Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa Cabang Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama berkumpul di Hotel Milenium, Kebon Sirih, Jakarta pada Kamis-Jumat  (28-29/8). Mereka berbagai pengalaman rintisan usaha di daerah masing-masing serta menampilkan beberapa produknya.

Cabang-Cabang yang berkumpul diantaranya Lakpesdam Lombok, Bulukumba, Indramayu, Ambon, Jepara, Cilacap, Cimahi, Pandeglang.

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)
Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk (Sumber Gambar : Nu Online)

Cabang-Cabang Lakpesdam Berbagi Pengalaman dan Unjuk Produk

Menurut Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam H Yahya Ma’sum mengatakan, cabang-cabang itu merupakan para pelaksana dan penanggung jawab Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPN) Peduli sejak tahun 2011 yang sudah berakhir.

Bupati Tegal

Mereka, menurut Yahya, kemudian diundang ke Jakarta oleh Pengurus Pusat Lakpesdam sebagai penyalur dana hibah World Bank (bank dunia) melalui program tersebut. “Sharing pengalaman dan ekspos kegiatan dan hasil-hasilnya,” katanya di Hotel Milenium Kamis (28/8).

Menurut Yahya, secara proyek program tersebut sudah berakhir, tapi mereka tetap berkewajiban untk terus melanjutkannya secara mandiri.

Bupati Tegal

Ditanya apakah merasa bisa mandiri, Yahya menjawab optimis. Dengan dilepasnya dana ahibah yang dikucurkan melalui PP Lakpesdam, kelompok-kelompok yang sudah terbentuk di daerah akan bisa mandiri. “Optimis bisa. Sebagian besar sudah bisa membangun jejaring dengan berbagai pihak sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka,” terangnya.  

Yahya menjelaskan salah satu kelompok penerima manfaat (benefiserias) dari program ini di Lakpesdam Indramayu, yaitu ibu-ibu pembuat bakso ikan. Hasil produksinya sudah sampai bisa menjual ke daerah Bogor. Pada mulanya cuma 500 buah sekarang sudah 5000.

Ia juga bercerita ibu-ibu pembuat kain songket di Palembang, Sumatera Selatan. Mereka kemudian bergerak sendiri, bisa mendapatkan bantuan sendiri, sekarang uang yang bergulir di antara mereka sekitar 80 juta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits Bupati Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Gara-gara Palestina Gus Mus Jadi Penyair

Jakarta, Bupati Tegal. Selain dikenal sebagai seorang kiai, KH Ahmad Mustofa Bisri juga adalah seorang penulis, seniman, budayawan, dan penyair. Ada deretan judul buku yang telah ditulis Gus Mus. Diantarannya adalah buku kumpulan puisi-puisi.

Gara-gara Palestina Gus Mus Jadi Penyair (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Palestina Gus Mus Jadi Penyair (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Palestina Gus Mus Jadi Penyair

Lalu, apakah ada yang tahu bahwa awal mula Gus Mus terjun menjadi penyair adalah karena Palestina?

Hal itu disampaikan oleh Ketua Panitia acara Doa Untuk Palestina Ulil Abshar Abdalla saat memberikan sambutan ketua panitia.

"Gus Mus menjadi penyair karena Palestina," jelas Ulil, Kamis (24/8) di Gedung Graha Dakti Budaya dalam malam Doa dan Pembacaan Puisi untuk Palestina. 

Bupati Tegal

Pada tahun 1982, KH Abdurrahman Wahid yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar acara yang sama. Yaitu pembacaan puisi untuk Palestina di Taman Ismail Marzuki (TIM).

"Gus Mus membaca kan puisi 35 tahun yang lalu di Taman Ismail Marzuki," ucapnya.

Bupati Tegal

KH Husein Muhammad juga mengamini apa yang dikatakan oleh Ulil itu bahwa Gus Mus pertama kali membaca Puisi karena diundang oleh KH Abdurrahman Wahid.

"Gus Mus pertama baca puisi diundang oleh Gus Dur," ujarnya.

"Dan saya pertama kali baca puisi diundang oleh Gus Mus," lanjutnya disambut derai tawa penonton. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional

Rabat, Bupati Tegal. Pengurus Cabang Istimewa NU Maroko mengagendakan seminar internasional perihal tasawuf pada 20 Januari 2015. Sejumlah ulama dari pelbagai negara akan hadir dalam seminar internasional yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, ibu kota Maroko.

Rencana ini disepakati dalam kunjungan PCINU Maroko kepada Syeikh Dr Radhi Gennune, seorang dewan pakar tasawuf pengikut Tarekat Tijaniyah di kediamannya di Rabat, Senin (1/12). Hadir dalam pertemuan ini Ketua PCINU Maroko Kusnadi, Wakil Ketua PCINU Maroko Fakih Abdul Aziz, dan Nasrullah Afandi.

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Maroko Persiapkan Pertemuan Sufi Internasional

Dalam kesempatan itu turut hadir Kiai NU asal Banjarmasin yang sedang berkunjung ke Maroko, KH Ahmad Anshori pengikut tarekat Tijaniyah. Ia sejak 1999 hingga sekarang sudah 34 kali berziarah ke zahwiyah atau maqbaroh Syeikh Tijani di kota Fes, Maroko.

Bupati Tegal

Buya Anshori mendukung langkah PCINU Maroko itu. "Hal ini penting untuk menanamkam nilai-nilai tasawuf yang merupakan salah satu ajaran NU, juga sekaligus menambah wawasan tasawuf para putra-putri NU yang sedang menempuh pendidikan di negeri para wali Maroko ini.”

Bupati Tegal

Dari Indonesia juga dijadwalkan akan ada beberapa ulama lain yang menjadi pembicara. Sedangkan dari kalangan ulama Maroko, akan diundang sejumlah pemuka tarekat Tijaniyah termasuk Syeikh Zuber, cucu tertua Syekh Ahmad Tijani (pendiri tarekat Tijaniyah).

Syeikh Dr Radhi Gennun sendiri dijadwalkan kembali berangkat ke Indonesia pada 5 Desember 2014. Ia akan menemui jamaah tarekat Tijaniyah di beberapa daerah Indonesia di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Olahraga, Humor Islam Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

Jakarta, Bupati Tegal

Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Polri soal rencana pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai tidak Pancasilais.

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Sudah Koordinasi untuk Bubarkan Ormas Anti-Pancasila

"Kemendagri sudah rapat koordinasi dengan Kejaksaan dan Polri. Ada Ormas dapat disebut melakukan makar dan akan dibubarkan. Kami merekomendasikan agar tindakan ormas diproses secara hukum," kata Tjahjo Kumolo pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy, yang meminta penjelasan soal pernyataan Menteri Dalam Negeri bahwa Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai tidak sejalan dengan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, pada Rembuk Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Adkasai), di Purwakarta, Senin (9/5), Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, Pemerintah akan membubarkan ormas yang dinilai menolak Pancasila.

Bupati Tegal

Menurut Tjahjo, Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, sudah bertemu dan membahas hal itu, yakni melarang ormas anti-Pancasila.

Tjahjo enggan menyebutkan nama ormas tersebut, tapi ormas itu cukup besar.

"Ormasnya cukup besar dan terang-terangan anti-Pancasila," katanya.

Tjahjo menambahkan, hasil keputusan dari rapat koordinasi Kemendagri, Kejaksaan Agung, dan Polri, dikirim ke seluruh pemerintah daerah di Indonesia, agar menjadi pegangan di tiap daerah.

Bupati Tegal

"Supaya pimpinan daerah tidak bingung menindaklanjutinya," katanya.

Dia menegaskan, Pancasila adalah konsensus nasional dan ideologi negara yang merekatkan bangsa Indonesia.

"Karena itu, kita sebagai bangsa Indonesia tidak boleh menghujat Pancasila," katanya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Humor Islam Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Jihad Itu di Bidang Ekonomi, Budaya, dan Pendidikan, Bukan Ngebom!

Tasikmalaya, Bupati Tegal

Pelajar muslim harus berjihad melalui berbagai bidang diantaranya ekonomi, budaya, dan pendidikan. Saat ini pelajar dan generasi muda sudah tidak zamannya lagi lempar bom, perang, dan sebagainya atas nama jihad agama.

Hal itu disampaikan Haryadi Ahmad Satari Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang juga Wakil Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya saat mengisi materi Seminar Peningkatan Wawasan Pelajar Muslim Nusantara di Kantor MWCNU Salopa, Rabu (20/1).

Jihad Itu di Bidang Ekonomi, Budaya, dan Pendidikan, Bukan Ngebom! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Itu di Bidang Ekonomi, Budaya, dan Pendidikan, Bukan Ngebom! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Itu di Bidang Ekonomi, Budaya, dan Pendidikan, Bukan Ngebom!

“Di negara kita masih banyak yang harus kita fikirkan dan perbaiki seperti ekonomi , dimana anak muda sekarang bisa mengisi peluang dan memperbaiki ekonomi untuk jangka panjang ke depan. Nah anak muda ini sebagai pelopor dan bisa berkreativitas untuk lebih memajukan daerah dan negara diawali dari diri sendiri,” paparnya.

Adapun jihad lewat budaya, tambahnya, adalah pelajar harus bisa mengaplikasikan Qowaid Ushul Fiqh yang menjadi landasan NU, Almuhafaadzatu ala al-qadimi asshalih wal akhadzu bil jadidil ashlah.

Lewat kegiatan ini, imbuhnya, adalah salah satu bentuk hormat kepada para pejuang kemerdekaan yang memperjuangkan jiwa dan raga. “Kita harus isi Kemerdekaan ini dengan cara yang positif, salah satunya dengan terus belajar bersama seperti kegiatan ini,” ujarnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Humor Islam, Pesantren, Amalan Bupati Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Blitar, Bupati Tegal

Program turun ke bawah (turba) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Ramadhan ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya safari Ramadhan dilakukan di masjid-masjid, kali ini program rutin itu digelar di balai desa-balai desa.

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Udanawu Turba ke Balai Desa- Balai Desa

Tim MWCNU terdiri dari 10 orang dan dampingi tiga unsur Muspika, yaiut Camat, Kapolsek dan Danramil Udanawu. Bertindak sebagai ketua tim Rais Syuriyah MWCNU Udanawu KH Moh Muhid dan Ketua Tanfidhiyah MWCNU H Mohammad Mansyur.

Hingga pertengahan Ramadhan ini, sudah 4 desa atau Pengurus Ranting NU dari 12 desa yang telah dikunjungi tim safari MWCNU Udanawu. Yakni Pengurus Ranting NU Sumbersari, Pengurus Ranting Besuki, Pengurus Ranting NU Temenggungan, dan Pengurus Ranting NU Bakung.

Bupati Tegal

“Alhamdulillah selama tiga kali safari ke ranting-ranting ini, kita selalu didampingi Muspika. Pak Camat, Danramil dan Kapolsek. Sehingga semua persoalan keumatan bisa disampaikan,” ungkap H Mohammad Mansyur, Senin (20/6) malam.

Selain itu dalam safari juga diikuti KH Syaikuddin Rahman selaku Mustasyar MWCNU Udanawu. Pak Cikut, panggilan akrab Kiai Syaikuddin selalu berkesempatan memberikan taushiyah. Untuk program organisasi NU langsung disampaikan Rais Syuriyah MWCNU. Sementara untuk program dan kegiatan masyarakat langsung disampaikan Camat Udanawu Zainal Ma’arif atau sekretaris kecamatan setempat, Suyono.

Bupati Tegal

“Terkait dengan NU ditangani pengurus NU. Yang terkait dengan program pemerintah langsung disampaikan Pak Camat atau sekretarisnya. Ini artinya apa? Bahwa di Udanawu, ulama dan umara’ selalu seiring dan sejalan. Sehingga kalau ada persoalan keumatan langsung bisa di selesaikan bersama-sama,” kata Mansyur.

Dalam safari ini titik poin yang disampaikan ada dua hal. Pertama, masalah program kerja NU dan kebijakannya. Kedua, masalah stabilitas negara, yang dikaitkan dengan isu-isu terkini seperti radikalisme dan komunisme.

“Dua persoalan ini disampaikan secara gamblang oleh tim disertai dengan beberapa bukti. Sehingga hadirin langsung paham,” tambahnya.

Setiap lokasi tidak kurang dari 300 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari perangkat desa, pengurus NU dan badan otonomnya juga beberapa tokoh masyarakat dan anggota majelis ta’lim di ranting setempat. “Sehingga apa yang disampaikan tim ini sangat tepat ke sasaran,” tambahnya.

Sementara Kiai Syaikuddin pada kesempatan tersebut banyak mengupas masalah hikmah dan fadhilah puasa Ramadhan.? Setiap kesempatan ada sesi tanya jawab masalah fiqih. “Pak Kiai bagaimana hukumnya jual beli kotoran. Kan lingkungan kita ini banyak peternak. Sebagian ada yang menjual kotoran untuk pupuk,” ujar salah seorang peserta.

Menurut Kiai Cikut, jual kotoran itu hukumnya haram atau tidak boleh. “Kita kan pakai madzhab Syafii. Jual beli kotoran tidak boleh. Supaya boleh bagaimana? Akadnya harus dibetulkan. Tidak jual kotorannya. Namun hanya sebagai ongkos bersih-bersih atau lainnya,” katanya. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Nahdlatul, Kyai Bupati Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Doa saat Terjerat Utang

Seorang sahabat mengadu kepada Rasulullah SAW terkait utang yang dideritanya. “Kenapa tidak amalkan Sayyidul Istighfar?” kata Rasulullah. Rasulullah menganjurkan sahabatnya untuk membaca tasbih berikut antara terbit fajar dan shalat Shubuh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Terjerat Utang (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Terjerat Utang

Subhânallâhi wa bi hamdih, subhânallâhil ‘azhîm, astaghfirullâh 100 kali.

Bupati Tegal

Artinya, “’Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya. Mahasuci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah,’ 100 kali,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, 1424 H, halaman 63). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tokoh, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Bupati Tegal

Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Jember, Bupati Tegal. Izza Nur Layla, alumni MA Unggulan Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur ini masuk dalam Nominasi Santri of The Year 2017. Ajang yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) untuk menyambut Hari Santri Nasional itu, menempatkan Izza, sapaan akrabnya sebagai Nominator  Santri Berprestasi Internasional. 

Selain Izza, ada nama lain yang menjadi nominator di bidang  yang sama, yaitu Tontowi Ahmad. Alumnus Pesantren Al Falah Ploso, Kediri  ini masuk nominasi berkat pretasinya yang mendunia sebagai pemain ganda campuran bulutangkis bersama Liliana Natsir. Nama lainnya adalah Malik Khidir, alumnus Pesantren Al Barokah ini adalah Juara Kompetisi Robotik Internasional.

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Berprestasi Internasional, Santriwati Ini Masuk Nominasi Santri of The Year 2017

Masih banyak nama-nama top lain masuk Nominator Santri of The Year 2017 sesuai dengan bidangnya. Misalnya, Prof KH Muhammad Tholhah Hasan (Pendiri Unisma Malang) untuk bidang pendidikan, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf (Penggiat Seni Sholawat)  untuk bidang seni dan budaya, dan Saifullah Yusuf (Wagub Jawa Timur) untuk bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan.

Izza sendiri masuk nominasi lantaran prestasi internasionalnya yang fenomenal. Dara  kelahiran Jember 5 Februari 1996 itu adalah peraih medali emas dalam kompetisi bidang agribisnis di ajang The 36th National Academic Conference of the Future Farmers of Thailand Organization di Thailand  tahun 2015.

Saat itu, Izza berduet dengan Aji Zulfikar asal Pesantren Darul Ma’arif, Sintang, Kalimantan Barat, berhasil memenangi lomba di kategori demonstrasi keahlian profesional dengan menyajikan sistem penanaman hydroponic.

Bupati Tegal

Izza telah menyelesaikan studi D3 Agribisnis di Pattani Fisheries and Agriculture Technology College, Pattani, Thailand Maret 2017 lalu. Ia lulus meyandang predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 4,0. 

Saat ini, Izza mendapat beasiswa lagi untuk melanjutkan pendidikan S1 di Rajamangala University of Technology Srivijaya, Thung Yai District, Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Gus Rabith Qashidi, berharap agar prestasi Izza dapat melecut semangat santri lain untuk meraih prestasi. Ia mengaku yakin bahwa santri juga bisa berprestasi di tingkat internasional bahkan dalam bidang umum sekalipun. 

"Izza lulusan Madrasah Aliyah, tapi bisa juara di bidang agribisnis, kan hebat," tuturnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI

Palangkaraya, Bupati Tegal. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 12-13 Mei 2012, menghadirkan dua mantan anggota organisasi Islam garis keras. ? Mereka adalah Sukanto (Mantan Anggota DI/TII) dan Nasir Abas (Mantan Tokoh JI).

Rapimnas LTMNU Region X Kalteng-Kalsel dipusatkan di Palangkaraya, dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP LTMNU, Ketua LAZISNU KH Mashuri Malik (Ketua LazisNU), Deputi II BNPT Irjen Pol. Drs M Tito Karnavian, para pejabat setempat dan sedikitnya 160 peserta dari perwakilan 14 PCNU Kalteng, dan 15 PCNU Kalsel.

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI

Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas yang memberikan testimoninya mengatakan, kelompok garis keras akan terus berupaya dan berusaha merebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melalui sisa jaringan dan melencengkan kebenaran ideologi.?

Bupati Tegal

“Karenanya, selama kita masih mempertahankan dan mengikuti ideologi ulama putih, maka kita dan NKRI akan selamat,” ujarnya.

Bupati Tegal

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU mengatakan, Rapimnas LTMNU akan terus dilakukan di berbagai daerah agar para takmir dan pengurus masjid, mengerti, memahami dan mewaspadai gerakan-gerakan kelompok-kelompok ekstrim yang mengancam NKRI. ?

Dikatakan As’ad, dari dulu hingga sekarang, masih banyak kelompok yang tidak suka dengan organisasi NU, baik dari kelompok garis keras, maupun kelompok liberal.

Oleh kerena itu, ia mengimbau warga nahdliyin untuk tidak memberikan kesempatan kelompok-kelompok itu merusak pemikiran umat dalam rumah yang terawat sejak ratusan tahun lalu, yakni masjid dan pesantren. “Kita nggak usah takut dengan kelompok itu, karena kita berada di tengah-tengah,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok tersebut sering mengkafirkan NU. “Padahal, sebenarnya kelompok lain itulah yang melenceng,” katanya sembari menyebut JI, NII dan kelompok ekstrim lainnya.?

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani mengakui pentingnya Rapimnas diselenggarakan. Selain untuk mengumpulkan database masjid berbasis NU, pihaknya menginginkan fungsi masjid di seluruh Indonesia dapat lebih terarah. “Masjid dan pesantren adalah dua kaki yang menyangga NU, dan NKRI,” pungkasnya.

?

?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Huda Sabili

?

Keterangan foto: Waketum PBNU KH Asad Said Ali menyampaikan materi bersama mantan Anggota JI Nasir Abbas (kanan)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Ahlussunnah Bupati Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

Way Kanan, Bupati Tegal

Dengan bermacam tantangan dan rintangan, organisasi mempunyai sejumlah manfaat berharga. Penegasan itu disampaikan I Gede Klipz Darmaja, Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Way Kanan, Lampung.

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Pemuda Hindu Berbagi Pengetahuan Organisasi untuk Kader NU

"Dalam berorganisasi juga ada proses yang harus dilalui. Keberanian dalam berproses ini menentukan kelahiran seorang menjadi pemimpin atau memiliki jiwa kepemimpinan," kata Klipz di Gunung Labuhan, Jumat (27/5) saat mengisi pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" digelar Gusdurian Lampung.

Ia pun menyampaikan beberapa manfaat berorganisasi, yaitu, mampu mengasah keterampilan hingga mempunyai jaringan yang kuat.

Bupati Tegal

"Dengan berorganisasi, kita bisa mempunyai kawan-kawan yang hebat, mempunyai kenalan tokoh-tokoh yang hebat, dan berkomunikasi yang baik atau mempunyai jaringan yang luas," papar alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia? (GMNI) di Insitut Hindu Darma Negeri (IHDN) Bali itu lagi.

Menurut Kilpz pada acara diikuti kader Ansor dari PAC Negara Batin dan peserta Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Way Kanan 2016 ada ciri orang yang serius dalam berorganisasi, yaitu rela berkorban dan bertanggungjawab.

Bupati Tegal

"Saya bisa menjadi seperti ini karena saya berorganisasi. Orang yang sukses? adalah orang yang aktif berorganisasi. Organisasi mengajarkan seseorang mampu mengatasi masalah, mampu membagi waktu, dan menumbuhkan kepercayaan diri," kata pengajar agama Hindu itu lagi.

Pelatihan bertema "Kepemimpinan Sosial di Masyarakat" itu digelar di Pesantren Asshidiqiyah asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan, Lampung.

Penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menegaskan, dalam beberapa tahun kedepan Indonesia akan memiliki bonus demografi.

"Dengan beragam persoalan yang masih kompleks, kapasitas pemuda perlu ditingkatkan dan pilar kebangsaan perlu dikuatkan supaya generasi Indonesia bias menjawab tantangan zaman," katanya.

Indonesia yang bhineka, menurut Gatot lagi, tidak hanya membutuhkan kata "toleransi semata, namun juga melaksanakannya dengan bertegur sapa, saling mendengar.

"Terima kasih kepada Gede Klipz Darmaja yang berkenan berbagi pengetahuan mengenai organisasi, ini tentu akan bermanfaat. Pesan Gus Dur, agama jangan jauh dari kemanusiaan. Ini salah satu dasar mengapa pelatihan ini digelar mengingat masyarakat ialah himpunan dari manusia yang beragam," ujar Gatot.? (Neli Cahyani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Aswaja, Sejarah Bupati Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Jakarta, Bupati Tegal



Bulan Ramadhan tahun ini terlihat berbeda. Hal itu ditandai dengan munculnya aktivitas ngaji yang dilakukan secara daring (online) melalui media sosial. Fenomena yang mulai marak pada Ramadhan tahun ini menjadi topik diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Tegal (IMT) Ciputat yang bekerja sama dengan PP IPNU dan Santri Online pada Jumat (09/6) malam di basecamp? IMT CIputat.

Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Fenomena Dakwah Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Fenomena Dakwah Online

Dalam memanfaatkan teknologi internet untuk berdakwah, Sya’roni As Syamfury sebagai penggagas media santri yang bergerak secara online itu pada awal mulanya diprakarsai atas dasar dua hal.?

“Pertama Dampar Ngebul, yang kedua Dapur Ngebul,” ungkap alumni Ponpes Lirboyo itu yang juga sebagai penggagas awal Santri Online bersama Abdul Wahab.

Menurutnya, Dampar Ngebul bermakna bahwa dakwah melalui media sosial dilakukan secara masif dengan niat untuk menyebarkan Islam yang rahmatan lil alamin. Sedangkan pengertian Dapur Ngebul itu supaya kegiatan yang dilakukan dengan cara online tersebut dapat berjalan secara konsisten, harus diimbangi dengan pemasukan secara material yang dapat menunjang keberlangsungan dakwah.?

Bupati Tegal

“Semangat Nahdlatul Ulama pada awal berdirinya saat itu berawal dari serikat perdagangan atau yang dikenal dengan Nahdlatut Tujjar,” tambahnya.

Lain halnya yang disampaikan oleh Ketua Bidang Jaringan Pesantren Gus Aqib Malik yang mengungkapkan bahwa dalam mengemas metode berdakwah harus mengikuti arus, tetapi jangan sampai terbawa arus.?

“Banyak komunitas yang besar, dakwah yang diajarkan pun islam substansial dan rahmatan lil alamin, tetapi mayoritas masih kalah dalam kemasan. Padahal, khalayak umum lebih cenderung melihat kemasannya terlebih dahulu,” ungkap Direktur Almaliki Center itu.

Sementara itu, kegiatan diskusi yang berlangsung seusai penutupan ngaji online Kitab Washiyatul Musthofa bersama Gus Aqib Malik itu juga dihadiri oleh Wakil Sekretaris Lembaga Tamir Masjid (LTM) PBNU Ali Sobirin.?

Bupati Tegal

“Ada kendala yang umum dialami oleh beberapa kalangan santri,” ujar pria yang berprofesi sebagai trainer dan juga peramu buku Teknologi Ruh itu.

Ia menilai bahwa kendala tersebut biasanya dipengaruhi oleh sikap tawadhu yang tidak ditempatkan pada tempatnya. Padahal, tambahnya, pada dasarnya sikap tawadhu adalah menempatkan situasi pada kondisi yang sesuai dengan potensinya.?

Menurutnya, teman-teman santri ketika diajak maju ke depan masih dorong-dorongan dengan teman-temannya, tapi kalau sudah maju ke depan dan dipancing untuk berbicara, ilmunya baru bisa keluar semua.?

“Kita kaum santri, ketika berani membuka kitab, kita juga harus berani membuka diri,” tutupnya. (M. Ilhamul Qolbi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam Bupati Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

Jakarta, Bupati Tegal. Bidang Keilmuan Ma’had Aly yang bersifat spesifik (Takhasshus) dalam mengkaji keilmuan Islam membuat lulusannya diharapkan menjadi kader-kader ulama mumpuni dalam bidang kegamaan Islam. Oleh sebab itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama menetapkan bahwa lulusan Ma’had Aly bergelar Sarjana Agama (S.Ag).

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan Ma’had Aly Bergelar Sarjana Agama

“Berdasarkan pertimbangan tertentu, kita memutuskan secara bulat bahwa gelar yang diperoleh para lulusan Ma’had Aly adalah S.Ag atau Sarjana Agama,” ujar Kepala Sub Direktorat Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, H Ahmad Zayadi, Senin (30/5) dalam rapat peresmian Ma’had Aly di Jombang.

Zayadi menjelaskan bahwa Ma’had Aly yang merupakan perguruan tinggi yang berada di jalur Pendidikan Diniyah Formal ini sudah terbukti selama beberapa tahun telah menghasilkan para kader ulama yang menguasai berbagai litertaur kitab kuning.?

Namun, lanjutnya, baru kali ini lembaga pesantren tingkat tinggi ini mendapat pengakuan resmi oleh pemerintah. “Sehingga lulusan Ma’had Aly setara dengan Perguruan Tinggi Islam dan Umum,” jelas Zayadi.

Bupati Tegal

Dia menegaskan bahwa Ma’had Aly tidak akan bertransformasi menjadi STAIN, IAIN, maupun UIN. Ia akan terus berkembang dan tumbuh menjadi perguruan tinggi khas pesantren dengan masing-masing spesifikasi keilmuannya masing-masing.?

“Karena kami, pemerintah telah memutuskan bahwa satu Ma’had Aly hanya boleh mengembangkan satu program studi, misal Ushul Fiqih, Hadits, dan lain-lain. Semuanya sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015,” terangnya.

Dari spesifikasi tersebut, Zayadi optimis bahwa Ma’had Aly bukan hanya menjadi lembaga tinggi pesantren yang mengkaji keilmuan khusus, tetapi ia juga akan menjadi pusat kajian keilmuan Islam di Indonesia. “Misal, jika ingin belajar dan memperdalam Ushul Fiqih, silakan ke Ma’had Aly Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, Jawa Timur, dan seterusnya,” ungkap Zayadi.?

Tahun ini, Kementerian Agama akan meresmikan 13 Ma’had Aly sekaligus pemberian SK serta izin operasional. Peresmian atau peluncuran ke-13 Ma’had Aly ini akan dilakukan langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. (Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam Bupati Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

IPNU Tentukan Nasib NU Mendatang

Probolinggo, Bupati Tegal. Ikatan Pelajar Nahldatul Ulama (IPNU) merupakan pintu masuk awal sistem pengkaderan yang ada di NU baik secara struktural maupun kultural. Oleh karenanya, kerja keras pengurus sangat dibutuhkan karena peran IPNU sekarang akan menentukan nasib NU di masa mendatang.

Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU Kecamatan Tegalsiwalan periode 2013-2015 Muhammad Faisol Romli usai dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Probolinggo Rodli Nabillah, Jumat (22/2).

Menurut Faisol, IPNU merupakan pintu masuk awal sistem pengkaderan yang ada di NU baik secara struktural maupun kultural. Oleh karenanya, kerja keras pengurus sangat dibutuhkan karena peran IPNU sekarang akan menentukan nasib NU di masa mendatang.

IPNU Tentukan Nasib NU Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tentukan Nasib NU Mendatang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tentukan Nasib NU Mendatang

”Semoga kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan menjadi sosok yang akhlakul karimah sehingga mampu menciptakan Kecamatan Tegalsiwalan yang agamis dengan kultur dan budaya yang beragam,” ujarnya.

Bupati Tegal

Dikatakan Faisol, tantangan pelajar NU sejak dulu adalah sejumlah pengaruh eksternal yang dapat menjerumuskan mereka sebagai generasi bangsa.

”Keberadaan IPNU nantinya diharapkan mampu mengarahkan pergaulan kader-kader muda NU melalui program-programnya. Sehingga nantinya dapat menjadi generasi muda yang handal dan berkualitas serta mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Pelantikan PAC IPNU Kecamatan Tegalsiwalan ini sendiri dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Moh. Saiful Hadi, Ketua PC Aswaja Center NU Kabupaten Probolinggo Kiai Ahmad Ghozali, Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Tegalsiwalan Muhajir Abd. Rozaq, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Maharani Sofia beserta segenap pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo

Bupati Tegal

Pelantikan PAC IPNU Kecamatan Tegalsiwalan yang baru dibentuk tersebut mendapat apresiasi yang sangat positif dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Moh. Saiful Hadi. Dalam sambutannya Saiful Hadi merasa sangat bangga dan senang dengan hadirnya IPNU di Kecamatan Tegalsiwalan. Apalagi selama ini IPNU di daerah tersebut sempat vakum.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas terbentuknya sampai dilantiknya pengurus IPNU di Kecamatan Tegalsiwalan. Kader NU perlu terus digalakkan, terutama di daerah pelosok terutama terkait semakin maraknya faham di luar Aswaja (Ahlussunnah Wal Jamaah, red),” ujar Kiai Saiful Hadi.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Rodli Nabillah berharap agar pengurus yang baru dibentuk dan dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Kabupaten Probolinggo.

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Cerita Bupati Tegal

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Jakarta, Bupati Tegal. Beberapa waktu yang lalu tersiar berita mengenai pertanyaan KH Syukron Makmun tentang tanah wakaf yang dikenai pajak kepada Presiden. Dalam keterangan pers di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017), ia menyatakan bahwa tanah wakaf yang dikelolanya dikenai pajak.

"Saya sendiri ditagih pajak, yang jumlahnya nanti istighfar mendengarnya," kata Syukron Makmun.

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Wakaf Kena Pajak? Ini Alasannya

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1985 Pasal 3 Ayat 1, tanah yang digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan nasional, dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan, tidak dikenakan pajak bumi dan bangunan.

Menurut Anggota Badan Wakaf Indonesia Soraya Devi, tanah wakaf yang dikenai pajak bisa jadi karena tanah itu belum memiliki sertifikat wakaf.

"Yang sekarang banyak terjadi adalah tagihan pajak timbul karena banyaknya tanah wakaf yang belum bersertipikat hak milik wakaf," jelas Devi, Selasa (5/4/2017) malam.

Bupati Tegal

Ia mencontohkan tanah wakaf yang masih bersertifikat hak milik (SHM), hak guna bangunan (HGB), hak guna usah (HGU), girik, dan verponding.

Bupati Tegal

Untuk bisa mendapatkan sertifikat wakaf, menurut Devi, persyaratan berupa warkat atau surat-surat tanah harus lengkap. Namun, "Kelengkapan warkat inilah kendala utama," ujar Devi.

Untuk itu, Devi berharap Badan Pertanahan Nasional bisa mengeluarkan kebijakan yang lebih memudahkan nazhir untuk mendapatkan sertifikat wakaf.

"Terutama sertifikat wakaf untuk tanah yang di atasnya ada masjid," kata Devi.

Mengenai tanah wakaf yang digunakan untuk kegiatan usaha wakaf produktif, Devi menyatakan bahwa hanya kegiatan usahanya yang dikenai pajak. Adapun tanahnya tidak dikenai pajak jika sudah bersertifikat wakaf. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Humor Islam, RMI NU Bupati Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Fadli Zon Ketuk Palu, Perppu Ormas Resmi Jadi Undang-Undang

Jakarta, Bupati Tegal. Setelah melalui pembahasan alot dalam Rapat Parpurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Selasa (24/10), Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) telah resmi menjadi Undang-Undang dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.

Fadli Zon Ketuk Palu, Perppu Ormas Resmi Jadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Fadli Zon Ketuk Palu, Perppu Ormas Resmi Jadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Fadli Zon Ketuk Palu, Perppu Ormas Resmi Jadi Undang-Undang

Politisi Partai Gerindra tersebut mengetuk palu setelah proses voting dimenangkan oleh tujuh fraksi yang mendukung perubahan Perppu Ormas menjadi UU, yakni PKB, PDIP, Golkar, Hanura, PPP, Nasdem, dan Demokrat. Sedangkan tiga fraksi menolak, yaitu PKS, PAN, dan Gerindra.

Dalam rapat yang dihadiri oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkum HAM Yasonna Laoly, dan Menkominfo Rudiantara, Fadli Zon menjelaskan, dari totoal 445 yang hadir, setuju 314, dan 131 tidak setuju.

“Maka rapat paripurna menyetujui Perppu Nomor 2/2017 tentang ormas menjadi UU,” kata Fadli sambil mengetuk palu tanda pengesahan. 

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menyatakan, konsekuensi hukum disahkannya Perpu Ormas menjadi UU adalah gugurnya seluruh gugatan judicial review di Mahkamah Konstitusi tentang Perpu Ormas.

Bupati Tegal

Sebagaimana dimaklumi, sambung Robikin, ada 35 lebih gugatan judical review di MK tentang Perpu Ormas yang hingga saat disahkannya Perpu Ormas menjadi UU hari ini, Selasa (24/10) masih dalam tahap pembuktian. Yakni dalam tahap pemeriksaan saksi dan ahli, baik dari pihak Pemohon (Penggugat) maupun Pemerintah dan Pihak Terkait. 

Bupati Tegal

“Oleh karena Perpu Ormas diterima DPR sebagai UU, sedangkan proses persidangan di MK belum berakhir atau belum diputus, maka seluruh gugatan yang ada gugur demi hukum karena Perpu yang digugat sudah tidak ada lagi (non existing),” ujar Robikin.

Perppu ini mengatur soal ormas. Salah satu aturan yang mencolok dalam perppu ini adalah soal pembubaran ormas yang dianggap radikal atau bertentangan dengan ideologi Pancasila tanpa melalui jalur pengadilan. 

Berikut ini hasil voting tiap fraksi:

PDIP: 108

Golkar: 71

Gerindra: -

Demokrat: 42

PAN: -

PKB: 32

PKS: -

PPP: 23

NasDem: 23

Hanura: 15

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Santri, Humor Islam Bupati Tegal

Kamis, 23 November 2017

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua

Jombang, Bupati Tegal. Tempaan selama di pesantren akan semakin kuat kalau saat di rumah, para orang tua turut memberikan perhatian. Hal itu agar ada kesinambungan, sehingga pembinaan terus berlanjut.

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempaan Santri di Pesantren Harus Didukung Perhatian Orang Tua

"Saat di pesantren dan madrasah, para santri maupun peserta didik ditempa dengan jadwal yang demikian padat. Akan sangat disayangkan bila kesempatan saat pulang di rumah ternyata orang tua tidak memberikan perhatian yang sepadan," kata Ustadz Faizun, Sabtu (15/7).

Hal tersebebut disampaikan Kepala Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur ini pada Silaturahim dan Halal Bihalal Wali Peserta Didik di madrasah setempat.

?

Alumnus pasca sarjana Universitas Islam Malang (Unisma) tersebut menyampaikan bahwa saat di pesantren hingga di lembaga pendidikan formal, kegiatan harian para santri demikian padat. "Dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali, seluruhnya diisi dengan kegiatan yang demikian padat dan tentunya bermanfaat," kata Ustadz Faiz, sapaan akrabnya.

Bupati Tegal

?

Dalam pandangan Sekretaris PC Lembaga Takmir Masjid NU Jombang tersebut, nyaris tidak ada aktifitas harian yang luput dari perhatian pengurus dan pengelola lembaga pendidikan formal di pesantren. "Bahkan kalau mereka terlambat shalat jamaah saja, akan ada sanksi yang diberikan," ungkapnya.

?

Pembentukan karakter yang telah dilakukan sekian lama tersebut akan sia-sia kalau saat di rumah tidak juga diawasi oleh orang tua. "Jangan kemudian lantaran alasan liburan, para peserta didik dan santri dibiarkan tanpa pengawasan," harapnya. Justru di sinilah peran orang tua sangat diharapkan sehingga tempaan saat di madrasah dan pesantren dapat berkesinambungan, lanjutnya.

Bupati Tegal

?

Adanya sejumlah santri yang kemudian tidak betah di pesantren, antara lain karena orang tua tidak memberikan perhatian secara seksama. "Di rumah mereka merasa bebas lantaran para wali santri memberikan kebebasan yang sangat longgar," ulasnya.

?

Sejumlah fasilitas yang diberikan kepada anak kala di rumah, dari penggunaan smartphone, menikmati tayangan televisi dan sarana hiburan lainnya secara tanpa batas adalah tindakan tidak dibenarkan. "Itu terlalu memanjakan dan akan merusak bentukan karakter yang dibangun ketika di pesantren," terangnya.

?

Ustadz Faiz mengajak peran aktif orang tua untuk turut bersama-sama menjaga tempaan yang telah dilakukan saat di pesantren. Caranya dengan mengajak mereka tetap disiplin dan menjaga rutinitas yang telah dilakukan selama berada di pondok.

"Mengawasi dan mendidik para santri dan siswa saat di pesantren dan madrasah adalah tugas kami, sedangkan ketika di rumah adalah tugas orang tua," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU

Kudus, Bupati Tegal. Dalam rangka memeriahkan peringatan hari lahir (Harlah) NU yang ke-91, pengurus Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MI NU) Khurriyatul Fikri mengadakan jalan sehat, Ahad (18/5) pagi. Start pemberangkatan berada di halaman madrasah setempat di Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan mengakhiri perjalanan di lokasi yang sama.

Acara yang diikuti dewan guru dan semua murid Raudlatul Athfal (RA) dan MI NU Khurriyatul Fikri, berlangsung semarak. Setiap peserta yang terdiri dari sekitar 250 orang mengibarkan bendera kecil dari kertas berlogo Nahdlatul Ulama dan bertuliskan Harlah NU Ke-91 di MI NU Khurriyatul Fikri.

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Jalan Sehat Anak-anak pada Harlah NU

Di samping melambai-lambaikan bendera, ratusan peserta ini juga melantunkan shalawat di sepanjang perjalanan. Terik matahari yang beranjak siang tak memutuskan semangat mereka untuk menyelesaikan perjalanan hingga garis finis.

Bupati Tegal

Selain pihak sekolah, turut terlibat pula dalam jalan sehat ini sejumlah badan otonom NU, seperti Muslimat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar NU (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) se-Desa Pasuruhan Lor. Kepala desa setempat juga tak ingin ketinggalan dalam momen jalan sehat ini.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah NU Pasuruhan Lor Kiai Hasyim As’ari berpesan kepada semua peserta Jalan Sehat, untuk terus memupuk jiwa pengabdian, khususnya di Desa Pasuruhan Lor. “Kita sebagai generasi muda NU, nantinya memegang tonggak estafet dari kepengurusan NU untuk masa depan,” terangnya sebelum melepas peserta jalan sehat. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Meme Islam, Lomba Bupati Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Kupang, Bupati Tegal. Hari Raya Idul Adha 1436 H merupakan bagian dari perhatian bagi orang mampu kepada orang yang benar-benar tidak melalui penyerahan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memberi makna perjalanan Nabi Ibrahim ketika menuai cobaan, kata Walikota Kupang, Jonas Salean, dalam sambutan penyerahan hewan kurban di Masjid Baburahman Kompleks Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9).?

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)
Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu (Sumber Gambar : Nu Online)

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di masjid sekitar 20 meter dari rumah pribadinya. Ia mengatakan sebagai putra dari kompleks wajib memberi apa adanya bantuan pemerintah melalui hewan kurban. Walaupun pada tahun sebelum dirinya belum pernah memberikan hewan kurban kepada masjid Baburahman tetapi hari ini ? setelah dalam perjalan tiga tahun lalu sebagai pemerintah patut memberikan bantuan kepada masyarakat, katanya.?

"Kepada warga Nusa Bunga, Jonas mengatakan, sesuai adat Timor, terlebih dahulu kita berikan kepada tamu dahulu. Sebagai tuan rumah biasa berada di belakang."

Bupati Tegal

Beginilah budaya kita sebagai tuan rumah dan mengelilingi semua dulu baru saya kembali ke komplek saya, kata Jonas.?

Bupati Tegal

Imam Masjid Baburahman Abas Kasim menjelaskan sebagai anak kompleks patut menghargai walaupun sekian lama baru datang kembali rumah dan mampu melihat rumah ibadah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Muslim Nusa Bunga. Sesuai sejarah warga Nusa Bunga sejak tahun 2000 jumlah kepala keluarga hanya 20 KK sedangkan hari ini sudah mencapai 200 KK.?

Dengan adanya bantuan satu ekor sapi dari pemerintah cukup berterima kasih atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momen Idul Adha, katanya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Humor Islam, Daerah Bupati Tegal

Rabu, 08 November 2017

Hukum Selamatan sebelum Berangkat Haji

Tidak lama lagi musim haji tiba. Bertepatan dengan itu, sebagian saudara kita yang sudah mencukupi persyaratan dan mampu akan berangkat ke tanah suci. Di sana mereka akan menunaikan rukun kelima Islam.

Sebelum berangkat haji, mereka biasanya melakukan tasyakuran atau selamatan. Tradisi ini kelihatannya sudah membumi di Nusantara. Hampir di semua daerah ditemukan tradisi ini, meskipun dengan nama yang berbeda-beda. Secara umum mereka menyebutnya walimah safar.

Hukum Selamatan sebelum Berangkat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Selamatan sebelum Berangkat Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Selamatan sebelum Berangkat Haji

Istilah ini memang jarang ditemukan dalam litaratur fikih. Tapi sebenarnya ada istilah yang hampir mirip, yaitu naqi’ah. Hanya saja, istilah naqi’ah secara spesifik digunakan untuk menyambut kedatangan musafir, terutama yang balik dari perjalanan jauh semisal haji. Masyarakat menyambutnya dengan mengadakan walimah atau acara makan-makan. Naqi’ah ini bisa diadakan oleh musafir itu sendiri atau masyarakat yang menyambutnya.

Bupati Tegal

Al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab berpendapat:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Bupati Tegal

Artinya, “Disunahkan melangsungkan naqi’ah, yaitu makanan yang dihidangkan karena kedatangan musafir, baik disiapkan oleh musafir itu sendiri, atau orang lain untuk menyambut kedatangan musafir.”

Pendapat ini didukung oleh hadis riwayat Jabir bahwa Nabi Muhammad SAW ketika sampai di Madinah selepas pulang dari perjalanan, Beliau menyembelih unta atau sapi (HR Al-Bukhari). Dalil ini memperkuat kesunahan mengadakan selamatan setelah pulang dari perjalanan jauh. Selamatan sebagai bentuk rasa syukur atas diselamatkannya musafir dari bahaya perjalanan.

Demikian pula dengan selamatan sebelum haji. Hukumnya dapat disamakan dengan naqi’ah. Terlebih lagi, substansi acaranya tidak melenceng sedikit pun dari syariat Islam. Di dalamnya terdapat unsur silaturahmi, sedekah, do’a, baca Al-Qur’an, dan lain-lain. Kendati istilah walimah safar jarang ditemukan dalam literatur hadits maupun fikih, bukan berarti mengadakannya dianggap haram atau bid’ah tercela.

Al-ibraru bil musamma, la bil ismi, yang diperhatikan ialah substansi yang dinamai, bukan soal nama itu sendiri. Berdasarkan prinsip ini, yang menjadi acuan dalam menghukumi sebuah perbuatan ialah isi dan substansinya. Selama isi dan substansinya tidak bertentangan dengan syariat Islam, ia diperbolehkan sekalipun istilah atau penamaannya tidak ditemukan di masa Rasulullah SAW.

Terlebih lagi, dalam Madzhab Syafi’i, istilah walimah tidak hanya dikhususkan untuk pesta pernikahan. Istilah walimah mencakup semua perayaan yang diselenggarakan lantaran mendapat rezeki yang tidak terduga atau kebahagian tertentu. Maka dari itu, menurut Madzhab Syafi’i kesunahan mengadakan walimah tidak dibatasi hanya untuk nikah, tapi juga disunahkan pada saat bangun rumah, khitan, pulang dari perjalanan, dan lain-lain. Pendapat ini sebagaimana dikutip Al-Jaziri dalam Al-Fiqhu ‘ala Madzahibil Arba’ah:

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Madzhab Syafi’i mengatakan disunahkan menghidangkan makanan dan mengundang orang untuk memakannya pada setiap kejadian yang membahagiakan, baik saat pernikahan, nikah, kedatangan orang dari perjalanan, dan lain-lain.”

Merujuk pada pendapat di atas, tradisi walimah safar yang dilakukan masyarakat Nusantara sangat baik dilakukan. Pada saat itulah momen berbagi kepada sesama masyarakat atas kesempatan dan nikmat yang diberikan Allah SWT. Apalagi tidak semua orang yang diberikan kesempatan untuk berhaji.

Selain ajang silaturahmi dan sedekah, walimah safar merupakan bentuk rasa syukur atas peluang yang diberikan Allah SWT dan ajang meminta do’a kepada sanak-saudara supaya diselamatkan selama menjalani ibadah haji. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam Bupati Tegal

Sabtu, 04 November 2017

PBNU Ingatkan Pemerintah Terkait Kasus Kecelakaan Beruntun

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pemerintah berkaitan dengan berbagai musibah kecelekaan transportasi yang terjadi berluang-ulang belakangan ini. Masalah besar yang dihadapi dunia perhubungan di Indonesia harus segera mendapat perhatian khusus.

”Presiden harus turun tangan langsung. Musibah di negeri ini telah terjadi beruntun. Pasti ini ada yang tidak beres. Tanpa keterlibatan Presiden langsung, saya kira tidak bisa. Jadi, Presiden juga harus tanggung jawab,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Thahir, di Jakarta, Ahad (25/2) kemarin.

Belum selesai kasus terbakarnya Kapal Motor Levina 1 yang menewaskan banyak korban beberapa waktu lalu, dunia transportasi kembali meminta korban. Musibah paling mutakhir, kapal motor nahas tersebut tenggelam dan menewaskan sedikitnya satu orang wartawan yang justru sedang meliput kecelakaan tersebut.

PBNU Ingatkan Pemerintah Terkait Kasus Kecelakaan Beruntun (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ingatkan Pemerintah Terkait Kasus Kecelakaan Beruntun (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ingatkan Pemerintah Terkait Kasus Kecelakaan Beruntun

Selain meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera turun tangan menangani masalah tersebut, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air itu juga mengingatkan agar pemerintah tidak ceroboh.

Anas menambahkan, berbagai kecelakaan, baik di darat, laut maupun udara, disebabkan manajemen pelayanan publik yang amburadul, dalam hal ini adalah Departemen Perhubungan. Karena itu, lanjutnya, agar kejadian serupa tidak terulang, manajemen dunia perhubungan harus dirombak total.

”Harus ada perbaikan secara menyeluruh. Selama ini, manajemennya amburadul dari hulu sampai hilir. Perbaikan itu bisa dilakukan dengan pergantian sumber daya manusia. Kalau yang bersangkutan (Menhub) tidak mau mundur, ya dicopot aja,” tegas Anas.

Bupati Tegal

Masalah pelayanan publik, katanya, selama ini kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Padahal masalah tersebut sangat penting, karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang nyaman dan aman. ”Public service tidak pernah mendapat tanggapan serius. Itulah penyebab masalah kecelakaan selama ini. Pemerintah harus meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anas mengingatkan, jika kecelakaan dalam dunia perhubungan terus terjadi karena keteledoran pemerintah mengawasi alat transportasi, rakyat tidak akan percaya lagi terhadap pemerintah. Ujung-ujungnya, pemerintah sendiri yang akan menanggung kerugian. ”Kalau tidak, jangan salahkan rakyat jika melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (amh/rif)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock