Jumat, 30 Juni 2017

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir?

Pringsewu, Bupati Tegal. Mustasyar PCNU Pringsewu sekaligus Bupati Pringsewu KH Sujadi merasa prihatin femomena zaman akhir dimana banyak orang yang hanya karena berita hoaks di berbagai media dengan gampangnya mencela ulama yang secara kapasitas keilmuan dan kealimannya jauh diatas mereka.

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir? (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir? (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir?

Salah satunya yang menimpa Ketua PBNU terkait dengan berbagai hal. "Yang hangat baru-baru ini tentang berita penyaluran kredit ultra mikro sebesar 1,5 Triliun yang diplintir dengan terbitnya Perppu 2/2017. Perlu diketahui program itu bukan hanya diperuntukan bagi warga Nahdlatul Ulama namun untuk seluruh warga negara Indonesia," katanya, Ahad (30/7).

Menurutnya banyak orang yang hanya mendapat berita dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab serta tidak tahu tentang hal tersebut secara mendalam namun sudah menuduh dengan mencela Kiai Said.

Tentunya hal ini menurutnya sangat memprihatinkan dan memerlukan penjelasan terkait hal tersebut. "Dan inilah tantangan dalam berdakwah. Karena tantangan terberat dalam dakwah adalah pembangunan moral," katanya seraya mengatakan terkadang pembangunan moral secara dhohir kalah dengan pemiliki modal karena memang ada usaha Tabidul ummatan ulamaihi (menjauhkan umat dari para ulamanya).

Oleh karenanya lanjutnya, dakwah tidak boleh berhenti hanya karena pemilik modal besar dan atau orang yang suka mencela. "Allah telah menfirmankan bahwa neraka wel akan menjadi tempat orang yang bangga dan merasa hebat dengan harta yang dimilikinya sehingga mereka mengumpat dan menjelekkan orang lain," katanya.

Bupati Tegal

Hal ini sesuai dengan Tafsir Surat Lumazah yang pada kesempatan tersebut Ia sampaikan pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang rutin dilaksanakan di Aula Gedung NU Pringsewu.

Bupati Tegal

Ia menambahkan bahwa harta bukanlah segala galanya. Banyak orang menganggap harta akan menjadikan seseorang hebat dengan istilah "Semua beres dengan uang". "Padahal sesungguhnya mereka telah dibutakan dengan harta," tegasnya.

Mengutip syair yang tertulis dalam kitab talimul mutaallim, ia mengingatkan bahwa dunia itu sedikit, dan paling sedikit. Pecintanyapun hina, nan hina dina. Sihir dunia, membuat tuli dan buta. Kebingungan, tak tahu ke jalan kemana. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Berbekal Hoaks Jadi Modal Mencela Ulama, Fenomena Zaman Akhir? di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock