelajar adalah pewaris para ulama, dan para ulama adalah penerus perjuangan para nabi. Ruhnya pesantren adalah perjuangan yang paling kokoh untuk menegakkan ahlusunnah wal jamaah," tegasnya memaparkan.?

"Perlu kita kaji bersama bahwa bangsa Indonesia, akan kurang ajar kalau menerima islam tanpa mengingat jasa ulama. Pondok pesantren adalah pengawal dari ilmu-ilmu para ulama," tandasnya diakhir sambutan.?

Senada yang di sampingan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Haurkuning, Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Barat Amin Fajri, mengatakan bahwa IPNU Jawa Barat akan berkomitmen mengawal nilai-nilai Ahlusunnah Wal Jamaah. Dan juga menjadikan pancasila sebagai falsafah dalam berbangsa dan bernegara. (Robiatul Adawiyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Tokoh, Hadits Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Banyuwangi, Bupati Tegal. Interaksi sosial semakin dipermudah dengan adanya media online, terutama media sosial (medsos) seperti Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Line dan lain sebagainya.

Media sosial tersebut banyak digemari oleh masyarakat terutama golongan pemuda atau pelajar, untuk sekadar menyampaikan informasi berupa pesan singkat, tulisan, atau sekedar memposting foto maupun keluh kesah di media tersebut.

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Ajak Pelajar Cerdas dalam Bermedsos

Beranjak dari hal tersebut, IPNU-IPPNU Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy, Genteng, Banyuwangi mengadakan Ngobrol Pintar Pelajar Keren dengan mengangkat tema "Cerdas dalam Bersosmed" akhir pekan lalu.

Diskusi diadakan di ruang perkuliahan yang diikuti oleh IPNU IPPNU Ibrahimy dan para mahasiswa. Hairul, Ketua IPNU Ibrahimy, mengatakan bahwa media sosial sekarang cukup masif di kalangan anak muda, khususnya pelajar. "Kita harus bisa menggunakan media sosial dengan memanfaatkannya sebaik mungkin," kata Hairul

Bupati Tegal

Turut hadir juga, Ahmad Sulhan Hadi, jurnalis Banyuwangi sebagai narasumber dalam diskusi tersebut. Kang Sulhan, nama sapaanya, menyampaikan bahwa selama ini masih banyak yang belum mengerti cara menggunakan sosmed dengan baik, bahkan disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

"Pemuda atau pelajar tidak jarang mengalami ketergantungan dalam menggunakan media sosial. Selain menyebabkan ketergantungan, twett atau pesan yang ditulis di media sosial tidak jarang dapat menyeret seseorang di ranah hukum, akibat kesalahan dalam memposting atau tulisan-tulisan yang ia posting mencemarkan atau mengganggu orang lain," tutur Kang Sulhan

Kang Sulhan menyarankan, kita perlu tahu hal-hal positif dan negatif akibat dari penggunaan sosmed. "Jangan sampai dengan adanya sosmed, kita malah menjadi korban dari kesalahan kita sendiri," tegas jurnalis yang juga alumnus IPNU Banyuwangi tersebut.

Ulva, mahasiswa IAI Ibrahimy, mengaku bahwa setelah ikut dalam diskusi tersebut, merasa tergugah untuk menggunakan media sosial lebih bijak lagi. "Saya rasa, sosmed itu bisa mendukung bakat yang kita lakukan, seperti penulisan cerpen, puisi, meme, kata bijak dan lain-lain," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Olahraga, Khutbah Bupati Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

Jakarta, Bupati Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta pemerintah desa mulai memikirkan sektor pertanian sebagai unit usaha. Sebagian besar warga desa yang merupakan petani kini tak cukup lagi menanam dan memanen saja, mereka juga harus mulai memikirkan urusan pascapanen.

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

“Masih banyak desa yang belum fokus, dan tidak memiliki strategi pascapanen dan pascaproduksi, akibatnya sektor pertanian masih bergerak di ranah tradisional dan belum mampu menjadi pengungkit kesejahteraan para pelakunya,” ujar Eko Putro Sandjojo di sela rapat internal di kantor Kemendesa PDTT, di Jakarta, Selasa (11/4).

Dia menjelaskan, hampir separuh angkatan kerja di Indonesia berada di perdesaan. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor pertanian. Namun tingkat kesejahteraan mereka rata-rata menengah ke bawah karena petani masih fokus urusan produksi.

Bupati Tegal

Sementara urusan pascaproduksi mereka masih tergantung pada pemilik modal yang menyerap dan memasarkan produk ke konsumen. “Sejatinya desa dapat menjadi pengungkit ekonomi nasional. Di desa ada 58,4 juta dari 125 juta angkatan kerja di Indonesia dan kebanyakan mereka berada di sektor pertanian.” Jelas Menteri Eko.

Bupati Tegal

Ke depan, lanjut Eko, para petani di perdesaan harus mulai berpikir menjadikan pertanian sebagai unit usaha yang digarap secara profesional. Petani harus mulai berpikir dengan memilih produk unggulan, mengelolanya, dan memasarkannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).? Dengan begitu desa diharapkan bisa berkontribusi menjadi pengungkit utama pembangunan nasional.

EPS, sapaan akrab Eko Putro Sandjojo, mengatakan pemerintah akan berusaha keras untuk memfasilitasi tumbuhnya sektor pertanian sebagai unit usaha. Di antaranya dengan memberikan insentif, pendampingan, hingga kredit usaha rakyat agar pengelolaan sektor pertanian lebih profesional. Kemendesa PDTT akan bersinergi dengan kementerian lain agar sektor pertanian bisa maju. ?

“Kita akan kasih insentif supaya desa-desa fokus menentukan produk unggulan desanya. Kementerian Pertanian berikan insentif berupa alat pertanian dan traktor, sehingga kita harapkan desa-desa tersebut bisa mengikuti desa lainnya yang fokus dan maju dan dengan model ini kita harapkan lebih cepat tercipta lapangan kerja di desa-desa," tutur Eko. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Perintah Al-Quran ketika Berbicara

? ? ?

“..dan berbicaralah kepada orang-orang dengan baik..” [QS al-Baqarah: 83]

Perintah Al-Quran ketika Berbicara (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintah Al-Quran ketika Berbicara (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintah Al-Quran ketika Berbicara

Bupati Tegal

Dalam kitab Tafsir Jalalain dijelaskan bahwa ucapan yang baik itu di antaranya adalah ucapan yang jujur, lembut, dan yang mengandung ajakan untuk melakukan kebaikan dan menghindari keburukan. Ayat ini satu rangkaian dengan pembahasan tentang Bani Israil yang sudah bersumpah untuk tidak menyembah selain Allah, serta bebruat baik kepada kedua orang tua, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Ayat 83 Surat al-Baqarah ini juga memerintahkan mereka untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Wallâhu a‘lam



Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh Bupati Tegal

Kamis, 09 November 2017

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

Semarang, Bupati Tegal. Bekerja sama dengan LAZIS Nusantara, lembaga Sciena Madani menyalurkan santunan kepada anak yatim di aula masjid Itikaf Ar-Rasyid Banjardowo, Genuk, Semarang, Ahad (20/7) malam. Ustadz MH Humaidi memandu jalannya talk show dalam acara penyaluran santunan ini.

Menurut pengasuh Sciena Madani Lukni Maulana, penyerahan santunan ini merupakan upaya kecil pendidikan rohani di bulan Ramadhan. Karena, Ramadhan merupakan waktu belajar paling baik akan nilai-nilai pendidikan.

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS Nusantara dan Sciena Madani Santuni Yatim

“Ramadhan merupakan bulan kasih dan sayangnya, bulan pendidikan. Salah satu bentuknya, kita dituntut untuk saling berbagi,” tutur Lukni yang juga ketua pengurus masjid Iktikaf Ar-Rasyid.

Bupati Tegal

Dalam talk show, MH Humaidi menegaskan pernyataan Lukni. Ramadhan menjelang akhir ini, Humaidi menekankan, waktunya untuk saling mengeluarkan dan memberi. Salah satunya mengeluarkan zakat mal, bukan mengeluarkan uang belanja ke mall.

Bupati Tegal

“Kita dituntut tidak hanya sekadar berbagi tapi mamahami makna yang terkandung dalam berbagi itu. Seperti berbagi kepada anak yatim saat ini. Rasulullah SAW terlahir dalam kondisi yatim, karenanya ia sangat mencintai anak-anak yatim. Di situlah tumbuh rasa cinta dan sayang dalam hal berbagi,” jelasnya. (Red. Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Halaqoh Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengajak Pimpinan Pusat IPNU melakukan pemberantasan peredaran narkoba di kalangan pelajar di Hotel Paragon, Menteng Jakarta Pusat. Pada saat ini Indonesia yang sudah masuk darurat narkoba, sehingga harus diputuskan mata rantai peredaran narkoba tersebut.?

"Pada tahun 2015, Presiden Jokowi sudah mengatakan Indonesia darurat narkoba," ujar Deputi Rehabilitasi BNN, Diah Setia Utami?.?

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Wadah Strategis Bagi Pemberantasan Peredaran Narkoba

Diah menuturkan, potret permasalahan narkoba di Indonesia, dengan bebas masuknya penyelundupan narkoba dan lapas menjadi kampung narkoba baru. Diperparah, banyaknya masyarakat Indonesia yang mudah dipengaruhi, dan masalah sosial yang mendorong penggunaan narkoba.?

"Sudah 122.044 orang meninggal dunia karena narkoba, sehingga harus dioptimalkan upaya pemberantasan narkoba," tuturnya.

Dia menambahkan, peredaran narkoba di Indonesia sudah melakukan segala cara, sehingga pelajar menjadi kelompok yang rawan dipengaruhi narkoba. Bahaya narkoba bagi pengguna rusaknya otak, dan tidak akan kembali seperti semula dan masih banyak bahaya lainnya.?

Bupati Tegal

"Bahaya narkoba diantaranya menurunnya kualitas SDM, dan rendahnya daya saing bangsa di tengah era globalisasi," tambahnya.?

Dia mengimbau, seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi kepada pelajar untuk mencegah menurunnya ketahanan nasional. Narkoba juga menjadi ancaman bagi keutuhan kebhinekaan, sehingga seluruh elemen masyarakat harus melakukan upaya optimal pemberantasan narkoba.

"Seluruh kader IPNU harus melakukan sosialisasi bahaya narkoba secara berkelanjutan," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Olahraga, Hikmah, Tokoh Bupati Tegal

Kamis, 02 November 2017

Di Sini Letak Gagal Paham Jokowi-Muhajir Atas Pendidikan di Desa

Loteng, Bupati Tegal - Kebijakan Mendikbud Muhadjir Efendi terkait sekolah lima hari tidak hanya memberangus program madrasah diniyah. Kebijakan ini juga akan menghancurkan seluruh sistem pembelajaran pondok pesantren yang sudah berjalan lama seperti ngaji sorogan dan kegiatan hafalan santri.

Hal ini dikatakan Ahmad Jumaili salah seorang Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak kepada Bupati Tegal, Kamis (10/8).

Di Sini Letak Gagal Paham Jokowi-Muhajir Atas Pendidikan di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Sini Letak Gagal Paham Jokowi-Muhajir Atas Pendidikan di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Sini Letak Gagal Paham Jokowi-Muhajir Atas Pendidikan di Desa

Jumaili menyebut ngaji sorogan atau mengaji kitab kuning langsung ke kiai atau tuan guru di pesantren adalah roh dari sistem pendidikan di pesantren.

"Ngaji sorogan ini biasanya dilakukan para santri setiap selesai shalat fardhu terutama setelah shalat ashar dan shalat isya setiap hari," jelas Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo ini.

Bupati Tegal

Jika FDS ini diterapkan, dapat dipastikan para santri yang bersekolah formal di pesantren akan kehilangan waktu-waktu sorogan. Padahal inilah waktu emas yang dimiliki santri untuk bertatap langsung dengan kiainya.

"Santri itu tidak sekadar menimba ilmu ke kiainya tapi juga menimba berkah karena kami percaya menatap wajah guru yang alim itu besar sekali pahalanya," jelasnya.

Bupati Tegal

Kebijakan FDS ini juga dikatakan Jumaili sebagai bentuk kegagalan paham Mendikbud Muhajir atas kondisi pendidikan di pedesaan.

Pendidikan di desa dan di kota kondisinya sangat jauh berbeda baik dari segi fasilitas, keadaan orang tua siswa maupun psikologi anak didiknya.

"Sekolah-sekolah di desa rata-minim fasilitas, lapangan olahraga saja tidak punya, apalagi kantin, terus di mana mereka makan, di mana mereka habiskan waktu sampai jam 4 sore?" katanya dengan nada tanya.

"Begitu juga orang tua atau wali siswa yang rata-rata bekerja sebagai petani atau nelayan. Bagi petani dan nelayan, hari kerja itu dari Senin sampai Senin lagi, tentu berbeda dengan pegawai negeri sipil yang punya hari libur segala," jelasnya.

Anak-anak di desa usai sekolah bukan main-main seperti yang dikhawatirkan Muhadjir, tetapi justru kesempatan itu digunakan untuk membantu orang tua mereka bekerja.

"Jika alasanya 5 hari sekolah agar anak dan orang tua ada kesempatan bertemu, itu hanya cocok di anak-anak kota, anak anak desa justru bertemu setiap saat dengan orang tuanya, bahkan membantu orang tuanya bekerja," urainya. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Jakarta,Bupati Tegal. Wakil Rais Aam PBNU, KH A. Mustofa Bisri menyambut baik kedatangan Presiden Barack Obama ke Indonesia. “Menurutku, kita sebagai bangsa yang mayoritas beragam Islam dan diajari Nabi agung Kita Muhammad SAW untuk ikraamudh-dhaif, kita patut menerima dengan baik kedatangan Obama,” papar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Bupati Tegal (10/11).



Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Tak Perlu Rendah Diri di Depan Obama

Kewajiban bagi tuan rumah adalah member sambutan dan penghormatan yang baik kepada tamunya. “Namun sebagai tuan rumah kita tidak boleh mengharap apa-apa,” Tambah Gus Mus.

Kedatangan Presiden AS kali ini disambut dengan baik oleh Presiden SBY, termasuk mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri. Bahkan Pemerintah menyiapkan 10.000 personil untuk mengamankan Obama selama di Indonesia.

Bupati Tegal

“Sebagai bangsa dari negara berkembang yang kedatangan tamu dari Negara Adi Kuasa, kita tidak boleh menunjukkan rasa rendah diri. Lebih penting lagi, bagaimana pun kita tidak boleh terlalu mengharap dari Presiden AS ini” tambah Gus Mus.

Seperti yang diketahui bahwa Obama tiba di Indonesia Selasa (9/11) dan langsung mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden SBY. Dan hari ini Obama menyampaikan pidato umumnya di Universitas Indonesia Depok. Dan rencananya sore ini Obama akan meninggalkan Indonesia. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Humor Islam, Tokoh, Daerah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock