Selasa, 31 Oktober 2017

Diusulkan Ada Banser Perempuan

Jombang, Bupati Tegal. Pendidikan dan latihan Banser yang digelar GP Ansor Jombang di Pondok Pesantren At Tahdzib Grenggeng Rejoagung Ngoro Jombang mendapatkan acungan jempol pengasuh pesantren KH Ahmad Masruh. Bahkan pesantren yang memiliki banyak santri perempuan ini mengusulkan adanya pelatihan Banser perempuan.

Diusulkan Ada Banser Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Ada Banser Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Ada Banser Perempuan

“Banyak santriwati yang sekilas melihat dan ingin mengikuti, nampaknya ke depan perlu Ansor memiliki Banser perempuan,” ujar Gus Masruh saat penutupan kegiatan yang disambut tepuk tangan ratusan peserta Diklatsar menyetujui.

Gus Mahruh menambahakan, usulan adanya Banser perempuan bukan tanpa alasan, karena Banser Ansor selalu menjadi penolong. Dan saat genting jika banyak yang perlu ditolong. Karena layaknya polisi perempuan, TNI perempuan, jika menangai persoalan perempuan mereka yang maju. 

Bupati Tegal

“Apalagi jika saat menjalankan tugas banyak perempuan yang semaput misalnya, kalau bukan Banser perempuan maka ewuh pakewuh, untuk menolong,” ujarnya sambil tersenyum.

Bupati Tegal

Pengasuh Pesantren yang dikenal memiliki jamaah sholawat Wahidiyah hingga puluhan ribu, jamaahnya tidak hanya dari kabupaten Jombang akan tetapi juga dari berbagai daerah lain ini menambahkan, setelah mengikuti Diklat, Banser harus tampil didepan, apalagi Jombang adalah cikal bakalnya NU, ulama NU banyak dilahirkan di Jombang. 

“Banser harus benar benar menjadi benteng ulama, melindungi ulama dari ancaman apapun,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Jombang, Sholahul Am Notobuwono meminta seluruh kader Ansor khusunya Banser yang telah lulus Diklatsar melakukan pendataan rumah ibadah, masjid dan musholla disetiap kampunya masing masing.

Termasuk melakukan pendataan terhadap tokoh tokoh dan kyainya, ini penting sehingga kita tahu siapa yang harus kita bela dan harus kita jaga dari provokasi orang yang tidak bertanggung jawab,’ pintanya.

Karena dikatakannya, saat ini banyak elemen masyarakat lain yang mencoba memporak poarandakan kesatuan NU. Baik dari sisi nilai keagamaan maupun kerukunan. 

“Ujungnya NU digerogoti dan stabilitas masyarakat menjadi tidak kondusif,” ungkapnya.

Dari catatan Bupati Tegal, PBNU pernah memiliki banser perempuan pada tahun 1960-an dengan nama Fatser, yang merupakan barisan serba guna dibawah Fatayat NU. Mereka terlibat dalam berbagai aksi ketika Indonesia mengalami peristiwa genting antara tahun 1963-1967, tetapi setelah situasi nasional menjadi tenang, keberadaan Fatser menghilang. 

Untuk tingkat IPPNU juga terdapat Korps Kepanduan Putri (KKP) yang bertugas melakukana apengamanan dan pertolongan kepada kaum perempuan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Diusulkan Ada Banser Perempuan di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock