Ketua MUI Boyolali : Islam Tak Ajarkan Kekerasan
Boyolali, Bupati Tegal
Sekitar 200 Penyuluh Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Boyolali mengikuti kegiatan pembinaan dan pengarahan dari Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali, Rabu (24/9).
| MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online) |
MUI Boyolali: Radikalisme Agama Bukan Ajaran Islam
Dalam kesempatan tersebut dibicarakan masalah bahaya gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI.Bupati Tegal
Menurut salah satu narasumber, Ketua MUI Boyolali KH. Habib Ihsanudin, gerakan radikalisme bukan ajaran dari agama Islam. Pasalnya, di dalam Islam tidak diajarkan kekerasan."Islam ini bagaikan jangkrik yang mana jangkrik tidak akan bertarung jika tidak ada yang mengileni (memicu keributan),” ujar Pengasuh Pesantren Al-Huda Cepogo itu.
Bupati Tegal
Kiai yang juga pernah mengemban amanah Rais Syuriyah PCNU Boyolali itu menambahkan begitu pula dalam Islam, para pemeluknya tidak akan bertengkar satu sama lain jika tidak ada pihak lain yang mengadu domba.“Maka perlu berhati hati bisa saja ISIS ini adalah alat untuk mengadu domba umat islam,” imbuhnya.
Senada dengan Kiai Habib, Ketua GP Ansor Boyolali Choiruddin Ahmad mengatakan agar senantiasa waspada dengan gerakan radikalisme berkedok agama ini. “Kita mesti cerdas dan selalu waspada dengan gerakan radikalisme seperti ISIS,” terangnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal
