Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Jakarta, Bupati Tegal

Rais Aam PBNU KH Maruf Amin mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Radikalisme harus ditangkal melalui berbagai cara tak terkecuali di dunia maya yang saat ini sudah menjadi bagian hidup masyarakat khususnya generasi muda.

Ia mengajak kepada seluruh media online untuk bersatu dan serentak menyuarakan konten-konten damai kotra-radikalisme agar masyarakat paham serta dapat menerima konten yang benar dan yang seharusnya mereka terima.

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

"Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahaman yang keliru khususnya memahami makna jihad," tegas Kiai Maruf yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia saat memberikan pengarahan pada peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Rabu (22/3) malam.

Bupati Tegal

Kiai Maruf menjelaskan, jihad bukan hanya perang namun jihad bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya. "Banyak ayat Al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku," jelasnya.

Bupati Tegal

Apalagi di Indonesia, sebuah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku, radikalisme dan terorisme harus dilawan. "Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang," tegasnya.

Ia menegaskan, non-Muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapa saja membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak akan mencium bau surga.

Oleh karenanya NU sebagai ormas keagamaan mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama islam) dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan sesama manusia). (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Sholawat, Berita, Ahlussunnah Bupati Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang

Pringsewu, Bupati Tegal

Sudah menjadi sunnatullah sebuah perjuangan akan selalu menghadapi tantangan. Namun, tidak sedikit pula yang mendukungnya.

"Kalau berjuang, pasti ada yang senang dan juga ada yang tidak senang. Itu sudah Hukum alam," demikian penjelasan Mustasyar PCNU Pringsewu H. Sujadi saat mengupas? tafsir Al-Qur’an surah Al-Kautsar pada Ngaji Ahad Pagi atau Jihad Pagi di gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (5/1).

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tetap Optimis dalam Perjuangan Walau Rintangan Menghadang

Namun, kata dia, rintangan dalam perjuangan tersebut tidak boleh menjadikan diri patah semangat dan pesimis. Optimisme harus terus dipupuk dengan terus berjuang sesuai keyakinan dan target yang akan dicapai. "Jangan senang dan lupa daratan ketika dipuji dan jangan bersedih kati ketika dicaci-maki. Kita harus yakin dengan perjuangan yang kita jalani," tegasnya.

Bupati Tegal

Dalam kesempatan tersebut, pria yang disapa Abah Sujadi, mengingatkan bahwa dalam perjuangan dengan berbagai bentuknya harus mengedepankan kerja sama dan kekompakan setiap elemen. Karena jika tidak ada soliditas maka akan mudah terprovokasi dan dan tercerai-berai.

Bupati Tegal

Mengutip maqolah Ali Bin Abi Thalib RA, Abah Sujadi mengatakan bahwa kejahatan yang terorganisir akan dapat mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Ia juga memberikan salah satu? langkah lainnya ketika ada pihak yang benci dengan perjuangan yang sedang dijalani yaitu dengan banyak bershalawat.

"Perbanyak shalawat untuk terhindar dari orang-orang yang menzalimi kita," katanya sembari menuliskan shalawat tersebut di papan tulis dan mengijazahkannya kepada jamaah untuk dapat diamalkan.

Shalawat yang sudah sangat populer tersebut berisi tentang doa agar terhindar dari orang-orang yang senantiasa menzalimi. Adapun lirik shalawat tersebut adalah "Allahumma shalli ala sayyidina muhammad wa asyghili dzolimin bi dzolimin, wa akhrijna min bainihim salimin, wa ala alihi wa sahbihi ajmain". (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Doa, Ahlussunnah Bupati Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Jakarta, Bupati Tegal ?

Para redaktur Bupati Tegal melakukan kajian rutin kitab Al-ijtihad an-Nash al-Waqi al-Mashlahah karangan Prof DR Ahmad Raisuni dari Maroko. Pengajian tersebut merupakan agenda rutin mingguan.

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Awak Redaksi NU Online Rutin Kaji Ushul Fiqih

Pengajian kitab kuning tersebut diselenggarakan di kantor Redaksi Bupati Tegal lantai 5 gedung PBNU, Jakarta Pusat setiap Selasa pukul 16.00 WIB.

Menurut salah seorang redaktur Bupati Tegal Alhafiz Kurniawan, kajian mingguan ini digelar untuk menyegarkan kembali pelajaran-pelajaran yang dulu pernah diajarkan sewaktu di pesantren.

Bupati Tegal

“Teman-teman di sini (redaktur Bupati Tegal) masih membutuhkan kajian terhadap tema-tema tertentu,” katanya, Rabu (27/1).

Kitab yang tebalnya 90-an halaman ini berisi tentang metode pengambilan keputusan di dalam hukum Islam (Ushul Fiqih). Misalkan tentang hukum berijtihad, ijma, qiyas, dan bagaimana penerapan teori tersebut pada kasus-kasus riil demi mencari mashlahat tanpa mengabaikan nash atau realitas.

Metode kajian yang dilakukan oleh para redaktur ini bukan sekadar mendengarkan pengkaji, namun ada sesi tanya-jawab dan diskusi. Hal itu menambah suasana menjadi hidup.

Forum kajian ini terlihat santai dan para peserta bisa sambil ngopi. Moderator dengan bebas memfasilitasi para peserta yang berlatarbelakang dari berbagai pesantren dan perguruan tinggi.

Bupati Tegal

“Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang sudah biasa dilakukan oleh warga NU, sebagaimana biasa disebut bahtsul masail. Dalam bahtsul masail terkandung unsur musyawarah. Dan apabila ada pembahasan yang kurang dipahami dari isi kitab tersebut, maka akan diajukan kepada Rais Syuriyah PBNU,” ? tambah Hafiz.

Kajian kitab selama satu jam ini diikuti oleh sekitar 10 awak redaktur Bupati Tegal. (Izzi Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, AlaNu, Tokoh Bupati Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Jakarta, Bupati Tegal. Selain sumber daya alam yang melimpah, kekayaan tradisi dan budaya Indonesia menjadikan bangsa majemuk ini dipandang unik oleh sejumlah negara di dunia. Bahkan tak sedikit keunikan bangsa Indonesia untuk dijadikan fokus studi dan penelitian oleh para peneliti mancanegara.

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

LKSB Sebut Kekayaan Budaya Indonesia Modal Membangun Bangsa

Hal inilah yang dipandang oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) sebagai modal strategis membangun manusia Indonesia. Pembahasan tersebut mengemuka ketika LKSB menggelar diskusi refleksi 72 tahun Indonesia merdeka, Senin (28/8) di Gedung PBNU Jakarta.

Mendatangkan sejumlah narasumber dan aktivis pergerakan, Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur mengungkapkan, saat ini tidak sedikit generasi muda yang tak kenal dengan identitas budayanya. Bahkan banyak yang terlena oleh perkembangan teknologi digital sehingga menggerus kearifan lokal.

“Ternyata sekarang sebagian masyarakat bangsa ini mulai lemah dan tercerabut dari akar kultur dan naturnya sebagai bangsa Indonesia (Nusantara). Mulai tak mengenali Pancasila sebagai falsafah atau pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” ujar Ghopur yang dalam diskusi kali ini mengambil tema Membangun Manusia Indonesia yang Adil dan Beradab.

Bupati Tegal

Mengingat falsafah agung Pancasila, forum LKSB juga menyayangkan ketika ada sejumlah kelompok yang anti-Pancasila. Di sisi lain, perlakuan tidak adil juga kerap dialami oleh kelompok tertentu yang berusaha mempertahankan tanah adat tempat tinggalnya salama bertahun-tahun, namun justru tergusur karena kepentingan korporasi dan politik.

“Di sinilah kita bersama mencoba menjawab secara komprehensif seluruh persoalan bangsa. Kita ingin menjelaskan betapa pentingnya Pancasila menjadi kompas dalam perjalanan berbangsa dan bernegara yang kian mengalami dekadensi moral dan distorsi bangsa,” jelas intelektual muda NU ini.

Ia menegaskan, begitu pentingnya Pancasila dihadirkan kembali dalam ruang publik yang belakangan sarat kontaminasi oleh kepentingan kelompok, nilai, maupun ideologi-ideologi privat.

Bupati Tegal

Hadir memberikan pengarahan Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra. Di antara narasumber yang hadir ialah Ketua Umum Pengurus Besar Korps PMII Putri (Kopri) Septi Rahmawati, Ketua Umum GMNI Chrisman Damanik, Pengurus Pusat GMKI Korneles Galanjinjinay, Social Entrepreneur Moses Latuihamalo, dan Candra (GEMA Perhimpunan Indonesia-Tionghoa). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal RMI NU, Ahlussunnah, Tokoh Bupati Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Bogor, Bupati Tegal. Proses belajar agama secara instan yang saat ini dilakukan oleh sebagian masyarakat melalui dunia maya atau internet turut menyumbang krisis literasi di antara generasi bangsa. Tradisi membaca buku berkurang drastis sehingga Indonesia tergolong negara yang rendah dalam membaca buku.

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama

Hal mengemuka ketika Pegiat Literasi dari Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep, Jawa Timur, Nyai Fadhilah Khunaini saat mengisi materi dalam kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai yang digelar Pusat Studi Pesantren (PSP), Selasa (5/11) di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Fadhilah, mencetak santri yang gemar menulis dan membaca buku akan membawa mereka tidak mudah terpengaruh dengan konten-konten radikal yang ada di internet sehingga bisa mencegah radikalisme.

“Jihad literasi sangat penting,” ungkapnya di hadapan sekitar 50 kiai dan nyai dalam forum tersebut.

Ribuan santri Annuqayah yang dibinanya saat telah banyak memproduksi karya tulis berupa buku, majalah, cerpen, puisi, termasuk menyadur kitab-kitab besar karya ulama ke dalam bentuk yang menarik sehingga mudah diterima oleh murid-murid madrasah maupun sekolah.

Bupati Tegal

“Orang atau anak mungkin tidak bisa disodorkan Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali yang tebalnya ribuan halaman. Namun ketika disadur secara singkat menjadi buku menarik penuh gambar, anak-anak sekolah akan tertarik,” ungkap Fadhilah.

Bupati Tegal

Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, dia juga berhasil membina santri yang mau membaca buku-buku berkonten berat seperti buku-sasrta Leo Tolstoy, William Shakespeare, Pramoedya Ananta Toer, dan buku lainnya dengan metode serupa.

“Kadang, kita yang sudah tua saja belum pernah membaca atau menyelesaikan buku-buku tebal tersebut. Tetapi dengan cara disadur ulang dalam bentuk buku cerita ringan dan menarik, anak-anak sekolah bisa memahaminya dengan baik,” ucapnya.

Menurutnya, jihad literasi melalui tradisi membaca dan menulis buku yang selama ini dilakukannya bisa memberi pengetahuan dan wawasan luas kepada para santri dan anak sekolah.

“Dengan terus menulis dan membaca buku, mereka akan mempunyai wawasan luas sehingga tidak berpikiran sempit,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pesantren (PSP) Achmad Ubaidillah mengatakan, forum Halaqah Kiai dan Nyai ini sengaja menghadirkan narasumber-narasumber yang mempunyai best practice nyata dalam mewujudkan penguatan literasi di pesantren.

“Tradisi literasi pesantren ini untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan kiai pendahulu yang begitu kuat dalam membaca dan memproduksi karya,” jelasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Ahlussunnah, Kajian Sunnah Bupati Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Solo, Bupati Tegal

Ratusan siswa SD, MI dan SMP Ta’mirul Islam Surakarta, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan ziarah ke beberapa makam para ulama setempat, akhir pekan kemarin (13/3). Rombongan dengan berjalan kaki berangkat dari kompleks Masjid Tegal Sari Laweyan dengan membawa spanduk bertuliskan “Ziarah Kyai”.

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarahi Makam, Siswa Kenang Perjuangan Pendiri

Kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengenalkan siswa kepada para pendiri sekolah. “Kita ingin mengenalkan kepada para siswa, para pendiri dan tokoh ulama terkemuka yang ada di Kota Solo, seperti KH Ahmad Shofawi, Prof. KH Adnan, Simbah Kiai Umar dan lainnya. Agar mereka dapat mengambil teladan dari para ulama tersebut,” terang koordinator tim Al-Qur’an SD Ta’mirul Islam, Mukhlisin, di sela acara ziarah.

Ditambahkan Mukhlisin, ziarah ini juga sebagai bagian dari tradisi pesantren, di mana sebelum mengikuti prosesi ujian dan khataman, para santri berziarah untuk berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran dan keberkahan.

Bupati Tegal

Rombongan terlebih dahulu berziarah ke makam KH Naharussurur di Kompleks Pondok Pesantren Ta’mirul Islam Tegalsari, setelah itu dilanjutkan ke makam KH Umar Abdul Mannan di Kompleks Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan.

Lebih lanjut, dikatakan Mukhlisin, kegiatan ziarah sebagai salah satu rangkaian acara khataman Alquran yang akan dilaksanakan, Sabtu (19/3) mendatang.

Bupati Tegal

“Insyallah ada 200 lebih siswa yang akan diwisuda, yakni mereka yang sudah menyelesaikan hafalan bil ghaib juz 1, 27, 28, 29, dan 30,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Pertandingan, Ahlussunnah Bupati Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Sidoarjo,? Bupati Tegal. Pemerintah kabupaten Sidoarjo menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim piatu di kabupaten Sidoarjo. Santunan ini diserahkan secara langsung oleh Pelaksana Jabatan (PJ) Bupati Sidoarjo H Jonathan Judyanto usai upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-51 di alun-alun Sidoarjo, Kamis (12/11).

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Kesehatan, Pemkab Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Untuk memacu pembangunan di bidang kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga menggelar berbagai macam lomba kesehatan. Sekitar 20 macam perlombaan disajikan di antaranya, lomba kader UKS tingkat SD/MI hingga SMP/MTs, lomba tenaga kesehatan teladan hingga lomba pojok laktasi di Puskesmas maupun perusahaan.

Ada juga lomba desa upaya perbaikan gizi keluarga (upgk) berprestasi, lomba kantin sehat serta lomba pemilihan koordinator imunisasi berprestasi Sidoarjo dan masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa macam perlombaan itu, sekaligus memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-51 tahun.

Bupati Tegal

"Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak dini agar tumbuh mengakar menjadi budaya sehat di dalam kehidupan sehari-hari. Melalui peringatan HKN yang mengangkat tema ‘Indonesia cinta sehat’ ini, mari kita jaga kesehatan supaya keluarga dan lingkungan sekitar terhindar dari penyakit," kata H Jonathan.

Bupati Tegal

Jonathan menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek mengapresiasi pemerintah kabupaten/kota serta provinsi yang telah menyediakan 10 persen dari anggaran pembangunannya untuk kesehatan.

Di samping itu, dukungan untuk mewujudkan pembangunan kesehatan juga diperlihatkan oleh pemerintah daerah melalui peraturan daerah (perda). Seperti penerbitan perda kawasan tanpa asap rokok maupun membangun kota ramah lansia.

Pemerintah daerah juga memberikan insentif bagi tenaga kesehatan dari dana APBD-nya. Hal itu untuk mendorong terwujudnya pembangunan kesehatan. Tidak hanya itu saja, fasilitas pelayanan kesehatan khususnya puskesmas di beberapa daerah tertentu juga terus ditingkatkan kompetensi petugas kesehatannya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

"Melalui momen HKN ini mari kita jadikan sebagai sarana penyampaian kepada masyarakat agar bangkit dan mulai meninggalkan cara menjaga kesehatan yang bersifat kuratif menuju semangat preventif serta promotif. Mari kita tingkatkan tekat dan semangat bersama untuk menyadarkan betapa pentingnya menjaga kesehatan," pungkas Jonathan. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Bupati Tegal Syariah, Ahlussunnah, AlaSantri Bupati Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Bupati Tegal - Kabupaten tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Bupati Tegal - Kabupaten tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Bupati Tegal - Kabupaten tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock