Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Bupati Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Bupati Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang

Pringsewu, Bupati Tegal

Sudah menjadi sunnatullah sebuah perjuangan akan selalu menghadapi tantangan. Namun, tidak sedikit pula yang mendukungnya.

"Kalau berjuang, pasti ada yang senang dan juga ada yang tidak senang. Itu sudah Hukum alam," demikian penjelasan Mustasyar PCNU Pringsewu H. Sujadi saat mengupas? tafsir Al-Qur’an surah Al-Kautsar pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (5/1).

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang

Namun, kata dia, rintangan dalam perjuangan tersebut tidak boleh menjadikan diri patah semangat dan pesimis. Optimisme harus terus dipupuk dengan terus berjuang sesuai keyakinan dan target yang akan dicapai. "Jangan senang dan lupa daratan ketika dipuji dan jangan bersedih kati ketika dicaci-maki. Kita harus yakin dengan perjuangan yang kita jalani," tegasnya.

Bupati Tegal

Dalam kesempatan tersebut, pria yang disapa Abah Sujadi, mengingatkan bahwa dalam perjuangan dengan berbagai bentuknya harus mengedepankan kerja sama dan kekompakan setiap elemen. Karena jika tidak ada soliditas maka akan mudah terprovokasi dan dan tercerai-berai.

Bupati Tegal

Mengutip maqolah Ali Bin Abi Thalib RA, Abah Sujadi mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisir akan dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Ia juga memberikan salah satu? langkah lainnya ketika ada pihak yang benci dengan perjuangan yang sedang dijalani yaitu dengan banyak bershalawat.

"Perbanyak shalawat untuk terhindar dari orang-orang yang menzalimi kita," katanya sembari menuliskan shalawat tersebut di papan tulis dan mengijazahkannya kepada jamaah untuk dapat diamalkan.

Shalawat yang sudah sangat populer tersebut berisi tentang doa agar terhindar dari orang-orang yang senantiasa menzalimi. Adapun lirik shalawat tersebut adalah "Allahumma shalli ala sayyidina muhammad wa asyghili dzolimin bi dzolimin, wa akhrijna min bainihim salimin, wa ala alihi wa sahbihi ajmain". (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Ahlussunnah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Bupati Tegal ?

Para redaktur Bupati Tegal melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Bupati Tegal lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Menurut salah seorang redaktur Bupati Tegal Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

Bupati Tegal

“Teman-teman di sini (redaktur Bupati Tegal) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Bupati Tegal

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Bupati Tegal. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, AlaNu, Tokoh Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Jakarta, Bupati Tegal. Selain sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tradisi dan budaya Indonesia menjadikan bangsa majemuk ini dipandang unik oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan tak sedikit keunikan bangsa Indonesia untuk dijadikan fokus studi dan penelitian oleh para peneliti mancanegara.

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Hal inilah yang dipandang oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) sebagai modal strategis membangun manusia Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka ketika LKSB menggelar diskusi refleksi 72 tahun Indonesia merdeka, Senin (28/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Mendatangkan sejumlah narasumber dan aktivis pergerakan, Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang tak kenal dengan identitas budayanya. Bahkan banyak yang terlena oleh perkembangan teknologi digital sehingga menggerus kearifan lokal.

“Ternyata sekarang sebagian masyarakat bangsa ini mulai lemah dan tercerabut dari akar kultur dan naturnya sebagai bangsa Indonesia (Nusantara). Mulai tak mengenali Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Ghopur yang dalam diskusi kali ini mengambil tema Membangun Manusia Indonesia yang Adil dan Beradab.

Bupati Tegal

Mengingat falsafah agung Pancasila, forum LKSB juga menyayangkan ketika ada sejumlah kelompok yang anti-Pancasila. Di sisi lain, perlakuan tidak adil juga kerap dialami oleh kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan tanah adat tempat tinggalnya salama bertahun-tahun, namun justru tergusur karena kepentingan korporasi dan politik.

“Di sinilah kita bersama mencoba menjawab secara komprehensif seluruh persoalan bangsa. Kita ingin menjelaskan betapa pentingnya Pancasila menjadi kompas dalam perjalanan berbangsa dan bernegara yang kian mengalami dekadensi moral dan distorsi bangsa,” jelas intelektual muda NU ini.

Ia menegaskan, begitu pentingnya Pancasila dihadirkan kembali dalam ruang publik yang belakangan sarat kontaminasi oleh kepentingan kelompok, nilai, maupun ideologi-ideologi privat.

Bupati Tegal

Hadir memberikan pengarahan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Di antara narasumber yang hadir ialah Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) Septi Rahmawati, Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik, Pengurus Pusat GMKI Korneles Galanjinjinay, Social Entrepreneur Moses Latuihamalo, dan Candra (GEMA Perhimpunan Indonesia-Tionghoa). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Tokoh Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Bogor, Bupati Tegal. Proses belajar agama secara instan yang saat ini dilakukan oleh sebagian masyarakat melalui dunia maya atau internet turut menyumbang krisis literasi di antara generasi bangsa. Tradisi membaca buku berkurang drastis sehingga Indonesia tergolong negara yang rendah dalam membaca buku.

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Hal mengemuka ketika Pegiat Literasi dari Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur, Nyai Fadhilah Khunaini saat mengisi materi dalam kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai yang digelar Pusat Studi Pesantren (PSP), Selasa (5/11) di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Fadhilah, mencetak santri yang gemar menulis dan membaca buku akan membawa mereka tidak mudah terpengaruh dengan konten-konten radikal yang ada di internet sehingga bisa mencegah radikalisme.

“Jihad literasi sangat penting,” ungkapnya di hadapan sekitar 50 kiai dan nyai dalam forum tersebut.

Ribuan santri Annuqayah yang dibinanya saat telah banyak memproduksi karya tulis berupa buku, majalah, cerpen, puisi, termasuk menyadur kitab-kitab besar karya ulama ke dalam bentuk yang menarik sehingga mudah diterima oleh murid-murid madrasah maupun sekolah.

Bupati Tegal

“Orang atau anak mungkin tidak bisa disodorkan Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang tebalnya ribuan halaman. Namun ketika disadur secara singkat menjadi buku menarik penuh gambar, anak-anak sekolah akan tertarik,” ungkap Fadhilah.

Bupati Tegal

Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, dia juga berhasil membina santri yang mau membaca buku-buku berkonten berat seperti buku-sasrta Leo Tolstoy, William Shakespeare, Pramoedya Ananta Toer, dan buku lainnya dengan metode serupa.

“Kadang, kita yang sudah tua saja belum pernah membaca atau menyelesaikan buku-buku tebal tersebut. Tetapi dengan cara disadur ulang dalam bentuk buku cerita ringan dan menarik, anak-anak sekolah bisa memahaminya dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, jihad literasi melalui tradisi membaca dan menulis buku yang selama ini dilakukannya bisa memberi pengetahuan dan wawasan luas kepada para santri dan anak sekolah.

“Dengan terus menulis dan membaca buku, mereka akan mempunyai wawasan luas sehingga tidak berpikiran sempit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pesantren (PSP) Achmad Ubaidillah mengatakan, forum Halaqah Kiai dan Nyai ini sengaja menghadirkan narasumber-narasumber yang mempunyai best practice nyata dalam mewujudkan penguatan literasi di pesantren.

“Tradisi literasi pesantren ini untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan kiai pendahulu yang begitu kuat dalam membaca dan memproduksi karya,” jelasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Solo, Bupati Tegal

Ratusan siswa SD, MI dan SMP Ta’mirul Islam Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ziarah ke beberapa makam para ulama setempat, akhir pekan kemarin (13/3). Rombongan dengan berjalan kaki berangkat dari kompleks Masjid Tegal Sari Laweyan dengan membawa spanduk bertuliskan “Ziarah Kyai”.

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengenalkan siswa kepada para pendiri sekolah. “Kita ingin mengenalkan kepada para siswa, para pendiri dan tokoh ulama terkemuka yang ada di Kota Solo, seperti KH Ahmad Shofawi, Prof. KH Adnan, Simbah Kiai Umar dan lainnya. Agar mereka dapat mengambil teladan dari para ulama tersebut,” terang koordinator tim Al-Qur’an SD Ta’mirul Islam, Mukhlisin, di sela acara ziarah.

Ditambahkan Mukhlisin, ziarah ini juga sebagai bagian dari tradisi pesantren, di mana sebelum mengikuti prosesi ujian dan khataman, para santri berziarah untuk berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran dan keberkahan.

Bupati Tegal

Rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Naharussurur di Kompleks Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Tegalsari, setelah itu dilanjutkan ke makam KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan.

Lebih lanjut, dikatakan Mukhlisin, kegiatan ziarah sebagai salah satu rangkaian acara khataman Alquran yang akan dilaksanakan, Sabtu (19/3) mendatang.

Bupati Tegal

“Insyallah ada 200 lebih siswa yang akan diwisuda, yakni mereka yang sudah menyelesaikan hafalan bil ghaib juz 1, 27, 28, 29, dan 30,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Ahlussunnah Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Sidoarjo,? Bupati Tegal. Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di kabupaten Sidoarjo. Santunan ini diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di alun-alun Sidoarjo, Kamis (12/11).

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Untuk memacu pembangunan di bidang kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga menggelar berbagai macam lomba kesehatan. Sekitar 20 macam perlombaan disajikan di antaranya, lomba kader UKS tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, lomba tenaga kesehatan teladan hingga lomba pojok laktasi di Puskesmas maupun perusahaan.

Ada juga lomba desa upaya perbaikan gizi keluarga (upgk) berprestasi, lomba kantin sehat serta lomba pemilihan koordinator imunisasi berprestasi Sidoarjo dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa macam perlombaan itu, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun.

Bupati Tegal

"Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh mengakar menjadi budaya sehat di dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan HKN yang mengangkat tema ‘Indonesia cinta sehat’ ini, mari kita jaga kesehatan supaya keluarga dan lingkungan sekitar terhindar dari penyakit," kata H Jonathan.

Bupati Tegal

Jonathan menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota serta provinsi yang telah menyediakan 10 persen dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan.

Di samping itu, dukungan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan juga diperlihatkan oleh pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda). Seperti penerbitan perda kawasan tanpa asap rokok maupun membangun kota ramah lansia.

Pemerintah daerah juga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Hal itu untuk mendorong terwujudnya pembangunan kesehatan. Tidak hanya itu saja, fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas di beberapa daerah tertentu juga terus ditingkatkan kompetensi petugas kesehatannya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Melalui momen HKN ini mari kita jadikan sebagai sarana penyampaian kepada masyarakat agar bangkit dan mulai meninggalkan cara menjaga kesehatan yang bersifat kuratif menuju semangat preventif serta promotif. Mari kita tingkatkan tekat dan semangat bersama untuk menyadarkan betapa pentingnya menjaga kesehatan," pungkas Jonathan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Bupati Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara

Pekalongan, Bupati Tegal

Syech Azis Al-Kubaithi Idrisi berpendapat, jika ingin membangun negara yang kuat dan beradab harus dimulai dengan membangun manusianya. Kenapa memulai pembentukan Negara dari jiwa warga negara yang sehat secara personal? Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum suatu kaum jika kaum itu sendiri tidak mengubahnya. Untuk mengubah suatu kaum memang harus memulainya dari jiwa masing-masing pembentuk kaum itu.

Dikatakan Syech Azis, jika yang sehat adalah jiwa yang memulai dari kesehatan hati (kalbu). Nabi bersabda: "Jika seorang melakukan maksiat, akan muncul satu titik hitam di hati. "Makin banyak maksiat yang ia lakukan, makin hitam pula kalbunya. Apa bahayanya? Jika kalbu makin hitam, maka ia kalbu maridl (sakit) yang sudah gelap dari cahaya kebenaran. Ia kesulitan menerima maupun melakukan amal.?

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Azis Maroko dan Habib Luthfy Jelaskan Konsep Bela Negara

Hal tersebut dikatakan Syech dari Moroko ini dihadapan ratusan peserta Konferensi Ulama Thariqah yang diselenggarakan Kanzus Shalawat Pekalongan, Jumat (15/1) dengan tema "Bela Negara, Konsep dan Urgensinya Menurut Islam".

Lebih lanjut Syech Azis mengatakan, jika akal terlalu sering dipakai untuk melakukan hal-hal buruk, maka ia akan kian hitam dan gelap. Semakin ia gelap, maka semakin sulit seseorang untuk berpikir waras atau mengontrol dirinya. Jika akal sudah dipenuhi syahwat, dan sulit berpikir waras, seluruh anggota badan akan tunduk dan melakukan keinginan akal. “Tidak hanya itu, akal yang sudah tenggelam dalam gelimang maksiat, maka akan sulit menerima saran, apalagi Nur Illahi,”ujarnya.

Bupati Tegal

Syech Azis berpesan, apa yang harus dilakukan ketika akal sudah jauh dalam kegelapan seperti ini? Lawan prangka buruk dan meminta perlindungan melalui tadabbur. Dimulai dari husnudzon kepada sesama muslim, kemudian seluruh umat manusia; lantas bertadabbur akan dirinya sendiri. Lalu akal dipakai untuk tadabbur tentang Allah dan sunnatullah. Langkah ini akan memulai pembersihan akal dari kegelapan. Hasilnya adalah akal yang thahir (bersih), yaitu akal yang fana di dalam kesaksian dan hadir dalam kebersamaan.

Beberapa nara sumber lain yang turut memberikan kontribusi pemikiran ialah Syech Adnan Al Afiyuni (Mufti Syafi’yyah Syria), Syech ? Aziz al Idrisi dari Maroko, Syech Aziz Abidin dari Amerika Serikat, Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya dari Yaman, dan Syech Aun al Qaddumi dari Yordania. Kemudian Syech Umar Hadhrah (Sudan), dan Syech Fadhil (Turki). ?

Bela negara bukan soal militer

Sementara itu, Habib Luthfy bin Yahya dalam penutupan konferensi mengatakan, bela negara bukan soal militer, ini salah persepsi yang terjadi selama ini. Tapi Hanggarbeni (rasa memiliki), mencintai negara, penguatan negara, inilah bela negara.?

Bupati Tegal

"Kenapa Konferensi Thariqah diselenggarakan? Tidak lain adalah Indonesia biar menjadi contoh dalam hal mencintai negara. Masyarakat Suriah mencintai negaranya, masyarakat Maroko mencintai negaranya, masyarakat Lebanon mencintai negaranya," ujar Rais Am Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) ini.?

Dikatakannya, bela negara tidak hanya di militer, namun ada juga pada mencetak ilmuan, saintis, lewat pendidikan, dan lain lain agar tercipta kedamaian dunia. Kita tahu peta Indonesia. Tapi kita hanya tahu negara ini makmur, subur, tapi tak sedikitpun melihatnya sebagai negara strategis. Kita dari kecil kurang diberi pengertian tentang negaranya sendiri, oleh karenanya semangat membelanya kurang.

Menurut Habib Luthfy, tentara bukanlah instansi terpisah dari masyarakat. Mereka adalah bagian dari warga ini juga. Allah berfirman, kita diciptakan untuk saling mengenal. Tapi tidak sekadar mengenal, melainkan mengenal hingga mengikat satu kesatuan. Satu kesatuan yang membentuk semangat persatuan dalam bangsa, dan mengikat persatuan antar negara di dunia. Semoga keputusan Konferensi Thariqah menelurkan cinta negara adalah wajib, bela negara pun wajib. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah Bupati Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI

Palangkaraya, Bupati Tegal. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 12-13 Mei 2012, menghadirkan dua mantan anggota organisasi Islam garis keras. ? Mereka adalah Sukanto (Mantan Anggota DI/TII) dan Nasir Abas (Mantan Tokoh JI).

Rapimnas LTMNU Region X Kalteng-Kalsel dipusatkan di Palangkaraya, dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PP LTMNU, Ketua LAZISNU KH Mashuri Malik (Ketua LazisNU), Deputi II BNPT Irjen Pol. Drs M Tito Karnavian, para pejabat setempat dan sedikitnya 160 peserta dari perwakilan 14 PCNU Kalteng, dan 15 PCNU Kalsel.

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan JI: Kelompok Keras Terus Berupaya Rebut NKRI

Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas yang memberikan testimoninya mengatakan, kelompok garis keras akan terus berupaya dan berusaha merebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melalui sisa jaringan dan melencengkan kebenaran ideologi.?

Bupati Tegal

“Karenanya, selama kita masih mempertahankan dan mengikuti ideologi ulama putih, maka kita dan NKRI akan selamat,” ujarnya.

Bupati Tegal

Sementara itu Wakil Ketua Umum PBNU mengatakan, Rapimnas LTMNU akan terus dilakukan di berbagai daerah agar para takmir dan pengurus masjid, mengerti, memahami dan mewaspadai gerakan-gerakan kelompok-kelompok ekstrim yang mengancam NKRI. ?

Dikatakan As’ad, dari dulu hingga sekarang, masih banyak kelompok yang tidak suka dengan organisasi NU, baik dari kelompok garis keras, maupun kelompok liberal.

Oleh kerena itu, ia mengimbau warga nahdliyin untuk tidak memberikan kesempatan kelompok-kelompok itu merusak pemikiran umat dalam rumah yang terawat sejak ratusan tahun lalu, yakni masjid dan pesantren. “Kita nggak usah takut dengan kelompok itu, karena kita berada di tengah-tengah,” ujarnya.

Menurutnya, kelompok tersebut sering mengkafirkan NU. “Padahal, sebenarnya kelompok lain itulah yang melenceng,” katanya sembari menyebut JI, NII dan kelompok ekstrim lainnya.?

Ketua PP LTMNU KH Abdul Manan A. Ghani mengakui pentingnya Rapimnas diselenggarakan. Selain untuk mengumpulkan database masjid berbasis NU, pihaknya menginginkan fungsi masjid di seluruh Indonesia dapat lebih terarah. “Masjid dan pesantren adalah dua kaki yang menyangga NU, dan NKRI,” pungkasnya.

?

?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Huda Sabili

?

Keterangan foto: Waketum PBNU KH Asad Said Ali menyampaikan materi bersama mantan Anggota JI Nasir Abbas (kanan)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Humor Islam, Ahlussunnah Bupati Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

Jakarta, Bupati Tegal  . Kalung Permata Barzanji, naskah karya WS Rendra yang dibawakan sekitar 50 santri dari 9 pesantren daerah Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat, masih akan dipentaskan di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (8/2) pukul 20.00.

Malam sebelumnya, Jumat (7/2) dipentaskan di tempat yang sama. Beberapa minggu sebelumnya, sudah dipentaskan pula di Cirebon, Brebes, dan Tegal dengan penonton ribuan.

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Permata Kalung Barzanji Masih Dipentaskan Malam Ini

“Keren banget, memukau, menggetarkan penonton sampai layar diturunkan,” komentar KH Husein Muhammad melalui akun pribadinya yang memang menonton tadi malam.

Bupati Tegal

Kiai asal Cirebon ini menilai, pementasan para santri dengan sangat fasih, mendendangkan madah-madah kenabian Muhammad, kritik-kritik sosial-politik yang menggugah.

Bupati Tegal

Seharusnya, dia menambahkan, karya kreatif seni budaya semacam ini, menjadi model dakwah ke depan, menggantikan dakwah orasi yang agitatif, kering makna dan provokatif. “Publik yang belum nonton, dianjurkan menontonnya nanti malam di tempat yang sama,” imbaunya.

Sementara sang sutradara, Ken Zuraida, mengemukakan kaget dengan capaian para santri yang tak biasa dengan pementasan seperti ini, “Bayangkan mereka hanya berlatih 10 jam dalam seminggu. Saya biasanya melatih untuk pementasan, 6 jam sehari,” ungkapanya, selepas pementasa, di TIM, Jakarta, Jumat (7/2).

HTM pementasan: Balkon 50rbu Kursi bawah 100 rbu, VIP 250rbu, CP: Alice 0852 2377 3456. Informasi pemesanan tiket juga bisa melalui: TIM (021) 3193 7325 / 3193 7357 Untung: 9735 9735, Hemma 0857 1935 1935. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Hikmah Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara

Jombang, Bupati Tegal. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, yang dihelat di Jombang, Jawa Timur, mengusung tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”. Tema Islam Nusantara, menjadi sangat populer sejak Presiden Joko Widodo berpidato tentang tema ini, dalam Munas Alim Ulama di Jakarta, Juli lalu.

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: Saya Bangga Islam Nusantara

Sejak itu, Islam Nusantara menjadi populer sekaligus menjadi polemik di antara mereka yang mendukung dan kelompok yang menolak. Diskusi tentang Islam Nusantara, ramai diperbincangkan di panggung-panggung seminar dan media sosial.

Putri Gus Dur, Yenny Wahid—panggilan akrab Zannuba Arifah Chafsoh—mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dengan Islam Nusantara dan bersyukur dilahirkan di tanah air Indonesia.

Bupati Tegal

“Saya sangat bersyukur lahir di Indonesia, di kawasan Nusantara. Sebab, di Indonesia ini saya merasa sangat nikmat dalam berislam. Kalau saya lahir di Timur Tengah, di Arab Saudi, saya tidak bisa nyetir mobil, saya tidak bisa naik motor sendirian. Kalau saya lahir di Inggris, saya tidak akan bisa masuk ke komunitas-komunitas muslim secara longgar,” ungkap Yenny, dalam diskusi buku Islam Nusantara, terbitan Teraju-Mizan, pada Selasa (5/8) kemarin, di Kampus Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Tebu Ireng, Jombang.

Bupati Tegal

Yenny mengatakan, Islam Nusantara mengajarkan tentang perdamaian dan moderatisme.

Buku “Islam Nusantara, Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan” ini diedit oleh Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat) dan Munawir Aziz (Peneliti Muda). Dalam buku ini, memuat beberapa tulisan para tokoh lintas organisasi, terutama NU dan Muhammadiyah: KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Musthofa Bisri, KH. Said Aqil Siroj, serta Prof. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Din Syamsuddin. Selain beberapa nama itu, ada beberapa peneliti muda yang mengusung tema Islam Nusantara dalam riset-riset mutakhirnya.

Yenny Wahid melanjutkan, bahwa ayahnya Gus Dur merupakan salah satu model ulama dan cendekiawan yang memahami betul konsep Islam Nusantara.

“Gus Dur itu, cara berpikir, sikap dan dan tindakannya memiliki rujukan kaidah fiqh. Misalnya, guyonan gitu aja kok repot, itu disarikan dari konsep yassiru walaa tu’assiru (permudahlah, jangan persulit sesuatu),” terangnya.

Dalam ungkapan Yenny, Islam Nusantara itu berlandaskan konsep fiqh dan ushul fiqh, yang kemudian mempengaruhi sebagian besar dimensi keagamaan umat muslim di negeri ini. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Warta Bupati Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah

Probolinggo, Bupati Tegal. Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Probolinggo menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) ke- 66 di desa Randuputih kecamatan Dringu kabupaten Probolinggo.

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Probolinggo Peringati Harlah

Harlah ke-66 Muslimat NU ini mengambil tema ”Dengan Harlah Muslimat NU ke-66 Kita Tingkatkan Konsolidasi Organisasi Muslimat NU Menuju Revitalisasi Pelayanan Terhadap Masyarakat”.

Peringatan kali ini dihadiri oleh  Bupati Probolinggo H Hasan Aminuddin dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo yang juga Ketua Dewan Penasehat PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj Tantri Hasan Aminuddin. 

Bupati Tegal

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Saiful Hadi, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Ny Arifah Hasan. Tampak pula Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Habibullah Maksum.

Bupati Tegal

Bupati Hasan pada sambutannya mengingatkan pentingnya mempererat ukhuwah nahdilyah antara sesama warga NU. ”Peringatan harlah ini mari kita jadikan momentum untuk makin mempererat ukhuwah antara sesama anggota Nahdhatul Ulama dalam rangka meningkatkan kapasitas anggota dan pengurus untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Bupati Hasan meminta agar pengurus dan anggota Muslimat NU tak hanya pandai berwacana dalam kehidupan bermasyarakat. “Saat ini rakyat tak butuh wacana tapi butuh pencerahan. Berikan uswah hasanah sebab rakyat butuh bukti dan contoh nyata,” tegas Bupati Hasan.

Ditambahkannya, pengurus Muslimat NU berkewajiban untuk selalu menjaga lingkungan masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang sehat dan mampu memberikan contoh yang baik bagi generasi muda. 

“Muslimat NU wajib hukumnya memberikan uswatun hasanah kepada seluruh masyarakat terutama generasi penerus bangsa yang akan mengambil alih posisi kita dimasa depan,” jelas Bupati Hasan.

Senada dengan Bupati Hasan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Saiful Hadi dalam sambutannya mengatakan peringatan harlah Muslimat NU kali ini memiliki sebuah keistimewaan yang intinya selalu menciptakan ikatan silaturahim sehingga hubungan keharmonisan sesama warga nahdliyin Muslimat NU tetap berjalan.

“Tugas Muslimat NU bukan hanya berkumpul di kantor, tetapi bagaimana kaum hawa ini bisa meningkatkan kuantitas dan kualitasnya dalam menghadapi kemajuan zaman. Ingat, NU didirikan oleh para pengasuh-pengasuh pondok pesantren yang ada di Indonesia,” ujar KH Saiful Hadi.

Sementara Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Ny. Arifah Hasan dalam sambutannya mengatakan masyarakat sangat menentukan dalam menciptakan lingkungan pendidikan untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berhasil.

“Oleh karena itu marilah bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang baik agar anak kita menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlakul karimah,” ujar Ny Arifah Hasan.

Kegiatan ini diakhiri dengan tausyiyah oleh Nyai Ucik Nurul Hidayati yang menyampaikan ceramah tentang peran Muslimat NU dalam memberikan contoh yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Quote, Makam Bupati Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

Jakarta, Bupati Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmah 2015-2020 yang belum lama diumumkan, Rabu (26/8/2015), akan menggelar Halaqah (Pertemuan) Kebangsaan dengan mengandeng sejumlah pihak dari lintas agama. Acara ini mengambil tema "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat".

?

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PBNU Diskusikan Pancasila bersama Lintas Agama

"Insya Allah besok acara dilaksanakan di Gedung PBNU Lantai 8 jam satu siang," kata Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Selasa (25/8).

?

Helmy menjelaskan, Halaqoh Kebangsaan tersebut dilaksanakan sebagai wujud komitmen Nahdlatul Ulama dalam mengawal keragaman di Indonesia untuk tujuan terjaganya persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Tegal

?

"Indonesia adalah Negara yang memiliki keragaman yang sangat majemuk, dan keragaman itu pula yang merupakan berkah bagi Indonesia. Sudah menjadi komitmen NU untuk terus menjadi yang terdepan dalam menjaga keragaman itu, karena NU sebagai entitas dari Islam yang mayoritas sudah seharusnya mengayomi kelompok minoritas," jelas Helmy.

?

Bupati Tegal

Lebih jauh Helmy mengungkapkan, Halaqah Kebangsaan ini adalah tindak lanjut dari upaya menyebarluaskan Islam Nusantara ke dunia internasional. "Kita lanjutkan apa yang menjadi amanah Muktamar. Kita tunjukkan ke dunia bahwa Islam ala Indonesia ini mampu menjadi pembeda yang bisa menjadi pemersatu atas keragaman di Indonesia itu sendiri," tegasnya.

?

Akan hadir sebagai pembicara dalam Halaqoh Kebangsaan "Pancasila Rumah Kita: Perbedaan adalah Rahmat" adalah Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Executive Scretary Konferensi Waligereja Indonesia Romo Edy Purwanto, perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Pdt. Albertus Patty, serta utusan Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Bhiksu YM. Dutavira Mahastavira. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Lomba, Aswaja Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Gunungan Jaler dan Estri Syukur Raja atas Lahirnya Kanjeng Nabi

Solo, Bupati Tegal



Puncak acara Sekaten yang digelar Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW ditandai dengan acara Grebeg Maulud, Jumat (1/12). Pada prosesi tersebut dua pasang gunungan diperebutkan ratusan pengunjung.

Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta GPH Dipokusumo menerangkan, perayaan Sekaten merupakan sebuah tradisi untuk memperingati bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Gunungan Jaler dan Estri Syukur Raja atas Lahirnya Kanjeng Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunungan Jaler dan Estri Syukur Raja atas Lahirnya Kanjeng Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunungan Jaler dan Estri Syukur Raja atas Lahirnya Kanjeng Nabi

“Keluarnya gunungan ini sebagai wujud rasa syukur raja, sentana dalem dan Keraton Surakarta dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad,” terang Gusti Dipo.

Gunungan dikirab dari Kori Kamandungan, melewati Sitinggil, masuk ke pagelaran. Kemudian melintasi Alun-alun Lor dan tiba di Masjid Agung Surakarta.

Bupati Tegal

Menjelang waktu Shalat Jumat, gunungan yang dinanti pun keluar dari Keraton Kasunanan Surakarta dan tiba di Masjid Agung Surakarta. Setelah didoakan, gunungan yang terdiri dari satu Gunungan Jaler dan Gunungan Estri ludes tak sampai 10 menit.

Pada perayaan Sekaten yang bertepatan dengan tahun Dal kali ini juga digelar tradisi Adang, yaitu sebuah tradisi memasak nasi yang dilakukan oleh PB XIII Hangabehi bertempat di Pawon Gondorasan. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Ahlussunnah Bupati Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Oleh Kiai Ahmad Ishomuddin



Ilmu-ilmu untuk memahami ajaran Islam sangatlah banyak dan luas. Ilmu-ilmu tersebut hanya bisa dipelajari dengan cara belajar langsung kepada para ahli agama (kiai, ulama) yang memiliki spesialisasi di bidangnya masing-masing. Jika seseorang mau terus menekuni satu spesialisasi bidang ilmu agama saja, niscaya umurnya akan habis sebelum penguasaan ilmu tersebut sempurna.

Belajar ilmu-ilmu terkait agama hanya melalui buku-buku/kitab-kitab tanpa guru (syekh) yang berilmu mendalam, yang berpengalaman, yang mampu membimbingnya berpotensi terjerumus dalam pemahaman agama yang sesat dan setidaknya sempit. Belajar agama secara otodidak itu, tanpa disadari telah membawanya berada di jalan yang dianggapnya benar. Padahal boleh jadi sebaliknya, ia sedang berjalan cepat menapaki pemahaman agama yang salah karena salah paham yang akibatnya bisa membahayakan kemanusiaan. Sudah berapa banyak bom bunuh diri dengan alasan mengamalkan ayat-ayat tentang jihad dalam situasi damai?

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Belajar Agama dari ‘Al-Quran dan Terjemahnya’

Belajar mendalami ajaran Islam secara langsung (talaqqi) kepada para ahlinya sangat bermanfaat. Di antara manfaatnya adalah bahwa jiwa para murid selain akan langsung tercerahkan, juga bisa langsung meneladani tutur kata dan sikap keseharian dari para guru/syekhnya.?

Apabila keteladanan dari para guru ini terus berlangsung sepanjang waktu para murid belajar, niscaya kalimat-kalimat bijak berdasarkan ilmu dan perilaku-perilaku mulia menjadi terbiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hasilnya adalah manusia-manusia berilmu agama sangat mendalam dan berakhlak mulia, seperti selalu rendah hati, ? tidak merasa benar sendiri, tidak suka mencaci maki, tidak mudah menyalahkan orang lain yang berbeda, tidak mencari pengaruh dan popularitas, serta tidak pula cinta berlebihan kepada jabatan dan kedudukan.

Seringkali ada orang yang tidak menemukan guru ahli ilmu-ilmu agama yang bisa membimbingnya, sehingga ia belajar agama kepada sembarang orang yang tidak diketahui kepada siapa sebelumnya ia mendapatkan ilmu agama, tidak memiliki sanad (mata rantai) keilmuan yang jelas bersambung. Berbeda halnya dengan para kiai, tuan guru, ajengan di berbagai pondok pesantren lawas yang tersebar di seantero nusantara, utamanya di tanah Jawa, yang mata rantai ilmu keagamaannya jelas diperoleh secara bersambung dari para syekh/guru mereka sebelumnya.?

Bupati Tegal

Kepada mereka, yakni para kiai alumni berbagai pesantrenlah atau kepada siapa saja yang ilmu-ilmu agamanya diakui mendalam secara luas, seharusnya kita belajar memahami agama sesuai keperluan, sehingga ilmu-ilmu agama dan ekspresi keberagamaan bermanfaat untuk kemajuan, kemanusiaan, dan perbaikan keadaan.

Belajar agama sangat tidak memadai, sangat mungkin salah paham dan membawa paham yang salah jika hanya mengandalkan buku-buku agama terjemahan dan tidak pula cukup hanya dengan membaca Al-Quran dan Terjemahnya. Sangat banyak ayat Al-Quran ditafsirkan dengan pikiran sendiri yang seringkali tidak didasari ilmu, padahal maksudnya hanya bisa dipahami setelah dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi. Tersesatlah pemahaman agama pembacanya karena mengandalkan arti terjemahan dengan mengabaikan penjelasan ilmiah dari para mufasir. Maksud ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi itu hanya dapat dipahami dengan benar dengan merujuk berbagai referensi yang otoritatif atau berdasarkan penjelasan dari para ulama dalam arti yang sesungguhnya.

Saat ini kekerasan atas nama agama antara lain banyak dilakukan oleh orang yang baru belajar agama kepada orang-orang yang tidak jelas sanad (mata rantai) ilmunya diperoleh dari siapa dan tidak pula mendalam penguasaan ilmu agamanya. Mereka belajar ayat-ayat Al-Quran dari terjemahan yang maksudnya disesuaikan dengan hawa nafsunya sendiri, dipahami semau sendiri, dan disimpulkan sendiri hukum-hukumnya tanpa proses-proses penalaran yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.?

Bupati Tegal

Ayat-ayat al-Quran yang suci itu diperkosa dengan tafsiran yang sempit dan kaku, ? tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi manusia muslim yang keras terhadap siapa saja, dan menyempitkan apa saja yang dilapangkan oleh Allah Taala untuk para hamba-Nya. Wallahu a ’lam.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah Bupati Tegal

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guerend mengagumi kerukunan umat beragama di Indonesia. Kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang ditemuinya, Dubes yang resmi bertugas sejak September 2015 bertanya apa resep sehingga Indonesia dinilai mampu menjaga kerukunan umat beragamanya.

“Apa resepnya Pak Menag?” tanya Dubes Vincent Guerend ketika menemui Menag di kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Kamis (14/04) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id. Ikut mendampingi Menag, Kabiro Hukum dan KLN A Gunaryo dan Kapus KUB Feri Meldi.

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Uni Eropa Tanyakan Resep Kerukunan di Indonesia

Atas pertanyaan disampaikan Dubes, Menag menjawab, dua hal dilakukan oleh Pemerintah.

“Pertama, melalui regulasi. Kedua, Pemerintah. Kami melakukan upaya-upaya preventif, bekerja sama dengan ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, NU dan lain sebagainya yang berfaham moderat,” terang Menag.

Ketika ditanya tentang Islam, Menag menjawab bahwa Islam itu satu.

Bupati Tegal

“Islam itu ajaran yang satu. Tetapi, ketika nilai-nilai Islam yang satu tersebut diimplementasikan dalam situasi, kondisi dan waktu yang berbeda, nilai Islam yang satu tersebut menjadi beragam,” imbuh Menag sembari menerangkan meski sama-sama memuliakan perempuan, tetapi cara di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi.

Bupati Tegal

“Di Saudi, untuk memuliakan perempuan, bahkan perempuan dilarang mengemudikan mobil. Hal tersebut berbeda dengan di Indonesia. Untuk memuliakan perempuan, di sini, bahkan perempuan bisa menjadi hakim di pengadilan agama,” tutur Menag panjang lebar.

Menag juga menceritakan ciri khas Indonesia yang bukan negara berdasar atas agama, namun juga bukan sekular. Menag juga berharap, Indonesia dan UE bisa bekerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan dan lain sebagainya

Menag mengusulkan, agar UE memperhatikan rekruitmen para imam di masjid-masjid Eropa yang biasanya berasal dari Pakistan dan Turki untuk bisa memahami situasi dan kondisi di Eropa.

Dikatakan Menag, meski Eropa mayoritas adalah negara sekuler, tetapi harus dipahami pula, bahwa paham keagamaan masyarakat berperan pula dalam hubungan sosial. Para Imam Masjid yang eksklusif ? tersebut didorong untuk bisa diajak dialog, meski ekslusivitas tersebut adalah sebuah keyakinan dan hak yang harus dipahami dan dihormati, namun (harus dipahami) kalau mereka (para Imam tersebut) tinggal di Eropa, bukan di negara asalnya.

“Karena jika para Imam masih memegang teguh adat daerah asal, dikhawatirkan sedikit banyak akan menimbulkan kesalahpahaman,” kata Menag.

Dalam kunjungannya tersebut, Dubes UE berharap ada kerja sama antara Indonesia dengan UE di bidang agama, khususnya agama Islam. Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat muslim di Eropa bisa berbaur dengan masyarakat Eropa lainnya dan tidak ekslusif.

Atas tawaran kerjasama UE tersebut, Menag menyambut baik tawaran tersebut.?

“Indonesia (Kemenag) siap bekerja sama dengan UE dalam mempersiapkan para Imam Masjid yang berfaham moderat, agar asumsi Masyarakat Eropa terhadap Islam tidak menimbulkan kesalahpahaman dan persepsi tidak baik terhadap Islam,” ucap Menag. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

STAINU Jakarta Buka Kembali Program Beasiswa S1

Jakarta, Bupati Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta kembali membuka dan menyediakan program beasiswa studi S1 Hukum dan D3 untuk Pendidikan Vokasi Perbankan Syariah pada tahun akademik 2014/2015. Beasiswa yang ditawarkan adalah bebas biaya studi selama satu tahun.

STAINU Jakarta Buka Kembali Program Beasiswa S1 (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Buka Kembali Program Beasiswa S1 (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Buka Kembali Program Beasiswa S1

Seperti siaran pers yang diterima Bupati Tegal, Jumat (16/5), menyebutkan, dua studi itu merupakan program terbaru yang ditawarkan satu-satunya perguruan tinggi di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Peluncuran program beasiswa studi dua program itu antara lain menjadi pernyataan komitmen STAINU Jakarta terkait misi pendidikan yang mengarah pada keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan.

Bupati Tegal

Beasiswa program ini terbuka bagi para aktivis sosial keagamaan, pengurus masjid, staf kantor urusan agama (KUA), alumni SMK jurusan Akuntansi Perbankan atau Pemasaran, marbot masjid, pegiat koperasi dan baitul mal wat tamwil (BMT) yang belum berkesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi.

Bupati Tegal

Menurut Ketua STAINU Jakarta HM Mujib Qulyubi, program beasiswa tersebut ditujukan untuk mendongkrak potensi sumber daya manusia terutama di lingkungan NU yang selama ini dinilai masih sulit mengakses pendidikan tinggi.

Lebih lanjut HM Mujib mengatakan, pada prinsipnya STAINU Jakarta akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik serta mengembangkan pendidikan di lingkungan NU.

Batasan usia maksimal peserta beasiswa berusia 30 puluh tahun per 1 Juli 2014. Sedangkan persyaratan peserta mencakup surat keterangan status profesi harian peserta, fotokopi ijazah pesantren, SMK atau sekolah sederajat, fotokopi KTP. Pengiriman berkas ditujukan ke Jl Taman Amir Hamzah nomor 05, Matraman, Jakarta Pusat.

Masa pendaftaran berlangsung? 1 Juni-31 Juli 2014. Ujian bagi peserta rencananya diadakan pada 3 Agustus 2014. Sedangkan kelulusan peserta diumumkan dua hari setelah ujian. Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat mengunjungi situs STAINU Jakarta di alamat www.stainujakarta.ac.id.? (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

Semarang, Bupati Tegal. Warga masyarakat RW 6 kelurahan Banjardowo, Genuk, Semarang mengelar pengajian dan ritual Nyadran yang sudah menjadi tradisi warga setempat khusunya daerah Tanggulangin Banjardowo. Pengajian dan Nyadran ini berlangsung di area makam Ibrahim Fatah di Tanggulangin, Kamis (29/5) malam.

Menurut Ketua RW 6 Suparjo, kegiatan Nyadran dan pengajian di makam Wali Ibrahim Fatah merupakan progam yang diselenggaakan setiap tahunnya. Dalam setahun ada dua kegiatan besar, haul Ibrahim Fatah yang jatuh setiap bulan Syuro dan ritual Nyadran.

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)
Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran (Sumber Gambar : Nu Online)

Doakan Arwah Wali, Warga Tanggulangin Gelar Tradisi Nyadran

“Pada bulan Rajab ini, ritual itu dimaksudkan untuk mendoakan para arwah wali. Untuk paginya, ritual nyadran diperingati dengan pemotongan kambing dan makan bersama warga,” lanjutnya.

Bupati Tegal

Pengajian ini menghadirkan KH Abdullah Badada dari Semarang sebagai penyampai taushiyah. Kata Kiai Abdullah, “Ada empat bulan utama. Salah satunya bulan Rajab yang mesti dimuliakan dengan banyak belajar sebab sekarang ini banyak akidah tersasar.”

Bupati Tegal

Guru ngaji, sambung Kiai Abdullah, tidak bisa dilihat sekadar dari penampilan fisiknya seperti jenggot dan sorban. Tetapi lebih kepada keluasan ilmu. (Lukni Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Ahlussunnah, Nahdlatul Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Jakarta, Bupati Tegal. Lembaga Pengembangan Perekonomian Nahdlatul Ulama Lampung Selatan mengambil pembudidayaan lebah madu sebagai program unggulannya ke depan. Kesepakatan ini diambil dalam musyawarah pengurus LPPNU Lampung Selatan, Sabtu (6/12).

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Lampung Selatan Unggulkan Budidaya Lebah Madu

Ketua LPPNU Lampung Selatan Slamet Novianto mengatakan, LPPNU Lampung Selatan ke depan fokus pada pembudidayaan lebah madu sebagai salah satu potensi lokal.

“Tentu kita juga berharap untuk bisa menjaga, melanjutkan, dan membangun hasil-hasil pertanian masyarakat Lampung Selatan yang warganya mayoritas Nahdhiyyin, di samping hasil bumi pertanian dan peternakan,” ujar Slamet.

Bupati Tegal

Pembudidayaan lebah madu sudah diawali sebelumnya oleh salah satu pengurus LPPNU Ustadz Khoiruddin. Ia merupakan Koordinator Divisi Kehutanan dan Tata Ruang di LPPNU.

Bupati Tegal

Ketua PCNU Lampung Selatan H Nur Mahfud yang hadir pada rapat pengurus ini mengajak pengurus LPPNU Lampung Selatan agar bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Kalau diamati Lampung Selatan sangat luas dan mayoritas petani baik itu perkebunan, sawah, peternakan dan lainnya. Banyak potensi yang harus dikembangkan. Dengan wadah LPPNU ini masyarakat bisa terbantu baik dalam pengolahan, pemasaran yang benar-benar bisa bermafaat,” kata H Mahfud. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah Bupati Tegal

Rabu, 29 November 2017

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan

Jakarta, Bupati Tegal. Setelah sidang itsbat, alunan takbir menggema bersama iringan terbangan hingga jam 10 malam di halaman sekretariat PCINU Sudan. Kumandang takbir sebanyak 112 warga NU di Sudan menjadi penanda bahagia mereka menyambut Hari Raya Idul Fithri 1436 H.

Jum’at (17/7) pagi, hari kemenangan pun tiba. Mereka tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan di hari yang fitrah itu. Mereka berkumpul di aula wisma PCINU Sudan. Acara open house lalu dibuka setelah pelaksanaan shalat sunah Idul Fithri di wisma duta besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea.

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Raya Idul Fithri 1436 H di Sudan

Menurut H Lian Fuad, organisasi yang paling tampak, aktif, dan ramai dari dulu sampai sekarang di Sudan tidak lain dan tidak bukan hanya PCINU Sudan.

Bupati Tegal

“Ini merupakan nilai plus. Saya harap hal ini masih tetap bertahan seterusnya,” kata Dubes RI untuk Sudan.

Selama Ramadhan, PCINU cukup aktif mengadakan pelbagai kegiatan. Mereka membuka pengajian Risalah Ahlussunnah di sekretariat PCINU Sudan. Mereka juga menyelenggarakan tadarus Al-Qur’an setiap usai shalat Tarawih.

Bupati Tegal

Mereka mengakhiri Ramadhan dengan khataman akbar Al-Quran sesaat sebelum berbuka di malam hari raya Idul Fithri 1436 H. Mereka lalu menutup Ramadhan dengan buka puasa bersama. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Ahlussunnah, Meme Islam Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock