Rabu, 17 Januari 2018

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal

Jakarta, Bupati Tegal. Direktur Eksekutif The Wahid Foundation Yenny Wahid menerangkan, faktor kemiskinan, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal bukanlah faktor-faktor yang berhubungan langsung dan menyebabkan orang untuk melakukan radikalisme.

“Ternyata tidak sama sekali. Contoh paling gampang Bachrun Naim. Orang Indonesia dan sekarang di ISIS. S2 nya di UI. Pendidikannya tinggi juga berasal dari kelompok berada karena keluarganya adalah saudagar batik di Solo,” ungkap Yenny saat menjadi narasumber dalam acara diskusi publik dengan tema Radikalisme di Timur Tengah dan Pengaruhnya di Indonesia di Auditorium Gedung PPSDM Jakarta, Sabtu (22/7) sore.

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal

Setelah melakukan penelitian ia menemukan ada tiga faktor yang berhubungan langsung dan mempengaruhi orang untuk melakukan tindakan radikalisme. Pertama, faktor teralienasi. Yang dimaksud dengan teralienasi adalah ketika seseorang melihat ada ketidakadilan di sekelilingnya dan harus dilawan atau ia terkucil dari lingkungannya.

 

Ini yang bisa membuat orang untuk berbuat radikal. Menurutnya, yang paling rentan terkeda virus radikalisme adalah seorang laki-laki muda karena mereka sedang mencari jatidiiri dan identitas diri. 

Bupati Tegal

“Orang lak-laki muda lebih rentan teradikalisasi,” tuturnya.

 

Kedua, banyak mengonsumsi pesan-pesan kebencian. Orang yang sering terpapar pesan-pesan kebencian, maka ia akan rentan untuk melakukan gerakan-geralam radikalisme.

“Semakin sering ia terpapar dengan khutbah, dengan tulisan yang isinya kebencian aja, kafirin-kafirin orang aja, jauh lebih mudah teradikalisasi,” jelasnya.

Bupati Tegal

Ketiga, imbuh Yenny, pemahaman tentang jihad yang keliru. Baginya, orang yang memahami tentang konsep jinayah secara literal, maka mereka juga rentan teradikalisasi.

Seperti orang yang memiliki pemahaman tentang hukum kriminal yang harus disamakan dengan hukuman yang ada pada zaman dahulu seperti kalau mencuri, maka harus dipotong tangan dan kalau berzina, maka harus dirajam.

“Pun juga kalau dia berpikir jihad itu harus dimaknai berperang, bukan menahan nafsu dan diri sendiri. Itu jauh lebih mudah teradikalisasi,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal AlaNu, Makam Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Bukan Ekonomi dan Pendidikan, Ini Penyebab Orang Jadi Radikal di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock