Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah?

Assalamu’alaikum wr wb

Redaksi Bupati Tegal yang terhormat. Hampir setiap kali menjelang pemilihan, kerap beredar isu-isu miring yang melekat pada para calon pemimpin terutama isu-isu sensitif seperti liberal dari segi ekonomi, antek partai terlarang, rasial, atau keyakinan agama. Sedangkan sementara ini ada benar-benar orang non muslim yang menjadi pemimpin. Yang saya tanyakan, apakah kita sebagai seorang muslim boleh memilih pemimpin non muslim? Terima kasih atas keterangannya. (Abdurrahman/Jakarta)

Jawaban

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Memilih Pemimpin Non Muslim, Bolehkah?

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Penanya yang budiman. Semoga Allah merahmati kita semua. Pemimpin menempati posisi penting dalam Islam. Karena pemimpin memegang kebijakan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak mulai dari kesehatan, transportasi, tata kelola sumber daya alam, kesejahteraan, dan pelbagai kebijakan publik lainnya.

Bupati Tegal

Penanya yang budiman, ulama berbeda pendapat perihal memilih pemimpin dari kalangan non muslim. Misalnya Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i yang wafat di abad 8 H. Ia menyatakan dengan jelas keharaman memilih pemimpin dan juga aparat dari kalangan kafir dzimmi.

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: {? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Tidak boleh mengangkat dzimmi untuk jabatan apapun yang mengatur umat Islam kecuali untuk memungut upeti penduduk kalangan dzimmi atau untuk memungut pajak transaksi jual-beli penduduk dari kalangan musyrikin. Sedangkan untuk memungut upeti, pajak seper sepuluh, atau retribusi lainnya dari penduduk muslim, tidak boleh mengangkat kalangan dzimmi sebagai aparat pemungut retribusi ini. Dan juga tidak boleh mengangkat mereka untuk jabatan apapun yang menangani kepentingan umum umat Islam.

Allah berfirman, “Allah takkan pernah menjadikan jalan bagi orang kafir untuk mengatasi orang-orang beriman.” Siapa yang mengangkat dzimmi sebagai pejabat yang menangani hajat muslim, maka sungguh ia telah memberikan jalan bagi dzimmi untuk menguasai muslim. (Lihat Badruddin Al-Hamawi As-Syafi’i, Tahrirul Ahkam fi Tadbiri Ahlil Islam, Daruts Tsaqafah, Qatar, 1988).

Sementara ulama lain yang membolehkan pengangkatan non muslim untuk jabatan publik tertentu antara lain Al-Mawardi yang juga bermadzhab Syafi’i. Ulama yang wafat pada pertengahan abad 5 H ini memberikan tafshil, rincian terhadap jabatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Posisi pejabat ini (tanfidz/eksekutif) boleh diisi oleh dzimmi (non muslim yang siap hidup bersama muslim). Namun untuk posisi pejabat tafwidh (pejabat dengan otoritas regulasi, legislasi, yudikasi, dan otoritas lainnya), tidak boleh diisi oleh kalangan mereka. (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthoniyah wal Wilayatud Diniyah, Darul Fikr, Beirut, Cetakan 1, 1960, halaman 27).

Al-Mawardi dalam Al-Ahkamus Sulthoniyah menguraikan lebih rinci. Menurutnya, kekuasaan dibagi setidaknya menjadi dua, tafwidh dan tanfidz. Kuasa tafwidh memiliki cakupan kerja penanganan hukum dan analisa pelbagai kezaliman, menggerakkan tentara dan mengatur strategi perang, mengatur anggaran, regulasi, dan legislasi. Untuk pejabat tafwidh, Al-Mawardi mensyaratkan Islam, pemahaman akan hukum agama, merdeka.

Sementara kuasa tanfidz (eksekutif) mencakup pelaksanaan dari peraturan yang telah dibuat dan dikonsep oleh pejabat tafwidh. Tidak ada syarat Islam, alim dalam urusan agama, dan merdeka.

Menurut hemat kami, memilih pajabat eksekutif seperti gubernur, walikota, bupati, camat, lurah, atau ketua RW dan RT dari kalangan non muslim dalam konteks Indonesia dimungkinkan. Pasalnya, pejabat tanfidz itu hanya bersifat pelaksana dari UUD 1945 dan UU turunannya. Dalam konteks Indonesia pemimpin non muslim tidak bisa membuat kebijakan semaunya, dalam arti mendukung kekufurannya. Karena ia harus tunduk pada UUD dan UU turunan lainnya. Pemimpin non muslim, juga tidak memiliki kuasa penuh. Kekuasaan di Indonesia sudah dibagi pada legislatif dan yudikatif di luar eksekutif. Sehingga kinerja pemimpin tetap terpantau dan tetap berada di jalur konstitusi yang sudah disepakati wakil rakyat. Mereka seolah hanya sebagai jembatan antara rakyat dan konstitusi.

Kecuali itu, sebelum menjadi pemimpin, mereka telah melewati mekanisme pemilihan calon, penyaringan ketat dan verifikasi KPU. Mereka juga sebelum dilantik diambil sumpah jabatan. Jadi dalam hal ini kami lebih cenderung sepakat dengan pendapat Al-Mawardi yang membolehkan non muslim menduduki posisi eksekutif. Di sinilah letak kearifan hukum Islam.

Sedangkan ayat pengharaman memilih pemimpin non muslim sering beredar menjelang pemilihan. Sebut saja ayat berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . “Hai orang-orang beriman, janganlah jadikan orang-orang yang membuat agamamu sebagai olok-olok dan mainan baik dari kalangan ahli kitab sebelum kamu maupun orang kafir sebagai wali. Bertaqwalah kepada Allah jika kamu orang yang beriman.”

Apakah kata “wali” yang dimaksud itu pemimpin? Penerjemahan “wali” inilah, menentukan jawaban dari yang saudara Abdurrahman pertanyakan. Imam Ala’uddin Al-Khazin menyebutkan dalam tafsirnya sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?

Maknanya, “Janganlah kamu jadikan orang-orang yang tidak seagama denganmu sebagai wali dan kawan karib.” Allah sendiri menjelaskan alasan larangan untuk bergaul lebih dengan sehingga saling terbuka rahasia dengan mereka dengan ayat “Mereka tidak berhenti menjerumuskanmu dalam mafsadat”. (Lihat Al-Khazin, Lubabut Ta’wil fi Ma’anit Tanzil, Darul Kutub Al-Ilmiyah, Beirut).

Pengertian “wali” di atas ialah teman dekat. Sehingga saking dekatnya, tidak ada lagi rahasia antara keduanya. Ayat ini turun dalam konteks perang. Sehingga sangat berisiko bergaul terlalu dekat dengan ahli kitab dan orang-orang musyrik dalam suasana perang karena ia dapat mengetahui segala taktik perang, pos penjagaan, dapur umum, dan segala strategi dan rencana perang yang dapat membahayakan pertahanan umat Islam. Sementara komunitas-komunitas sosial saat itu berbasis agama.

Karenanya, mencermati ketarangan ulama di atas kita akan menemukan tidak sambung dan tidak tepat kalau ayat ini dijadikan dalil sebagai pengharaman atas pengangkatan calon pemimpin dari kalangan non muslim. Menurut hemat kami, kitab-kitab terjemah Al-Quran yang mengartikan “wali” sebagai pemimpin ada baiknya menelaah kembali tafsir-tafsir Al-Quran.

Saran kami berhati-hatilah memilih pemimpin baik muslim maupun non muslim. Karena mereka ke depan akan mengatur hajat hidup orang banyak. Kita perlu melihat integritas calon dan track record mereka. Kami juga berharap kepada warga untuk tidak mudah terporovokasi oleh isu-isu SARA menjelang pemilihan.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa penjelasan kami ditangkap dengan baik. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Fragmen Bupati Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat

Jakarta, Bupati Tegal. Radikalisme dan terorisme merupakan dua hal yang berbeda. Radikalisme adalah satu pemikiran yang radic, mendasar dan mengakar. Berbeda halnya dengan teror yang merupakan satu cara mencapai tujuan untuk menekan pemerintah terkait sejumlah agenda politik dengan cara kekerasan. Baik melalui bom maupun cara-cara lain yang mengandung unsur kekerasan.

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendung Terorisme, FKPT Galang Dukungan Masyarakat

Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi DKI Jakarta Agus Riyanto mengatakan hal tersebut kepada Bupati Tegal di sela-sela sosialisasi hasil penelitian “Radikal-Terorisme pada Tokoh Pemuda Islam dan Remaja Masjid”. Acara tersebut dihelat di gedung serbaguna Menza Jalan Salemba Raya (Komp SMA 68) No 18, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1).

“Nah, domain kami sebagai pengurus FKPT itu terkait terorisme, yakni pemikiran yang mengajak orang untuk melakukan teror. Dan itu menjadi konsen kami di organisasi ini,” tegasnya.

Bupati Tegal

Menurut Agus, sebelumnya FKPT melakukan penelitian terhadap lima domain, yakni remaja masjid, pemuda Islam, tokoh Islam, tokoh majlis agama, dan tokoh adat informal. Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilakukan selama dua bulan, November-Desember 2014.

Bupati Tegal

“Kegiatan ini disampaikan kepada masyarakat agar mendapat feed back dari mereka, sehingga hasil penelitian ini lebih baik,” paparnya.

Selain itu, lanjut Agus, kegiatan tersebut sekaligus merupakan upaya menggalang dukungan masyarakat terkait pencegahan terorisme di wilayah Provinsi DKI Jakarta. “Penelitian ini sesungguhnya hendak mengetahui sejauhmana potensi di lingkungan yang diteliti,” ungkapnya.

Acara ini merupakan kerja sama dengan Badan Koordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta. Di tempat terpisah, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPP SDM) BKPRMI Jakarta Hamry Gusman Zakaria mengajak para pemuda, khususnya Nahdliyin, untuk aktif di masjid dan majlis ta’lim.

“Kami mengajak genenasi muda Nahdliyin untuk ambil bagian dalam kampanye melawan terorisme. Hal ini kita lakukan untuk membendung radikalisme atas nama agama,” tegasnya.

Acara tersebut diikuti puluhan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Raudlatul Athal (RA), dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dari lima wilayah kotamadya se-DKI Jakarta. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul, Fragmen, Makam Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Banda Aceh, Bupati Tegal. Setelah memulai pengajian tasawuf, tauhid, dan fiqih (Tastafi) perdananya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, pada awal Maret lalu, Syekh Hasanoel Basri (Abu MUDI) akan kembali melanjutkan pengajian serupa malam ini, Jumat (4/4), pukul 21.00 WIB di lokasi yang sama.

Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) tersebut bulan yang lalu bersama masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya bulan lalu mengulas secara detail kandungan kitab Sirus Salikin mengenai syariat, thariqat, dan haqiqat.

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Pengajian Tastafi di Banda Aceh Berlanjut

Jamaah Pengajian Tastafi malam ini diperkirakan semakin ramai karena masyarakat dari luar Kota Banda Aceh juga berencana untuk mengikuti pengajian ini secara langsung di Masjid Raya Baiturrahman. Pihak Panitia telah jauh hari menyosialisasikan pengajian ini baik melalui surat kabar maupun di jejaring sosial.

Bupati Tegal

Ketua pantia Tgk Marwan Yusuf berharap, Pengajian Tastafi di Masjid Raya dapat menjadi momentum untuk mengembalikan masjid kebanggaan masyarakat Aceh ini seperti yang tertera dalam Qanun Meukuta Alam, “Ahlussunnah Waljamaah I’tiqadan dan Syafii Mazhaban”.

Bupati Tegal

Pada sesi terakhir pengajian, panitia memberikan kesempatan kepada para Jamaah untuk bertanya langsung kepada Abu MUDI. Adapun bagi masyarakat yang berada di luar Kota Banda Aceh, pengajian ini bisa diikuti melalui Radio Pro 1 RRI Banda Aceh dan pertanyaan bisa diajukan melalui SMS dengan mengetik BNA(Spasi)Isi Pertanyaan ke nomor 0852-1322-3010.

Dalam pengajian bulan lalu, Abu MUDI di antaranya memaparkan, Syariat dan Thariqat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan Nabi Muhammad SAW yang telah menerima syariat shalat masih menunggu thariqat (metode) pelaksanaannya. Sedangkan hakikat, menurutnya, bukan sesuatu yang dapat dipelajari, melainkan merupakan satu kedudukan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang telah menjalankan syariat dan thariqat secara benar.

Sebelumnya, Pengajian Tastafi diadakan di Meunasah Al-Latief Kampung Baro, tepat di belakang Mesjid Raya Baiturrahman. Namun, mengingat jumlah jamaah yang semakin meningkat, tempat ini tidak muat lagi menampung jamaah dan panitia mengambil inisiatif untuk memindahkan lokasi pengajian ke Mesjid Raya Baiturrahman. Pengajian ini diadakan sebulan sekali setiap Jumat malam saban awal bulan. (Muhammad Iqbal Jalil/Mahbib)

Foto: Suasana Pengajian Tastafi 7 Maret lalu di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Jakarta, Bupati Tegal

Derasnya arus mudik ke berbagai daerah dan kampung serta berjubelnya jalan dan kendaraan ternyata tidak setara dengan semaraknya silaturrahim lebaran. Para pemudik hanya merasa perlu mengunjungi keluarga inti, selebihnya mereka pergi ke tempat-tempat rekreasi dan membelanjakan uang sehabis-habisnya.

“Ternyata orang kota yang mudik itu telah dihingapi virus individualisme yang tinggi, sesuai dengan karakter masyarakat industri. Semangat komunitas dan komunal mereka rendah,” kata Ulil Hadrawi, Pengurus Pusat Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PP LTN-NU) kepada Bupati Tegal di Jakarta, Jum’at (26/10).

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim Lebaran Makin Pudar (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim Lebaran Makin Pudar

Hadrawi menilai, semangat komunal sebenarnya masih ada di antara para memudik. Tetapi oleh para pimpinan kelompok dan para pimpinan agama semangat silaturrahim itu tidak dipupuk dan dibina, sehingga mereka menjadi individualis. Apalagi dengan semangat pragmatisme yang kuat, maka punahlah tradisi silaturrahim yang menurut Islam memiliki nilai sangat tiunggi.

Dia mengkritik para mualigh yang di masjid dan di televisi kurang menyentuh pentingnya menjalin ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniah yang dibangun melalui silaturrahim. Disarankan agar kenyataan ini menjadi perhatian para pimpinan agama.

“Tanpa adanya ukhuwah baik Islamiyah maupun wathoniah kehidupan bersama yang sejahtera sulit diwujudkan. Sementara silaturrahim sangat penting dalam integrasi sosial, sehingga masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh dorongan negatif, tidak mudah konflik atau terjerumus pada kriminalitas, karena di situ ada etika dan sekaligus kontrol sosial,” katanya.

Bupati Tegal

Etika dan kontrol sosial itu dengan sendirinya sudah memasuki wilayah agama, karenanya kalangan agama terutama organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) sangat perlu untuk terus mendorong pentingnya silaturrahim. Kalaupun tidak bisa dilakukan setiap haru atau setiap bulan, minimal dilakukan setahun sekali.

“Mudik lebaran yang menghabiskan dana besar-besaran itu harus memiliki nilai positif dan produktif baik secara sosial maupun ekonomi. Di situlah syi’ar Islam yang dirayakan melalui lebaran idul fitri memiliki arti,” kata Hadrawi.(dam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

Semarang, Bupati Tegal. Sebanyak 1.500 tenaga kerja wanita di pabrik garmen PT Bina Busana Internusa Semarang mengikuti tes IVA (Inspeksi Visual Asam asetat) berupa pemeriksaan leher rahim (serviks) yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini ada atau tidaknya kanker serviks. 

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Fasilitasi Pemeriksaan Dini Kanker Serviks 1.500 Pekerja Wanita

 

"Melalui deteksi dini maka bisa dilakukan pencegahan untuk meminimalisir terjangkitnya kanker serviks pada seseorang sehingga dapat menekan penderita kanker serviks di Indonesia yang jumlahnya tercatat sebagai yang terbanyak kedua setelah kanker payudara," kata perwakilan OASE Kabinet Kerja, Marifah Hanif Dhakiri, saat memberikan sambutan di hadapan pekerja PT Bina Busana Internusa, Semarang, Jawa Tengah, Senin (21/8).

Acara ini diselenggarakan Direktorat Bina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja. 

Marifah Hanif Dhakiri menjelaskan Kanker serviks atau kanker leher rahim menjadi jenis kanker kedua setelah payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan 2015 menunjukkan rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks bertambah 2,5 orang dan meninggal 1,1 orang. 

Bupati Tegal

Program yang dimulai pada 2015 ini telah diikuti oleh 8.753 pekerja wanita (belum termasuk di PT Bina Busana Internusa). Jumlah tersebut terdiri dari pemeriksaan di PT Sritex Sukoharjo sebanyak 4000 orang, PT Primayuda Boyolali sebanyak 1000 orang, PT SAMA Semarang sebanyak 2.503 orang dan PT ECCO Indonesia sebanyak 1.250 orang. 

"Dari jumlah tersebut yang dinyatakan positif hanya 36 orang (0,48%). Terakhir di PT ECCO Indonesia telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.250 pekerja dan alhamdulilah semuanya negatif," ujar Marifah Hanif. 

Bupati Tegal

Program yang rencananya akan terus berlangsung hingga 2019 ini diharapkan dapat membantu para pekerja wanita untuk meningkatkan status kesehatannya serta mencegah secara dini terjadinya kanker mulut leher rahim pada diri mereka. 

"Saya menghimbau agar kegiatan yang sama dapat terus digelorakan di semua lapisan masyarakat sehingga dapat tercipta tenaga kerja yang sehat dan produktif," tutur Marifah Hanif. 

Marifah Hanif menambahkan, penciptaan tenaga kerja yang produktif merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah saat ini. Pasalnya produktivitas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara. 

"Rendahnya status kesehatan tenaga kerja dapat berdampak pada menurunnya produktivitas kerja yang mengakibatkan terjadinya tingkat upah rendah," ungkap Marifah Hanif. 

Kemnaker dan OASE Kabinet Kerja menyelenggarakan pemeriksaan tes IVA di PT Bina Busana Internusa sejak 14 Agustus hingga 21 Agustus 2017.

Turut hadir pada acara ini Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta isteri Siti Atiqoh Supriyanti.

Sedangkan dari OASE, selain Marifah Hanif, hadir juga Suryan Widati Muhadjir (Isteri Mendikbud), Erni Guntarti Tjahjo (Istri Mendagri), Sri Mega Darmi Sandjojo (Istri Mendes dan PDT) serta Siti Faridah Pratikno (Istri Mensesneg).

Sebagai informasi, OASE Kabinet Kerja merupakan sebuah perkumpulan para pendamping menteri dan unsur eksekutif pemerintahan yang dipimpin oleh Iriana Joko Widodo (Isteri Jokowi). Organisasi ini memiliki serangkaian program untuk mendukung tercapainya nawacita Presiden Jokowi. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, Fragmen, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Jakarta, Bupati Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj beserta beserta beberapa pengurus lainn berkunjung ke Tiongkok mulai Senin (18/4). Rencananya, rombongan tersebut akan berada di negara tirai bambu selama satu minggu ke depan.

Pada hari pertama, rombongan tersebut tiba di Provinsi Beijing dan langsung disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok, Wung Zuoan. ?

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Sekretaris pribadi Kiai Said, Muhammad Sofwan menuturkan ihwal lawatan PBNU ke Tiongkok tersebut yaitu untuk memenuhi undangan dari komunitas muslim Tionghoa.

“Agenda ini (kunjungan ke Tiongkok) dalam rangka memenuhi undangan dari komunitas Muslim Tionghoa,” jelas Sofwan.

Bupati Tegal

Di dalam sambutannya, Kiai Said menjelaskan bahwa hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama. Baginya, Tiongkok merupakan salah satu negara yang berhasil mewarnai dunia Islam di Indonesia.

Kiai yang akrab disapa Kang Said mengatakan, kontak Islam Tiongkok dan Indonesia diawali saat panglima Cheng Ho datang ke Indonesia dan membawa pasukan muslim. “Kemudian Cheng Ho membangun kota Semarang (sebagai pusat peradaban Islam),” jelas Kang Said di hadapan komunitas Muslim Tiongkok Beijing.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah tersebut menilai bahwa Muslim Tiongkok memiliki peran yang sangat penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia. “(Muslim) China sangat penting perannya bagi Indonesia,” tegasnya.

Kang Said mengatakan bahwa antara Indonesia dan Tiongkok memiliki pandangan yang sama tentang Islam adalah agama yang damai dan ia mendorong agar Islam berkembang pesat di negara tersebut. “Model Islam seperti inilah yang harus kita jaga,” terangnya.

Munculnya ekstrimisme, imbuh Kang Said, harus terus diwaspadai meskipun jumlahnya kecil. Menurutnya, cara yang efektif untuk menghalang ideologi-ideologi radikal adalah dengan jalan pendidikan.? ?

Ia menyampaikan rasa duka cita terhadap konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang tidak kunjung selesai. Maka dari itu, ia menilai bahwa saling bertukar pandangan antarsesama muslim adalah sesuatu yang penting untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan Islam yang damai, moderat, dan toleran. ?

Turut serta dalam lawatan ke Tiongkok tersebut Nyai Hj. Nurhayati Said (istri Kang Said), H Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Eman Suryaman (Ketua PBNU), Muhammad Said Aqil (Wasekjen PBNU), dan Muhammad Sofwan (sekretaris pribadi Kang Said). (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Quote, Jadwal Kajian, Fragmen Bupati Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Jakarta, Bupati Tegal. Badan Wakaf Indonesia (BWI) terus mendorong pengelolaan wakaf secara produktif sebagai  salah satu alternatif sumber pendanaan program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Sementara itu, United Nations Development Programme (UNDP) mempunyai program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). TPB/SDGs adalah seruan universal yang antara lain bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di setiap negara anggota PBB.

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Wakaf untuk TPB/SDGs, BWI-UNDP Teken Nota Kesepahaman

Kedua lembaga menyadari, pengentasan kemiskinan itu tidak dapat dicapai tanpa adanya sumber daya yang cukup. Pembiayaan yang berasal dari dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf menawarkan potensi yang sangat besar dalam mencapai TPB.

Kesamaan pandangan dan tujuan mendorong kedua lembaga melakukan sinergi melalui nota kesepahaman yang diteken pimpinan kedua lembaga hari ini, Kamis (25/1/2018), di Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

Mohammad Nuh selaku kKetua Badan Pelaksana BWI dan Francine Pickup selaku Deputy Country Director UNDP Indonesia meneken nota kesepahaman tersebut disaksikan oleh Duta Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia Anita Nirody, para anggota BWI, perwakilan Bank Indonesia, dan beberapa nazhir besar.

Bupati Tegal

Mohammad Nuh menyampaikan pentingnya wakaf untuk kesejahteraan--tanpa menafikan pentingnya wakaf sosial untuk peribadatan, kuburan, dan pendidikan.

Bupati Tegal

"Kalau wakaf untuk kesejahteraan, berarti mengentaskan kemiskinan," kata Nuh.

Nuh pun mengapresiasi UNDP Indonesia atas tercapainya kesepahaman ini. Ia berharap implementasinya bisa dimulai dengan memperkuat literasi wakaf masyarakat dan menjadikan wakaf sebagai gerakan.

Sementara itu, Francis Pickup menyatakan bahwa wakaf memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap TPB. "Dengan membangunan instrumen-instrumen seperti wadah untuk crowdfunding, impact investment, green sukuk atau wakaf untuk TPB dan beragam kerjasama lainnya, dapat membantu tergapainya potensi tersebut," kata Francis.

Seusai penandatanganan nota kesepahaman itu, Duta Besar PBB untuk Indonesia Anita Nirody menyematkan pin SDGs kepada Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Fragmen, News Bupati Tegal

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

Jakarta, Bupati Tegal. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, Senin (10/8) dalam jumpa pers di kantornya menuturkan, bahwa pendidikan agama Islam di madrasah dan sekolah mempunyai peran yang sangat signifikan. Karena pengajaran agama tersebut turut menanamkan karakter kepada diri siswa.

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI Nasional, Kemenag Canangkan Islam Damai di Sekolah

“Bayangkan jika sekitar 50 juta siswa yang sedang belajar di madrasah dan sekolah ini pendidikan agamanya bersifat radikal, tentu negara ini akan mengalami kekacauan,” ujarnya di ruang jumpa pers, Kantor Kemenag lantai 7 Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Oleh sebab itu, menurutnya, pengajaran dan pendidikan Islam di sekolah harus dikemas semenarik mungkin agar peserta didik termotivasi untuk mendalami agama Islam yang baik dan benar.

Bupati Tegal

Kamaruddin menambahkan, bahwa salah satu instrumen untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik terhadap agama Islam, yaitu dengan menyelenggarakan Pentas PAI. Pentas ini tidak hanya mengakomodasi keterampilan seni siswa, tetapi juga mengolah pemahaman mereka selama di sekolah dengan lomba seperti cerdas cermat, pidato, debat, dan lain-lain.

Bupati Tegal

“Dari kegiatan tersebut , nanti akan terlihat seperti apa pemahaman agama yang dimiliki oleh peserta didik. Media ini juga sebagai sarana peserta didik untuk mengaktualisasikan kemampuannya dari sisi seni pendidikan Islam, seperti lomba kaligrafi, nasyid, tahfidz Qur’an, lomba kreasi busana, dan lain-lain,” paparnya.

Lebih jauh, Kamaruddin menjelaskan, potensi radikalisme di setiap sekolah pasti ada. Sebab itu, pendidikan dan pengajaran agama Islam yang menarik menjadi upaya yang penting untuk menanamkan pemahaman Islam yang damai.?

“Pendidikan Islam damai harus terus menerus kita ajarkan dan tanamkan kepada peserta didik, yaitu Islam yang berusaha menghargai dan menyadarkan kita sebagai warga negara,” terangnya.

Lomba Pentas PAI Nasional VII yang akan berlangsung 10-14 Agustus 2015 di Asrama Haji Embarkasi Bekasi ini akan diikuti oleh 1000 peserta hasil seleksi tingkat nasional yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dari 33 Provinsi.

Adapun jenis mata lomba yang dikompetisikan adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI (LPP), Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI (LCP), Lomba Kaligrafi Islam (LKI), Lomba Seni Nasyid (LSN), Lomba Debat PAI (LDP), dan Lomba Kreasi Busana (LKB).

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, Dr Amin Haedari menyatakan, bahwa kepada para siswa yang juara pada kompetisi ini akan diganjar dengan hadiah yang sangat menarik. “Kepada para juara I, II, dan III, serta juara harapan I, II, dan III, Kemenag telah menyiapkan hadiah dan pengahargaan yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan minat, bakat, dan keterampilan mereka di bidang agama Islam,” ucap Amin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, Fragmen, Nasional Bupati Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Jakarta,Bupati Tegal. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia  Prof. Dr. Nasarudin Umar, MA menekankan supaya metode yang digunakan mahasiswa NU dalam melakukan penelitian menggunakan metode  Hushuli dan Hudhuri.

Salah seorang Mustasyar PBNU ini mengatakan hal itu pada peluncuran Program Pascasarjana Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Konsentrasi Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (3/7).

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Metode husuli, kata dia, adalah yang memisahkan subjek ilmu pengetahuan (alim) dan objek ilmu pengetahuan (malum, “Metode Hushuli adalah metode yang mengandalkan logika,” katanya.

Bupati Tegal

Sedangkan metode hudhuri adalah metode yang tidak memisahkan antara objek dan subjek. Manusia sebagai subyek sudah dilengkapi dengan alat-alat kecerdasan internal yang memungkinkan dirinya untuk mengakses sesuatu yang amat dalam di dalam dirinya sendiri.

Bupati Tegal

Aliran ini, kata dia, berkeyakinan segala sesuatu dapat diketahui melalui kemampuan pendalaman batin. “Semoga metode husuli dan huduri terkombinasi dan terpatri di dalam mahasiswa kita ini,” ujarnya.

Selain itu, Wamenaga juga menjelaskan bahwa pesantren adalah lembaga paling canggih dan banyak ditiru di luar negeri. Sistem pesantren menjadi sekolah unggulan di Inggris dan Australia.

Peluncuran tersebut diisi dengan orasi ilmiah KH Said Aqil Siroj dengan judul, “Urgensi Kajian Islam Nusantara”. Hadir pada kesempatan itu sejumlah menteri, diantaranya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faisal Zaini, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid, Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi, serta pengurus PBNU, pengurus lembaga, lajnah, dan banom.

Penulis: Abdullah Alawi     

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Warta Bupati Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Partisipasi Perempuan Sangat Menentukan Kualitas Pemilu

Brebes, Bupati Tegal. Perempuan diharapkan berpartisipasi penuh dalam pemilu legislatif 2014. Keterlibatan mereka menentukan kualitas pemilu. Pasalnya, jumlah pemilih perempuan sangat banyak dan menjadi pemilih teguh dalam memegang prinsip. Sehingga, partisipasi merea sangat dinanti demi suksesnya pemilu 2014.

Demikian disampaikan Ketua PCNU Brebes H Athoillah Syatori pada pengajian umum puncak peringatan harlah ke-68 Muslimat NU Brebes di lapangan kantor kecamatan Wanasari, Ahad (9/3).

Partisipasi Perempuan Sangat Menentukan Kualitas Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)
Partisipasi Perempuan Sangat Menentukan Kualitas Pemilu (Sumber Gambar : Nu Online)

Partisipasi Perempuan Sangat Menentukan Kualitas Pemilu

H Athoillah mengajak anggota Muslimat NU se-Brebes untuk mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan mencoblos pilihannya.

Bupati Tegal

Banyaknya kader NU yang menjadi calon legislatif di berbagai partai politik menandakan potensi yang bagus. Namun, H Athoillah mengingatkan, jangan sampai beda pilihan menjadi pemicu perpecahan sesama kader.

“Kita harus bersatu, tidak bercerai berai dalam satu wadah NU meskipun pilihan partainya berbeda,” kata Athoillah.

Bupati Tegal

Senada dengan H Athoillah, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti menyampaikan perempuan telah mendapatkan porsi yang memadai dalam pemilu 2014. Penghargaan kepada perempuan di pemilu 2014 sangat membahagiakan karena telah diberi peluang 30 persen.

Pada kenyataan di lapangan, caleg-caleg perempuan sangat getol memperjuangkan hak dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial. “Semoga kelak bila jadi legislatif, kebijakan yang diambil pun properempuan,” kata Idza. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen Bupati Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Tasikmalaya, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar konferensi cabang NU di Cipasung, Kamis-Jumat (29-30/12). Setelah melalui beberapa rangkaian akhirnya Konfercab XVI mengamanahkan KH Atam Rustam sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Abun Bunyamin Ruhiyat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

KH Atam Rustam terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung di putaran kedua. Kiai asal Sukamanah ini terima amanah forum konferensi untuk memimpin PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Cucu pahlawan nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini bertekad melaksanakan aqidah, syariah, dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar.

Bupati Tegal

Insya Allah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana,” kata Pengasuh Pesantren Sukamanah Kiai Atam.

Sebelumnya tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas lima kiai yaitu H Abun Bunyamin Ruhiyat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Mu‘in Salopa, dan KH Acep Amin Bantarkalong menggelar musyawarah terbatas.

Tim ini selanjutnya memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiyat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kajian, Fragmen, Khutbah Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara

Jakarta, Bupati Tegal. Menyambut kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Jerman, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman meminta Presiden untuk lebih memikirkan nasib seluruh rakyat, dibanding menenggelamkan diri dalam urusan partai politiknya sendiri.

“Seringkali presiden SBY memainkan peran yang tidak seimbang antara presiden sebagai Kepala Negara dan sebagai ketua Dewan Pembina Partai Demokrat,” demikian dalam rilis pers yang diterima Bupati Tegal, Jum’at (1/3).

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jerman Minta SBY Fokus Urus Negara

Kunjungan SBY tersebut dalam rangka menghadiri Internationale Tourismus Borse (ITB) di Berlin pada 6-10 Maret 2013 mendatang.

Presiden juga diharapkan tidak memanfaatkan kekuasaan untuk menekan dan mengintervensi lembaga-lembaga hukum seperti Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) demi kepentingan-kepentingan politiknya.

Bupati Tegal

“Menjalang Pemilu 2014, tahun 2013 adalah tahun pencitraan demi meraih kekuasaan. Oleh karena itu pemerintah harus memberi tauladan bagaimana menjaga norma dan aturan main serta fatsun politik agar rakyat tetap rukun dan bangsa ini tidak tercerai-berai,” demikian PCINU Jerman.

Bupati Tegal

Terkait ITB Berlin 2013, NU Jerman memberikan apresiasi yang mendalam atas kesuksesan Indonesia menjadi negara partner bagi penyelenggaraan ITB 2013 di Berlin. Diharapkan, apa yang didapatkan dan disepakati selama ITB 2013 berlangsung bisa diwujudkan dalam bentuk nyata peningkatan kerjasama Jerman-Indonesia.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Amalan, Nahdlatul Bupati Tegal

Senin, 27 November 2017

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

Ramallah, Bupati Tegal. Satu komite penyelidikan Palestina pada Jumat mengatakan kematian mantan presiden Palestina Yasser Arafat tidak alamiah, dan menuduh Israel berada di belakang pembunuhan itu.

"Kami katakan bahwa Israel adalah tersangka pertama, mendasar dan tunggal dalam pembunuhan Arafat," kata Tawfiq At-Tirawi, pemimpin komite tersebut, dalam satu taklimat di Kota Ramallah, Tepi Barat Sungai Jordan.

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Jadi Tersangka Tunggal Pembunuhan Yasser Arafat

"Berdasarkan siapa yang menghasut pembunuhan Arafat dan siapa yang memiliki kemampuan teknis untuk melakukan itu, kami katakan Israel adalah tersangkanya," kata At-Tirawi. "Penyelidikan takkan berakhir sampai semua kondisi terungkap."

Bupati Tegal

Arafat meninggal karena sebab yang tidak diketahui saat menerima perawatan di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris pada 2004. Para pejabat Palestina mengisyaratkan Israel berada di belakang kematian tersebut.

Pada Kamis (7/11), beberapa ilmuwan Swiss yang memeriksa jenazah Arafat mengatakan kandungan tinggi bahan radioaktif polonium-210 ditemukan pada jenazah Arafat dan tanah kuburan, tapi keracunan tetap menjadi hipotesis, bukan kepastian.

Bupati Tegal

"Apa yang telah disimpulkan para ahli (Swiss dan Rusia) membawa kami makin dekat dengan kebenaran, tapi itu bukan akhir perjalanan," kata At-Tirawi, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat malam.

Stasiun televisi pan-Arab yang berpusat di Qatar, Al-Jazeera, menayangkan satu dokumenter tahun lalu yang mengemukakan bahwa Arafat diracuni.

Laporan itu menghasilkan pembongkaran kuburan Arafat atas permintaan dari jandanya dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina. Beberapa ilmuwan Swiss, Rusia dan Prancis kemudian mengambil sampel dari jenazah Arafat untuk pemeriksaan lebih lanjut pada November 2012.

Komite Palestina tersebut, Jumat, menyatakan laporan ilmuwan Swiss dan Rusia sependapat bahwa kematian Arafat tidak alamiah. Ahli Prancis belum mengajukan temuan mereka.

Meskipun laporan para ahli tersebut tidak mengkonfirmasi penyebab akhir kematian Arafat, dokter pribadi mantan presiden Palestina tersebut dan seorang anggota Komite Palestina mengatakan kematian Arafat adalah akibat dari bahan beracun.

Namun, Israel selalu membantah terlibat dalam kematian Arafat, yang menjadi lambang perjuangan nasional Palestina, dan mengatakan mendiang presiden Palestina juga memiliki musuh dan lawan di Dunia Arab. (antara/mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Pahlawan, Fragmen Bupati Tegal

Rabu, 15 November 2017

PBNU Lakukan Dialog dengan Ahmadiyah

Jakarta, Bupati Tegal. Berbagai upaya dilakukan PBNU untuk “meluruskan” beberapa aliran agama yang selama ini dianggap sesat oleh masyarakat. Setelah beberapa waktu lalu berhasil mentaubatkan lagi “nabi” Musaddeq, Ketua PBNU KH Said Agil Siradj melakukan dialog dengan pengikut Ahmadiyah.

“Sudah ada beberapa titik temu, kita mendorong agar Ahmadiyah memakai ajaran Lahore, bukan Qadiyan atau paling tidak Qadiyah tidak berkembang,” katanya seusai dialog yang difasilitasi Litbang Depag di Kantor pusat Depag, Kamis (28/11).

Dijelaskannya, terdapat perbedaan yang mendasar antara Ahmadiyah aliran Qadiyan dan Lahore. Ahmadiyah Lahore tidak menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, namun hanya pembaharu Islam.

PBNU Lakukan Dialog dengan Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Lakukan Dialog dengan Ahmadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Lakukan Dialog dengan Ahmadiyah

Demikian pula, kitabnya At Tadzkirah bukannya wahyu, tetapi hanya kitab yang ditulis berdasarkan ilham seperti yang didapat oleh ulama lainnya layaknya Syeikh Abdul Qadir Jailani atau Ibnu Arabi.

Dikatakannya perpecahan antara Ahmadiyah Qodiyan dan Lahore ini tak lepas dari perkembangan dan dinamika umat Islam di masa tersebut seperti pemikiran Iqbal dan Jinnah dan adanya upaya pembebasan Pakistan yang mayoritas muslim dari penjajahan Inggris.

Ahmadiyah yang ada di Lahore berusaha melakukan pembenahan dalam beberapa keyakinannya agar mereka tidak menyimpang terhadap Islam. Mereka juga masih mempercayai adanya rukun Islam dan rukun Iman sebagai ajaran pokok Islam.

Bupati Tegal

Sementara itu, Ahmadiyah Qadiyan yang menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi memang dimanfaatkan oleh Inggris untuk memecah belah ummat.

Bupati Tegal

Diskusi dengan Ahmadiyah ini akan dilanjutkan sekali lagi dengan harapan semakin banyak titik temu yang dihasilkan dari kedua belah fihak. “Metode dialog seperti inilah yang akan kita gunakan untuk menghadapi aliran yang dianggap sesat,” paparnya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, AlaNu, Fragmen Bupati Tegal

Minggu, 12 November 2017

Komunitas Lintas Agama di Kupang Gelar Halal Bihalal

Kupang, Bupati Tegal. Komunitas Lintas Agama Kupang menggelar Halal Bihalal di hotel Romyta Kupang, Sabtu (24/8) kemarin yang dihadiri Kepala Dinas Nakertrans Kota Kupang, Ketua MUI NTT dan Ketua MUI Kota Kupang, Pengurus GP Ansor NTT, Pengurus Wilayah IPNU NTT dan berbagai elemen oraganisasai lain.

Ketua Pemuda GMIT kota Kupang Wilson Rondo dalam kesempatan itu mengingatkan, Komunitas Lintas agama harus kreatif dan inovatif  untuk menyebarkan perdamaian dari Kota Kupang untuk Indonesia. Kalau kaum muda tidak kreatif maka kampanye perdamaian yang diinginkan akan sia-sia. 

Komunitas Lintas Agama di Kupang Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Lintas Agama di Kupang Gelar Halal Bihalal (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Lintas Agama di Kupang Gelar Halal Bihalal

“Saya berharap generasi muda yang tergabung dalam komunitas lintas agama PeaceMaker Kupang memperkuat tali persaudaraan, gencarkan kampanye damai kemana-mana,” kata Wilson Rondo. 

Bupati Tegal

“Saya percaya kemenangan ini bukan kemenangan umat Muslim saja tetapi kemenangan kita bersama dalam hal perangi kejahatan atas dosa kita bersama,” tambahnya.  

Bupati Tegal

Kemenangan ini, menjadi energi, motivasi dan lebih berjuang lagi. Agar menjadi umat yang damai, yang aman dan selalu menjaga kebersamaan. Kaum muda lintas agama berkeinginan kota kupang akan menjadi rumah yang aman, baik NTT maupun secara ke seluruh di Indonesia, seperti yang kita inginkan. 

Kepala dinas Nakertrans Kota Kupang, Yeri Padji Kana mengatakan, halal bihalal yang diselenggarakan itu merupakan bagian keterpaduan religius keagamaan dan sprit membangun kekeluargaan. Hal ini menjelaskan eksis tensi umat beragama agar bisa melengkapi antara satu sama lain. 

“Saya memberikan apresiasi anak muda yang tergabung dalam Kompak. Peristiwa ini, telah membuat hal yang positif,  nilai iman dan kerohanian dua hal yang tidak terpisahkan. 

Walikota melalui Kadis Nakretrans, meminta teruskan langkah dalam kebersamaan, perkuatkan komitmen kebersamaan dari kota kupang menuju Indonesia,” katanya.

“Saya berharap umat Islam kota Kupang agar menjadi teladan di kota ini. Sebagai alim Ulama dan tokoh umat beragama agar menjaga pluralitas agama dari berbagai persoalan yang terjadi di Kota ini. Maka dalam halal bihalal ini, kita menjalin kita harus bermimpi kedepan kota kupang ini selalu  aman dan damai agar menata lingkungan yang indah antara sesama secara harmonis dan dinamis,” katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajhar Jowe  

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Bahtsul Masail, Fragmen Bupati Tegal

Jumat, 10 November 2017

Pertama Kali Tasik Creatif Festival Pentaskan Hadrah Majelis Dzikir dan Shalawat Rizalul Ansor

Tasikmalaya, Bupati Tegal



Eksistensi GP Ansor Kota Tasikmalaya terus mendapat pengakuan serius Pemerintah Kota Tasikmalaya. Seperti pada even Tasikmalaya Creatif Festival (TFC) yang digelar di sepanjang jalan utama KH Zainal Mustofa, tim Hadrah Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalu Ansor PC GP Ansor Kota Tasikmalaya mendapat kehormatan besar bisa tampil di acara expo aneka kreasi usaha warga Tasikmalaya yang difasilitasi Bank Indonesia (BI).

Meski tampil siang hari, tak sedikit penonton dan peserta expo turut menempati kursi podium utama. Pasalnya pertama kali dalam sejarah TFC ada pementasan Hadrah di tengah mereka.

Pertama Kali Tasik Creatif Festival Pentaskan Hadrah Majelis Dzikir dan Shalawat Rizalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama Kali Tasik Creatif Festival Pentaskan Hadrah Majelis Dzikir dan Shalawat Rizalul Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama Kali Tasik Creatif Festival Pentaskan Hadrah Majelis Dzikir dan Shalawat Rizalul Ansor

Pimpinan Hadrah, Ajengan Bubung Niezar langsung menyapa pejabat Pemerintah Kota Tasikmalaya dan perwakilan Bank Indonesia karena pertama kali mendapat kepercayaan mengisi acara di Tasikmalaya Creatif Festival yang disaksikan pula utusan Kota dan Kabupaten di Jawa Barat serta Negara ASEAN.

Kepedulian Pemerintah dan BI patut diacungi jempol karena kreatifitas bukan hanya karya usaha, tapi kesenian juga.

Bupati Tegal

"Apalagi ini hadrah. Memadukan doa-doa dengan kolaborasi musik rebana dan kontemporer. Dakwah mengena," ujarnya, Sabtu (8/10/2016).

Tasikmalaya Cratif Festival merupakan even Pameran Usaha Kecil Menengah yang difasilitasi Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Bank Indonesia. Tiap tahun, festival ini menjadi even unggulan yang ditunggu masyarakat karena menampilkan aneka karya usaha yang digelar disepanjang Jalan Utama Kota Tasikmalaya, Jalan KH Zainal Mustofa.

Bupati Tegal

Tasikmalaya Creatif Festival ini berlangsung sejak Jumat sampai Ahad (9-10/10/2016). (Nurjani/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen Bupati Tegal

Kamis, 28 September 2017

Tiga "O" untuk Infotaintment Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Pro dan kontra fatwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mengharamkan tayangan infotainment, Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Dr Effendy Ghozali MA angkat bicara. Ia memberikan tiga penilaian tentang karakter infotaintment di Indonesia, yakni over-explosive, over-simplified dan over-claim.

Hal itu dikatakannya saat hadir sebagai salah satu narasumber pada dialog publik bertajuk “Infotaintment; Kezaliman Era Baru?” di gedung Badan Perfilman Nasional, Jalan? MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (10/8). Selain itu, hadir juga Ketua PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj, Budayawan Prof Dr Abdul Hadi WM, Ketua Dewan Pers Hans Miller dan Ketua Seksi Film dan Budaya PWI DKI Jaya Akhlis Suryapati.

Dijelaskan Effendy, over-explosive maksudnya, tayangan infotaintment sudah terlalu banyak, semua stasiun televisi di Indonesia memiliki program acara serupa. Akibat dari hal tersebut, katanya, infotainmen justru menjadi sarana sinisme bukannya menjadi media informasi yang mencerdaskan masyarakat.

Tiga O untuk Infotaintment Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga O untuk Infotaintment Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga "O" untuk Infotaintment Indonesia

Sementara over-simplified, lanjut Effendy, cara kerja para jurnalis infotaintment terlalu mudah menyederhanakan dan menyimpulkan sebuah persoalan. “Ketika seorang artis ditemui sedang berjalan dengan orang lain, langsung saja disimpulkan selingkuh atau sedang ada affair. Intinya mengada-ada,” katanya.

“Ketika seorang narasumber mengatakan tidak mau diwawancarai seharusnya si wartawan balik kanan dan langsung pulang. Tapi ini nggak, malah sampe kemping di depan rumah sang artis, mepet mobil sang artis di jalan tol,” tambah Effendy.

Sedangkan penilain yang ketiga, yakni over-claim, menurutnya media infotaintment selalu mengklaim demi kepentingan publik. Seolah-olah publik harus mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada artis. “Perceraian seorang artis dengan pasangannya diklaim bahwa hal itu sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Tegal

Hingga saat ini, imbuhnya, sasaran dari pada berita infotaintment masih berkisar pada kehidupan pribadi selebritis. Tidak akan lama lagi, katanya, berita-berita infotaintment akan merambah pada profesi yang lain, misalkan saja tokoh politik.

“Kita lihat saja minggu-minggu ini sejumlah infotaintment sedang memberitakan kehidupan pribadi salah seorang tokoh politik dari PAN (Partai Amanat Nasional). Ini artinya, nanti gosip infotaintment itu tidak lagi didominasi selebritis,” terang Effendy.

Sementara itu, KH Said Aqil Siradj kembali menegaskan, fatwa hukum haram tayangan yang banyak diminati kalangan ibu-ibu dan remaja putri itu karena dasarnya sudah jelas. Para ulama NU yang membahas hal tersebut satu pendapat mengatakan bahwa isi dari tayangan itu adalah haram.

“Membuka, mempergunjingkan keburukan orang disebut ghibah. Semua kiai tidak ada yang berbeda pendapat bahwa ghibah itu hukumnya haram ‘absolut’. Dasarnya jelas, bukan dari ijma atau qiyas, tapi langsung dari hadis,” terang Kang Said, demikian panggilan akrabnya.

Bupati Tegal

Ditambahkan Kang Said, fatwa haram PBNU yang dihasilkan dari proses Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Surabaya akhir Juli lalu itu merupakan cara NU dalam mengajak umat pada kebaikan dan meninggalkan keburukan. “Ini cara kita (NU, red) ber-amar ma’ruf nahi munkar. Mau diikuti silakan, nggak mau ya nggak apa-apa,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, ia menjamin fatwa tersebut tidak akan diikuti dengan aksi sweeping terhadap orang-orang yang tidak mengikuti keputusan PBNU itu. “Jangan khawatir, saya menjamin PBNU tidak akan menurunkan banser untuk melakukan sweeping. Kalau ada, saya tegaskan, itu pasti bukan dari PBNU,” ungkapnya.

Berbeda dengan keduanya, Abdul Hadi WM mengatakan, tayangan infotaintment yang kebanyakan berisi gosip dan membuka aib orang lain itu merupakan upaya dari pendangkalan budaya bangsa. “(infotaintment, red) itu pendangkalan budaya, demoralisasi tidak ada nilai yang terkandung di dalamnya,” tegasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Doa, Pondok Pesantren Bupati Tegal

Minggu, 24 September 2017

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa

Blitar, Bupati Tegal. 41 pendekar Pagar Nusa Cabang Blitar Raya mengikuti pendadaran A’dhlo dan diklat pelatih. Acara berlangsung pada Ahad-Selasa (25-27/12) di Gedung Universitas Nahdlatul Ulama Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Beberapa materi diberikan oleh tim instruktur dari Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jatim. Selain teknik beladiri standar IPSI dan keorganisasian, juga diberikan materi keaswajaan serta ke-NU-an.?

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

41 Pendekar Ikuti Diklat Pelatih Pagar Nusa

“Sejak dini kami tanamkan kepada siswa. Agar paham betul tentang Islam Ahlussunah wal Jamaah dan NU,” ujar Mohammad Makin salah satu panitia acara.

Dalam pelatihan tersebut, lanjut Makin, para instruktur menerapkan disiplin ketat. Sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai yang diharapkan pengurus.

“Dalam diklat ini kami memakai pola pelatihan Banser. Sehingga para peserta sangat disiplin. Hasilnya dari 41 peserta 40 orang dinyatakan lulus. Satu orang tidak lulus karena mengundurkan diri,” jelasnya.

Bupati Tegal

Dia berharap hasil diklat ini ada guna dan faidahnya untuk pengembangan organisasi Pagar Nusa ke depan. “Sebagai calon pelatih di tingkat sekolah dasar dan MI kami berharap mereka mampu melaksanakan tugasnya,” harapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Cabang ? Pagar Nusa, H Abdul Munib. Ia mengaku sangat puas dengan hasil Diklat ini.?

Bupati Tegal

“Kami berharap para alumni ini nanti bisa melaksanakan tugas keorganisasian dengan baik. Sebagai calon pelatih mereka harus membekali diri dengan berbagai persiapan. Khususnya mental spiritual disamping fisik dan tehnik,” katanya. (Imam Kusnin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Olahraga, Fragmen Bupati Tegal

Rabu, 23 Agustus 2017

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

Gresik, Bupati Tegal



Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan, pendidikan harus memiliki kualitas yang bagus sehingga lulusannya baik dan berkualitas. Maka dari itu, perlu adanya tenaga pengajar di lingkup keagamaan.

"Khususnya di lingkungan Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU), hendaknya terus meningkatkan kualitasnya karena hal itu sangat mempengaruhi mutu anak didik," ujarnya saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan pendidikan Maarif NU Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik (6/7).

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

Menurut Menteri Sosial itu, NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam proses pembangunan bangsa melalui pendidikan di bawah naungan lembaga Pendidikan Maarif.

"Saat ini kualitas pendidikan harus lebih ditingkatkan. Sehingga, outputnya memiliki daya saing yang tinggi di era kompetisi seperti sekarang," tuturnya.

Para intelektual NU sangat mumpuni membangun hal itu. Ketika yang pintar itu orang NU, tentu akan membawa dampak besar pada negara. Karena di NU selain harus intelek, juga diajarkan cinta tanah air, toleran dan menjaga keseimbangan.

Bupati Tegal

"Perlu kiranya, Lembaga Pendidikan Maarif NU harus didorong agar daya sainganya berimpit dengan kemampuan lembaga pendidikan lainnya. Jika tidak dibangun akan ada disparitas sosial, politik serta disparitas kota dan desa," tegasnya.

Bupati Tegal

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi juga meminta agar perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk 500 besar di dunia, seperti Jurusan Seni di ITB. Terlebih dalam era globalisasi seperti saat ini, sambungnya, Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain.

Profesionalisme dan daya saing di beberapa hal harus segera di dorong dan digenjot. "Jika perlu akan memanggil dosen unggulan dari luar negeri untuk meningkatkan daya saing," kata Khofifah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Acara yang dirangkai dengan Halal Bihalal, Silaturahim PC Muslimat NU Gersik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD Gresik serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen Bupati Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Jombang, Bupati Tegal. Sejak Jum’at (13/3) lalu, Pondok Pesantren Tebuireng dikejutkan dengan telpon dengan modus santri sakit dan memeras wali santri dengan dana yang tidak sedikit.

Pelaku menelepon walisantri mengabarkan bahwa putra/putri-nya sedang dalam keadaan darurat di rumah sakit, baik penyakit dalam maupun penyakit sebab kecelakaan. Seperti yang disampaikan Ustadz Amin Muthohar, Pembina Kamar KH. Saifudin Zuhri 203.

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Awas! Penipuan Atas Nama Pesantren Tebuireng

Dia mendapatkan sms dari walisantri yang mengaku telah mentransfer uang sebesar 1 juta rupiah kepada seseorang yang mengaku dari pihak pesantren, Senin (16/3) kemarin. Orang itu mengabarkan bahwa anak walisantri tersebut yang bernama Muhammad Aan, Santri SMP A. Wahid Hasyim, telah jatuh dari lantai 3 wisma dan membutuhkan dana untuk pengobatan darurat.

Bupati Tegal

“Dia itu pakek nomor telepon tiga kali denga satu jenis operator tapi beda nomornya,” ungkap Ustadz Amin. Hal yang sama juga terjadi pada beberapa santri lain. Menurut penuturan dari Ustadzah Vevi Alfi, beberapa hari ini khususnya hari Jum’at lalu terjadi lima kali kejadian penipuan. Namun pihak pengurus Pesantren Tebuireng Putri tanggap untuk langsung memberikan informasi penipuan.

Bupati Tegal

“Untung saja sejak kejadian pertama walisantri yang menjadi korban dan pihak pesantren terus saling memberi informasi, sehingga nggak ada yang kena,” ungkap Mahasiswi Ma’had Aly Tebuireng tersebut.

Selain itu penipuan yang sama juga melanda SMA Trensains Tebuireng 2 di Jombok Ngoro Jombang. Ustadz Rendika, Waka Bidang Kesiswaan SMA Trensains mengatakan bahwa santriwati berinisial H.N.A.K. juga menjadi korban dengan modus santri terpeleset di kamar mandi Hingga gagar otak lalu pelaku meminta uang biaya oprasi kepada walisantri sebesar 17 juta rupiah.

Selain santri SMP dan santriwati Pesantren Putri Tebuireng, dan SMA Trensains hal serupa juga melanda Robith al-Hannan, santri kelas 3 Mts Salafiyah Syafi’iyyah kamar Haji Kalla 201. Kerugian yang ia dan keluarga alami mencapai 20 juta. Modus yang digunakan pelaku adalah dengan mengabarkan bahwa Hannan kritis di rumah sakit sebab kecelakaan parah.

Ustadz Syamsul, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng ketika dikonfirmasi via WhatsApp menerangkan bahwa kejadian ini memang sangat menggemparkan Tebuireng. Pasalnya kejadian ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Kita masih menyelidiki belum ada kepastian. Karena ada beberapa kemungkinan.”, ungkap Ustadz Syamsul. Dia juga menegaskan bahwa pelaku tidak sendirian melainkan berkelompok, laki-laki dan perempuan. “Masyarakat khususnya walisantri harus berhati-hati, karena modus mereka akan membuat korban panik dan tanpa sadar mentransfer uang”, tambahnya. (Abror/Anam)

Ilustrasi: tebuireng.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Daerah, Ubudiyah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock