Sabtu, 30 Desember 2017

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Jakarta,Bupati Tegal. Wakil Menteri Agama Republik Indonesia  Prof. Dr. Nasarudin Umar, MA menekankan supaya metode yang digunakan mahasiswa NU dalam melakukan penelitian menggunakan metode  Hushuli dan Hudhuri.

Salah seorang Mustasyar PBNU ini mengatakan hal itu pada peluncuran Program Pascasarjana Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Konsentrasi Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, di gedung PBNU, Jakarta, Rabu malam (3/7).

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri

Metode husuli, kata dia, adalah yang memisahkan subjek ilmu pengetahuan (alim) dan objek ilmu pengetahuan (malum, “Metode Hushuli adalah metode yang mengandalkan logika,” katanya.

Bupati Tegal

Sedangkan metode hudhuri adalah metode yang tidak memisahkan antara objek dan subjek. Manusia sebagai subyek sudah dilengkapi dengan alat-alat kecerdasan internal yang memungkinkan dirinya untuk mengakses sesuatu yang amat dalam di dalam dirinya sendiri.

Bupati Tegal

Aliran ini, kata dia, berkeyakinan segala sesuatu dapat diketahui melalui kemampuan pendalaman batin. “Semoga metode husuli dan huduri terkombinasi dan terpatri di dalam mahasiswa kita ini,” ujarnya.

Selain itu, Wamenaga juga menjelaskan bahwa pesantren adalah lembaga paling canggih dan banyak ditiru di luar negeri. Sistem pesantren menjadi sekolah unggulan di Inggris dan Australia.

Peluncuran tersebut diisi dengan orasi ilmiah KH Said Aqil Siroj dengan judul, “Urgensi Kajian Islam Nusantara”. Hadir pada kesempatan itu sejumlah menteri, diantaranya Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmi Faisal Zaini, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar, Menteri Perumahan Rakyat Djan Farid, Ketua STAINU Jakarta KH Mujib Qulyubi, serta pengurus PBNU, pengurus lembaga, lajnah, dan banom.

Penulis: Abdullah Alawi     

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Fragmen, Warta Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Wamenag: Mahasiswa NU Harus Kombinasikan Metode Hushuli dan Hudhuri di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock