Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Lampung, Bupati Tegal 

Panitia Nasional Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU)  2017 menggelar seminar Pra Munas-Konbes di Bandar Lampung, Sabtu (4/11).

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

Pra-Munas di Lampung, PBNU Angkat Penguatan Organisasi dan Reforma Agraria

Hadir pada acara ini, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin, sejumlah Pengurus PBNU, panitia Munas-Konbes NU 2017, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH RM. Sholeh Bajuri, dan lain-lain. 

Sementara kegiatan Pra-Munas ini diikuti oleh PWNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Lampung, PWNU se-Sumatera, PWNU DKI Jakarta, PWNU Banten, dan PWNU Jawa Barat.

Diskusi yang dijadwalkan dari pagi sampai malam hari ini, dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengangkat tema Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama. Sementara sesi kedua mendiskusikan Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga.

Hadir sejumlah pembicara, Ketua PBNU H Muhammad Nuh, Aji Hermawan, Gojek /Buka Lapak, Wakil Ketua Umum PBNU H. Mochammad Maksum Machfoedz, Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A. Jalil, dan Sekretaris Jenderal KPA Dewi Kartika. 

Bupati Tegal

Wakil Ketua Panitia Nasional Munas-Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat membuka acara, mengatakan, tema agraria diangkat karena Indonesia  tidak bisa lepas sebagai negara agraria. Menurutnya, jika reforma agraria, infrastruktur, obat-obatan dan lain-lain dikawal secara baik, kesenjangan akan menurun.

"Insyaallah tingkat kesenjangan ekonomi di Indonesia akan berkurang secara signifikan," katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Syariah, Lomba, IMNU Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan

Di depan telah dijelaskan dasar-dasar kewajiban zakat. Di dalam fiqih, zakat wajib dibagi menjadi dua macam. Pertama, zakat nafs (badan) atau yang lebih dikenal dengan zakat fitrah. Dalam suatu hadits disebutkan:

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

“Baginda Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan kepada manusia yaitu satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum kepada setiap orang merdeka, budak laki-laki atau orang perempuan dari kaum muslimin.” (HR. Bukhari Muslim)

Dengan demikian, zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk bahan makanan pokok di daerah setempat.  Dalam konteks Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar dua setengah kilo gram beras perorang (ada yang berpendapat 2,7 kilogram).

(Baca juga: Hukum Zakat Fitrah dalam Bentuk Uang)Kedua, zakal mal. Secara umum aset zakat mal meliputi hewan ternak, emas dan perak, bahan makanan pokok, buah-buahan, dan mal tijarah (aset perdagangan). Syekh an-Nawawi Banten berkata:

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -- ? ? ?-- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Zakat mal wajib di dalam delapan jenis harta. Yaitu, emas, perak, hasil pertanian (bahan makanan pokok), kurma, anggur, unta, sapi, kambing ... Sedangkan aset perdagangan dikembalikan pada golongan emas dan perak karena zakatnya terkait dengan kalkulasinya dan kalkulasinya tidak lain dengan menggunakan emas dan perak.”(Syekh an-Nawawi Banten, Nihayatz Zain, Surabaya, al-Haramain, cetakan pertama, halaman: 168)

Namun kemudian menurut beberapa ulama kotemporer, aset zakat juga memasukkan uang (bank note/al-auraq al-maliyah), hasil profesi, atau hadiah yang diterima oleh seseorang sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Wahbah az-Zuhaili di dalam al-Fiqh al-Islami, Syekh Yusuf al-Qardawi di dalam Fiqhuz Zakah, Syekh Abdurrahman al-Juzairi di dalam al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, dan yang lainnya. Pendapat ini berpedoman pada beberapa riwayat ulama, di antaranya:

1. Riwayat dari Ibn Abbas

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas tentang seseorang yang memperoleh harta, (lalu) Ibn ‘Abbas berkata: ‘(Hendaknya) ia menzakatinya pada saat memperolehnya.’.” (HR. Ahmad ibn Hanbal)

2. Riwayat dari Ibn Mas’ud

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Diriwayatkan dari Habirah ibn Yarim, ia berkata: ‘Abdullah ibn Mas’ud memberi kami suatu pemberian di dalam keranjang kecil, kemudian beliau mengambil zakat dari pemberian-pemberian tersebut.” (HR. Abu Ishaq dan Sufyan ats-Tsauri)

3. Riwayat dari Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Abu ‘Ubaid menyebutkan bahwa sesungguhnya Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz memberi upah seorang pekerja, maka beliau mengambil zakat darinya, ketika mengembalikan madhalim (harta yang diambil secara zalim), maka beliau mengambil zakat darinya, dan beliau mengambil zakat dari ‘athiyah (pemberian-pemberian) saat dibagikan pada pemiliknya.” (Yusuf al-Qardawi, Fiqhuz Zakah, Beirut, Dar al-Fikr, jilid I, halaman: 431)

Begitulah sekilas penjelasan global tentang pembagian zakat yang wajib dibayarkan. Insyaallah, selanjutnya akan dijelaskan lebih detail dan terperinci terkait satu persatu harta yang wajib dizakati.

Wallahu a’lam.

(Moh. Sibromulisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Kajian Islam Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Dekat Masjid Nabawi

Jakarta, Bupati Tegal

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Sebuah bom bunuh diri meledak di Kota Madinah, Arab Saudi, persisnya di tempat parkir antara halaman dan Masjid Nabawi. Seorang pengebom bunuh diri dilaporkan melancarkan aksi teror tersebut saat warga tengah berbuka puasa, Senin 4 Juli 2016 waktu setempat.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyesalkan dan mengutuk keras tragedi ini. PBNU mendesak pihak-pihak terkait, terutama kepada komunitas Internasional, PBB, dan juga OKI untuk segera mengusut dan menindak tegas pelaku pengeboman di Madinah tersebut.

PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Dekat Masjid Nabawi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Dekat Masjid Nabawi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Dekat Masjid Nabawi

“Kekerasan dalam bentuk apapun dan dengan motif bagaimanapun tidak dibenarkan, sebab ia mencederai kemanusiaan,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Selasa (5/7).

Bupati Tegal

Menurutnya, Islam mengutuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas kejaidian bom bunuh diri di Madinah.

PBNU juga mengajak seluruh kepala dan pemimpin negara-negara Islam dan para ulama sedunia untuk proaktif melawan radikalisme dan terorisme yang sangat nyata. Gerakan radikal, katanya, sudah sedemikian merajalelanya sehingga diperlukan penanganan khusus yang intensif dari pelbagai pihak, utamanya ulama dan pemimpin dunia untuk bersatu padu melawan gerakan radikalisme.

Bupati Tegal

“PBNU mengajak seluruh umat sedunia untuk terus menggalang solidaritas kemanusiaan sekaligus menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama. Segala hal yeng mengandung kekerasan sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam atau bahkan bertentangan denga ajaran agama apapun,” ujar Kang Said, sapaan akrabnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba Bupati Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten

Lamongan, Bupati Tegal - Sampah dan limbah adalah masalah yang cukup menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat saat ini. Di tengah kebingunan ini siswa-siswi MTs Putra-Putri Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan menyulap sampah kertas dan juga limbah cucian beras (tajin) menjadi barang yang berharga dan punya nilai manfaat yang tinggi.

Madrasah NU di bawah naungan Pesantren Matholiul Anwar Simo ini berhasil menjadi juara dalam lomba karya daur ulang sampah. Tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri Simo Estalia Rona Ratu Roy, Novia Robiatul Adawiyah, Luluk Zumrotin Nisa memanfaatkan kertas tak terpakai. Mereka mengubah kertas bekas menjadi pot atau vas bunga dan tanaman.

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten

Menurut Estalia, kertas dipilih sebagai media tanam lantaran bisa memudahkan penetrasi akar masuk ke dalam media. “Kertas juga punya daya serap dan daya pegang air yang tinggi sehingga memudahkan penetrasi air ke dalam akar,” ujarnya, Selasa (23/2).

Proses pengolahan media tanam dari kertas bekas, sambung Estalia, adalah mencampur kertas terlebih dahulu dengan kaporit untuk menghilangkan kandungan logam yang ada pada tinta, dan zat berbahaya lainnya.

Bupati Tegal

“Cemaran tinta harus dihilangkan dulu karena bisa mengganggu penyerapan nutrisi tanaman,” jelasnya.

Bupati Tegal

Selanjutnya, pot dari kertas dibentuk menjadi pot dengan menggunakan cetakan dari botol bekas, seraya menunggu kering. “Jadi tempat yang terbuat dari kertas bisa langsung bisa dipakai untuk persemaian, pembibitan, penanaman biji tumbuhan sampai muncul tunas,” katanya.

Estalia menambahkan, ide awal memanfaatkan kertas bekas menjadi pot atau vas yang diberi label First Paper Pot ini berangkat dari banyaknya kertas yang terbuang sia-sia. “Tujuannya untuk mengurangi banyaknya limbah kertas, terutama di sekolah,” tandasnya.

Sementara produk lain yang dihasilkan MTs Putra-Putri Simo adalah menciptakan produk rumah tangga yang bernilai tinggi dengan berbahan dasar air bekas cucian beras. Penemuan itu di gagas tiga siswa, Dananjaya Vikal Danis Suryana, Ahmad Bagus Muzakki, Fatih Ahmad.

Menurut Dananjaya, di dalam sisa cucian beras memiliki kandungan Nutrisi, fosfor, vitamin, mineral, dan fitonutrien, karbohidrat cukup tinggi. Ketiganya kemudian berinovasi dengan mengolah limbah cucian beras tersebut menjadi pembersih lantai.

“Setiap hari semua rumah memunyai limbah cucian beras. Kita manfaatkan air bekas cucian beras sebagai anti bakteri pembersih lantai,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, cara pembuatan antibakteri pembersih lantai dengan memanfaatkan air cucian beras yang tidak ribet. “Cara membuatnya mudah, hanya dengan mencampurkan air bekas cucian beras dengan air lemon,” terangnya.

Pascacampuran air cucian beras dan air lemon, kedua bahan itu selanjutnya dimasukkan ke dalam botol plastik. “Tinggal dikocok, sudah bisa digunakan,” pungkasnya.

Berkat dua penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat ini, MTs Putra-Putri Simo menyabet juara pertama dan kedua dalam Lomba Karya Daur Ulang (LKDU) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro dan Tuban, yang digelar MAN Lamongan dalam ajang “Manela Maulid Festival 2016”. (Ahmad Ubaidillah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian Sunnah, Lomba Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial

Jakarta, Bupati Tegal - Melalui akun Facebook pribadi, Ahad (27/11), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menyampaikan sejumlah pengalaman rutinnya saban Jumat. Diceritakan pula tentang tamu-tamu muda yang datang ke kediamannya Jumat kemarin untuk meminta maaf atas tulisan mereka di Twiter dan Facebook yang bernada kasar dan merendahkan Gus Mus. Dalam status yang diberi judul “Jum’at dan Silaturahmi”, Mustasyar PBNU ini juga tak lupa memberikan pesan-pesan positif kepada para pengguna media sosial. Berikut kutipan selengkapnya:



Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Nasihat Gus Mus untuk Pengguna Media Sosial



:: JUMAT DAN SILATURAHMI ::



Bupati Tegal

Hari Jumat ~yang digelari sebagai Sayyidul Ayyãm, "Pemimpinnya hari-hari"~ memang bagiku sendiri merupakan hari istimewa. Aku berusaha merayakan hari istimewa ini dengan berbagai kegiatan positif seperti yang diamalkan dan diajarkan kiai-kiaiku. Minimal harus lain dari hari-hari yang lain. Misalnya dalam 6 hari yang lain, kesibukanku lebih merupakan kesibukan duniawi saja, aku berusaha semampuku mengisi Jumatku dengan kesibukan yang lebih ukhrawi, bernilai akhirat.



Untuk itu, kegiatan rutinku ~bila tidak sedang bepergian~ dimulai dari hari Kamis malam. Lalu pagi harinya, bersilaurahmi melalui ponsel, menyapa dan mendoakan anak-anak; saudara-saudara; keponakan-keponakan; kawan-kawan; dan beberapa kenalan. Kemudian bersilaturahmi dengan saudara-saudaraku warga kampung di seputar Rembang. Bersalaman dengan bapak-bapak dan anak-anak yang ikut ibu-ibu mereka bertadarus Al-Quran melalui pembacaan Tafsir Al-Ibriznya Kiai Bisri Mustofa, rahimahuLlãh. Setelah itu menerima tamu-tamu yang kebanyakan dari luar daerah. Lalu setelah salat Jumat di mesjid Jami ~kalau tidak terlalu capek atau ngantuk~ biasanya dilanjutkan menemui tamu-tamu lagi, bila ada, kadang-kadang hingga malam hari.



Bupati Tegal

Jumat kemarin ~25 November 2016~ agak lebih istimewa, karena di antara tamu-tamu yang datang bersilaturahmi dari berbagai daerah, terdapat tamu-tamu muda dari Tegal, Probolinggo, dan Jakarta yang mempunyai tujuan sama. Di samping bersilaturahmi, ingin meminta maaf. Mereka inilah yang beberapa hari sebelumnya, menulis kasar kepadaku di Twitter dan Facebook. Dan sudah aku maafkan via twit di Twitter dan status di Facebook.

Kulihat anak-anak muda yang rata-rata berusia 25 tahunan ini, seperti umumnya pemuda santri. Polos, santun, dan sopan. Sedikit pun tidak ada kesan berandalan, sangar, atau kasar seperti yang mereka tampakkan di twit dan status mereka.

Ketika aku tanya apakah mereka benci kepadaku, karena ucapan atau perilakku yang melukai hati atau menyinggung mereka, mereka bilang tidak. Apakah ada kawan mereka yang pernah kusakiti, dan mereka solider ikut mengecamku, mereka menjawab tidak. Apakah mereka menganggap aku pendukung tokoh politik tertentu yang berlawanan dengan tokoh mereka, mereka menjawab tidak. Ketika kemudian mereka aku tanya, apakah mereka marah karena membaca pendapatku tentang salat Jumat di Jalanan? Mereka malah seperti kebingungan. Pandu Wijaya malah dengan sangat lesu mengatakan, "Mohon maaf, saat itu saya lagi jenuh dengan pekerjaan."



Aku pun semakin bertanya-tanya tentang kesaktian sosmed ini. Bagaimana ia bisa mengubah anak-anak yang santun seperti mereka ini menjadi orang-orang yang tega memperburuk citra diri mereka sendiri di sosmed. Melihat penampilan mereka di dunia Nyata, aku yakin mereka bukan orang-orang yang tidak tahu adab dan adat.



Dugaanku mereka hanya salah pergaulan di dunia Maya yang memang bagaikan hutan belantara yang ~di samping terdapat manusia-manusia berbudi~ penuh dengan makhluk-makhluk palsu yang tidak bertanggungjawab.



Kepada mereka ini dan semisal mereka ~bukan yang sengaja menjadikan sosmed sebagai sarana menebar kebencian dan kekacauan~ kalau boleh, aku menasihatkan agar (1) menata kembali niat kita dalam menggunakan dan memanfaatkan Sosmed; (2) berhati-hati dan waspada beraktifitas di Dunia Maya yang ~kita tahu~ penuh tipuan; (3) jangan mudah tergiur dengan tampilan-tampilan menarik, biasakan tabayun dan meniliti rekam-jejak; (4) jangan tergesa-gesa membaca dan membagikan bacaan; (5) usahakan sekali-kali KopDar, agar bisa melihat Manusia dalam penampilan nyatanya (dalam hal ini, contohlah misalnya perkawanan Maya dan Nyata dari misalnya komunitas Adib Machrus, Pakdhe Tegoeh, Timur Suprabana, Zen Mehbob, Triwibowo Budi Santoso, Zaenal Maarif, dan mereka yang tidak hanya bersapaan di sosmed tapi juga bersilaturahmi di dunia nyata. Mereka guyub, penuh kasihsayang); (6) ingat sabda Rasulullah SAW "Innamal amãlu binniyãt... alhadits" dan "Min husni Islamil mar-i tarkuhu mã lã yani".



Semoga Allah membimbing kita baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Cerita Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Pilkada, Ketum PBNU: Memilihlah secara Bertanggung Jawab

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, salah satu kewajiban yang ia emban sejak Muktamar di Makassar hingga Jombang, adalah mematuhi Khittah 1926. Menurutnya, pesan Khittah 1926 sudah sangat jelas, yakni NU tidak terlibat dalam politik praktis.

Karena itu, lanjut Kiai Said, jika ada pengurus NU yang mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap kandidat tertentu maka hal itu tak lebih dari sebagai pernyataan pribadi.

Pilkada, Ketum PBNU: Memilihlah secara Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada, Ketum PBNU: Memilihlah secara Bertanggung Jawab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada, Ketum PBNU: Memilihlah secara Bertanggung Jawab

“Orang NU itu juga patuh konstitusi. Punya hak dan kewajiban yang dilindungi konstitusi. Salah satunya adalah hak untuk memilih dan dipilih. Hal inilah yang bersifat pribadi. Ini sederhana dan mendasar sekali,” katanya di Jakarta, Jumat (10/2).

Bupati Tegal

Terkait pilpres, pileg, maupun pilkada, Kiai Said mendorong warga NU untuk aktif menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab. “Tanggung jawab itu ya cari-cari informasi, pakai perenungan, dan terus berdoa agar Indonesia dikaruniai pemimpin yang tidak zalim. Ini pertimbangan yang sifatnya pribadi sekali. Silakan pilih nomor berapa saja, asal bertanggung jawab,” paparnya.

Bupati Tegal

Siapa pun yang terpilih nanti, katanya, harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Ini soal amanah yang tidak mudah. Makanya, tidak hanya NU, semua orang Indonesia harus mengawal dan mengawasi pemerintahan terpilih.

“Sejak sebelum, ketika, dan seudah mencoblos, setiap pemilih harus menilai tinggi-tinggi suara pribadinya itu. Kemarin saya bilang, yang penting bukan saat coblosan saja, tapi hari-hari panjang sesudahnya,” tambahnya.

Kiai Said mengatakan, perbedaan pendapat dalam soal dukungan kepada calon pemimpin adalah hal yang wajar. Bahkan, ia menilai perbedaan itu justru membuat masyarakat cerdas dan kritis.

“Tapi tidak boleh kemudian saling menjatuhkan, apalagi fitnah. Namun tidak sedikit orang luar atau pengamat yang tidak memahami disiplin berpikir pesantren tidak jarang berlebihan melihat perbedaan pendapat di tubuh NU,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Santri, Habib Bupati Tegal

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2015-2020 yang belum lama diumumkan, Rabu (26/8/2015), akan menggelar Halaqah (Pertemuan) Kebangsaan dengan mengandeng sejumlah pihak dari lintas agama. Acara ini mengambil tema "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat".

?

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

"Insya Allah besok acara dilaksanakan di Gedung PBNU Lantai 8 jam satu siang," kata Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Selasa (25/8).

?

Helmy menjelaskan, Halaqoh Kebangsaan tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen Nahdlatul Ulama dalam mengawal keragaman di Indonesia untuk tujuan terjaganya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Tegal

?

"Indonesia adalah Negara yang memiliki keragaman yang sangat majemuk, dan keragaman itu pula yang merupakan berkah bagi Indonesia. Sudah menjadi komitmen NU untuk terus menjadi yang terdepan dalam menjaga keragaman itu, karena NU sebagai entitas dari Islam yang mayoritas sudah seharusnya mengayomi kelompok minoritas," jelas Helmy.

?

Bupati Tegal

Lebih jauh Helmy mengungkapkan, Halaqah Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari upaya menyebarluaskan Islam Nusantara ke dunia internasional. "Kita lanjutkan apa yang menjadi amanah Muktamar. Kita tunjukkan ke dunia bahwa Islam ala Indonesia ini mampu menjadi pembeda yang bisa menjadi pemersatu atas keragaman di Indonesia itu sendiri," tegasnya.

?

Akan hadir sebagai pembicara dalam Halaqoh Kebangsaan "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat" adalah Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt. Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Bhiksu YM. Dutavira Mahastavira. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Makassar, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Jamiyatul Qurra wal Huffadz NU sejak Sabtu (20/12) mulai memanfaatkan kantor sekretariat baru. Di ruang yang sudah dipersiapkan oleh PWNU Sulawesi Selatan ini, mereka mengkhatamkan Al-Quran.

Rais Majelis Ilmi JQH NU Sulsel Masykur Yusuf menyatakan rasa syukurnya atas ruang kerja yang baru. Bersama puluhan penghafal Al-Quran, ia mengkhatamkan Al-Quran untuk keberkahan ruang baru itu.

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Masykur mengatakan, "Alhamdulillah saat memasuki sekretariat baru, JQH NU Sulsel mengawali dengan Khatam Quran oleh 40 orang penghafal Al-Quran yang merupakan santri dari JQH NU Sulsel."

Bupati Tegal

Selain khataman Quran, JQH juga mengadakan Tahsin Quran untuk semua Guru Mengaji, imam masjid seprovinsi Sulawesi Selatan serta para Dai, Civitas Akademika UIM dan Warga Nahdliyin lainnya. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Sholawat, Halaqoh Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Mesir, Bupati Tegal. Sebuah pengadilan di Mesir memerintahkan Ikhwanul Muslimin dibubarkan atau dilarang keberadaannya dan seluruh asetnya disita, sebagai kelanjutan dari tindakan keras oleh pemerintah yang didukung oleh militer pada pendukung presiden terguling Mohammad Morsi.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin, 23 September oleh Pengadilan Kairo melarang Ikhwanul Muslimin, dan institusi lain yang memiliki keterkaitan atau menerima dukungan finansial.

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Tidak ada kejelasan, apakah hal ini juga diaplikasikan untuk layanan amal dan sosial yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Bupati Tegal

Pengadilan tidak mengungkapkan alasan keputusan tersebut, tapi dipicu oleh gugatan yang diajukan oleh sayap kiri Partai Progresif Persatuan Nasional, yang dikenal sebagai Tagammu, yang menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris” dan mengeksploitasi agama sebagai slogan politik.

Penyitaan aset dan pelarangan organisasi terkait, akan melemahkan jaringan Ikhwanul Muslimin di akar rumput. Keputusan pengadilan tersebut masih bisa diajukan banding.

Bupati Tegal

Ikhwanul Muslimin dilarang dalam sebagian besar eksistensinya selama 85 tahun sebelum dilegalkan pada 2011 dan kemudian pada Maret 2013, didaftarkan sebagai non-governmental organization (NGO).

Organisasi ini didirikan oleh Hasan Al Banna pada 1925, pertama kali dilarang pada 1948 setelah kembali dari Palestina selama masa pemerintahan Raja Faruk.

Waktu itu, Ikhwanul Muslimin diperkirakan memiliki 2000 cabang dan 500 ribu anggota atau simpatisan.

Setelah menjalin kerjasama dengan kelompok penjabatan militer nasionalis pada 1952 untuk meruntuhkan monarki, bulan madu singkat berakhir pada 1954 ketika Ikhwanul Muslimin menentang konstitusi sekuler dari pemimpin kudeta.

Ikhwanul Muslimin, kembali dilarang dan waktu itu, ribuan anggotanya dipenjarakan, banyak diantaranya disiksa di penjara dan di kamp-kamp konsentrasi.

?

Penerus Nasser, Anwar Sadar, menjadi presiden Mesir pada 1970 dan secara bertahap membebaskan para anggota Ikhwanul Muslimin.

Organisasi ini ditoleransi sampai pada batas tertentu, tetapi secara teknis, tetapi illegal dan menjadi subyek penumpasan periodik, khususnya setelah penandatanganan, perjanjian perdamaian Mesir dengan Israel pada 1979.

Pada 1980-an, selama pemerintahan Husni Mubarak, banyak aktifis mahasiswa Islam bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, yang membuat Ikhwanul Muslimin mendominasi asosiasi profesional dan mahasiswa di Mesir.

Selama sepuluh tahun selanjutnya, Ikhwanul Muslimin meminta diberlakukannya sistem politik yang lebih demokratis, meskipun menghadapi tindakan keras aparat keamanan sebagai kelompok dilarang selama era Mubarak.

Disamping larangannya pada 2013, Ikhwanul Muslimin mungkin memiliki anggota antara 300.000-1 juta, tetap sangat tidak populer diantara populasi Mesir lainnya yang berjumlah 85 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Businessinsider.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Syariah Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Nurhidayat Produksi Mainan Alutsista

Jakarta, Bupati Tegal. Sejak beberapa tahun lalu, Muhammad Nurhidayat memiliki hobi yang unik, yaitu membuat alutsista mainan berbahan karet penghapus, yang ia beri nama “minikar”. Minikar merupakan kependekan dari “miniatur ukir dari karet penghapus”.

Ide membuat minikar berawal sekitar 4 tahun lalu ketika sang anak minta dibelikan mainan pesawat N-250 buatan PT Dirgantara Indonesia.?

Nurhidayat Produksi Mainan Alutsista (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurhidayat Produksi Mainan Alutsista (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurhidayat Produksi Mainan Alutsista

“Saat itu anak pertama saya masih TK. Dia minta dibelikan pesawatnya Pak Habibie (N-250). Wah, saya bingung. Selama ini yang ada di pasaran kan mainan miniatur pesawat buatan luar negeri. Belum ada pesawat buatan (negara) kita yang diperbanyak menjadi mainan. Saya katakan kepada anak saya, belum ada mainan seperti itu (miniatur N-250),” kata pria 37 tahun kelahiran Surabaya, yang kini menetap di Semarang, Senin (27/3).

Ayah tiga anak yang bekerja sebagai dosen sebuah perguruan tinggi swasta di Gorontalo kembali bingung sewaktu sang anak juga minta dibelikan mainan berbentuk Anoa buatan PT Pindad.?

“Anak saya lihat (panser) Anoa di internet. Dia bilang sangat bagus dan keren. Lalu juga minta dibelikan mainan (panser Anoa) itu,” ujar Nurhidayat.

Bupati Tegal

Pria yang kini kuliah di pascasarjana Universitas Diponegoro ini pun memiliki ide membuat mainan berbentuk alutsista setelah melihat maket arsitektur di sebuah kantor pemerintah daerah.?

“Pada maket itu kan juga terpajang miniatur mobil-mobilnya berbahan karet penghapus. Nah, dari situ saya mendapat ide. Maka saya membeli beberapa buah karet penghapus dan perlengkapan lainnya untuk membuat mainan alutsista,” cerita Nurhidayat.

Ia mengukir batangan-batangan karet penghapus dan mengecatnya hingga berbentuk menyerupai aneka alutsista seperti tank, panser, truk peluncur misil, truk angkut tentara, rantis (kendaraan taktis), helikopter serbu, helikopter angkut tentara, hingga pesawat tempur.?

“Alhamdulillah meskipun tidak mirip banget dengan aslinya, tapi anak saya suka,” kata pria yang mengagumi B.J. Habibie ini.

Bupati Tegal

Ternyata tidak hanya anak Nurhidayat saja yang menyukai minikar buatannya, tetapi juga anak-anak tetangga sekitar rumah, baik sewaktu masih di Gorontalo maupun setelah pindah ke Semarang.?

“Anak-anak tetangga, juga teman-teman sekelas anak saya minta dibuatkan juga. Malah ada yang minta diajari cara pembuatannya. Saya pun membuatkan ataupun mengajari cara pembuatannya,” kenang Nurhidayat.?

Hingga kini ia telah diundang ke beberapa sekolah, ponpes, dan masjid untuk mengajarkan cara pembuatan mainan tersebut kepada anak-anak.

Nurhidayat kagum dan sangat mendukung bangsa ini berusaha mandiri dalam hal pengadaan alutsista. “Semoga alutsista (buatan bangsa) kita banyak juga diminati bangsa lain. Agar kita suatu saat nanti dikenal sebagai negara pengekspor alutsista, bukan lagi sebagai pengimpor seperti sekarang,” harap pria yang menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di Tarakan, Kalimantan Utara ini.

Namun, Nurhidayat mengakui bahwa minikar buatannya tidak mirip dengan alutsista sungguhan yang dibuat PT Pindad maupun PT-DI.?

“Alasan pertama, karena saya belum minta izin dari PT Pindad dan PT-DI. Semua alutsista buatan mereka kan ada hak ciptanya. Kita harus menghormatinya. Alasan kedua, saya memang tidak bisa membuatnya menjadi mirip. Hahaha,” selorohnya.?

Alumni Universitas Hasanuddin itu berharap, pemerintah memproduksi mainan atau miniatur berbentuk alutsista produksi dalam negeri.?

“Selama ini kan anak-anak kenalnya dengan (panser) Tarantula padahal kita sudah punya Anoa dan Badak. Anak-anak akrab dengan (rantis) Hummer-nya Amerika meskipun kita sudah produksi Komodo. Sebab selama ini alutsista kita tidak disosialisasaikan dalam bentuk mainan. Jadi banyak anak-anak tidak kenal karya bangsa sendiri. Anak saya saja bilang sendiri bahwa (rantis) Komodo bentuknya lebih keren daripada Hummer,” jelas Nurhidayat.

Menurut Nurhidayat, jika ada BUMN atau pun perusahaan swasta yang mau memproduksi secara massal mainan atau miniatur berbentuk alutsista Indonesia, anak-anak bangsa ini akan semakin cinta dengan produksi dalam negeri.?

“Bahkan bisa juga diekspor ke mancanegara. Sehingga anak-anak di seluruh dunia pun mengenal (panser) Anoa, Badak, (ranris) Komodo, dan semua kendaraan buatan Indonesia lainnya,” harapnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Habib, Pesantren Bupati Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa

Kediri, Bupati Tegal. Memasuki hari keempat, Pelatihan Pelatih Wasit dan Juri Tingkat Nasional yang digelar? Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Ponpes Al-Amien, Ngasinan, Rejomulyo, Kediri, Jawa Timur (28/5) berjalan dengan baik dan lancar.

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa

Menurut keterangan Ketua Panitia Miftahul Aziz, peserta pelatihan diikuti hampir dari seluruh PW Pagar Nusa se-Indonesia, termasuk dari Papua.

Di sela-sela jam istirahat, salah seorang pelatih, Kat Mudjiono (Ketua Lembaga Wasit Juri Nasional PB IPSI) menyampaikan, bahwa penyelenggaraan pelatihan ini cukup baik. Walau begitu, ungkapnya, ada beberapa hal yang tetap harus ditingkatkan ke depan, termasuk dalam hal kedisiplinan.

Bupati Tegal

Namun secara umum, peserta pelatihan punya semangat yang luar biasa. "Secara umum saya menilai, peserta pelatihan sangat luar biasa. Terbukti di situ, setelah materi habis, mereka masih melanjutkan latihan sampai malam. Mereka sangat antusias dalam berlatih."

Lebih lanjut Mudjiono menyampaikan, "PB IPSI menilai, pelatihan ini sangat luar biasa, karena ini event nasional yang jarang dilakukan oleh perguruan lain. Dan, itu saya lihat banyak pejabat-pejabat yang datang, termasuk Ketua PBNU, Pak Menteri (Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Red.), serja Dirjennya, Pak Wakil Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Wakil Walikota (Kediri, Red.); sangat mendukung dan antusias sekali."

Bupati Tegal

Sementara itu, salah seorang Majelis Pendekar Pagar Nusa, Kiai Zainal Suwari, mengatakan, pelatihan kali ini cukup banyak peningkatan. Ia pun berharap, ke depannya acara-acara pelatihan akan semakin baik dan berkualitas.

Pendekar asal Pasuruan, Jawa Timur, ini menghimbau agar para pesilat Pagar Nusa tidak menyia-nyiakan setiap event yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat, atau pun yang lain. (Ali Rahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nusantara, Lomba Bupati Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jumat (25/10), menyambut dan memberikan pembekalan kepada 23 calon mahasiswi Afganistan yang akan belajar di salah satu perguruan tinggi NU. Mereka akan mendapatkan beasiswa penuh dari PBNU untuk belajar di Fakultas Ekonomi, Farmasi, FISIP dan Ilmu Hukum.

“Selamat datang di Indonesia. Ini adalah negara kalian juga. Selamat datang di kantor PBNU. NU adalah organisasi Islam yang mengembangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah, sama seperti Afganistan,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud saat menyambut para calon mahasiswi di kantor PBNU sambil memberikan motivasi kepada para calon mahasiswi.

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

23 Mahasiswi Afganistan Belajar di Perguruan Tinggi NU

23 calon mahasiswi dari Afganistan berusia 19-23 tahun yang merupakan perwakilan dari beberapa wilayah di Afganistan. Mereka akan menempuh pendidikan di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang selama empat tahun. Namun sebelumnya mereka akan mengikuti matrikulasi bahasa Indonesia selama satu tahun.

Bupati Tegal

Mereka tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta sejak Selasa (21/10) kemarin. Mereka beristirahat dan dikenalkan tentang NU dan budaya dan bahasa Indonesia. Selama tiga hari mereka telah lancar mengatakan “Apa kabar”.

Salah seorang perwakilan calon mahasiswa, Masauda Monica mengatakan, dia dan teman-temannya seperti bermimpi bisa datang ke Indonesia dan belajar di perguruan tinggi NU.

Bupati Tegal

“Mimpi kami sudah menjadi kenyataan. Kami akan belajar dengan keras. Kami berharap bisa membawa banyak ilmu ke Afganistan,” kata Masauda dalam bahasa daerah Afganistan yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah. Sebagian mahasiswi masih menggunakan bahasa lokal, dan tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab atau Inggris.

Masauda bercerita, pada awalnya, saat tiba di bandara mereka ragu dan takut belajar di Indonesia. Namun setelah tiga hari mendapat pengarahan dari para tokoh NU, mereka kembali bersemangat dan ingin segera belajar.

Ufi Ulfiyah dari pengurus pusat Lakpesdam NU yang mendampingi para calon mahasiswi bercerita, sebagian mereka masih tercengang dengan Indonesia, terutama terkait kebebasan kaum perempuan saat berada di luar rumah.

“Di Afganistan kalau kita keluar ke warung kita diawasi dari kaki sampai kepala. Tapi di sini kita lihat banyak perempuan-perempuan bebas di jalan-jalan raya,” kata Ufi menirukan mereka.

Para calon mahasiswa Afganistan juga sempat tegang saat berada di kendaraan dari bandara Soekarno-Hatta. “Waktu itu jalan raya dalam kondisi macet. Mereka mengira sedang ada bom atau keributan,” kata Ufi.

Usai menerima pembekalan dari PBNU para calon mahasiswa juga sempat diajak mengunjungi beberapa ruangan di kantor PBNU seperti ruang redaksi Bupati Tegal di lantai 5 dan Pojok Gus Dur di lantai dasar.

Selain Sekjen PBNU, para calon mahasiswa juga disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali, Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim DZ dan Enceng Shobirin, dan Adnan Anwar, serta Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik dan Wakil Ketua PP Lakpesdam Lilis Nurul Husna.

Sabtu (26/10) besok para calon mahasiswa akan langsung berangkat ke Unwahas Semarang. Mereka akan tinggal di asrama dan berbaur dengan mahasiswi NU lainnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Hadits Bupati Tegal

Selasa, 28 November 2017

GP Ansor Boyolali Siap Adakan Akreditasi PAC

Boyolali, Bupati Tegal. Untuk meningkatkan mutu organisasi, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tengah mempersiapkan diri untuk melakukan akreditasi ke tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga ranting.

GP Ansor Boyolali Siap Adakan Akreditasi PAC (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Siap Adakan Akreditasi PAC (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Siap Adakan Akreditasi PAC

Menurut Kasatkorcab Banser Boyolali, Abdullah, akreditasi ini merupakan program lanjutan dari tingkatan atas.

“Kalau di tahun 2016, akreditasi sebatas tingkatan PC, tahun 2017 ini sudah sampai tingkatan PAC,” jelas Abdullah saat dihubungi Bupati Tegal, Jumat (6/1).

Lebih lanjut dipaparkan Abdullah, dari sekian PAC yang diakreditasi, nantinya akan dipilih 1 PAC terbaik untuk diajukan ke tingkatan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah.

Bupati Tegal

Adapun penilaian akreditasi meliputi beberapa aspek, yakni bidaing administrasi, kebanseran, Rijalul Ansor, ekonomi dan kaderisasi.?

“Banyaknya jumlah anggota belum tentu menjadi penentu yang terbaik, sebab mesti ada kriteria pemerataan anggota dan rutinitas kegiatan,” paparnya.

Sementara itu, di bidang ekonomi, PAC yang akan diakreditasi memiliki usaha yang dapat mensejahterakan anggotanya. “Misal memiliki koperasi atau produksi lainnya,” jelas dia.?

Dengan adanya program akreditasi ini, diharapkan para pengurus PAC juga dapat berbenah, untuk menghidupkan kepengurusan ranting-ranting yang ada di bawahnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Santri, IMNU, Lomba Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Warga NU Gembira Ketua Muhammadiyah Ikut Tahlil

Acara tahlilan 40 hari wafatnya Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Kajen-Margoyoso-Pati yang digelar pada Selasa (4/3) malam sangat meriah. Kemeriahan ini terasa ketika banyak tokoh nasional datang dari Jakarta, baik dari PBNU dan MUI, maupun para pengurus NU dari berbagai daerah. Bahkan, beberapa pengurus NU dari Jawa Timur datang tiga hari sebelumnya.

Momentum ini lalu diabadikan oleh banyak orang dan dipublikasikan melalui berbagai media sosial. Misalnya, M. Saiful Akhyar, salah satu guru senior di Madrasah Mathaliul Falah Kajen. Di akun facebook-nya Saiful meng-upload foto-foto tahlil 40 hari almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh Kajen Pati. Spontan foto-foto ini diteruskan oleh banyak facebooker melalui akun mereka masing-masing.

Pada foto pertama di akun M. Saiful Akhyar tampak Gus Qoyyum Lasem dan Gus Rozin (Shohibul Bait) dan kedua bersama Habib Muhammad Aidid. Tentu yang menarik adalah foto ketiga. Ya, tampak Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dan Ketua Umum Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin sedang khusyuk mengaminkan doa yang dipimpin Habib Muhammad al-Aidid dari Tayu.

Foto ketiga itu pun banyak disukai dan mengundang banyak komentar. Banyak yang menyatakan senang, dua pemimpin organisasi besar duduk bersama, meskipun kelihatannya Pak Din Syamsuddin datang dalam kapasitasnya sebagai ketua Umum MUI menggantikan Kiai Sahal.

Warga NU Gembira Ketua Muhammadiyah Ikut Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Gembira Ketua Muhammadiyah Ikut Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Gembira Ketua Muhammadiyah Ikut Tahlil

Namun foto Said Aqil bersampingan dengan Din Syamsuddin lebih dilihat sebagai representasi dari dua pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia: NU dan Muhammadiyah.

Aku facebook Syafiq Hasyim misanya menulis. “Ikut share foto yang enak dipandang mata dan tentram dirasa hati. Dua pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, duduk bareng mendoakan kyai Sahal yang sudah 40 hari meninggalkan kita. Apabila digabungkan, jumlah pengikut dua Ormas ini akan lebih besar dari jumlah penduduk Mesir, Saudi apalagi Malaysia…” Syafiq adalah salah seorang pemimpin cabang istimewa NU di luar negeri.

Bupati Tegal

Yang menarik, Said Aqil dan Din Syamsuddin datang dan berdoa dalam kegiatan tahlil 40 hari Kiai Sahal. Yang lebih menarik lagi di depan keduanya terlihat banyak plastik berisi makanan atau berkat yang diperuntukkan bagi para jamaah tahlilan. Tahlilan dan jamuan makanan dari keluarga yang meninggal dunia biasanya dianggap tabu oleh kalangan Muhammadiyah, termasuk dalam kategori bid’ah.

Dalam akun facebook seseorang bernama Arby Ubay berkomentar, “Alhamdulillah... Tokoh sekaliber Din Syamsudin hdr di tengah2 poro kyai yg sdng tahlil dn bc yasin dlm 40 hri wafat Hadrotussyeh Yai Sahal. Kt sbgai orang NU kudu bangga dn slalu mndoktrin untuk slalu mngajarkn kpd sesama bhw 7(nujuh hr) 40 (matang puluh) adalah tdk cm sekedar kirim doa tp lebih sebagai ibadah yg di dlmnya memuat berbagai kemnfaatan yg luar biasa mnyatukn kekuatan dr sebuah keyakinan antara Muhammadiyah dn Nahdliyah... Sy jd ingat: Gus Dur nate dawuh... Biarkan mereka dgn wadahnya tapi.... Amaliyahnya seperti kita (NU).....”

Tahlil 40 hari Kiai Sahal Mahfudh di Kajen dipimpin Habib Muhammad al-Aidid dari Tayu dan doa pamungkas dipimpin oleh KH Said Aqil Siroj. Tak kurang dari 6500 orang hadir terutama para santri dan jamaah tahlil juga datang dari Kajen dan sekitarnya. Selain itu, para santri juga turut serta dalam acara ini. Usai tahlil, sebagian jama’ah melanjutkan khataman Al-Qur’an malam ke-40 di makam Almaghfurlah yang berada di kompleks maqbarah Syekh KH Ahmad Mutamakkin. (Ali Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Lomba Bupati Tegal

Senin, 20 November 2017

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Gorontalo H. Muhajirin Yanis mengatakan, cara beragama masayarakat Islam di Gorontalo secara umum adalah Ahlussunah wal Jama’ah. Mereka melakukan tahlilan, ziarah kubur, tarawih 20 rakaat, sebagaimana dilakukan umat Islam di Nusantara.

Sehingga, kata dia, NU punya peluang besar utuk dikembangkan di daerah tersebut. “Pengembangan NU akan berjalan lancar karena kulturnya sama dengan apa yang menjadi kultur NU,” jelasnya di Bone Bolango, Gorontalo, Kamis siang (26/5).

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluang dan Tantangan PWNU Gorontalo

Namun, lanjut dia, dari aspek kelembagaan masih lemah karena sedikit orang yang terlibat dalam struktur itu sendiri. “Kita harapkan dari anak-anak muda yang kemudian akan dewasa untuk ikut membantu,” tambahnya.

Bupati Tegal

Untuk menjembatani masalah itu, PWNU terus membangun komunikasi seperti menggunakan medias sosial. “Kita tentu tidak berharap kumpul semua jika ada acara.”

Bupati Tegal

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia tahun 90-an ini menilai, Konsolidasi sudah jalan. Alhamdulillah badan otonom berjalan, terbangun komunikasi cukup bagus, dia ntaranua kegiatan seperti ini adalah komunikasi yang baik. ?

Meski di ujung kepengurusan periode pertama, ia masih memiliki cita-cita unggulan yaitu ingin memiliki kantor PWNU sebagai pusat kegiatan. “Supaya tugas-tugas organisasi berjalan dengan baik, juga sebagai simbol organisasi yang eksis, perlu ada gedung sekretariat, baik wilayah maupun cabang,” jelasnya. ?

Gorontalo sebagai PWNU terbilang baru karena provinsi tersebut dibentuk 15 tahun lalu. Setelah resmi menjadi provinsi, 2 tahun kemudian dibentuk pengurus wilaya dengan ketua Ismet Mileh, periode selanjutnya Karim Pateda. Ketika masih berstatus kabupaten, NU sudah masuk ke Gorontalo sejak tahun 50-an, ketika menjelang Pemilu pertama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Lomba, Anti Hoax Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Ideologi HTI Masih Melekat, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Jombang, Bupati Tegal?

Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) secara kelembagaan oleh pemerintah pada beberapa waktu lalu mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak. Di antaranya organisasi kepemudaan benteng ulama, Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari jajaran kepengurusan pusat hingga daerah.

Ideologi HTI Masih Melekat, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ideologi HTI Masih Melekat, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ideologi HTI Masih Melekat, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah

Namun demikian, langkah pemerintah di atas menurut Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Jombang Jawa Timur H Zulfikar Damam Ikhwanto masih ada pekerjaan rumah (PR) lain yang juga harus menjadi perhatian, khususnya di kalangan pemerintah, yaitu pengaruh ajaran atau ideologi yang tentunya masih melekat di kepala para pengurus dan simpatisan HTI.?

Pengaruh ideologi tersebut menurut pria yang kerap disapa Gus Antok ini harus dibersihkan, sebab akan tetap membahayakan pada perkembangannya. Dirinya tak menampik adanya sebagian jajaran pengurus HTI yang juga berada dalam birokrasi dan aparatur negara.

"Hal ini juga sangat mengkhawatirkan dan membahayakan, meski secara resmi pemerintah telah membubarkan HTI secara kelembagaan," ujarnya kepada Bupati Tegal, Selasa (9/5).

Bupati Tegal

Merujuk pada rekomendasi konferensi besar (Konbes) XXI GP Ansor tahun 2017, Gus Antok mengungkapkan setidaknya masih ada dua langkah lagi yang mesti dilakukan pemerintah agar HTI dan organisasi serupa yang jelas mengancam eksistensi Pancasila dan NKRI tidak berkembang lagi.?

Dua langkah sesuai rekomendasi Konbes tersebut. Pertama, mendesak Pemerintah Republik Indonesia membersihkan oknum-oknum di dalam birokrasi dan aparatur negara termasuk PNS dan dosen dari anasir-anasir HTI dan kelompok radikal lainnya.?

Kedua, mendesak Pemerintah Republik Indonesia membersihkan sekolah-sekolah dan kampus dari pengaruh guru-guru atau dosen yang mengajarkan paham HTI dan radikalisme agama yang akan mengancam eksisitensi Pancasila dan NKRI di masa mendatang.

"Setelah poin 1 dan 2 rekomendasi Konbes XXI GP Ansor berhasil, mari pastikan poin (langkah, red) 3 dan 4 dilaksanakan oleh pemerintah dan pihak-pihak terkait. Semoga Allah SWT meridhoi langkah perjuangan kita menjaga negara warisan para ulama ini," tambah salah seorang PNS di lingkungan Kota Santri ini.

Bupati Tegal

Dikatakan dia, radikalisme atas nama apapun, sekiranya tidak konstitusional dan tidak menghargai demokrasi Pancasila, tentu menjadi kewajiban pemerintah beserta aparatnya mengambil tindakan, apalagi bila radikalisme ini dibalut atas nama agama.?

"Sebagai bagian dari masyarakat, kita wajib mengingatkan pemerintah beserta aparatnya," pungkas Gus Antok. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Sumenep, Bupati Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto yang diwakili Ketua MWCNU Bluto Ahmad Wari, Rabu (9/1), menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama Pembukaan BMT NU Cabang Bluto dengan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT NU Pusat Gapura di Bluto.

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Pembuat kometmen yang juga melakukan tanda tangan di atas meterai 6000 adalah Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Pusat Gapura Masyudi dan Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi sebagai pihak yang menyetujui.

Surat perjanjian yang ditandatangi berisi 11 pasal. Pasal-pasal tersebut mengatur kewajiban pihak yang membuat kometmen (Pasal 1), hak para pihak (Pasal 2), prngambil alihan tanggung jawab (Pasal 4), batas perjanjian (Pasal 5), evaluasi kerjasa (Pasal 6), pengahiran kerjasama (Pasal 7), force majeure (Pasal 8), penyelesaikan permasalahan (Pasal 9), penyerahan pada pihak ketiga (Pasal 10), dan lain-lain (Pasal 11) yang berisi empat poin.

Bupati Tegal

Usai melakukan tanda tangan, Manager BMT NU Pusat Gapura meyerahkan surat perjanjian kersama kepada Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi.

Bupati Tegal

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Ulama, Lomba Bupati Tegal

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU

Kudus, Bupati Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir (Harlah) NU yang ke-91, pengurus Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Khurriyatul Fikri mengadakan jalan sehat, Ahad (18/5) pagi. Start pemberangkatan berada di halaman madrasah setempat di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan mengakhiri perjalanan di lokasi yang sama.

Acara yang diikuti dewan guru dan semua murid Raudlatul Athfal (RA) dan MI NU Khurriyatul Fikri, berlangsung semarak. Setiap peserta yang terdiri dari sekitar 250 orang mengibarkan bendera kecil dari kertas berlogo Nahdlatul Ulama dan bertuliskan Harlah NU Ke-91 di MI NU Khurriyatul Fikri.

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU

Di samping melambai-lambaikan bendera, ratusan peserta ini juga melantunkan shalawat di sepanjang perjalanan. Terik matahari yang beranjak siang tak memutuskan semangat mereka untuk menyelesaikan perjalanan hingga garis finis.

Bupati Tegal

Selain pihak sekolah, turut terlibat pula dalam jalan sehat ini sejumlah badan otonom NU, seperti Muslimat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Desa Pasuruhan Lor. Kepala desa setempat juga tak ingin ketinggalan dalam momen jalan sehat ini.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah NU Pasuruhan Lor Kiai Hasyim As’ari berpesan kepada semua peserta Jalan Sehat, untuk terus memupuk jiwa pengabdian, khususnya di Desa Pasuruhan Lor. “Kita sebagai generasi muda NU, nantinya memegang tonggak estafet dari kepengurusan NU untuk masa depan,” terangnya sebelum melepas peserta jalan sehat. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Meme Islam, Lomba Bupati Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Lagi, Pesantren Asshidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang Bedah Mushola

Karawang, Bupati Tegal. Untuk yang ke tujuh kalinya, Pesantren Asshidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang, Jawa Barat kembali merenovasi mushola tidak layak guna dalam kegiatan bedah mushola, kali ini mushola yang direnovasi tersebut adalah Mushola As-Sajadah yang beralamat di Kampung Gebang Malang, Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang dan diresmikan pada Sabtu (25/6) malam.

Dalam sambutannya, H Tawi selaku Kordinator kegiatan mengungkapkan, ia bersama tim dari Pesantren Ashidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang sudah bertekad untuk tetap istiqomah dalam merenovasi mushola tidak layak guna yang ada di Kabupaten Karawang.

Lagi, Pesantren Asshidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang Bedah Mushola (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Pesantren Asshidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang Bedah Mushola (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Pesantren Asshidiqiyah 3 dan LAZISNU Karawang Bedah Mushola

"Kegiatan rutin bulanan ini akan terus kami upayakan dalam rangka amal sholeh sosial agar masyarakat sekitar musholla dapat lebih nyaman dan lebih semangat lagi dalam beribadah," tutur H Tawi.

Sementara itu, KH Hasan Nuri Hidayatullah, Khodimul Mahad Pesantren Asshiddiqiyah 3 Karawang menyampaikan bahwa ungkapan rasa syukur atas dibangunnya musholla ini adalah dengan memakmurkannya.

"Karena memakmurkan masjid itu bisa menjadi salah satu pintu agar kita mendapatkan hidayah," tukas Rais PCNU Karawang itu.

Bupati Tegal

Ia pun mengingatkan bahwa pada 10 hari akhir bulan Ramadhan yang penuh berkah ini ada satu malam yang sangat mulia, yaitu malam lailatul qodar atau malam turunnya Al-Quran. Ibadah di malam ini pun pahalanya dihitung seperti kita beribadah selama 1000 bulan.

Dalam alquran, kata dia, peristiwa diturnkannya alquran ini ada dua. Yaitu turunnya alquran seluruhya dari lauhul mahfudz ke baitul izzah dan turun kepada Rasulullah SAW secara bertahap untuk menjawab pertanyaan masyarakat pada masa itu selama 23 tahun.

Ditambahkannya, untuk mendapatkan pahala lailatul qodar ada dua cara. Pertama kita bisa melakukan ibadah dan berdzikir sepanjang malam. Apabila ini terlalu berat, pilihan yang kedua adalah beribadah sholat isya dan shubuh dengan berjamaah.

Bupati Tegal

"Karena seseorang yang melakukan sholat isya berjamaah ia mendapatkan pahala ibadah pada separuh malam. Adapun orang yang melakukan sholat shubuh berjamaah, sama dengan ibadah sepanjang malam," ujarnya.

Menutup taushiyahnya, kiai yang akrab disapa Gus Hasan itu mengajak masyarakat untuk lebih semangat lagi dalam beribadah dan memakmurkan mushola as-Sajadah ini. Ia pun memohon doa agar kegiatan sosial ini dapat terus terlaksana dengan lancar dan harta orang-orang yang menginfakkan dapat menjadi barakah.

Dalam kegiatan yang dilanjutkan dengan santunan itu, turut hadir Gatot Mukhlisin, Ketua LAZISNU Karawang, Rahmatullah, Ketua BMT NU (Niaga Utama) Cabang Cilamaya, Amin Rosyid Ketua DKM An-Nur PT. Yamaha 2, para kyai, sesepuh dan masyarakat setempat. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba Bupati Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Jakarta, Bupati Tegal

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Damaskus mengikuti Pameran Pembangunan “Expotechno Build Syria” ke-3 pada 16—18 Mei 2016 di Hotel Damarose Damaskus yang diselenggarakan oleh Pemerintah Suriah sebagai bagian dari rangkaian kampanye program Rebuild Syria (pembangunan kembali Negara Suriah).

Pameran yang mengangkat tema “For Better Syria” itu diikuti oleh lebih dari 40 stan perusahaan di sektor rekonstruksi, tenaga listrik/tenaga surya, pembangunan infrastuktur, pengairan, renewable sources, dan elektonik yang berasal dari Suriah dan Lebanon. Pameran Techno Build Syria ke-3 yang akan berakhir pada 18 Mei 2016 ditargetkan akan dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung. Dibandingkan sebelumnya, pameran kali ini diikuti oleh lebih banyak ragam peserta dari berbagai perusahaan.

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Stan Pameran, KBRI Damaskus Dukung Pembangunan Kembali Suriah

Stan KBRI Damaskus menampilkan dua Perusahaan BUMN Indonesia, yaitu PT Wijaya Karya Persero (tbk) dan PT INKA Persero yang telah mengirimkan berbagai materi pameran untuk dipajang di stan Indonesia, demikian siaran pers Pensosbud KBRI Damaskus yang diterima Bupati Tegal.

Bupati Tegal

Pameran “Expotechno Build Syria” dibuka Senin (16/05) oleh Menteri Pembangunan Umum Ir. Hussein Arnous; didampingi Menteri Pengairan dan Irigasi Dr Kamal Shikha; Duta Besar RI Damaskus Djoko Harjanto dan disaksikan oleh para pejabat setempat, delegasi perusahaan-perusahaan konstruksi serta delegasi dari berbagai Kedutaan Asing.

Bupati Tegal

Mendapat apresiasi



Setelah acara pembukaan, stan KBRI Damaskus adalah stan pertama yang dikunjungi oleh Menteri PU Ir. Hussein Arnous dan para pejabat setempat. Saat mengunjungi stan KBRI Damaskus, Menteri PU Ir. Hussein Arnous menulis pesan di buku tamu.

“Saya atas nama rakyat dan Pemerintah Suriah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rakyat dan Pemerintah Indonesia yang telah berpartisipasi dalam pameran ini,” tulis Menteri Arnous, “Ini adalah bukti Indonesia adalah sahabat sejati Suriah yang mendukung pembangunan kembali Suriah pasca konflik.”

Pada kesempatan itu, Dubes RI Damaskus, Djoko Harjanto, pun menyerahkan cenderamata kepada Menteri PU Eng. Hussein Arnous.

Dalam kesempatan wawancara dengan berbagai media di Suriah, seperti Syria FM, Syria TV, Stasiun TV Nour Sham, Sinmar News, Iraq News, dan Media East Channel, Duta Djoko menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam Expo ini merupakan wujud dari dukungan Indonesia kepada Suriah mengingat ikatan persahabatan antara Indonesia dan Suriah sudah terjalin sejak lama.

“Sudah sepantasnya Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini dalam rangka membantu pembangunan Suriah pasca konflik,” jawab Dubes Djoko kepada para wartawan. “Pameran ini juga merupakan peluang yang sangat baik bagi KBRI Damaskus untuk memperkenalkan potensi Indonesia di sektor konstruksi dan pembangunan serta transportasi perkerata-apian kepada masyarakat dan Pemerintah Suriah.” Duta Djoko mempromosikan PT. Wijaya Karya Persero, BUMN yang telah berpengalaman dalam membangun berbagai konstruksi di luar negeri dan PT. Industri Kereta Api yang sukses mengekspor produknya ke luar negeri.

Menurut Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Damaskus, Makhya Suminar, tidak hanya menarik perhatian para media, tetapi juga stan Indonesia juga menarik perhatian berbagai pengusaha yang mencari informasi untuk membuka hubungan dan memanfaatkan peluang bisnis dengan Indonesia. Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh KBRI Damaskus untuk menyebarkan informasi terkait pelaksanaan Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan pada 12 – 16 Oktober di Jakarta.

“KBRI Damaskus adalah satu-satunya Kedutaan yang berpartisipasi pada Pameran Expotechno Build Syria ini,” ujar Makhya Suminar, “Ini wujud kedekatan KBRI Damaskus dengan Pemerintah Suriah dalam bidang ekonomi dan pembangunan.”

Tujuan KBRI Damaskus untuk berpartisipasi pada Pameran ini adalah untuk membuka mata rakyat dan para pemangku kepentingan di bidang konstruksi dan transportasi di Suriah akan potensi yang dimiliki Indonesia sehingga membuka peluang bagi Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam program Rebuild Syria yang dicanangkan pemerintah Suriah pasca konflik. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock