Senin, 29 Januari 2018

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Bogor, Bupati Tegal. Proses belajar agama secara instan yang saat ini dilakukan oleh sebagian masyarakat melalui dunia maya atau internet turut menyumbang krisis literasi di antara generasi bangsa. Tradisi membaca buku berkurang drastis sehingga Indonesia tergolong negara yang rendah dalam membaca buku.

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Hal mengemuka ketika Pegiat Literasi dari Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur, Nyai Fadhilah Khunaini saat mengisi materi dalam kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai yang digelar Pusat Studi Pesantren (PSP), Selasa (5/11) di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Fadhilah, mencetak santri yang gemar menulis dan membaca buku akan membawa mereka tidak mudah terpengaruh dengan konten-konten radikal yang ada di internet sehingga bisa mencegah radikalisme.

“Jihad literasi sangat penting,” ungkapnya di hadapan sekitar 50 kiai dan nyai dalam forum tersebut.

Ribuan santri Annuqayah yang dibinanya saat telah banyak memproduksi karya tulis berupa buku, majalah, cerpen, puisi, termasuk menyadur kitab-kitab besar karya ulama ke dalam bentuk yang menarik sehingga mudah diterima oleh murid-murid madrasah maupun sekolah.

Bupati Tegal

“Orang atau anak mungkin tidak bisa disodorkan Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang tebalnya ribuan halaman. Namun ketika disadur secara singkat menjadi buku menarik penuh gambar, anak-anak sekolah akan tertarik,” ungkap Fadhilah.

Bupati Tegal

Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, dia juga berhasil membina santri yang mau membaca buku-buku berkonten berat seperti buku-sasrta Leo Tolstoy, William Shakespeare, Pramoedya Ananta Toer, dan buku lainnya dengan metode serupa.

“Kadang, kita yang sudah tua saja belum pernah membaca atau menyelesaikan buku-buku tebal tersebut. Tetapi dengan cara disadur ulang dalam bentuk buku cerita ringan dan menarik, anak-anak sekolah bisa memahaminya dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, jihad literasi melalui tradisi membaca dan menulis buku yang selama ini dilakukannya bisa memberi pengetahuan dan wawasan luas kepada para santri dan anak sekolah.

“Dengan terus menulis dan membaca buku, mereka akan mempunyai wawasan luas sehingga tidak berpikiran sempit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pesantren (PSP) Achmad Ubaidillah mengatakan, forum Halaqah Kiai dan Nyai ini sengaja menghadirkan narasumber-narasumber yang mempunyai best practice nyata dalam mewujudkan penguatan literasi di pesantren.

“Tradisi literasi pesantren ini untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan kiai pendahulu yang begitu kuat dalam membaca dan memproduksi karya,” jelasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama di Bupati Tegal - Kabupaten tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock