Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Bupati Tegal. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Bupati Tegal

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Bupati Tegal

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Daerah Bupati Tegal

Selasa, 27 Februari 2018

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

Kudus, Bupati Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nadlalatul Ulama (IPPNU) Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sekaligus rapat kerja (Raker) di Gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gebog pada Kamis-Jumat (1-2/5).

Acara yang diikuti 30 anggota pengurus ini mengangkat tema “Kaderisasi Pemimpin Tangguh Berkarakter Aswaja”. Menurut Ketua PR IPNU Ranting Gondosari Jama’ah, tema ini merupakan pengejawantahan harapan kepemimpinan yang ada di ranting. Dikatakan bahwa Ranting Gondosari butuh pengurus yang berwawasan Ahlussunnah wal Jama’ah.

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gondosari Cetak Pemimpin Berkarakter Aswaja

“Tidak semua anggota kami belajar di bangku madrasah NU. Sebagian masih ada yang berlatar belakang dari sekolah umum. Jadi di antaranya masih ada yang awam sama sekali tentang Aswaja, sehingga butuh pengukuhan karakter pada diri mereka agar benar-benar menjadi kader pelajar Aswaja yang bisa mengabdikan diri di organisasi dan masyarakat,” papar Jama’ah, Jumat (2/5).

Bupati Tegal

Selepas kegiatan LDK dan Raker ini diharapkan para pengurus mampu mengemban amanah selama periode kepengurusan. “Ini adalah bekal dan modal awal bagi para pengurus baru. Andai sebuah bangunan, ini merupakan fondasinya. Dengan apa dan bagaimana nanti membangun, akan dibentuk seperti apa, maka terserah pada pengurus yang ada,” kata Mahfudz Siddiq, Sekretaris Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Gebog.

Bupati Tegal

Namun, lanjutnya, tak layak jika organisasi hanya mengandalkan ketua saja. Butuh kerja sama sesuai dengan pembagian tugas antarmasing-masing pengurus untuk memajukan pelajar NU.

Agenda ini merupakan kelanjutan dari pelantikan pengurus baru yang dilantik pada tanggal 30 Januari lalu. Meski LDK dan Raker ini tergolong terlambat, namun selama tiga bulan setelah pelantikan tersebut pengurus sudah menjalankan program.

“Para pengurus sudah saling berkoordinasi dalam beberapa pertemuan. Program kerja juga telah kami jalankan, di antaranya tiga kali selapanan rutin yang diikuti oleh antaranggota masing-masing dukuh,” terang Naily, salah satu pengurus kepada Bupati Tegal. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo

Jombang, Bupati Tegal. Keresahan warga korban semburan lumpur Lapindo kian memuncak. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera merealisasikan ganti rugi sebagaimana kesepakatan antara pihak PT Lapindo Brantas dengan warga Sidoarjo.

“Presiden harus benar-benar komitmen dalam menangani masalah ini, terutama dalam persoalan ganti rugi,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri silaturrahmi antara ulama dan umara di Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Kamis (28/6).

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak SBY Realisasikan Ganti Rugi Lapindo

Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang itu berharap presiden melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum kemarahan warga semakin memuncak.

“Kalaupun ternyata pihak Lapindo tidak sanggup memenuhi tuntutan ganti rugi warga, Presiden harus minta bantuan DPR untuk menangani persoalan tersebut,” ujarnya.

Ia berpendapat, keterlibatan anggota DPR adalah untuk minta persetujuan dalam memangkas beberapa pos anggaran yang selama ini dianggap tidak efektif.

“Bahkan kalau perlu Presiden mengeluarkan dana darurat yang setahu saya sampai sekarang belum pernah digunakan,” kata Hasyim Muzadi.

Bupati Tegal

Hasyim menambahkan, kasus semburan lumpur panas PT Lapindo itu harus segera diselesaikan secara tuntas agar permasalahannya tidak berlarut-larut.

“Persoalan ini sudah mengakibatkan kesengsaraan warga yang semakin berlarut-larut. Bahkan sampai sekarang pun belum ada penyelesaian yang bijak,” ujarnya. (sam/ant)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Ulama Bupati Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

Yogyakarta, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY, bekerjasama dengan Rapi Film, Gajah Wong, dan Lesbumi mengadakan acara “Dialog Bersama Artis dan Pemuturan Trailer Film Sang Kyai”, Jum’at siang (17/5), di Ngaben Resto, Jl. Manggis No.77 Nologaten, Yogyakarta.

Sutradara dan dua pemeran utama dalam film Sang Kiai pun didatangkan. Rako Prijanto sebagai Sutradara, Ikranagara yang berperan sebagai Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, dan Christine Hakim yang berperan sebagai Ibu Kapo, istri mbah Hasyim. Dialog ini dipandu oleh ketua Lesbumi, A. Zastrouw.

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’ (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Dialog dengan Artis Film ‘Sang Kiai’

M. Jadul Maula, dalam sambutannya mewakili PWNU DIY mengatakan bahwa film ini akan mendudukkan kembali hubungan antara agama, pesantren, dan budaya. Film ini, lanjut Jadul, lebih bisa diapresiasi kehadirannya daripada buku, karena dapat menghadirkan imajinasi yang utuh tentang sosok mbah Hasyim dalam kehidupan sehari-ahri.

Bupati Tegal

Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini juga menghimbau agar semua elemen menyambut baik kehadiran film ini. “Segera berbondong-bondong ke bioskop tanggal 30 Mei, dengan niat ngaji dan tafa’ul ‘mencari gambaran atau uswah’ dalam menjalankan kehidupan, dari perjuangan mbah Hasyim dalam mempertahankan bangsa ini. Biar barakah,” tandas Kang Jadul.

Bupati Tegal

Dialog pun berlangsung. Diawali dengan penuturan sang sutradara, Rako Prijanto, yang menceritakan proses pembuatan film ini yang menghabiskan sekitar waktu 3 tahun untuk mempersiapkan semua. “Persiapannya satu tahun, kemudaian riset data selama dua tahun,” paparnya.

Rako juga menceritakan akan betapa beratnya kepercayaan yang harus diemban dalam menggarap film ini, sekaligus dengan kendala-kendala yang dihadapi. Namun ia mengaku lega ketika semua telah selesai. “Dengan perjuangan selama tiga tahun setengah, akhirnya bisa dirilis juga,” ujarnya di depan peserta diskusi siang itu.

Sementara Ikranagara, pemeran mbah Hasyim, mengawali ceritanya dengan membaca surat al-‘ashr. Menurutnya, surat al-‘ashr menjadi sangat penting dalam mencari ruh dari tokoh yang dijalaninya. Dan sebagai salah satu langkah pendalaman peran, ia mengaku sering membaca surat al-‘ashr dalam setiap sholatnya. “Tokoh ini – mbah Hasyim – seperti yang ada dalam surat al-‘ashr. Beliau sosok yang sabar, namun juga tegas, terutama dalam hal akidah”, tuturnya.

Langkah lain dari pendalaman peran yang dilakukannya adalah dengan menjalani riset dengan keluarga mbah Hasyim, guna mengetahui bagaimana sosok mbah Hasyim di mata mereka. Tak hanya itu, ia juga mencoba memahami daerah Tebuireng, yang dahulunya merupakan daerah ‘kotor’, namun merupakan tempat berdakwah mbah Hasyim. “Jadi beliau benar-benar masuk ke dalam daerah ‘kotor’ untuk memperjuangkan nilai akidah,” tandasnya.

Christine Hakim mengatakan, dirinya menyelesaikan film tersebut dengan niat jihad atau syi’ar, karena bukan film biasa. Christine menceritakan bahwa ketika ia menerima tawaran peran sebagai istri mbah Hasyim, ia mengaku tidak membaca skenario dahulu, namun justru ia meminta buku untuk dapat mendalami peran dalam film tersebut.?

Ia juga bercerita, bahwa ia mendapatkan pengalaman spiritual yang banyak dalam peran yang dijalaninya. Ada momen penting yang begitu menyentuh dalam film ini, yakni ketika mbah Hasyim wafat. “Saya merasakan betul bahwa tidak mudah untuk menjadi mbah Hasyim. Beliau telah mendapatkan amanah untuk menjadi ayah, suami, pendiri pesantren, dan nasionalis”, ungkapnya sembari menitikan air mata.

Christine juga memuji akan kesantunan yang ada dalam diri mbah Hasyim, meskipun ilmunya tinggi. “Kesederhanaan, kesahajaannya, itu yang harus membuat kita untuk selalu berkirim do’a kepada beliau”, tandas perempuan yang juga pemeran film Tjoet Nja’ Dhien di akhir pembicaraan.

Dialog tersebut diakhiri dengan ungkapan A. Zastrouw tentang tiga hal yang harus dipahami dalam film Sang Kiai. Yakni, ketersinambungan antara agama dan kebangsaan, peran santri dalam mempertahankan NKRI, dan rekonstruksi makna jihad yang sebenarnya.?

Redaktur ? ? : A. Koirul Anam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, IMNU, Ulama Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Pringsewu,Bupati Tegal

Ketua PCNU Pringsewu, Lampung H Taufiqurrohim mengingatkan warga NU untuk memberikan pendidikan terbaik kepada anak-anak, khususnya pendidikan Ahlussunnah wal-Jamaah An Nahdliyyah.

Hal ini disampaikannya saat memberi pengarahan dalam rangka penguatan organisas dan sosialisasi Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) di depan seluruh Pengurus Syuriyah MWCNU dan Ranting NU se-Kecamatan Banyumas, Senin (27/6).

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Tidak Kita Bina, Anak NU Dibina Orang Lain

Ia mengingatkan bahwa kiprah dan kepedulian pengurus NU di semua tingkatan terhadap hal ini akan berpengaruh kepada eksistensi NU di masa yang akan datang.

Bupati Tegal

"Jangan sampai besok terjadi anak pengurus NU melarang orang lain yang akan tahlilan, yasinan dalam rangka mendoakan orang tuanya sendiri. Bina anak kita, kalau tidak, akan dibina orang lain," ingatnya.

Bupati Tegal

Saat ini, menurutnya, paham-paham Islam baru bermunculan dan menyasar para generasi muda khususnya di wilayah perkotaan. Para pemuda yang masih mencari identitas diri dan cenderung labil ini sangat mudah terpengaruh pemikirannya.

"Jika tidak didasari dengan pemahaman Islam Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah yang kuat dari keluarga, bukan tidak mungkin sekembalinya dari kota mereka akan menyalah-nyalahkan amalan orang tuanya," katanya.

Apalagi menurutnya perkembangan teknologi yang sangat pesat sekarang ini memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai macam informasi.

"Ada kecenderungan sekarang banyak orang, khususnya anak muda, tidak mau belajar agama lewat guru dan kiai. Mereka lebih percaya kepada mbah Google yang silsilah keilmuannya tidak jelas," tuturnya.

Sehingga hal ini patut menjadi perhatian seluruh pengurus dan warga NU agar waspada dan mengarahkan para generasi muda untuk belajar ilmu agama kepada guru dan kiai secara mendalam dan sekaligus mengharap barakah keilmuannya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Khutbah Bupati Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Bojonegoro, Bupati Tegal. Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (25/9) siang, tampak riuh oleh suara anak-anak usia 8-9 tahun. Pasalnya, rombongan murid Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Sumberejo, Bojonegoro, sedang berkunjung ke markas para relawan yang berada di jalan Trunojoyo no 5 Bojonegoro, Jawa Timur itu.

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MI Nahdlatul Ulama Sumberrejo Belajar ke PMI

Kunjungan dimaksudkan sebagai pengenalan sejak dini para siswa tentang pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan didampingi dewan guru, mereka mengelilingi kompleks PMI Bojonegoro, mulai dari ruang resepsionis, ruang donor darah, mushola, sampai aula markas.

Di aula markas, rombongan pelajar yang berjumlah tak kurang dari 30 anak tersebut menonton pemutaran film tentang relawan. Salah satu staf PMI, Muhani, mengatakan, pengenalan makna relawan kepada anak usia dini sangat diperlukan. Menurut dia, merekalah cikal bakal relawan-relawan masa depan Bojonegoro.�

Bupati Tegal

“Siapapun yang tergerak hatinya untuk membantu kesulitan yang dialami oleh orang lain sebenarnya dia sudah menjadi relawan,” ujar Kak Hani, pangilan populer Staf PMI yang sudah puluhan tahun menjadi Relawan di PMI.

Murid-murid yang siang itu mengenakan seragam batik LP Ma’arif tampak antusias mengikuti pembelajaran luar kelas yang diadakan pihak sekolah. “Ternyata kakak-kakak yang ada di PMI bisa disebut sebagai pejuang kemanusiaan ya!” tutur Faricha, siswa paling bersemangat, ketika mengunjungi ruang donor darah.

Bupati Tegal

Di sela-sela kunjungan, sebuah cendera mata diberikan pihak MINU kepada para staf PMI yang dinilai sudah mengabdikan sebagian hidupnya untuk orang lain. ”Ini merupakan pengikat dari kami bahwa kami juga bangga memiliki para relawan dan anak-anak calon relawan masa depan bangsa yang mendapatkan info langsung dari sumbernya,” pungkas guru pendamping, Ahsanul Amilin.

Rangkaian kunjungan studi karya MINU Sumberrejo ini diawali dari kantor Pos Indonesia, PMI, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), dan diakhri di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bojonegoro (DPRD). (Uzlifatul Jannah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Ulama, Kiai Bupati Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Yogyakarta, Bupati Tegal. Aksi terorisme yang terjadi di negeri ini lebih sering melibatkan anak-anak muda. Maka persoalan terorisme sebenarnya bisa ditangkal oleh kaum muda sendiri.

“Kita membutuhkan pemuda yang peka terhadap segala persoalan bangsa, serta pemuda yang mampu mewujudkan cita-cita perdamaian di republik ini,” ungkap Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta, Imam S Arizal, pada Seminar Nasional “Siasat Kaum Muda dalam Membendung Terorisme dan Radikalisme Agama”, Sabtu (17/11) lalu di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.?

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Muda Bisa Tangkal Terorisme

Menurut Imam, maraknya aksi terorisme dan radikalisme yang mengatasnamakan agama akhir-akhir ini perlu disikapi serius oleh pemuda Indonesia. Jika pemuda membiarkan dan bersikap acuh tak acuh, bukan tidak mungkin bahwa kelompok-kelompok ekslusif-radikal akan menggurita di negeri ini.

Bupati Tegal

“Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya terorisme, salah satunya adalah pemahaman yang keliru atas nilai-nilai agama,” paparnya di hadapan sekitar 500-an mahasiswa dan pemuda dari berbagai perwakilan OKP dan lintas kampus se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ditambahkan, hingga kini kelompok keagamaan ekslusif terus membangun gerakan di berbagai daerah di Indonesia. Pola perekrutan anggota baru juga mulai masuk ke perguruan tinggi di berbagai daerah. Maka tak heran jika setiap kali ada kasus terorisme dan radikalisme agama, selalu tidak sepi dari keterlibatan kaum muda.

Bupati Tegal

“Kaum muda yang sejatinya menjadi tonggak peradaban masyarakat justru mudah terkontaminasi dan terjerumus pada tindakan-tindakan radikalisme dan terorisme. Kaum muda malah rela menjadi pengantin dan mengorbankan jiwa dan raganya demi keyakinan yang menurut mereka benar,” katanya.

Lebih tegas Imam mengungkapkan, kelompok-kelompok keagamaan garis keras yang setiap saat merekrut para pemuda akan menjadi bom waktu yang bisa mengancam sendi-sendi NKRI. “Maka tugas pemuda, selaku penerus generasi bangsa untuk membendung dan memotong mata rantai kelompok-kelompok garis keras di negeri ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, mantan ketua umum Pengurus Besar PMII H. Abdul Malik Haramain mengungkapkan, pemahaman keagamaan yang dangkal akan semakin mudah melakukan tindak teror dan radikal. Oleh karena itu pemuda harus mampu menjadi agent of change dan memiliki pemahaman keagamaan yang benar agar mampu menjadi pelopor perdamaian.?

Dalam makalahnya, Anggota Komisi III DPR RI itu mengungkapkan, pendidikan memiliki peranan strategis dalam memangkas terorisme di negeri ini. Setidaknya ada empat cara yang perlu ditempuh untuk menanggulangi terorisme dan radikalisme agama perspektif pendidikan.

“Pertama, bekerjasama dengan Pengajar (guru/dosen) dalam membangun “textbook” tentang Pendidikan Islam yang di dalamnya memuat pelajaran toleransi dan isu-isu kemajemukan. Kedua, perlunya mendorong pertukaran pelajar dengan background yang “berbeda”. Ketiga, mendorong pendidikan toleransi dengan menggunakan komunitas ekstra kampus yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda sehingga mampu menumbuhkan pemahaman akan sebuah perbedaan. Keempat, monitoring dan counter propaganda website-website radikal,” tegas Ketua Pansus RUU Ormas tersebut.?

Eman Hermawan, dalam makalahnya juga menyebut bahwa teror merupakan ancaman serius di negeri ini. Salah satu hal yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kembali nilai-nilai 4 Pilar Negara. Menurut mantan Ketua Umum DKN Garda Bangsa ini, tugas pemuda hari ini adalah bagaimana kita membangun bangsa dan ideologi bersama.?

“Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberi pemahaman bahwa Pancasila adalah sebuah ideologi universal yang tidak bertentangan dengan agama apapun,” jelasnya.?

Ditanya soal peran mahasiswa dalam upaya memerangi terorisme, Eman Hermawan menegaskan bahwa hmhasiswa yang mempunyai potensi besar untuk menanggulangi terorisme dan redikalisme agama.

Pertanyaannya , pemuda atau mahasiswa yang seperti apa yang bisa menanggulangi terorisme? Menurutnya, pemuda harus pinter, kaya, dan tidak lapar. “Orang bodoh mudah di hasut, orang miskin mudah direkrut, orang yang lapar mudah dihasut,” pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Junaidi Ibnurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Ulama, Santri Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik

Jakarta, Bupati Tegal. Acara tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-84 Nahdlatoel Oelama (1428 H) dan ke-4 Bupati Tegal diadakan pada Selasa (28/8) nanti malam di Hotel Acacia Jakarta, Jl Kramat Raya 73 depan gedung PBNU.

Selain orasi kebangsaan oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, tasyakuran Harlah akan diisi dengan pemberian penghargaan kepada 3 tokoh NU yang telah berjasa dalam pengembangan teknologi informasi di lingkungan NU, juga penghargaan kepada 4 website NU dan pesantren terbaik.

Penghargaan kepada tokoh NU itu, menurut Ketua Panitia Harlah Suwadi D Pranoto, merupakan wujud ucapan terimakasih dari organisasi NU, dalam hal ini diwakili oleh Bupati Tegal atas kiprah 3 tokoh NU yang telah mendorong pengembangan teknologi informasi di kalangan organisasi NU dan pesantren. Namun dirinya belum bersedia menyebutkan nama tiga tokoh yang dimaksud. “Biar ada kejutan,” katanya singkat.

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Diberikan Penghargaan kepada 3 Tokoh NU dan 4 Website Terbaik

Selain itu, penghargaan juga terkait upaya 3 tokoh NU itu yang telah melakukan terobosan-terobosan dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan kajian-kajian falakiyah (astronomi) dan pengembangan kawasan pedesaan sebagai basis warga NU.

Sementara itu penghargaan kepada 4 website terbaik di lingkungan NU dan pesantren dipilih dari 21 website yang memenuhi kriteria penilaian. 21 website adalah meliputi website milik perangkat-perangkat organisasi NU (lajnah, lembaga, dan badan otonom) baik tingkat pusat dan daerah, juga website Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU di luar negeri, juga website pesantren.

4 website terbaik itu dinilai berdasarkan kelengkapan teknis semisal desain grafis, standar kepantasan, keamanan, kemudahan navigasi, pencarian internal, dan kelancaran mesin pencari data. Kelengkapan non teknis meliputi isi website baik menyangkut kontinuitas, konsistensi dan relevansi dengan back-ground instansi, juga menyangkut jumlah pengunjung dan respon publik, inovasi teknologi serta dampak dan manfaat website bagi masyarakat.

Bupati Tegal

Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi Bupati Tegal Abdul Mun’im DZ mengatakan, pemberian penghargaan itu adalah sebagai wujud perhatian dan apresiasi PBNU atas perkembangan teknologi informasi di lingkungan NU dan pesantren yang selama ini kurang mendapat perhatian. “Mereka patah tumbuh hilang berganti,” katanya.

Sebelumnya, dalam rangkaian acara Harlah ke-84 NU dan ke-4 Bupati Tegal pada 8-9 Agustus 2007 lalu diadakan lokakarya para pakar dan peminat teknologi informasi (TI) di lingkungan NU yang berasal dari beberapa perguruan tinggi dari dalam dan luar negeri, juga warga Nahdliyyin yang bekerja di bidang TI. Sebuah forum yang diberi nama Jaringan Komunitas Information Technology NU (Jarkitnu) telah dibentuk dan bertekad mengembangkan dan memanfaatkan sebesar-besarnya teknologi informasi untuk menggiatkan dakwah bil hal Jami’yyah Nahdlatul Ulama.(nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Budaya, PonPes, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP

Rembang, Bupati Tegal - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Rembang untuk mengenalkan Corp Brigade Pembangunan (CBP) pada even lomba gerak jalan cepat 8 Km yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, Ahad (28/8) pagi. Pihak IPNU Rembang menurunkan CBP sebagai peserta lomba gerak jalan sambil meneriakan yel-yel mereka.

Corps Brigade Pembangunan merupakan suatu lembaga yang dibentuk IPNU dalam satu komando untuk mengawal pembangunan.

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Gerak Jalan Cepat 8 Km, IPNU Rembang Kenalkan CBP

Ketua IPNU Rembang Ahmad Humam saat ditemui media seusai lomba sangat mengapresiasi grup CBP Rembang. Sebab, dengan beberapa yel-yel kelompok CBP IPNU Rembang tampak semangat menyusuri jalan.

Meskipun dalam kegiatan tersebut grup gerak jalan cepat CBP belum menorehkan prestasinya, "Yang terpenting bukan menang kalahnya, tetapi tujuan utamanya ikut lomba ini adalah bagaimana CBP bisa dikenal oleh masyarakat luas," jelasnya.

Bupati Tegal

Menurut Humam, agenda lomba ini sangat stragis untuk menjaring kader-kader CBP. Sebab, dalam waktu dekat ini IPNU Rembang juga akan mengadakan Diklatama CBP dan KPP. Acara ini bertujuan membentuk pasukan khusus CBP dan KPP di Rembang.

Bupati Tegal

Lomba ini diikuti semua jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan organisasi kepemudaan di Rembang. Rute gerak jalan cepat dimulai dari Jalan Dr Soetomo (Depan Rumah Dinas Wabup Rembang) menyusuri Jalan Wahidin-KS Tubun-Ketanggi-Jalan Pemuda dengan titik akhir di Jalan Dr Soetomo. Total jarak yang ditempuh sekitar delapan kilometer.

Sementara itu, pemenang lomba gerak jalan cepat masing-masing Juara I dari KONI Rembang, Juara II dari SMK Muhammadiyah Rembang dan juara III dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Hadiah diberikan langsung oleh Bupati Rembang H Abdul Khafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto setelah acara digelar. (M Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Ulama, RMI NU Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Jakarta, Bupati Tegal. Terkait penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara tasyakuran, Senin (10/11) malam ini. Presiden Jokowi secara formal menyematkan gelar kepahlawanan Mbah Wahab, Jumat (7/11) lalu.

Dalam acara yang akan dilakasanakan di Gedung PBNU lantai 8 pukul 19.00 WIB ini, dijadwalkan hadir para menteri kader NU, perwakilan pihak keluarga Kiai Wahab, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tasyakuran Anugerah Pahlawan Nasional Kiai Wahab

Selain keluarga Mbah Wahab, testimoni juga akan diberikan Wakil Ketua Umum PBNU H. As’ad Said Ali sebagai pengusul gelar pahlawan tersebut.

Bupati Tegal

PBNU seperti yang dikonfirmasi oleh pihak sekretariat, Herman, Senin (10/11) di Jakarta, menegaskan, bahwa acara ini hanya bertajuk tasyakuran atas anugerah pahlawan nasional Mbah Wahab.

Bupati Tegal

Herman juga menjelaskan, perjuangan selama 2 tahun dalam mengusulkan Mbah Wahab menjadi pahlawan nasional patut menjadi kebanggaan seluruh warga NU agar semakin meneladani sosok Kiai Wahab dalam mengabdi, berdakwah, berbangsa, dan bernegara.? (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama Bupati Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Di Toilet Pun Ada Ujaran Kebencian

Jakarta, Bupati Tegal



Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Abdul Moqsith Gazali mengatakan, fondasi ajaran Islam adalah perdamaian. Nabi Muhammad pun memerintahkan untuk menyebarkan perdamaian.

“Assalamu’alaikum tersebar di mana-mana,” kata Moqsith saat mengisi acara Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) Dawrah II yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU)di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).?

Di Toilet Pun Ada Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Toilet Pun Ada Ujaran Kebencian (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Toilet Pun Ada Ujaran Kebencian

Tapi rupanya, kata Moqsith, ujaran perdamaian yang begitu qath’i? (pasti) di dalam Islam, belakangan kalah pamor dengan ujaran kebencian.

“Ujaran kebencian mempunyai tingkat popularitas dan elektabilitas lebih tinggi ketimbang ujaran perdamaian,” katanya prihatin.?

Melihat fenomena demikian, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pun mengabarkan kepada peserta PPWK Dawrah II bahwa ujaran kebencian menjadi salah satu tema di Munas-Konbes NU di Lombok, NTB mendatang.

Bupati Tegal

Menurutnya, ujaran kebencian itu sudah mengepung manusia hingga di ruang pribadi seperti di dalam kamar melalui media sosial.

Bupati Tegal

“Bahkan di toilet pun ujaran kebencian bisa masuk, kan live streaming,” katanya.

Ia pun merasa heran atas fenomena ujaran kebencian yang lebih subur daripada ujaran perdamaian.?

Ia pun menyayangkan kepada orang-orang yang membelokkan ayat Al-Qur’an dengan tanpa mengetahui sebab turun ayat.?

“Ayat-ayat yang mengandung potensi untuk dibelokkan pada ujaran kebencian adalah ayat-ayat yang turun di dalam suasana peperangan, hadisnya begitu, tafsirnya begitu, fiqihnya juga begitu,” terang santri KHR. As’ad Syamsul Arifin ini. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian

Bogor, Bupati Tegal. The Wahid Institute kembali menggelar Sekolah Perdamaian Gus Dur. Kegiatan yang sudah berlangsung 3 tahap ini diikuti oleh 15 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, Rabu-Jumat (18-20/5) lalu di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Peserta di tahap ketiga ini merupakan hasil seleksi dari Sekolah Perdamaian Gus Dur tahap 1 dan 2 yang telah dilaksanakan di tahun lalu.?

Kepala Sekolah Perdamaian Gus Dur tahap ketiga, Gamal berharap bahwa peserta yang telah melalui dua tahapan seleksi ini bisa menjadi kunci dari agen perdamaian di daerah dan wilayah masing-masing yang rentan soal konflik sosial dan keagamaan.?

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Perdamaian Gus Dur Berupaya Cetak Para Agen Perdamaian

Di hari pertama, Gamal membekali peserta ? dengan materi rencana peliputan. Dimana peserta ditugasi membuat proposal liputan yang mendalam dan detail termasuk merinci waktu yang dibutuhkan untuk melakukan peliputan di lapangan nantinya. Gamal juga membeberkan tujuan diadakannya kegiatan ini.?

“Sebenarnya Gus Dur School for Peace 3 dan yang sebelumnya itu satu kesatuan, ini tahap terakhir memberikan teori-teori yang dibutuhkan peneliti untuk turun kelapangan nanti,” ujar Gamal. Jadi materi yang diberikan juga berurutan mulai dari mencari data dengan peliputan, konten damai, strategi advokasi damai, hingga meresolusi konflik.?

Dalam materi Creative Fund Raising and Proposal, pemateri lain Taufik Renaldi menekankan pentingnya untuk percaya kepada ide sendiri. “Tidak ada ide yang sia-sia, yang terpenting kepercayaan dari diri kita sendiri bahwa ide kita bagus. Yang sering terjadi adalah ketidakpercayaan kita yang menjadi mental block untuk merealisasikan ide tersebut,” kata Taufik.?

Bupati Tegal

Tak luput pula Taufik menambahkan bahwa yang terpenting dari pengajuan proposal adalah ide yang unik, realistis dan bermanfaat untuk masyarakat atau tidak.

Puncaknya, peserta diberi materi mengenai analisa dinamika konflik oleh Pakar Psikologi Perdamaian UI, Ichsan Malik. Ketika terjun kelapangan sebagai peneliti dan menganalisa suatu konflik peserta diharapkan bisa membangun trust building atau membangun kepercayaan masyarakat kepada mereka. Selain itu, sikap atau positioning peneliti juga penting, yaitu ketika mampu memposisikan diri di tengah masyarakat agar proses penyelesaian masalah di dalam konflik bisa tercapai.?

Bupati Tegal

“Peneliti harus mengacu pada prinsip imparsial, ketika diminta menjadi mediator maka harus melepaskan diri dari kasusnya. Kita melihat kasus sebagai penyakit dan tidak boleh double standard, tidak mencampur berbagai hukum seperti hukum agama, nasional dan internasional, tapi harus dipilih salah satunya,” ujar Ichsan ketika salah seorang peserta bertanya mengenai cara untuk menghindari kecenderungan memihak satu kelompok dalam suatu konflik.?

“Dalam menyelesaikan konflik, bekerja sama dalam kelompok adalah mutlak, jadi tidak ada yang namanya superman, tapi superteam,” pungkasnya. (Dwi Niar Damayanti/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Ubudiyah Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal

Purworejo, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo gelar halal bihalal bersama badan otonom baik tingkat cabang maupun anak cabang di PP Al-Iman Bulus Purworejo, Sabtu (15/09).?

PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Purworejo Gelar Halal Bihalal

Selain dihadiri Pengurus NU, Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU hadir juga ulama/ kiai sepuh non-struktural, lembaga NU, Lajnah NU, Ketua STAINU dan pejabat pemerintah Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutanya yang berapi-api, KH Habib Hasan Al-Babud menegaskan peran dan kontribusi NU di Purworejo begitu nyata di masyarakat.?

Bupati Tegal

"Kasus Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) beberapa waktu lalu yang hampir membuat geger karena cara dakwahnya yang meresahkan, Alhamdulillah bisa kita tangani dengan kepala dingin dan cara yang santun. Jika saja NU diam saja, bisa saja kasus tersebut menimbulkan konflik dan pertikaian horizontal," ungkapnya didepan 800-an pengurus NU dan Badan Otonomnya.

Bupati Tegal

Dalam ceramahnya, KH Said Asrori memaparkan uniknya NU yang keberadaannya menjadi kekuatan Islam terbesar saat ini.?

"Kekuatan Islam yang menjadi mayoritas hari ini adalah di Indonesia dan merekapun rata-rata NU yang mewarisi ajaran Walisongo. Kenapa bisa besar? Oleh karena ulama nusantara selain cerdas juga bijaksana. Para ulama bisa berdialog dengan masyarakat beserta budayanya, hingga tak heran kalau musim haji kita bisa melihat jamaah yang paling besar adalah Indonesia. Jadi tak heran kalau besok di syurga kebanyakan penghuninya adalah orang NU," ungkapnya disambut gelak tawa hadirin.

Adapun dalam ranah berbangsa dan bernegara, lanjutnya, NU telah meletakkan dasar beragama dan bernegara.?

"KH Wahid Hasyim dulu ikut merumuskan Pancasila dan menginisiasi lahirnya PTAIN (sekarang UIN) dan Departemen Agama. Semua itu manfaatnya masih bita kita rasakan sampai saat ini. Selaku pelayan masyarakat, kita hendaknya meneruskan perjuangan tersebut dan terus-menerus mengupayakan kemaslahatan umat," ungkapnya.?

Selain itu, imbuhnya, para tokoh NU juga harus bisa menyelesaikan masalah-masalah baru yang berkembang di masyarakat serta dapat menjadi pengayom bagi semua kalangan.

Acara berjalan dengan tertib, aman dan lancar dengan pengawalan 200 personil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai Satkoryon di Purworejo. Turut memeriahkan pula grup hadroh "Tombo Ati" dari NU Ranting setempat. Acara diawali pembukaan, bacaan ayat-ayat suci al-Quran dan Shalawat Nabi yang dibawakan Faqihudin dari PAC IPNU Kecamatan Butuh, prakata panitia, sambutan Rois Syuriah dilanjutkan Mauidloh Chasanah dan doa.

Menurut Sekretaris Panitia Ahmad Naufa Khoirul Faizun, panitia menyebar 800 undangan untuk pengurus cabang dan anak cabang baik NU maupun Badan Otonom ditambah undangan umum, tokoh masyarakat dan instansi yang pada akhirnya menjcapai 100an orang.?

"Ini sengaja panitia mengundang hanya pengurus nya saja, karena mereka-merekalah yang bekerja dan mengabdi untuk NU di masyarakat," ungkap ketua PC IPNU Purworejo tersebut.

Selain untuk silaturrahmi dan merajut kebersamaan, lanjut Naufa, acara ini juga dalam rangka memantapkan pemahaman Aswaja pengurus di level kabupaten dan kecamatan dalam menjalankan roda organisasi.?

"Dalam ceramah-ceramahnya, banyak disinggung akidah, amaliah dan tantangan NU kedepan. Ini memberi kemantapan tersendiri bagi pengurus utamanya yang masih muda-muda baik di Ansor, Fatayat, IPNU maupun IPPNU untuk lebih bergairah dalam berjuang meneruskan sejarah panjang aswaja," imbuhnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam?

Kontributor: M Syauqi Taufiqurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama Bupati Tegal

Senin, 27 November 2017

LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus

Jakarta, Bupati Tegal. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan terdapat 382 juta orang di dunia hidup dengan Diabetes Melitus (DM) dan mengestimasikan jumlah meningkat mencapai 592 juta pada tahun 2035. Sedangkan di Indonesia terdapat 9.1 juta penduduk menderita DM dan menempati urutan ke lima dunia, dan hanya 30 persen mengetahui kondisinya.  

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengajak warga NU dan tokoh-tokoh NU untuk melakukan pencegahan dini dan upaya pengendalian kenaikan angka penyakit DM. Hal itu dilakukan dalam diskusi publik bertemakan peran warga NU dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit DM di Gendung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9).  

LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan kepada warga NU untuk lebih peduli dengan masalah kesehatan. Selain karena untuk mencegah masuknya berbagai macam penyakit, kebersihan juga merupakan penerapan keimanan dalam berkehidupan. Diakuinya, jumlah warga NU besar akan tetapi potensi terserang penyakit juga lebih besar. 

Bupati Tegal

"Karenanya penting sekali untuk menjaga dan memperhatikan masalah kebersihan," ujarnya.

Begitu juga dengan sarana prasarana milik NU, lanjut Kang Said, seperti rumah sakit dan klinik belum banyak yang dimiliki warga NU dibandingkan dengan ormas lain. Ia berharap kondisi ini menjadi perhatian bersama, dukungan dan pengabdian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan di NU. 

Bupati Tegal

"Rumah sakitnya saja kurang apalagi para tenaga medis dan dokternya," ungkapnya.

Ketua PP LKNU H Hisyam Said Budairi berharap melalui diskusi ini penyakit DM tidak hanya diketahui oleh tenaga kesehatan, namun juga para tokoh-tokoh agama dan masyarakat sehingga akan dapat memperjelas peran masyarakat terutama warga NU untuk berperan aktif dalam upaya pengendalian kenaikan angka penyakit DM. 

"Kenyataan masih besarnya mereka yang tidak sadar dirinya menderita DM, menunjukkan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan dalam menyebarluaskan informasi pentingnya deteksi dini penyakit DM," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdit DM Kemenkes, Drg Dyah Erti Mustikawati mengatakan, terjadi peningkatan prevalensi pada penderita DM yaitu 1,1 persen pada 2007 menjadi 1,5 pada 2013 sedangkan hasil diagnosis dokter gejala DM pada 2013 sebesar 2,1 persen. 

"Untuk itulah sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mendeteksi dini penyakit DM sehingga segera melakukan tindakan preventif," tandasnya.

Selain itu juga kata Dyah Erti, peran warga NU sangat diharapkan dalam berkontribusi menurunkan angka penyakit DM, dan bukan malah menambahi angka tersebut. Tentu salah satu caranya dengan menjaga kebersihan, menjaga pola makan yang baik, makan makanan yang sehat yang tidak memicu penyakit DM. 

"Intinya adalah lebih baik mencegah daripada terkena penyakit," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Ulama, Cerita Bupati Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak

Jombang, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Jombang bersama Woman Crisic Center (WCC) setempat melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual dan perkosaan terhadap anak di aula kantor Fatayat, Jumat (30/9). Mereka prihatin atas persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang belakangan ini yang tak kunjung selesai.

Fatayat NU di kota santri ini memandang perlu adanya tindakan nyata untuk menekan percepatan lajunya persoalan kekerasan tersebut. Mayoritas korban kekerasan seksual pada anak berakibat fatal terhadap psikologi anak, juga mengganggu masa depan mereka.

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Jombang Sorot Kekerasan Seksual dan Perkosaan Anak

Pada kondisi demikian, terkadang justru sebagian pihak menyalahkan korban sebab kurang berhati-hati, kurang bermoral dan alasan-alasan lain yang akan semakin membuat kondisi anak terdiskriminasi.

"Kita tak boleh menyalahkan mereka. Sikap itu malah membuat korban justru terisolasi, dan didiskriminasi oleh lingkungan sekitarnya," kata Safrida, salah satu pengurus Fatayat NU.

Bupati Tegal

Sementara Ketua WCC Palupi Pusporini menegaskan bahwa pelaku kekerasan seksual juga perkosaan sering kali dilakukan oleh orang-orang terdekat. "Seperti keluarga, teman, tetangga, pacar, guru bahkan suami, dan mantan suami sekalipun," katanya di hadapan puluhan peserta sosialisasi.

Bupati Tegal

Karenanya, ia mengajak kepada sejumlah elemen masyarakat untuk bersama-sama lebih berperan aktif dalam mengatasi persoalan yang tak kunjung usai itu. Terutama organisasi Fatayat NU yang juga memiliki peran penting dalam menekan angka kekerasan seksual dan perkosaan pada anak yang hingga saat ini terus berkembang.

Menurutnya, segala macam upaya untuk memberantas persoalan kekerasan tersebut bukan tanpa payung hukum negara, melainkan memang terdapat mandat undang-undang yang jelas terkait perlindungan anak, mengingat anak sebagai aset bangsa yang harus terus memiliki masa depan cerah.

"Payung hukum perkosaan sebenarnya sudah ada seperti Pasal Perkosaan (285 dan 287, KUHP), Undang Undang Penghapusan KDRT Nomor 23 tahun 2004, Undang Undang Perlindungan? Nomor 23 tahun 2002 pasal 81 dan 82, itu sudah ada," jelasnya.

Sosialisasi yang berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh puluhan kader Fatayat NU se-Jombang. Dalam pantauan Bupati Tegal, terdapat beberapa tanggapan yang disahut oleh peserta mengenai paparan materi yang disampaikan Palupi.

Sebagian peserta, juga tampak membagi cerita kondisi yang memprihatinkan terkait kekerasan terhadap anak dan perempuan di lingkungan sekitar mereka, guna mendapatkan penanganan yang pantas terkait korban kekerasan. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Jakarta, Bupati Tegal. Bulan Ramadhan tahun ini, Bupati Tegal/LTN-NU bekerja sama dengan LAZIS NU akan menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A. Sahal Mahfudh dari Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen-Pati, dan? Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri dari? Pesantren Raudlotuth Tholibin, Rembang.

Dengan mengklik radio.nu.or.id, kaum Muslimin dapat menyimak Mbah Sahal mengaji kitab Minhajul Abidin karya Imam al-Ghozali.

Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikutilah, Pengajian Online Mbah Sahal dan Gus Mus (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikutilah, "Pengajian Online" Mbah Sahal dan Gus Mus

Pengajian Mbah Sahal disiarkan langsung pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Rais Aam akan memulai pengajian hari Ahad, 2 Ramadhan 1433 atau tanggal 22 Juli 2012.

"Saya senang Bupati Tegal dapat mengoptimalkan fungsi teknologi. Silakan kaum Muslimin menyimak pengajian saya. Namun, bagi yang tidak terbiasa dengan tradisi pasaran atau posonan mungkin perlu penyesuaian, apalagi bahasa memakai Jawa. Semoga bermanfaat dan berkah," ujar Mbah Sahal kepada tim Bupati Tegal, Ulil Hadrawi dan Mustiko, Rabu lalu.

Bupati Tegal

Pasaran atau posonan, seperti yang disebut Mbah Sahal, adalah istilah khas pesantren Jawa untuk menyambut musim pengajian di bulan Ramadhan. Musim pengajian di bulan Ramadhan biasanya dilaksanakan 15-20 hari.

Bupati Tegal

Dari Rembang-Jawa Tengah, tepatnya di Pesantren Raudlotuth Tholibin, Bupati Tegal juga akan secara langsung pengajian Wakil Rais Aam KH A Mustofa Bisri. Ia akan membalah kitab akhlak karya Syekh Nawawi Banten, Nashoihul Ibad. Pengajian akan dimulai malam kedua Ramadhan, bakda taraweh, sekitar pukul 20.30-23.00.

?

Interaktif

Pendengar radio.nu.or.id juga akan disuguhkan pengajian interaktif tiap bersama Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj, Katib Aam PBNU Dr. KH Malik Madani, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri, dan lain-lain.

"Pengajian yang interaktif hanya di PBNU bersama para pengurus NU dan cendekiawan Muslim yang ada di Jakarta. Informasi lebih lanjut dikabarkan kemudian," terang Ulil Abshar Hadrawi, ketua panitia program Ramadhan Bupati Tegal.

"Selain dari Pati, Rembang, dan Jakarta, kami juga akan menyiarkan pengajian dari Pesantren Lirboyo Kediri, Tambakberas Jombang, Kudus, dan masih ada beberapa daerah yang masih dihubungi. Jadual pengajian menyusul," pungkas Ulil.

?

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Warta, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Sumenep, Bupati Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto yang diwakili Ketua MWCNU Bluto Ahmad Wari, Rabu (9/1), menandatangani Surat Perjanjian Kerja Sama Pembukaan BMT NU Cabang Bluto dengan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT NU Pusat Gapura di Bluto.

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Bluto Tandatangani Kontrak Kerjasama Pembukaan BMT

Pembuat kometmen yang juga melakukan tanda tangan di atas meterai 6000 adalah Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Pusat Gapura Masyudi dan Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi sebagai pihak yang menyetujui.

Surat perjanjian yang ditandatangi berisi 11 pasal. Pasal-pasal tersebut mengatur kewajiban pihak yang membuat kometmen (Pasal 1), hak para pihak (Pasal 2), prngambil alihan tanggung jawab (Pasal 4), batas perjanjian (Pasal 5), evaluasi kerjasa (Pasal 6), pengahiran kerjasama (Pasal 7), force majeure (Pasal 8), penyelesaikan permasalahan (Pasal 9), penyerahan pada pihak ketiga (Pasal 10), dan lain-lain (Pasal 11) yang berisi empat poin.

Bupati Tegal

Usai melakukan tanda tangan, Manager BMT NU Pusat Gapura meyerahkan surat perjanjian kersama kepada Rais MWCNU Bluto KH Sufyan Nawawi.

Bupati Tegal

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pendidikan, Ulama, Lomba Bupati Tegal

Jumat, 10 November 2017

NU Malang: Miss World Tak Cocok dengan Budaya Indonesia

Malang, Bupati Tegal. Ketua Pengurus Cabang NU Kota Malang KH Marzuki Mustamar memberikan pendapatnya tentang rencana diselenggarakannya ajang pemilihan ratu dunia atau Miss World 2013 di Bali, 28 September mendatang. 

Menurut kiai yang saat ini terpilih sebagai wakil katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini, ada nilai Indonesia yang tidak sesuai dengan perhelatan Miss World. “Kontes Ratu Kecantikan semacam itu tidak pas untuk diselenggarakan dalam negara seperti Indonesia. Bukan hanya tidak cocok secara agama, melainkan juga secara budaya,” katanya, Selasa, (3/9).

NU Malang: Miss World Tak Cocok dengan Budaya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Malang: Miss World Tak Cocok dengan Budaya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Malang: Miss World Tak Cocok dengan Budaya Indonesia

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ini menambahkan bahwa tidak ada alasan untuk membenarkan dilaksanakannya acara seperti ini. “Jika alasan mereka adalah bahwa perempuan jawa jaman dahulu mandi di kali hanya kembenan saja itu tidak pas,” imbuhnya.

Bupati Tegal

“Kalau orang yang mandi di kali itu kan tidak ada niatan untuk mempertontonkan. Itu berjalan secara alamiah saja kan? Dan secara umum tidak menarik syahwat. Sedangkan kontes ratu kecantikan kan memang sengaja dipoles untuk diperlihatkan auratnya pada umum,” jelasnya.

Kiai Marzuki mengaku secara pribadi setuju dengan lomba apa saja, asal tidak menitikberatkan pada kemolekan tubuh seseorang. Apalagi dengan menampakkan aurat, seperti Missworld. Ia mengatakan jika saja diadakan lomba Perempuan Sholihah, dengan menilai kemampuan intelektualnya, dan keagungan moral dan perannya dalam masyarakat, menurutnya itu sangat bermanfaat.

Bupati Tegal

“Boleh saja ada berbagai lomba untuk kaum perempuan, tapi jangan mengandalkan cantiknya saja. Apalagi mengumbar aurat di depan umum. Apa gunanya cantik kalau goblok. Lebih baik diadakan saja lomba perempuan sakinah. Nanti kan bisa direkrut sebagai menteri pemberdayaan perempuan, ketua muslimat atau yang lain-lain,” terangnya.

Sedangkan ditanya mengenai apa langkah-langkah yang sudah dilakukan Nahdlatul Ulama Kota Malang, kiai yang mempunyai sekitar 300-an santri mahasiswa ini menjelaskan bahwa rata-rata kiai di Malang telah memberikan pengarahan dan peringatan kepada ummat akan bahaya tontonan seperti itu.

“Selama ini, Ulama NU kan lebih menenkankan pada menjaga ummat. Dan tidak suka bergerak secara organiasasi, melainkan perseorangan. Untuk menghindari konflik yang lebih meluas. Gaya amar ma’ruf NU kan seperti itu,”  terang kiai kelahiran Blitar ini.

Lebih jauh kiai Marzuki menghimbau agar masyarakat NU semakin giat untuk mengaji ‘Islam yang wajar’. Dan lebih banyak mengisi waktu luang dengan kegiatan amaliah yang dilestarikan oleh Nahdlatul Ulama. (Ahmad Nur Kholis/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Ulama Bupati Tegal

Rabu, 08 November 2017

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba

Pamekasan, Bupati Tegal - Pengurus PAC GP Ansor Tlanakan Pamekasan getol melakukan penguatan kemitraan dengan pejabat pemerintahan. Salah satu kegiatan unggulan mereka ialah giat silaturrahim dengan forum pimpinan kecamatan (forpika) setempat.

Giat silaturrahim masih tampak di ruang Camat Tlanakan, Rabu (16/11). Hadir dalam kesempatan ini Forpimka Kecamatan Tlanakan, Budiarso dari Puskesmas Tlanakan, dan enam orang dari GP Ansor Tlanakan.

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba

Ketua GP Ansor Tlanakan Zainulah mengatakan, pihaknya ingin bermitra dengan Forpimka Kecamatan Tlanakan guna menyikapi banyaknya kasus narkoba, korupsi, dan lain sebagainya.

Dalam forum itu, Zainullah mengetengahkan program kerja GP Ansor Tlanakan seperti antara lain mengadakan sosialisasi narkoba bersama Forpimka Tlanakan kepada masyarakat, utamanya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar bisa mengurangi peredaran narkoba.

Bupati Tegal

Selanjutnya, tambah Zainullah, GP Ansor menyampaikan rutinitas shalawat keliling desa sehingga bisa mengurangi giat menyimpang. Selain itu, GP Ansor memfasilitasi BPJS kepada warga sehingga warga yang berhak bisa menerima BPJS tidak termarjinalkan.

Bupati Tegal

Sekretaris GP Ansor Tlanakan Moh Zayadi menambahkan, lembaga yang ada di Ansor Tlanakan saat ini adalah Banser, Rijalul Ansor yang membidangi zikir dan shalawat, dan LKMP yang membidangi tentang pelatihan di antaranya kursus mengaji.

Ketua Baanar GP Ansor Tlanakan Moh Rokib menyampaikan program ke depan tentang sosialisasi antinarkoba melalui pemasangan banner. Nantinya GP Ansor Tlanakan akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah guna pencegahan narkoba.

Pihaknya akan menggandeng puskesmas guna menjelaskan dampak narkoba terhadap kesehatan, dan juga akan melaksanakan pendampingan kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan BPJS.

"Ada salah satu keluarga yang tidak mampu yang sudah terdaftar di BPJS. Namun, tidak mendapat kartu BPJS. Tentang kesehatan masyarakat, kami siap mengawal adanya program bedah rumah dan kami siap memberi sumbangan dana," katanya.

Camat Tlanakan Akhmad Kusairi mengatakan, data BPJS yang dipakai oleh pihaknya masih data lama tahun 2011 yang dikeluarkan oleh BPS. Hal itu diakuinya sangat tidak baik. Sebab, fenomena raskin yang tujuannya mengentaskan kemiskinan, namun kenyataannya banyak masyarakat yang mampu sebagai penerima raskin.

"Kami berharap sebagai pencanangan kerja sama antara GP Ansor Tlanakan dengan Forpimka. Marilah sebagai langkah pertama kita mengadakan giat kerja bakti bersama. Terkait bedah rumah sudah pernah ada usulan, ke depan mudah-mudahan dapat kita laksanakan. Untuk kesehatan, Bupati Pamekasan mencanangkan Tahun 2018 Kecamatan Tlanakan bebas BAB sembarangan," kata Kusairi.

Di samping itu, bahaya laten saat ini bukan lagi komunis, namun sudah beralih ke narkoba karena semua lapisan sudah terkontaminasi narkoba. Untuk itu, Camat merespon positif kehadiran Ansor melalui Baanarnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ulama Bupati Tegal

Senin, 23 Oktober 2017

Ketika KH Hasyim Asy’ari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu

Pamekasan, Bupati Tegal. Nilai toleransi tingkat tinggi yang dilakukan oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari (Mbah Hasyim), cukup mengemuka dalam acara berbuka bersama oleh PCNU Pamekasan, di sekretsriat PCNU Jalan R Abad Aziz Pamekasan, Rabu (29/6) malam.

Ketika KH Hasyim Asy’ari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika KH Hasyim Asy’ari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika KH Hasyim Asy’ari Turunkan Bedug untuk Hormati Tamu

Suatu ketika, Mbah Hasyim rela menurunkan bedug di masjid beliau yang biasa digunakan untuk memanggil orang shalat. Sebab, ada tamu seorang ulama yang berbeda pandangan tentang bendug.

"Dan perbedaan itu tidak sampai menjadi sesuatu yang mengakibatkan dua ulama itu bermusuhan. Selisih paham justru dijadikan sebagai hikmah," ujar tokoh NU Pamekasan, KH Kholilurrahman yang didapuk sebagai penceramah dalam acara tersebut.

Anggota DPR RI tersebut menambahkan, fakta sejarah itu menunjukkan betapa pendiri NU sangat menjunjung tinggi toleransi di tengah perbedaan yang ada. Untuk itu, nilai-nilai yang tertanam dalam qanun asasi NU, seperti toleran, moderat, seimbang, dan adil mesti selalu diketengahkan dalam kehidupan beragama dan berbangsa.

"Kita mesti selalu introspeksi diri. Adakalanya, kita masih mudah terperangkap pada semangat bermusuhan ketika dihadapkan pada perbedaan. Semoga keteladanan Mbah Hasyim bisa kita pertahankan dan kembangkan melalui NU," tukas KH Kholilurrahman.

Bupati Tegal

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufiq Hasyim menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berkenan memberikan kontribusi terhadap terealisasinya buka bersama.

"Di antaranya adalah KH. Kholilurrahman Wafi, Ismail, Bahrullah Shodiq, Apik, dan lain-lain yang tidak bisa disebutkan semuanya," ungkapnya.

Pihaknya berharap, melalui silaturrahim dan buka bersama, semangat memajukan NU kian terpupuk subur dalam diri Nahdliyin. Baik yang sepuh, termasuk kalangan muda NU. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tokoh, Meme Islam, Ulama Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock