Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Probolinggo, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/7) sore membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis kepada pengendara sekaligus pemudik yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan. Kegiatan yang melibatkan segenap elemen masyarakat ini dipusatkan di sisi selatan alun-alun Kota Kraksaan.

Pembagian sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00.

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik mengatakan, pembagian takjil gratis ini merupakan salah satu visi dari GP Ansor Kota Kraksaan sendiri untuk menegakkan ajaran agama Islam yaitu berbagi kepada sesama.

Bupati Tegal

“Bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor kepada sesama umat Islam sehingga kalau adzan Maghrib dalam perjalanan, takjil ini bisa untuk membatalkan puasanya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Bupati Tegal

Dari pantauan Bupati Tegal di lokasi, sebanyak 500 paket takjil gratis tersebut ludes dibagikan kepada pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu 20 menit.

“Semoga pembagian takjil gratis ini bisa memberikan manfaat kepada sesama yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk sekedar membatalkan puasa tatkala adzan Maghrib dalam perjalanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, News, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Senin, 12 Februari 2018

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Jakarta, Bupati Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, PW IPNU Jawa Timur mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap pergaulan anak remaja mereka di tanggal 14 Februari yang dikenal sebagai hari Valentine.



Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Imbauan demikian disampaikan oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur Imam Fadlli dalam surat resmi PW IPNU Jatim, Rabu (13/2).

Dalam surat resmi, ia menyampaikan bahwa peningkatan pantauan didasarkan pada kelaziman Valentin yang kerap dirayakan oleh remaja di Indonesia. Valentine secara tidak tertulis disepakati sebagai hari kasih sayang.

Hari kasih sayang itu tertanam di kebanyakan remaja sebagai momentum untuk mengungkapkan perasaan atau kasih sayang mereka. “Berbagai perilaku dilakukan dalam rangka memperingati hari itu mulai memberi hadiah sampai pada yang menjurus kepada kemaksiatan,” tulisnya.

Bupati Tegal

Menurut Imam Fadlli, untuk menghindari kejadian yang tidak patut, orang tua perlu melakukan pemantauan ekstra serta pengawasan terhadap remajanya. Ini merupakan upaya jangka pendek yang dapat dilakukan kalangan orang tua.

Sedangkan upaya jangka panjang ke depan, orang tua perlu membuka diri terhadap anak mereka dengan pendekatan-pendekatan komunikatif. Pendekatan itu diharapkan dapat memosisikan mereka sebagai partner nyaman di mata remaja mereka, kata Imam Fadlli.

Pendekatan komunikatif seperti itu secara perlahan menciptakan keterbukaan kedua pihak. Dari situ, persoalan-persoalan pribadi remaja menemukan jawaban pada kedekatan dengan orang tua, tandas Imam Fadlli.

Bupati Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Warta Bupati Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional

Jakarta, Bupati Tegal. Banyaknya bencana alam yang datang secara beruntun menggugah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama untuk siap membantu saudara-saudara yang mengalami musibah tersebut. Dalam waktu dekat sejumlah kader Ansor akan mengikuti latihan keterampilan Search and Rescue [SAR] bekerjasama dengan Badan SAR Nasional.

“Badan SAR ini membantu melatih untuk meningkatkan keterampilan tinggi dalam menghadapi bencana alam, sehingga kader Ansor siap pakai dimana saja diterjunkan," kata Kepala Satuan Koordinator Nasional Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Tatang Hidayat di Jakarta, Sabtu (10/3).

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Gelar Latihan Bersama Badan SAR Nasional

Menurut Tatang, pelatihan SAR ini akan diikuti sekitar 2000-an kader Ansor, terutama menghadapi medan-medan berat dan lapangan yang sulit dijangkau. Karena itu, latihan ini sekaligus menjadi tantangan guna meningkatkan kualitas keterampilan dan SDM.

Pada Senin (12/3) mendatang Maret 2007 akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Badan SAR Nasional dan Pengurus Pusat (PP) GP Ansor yang akan dilakukan oleh Ketua Umum GP Ansor, saifullah Yusuf. Penandatangan itu rencananya akan dilaksanakan di Kantor PP Gerakan Pemuda Ansor, Jl Kramat Raya 65 A.

Bukan tidak mungkin pelatihan keterampilan ini akan dilanjutkan ke beberapa daerah. Namun demikian, kata Tatang, semua dilaksanakan secara bertahap agar hasilnya bisa optimal. (gp-ansor.org)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Ubudiyah, Pemurnian Aqidah, Amalan Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Solo, Bupati Tegal. Pada bulan Ramadhan, semua ibadah akan dilipat gandakan. Nah belasan tukang becak di Solo ini tidak mau kerlena dengan profesi mereka.

Mereka yang tergabung dalam paguyuban dalam Paguyuban Tukang Becak Solo Grand Mall itu berkumpul sambil menunggu penumpang terlihat antusias menyimak penjelasan dari sesama kawannya.

Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Al-Qur’an di atas Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Al-Qur’an di atas Becak

Momentum Ramadan tahun ini dimanfaatkan para tukang becak ini untuk belajar bersama membaca Al-Qur’an. Kegiatan itu digelar untuk mengisi waktu senggang saat menjalani puasa di bulan Ramadan.

Bupati Tegal

Ukur Sukar (71) salah seorang tukang becak mengaku jika dirinya memang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Namun, ia sering mendengarkan bacaan Al-Qur’an melalui pengajian di masjid.

“Saya tidak bisa membaca Al-Qur’an sejak dulu, ya dengan adanya kegiatan ngaji bersama ini saya menjadi sedikit mengerti cara membacanya dan memahami arti dari Al-Qur’an tersebut,” ujarnya kepada wartawan seusai membaca Al-Qur’an.

Bupati Tegal

Menurut Ukur, kegiatan ini sangat berarti daripada ia bersama teman-temannya jenuh menunggu penumpang dan hanya dihabiskan waktu dengan tidur saja. Saling belajar membaca Al-Qur’an menurutnya lebih positif dan mendatangkan pahala.

Sementara itu, tukang becak lain yang bertindak sebagai guru pengajar Al-Qur’an, Imam Suyatno (49) mengatakan senang bisa mengajari teman-temannya agar bisa menjalankan syariat Islam dengan baik. Karena selain ibadah salat membaca Al-Qur’an saat bulan Ramadan pahalanya besar sekali.

Ia berharap kegiatan mengaji ini tidak hanya dilakukan saat bulan puasa saja, tapi di bulan-bulan selanjutnya bisa terus berjalan.

"Saya juga ingin mengajarkan salat pada teman-teman yang lain, saya liat mereka salatnya masih banyak yang bolong-bolong bahkan ada yang tidak bisa doanya,” jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rosyidi

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Daerah, Pemurnian Aqidah, Kiai Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

Bupati Tegal

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta

Jakarta, Bupati Tegal. Dalam menyongsong puncak haul (6-7/4) mendatang, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Cirebon (BPC) menggelar masa kesetiaan anggota (Makesta) bersama di Jalan Lembaga Pendidikan Islam Buntet Pesantren, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat, Kamis-Jumat (28-29/3).



Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Haul, PK IPPNU-IPNU Buntet Pesantren Gelar Makesta

Sedikitnya 150 pelajar mengikuti makesta bersama. Mereka terdiri dari pelajar MANU Putri BPC, MANU Putra BPC, MTsNU Putra 1 BPC, MTsNU Putra 2 BPC, MTsNU Putri 3 BPC, dan SMK NU Mekanika BPC.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua PC IPPNU Putri Hidayani kepada Bupati Tegal per telepon, Kamis (28/3). Makesta bersama berlangsung selama dua hari yang diakhiri dengan pembaiatan. 

“Peserta akan membahas sejumlah materi, antara lain manajemen kepemimpinan, manajemen keorganisasian, ke-NUan, ke-IPPNUan, ke-IPNUan, dan materi Ahlussunah Waljamaah,” ungkap Putri Hidayani.

Dalam membahas sejumlah materi itu, para pelajar Buntet Pesantren dipandu oleh KH Wawan Arwani, Ahmad Ropahan, KH Tubagus Rifqy Chowas, Salman Alfarisi, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon Putri Hidayani, dan Ketua PC IPNU Kab Cirebon, tambah Putri.

Bupati Tegal

Setelah pelantikan dan rakercab pengurus PC IPPNU-IPNU Kabupaten Cirebon Sabtu-Ahad lalu (23-24/3), “Kami tidak mau menunggu lama untuk segera bergerak terutama dalam tugas utama, kaderisasi selain program lainnya,” kata Putri.

Usai makesta di Buntet Pesantren, kami masih harus merambah ratusan sekolah lain di Kabupaten Cirebon, pungkas Putri.

Bupati Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Anti Hoax, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten

Lamongan, Bupati Tegal - Sampah dan limbah adalah masalah yang cukup menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat saat ini. Di tengah kebingunan ini siswa-siswi MTs Putra-Putri Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan menyulap sampah kertas dan juga limbah cucian beras (tajin) menjadi barang yang berharga dan punya nilai manfaat yang tinggi.

Madrasah NU di bawah naungan Pesantren Matholiul Anwar Simo ini berhasil menjadi juara dalam lomba karya daur ulang sampah. Tiga siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra-Putri Simo Estalia Rona Ratu Roy, Novia Robiatul Adawiyah, Luluk Zumrotin Nisa memanfaatkan kertas tak terpakai. Mereka mengubah kertas bekas menjadi pot atau vas bunga dan tanaman.

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Simo Juarai Lomba Karya Daur Ulang Sampah dari 5 Kabupaten

Menurut Estalia, kertas dipilih sebagai media tanam lantaran bisa memudahkan penetrasi akar masuk ke dalam media. “Kertas juga punya daya serap dan daya pegang air yang tinggi sehingga memudahkan penetrasi air ke dalam akar,” ujarnya, Selasa (23/2).

Proses pengolahan media tanam dari kertas bekas, sambung Estalia, adalah mencampur kertas terlebih dahulu dengan kaporit untuk menghilangkan kandungan logam yang ada pada tinta, dan zat berbahaya lainnya.

Bupati Tegal

“Cemaran tinta harus dihilangkan dulu karena bisa mengganggu penyerapan nutrisi tanaman,” jelasnya.

Bupati Tegal

Selanjutnya, pot dari kertas dibentuk menjadi pot dengan menggunakan cetakan dari botol bekas, seraya menunggu kering. “Jadi tempat yang terbuat dari kertas bisa langsung bisa dipakai untuk persemaian, pembibitan, penanaman biji tumbuhan sampai muncul tunas,” katanya.

Estalia menambahkan, ide awal memanfaatkan kertas bekas menjadi pot atau vas yang diberi label First Paper Pot ini berangkat dari banyaknya kertas yang terbuang sia-sia. “Tujuannya untuk mengurangi banyaknya limbah kertas, terutama di sekolah,” tandasnya.

Sementara produk lain yang dihasilkan MTs Putra-Putri Simo adalah menciptakan produk rumah tangga yang bernilai tinggi dengan berbahan dasar air bekas cucian beras. Penemuan itu di gagas tiga siswa, Dananjaya Vikal Danis Suryana, Ahmad Bagus Muzakki, Fatih Ahmad.

Menurut Dananjaya, di dalam sisa cucian beras memiliki kandungan Nutrisi, fosfor, vitamin, mineral, dan fitonutrien, karbohidrat cukup tinggi. Ketiganya kemudian berinovasi dengan mengolah limbah cucian beras tersebut menjadi pembersih lantai.

“Setiap hari semua rumah memunyai limbah cucian beras. Kita manfaatkan air bekas cucian beras sebagai anti bakteri pembersih lantai,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, cara pembuatan antibakteri pembersih lantai dengan memanfaatkan air cucian beras yang tidak ribet. “Cara membuatnya mudah, hanya dengan mencampurkan air bekas cucian beras dengan air lemon,” terangnya.

Pascacampuran air cucian beras dan air lemon, kedua bahan itu selanjutnya dimasukkan ke dalam botol plastik. “Tinggal dikocok, sudah bisa digunakan,” pungkasnya.

Berkat dua penemuan yang bermanfaat bagi masyarakat ini, MTs Putra-Putri Simo menyabet juara pertama dan kedua dalam Lomba Karya Daur Ulang (LKDU) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Lamongan, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro dan Tuban, yang digelar MAN Lamongan dalam ajang “Manela Maulid Festival 2016”. (Ahmad Ubaidillah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian Sunnah, Lomba Bupati Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I)

Jakarta, Bupati Tegal. Tanggal 1 Mei, merupakah salah satu momen terpenting bagi kaum pekerja atau buruh. Berawal dari perjuangan kaum buruh untuk memperjuangkan hak-haknya, 1 Mei 1886 ditetapkan sebagai Hari Buruh se-Dunia.

Momentum tersebut kemudian dikenal sebagai May Day. Dari tahun ke tahun, tanggal 1 Mei selalu diperingati dengan pelbagai cara, mulai dari aksi turun jalan, rapat umum, mimbar bebas, tuntutan melalui media seni dan budaya, hingga ritual keagamaan.

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I) (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I) (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Menginspirasi Gerakan Buruh (I)

Tuntutan yang digagas dari tahun ke tahun pun beragam, mulai dari masalah pengupahan, kebebasan berserikat, PHK, jaminan sosial, penolakan alih-daya (outsourcing) hingga tuntutan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Namun selalu ada satu benang merah dari bermacam tuntutan tersebut, yakni upaya perbaikan atas tata kelola ketenagakerjaan dan enforcement terhadap kebijakan perburuhan.

Bupati Tegal

Masalah-masalah di atas mendorong pekerja atau buruh untuk menyuarakan aspirasinya pada May Day. Kaum buruh tersebut tergabung dalam serikat buruh atau serikat pekerja yang jumlahnya sekitar 2.000 organisasi pekerja di tingkat perusahaan di seluruh Indonesia.

Lalu, apa hubungannya serikat buruh/pekerja dengan KH. A. Musthofa Bisri, kiai NU yang akrab dengan sapaan Gus Mus itu? Apakah ia tokoh atau petinggi serikat buruh? Tentu bukan. Tetapi ada sisi tersembunyi yang selama ini tidak banyak terungkap. Bahkan Gus Mus sendiri barangkali tidak menyadarinya.

Adalah Soeharjono, Workers Specialist pada International Labour Organization (ILO), yang mengungkapkan bahwa Gus Mus menjadi sumber inspirasi tersendiri bagi serikat buruh atau serikat pekerja untuk mereformulasikan gerakannya.

Bupati Tegal

“Banyak sekali puisi-puisi Gus Mus yang menjadi sumber inspirasi dan refleksi kawan-kawan serikat buruh,” Bung Yono mengawali kesaksiannya kepada Bupati Tegal, di Jakarta, Selasa, (30/4).

Orang yang bekerja di ILO sejak 25 tahun yang lalu ini menjelaskan, bahwa dalam pelatihan-pelatihan perburuhan yang difasilitasi ILO, dirinya kerap membaca atau sekadar memutar puisi-puisi kiai asal Rembang tersebut.

“Puisi yang berjudul Negeriku, misalnya, benar-benar terasa menyentuh kaum buruh. Bait majikan-majikan bangsaku // memiliki buruh-buruh mancanegara // brankas-brankas ternama di mana-mana // menyimpan harta-hartaku // negeriku menumbuhkan konglomerat //dan mengikis habis kaum melarat,” tandas Bung Yono yang seolah sangat akrab dengan puisi tersebut.

Masih menurut Soeharjono, puisi Wakil Rais Aam PBNU berikutnya yang sering dibacakan di pelatihan-pelatihan buruh, berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana. Bait Aku harus bagaimana // Aku kau suruh maju // aku mau maju kau selimpung kakiku // Kau suruh aku bekerja // aku bekerja kau ganggu aku.

Puisi-puisi tersebut benar-benar menggungah kesadaran aktivis perburuhan, terutama buruh yang baru awal-awal masuk di keanggotaan serikat buruh.

Masih menurut kesaksian Bung Yono, puisi-puisi Gus Mus tersebut selalu dibacakan di sesi akhir pelatihan atau kegiatan. Selalu saja disambut dengan tangisan, yang kemudian menumbuhkan militansi buruh untuk memperjuangkan nasib mereka sendiri.

Redaktur? ? ? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor ? ? ? : Irham Ali

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Nusantara, RMI NU Bupati Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama

Jombang, Bupati Tegal

Setelah resmi dilantik di aula Pondok Pesantren Bahrul Ulum (BU) Tambakberas pada Ahad (14/2/2016) lalu, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur garap sejumlah program prioritas.

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Genjot Program Utama

Di antara beberapa program tersebut adalah menggalakkan pengaderan pelajar di semua kecamatan, desa hingga dusun di Jombang, khususnya beberapa wilayah yang masih belum menjadi target ? PC IPNU-IPPNU Jombang sebelumnya.?

Demikian disampaikan Ketua PC IPPNU Jombang, Qurrotul Aini. Ia memaparkan bahwa optimalisasi pengaderan pelajar di Jombang adalah salah satu visi misi utama PC IPNU-IPPNU Jombang di tampuk kepemimpinannya. Meskipun keberadaan IPNU-IPPNU mayoritas sebelumnya sudah masuk di tingkat kecamatan, namun ia mengaku masih sedikit pelajar IPNU-IPPNU di tingkat desa dan dusun (ranting dan anak ranting).

Aini, sapaan akrabnya menambahkan bahwa untuk menunjang keberlangsungan pengaderan yang baik, ia juga berupaya menumbuhkan keterampilan atau seni manajemen pengurus dalam melaksanakan program-programnya. “Yang jelas pembentukan, pematangan pelajar Jombang, serta memupuk kader yang berkualitas adalah salah salah satu tujuan kami, dann ini sangat memerlukan dorongan skill dari para pengurus,” katanya kepada Bupati Tegal saat dihubungi, Jumat (19/2).

Di samping itu pihaknya juga mendorong antar pengurus, baik ranting, Pimpinan Anak Cabang (PAC) hingga pengurus cabang untuk saling bersinergi menjalankan visi misi tersebut. Selain itu, mendirikan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU-IPPNU di semua kampus Jombang juga bagian program prioritas.

Bupati Tegal

“Selain visi misi utama kita di pengaderan pelajar ke desa-desa, kami juga akan mendirikan Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi IPNU-IPPNU di semua kampus Jombang, selama ini sudah ada, tapi hanya beberapa saja. Dan kita memang sedang memikirkan cara yang tepat untuk menyelesaikan itu,” ujarnya.

Dari hasil koordinasi dan pertemuan dengan para pengurus cabang, ia optimis akan merampungkan program-program tersebut dengan maksimal. Bahkan pihaknya juga sering mendiskusikan dengan para pembina dan kiai sesepuh setempat. “Insyaallah tugas-tugas itu rampung dengan maksimal, kita akan menyeriusi ini,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Habib, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

Pamekasan, Bupati Tegal. Pengurus GP Ansor dan Banser Larangan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur resmi dilantik, Kamis (6/4). Pelantikan yang ditempatkan di Pendopo Larangan tersebut dihadiri Wakil Ketua PCNU KH Sohebuddin, Camat, Kapolsek, Danramil, tokoh agam, dan tokoh masyarakat serta para pemuda.

Usai dilantik, Ketua GP Ansor Baiquni akan langsung mencanangkan program kerja dua tahun ke depan. Salah satu sasarannya ialah dengan menggenjot semangat pemuda untuk berkarya.?

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, GP Ansor Larangan Genjot Pemuda Berkarya

"Menumbuhkan semangat dan gairah pemuda untuk berAnsor, ini misi utama kami," tegas Baiquni.

Pendidik di Pesantren Al-Abror Blumbungan tersebut menambahkan, pemuda harus berkarya dan mampu memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan-kegiayan sosial, serta bisa melakukan komunikasi positif dengan pihak terkait.

"Sehingga, GP Ansor Larangan menggema melalui berbagai macam kegiatan yang positif dan efektif. Dari sinilah bisa muncul ketertarikan para pemuda untuk gabung GP Ansor," tegasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Olahraga, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Bupati Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

Jakarta, Bupati Tegal

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo meminta pemerintah desa mulai memikirkan sektor pertanian sebagai unit usaha. Sebagian besar warga desa yang merupakan petani kini tak cukup lagi menanam dan memanen saja, mereka juga harus mulai memikirkan urusan pascapanen.

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Eko: Pertanian Harus Jadi Sektor Utama Usaha di Desa

“Masih banyak desa yang belum fokus, dan tidak memiliki strategi pascapanen dan pascaproduksi, akibatnya sektor pertanian masih bergerak di ranah tradisional dan belum mampu menjadi pengungkit kesejahteraan para pelakunya,” ujar Eko Putro Sandjojo di sela rapat internal di kantor Kemendesa PDTT, di Jakarta, Selasa (11/4).

Dia menjelaskan, hampir separuh angkatan kerja di Indonesia berada di perdesaan. Sebagian besar dari mereka bergerak di sektor pertanian. Namun tingkat kesejahteraan mereka rata-rata menengah ke bawah karena petani masih fokus urusan produksi.

Bupati Tegal

Sementara urusan pascaproduksi mereka masih tergantung pada pemilik modal yang menyerap dan memasarkan produk ke konsumen. “Sejatinya desa dapat menjadi pengungkit ekonomi nasional. Di desa ada 58,4 juta dari 125 juta angkatan kerja di Indonesia dan kebanyakan mereka berada di sektor pertanian.” Jelas Menteri Eko.

Bupati Tegal

Ke depan, lanjut Eko, para petani di perdesaan harus mulai berpikir menjadikan pertanian sebagai unit usaha yang digarap secara profesional. Petani harus mulai berpikir dengan memilih produk unggulan, mengelolanya, dan memasarkannya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).? Dengan begitu desa diharapkan bisa berkontribusi menjadi pengungkit utama pembangunan nasional.

EPS, sapaan akrab Eko Putro Sandjojo, mengatakan pemerintah akan berusaha keras untuk memfasilitasi tumbuhnya sektor pertanian sebagai unit usaha. Di antaranya dengan memberikan insentif, pendampingan, hingga kredit usaha rakyat agar pengelolaan sektor pertanian lebih profesional. Kemendesa PDTT akan bersinergi dengan kementerian lain agar sektor pertanian bisa maju. ?

“Kita akan kasih insentif supaya desa-desa fokus menentukan produk unggulan desanya. Kementerian Pertanian berikan insentif berupa alat pertanian dan traktor, sehingga kita harapkan desa-desa tersebut bisa mengikuti desa lainnya yang fokus dan maju dan dengan model ini kita harapkan lebih cepat tercipta lapangan kerja di desa-desa," tutur Eko. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Tokoh Bupati Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Jakarta, Bupati Tegal - Presiden DPP Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Saiful Bahri Anshori menyayangkan sikap sepihak PT Chevron Pasific Indonesia yang melakukan pengurangan karyawan dalam jumlah besar tanpa mekanisme yang berlaku dalam perundang-undangan. Saiful melihat sikap sepihak ini sebagai sebuah sikap semena-mena terhadap hukum yang berlaku.

"PT Chevron Pasific Indonesia sebagai perusahaan multi nasional dalam eksplorasi Migas dan pertambangan di Indonesia seharusnya menaati dan mengetahui bagaimana proses dan mekanisme hukum di Indonesia," ujar Saiful didampingi Sekretaris Jendral Sukitman Sudjatmiko di Jakarta, Kamis (4/2).

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Lihat PT Chevron Secara Sepihak Kurangi Karyawan Jumlah Besar

Menurut Saiful, PT Chevron Pasific Indonesia tanpa melakukan perundingan dengan melibatkan serikat buruh yang berada di perusahaan tersebut langsung melakukan sosialisasi kepada seluruh buruh dan karyawannya mengenai akan adanya pengurangan karyawan sebanyak 25 persen (sekitar 2.000 orang karyawan) dari jumlah seluruh karyawan yang ada sekitar 6.500 karyawan.

Bupati Tegal

Atas dasar pandangan itu, pihak Sarbumusi menuntut Presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi seluruh perusahaan asing dan investor asing yang selama ini ditengarai tidak tunduk dan mau mengikuti peraturan perundang undangan yang berlaku di Indonesia.

Bupati Tegal

Sarekat buruh NU ini juga mendesak Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia untuk selalu melakukan pengawasan dan mengawal proses program reorganisasi di PT Chevron Pasific Indonesia agar sesuai dengan koridor perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Sarbumusi juga mengimbau pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia untuk tunduk dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan menyesuaikan seluruh kebijakan korporat dengan aturan di Indonesia.

Menurut Saiful, pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia sebaiknya mengedepankan komunikasi dan konsultasi yang baik dalam perundingan Bipartit agar dicapai solusi terbaik sehingga tidak diperlukan lagi pengunduran diri karyawan massal sebanyak 1.600 orang.

Sarbumusi meminta SKK Migas dan Kementerian ESDM RI memonitor dan melakukan evaluasi terhadap pihak Manajemen PT Chevron Pasific Indonesia agar tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Demikian pernyataan sikap DPP K Sarbumusi dalam rangka menegakkan peraturan dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sarbumusi menolak berbagai bentuk penindasan buruh dengan cara memperkuat persatuan dan solidaritas di antara sesama buruh dan rakyat Indonesia," pungkas Saiful. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Syariah, Berita Bupati Tegal

Minggu, 19 November 2017

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain)

Pandangan mata mengandung hakikat. Pandangan mata dapat berdampak buruk pada kesehatan seseorang terutama anak-anak. Karenanya Rasulullah SAW meminta perlindungan kepada Allah untuk Hasan dan Husein ketika masih kanak-kanak dari gangguan setan dan pengaruh pandangan mata jahat dan hasut.

Di samping pandangan jahat penuh kedengkian, pandangan takjub dan senang meluap-luap tanpa dibarengi dzikrullah juga dapat membawa pengaruh negatif terhadap objeknya. Pernah dikisahkan sebanyak 70.000 penduduk meninggal dunia seketika setelah salah seorang nabi di masa dahulu yang melewati negeri mereka memandang takjub akan padat penduduk dan makmurnya mereka.

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain) (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain) (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Pagari Anak-anak dari Bahaya Pandangan Jahat (Penyakit Ain)

Untuk itu Rasulullah SAW mengajarkan doa sebagai berikut untuk melindungi anak-anak dari semua pengaruh tersebut.

Bupati Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?

U‘îdzuka bikalimâtillâhit tâmmati min kulli syaithânin, wa hâmmatin, wa min kulii ‘ainin lâmmah. Allâhumma bârik fîhi, wa lâ tadhurrah.

Bupati Tegal

Artinya, “Aku menyerahkan perlindunganmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, binatang melata/serangga, dan segala pengaruh mata jahat. Tuhanku, turunkan keberkahan-Mu pada anak ini. Jangan izinkan sesuatu membuatnya celaka.”

Doa ini diangkat oleh Imam Nawawi dalam karyany Al-Adzkar. Di dalam karyanya itu, ia menyebutkan sejumlah hadits yang berkenaan dengan sejumlah gangguan yang dapat menyebabkan mudarat pada anak-anak. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa memandang takjub pada anak-anak sebaiknya dibarengi dengan doa keberkahan untuk mereka. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Amalan, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Minggu, 12 November 2017

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pekalongan, Bupati Tegal

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU untuk memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, di rumah masing-masing.

Pasalnya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu khawatir, saat ini para generasi muda NU banyak tidak tahu wajah tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Habib luthfi perihatin akan nasib NU ke depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu beberapa waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan agar di masing-masing rumah warga Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asyari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

Bupati Tegal

Bak gayung bersambut, gagasan Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asyari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jumat (1/2) malam ditandai dengan penyerahan foto KH Hasyim Asyari berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca kepada perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

Bupati Tegal

Diharapkan seluruh rumah pengurus NU di semua tingkatan dalam bulan Pebruari ini sudah dipasangi foto KH Hasyim Asyari yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir mengatakan, secara bertahap PCNU akan menerbitkan buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan agar generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tidak kehilangan panutan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sementara itu tidak kurang dari sepuluh ribu warga NU Pekalongan dan sekitarnya Jumat (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang digelar PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Acara yang digelar di Masjid Agung Al Jami Kota Pekalongan mendapat perhatian penuh dari warga masyarakat. Pasalnya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yakni Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut hadir dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jamaah yang dengan hadir dengan busana putih putih tampak larut dalam doa agar bangsa Indonesia lepas dari berbagai musibah.

Bahkan untuk memudahkan jamaah dapat melihat susana depan panggung, pihak panitia harus menyediakan monitor besar, sehingga jamaah tidak perlu lagi berdesakan untuk menempati ruangan utama masjid Agung Al Jami.

Meski demikian, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tak mampu juga menampung ribuan jamaah yang terus berdatangan hingga acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd kepada Bupati Tegal mengatakan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan sejak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Beberapa kegiatan ujar Muhibbin telah dilakukan dan mendapat sambutan masyarakat yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya digelar istighotsah ini.

"Saya tidak menduga kalau acara yang digelar NU mendapat sambutan yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat di setiap acara yang digelar untuk memperingati Harlah NU," katanya.

"Tentu ini menjadi garapan NU ke depan bagaimana antusias masyarakat ini sebagai bukti bahwa mereka masih sangat mencintai NU," ujar Muhibbin lagi.

"Meski disadari bahwa kegiatan kolosal seperti pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi kalau hal ini untuk masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun biaya yang harus dikeluarkan itu bukan masalah," tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai kegiatan awal pengurus NU periode 2007-2012 telah mendapat respon masyarakat dengan baik, tinggal ke depan bagaimana pengurus baru dapat merealisasikan program-programnya yang dapat menyentuh kebutuhan warga nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang saat ini masih menjadi kebutuhan prioritas warga NU di Kota Pekalongan. (Abdul Muiz)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Pemurnian Aqidah, Sholawat Bupati Tegal

Selasa, 07 November 2017

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) dikenal sebagai teman yang sangat akrab. Banyak orang mengatakan beliau berdua adalah waliyullah (kekasihnya Allah).

Sekitar tahun 2007 akhir Mbah Liem mengutus langsung putri menantunya, Yayuk Madayani (yang dipersunting Gus Muh) untuk menyampaikan pesan penting kepada Gus Dur. Pesan tersebut ditulis tangan langsung oleh Mbah Liem dan dimasukan ke sebuah map.

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Mbah Liem kepada Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Mbah Liem kepada Gus Dur

Pesan tersebut tampaknya sangat sangat penting karena yang diutus putri beliau sendiri. Dawuh Mbah Liem, “Iki kudu langsung kowe kekno neng Gus Dur! (ini harus kamu berikan sendiri kepada Gus Du, tidak boleh lewat perantara). Saat itu Ning Yayuk posisinya di Pekalongan karena masih menjadi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.

Pesan tersebut sudah sampai di tangan Ning Yayuk saat Gus Dur punya program penghijauan di Pekalongan. Ning Yayuk pun menemui Pak Fuadi (korlap kegiatan). Yayuk diajak menemui Gus Dur di bandara Semarang karena waktu yang paling tepat, ya saat itu.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

“Gus ini ada utusan Mbah Liem bade (hendak) menyampaikan pesan untuk Panjenengan,”? kata Pak Fuadi kepada Gus Dur.

“Oh yo, ono opo (Ada apa)?” Sahut? Gus Dur.

Ning Yayuk langsung duduk membuka isi map dan membacakan pesan Mbah Liem. Isi pesan tersebut demikian, “HAMANDITO HAMANDITO LUWEH APEK! REGENERASI REGENERASI!” Sesaat Gus Dur terdiam mendengar isi pesan tersebut kemudian berkata, “Nggih, Nggih, Insya Allah, amiin.”

Gus Dur mengucapkannya seolah berhadapan langsung dengan Mbah Liem. Dalam isi pesan itu Mbah Liem mengingatkan dan meminta Gus Dur untuk merelakan PKB, biar PKB diurus yang muda–muda karena waktu itu PKB sedang dilanda konflik berat. Lahumal Faatihah...

Ali Mahbub, Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng 2014-2018, asal Wonogiri

* Kisah ini ditulis berdasarkan cerita Ning Yayuk Madayani kepada penulis pada 24 maret 2014, pukul 09.40 pagi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar

Banjar, Bupati Tegal

Alunan lagu Indonesia Raya yang dikumandangkan ratusan peserta kegiatan Ke-13 Tahun Refleksi dan Evaluasi Kota Banjar di Graha Banjar Idaman Kota Banjar, Jawa Barat berjalan khidmat. Acara yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banjar, Kamis (17/3) dalam momen ulang tahun Ke-13 Kota Banjar.?

Dalam kurun waktu 13 tahun, Kota Banjar mengalami kemajuan pesat bila dilihat dari segi infrastruktur. Hal itu disampaikan salah satu Presidium pemekaran Kota Banjar, R Bahtiar Hamara. Dia salah satu tokoh yang memperjuangkan pemekaran Kota Banjar dari Kabupaten Ciamis.

"Dulu saya punya angan-angan bahwa suatu saat Banjar akan menjadi suatu kota yang Caang (terang). Selain itu, infrastruktur juga bagus, jalannya mulus. Nah, ketika Banjar pada umur yang 10 tahun, sudah tercapai," ungkapnya dihadapan peserta Refleksi.

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Kota Ke-13, PMII Kumpulkan Para Tokoh Kota Banjar

Dia membeberkan perjuangan menaikkan status dari Kota Administratif (Kotif) Banjar menjadi Kota Banjar tidak semudah membalikan tangan. "Ada proses panjang yang kita lalui, khususnya dengan para pemuda yang menjadi motor penggeraknya, yakni Forum Peningkatan Status Kota Banjar (FPSKB)," imbuhnya.

Sementara itu, hadir juga Presidium dari kalangan agamawan KH Muin Abdurrohim yang juga sekarang Rais Syuriah PCNU Kota Banjar. Dia sangat bersyukur PMII Kota Banjar telah membuat gagasan cerdas dalam menyampaikan keinginannya mengetahui sejarah dan tokoh yang ada di Kota Banjar.

Bupati Tegal

"PMII datang kepada saya, mereka berniat mengumpulkan semua tokoh yang ada di Banjar. Mulai eksekutif, legislatif serta yudikatif. Dan Alhamdulillah terlaksana. Kami selaku presidium merasa senang dengan niat baik PMII,” paparnya.

Kiai Muin menyampaikan kegelisahannya dalam memandang Kota Banjar hari ini. Dia mengatakan pelayanan publik di Kota Banjar perlu ditingkatkan. Sebab, Rasulullah SAW mengajarkan demikian kepada umatnya. "Pemerintah yang baik adalah yang bisa melayani masyarakatnya dengan baik," pungkasnya.

Ditempat yang sama, ketua penyelenggara, Wahidan, mengatakan bahwa kegiatan yang diprakarsai PMII adalah bentuk "demo" yang lebih elegan. Pasalnya, konotasi aksi jalanan menurutnya perlu diperbaiki citranya di masyarakat.

"Kalau kita duduk bareng dengan semua pejabat, terus kita juga libatkan semua ormas, OKP, LSM, dan kelompok lainnya untuk memberikan masukan kepada pemerintah melalui jalan diskusi itu kan lebih elegan toh,” ucap Wahidan. (Muhafid/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Internasional, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Selasa, 26 September 2017

Sinta Nuriyah: Puasa Ajarkan Persaudaraan Sejati

Tasikmalaya, Bupati Tegal. Dalam kegiatan sahur keliling di gedung ukhuwah Islamiyah Cipasung, Rabu (24/6) Sinta Nuriah mengatakan, bahwa puasa itu bukan hanya menahan dahaga dan lapar, tapi puasa mengajarkan kita budi pekerti yang luhur dan persaudaraan sejati.

Sinta Nuriyah: Puasa Ajarkan Persaudaraan Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)
Sinta Nuriyah: Puasa Ajarkan Persaudaraan Sejati (Sumber Gambar : Nu Online)

Sinta Nuriyah: Puasa Ajarkan Persaudaraan Sejati

Acara yang dilaksanakan oleh Puan amal hayati Cipasung dan Komunitas lintas Agama Tasikmlaya ini dihadiri oleh anak yatim, janda, santri, dan berbagai profesi “tukang” seperti tukang ojek, tukang becak dan lain-lain.

Istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu menerangkan, bahwa ketika kita berpuasa, maka kita merasakan lapar, dan dengan ini kita bisa merasakan apa yang dialami oleh orang-orang yang kurang beruntung, dengan ini kita bisa tenggang rasa dan berkeinginan untuk berbagi dan memberi dengan ikhlas.

Bupati Tegal

“Memberi dengan ikhlas itu memunculkan rasa persaudaraan yang sejati terhadap seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Semua suku, ras, agama dan lainnya, lanjut ibu 4 anak ini, semua tinggal di Indonesia, berarti mereka adalah bangsa Indonesia.

“Nah kita dan mereka sama-sama warga Indonesia, saling bersaudara harus saling menghargai, menghormati, menyayangi, dan saling menolong satu sama lain,” tuturnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Pesantren Bupati Tegal

Selasa, 05 September 2017

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai

Rembang, Bupati Tegal



Pihak Kepolisian Resor Rembang mengeluarkan kebijakan dengan menyebar para perwira di setiap kepolisian sektor atau Polsek, untuk berkunjung kepada ulama setempat guna mengantisipasi pergerakan massa menuju Jakarta, terkait aksi damai 25 November dan 2 Desember yang akan datang.

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Situasi Kondusif, Polisi Rembang Sowani Para Kiai

Seluruh Kapolsek di setiap Kecamatan, secara serempak mendatangi ulama di wilayah setempat. Pada hari Rabu 23 November 2016 pagi seluruh Kapolsek dipastikan sowan ke sejumlah ulama yang ada di Kabupaten Rembang.?

Menurut Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menjelaskan, hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah massa di Kabupaten Rembang, untuk bergabung di Jakarta. Ia mengajak, kepada warga Kabupaten Rembang, untuk berdoa bersama agar Indonesia diberikan keamanan dan ketenteraman, terutama wilayahnya sendiri.?

"Terkait dengan rencana aksi 25 November atau 2 Desember mendatang, akan lebih baik warga mendoakan situasi Indonesia di rumah atau kediaman masing-masing agar wilayah tetap aman dan kondusif, demi tegaknya NKRI," ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Bupati Tegal

Menurut Kapolres, berdasarkan apa yang disampaikan oleh Kapolri, rencana aksi susulan pada 25 November atau 2 Desember nanti potensi ditunggangi oleh kepentingan lainnya.

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady mengungkapkan, berdasarkan data intelejen yang didapatnya, sejauh ini masih belum terdeteksi adanya organisasi massa di daerah ini yang berencana akan gabung dalam aksi demo susulan mendatang.

"Lebih baik tidak perlu datang ke Jakarta. Jika masalahnya untuk menuntut proses hukum atas dugaan penistaan agama, biarlah aparat penegak hukum yang menanganinya," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional, aksi bertajuk "Bela Islam III" akan difokuskan untuk menuntut penahanan terhadap Basuki Tjahaja Purnama terkait kasus dugaan penistaan agama. Aksi akan dilakukan dengan shalat Jum’at di jalan.

Bupati Tegal

Seperti yang dilakukan Kapolsek Gunem AKP Yuliadhi, yang mendatangi Syuriah MWCNU Gunem Kiai Nursalim di Desa Trembes.

Lalu Kapolsek Sedan AKP Joko Purnomo yang mengunjungi salah satu jajaran pengurus MWCN KH Dimyati di Dukuh Pesantren-Sedan dan Kapolsek Lasem AKP Eko Budi S yang berkunjung ke Gus Qoyyum di Pesantren An-nur Soditan.

Kemudian, Kapolsek Kragan AKP Siswanto yang berkunjung ke Kiai Faqih di MA Nahjatus Sholihin Kragan dan Kapolsek Pamotan AKP Kisworo yang mengunjungi KH Fauzi dan KH Amir Mahmud di Pesantren Al-Falah Pamotan.

Selanjutnya, Kapolsek Sale AKP Isnaeni yang berkunjung ke sejumlah tokoh agama dan takmir?

masjid di Desa Gading, Mrayun, dan Wonokerto serta Kapolsek Sluke AKP Bibit AS yang mengunjungi KH Ansori di Kalimalang-Trahan.

Ada juga Kapolsek Sumber AKP Suhaendi Tirta yang berkunjung ke Kiai Rosyidi di Desa Kedungtulup dan Kapolsek Bulu AKP Riwayat Susianto yang mengunjungi Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bulu Kiai Syarkowi.

Sedangkan Kapolsek Sulang AKP Haryanto berkunjung ke Pesantren Alhamdulillah Kemadu bertemu Nyai Hj Rahmawati Syahid istri Almarhum Kiai Syahid Kemadu yang juga mantan Mustasyar PCNU Rembang, serta Kapolsek Kaliori AKP Sukiyatno dan Kapolsek Kota Rembang Sunarmin, juga sowan ke sejumlah kiai yang ada di wilayah setempat. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sunnah, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Selasa, 23 Mei 2017

Presiden Jokowi Nantikan Rekomendasi Munas dan Konbes NU

Mataram, Bupati Tegal. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) membahas 18 persoalan strategis bangsa dalam Bahtsul Masail yang akan dilakukan oleh para kiai NU.

Presiden Jokowi Nantikan Rekomendasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Nantikan Rekomendasi Munas dan Konbes NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Nantikan Rekomendasi Munas dan Konbes NU

Rekomendasi dari sejumlah persoalan tersebut dinantikan oleh Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti menjadi sebuah kebijakan. Jokowi menyatakan hal ketika memberi sambutan dalam acara pembukaan Munas dan Konbes NU di pelataran Islamic Center NTB, Kamis (23/11). 

Di antara rekomendasi yang ditunggu mantan Wali Kota Solo ini adalah terkait radikalisme agama dan penguatan ekonomi warga.

“Saya tunggu rekomendasi Munas dan Konbes untuk kami tindak lanjuti, terutama persoalan yang menyangkut pemerintah,” jelas Jokowi.

Dia juga sangat antusias untuk menunggu rekomendasi terkait pembahasan redistribusi aset dalam pandangan Islam.

Bupati Tegal

Menurut Jokowi, pandangan para ulama penting agar apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait redistribusi aset bisa sesuai aturan agama dan hukum yang ada.

“Karena ini bukan persoalan aset dan nominal kecil sehingga harus dipastikan adil dan sesuai aturan hukum,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Di akhir sambutannya, ia berharap perhelatan tertinggi setelah Muktamar NU ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat sehingga bisa selalu mendampingi umat. (Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian, Quote Bupati Tegal

Senin, 24 April 2017

Lakpesdam Solo: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya Parpol

Solo, Bupati Tegal. Banyaknya kasus korupsi yang terbongkar, yang yang melibatkan para kader partai politik (Parpol) membuat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol menurun.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Solo, M Dalhar, Kamis (2/1) lalu. Menurutnya, dari hasil penelitian yang dilakukan pihaknya di Wilayah Soloraya belum lama ini, sebagian besar masyarakat tidak percaya kepada parpol.

Lakpesdam Solo: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Solo: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Solo: Mayoritas Masyarakat Tak Percaya Parpol

“Yang menarik, dari beberapa responden yang terpilih, sebagian besar masyarakat tidak percaya kepada partai politik (Parpol). Persentase yang besar ini tidak lepas dari pemberitaan media yang membongkar berbagai kasus korupsi yang sebagian besar berujung pada partai. Sebagai kendaraan, partai dinilai banyak melakukan korupsi,” ungkapnya.

Bupati Tegal

Tidak hanya itu, ditambahkan olehnya sebagian masyarakat juga tidak percaya dengan wakil rakyat yang kurang merakyat. “Fenomena korupsi yang dilakukan para anggota dewan turut berkontribusi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Caleg 2014 mendatang,”

Bupati Tegal

Oleh karena itu, ia berpendapat beberapa Caleg yang masih jujur, akan mendapat tantangan besar. “Mereka yang benar-benar ingin berjuang, harus melawan stigma buruk yang sudah melekat dan menjadi wacana bersama di masyarakat,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Meme Islam, Sholawat, Pemurnian Aqidah Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock