“Kami adalah jam’iyyah para pembaca dan penghafal Al-Quran, jam’iyyah para pendidik anak-anak zaman dari kegelapan dan kebodohan manusia.”
Itulah bait pertama terjemahan mars Jam’iyyatul Qurrra wal-Huffazh (JQH), sebuah organisasi para pembaca dan penghafal Al-Quran di bawah naungan Nahdlatul Ulama, yang dinyanyikan ibu-ibu berseragam biru, berkerudung merah, di gedung PBNU, Jakarta, Senin (13/8) lalu.
| Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman (Sumber Gambar : Nu Online) |
Jam’iyyatul Qurra wal-Huffazh, Pendidik Anak Zaman
Mendidik anak-anak zaman dengan Al-Quran, lanjutan mars tersebut, bertujuan untuk mencari keridoan Allah Subhanahu Wata’ala. Kemudian mars tersebut mengajak kepada para ahli Al-Quran untuk terus mempelajari Al-Quran, dan segera memperbagus bacaan Al-Quran.Bupati Tegal
Isi mars tersebut tercermin dalam bidang-bidang yang digarap JQH NU. Di antaranya adalah pembinaan tahfih, pembinaan qira’at syab’ah dan rasm Utsmani, pembinaan tafsir, pembinaan tilawah, pembinaan tilawah.Selain itu, pembinaan kaligrafi, pembinaan pondok pesantren tahfizh Al-Quran dan TPQ, serta penelitian dan pengembangan Al-Quran, juga ta’lif wan nasr.
Bupati Tegal
Mars berbahasa Arab itu diciptakan H Asrori Ibrohim dan dipopulerkan Ibu Tajwid. Keduanya ahli Al-Quran dari Tulungagung, Jawa Timur.Menurut qoriah dan juga pengurus JQH NU Dra Hj Khadijatus Solihah MA, mars ini sudah ia dengar ketika ia masih remaja di tahun 1974. Ia merasakan aura semangat memperdalam ilmu Al-Quran melalui mars ini.
“Mars ini telah saya dengar dan hafal lagu sejak saya remaja. Enak dan semangat. Mars ini telah membangkitkan semangat anggota JQH di Palu. Asalnya mereka melempem, tapi ketika mendengar mars ini, jadi semangat,” tambahnya.
Menurut Khadijah, mars ini populer ke seluruh ahli Al-Quran ketika MTQ JQH NU tahun 2007 di Palembang. Dan kini sudah bisa dinikmati dalam bentuk kaset dan bisa diunduh di internet.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Penulis : Abdullah Alawi
Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal Kiai Bupati Tegal
