Jakarta, Bupati Tegal. Materi mengenai Islam Nusantara dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madarasah, mulai dari madarasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), sampai madrasah aliyah (MA) dinilai masih kurang. Standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) masih memberikan porsi sedikit untuk pengetahuan Islam Nusantara.
| Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim (Sumber Gambar : Nu Online) |
Materi Islam Nusantara di Madrasah Dinilai Minim
Pendapat ini disampaikanoleh Ahmad, salah seorang mahasiswa Pascasarjana Konsentrasi Islam Nusantara SekolahTinggi Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Kamis (14/11), di Jakarta.“Sangat disayangkan materi tentang Islam Nusantara di madrasah sangat sedikit. Saya ketemu Islam Nusantara di kelas sembilan saja, itu pun sebentar,” keluh Ahmad yang menjadi salah seorang pengajar di MTs Negeri 12 Jakarta.
Bupati Tegal
Selain itu, lanjut Ahmad, materi Sejarah Islam di MTs dan MA juga sering ditemukan kesamaan dan berkutat pada pembahasan monoton. “Dinasti Ayubiyah lagi-Dinasti Ayubiyah lagi,” ujanya.Bupati Tegal
Menurut Ahmad, sejarah Islam lokal mesti digali kembali, terutama untuk para pelajar agar mereka mampu mengenali Islam di lingkungannya sendiri serta tidak menyepelekan perjuangan dakwah Islam di Tanah Air. Tentu saja diawali dengan kronologi perjalan Islam Rasulullah, namun lebih menekankan pada sejarah Islam Nusantara.?Untukitu, Ahmad meminta kepada pemerintah terkait, dalam hal ini adalah Kementerian Agama, mampu mengembangkan kurikulum mata pelajaran SKI, yakni dengan memberikan porsi lebih untuk materi Islam Nusantara. (AizLuthfi/Mahbib)
?
Foto: Masjid kuno khas Nusantara di Sumatera Barat dengan arsitektur tradisional Minangkabau
Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal Hadits Bupati Tegal
