Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno

Wonosobo, Bupati Tegal. Situs Liangan terletak di lereng timur laut Gunung Sindoro, tepatnya di dusun Liangan Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, Jawa Tengah. Dari arah pertigaan Ngadirejo hanya sekitar 3 km, yaitu melalui jalur alternatif yang menuju kawasan Wonosobo dan Dieng. Sampai desa Purbosari akses jalan relatif bagus ditempuh. Hanya mulai gerbang desa hingga lokasi situs, selain cukup menanjak, juga jalanan masih berbatu. ? ? ?

Berdasarkan pantauan Bupati Tegal Jumat (24/6), yang menarik adalah sikap warga atau penduduk Liangan Purbosari sendiri sebagaimana juga umumnya desa-desa di Kabupaten Temanggung yang masih tetap mencirikan karakteristik orang Jawa tulen. Terutama Sikap ramah dan kehalusan tutur kata yang begitu kentara. Ketika sudah memasuki areal dusun Liyangan Purbosari, meski sama-sama tidak kenal tapi sangat tidak enak bila pengunjung tidak menyapa warga setempat yang kebetulan dilewati di jalan.?

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngabuburit di Situs Liangan, Permukiman Zaman Mataram Kuno

Bahkan tidak jarang warga setempat yang akan mulai menyapa dengan bahasa Jawa kromo madyo yaitu bahasa jawa halus tingkat menengah yang sering digunakan salah satunya kepada orang yang belum dikenal. Jika sudah saling sapa segera suasana kekeluargaan dan keakraban akan tercipta. Entah hanya basa-basi atau sungguhan, umumnya mereka akan mengajak mampir, singgah ke rumah mereka.

Karena situs liangan ini belum dibuka atau dijadikan sebagai obyek wisata, tidak ada tarikan tarif karcis masuk bagi pengunjung. Hanya sekitar belasan orang saja yang sedang berkunjung di situs tersebut. Itu saja sebagian karena kebetulan mereka waktu itu sedang melewati kawasan ini. Begitu pula area situs masih asli, belum ada proyek bangunan tertentu untuk menarik minat pengunjung. Di sekeliling area situs selain terdapar rerimbunan pohon bambu, merupakan lahan pertanian warga yang ditanami seperti tembakau, cabai dan lain sebagainya. ? ?

Bupati Tegal

Berdasarkan laporan dari Balai Arkeologi Yogyakarta yang terpampang di salah satu lokasi, Situs Liangan ditemukan pertama kali pada akhir tahun 2008 ketika penambang pasir menemukan struktur talud yang dibangun dari dari batu-batu persegi, komponen candi, artefak dan arca. Pada awal tahun 2009 balai arkeologi Yogyakarta melakukan peninjauan berdasarkan laporan tersebut. Beberapa data tambahan yang ditemukan pada kegiatan peninjauan tersebut adalah sebaran yoni dan batu candi di atas talud, fragmen kermik, serta talud boulder yang menempel di dinding talud kubus batu.

Pada pertengahan 2010 ditemukan bangunan candi oleh penambang di seberang kali liangan. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan penelitian yang menghasilkan gambaran bahwa situs liangan memiliki komponen permukiman lengkap, meliputi aspek hunian, peribadatan, serta pertanian. Data yang mengejutkan ialah ditemukannya arang sisa kayu yang merupakan bagian dari bangunan rumah. Dalam kesimpulannya, hasil penelitian tersebut menyatakansitus liangan sebagai situs permukiman masa mataram kuno dari abad 8-10 Masehi. Hal ini didukung oleh umur relatif gaya profil kaki bangunan candi, keramik cina, usia arang bambu (971 m), dan arang kayu (742 m). (M. Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Harian PBNU menyampaikan maklumat bagi PWNU dan PCNU se-Indonesia perihal ketentuan muktamar. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Jakarta, Senin (9/3) sore, memberikan kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk melakukan konferensi paling lambat 30 April 2015 mendatang.

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

30 April Batas Akhir PWNU dan PCNU Gelar Konferensi

PBNU menjatuhkan sanksi bagi mereka yang telat mengadakan konferensi. Selain harus melakukan segera konferensi, mereka juga tidak memiliki hak pada Muktamar Ke-33 NU di Jombang.

Sejumlah peserta Rapat Harian mengusulkan agar mereka yang melewati batas yang ditentukan PBNU ditolak pada forum muktamar NU mendatang. Tetapi Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ tidak sepakat.

Bupati Tegal

Mereka yang melewati batas akhir, perlu diakomodasi hanya sebagai peninjau, bukan sebagai peserta muktamar. Artinya, mereka tidak memiliki hak-hak sebagai peserta penuh, ujar Munim.

Bupati Tegal

“Kalau konferensi wilayah dan cabang tidak segera dilaksanakan, maka PWNU dan PCNU yang bersangkutan tidak memiliki hak penuh dalam muktamar termasuk salah satunya hak suara,” kata Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Ketentuan ini disepakati oleh pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU beserta panitia Muktamar Ke-33 NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Kiai, Sejarah Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Boyolali, Bupati Tegal



Kabar duka kembali datang dari NU Soloraya. Beberapa hari lalu, Mustasyar PCNU Sukoharjo KH Agung Syuhada wafat. Kini, Senin (28/8), Rais Syuriah MWCNU Cepogo Boyolali KH Muhammad Suparno berpulang ke Rahmatullah.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, almarhum meninggal pada pukul 00.30 WIB di kediamannya Sambungrejo Mliwis Cepogo Boyolali, karena sakit.

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriah NU Cepogo KH Muhammad Suparno Wafat

Ketua PC GP Ansor Boyolali Khoirudin Ahmad mengungkapkan, semasa hidupnya Kiai Suparno dikenal sebagai sosok yang teguh dalam memperjuangkan dakwah Islam, khususnya di Cepogo.

“Selain di menjadi Rais Syuriah NU di Cepogo selama dua periode, beliau juga mengasuh beberapa majelis ta’lim mujahadah Asmaul Husna dan Jamuna,” terang Khoirudin.

Saat berita ini ditulis, diperoleh keterangan jenazah Kiai Suparno yang juga pengasuh Pesantren Bani Syansuri akan dimakamkan pada Senin Pukul 13.00 WIB di Pemakaman Kampung Sambungrejo.

Bupati Tegal

Lahu alfatihah! (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Tokoh Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Jakarta, Bupati Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj ? menandatangi nota kesepahaman dengan Putera Sampoerna Foundation untuk program peningkatan kualitas guru di pesantren, Selasa (15/3) di Gedung PBNU Jakarta.?

Dalam sambutannya, Kang Said mengatakan bahwa ada empat metode pengajaran yang ada di dunia pesantren. “Ada empat metode pengajaran di pesantren; ? tiga hanya ada di pesantren, dan yang satu ada juga di luar pesantren,” kata Kang Said.

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Kekhasan Pengajaran di Pesantren

Pertama adalah ta’lim (transfer ilmu). Kang Said menjelaskan bahwa metode ini ada di pesantren dan juga di luar pesantren. Bedanya kalau di pesantren proses transfer ilmu berlangsung sehari semalam, tetapi di luar pesantren hanya berlangsung setengah sampai satu hari. Kedua, tadris (mengamalkan ilmu). Untuk metode kedua ini, Kang said memberikan contoh bahwa santri yang terbiasa shalat dengan kiainya, mereka tidak perlu menghafalkan doa setelah shalat karena mereka sudah hafal dengan sendirinya.

“Yang ketiga adalah ta’dib (disiplin). Lima menit sebelum kiai mengajar, santri sudah harus di tempat. Kalau seandainya mereka telat, mereka akan malu banget dan duduk di luar (pesantren),” jelas kiai asal Cirebon itu.

Disiplin, sambung Kang Said, meliputi semua kegiatan belajar mengajar di pesantren seperti disiplin dalam mengerjakan shalat, disiplin dalam mengikuti semua kegiatan pondok, disiplin taat pada kiai, dan lain sebagainya. ? ? ?

Bupati Tegal

Keempat, tarbiyah (mengembangkan, meningkatkan, dan membangun). Kang Said menuturkan bahwa Kiai itu merupakan murobbi (yang mengembangkan). Ia meberikan contoh bahwa anak kecil itu ciptaaannya Allah robb (yang menciptakan), sedangkan kiai adalah seorang murobbi yang mengembangkan, membangun, meningkatkan, dan menyempurnakan akhlak dan ilmu santri-santri tersebut.

Lebih lanjut, Kang Said menuturkan bahwa pesantren bukan hanya menanamkan cinta Islam, tapi juga cinta tanah air santri-santrinya. “Bagi kiai, tidak penting nama pesantrennya itu terkenal karena yang penting nama desanya. Contoh pesantren Lirboyo, pesantren Tebuireng, dan lainnya, saya kira jarang yang tahu nama pesantrennya. Itu semua kan nama desanya,” terangnya.

Dengan demikian, Kang Said menilai bahwa bangsa ini akan rugi kalau tidak memperhatikan dan meniru sistem pendidikan pesantren. “Tirulah pesantren. Rugi kalau bangsa Indonesia meninggalkan metode pengajaran pesantren. Rugi besar bangsa ini,” pungkasnya. (Ahmad Muchlishon/Fathoni) ? ? ?

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah Bupati Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Pariaman, Bupati Tegal. Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Ilmu EKonomi (STIE) Sumbar Masrizal terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC ? PMII Kota Pariaman periode 2016-2017 pada Konferensi Cabang PMII Ke-VI, Ahad (17/4) dini hari. Masrizal maju sebagai kandidat ketua umum bersama enam kader PMII lainnya.

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum  PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Masrizal Mahasiswa STIE Sumbar Terpilih Ketum PMII Kota Pariaman

Konfercab yang berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dibuka oleh Ketua Umum PKC PMII Sumbar ? Defi Mulyadi, dihadiri oleh Mabincab PMII Kota Pariaman Ory Sativa Sakban, Idris dan kader PMII yang tergabung pada komisariat STIT Syekh Burhanuddin dan STIE Sumbar.

Masrizal putra Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Timur ini termasuk kader yang aktif dalam berbagai kegiatan. Masrizal dinilai berhasil membesarkan PMII di kampus STIE. Selain itu, sudah mengikuti pelatihan Bela Negara selama satu bulan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan RI di Lantamal II, Padang.

Usai terpilih, Masrizal menyebutkan akan fokus terhadap peningkatan kualitas dan penguatan organisasi PMII di Kota Pariaman.?

Bupati Tegal

"PMII harus lebih baik hari ini daripada hari kemarin," katanya optimis.

"PMII Kota Pariaman harus melakukan revolusi mental agar mampu memposisikan diri sesuai dengan fungsi mahasiswa sebagai agent of change (agen perubahan) dan social control di tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang memiliki intelektual tentu harus bisa tampil di tengah kehidupan masyarakat," tutur Masrizal menambahkan.

Masrizal juga menyebutkan, kader PMII Kota Pariaman terus bergerak melawan penghancuran masa depan generasi muda Kota Pariaman melalui penyalahgunaan narkoba yang terus merusak anak bangsa. Korban narkoba terus berjatuhan. Ini terbukti semakin banyak warga binaan di LP Pariaman yang tersangkut masalah narkoba.

Selain itu, kata Masrizal, mahasiswa juga sasaran empuk gerakan radikalisme. Anak-anak muda yang tingkat pemahaman keagamaannya minim, dengan mudah dirayu untuk bertindak radikal. PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berpahamkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah tentu tidak setuju dengan gerakan radikal tersebut.

Sedangkan untuk penyusunan kepengurusan lengkap PMII Kota Pariaman, ditetapkan tim formatur sebanyak lima orang. Masing-masing Masrizal ketua terpilih, Jupmaidi Ilham (ketua demisioner), Sovia (Sekretaris PK STIE Sumbar), Faisal Amri Tanjung (Ketua PK STIT SB) dan Rahim Saputra (Ketua I PMII sebelumnya). Tim Formatur diberi tugas paling lambat 5 kali 24 jam menyusun pengurus lengkap PC PMII Kota Pariaman satu tahun mendatang. (Armaidi Tanjung/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Sejarah, Internasional Bupati Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

Bojonegoro, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegro meminta para pengurus baru Pimpinan Cabang Fatayat NU setempat mampu melakukan aksi nyata. Organisasi pemudi NU ini diharapkan terjun langsung ke masyarakat dan mendeteksi permasalahan yang ada.

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bojonegoro Minta Fatayat Survei Kesejahteraan Masyarakat

"Berharap aksinya tidak hanya seminar saja. Serta mengawal pemerintahan, agar Fatayat menjadi inspirator," kata Ketua PCNU Bojonegoro dr Cholid Ubed usai pelatikan pengurus PC Fatayat NU periode 2014-2019 di hotel Aston Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (11/1/2015).

Dokter Ubed, sapaan akrabnya, menjelaskan, sesuai tema yang diangkat pada pelantikan, “Menjadi Wanita Hebat, Fatayat NU Berprestasi dan Menjadi Inspirasi”, Fatayat harus menjadi wanita hebat, contohnya dengan mengadakan survei tentang peta kondisi kesejahteraan masyarakat.

Bupati Tegal

Kalau ada yang membutuhkan, diusulkan ke pemerintah untuk mendapatkan solusi. Langkah ini merupakan usaha untuk mengawal slogan “Bojonegoro Welas Asih”. Kalau masih ada masyarakat yang tidak sejahtera, kata Ubed, dan pemerintah diam saja, berarti solagan itu omong kosong belaka.

"Fatayat menjadi wanita hebat, mampu eksekusi yang dipikirkan, dan tidak hanya wacana saja," terangnya.

Bupati Tegal

Diketahui sebelumnya, prosesi pelantikan, dipimpin langsung Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur Hikmah Bafaqih. Selain dihadiri pengurus Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Bojonegoro, juga dihadiri pengurus PCNU Bojonegoro beserta badan otonomnya. Perwakilan dari Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) juga tampak dalam pelantikan tersebut.

Setelah pelantikan, acara berlanjut dengan seminar “Islamic Parenting” yang disampaikan seorang psikolog lulusan Universitas Gajah Mada (UGM), Hartatik. Dalam kesempatan itu Hartatik mengulas tentang sejumlah permasalahan anak dan pola asuh orang tua. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Sejarah Bupati Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Jakarta, Bupati Tegal. Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara anggota G-20, Indonesia dipandang berpotensi sangat strategis dalam perekonomian global. Namun, di balik pertumbuhan makroekonomi yang membanggakan itu, Indonesia mengalami masalah fundamental, terutama berkaitan pemerataan ekonomi. Apalagi Indonesia menjadi importir pangan, terutama beras.

”Soal pangan ini ancaman besar. Harus segera dicarikan solusi. Sudah waktunya pemerintah harus merekonstruksi paradigma kebijakan pangan nasional. Dari paradigma ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan,” ujar Zaini Rahman, Ketua Panitia Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) ke-5 di Sekretariat IKA PMII, Tebet, Jakarta (30/6).

Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Harus Berdaulat Pangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Harus Berdaulat Pangan

Untuk itu, kata Zaini, penting bagi pemerintah dalam pembangunan ekonomi ini agar tidak hanya berorientasi mengejar peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro growth) semata, tapi juga memperhatikan strategi pembangunan ekonomi lainnya, yaitu, pro jobs, pro poor, dan pro environment.

Dikatakan, Indonesia adalah negara yang dikarunia sumber kekayaan alam melimpah, antara lain tanah subur. Sebagai negara agraris yang gemah ripah loh jinawi (batang dan biji jika ditanam akan tumbuh, Red.), berbagai tanaman pangan mudah dibudidayakan di Indonesia.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

”Juga sebagai Negara maritim Indonesia memiliki sumber pangan yang luar biasa potensial dari perikanan dan kelautan,” kata alumni PMII Cabang Yogyakarta ini.

Dengan memiliki luas lahan pertanian tidak kurang dari 7,75 juta hektar dan letaknya yang strategis di daerah tropis, lanjutnya, seharusnya Indonesia mampu memproduksi bahan pangan secara mandiri dan mengekspor.

”Namun realitanya bangsa ini justru terpuruk. Untuk memenuhi pangan rakyatnya kita bergantung pada impor. Ini ironis,” keluhnya.

Kata Zaini, dalam upaya mengatasi problem bangsa itu IKA PMII bermaksud merangkul kerjasama berbagai pihak pada sektor perekonomian Indonesia.

Sebagai bagian dari penentu masa depan bangsa, IKA PMII merasa bertanggungjawab untuk memberikan sumbangsih pemikiran dalam pembangunan ekonomi di Indonesia agar sesuai amanat konstitusi dalam pasal 33 UUD 1945.

”IKA PMII menilai persoalan lemahnya ketahanan pangan hingga menjauhkan tujuan kedaulatan pangan di Indonesia ini harus segera diatasi. Soal pangan ini jadi salah satu topik yang akan dibahas di Munas,” ujar Zaini.

IKA PMII akan menggadakan Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Bidakara Jln Gatot Subroto Jakarta(Senin, 01/07) pukul 13.00. musyawarah yang rencananya dibuka Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfud tersebut akan dihadiri pengurus IKA PMII 33 perwakilan tingkat provinsi dan 144 perwakilan tingkat kabupaten dan kota se-Indonesia.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Kholilul Rohman Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Sejarah Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Siroj) mengimbau warga DKI Jakarta agar menggunakan hak pilihnya sesuai hati nurani.

“Yang senang A silakan pilih. Yang senang B, silakan pilih,” kata Kang Said seusai menyampaikan seruan moral bersama sejumlah ormas keagamaan di Gedung PBNU, Senin (17/4).

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Minta Warga DKI Pilih Cagub sesuai Nurani

Menjelang Pilkada, dikabarkan bahwa akan adanya pengerahan massa dari luar Jakarta dengan motif yang beragam. Kang Said menyatakan ketidaksetujuannya tentang rencana aksi tersebut. “Dari dulu saya tidak senang pengerahan massa, demonstrasi,” katanya.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah Ciganjur Jakarta Selatan ini mengimbau warga agar memercayakan proses pemilihan kepada petugas TPS dan pihak-pihak yang berwenang.

“Mari kita percayakan, di TPS juga ada dari Bawaslu, ada dari pihak Ahok, ada pihak Anis. Kalau saya percaya, saya percaya pada Bawaslu, saya percaya pada KPU, saya percaya kepada saksi-saksi,” ujarnya.

Bupati Tegal

Sementara terkait dengan merebaknya? ceramah yang berbau SARA, Kang Said meminta semua pihak menjaga persatuan serta lebih mendahulukan keselamatan bangsa.

“Mari kita dulukan, kita pentingkan keutuhan keselamatan bangsa ini. Jangan sampai seperti Suriah, Irak, Somali, Yaman.? Apa mau begitu Indonesia?” tegasnya.

“Saya pun beragama sejak kecil, shalat, haji, umrah, tapi tidak pernah mempolitisasi agama. Saya tidak pernah. Agama kita jalankan, kita amalkan dengan sebaik-baiknya,” kata kiai asal Kempek, Kabupaten Cirebon ini. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Tegal, Sejarah Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Bupati Tegal

Dengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

Bupati Tegal

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia? (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Bupati Tegal

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses? adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot.? (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Aswaja, Sejarah Bupati Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka kesempatan bagi PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk menggelar konferensi terakhir pada 30 April 2015. Wilayah dan cabang NU yang menggelar konferensi setelah 30 April, akan kehilangan haknya sebagai peserta Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Mereka hanya memiliki hak sebagai peninjau pada forum tertinggi di NU pada Agustus mendatang.

Sanksi itu didasarkan pada keputusan yang disepakati oleh peserta rapat pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, pada Senin 9 Maret 2015. Hilangnya hak sebagai peserta, mereka otomatis kehilangan hak suara.

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Lewat 30 April, PWNU dan PCNU Hilang Hak di Muktamar

“Sampai sekarang belum ada perubahan terkait keputusan rapat itu,” kata Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz kepada Bupati Tegal di Jakarta, Rabu (20/5) malam.

Bupati Tegal

Setelah rapat pada 9 Maret waktu itu, kita mendata PWNU dan PCNU yang sudah jatuh tempo untuk mengadakan konferensi. Kita aktif menelpon para pengurus NU yang belum konferensi.

“Kita dorong mereka untuk segera menggelar konferensi. Setelah itu, banyak dari mereka mengadakan konferwil dan konfercab,” kata Ketua PBNU yang menerima anugerah perdamaian dari Yayasan Perdamaian Jeju, Korea pada akhir April lalu.

Bupati Tegal

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berdirinya cabang NU tanpa kehadiran MWCNU. “Ini memang harus dibenahi betul,” kata Imam Aziz.

Menurut Imam Aziz, setiap kabupaten tidak harus selalu ada PCNU kalau tidak ada warga dan pengurusnya di tingkat kecamatan dan ranting. Keputusan ini merupakan bagian dari pembenahan organisasi yang dilakukan PBNU.

“Tujuan pembatasan konferensi 30 April itu antara lain memberikan waktu bagi PBNU untuk mengurus SK mereka yang sudah melakukan konferwil dan konfercab,” Ketua Sekretariat Muktamar Ke-33 NU Sarmidi Husna. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Hadits, Sejarah Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Tangerang,Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Kota Tangerang, Banten bekerja sama dengan Kesbangpol Kota Tangerang mengadakan seminar kebangsaan bertema "Penetapan Ideologi Pancasila" di aula gedung Windu Karya akhir pekan lalu.

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Tangerang Adakan Seminar Kebangsaan

Kegiatan yang dihadiri unsur Pengurus PCNU, MWCNU, banom, lembaga, lajnah NU dan Nahdliyin Kota Tangerang tersebut membicarakan isu-isu kekinian tentang perlunya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah ancaman-ancaman disintegrasi masayarakat.

Ketua PCNU Kota Tangerang KH Bunyamin menyampaikan perlunya menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah antara umat Islam.

Bupati Tegal

Umat Islam, kata dia,? jangan mudah menerima kemudian percaya segala informasi di media sosial yang terkadang berisi hasutan, dan provokasi. Warga NU harus mencari kebenaran dari informasi yang didapat.

Bupati Tegal

Seminar yang menghadirkan pembicara dari unsur TNI, Polri, dan MUI secara bergantian menyampaikan materinya.

Dari unsur TNI hadir sebagai pembicara mewakili Dandim 0506 Tangerang Danramil Batu Ceper yang menyampaikan tentang pentingnya menjaga kedaulatan negara, jangan sampai masyarakat di adu domba dengan isu-isu agama, etnis, suku, dan budaya.

“Tentunya kebhinekaan yang sudah ada kita jaga dan rawat demi keutuhan NKRI,” ujarnya pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (19/11)

Kemudian Kasat Intel Polres Metro Tangerang Kota dalam meterinya menyampaikan agar masyarakat lebih waspada menjaga keamanan, ketertiban dan lingkungan ditengah era globalisasi dimana tekhnologi bisa menjadi alat propaganda untuk merusak kemajemukan, dan kebhinekaan, oleh sebab itu hendaknya masyarakat dengan bijak menggunakan tekhnologi.

Sementara pembicara dari MUI KH Edi Junaidi dan KH Arief Hidayat membahas pentingnya menjaga ideologi Pancasila dari sisi keagamaan.

NU, sebagai ormas Islam mempunyai peran penting dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. Sudah sepatutnya unsur-unsur NU menjaga, merawat, dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

“Dengan menghormati keberagaman, perbedaan, tentunya akan muncul sikap saling menghormati, tidak saling menyalahkan antara sesama. Karena dalam agama Islampun lebih mengutamakan kedamaian dibandingkan dengan perpecahan yang akan merugikan semuanya,” ujarnya. (Atho Al-Farhan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Sejarah Bupati Tegal

Selasa, 21 November 2017

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri

Malang, Bupati Tegal 

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen mengapresiasi dan takdzim atas pencapaian keilmuan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Dr (HC) KH Maruf Amin. 

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Maruf Amin Layak Jadi Referensi Keilmuan Santri

Kiai Maruf Amin dikukuhkan sebagai Profesor di bidang Ilmu Ekonomi Muamalat Syariah. Penganugerahan gelar profesor ini, berlangsung di Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim Malang, Rabu (24/5). 

Hadir pada forum ini, Prof Dr KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Nabil Haroen (Ketua Umum Pagar Nusa), Prof Dr Imam Suprayoga (Ketua Senat UIN Malang), Prof Dr Mudjia Rahardja (Rektor UIN Malang), Prof Dr Phil Kamaruddin Amin (Dirjen Pendis), Prof Dr Moh. Nuh, dan beberapa guru besar serta ulama dari berbagai daerah. 

Nabil mengungkapkan, betapa Kiai Maruf Amin layak menjadi referensi keilmuan santri. "Kiai Maruf Amin memiliki kapasitas keilmuan yang luar biasa. Beliau alim, faqih, sekaligus memiliki kapasitas kepemimpinan yang hebat," ungkap Nabil. 

Lebih lanjut, Nabil mengungkapkan bahwa Kiai Maruf dapat menjadi contoh pemimpin muslim yang moderat dan mengayomi.

Bupati Tegal

"Kiai Maruf Amin, dengan segenap kelebihan dan kedalaman ilmunya, mampu menjadi rujukan dari berbagai golongan Islam. Kiprahnya dalam pengembangan ekonomi umat dan pengembangan keilmuan ekonomi mualamat syariah, juga terbukti," tegas Nabil.

Kiai Maruf Amin selama ini konsentrasi dalam aktualisasi nilai-nilai Islam moderat, serta pengembangan ekonomi umat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah, Warta Bupati Tegal

Senin, 20 November 2017

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

Way Kanan,? Bupati Tegal

Himpunan pengasuh pesantren dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tergabung dalam Lembaga Persatuan Tokoh Islam (LPTI) Wali Songo diketuai KH Rofiul Bashori Annashih menggelar pengajian akbar dengan menghadirkan penceramah Kiai Angling Darma (Gus Hafidz), di lapangan Kampung Way Agung, Kecamatan Buay Bahuga, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Ahad (21/8).

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Asal-asalan, Jangan Protes Hidup Masih Susah

"Yang suka mabuk, suka judi silakan, tapi setelah itu ngaji, setelah ngaji ya tobat. Jangan mengulangi perbuatan yang dilarang Allah. Kalau setelah ngaji mabuk lagi, judi lagi, dapat diibaratkan berjalan menuju masjid sambil melempar pecahan kaca di depan langkah, tidak akan sampai-sampai amal ibadah kita, tidak ada gunanya," kata kiai dari Semarang, Jawa Tengah itu.

Bupati Tegal

Tampil di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi sekitar 60 tenda, Gus Hafidz mengajak kaum muslim untuk intropeksi diri. Jika shalat sudah, tapi masih diuji dengan utang yang masih banyak misalnya, koreksi shalat dilakukan tepat atau belum, gerakannya sungguh-sungguh atau asal-asalan.

Bupati Tegal

"Shalat lima waktu sudah lengkap atau belum? Kalau mendengar adzan subuh kakinya melangkah menuju masjid apa malah ditutup selimut? Sudahkan mata kita digunakan membaca Al-Quran tiga lembar saja dalam sehari?" tanya Gus Hafidz.

Jika demikian yang masih terjadi, kata dia lagi, tidak usah protes dengan ujian yang diberikan oleh Allah. "Maka dari itu ibadah harus serius, harus ikhlas, harus sungguh-sungguh. Setelah mabuk, yang ngaji, tobat, jangan mabuk lagi," ujar dia lalu melantunkan tembang Haram karya Rhoma Irama diiringi orkes melayu Patria Nada.

Ia menegaskan, mabuk sebagaimana disampaikan Rhoma merusak pikiran, karena itu harus dihindari. "Dan jika generasi kita demikian adanya, wajar saja jika Allah murka, dan kita terus diuji dan diuji. Menjadi tugas kita bersama dan para ulama untuk menyelematkan generasi muda dan umat dari hal-hal yang merusak masa depan dan iman," pungkasnya.

Hadir pada pengajian diamankan puluhan anggota Banser dari Way Tuba, Buay? Bahuga, Bumi Agung dan Bahuga tersebut antara lain, Bupati Raden Adipati Surya, Ketua DPRD Nikman Karim, Camat Buay Bahuga Tupoyo, Kapolsek Buay Bahuga AKP Maryadi dan sejumlah pengasuh pesantren setempat. (Gatot Arifianto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama, Sejarah Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Incheon,Bupati Tegal

Sebanyak 300 anggota Nahdatul Ulama (NU) hadir pada Konferensi ke-3 Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Korea Selatan di Incheon, Ahad (8/10). 

Konferensi berhasil memilih Mahdi Ar-rasyid, buruh migran Indonesia asal Indramayu sebagai Ketua PCINU Korea Selatan periode 2017-2019 yang dipilih lewat pemungutan suara dari muktamirin yang hadir. 

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab ke-3 PCINU Korsel Hasilkan Poin-poin Strategis

Selain itu terpilih Gus H Ulin Huda dan Ustad Burhanudin sebagai Rais Syuriah PCINU Korsel masa bakti 2017-2019 yang dipilih lewat musyawarah AHWA yg terdiri dari 9 Orang.

Duta Besar RI, Umar Hadi dalam sambutannya, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama WNI di Korea. 

“Tanpa silaturahmi, maka masa depan bangsa tidak akan cerah,” ungkap Hadi.

Bupati Tegal

Semangat menjaga tali silaturahmi dan sukarela kumpul dalam wadah NU begitu tinggi. 

Bupati Tegal

“Saya sangat terharu sekaligus senang. Masa depan Indonesia akan lebih baik jika melihat wajah anak-anak yang ada disini,” tambahnya.

Umar Hadi berharap PCINU berfungsi sebagai kendaraan dan pendorong untuk menjadikan semua anggota dan seluruh WNI di Korea berhasil, baik di dunia maupun akhirat. PCINU juga didorong sebagai pemersatu dan pemecah masalah dengan cara merangkul semua orang.

Sebagaimana di berbagai acara yang melibatkan WNI, Umar Hadi menekankan pentingnya setiap buruh migran Indonesia untuk memperhatikan keselamatan kerja. 

"Tolong fokus, jaga kesehatan, makan yang benar dan saling mengingatkan agar kita terhindar dari kecelakaan kerja. Apabila terdapat hal-hal yang tidak memenuhi kriteria keselamatan kerja silahkan dilaporkan ke KBRI," harapnya.

Ketua PCINU terpilih, Mahdi Ar-rasyid menyatakan siap melaksanakan pesan Dubes Umar Hadi tersebut. Mahdi juga menyerukan agar semua anggota menjaga akidah agar terhindar dari paham-paham radikal.

Ia memaparkan program PCINU Korea ke depan antara lain menjaga akidah teman-teman NU agar tetap mengedepankan Islam rahmatan lil alamin dan menjauhi paham radikal.

"Selain itu, kami akan terus mendorong agar fokus kerja dan mempersiapkan calon purna TKI agar siap membuka usaha sendiri saat kembali ke Indonesia,” kata Mahdi.

Konfercab ke-3 PCINU Korsel juga menghasilkan poin-poin strategis diantaranya rencana pengelolaan aset Nahdliyin di korea, pengiriman dai dari LDNU secara berkesinambungan, kaderisasi Nahdliyin ditiap-tiap mushala dan masjid di Kosel, serta silaturrahmi tahunan Nahdliyin di Korea Selatan. (Imam Sibaweh/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, IMNU, Warta Bupati Tegal

Rabu, 01 November 2017

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Jakarta, Bupati Tegal

Sekretaris Umum PP IPPNU Eva Rosdiana Dewi mengatakan pentingnya penggunaan media sosial untuk memperluas sarana pengenalan serta bagian dari eksistensi organisasi. 

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan silaturahim Ranting Pagedangan, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Jawa Tengah bertempat di Masjid An-Nahdlah tanggal, Kamis 5 Mei 2016. 

Dalam kesempatan tersebut Eva memberikan motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas pribadi baik secara intelektual maupun penguatan kader secara kuantitas. 

Eva juga menegaskan, PP IPPNU siap mengawal pengkaderan dari tingkat ranting sampai tingkat wilayah/provinsi, terutama tentang peremajaan usia di IPPNU maksimal usia 30 tahun. Eva juga menegaskan bahwa IPPNU dari tingkat ranting harus tertib secara administrasi, baik secara surat-menyurat atau pendataan anggota (database) secara riil. (Afifah Marwa/Mukafi Niam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Sejarah, Aswaja, Kiai Bupati Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Yogyakarta, Bupati Tegal. Selain bergelut dengan kitab kuning, santri Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta juga terus mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, termasuk terkait akses teks-teks tersebut dalam format digital.

Hal itu yang terlihat dari antusiasme santri dalam mengikuti Pelatihan Maktabah Syamilah yang diadakan Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah (PPLQ), Ahad (15/2), di Aula PPLQ. Pelatihan yang diikuti santri kelas Alfiyyah ini dipanndu oleh Ustadz Burhanuddin, salah satu ustadz PPLQ.

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Giatkan Bahtsul Masail, Santri Belajar Operasikan Kitab Digital

Ahmad Khafid, ketua LBM AL Luqmaniyyah menjelaskan bahwa tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar para santri lebih mengenal Maktabah Syamilah dan dapat mengoperasikan kumpulan kitab digital tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini diharakan seluruh santri dapat menggunakan Maktabah Syamilah sehingga dapat membantu dalam pembelajaran,” terang Ahmad Khafid.

Bupati Tegal

Menurutnya, penggunaan Maktabah Syamilah sangat membantu santri dalam mencari ibarah (kutipan rekdaksi kitab) untuk menentukan suatu hukum maupun menguji kesahihan (takhrij) hadits. “Pencarian ibarah itu sendiri sangat dibutuhkan dalam aktivitas Bahtsul Masail. Sehingga harapannya para santri dapat lebih aktif dalam Bahtsul Masail maupun dalam diskusi kelas yang rutin dilaksanakan setiap Ahad sore,” pungkas Khafid.

Pelatihan Maktabah Syamilah merupakan salah satu agenda Bulan Ekspresi Ekstra (BEE) yang dilaksanakan selama bulan Februari. Pelatihan untuk seluruh santri dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada 1 Februari 2015 oleh Ustadz Abdul Aziz dengan peserta santri kelas I’dady. Sesi kedua dilaksanakan pada 8 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Jurumiyyah dan oleh Ustadz Irfan Antono dengan peserta kelas Imrithy. Sedangkan pelatihan terakhir dilaksanakan pada 15 Februari 2015 oleh Ustadz Burhanuddin dengan peserta santri kelas Alfiyyah. (Nur Romdlon/Mahbib)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah

Oleh: Syaikhul Islam Ali

Apa yang dimaksud dengan khilafah menjadi soal penting yang harus dijelaskan, karena propaganda massif untuk menyalahgunakan istilah tersebut kelihatannya semakin hari semakin membabi buta.

Kita akan mulai dengan segi bahasa. Secara bahasa khilafah adalah kata infinitif atau dalam tata bahasa Arab masdar dari kata khalafa-yahlifu artinya adalah mengganti. Abu Bakar as-Shiddiq adalah orang pertama yang diberi gelar Kholifatu Rosulillah artinya pengganti Rasulullah. Kemudian Umar bin Khattab bergelar Kholifatu Kholifati Rosulillah artinya pengganti dari pengganti Rasulullah.

Penggunaan gelar khalifah ini kemudian tidak berhenti pada Khulafaur Rasyidin saja tapi berlanjut pada pemerintahan yang dipimpin muslim pada masa-masa berikut: Umayyah, Abbasiyah, Fathimiyyah, Ayyubiyyah, Buwaihiyyah, Muwahhidin hingga Utsmaniyah. Jadi semua pemimpin muslim lintas prmerintahan dan generasi menggunakan gelar khalifah untuk memperkuat legitimasinya. 

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Paham dan Paham yang Salah Soal Khilafah

Pemahaman kita tentang khilafah ini akan semakin baik kalau kita kembali membuka sejarah. Pasca wafatnya Rasulullah, ada satu peristiwa sejarah penting namanya Saqifah Bani Saidah. Sebuah pertemuan tokoh-tokoh elit, para pemimpin kabilah membicarakan siapa pemimpin yang menggantikan Rasulullah. Tokoh-tokoh Qurays, Aus, Khazraj berdebat panjang, masing-masing kabilah merasa memiliki peran berjuang bersama Rasulullah dan berhak memimpin.

Abu Bakar menawarkan Umar bin Khattab atau Zubair sebagai representasi Qurays tapi kemudian banyak yang tidak setuju dan gaduh. Pemimpin Kabilah Khazraj Saad bin Ubadah adalah orang yang paling kukuh menolak dominasi Qurays, ia menganggap Khazraj atau Aus juga berhak memimpin. Tapi sikap Saad tidak banyak pendukung, bahkan tawarannya agar Khazraj atau Aus menjadi perdana menteri (wazir) bagi Qurays pun ditolak. Akhirnya terpilihlah Abu Bakar as-Shiddiq dan mayoritas hadirin menerima dan berbaiat kecuali Saad.

Sebelum Abu Bakar wafat, ia melihat potensi kegaduhan Saqifah terulang, sehingga ia ber-ijtihad menunjuk Umar bin Khattab sebagai khalifahnya. Berbeda dengan Abu Bakar, sebelum wafat Umar memilih enam orang menjadi nominasi khalifah yang bisa memilih dan dipilih (ahlul halli wal aqdi) hingga terpilihlah Utsman bin Affan. Dan yang terakhir Ali bin Abi Thalib dipilih oleh khalayak ramai saat kondisi politik tidak stabil pasca Utsman wafat dibunuh.

Bupati Tegal

Sejarah tersebut adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Bahwa kepemimpinan bagi umat Islam menjadi hal yang sangat penting tidak dapat dibantah. Hanya saja sebagai umat berakal kita tetap layak bertanya.

Bupati Tegal

Pertanyaannya adalah kenapa di dalam al-Quran tidak dijelaskan soal khilafah ini?

Al-Quran memang universal, tapi kenapa pula Rasulullah tidak menjelaskan dalam hadistnya? Padahal biasanya hadist berbicara detail bahkan untuk hal-hal yang privat sekalipun. Kenapa hal yang sangat penting bisa terlewat? Kenapa para Sahabat Rasulullah yang paling tahu seluk beluk al-Quran dan hadist harus berdebat berhari-hari untuk memilih pengganti Rasulullah dan kejadian yang sama selalu berulang setiap pergantian khalifah, sehingga masing-masing terpilih dengan cara yang berbeda?

Jawabnya adalah karena al-Quran dan hadist memang tidak mengatur soal khilafah ini. 

Seandainya Islam adalah sistem pemerintahan atau sebut saja negara, tentu proses pemilihan pemimpinnya tidak serumit khulafaur rasyidin. Karena galibnya pemerintahan adalah sistem yang punya aturan main yang jelas. Misalnya kerajaan monarki absolut yang tidak punya konstitusi tapi suksesi kekuasaannya adalah turun-temurun. Misal yang lain monarki konstitusional atau republik yang sistemnya diatur oleh konstitusi.

Dalam Islam yang demikian itu tidak ada. Al-Quran adalah kitab suci yang sudah pasti lebih mulia dari sekedar konstitusi sebuah negara. Hadis adalah kumpulan perkataan, tidak-tanduk dan ketetapan Rasulullah yang bisa saja menjadi sumber inspirasi norma, tapi tidak bisa dianggap sebagai konstitusi sebuah pemerintahan.

Ahlussunnah sebagai kelompok Islam terbesar memandang persoalan khilafah ini masalah dalam lingkup pemikiran (ijtihadiyah) bukan syariat. Karenanya mereka menolak klaim kelompok Syiah yang menggunakan Hadits Ghadir Khum sebagai dalil bahwa khalifah yang sah sesudah Rasulullah adalah Ali bin Abi Thalib berdasarkan teks (nash) hadist.

Ahlussunnah beranggapan ijtihad para Sahabat, baik dalam peristiwa Saqifah atau peristiwa dalam suksesi khalifah selanjutnya adalah yang absah dan tidak perlu dalil karena khilafah adalah masalah ijtihadiyah. Karenanya jika ada yang menganggap khilafah bagian dari syariat tentunya berada diluar kerangka Ahlussunnah.

Pemahaman keliru menganggap khilafah adalah syariat salah satunya diilhami dengan fakta sejarah bahwa para Sahabat memilih mendahulukan suksesi kepemimpinan di Saqifah Bani Saidah daripada merawat jenazah Rasulullah. Yang jarang disadari peristiwa Saqifah itu tidak lebih dari proses mencari atau mengangkat pemimpin. Seorang pemimpin untuk memimpin kaum muslimin mengantikan Rasulullah. Sebab apabila waktu itu tidak segera diangkat pengganti Rasulullah maka jazirah Arab akan kembali pada kesukuan sebagaimana masa sebelum Islam.

Persoalan mengangkat pemimpin agar tidak ada kekosongan pemerintahan (nashbul imam) ini adalah wajib hukumnya, karena tanpa pemerintahan masyarakat akan kacau. Saking pentingnya soal mengangkat pemimpin dalam banyak riwayat, Rasulullah memerintahkan untuk memilih pemimpin untuk sebuah rombongan perjalanan. Dalam riwayat lain yang tak kalah banyaknya, Rasulullah juga mewajibkan ketaatan pada pemimpin, walau ia seorang budak. Termasuk dalam hal ini adalah larangan memberontak pemerintahan yang sah (bughot).

Khazanah pengetahuan Islam kemudian mencatat bahwa  politik yang sesuai dengan syariat (siyasah syariyah) isinya dipenuhi dengan tetek-bengek terkait mengangkat pemimpin (nashbul imam) tersebut. Banyak karya ditulis baik yang dikarang secara khusus seperti as-Siyasah Syariyah karya Ibnu Taimiyah, Nasihatul Umam wal Muluk karya al-Ghazali dan Ahkamus Sulthoniyah karya al-Mawardi; maupun diselipkan dalam kitab-kitab fikih dari berbagai mazhab. Inti bahasannya adalah mengangkat pemimpin hukumnya wajib, karena tidak ada kemaslahatan tanpa adanya pemimpin.

Dalam perjalanan lintas generasi selama berabad-abad, praktik umat Islam tentang nashbul imam ini linear tidak ada kontroversi sama sekali. Setelah khulafaur rasyidin datang, beraneka ragam dinasti, daulah, kerajaan, kesultanan berdiri dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara teoritik segudang literatur siyasah syariyah juga selalu menitikberatkan pada sosok sang pemimpin: kualifikasinya, syarat-syaratnya, nasehat untuk para pemimpin dan lain-lain. Tidak ada yang mengupas tuntas  sistem pemerintahan atau bentuk negara.

Era khulafaur rasyidin yang diidealkan dalam siyasah syariyah juga menekankan pada empat sosok khalifahnya sebagai pemimpin terbaik sesudah Rasulullah dan bukan pada bentuk atau pengelolaan pemerintahannya. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam Islam memang tidak ada sistem pemerintahan tertentu yang dianggap ideal.

Sebagai kesimpulan, kepemimpinan adalah hal yang sangat penting menurut agama Islam. Pemerintahan yang membawa umat pada kemaslahatan bersama adalah salah satu tujuan yang didambakan oleh agama. Tidak ada kewajiban mendirikan negara Islam, karena dalam Islam tidak ada bentuk pemerintahan yang ideal, yang wajib adalah mengangkat pemimpin atau tergabung dalam sebuah pemerintahan. Dalil-dalil  yang selama ini disalahpahami sebagai dalil yang mewajibkan pendirian negara Islam sebenarnya adalah dalil untuk mengangkat pemimpin (nashbul imam) tersebut.

Sejarah membuktikan bahwa khilafah awalnya hanyalah istilah yang digunakan untuk pemerintahan khulafaur rasyidin sebagai pemimpin-pemimpin terbaik pengganti Rasulullah, yang kemudian diadopsi oleh penguasa-penguasa Muslim dari berbagai generasi semata-mata untuk memperkuat legitimasi kekuasaannya.

Wallahualam





Penulis adalah Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo





Baca Opini lainnya DI SINI



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Kiai Bupati Tegal

Senin, 16 Oktober 2017

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah

Seorang arif biLlah, Syekh Sariy Saqathy (wafat th. 253 H./967 M.) murid sufi besar Ma’ruf Karkhy, pernah berkata: “Tiga puluh tahun aku beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas ucapanku sekali ‘Alhamdulillah’!”

“Lho, bagaimana itu?” tanya seseorang yang mendengarnya.

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah

“Begini. Terjadi kebakaran di Baghdad,” kata Syekh menjelaskan, “lalu ada orang yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap, Alhamdulillah! Maka ucapan itulah yang kusesali selama 30 tahun ini. Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.”

Tiga puluh tahun Syekh Sariy menyesali ucapan Alhamdulillahnya. Beliau menyesal karena sadar—sekejab setelah melafalkan ungkapan syukurnya itu—bahwa dengan ungkapan syukurnya itu berarti beliau masih sangat tebal perhatiannya kepada diri sendiri. Begitu tebalnya hingga menindih kepekaan perhatiannya kepada sesama.

Bupati Tegal

Sekejab beliau tersadar: alangkah degilnya orang yang mensyukuri keselamatan sebuah toko pada saat keselamatan sesama dan harta benda mereka terbakar habis. Alangkah musykilnya orang yang sanggup menyatakan kegembiraan di saat musibah menimpa sebagian besar saudara-saudaranya.

Bupati Tegal

Meski saya, atau mungkin juga anda, bukan wali Allah yang bersih; adalah sangat mudah memahami penyesalan mulia orang suci --paman Bapak para sufi Al-Junaid—itu. Kecuali bila hati kita memang sudah sedemikian membatu oleh kecintaan kita yang berlebihan kepada diri sendiri dan dunia. Na’udzubillah





Cerita ini disampaikan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) di akun Facebook pribadinya pada 24 Mei 2009

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Doa Bupati Tegal

Kamis, 28 September 2017

Bazar UKM Ramaikan Harlah ke-92 NU di Kendal

Kendal, Bupati Tegal. Bazar usaha kecil dan menengah (UKM) ikut meramaikan acara puncak peringatan harlah ke-29 NU yang digelar di GOR Bahurekso Sakti Kendal, Ahad (10/5).

Bazar UKM Ramaikan Harlah ke-92 NU di Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar UKM Ramaikan Harlah ke-92 NU di Kendal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar UKM Ramaikan Harlah ke-92 NU di Kendal

Menurut panitia koordinator ? Bazar, Nanang Husni Faruq ? panitia telah menyediakan tidak kurang 10 tenda. Tiap-tiap tenda diisi dua MWC NU.Namun demikian ternyata yang ingin ikut bazar lebih banyak sehingga tenda kurang.?

"Belum lagi pedagang yang tidak terdaftar jumlahnya juga banyak sehingga halaman GOR menjadi penuh," jelas Nanang yang juga ketua HIPMI Cabang Kendal.

Bupati Tegal

Lebih lanjut Nanang menjelaskan bahwa produk yang dipasarkan dalam bazar tersebut merupakan hasil dari masing-masing MWC dan meliputi bermacam-macam produk diantaranya kuliner, busana muslim, kaligrafi, madu, kitab/buku-buku NU, layanan pengobatan gratis dan sabagainya.

Bupati Tegal

Ditambahkan oleh Nanang bahwa kegiatan bazar ini akan sering digelar untuk mendukung kegiatan NU ? sekaligus memberdayakan ekonomi warga NU yang rata-rata berada dalam strata menengah ke bawah. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah Bupati Tegal

Bersama Pemerintah, NU Diharapkan Terus Berkontribusi Membangun Bangsa

Jepara, Bupati Tegal. Salah satu hal yang menjadi topik perbincangan dalam Halaqah Pra-Konfercab Ke-31 PCNU Jepara yang dilaksanakan di Pesantren Darus Salam kelurahan Saripan Kecamatan/Kota Jepara, Ahad (27/9) ialah NU Jepara harus selalu membangun kemitraan startegis dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam membangun dan meningkatkan kualitas kehidupan bangsa.

Lontaran yang disampaikan Mayadina Rohma Musfiroh, Ketua Pengurus PC Lakpesdam NU Jepara ini sesuai dengan tema Halaqah ketiga yang diangkat “NU dan Politik Kebijakan Publik”. Dikatakannya, dalam situasi apapun, NU harus hadir menghadapi persoalan umat, baik yang berkaitan dengan masalah ekonomi, sosial, politik, maupun budaya.

Bersama Pemerintah, NU Diharapkan Terus Berkontribusi Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Diharapkan Terus Berkontribusi Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Diharapkan Terus Berkontribusi Membangun Bangsa

NU, lanjut dia, harus mengeluarkan kebijakan strategis bukan sekadar mengajukan proposal. Dalam hal pendidikan misalnya, NU membuat skema atau roadmap pembangunan kaitannya dengan sarana dan prasarana dan kualitas pendidikan. ?

Bupati Tegal

Abdul Kohar, Ketua Kadin Jepara menambahkan NU, jangan sampai salah partner seperti era orde baru. “Sedikit-sedikit kegiatan dicurigai. Kegiatan harus dengan izin,” ingat aktivis NU sejak era orde baru ini.

Sehingga, dikemukakannya, NU terasa terbelenggu dan tertekan. Sebab setiap kali mengadakan even harus diinterogasi terlebih dahulu dengan aparat keamanan. Sebab itu, ? ke depan NU harus semakin sinergis dengan pemerintah. Mampu membangun kompromi dengan pemerintah. “Misal sarana dan prasarana yang diberikan tahun lalu kepada Unisnu Jepara tanpa adanya proposal,” lanjut Abdul Kohar.

Bupati Tegal

Pada titik ini, masih menurutnya, NU harus pandai melihat, menyerap aspirasi serta mencermati peluang yang bisa diambil oleh NU. Harapannya di titik ini pula, pola komunikasi antara NU dengan pihak-pihak terkait semakin meningkat. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sejarah, Daerah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock