Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Boyolali, Bupati Tegal. Presiden Soekarno pernah mengatakan pada hakikatnya setiap bangsa memiliki karakternya masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia memiliki sebuah karakter yang terwujud dalam pelbagai hal. Dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mesti jaga betul karakter yang dimiliki bangsa ini. “Bangsa kita punya karakter sendiri, Jangan hanya terus menjadi bebek yang mudah terpengaruh hal yang datang dari luar,” tegas Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di depan jamaah Pengajian Akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah di Masjid Kabupaten, Senin (16/3) malam lalu.

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Gus Mus menilai, beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini, seperti halnya beberapa WNI yang hendak bergabung dengan ISIS dan lain sebagainya, merupakan sebuah pertanda akan kurangnya pemahaman karakter yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

“Tidak semua yang datang dari luar itu baik. Jangan dikira mereka yang mengibarkan bendera ‘La ilaha illallah’ pasti bagus. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak berbuat kekerasan,” kata kiai yang juga budayawan ini.

Bupati Tegal

Sikap yang mesti dipegang oleh bangsa ini, lanjut Gus Mus, yakni sikap sak madyo (Jawa: sedang) atau tawasuth. “Itulah akhlak yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw,” tutur Pengasuh Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Hal lain yang disampaikan Gus Mus kepada para jamaah, yakni untuk senantiasa bersyukur kepada nikmat hidayah yang diberikan Allah kepada kita.?

“Bayangkan seorang paman Nabi yang tidak diberikan hidayah dan tetangga Nabi yang justru membenci Nabi. Tapi kita yang jauh di Boyolali ini, alhamdulillah dapat diberikan rasa cinta kepada Nabi. Maka wajib bagi kita untuk bersyukur atas nikmat tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Boyolali dan beberapa jajaran PCNU Kabupaten Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sholawat, Pendidikan Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Bupati Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Bupati Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Probolinggo, Bupati Tegal. Sedikitnya 775 orang calon jemaah haji (Calhaj) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur tahun 2016 mengikuti penutupan bimbingan manasik haji sekaligus tasyakuran pemberangkatan ke tanah suci yang digelar oleh Pemkab Probolinggo, Kamis (25/8) di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

775 Calhaj Probolinggo Tasyakuran Pemberangkatan ke Tanah Suci

Sejak pagi hari, suasana religius sangat terasa, terlebih kumandang ayat-ayat suci Al Qur’an dan puji-pujian mengagungkan nama Allah SWT membuat suasana menjadi makin khidmat. Apalagi juga dengan lantunan sholawat Nabi yang dibaca bersama-sama.

Hadir pada acara tersebut Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami, Rais PCNU Kota Kraksaan KH. Munir Cholili, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Abdul Hadi dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor.

Jumlah CJH Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci mencapai 775 orang yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64. Mereka akan diberangkatkan dari obyek wisata religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending pada 4 September mendatang.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami mengatakan selama melaksanakan ibadah haji, para CJH ini akan didampingi oleh beberapa petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing, dokter dan paramedis. Petugas ini sudah dibekali dengan berbagai macam obat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada CJH selama berada di tanah suci.

Bupati Tegal

“Selama ini persiapan pemberangkatan CJH sudah dilaksanakan secara maksimal, baik dari segi pelatihan maupun diklat. Para CJH ini sudah melakukan bimbingan manasik haji baik di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan bekerja sama dengan IPHI kecamatan masing-masing. Ilmu manasik sudah banyak yang dikuasai oleh CJH secara mendalam,” katanya.

Sementara H Hasan Aminuddin mengatakan, sebagai tamu Allah diharapkan agar supaya calhaj tidak bingung karena tidak hafal kepada doa-doanya. Calhaj disarankan untuk membaca doa yang dihafalnya saja dalam mengerjakan rangkaian ibadah haji selama berada di tanah suci.

Bupati Tegal

”Tidak ada doa yang wajib pada pelaksanaan umroh maupun haji. Jangan bingung buat yang belum hafal doanya. Baca saja Al-Fatihah pada waktu tawaf dan sa’i maupun saat mengerjakan rangkaian ibadah haji yang lain,” katanya.

Lebih lanjut Hasan meminta agar keberangkatan Calhaj ke tanah suci ini diniati sebagai ibadah kepada Allah. Selain itu Calhaj harus selalu tawadhu’ dan berdoa yang baik-baik semoga sehingga haji yang mabrur.

”Mabrur bukan saat berada di tanah suci, tetapi setelah pulang dari haji. Oleh karena itu, selama berada di tanah suci usahakan lebih banyak di masjid dari pada di maktab. Selain itu, jangan terlalu banyak menguras fisik sebelum pelaksanaan wajib haji,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sunnah, Sholawat, Hadits Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Pekalongan, Bupati Tegal



Hampir dipastikan setiap tanggal 10 November, di Noyontaan Gang 7, Pekalongan, tepatnya di kediaman Habib Luthfi bin Yahya, selalu ramai dengan kegiatan peringatan Hari Pahlawan. Secara kebetulan, di tanggal tersebut merupakan hari lahir Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) itu. 

Tahun ini merupakan hari lahirnya yang ke-70, Habib Luthfi mengadakan tasyakuran kelahirannya sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Tamu-tamu yang hadir antara lain Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf. Suhardi mewakili Pangdam IV/Diponegoro yang berhalangan hadir.

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Tampak juga hadir Kepala Biro Kesra Propinsi Jawa Tengah Drs Supriyono, MM. mewakili Gubernur, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Dandim dan Kapolres se eks Karesidenan Pekalongan, Bupati dan Walikota Pekalongan serta ratusan undangan khusus lainnya.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Padamu Negeri dan Syukur oleh paduan suara IAIN Pekalongan membuat suasana yang cukup tenang dan khidmat didukung cuaca yang sangat bersahabat. Puluhan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun ke 70 berjajar rapi di sepanjang Gang 7 dari berbagai kalangan menghiasi acara malam tasyakuran. 

Kapolda Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, Habib Luthfi adalah sosok yang langka di Indonesia dan beliau adalah tokoh yang selalu membuat dingin dan adem di Jawa Tengah khususnya, makanya kita harus selalu menjaga agar Habib Luthfi dikaruniai umur yang panjang serta sehat walafiat.

Bupati Tegal

Habib Luthfi yang didaulat untuk memberikan tausiyah berpesan bahwa kita sesungguhnya satu, makanya yang hadir kali ini sangat komplit mewakili berbagai golongan, etnis dan kelompok agama untuk sama sama mensyukuri atas nikmatnya peringatan hari pahlawan semata mata agar kita tidak melupakan sejarah.

"Kegiatan dan tasyakuran malam ini sesungguhnya bukan untuk ulang tahun saya yang kebetulan jatuh pada tanggal 10 November, akan tetapi semata mata mengingatkan kepada kita tentang Hari Pahlawan agar kita sebagai bangsa yang tidak melupakan sejarah," tuturnya. 

Habib Luthfi sangat prihatin terhadap kondisi bangsa mengapa mulai lunturnya kepercayaan dan kecintaan kita kepada republik Indonesia, tidak lain karena diakibatnya memudarnya beberapa sejarah yang sebenarnya menjadi tulang punggung dan cerminan setiap bangsa.

Dikatakan, apa yang pernah dilakukan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari tentang Resolusi Jihad, sesungguhnya juga dilakukan oleh negara lain cuma dengan cara yang berbeda.

Bupati Tegal

Habib Luthfi berpesan agar makna "li taarafu" tidak dipahami secara tektual semata, akan tetapi lebih dari itu untuk saling mengenal dalam perdamaian. Jika hal ini bisa dilakukan, ia yakin tidak ada yang namanya peperangan di muka bumi ini. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Sholawat Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Jakarta, Bupati Tegal. Menyambut Hari Lingkungan Hidup, Ahad (10/5), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melakukan kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi untuk selamatkan lingkungan.

“Dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup tahun ini, kami menjalankan komitmen lembaga kami dalam pelestarian lingkungan hidup melalui program kampanye perubahan perilaku dan pola konsumsi demi kelestarian lingkungan,” kata Ketua Pengurus Pusat LPBINU Avianto Muhtadi.

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamatkan Lingkungan, LPBINU Serukan Perubahan Perilaku

Avianto juga mengatakan bahwa ini merupakan program tahunan dari LPBINU sebagai wujud keikutsertaan untuk menjaga kelestarian lingkungan. LPBINU sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk kantor yang hijau dan bersahabat dengan lingkungan.

Bupati Tegal

Pengurus Pusat LPBINU menyerukan kepada seluruh LPBINU di daerah untuk melakukan kampanye ke pesantren dan masyarakat untuk terus menjaga lingkungan dengan berbagai cara sesuai kearifan lokal masing-masing.

Bupati Tegal

“Di setiap daerah binaan, kami melakukan pelatihan dan penguatan kelembagaan, sehingga masyarakat dan pesantren di daerah siap siaga dalam menghadapi segala bencana dampak dari kerusakan lingkungan,” kata Avianto.

Sebagai lembaga di bawah Nahdlatul Ulama (NU), LPBINU memberikan perhatian khusus pada kelestarian lingkungan hidup. Hal ini tertuang melalui program-program jangka pendek dan jangka panjang sebagai wujud tata kelola berkelanjutan pada aspek lingkungan.

“Kelestarian lingkungan merupakan kepentingan bersama yang juga berdampak luas pada kehidupan masyarakat, sehingga LPBINU merasa perlu untuk ikut ambil bagian dalam pemeliharaannya,” tutup Avianto. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Oleh Aswab Mahasin

Dalam hidup yang terus berkembang, perubahan akan selalu terjadi—pada semua aspek: alam, lingkungan, budaya, politik, ekonomi, hukum, dan sebagainya. Perubahan bisa dikonotasikan pada dua makna, berkembang ke arah positif atau negatif. Akhir-akhir ini kita digegerkan oleh perubahanArab Saudi, di mana putra Raja Salman menggalangkan Islam Moderat. Sebagian orang menyambutnya dengan gembira, sebagian lagi menyambutnya nestapa. Ada pula yang mengatakan bobolnya benteng wahabi dan ada juga yang mengatakan, ‘semua akan Islam Nusantara pada waktunya’. 

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kaget, Semuanya Akan Berubah

Namun, dalam hal ini kita tidak akan membahas Arab Saudi. Tetapi, kita akan membahas hakikat dari perubahan itu sendiri. Kita sebagai manusia terus mengalami perubahan, dari mulai dalam kandungan, lahir ke dunia, tumbuh menjadi dewasa, menua, dan kemudian menghadapi kematian. Perubahan tersebut dibarengi juga dengan perubahan fisik, rambut memutih, kulit keriput, dan kondisi fisik yang melemah. Proses itu adalah keniscayaan yang pasti terjadi dalam kehidupan kita.

Tidak sedikit pula dari kita yang mencoba membendung perubahan, namun tetap saja perubahan tidak akan pernah membohongi waktu. Walaupun ‘satu kodi’ dokter kecantikan/kegantengan kita datangkan, perubahan tidak akan pernah bisa dielakkan (apalagi perubahan dari hidup ke mati).

Begitupun dengan peradaban sebuah bangsa, mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Indonesia, di awali dengan pra-sejarah, Hindu-Budha, Kerajaan Islam, penjajahan, kemerdekaan, orde lama, orde baru, reformasi, dan saat ini. Setiap fase mempunyai psikologi sosialnya masing-masing.

Bupati Tegal

Seperti fenomena historis, jatuhnya peradaban Cina Kong Hu Cu sejak perang candu dan bangkitnya peradaban Cina baru ketika ajaran Kong Hu Cu digantikan komunisme; runtuhnya peradaban Mesir Fir’aun dan peradaban Yunani-Romawi sekaligus pergantiannya oleh peradaban baru yang diilhami ajaran Kristen dan Islam. Begitu pula dengan runtuhnya komunisme di Uni Soviet.

Perubahan juga terjadi pada politik Indonesia, dari mulai politik orde baru yang mengekang kebebasan rakyat, masuk kepada politik reformasi yang memberikan ruang terbuka, dan sekarang masuk pada politik mediakrasi di mana media menjadi supirnya. 

Secara fundamental, perubahan juga terjadi pada gerakekonomi kita, banyak yang awalnya miskin jadi kaya, yang kaya jadi miskin. Hidup seperti roda berputar, begitupun dengan “dunia terbalik” sebuah fenomena yang akhir-akhir ini salah kaprah. Hal tersebut juga bagian dari perubahan, dengan kebiasaan masyarakat yang tidak lagi membuang sampah pada tempatnya, melainkan membuang tempatnya pada sampah.

Perubahan pada hakikatnya merupakan esensi dari kehidupan itu sendiri, tidak ada satupun elemen kehidupan yang tidak mengalami perubahan. Perubahan adalah hidup itu sendiri. Hidup tanpa perubahan—kemustahilan karena identik dengan mati. Seperti yang digambarkan Herakleitos, ia menggambarkan perubahan dengan dua cara, pertama, ia mengatakan seluruh kenyataan merupakan arus sungai yang mengalir, dan kedua, ia mengatakan seluruh kenyataan adalah api.

Bupati Tegal

Arus sungai sebagai lambang perubahan terdapat dalam fragmen yang terkenal, “Engkau tidak bisa turun dua kali ke dalam sungai yang sama”. Maksudnya, sungai selalu mengalir, sehingga air sungai selalu berbeda. Orang yang turun ke dalam sungai dua kali tidak turun ke dalam sungai yang sama seperti semula. Semuanya mengalir dan tidak ada sesuatu pun yang tinggal menetap (panta rhei kai uden menei).(Prof. Dr. K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, [Yogyakarta: Kanisius, 1999], hlm. 55-56)

Herakleitos juga menyatakan seluruh kenyataan adalah api, baginya api sebenarnya tidak merupakan suatu anasir yang dapat menerangkan kemantapan di belakang perubahan-perubahan dalam alam, melainkan api melambangkan perubahan itu sendiri. Tidak sulit untuk mengerti mengapa Herakleitos memilih api. Nyala api senantiasa memakan bahan bakar yang baru. Dan bahan bakar itu senantiasa berubah menjadi abu dan asap. Namun, api itu tetap api yang sama. Karenanya, api cocok sekali untuk melambangkan kesatuan dalam perubahan. Kata Herakleitos, “Ada suatu pertukaran: semua benda ditukar dengan api dan api ditukar dengan semua benda, seperti barang dengan emas dan emas dengan barang.” (Prof. Dr. K. Bertens: 1999)

Dalam era serba media ini, perubahan yang terjadi sangat kompleks, kita tidak bisa mengikuti begitu saja kehendak perubahan. Mau tidak mau, perubahan mempunyai dua wajah, baik dan buruk. Karena itu, kita harus bersikap selektif terhadap perubahan. Perlu diingat, kita tidak bisa menerima sepenuhnya perubahan, kenapa? Akan terjadi ke-blur-an pemahaman—maksudnya, kita tidak lagi mengetahui secara jelas nilai-nilai mana yang harus dianut. Begitupun dengan menolak seluruhnya—tidak bisa juga, efeknya—kita menjadi kagetan dan radikal setiap memandang perubahan yang terjadi.

Dengan demikian, perubahan secara mikro atau makro yang kita alami, harus kita fungsikan ke arah meningkatnya kualitas hidup; menjadi lebih manusiawi, lebih spiritual, dan lebih baik. Bukan perubahan yang menghancurkan, apalagi mencabut status kemanusiaan seseorang. Allah Berfirman, “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi....” (QS. Al-A’raaf: 56), “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu....” (QS. Huud: 112).

Di sini kita membutuhkan kerendahan hati dan kearifan untuk membangun kesadaran, karena manusia tidak akan pernah mampu menyaring semuanya—al-insan mahal khata wa nisyan—manusia adalah tempatnya kesalahan dan kelupaan. Itu menandakan bahwa manusia tidak berada pada posisi yang mutlak, apalagi menggenggam kemutlakan.

Menghadapai perubahan yang fundamental ini, mau tidak mau, kita harus mengingat kembali makna kehadiran di dunia ini dan membaca penuh kesadaran mengenai kekuasaan sang waktu. Karena, al-waqtu kas saif, waktu seperti pedang, kalau kita tidak mampu menggunakannya maka akan dapat mencelakakan diri sendiri.

Dalam pada itu, waktu diciptakan supaya segala sesuatunya tidak terjadi bersamaan, ketika semuanya terjadi bersamaan, itu bukan kehidupan. Waktu tidak bisa ditunda, ia terus berputar, dari berputarnya waktu—artinya, waktu memerintahkan kita untuk berproses dan mengisi, tidak hanya berdiam diri, melainkan dari proses itu juga oleh waktu dijanjikan sebuah hasil.

Pembiaran terhadap waktu sama saja kita menikam diri sendiri, menyia-nyiakan hidup yang terus berjalan, berkembang, dan berubah. Karena itu, semua yang ada di dunia ini, entah manusia, bangsa, dan apapun bentuknya selalu berkembang bersama waktu, sekaligus mendapatkan porsi waktunya masing-masing, karena waktu memberikan isyarat adanya sebuah ‘giliran’.

Dalam kaitannya dengan masalah waktu, maka hakikatnya, setiap manusia ataupun bangsa mempunyai jadwal waktu pergiliran. Di antara esensi pergilirian, Al-Qur’an, surat al-Hasyr ayat 7 menegaskan: “...supaya kekuasaan (kekayaan) itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya di antara kamu.” Pergiliran, pergantian, dan pergeseran adalah bagian dari realitas kehidupan. Bahkan menjadi satu aturan kehidupan itu sendiri dan karenanya dapat dipandang sebagai sunnatullah-karenanya akan berlaku pasti. Persoalannya hanya terletak pada waktu. (Prof. Dr. Musya Asy’ari, Dialektika Agama untuk Pembebasan Spiritual, [Yogayakarta: LESFI, 2002]. Hlm. 108-109)

Pesan al-Qur’an surat al-‘Ashr ayat 1-3, “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan nasihat-menasihati supaya menetapi kebenaran dan kesabaran.”

Biarkan saja perubahan berjalan, menentukan arahnya—yang pasti komitmen kita terhadap kesadaran semesta harus dibangun, kesadaran ini meliputi segala aspek kehidupan—bahwa kita adalah subjek dan objek kehidupan, kita bukan penindas atau perusak. 

Penulis adalah Pembaca Setia Bupati Tegal.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Makam Bupati Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Seandainya Al-Quran Tidak Turun, Kitab Ihya Ulumuddin Layak Jadi Pedoman Hidup

Pringsewu, Bupati Tegal - Kitab Ihya Ulumudin merupakan salah satu kitab sangat fenomenal karya Imam Ghazali. Kitab ini berisi kaidah dan prinsip dalam penyucian jiwa. Kitab ini menyeru pada kebersihan jiwa dalam beragama, sifat takwa, konsep zuhud, rasa cinta yang hakiki, merawat hati serta jiwa, dan sentiasa menanamkan sifat ikhlas di dalam beragama.

Menurut Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar, kitab yang juga memuat kandungan tentang wajibnya menuntut ilmu, keutamaan ilmu, bahaya tanpa ilmu, persoalan-persoalan dan dasar-dasar dalam ibadah ini pantas dijadikan kitab suci umat Islam seandainya Allah tidak menurunkan kitab suci Al-Quran.

Seandainya Al-Quran Tidak Turun, Kitab Ihya Ulumuddin Layak Jadi Pedoman Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)
Seandainya Al-Quran Tidak Turun, Kitab Ihya Ulumuddin Layak Jadi Pedoman Hidup (Sumber Gambar : Nu Online)

Seandainya Al-Quran Tidak Turun, Kitab Ihya Ulumuddin Layak Jadi Pedoman Hidup

"Seandainya tidak diturunkan Al-Quran, Ihya Ulumuddin pantas menjadi kitab suci umat Islam," tegasnya di kediamannya di dusun Pengaleman ketika menerangkan kualitas kitab yang dipelajari di berbagai pesantren sebagai kajian kitab pamungkas para santri, Jumat (30/6).

Kiai Dalhar juga rutin mengajar Kitab Ihya Ulumiddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Habib, Sholawat Bupati Tegal

Bupati Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Peringatan Maulid Nabi ala Biker

Tengerang, Bupati Tegal. Para pecinta motor atau biker tak mau kalah dengan majelis ta’lim atau pondok pesantren dalam memperingati hari besar Islam. Para biker yang tergabung di MMC Outsiders Banten akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pesantren Al-Kafii, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten pada Ahad (19/1).

“Kami mengundang para bikers Se-Banten Club dan Comunitas maupun Club yang di luar Banten untuk ikut berpartisipasi dengan kami? untuk memperingati Hari lahirnya Nabi besar kita Muhammad saw di bulan Maulid,” kata Isfandiari kepada Bupati Tegal, Jumat (17/1)

Peringatan Maulid Nabi ala Biker (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Maulid Nabi ala Biker (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Maulid Nabi ala Biker

Berbeda dengan yang lain, para biker merayakan Maulid Nabi dengan kampanye beramal dan berbagi untuk anak-anak yatim piatu.

Bupati Tegal

“Bagi para bikers yang berminat dan ingin menyumbangkan baju yang tidak terpakai (bekas) mau pun dengan bentuk uang seikhlasnya, silakan datang,” tambah Isfan.

Isfan menambahkan, yang tertarik pada kegiatan tersebut, meminta untuk berkumpul di Puspen depan Mesjid Raya Tangerang, pukul 8.30 WIB pada Ahad (19/1). “Kita sama-sama rolling ke pesantren Al-Kafii. Untuk info lebih lanjut silakan, hubungi saya di pin BB: 2A7CBC3C,” ujarnya.

Bupati Tegal

Isfandiari adalah putra almarhum H. Mahbub Djunaidi (pernah aktif di IPNU, GP Ansor, Lesbumi, Pertanu, Ketua PBNU, dan Ketua Umum pertama PB PMII). Kepada Bupati Tegal, ia menceritakan ketertarikannya bergabung dengan para biker.

“Ooo ya..ya, saya tertarik dengan keragaman anak motor dari yang alim sampai yang anti tuhan ada,” kata pria berambut gondrong ini.

Tapi, kata dia, para biker itu humanis, orang-orangnya sangat peka kepada sesama, apalagi kepada sesama motoris. “Mereka juga jago membuat sensasi, event bikers. Khusus klub saya, menurut saya lebih unik. Nanti deh ikut serta hang out pasti merasakan,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat Bupati Tegal

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji

Sudah menjadi tradisi bertamu ke rumah mereka yang baru pulang dari tanah suci untuk mohon didoakan dan juga meminta cinderamata. Bahkan seringkali keluarga maupun tetangga mementingkan penyambutan dan berebut bersalaman lebih dahulu, dengan alasan tabarrukan doa.Memang dianjurkan untuk meminta do’a kepada mereka yang baru datang dari haji. Bukan untuk meminta cindera mata. Sebagian orang menamakan do’a orang yang baru pulang dari haji ini dengan sebutan do’a maghfiroh, yaitu do’a khusus meminta ampunan dari Allah swt atas segala dosa yang telah dilakukan.

Mereka yang baru datang dari tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan, masih suci dari dosa-dosa.

Oleh karena itu, do’a dan permohonannya memiliki nilai lebih. Karena kesuciannya itulah posisinya dianggap lebih dekat kepada Allah. Dan diharapkan do’a-do’anya akan terkabulkan.

Sebagain ulama berkata bahwa kondisi tersebut (kemakbulan do’a) dapat bertahan sebelum orang tersebut masuk ke dalam rumahnya. Namun ada yang mengatakan kondisi tersebut akan bertahan hingga empat puluh hari.

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Hari Doa Makbul Sepulang Haji

Hal ini diterangkan dalam Hasyiyatul Jamal:

وفÙ? Ù‡ Ø£Ù? ضا ماÙ? صه ÙˆÙ? Ù? دب للحاج الدعاء لغÙ? ره بالمغفرة واÙ? لم Ù? سأله ولغÙ? ره سؤاله الدعاء بها وفى الحدÙ? Ø« (اذا لقÙ? ت الحاج فسلم علÙ? Ù‡ وصافحه ومره Ø£Ù? Ù? دعولك فاÙ? Ù‡ مغفور له) قال العلامة المÙ? اوى ظاهره Ø£Ù? طلب الاستغفار Ù…Ù? Ù‡ مؤقت بما قبل الدخول فاÙ? دخل فات لكÙ? ذكر بعضهم اÙ? Ù‡ Ù? متد أربعÙ? Ù? Ù? وما Ù…Ù? مقدمه وفى الإحÙ? اء عÙ? عمر رضÙ? الله عÙ? Ù‡ Ø£Ù? ذلك Ù? متد بقÙ? Ø© الحجة والمحرم وعشرÙ? Ù? Ù? وما Ù…Ù? ربÙ? ع الأول..

Bupati Tegal

… dan dianjurkan (disunnahkan) bagi para haji untuk memohonkan ampun (do’a maghfiroh) kepada orang lain, walaupun mereka tidak memintanya. Demikian pula bagi mereka (yang tidak berangkat haji) agar meminta untuk dido’akan. Hal ini berdasar pada hadits Rasulullah saw “apabila kalian berjumpa dengan haji (orang yang pulang dari melaksanakan ibadah haji) maka salamilah dia dan jabatlah tangannya dan mintalah agar didoakan olehnya, karena doanya akan mengampunimu” Al-allamah al-Munawi berkata bahwa permitaan doa kepada haji ini sebaiknya dilakukan selama haji itu belum memasuki rumah.

Tetapi sebagian ulama mengatakan bahwa permintaan do’a ini dapat dilakukan hingga 40 hari sepulangnya dari rumah. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin diterangkan berdasakan cerita dari sahabat Umar ra. Keadaan ini dapat diberlangsungkan hingga akhir bulan Dzulhijjah, Muharram dan dua puluh hari Rabiul Awwal.? ?

Redaktur: Ulil hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Pondok Pesantren, Sholawat Bupati Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Subang, Bupati Tegal. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Subang membuka posko mudik di jalur Pantai Utara (Pantura) Subang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, satuan khusus di bawah Gerakan Pemuda Ansor itu membuka posko mudik untuk melayani para pemudik yang pulang kampung ke halamannya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang melakukan perjalanan jauh untuk beristirahat di posko yang kami buat ini," ujar Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata, Ahad (12/7).

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Posko, Banser Subang Beri Pelayanan Gratis Para Pemudik

Menurut Asep, jalur Pantura Subang merupakan kawasan yang tepat untuk dijadikan tempat peristirahatan bagi para pemudik yang memakan waktu kurang lebih dua jam dari Jakarta menuju Subang.

Bupati Tegal

"Menurut para ahli kesehatan, pengendara yang sudah memakan waktu dua jam perjalanan, maka harus beristirahat dulu untuk memulihkan kembali otot-otot tubuhnya agar segar bugar lagi saat melanjutkan perjalanannya sehingga selamat sampai tujuan," katanya.

Asep mengatakan, posko mudik yang dipusatkan di Halaman Masjid Al-Furqon, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajaya itu akan dibuka semenjak H-8 lebaran hingga H+2 lebaran. "Untuk posko arus mudiknya nanti kita akan pusatkan di halaman Masjid Al-Mukhlisin, Pamanukan," jelasnya.

Bupati Tegal

Ketua Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Subang, Nashihul Umam mengatakan, pihaknya akan mengerahkan puluhan banser yang sudah dibina untuk melayani para pemudik tersebut.

"Anggota Banser nanti akan disiapkan untuk melayani para pemudik dengan diberikan pijat gratis, obat-obatan, serta mengatur ketertiban lalu lintas di jalan raya. Mereka sudah dipersiapkan dengan pelatihan-pelatihan khusus yang rutin kita laksanakan setiap tahunnya," kata Umam. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Sholawat, Pahlawan Bupati Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Banda Aceh, Bupati Tegal. Perhelatan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) secara resmi dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (9/10) malam di Taman Sulthanah Shafiatuddin, Banda Aceh.

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabuh Rapai Pasai Aceh, Menag Buka Pentas PAI 2017

Pembukaan Pentas PAI VIII tahun 2017 ini ditandai dengan penabuhan Rapai Pasai Aceh oleh Menag Lukman didampingi Gubernur Provinsi Irwandi Yusuf, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Direktur PAI Imam Safei, dan pihak Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh.

Dalam sambutannya, Menag Lukman menjelaskan bahwa Pentas PAI merupakan instrumen strategis dalam penguatan karakter keagamaan anak didik di sekolah. 

Menurutnya, Pentas PAI yang mempertemukan peserta dari seluruh Indonesia dengan membawa identitas kebangsaan masing-masing akan semakin meneguhkan keindonesiaan.

“Pentas menjadi instrumen semangat nasionalisme di antara anak bangsa, semangat membangun NKRI. Hal ini tidak lepas dari bangsa Indonesia sebagai masyarakat beragama,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di hadapan sekitar 1.500 hadirin dan peserta yang memadati tempat pembukaan.

Bupati Tegal

Menurut salah seorang putra KH Saifuddin Zuhri ini, Pentas PAI yang mengusung tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan ini penting untuk digelorakan karena karakteristik orang-orang beragama tidak lepas dari keberagaman yang sudah menjadi fitrah bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

Kepada peserta didik yang berkompetisi di ajang Pentas PAI tingkat nasional ini, Menag secara khusus mendorong para siswa agar terus semangat belajar, sportif dalam berkompetisi, dan menjadi manusia pemenang.

“Jadilah manusia pemenang, bukan hanya berambisi untuk menang dalam lomba, tetapi juga menang dalam menahan diri dari hal-hal yang tidak baik,” jelas Menag.

Pembukaan Pentas PAI 2017 di Aceh dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya dari para 500 siswa Aceh dengan membawakan Tari Rapai yang dipadu dengan Tari Saman. Suasana semakin meriah ketika tarian tradisional khas Aceh tersebut dibalut dengan musik modern. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Sholawat, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Makassar, Bupati Tegal. Pengurus Wilayah Jamiyatul Qurra wal Huffadz NU sejak Sabtu (20/12) mulai memanfaatkan kantor sekretariat baru. Di ruang yang sudah dipersiapkan oleh PWNU Sulawesi Selatan ini, mereka mengkhatamkan Al-Quran.

Rais Majelis Ilmi JQH NU Sulsel Masykur Yusuf menyatakan rasa syukurnya atas ruang kerja yang baru. Bersama puluhan penghafal Al-Quran, ia mengkhatamkan Al-Quran untuk keberkahan ruang baru itu.

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tempati Sekretariat Baru, JQH NU Sulsel Khatamkan Al-Quran

Masykur mengatakan, "Alhamdulillah saat memasuki sekretariat baru, JQH NU Sulsel mengawali dengan Khatam Quran oleh 40 orang penghafal Al-Quran yang merupakan santri dari JQH NU Sulsel."

Bupati Tegal

Selain khataman Quran, JQH juga mengadakan Tahsin Quran untuk semua Guru Mengaji, imam masjid seprovinsi Sulawesi Selatan serta para Dai, Civitas Akademika UIM dan Warga Nahdliyin lainnya. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Lomba, Sholawat, Halaqoh Bupati Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba

Surabaya, Bupati Tegal

Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Surabaya menyatakan perang terhadap maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pemuda Surabaya.?

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Deklarasikan Pemuda Surabaya Antinarkoba

Bersama dengan beberapa elemen masyarakat, LSM, pelajar, pondok pesantren, dan komunitas remaja masjid, PC IPNU Surabaya mengadakan acara Deklarasi Pemuda Surabaya Antinarkoba. Acara ini merupakan respon sekaligus langkah antisipasi terhadap maraknya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang yang belakangan ini penyebarannya mulai menyasar kalangan pelajar baik di sekolah, komunitas remaja, maupun pondok pesantren.

Deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu 27 Februari 2016 di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya ini selain dihadiri oleh pengurus PC IPNU Surabaya, juga turut mendapat dukungan dari berbagai komunitas anak muda di Surabaya, antara lain Yayasan Cinta Anak Bangsa, santri-santriwati Pesantren Ammanatul Ummah Surabaya, Pesantren Nurul Huda Surabaya, Pesantren Nyai Hj Ashfiyah Surabaya, siswa-siswi dari berbagai SMA-MA-SMK se-Surabaya, Gerakan Anak Muda Antinarkoba (Gaman) Surabaya, Forum Komunikasi Remaja Masjid Surabaya, Karang Taruna, dan komunitas anak muda lain. Hadir juga mewakili PCNU Surabaya, HM Musyafa’ Rouf.

Ketua IPNU Surabaya Agus Setiawan mengatakan deklarasi pemuda Surabaya Antinarkoba didasarkan pada kegelisahan melihat fenomena mutakhir yang cukup memprihatinkan. Banyak siswa-siswi, pemuda di Surabaya yang menggunakan narkoba. Situasi penyebaran narkoba dan minuman keras saat ini rentan menyasar generasi muda seperti siswa, mahasiswa, bahkan santri. Tiap harinya tunas bangsa gugur percuma.

Bupati Tegal

“Kita jelas bertekad bulat melawan segala bentuk peredaran narkoba yang ada di dunia pendidikan. Mengingat jaringan narkoba yang berkembang di luar negeri maupun yang sedang tumbuh di Indonesia sudah mulai masuk ke nadi-nadi dunia pendidikan. baik SMA maupun perguruan tinggi,” katanya usai kegiatan deklarasi.

?

Dalam waktu dekat, tutur Harun Rosyid, Sekretaris IPNU Surabaya, pihaknya akan menggalang dukungan dari seluruh sekolah, LSM, komunitas muda yang ada di Surabaya dan perguruan tinggi di Surabaya untuk bersama-sama menyatukan komitmen memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Masalah ini perlu mendapatkan perhatian serius menurut Harun, Apabila tidak dilakukan penanganan serius maka masa depan generasi muda sangat terancam.?

“Aset terbesar bangsa Indonesia adalah pemuda, mereka harus dilindungi. Jangan sampai tergoda oleh narkoba,” ungkapnya.

Tidak hanya sekedar deklarasi, aksi-aksi nyata pencegahan peredaran narkoba di Surabaya sudah dilaksanakan oleh PC IPNU Surabaya yang bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa setahun terakhir sebelum pelaksanaan deklarasi ini, Adapun bentuk kegiatan pencegahan yang sudah dilakukan antara lain dengan melaksanakan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah maupun pondok pesantren yang ada di Surabaya.

Bupati Tegal

Kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba tidak hanya berhenti sekedar sosialisasi, tapi juga membentuk kader-kader penyuluh dari siswa-siswi di internal sekolah yang bersangkutan agar bisa mensosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada rekan-rekan sebayanya. Serta kegiatan-kegiatan lain yang bersifat kampanye terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, seperti pembuatan film pendek tentang bahaya narkoba dan juga turnamen futsal antar sekolah. Harapannya dengan adanya kegiatan-kegiatan yang bersifat positif bisa meminimalisir anak-anak muda, para pelajar untuk tidak mencoba narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Budaya, Sholawat, News Bupati Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib

Banyumas, Bupati Tegal. “Aduh Mas, jangan tanya deh, sejarah bangsa ini belang-belang, blepotan, banyak aibnya. Untuk memperbaikinya, kita harus mengakui itu semua. Jadi pernyataan bangsa ini ramah, adiluhung harus dipelajari dulu. Baru kita bisa memperbaiki.”

Demikian dikatakan Ahmad Tohari pada Bupati Tegal tadi pagi (16/2). Ahmad Tohari mengatakan, kekerasan kita ada sumbernya, tapi bukan agama, melainkan watak kekuasaan dan keserakahan manusia.

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari: Sejarah Kemanusiaan Kita Banyak Aib

“Bagi yang meresapi agama dengan sesungguhnya, agama mampu mengeliminir watak kekerasan pada penganutnya,” jelas Tohari yang lahir di Banyumas, Jawa Tengah, 13 Juni 1948.

Bupati Tegal

Tohari memberi contoh, dalam cerita pewayangan, ketika Kumbakarna dimutilasi, para penonton menikmatinya, bersorak-sorai, bertepuk tangan. Begitu juga ketika Abimayu yang juga mati dimutilasi.

“Penonton mendukung pembunuhan keji itu. Pulang ke rumah, kita biasa saja, sembayang subuh, berbuat baik. Tanpa beban, tanpa penyesalan,” ujar Tohari, penulis novel terkenal, Ronggeng Dukuh Paruk.

Bupati Tegal

“Ada contoh keji lagi. Amangkurat I membunuh 5000 santri dari Pantura di alun-alun Kartasura, dengan cara dipanahi satu-satu. Setengah bulan baru selesai. Ini datanya ada di Belanda. Pembantaian di Madiun 1948. Pembantaian tahun 1965 di mana-mana, yang tidak selesai-selesai efeknya sampai sekarang, dan lain-lain. Sejarah pembantaian ini mau dibaca bagaimana? Balas dendamkah? Diratapikah? Disembunyikankah?”

Tradisi kekerasan kita, kata Tohari, ada bersamaan dengan tradisi perilaku welas asih. “Seyognyanya dipelajari dengan baik, untuk modal hidup damai,” ujarnya.

“Kekerasan dalam agama adalah anomali. Mari kita pelajari lagi dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh. Insya allah kesimpulannya akan benar untuk perkembangan peradaban ke depan,” kata Tohari yang ahli kebudayaan Jawa. (nn)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Amalan, Sholawat, Internasional Bupati Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Rembang, Bupati Tegal - Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan keprihatinannya kepada perkembangan dunia Islam saat ini. Menurutnya, peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam.

"Dunia Islam saat ini sedang bergolak luar biasa. Peperangan dan bencana-bencana besar kemanusiaan terjadi di sebagian besar wilayah Islam. Di Timur Tengah, Afrika, dan anak benua Asia yaitu Pakistan dan Banglades," kata Gus Yahya di depan 217 mahasiswa baru STAI Al-Anwar Sarang Kabupaten Rembang pada kuliah umum di kampus setempat, Jumat (2/9).

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya Laporkan Darurat Dunia Islam Saat Ini

Di Timur Tengah saja saat ini perang sudah berlangsung paling tidak sejak tahun 80-an. Mulai dari perang Iran-Irak, perang teluk pertama, disusul perang Afganistan dan seterusnya sampai sekarang. Yang terakhir ini saja perang Syiria. Ini baru berlangsung lima sampai enam tahun. Korbannya sudah kurang lebih 300 ribu jiwa.

Bupati Tegal

Gus Yahya ini menambahkan, dari sekian banyak yang menjadi korban itu, 80 persen adalah sipil yang tidak ikut berperang. Mereka adalah korban peluru tersasar, korban letusan bom dan sebagainya. Dari 80 persen itu dua per tiganya adalah perempuan dan anak-anak. Sementara 12 juta orang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Tegal

"Dari 12 juta itu mereka ingin lari karena mereka merasa tidak ikut perang. Tapi hanya lima juta saja yang berhasil lari dari medan pertempuran. Yang tujuh juta tidak bisa pergi dari Syiria. Mereka hidup kacau balau mengindari bom dan peluru untuk menyelamatkan diri. Padahal di antara mereka ada anak-anak, ibu-ibu, jompo dan lain sebagainya," ungkapnya.

Ini baru perang Syiria, lanjut Gus Yahya, dengan beberapa macamnya dengan adanya ISIS dan lain sebagainya. Sementara di Afrika, Tunisia, Libia sejak revolusi kemarin sampai hari ini belum selesai. Masih kacau mereka belum menemukan penyelesaiannya. Mesir masih tanda Tanya. Mesir sampai hari ini hidupnya hanya dari nafaqah Saudi.

Ia menganggap bahwa munculnya terorisme belakangan ini sebetulnya merupakan puncak gunung es yang terjadi karena kegelisahan dalam dunia Islam itu sendiri dengan kenyataan-kenyataan baru saat ini.

"Dari situ orang Islam berpikir bagaimana mengatasi hal ini. Pilihannya banyak, di antaranya yang dilakukan oleh para ekstremis, teroris, ISIS dan lain sebagainya. Melalui jalan perang. Tetapi hal itu kurang tepat dalam penyelesaian masalah," terangnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Olahraga, Sholawat Bupati Tegal

Kamis, 30 November 2017

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat

Kudus, Bupati Tegal. Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kudus, Karyati Inayah berpendapat Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Langsung merupakan momen sambung rasa dan silaturrahim antara calon wakil dengan rakyat.

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Langsung Momen Sambung Rasa antara Calon dengan Rakyat

Ia mengatakan hal itu pada diskusi “Pilkada Langsung, Pilkada Tidak Langsung: Siapa Beruntung?” yang diadakan STAIN Kudus bekerja sama dengan Majelis Alumni IPNU Jawa Tengah bertempat di rektorat lantai 3 STAIN Kudus, Sabtu (20/9) siang.

“Dengan Pilkada Langsung, menurut kami para calon bisa silaturrahim, blusukan, sambung rasa kepada rakyat secara langsung,” terangnya.

Bupati Tegal

Berkaitan dengan politik uang, lanjut Inayah perlu dimaknai dengan positif. Masyarakat punya bargain, nilai tawar untuk menentukan pilihannya, bukan rakyat hanya mampu “dibeli” dengan selembar uang.

Disamping itu, Pilkada Langsung yang dianggap banyak menuai konflik menurutnya kedepan akan lekas hilang dengan sendirinya. “Ke depan masyarakat kian tambah dewasa. Kita pun tidak perlu cemas sebab kelak konflik akan hilang dengan sendirinya,” imbuhnya.

Bupati Tegal

Sejumlah dinamika  dalam pelaksanakan Pilkada Langsung; politik uang dan konflik, tambah Inayah, merupakan pembelajaran tersendiri bagi masyarakat. Lambat laun dinamika tersebut kelak hilang dengan sendirinya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Habib, Sholawat Bupati Tegal

Jumat, 24 November 2017

Propaganda Ekstrim dan Hoax Makin Marak, Bagaimana Menyikapinya?

Jakarta, Bupati Tegal. Media dalam berbagai platform atau kanal, baik media sosial maupun online saat ini semakin menjadi rujukan masyarakat luas di Indonesia. Tak sedikit pula yang selama ini menggunakan media sosial untuk menyebarkan hoax dan konten-konten kontroversial lain tanpa berusaha melakukan konfirmasi atau tabayyun.?

Pembahasan tersebut mencuat dalam kegiatan Sarasehan Media dan Rembug Budaya yang diselenggarakan Lesbumi PBNU dan media-media NU, Kamis (29/12) di Gedung PBNU Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan Agung Yudha (Twitter Indonesia), Savic Ali (Bupati Tegal dan Nutizen), Lalang (Kemkominfo), dan Tyovan Widagdo (CEO Bahaso).

Propaganda Ekstrim dan Hoax Makin Marak, Bagaimana Menyikapinya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Propaganda Ekstrim dan Hoax Makin Marak, Bagaimana Menyikapinya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Propaganda Ekstrim dan Hoax Makin Marak, Bagaimana Menyikapinya?

Acara yang dihadiri oleh berbagai aktivis media dan organisasi ini memberikan penekanan kepada maraknya negativitas penggunaan media sosial untuk berbagai kepentingan, baik ideologis maupun politis. Persoalan ini membutuhkan pembudayaan media dan memediakan budaya secara baik bagi kelangsungan kebersamaan dalam bingkai kebhinnekaan Indonesia.

Lalang yang hadir mewakili Menkominfo Rudiantara menegaskan peran pemerintah untuk menjaga aktivitas dan perkembangan teknologi untuk kebutuhan menjaga keindonesiaan. Namun demikian, Kemkominfo tetap bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan agar tidak menyalahi aturan.

Bupati Tegal

“Seperti memblokir situs-situs yang teridentifikasi radikal dan membahayakan bagi persatuan Indonesia, adalah langkah paling akhir yang dilakukan Kominfo,” jelas Lalang.

Senada, Agung Yudha dari Twitter Indonesia memberikan penjelasan terkait dengan para pengguna twitter yang selama ini banyak mengindahkan rules atau aturan yang menjadi panduan bagi para pengguna twitter atau platform media sosial lain.

Menurutnya, peraturan untuk menciptakan iklim media sosial yang baik sudah digariskan semua oleh penyedia platform, tinggal para penggunanya mau mematuhi atau sebaliknya. Jika tak memahami rules tersebut, tak heran selama ini banyak terjadi penyebaran konten-konten palsu, kontroversial, dan bersifat propaganda ideologis maupun politis di media sosial.

Bupati Tegal

“Jika melihat konten-konten tersebut, langsung dilaporkan saja karena kami sendiri telah menyediakan fitur report atau pelaporan dari pengguna,” jelas pria berkaca mata dan berambut gondrong ini.

Sementara itu, Savic Ali menjelaskan, media digital saat ini telah banyak membentuk sifat dan kecenderungan karakter seseorang. Tanpa berusaha mengonfirmasi atau melakukan tabayyun, mereka dengan mudahnya menyebarkan berita-berita palsu dan konten-konten hoax dalam berbagai bentuk.?

“Ironisnya, hal itu dilakukan oleh banyak media yang mengaku dirinya sebagai media Islam. Maka dari itu, NU dengan berbagai medianya terus berupaya tidak terpengaruh dengan propaganda radikal. Bukan berarti kami tidak mampu, tetapi kami memilih jalan dakwah yang edukatif dan tidak ingin Indonesia ribut terus menerus seperti yang nyata-nyata mereka inginkan,” papar Savic. ?

Savic memberikan penegasan bahwa Indonesia bisa tetap utuh di tengah perbedaan jika semua media yang saat ini menjadi rujukan masyarakat menyediakan konten-konten positif dan konstruktif untuk keberlangsungan Indonesia yang ramah dan damai. Sebab, propaganda media turut memberikan pengaruh terhadap berbagai tragedi kemanusiaan dan perang tak berkesudahan yang menimpa negara-negara di Timur Tengah. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat Bupati Tegal

Selasa, 21 November 2017

GP Ansor Boyolali Napak Tilas ke Makam 15 Syuhada

Boyolali, Bupati Tegal

Momentum hari lahir (harlah) ke-82 Gerakan Pemuda (GP) Ansor serta harlah ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) diperingati para kader GP Ansor di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah dengan mengadakan napak tilas ke makam 15 syuhada, Ahad (24/4).

GP Ansor Boyolali Napak Tilas ke Makam 15 Syuhada (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Boyolali Napak Tilas ke Makam 15 Syuhada (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Boyolali Napak Tilas ke Makam 15 Syuhada

Ke-15 syuhada tersebut merupakan para tokoh NU dan Ansor di daerah Musuk, Boyolali, Jawa Tengah, yang dibunuh PKI (Partai Komunis Indonesia) pada tahun 1965 silam. Mereka dimakamkan dalam satu kompleks pemakaman di Jagir, Dragan, Musuk, Boyolali.

Ketua Ketua PC GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad menerangkan, rute napak tilas dimulai dari Rumah Sakit Pandanaran Boyolali kemudian menuju ke arah Kecamatan Musuk, hingga sampai ke lokasi.

Bupati Tegal

“Sengaja pada harlah kali ini, kita adakan napak tilas, untuk mengenang perjuangan para tokoh NU yang telah gugur,” terang Choiruddin.

Bupati Tegal

Dalam kesempatan tersebut, para kader Ansor se-Kabupaten Boyolali ikut mendengarkan kronologi kisah perjuangan para tokoh NU dan Ansor di daerah tersebut, yang disampaikan oleh salah satu saksi sejarah yang masih hidup.

Selain kegiatan napak tilas, juga diadakan kegiatan Tahlil Akbar untuk mendoakan para tokoh NU dan Ansor.

Choiruddin berharap pada momentum harlah ke-82 ini, GP Ansor dapat lebih solid dalam menjaga NKRI dan NU. “Ansor lebih solid dalam menjaga akidah Aswaja dan menjadi benteng negara dari berbagai paham yang merongrong,” tukas dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pahlawan, Sholawat Bupati Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Oleh Muhammad Najih Arromadloni

--Bencana yang tidak henti-hentinya merundung Indonesia dalam beberapa dasarwarsa terakhir telah menelan banyak korban jiwa, harta, dan sumber daya. Laporan UNEP, United Nations of Environmental Programe (Komisi PBB untuk pembangunan dan ligkungan hidup) memperkirakan kerugian Indonesia akibat bencana tsunami saja mencapai 675 juta dollar AS, atau setara dengan 6 triliun rupiah.

Tak hanya itu, kerusakan lingkungan juga menjadi gejala umum hampir seluruh kawasan di Indonesia. Kasus paling mutakhir adalah kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau yang tengah berlangsung hingga kini.

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Kebakaran hutan terjadi karena penggunaan api dalam pembukaan hutan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), pertanian, dan perkebunan. Kebakaran hutan juga disokong oleh adanya global warming dan kemarau yang ekstrim.

Bupati Tegal

Degradasi dan deforestasi (kerusakan hutan) menjadi ancaman yang nyata di Indonesia. Selama periode 1997-2004 Indonesia kehilangan hutan seluas 4-7 kali luas lapangan bola per-menit atau setara dengan 2-3,8 juta hektar pertahun. Departemen Kehutanan merilis bahwa selama periode 2003-2006 laju pengrusakan hutan di Indonesia mencapai 1,17 hektar per-tahun, atau 2% dari total hutan asli Indonesia. Sementara The UN Food and Agriculture Organization mencatat angka deforestasi Indonesia periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar pertahun. 

Tidak mencengangkan jika Indonesia menjadi negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia, dalam rekam Guiness Book of The Record. Sedangkan gambut yang terbakar di Indonesia melepas emisi karbon lebih banyak ke atmosfir daripada yang dilepaskan Amerika Serikat dalam satu tahun. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu pencemar lingkungan terburuk di dunia.

Bupati Tegal

Ironisnya, sebagian besar (99,9%) kebakaran tersebut adalah pembakaran yang dilakukan secara sengaja maupun lalai, baik oleh pelaku industri atau peladang, dan hanya 0,1% yang diakibatkan alam (petir atau larva gunung berapi).

Sejatinya, berbagai bencana yang melanda Indonesia, telah mendorong keterlibatan aktif ulama dan umat Islam, utamanya sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan pembicaraan mereka tidak hanya terbatas pada bencana di dalam negeri namun juga alam semesta secara umum. Di antaranya adalah “Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim” yang diikuti oleh para pemimpin dan ulama Muslim dari sekitar 20 negara di Istanbul, Turki, bulan Agustus lalu (17-18/8/2015) mereka sepakat tentang perlunya perhatian dan kepedulian bersama menghadapi masalah perubahan iklim.

Dalam deklarasi tersebut dihimbau kepada negara-negara muslim penghasil BBM fosil untuk berusaha serius melahirkan energi terbarukan menjelang pertengahan abad 21, dan menyatakan bahwa 1,6 miliar muslim turut memikul amanah menghadapi perubahan iklim. Deklarasi juga menyerukan negara-negara kaya untuk mengurangi konsumsi, sehingga kaum miskin dapat mengambil manfaat dari apa yang masih tersisa dari sumber alam yang terbarukan.

Sebelum adanya Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim, MUI telah menerbitkan fatwa yang secara spesifik memutuskan dan menetapkan bahwa pembakaran hutan dan lahan untuk kegiatan kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan lain-lain yang mengakibatkan kabut asap, kerusakan lingkungan serta mengganggu kehidupan manusia hukumnya haram. MUI juga telah mengeluarkan sejumlah fatwa terkait penyelamatan lingkungan hidup. Misalnya Fatwa MUI No 22/2011 tentang Pertambangan Ramah Lingkungan; Fatwa MUI No 47/2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Pencegahan Kerusakan Lingkungan; Fatwa No 4/2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem. MUI Pusat bahkan sejak 2010 memiliki Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, hutan utamanya, juga telah lakukan oleh Indonesian Forest and Media Campaign (INFORM) dan Pusat Pengkajian Pemberdayaan dan Pendidikan Masyarakat (P4M) pada 9-12 Mei 2004. Forum yang mengusung tema “Menggagas Fiqh Lingkungan” tersebut telah merumuskan gagasan fiqh lingkungan dan mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani oleh lebih dari 30 ulama dari Jawa, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara substansial fiqh lingkungan hidup berupaya menyadarkan manusia yang beriman supaya menginsyafi bahwa masalah lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab manusia yang beriman dan amanat yang diembannya untuk memelihara dan melindungi alam yang dikaruniakan Sang pencipta yang Maha pengasih dan penyayang sebagai hunian tempat manusia dalam menjalani hidup di bumi ini.

Sebagaimana dinyatakan oleh Harun Nasution (1992: 542), dalam al-Quran dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya. Dalam hal ini kekhalifahan sebagai tugas dari Allah untuk mengurus bumi harus dijalankan sesuai dengan kehendak penciptanya dan tujuan penciptaannya.

Bahaya kerusakan lingkungan semakin masif disadari dengan munculnya beberapa ulama NU dalam Halaqah (pertemuan) Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (GNKL PBNU). Program ini  memberikan tausiyah tentang Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup (NU Advice on Forest Protection and Environment) pada tanggal 20-23 Juli 2007 di Jakarta. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pencemaran lingkungan baik udara, air maupun tanah, akan menimbulkan dharar (kerusakan), hukumnya dinyatakan haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat).

Setelah mencermati fatwa para ulama dan upaya umat Islam di atas, pertanyaan yang timbul, kenapa hal tersebut nampaknya tidak efektif? Hal ini mengisyaratkan perlunya kesalehan ekologis guna menumbuhkan kesadaran kaum muslimin tentang perlunya penyelamatan lingkungan ekosistem sebagai upaya mengurangi akumulasi dampak perubahan iklim.

Esensi kesalehan ekologis, sebagaimana dinyatakan oleh Muhbib Abdul Wahab, adalah menjaga, melestarikan, mengelola, memperbaiki, dan mendayagunakan lingkungan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan hidup manusia, harmoni terhadap alam raya, sekaligus memberikan kenyamanan dalam beribadah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki kesalehan ekologis, diharapkan seorang muslim hendaknya semakin ramah dan harmoni terhadap lingkungan sekitarnya, serta menjadikan masalah lingkungan hidup inheren dalam kepribadiannya, karena mereka juga yang akan merasakan akibatnya jika tidak bersikap saleh terhadapnya.

Kesalehan ekologis hendaknya dijadikan sebagai sistem nilai yang senantiasa dipegang oleh masyarakat muslim baik dalam dimensi ekonomi dan pendidikan, adat istiadat atau budaya setempat, serta proses politik. Inilah salah satu amanah untuk setiap muslim ekologis.

Muhammad Najih Arromadloni, Relawan Kampus Nusantara BNPB, Wakil Ketua PC IPNU Kota Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat Bupati Tegal

Minggu, 12 November 2017

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pekalongan, Bupati Tegal

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU untuk memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, di rumah masing-masing.

Pasalnya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu khawatir, saat ini para generasi muda NU banyak tidak tahu wajah tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Habib luthfi perihatin akan nasib NU ke depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu beberapa waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan agar di masing-masing rumah warga Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asyari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

Bupati Tegal

Bak gayung bersambut, gagasan Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asyari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jumat (1/2) malam ditandai dengan penyerahan foto KH Hasyim Asyari berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca kepada perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

Bupati Tegal

Diharapkan seluruh rumah pengurus NU di semua tingkatan dalam bulan Pebruari ini sudah dipasangi foto KH Hasyim Asyari yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir mengatakan, secara bertahap PCNU akan menerbitkan buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan agar generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tidak kehilangan panutan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sementara itu tidak kurang dari sepuluh ribu warga NU Pekalongan dan sekitarnya Jumat (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang digelar PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Acara yang digelar di Masjid Agung Al Jami Kota Pekalongan mendapat perhatian penuh dari warga masyarakat. Pasalnya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yakni Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut hadir dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jamaah yang dengan hadir dengan busana putih putih tampak larut dalam doa agar bangsa Indonesia lepas dari berbagai musibah.

Bahkan untuk memudahkan jamaah dapat melihat susana depan panggung, pihak panitia harus menyediakan monitor besar, sehingga jamaah tidak perlu lagi berdesakan untuk menempati ruangan utama masjid Agung Al Jami.

Meski demikian, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tak mampu juga menampung ribuan jamaah yang terus berdatangan hingga acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd kepada Bupati Tegal mengatakan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan sejak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Beberapa kegiatan ujar Muhibbin telah dilakukan dan mendapat sambutan masyarakat yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya digelar istighotsah ini.

"Saya tidak menduga kalau acara yang digelar NU mendapat sambutan yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat di setiap acara yang digelar untuk memperingati Harlah NU," katanya.

"Tentu ini menjadi garapan NU ke depan bagaimana antusias masyarakat ini sebagai bukti bahwa mereka masih sangat mencintai NU," ujar Muhibbin lagi.

"Meski disadari bahwa kegiatan kolosal seperti pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi kalau hal ini untuk masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun biaya yang harus dikeluarkan itu bukan masalah," tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai kegiatan awal pengurus NU periode 2007-2012 telah mendapat respon masyarakat dengan baik, tinggal ke depan bagaimana pengurus baru dapat merealisasikan program-programnya yang dapat menyentuh kebutuhan warga nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang saat ini masih menjadi kebutuhan prioritas warga NU di Kota Pekalongan. (Abdul Muiz)Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Cerita, Pemurnian Aqidah, Sholawat Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock