Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Kudus, Bupati Tegal. Puluhan pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengadakan silaturahim lebaran kepada pembina dan tokoh NU wilayah setempat, Ahad malam (3/8). Saat di kediaman pembina Ansor KH. Hamdan Suyuti Desa Loram, mereka diimbau turut serta menjaga aset-aset NU.

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sowan Pembina, GP Ansor Jati Diimbau Jaga Aset NU

Dalam pesannya KH Hamdan mengatakan, Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan memiliki banyak aset yang harus diselamatkan, seperti masjid, mushala dan beberapa tanah yang diwakafkan untuk kemaslahatan.

“Aset tersebut harus dijaga, jangan sampai hilang. Jika bisa dibuatkan sertifikat NU,” ujarnya.

Bupati Tegal

KH Hamdan mengakui kelemahan NU dan badan otonom terlihat pada pengarsipan dokumentasi maupun administrasi. Oleh karena itu harus segera dilakukan pembenahan sehingga aset NU bisa aman dan terdata dengan baik.

“Termasuk makam-makam harus segera dibuatkan sertifikat dan diberi nama makam Islam,” harap mantan Ketua PC GP Ansor Kudus era tahun 90-an ini.

Bupati Tegal

Sementara menurut penuturan Sekretaris PAC GP Ansor Jati Eko Budi Setiawan, kunjungan ke sejumlah tokoh NU ini banyak memperoleh manfaat berupa masukan saran, dan informasi untuk kemajuan organisasi.

Dikatakan, ragam persoalan yang terjadi di masyarakat seperti ISIS maupun prilaku umat menjadi topik perbincangan yang hangat. “Yang jelas? silaturahim ini penuh makna demi kemajuan organisasi NU maupun Ansor sendiri,” imbuhnya.

Ia menerangkan, momentum idul fitri ini mampu mempererat silaturahim dan memperkuat? komponen organisasi untuk selalu berperan aktif di masyarakat. “Dalam berorganisasi sering kali ada perbedaan, tetapi kita harus tetap jaga komitmen demi keutuhan generasi muda NU,” tutur Eko. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Jepara, Bupati Tegal. Rektor Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, H Anis Malik Thoha berkesempatan hadir dalam Halal Bihalal yang diselenggarakan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara yang berlangsung di Gedung Haji MWCNU Tahunan, Kompleks Unisnu Jepara, awal pekan kemarin.

Dalam kesempatan tersebut Anis menjelaskan mengenai tradisi halal bihalal di Indonesia, lantaran ada sebagian pihak yang mengkritisi tradisi yang telah mengakar tersebut sebagai bid’ah.

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Anis Malik: Halal Bihalal Tradisi Khas Nusantara

Menurutnya tidak semua hal dihukumi sesat. Demikian halnya tradisi halal bihalal atau saling maaf-memaafkan. Tradisi tersebut memang hanya ditemukan di Indonesia.

Bupati Tegal

Tradisi halal bihalal menurut Katib Syuriyah NU Cabang Istimewa Malaysia sudah ada sejak zaman pangeran Mangku Negara I sekitar abad ke-18. Pangeran Samber Nyowo memperkenalkan tradisi baru tersebut dengan bersalam-salaman setelah shalat Id yang dilaksanakan di Keraton bersama seluruh abdi dalem.

Oleh ulama tradisi tersebut kemudian dihidupkan sebagai halal bihalal. Sebagai momentum saling memaafkan. Halal bihalal sebagai tradisi nasional masih dilestarikan hingga sekarang. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Nahdlatul Ulama, Bahtsul Masail Bupati Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

Klaten, Bupati Tegal. Awal pekan lalu, Pesantren Popongan yang terletak di Tegalgondo Klaten, kedatangan tamu dari berbagai daerah. Usianya kebanyakan sudah uzur. Namun dari raut wajahnya tampak mereka bersemangat, seperti hendak menemukan sebuah hadiah.

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suluk Rajab di Pesantren Sepuh Popongan

“Tamu yang datang, Ada yang dari Ngawi, Purwodadi, Demak, dan Banten,” kata Darmaji, salah satu santri Popongan, Selasa? (6/5) lalu.

Mereka adalah para jamaah Thariqah Naqsabandi-Khalidiyah yang akan melakukan sulukan rutin di Pesantren Sepuh Pondok Popongan. Mulai hari itu, hingga tanggal 9 Rajab atau Ahad (19/5) mendatang, mereka akan melakukan berbagai aktivitas ibadah seperti puasa, dzikir, wirid dan sebagainya atau yang biasa disebut dengan suluk.

Bupati Tegal

Suluk ini termasuk amalan kaum thariqah. Salik (pelaku suluk) akan mengkhususkan waktu tertentu untuk kholwat (menyendiri) ibadah, biasanya sepuluh hari atau empat puluh hari. Suluk dilakukan murid yang sudah baiat (sumpah setia) pada mursyid (guru tarekat).

Di Pondok Al-Manshur Popongan yang mengajarkan Thoriqoh Naqsabandiyah (Naqsyabandiyah Mujaddadiyah Kholidiyah) sering digelar kegiatan sulukan di bulan-bulan tertentu. Ada suluk selama sepuluh hari di bulan Muharram (Suro), Rajab, Ramadhan (Puasa), dan Mulud (Robiul Awal).

Bupati Tegal

Setelah sampai di pondok, para tamu terlebih dahulu sowan ke tempat Mbah Kiai Salman Dahlawi, pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan. Diantara kegiatan setelah sowan kiai untuk izin suluk, yaitu mandi taubat dan niat suluk sepuluh hari. Kemudian acara rutin adalah Tawajjuh-an, ini khusus murid yang sudah baiat, tertutup untuk umum.

Sebenarnya, tata cara kegiatan dzikir dan suluk itu banyak sudah banyak dibahas di pesantren, namun pelaksanaannya secara khusus-terformat-terencana dan tersambung sanadnya hingga Rosulullah Saw yakni dengan prosesi ijazahan/baiat hanya lewat tarekat. Masih banyak lagi tata cara suluk tarekat, misalnya cara hidup vegetarian (tidak makan makanan yang bernafas daging) selama suluk, dan kode etik lain yang tak boleh sembarangan dipublikasikan.

Tentang Pesantren Al-Manshur Popongan sendiri, saat ini terdiri tiga bagian, yaitu pesantren putra, pesantren putri dan pesantren sepuh yang diikuti oleh orang-orang tua yang menjalani suluk, lelaku tarekat. Berbagai bentuk kegiatan pesantren juga ditata ulang, sekaligus dengan penunjukkan penanggung jawabnya. Kiai Salman sendiri, selain sebagai sesepuh pesantren, juga mengasuh santri putra dan santri sepuh (santri thariqah) yang datang untuk suluk dan tawajuhhan pada bulan-bulan tertentu.

Belakangan, seiring dengan kian lanjutnya usianya, Kiai Salman tampaknya juga menyiapkan kader pribadinya, baik sebagai pengasuh pesantren maupun mursyid thariqah, yaitu Gus Multazam. Kondisi fisik Kiai yang sangat tawadhu ini, belakangan, memang agak melemah dan intonasi suaranya tidak lagi sekeras dulu. Maka putra ketujuhnya yang lahir di Makkah inilah yang menjadi badalnya (pengganti) untuk memberikan pengajian-pengajian.

Figur yang amat bersahaja, ramah serta tawadlu’ adalah kesan yang akan didapati oleh siapapun yang bertamu ke rumah kiai, yang bulan Ramadlan 1433 H lalu genap berusia 78 tahun menurut perhitungan hijriyah ini. Ketika berbicara dengan para tamunya Kiai Salman lebih sering menundukkan kepala sebagai wujud sikap rendah hatinya. Bahkan tidak jarang, ia sendiri yang membawa baki berisi air minum dari dalam rumahnya untuk disuguhkan kepada para tamu.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Internasional, Nahdlatul Ulama, PonPes Bupati Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Oleh Fathoni Ahmad

Tidak ada yang mengetahui persis Presiden RI Joko Widodo akan hadir di tengah ratusan ribu massa aksi damai 2 Desember di Monas dan sekitarnya. Meskipun pada akhirnya, Jokowi sendiri yang memutuskan sangat perlu hadir dan shalat Jumat bersama mereka di detik-detik terkahir menjelang kumandang adzan.

Di antara alasan Jokowi yaitu akankah menembus hujan deras untuk bergabung dengan mereka. Meskipun pertanyaan ini begitu menggelitik bagi dirinya. Itulah Jokowi, sebuah gorong-gorong saja mampu ditembusnya apalagi sekadar hujan. Hal itu harus dilakukannya, sebab massa yang telah rapi dan tertib sudah tentu menunggu dirinya.

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Guyuran Hujan dalam Aksi 212

Bagi Mantan Wali Kota Solo ini, tidak menemui pendemo dalam aksi Bela Islam II pada 4 November lalu, bukan berarti ia tidak mau berinteraksi dengan rakyatnya, tetapi tentu hal ini hanya persoalan waktu. Terbukti pada Aksi Bela Islam III pada 2 Desember, ia bersama para menteri dan Jenderal menembus kepungan hujan dan merangsek ke dalam ratusan ribu kermununan massa yang telah memadati Monas dan jalan-jalan di sekitarnya.

Data kepolisian menyebutkan, Aksi 212 ini mencapai 200.000 orang yang datang dari berbagai daerah. Meskipun menurut taksiran penulis, massa yang kompak berkumpul dengan mengenakan dress code putih-putih itu bisa mencapai 450.000 orang. Bahkan ada yang bilang jutaan. Kemungkinan data tersebut jika digabung dengan mereka yang juga mengadakan aksi serupa di berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Tegal

Namun demikian, penulis tidak ingin membahas data, melainkan sebuah hujan kerap yang menyapa massa aksi 212 di Monas. Ada yang menyebut bahwa hujan yang turun diawali awan gelap atau mendung pekat itu akan mengganggu massa yang dari awal khidmat mengikuti aksi.

Namun penulis melihat, justru dengan turunnya hujan akan memberikan nuansa lain. Apa itu? Mari sejenak mengingat materi pelajaran kimia di sekolah. Meskipun mengandung unsur asam, air hujan juga membawa partikel yang dapat memunculkan sensasi damai dan sejuk di tubuh manusia sehingga rasa senang dan gembira akan mucul. Tak heran jika anak-anak kecil serasa senang bermain di tengah guyuran hujan.

Sebagian orang juga memaknai turunnya hujan sebagai berkah dari Yang Maha Kuasa. Hal ini karena hujan mampu menyuburkan yang kering dan menumbuhkan yang sedang berkembang. Hujan juga bisa mendatangkan musibah jika intensitasnya berlebihan sehingga dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, dan lain-lain. Lagi-lagi, hal ini juga bisa dilihat dari sudut pandang berkah karena manusia diajarkan untuk merawat alam.

Bupati Tegal

Bagaimana konteksnya dengan aksi 212? Mudah sekali membacanya. Jika manusia berkumpul di satu tempat apalagi dalam jumlah yang sangat banyak, partikel yang ada di tengahnya hanyalah unsur panas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk berdarah panas. Hal itu ditambah dengan berbagai tuntutan aksi yang seketika dapat memunculkan suasana lebih panas lagi sehingga bisa meletupkan keributan.

Hujan kerap yang cukup deras mengguyur massa aksi 212 tak terpungkiri adalah berkah dari Allah SWT. Ia membuat ratusan ribu massa yang berkepala panas menjadi dingin, dada yang membara menjadi tenang, otot-otot yang kencang menjadi kendor, dan tulang-tulang kaku menjadi luwes kembali sehingga aksi yang tadinya damai menjadi super damai.

Petunjuk hujan inilah yang tadinya dinilai Jokowi sebagai rintangan untuk bergabung dengan massa, menjadi berkah yang harus ditembus sebagai energi positif untuk menjawab pandangan-pandangan nyinyir yang ditujukan kepadanya yang dinilai tidak berani mendatangi para pendemo ketika aksi 4 November lalu. Lebih dari itu, persatuan dan kesatuan dalam rajutan merah putih dan dekapan NKRI bisa tetap menjadi milik kita bersama selamanya.

Pesan hujan yang diturunkan oleh Allah dalam aksi 212 juga harus menjadi renungan bersama, betapa kepala dingin, kesabaran, dan sikap tidak memaksakan kehendak harus dikedepankan. Proses hukum tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang senantiasa menjadi tuntutan aksi harus dipercayakan penuh pada ranah hukum. Karena hal itulah yang menjadi kesepakatan bersama di negara hukum seperti Indonesia yang sama-sama kita cintai ini.

Jika hukum sudah berjalan, serahkanlah pada prosesnya, toh masyarakat yang menuntut bisa mengawalnya diberbagai tahapan serta mengawasinya sebagai bagian dari transparansi. Upaya ini juga bagian dari perwujudan supremasi hukum itu sendiri. Berbeda jika tuntutan tersebut disertai dengan pemaksaan kehendak, yang ada hanyalah kekacauan proses yang jelas tidak kita inginkan sebagai warga yang taat pada konstitusi.

Para pendiri? bangsa (founding fathers) ini telah bekerja keras merancang pondasi dan dasar negara sebagai konsensus atau kesepakatan bersama dalam membangun bangsa yang beradab. Mereka bukanlah para pemimpin amatir, tetapi mereka adalah pemikir dan pekerja keras yang secara ikhlas mengusir penjajah dan mendirikan negara ini demi kelanjutan generasi yang lebih baik.?

Kita sebagai pewaris para founding fathers harus memperkuat jiwa dan mental bahwa bangsa dan negara ini mesti dijaga kebersamaannya. Problem politik, agama, budaya, dan entitas-entitas lain jangan sampai membuat bangsa yang telah kuat karena kesepakatan bersama ini terpecah belah.?

Kerugian jiwa dan raga yang ditimbulkan oleh berbagai kepentingan sesaat, apalagi begitu gencar mengatasnamakan agama hanya akan membuat Indonesia seperti negara-negara gagal (failed states) di berbagai kawasan di Timur Tengah. Lagi-lagi, hujan yang turun tepat pada aksi 212 di Monas Jakarta cukup memberikan pelajaran bahwa bangsa ini harus terus dijaga kesejukannya. Semoga!

Penulis adalah Pengajar di STAINU Jakarta, Anggota Kaukus Penulis Aliansi Kebangsaan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Jepara, Bupati Tegal. Ratusan pelajar santri MTs, MA NU dan Pesantren Kelautan Safinatul Huda di Pulau Kemujan Kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara merayakan Hari Pramuka ke-53.

Selama tiga hari Selasa-Kamis (12-14/8) pelajar santri yang tergolong anak nelayan miskin Karimunjawa tetap semangat mengikuti kegiatan diantaranya Lomba Balap Karung, Lomba Kelereng, Lomba Teknik Pramuka, Renungan Malam, Doa Bersama dan Upacara Hari Pramuka.

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Pulau Terpencil Ini Santri dan Pelajar NU Rayakan Hari Pramuka

Kepala MA NU sekaligus pengasuh pesantren kelautan Safinatul Huda, H Hisyam Zamroni menyatakan kegiatan dilaksanakan dalam memperingati Hari Pramuka ke-53.

Bupati Tegal

“Kegiatan ini kami laksanakan agar semakin mendekatkan pelajar santri lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Hisyam saat berkomunikasi via seluler dengan Bupati Tegal, Sabtu (16/8) siang, kemarin.

Bupati Tegal

 

Kegiatan pramuka, sambungnya merupakan wahana character building—pembentukan karakter yang berwawasan kebangsaan. Selain bernafas kebangsaan, pelajar santri juga perlu di topang wawasan ke-aswaja-annya.

“Wawasan Aswaja ini sejalan dengan napas madrasah dan pesantren kami sebagai satunya-satunya madrasah di Karimunjawa yang ada sejak 2001 dan berlabel NU,” tegasnya.

Lembaganya, lanjut Hisyam berada di pusaran destinasi kepulauan Karimunjawa. Lewat momen tersebut pihaknya juga menyiapkan generasi muda NU yang siap menghadapi laju pariwisata baik lokal, nasional maupun internasional.

Hadir dalam kesempatan kegiatan guru, alim ulama dan tokoh masyarakat di Pulau Kemujan. Hadir pula Ahmad Kholikin ketua MWCNU Karimunjawa, Muchlisin dan Nur Rohimah ketua IPNU-IPPNU kecamatan Karimunjawa. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Doa, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Pringsewu, Bupati Tegal - Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim (Mas Taufiq) berpesan kepada seluruh pengurus untuk senantiasa memperdalam keilmuan khususnya di bidang agama. Untuk itu para pengurus NU diharapkan untuk gemar menghadiri majelis taklim para kiai.

"Sebelum mengajak orang lain hendaknya kita harus memperdalam ilmu agama dan juga dapat menjadi suri teladan yang baik," kata Mas Taufiq saat melantik kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Selasa (20/12).

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Minta Pengurus NU Tidak Berhenti Ngaji

Menurutnya, memperdalam ilmu agama di era sekarang ini sangat penting sebagai modal menghadapi era globalisasi dan semakin banyaknya aliran-aliran agama transnasional dengan ajaran yang aneh-aneh.

"Mari memperdalam ilmu keagamaan. Karena menuntut ilmu bukan hanya di sekolah dan pesantren. Bukan hanya waktu muda. Tapi setiap saat mari mengaji, mengaji, dan mengaji," kata Mas Taufiq pada pelantikan yang digelar di Masjid Nurul Iman Ganjaran.

Bupati Tegal

Salah satu majelis yang bisa meningkatkan kemampuan agama adalah Ngaji Ahad pagi atau Jihad pagi yang rutin dilaksanakan setiap pekan. "Mari bersama-sama hadir di Jihad pagi. Kita akan mendapat berbagai macam keilmuan agama pada majelis tersebut," ajaknya kepada warga dan pengurus NU Desa Ganjaran yang lokasinya sangat dekat dengan Gedung NU Kabupaten Pringsewu.

Di akhir pengarahannya, Mas Taufiq mengingatkan pesan Pendiri NU Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari yang sangat masyhur bahwa siapa saja mengurusi NU maka ia menjadi santri beliau. Siapa saja santrinya didoakan memiliki kehidupan yang berkah, keturunan saleh dan salehah serta dipanggil Allah dalam keadaan husnul khatimah.

Bupati Tegal

Kepengurusan Ranting NU Desa Ganjaran yang dilantik akan melaksanakan tugas jamiyyah selama 5 tahun 2016-2021. Kepengurusan yang disahkan berdasarkan SK PCNU Nomor 70/PC/A.II/013/IV/2016 tersebut dinakhodai oleh Rais Syuriyah Ustadz Nur Huda dan Ketua Pengurus Ranting NU Akhya Syaikhuddin. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Hadits, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Padang, Bupati Tegal - Umat Islam yang terkena musibah banjir diharapkan tetap menjaga kebersamaan. Jangan sampai merusak rasa persatuan dan ukhuwah yang sudah terbina sebelumnya. Bencana yang menimpa hendaknya dapat dijadikan evaluasi diri sehingga mampu meningkatkan keimanan kepada Allah Swt.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang Yulter Ardi mengatakan hal itu ketika menyerahkan 70 paket bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Mato Aia Kecamatan Padang Selatan, Sabtu (25/6) di halaman musalla Hasanah.

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Padang Serahkan Paket pada Korban Banjir

Menurut Yulter, bencana banjir yang terjadi pada Senin (22/6/2016) lalu hendaknya dapat lebih meningkatkan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.

"Bencana tidak selalu harus kita ratapi. Tapi bagaimana kita mengambil hikmah. Kita jadikan momen mengevaluasi diri. Mungkin selama ini banyak kemungkaran yang sudah dilakukan dan lalai dari perintah Allah Swt," kata Yulter Ardi, alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Propinsi Sumatera Barat.

Bupati Tegal

Bupati Tegal

Menurut Yulter, paket yang diserahkan kepada 70 kepala keluarga, berisikan gula, minyak goreng, beras, selimut, mie? dan sirup. "Walaupun tidak banyak, kita berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terkena banjir.? Karena keterbatasan, memang tidak semua warga yang terkena banjir yang dapat diberikan paket bantuan. Untuk itu, kepada warga yang tidak mendapatkan, kita harapkan bersabar. Mudah-mudahan ada rezeki dari yang lain," harap Yulter. (armaidi tanjung/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Nahdlatul Ulama Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock