Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Jakarta, Bupati Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, PW IPNU Jawa Timur mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap pergaulan anak remaja mereka di tanggal 14 Februari yang dikenal sebagai hari Valentine.



Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Diimbau Pantau Remaja di Hari Valentine

Imbauan demikian disampaikan oleh Ketua PW IPNU Jawa Timur Imam Fadlli dalam surat resmi PW IPNU Jatim, Rabu (13/2).

Dalam surat resmi, ia menyampaikan bahwa peningkatan pantauan didasarkan pada kelaziman Valentin yang kerap dirayakan oleh remaja di Indonesia. Valentine secara tidak tertulis disepakati sebagai hari kasih sayang.

Hari kasih sayang itu tertanam di kebanyakan remaja sebagai momentum untuk mengungkapkan perasaan atau kasih sayang mereka. “Berbagai perilaku dilakukan dalam rangka memperingati hari itu mulai memberi hadiah sampai pada yang menjurus kepada kemaksiatan,” tulisnya.

Bupati Tegal

Menurut Imam Fadlli, untuk menghindari kejadian yang tidak patut, orang tua perlu melakukan pemantauan ekstra serta pengawasan terhadap remajanya. Ini merupakan upaya jangka pendek yang dapat dilakukan kalangan orang tua.

Sedangkan upaya jangka panjang ke depan, orang tua perlu membuka diri terhadap anak mereka dengan pendekatan-pendekatan komunikatif. Pendekatan itu diharapkan dapat memosisikan mereka sebagai partner nyaman di mata remaja mereka, kata Imam Fadlli.

Pendekatan komunikatif seperti itu secara perlahan menciptakan keterbukaan kedua pihak. Dari situ, persoalan-persoalan pribadi remaja menemukan jawaban pada kedekatan dengan orang tua, tandas Imam Fadlli.

Bupati Tegal

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pemurnian Aqidah, Warta Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Pekalongan, Bupati Tegal



Hampir dipastikan setiap tanggal 10 November, di Noyontaan Gang 7, Pekalongan, tepatnya di kediaman Habib Luthfi bin Yahya, selalu ramai dengan kegiatan peringatan Hari Pahlawan. Secara kebetulan, di tanggal tersebut merupakan hari lahir Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) itu. 

Tahun ini merupakan hari lahirnya yang ke-70, Habib Luthfi mengadakan tasyakuran kelahirannya sekaligus memperingati Hari Pahlawan. Tamu-tamu yang hadir antara lain Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Inf. Suhardi mewakili Pangdam IV/Diponegoro yang berhalangan hadir.

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Ketika Habib Luthfi Berulang Tahun

Tampak juga hadir Kepala Biro Kesra Propinsi Jawa Tengah Drs Supriyono, MM. mewakili Gubernur, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi, Dandim dan Kapolres se eks Karesidenan Pekalongan, Bupati dan Walikota Pekalongan serta ratusan undangan khusus lainnya.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Lal Wathon, Padamu Negeri dan Syukur oleh paduan suara IAIN Pekalongan membuat suasana yang cukup tenang dan khidmat didukung cuaca yang sangat bersahabat. Puluhan karangan bunga ucapan selamat ulang tahun ke 70 berjajar rapi di sepanjang Gang 7 dari berbagai kalangan menghiasi acara malam tasyakuran. 

Kapolda Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, Habib Luthfi adalah sosok yang langka di Indonesia dan beliau adalah tokoh yang selalu membuat dingin dan adem di Jawa Tengah khususnya, makanya kita harus selalu menjaga agar Habib Luthfi dikaruniai umur yang panjang serta sehat walafiat.

Bupati Tegal

Habib Luthfi yang didaulat untuk memberikan tausiyah berpesan bahwa kita sesungguhnya satu, makanya yang hadir kali ini sangat komplit mewakili berbagai golongan, etnis dan kelompok agama untuk sama sama mensyukuri atas nikmatnya peringatan hari pahlawan semata mata agar kita tidak melupakan sejarah.

"Kegiatan dan tasyakuran malam ini sesungguhnya bukan untuk ulang tahun saya yang kebetulan jatuh pada tanggal 10 November, akan tetapi semata mata mengingatkan kepada kita tentang Hari Pahlawan agar kita sebagai bangsa yang tidak melupakan sejarah," tuturnya. 

Habib Luthfi sangat prihatin terhadap kondisi bangsa mengapa mulai lunturnya kepercayaan dan kecintaan kita kepada republik Indonesia, tidak lain karena diakibatnya memudarnya beberapa sejarah yang sebenarnya menjadi tulang punggung dan cerminan setiap bangsa.

Dikatakan, apa yang pernah dilakukan oleh Hadratussyekh KH Hasyim Asyari tentang Resolusi Jihad, sesungguhnya juga dilakukan oleh negara lain cuma dengan cara yang berbeda.

Bupati Tegal

Habib Luthfi berpesan agar makna "li taarafu" tidak dipahami secara tektual semata, akan tetapi lebih dari itu untuk saling mengenal dalam perdamaian. Jika hal ini bisa dilakukan, ia yakin tidak ada yang namanya peperangan di muka bumi ini. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, Sholawat Bupati Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

Jakarta, Bupati Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang pendiriannya difasilitasi oleh PBNU tidak melupakan rakyat.

Hal ini disampaikan sebagai pesan menjelang pelaksanaan muktamar PKB yang berlangsung di Surabaya, 30 Agustus – 1 September 2014.

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap PKB Tak Lupakan Rakyat

“Jangan sampai melupakan amanat rakyat yang telah memberikan suara pada PKB,” katanya baru-baru ini di gedung PBNU.

Bupati Tegal

Ia menjelaskan konstituen PKB sebagian besar adalah warga NU sehingga PKB harus memperhatikan aspirasi Nahdliyyin seperti pengembangan pesantren, perekonomian atau perundangan yang terkait dengan kepentingan masyarakat banyak.

Ia juga menegaskan, meskipun pemilu 2014 kali ini terjadi peningkatan jumlah suara yang signifikan, PKB tidak boleh berpuas diri.

Bupati Tegal

“Masih banyak kelemahan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan kualitas yang lebih baik di masa yang akan datang,” tegasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta, RMI NU Bupati Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Kediri, Bupati Tegal - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung lolos ke babak perempat final dalam Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur II di Kota Kediri. Tim sepakbola Pesantren Darut Taibin akan bertanding di babak perempat final di Stadion Brawijaya Kediri pada 27 Agustus 2016.

Tim Darut Taibin lolos setelah dalam pertandingan tadi sore, Kamis (25/8) di Stadion Brawijaya Kota Kediri. Mereka berhasil melibas tuan rumah kesebelasan Pesantren Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri dengan skor telak 5-0.

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)
Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final (Sumber Gambar : Nu Online)

Skor 5-0 atas Pesantren Lirboyo, Pesantren Darut Taibin Melenggang ke Perempat Final

Sejak menit pertama wasit Awan Ramadhan membunyikan pluit, kesebelasan Darut Taibin langsung menyerang. Taktik tersebut sangat jitu.Terbukti pada menit ketujuh, Darut Taibin berhasil membobol gawang M Rizal Abdillah, penjaga gawang Mahrusiyah melalui tendangan M Alim.

Berhasil membobol gawang tuan rumah, Kapten Pesantren Darut Taibin Dwiki Fauzi Anjasmara bersama timnya semakin agresif menyerang. Sementara tuan rumah mengimbangi permainan agresif sehingga menjurus permainan keras. Di sini wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk? Dandi Andika dan Baktiyan Yoga dari tim Darut Taibin.

Bupati Tegal

Kejadian ini tidak menurunkan semangat para pemain Darut Taibin. Mereka hanya mengubah permainan. Kalau sebelumnya bermain umpan-umpan lambung, kini mereka menggunakan umpan pendek. Teknik ini manjur, terbukti menambah gol kedua pada menit ke-21 oleh Veri Tristanto disusul gol ketiga pada menit ke-24 oleh Baktiyan Yoga.

Bupati Tegal

Pada menit ke-31? Dwiki Fauzi menambah gol bagi timnya setelah mendapat hadiah penalti dari wasit. Penalty dijatuhkan karena salah satu pemain Mahrusiayah melakukan pelanggaran di depan gawangnya. Hingga turun minum posisi masih bertahan 4-0 untuk tim Darut Taibin.

Setelah turun minum, dan stamina sudah menurun tim Darut Taibin berhasil menambah satu gol pada menit ke-48. Hingga pluit panjang dibunyikan kedudukan tetap 5-0 untuk Kesebelasan Darut Taibin Kabupaten Tulungagung.

Pada babak perempat final Darut Taibin akan bertemu dengan Kesebelasan Pesantren Pomosda Nganjuk. Pomosda juga lolos ke perempat final karena pada pertandingan sebelumnya mereka berhasil melibas kesebelasan Pesantren Al-Muhsin Tretek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Warta, Habib Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta

Tegal, Bupati Tegal. Sebanyak 375 warga kurang mampu yang berada di Desa Slaranglor bisa tersenyum bahagia. Pasalnya pada musim panen kali ini warga yang kurang beruntung dalam bidang ekonomi itu mendapat perhatian dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Slaranglor melalui pemanfaatan zakat mal.

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Musim Panen, PRNU Slaranglor Salurkan Zakat 37,5 Juta

Jum’at (20/4) malam kemarin, di Musholla Baitus Salam, disaksikan Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (LAZIS) NU Kabupaten Tegal, NU Slaranglor menyalurkan zakat mal bagi warga Desa Slaraglor Kecamatan Dukuhwar, Kabupaten Tegal, sebesar Rp. 37.524.300.

Sekretaris PC LAZIS NU Kabupaten Tegal, Abdul Fatah, pada kesempatan tersebut menjelaskan, sebenarnya potensi warga NU untuk mengembangkan zakat mal sangat luar biasa karena merupakan warga terbesar di Indonesia dan di Kabupaten Tegal khususnya.

Bupati Tegal

“Hasil tutup buku tahun 2011 kemarin ? LAZIS NU hanya berhasil menghimpun Rp. 1 Milyar Lebih,” katanya sembari mengatakan bahwa mestinya capaian itu bisa lebih besar lagi mengingat warga NU sangat banyak.

Bupati Tegal

“Saya harap Slaranglor bisa menjadi contoh bagi rantingranting yang laian yang mampu membuat terobosan-terobosan yang sangat baik,” harapnya.

Ketua panitia zakat mal PRNU Slaranglor H Syamsudin saat dimintai keterangan mengungkapkan, pengumpulan zakat mal ini baru pertama kali dilakukan oleh pengurus NU Slaranglor dan mudah-mudahan menjadi awal yang baik .?

“Kami sementara baru menggali zakat mal ini di kalangan petani, karena mayoritas warga Slaanglor itu petani dan sebagian besar atau 99 persen warga NU. Karena targetnya petani ? kami menggumpulkan zakat ini juga setelah musim panen selesai, tidak kami wajibkan apalagi dipaksa, kami berupanya menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat,” jelasnya.

H. Syamsudin juga menyebutkan antusias warga NU cukup baik, sebagai bukti dari hasil satu kali panen saja, sudah berhasil dikumpulkan oleh panitia Rp. 37 juta lebih. Walaupun kalau dihitung dari jumlah warga yang sudah sampai nisab harusnya lebih dari itu, tetapi sekali lagi sebagai awal yang baik .?

“Mudah-mudahan bisa berjalan terus, tanpa adanya halangan dan masyarakat semakin sadar,” harapnya.

Senada dengan H. Syamsudin Rais Syuriah PRNU Desa Slaranglor Solihudin mengharap agar masyarakat semakin sadar akan zakat. Karena harta ? hanya titipan bukan milik manusia secara individu. Ada yang memiliki hak harta dari yang kita gunakan, berarti setelah sampai nisab zakat yang sudah ditentukan maka ada hak orang lain yang harus kita berikan .?

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pengurus LAZIS NU Kabupaten Tegal, anggota DPRD Kabupaten Tegal Sahyudin, dan tokoh masyarakat desa setempat.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta Bupati Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Jakarta, Bupati Tegal?

Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri menyampaikan tentang peran penting teman dekat dalam mewarnai sukses tidaknya seseorang.?

"Kalian harus bergaul dengan orang-orang terbaik dan pilihan," katanya pada acara Sarasehan Dakwah bil Sosmed bersama Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH Agoes Ali Masyhuri di lantai 5, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (11/7).

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Masyhuri: Teman Dekat Warnai Sikap Seseorang

Ia mengatakan, bahwa sikap, mental dan kepribadian seseorang sangat diwarnai siapa yang menjadi teman dekatnya.?

Bahkan, katanya, para pakar pendidikan telah sepakat, bahwa pengaruh keturunan, pengaruh pendidikan masih kalah kuat dan dominan dengan pergaulan.?

"Jangan percaya orang sukses berangkat sendiri. Jangan percaya ada orang hebat berangkat sendiri," kata pria yang akrab disapa Gus Ali.

Bupati Tegal

Karena menurutnya, manusia itu selain sebagai makhluk individu, juga sebagai makhluk sosial.?

Ia mencontohkan, pendiri NU KH Hasyim Asyari yang tidak berangkat sendiri. Menurutnya, disekitarnya terdapat juga orang-orang hebat seperti KH Wahab Hasbullah, KH Romli Tamin, KH Siddiq Jember, KH Faqih Maskumambang, KH Abbas Buntet. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaSantri, Warta Bupati Tegal

Bupati Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan

Situs Resmi NU atau Bupati Tegal akan menggelar pidato Kebudayaan untuk tahun ketiga di gedung PBNU, Jumat 28 Maret, pukul 19.00. Tahun ini akan mendaulat sastrawan asal Banyumas, Jawa tengah, Ahmad Tohari untuk berpidato. Penulisa novel Ronggeng Duku Paruk akan menyampaik pikirannya dengan tema “Membela dengan Sastra.”

Sebelumnya, pada tahun pertama 2012, Bupati Tegal mendaulat penyair asal Madura D. Zawawi Imron untuk menyampaikan pidato kebudayaan. Ia menyampaikan pikiran dengan judul Menimba Ilham Vitalitas dari Nilai Pesantren.  

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Ketiga Pidato Kebudayaan

Menurut penyair berjulu Clurit Rmas tersebut, budayawan sekelas WS Rendra, menggambarkan bahwa para ulama pesantren disebut “Empu yang bermukim di atas angin”, yaitu yang mengutamakan budaya akal sehat, dan sanggup memberi inspirasi bagi rakyat jelata untuk tahu akan hak-haknya dan selalu siap membela kebenaran secara kesatria.

Tradisi dan nilai-nilai pesantren yang masih relevan dengan zaman harus tetap dirawat dan dilaksanakan, sedangkan yang tidak sesuai dengan dinamika kehidupan sekarang perlu ditinggalkan. Di samping itu perlu dengan selektif menerima dan mengadopsi niali-nilai baru yang bisa memperkuat dan memperkaya cakrawala kehidupan pesantren masa kini.

Bupati Tegal

Sebagaimana menjadi orang pesantren, Zawawi mengaku bangga menjadi seorang seniman karena mendapat pendidikan rohani yang menyehatkan. ”Menjadi seniman kami sangat senang sekali. Karena menjadi seniman, kami merasa tersesat meskipun berada di jalan yang benar,” katanya disambut tawa hadirin pada waktu itu.

Pada tahun kedua, 2013, Bupati Tegal mendaulat pengasuh pesantren Kaliopak Yogyakarta Muhammad Jadul Maula untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Ia menyampaikan gagasan dengan judul Inikah Akhir Zaman Budaya Kita?

Bupati Tegal

Menurut Jadul Maula, budaya sekularitas yang menggejala di masyarakat Indonesia selama satu dasawarsa terakhir, menempatkan masyarakat dalam keadaan rentan. Mereka mudah terserang aneka bentuk penyakit sosial. “Gejala-gejala penyakit sosial yang mewakili cara berpikir, tumbuh dengan subur karena rapuhnya ikatan masyarakat belakangan dengan nilai-nilai keindonesiaan,” ungkapnya.

M Jadul Maula menunjuk contoh patologi sosial pada kecenderungan orang di Indonesia dalam menghadapi persoalan dengan kekerasan, pembunuhan, dan kecenderungan destruktif lainnya. Suami dapat membunuh istri karena persoalan sepele. Anak membunuh orang tuanya hanya karena permasalahan yang tidak masuk di akal.

Kecenderungan nalar destruktif, lanjut Jadul Maula, tidak hanya menjadi fenomena di kalangan masyarakat bawah. Cara berpikir seperti itu juga mewarnai pemikiran masyarakat kelas menengah dan atas. Dalam kondisi keterbatasan berkontestasi, mereka tanpa segan menyingkirkan posisi dan membunuh karakter pribadi atau kelompok lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Warta Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock