Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Jakarta, Bupati Tegal - Bertempat di Gedung PBNU Lantai 5 Jakarta Pusat, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) menggelar Diskusi Ekonomi “Menyongsong Satu Abad NU Menuju Kebangkitan Ekonomi Umat dan Nahdlatul Tujar”, Selasa (14/6) sore.

Hadir dalam diskusi antara lain Ketua Umum PBNU, Prof. Maksoem Mahfoedz; Rais Syuriah PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua PBNU H Eman Suryaman, serta pengurus Lembaga-lembaga NU lainnya. ?

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Indonesia Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

Ketua PBNU H Erman Suryaman mengatakan, seminar ini merupakan lanjutan dari Rapat Kerja Nasioanl LPNU yang diadakan di Medan awal April lalu, dan sekaligus sebagai persiapan Rapat Pleno PBNU akhir bulan ini.

Bupati Tegal

Eman menambahkan ada tiga persoalan pokok yang akan dibahas dan dicarikan soluasinya dalam Rapat Pleno PBNU yaitu pendidikan, kesejahteran (ekonomi), dan kesehatan. Oleh karena itu pengembangan ekonomi merupakan hal penting untu dikaji dan dipikirkan bersama.

Hadir sebagai pembicara adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Gotong Royong Dr. Rokmin Dahuri, dan Pengamat Perekonomian dan Pertanian yang juga Guru Besar Universitas Lampung, Prof Bustanul Arifin.

Bupati Tegal

Rokmin Dahuri antara lain memaparkan pentingnya bangsa Indonesia untuk kembali kepada sistem ekonomi Pancasila. “Kita sudah masuk terlalu dalam pada sistem ekonomi kapitalis. Sudah saatnya paradigma kita mengarah kembali kepada Pancasila,” kata Rokmin seraya meneruskan, sistem ekonomi Islam (syariah) sangat baik dan besar manfaatnya.

“Hanya Islam yang mengatakan riba itu merugikan manusia,” tambah Rokmin kemudian mengutip bahwa hal tesebut telah disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 279.

Menurut Rokmin ekonomi yang harusnya dikembangkan Indonesia adalah ekonomi yang tidak hanya diserahkan ke mekanismenya ke pasar. Rokhmin mengusulkan barangkali perlu fatwa dari PBNU untuk pengembangan ekonomi syariah yang diberlakukan di Indonesia. Pengembangan ekonomi salah satuya merujuk? bahwa air, tanah, dan api tidak boleh dikelola oleh pribadi, tetapi oleh negara. Hal ini sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945.

Rokhmin mengatakan, bangsa Indonesia harus bersyukur karena dikarunia banyak potensi sumber daya alam. Menurut Rokmin, satu-satunya negara yang lengkap sumber daya alamnya adalah Indonesia.

Salah satu sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, dan sangat mungkin dikembangkan untuk membangun perekonomian Indonesia ke depan adalah bidang kelautan dan perikanan. Rokhmin menyebutkan ada sebelas sektor ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan, yaitu perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, perhubungan laut, industri dan jasa maritim, sumber daya wilayah pulau kecil, hutan mangrove, dan sumber-sumber non konvensional. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Internasional Bupati Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Boyolali, Bupati Tegal. Presiden Soekarno pernah mengatakan pada hakikatnya setiap bangsa memiliki karakternya masing-masing. Begitu juga dengan bangsa Indonesia memiliki sebuah karakter yang terwujud dalam pelbagai hal. Dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita mesti jaga betul karakter yang dimiliki bangsa ini. “Bangsa kita punya karakter sendiri, Jangan hanya terus menjadi bebek yang mudah terpengaruh hal yang datang dari luar,” tegas Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri di depan jamaah Pengajian Akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Boyolali Jawa Tengah di Masjid Kabupaten, Senin (16/3) malam lalu.

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Bangsa Kita Punya Karakter, Jangan Jadi Bebek

Gus Mus menilai, beberapa fenomena yang terjadi belakangan ini, seperti halnya beberapa WNI yang hendak bergabung dengan ISIS dan lain sebagainya, merupakan sebuah pertanda akan kurangnya pemahaman karakter yang dimiliki bangsa Indonesia.

Bupati Tegal

“Tidak semua yang datang dari luar itu baik. Jangan dikira mereka yang mengibarkan bendera ‘La ilaha illallah’ pasti bagus. Yang terjadi justru sebaliknya, mereka banyak berbuat kekerasan,” kata kiai yang juga budayawan ini.

Bupati Tegal

Sikap yang mesti dipegang oleh bangsa ini, lanjut Gus Mus, yakni sikap sak madyo (Jawa: sedang) atau tawasuth. “Itulah akhlak yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw,” tutur Pengasuh Pesantren Roudlotut Tolibin Rembang itu.

Hal lain yang disampaikan Gus Mus kepada para jamaah, yakni untuk senantiasa bersyukur kepada nikmat hidayah yang diberikan Allah kepada kita.?

“Bayangkan seorang paman Nabi yang tidak diberikan hidayah dan tetangga Nabi yang justru membenci Nabi. Tapi kita yang jauh di Boyolali ini, alhamdulillah dapat diberikan rasa cinta kepada Nabi. Maka wajib bagi kita untuk bersyukur atas nikmat tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Bupati Boyolali dan beberapa jajaran PCNU Kabupaten Boyolali. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal News, Sholawat, Pendidikan Bupati Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Probolinggo, Bupati Tegal - Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Senin (4/7) sore membagikan sedikitnya 500 paket takjil gratis kepada pengendara sekaligus pemudik yang melintas di Jalan Raya Panglima Sudirman Kota Kraksaan. Kegiatan yang melibatkan segenap elemen masyarakat ini dipusatkan di sisi selatan alun-alun Kota Kraksaan.

Pembagian sendiri dilakukan mulai pukul 16.00 hingga pukul 17.00.

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kraksaan Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Pemudik

Ketua GP Ansor Kota Kraksaan Taufik mengatakan, pembagian takjil gratis ini merupakan salah satu visi dari GP Ansor Kota Kraksaan sendiri untuk menegakkan ajaran agama Islam yaitu berbagi kepada sesama.

Bupati Tegal

“Bagi-bagi takjil ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemuda Ansor kepada sesama umat Islam sehingga kalau adzan Maghrib dalam perjalanan, takjil ini bisa untuk membatalkan puasanya terlebih dahulu,” ungkapnya.

Bupati Tegal

Dari pantauan Bupati Tegal di lokasi, sebanyak 500 paket takjil gratis tersebut ludes dibagikan kepada pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat dalam waktu 20 menit.

“Semoga pembagian takjil gratis ini bisa memberikan manfaat kepada sesama yang sedang menunaikan ibadah puasa untuk sekedar membatalkan puasa tatkala adzan Maghrib dalam perjalanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, News, Jadwal Kajian Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Banyuwangi,Bupati Tegal

Ketua Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Banyuwangi M. Sholeh Kurniawan dan ketua PAC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulam (IPPNU) Kecamatan Banyuwangi Fitriyah mengunjungi Masjid Nur Yasin Fatimah di Jalan Nuri, Pakis, Rabu, (7/12). Kedatangan mereka ini dalam rangka silaturahim dan mensosialisasikan organisasi pelajar NU.

Sebelum sosialisasi, mereka mengawali dengan shalat maghrib berjamaah di masjid. Usai shalat, Sholeh dan Fitri langsung mengajak pemuda pemudi untuk memasuki ruangan yang disediakan tamir.

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kecamatan Banyuwangi Silaturahim untuk Sosialisasi Organisasi

Kedatangan mereka disambut antusias pemuda pemudi Pakis hingga puluhan mata terfokus dengan kehadiran pengurus PAC IPNU dan IPPNU Banyuwangi. Diawali dengan Sholeh mengenalkan diri di hadapan puluhan kader-kadernya.

Bupati Tegal

Dalam sambutannya, Sholeh mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pembina PAC IPNU Banyuwangi periode 2011-2013 Imron Rosyadi.

"Pentingnya terus sambung komunikasi, keterlibatan, bimbingan, dan kepedulian antara senior dengan juniornya sangat dibutuhkan. Hal ini saya merasa bangga karena dengan keterlibatan senior mempermudahkan gerak kelanjutan roda kaderisasi setiap periode di Ranting Pakis khususnya," ungkap Sholeh, pelajar asal Karangrejo melalui siaran pers Kamis (8/12).

Bupati Tegal

Ia menegaskan penyebab utama terjadi kemandegan roda kaderisasi salah satunya adalah putusnya silaturahim dan terhentinya bimbingan antara senior dan juniornya.

"Hal ini banyak terjadi di setiap ranah organisasi. Merasa senior memiliki kedudukan dan penghasilan yang mapan, mereka lupa dengan gerakan kaderisasinya. Tak pelak, kaderisasi di setiap elemen terhenti," pungkas pemuda berkacamata.

Di lain itu, ketua PAC IPPNU Fitriyah menegaskan, kami sebagai pengurus inti pimpinan anak cabang akan bertekad fokus untuk perawatan kader.

"Selama ini seringkali setelah kita mengadakan beberapa sosialisasi, kader langsung ditinggal. Pengurus di atasnya malas mengadakan turun ke bawah untuk memantau dan merawat dengan kader-kader barunya. Akhirnya putaran jalannya roda kaderisasi terseok-seok," papar Fitriyah di hadapan puluhan kader-kader barunya.

Ia bertekad untuk terus mengawal dan mengembangkan potensi minat bakat yang dimiliki kader-kadernya. Tak ketinggalan usai pelaksanaan Makesta nanti, dia bertekad mengawal administrasi Surat Keputusan (SK) sebagai legalitas perjuangan mereka di IPNU dan IPPNU.

Sebelum acara berakhir, atas nama pembina Imron Rosyadi, memberikan motivasi dengan beberapa contoh figur publik yang telah sukses karir dan bisnisnya berawal mereka menjalani proses di IPNU dan IPPNU ketika masih muda.

"Jangan ragu! ketika kalian berproses di IPNU dan IPPNU semua pasti memberikan keberkahan. Pasti!" tegas pemuda yang saat ini bertugas di salah satu bank ternama. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ubudiyah, News Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Jember, Bupati Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai M.N. Harisudin mengaku bersyukur atas tertangkapnya Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo oleh Polda Jawa Timur. Menurutnya, sudah sepantasnya Taat Pribadi ini ditangkap karena sudah banyak melakukan penipuan pada ribuan orang.

“Ini aneh, ada seorang dukun dianggap bisa menggandakan uang banyak, tapi ternyata tidak ada hasil penggandaannya. Saya herannya, kok masih banyak pengikutnya. Ini pakai ilmu apa?” Ujar Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut ditemui di kantor NU Jember, Jalan Imam Bonjol 41 A, Jember, Sabtu lalu.

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tidak Ada Seorang Kiai yang Gandakan Uang

Tentu, menurut pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini, ada sesuatu yang janggal. Dan, sesuatu yang janggal ini baru ditemukan sekarang. “Jadi, kalau sekarang ini baru ditemukan kasusnya, ya memang ada yang salah di Kanjeng Taat ini. Jadi, saya sangat mendukung apa yang dilakukan Polda tersebut, terutama setelah dua orang anggota mereka dibunuh karena dianggap akan membongkar kebobrokan Taat Pribadi.”? ?

Bupati Tegal

Selain itu, Kiai M.N. Harisudin juga menyorot pandangan sebagian orang kalau Kanjeng Taat seorang kiai. “Tidak benar, kalau Taat Pribadi itu seorang kiai. Seorang kiai itu mengajarkan agama Islam. Tidak ada seorang kiai yang gandakan uang. Makanya, kediaman Taat Pribadi bukan pesantren, melainkan padepokan. Sekali lagi, Taat Pribadi bukan seorang kiai,” tutur Sekjen Keluarga Alumni Ma’had Aly Situbondo tersebut.

Ke depan, Kiai MN Harisudin berharap umat semakin dewasa sehingga tidak mudah dibohongi oleh siapa pun dengan modus apa pun juga. “Ini juga pelajaran bagi kita semua agar semakin ‘cerdas’ dalam menghadapi godaan materialisme dalam hidup. Kalau mau kaya, ya dengan kerja, tidak uang diberikan untuk digandakan seperti Kanjeng Taat Pribadi. Tapi, setelah kaya, juga ditasharufkan untuk kemanfaatan banyak orang. Ini yang ajaran Islam,” katanya. (Anwari/Mahbib)

Bupati Tegal

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, News Bupati Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Malang, Bupati Tegal. Rumitnya penyelesaian semburan lumpur di Porong, terus mendapatkan kecaman dari banyak pihak. Sebab, meski sudah berlangsung selama satu tahun, hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Sementara masyarakat yang menjadi korban semakin banyak jumlahnya. Bahkan dengan semakin seringnya Lapindo ingkar janji dan mempersulit persyaratan ganti rugi tanah, menjadikan warga semakin menderita.

“Sebenarnya, penyelesaian masalah itu tidak sesulit yang dibayangkan,” tutur budayawan Agus Sunyoto, saat ditemui di kediamannya, Sawojojar, Malang, Sabtu (16/6).

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelesaian Lumpur Lapindo Bisa Mengacu India

Menurut Agus, pemerintah bisa mengacu pada peristiwa yang sama di Bhopal, India. Kala itu pemerintah India bisa bertindak efektif. Seluruh penduduk dievakuasi dan diberi ganti rugi dengan menggunakan dana pemerintah, setelah lumpur diselesaikan oleh pemerintah, lalu pemerintah minta ganti rugi pada perusahaan.

“Kalau you tidak mau bayar ganti rugi, silahkan, penjara sudah menanti,” kata Agus menirukan ancaman pemrintah India kala itu. Akhirnya perusahaan mau mengganti rugi, dan permasalahan cepat terselesaikan, tidak sampai berkepanjangan.

Bupati Tegal

Disinggung tentang penyebab semburan lumpur Lapindo yang belum jelas antara kecerobohan dan bencana alam, Agus bersikeras sudah jelas karena ulah Lapindo yang sembrono. “Sudah jelas kok, ngebor itu tidak boleh lebih dari 3000 kaki, Lapindo malah ngebor 9000 kaki. Kan sudah jelas itu,” sergahnya.

Dosen Sastra Inggris Unibraw Malang itu menegaskan, rumitnya penyelesaian masalah semburan Lumpur Lapindo saat ini, dikarenakan negara saat ini sudah dikuasai oleh kaum kapitalis. Karena mereka sudah berkuasa, tangan-tangan hukum menjadi lemah. Segala perangkat aturan menjadi tidak berdaya ketika harus berhadapan dengan pemilik modal. “Kalau kondisi seperti ini diterus-teruskan, akan bangkrut negara ini,” tandas penulis kenamaan itu.

Sebenarnya, menurut Agus, masyarakat Indonesia sudah banyak yang melek hukum. Mereka sebenarnya sudah tahu segala permainan penguasa yang suka mempermainkan aturan untuk mengalahkan masyarakat bawah dan memenangkan pemilik modal.

“Akhirnya kita ini pintar bukan karena rajin belajar, tapi terlalu sering diakali,” ujarnya sambil tertawa. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Hikmah, News Bupati Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

Jakarta, Bupati Tegal. Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) Agustus 2015 mendatang, sejumlah kalangan berharap adanya peningkatan peran dan kapasitas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam membawa bangsa ini menghadapi perkembangan geopolitik global dan regional. Terlebih, saat ini Indonesia telah menandatangani kerja sama terbuka kawasan melalui Masyarakat Ekonomi Asean, maupun kerja sama multilateral dengan negara-negara besar seperti Amerika, China dan lain-lain.

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin NU Harus Familiar dan Komunikatif dengan Negara Sahabat

“Pimpinan PBNU ke depan harus familiar dan mampu berkomunikasi dengan negara-negara yang bisa meng-upgrade kapasitas kader NU. NU harus banyak mengirim kadernya untuk belajar ke negara-negara besar, tidak hanya ke negara di timur-tengah saja,” ujar Pengamat Kajian Eropa Universitas Indonesia, Mahmud Syaltut, Jumat (8/5).

Dikatakan Syaltout, PBNU juga harus memperkuat peran Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di berbagai negara yang dibentuk dan dikelola oleh kader-kader NU yang menjadi mahasiswa dan pekerja migran? di luar negeri.

Bupati Tegal

“Diaspora kader NU harus dimenej lebih matang. Banyak kader-kader NU yang bagus, perlu dirangkul dan diberdayakan. Identifikasi kader NU di Negara-negara yang menjadi pusat Iptek.? Jadi ke depan, NU tidak hanya berperan di wilayah agama, pendidikan dan budaya. Tapi juga harus bergerak di wilayah vital, seperti pertanian, energi, industri, ekonomi, wisata dan lainnya,” papar Syaltout.

Bupati Tegal

Lebih lanjut ia mengungkapkan sekarang era multitrack diplomacy dan kerja sama yang dilakukan antar negara saat ini tidak lagi berbentuk bilateral, tetapi sudah multilateral, yang mensyaratkan kesetaraan dan keseimbangan kapasitas maupun perolehan manfaat.

“NU juga harus mulai berinvestasi di wilayah ekonomi. Sekarang era inovatif advantage dan mulai masuk ke era prediktif advantage. Siapa yang mampu meriset melakukan prediksi atau ramalan masa depan yang bisa diuji secara empirik,dia yang menang, NU harus mengambil ruang itu,” paparnya.

Isi Sektor Strategis

Hal sama diharapkan Pakar Hubungan Internasional UI,? Edy Prasetyono.? Menurut Edy, PBNU harus serius menyiapkan kader-kader ideologis dengan kapasitas keilmuan dan keterampilan yang lebih beragam. “Harus mampu memanfaatkan dan mentransformasi sektor-sektor strategis di bidang maritim. Yakni bidang industri kreatif, teknologi pertanian dan pangan, teknologi transportasi khususnya perkapalan dan kader yang ahli di bidang energi dan teknologi informasi,” ujarnya.

Edy menyesalkan, sejumlah sektor tersebut justru banyak digarap secara serius oleh kelompok-kelompok muslim berpaham ekstrem. Padahal menurut Edy, jika sektor-sektor strategis itu dikuasai kelompok ekstrem, akan sangat berbahaya bagi masa depan Indonesia. Karena, selain akan menghancurkan budaya toleransi, kebhinnekaan dan demokrasi yang sudah terbangun di Indonesia, mereka juga bisa memicu perang saudara di Indonesia, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah. Dan dengan posisi Indonesia yang dianggap vital oleh negara-negara besar, khususnya dengan jalur sutra? yang dimiliki Indonesia, konflik di Indonesia bisa meletupkan perang dunia.

“Ada kekhawatiran luar biasa atas kehadiran kelompok Islam agresif di Indonesia. Mereka tak hanya melakukan radikalisasi dan terorisme tetapi juga memicu perang di mana-mana. Mereka ini serius mengeskploitasi sumber dayanya. Mengirim kadernya untuk belajar teknologi, bisnis dan energi ke berbagai negara maju,” paparnya.

Karena itu, menurut Edy, PBNU harus menjalin kerja sama lintas sektor dengan negara, inetelektual dan para pengusaha untuk mengantisipasi ancaman ekstremisme tersebut. Sebab kehadiran mereka selain mampu menguasai sektor vital juga memengaruhi bahkan mencuci otak masyarakat dengan segala sumber daya yang dimiliki. Sehingga, masyarakat Indonesia menjadi rentan konflik, sulit bersatu dan kehilangan karakter saling menghargai, toleransi dan gotongroyongnya.

“Perlu ada kerja sama serius yang kuat antara Negara dengan ormas semacam NU ini, untuk menghadapi perang asimetris yang bakal makin marak terjadi. Perang asimetris itu berupa perang ide, kreatifitas, perang gagasan dan ideology yang berujung pada konflik fisik dan perang saudara,” tambahnya. (Malik/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Berita, News Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock