Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Aceh Besar, Bupati Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Aceh Besar, Aceh masa khidmah 2014-2019 resmi dilantik di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Dilib Bukti, Kecamatan Sukamakmur, Selasa 23 Agustus 2016. Pelantikan dan naskah baiat dibacakan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H. Imam Pituduh.

PCNU Kabupaten Aceh Besar dipimpin duet Syuriah Tgk. Saifullah dan Ketua Tanfidziyah Tgk. Dhiauddin Idris.

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk. Saifullah dan Tgk. Dhiauddin Idris Pimpin PCNU Aceh Besar

Pelantikan dihadiri ratusan warga mulai dari pelajar, santri, para pengurus, beserta banom-banom NU mulai dari GP Ansor, Fatayat NU, serta muslimat NU. Dari jajaran pejabat hadir Wakil Bupati Aceh Besar Samsul Rizal, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kapolres, Dandim, Para SKPD, Muspika, dan lainnya.

Bupati Tegal

Tgk. Dhiauddin Idris dalam sambutannya mengajak kepada semua elemen untuk bekerja keras mengabdikan diri pada perjuangan akidah Ahlussunnah wal-Jamaah sehingga NU Aceh Besar ke depan lebih baik. “Dan mohon doanya pengurus yang baru lebih eksis lagi dalam membina umat,” pintanya.

Dalam sambutanya, Wakil Bupati Aceh Besar mengucapkan terima kasih yang setinggi-tinnginya kepada pengurus PCNU Aceh Besar atas kerja sama dalam pembinaan generasi baik budaya, dan pendidikan agama sehingga terciptanya masyarakat yang penuh iman, taqwa dan berakhlak mulia.

Sambutan dari PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali dan PBNU Imam Pituduh menyampaikan sama-sama mengajak nahdliyin untuk selalu memperjuangkan Ahlussunnah wal-Jamaah dalam konsep dan kerja nyata. Dalam sambutannya, Imam Pituduh, meminta untuk berkomitmen mendirikan Universiatas Nahdlatul Ulama (UNU) di Aceh Besar.

Bupati Tegal

"Dengan kerja sama yang baik, kita berinisiatif untuk mendirikan UNU di Aceh Besar, dan sudi kiranya Pemerintah Daerah Aceh Besar untuk mempercepat proses legalitas hibah tanah tempat pendirian UNU," ujar Imam. (Mundzir/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Kyai, Tegal Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi

Metro, Bupati Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kota Metro, Lampung KH Zainal Abidin mengatakan bahwa salah satu hal penting dalam membangun sebuah organisasi khususnya di jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) adalah kebersamaan.

Hal ini menurutnya sudah ditegaskan dalam Qanun Asasi NU melalui salah satu ayat Al-Quran Surat Al-Imran ayat 103 yang memerintahkan kepada Ummat Islam untuk bersatu dalam Islam dan tidak bercerai berai.

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebersamaan Modal Penting Membangun Organisasi

"Jamaah membawa rahmat. Perbedaan tidak apa apa namun yang berbahaya adalah perpecahan," tegasnya didepan peserta Silaturahmi Daerah (SILATDA) Kader Penggerak NU di Kampus Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIM NU) Metro, Selasa (28/3).

Kiai Zainal, begitu Ia biasa disapa, menjelaskan juga bahwa dalam mewujudkan kebersamaan, seluruh elemen juga perlu berjuang agar organisasi yang dijalankan bersama meraih tujuan bersamanya.

"Dengan bersama, rahmat akan diturunkan Allah. Ini yang biasanya sulit diwujudkan dalam sebuah organisasi," ingatnya.

Bupati Tegal

Disamping itu menurutnya seluruh elemen jamiyyah harus berkiprah, berkhidmah dan bergerak menurut fungsi masing masing.?

"Yang bukan kiai jangan bergerak seperti kiai yang dosen bergerak sesuai tugas dosen," tegasnya sembari mencontohkan kekompakan yang dicontohkan anggota tubuh yang mampu bergerak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Dalam menjaga kebersamaan diera saat ini, Kiai Zainal mengingatkan juga untuk secara teliti menyaring informasi khususnya didunia maya agar tidak muncul bibit perpecahan.

"Pintar-pintarlah menyaring berita yang tidak jelas didunia maya khususnya media sosial. Jika belum paham betul, tanyakan kepada yang lebih ngerti," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Bupati Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Pati, Bupati Tegal. Rais Aam PBNUKH Sahal Mahfudh mengingatkan agar umat Islam Indonesia mewaspadai berbagai upaya dari pihak lain yang ingin memecahbelah sesama muslim. Sebab disinyalir munculnya paham-paham atau aliran baru belakangan ini yang tidak sejalan dengan syariat Islam sengaja diskenario untuk mengacak-acak kehidupan beragama Islam di Tanah Air.

"Kita harus waspada, karena ada skenario besar yang bermaksud untuk mengacak-acak kita," kata KH Sahal, ketika menerima silaturahmi pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang, di Ponpes Maslakul Huda, Pati, Sabtu (27/10).

KH Sahal mengatakan yang menjadi sasaran dari sebuah skenario besar untuk mengacak-acak kehidupan umat Islam itu tidak saja terjadi di Indonesia, tetapi dilakukan secara global. "Namun nampaknya Indonesia menjadi sasaran utama."

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Aliran Sesat Diindikasikan untuk Pecah Belah Muslim

Menurut dia, pemerintah seharusnya segera melakukan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Terutama Departemen Agama harus proaktif menangani masalah itu. "Tidak perlu takut. Yang punya pakemnya kan Depag. Maka departemen ini harus segera turun tangan, jangan diam saja. Yang tidak sesuai pakem ya ditertibkan, " katanya.

Kondisi umat Islam di Indonesia pada umumnya masih rentan terhadap upaya memecahbelah sesama muslim. Dia memuji ketahanan lembaga pondok pesantren yang tangguh dalam menghadapi provokasi itu.  Bahkan aliran-aliran atau paham yang tidak baik itu tidak batal mampu menembus pondok pesantren.

Bupati Tegal

Menyinggung tentang peran dari sekolah-sekolah yang berbasis Islam, menurut dia, dari segi kuantitas jumlahnya cukup banyak tapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Rendahnya kualitas sekolah itu dalam membentuk insan yang islami, karena agama masih sebatas digunakan sebagai pembelajaran, bukan sebagai pendidikan. (suaramerdeka)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal

Bupati Tegal Tegal, Bahtsul Masail, PonPes Bupati Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Qartoum, Bupati Tegal
Bukan hanya di Indonesia, acara Mauludan untuk memperingati hari kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awal juga diperingati dengan meriah di Sudan. PCI NU Sudan turut memeriahkan acara ini, walaupun kali ini cukup sederhana karena musim ujian bagi para mahasiswa.

Acara Mauludan dipusatkan di alun-alun ibukota Sudan lama, Omdarman dengan perayaan semacam bazaar. Tariqat sufi dari berbagai daerah mendirikan stand bazaar mulai tanggal 1 dan sampai puncaknya tgl 12 Raibul Awal.

Grup nasyid Sifaul Qulub An Nahdliyah milik PCI NU pimpinan H. Moh. Shohib Rifai turut menghadiri undangan Mauludan yang diadakan khusus oleh Toriqat Tijaniyah pada tgl 12 Maulud berserta sebagian besar jajaran syuriyah PCI seperti Rois Syuriyah Badrus Shof, Wakil Rois Afifullah, Katib Hilmi Assidiqi.

Dua hari sebelumnya jajaran syuriyah dan sekteraris Lajnah Talif Wan Nasr Cep Iqi juga menghadiri mauludan di Omdarman Ibukota lama Sudan.

Seperti di Indonesia, tradisi Mauludan diperingati dengan pembacaan Barzanji, Diba dan semacamnya dengan diiringi musik yang bermacam macam. Ini membuat alun-alun seolah-olah menjadi lautan sholawat selama awal bulan Maulud sampai tgl 12.

Kontributor : Silabes
? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Jadwal Kajian, Tegal Bupati Tegal

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Turut Meriahkan Mauludan di Sudan

Jumat, 02 Februari 2018

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Pada tulisan sebelumnya telah diterangkan, pada masa kependudukan Jepang di Indonesia, pemimpin saat itu, Saiko Shikikan? (panglima tertinggi), menetapkan Undang-Undang No. 27 tentang Aturan Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang No. 28 tentang Aturan Pemerintahan? Syu? dan? Tokubetsu Syi.

Pemerintahan? Syu? (setingkat Karesidenan pada zaman Pemerintah Hindia Belanda) dan Jawa dibagi menjadi 17 Syu terdiri Banten, Bogor, Priangan, Cirebon, Pekalongan, Semarang, Banyumas, Pati, Kedu, Surabaya, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Malang, Besuki dan Madura. Kemudian, Solo dan Yogyakarta menjadi Kochi (Daerah Istimewa). Sedangkan Batavia? yang diubah namanya menjadi? Jakarta? menjadi? Tokobetu Syi? (Kota Praja Istimewa).

Pergantian tata pemerintahan ini, membuat struktur jam’iyyah Nahdlatoel ‘Oelama (baca: Nahdlatul Ulama) atau NU juga mesti menyesuaikan diri, untuk mempermudah jalinan komunikasi dan koordinasi antara Pengurus Besar (PB) dengan “Tjabang-tjabang” di bawahnya.

PBNU kemudian mengubah struktur Majelis Konsul, dari semula membawahi di atas tingkat karesidenan, menjadi setingkat karesidenan (Syu). Terkait hal tersebut, maka ditunjuklah beberapa orang untuk menduduki posisi konsul (pemimpin Majelis Konsul).

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengurus Konsul NU di Masa Jepang

Berikut nama konsul NU di daerah Tokubetu Syi, Kochi, dan Syu seluruh Jawa-Madura (sebagian digabung), beserta alamatnya:

1. Daerah Surabaya Syu: KH Ghoefron (beralamat di Jl. Kampemen Soerabaja)

2. Daerah Bojonegoro Syu: KH Abdoelkarim (Kaoeman Bodjonegoro/sementara)

Bupati Tegal

3. Daerah Besuki Syu: KH Abdoelchalim Shiddiq (Jl. Telangsari No. 23 Djember)

Bupati Tegal

4. Daerah Malang Syu: KH M. Masjkoer (Kaoeman Singosari)

5. Daerah Madiun Syu: H. Moehammad Asj’ari (Jl. Billiton 36 Madioen)

6. Daerah Kediri Syu: K Moeksin (Ona bara doori Blitar)

7. Daerah Madura Syu: KH Ach. Moenif (Boernih Bangkalan)

8. Daerah Solo dan Jogja Kochi: K Djauhar (Laweyan Solo)

9. Daerah Semarang Syu: KH Chambali (Kaoeman 28 Semarang)

10. Daerah Pati Syu: KH Abdoeldjalil (Kadjeksan 21 Koedoes)

11. Daerah Pekalongan Syu: KH M. Iljas (Banjoe-Oerip Pekalongan/sementara)

12. Daerah Kedu Syu: M Saifoeddin Zoehri (Jl. Pemotongan 15 Poerworedjo)

13. Daerah Banyumas Syu: KHR M. Moechtar (Kebondalem II/10 Poerwokerto)

14. Daerah Cirebon Syu: M. Masna (Pamitran Kadjeksan Tjirebon)

15. Daerah Priangan Syu: Soetisna Sendjaja (Tasikmalaja)

16. Daerah Jakarta Tokubetu Syi, Banten dan Bogor Syu: Zainal Arifin (Boekit Doeri Tandjakan VII Djatinegara)

Setelah Jepang pergi dan Indonesia telah merdeka, struktur Majelis Konsul Syu ini kemudian berganti kembali seperti pada model sebelumnya, yakni membawahi beberapa cabang atau karesidenan.

Pada perkembangan selanjutnya, hingga sekarang, Majelis Konsul ini kemudian diubah namanya menjadi Pengurus Wilayah (PW), yang didirikan di tiap propinsi untuk membawahi tiap cabang.

(Ajie Najmuddin)

Sumber:?

- Surat Kabar Soeara Asia 24 Mei 1944

- Surwarno, P.J. 2003.? Tatanegara? Indonesia: dari Sriwijaya sampai? Indonesia? Modern.Yogyakarta: Unversitas Sanata Dharma.

?

Foto: (dari kiri) KH Abdoelchalim Shiddiq, KH M. Masjkoer, M Saifoeddin Zoehri

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal Bupati Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Semarang, Bupati Tegal

Sekelompok orang yang mencintai dan berusaha mendalami keilmuan KH Sholeh bin Umar as-Samarani alias Mbah Sholeh Darat membentuk sebuah komunitas bernama “Kopisoda” (Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat). Mereka menggelar pengajian rutin, mempelajari sejarah, serta menelursuri karya-karya salah satu mahaguru ulama Nusantara itu.

Ahad (20/3) kemarin, Kopisoda menggelar pengajian perdana kitab Hidayatur Rahman. Kitab yang berisi tafsir surat al-Fatihah dan al-Baqarah ini merupakan ringkasan dari salah satu karya Mbah Sholeh Darat, kitab Faidurrahhman, yang konon pernah dihadiahkan kepada RA Kartini sebagai kado pernikahan.

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopisoda, Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat

Pembacaan kitab yang dipandu H. Inamuz Zahidin tersebut diselenggarakan di Masjid Kyai Sholeh Darat Jalan Kakap Darat Tirto Nomor 212 Semarang Utara. Kegiatan maulid Nabi dan peringatan haul Mbah Sholeh Darat juga telah digelar empat kali di masjid ini.

Bupati Tegal

Agus Taufik, keluarga KH Sholeh Darat, mengapresiasi pembentukan Kopisoda sebagai sarana melestarikan dan mengaji kitab-kitab KH Sholeh Darat. Ia yakin, masih banyak keilmuan guru pendiri NU KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan tersebut yang masih terpendam bersamaan dengan kitab-kitabnya yang belum ditemukan.

Bupati Tegal

"Ikhtiar kami bagian dari keluarga dan jamaah ingin melestarikan perjuangan Mbah Sholeh Darat," tutur Agus Taufiq. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dikembangkan secara istiqamah.

Acara pengajian dimulai dengan pembacaan tahlil dipimpin K. Mukri selaku sesepuh takmir masjid. Hadir dalam kesempatan ini H Ashom (ketua PCNU Kota Semarang), H. Inamuzzahidin (koordinator Kopisoda), Hj Sri Suhanjati Sukri (tokoh Aisyiyah), H Imam Taufiq dari MUI Jateng, M. Rikza Chamami (dosen UIN Walisongo), dan pecinta kajian Mbah Sholeh Darat lainnya. Rencananya, kegiatan serupa diadakan rutin tiap Ahad minggu ketiga saban bulan.

Menurut Sri Suhanjati Sukri yang menggeluti penelitian mengenai Mbah Sholeh Darat berharap ke depan ada Mbah Sholeh Darat Center untuk menampung dan mengambangkan pemikiran dan hasil karya Mbah Sholeh Darat.

Tercatat 13 kitab yang telah ditemukan Kopisoda. Dan pada pertemuan kali ini Agus Taufiq memperlihatkan temuan kitab tambahan, yakni Aqiqatut Tajwid dan Fil Biladil Mukarramah al-Musyarrafah.

Para anggota Kopisoda yang aktif berkominikasi melalui media sosial ini akan berkunjung ke berbagai masjid dan lintas organisasi untuk mengenalkan lebih dalam sosok Mbah Sholeh Darat. Pertemuan mendatang 17 April bertempat di masjid Kauman Agung Semarang.

"Tidak ada sekat diantara kita, mbah Sholeh Darat milik kita semua," kata Agus Taufiq. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Tegal, Kajian Bupati Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Bupati Tegal - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Bupati Tegal

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Bupati Tegal

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Khutbah, Budaya, Tegal Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock